Dinner Date

Title                 : Dinner Date

Starring           : Shim Changmin, Cho Kyuhyun.

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff.

Warn               : BL, Typo (es), No Conflict.

Lanjutan dari drabble kemarin. Voice of Love –> Because I Love You –> Dinner Date. Kali ini udah termasuk oneshot.

“Hyung.. cepat! Kenapa kau lama sekali, sih?”

Teriakan tersebut membahana dalam salah satu kamar hotel suite room dikawasan Guangzhou, China.

“Haish! Sabar sedikit Changmin-ah! Hyung belum selesai berpakaian.” Sahut suara yang tak kalah memekakan telinga terucap dari seseorang dari balik pintu kamar hotel yang masih tertutup.

Teriakan tersebut jelas saja mengundang decakan sebal dari seorang pria yang tengah duduk santai disofa ruang tamu kamar hotel yang mereka tempati sejak kemarin. Gerutuan terdengar terlontar dari bibir lebar sexy-nya.

Sesekali ia merutuki kebiasaan seorang Jung Yunho, Leader sekaligus Hyung-nya yang memiliki kebiasaan menghabiskan waktu mandinya hingga mengalahkan durasi mandi seorang wanita. Entah apa saja yang dilakukan lelaki Jung itu didalam kamar mandi yang sempit dan lembap itu hingga ia betah berlama-lama disana.

Namun, gerutuannya terhenti kala ia mendengar notifikasi pesan terdengar di iPhone-nya. Senyumnya terukir ketika ia melihat dari siapa pesan tersebut terkirim.

Kau sudah take-off?

 

Ia terkekeh pelan membaca pesan singkat yang terkesan acuh itu. Tak ada kalimat manja ataupun sapaan manis yang tertera dipesan tersebut seperti biasanya.

Changmin, pria yang tengah duduk disofa, menghela nafas pelan. Menghadapi sikap Kyuhyun yang tengah merajuk memang membutuhkan cadangan ekstra kesabaran dan keteguhan demi membuat lelaki manis itu ‘jinak’ kembali.

Belum, baby..

Aku masih menunggu Yunho Hyung.

BabyKyu, berhenti mengacuhkanku seperti ini T_T

Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu?

 

Meskipun ia menganggap jika Kyuhyun yang tengah merajuk terlihat menggemaskan, namun ia sesekali merasa jengah juga karenanya.

Tidak ada sapaan manis, rengekan manja dan tak ada kontak fisik diantara mereka. Bahkan dengan kejamnya Kyuhyun memberlakukan aturan dimana ia tak boleh mendekatinya kurang dari radius 5 meter.

Beruntung meski dalam setiap mode merajuknya, Kyuhyun akan selalu membalas semua pesan ataupunn mengangkat telepon darinya. Ia tahu, Kyuhyun paham betul dengan ketidaksukaannya akan seseorang yang menghindar ketika berada dalam suatu masalah. Dimasa lalu, Ia bahkan pernah putus dengan yeojachingu-nya ketika mereka tengah terjadi konflik, namun sang gadis malah mengabaikan dan menghindar darinya tanpa memberikan konfirmasi dan penyelesaian yang jelas. Tentu saja itu hanya salah satu bagian dari masa lalunya, sebab kini yang ada dihatinya hanyalah Cho Kyuhyun seorang. Pria manis pemilik suara caramel macchiato yang saat ini tengah merajuk padanya karena rasa cemburu.

Sedikit banyak ia merasa kesal dengan adanya kemajuan teknologi yang serba canggih seperti saat ini. Sebab karena hal tersebutlah hingga membuat Kyuhyun-nya melihat foto-foto dirinya dengan Victoria yang beredar di sosial media dengan cepat dan berujung pada pria Cho itu terbakar api cemburu dan mengacuhkannya.

Oh ayolah, foto tersebut bukan berarti apa-apa. Penggemarnya pun pasti akan menebak jika ia menghadiri acara after party itu tidak lain hanyalah formalitas belaka. Karena Yunho yang lebih memilih untuk beristirahatlah hingga mau tidak mau ia yang harus hadir diacara tersebut. Tentu saja tanpa mengesampingkan fakta jika terdapat banyak makanan diacara tersebut yang membuatnya –sedikit- antusias. Ia bahkan hanya mengenakan sandal hotel pada saat pesta tersbut digelar.

Perkara bagaimana ia bisa tertangkap kamera berdekatan dengan Leader f(x), bukanlah suatu kesengajaan yang ia lakukan. Ia masih mengingat ultimatum Kyuhyun beberapa saat lalu yang melarangnya untuk mendekati dan menebar pesona pada wanita.

Pada saat itu, ia yang tengah mengambil wine disalah satu meja dihampiri oleh salah seorang Event Manager, yang notabenenya orang China, acara konser yang malam itu selenggarakan. Salahkan kemapuan bahasa Mandarinnya yang kurang mahir. Victoria yang pada saat itu berada tak juah darinya pun berinisiatif menghampirinya dan sang Event Manager demi menjadi seorang translator dadakan.

Ya.. Kyuhyun-nya cemburu pada Victoria. Pada wanita yang pernah membuatnya terlibat dalam skandal paling mencengangkan sekaligus menggelikan, spoon scandal.

Cling..

Tak sampai semenit balasan pesannya datang.

Aku tidak mau tahu.

Aku ingin nanti malam kita berdua K-E-N-C-A-N!

Jika tidak, jangan harap aku akan memaafkanmu!

***

Dinginnya malam dimusim gugur sama sekali tak menjadi masalah bagi salah satu pasangan yang tengah menjalankan aksi kencan tengah malamnya. Changmin dan Kyuhyun. Keduanya kini tengah berada didalam mobil yang tengah melaju di jalanan kota Seoul yang lengang. Tanpa menghiraukan cuaca dingin yang serasa menusuk tulang, Changmin pun dengan senang hati menuruti permintaan Kyuhyun atas paksaan kencannya.

Beruntung aksi merajuk Kyuhyun dapat berakhir setelah berbagai macam penjelasan, bujukan dan rayuan Changmin lancarkan untuk membuat Kyuhyun percaya. Ia bahkan sampai meminta tolong pada Victoria untuk membantu menjelaskan pada Kyuhyun yang sialnya malah membuat Kyuhyun menuduh dan menganggap dirinya dan gadis tersebut begitu akrab.

Waktu kini bahkan telah menunjukkan pada angka 01.00 a.m. Namun hal tersebut sama sekali tak menjadi kendala bagi mereka. Semakin larut malah semakin bagus. Kemungkinan mereka akan menjadi pusat perhatian orang banyak atas status public figure pun mengecil.

Selain karena alasan tersebut, karena kendala jadwal Kyuhyun yang padat atas promosi album serta musikalnya pula yang membuat mereka baru bisa melakukan kencan ditengah malam seperti saat ini

Kali ini mereka berdua tengah menuju kearah salah satu rumah makan hot pot dipusat kota Seoul, Haidilao. Rumah makan tersebut merupakan salah satu cabang dari China. Dimana beberapa bulan yang lalu saat SMMTOWN Shanghai, pada tengah malam Kyuhyun pernah merengek padanya untuk makan di rumah makan favoritnya dengan ditemani Heechul yang menahan kantuk.

Changmin yang tengah mengemudikan mobil mereka, melirik kearah Kyuhyun yang duduk disisinya. Ia tersenyum sekilas mendapati sang kekasih yang tengah menyenandungkan lagunya sendiri, at Gwanghwamun , dengan sepenuh hati. Berapa kalipun ia mendengar suara Kyuhyun, ia tek pernah bosan akan suara indah miliknya.

Salah satu tangannya meraih tangan kanan Kyuhyun dan menggenggamnya lembut yang membuat maknae Super Junior itu sedikit terkejut.

“Ada apa minnie?”

Changmin tak menjawab. Ia kemudian mengecup punggung tangan Kyuhyun dengan lembut.

Saranghae.” Ucap Changmin lirih menyerupai bisikan. Tatapannya kembali fokus keraah jalan.

Kyuhyun mengerjapkan matanya cepat atas perlakuan Changmin yang tiba-tiba. Tak sampai lima detik kemudian, wajah Kyuhyun memerah karena malu. Beruntung cahaya dalam mobil yang temaram hingga dapat menyembunyikan rona merah tersebut.

Changmin bukannya tak menyadari perubahan Kyuhyun, ia sangat tahu jika kekasihnya pasti saat ini tengah merona malu. Namun ia lebih memilih fokus pada jalan dihadapannya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun.

Dan sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan pun, Kyuhyun sama sekali tak berkutik ditempat duduknya dengan rasa hangat yang berasal dari genggman tangan pria terkasihnya.

***

“Kau carilah meja terlebih dahulu, biar aku yang mengambil makanannya.” Pinta Changmin pada Kyuhyun ketika mereka telah sampai di rumah makan tujuan mereka.

Dengan patuh Kyuhyun pun menuruti permintaan Changmin.

Suasana kedai yang lengang membuat Kyuhyun tak perlu waktu lama untuk menemukan tempat yang strategis. Ia memilih tempat disalah satu sudut ruangan yang menurutnya memberi mereka, ia dan Changmin, sedikit privasi.

Ia sempat menunggu Changmin beberapa saat. Namun karena ia tidak sabar, ia pun memiih untuk menghampiri Changmin yang terlihat tengah meilih menu makanan.

“Minnie?”

Ia menarik ujung jaket Changmin yang membuat pria tinggi itu menoleh.

“Kemarilah.. kau mau memilih apa, hm?”

Kyuhyun pun memilih beberapa potong daging, telur dan beberapa jenis saus yang diletakkan pada nampan yang Changmin bawa. Ia sedikit heran dengan isi nampan tersebut yang berisi cukup banyak sayuran. Tetapi mengingat bagaimana keampuan makan pria yang telah menjadi kekasihnya beberapa tahun itupun membuatnya maklum.

*

“Kyu, say Aah~”

Kyuhyun memandang horor pada Changmin yang saat ini tengah menyodorkan sejumput sawi padanya. Ia yakin pria dihadapannya itu tahu jika ia sangat membenci makanan berjenis sayuran. Tapi kenapa tiba-tiba ia berniat menyuapi jenis makanan yang ia tidak ia sukai itu?
“Baby..”

“Kau tahu aku benci sayur kan, Minnie..” Tolak Kyuhyun menyerupai rengekan.

Changmin tersenyum manis, “Aku tahu. Tapi walau bagaimanapun, kau tetap tidak bisa mengabaikan manfaat dari sayur, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun tak perlu mempelajari ilmu kedokteran ataupun ahli gizi demi mengetahui manfaat dari sayur. Meskipun demikian, demi jumlah penggemarnya yang tak dapat dikatakan sedikit, ia sangat membenci SAYUR. Dan mendapati kekasihnya sendiri memaksanya untuk memakan jenis makanan yang ia benci membuat ia sedikit.. sedih?

“Hiks..”

