Boyfriend for 365 Days – Chapter 7

Title                 :  Boyfriend for 365 Days

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Pairing             : Yunkyu, JoonKyu,

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

Summary          : Yang satu cuek dan dingin, yang satu lagi keras kepala dan manja. Apa yang terjadi ketika dua namja tampan ini mengetahui bahwa mereka dijodohkan dan harus melakukan pendekatan dalam setahun? Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

CHAPTER 7

Yunho menatap foto-foto di ponselnya. Foto seorang namja. Ia punya satu folder berisi beberapa foto namja itu, baik yang diambil sendiri dari ponselnya ataupun dari hasil menjepret si namja diam-diam. Hal ini selalu dilakukannya ketikan ia tengah sendirian di ruang kerjanya.

Yunho mengamati wajah namja itu baik-baik. Sejak awal ia tahu, cepat atau lambat ia pasti akan jatuh pada pesonanya. Lelaki itu terlalu manis untuk diabaikan.

“Kyu, ada apa denganmu akhir-akhir ini? Kenapa kau terkesan menghindariku? Setiap kutanya kau selalu menjawab tidak ada apa-apa.” Tanya Yunho pada foto itu.

Yunho tahu ia mungkin terlalu apatis. Tapi mencintai seseorang yang baru dikenal bukanlah perkara gampang seperti membalikkan telapak tangan, terutama untuk orang sepertinya. Ketika Kyuhyun ada di daratan yang sama dengannya, ia mengabaikannya. Namun ketika ia mulai menyadari perasaannya, Kyuhyun sudah ada di seberang lautan.

Yunho dan Kyuhyun sudah jarang tidur bersama, kalaupun mereka tidur bersama, Kyuhyun akan tidur membelakanginya. Terkadang Yunho menyesali kenapa ia harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu hingga ia menjadi lelaki yang tidak peka sama sekali.

“Oppaaaa…!!!”

Tiba-tiba Hyoyeon sudah muncul di depan pintu ruang kerjanya. Yunho tersenyum menatap gadis yang sudah dianggapnya adik kandung itu.

“Hyo? Ada apa kemari?”

“Oppa, hari ini kan ulang tahun Jung ahjussi. Aku ingin datang bersamamu. Aku juga sudah menyiapkan kado untuk appamu.” Kata Hyoyeon manja.

“Tapi aku akan pergi dengan Kyuhyun. Kalau kau mau, kau bisa ikut dengan kami. Aku akan menjemputnya di kantornya.” Kata Yunho menawarkan.

Hyoyeon ingin menampakkan ketidaksukaannya, tapi ditahannya. Ia lalu tersenyum dan mengangguk.

Sementara itu, Kyuhyun menerima pesan yang dikirim Yunho padanya yang mengatakan kalau Yunho dan Hyoyeon akan menjemputnya sebentar lagi. Ia lalu berpikir keras agar membalaskan sakit hatinya selama ini.

“Kyu, aku sudah mengerjakan file yang kau berikan.” Kata Joon membuyarkan lamunannya.

Kyuhyun berbalik dan menatap Joon dalam-dalam. ‘Benar juga, lelaki ini bisa kugunakan untuk membantuku.’ Kata Kyuhyun licik dalam hati.

“Hyung, kau bekerja untukku kan?” Tanya Kyuhyun intens. Matanya menatap lurus ke arah Joon yang duduk di depan meja kerjanya.

“Tentu saja. Kenapa?”

“Kau akan melakukan apa saja yang kusuruh, bukan?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Kau tahu benar aku akan melakukannya.”

“Walaupun itu menyimpang dari pekerjaanmu?” tanya Kyuhyun lagi tanpa peduli jawaban Joon.

“Ya, tapi..”

“Bagus! Kau akan ikut ke ulang tahun calon mertuaku. Lalu kau harus mengikuti semua skenario yang telah kususun. Ingat, kau harus membantuku.” Kata Kyuhyun dengan tegas.

