Come Back to Me – Chapter 5

Title : Come Back To Me

Rate : T

Genre : Romance, Hurt

Pair : WonKyu, YunKyu

Warning : BL, OC, typo (s)

Summari : Kyuhyun tidak mengerti dengan perhatian-perhatian yang diberikan oleh Yunho belakangan ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia menikmatinya. Di sisi lain Siwon yang notabene adalah mantan kekasih Kyuhyun mulai menyadari kekosongan hatinya sejak Kyuhyun pergi dari hidupnya. Akankah mereka kembali bersama? Ataukah Kyuhyun akhirnya mendapatkan kebahagiaan baru bersama Yunho?

CHAPTER 5

Reherseal terakhir SM Town berlangsung lancar. Namun mendung masih senantiasa mewarnai wajah Kyuhyun. Dua hari sudah Yunho pergi dan Kyuhyun tak bersemangat selama itu. Pasalnya Yunho belum menghubunginya sama sekali. Ia khawatir dan cemas kalau-kalau terjadi sesuatu pada hyungnya yang satu itu. Ia sudah bertanya pada Donghae dan Heechul, tapi mereka mengaku tidak mendapat kabar dari Yunho sama sekali. Changmin juga sama, ia bahkan terlihat lebih khawatir daripada Kyuhyun.

“Besok kita berangkat ke Singapura. Bagaimana kalo Yunho hyung tidak pulang juga? Bagaimana kalau aku tampil sendiri?” kata Changmin histeris.

“Berhentilah bersikap bodoh Changmin-ah. Yunho tidak apa-apa, mungkin ponselnya rusak dan dia tidak sempat menghubungi kita.” Kata Donghae berusaha menenangkan Changmin.

“Tapi ada untungnya kalau Yunho tidak ada. Aku akan jadi dancer no.1 SM Entertainment kan?” kata Eunhyuk menyombongkan diri yang lalu mendapat pukulan keras di kepalanya. Ketika ia berbalik dilihatnya Heechul menatapnya dengan garang.

“Berani kau mendoakan sahabatku yang tidak-tidak, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup.” Ancam Heechul. Donghae tidak berani meyanggah Heechul, daripada ia juga kena imbas.

“Aku benar-benar khawatir pada Yunho, mengapa ia tidak menghubungi kita? Tadi aku bertanya pada manager TVXQ dan ia bilang sebelum pergi Yunho berpesan bahwa ia akan datang sebelum kita berangkat ke Singapura.” Kata Yesung.

Kyuhyun yang mendengar semua itu hanya bisa pasrah menerima keadaan. Sesedih apapun ia, setidaknya yang lain juga tidak dihubungi oleh Yunho sekalipun mereka cemas menanti kedatangan Yunho. Jadi ia tidak sendirian menanti.

“Kyu, kau baik-baik saja kan?” Tanya Siwon. Dibelainya jemari Kyuhyun lalu menggenggamnya erat.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak tahu hyung. Aku terlalu cemas memikirkan Yunho hyung. kalau ada apa-apa dengannya bagaimana? Kenapa ia tidak menghubungiku?”

“Bersabarlah, Kyu. Aku yakin Yunho baik-baik saja. Ayo, kuantar kau pulang.” Kata Siwon lagi berusaha mengusir rasa cemburunya yang hadir lagi.

Kyuhyun hanya mengikuti Siwon dengan enggan. Selama perjalanan Siwon tak henti-hantiya mencuri pandang ke sang penumpang yang duduk di sebelah kanannya itu. Tapi Kyuhyun hanya diam seribu bahasa.

“Hyung, tolong antarkan aku ke rumahku. Aku ingin bertemu Eomma, aku merindukannya.” Pinta Kyuhyun.

Siwon mengangguk lalu mengantarkan Kyuhyun ke rumahnya.

“Kyu, jangan terlalu dipikirkan. Beristirahatlah. Besok kita akan berangkat pagi-pagi. Kau harus menjaga kesehatanmu. Tolong hubungi aku kalau kau perlu sesuatu. Dan malam nanti kau harus kembali ke dorm, ne? Kau belum mengepak barangmu kan?” kata Siwon.

Ia masih khawatir pada Kyuhyun. Sebenarnya ia masih ingin menemani Kyuhyun, tapi sepertinya lelaki itu butuh waktu sendiri dulu.

Kyuhyun tertawa pelan. “Jangan khawatir hyung. aku kemari hanya untuk bertemu eomma. Aku ingin makan masakannya. Kalau soal kesehatan, aku akan menjaganya hyung. aku tidak mau mengecewakan para fans dengan tampil tidak sempurna nanti. Sedangkan barang-barangku sudah ku rapikan dari semalam, jadi kau tidak usah cemas. Aku baik-baik saja.” Kata Kyuhyun berusaha tersenyum.
Ia memang tidak pernah mau mengecewakan para fansnya.

Baginya, fans adalah segalanya. Tanpa fans, ia bukan siapa-siapa. Mana mungkin ia tega membuat fansnya yang sudah antri berjam-jam, kelelahan menunggunya dan mengeluarkan uang banyak untuk menyaksikannya tapi ia tidak bisa tampil maksimal karena masalah pribadinya? (Author curhat – abaikan).

