The Journey – Chapter 5

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast       : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 5

Kyuhyun membuka matanya perlahan, begitu matanya sudah terbuka sepenuhnya, ia tersentak melihat seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya. Dengan cepat ia menarik selimut sampai menutupi hampir seluruh wajahnya dengan malu.

“Bagaimana kau tahu kalau aku ada disini?”

Yunho tersenyum. “Mengapa kau menutupi wajahmu.” Ia berusaha menarik selimut Kyuhyun.

“Hentikan. Aku bahkan belum membasuh wajahku yang kotor.”

“Tapi kau tetap manis di mataku.”

Kyuhyun mengabaikan rayuan Yunho. “Kenapa kau tahu aku ada disini?”

“Aku tahu dari Zhoumi.”

Kyuhyun tertawa mendengarnya.

“Mengapa kau tertawa?”

“Kudengar kau meminum 32 butir obat cacing.” Kyuhyun masih terus tertawa.

Yunho ikut tertawa karenanya. “Zhoumi jahat itu. Mulutnya benar-benar besar. Sial! Apa dia mengatakan hal lainnya?”

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia kemudian membuka selimutnya lalu menjawab. “Tidak. Setelah diam selama beberapa saat, ia pergi.”

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk.

“Dia benar-benar aneh.” Yunho menatap Kyuhyun. “Apa sakitmu cukup parah?”

Kembali Kyuhyun mengangguk.

“Maafkan aku. Saat itu aku benar-benar tolol. Selain mencintaimu, aku tidak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggakan.”

Kyuhyun tersenyum. “Kau slaah. Kau punya banyak hal yang bisa dibanggakan.”Seperti basah kuyup tersiram hujan dan meminum pil cacing dengan jumlah yang cukup banyak.”

Yunho menyadari bahwa Kyuhyun mencoba bercanda. “Jangan tertawa. Ini serius. Aku harus mengatakan yang sebenarnya tentang hubungan kita pada Zhoumi. Jadi kita bisa melanjutkan hubungan ini.”

Saat itu Yunho mendengar ada suara langkah-langkah kaki di luar. “Apa ini kamarnya?”

“Aku akan menemuimu lagi nanti. Sampai jumpa.” Ia kemudia mencium pipi Kyuhyun sekilas lalu bergegas pergi. Tapi ketika ia akan membuka pintu, benda yang terbuat dari kayu itu mulai terkuak. Yunho segera mundur lalu bersembunyi di balik selimut di atas tempat tidur.

Beberapa orang masuk ke ruangan itu. seorang lelaki paruh baya berpakaian resmi masuk dan berkata. “Oh anakku yang malang, kenapa kau bisa kehujanan seperti itu?”

Kyuhyun hendak bangkit dari tidurnya dan memberi salam. Tapi lelaki itu menolak. “Berbaringlah. Demammu bisa ditangani segera. Kau bisa terkena pneumonia.”

Pelan-pelan Yunho bangkit dari tidurnya lalu berjalan pelan ke pintu saat semua mata disana memandang ke tempat tidur Kyuhyun.

“Apa kau makan dengan baik? Kau harus memakan makanan sehat agar cepat sembuh.”

Namun Kyuhyun tidak memperhatikan dengan baik. Ia melihat Yunho yang hendak keluar ke pintu dengan panik. Ketiga orang lainnya yang ada disana menoleh ke belakang.

Gerakan Yunho yang mengendap-endap masuk ke sebuah ruangan kecil, berusaha untuk lolos terhenti ketika ia menyadari semua orang memergokinya.

“Ah…m…maaf. Se…sepertinya aku salah ruangan.” Ucapnya gugup sebelum ia membungkukan badannya dan menutup pintu dengan kikuk.

Kyuhyun sendiri hanya meringis, merutuki kebodohan namja tersebut yang jelas-jelas memang ‘salah ruangan’.

Sang dokter hanya menghela nafas pelan seraya melangkah menuju ruangan tempat Yunho masuk. Ia membuka pintu tersebut tanpa berkata apapun.

Yunho terkesiap, ia baru menyadari memang dirinya telah salah masuk ruangan ketika melihat satu stel seragam Kyuhyun menggantung di belakangnya. Ruangan yang baru saja ia masuki ternyata adalah sebuah lemari gantung.

“Hahaha, ternyata memang benar salah ruangan…” tawanya semakin gugup dengan menunjuk seragam Kyu yang tergantung. Tanpa sepatah kata pun, ia menundukan tubuhnya dengan memegang erat tasnya dan bergegas meninggalkan ruangan pasien.

Sementara Kyu hanya tertawa pelan melihat tingkah lucu kekasihnya.

*

Yunho membalikan tubuhnya ketika ia merasakan seseorang telah berdiri di belakangnya.

“Kepalkan tanganmu.” Pinta namja tersebut pada seseorang yang kini telah berdiri di hadapannya. Tak lupa ia juga ikut mengepalkan tangannya memberi contoh.

Zhoumi, namja tersebut memandang kedua tangannya bingung sebelum ia menuruti permintaan sahabatnya.

“Naikkan kepalanmu seperti ini.” Yunho memasang posisi siaga dengan kedua tangannya yang mengepal erat.

Lagi, Zhoumi pun menurutinya meskipun ia sendiri masih tampak bingung.

Yunho menghela nafas kasar dan menatap lurus pada retina milik lelaki jangkung  yang ada di hadapannya.

“Sekarang, pukul aku.” Pinta Yunho tanpa ragu. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia pun memejamkan matanya. Menunggu apa yang akan Zhoumi lakukan padanya.

“Kenapa aku harus memukulmu?”

“Lakukan saja dan segera pukul aku!”

“Aku tidak suka memukul ataupun di pukuli oleh orang lain.” Jawab Zhoumi dengan ekspresi wajahnya yang datar.

“Ya!” ia berteriak meminta perhatian Zhoumi. “Kyuhyun. Kami sudah saling mengenal satu sama lain.” Dengan nada tegas ia mencoba menjelaskan kenyataan yang telah ia sembunyikan pada sahabat sekaligus tunangan lelaki yang ia cintai.

Zhoumi sedikit terkejut mendengar ucapan Yunho. Namun ia mencoba menyembunyikan keterkejutannya dari wajahnya sebelum ia membalikan tubuhnya dan memilih untuk pergi meninggalkan Yunho dengan terbahak keras.

“Sebenarnya dia yang memberikan kalung ini padaku musim panas lalu!” Teriak namja Jung itu tak memperdulikan Zhomi yang melangkah menjauh darinya.

Awalnya Zhoumi mengacuhkan teriakan tersebut dengan tetap berjalan meninggalkan Yunho. Namun tiba-tiba saja keseimbangan tubuhnya hilang dan membuatnya jatuh tersungkur di tanah lapang tempatnya berpijak.

Sesegera mungkin Yunho berlari menyusul Zhoumi. “Zhoumi-ya, gwenchana?” tanyanya dengan nada khawatir.