Joon menghela nafas panjang. Ia yakin apa yang akan dilakukan Kyuhyun agak berlebihan, dan ia dipaksa masuk dalam skenarionya. Mau tidak mau Joon mengikuti perintah atasannya itu. Bukan hanya karena pekerjaannya, tapi ia tidak mau melihat Kyuhyun murung terus-terusan.

Kyuhyun lalu memaparkan rencananya pada Joon. Joon merasa Kyuhyun benar-benar cerdas, karena rencananya sungguh bagus dan rapi padahal ia baru saja memikirkannya. Selain itu, Joon yakin bahwa Kyuhyun dikuasai emosi dan cemburu hingga membuatnya bertransformasi dari kucing yang lucu menjadi macan yang ganas.

“Mereka sudah tiba. Ayo kita ke bawah.” Kata Kyuhyun.

Kyuhyun lalu merapikan rambutnya, memakai parfum yang baru saja dibelinya di luar negeri dan merapikan jasnya. Ia terlihat tampan sekaligus menggemaskan. Ia juga mengenakan grey glasses yang senada dengan warna setelan jasnya yang berwarna abu-abu metalik.

Ketika Yunho melihat Kyuhyun, ia sedikit terkejut melihat tunangannya itu begitu tampan. Kyuhyun langsung membuka pintu depan mobil Yunho. Ketika ia melihat Hyoyeon duduk disana, ia sedikit cemberut.

“Hyoyeon-ssi, aku mengerti kau sangat dekat dengan Yunho hyung. Tapi aku ini tunangannya, bisakah kau pindah ke kursi belakang? Kau lebih sering bersamanya ketika bekerja, aku hanya bertemu dengannya ketika ia lelah dan ingin tidur. Sekarang aku ingin duduk dengannya. Lagipula, kalau Jung appa melihatku duduk terpisah dengan Yunho hyung, ia akan marah.” Kata Kyuhyun ringan tapi dengan nada menyebalkan.

“Tapi aku sudah terlanjur duduk disini. Toh hanya di mobil saja. Apa salahnya?” kata Hyoyeon keras kepala.

Kyuhyun tersenyum manis. “Baiklah kalau begitu.”  Kyuhyun lalu menoleh pada Kim Joon. “Hyung, kau yang menyetir. Yunho hyung akan duduk di belakang denganku.”

Dengan segera Joon mengambil alih tempat Yunho sedangkan Yunho tanpa protes langsung duduk di belakang bersama Kyuhyun.

“Nah, Hyoyeon-ssi, kau tetap bisa duduk di depan sekarang. Aku mengalah untuk perempuan.” Kata Kyuhyun dengan nada sopan namun terdengar sedikit mengejek.

Kyuhyun tidak bisa melihat raut wajah Hyoyeon, tapi ia tahu pasti Hyoyeon sedang kesal setengah mati padanya kali ini. Berkali-kali dilihatnya Hyoyeon menatapnya dari kaca. Lalu muncul ide nakalnya.

Kyuhyun lalu bicara pada Yunho keras-keras dengan nada manja. “Hyung, aku pusing.”

Yunho sedikit terkejut. “Ada apa Kyu? Kenapa tiba-tiba kepalamu pusing? Apa kau sudah makan siang?”

Kyuhyun menggeleng. “Pekerjaanku banyak sekali hyung. Aku tidak sempat makan apa-apa tadi. Aduh..”

“Sudah kubilang, jangan bekerja sampai lupa waktu. Inilah alasanku mengapa kau tidak kuperbolehkan bekerja. Aku ingin kau menikmati waktumu, biarkan aku yang bekerja untuk kita berdua. Aku sanggup menghidupimu.” Kata Yunho seraya memeluk Kyuhyun dan mengusap-usap kepala si namja bandel dengan sayang.

“Tapi aku bosan hyuuuunnggg.. Andai saja aku boleh ikut kau bekerja, mungkin akan terasa lebih menyenangkannn..” kata Kyuhyun semakin menarik-narik kalimatnya dengan nada semanja mungkin.

Ia sangat yakin kalau Hyoyeon pasti sudah terbakar emosi di depan. Tapi ia tak peduli. Yeoja itu harus membayar sakit hatinya tempo hari.