Siwonpun akhirnya melangkah lalu meninggalkan Kyuhyun di depan rumahnya. Kyuhyun menatap kepergian Siwon dengan sedih. “Maafkan aku yang sekali lagi menyakitimu, hyung.”

*

Setelah memakan masakan ibunya dengan sangat lahap, Kyuhyun dan Ny. Cho duduk di ruang tengah sambil menikmati juice apel yang juga buatan ibu beranak dua itu.

“Apa kau sudah memutuskan?” Tanya Ny.Cho pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng.”Aku bingung sekali eomma. Aku takut mengambil keputusan. Jika aku salah lagi, nantinya aku akan sakit sendiri.”

“Apa yang membuatnya sebingung itu? Bukankah kau bisa memilih dengan mudah?”
Kyuhyun menghela nafas panjang.”Seperti eomma tahu, selama ini agak sulit bagiku untuk melupakan Siwon hyung. Aku masih mencintainya. Tapi aku takut jika kembali padanya, hubungan kami akan kembali seperti dulu. Awalnya aku pikir Siwon hyung sudah melupakanku. Tapi beberapa hari lalu Kibum hyun memberitahukan semuanya padaku, bahwa Siwon hyung masih teramat mencintaiku.”

Wanita paruh baya itu dengan setia masih menunggu kelanjutan cerita anaknya.

Kemudian Kyuhyun melanjutkan. “Dan ketika Yunho hyung hadir, aku merasa seperti hidup kembali. Ia seperti pangeran yang datang khusus untuk menyelamatkanku dari keterpurukan. Bersamanya aku bahagia, namun ia terlalu sulit kujangkau. Sisi misteriusnya membuatku bingung bagaimana sebenarnya perasaan Yunho hyung padaku.”

Ny. Cho mengangguk. “Apa yang membedakan mereka berdua?”

“Siwon hyung adalah orang yang hangat dan terbuka. Bersamanya, aku akan selalu menjadi baby kyu-nya. Siwon hyung selalu memanjakanku, membuatku merasa special, protektif, dan menuruti segala yang kuinginkan. Eomma tahu kan, aku suka sekali barang mewah. Dan Siwon hyung selalu membuatku seperti putri yang bisa mendapatkan apa saja selama aku bersamanya. Aku adalah yang utama untuknya. Baginya, masa depan kami berdualah yang terpenting. Jadi, aku tidak perlu melihat kebelakang. Berjalan lurus kedepan dengannya, mengejar impian kami lalu tinggal di dalamnya.”

“Siwon Hyung juga selalu memberiku kejutan dan hadiah. Aku menyukai kelembutannya, sikap protektifnya, dan caranya mencintaiku. Ia selalu membiarkanku melakukan hal yang aku sukai. Aku amat dicintai sampai-sampai aku rasa tidak ada seorangpun di dunia ini bisa mencintaiku seperti ia mencintaiku.” Kata Kyuhyun menjelaskan.

“Lalu bagaimana dengan Yunho?” Tanya Ny. Cho lagi.

“Yunho hyung adalah pribadi yang dewasa dan mandiri. Ia selalu mengajariku agar kuat dan tabah menghadapi berbagai masalah. Katanya, manja boleh saja tapi tidak selamanya aku harus manja. Ada saat dimana aku harus berpikiran dewasa dalam bertindak dan mengambil keputusan. Ia juga mengajarkan bahwa tidak semuanya yang mahal pasti indah. Lihatlah ke sekelilingmu dan aku akan menemui betapa banyak hal berharga yang kulewati karena terlalu sibuk memandang kedepan.”

“Tapi ia terlalu misterius untukku. Aku tidak tahu apa yang ada dalam benaknya. Aku juga tidak bisa menebak ekspresi wajahnya. Bersama dengannya adalah petualangan yang seru. Sampai-sampai aku selalu berpikir, petualangan apa lagi yang akan kami lakukan esok hari. Dan ia mengajariku agar tidak melakukan hal yang sama terus menerus hanya karena suka. Cobalah hal lain, maka dunia baru akan aku dapatkan.”

“Jadi begitu. Eomma mengerti sekarang. Siwon mengajarimu tentang cinta sedangkan Yunho mengajari tentang hidup. Seandainya mereka adalah satu orang, mungkin eomma tidak akan khawatir lagi. Tentu saja, tidak seorangpun di dunia ini sempurna. Ini hidupmu Kyu, keputusan ada ditanganmu. Eomma hanya bisa memberimu dukungan untuk pilihanmu. Kalau kau rasa dialah yang terbaik untukmu, kejarlah dia. Tapi ingat, pilihlah orang yang kau butuhkan. Bukan orang yang kau inginkan. Karena orang yang kau inginkan, belum tentu menjadi orang yang kau butuhkan.” Jelas Ny. Cho tak kalah panjangnya.

“Kenapa begitu eomma?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Kalau kau menginginkan seseorang, itu artinya kau menyukainya karena ia punya sesuatu yang membuatmu ingin memilikinya. Misalnya dari faktor wajah, sikap, bahkan harta bisa mempengaruhi. Tapi jika kau menyukai seseorang karena kau membutuhkannya, itu berarti kau selalu merasa kurang dan hanya akan lengkap ketika ia ada bersamamu.”

“Banyak hal yang bisa menjadi faktornya. Tapi untuk kedua hal ini cuma kau yang bisa memutuskannya. Apakah kau memilih yang kau inginkan atau yang kau butuhkan.” Jelas Ny. Cho lagi.