“Sialan. Aku terjatuh lagi.” Rutuk Zhoumi dengan heran. Ia mendesis kesal dengan kebiasaannya yang akhir-akhir ini sering terjatuh tanpa ia ketahui penyebabnya. Ia pun bangkit dari posisinya dan membersihkan seragamnya yang terkena debu dan rumput kering.

“Kau tak perlu khawatir.” Ia bangkit dan berdiri membelakangi Yunho yang berdiri kaku di belakangnya. “Mengenai hal itu, jangan biarkan ayahku melihat kalung tersebut.  Jika tidak, ia pasti akan murka.”

Ia menunduk sekilas, memilih kata yang tepat untuk di ucapkan pada sahabatnya.

“Karena kalung tersebut adalah hadiah pemberian ayahku…” Ia membalikkan wajahnya, menatap Yunho yang tampak menunggu kelanjutan kalimat yang akan ia ucapkan. “… hadiah khusus yang di berikan ayahku untuk Kyuhyun.”

Yunho membeku di tempatnya. Ia tak berusaha menghentikan langkah Zhoumi yang lagi-lagi menjauh darinya. Rasa bersalah di hati semakin dirasakannya setelah mengetahui hal tersebut. Terlebih, saat melihat ekspresi muram dari wajah sahabatnya itu.

*

           Libur musim dingin telah tiba. Yunho pun memilih menghabiskan waktu liburnya di kota tempat pamannya  tinggal. Kota dimana ia pertama kali bertemu dengan Kyuhyun, namja manis yang sangat ia cintai.

Dan semenjak itulah ia tidak bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun. Hingga ia berpikir bahwa mereka tidak akan bisa bertemu lagi selamanya. Namun kekhawatirannya sirna ketika suatu hari ia mendapat sebuah  kiriman surat yang di antar oleh tukang pos.

            Bogoshipo…

            Aku sangat merindukanmu hingga kurasa aku akan mati karenanya. Dan aku penasaran, seberapa banyakkah sungai kenangan kita berubah. Sampaikan salamku pada rumah hantu yang dulu kita kunjungi, pada bangku dan pada deretan perahu dayung di tepi sungai kita. Katakan jika aku merindukan mereka, dan aku akan melakukan yang terbaik.

            Kemarin Zhoumi datang menemuiku dan memberiku alamat tempat tinggal  pamanmu. Selain itu, ia  juga membuat pengakuan padaku yang membuatku sangat terkejut. Ia mengatakan jika kaulah yang selama ini menuliskan suratnya untukku. Huh…bagaimana mungkin kau bisa menyembunyikan kebenaran itu dariku?

            Tapi, tak apa. Padahal awalnya nyaris saja aku membuang surat-surat tersebut. Tapi saat ini aku bisa membacanya lagi dengan memikirkanmu setiap waktu.

            Zhomi juga memberikan saran. Jika kau bisa menggunakan namanya untuk dapat tetap bertukar surat denganku. Jadi orang tuaku nanti akan menganggap bahwa aku dan Zhoumi masih tetap saling bertukar surat.

*

Kyuhyun menundukkan kepalanya ketika ia mendapati appa-nya tengah berdiri di ambang pintu kamar yang baru saja ia buka. Namja peruh baya itu tersenyum sekilas dan  memberikan sebuah surat yang pada sampulnya tertulis nama’ Zhoumi’.

Ia mengucapkan terima kasih pada sang appa sebelum ia kembali masuk ke kamar dan menutup pintunya. Ekspresinya seketika berubah riang dengan melonjak-lonjakan tubuhnya karena girang. Tanpa membuang waktu ia pun mendudukkan diri di meja belajarnya untuk membaca surat yang ia dapat yang tidak lain adalah surat dari Jung Yunho, lelaki terkasihnya.

Lihatlah keluar jendela,

Jika terdapat ranting yang jatuh dan terbawa oleh hembusan angin,

Itu berarti orang yang kau cintai adalah orang yang juga mencintaimu…

*

Kyuhyun :

Saat ini, salju sedang turun diluar sana.

Ketika salju pertama turun,

Mereka mengatakan padaku jika ‘kau harus pergi berkencan dengan orang  yang kau cintai’. Tapi yang ku lakukan saat ini  hanyalah menulis surat.

Yunho-ssi, aku sangat merindukanmu. Aku akan menemui appa dan meminta izin  untuk berkunjung ke tempat kakek. Jika aku di ijinkan, aku berjanji akan mengirimimu telegram.

*

Yunho :

Bukalah telingamu,

Jika kau mendengar detakan jantungmu sendiri, maka orang yang kau cintai adalah orang yang mencintaimu juga .

Pejamkanlah matamu.

Jika bibirmu menyunggingkan sebuah senyuman, maka orang yang kau cintai adalah orang yang mencintaimu juga.

*

        Salju berhenti turun siang itu. Meskipun demikian, seluruh permukaan kota tetap tertutup oleh salju putih yang turun semalam.

Di sebuah jalanan kota, terlihat seorang namja manis berbalut mantel panjang serta syal yang melingkar di lehernya melangkah dengan senyum cerah terpatri di bibirnya. Udara dingin seolah tidak menyurutkan kebahagiaannya ketika kakinya melangkah menuju sebuah gedung yang akan ia tuju.  Ia berniat mengirim telegram pada lelaki yang sangat ia rindukan. Sesuai dengan apa yang ia janjikan pada Yunho melalui surat terakhir yang ia kirim.

“Aku ingin mengirim telegram.” Ucap namja manis tersebut pada seorang petugas ketika ia telah sampai di kantor post. Sesekali ia menggosokan tangannya untuk menghangatkan dirinya yang kedinginan. Bahkan kedua pipinya kini tampak merona, perpaduan dengan rasa bahagia dan dingin yang ia rasakan.

“Silahkan tuliskan pesanmu di sini.” Pinta sang petugas mengangsurkan secarik iertas padanya.

“Ne…”

Kyuhyun menggigit jarinya. Bahkan memikirkan namanya saja membuatnya sangat gugup.Ia bingung pesan apa yang harus ia sampaikan pada Yunho. Meskipun sebenarnya ia sudah menyiapkan apa yang akan ia tulis dari rumah  namun entah kenapa apa tiba-tiba semuanya terlupakan.

*

         Takdir memang tidak selalu berpihak pada setiap orang. Itulah kalimat klasik yang menggambarkan keadaan yang seseorang tidak ia inginkan. Hal itu pulalah yang terjadi antara Yunho dan Kyuhyun.

Hal itu bermula ketika suatu hari, salah satu surat yang Kyuhyun tulis terkirim ke rumah Zhomi.

“Kyuhyun mencintai Yunho, appa.” ucap Zhoumi takut-takut ketika sang appa meminta penjelasan mengenai surat tersebut. “Aku tidak mencintai Kyuhyun. Mereka berdua saling mencintai. Oleh karena itulah aku memilih untuk mundur dan menyerah.”