Mata Changmin terbelalak kaget demi mendengar isakan yang tiba-tiba terdengar.

Babykyu?” Panggil Changmin panik, buru-buru ia mencampakan sayur yang beberapa saat lalu hendak disuapkan pada Kyuhyun, dan segera menghampiri pria berkulit pucat yang kini tengah berlinangan air mata itu dan memeluknya erat.

“Omo! Kyuhyunnie.. jangan menangis, baby. Maaf.. maafkan aku, ne?” Ia merengkuh tubuh Kyuhyun yang kini bersandar pada bahu lebar Changmin.

“Hiks..”

Babykyu..”

“Hiks.. aku tidak mau hiks.. makan sayur, Minnie. Hikss..”

Ne, ne. Uljimma. Maafkan aku, Kyu. Aku janji tidak akan pernah memaksamu makan sayuran itu lagi. Mianhe..” Panik Changmin menenangkan Kyuhyun dengan mengusap punggung pria yang lebih kecil darinya itu dengan sayang.

Karena reaksi paniknya tersebut, membuat ia tidak menyadari kekehan tanpa suara milik Kyuhyun yang sarat akan kemenangan terlihat dari balik bahu maknae TVXQ tersebut.

ChangKyu Dinner Date

END

Advertisements

Because I Love You

Title                 : Because I Love You

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff, Drabble.

Warn               : BL, Typo (es)

Written           by Macchiato94

Disclaimer       : Terinspirasi dari salah satu fanacc tentang Kyuhyun yang kurang sehat hari ini dan Changmin yang pergi ke Guangzhou dalam waktu yang bersamaan. Timeline disesuaikan dengan cerita. Jadi harap maklum kalo ada beberapa scene yang tidak sesuai dan terkesan mengada-ada.

“..besok pagi pukul delapan aku akan menjemputmu di dorm dan kita langsung menuju studio Mnet untuk pre-recording. Selanjutnya kau ada wawancara dengan salah satu majalah. Dan kau ada waktu luang sampai malam sebelum kita ke MBC untuk rekaman Radio Star. “

Rentetan suara tersebutlah yang terdengar mengisi keheningan didalam sebuah Van yang tengah melaju membelah kota Seoul siang itu

Minhyung, salah satu manajer Super Junior yang bertugas mengatur jadwal Kyuhyun memaparkan schedule untuk esok hari. Lelaki paruh baya itu menoleh kesamping demi tidak mendapati respon apapun dari Kyuhyun yang ternyata tengah fokus pada PSP ditangannya.

Ia baru saja akan menjitak kepala artis yang telah ia anggap sebagai adiknya itu ketika kemudian ia mendapati ponsel Kyuhyun yang berkelap-kelip. Tanda ada panggilan masuk.

“Kyuhyun-ah, sepertinya ada panggilan masuk diponselmu.” Ujar Minhyung memberitahukan.

“Eh?” Pria manis itupun mengalihkan perhatiannya dari benda yang tak dapat terpisahkan dari hidupnya itu. Ia pun meraih ponsel berwarna emas yang tergeletak disisinya.

Shim Chwang Calling

Senyumnya merekah ketika ia melihat nama yang tertera di iPhone-nya.

“Minnie~” Ucapnya riang. Ia merasa senang tiap kali ia mendapat telepon dari pria bernama Shim Changmin itu. Terlebih sudah beberapa jam ia berpisah dengan sang kekasih. Terhitung sejak tadi pagi ia pergi ke Guangzhou, China.

“Kyu.. kau sedang sibuk, baby?” Tanya Changmin dengan nada memastikan.

“Nng.. tidak juga. Sekarang aku sedang ada dimobil untuk menuju ke teater drama musikalku, Changmin-ah.” Jawab maknae Super Junior itu dengan jujur. “Kau sendiri sedang apa? Apa kau sudah sampai di Guangzhou?”

Ne. Aku baru saja check-in hotel dan langsung meneleponmu.” Jawab Changmin tenang. Sungguh. Baru beberapa jam saja ia berpisah dengan Kyuhyun-nya, ia kini telah merindukan makhluk manis dan imut tercintanya itu kembali.

Namun kali ini ada alasan lain mengapa ia begitu ingin segera menghubungi kekasihnya pasca ia menginjakan kaki dibumi China tempatnya berada saat ini.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Eh?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, “A..Aku baik-baik saja..”

Jawabnya dengan sedikit tergagap. Ia tidak menlyangka jika Changmin akan menanyakan hal tersebut tanpa tedeng aling. Setidaknya jawabannya tidak terlalu mengada-ada tentang kondisinya saat ini pada Changmin. Ia memang baik-baik saja selain suhu tubuhnya yang kini diatas normal dan tubuhnya yang terasa lelah luar biasa tentunya.

Changmin yang menanyakan keadaaan dirinya memanglah bukan suatu hal yang aneh, mengingat tiap kali mereka berkomunikasi pasti Changmin pun akan menanyakan kabar ataupun keadaannya. Namun ia sedikit heran dengan intonasi pria bertubuh tinggi itu yang terdengar datar dan terkesan menuduh.

“Aku tahu kau tidak jujur, Cho Kyuhyun.”

Sial! Kyuhyun merutuk dalam hati. Entahlah. Ia kadang heran pada Changmin yang seperti lie-detector karena selalu bisa mengetahui kapan ia berbohong atau tidak.

“….”

“Kyuhyun-ah.”

“…….”

“Shim Kyuhyun.”

“YA! Kau mau dipukul Aboji-ku karena mengganti namaku sembarangan, Shim Changmin?” Seru Kyuhyun terdengar kesal. Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri jika pria Cho itu pun merasa tersipu yang berimbas pada kedua pipi putihnya yang kini merona merah atas panggilan marga tersebut.

Sementara sang Manajer yang duduk disisinya hanya menggelengkan kepalanya maklum dengan tingkah laku artisnya yang sudah sering ia jumpai. Berpura-pura kesal ketika digoda oleh maknae TVXQ itu padahal sebenarnya senang juga.

“Justru aku akan dilarang bertemu denganmu jika calon menantunya ini melalaikan tugas untuk memantau keadaan putra kesayangannya, babykyu

“Terus saja meracau kau, Shim.”

“Hmm..”

“Hey, kau marah?” Tanyanya was-was. Walau bagaimanapun ia tetap merasa takut jika Changmin marah, meskipun lebih tepat disebut merajuk, padanya.

“…..”

Kyuhyun menghela nafas pelan menghadapi Changmin yang mulai melancarkan aksi diamnya. Tanda-tanda awal ketika ia mulai merajuk.

“Aku baik-baik saja, Changmin-ah. Memang aku merasa sedikit tidak enak badan karena kelelahan. Tapi setelah musikalku hari ini selesai, aku pasti akan istirahat. Lagipula Minsung Hyung sudah memberiku vitamin dan obat tadi pagi. Jadi berhentilah mengkhawatirkanku.” Papar Kyuhyun panjang-lebar memberi pengertian pada kekasihnya.

Ia tak menyangkal jika dirinya merasa tersentuh atas perhatian sang kekasih. Namun terkadang muncul rasa bersalah kalau-kalau ia menambah beban pikiran Changmin.

“Sesering apapun kau memintaku untuk tidak mengkhawatirkanmu, disaat itu pula aku akan semakin intens memantau keadaanmu, Baby.” Sahut Changmin dengan nada lembut.

Sungguh, seandainya ia berada di negeri yang sama dengan pria terkasihnya itu, ia pasti akan segera memeluknya dan memaksanya untuk beristirahat.

Melobi Manajer Super Junior untuk mengatur ulang jadwal Kyuhyun bukanlah perkara yang sulit baginya. Beberapa kali hal tersebut ia lakukan dan salah satu hasilnya, sebulan yang lalu ia pun berhasil ‘menculik’ Kyuhyun ke Pulau Jeju tepat setelah konser SuperShow Seoul berakhir meskipun tetap dengan pengawasan sang Manajer.

“Kenapa kau begitu perhatian padaku, Changmin-ah?” Pertanyaan retoris yang tak perlu jawaban. Karena ia sendiri pun mengetahui dengan jelas akan seperti apa jawaban Changmin atas pertanyaan yang baru saja ia lontarkan. Tentu saja…

“Karena aku mencintaimu. Karena kau adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan karena kau adalah Cho Kyuhyun-ku.” Jawab Changmin lugas dan penuh keyakinan.

Sontak saja kalimat-kalimat tersebut membuat Kyuhyun terkekeh geli sekaligus malu.

Gomawo..” Cicit Kyuhyun lirih.

Cheonma, Chagi..” Sahut Changmin dengan sumringah.

Ah, ia bahkan bisa membayangkan jika Kyuhyun-nya kini pasti tengah tersipu dengan kedua pipinya yang memerah dan membuatnya semakin imut.

“Omong-omong, bagaimana kau tahu keadaanku sedang kurang baik, Minnie?” Tanya Kyuhyun setelah ia tersadar kembali dari rasa malu-malunya.

“Tentu saja karena kau adalah belahan jiwaku, Kyuhyunnie..” Tukas Changmin cepat.

Kyuhyun memutar bola matanya jengah menanggapi kalimat kekasih yang berusia lebih muda beberapa hari darinya.

“Jawaban yang menggelikan, Shim Changmin.” Cibir Kyuhyun sinis yang membuahkan tawa dari lawan bicaranya.

Changmin terkekeh, “Hey, kau tidak percaya padaku, baby?”

“Aku tidak akan mempercayai jawaban tidak masuk akal seperti itu..”

Belum sempat Changmin menanggapi pernyataannya, lamat-lamat ia mendengar suara seseorang, yang ia yakini sebagai Yunho, memanggil nama kekasihnya.

“Yunho hyung?”

“Ne. Dia mengajakku rehearsal untuk acara nanti malam..” Jawab Changmin terdengar enggan. Padahal ia masih ingin berlama-lama mengobrol dengan Kyuhyun-nya.

“Kyu, Aku tutup dulu teleponnya, ne? Aku akan bersiap rehearsal dulu untuk nanti malam. Jaga dirimu baik-baik dan segera istirahat jika pekerjaanmu sudah selesai. Arra?” Ultimatum Changmin dengan nada tegas.

“Hhm. Lekaslah bersiap. Dan kuperingatkan padamu Shim, jangan karena kau jauh dariku kau berani mencoba-coba menebar pesona ataupun mendekati makhluk berjenis wanita disana. Saranghae..”

Kyuhyun pun segera memutus sambungan telepon tanpa mempedulikan gelak tawa Changmin yang terdengar dari line seberang.

 tumblr_m4xjxcfs6l1r00zjmo1_1280_mh1407468870177END

Sekedar coretan iseng belaka yang tiba-tiba muncul setelah baca fanacc kalau Kyuhyun hari ini lagi kurang sehat. Semoga lekas sembuh, Cho Kyuhyun 🙂

Dan sesudahnya aku minta maaf untuk para readers. Kalo sementara ini aku baru bisa update drabble dan belum bisa update Fanfict chapter yang lain *deepbow*. Salah satu kendalanya karena laptopku lagi rusak dan mungkin (semoga nggak) data-datanya pada hilang termasuk draft-draft FF 😦

Voice of Love

Title                 : Voice of Love

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin.