“Tapi aku bingung menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya. Andai saja salah satu dari mereka membuat kesalahan terhadapku, mungkin masalahnya akan mudah terselesaikan.” Kata Kyuhyun sambil mengacak rambutnya.

Ny. Cho tertawa sambil merapikan rambut anak lelaki satu-satunya itu. “Justru ketika seseorang sedang dilemma akan cinta, ia tidak bisa melihat kekurangan atau kesalahan orang yang disukainya. Sekalipun orang itu pernah berbuat salah padanya.”

Kyuhyun berpikir. Apakah ia menginginkan Siwon dan membutuhkan Yunho? Atau sebaliknya, ia menginginkan Yunho namun membutuhkan Siwon. Uh, tidak bisakah ia memiliki keduanya?

“Eomma.. kenapa aku harus memilih? Kenapa aku tidak meliliki keduanya saja? Tidak ada satupun yang aku sakiti dan aku juga akan puas karena tidak harus memilih. Keduanya kuinginkan dan kubutuhkan. Mereka saling mengisi satu sama lain.” Kata Kyuhyun tamak.

“Tidak boleh anak bandel..! Kau memang bahagia, tapi bagaimana dengan keduanya? Mana ada orang yang mau cintanya dibagi? Apa kau mau diperlakukan seperti itu? Kalaupun mereka akhirnya menyetujui pilihanmu itu, apakah kau bisa adil dalam membagi kasih sayangmu? Tentu tidak. Sekuat apapun kau berusaha, satu pihak akan tetap merasa iri. Ini hanya akan memperunyam masalahmu.”

“Jangan tamak anakku. Eomma tahu kau mencintai keduanya. Berpikirlah baik-baik, siapa yang terbaik untukmu. Karena hanya hatimu yang bisa memutuskannya.”

*

Bandara International Incheon..

Para artis SM Entertainment terlihat sibuk di ruang tunggu. Kira-kira tiga puluh menit lagi mereka akan berangkat ke Singapura. Para manager dan kru tengah sibuk mengurus artis-artisnya. Namun ada dua artis yang tidak tampak di bandara sama sekali. Siwon dan Yunho.

Kyuhyun terlihat sangat cemas. Menurut informasi yang didapat dari Heechul, Yunho sudah tiba di Seoul tadi subuh. Dan benar saja, ponselnya rusak karena kena air ketika ia mencuci mobilnya. Sedangkan Siwon masih terjebak macet karena ia berangkat sendiri dari apartemennya.

“Sebenarnya siapa yang kau tunggu? Lihatlah wajahmu yang pucat karena terlalu khawatir. Sudahlah Kyu, mereka berdua kan baik-baik saja.” Kata Ryeowook menenangkan Kyuhyun.

“Kita akan berangkat sebentar lagi hyuuunnngggg…! Bagaimana mungkin aku tidak cemas?” seru Kyuhyun nyaris histeris.

“Jujurlah pada hyung, siapa yang kau tunggu?” Tanya Yesung.

Kyuhyun tidak berani menjawab. Ia terlalu takut untuk mengambil keputusan.

Yesung menatapnya dalam-dalam. “Kyu, jangan membuat orang lain menunggu ketidakpastian. Cepatlah mengambil keputusan. Semakin cepat kau memutuskan, semakin lega hatimu. Walaupun hal itu akan membuat salah satu dari mereka sakit hati, tapi itu adalah resiko yang harus dihadapi ketika berhadapan dengan cinta segitiga.”

Kyuhyun masih menunduk dan tidak berani menatap hyungnya yang hari itu terdengar dewasa sekali. Mungkin ia sudah kembali ke dunia nyata, selama ini kan Yesung selalu hidup dalam dunianya sendiri.

“Hyung..!” jerit Chagmin.

“Siwon-ah.” Kata Leeteuk.

Mendengar itu Kyuhyun segera menoleh melihat pujaan hatinya datang. Dilihatnya Changmin sedang memeluk Yunho dan merajuk dalam pelukan hyungnya. Donghae dan Heechul juga disana. Mereka sibuk mengomeli Yunho.

Sedangkan Siwon sedang berbicara dengan Leeteuk, Sungmin, Shindong dan Manager Kim.
Kyuhyun hanya terpaku di tempatnya. Ia tidak tahu harus kemana. Ia menyayangi keduanya. Semakin ragu ia melangkah, semakin berat dirasakan kakinya. Dan keduanya tersenyum pada Kyuhyun.

“Kau tidak perlu memutuskannya sekarang, Kyu. Setidaknya kau tau siapa yang kau rindukan saat ini walaupun kau mencintai keduanya.” Kata Yesung dari belakang Kyuhyun.

Setelah mendengar kata-kaya Yesung, entah mengapa tiba-tiba dirasakan kakinya terasa ringan. Lalu datang kekuatan yang entah darimana pula, menuntun Kyu melangkah. Semakin dekat dengan orang yang ia tuju, semakin kabur matanya. Airmatanya berlomba ingin keluar dari matanya. Ia tidak tahu akan menuju kemana, ia hanya mengikuti hatinya menuntun kakinya melangkah.