Sesekali  Zhoumi menatap appa-nya yang rahangnya telah mengatup keras dengan sorot  mata yang mengintimidasinya. Dan ia bersumpah jika ia melihat salah satu tangan ayahnya bergerak melepas ikat pinggang yang ia kenakan dari celananya.

Mengabaikan pergerakan ayahnya, ia terus berucap mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Dua orang yang saling mencintai sudah seharusnya bersama, bukan? Aku tidak apa-apa.”

Perlahan Zhoumi mendongakan wajahnya melihat ayahnya bangkit dari posisi duduknya dengan tangannya yang memegang ikat pinggang yang berhasil ia lepas.

“A…ani. Aku…aku mencintai Kyuhyun juga, appa. Aku tidak akan menyerah. ”  pekik Zhoumi tergagap, beringsut dari duduknya menjauhi ayahnya yang terlihat sangat murka.

“Apa kau sedang mengejek appa?” desis ayahnya dengan suara beratnya.”Kau selalu berbuat semaumu sendiri, hm?”

Slapp!

Tak segan Mr. Zhou mengayunkan ikat pinggangnya pada Zhoumi yang meringkuk di hadapannya.

“Jadi kau menganggap orang tuamu tidak berarti apa-apa, hah?!”

Slapp!

“Arrggh!”

Slapp!

“Apa kau tidak tahu Kyuhyun itu siapa, hah?! Dia adalah putra dari kongresman!”

Slapp!

Slapp!

“Arrgghh…!”

Slapp!

“Kau tahu artinya, bocah? Kau pantas mati! Kau bahkan tidak bisa mempertahankan harga diri seorang pria!”

Slapp!

Slapp!

Sementara di lain ruangan, tepatnya di balik dinding rumah tersebut, seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah eomma Zhomi, hanya mampu terisak tertahan melihat  putranya di pukuli oleh suaminya sendiri tanpa mampu berbuat apapun.

Keadaan menegangkan juga terjadi di kediaman Kyuhyun. Dimana ia yang baru saja pulang dari kantor post, langsung masuk ke kamarnya dan mendapati sang ayah tengah duduk di meja belajarnya. Tentu saja dengan sebuah surat yang tergenggam dalam tangan kokoh pria tersebut.

Melihat hal itu, Kyuhyun hanya menahan nafasnya yang tercekat. Menyadari jika apa yang selama ini telah ia sembunyikan rapat-rapat, telah terbongkar tanpa menyisakan apapun.

Dan saat itulah, akhir dari musim dingin. Musim dimana seseorang nan jauh disana harus rela kehilangan harapan serta angannya yang telah membumbung tinggi…

*

          Istirahat sekolah, di sebuah perpustakaan yang tampak lengang itu. Terlihat dua orang namja berseragam hitam tampak duduk saling berhadapan yang terpisahkan oleh sebuah meja. Satu dari mereka tampak tengah larut pada buku yang tengah ia baca sementara namja yang lain tampak menyandarkan tubuh jangkungnya pada kursi yang ia duduki.

Tanpa melepaskan tatapannya dari Yunho, namja yang tengah membaca buku, pria tinggi yang tidak lain adalah Zhoumi, menggerakan tangannya untuk melepas ikat pinggang yang ia kenakan.

Slapp!

Yunho terlonjak ketika ia merasakan seseorang mengayunkan ikat pinggangnya di meja hadapannya. Ia mengerutkan keningnya bingung menatap Zhoumi yang tangah menggenggam erat ikat pinggangnya.

“Yunho-ya, Kau tahu ini apa?”

“Ikat pinggang?” tanya Yunho balik dengan ekspresi malas. Ia kembali menekuni buku yang tengah ia baca tanpa menghiraukan Zhoumi.

“Bukan. Ini adalah cambuk.” Tukas Zhoumi seraya bangkit dari duduknya.”Si bajingan  inilah yang telah memukuliku.”

Yunho hanya melirik sekilas tanpa berniat melupakan bukunya.

“Appa-ku sebenarnya tidak ingin menyakitiku, tapi benda ini tetap saja memukuliku.  Itulah sebabnya aku menggenggam benda ini.” Lelaki tinggi itu menyeringai, masih dengan menggenggam ikat pinggangnya. Seolah ia sangat membenci pada benda sejenis yang kemarin ayahnya gunakan untuk memukulinya “Bagaimana aku harus menghukumnya?”

Yunho kini tengah mengamati pergerakan Zhoumi. Satu tangannya terlihat menopang dagu diatas meja.

“Hukuman mati.” Jawab Yunho enteng di barengi dengan senyuman sinisnya.

Zhoumi menjentikan jarinya. ”Itulah yang aku pikirkan.”

Ia kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Yunho. “Membunuhnya secara perlahan dan menyakitkan?”bisiknya. Sang lawan bicara hanya mengerjapkan matanya tanpa membalas ucapannya.

“Atau paksa dia untuk mati perlahan. Atau berikan obat tidur?”

“Cekik dia hingga mati.” Desis Yunho dari sela bibir berbentuk hatinya.

Zhoumi terdiam dan menatap tajam pria bermata musang dihadapannya. “Ide yang bagus.” Ia menyeringai. Kemudian ia mengedipkan satu matanya.

Ia lalu menjauhkan wajahnya dari Yunho dan menghela nafas panjang. Bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.

“Yunho-ya, jagalah Kyuhyun dengan baik.”

Itulah kata terakhir yang Zhoumi katakan sebelum ia melangkah pergi meninggalkan perpustakaan. Meninggalkan Yunho yang menatapnya dengan pandangan penuh tanya.

*

          Upacara si tengah terik matahari telah menjadi seremoni rutin di sekolah militer. Begitu pun juga tempat Yunho dan Zhoumi bersekolah. Kali ini, seluruh siswa yang notabene berisi namja tengah melangsungkan upacara di halaman sekolah. Kepala sekolah tampak sangat berapi-api memberi sambutan dan berdiri di podium.

Seluruh siswa mendengarkannya dengan khidmat. Namun perhatian beberapa dari siswa tersebut terpecah ketika ia melihat salah seorang siswa yang berdiri di barisan paling depan tiba-tiba jatuh dan ambruk.

Yunho yang mengetahui kejadian tersebut pun melongokkan kepalanya sedikit untuk mengetahui siapa siswa yang jatuh pingsan. Tampak dua orang siswa membantu namja yang pingsan dan menggendongnya di punggungnya. Dan Yunho hanya mampu tersenyum dan mendecih ketika Zhoumi, siswa pingsan yang berada dalam gendongan temannya itu, menyeringai ke arahnya.

*

             Tampak sesosok tubuh terbaring di bangsal ruang kesehatan sekolah. Pria tersebut mengerjapkan matanya ketika ia bangun dari tidurnya dan bangkit perlahan dari tempatnya berbaring. Sejenak, ia merogoh saku celana seragamnya dan mengambil sebuah kertas berbentuk persegi panjang.