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Co-star             : Yoo Yongjin, Kenzie.

Genre              : BL, Fluff, Drabble

Prince of Ballad. Begitulah salah satu predikat dari sekian banyak julukan yang Kyuhyun sandang. Dengan anugerah suara indah yang ia miliki, tak mengherankan banyak orang yang bahkan bukan dari kalangan penggemar pun mampu terbuai dengan suara yang sarat akan kelembutan tiap kali ia menyanyikan sebuah lagu.

Tak terkecuali sang Kekasih Shim Changmin. Maknae dari TVXQ itu sering mengungkapkan kekagumannya akan suara Kyuhyun yang mampu menenangkan perasaannya. Baik secara on-air melalui siaran radio hingga dalam section thanks-to pada album TVXQ yang mereka rilis.

Kecintaan akan suara Kyuhyun bahkan pernah ia ibaratkan sebagai Cheescake, Carbonara serta Caramel Macchiato sesuai dengan rasa manis yang mampu membuat hatinya merasa tenang.

Perasaan kebahagiaan pun membucah dirasakan tiap kali ia memiliki kesempatan untuk berduet dengan sang kekasih. Pada saat-saat seperti itulah ia gunakan untuk menikmati dan memperhatikan setiap ekspresi yang Kyuhyun tampilkan saat bernyanyi satu panggung bersama.

Ya. Selain jenis suara, ia pun sangat menikmati ekspresi yang Kyuhyun tampilkan sebagai reprsentasi dari ungkapan lirik lagunya. Anggap ia terlalu percaya diri ketika ia merasa bahwa tiap bait yang Kyuhyun ucapkan dalam lagunya itu memang diujukan hanya untuk dirinya. Dan pemikirannya itupun tentu aja memiliki dasar yang kuat, karena Kyuhyun adalah miliknya. Semua yang ada pada Kyuhyun adalah miliknya dan hanya untuk dirinya.

*
“..min? Minnie..”

Kelopak mata Changmin terbuka kala ia merasakan seseorang menepuk bahunya pelan. Ia mendongakkan wajahnya dan mendapati Kyuhyun telah berdiri disisinya yang sedang duduk.

“Nah, Kau tertidur. Bukankah sudah aku katakan padamu tadi untuk istirahat saja dirumah daripada menemaniku. Dan sekarang lihat? Kau bahkan tertidut di Studio Rekaman, kan?” Cerocos Kyuhyun tanpa henti seraya menatap Changmin dengan sorot mengintimidasi. Bukan salahanya jika Changmin yang baru saja pulag dari Jepang beberapa saat lalu tak sempat istirahat. Setidaknya ia telah melarang kekasih tampannya itu untuk menemaninya ke Studio untuk rekaman dan menyarankan untuk beristirahat

Namun Changmin menolak dan tetap bersikukuh untuk nikut dan menemaninya meski raut kelelahan jelas tergurat pada wajahnya.

“Aku tidak tertidur, baby. Aku hanya terlalu menghayati suaramu hingga tanpa sadar sampai memenjamkan mataku.” Jelas Changmin diiringi cengiran polosnya yang membuat Kyuhyun memutar bola matanya jengah.

“Lagipula… “ Pria tinggi itu melingkarkan tangan kokohnya pada pinggang Kyuhyun unttuk semakin mendekat padanya.

“… bagaimana aku bisa memilih untuk beristirahat dibanding dengan menemani kekasihku yang sedang reaman untuk album solo-nya, hm?”

Seperti yag diucapkan oleh pria Shim itu, jika malam ini, mereka berdua tengah berada di Studio dalam rangka mempersiapkan mini-album solo Kyuhyun yang pertama, at Gwanghwamun. Dan sebagai kekasih yang baik, pasti Changmin pun ingin turut serta dalam proses produksi tersebut. Selain menemai Kyuhyun seperti saat ini misalnya, Ia pun turut berpartisipasi sebagai song-writer disalah satu single yang kan dibawakan oleh sang Kekasih, My Thoughts, My Memories.
“Aku lebih suka menemanimu rekaman dan mendengar suaramu bernyanyi daripada istirahat seorang diri tanpa ditemani olehmu.”

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Changmin yang terdengar cheesy. Namun tak dapat dipungkiri jika ia pun menyukai pilihan pria berwajah kekanakan dihadapannya.

Selanjutnya, Kyuhyun pun mengalungkan kedua tangannya pada leher jenjang Changmin dan menundukan wajahnya untuk menatap wajah pria yang lebih muda darinya itu yang tengah mendongak.

“Memangnya kau tidak bosan mendengarku bernyanyi terus menerus, Changmin-ah?”

Bukannya menjawab, Changmin malah menarik tubuh Kyuhyun dan mendudukkan pria manis itu dipaha kanannya. Membuat jarak diantara keduanya semakin berkurang.

“Kau bertanya seperti itu sama halnya kau menanyakan padaku tentang apa aku tidak bosan untuk mencintaimu, baby..”

Changmin mengecup ujung hidung Kyuhyun kilat sebelum ia mengucapkan,

“… dan jawabannya adalah… tidak. Dan tentu saja tidak akan pernah.” Ia mengusap pipi chubby kekasih manis dan imutnya dengan lembut.

“Bagaimana aku akan bosan mendengarmu bernyanyi dan mencintaimu sementara kau sendiri telah menjadi candu dalam hidupku, Shim Kyuhyun?” Kalimat retoris itupun diakhiri dengan kedua belah bibir Changmin yang mendarat pada bibir pink Kyuhyun yang seketika itu memejamkan matanya demi menikmati ciuman sang kekasih.

*

Sementara itu, pasangan dua maknae itu seolah lupa akan keberadaan dua eksistensi lain yang berada dalam satu ruangan yang sama.

Tsk.. Pasangan evil itu mengabaikan kita sunbae-nim.” Ucap seorang wanita pada laki-laki disisinya yang tidak lain adalah sang Produser andalan SM, Yoo Yongjin.

“Lebih baik kita tinggalkan mereka, Kenzie-ah.” Ucap sang Produser seraya berlalu bersama rekannya, meninggalkan kedua insan yang masih larut dalam kesibukan mereka.

Voice of Love ChangKyu

END

Can You Hear My Heart? – Chapter 1

Can You Hear My Heart? – Chapter 1

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Joon, etc

Pair                  : ChangKyu / MinKyu (for this chapter)

Genre             : BL, Romance, Friendship, Hurt, OOC, Typo (es)

Rate                 : PG-13

Warning          : BoyxBoy, Typo (es)

Written            : Maccihato94

 

Prologue at Can You Hear My Heart – Prologue

 

changkyu can u hear my heart

Summary : “Berpura-puralah kau mencintaiku hingga kau lupa bahwa kau tengah berpura-pura…”

Ruang ganti dengan ukuran yang tak lebih dari 20×30 M² itupun terdengar riuh oleh suara 20 siswa yang tengah sibuk berganti pakaian. Jadwal pelajaran kedua hari ini untuk kelas XI Sains 1 ialah olahraga. Yang tentu saja disambut dengan sukacita oleh mereka yang lebih menyukai kegiatan belajar-mengajar diruang terbuka dibanding dengan mendengarkan penjelasan dari guru yang lebih menyerupai dongeng pengantar tidur anak usia lima tahun.

Namun, diantara keriuhan tersebut, terdapat beberapa siswa yang dapat dikatakan menjadi sumber utama kericuhan dalam ruang sempit tersebut.

Lee Joon, lelaki hiperaktif itu dengan usilnya kini tengah menjahili teman sebangku sekaligus sahabat karibnya, Cho Kyuhyun.

Ia yang seperti tak mempedulikan apa akibat dari mempermainkan pria manis dengan sifat yang menyerupai setan itu tengah melampar-lemparkan seragam olahraga Kyuhyun secara acak pada teman-temannya yang lain.

Joon dengan tak berdosanya tergelak puas ketika melihat Kyuhyun berlari kesana kemari dengan sesekali mengumpat dan menyumpah serapahi dirinya.

Kyuhyun sendiri kini merasa menjadi orang bodoh, predikat yang sama sekali tak cocok untuk dirinya, yang tengah dipermainkan oleh teman-temannya. Jika bukan karena kali ini terdapat penilaian praktik, ia akan dengan senang hati memilih untuk tak mengikuti alur keusilan Lee Joon serta membolos pelajaran olahraga dan tidur di ruang kesehatan.

“Hey, bocah petir! Cepat berikan padaku jika kau tak ingin mati sia-ia ditanganku.” Ancam pemuda berrambut ikal itu pada Thunder, si bocah petir, yang kini tengah menggenggam seragam olahraga miliknya.

“Benarkah? Tapi, bagaimana kalau aku memilih mati dalam pelukanmu saja, Kyu? Pasti aku akan mati dalam keadaan damai.” Sahut Thunder dengan tak tahu malu. Sontak saja ucapan pria itu menuai sorakan oleh teman-temannya yang lain.

Seketika wajah Kyuhyun memerah. Bukan karena malu ataupun tersipu dengan kalimat Thunder yang jelas-jelas tengah menggoda dirinya. Namun lebih kepada rasa kesalnya yang mulai berada pada titik puncaknya.

“Park Cheondung!!”

Murka Kyuhyun yang langsung menghampiri Cheondung, nama asli Thunder, untuk berniat mencekiknya hingga pria yang baru saja menggodanya itu mati kehabisan nafas. Namun, kurang selangkah lagi ia sampai dihadapan Thunder, pria itu dengan kurang ajarnya kembali melemparkan seragam berwarna merah miliknya pada sembarang orang.

Oops..”

Omona!

Pekikan keterkejutan itu terdengar dari beberapa siswa saat mereka melihat secara langsung ketika seragam malang itu jatuh tepat mengenai dan menutupi kepala seseorang yang berada disudut ruangan.

Kyuhyun segera membalikan tubuhnya untuk melihat siapa target selanjutnya yang akan ia masukan dalam list balas dendam karena telah mempermainkannya hari ini. Namun, niatnya seketika sirna saat ia melihat siapa orang tersebut.

Lelaki yang baru saja menjadi sasaran lemparan Thunder itu mengambil seragam yang sempat menutupi wajahnya. Dan pada saat itu juga, Kyuhyun mematung ditempat.

Mi..mianhe, Changmin-ah. A..aku tak sengaja. Sungguh.” Pinta Thunder dengan suara tergagap karena tak enak hati. Bagaimanapun, ia merasa segan dengan ketua kelas mereka.

Changmin tersenyum, “Gwenchana, Thunder-ssi.

Ia menatap kesekeliling teman-temannya yang lain yang telah mengenakan seragam olahraga mereka, kecuali Kyuhyun tentunya. “Lebih baik, kita segera menuju ke gymnasium. Pasti Lee Seonsaengnim sudah menunggu kita disana.”