Baik Yunho maupun Siwon yang berdiri berdampingan hanya bisa saling pandang dalam diam. Seolah-olah mereka saling menguatkan, siapapun yang dipilih Kyuhyun, mereka harus bisa menerima.

Seisi ruang tunggu menyaksikan pemandangan itu dalam diam. Beberapa diantaranya ikut terharu. Donghae malah sudah menangis di pelukan Eunhyuk. Para lelaki yang tadinya mengerubungi Siwon dan Yunho segera menyingkir melihat kedatangan Kyuhyun.

Semakin dekat.. tinggal beberapa langkah lagi. Jantung Kyuhyun berdetak kencang. Tinggal selangkah lagi lalu dengan cepat Kyuhyun memeluk lelaki dihadapannya dan menangis sejadi-jadinya. Menumpahkan segala beban berat di dadanya. Lelaki yang berdiri disampingnya dan tidak mendapatkan pelukan Kyuhyun hanya bisa tersenyum pasrah seolah menguatkan dirinya sendiri.

Ia tidak punya pilihan lain selain pergi dari sana karena hatinya terlalu sakit. Ketika akan melangkahkan kakinya pergi, dirasakannya Kyuhyun menahan tangannya lalu menggenggam jemarinya walaupun sebelah tangan Kyuhyun masih memeluk orang di depannya sementara ia masih senantiasa menangis.

Lelaki itu memejamkan matanya. Menahan gemuruh di dadanya. Semakin ia coba melepaskan tangannya, semakin kuat Kyuhyun menggenggam jemarinya. ‘Mengapa Kyu tidak mau melepaskan tanganku? Jika dia memilih lelaki itu, mengapa ia masih saja berat melepasku? Lalu lelaki itu menangis. Bukan tangisan seperti Kyuhyun. Tapi tangisan perih. Ia menangis dalam diam dan membuat teman-temannya terpana. Sungguh hebat Cho Kyuhyun itu, bisa membuat seorang Choi Siwon menangis.

To Be Continued..

*

Buruan di review.. Author penasaran.. XD

Wonkyu or Yunkyu?

Diantara WonKyu or YunKyu, siapa yang bakal happy ending?

Ini bikin aku dilema setengah mati dalam pembuatan ff nya. Bingung banget. padahal ide dan konsep udah jelas dari awal, tapi jadi ragu di persimpangan (Paan seehhhh…).

Di satu sisi WonKyu itu complete banget kalo jadi pasangan. bagaimana perhatian dan rasa sayangnya Siwon ke Kyuhyun bisa kita lihat sendiri dari setiap show yang kita tonton. Tapi di sisi lain, Yunho yang dewasa dan romantis itu cocok juga dipasangin ama Kyuhyun yang kekanak-kanakan.

Kalo sama Siwon, Kyuhyun bebas bermanja-manja sedangkan sama Yunho dia diajarin jadi lebih dewasa dalam bersikap. Ini bikin aku makin bingung karena kedua seme sama-sama ganteng nan rupawan. sayang sekali kalau slah satunya harus mengalah. Huaaa… jadi tambah bingung. Keinginan untuk bikin ff one shoot pun jadi terabaikan gara-gara kejar tayang ;p

Makasih banget buat yang udah baca ff ini, setiap comment aku hargai. Setiap ide dan pendapat aku hormati. Oleh karena itu, please banget buat bantuin aku memikirkan masa depan Kyuhun kita tersayang. Apakah ia sebaiknya kembali bersama Siwon atau tetap bersama Yunho? Ditunggu reviewnya..

Come Back to Me – Chapter 4

Title                 : Come Back To Me

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pair                  : WonKyu, YunKyu

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summari          : Kyuhyun tidak mengerti dengan perhatian-perhatian yang diberikan oleh Yunho belakangan ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia menikmatinya. Di sisi lain Siwon yang notabene adalah mantan kekasih Kyuhyun mulai menyadari kekosongan hatinya sejak Kyuhyun pergi dari hidupnya. Akankah mereka kembali bersama? Ataukah Kyuhyun akhirnya mendapatkan kebahagiaan baru bersama Yunho?

CHAPTER 4

Kyuhyun memandangi hasil-hasil foto di liburan singkatnya bersama Yunho. Kyuhyun menyadari dengan pasti kalau ia benar-benar jatuh dalam pesona Jung Yunho yang misterius. Selain sulit sekali menebak isi kepala hyung-nya yang satu itu, ia juga tidak bisa memprediksi raut wajah Yunho.

Yunho juga memperlakukannya dengan sangat sopan. Kyuhyun jadi agak takut untuk terlalu bersikap intim, kalau-kalau Yunho akan marah, walaupun ia sangsi Yunho akan benar-benar marah padanya. Bukankah Yunho sangat menyayanginya?

Masih diingatnya pernyataan cinta yang ia katakana pada Yunho pagi tadi. Yunho hanya menatapnya tanpa ekspresi lalu berkata. “Terima kasih untuk pengakuanmu, Kyu. Tapi aku mau kau memikirkannya lagi. Apa kau benar-benar mencintaiku atau hanya terpesona dengan apa yang kuberikan untukmu. Ini masih terlalu cepat. Kita bisa melewatinya bersama pelan-pelan. Lalu kau bisa memutuskan, apakah kau yakin dengan pernyataanmu barusan atau itu hanya sekedar gelombang kebahagiaan sesaat bersamaku.”