Ia lalu mengiris bagian tengah dari kertas tersebut dengan sebuah cutter dengan beralaskan meja. Setelah itu ia pun memasangkan bagian kertas yang telah berlubang itu dan menyelipkannya di kancing baju seragamnya. Ia mematutkan dirinya di depan cermin. kali ini ia tampak seperti seorang pastur dengan seragam hitam  dan kertas putih yang terdapat di dadanya. Ia tersenyum puas ketika melihat bayangannya sendiri terpantul dalam cermin di hadapannya.

*

         Yunho melangkahkan kakinya dengan tergesa di koridor sekolah. Ia ingin memastikan keadaan Zhoumi yang ia ketahui tengah berada di ruang kesehatan. Ia membuka pintu kaca di depannya tanpa mengucapkan salam atau apapun.

Ia menggaruk kepalanya. Sedikit heran ketika ia memasuki ruang kesehatan namun tak mendapati seorang pun di dalamnya. ia menatap bangsa yang berjejer pun tampak kosong. Perlahan ia menoleh ke arah sudut ruangan ketika ia sudut matanya menangkap siluet hitam tergantung.

Dan seketika ia berlari ke sudut ruangan tersebut hingga ia menubruk sofa ketika ia mendapati tubuh Zhoumi telah tergantug di sebuah besi di sudut ruangan.

“Zhoumi-ya! “ pekikinya seraya memeluk kaki sahabatnya yang telah lemas tak berdaya.

“Seseorang! Tolong! Tolong! Ada orang sekarat di sini!” teriaknya kalap berharap seseorang mendengarnya.

“Zhoumi-ya! Dasar bodoh!” teriaknya panik. “Zhoumi-ya! Bertahanlah! Zhoumi-ya!” Ia sedikit mengangkat kaki Zhomi berharap usahanya tidak terlalu membuat leher Zhoumi tercekik dengan ikat pinggang yang menjerat kuat di lehernya.

“Seseorang! Tolong! Tolong!” teriaknya lagi dengan air matanya yang telah mengalir deras. “Zhomui-ya, kumohon. Bertahanlah. Bertahanlah!”

Isakan Yunho semakin menjadi ketika ia mendapati busa telah mengalir dari sudut bibir sahabatnya. “Aku memintamu untuk membunuh ikat pinggang itu, bukan dirimu sendiri. Zhoumi-ya, sadarlah…! Buka matamu!”

“Jangan mati. Jangan mati…” ratap Yunho memohon, “Jangan mati, bodoh!”

“Bernafaslah!” Pekiknya keras tanpa memperdulikan orang-orang yang berdatangan mencoba membantunya.

zhoumi The Journey 5

TBC

Advertisements

The Journey – Chapter 3

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast       : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 3

Present Days

Kyujin tersentak dari imajinya. Refleks ia menatap jam yang melingkar di lengan kirinya dan ia terkejut ketika waktu sudah menunjukan hampir petang. Ia baru ingat jika malam ini ia memiliki janji dengan Taemin untuk datang ke Museum seni bersama Changmin.

Dengan tergesa ia memasukan jurnal yang baru saja ia baca kedalam tas dan beranjak dari bangku taman yang ia tempati. Beberapa saat lalu, karena merasa jenuh di perpustakaan, ia memilih untuk pergi ke taman kampus untuk melanjutkan kembali membaca jurnal yang selalu ia bawa kemanapun itu.

Ketika sampai di Museum, ia tidak mendapati sahabat kekanakannya itu. Begitupun dengan sosok Changmin. Tidak mau membuang waktu dengan percuma, Kyu pun berinisiatif untuk berkeliling ruangan yang penuh dengan hasil karya dari mahasiswa jurusan Seni di kampusnya.

Namun, ketika ia melewati sebuah papan tempat untuk menggantung lukisan, ia melihat Taemin yang tengah bergelayut di lengan Changmin berjalan di sisinya. Ia mengerutkan keningnya heran.

Ia melangkahkan kakinya lagi hingga ia berdiri tepat di hadapan Changmin yang hanya berjarak beberapa meter dihadapannya. Seketika nafasnya tercekat.

“Anyeong…” Sapanya  pada namja tinggi dihadapannya. “Maaf aku terlambat.” Ucapnya menjelaskan sekedarnya. Changmin tersenyum menanggapi ucapan Kyujin.

“Anyeong, Kyujin-ah…” Tukas Taemin yang tiba-tiba muncul dari balik papan kayu.  Kyujin hanya tersenyum canggung seraya mengalihkan wajahnya dari sahabatnya yang tampak tersenyum cerah.

“Changmin hyung. Aku menang!” Seru Taemin riang pada Changmin yang kembali tersenyum. Menahan tawanya melihat sikap Taemin yang tampak kekanakan.

“Kita membuat taruhan. Aku bertaruh jika kau akan datang sementara Changmin hyung bertaruh jika kau tidak akan datang.” Terang Taemin menjawab rasa penasaran Kyujin.

Mendengar itu, Kyujin hanya mampu menelan ludahnya menahan perasaannya yang terasa tidak rela dan kecewa. Padahal ia hanya terlambat beberapa menit, tapi mereka berdua bahkan telah membuat taruhan semacam itu. Sedekat itukah hubungan mereka saat ini?

Taemin kembali merangkul lengan Changmin dengan senyum lebarnya, “Kau harus mentraktirku makan malam, hyung…” Pintanya dengan mengusap pundak Changmin, bertingkah seolah tengah membuang debu di pundak kokoh milik Changmin.

Namja tampan tersebut hanya tersenyum tipis mengabaikan tingkah Taemin padanya. “Baiklah, aku akan mentraktir kalian.” Balasnya yang juga menatap Kyujin yang hanya mampu berdiri dihadapannya dengan kikuk.

Mereka melanjutkan langkah. Namun Kyujin lebih memilih untuk berjalan di sisi pasangan tersebut dengan sedikit menjaga jarak. Sesekali ia menatap Changmin yang ternyata juga tengah menatap padanya. Ia menundukan wajah seraya menggigit bibir bawahnya. Sedikit malu dan terpesona dengan senyum tulus yang diberikan Changmin padanya.

Setelah berkeliling Museum, akhirnya mereka memutuskan untuk menonton pentas drama yang tengah berlangsung di teater. Kyujin tampak tenang menikmati jalan cerita dari drama yang tengah ditampilkan.

Berbeda dengan Changmin yang duduk berjarak satu bangku-tempat Taemin duduk- darinya. Ia tampak sedikit risih diposisi duduknya. Terlebih ketika Taemin memeluk lengan Changmin serta menyandarkan kepalanya dengan manja di bahunya. Melihat pergerakan Taemin, Kyujin mengalihkan pandangannya dari arah panggung.

“Lihat apa kau?” sentak Taemin dengan nada menantang. Kyujin tidak menjawab apapun. Ia hanya menatap Changmin yang rahangnya tampak mengeras, sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Melihat itu, Kyujin hanya mampu tersenyum pahit. Mencoba menahan perasaannya yang tiba-tiba terasa sesak.

“Aku harus pergi.” Ucap Kyujin pada Taemin yang tengah berdiri di pintu masuk ruang staf pemain drama ketika pertunjukan telah selesai.