“Aku mau saja mengajakmu, Kyu. Tapi kau kan rentan terhadap sakit. Proyek yang kukunjungi penuh debu, belum lagi pekerjaanku sangat banyak. Kau akan bosan juga karena aku lebih serius bekerja daripada memperhatikanmu.” Kata Yunho menjelaskan dengan sabar.

“Bilang saja kau punya selingkuhan di tempat kerjamu, hyung. Jadi kalau aku ikut, kau tidak bisa bermesraan dengannya, kan?” tuduh Kyuhyun. Wajahnya memang terlihat kesal. Tapi dalam hatinya tertawa. Ternyata ia memang pandai sekali berakting.

“Aku bukan tipe peselingkuh, Kyu. Jangan khawatir. Kenapa tiba-tiba kau semanja ini? Kau merindukanku yah?” goda Yunho.

“Tentu saja. Apa salah berlaku manja dan merindukan calon suami sendiri?” Tanya Kyuhyun merajuk.

“Artinya, nanti malam kita bisa tidur bersama lagi?”

“Pasti hyung. Aku rindu tidur dalam pelukanmu..”

“Oppa, bolehkah kau mengantarku pulang nanti?” Tanya Hyoyeon langsung memotong kata-kata Kyuhyun.

“Mana mungkin, Hyoyeon-ssi. Yunho hyung akan menemaniku nonton di apartement setelah acara ulang tahun Jung appa. Iya kan hyung?” kata Kyuhyun dengan sedikit memaksa pada Yunho.

“Tentu saja. Maaf Hyo, nanti aku akan menelepon taksi untukmu. Besok aku akan menjemputmu.” Kata Yunho.

Hyoyeon tampak kesal sekali. Tapi mengingat Yunho akan menjemputnya keesokan harinya, ia jadi merelakan pulang naik taksi hari ini.

*

            Tamu undangan sudah hadir. Ternyata Mr. Jung hanya mengundang sahabat-sahabat dekatnya saja. Ia bangga sekali melihat anaknya datang dengan calon menantunya sambil berpegangan tangan.

Belum lagi sikap keduanya yang sudah seperti sepasang kekasih. Kyuhyun yang manja dengan Yunho yang dewasa. Hilang sudah keraguannya akan batalnya perjodohan Kyuhyun dan Yunho.

Yunho juga merasakan hal yang sama. Ia senang sekali karena Kyuhyun kembali jadi Kyuhyun yang manja padanya. Ia lega sekali, mengingat belakangan ini Kyuhyun terkesan menghindarinya.

Tapi lain lagi dengan Kyuhyun. Rasa sakit hatinya masih terasa. Ia sudah membalasnya pada Hyoyeon, tinggal giliran Yunho kini. Ia sudah mengatur segalanya. Ia akan mengajarkan pada Yunho bahwa siapapun tidak boleh main-main dengan perasaanya, terutama jika menyangkut cinta yang baru kali ini dirasakannya.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Ia mendapati Yunho tengah berbincang dengan Hyoyeon dan Changmin, yang katanya baru saja tiba dari Jepang. Dengan segera ia menghampiri Joon dan menganggukkan kepalanya.

Joon mengerti maksud Kyuhyun. Ia lalu duduk di pinggiran sofa yang di duduki Kyuhyun. Tangan kirinya membelai rambut Kyuhyun dengan sayang sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terlihat menenggelamkan kepalanya di dada Joon.

Tak sampai semenit Yunho melihat hal itu dan segera berjalan menuju duo KyuJoon serta meninggalkan kelompok bicaranya. Matanya menyala mengerikan seperti singa marah.

“Apa-apaan ini? Lepaskan dia..!” kata Yunho pelan tapi dengan nada bahaya. Ia tidak bisa membuat keributan di acara ayahnya tapi ia juga tidak tahan dengan kelakuan Kyuhyun dan Joon.

Joon segera melepaskan Kyuhyun tapi Kyuhyun senantiasa menempel pada Joon seakan tidak rela lelaki itu lepas darinya. Melihat itu Yunho langsung menarik tangan Kyuhyun.