Cukup panjang tapi Kyuhyun ingat dengan baik setiap detail kata yang keluar dari bibir Yunho. Awalnya ia kesal, karena Yunho terkesan menolaknya. Bahkan sisi kekanakannya berpikir bahwa ia akan menjaga jarak untuk sementara dengan Yunho. Ia malu karena sudah ditolak mentah-mentah.

Tapi sisi dewasanya mengatakan ia tidak boleh lari. Yunho justru mengatakan yang sebenarnya. Kedekatan mereka belum lama. Yunho pasti berpikir segala sesuatunya harus mereka lalui perlahan-lahan. Dengan kata lain, harus lewat proses dulu. Ia pasti tidak mau hubungan ini jadi hubungan instan dimana kedua orang didalamnya tidak terlalu saling kenal dan hanya mengandalkan perasaan semata.

Nantinya hubungan seperti itu akan cepat berakhir dikarenakan kurangnya pengenalan dan pengertian terhadap pasangannya. Dan itu memang benar. Untung saja saat Yunho berkata demikian, Kyuhyun hanya mengangguk karena ia tak tahu harus berkata apa.

Dan Kyuhyun menyadari hal itu. Jika reaksinya berlebihan, maka baik ia dan Yunho akan terluka. Dan ia tidak mau hal itu terjadi.

Ketukan di pintu kamarnya menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Dengan enggan Kyuhyun membuka pintu.

“Siwon hyung?” kata Kyuhyun tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya.

Siwon terlihat agak berantakan. Penamilannya tetap seperti dulu. Tampan dan rupawan. Tapi raut wajahnya yang kusut serta lingkaran hitam disekeliling matanya menunjukkan ia terlalu lelah atau… sedih?

“Mian aku mengganggumu, Kyu. Tapi, bisakah kita bicara sebentar?” Tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk. “Bicaralah hyung, ada apa?”

Siwon menggeleng. “Tidak. Jangan disini. Kalau ketahuan yang lain, mereka kan marah padaku. Bisakah kita bicara diluar saja? Sambil makan siang mungkin..” Tanya Siwon penuh harap.

Kyuhyun terlihat berpikir agak lama. Lalu mengangguk dan tersenyum. “Baiklah hyung. Tapi tidak lama. karena aku ada janji nanti malam dengan Changmin dan Minho.”

“Tidak akan lama, aku janji.”

*

Sejam kemudian mereka sudah duduk di salah satu restaurant mahal pilihan Siwon. Restaurant itu berada di lantai 10. Siwon memilih duduk di sudut ruangan di samping jendela yang bisa melihat kota Seoul dari atas.

Mereka makan siang dalam diam. Kyuhyun tidak mengerti mengapa Siwon belum juga bicara. Tapi ia bersabar, siapa tahu Siwon akan bicara setelah makan.

Setelah makanan utama selesai, dan giliran hidangan pencuci mulut dihidangkan, Siwon mulai bicara.

“Bagaimana kabarmu Kyu?” Tanya Siwon.

Kyuhyun tersenyum ceria. Ia sudah memutuskan untuk menyudahi ‘perang dingin’ mereka. Ia akan bersikap super ceria jika bertemu Siwon walaupun Siwon akan mengacuhkannya seperti biasa.

“Aku baik-baik saja hyung. Kaulah yang kelihatannya tidak baik. Ada apa? Kau sakit hyung?”

Siwon menggeleng. “Aku juga baik-baik saja, baby. Mungkin hanya lelah.” Ketika selesai bicara, Siwon baru menyadari kalau ia tidak seharusnya memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘baby’.

Tapi diluar perkiraannya, Kyuhyun tersenyum. “Tidak apa-apa hyung. Aku tetap dongsaeng kesayanganmu kalau begitu. Aku justru rindu sekali kau memanggilku seperti itu. akhir-akhir ini selain sibuk, kau juga sombong sekali.” Kata Kyuhyun lalu mem’pout’kan bibirnya.

Siwon terperangah sesaat. Oh, sungguh itu adalah wajah yang amat ia rindukan saat ini. Betapa ia ingin terbang ke samping Kyuhyun lalu menciumi seluruh wajahnya, mencubit pipinya lalu memeluknya erat. Namun kenyataan bahwa Kyuhyun bukan lagi milkinya membuatnya pilu.

“Maafkan aku. Bukannya aku sombong, hanya saja aku butuh waktu.”

“Aku tahu hyung. Tapi aku rasa sudah cukup waktu untukmu menyendiri. Kembalilah jadi Siwon yang aku kenal dulu. Kau pasti bisa hyung. Kau tahu, kami semua merindukanmu.” Kata Kyuhyun memberi semangat.

Kyuhyun masih memberi dukungan bahkan memperhatikannya selama ini. Mendegar itu, perlahan-lahan hati Siwon mulai menghangat.

“Pasti. Terima kasih Kyu.” Siwon terdiam sebentar lalu melanjutkan.”Apa kau dan Yunho..” Siwon tidak tahu harus berkata apa. Ia penasaran sekali dengan hubungan Kyuhyun dan Yunho, namun di sisi lain ia tidak mau dianggap melanggar privasi Kyuhyun.

“Maksudmu pacaran, hyung?” Tanya Kyuhyun langsung.

Siwon jadi tidak enak. Tapi ia tidak mungkin bisa menarik lagi kata-katanya kan?