“Kenapa kau harus pergi secepat ini? Changmin hyung akan mentraktir kita makan malam.” Kaluh Taemin menekuk wajahnya.

Kyu menepuk pundak Taemin pelan. “Tiga orang terlalu ramai, Taemin-ah.”

Mendengar ucapan Kyujin, seketika wajah Taemin berbinar. “Aish, dasar kau. Kau terlalu pintar, Kyu.” Ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada Changmin yang tengah berbicara dengan seseorang di dalam ruang staf. “Changmin hyung, Kyujin mengatakan jika ia akan memilih pulang lebih awal.”

Changmin melangkah menghampiri kedua namja yang berdidi di depan pintu, “Tapi kau harus makan dulu, Kyujin-ah. Dan kita juga bisa bermain atau mengobrol terlebih dahulu.”

Belum sempat Kyujin berkata apa-apa, Taemin telah menyambar terlebih dulu. “Kyu tidak pernah merubah pikirannya secepat itu. Bukankah begitu, Kyujin-ah?” Tanya Taemin dengan nada manis.

Kyujin yang saat itu telah berdiri membelakangi Taemin dan Changmin hanya tersenyum getir. “Ne.” Jawabnya singkat. Mencoba menggunakan nada senormal mungkin. Tanpa mereka berdua ketahui, ekspresi wajah Changmin berubah murung.

“Nah, kan…” Desah Taemin kecewa meskipun wajahnya menunjukan ekspresi yang berbeda dari kalimat yang ia ucapkan.

“Sayang sekali. Pasti akan sangat menyenangkan jika kau juga ikut, Kyu…” Changmin membujuk dengan wajah berharap.

Taemin mengerutkan keningnya, tidak suka mendengar ucapan dan ekspresi yang ditunjukan oleh lelaki yang ia cintai di sisinya.

“Kyunnie, apa kau tahu jika Changmin hyung tidak sering mentarktir teman-temannya seperti ini, kan? Changmin hyung melakukan ini karena kau adalah temanku.” Taemin tersenyum manis pada Changmin yang dibalasnya dengan senyuman terpaksa. “Dia hanya mencoba berlaku baik, jadi kau bisa pergi sekarang. Tidak masalah.” Taemin mendorong tubuh Kyujin yang mematung membelakanginya. Meminta sahabatnya itu untuk pergi secepatnya. Changmin sendiri terus memperhatikan Kyujin dengan sorot mata kekecewaan.

Kyujin berjalan meninggalkan ruang staf dengan langkah sedikit menghentak. Sedikit kesal dengan perlakuan Taemin padanya. Ia cukup tahu diri untuk tidak mengikuti ajakan makan malam Changmin. Selain itu, ia merasa telah cukup menyiksa dirinya sendiri dengan melihat Taemin yang selalu bersikap mesra pada Changmin.

Ia yang baru saja berjalan sampai di lorong ruangan terkejut ketika ia mendengar suara seseorang.

“Tunggu!”

Kyujin membalikan tubuhnya dan mendapati Changmin yang tengah melongokkan tubuhnya di jendela ruang staf yang terbuka. Kyujin berjalan menghampiri Changmin.

“Aku membawa hadiah hari ini.” Changmin mengeluarkan dua buah kotak kecil dari balik dinding yang membatasinya dengan Kyujin. “Aku juga memberikanmu satu, jadi kau tidak akan merasa sendirian.”

“Aku bertaruh kau tidak akan bisa tidur malam ini.” Tukas Taemin pada Kyujin yang tiba-tiba mendesak tubuh Changmin di jendela. “Changmin hyung tidak bermaksud apa-apa. Changmin hyung memberikan kado ini karena kau adalah teman baikku. Jika bukan karena aku, kau tidak akan pernah mendapatkannya.”

Kyujin hanya terdiam dengan sesekali menatap wajah Changmin yang masih mengulurkan dua buah hadiah padanya.

“Ambillah satu.” Pinta Changmin menghiraukan kata-kata Taemin.

Kyujin melihat dua buah kotak kecil berwarna cokelat muda yang di ikat dengan pita simpul menghiasi keduanya. Yang tampak berbeda adalah hiasan bunga kertas yang hanya terdapat di kotak yang ada ditangan kanan Changmin. Kotak yang  jika sekilas dipandang saja tampak terkesan lebih manis dari yang satunya.

Setelah Kyujin memilih hadiah dari Changmin, ia berniat untuk pulang ke rumah. Sekedar untuk beristirahat dan melanjutkan untuk membaca jurnal yang membuatnya penasaran.

“Kyujin-ah.”

Kyujin berhenti di tempat ketika suara Taemin yang tengah berlari kearahnya memanggil namanya.

“Aku lebih suka hadiah milikmu.” Taemin merebut kotak kecil dengan hiasan bunga kertas dari tangannya dan menggantinya dengan hadiah milik Taemin sendiri. “Kau tidak keberatan jika kita bertukar kan? Bye…”

Taemin melenggang pergi kembali memasuki gedung dengan tanpa memberi kesempatan pada Kyujin untuk mengucapkan sepatah katapun. Kyujin hanya menghela nafas berat menatap kepergian sahabatnya.

Setelah ia sampai di rumah dan membersihkan tubuhnya, Kyu hanya membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya. Menelungkupkan tubuhnya untuk memandangi hadiah pemberian dari Changmin untuknya, yang telah ditukar dengan milik Taemin.

Ia memainkan pita yang menghiasi penutup kotak persegi dihadapannya. Merasa enggan untuk membukanya. Ia mengocok kotak tersebut. Sedikit heran ketika ia tidak mendengar suara apapun dari dalamnya. Karena kesal ia mengabaikannya namun karena rasa penasarannya akhirnya ia membuka kotak berwarna cokelat tersebut.

Kartu ucapan dan sebuah gantungan ponsel berbentuk beruang putih.

Kyujin merebahkan kembali di kasur dengan kartu ucapan ditangannya.

            Ketika sinar mentari tepancar di lautan. Aku selalu memikirkanmu. Ketika bulan bersinar temaram di musim semi, aku memikirkanmu.

Kyujin segera menelepon Taemin perihal hadiah itu.

“Benarkah? Apa itu yang ia katakan? Aigoo, Changmin hyung pasti sangat menyukaiku. Kau harus memberikan kartu itu padaku besok, Kyu. Ok?”

“Ok.” Sahut Kyujin lirih sebelum ia memutus telepon dari Taemin yang sangat antusias ketika ia membacakan tulisan yang terdapat di dalam kartu ucapan pemberian Changmin.

Kyujin meletakan teleponnya dengan lunglai. “Aku sama sekali tidak memiliki harapan lagi padanya.” Gumamnya. ”Sudah seharusnya ia dengan Taemin.”

Ia kembali membaca sederet kalimat yang tertulis di kartu ucapan yang tergeletak dihadapannya.