“Kyu! Kau ini kenapa? Tadi kau baik-baik saja di mobil, sekarang kau mulai lagi. Apa maksudmu?” kata Yunho. Emosinya kini menguasai dirinya walau suaranya masih tetap rendah.

“Aku pusing, hyung! Bukankah sudah kukatakan padamu sejak tadi?” bantah Kyuhyun dengan kesal.

Emosi Yunho sedikit menurun. “Tapi..tapi kau bisa mengatakannya padaku, Kyu. Mengapa kau harus memeluknya?”

“Memangnya kenapa hyung? Aku hampir jatuh tadi, Joon hyung lah yang ada di dekatku dan dia selalu ada disampingku. Bukannya meninggalkanku sepertimu.” Kata Kyuhyun acuh.

Yunho langsung terdiam. Ia menyadari bahwa Kyuhyun menyindirnya keras. Kyuhyun langsung berlari keluar. Yunho segera menyusulnya tapi langkahnya tertahan oleh Hyoyeon.

“Oppa, biarkan Kyuhyun sendiri dulu. Ia butuh waktu.” Hyoyeon menahan lengan Yunho erat. Tapi Yunho menepiskannya dengan keras.

“Tidak. Aku harus menyusulnya. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya.”

Yunho berlari dengan kecepatan penuh. Pikirannya dipenuhi oleh ketakutan Kyuhyun akan meninggalkannya. Dan ia tidak menginginkan hal itu terjadi. Dilihatnya Kyu berjalan keluar halaman rumah Yunho. Yunho menambah kecepatan larinya demi mengejar Kyuhyun.

Begitu ia tinggal sesenti lagi dari Kyuhyun, dipeluknya lelaki itu dari belakang. Nafasnya tersengal-sengal. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya memeluk tunangannya itu agar tidak pergi.

“Jangan Kyu. Jangan seperti ini. Jangan pergi dengan meninggalkan seribu pertanyaan dikepalaku. Kumohon jawab aku. Ada apa denganmu?” kata Yunho. Ia nyaris kehabisan nafas.

Kyuhyun diam cukup lama namun akhirnya menjawab. “Aku benci kita seperti ini hyung. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi agar kau melihatku. Kau terlalu sibuk dengan duniamu, hingga kau tidak perduli betapa terlukanya aku menunggumu.”

“Aku sudah melihatmu. Aku sudah menyadari bahwa kau ada, kau nyata. Jangan seperti ini, kumohon. Aku tidak suka melihatmu dengan lelaki lain. Kau menyakitiku.” Kata Yunho masih dengan nafasnya yang tak beraturan.

Dengan marah Kyuhyun langsung melepaskan lengan Yunho yang melingkar di tubuhnya. “Lalu kau pikir ini menyenangkan untukku? Pertama melihatmu dengan Changmin lalu dengan Hyoyeon. Menurutmu aku tidak pantas cemburu sedangkan kau boleh cemburu? Kau boleh dekat dengan siapapun semaumu tapi aku tidak boleh, begitu?”

“Kyu, mereka seperti saudaraku sendiri. Mana mungkin aku menyukai salah satu diantara mereka? Kau tidak seharusnya cemburu pada mereka..”

“Lalu kau pantas cemburu pada Joon hyung, begitu? Aku muak hyung. Sampai kapanpun kita akan selalu seperti ini jika tidak ada yang mau mengerti.” Kata Kyuhyun putus asa.

“Katakan padaku apa yang kau inginkan.”

“Kita harus berpisah untuk sementara, hyung. Kita butuh waktu untuk berpikir. Kita masih punya waktu kan? Kita masih punya dua bulan lagi untuk membuktikan apakah kita benar-benar pantas bersama atau tidak.” Kata Kyuhyun. Ia sudah memutuskan, mungkin memang ini yang terbaik. Jika mereka terus bersama dan saling menyakiti, tidaklah baik.