“Itu.. ya, aku hanya ingin tahu.”

“Agak sulit menjelaskannya hyung. Kami memang saling menyukai. Tapi kami tidak mau terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk berpacaran. Kami mau memulai semuanya secara pelan-pelan. Dimana kami bisa lebih saling mengenal dan mengerti satu sama lain.” Kyuhyun menjelaskan.

“Luar biasa. Kau dewasa sekali sekarang, Kyu. Aku bangga padamu. Dulu kau sangat manja dan kekanakan. Tapi saat ini aku lihat kau cepat sekali belajar melihat sisi orang lain hingga kau dapat mengerti.”

Kyuhyun mengangguk bersemangat. “Tentu saja. Yunho hyung secara tidak langsung mengajariku untuk lebih dewasa. Tapi jangan kau anggap aku tidak evil lagi, hyung, karena hal itu sudah mendarah daging.”

Siwon tertawa. “Terima kasih sudah membuatku tertawa, Kyu.”

“Kau masih ingin tertawa hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Tentu saja, belakangan ini aku terlalu sibuk sampai lupa menyenangkan diriku sendiri.”

Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu ikut aku.” Kata Kyuhyun lalu berdiri dan menarik tangan Siwon keluar restaurant.

“Kita mau kemana, Kyu?” Tanya Siwon tidak mengerti. Namun hatinya senang sekali karena Kyuhyun sedang menggenggam tangannya.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia membawa Siwon ke pinggiran kota.

“Kyu, inikan..” Tanya Siwon ketika melihat tempat yang mereka datangi. Kyuhyun membawanya ke pantai dimana tempat mereka suka menghabiskan waktu bersama dulu.

“Benar hyung. Kau harus  refreshing sekali-kali. Mumpung jadwalmu kosong dan SM Town berikutnya tinggal empat hari lagi. Ini hari terakhirmu untuk bersenang-senang sebelum jadwalmu padat lagi.”

Kyuhyun lalu menyewa dua sepeda di pondok penyewaan lalu mengajak Siwon berkeliling pesisir pantai dengan sepeda.

Keduanya tampak berlomba untuk menjadi juara adu balap sepeda. Tak peduli teriknya matahari membakar kulit keduanya. Mereka hanya ingin bersenang-senang. Sesekali mereka turun ke pantai untuk bermain air. Walaupun betapa kerasnya usaha Kyuhyun untuk berenang, Siwon mati-matian mencegahnya.

Mereka tidak membawa baju ganti dan perjalanan pulang mereka cukup panjang mengingat lokasi mereka lumayan jauh dari dorm. Siwon tidak mau Kyuhyun kedinginan dan akhirnya jatuh sakit kalau tidak segera ganti baju. SM Town berikutnya sudah di depan mata, kalau Kyuhyun sakit dan semua orang tahu Siwonlah penyebabnya, bisa habis dia dihajar Sparkyu.

Dan Kyuhyun kembali ke sikap awalnya begitu ia bersama Siwon. Manjanya mulai kumat. Ia tak henti-hentinya meminta Siwon melakukan sesuatu yang sulit dan akan mem-pout-kan bibirnya jika Siwon menolak.

Kyuhyun tadi meminta Siwon mengambilkannya kelapa, langsung dari pohonnya! Yang benar saja? Bukannya ingin minum air kelapa seperti yang dikatakannya pada Siwon, tapi ia ingin melihat ekspresi wajah Siwon yang kebingungan jika tidak tahu harus bagaimana menghadapi permintaan Kyuhyun yang aneh-aneh. Kyuhyun merindukan wajah itu!

Tak terasa hari sudah menjelang sore. Matahari sudah condong ke barat.

“Kyu, ayo kita pulang. Bukannya kau ada janji dengan Changmin dan Minho hari ini?” Tanya Siwon.

“Tidak apa-apa hyung. Aku sudah membatalkannya. Kau lebih membutuhkanku saat ini.” Kata Kyuhyun. Sebenarnya ia tidak ada janji dengan Changmin dan Minho. Ia hanya takut pertemuannya dengan Siwon akan berjalan dengan kaku maka ia membuat alas an seperti itu.

Tapi pada kenyataannya, ia menikmati hari ini. Hari dimana ia bisa bermanja-manja lagi dengan Siwon yang sudah sejak lama tidak ia rasakan.

*

Sementara di tempat lain, Yunho sibuk menghubungi ponsel Kyuhyun. Berkali-kali ia menelepon juga mengirim pesan, tapi tidak ada respon sama sekali dari Kyuhyun. Apa Kyuhyun marah dengan jawabannya tadi pagi?

Saat itu Yunho, Changmin, Minho, Donghae, Eunhyuk dan Heechul sedang berkumpul di dorm TVXQ. Sebentar lagi Yunho akan mengunjungi rumah orang tuanya, hal yang selalu ia lakukan sebelum berangkat ke luar negeri.

“Belum ada jawaban dari Kyu?” Tanya Donghae.

Yunho menggeleng. “Aku hanya khawatir ia marah padaku. Kau tahu kan sikapnya?”

“Aku dengar tadi siang Siwon datang ke dorm dan mengunjungi Kyuhyun. Mungkinkah mereka…” kata Heechul.