Ketika sinar mentari terpancar di lautan. Aku selalu memikirkanmu. Ketika bulan bersinar temaram di musim semi, aku memikirkanmu…

*

            Past Days

Yunho menambahkan tinta pada penanya lalu kembali menulis.

“Apa sudah selesai?” tanya Zhoumi yang tiba-tiba muncul dan duduk di depan Yunho.

“Tinggal sedikit lagi.”

“Perhatian.” Seorang guru mereka memasuki kelas lalu berdiri di depan papan tulis. “Kumpulkan veses kalian di dalam sebuah plastik, mengerti? Lakukan sekarang!”

Tanpa banyak bicara, seluruh isi kelas berhamburan keluar, memegang kantong plastik kecil di tangan lalu berbondong-bondong memasuki toilet. Namun, seluruh isi toilet ternyata telah dipenuhi oleh anak-anak lain yang sudah lebih dulu datang.

Maka, karena tidak ada pilihan lain, mereka melakukannya di balik semak-semak di belakang sekolah.

*

            Hooekk!

Kyujin memuntahkan makanan di mulutnya ketika membaca dan membayangkan apa yang tertulis dalam jurnal yang tengah ia baca.Namun beberapa saat kemudian ia tertawa pelan membayangkan tingkah konyol Yunho dan Zhou Mi…

*

            Past Days

Pagi itu, seluruh isi kelas Yunho melakukan lari pagi mengintari lapangan sekolah bersama-sama. Zhoumi yang tadinya berlari di depan, mengurangi kecepatanya agar bisa sejajar dengan Yunho.

“Yunho-ya, aku akan berlari sambil menutup mataku. Kau harus menuntunku, ne?”

“Baiklah” kata Yunho. Ia lalu menggandeng lengan Zhoumi ketika lelaki jangkung itu mulai menutup matanya.

“Yunho-ya, maukah kau menemaniku belajar dansa polka sepulang sekolah?” tanya Zhoumi lagi.

“Polka?”

“Benar, aku akan menemui Kyuhyun disana. Ini adalah ide ayahku dan temannya itu. Mereka ingin aku dan Kyuhyun bertemu di perhelatan nantinya.” Terang Zhoumi. “Akan ada banyak lelaki disana, kau bisa memilih satu nantinya. Kau bisa datang kan?”

“Aku tidak tahu..” Yunho yang secara tidak sadar sudah melepaskan lengan Zhoumi, tetap berlari sambil berpikir. Detik berikutnya ia baru sadar bahwa ia sudah terpisah dari sahabatnya. Dengan bingung ia mencari Zhoumi.

Ketika menoleh ke kanan, didapatinya Zhoumi yang tetap tenang karena mengira Yunho masih menggandenganya, tetap berlari lurus ke depan dan..

Buuuukkkkkkkk..!

Zhoumi menabrak tiang gawang sepak bola dan langsung terjatuh karenanya.

“Zhoumi-ya..” kata Yunho dengan perasaan bersalah. Mau tidak mau ia harus mengikuti Zhoumi sepulang sekolah nanti ke tempat belajar dansa polka.

Setibanya mereka disana, mata Yunho langsung menangkap Kyuhyun yang juga langsung menyadari kedatangan Yunho dan Zhoumi.

Zhoumi membungkuk hormat pada Kyuhyun lalu memperkenalkan Yunho pada Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi, ini sahabatku, Jung Yunho. Dia adalah sahabat yang pernah aku ceritakan padamu dulu.”

Yunho langsung menyadari bahwa Zhoumi tidak pernah tahu bahwa dirinya dan Kyuhyun sudah saling mengenal terlebih dahulu. Maka dengan berpura-pura, ia membungkuk sedikit, memberi hormat. “Halo, aku Jung Yunho. Senang berkenalan denganmu.”

Kyuhyun yang juga mengerti situasi ini, segera ikut dalam sandiwara yang diciptakan Yunho. “Anneyong haseyo. Jadi.. kalian berteman?”

Zhoumi sedikit bingung. “Apa kalian sudah saling kenal?”

“Oh.. Tidak.” Sangkal Kyuhyun cepat.

Zhoumi tersenyum seraya merangkul pundak Yunho. “Dia adalah sahabat terbaikku.”

Kyuhyun lalu menyadari bahwa ia tidak berdiri sendiri disana. “Oh, kenalkan. Ini temanku, Kibum.”

“Anneyong Haseyo, aku Kim Kibum.” Kata lelaki di samping Kyuhyun.

“Aku Zhoumi.”

“Aku Yunho.”

Acara ramah tamah mereka terhenti dengan kedatangan seorang wanita paruh baya yang ternyata adalah pengajar dansa polka mereka hari itu.

“Semuanya, silahkan duduk.”

Para murid yang hadir langsung berebutan tempat duduk, tak terkecuali untuk Yunho dan Kibum yang sedikit terlambat mendapatkan kursi yang mereka inginkan.

“Nah, hari ini aku akan mengajarkan dansa polka pada kalian. Bagaimana? Kedengarannya menarik bukan?” kata guru itu lagi.

Selama sang guru mendengarkan, Kyuhyun tidak berkonsentrasi sama sekali. Ia dan Yunho terus saling bertatapan dengan luapan kegembiraan di hatinya.

“Bogosipphosoyo..” bisiknya mesra ke arah Yunho yang duduk cukup jauh darinya.

“Nado.” Bisik Yunho tak kalah mesra.

Kemudian mereka semua berdiri membentuk lingkaran dan saling bergandengan satu sama lain. Tangan mereka diangkat sedikit di bawah pundak mereka lalu kaki mereka melangkah mau kemudian mundur sesuai irama musik, sementara sang guru berdiri di tengah lingkaran, memperagakan gaya yang harus mereka pelajari.

Yunho dan Kyuhyun mengikuti setiap arahan dari si pengajar, ketika mereka harus saling membungkuk ke kanan dan ke kiri pada orang di samping mereka, keduanya melakukannya dengan baik, namun mata mereka masih saja saling menatap, seolah takut kehilangan jika mereka berpaling sedikit saja.

Kemudian para murid berdansa dengan pasangan masing-masing, dengan langkah yang telah ditentukan. Pasangan pertama Kyuhyun adalah Zhoumi, karena lelaki itu tepat berada di sebelah kirinya. Berikutnya mereka kembali membentuk lingkaran dan bergerak maju mundur lalu saling membungkuk seperti sebelumnya. Kini pasangan dansa Kyuhyun adalah Yunho. Hatinya bergejolak riang karenanya.

“Aku tidak tahu bahwa kau dan Zhoumi berteman.” Kata Kyuhyun.

Yunho tidak menjawab, ia hanya tertawa geli mendengarnya. Kyuhyun akhirnya ikut tertawa mengingat kejadian tadi dimana ia dan Yunho harus berpura-pura baru saling kenal.

Lalu tiba-tiba musik klasik yang mengalun berhenti berputar, tergantikan dengan musik rock and roll’. Ternyata Zhoumi yang menggantinya. Dengan gaya yang penuh percaya diri, ia berdansa di tengah ruangan, mengabaikan si pengajar yang menatap jengkel padanya. Satu persatu semua murid ikut bergoyang riang, begitu juga Kibum, Yunho dan Kyuhyun.