Yunho menatap mata Kyuhyun dalam-dalam. Mencoba mencari pengampunan. Tapi mata indah itu justru membuatnya merasa kuat sekaligus lemah disaat yang bersamaan. Ia takut jika Kyuhyun ternyata memilih meninggalkannya. Dan ketakutan itu semakin menjadi-jadi ketika Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh.

*

            Yunho seperti orang linglung sebulan belakangan. Ia dan Kyuhyun tidak berkomunikasi sejak kejadian di rumahnya. Mereka hanya bertemu jika kedua orang tua mereka minta bertemu. Dan lagi-lagi mereka harus berpura-pura demi menjaga perasaan orang tua mereka.

Kyuhyun juga keluar dari apartement. Untuk sementara ia tinggal bersama Joon karena ia tidak mau orang tuanya tahu ia sedang bermasalah dengan Yunho. Yunho sering mencoba menghubungi Kyuhyun, tapi Kyuhyun tidak membalas. Jika Yunho mencarinya ke kantor, Kyuhyun tidak mau bertemu. Kyuhyun selalu berkata ia ingin Yunho sendiri yang menyadari kenapa Kyuhyun berbuat seperti ini.

Tapi Yunho masih juga tidak mengerti. Mengapa Kyuhyun harus cemburu pada kedua sahabatnya terutama Hyoyeon? Ia tidak memberikan alasan, hanya menyuruh Yunho mencari jawabannya sendiri. Dan ini susah untuk Yunho karena ia dan Hyoyeon sudah seperti saudara.

Yunho tersiksa sekali karenanya. Ia jadi lebih pendiam dan pemurung. Entah mengapa ia merasa kesepian walaupun Changmin dan Hyoyeon selalu ada disampingnya memberi dukungan. Rasanya ada yang kurang tanpa Kyuhyun. Ia telah terbiasa melihat Kyuhyun setiap hari. Menyadari kenyataan bahwa ia kini tinggal sendiri membuatnya lebih merana lagi.

Terkadang ia membuntuti kemana Kyuhyun pergi bersama Joon. Dengan asistennya itu, Kyuhyun terlihat bahagia, seakan-akan tidak ada masalah yang membebaninya. Joon benar-benar orang yang tahu cara menghadapi Kyuhyun, tidak seperti dirinya.

Tak jarang Joon merangkul Kyuhyun atau sekedar membelai kepala Kyuhyun dengan sayang. Yunho benci melihatnya. Ingin sekali ia mematahkan jari-jari Joon karena berani menyentuh Kyuhyunnya. Tapi ia tahu, semuanya tidak berguna. Kyuhyun hanya akan tambah benci padanya. dan masalah mereka tidak akan selesai.

Malam itu Hyoyeon datang ke apartement Yunho. Sebenarnya Yunho malas menerima tamu, tapi ia tidak tega mengusir Hyoyeon apalagi gadis itu selalu berusaha menghiburnya.

“Oppa, aku tahu kau sedih. Tapi haruskah kau harus larut dalam kesedihanmu terlalu lama? Belum tentu Kyuhyun masih memikirkanmu. Lihatlah, dengan teganya ia meninggalkanmu.”

“Akulah yang membuatnya marah, Hyo. Wajar kalau ia meninggalkanku. Mungkin kau juga akan meninggalkanku jika aku melakukan hal itu padamu.” Kata Yunho.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, oppa. Apapun yang terjadi. Kau sangat berarti bagiku.” Kata Hyoyeon sambil cemberut. Ia tak suka dibandingkan dengan Kyuhyun.

Yunho tersenyum. Ia membelai rambut Hyoyeon dengan sayang. Ia tak punya adik perempuan, dengan hadirnya Hyoyeon, hidupnya terasa menyenangkan. Sayangnya akan jauh lebih sempurna jika Kyuhyun juga ada dalam lembaran kehidupannya.

Yunho membiarkan Hyoyeon memeluknya. Ini memberikan kekuatan untuknya. Ia tahu, ia membutuhkan sandaran saat ini. Lalu Hyoyeon mensejajarkan wajahnya dengan wajah Yunho, menatap matanya dengan lembut lalu menutup jarak diantara mereka.