Tak menunggu perintah dua kali, seluruh siswa pun segera bergegas menuruti perintah sang ketua kelas. Mereka secara bergiliran keluar dari ruang ganti dengan menyisakan Kyuhyun dan Changmin yang masih mematung ditempat. Kyuhyun bahkan sama sekali tak mempedulikan tepukan Joon dibahunya ketika ia berpamitan keluar meninggalkannya terlebih dahulu.

Setelah memastikan hanya ada mereka berdua saja diruangan tersebut, Changmin tersenyum tipis sembari diam-diam memperhatikan Kyuhyun yang tak bergerak sedikitpun.

“Kenapa kau diam saja disitu, Kyunnie? Kau tak mau mengambil seragammu?” Tanya Changmin seraya menyodorkan seragam Kyuhyun pada pria manis yang berdiri beberapa meter dihadapannya.

Kyuhyun mengerjapakan matanya terkejut sebelum ia benar-benar fokus pada objek apa, serta siapa yang ia lihat.

Disana, ia dapat melihat tubuh jangkung Changmin berdiri menyamping menghadap padanya dengan bersandar pada loker. Namun, seketika mata bulatnya melotot ketika ia baru menyadari kondisi lelaki bermarga Shim itu. Lelaki dihadapannya itu kini hanya mengenakan celana pendek seragam olahraga tanpa menggunakan pakaian atasannya. Membuat tubuh bagian atasnya terekspos dengan memperlihatkan dada bidang serta perut berkotak enam berwarna kecoklatan miliknya yang entah kenapa membuat ia menelan ludahnya berat. Terlebih dengan rambut hitamnya yang tampak sedikit berantakan yang semakin membuat ia tampak mempesona dimata Kyuhyun.

Dan..tunggu! Panggilan macam apa tadi yang baru ia dengar? Kyunnie?

Kyuhyun refleks menundukan kepalanya. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang ia yakini memerah bersamaan dengan rasa panas yang semakin menjalar di kulit pucatnya. Sungguh, ia sama sekali tak memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan retoris pria yang mahir dalam fotografi tersebut. Jangankan untuk mengucapkan sesuatu, sekedar untuk menatap kearahnya saja ia tak sanggup.

Sementara Changmin, yang tak mendapati respon apapun dari Kyuhyun pun hanya menggelengkan kepalanya heran seraya tersenyum penuh arti.

“Ini..”

Sontak Kyuhyun mendongak ketika mendengar suara seseorang yang terdengar sangat dekat dengannya.

Dan benar saja. Shim Changmin kini telah berdiri tepat dihadapannya. Beruntung ketua kelas itu kini telah memakai pakaiannya secara lengkap. Jika tidak, dapat dipastikan Kyuhyun akan mimisan atau yang terburuk bahkan pingsan ditempat karena menahan malu dan gugup demi melihat tubuh topless Changmin dari jarak sedekat ini.

Lelaki manis itu menerima uluran tangan Changmin yang memberikan seragam miliknya. Ia merutuk dalam hati ketika ia melihat jika tangannya sendiri sedikit bergetar karena gugup.

Beberapa detik ia masih saja bergeming ditempat seperti orang linglung. Ia bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya untuk menyelamatkan diri dari rasa malu dn gugup yang tengah ia rasakan. Seketika ia mengingat Lee Joon yang meski kadang kala sangat menyebalkan, namun tak jarang ia dapat diandalkan pada situasi yang terdesak. Seperti saat ini misalnya.

“Kau mau aku menungguimu disini selagi kau berganti pakaian, atau…?”

Andwe!” Seru Kyuhyun memotong ucapan Changmin. Membuat pria dihadapannya sedikit berjengit karena terkejut. Dengan konyolnya, kini Kyuhyun bahkan memeluk diriya sendiri, menyilangkan kedua tangannya didadanya, persis seperti seorang calon korban tindakan asusila.

Changmin menggigit lidahnya sendiri berusaha menahan tawa melihat penolakan Kyuhyun. Terlebih saat ia melihat gesture dan ekspresi kepanikan pria bermata bulat nan besar layaknya puppy itu yang membuatnya semakin manis.

“Baiklah. Lekaslah ganti seragammu. Aku akan menunggumu diluar. Kita tidak ingin mendapat teguran dari Lee Seonsaengnim, bukan?” Tanyanya retoris sebelum ia membalikan tubuhnya dan melangkah keluar meninggalkan Kyuhyun yang tengah merutuki sendiri tingkah konyolnya yang membuat ia malu dihadapan Changmin.

“Memalukan..memalukan..memalukan!” Desis Kyuhyun merutuk sambil memukuli kepalanya sendiri.

***

Priiitt..!!

“Empat putaran lagi!” Seru Lee Seonsaengnim dari sudut gymnasium pada dua siswanya yang tengah berlari.

Changmin dan Kyuhun. Kedua siswa malang itulah yang baru saja menjadi objek seruan dari sang guru olahraga. Keduanya kini tengah berlari mengelilingi gymnasium dengan disaksikan oleh guru dan teman-temannya yang lain.

Bukan tanpa alasan hal tersebut terjadi. Seperti apa yang telah diucapkan oleh Changmin saat ia mengingatkan Kyuhyun tentang teguran dari Lee Seonsaengnim. Bahkan bisa dikatakan, kali ini lebih buruk dari yang ia perkirakan.

Mereka berdua kini diberi sanksi atas keterlambatan mereka dengan berlari mengelilingi gymnasium, yang tak dapat dikatakan sempit itu, sebanyak 10 kali dalam waktu 10 menit.

Sanksi tersebut tentu saja bukan menjadi perkara yang sulit bagi Changmin yang seorang atlet basket. Terbukti dengan postur tubuhnya yang tinggi menjulang yang hampir menyaingi tiang ring basketnya sendiri. Tak mengherankan jika diputaran ke-enamnya ini pun ia masih terlihat biasa saja.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Kyuhyun. Jika ditanya satu hal apa yang paling ia benci selama sejarah hidupnya, jawabannya adalah olahraga. Oh, ayolah. Ia lebih gemar menghabiskan waktunya dengan mengalahkan musuh-musuh virtualnya dalam dunia game dibanding dengan melakukan aktifitas melelahkan yang membuatnya berkeringat secara berlebih.

Kondisi Kyuhyun saat ini tentu saja sangat kontras dengan pria yang masih berlari disisinya kini. Meski dalam hati ia sedikit heran untuk apa Changmin memilih untuk menyamai laju larinya yang lambat meski ia dapat mendahuluinya dengan mudah.

Nafasnya kini mulai tersengal-sengal. Keringat terus mengucur dari tubuhnya yang agak berisi. Kepalanya pun terasa pening dan ringan, bahkan kedua kakinya pun mulai terasa pegal untuk sekedar melangkah.

Ia berhenti sejenak dengan menumpukan tangannya pada lututunya Mencoba menstabilkan nafasnya yang mulai tak beraturan..

“Kyuhyun-ssi, kau masih kuat?” Tanya Changmin khawatir saat melihat keadaan Kyuhyun yang kepayahan.

“Hhh…hhh..aku tidak..hhh.. apa-apa..”

Sorot kekhawatiran pun terlihat dari wajah Lee Joon yang berada ditengah barisan bersama teman-temannya yang lain. Ia paham betul dengan kondisi kesehatan Kyuhyun yang tak begitu baik. Pria manis yang telah bersahabat dengannya sejak taman kanak-kanak itu mengidap penyakit Pneumothorx. Karena itulah Kyuhyun sama sekali tak diijinkan oleh keluarganya untuk melakukan kegiatan melelahkan yang dapat memforsir tenaganya. Dan berlari tentu saja bukan termasuk kegiatan yang ringan, untuk Kyuhyun tentunya.

Joon baru saja akan menghampiri Lee Seonsaengnim untuk meminta keringanan hukuman Kyuhyun padanya ketika ia mendengar seruan panik dari arah lain yang membuatnya mengalihkan tubuhnya seketika itu juga.

“Astaga! KYUHYUN!”

Changmin Abs

To Be Continue..

Kembali hadir dengan update-an FF yang nyaris membusuk x_x

Oh ya, untuk sekedar informasi, fanfict ini terinspirasi dari hasil curhatan salah satu temenku yang tentunya setelah dia mengijinkan aku untuk membuat pengalaman pribadinya itu dalam bentuk fanfict (dan anehnya, dia malah seneng :3). Tapi, aku hanya mengambil pokok utama dari cerita dia aja. Selebihnya, untuk setting, alur dan kronologi kejadiannya murni dari hasil mengarangku.

Jadi ya..maaf-maaf kata kalau ceritanya mirip sama apa yang orang lain pernah alami. Karena tujuan utamaku semata-mata untuk menambah koleksi FF ChangKyu.

Fading the Darkness – Chapter 3

Fading the darkness Changkyu Khunkyu

Tittle       : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star   : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair         : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre     : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate        : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos Vampire dan Dhampir yang berkembang dalam masyarakat. Serta berdasarkan kisah fantasi Twilight untuk penggunaan beberapa istilah dan kemampuan tokoh. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya.

Warning : Typo(es), Don’t Like = Don’t Read.

Preview

…Namun, sepersekian detik kemudian, gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya.

*

         Wajah itu tampak pucat. Semakin pucat dengan raut wajahnya yang sayu karena kelelahan. Meskipun dengan kondisi tubuh seperti itu, ia dapat menangkap sorot kebencian yang terpancar saat mata merah yang semakin meredup itu bertemu pandang dengannya.

Tanpa sadar, ia menurunkan tangannya yang pada awalnya tengah menghunuskan katana.Perlahan ia pun melangkahkan kakinya, mencoba mendekati makhluk immortal yang berada tak jauh dari hadapannya.

Aaarrghh!”

Changmin tersentak kala ia mendengar jeritan menggema, membelah kesunyian malam yang mencekam. Itu suara Dongwoon. Pendengarannya dapat menangkap sumber suara yang berasal dari arah barat hutan, tempat Dongwoon memilih untuk berpencar dalam perburuanmereka malamini.

Beberapa detik iabergemingditempatnya. Belum berniat menuju suara jeritan Dongwoon. Ia masih saja terpaku, memperhatikan sosok sejenis berkulit pucat tersebut yang tengah bangkit secara perlahan. Ia dapat melihat kontur wajah makhluk yang berjarak tak lebih dari 10 meter dihadapannya dengan jelas. Tak dapat dipungkiri jika ia sedikit terpukau pada makhluk tersebut. Terlebih ketika wajah itu tertimpa sinar bulan melalui celah pepohonan yang membuatnya bak sesosok muse. Sama sekali tak bercela.

“Aarrgh!”