Setelah latihan itu selesai, Kyuhyun, Kibum, Yunho dan Zhoumi melenggang pulang bersama. Selama perjalanan, Kyuhyun dan Yunho saling mencuri-curi pandang.

“Aku ingin jadi penyiar suatu saat nanti. Aku selalu melatih ketangkasanku berbicara. Bisakah kau melakukan ini?” Kata kibum pada Yunho. Ia lalu mengatakan sesuatu yang cukup panjang dan tampaknya berulang-ulang tapi Yunho tidak memperhatikannya.

“Bagaimana? Keren kan? Aku bisa mengulangi dengan cepat.” Kata Kibum lagi. Namun lagi-lagi diacuhkan oleh Yunho yang sibuk mencuri pandang pada Kyuhyun.

“Bisakah kau melakukannya?” tanya Kibum penuh harap.

Menghormati si lawan bicara, akhirnya Yunho menyanggupi. Ia mencoba mengikuti kata-kata Kibum tadi tadi ia tidak berhasil.

“Kau harus banyak berlatih.” Kata Kibum yang sedikit kecewa. “Nah, coba kau ikuti aku setelah ini.” kembali Kibum melontarkan kata-kata yang sama. Terdengar sedikit menjengkelkan di telinga Yunho, tapi ia masih bertahan, demi menghormati teman Kyuhyun itu.

“Kita berpisah disini. Aku akan mengantar Kyuhyun pulang, jadi kau bisa menjaga Kibum. Oke? Kita bertemu lagi nanti.” Kata Zhoumi di persimpangan jalan.

“Aku pulang dulu. Selamat malam.” Kata Kyuhyun dengan enggan.

“Sampai jumpa Kyuhyun-ah.” Kata Kibum seraya melambaikan tangannya.  Ia lalu menoleh pada Zhoumi dan mengucapkan selamat malam yang dibalas dengan anggukan sopan dari si namja jangkung itu.

Yunho hanya bisa menatap punggung Kyuhyun yang perlahan menjauh. Jauh di hati kecilnya, ia masih ingin bersama Kyuhyun, tapi ia tahu hal itu tidak mungkin terjadi selama masih ada Zhoumi di sampingnya.

Kyuhyun berbalik sebentar, ia menatap Yunho dengan pandangan enggan. Ia sendiri tidak ingin waktu berakhir secepat ini. Tapi sepertinya waktu tidak berpihak padanya. dilihatnya kembali Kibum melambai padanya. Ia membalas lambaian itu dengan canggung lalu kembali mengikuti Zhoumi yang telah menunggunya.

“Ayo kita pulang.” Kata Kibum pada Yunho. Mengembalikan khayalan lelaki itu ke dunia nyata. “Yunho-ssi, ayo kita coba yang lebih mudah. Nah, coba ini.”

Kibum kembali melontarkan kata-kata aneh yag diulang-ulang. Mungkin menurutnya itu sedikit lebih mudah daripada kata-katanya sebelum ini, tapi bagi Yunho sama saja, ia bahkan enggan mendengarkan.

“Bagaimana? Mudah kan? Ayo, cobalah..”

“Hahh?”

“Cobalah mengulangi kata-kataku tadi.” kata Kibum lagi.

“Kata-kata yang mana?”

Kembali Kibum berbicara dengan nada menjengkelkan seperti tadi. “Nah, kau bisa melakukannya kan? Ayo cobalah.”

“Aku tidak bisa melakukannya. Tolong jangan paksa aku.” Kata Yunho pada akhirnya.

“Hahhh? Kau tidak bisa melakukannya? Ini mudah sekali. Dengarkan.” Kibum lalu bicara lagi dengan kata-kata itu, masih dengan nada yang sama.

Yunho tak tahan lagi, ia melambatkan langkahnya, membiarkan Kibum berjalan duluan lalu berlari dan sembunyi di semak-semak.

Sementara di tempat lain, Kyuhyun sudah sampai di rumahnya. Zhoumi mengucapkan selamat malam lalu meninggalkan rumah Kyuhyun dengan hati riang.

Sepeninggal Zhoumi, Kyuhyun berlari menaiki tangga rumahnya. Sebelum menekan bel yang terpasang di pintu pagarnya, ia menoleh ke belakang dengan sedih lalu menunduk. Ia senang sekaligus sedih hari ini. Ia benar-benar masih ingin bersama Yunho. Tapi kenyataan menghampirinya bahwa itu tidak mungkin, pasti Yunho tengah mengantarkan Kibum pulang saat ini. Dengan pasrah ia mengarahkan jarinya ke depan, hendak memencet bel.

Namun sebelum tangannya benar-benar menekan bel itu, lampu jalan di depan rumahnya mendadak mati. Kyuhyun menoleh ke belakang. ‘Tidak ada siapa-siapa.’ Pikirnya. Ia lalu kembali hendak menekan bel rumahnya.

Tapi lagi-lagi sebelum menekan bel, sesuatu terjadi. Lampu tadi menyala sebentar lalu dimatikan lagi. Kyuhyun kembali menoleh ke belakang, ke arah lampu yang di pasang di jalan masuk menuju undakan tangga menuju rumahnya.

Ia melihat sosok hitam di bawah tiang penyangga lampu itu. Dengan penasaran ia mencoba melihat  didalam gelap, mencoba menerka siapa orang yang iseng mengerjainya malam-malam begini.

Detik berikutnya, lampu kembali menyala dan.. Jung Yunho berdiri tepat di bawah tiang itu. Tersenyum hangat padanya, memberikan atmosfir membahagiakan di sekeliling Kyuhyun. Kyuhyun menatap lelaki yang berdiri di bawah sana dengan haru. Antara percaya dan tak percaya, ia melepaskan tas yang digengganggmnya sedari tadi lalu mulai melangkah menuruni undakan tangga perlahan.

Begitu ia sadar sepenuhnya bahwa ini bukan mimpi, ia mempercepat langkahnya. Ketika tinggal dua anak tangga lagi yang harus ia tempuh untuk menemui pujaan hatinya, Kyuhyun melompat tak sabar, lalu jatuh dalam pelukan hangat seorang  Jung Yunho.

The journey part 3 pict

PS : Bayangkan Kyujin seperti gambar Kyuhyun yang di bawah.

TBC

[130602] SS5 INA Day 2 – Part 3

Sorry for the very late post guys.. Here the last pictures of SS5 INA Day 2..

 

Choi Siwon was gorgeous eventhough he just wear a simple shirt.

Siwon : *Seriously thinking* Ah, my baby mad at me. I’ll kill Hae because he wasn’t accompany Kyu while I wasn’t around.

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : Go away! *punch Hae*

Donghae : Forgive meee… *Stay away from WonKyu sadly*

Zhoumi : Poor you Hae..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : Okay, I’m sorry. I’ll look after Kyuhyun better next time

Siwon : You keep promise me like that all the time. C’mon Kyu, leave him alone.