Yunho hanya tersenyum. “Labil sekali anak itu. begitu marah padaku, ia lari ke Siwon.”

“Kurasa ada baiknya mereka bertemu dan bicara. Biar perang dingin mereka terhenti. Setidaknya tidak ada lagi sikap kaku ketika Super Junior sedang berkumpul. Kasihan yang lain, mereka jadi tidak tahu harus membela Kyu atau Siwon.” Jelas Donghae panjang lebar.

“Kurasa juga begitu hyung. semakin cepat semakin baik bukan?” Minho menambahkan.

“Sudah waktunya aku berangkat. Aku tidak mau sampai rumah terlalu malam. Changmin, jaga dorm baik-baik. Jangan terlalu larut kalau tidur, tiga hari lagi kita berangkat ke Singapura. Jaga kondisimu.” Kata Yunho memberi nasehat pada dongsaengnya.

“Aduh hyung, kau ini cerewet sekali. Padahal dua hari lagi kau pulang kan? Kenapa memberiku nasehat seolah-olah kau tidak akan kembali sampai tahun depan.” Keluh Changmin.

“Tidak ada yang tahu kapan ajal menjemputmu.” Sahut Yunho asal-asalan.

“Ya..! Kenapa kau bicara begitu?” kata Donghae kaget.

“Jangan bicara seperti itu, kami tidak mau kehilanganmu.” Enhyuk juga kaget.

“Sekali lagi kau bicara seperti itu, akan kupatahkan rahangmu!” seru Heechul kesal.

“Jangan coba-coba meninggalkanku hyung. kemanapun kau pergi, aku ikut. Kau hyungku yang paling kusayangi!” ancam Changmin.

“Hyung, apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan?” Kata Minho.

Yunho memutar bola matanya. “Ya! Aku Cuma bercanda. Mengapa reaksi kalian seperti itu? Lagipula kalau kau tidak ada, maka banyak yang akan mengincar posisiku sebagai dancer paling hebat di Korea.”

Setelah berkata demikian, ia lalu diserang habis-habisan oleh rekan-rekannya tanpa ampun. Changmin yang melihat Yunho kesulitan diserang yang lain segera membantu hyungnya.

“Sudahlah, kalau Yunho hyung justru mati karena kalian bagaimana? Aku dengan siapa nantinya?” kata Changmin yang menurut Minho terlalu berlebihan.

“Ya ampun Minnie, dia akan baik-baik saja. Kau ini! Sudah, kau berangkat saja sekarang Yunho. Kalau sudah sampai cepat hubungi aku dan Donghae.” Kata Heechul yang langsung mendapat protes keras dari Changmin.

“Tapi Yunho hyung harus mengabariku terlebih dahulu.”

“Aduhhhh…! Kau ini cerewet sekali! Sudah pasti dia akan menghubungimu juga. Mana mungkin dia melupakanmu, kau kan jerapah peliharaannya?” tutur Heechul pedas.

Yunho tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Heechul dan Changmin. “Baiklah, aku berangkat sekarang. Ini sudah terlalu sore. Ponselku kumatikan, baterai ponselku sudah mau habis, mungkin ketika sampai, akan ku charge dulu baru menghubungi kalian. Hae, tolong sampaikan pada Kyu bahwa aku pulang dulu. Maaf kalau aku tidak sempat berpamitan padanya.”

Donghae mengangguk. “Hati-hati di jalan. Jaga kesehatanmu.”

*

Dalam perjalanan pulang Kyuhyun tidak banyak bicara. Kelihatan sekali bahwa ia lelah dan mengantuk, tapi ia tetap tersenyum. Siwon yang melihat itu mau tidak mau ikut tersenyum. Dibelainya surai cokelat Kyuhyun dengan sayang. Betapa ia merindukan baby-kyunya. Kyuhyunpun diam saja dengan perlakukan Siwon.

“Kau terlihat lelah sekali kyu, tidurlah. Aku akan membangunkanmu begitu kita sampai di dorm.” Kata Siwon.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul. Betapa bahagianya ia hari ini. Hubungannya dengan Siwon membaik. Mereka kembali seperti dulu lagi. Hal-hal yang ia takutkan sebelum berangkat tadi tidak terjadi.

Bayangkan, setelah tiga bulan akhirnya mereka kembali tertawa bersama. Bukan hanya tertawa tapi juga menghabiskan waktu bersama. Lalu Kyuhyun menyadari bahwa sebelah hatinya masih amat  merindukan seorang Choi Siwon. Tapi ia sadar bahwa hubungan mereka saat ini jauh lebih menyenangkan. Ia tidak boleh berpikir yang terlalu jauh dulu.

Jangan sampai kejadian dulu terulang lagi, dimana ia selalu bertengkar dengan Siwon. Ah, betapa menyenangkannya hari ini, pikir Kyuhyun. Andai sejak awal Siwon bersikap seperti ini atau ia sendiri bersikap lebih dewasa, mungkin mereka tidak akan pernah berpisah.

Ketika Kyuhyun memalingkan wajahnya keluar jendela, ia melihat seorang remaja menari dengan lincahnya diiringi sorakan teman-temannya. ‘Sepandai apapun kau menari, tidak akan bisa menandingi Yunho hyung.’ batin Kyuhyun.

Lalu tiba-tiba raut wajahnya menegang. Kemudian tangannya sibuk meraba-raba joknya lalu sibuk memeriksa dashboard mobil Siwon.