Changmin mengepalkan tangannya demi mendengar jeritan penuh kesakitan itu terdengar kembali. Perasaan khawatirnya akan sang adik mengalahkan rasa egonya yang menginginkan untuk tetap memperhatikan Vampire dihadapannya. Dalam sekejap mata, ia pun segera melesat kearah barat berusaha menyelamatkan Dongwoon. Firasatnya mengatakan jika sesuatu yang buruk telah terjadi pada saudaranya itu.

Namun, sebelum langkahnya benar-benar menjauh, ia masih sempat menoleh ke belakang. Retinanya menangkap refleksi makhluk yang sesekali terbatuk dengan tubuh yang terlihat limbung dan nyaris terjatuh. Tubuh kurus itu menjadikan pohon di depannya sebagai alat bantunya untuk berdiri.

Keraguan kembali menyelimuti hatinya. Langkahnya seperti terasa enggan meninggalkan tempat tersebut. Nalurinya memerintahkan ia untuk berbalikdan kembali mendekati makhluk berkulit pucat tersebut. Namun akal sehatnya berkehendak lain yangberujung pada mengabaikan kata hatinya dengan memilih untuk menyelamatkan saudaranya.

***

        Meskipun gelap, namun kondisi tersebut sama sekali tidak menyulitkan Changmin untuk menemukan keberadaan Dongwoon. Insting dan ketajaman indera yang dimiliki bangsanya membuat ia mampu mempertahankan diri dan beradaptasi dalam keadaan apapun.

“Dongwoon-ah!”

Changmin memekik ketika menangkap sesosok tubuh yang tengah tergeletak dan menggeliat kasar ditanah. Ia menghampiri Dongwoon dan meraih tubuh sang adik ke pangkuannya.

“Dongwoon-ah!” Changmin menggoncangkan tubuh yang masih menggeliat tersebut. Ia memeriksa tangan Dongwoon dan menemukan luka bekas gigitan berwarna hitam tercetak jelas di pergelangan tangannya. Ia menggeram penuh amarah ketika mengetahui jika Dongwoon baru saja digigit oleh Vampire dan menyalurkan racun kedalam tubuhnya.

“Arrgh! Ha..aargh! Pa..nass! Arrgh!” Tubuh Dongwoon bergetar hebat kala ia merasakan panas menjalar ke seluruh persendian tubuhnya. Organ tubuhnya terasa terbakar bersamaan dengan racun yang mengalir dalam darahnya.

Changmin merogoh saku dibalik zirah yang ia kenakan untuk mencari penawar racun yang selalu ia bawa dalam perburuan. Dengan sedikit panik, ia membuka botol yang tak lebih besar dari ukuran ibu jari itu dan meminumkannya pada Dongwoon.

“Buka mulutmu!”

Meskipun dalam masa transisinya, Dongwoon masih dapat mendengar suara Changmin dan menuruti perintah hyung-nya itu. Dengan susah payah ia meneguk cairan penawar tersebut. Rasa panas yang ia rasakan berangsur menurun ketika penawar yang ia minum telah mengalir ditubuhnya.

Namun, selanjutnya ia mengerang tertahan ketika rasa sakit yang lain terasa mencekiknya hingga ia memuntahkan cairan pekat berwarna hitam dari mulutnya.Selepas itu, tubuhnya melemas laluberangsur-angsur ia mulaikehilangan kesadarannya secara total.

***

“Terima kasih, Nickhun.”

Seseorang yang dipanggil Nickhun itupun menolehkan perhatiannya pada seseorang lain yang tengah duduk di tepi tempat tidur.

Heika..” Gumam Nickhun tak mengerti dengan ucapan terima kasih sang raja muda yang baru saja ia ucapkan.

Yoochun, sang Heika, tak menghiraukan keheranan kensei-nya. Pandangannya masih saja terpaku pada sosok adiknya yang masih tak sadarkan diri di pembaringan. Tatapannya tampak kosong meskipun arah pandangnya jelas tertuju pada sang adik.

“Terima kasih untuk pengabdian dan kesetiaanmu selama ini pada kami.” Ucapnya lirih.

Ia tahu jika sekedar ucapan terima kasih pun tak mampu untuk membalas semua pengabdian dan jasa sang kensei pada keluarganya. Sudah lebih dari 3 abad pasca penyerangan Vampire Hunter dan Dhampire yang membuat Ayah dan kerajaannya tumbang.

Dulunya, Nickhun merupakan kensei dan salah satu orang kepercayaan Ayahnya yang mengabdi pada Cho Kingdom bahkan sejak ia masih menjadi Vampire hijau. Dimasa lalu, Nickhun hanyalah seorang manusia biasa yang menjadi bagian dari pasukan perang khusus sebuah militer dalam perang Balkan. Ia yang kala itu tengah sekarat karena tertembak pihak lawan, ‘diselamatkan’ oleh Cho Nam Gil yang seorang Vampire dimana pada saat itu bertugas sebagai dokter di barak militer.

Sebagai balas budinya, ia yang pada saat itu baru berusia 20 tahun pun memutuskan untuk patuh dan menghormati Nam Gil, sosok yang telah ia anggap sebagai Ayahnya sendiri.

Meski ratusan tahun telah berlalu, namun kesetiaannya sama sekali tak berkurang hingga saat ini pun ia masih tetap menjadi bagian dari keluarga Cho. Hingga kerajaannya kini telah tumbuh dan berkembang sebagai generasi baru penerus Cho Kingdom dimasa lalu.

“..dan juga untukmu yang telah menyelamatkan adikku untuk yang kesekian kalinya.”

Kejadian penyelamatan Kyuhyun beberapa saat lalu bukanlah untuk pertama kalinya bagi Nickhun. Dimasa lalu, dengan sifat pembangkang Kyuhyun,sang pangeran itu pernah memasuki area terlarang pada wilayah perjanjian antara bangsa Vampire dan Werewolf. Membuat Kyuhyun yang pada saat itu hanya seorang diri, kemudian diserang dan ditawan oleh kawanan manusia serigala yang hingga atas perintah Yoochun, Nickhun beserta pasukannya datang membebaskan Kyuhyun dan meminta maaf pada tetua kawanan Werewolf atas kelancangan sang Pangeran.

Dan beberapa saat lalu, Nickhun melakukan hal serupa meskipun dalam situasi yang berbeda. Vampire rupawan tersebut kembali menyelamatkan Kyuhyun. Ia yang pada awalnya membiarkan Kyuhyun melampiaskan emosinya dengan lari dari istana atas teguran Yoochun pun memilih untuk segera menyusulnya bersama Luhan. Ia merasakam sesuatu yang tidak baik akan terjadi pada pangeran yang ia cintai.

Kekhawatirannya pun berwujud nyata saat ia mencium aroma makhluk dengan percampuran darah Manusia dan Vampire terjangkau dari indera penciumannya yang tajam. Terlebih saat ia mendapati keadaan Kyuhyun yang seperti siap dimusnahkan oleh sang Dhampir.

Sebelum itu, Ia yang memang mengetahui jika terdapat lebih dari satu Dhampir disekitar mereka pun memerintahkan Luhan untuk menyerang dan mengecoh salah seorang Dhampir yang berada di area barat. Sementara ia sendiri kearah timur dimana ia dapat merasakan aroma Kyuhyun dan Dhampir yang sangat ia kenali menguar.

Ia nyaris saja menyerang makhluk tinggi yang ada dihadapan Kyuhyun yang terlihat kehabisan energi ketika ia mendengar jerit penuh kesakitan terdengar dari arah barat.

Ia tahu jika Luhan telah berhasil menyelesaikan tugasnya.

“Sudah kewajiban saya untuk mengabdi pada kerajaan serta menjaga Kyuhyun-sama, heika.” Ucapnya seraya menundukan kepala sebagai rasa hormat.

Yoochun bangkit berdiri dan menatap Nickhun. Ia tersenyum bangga pada pria yang secara teknis, usianya lebih muda beberapa tahun darinya.

“Kau memang selalu dapat diandalkan, Nickhun.” Ucap Yoochun memanggil nama asli sang Kensei. Nickhun yang semenjak beberapa saat lalu menunduk pun mulai mengangkat wajahnya dan memandang lawan bicaranya yang kini tengah tersenyum hangat padanya. Pria yang berdiri dihadapannya kini bukan bertindak sebagai seorang Raja yang mesti ia hormati, melainkan menjelma menjadi sosok seorang sahabat yang saling menopang satu sama lain.

Hyung..”

“Ah, mungkin lebih baik aku kembali ke kamarku. Kau pasti ingin menunggu dan menemani Kyuhyun hingga ia siuman, bukan?” Tanyanya seraya menepuk bahu Nickhun dan tersenyum ambigu yang membuat si lawan bicara merasa bingung.

Nickhun masih sibuk menerka maksud dari senyuman Yoochun hingga ia tidak menyadari pria tersebut berlalu meninggalkan dirinya yang masih berdiri mematung.

“Oh, Nickhun.” Yoochun memanggil Nickhun ketika ia telah berada diambang pintu kamar Kyuhyun.

“Ya, hyung?”

“Setelah Kyuhyun siuman, jangan lupa beritahukan pada seluruh penghuni kastil untuk mempersiapkan upacara penyambutan kedatangan King Kingdom besok.” Pintanya sebelum sosoknya perlahan mengabur dari pandangan Nickhun yang belum sempat menjawab perintah Yoochun.

Sepeninggal Yoochun, pria bertubuh atletis itupun menumbukkan pandangannya pada sosok Kyuhyun yang masih belum sadar. Ia kemudian mendudukkan dirinya di tepi ranjang tempat Yoochun duduk beberapa saat lalu. Mata tajamnya tak pernah lepas memandang wajah Kyuhyun. Menatapi kontur wajahnya yang rupawan yang membuat ia jatuh hati pada junjungan dan adik angkatnya sendiri.

*

“Ayaaahh~”

Rombongan pria berjubah hitam yang baru saja menginjakan kakinya dibalai kastil pun tersenyum ketika mereka dikejutkan dengan suara nyaring yang menyambut mereka. Tak terkecuali salah seorang pria yang berada paling depan dirombongan tersebut.

Pria tersebut pun segera menyongsong bocah kecil yang baru saja memanggil dan berlari kearahnya. Menggendong dan memeluknya dengan erat.

“Ayah kenapa lama sekali pulangnya?” Tanya bocah tersebut dengan mimik kesal yang terlihat sangat menggemaskan. Membuat Nam Gil, sang Ayah mencium pipi putranya dengan gemas.

“Maafkan Ayah. Ayah janji tidak akan meninggalkanmu lagi selama ini.” Nam Gil mencoba menjelaskan pada Kyuhyun, putra bungsunya. Bukan tanpa alasan ia harus rela meninggalkan keluarga dan kastilnya selama lebih dari 3 bulan. Waktu yang cukup lama baginya dan rombongannya habiskan hanya untuk sekedar ‘berburu’ dan melakukan pertemuan dengan King Kingdom.

“Kau merindukan Ayah, nak?” Nam Gil menatap wajah Kyuhyun lekat.