Kyuhyun : No way. Hands off *hold Zhoumi’s shirt tightly*

Zhoumi : *Try hard not to laugh*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : Come on baby, don’t be mad anymmore. Are you still mad at me?

Kyuhyun : Hmmm..

Zhoumi : *Whispering*Don’t trust him

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : My love for you as big as the entire world baby *saranghae pose*

Kyuhyun : Really? *blush*

Zhoumi : Stop being like an idiot, Simba!

Henry : Ieewwhhh..!

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : So, can I hug you now, baby? And a kiss maybe? Pleaseee..

Kangin : Ok, enough! Stop him!

Ryeowook : Not in front of everyone, hyung!

Donghae : (What should I do? If I forbid him, he would be upset)

Kyuhyun : Please being normal hyung *acting nervous*

Zhoumi : You forgave him too fast. See? He became crazy!

Henry : *pretending look at Eunhyuk seriously*

Eunhyuk : So ELF, we love you so much (Stop doing that Siwon!)

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : Mimi ge, are they ok now?

Zhoumi : I think so. *Checkin’ on Siwon* Why are you look at me like that?

Siwon : Aniyo, I just.. *Speechless*

Kyuhyun : Yes.. Yes..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : *Eavesdropping*

Siwon : I’ll give you anything to see you smile like that, baby. Tell me what you want.

Kyuhyun : Hehehe *while thinking about something he would ask Siwon to do*

Zhoumi : They’re back! *being indifferent*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : *Still try to listen everything carefully*

Zhoumi : *Doesn’t care anymore*

Siwon : *Seriously hear what Kyuhyun say*

Kyuhyun : *Whispering*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae & Zhoumi : *Try hard to guessing what Kyuhyun said to Siwon*

Siwon : Are you sure baby?

Kyuhyun : Yes. That’s all I want to have from you ❤

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : I will! Tonight?

Kyuhyun : Mwo? Seriously?

Zhoumi : Oh no! Poor the people who stay next to these crazy couple’s room

Donghae : Andwae! Both of them have other exhausting activity tomorrow. They shouldn’t do that tonight!

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Hi INA ELF, pray for me tonight. Kyuhyun asked me to be his horse while he act like a knight. I can do it, anything for him. The only thing I can’t do tonight is seduce him or he’s gonna pending our -you know what- time next week. *Poor Siwon*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Kyuhyun : Bye everyone.. I’m gonna having such a good time tonight! Yeah!

Siwon : Bye girls.. *sluggish*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Bow with the dancers

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Bow as a thank you and farewell toINA ELF

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

My favorite picture of all.. Kyuhyun sing in the center of the stage while thousand confetti flying around him. He’s just adorable..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Actually I have lots of SS5 INA pictures but I can’t share all of it. I just pick some of them which I thought interesting or funny. Once again, sorry for the late post.

 

Cheers..

[130602] SS5 INA Day 2 – Part 2

Hello readers,

Sorry for the late posts. Here the picts I promised you. Enjoy..

Our boys performance

SS5 INA Day 2

Love to touch his baby XD

20130602_170647

I hope Kyu’s hand was pointing on me 😀

20130602_170726

Another ‘touch’ haha..

20130602_170730

Listen to Kyu..

20130602_170746

Smiling each other

20130602_170751

Hae : He’s talking to Mimi

Siwon : *sigh of jealousy*

Kyu : Is he get it?

Zhoumi : Yes, I think he’s pretending to be fine 😀

20130602_170759

Hae : No Kyu.. No..

Siwon : Damn! Stop showing off your skin to Mimi!

Kyu : I love this costume, Ge, make me look fab 🙂

Zhoumi : Wow, look at your skin, Kyu. It’s shinning XD

20130602_170826

Siwon : Baby, are you ok?

Kyu : I’m ok as long as you stop being jealous to the others 😦

20130602_170904

Siwon : I’m sorry.. I just love you so much. Come here, I’ll fix your vest

Kyu : *blush*

20130602_170931

They’re fine now 😀

20130602_170935

Kyu starts to playing around

20130602_170942

And now he’s starting to mock his crush :p

20130602_170946

And then laughing together ❤

20130602_170950

Siwon : I love you WonKyu Shiper!

Kyu : idem 🙂

20130602_170613

Part 3 will be uploaded soon.. So don’t miss it 🙂

[130602] SS5 INA Pictures Day 2 – Part 1

Hello readers,

Sorry for the very late post. I decided to post those pictures after I arrived safely on my home but some works didn’t allowed me to do that. So, here the picts I’ve promised you before. Enjoy..

Stage before show :

20130602_141239

Intro

20130602_141623

The Performance 1

20130602_153611

The Performance 2

20130602_153705

The Performance 3

20130602_153747

Touching Donghae 😀

20130602_153824

Bullying Kyuhyun XD

20130602_153831

Our Beloved Magnae ❤

20130602_153855

Kyuhyun walking toward Siwon

20130602_154359

The boys tried to see the audiences at the back rows

20130602_163303

Jump to see the audiences at the back rows

20130602_163312

SiHae moment 🙂

20130602_165926

Siwon : Kyu, look at me please? 😀

20130602_170042

Sungmin shows his sexy butt :p

20130602_170147

King Siwon and Queen Kyuhyun.. WonKyu Moment.. They’re just adorable XD

20130602_170522

The next part will be uploaded on the next day, so I hope you can be patient as before. I’m so sorry about the video, but I’ll upload it to Youtube first then share it to you after that, considering the number of videos that I recorded at the concert.

Have a nice day everyone.. 🙂

130314 Bonrich Peanut Crunch Bar – Super Junior M [10P]

Ini kalo ditemuin ELF pasti bakalan disimpen bungkusnya, wkwkwk..

Sup3rjunior Charity Fan Project ”Happiness is Best Shared Together”

Credit: WXL_ELF
Reupload and Posted by: uksujusid (www.sup3rjunior.com)
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS.
Please credit ‘SUP3RJUNIOR.COM’ as well. Thank you.

View original post

130209 Super Junior-M and f(x) send their Lunar New Year greetings

Related Post: 130209 SMTown Global Facebook & Twitter Update: SJ-M & F(x) Wish everyone a Happy Lunar New Year

 photo BCpKiBtCYAAUjVp_zpse92aa713.jpg

Super Junior-M and f(x) sent their Lunar New Year greetings.

The two SM Entertainment groups wished fans a Happy New Year on behalf of the agency and its artists.

SMTOWN tweeted:

On behalf of SMTOWN, Super Junior-M and f(x) wish everyone a Happy Lunar New Year weekend! :)pic.twitter.com/kW2zvJKO

Fans commented, “Happy Chinese New Year!”, “Happy Lunar New Year \m/”, and more.

The year of the snake officially starts on February 10th.

Source: SMTOWN’s Twitter and allkpop.com
Shared at sup3rjunior.com by salimahsj

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.

View original post