*

            “Pulanglah Kyu. Bukannya aku tidak suka kau tinggal disini. Tapi mau sampai kapan kau lari dari masalah? Sudah sebulan kau pergi, sudah saatnya kau kembali dan menyelesaikan masalahmu.” Kata Joon yang berulangkali menasehati Kyuhyun agar mau pulang ke apartementnya bersama Yunho.

“Aku tahu hyung. Aku sudah memikirkan semuanya. Sudah waktunya aku menemui Yunho hyung. semoga masalah kami bisa selesai malam ini. Semoga ia bisa mengerti dan memahami maksudku selama ini.” Kata Kyuhyun.

“Itu baru Cho Kyuhyun namanya. Jangan kau khawatirkan barang-barangmu. Pulanglah dulu dan bicaralah pada Yunho. Kasihan dia.”

Kyuhyun mengangguk. “Terima kasih hyung. Kau memang hyung paling baik yang pernah aku kenal. Ingat, kapanpun kau butuh bantuanku, aku akan selalu ada untukmu.”

Kyuhyun lalu melarikan mobilnya ke apartementnya. Ia sangat merindukan Yunho hyungnya. Berharap semuanya bisa selesai malam ini dan mereka bisa kembali bersama seperti sebelumnya.

Ia merapikan rambut dan bajunya sebelum membuka pintu apartement. Jantungnya berdebar keras. Ia takut Yunho akan menolaknya, tapi ia tetap nekat. Ia akan menanggung resikonya bila itu terjadi.

Namun ia sangat terkejut ketika melangkah masuk. Ia mendapati Yunho sedang duduk membelakanginya di sofa. Yunho terlihat sedang berpelukan dengan Hyoyeon. Dan yang membuat Kyuhyun lebih terkejut lagi kemudian, keduanya berciuman.

Sekujur tubuh Kyuhyun jadi kaku saat itu juga. Otaknya langsung lumpuh akibat melihat adegan itu. Lalu di dengarnya Hyoyeon berkata.

“Nado saranghae oppa.. Jeongmal saranghae..”

“Nado? Hyo.. kau..”  kata Yunho terbata-bata.

“Jadi.. selama ini kau tidak kesepian seperti dugaanku, hyung? Kau malah bersenang-senang kan? Silahkan dilanjutkan. Maaf aku mengganggu.” Kata Kyuhyun dingin dan langsung membanting pintu apartement dengan kasar.

*

kyuhyuntshirt milkyway007

To Be Continued..

PS : Congratulation for Sabrina, the first winner of Challenge Me. Here’s your story..

Advertisements

122 thoughts on “Boyfriend for 365 Days – Chapter 7

  1. Iiihhhh makin pelik zzzzzzzzzz
    Bisa ngga sihhh itu hyo disumpel aja mulutnya :///<
    Makin parah itu salah pahamnya duuhhhh *jedotin kepala

  2. haduuuh yunnie oppa knp sich mau ja dicium sma hyo onnie.
    makin ribet ja nie urusan’a. cckkck

  3. kasian ama kyunie, yunho g peka banget sih?! ni happy end kan chingu? udh g sbr bc klnjtnx tp d proteck y chingu? q blh mnt pw x g? please…..

  4. kasihan Kyunie. . . *tendangYunho

    author Q ada Qrim email. . . reply ya biar bisa baca last chapter. . . ^^

  5. eon aku reader baru salam kenal
    eon ceritanya bagus lanjut eon
    boleh minta pwnya eon kirim ja k hpku ini numbrnya 083878899433
    thx eon

  6. OMO, aku beneran kesal sekarang.
    Hyo kau sungguh keterlaluan,
    tidak taukah jika kau hanya menghalangi dua manusia yg saling mencintai T_T
    kyupa sabar ne, jika perlu buat hyo sadar jika yunyun itu cuma milikmu 😀

  7. Yunho gak nyadar banget sama tingkahnya hyeo ya???chingu….minta pw donk…aku dah baca 2x tp ttp gak tau endingnya hiks……

  8. i love and hate(?) this chapt….
    jealous yunho is too much to handle ! cuuuteeee….
    that hyoyeon go away. yunho hold kyu tight before he gone ! poof !