“Nng.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya, “tapi sayangnya aku lebih merindukan Nickhun hyung, Ayah.” Jawab Kyuhyun polos seraya melongokkan kepalanya dari sisi bahu sang Ayah untuk mencuri pandang kearah seseorang.

Pemuda yang baru saja disebut namanya oleh sang Pangeran pun mendongakan kepalanya. Tersenyum ketika arah pandangnya bertemu dengan Kyuhyun yang juga menatapnya.

Tak lama kemudian, Kyuhyun pun segera meronta turun dari gendongan sang Ayah dan berlari memeluk kedua kaki Nickhun yang jauh lebih tinggi darinya. Nickhun yang mendapat perlakuan tersebut terenyum dan mengangguk sekilas pada Nam Gil layaknya meminta izin yang dibalas hal serupa oleh Raja Cho tersebut sebelum ia berlalu masuk meninggalkan putra dan kensei-nya.

Nickhun pun berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Kyuhyun yang segera disambut dengan pelukan erat dari Vampire kecil dihadapannya.

“Aku merindukanmu, Hyung. Hehe..” Kekeh Kyuhyun seraya memeluk erat leher pemuda kepercayaan Ayahnya.

Hati Nickhun berdesir kala ia merasakan tubuh kecil Kyuhyun dalam dekapannya. Perasaan abstrak yang serupa tiap kali ia berdekatan ataupun melakukan kontak fisik dengan Kyuhyun. Terlebih ketika ia mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan sang Pangeran dengan kekehan polosnya.

“Saya juga merindukan anda, Kyuhyun-sama.” Jawab Nickhun membelai punggung Kyuhyun yang berada dalam rengkuhannya.

“Kau tahu, hyung?” Sontak Kyuhyun melepaskan diri dari pelukan Nickhun, “Selama kau pergi dengan Ayah, aku tidak memiliki teman disini. Yoochun hyung terlalu sibuk dengan pasukan berperangnya. Aku bermain sendiri, makan sendiri, belajar di perpustakaan sendiri dan latihan pun juga sendirian. Menyebalkan.” Ia merajuk dengan ekspresi sebal.

Nickhun berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Kyuhyun. Menahan diri untuk tidak mencium bibir tipis yang tengah mengerucut lucu dihadapannya. Ia tak menyangka jika kepergiannya selama ini membuat Kyuhyun merasa tak senang yang berakhir dengan rajukan putra bungsu sang Raja. Kebiasaannya yang selalu mendampingi kegiatan Kyuhyun sehari-hari lah yang membuat ia menjadi dekat dan ketergantungan padanya. Kesempatan yang sangat ia syukuri karena dengan kebiasaannya tersebut membuat ia selalu dekat dan merasa dibutuhkan oleh Kyuhyun.

“Maafkan saya, Kyuhyun-sama. Sebagai permintaan maaf, saya berjanji akan menuruti apapun permintaan anda.”

Manik mata Kyuhyun berkilat demi mendengar janji Nickhun yang terdengar sangat menguntungkan baginya, “Sungguh?” tanyanya meyakinkan yang dibalas anggukkan Nickhun.

“Karena kau seorang kensei yang kuat, berjanjilah padaku untuk selalu melindungi kami semua. Aku, Ayah, Yoochun hyung dan semua yang ada dalam Cho Kingdom.”

*

“Pergi dari hadapanku!”

“Kyuhyun-sama..”

“Pergi! Karena kaulah yang membawa kami pergi dari kerajaan sehingga aku dan Yoochun hyung tidak bisa membantu Ayah untuk berperang! Karena kau lah Ayah terbunuh oleh makhluk setengah Vampire yang menyerang kerajaanku!”

“….”

“Aku tak mau melihat wajah seorang pengkhianat sepertimu!”

 

***

    Changmin menggeliatkan tubuhnya guna merelaksasikan persendiannya. Duduk dan berdiam diri didepan komputer selama lebih dari 5 jam membuat tubuhnya terasa kaku. Jika bukan karena tesisnya yang terbengkalai selama ini, mungkin ia akan memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat letih.

Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat duduk. Menghela nafasnya sebelum ia memejamkan mata.

*

…Ia yang kala itu tengah berburu dengan Dongwon yang tengah berpencar dengannya tiba-tiba mencium sebuah aroma yang tak lagi asing baginya. Aroma tersebut adalah aroma yang sama dengan aroma yang ia temui di tepi sungai beberapa waktu lalu.

Menuruti instingnya, ia pun berlari. Melesat menuju arah aroma demi tidak ingin mangsanya lolos unuk yang kesekian kalinya. Dan seringaiannya muncul ketika ia melihat sesosok tubuh yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri.

Adrenalinnya terasa melonjak naik ketika mata bulatnya menangkap sesosok tubuh yang tergeletak diantara reruntuhan pohon. Salah satu tangannya telah menggenggam Katana peraknya yang bersiap menghunus si Vampire yang tergeletak.

Namun, sepersekian detik berikutnya, gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya yang ditimpa sinar bulan. Nafasnya tercekat. Darahnya terasa mengalir deras dengan dipompa oleh jantungnya yang berdetak keras.

Beberapa detik ia bergeming ditempat demi pandangan matanya yang bertemu dengan bola mata sewarna merah gelap itu. Bola mata yang seolah menariknya ke dimensi lain. Dimensi dimana ia melihat cahaya yang begitu terang. Cahaya yang menariknya dari kegelapan yang selama ini meligkupi diri dan kehidupannya.

*

Kelopak mata Changmin terbuka ketika ia merasakan bahunya disentuh pelan oleh seseorang.

“Aku pikir kau tertidur.”

Pria tinggi itu menggeleng pelan menanggapi pertanyaan seseorang yang kini berdiri disisinya.

“Bagaimana keadaan Dongwoon, hyung?”

Donghae membaringkan tubuhnya dipinggiran tempat tidur Changmin, “Dia masih tertidur. Kurasa dia masih lemas karena efek penawar yang kau berikan.”

Changmin menegakan posisi duduknya kembali tanpa berniat menanggapi jawaban pria yang lebih tua beberapa tahun darinya. Ia memilih menyibukan perhatiannya pada layar komputer yang tengah menampilkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

“Dasar ceroboh. Bagaimana bisa ia tak sadar saat silver bracelet-nya hilang? Tsk.” Donghae mendecih mengolok adiknya yang masih tertidur dikamarnya. Pasalnya, karena kecerobohannya yang tidak sadar saat ‘gelang pelindung’-nya hilang itulah nyawanya nyaris melayang. Beruntung Changmin segera datang dan memberikannya penawar.

Changmin masih saja terdiam beberapa saat sebelum ia memecah keheningan dengan memanggil Donghae.

Hyung..”

“Ya?”

“Apa yang kau rasakan saat kau bertemu dengan Eunhyuk hyung?”

“Apa?!” Doghae terkejut dengan pertanyaan aneh dari sahabatnya. Ia bahkan sampai terlonjak dan mendudukkan tubuhnya karena terkejut. Tidak biasanya ia menanyakan Eunhyuk, kekasihnya. Changmin bukanlah tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Terlebih yang menyangkut dengan kehidupan pribadi.

“Eunhyuk…Glad-mu.” Ucap Changmin memperjelas maksud pertanyaannya. Meskipun begitu, ia sama sekali tak mengubah posisi tubuhnya yang duduk membelakangi Donghae.

“Hey! Kenapa kau tiba-tiba bertanya hal itu Changmin-ah? Apa kau sudah bertemu dengan Glad-mu? Siapa dia? Apa dia seorang manusia seperti Eunhyuk? Atau makhluk seperti kita juga?” berondong Donghae yang langsung menghampiri Changmin dan duduk di sudut meja belajar.

“Kau hanya perlu menjawab satu pertanyaanku saja, hyung.” Changmin menjawab dengan menekankan intonasinya pada kata ‘satu’.

Donghae memutar bola matanya malas mendengar kalimat sarkatik tersebut.

“Tapi kau harus menjawab pertanyaanku tadi jika aku telah menjawab pertanyaanmu. Deal?”

“Hhm.”

‘Dinginnya..’ Donghae membatin. Namun tak urung ia pun menjawab pertanyaan Changmin tentang Glad.

“Aku bertemu Eunhyuk ketika aku mengantarkan Bibi Goo ke Rumah sakit untuk medical check up-nya. Saat itu aku berpapasan dengannya yang sedang mendorong kursi roda milik adiknya yang baru saja kecelakaan. Kau tahu? Ketika aku melihatnya, jantungku terasa berdetak sangat kencang..” Donghae meletakkan tangannya pada bagian dadanya, bersikap seolah tengah merasakan detakan jantungnya ketika ia bertemu sang Glad.

“..darahku terasa mengalir deras hingga membuat tubuhku terasa kebas seperti tak memijak bumi. Sorot matanya membuat jiwaku seperti tertarik dalam dimensi lain yang penuh dengan cahaya yang membuatku terasa enggan untuk kembali dalam kegelapan yang seolah menyendera kita selama ini. Dan yang terpenting ialah, muncul perasaan untuk memuja, melindungi, memiliki, dan memenjarakannya untuk diri kita sendiri..”

Donghae terus saja menceritakan apa yang ia rasakan ketika ia bertemu sang Glad tanpa memperhatikan jika kalimat-kalimatnya itu menimbulkan reaksi ekstrem bagi sang lawan bicara. Tubuh Changmin kini menegang dengan kedua tangannya yang mengepal erat. Mouse dalam genggaman tangannya kini bahkan telah remuk.

‘Perasaan itu..’

changmin beforeu go cap

To be Continue..

Long time no see..

Setelah sekian lama akhirnya bisa update sesuatu juga. Maaf untuk update-an yang superrr lama sampai menjamur T_T

 

Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 2

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

CHAPTER 2

“Kau selalu terlambat. Ayo cepat bangun, nanti sarapanmu dingin.”

Siwon bangun dengan enggan namun ia bahagia. Bahagia karena ia bisa melihat wajah itu kala ia membuka matanya. Langkah kakinya dipercepat agar bisa menyusul tepat di belakang sang kekasih dan.. hap! Ia segera melingkarkan kedua tangannya ke sekeliling tubuh yang lebih kecil darinya itu.

Hidung Siwon menyusuri leher hingga pundak lelaki itu seraya mengendusnya dalam-dalam. Ia selalu wangi, selalu mampu membuat Siwon tergila-gila bahkan di hari mendung sekali pun.

“Berhenti menggodaku. Kau harus segera bersiap. Bukankah hari ini ada rapat penting?”

Siwon tersenyum lebar. “Benar. Tapi sebelum aku pergi bekerja, sebelum aku menyentuh sarapanku, aku ingin sebuah ciuman.”

Efek luar biasa yang ditimbulkan oleh Siwon. Lelaki di depannya tersenyum malu dengan semburat merah muda menghiasi kedua pipinya. Siwon mendekatkan kedua wajah mereka. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan..