Siwon yang melihat itu menjadi heran karenanya. “Ada apa Kyu?”

“Ponselku.” Kata Kyuhyun yang akhirnya menemukan benda putih kesayangannya itu di jok belakang.

“Kukira ada apa, Kyu. Kau membuatku cemas sa..”

“Omona..! 21 Missed Call!” jerit Kyuhyun.

“Siapa yang meneleponmu sebanyak itu?” Tanya Siwon.

“17 dari Yunho hyung, 2 dari Changmin, dan sisanya dari Donghae Hyung. Aku lupa memberitahu mereka kalau aku pergi sebentar.” Kata Kyuhyun lalu menepuk keningnya.

Kyuhyun lalu mencoba menelepon Yunho. Ia terlihat kesal dan mencoba menelepon berkali-kali. Tapi setiap ia menutup teleponnya, ia mengumpat pelan dan wajahnya terlihat masam.

“Kyu? Ada apa?” Tanya Siwon hati-hati.

“Ponsel Yunho hyung tidak bisa dihubungi. Dan aku jadi khawatir sekarang. Apa ia marah padaku karena tidak menjawab teleponnya?” kata Kyuhyun dengan nada yang terdengar sangat sedih.

Melihat hal itu membuat Siwon tidak bisa menahan rasa cemburu yang tiba-tiba menyergap hatinya. Kyuhyun pasti mengkhawatirkan Yunho. Siwon juga jadi merasa bersalah karena membawa Kyuhyun pergi tanpa sepengetahuan Yunho. Tapi tunggu dulu, kata Kyuhyun mereka masih dalam proses. Artinya Kyuhyun adalah manusia yang bebas, bukan milik siapa-siapa. Artinya ia juga berhak memperjuangkan Kyuhyun.

“Eh, ada satu email dari Yunho hyung ternyata.” Kata Kyuhyun yang terdengar sedikit gembira.

Kyuhyun membaca pesan singkat itu lalu terdiam. Siwon jadi tidak bisa berkonsentrasi menyetir melihat Kyuhyun seperti itu. Dipinggirkannya mobilnya lalu merebut ponsel Kyuhyun dari tangan si pemilik ponsel lalu membaca email tersebut.

Kyu, kenapa kau tidak menjawab ponselmu? Kau marah ya pada hyung? Hyung minta maaf kalo hyung sudah membuatmu sedih. Hyung akan pulang ke Gwangju hari ini. Dua hari lagi hyung kembali. Hyung tadi mencarimu ke dorm tapi kau tidak ada dan tidak ada yang tahu kau kemana. Hyung juga mencoba meneleponmu tapi kau tidak mengangkatnya. Jadi hyung pikir kau marah dan butuh waktu untuk sendiri dulu.

Hyung sudah berpesan pada Donghae, Heechul, Changmin dan Minho untuk menjagamu selama hyung tidak ada. Jaga dirimu baik-baik dan jangan begadang. Kalau kau sudah tidak marah lagi, hubungi hyung ya? Hyung merindukanmu. Take care baby.

Begitu selesai membaca email itu, Siwon lalu memandang Kyuhyun dan terpana. Butir-butir airmata turun membasahi pipi Kyuhyun. Kyuhyun menangis.

“Ia pergi hyung. Yunho hyung pergi sebelum aku sempat melihatnya lagi. Dan ia berpikir aku marah padanya. Padahal setitik kemarahanpun tidak ada. Aku ingin sekali melihatnya sebelum ia pergi. Membayangkan aku tidak akan melihat wajahnya selama dua hari membuatku sakit hyung. Aku bersenang-senang sementara ia khawatir padaku. Ini semua salahku.. salahku..” kata Kyuhyun yang masih terus menangis.

Siwon kehilangan kata-kata. Rasa sakit luar biasa kini mencengkram jantungnya. Kyuhyunnya telah jatuh cinta pada Jung Yunho. Dan kenyataan itu membuatnya terjatuh ke dalam lubang paling dalam dan gelap hingga ia tak mungkin bisa keluar lagi.

*

To Be Continued..

tumblr_lsyqj3tR831qhj2zio3_250

Update for the next chapter of “Come Back To Me” fanfiction

Dear all of my beloved chingudeul,

Janji-sejanji janjinya bakalan update chapter 4 malam ini. Please tetep diikutin dan comment yah? Btw, ada beberapa yang confuse soal Wonkyu atau Yunkyu di akhir cerita. Sebenarnya author dari awal udah nentuin Kyuhyun bakalan sama siapa. Tapi kenapa ditengah-tengah nulis, author jadi bimbang yah?

Soalnya Yunho dan Siwon punya dua sifat dan kepribadian yang berbeda yang sayang sekali kalo gak diulas. Terus kalo fanfic ini dibikin singkat aja, jadi gak dapat ‘soul’ nya. Soalnya bagus banget kalo dikembangin. Apalagi, ide dikepala author masih banyak banget n pengen banget dikembangin dalam fanfic nan panjang ini.

So, kalo ff ini agak-agak panjang, maafkan yah chingu. Bahkan author minta masukan, siapa tahu ada yang bisa kasih ide bagus yang bisa author sisipkan di cerita ini.

Jangan bosan-bosan pantengin ff ini yah?

Happy sunday all..