  9. Huaaa… Hyoyeon jahaaat…
    Kyu-kyu, sabar yaa. Padahal, tadinya udah seneng karna yunho keliatan frustasi. Tapi tapi tapi, kenapa endingnya begituuu…

  10. yunho ayo dong sadar kalau kau mencintai kyuhyun T^T

    author minta pass chap 8 boleh aku suka bgt ff ini feel y dpt baca y sampe senyum” sndri bayangin yunkyu

    jebal
    gomawo author :^)

  11. Anneyooong eonnie-yaaaa *lambai-lambai* *sok kenal*

    Nemu ff Yunkyu disiiinieeeee aigooo Yunkyu cute ><
    Aku baca dr chp 7 dulu yak baru ke ch bawah hehehe

    Agak gondok liat Hyoyeon disini, kenapa disaat2 Kyu nya plg Yun malah sama Hyoyeoooon T^T

    Kasian Kyuunya hehehehe, tp gapapa sekali2 baby Kyu hrs dinistain huehehehe

    Keren deh jalan ceritanya eonni, tp Yunnya jgn jutek2 amat Kyu~~

    Yosh ! Fighting eonni, keep writing

  12. Erna sparkyuelf imnida..
    Slm kenal eonnie..
    Aq ru nie fanfic..
    Yeyyy yunkyu.. dasar sih hyeon prusak hbugn ajjah huhh..
    Moga ajjah bisa balikan lagi kyimma ama yunppa, wlopun ada si setan nyempil.. hihihi

  13. aq g ngerti….kok g ada chap 8..ini masi tbc kn??tiba2 kok ada ny yg now and then….lalu????saia bingung

  14. ………………………………………
    /speechless/ gue ikutan galau maksimal,
    Sukses bikin aku kepancing emosi juga, God! God! :”O

  15. Hadeeeh…. mkn pelik aja mslhnya.
    Hyoyeon bnr2 dch, ih ngeselin bngets….><
    kasian Kyu nya.
    Pengen nya q jambk aja si nenek shir itu…
    chingu mkn k sni feel nya mkn dpt. crtnya keren…. next chpt nya ditunggu ya ….

  16. Kyaaaa,,, pengen nyekik hyoyeon,, :@
    Huh,, yunho emang gag peka banget,, bisa2nya dia kejebak sama hyo,,
    Poor Kyukyu,, smuanya salah hyo bukan yunho,, semoga happy end aja deh,,

  17. Ish’ yunho knp diem ajja sih ma perlakuan intim hyoyeon!!!!
    Jelas2 kyu nggak suka ma hyo,tp yunho nya malah nggak nanggepin:@

  18. yahhhhh babykyu salah paham deh -_-
    lagi tuh yeoja ngeselin banget sumpah,, udh deh,, yunho tuh suka nya sama kyunnie bukan sama youuuu -_-

    izin baca chap selanjutnya 🙂
    eon,, boleh minta pw chap 8 ? liat inbox email mu ne ^^

  19. Aish tu nenek shir ad j tingkah na yg buat babykyunie sakit hati, trus knp yunppa g sadar2 klo dia udh jatuh cinta sm babykyunie dan sikap na yg mau j meluk nenek shir tu buat babykyunie kecewa dan slah paham

  20. Iiiih, gemes bngt pingin nmpr tu yoeja, makiiiin penasaraan nih, lanjuut lg ya thor. Gomawo ^^
    Keep writing n semangaaat ne 😉

  21. iiih gms bngt pngn nampar si hyoyeon, kasiian bngt Kyunya, Yunho cptan kejar Kyu dong
    makiiiin seerruuuu bngt ffnya q makin suka, btw klo boleh q minta pw yg chap 8 dong thor, klo bs kirim ke email q rheina_kyuhae@yahoo.co.id ya atw fb q rheina kyuhae. Gomawo ya thor.
    Keep writing n semangaaat ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s