Siwon membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya. Ternyata matahari sudah muncul sedari tadi. Peluh membasahi tubuhnya walau pun pendingin ruangan di kamarnya menyala dengan suhu tinggi. Ia menyadari bahwa lagi-lagi ia memimpikan Kyuhyun. Selalu seperti itu. Bagaimana bisa ia mengusir Kyuhyun dari mimpinya? Ini terlalu menyakitkan.

Dering ponselnya menyadarkannya sesaat. Nama Tan Hangeng tertera di layar sentuh itu. Tanpa pikir panjang, Siwon segera menjawab.

“Siwon, apa kau sudah bangun?” Tanya Hangeng dari seberang.

“Tentu saja sudah. Ada apa? Ada yang bisa kubantu?”

Hangeng terdengar agak ragu di seberang sana. Namun akhirnya ia bicara setelah beberapa detik.

“Apa kau punya kegiatan lain hari ini?”

Ini adalah hari minggu. Di hari libur seperti ini biasanya Siwon selalu menghabiskan waktunya di apartemennya. Melakukan semua yang bisa ia lakukan seperti menonton dvd, memasak menu-menu baru atau membersihkan apartemennya sendiri. Ia menolak untuk keluar karena enam hari bekerja membuatnya cukup lelah hingga di hari minggu seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya sendiri.

“Tidak ada. Kau tahu aku kan, aku tidak pernah keluar di hari libur seperti ini.” Jawab Siwon.

“Hm.. Bolehkah aku meminta bantuanmu?” kembali Hangeng bertanya tapi kini terdengar semakin ragu.

“Hey ayolah, kau adalah temanku. Selama aku bisa membantu, sudah pasti akan kulakukan. Apa yang bisa kubantu?”

“Hari ini aku dan Zhoumi harus menghadiri rapat dengan beberapa klien dari Hongkong. Padahal aku sudah berjanji akan menonton dvd bersama Kui Xian sejak minggu lalu. Bisa kau bayangkan betapa kecewanya dia begitu mendengar hal ini. Tapi ia cukup keras kepala, ia tidak masalah jika menontonnya bersama orang lain, yang jelas ia ingin ditemani. Ia tidak mau menonton sendiri.”

Perasaan Siwon mendadak tidak karuan. Ia takut kalau-kalau Hangeng memintanya untuk menemani Kui Xian menonton dvd-nya.

Kemudian Hangeng melanjutkan. “Aku tidak bingung seperti ini jika saja Henry ada di Seoul tapi semalam ia harus kembali ke Beijing karena ada anggota keluarganya yang sakit. Donghae ada kencan dengan Eunhyuk dan.. Kau tahu, aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Untuk itu, aku ingin meminta bantuanmu untuk menemaninya menonton dvd itu.”

Dugaan Siwon benar. Dan kini ia sedikit menyesal ketika mengatakan bahwa ia tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Ia mau saja membantu Hangeng, kalau saja hal itu tidak ada hubungannya dengan Kui Xian.

“Siwon.. Kau masih di situ?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku akan membantumu. Tidak masalah buatku. Aku juga suka menonton film jadi kupikir tidak ada salahnya. Lagipula ini hari libur bukan?”

“Ah.. Aku lega sekali. Baiklah, sejam lagi aku akan mengantarnya ke apartemenmu. Setelah aku selesai, aku akan segera menjemputnya.” Suara Hangeng terdengar sangat gembira di seberang sana, sangat kontras dengan suasana hati Siwon saat ini.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap. Mungkin aku bisa membuatkan kue coklat sederhana untuk kekasih sahabatku ini.” Kata Siwon yang berusaha keras terdengar sama cerianya dengan Hangeng.

“Kue cokelat? Dia suka sekali dengan kue cokelat. Aku benar-benar telah manjatuhkan pilihan yang benar. Walaupun aku akan meninggalkannya seharian, tapi aku yakin ia tidak akan merasa bosan karena ditemani oleh pria baik seperti kau. Terima kasih.”

That’s what friends are for, right?

Setelah sedikit berbasa-basi, keduanya memutuskan hubungan telepon. Siwon masih memandang ponselnya dengan hati gundah.

Satu lagi kemiripan mereka : sama-sama menyukai kue cokelat.’ Pikir Siwon.

Kadang ia berpikir, dengan kemiripan-kemiripan Kyuhyun dan Kui Xian, apa ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang yang sama? Tapi mengapa Kyuhyun tidak mengenalinya sama sekali?

*

            Siwon melirik lelaki pucat yang duduk tenang seraya menikmati kue cokelat buatannya itu sesekali. Matanya masih senantiasa terpaku pada televisi yang menyajikan adegan-adegan dari dvd yang dibawanya. Sesekali ia menghela nafas, sesekali tertawa, bahkan kadang ia bahkan marah-marah sendiri. Tergantung dari adegan yang tersaji di depannya.

Tidak ada perbedaan sedikit pun. Segalanya tampak sama, kecuali nama dan warna rambut mereka. Bahkan suara mereka pun nyaris sama jika saja Kui Xian mengeluarkan suara manja yang selalu dilakukan Kyuhyun. Kui Xian terlihat lebih dewasa, dari caranya bicara dan bergerak. Tidak seperti Kyuhyun yang kekanakan dan menggemaskan.

Berhentilah menatap kekasih sahabatmu.’ Bisik Siwon dalam hati.

“Ah.. Selesai.. Uh, film ini seru sekali. Bagaimana menurutmu, Siwon-ssi?”

Siwon segera tersadar dari pikiran-pikirannya. Dengan senyum jengah ia menjawab. “Kupikir juga begitu..”

Bagaimana mungkin aku tahu jika selama menonton yang kulihat hanya dirimu?’ katanya dalam hati lagi.

“Dimana Kibum-ssi? Aku tidak melihatnya.” Tanya Kui Xian lagi.

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Eh? Tentu saja di kamarnya. Kenapa?”

Kui Xian menggeleng. “Tidak apa-apa. Bukankah beberapa waktu lalu kau sudah menyatakan bahwa kau akan memberinya kesempatan? Jadi kupikir, di hari yang cerah seperti ini, kenapa tidak kau gunakan untuk berkencan?”

“Itu..” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku belum bicara atau pun bertemu dengannya setelah hari itu. Kami sama-sama sibuk, jadi.. Lagi pula, bukankah hal seperti ini tidak perlu buru-buru.. Maksudku..”

“Ya..ya..ya.. Aku mengerti. Mengapa kau tampak gelisah seperti itu? Bukankah aku hanya bertanya?” balas Kui Xian seraya mendecak.

Lelaki itu lalu berdiri dan berjalan-jalan pelan ke sekeliling ruangan. Matanya mengagumi isi apartemen mewah itu. Sesekali ia menunjuk beberapa benda dan Siwon dengan sigap menjelaskan layaknya seorang kurator di museum seni.

“Huaaaa… Kau punya banyak koleksi wine..!!!!” seru Kui Xian gembira.

Kening Siwon mengernyit bingung. “Kau juga suka wine?”

“Tentu saja! Siapa yang tidak menyukainya? Lihatlah, kau bahkan punya yang berumur beberapa puluh tahun!” pekiknya lagi.

Bagaimana mungkin? Mengapa ia juga menyukai wine seperti Kyuhyun? Oh Tuhan.. Apa yang sebenarnya tengah kuhadapi saat ini?’ pikir Siwon bingung.

Siwon menatap Kui Xian yang tengah memunggunginya dan mengagumi botol-botol wine yang berjejer di rak kaca dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

“Kui Xian-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon memberanikan diri.

Kui Xian berbalik setelah meletakkan botol yang dipegangnya ke rak kaca. “Tentu saja.”

“Berapa umurmu?”

“Aku? Dua puluh tujuh.”

Umur mereka sama.

“Dan.. Tanggal lahirmu?”

“2 february 1988.”

Beda sehari.

“Apa kau.. Benar-benar warga asli Cina? Maksudku, tidak ada campuran dari Negara lain atau..”

Kui Xian tersenyum. “Tentu saja. Haruskah aku memperlihatkan akte kelahiranku kepadamu?”

Kebetulan yang sangat aneh..

*

            “Dia bukan Kyuhyun. Dan kau tahu itu.”

“Aku tahu, tapi.. Terlalu banyak kesamaan yang ada pada diri mereka, membuatku nyaris mengira mungkin saja Kui Xian yang aku hadapi kini adalah Kyuhyun sendiri.” Kata Siwon bersikeras.

Donghae menghela nafas berat. “Kau masuk terlalu jauh, kawan. Ingat, dia adalah tunangan sahabatmu sendiri. Jangan membuat masalah sama sekali. Kau tidak ingin Hangeng mengetahui semua ini dan justru menyalahkanmu, bukan?”

Siwon menggeleng. “Bukan kau, yang selama ini tinggal bersamanya. Jadi begitu ada seseorang yang mirip dengannya, kau tidak akan tahu hal itu.”

Kembali Donghae menghela nafas berat. Ia sudah bersahabat dengan Siwon cukup lama untuk mengetahui seberapa keras kepalanya lelaki itu jika menyangkut hal-hal tertentu, terutama yang diyakininya.

Hanya saja, Donghae tidak yakin kalau perspektif Siwon kali ini ada benarnya, walaupun semua kemungkinan itu ada. Ia hanya tidak ingin Siwon masuk terlalu jauh dan akhirnya kembali terluka seperti dulu. Untuk menjadi Siwon yang seperti sekarang saja sudah cukup sulit, ia tidak mau sahabatnya itu kembali terpuruk dengan kasus yang serupa.

“Siwon.. Dengarkan aku..”

“Tidak! Kau yang harus mendengarkan aku. Mereka punya wajah dan tubuh yang serupa. Mereka lahir di tahun yang sama, kecuali tanggal lahir mereka yang berbeda. Hanya berbeda sehari. Apa hal ini tidak membuktikan adanya kesamaan yang janggal diantara mereka?” Siwon bersikeras.

Donghae tidak menjawab. Bukan karena ia berpikiran yang sama tetapi ia lelah menghadapi Siwon yang telah mengatakan hal yang sama berulang-ulang di sepanjang minggu itu. Membuatnya cukup gerah.

Siwon masih terus mengatakan hal yang sama selama beberapa menit ke depan hingga akhirnya Donghae mengangkat tangannya, menarik perhatian Siwon hingga lelaki itu berhenti bergumam pada dirinya sendiri.

“Apakah dia Kyuhyun yang selama ini kau cari atau bukan, kenyataannya dia adalah milik Hangeng saat ini. Ingat itu.”

Donghae berjalan ke luar apartemen Siwon setelah menepuk pelan pundak sahabatnya yang seakan tersadar dengan kenyataan paling pahit di hidupnya. Kui Xian memang milik Hangeng.

*

            Satu pertemuan berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Semakin Siwon mencoba menghindari Kui Xian, semakin sering ia harus dihadapkan dengan berbagai permintaan lelaki itu. Mulai dari menemaninya mencari buku, berbelanja bahan makanan, hingga mencari pakaian, baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk Hangeng.

Siwon sama sekali tidak keberatan andai saja Kui Xian bukan milik Hangeng yang wajahnya serupa dengan kekasihnya yang hilang. Karena semakin dirinya mencoba meyakinkan dirinya sendiri, maka semakin kuat pula semua pikiran-pikiran aneh yang terlintas di benaknya.

Siwon sudah mencoba mengelak. Bukan sekali, namun berkali-kali. Namun menolak Kui Xian bukanlah perkara mudah. Ia selalu membalas penolakan Siwon dengan kata-kata yang sama :

Donghae-ssi sudah punya Eunhyuk-ssi. Henry sibuk dengan Zhoumi gege, dan Ryeowook-ssi sudah pasti menikmati masa-masa pernikahannya dengan Yesung-ssi. Mana mungkin aku mengganggu mereka? Hangeng-ge juga sangat sibuk. Dan kau tidak punya kekasih jadi aku meminta bantuanmu. Aku akan berhenti kalau kau benar-benar memantapkan pilihanmu pada Kibum-ssi.

 

Terkadang Siwon beranggapan kalau Kui Xian mungkin dibayar oleh Kibum untuk mempromosikan dirinya kepada Siwon. Tapi hingga detik ini ia sendiri tidak pernah menangkap gelagat aneh dari tetangganya itu kalau-kalau ia benar-benar menyukai dirinya.

Tapi kadang Siwon berpikir kalau Kui Xian terlalu memaksakan dirinya untuk berpacaran dengan Kibum. Untuk apa? Apa untungnya untuk lelaki itu?

“Melamun lagi?”

Siwon merasakan tepukan halus di lengannya dan segera tersadar dari pikiran-pikiran yang menguasainya belakangan ini. Ia tersenyum jengah kepada Hangeng yang masih meletakkan telapak tangannya di lengan Siwon.

“Maaf..”

Tidak seharusnya ia melamun pada saat ia, Hangeng dan Zhoumi akan sedang mengadakan rapat kecil mengenai pekerjaan mereka. Walau rapat itu bersifat informal, tetap saja ia seharusnya berkonsentrasi.

Zhoumi menyipitkan matanya. “Kau sering melamun akhir-akhir ini. Ada apa, Siwon? Apa ada masalah?”

Siwon menggeleng. “Aku hanya sedang memikirkan beberapa hal. Tapi bukan sesuatu yang penting. Jangan khawatir.”

“Oh ya, Siwon, terima kasih atas bantuanmu akhir-akhir ini.”

Siwon memiringkan kepalanya. “Bantuan apa?”

Hangeng tersenyum. “Kui Xian banyak bercerita mengenai hari-harinya yang menyebalkan karena ditinggal oleh orang-orang terdekatnya. Untung saja kau mau meluangkan waktu untuk menemaninya. Terima kasih.”

“Oh itu.. Aku hanya menemaninya jika memang aku sedang tidak ada pekerjaan. Bukan sesuatu yang besar. Tidak perlu berterima kasih.” Jawab Siwon dengan senyum palsunya. Padalah dalam hati ia enggan sekali menemani lelaki itu. Hanya menambah luka.

“Kau tahu.. Ia tidak terlalu bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi melihat perkembangan hubungan kalian yang dengan cepat bisa menjadi teman, membuatku lega. Setidaknya ia berteman dengan orang-orang yang kukenal dengana baik di sini.” kata Hangeng lagi.

Kembali Siwon tersenyum simpul. Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya. “Hangeng-ssi, di mana kau bertemu Kui Xian sebelumnya?”

“Apa aku belum pernah menjelaskannya?” Hangeng balik bertanya. “Kurasa sudah.” Ia tertawa kecil lalu melanjutkan. “Seperti yang kau tahu, ia adalah sahabat Henry sejak di junior high school. Aku sudah sering bertemu dengannya, tapi aku baru benar-benar membuka mataku beberapa tahun lalu. Tapi kemudian ia pindah ke Taiwan, ke tempat pamannya. Membuatku patah hati saat itu. Tapi ia rajin mengirim kabar kepada aku dan Henry.”

Hangeng menyesap kopinya sedikit lalu kembali melanjutkan kata-katanya. “Kami baru bertemu lagi tiga tahun yang lalu kemudian menjalin hubungan. Saat itu aku memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi. Aku langsung memacarinya. Setahun kemudian aku melamarnya menjadi tunanganku.”

Siwon mengernyit. “Tiga tahun yang lalu?”

Bukan Hangeng yang menjawab melainkan Zhoumi. “Benar. Karena saat itu aku bertemu Henry. Saat Hangeng menceritakan kepadaku mengenai Kui Xian. Saat itu aku masih baru bergabung di perusahaan ini dan kami berdua langsung akrab. Hari itu aku menumpang di mobil Hangeng karena mobilku rusak. Tapi ia mengatakan akan menjemput adiknya dulu. Di sana lah aku bertemu Henry dan Hangeng bertemu Kui Xian lagi. Selanjutnya kau bisa menebak sendiri jalan ceritanya, kan?”

“Apa Kui Xian baru kembali dari Taiwan saat itu?” tanya Siwon lagi. Ia semakin penasaran. Pasalnya Kyuhyun menghilang juga dua tahun yang lalu.

“Benar. Pamannya meninggal di Taiwan jadi ia memutuskan untuk kembali ke Beijing. Ia tampak cukup terluka saat itu. Tapi ia tetap tampan seperti biasa.” Jelas Hangeng.

“Apa.. Ini kali pertama Kui Xian menginjakkan kaki di Seoul?” tanya Siwon lagi. Ia tidak akan menyerah di sini.

Hangeng menggeleng. “Kui Xian pernah tinggal di sini selama beberapa bulan. Ia pernah mengikuti kursus bahasa Korea di Taiwan dan memutuskan untuk pergi ke Seoul untuk memantapkan bahasa Korea-nya.”

Jantung Siwon berdegup kencang kini. “Benarkah? Kapan tepatnya?”

“Entahlah.. Tiga tahun lalu? Empat tahun lalu? Aku tidak ingat kapan persisnya.”

Ada kesenangan tidak wajar dalam diri Siwon kini. “Ia pernah tinggal di sini?”

Hangeng dan Zhoumi saling berpandangan lalu mengangguk bersamaan. Namun Zhoumi yang menjawab pertanyaan itu.

“Ia tinggal selama setahun. Ah tidak, lebih dari setahun. Dan kau bisa lihat bahasa Korea nya kini, tanpa cela bukan?”

Setahun? Ia dan Kyuhyun menjalin hubungan selama setahun. Ya, hanya setahun namun semua terasa begitu indah. Ia bahkan tidak akan berpikir dua kali ketika ingin menikahi Kyuhyun. Tapi sayang, rencana Siwon gagal karena Kyuhyun tiba-tiba menghilang.

“Apa.. Ia pernah menjalin hubungan dengan lelaki asal Korea di sini?” tanya Siwon penuh harap. Seandainya Hangeng menjawab ‘iya’, artinya Siwon punya kesempatan untuk mencurigai Kui Xian sebagai Kyuhyun. Ia hanya perlu memikirkan mengapa Kyuhyun tidak mengenalnya saat bertemu.

“Seingatku tidak. Itu pun kalau Henry tidak berbohong kepadaku. Kau tahu, biasanya seorang adik menyembunyikan hal-hal tertentu kepada kakaknya, bukan?” Jawab Hangeng seraya mengangkat bahunya.

“Henry?”

Hangeng tertawa kini. “Tentu saja. Ia datang kemari dan tinggal bersama Henry. Itulah sebabnya mengapa bahasa Korea keduanya sangat bagus.”

“Aku tidak mengerti.” Kata Siwon dengan bingung.

“Mereka mengikuti kursus bahasa Korea di tempat berbeda. Henry belajar di Beijing sedangkan Kui Xian belajar di Taiwan. Mereka lalu sepakat untuk memperdalam bahasa itu dengan datang dan tinggal bersama di Seoul.” Jawab Zhoumi.

“Jadi.. Kui Xian dulu memang tinggal di Seoul.. Bersama Henry?”

Zhoumi dan Hangeng mengangguk mantap.

*

            “Aku benar-benar bersemangat ketika kau menelepon tadi, Siwon-ssi. Tidak biasanya kau mengajakku keluar. Biasanya aku lah yang merengek kepadamu.” Kata Kui Xian. Wajahnya tampak berseri-seri karena akhirnya Siwon mengajaknya bertemu duluan.

Kui Xian bahkan diberi kebebasan memilih restaurant yang tempat mereka akan makan siang. Dan pilihan Kui Xian jatuh pada restaurant cina favoritnya. Alasannya selalu sama, ia rindu kampung halamannya. Jika berada di sana, ia serasa pulang ke rumah.

Dan Siwon lega karena akhirnya ia menemukan satu lagi kesamaan Kyuhyun dan Kui Xian. Restaurant ini. Kyuhyun juga sangat menyukainya, namun dengan alasan yang berbeda dengan milik Kui Xian. Bagi Kyuhyun, restaurant ini memiliki cita rasa khas yang tinggi dibandingkan dengan restaurant lain.

“Hari ini aku sedang tidak ingin makan sendiri. Aku tadinya hendak mengajak Donghae. Tapi ternyata ia ada sedikit urusan jadi aku mengajakmu.” Ujar Siwon berbohong.

Kui Xian pura-pura cemberut. “Jadi aku hanya cadangan, begitu?”

Siwon tertawa. “Bukan begitu. Kupikir akan menyenangkan jika makan siang denganmu.”

Kui Xian mengangguk perlahan dengan senyum tertahan, menerima alasan Siwon yang cukup masuk akal itu.

Mereka memesan beberapa hidangan favorit di restaurant itu. Keduanya banyak bercerita tentang banyak hal. Hingga Siwon akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan serangan yang tadinya sengaja disimpannya.

“Jadi, Kui Xian-ssi, menurut Hangeng-ssi, kau pernah tinggal di Seoul sebelumnya?”

Kui Xian mengangguk. “Benar. Aku pernah tinggal di sini. Untuk memperdalam bahasa Korea ku. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan bahasa Koreamu yang sangat lancar. Ternyata kau memang pernah tinggal di sini.”

Kembali Kui Xian mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia sibuk melahap dessert-nya, tanpa sadar bahwa Siwon tengah menatapnya dalam-dalam.

“Lalu.. Selama tinggal di Seoul dahulu, apa kau.. pernah memiliki kekasih?” tanya Siwon lagi, masih menatap Kyuhyun dalam-dalam. Enggan melepaskan tatapannya barang sedetik saja. Namun begitu Kui Xian mengangkat wajahnya dari piring di depannya, ia mengarahkan pandangannya ke gelasnya, berpura-pura mengaduk juice-nya dengan sedotan.

“Hmmmmm… Bagaimana kalau kau menebak? Akan lebih seru dari pada langsung mengatakan jawabannya kan?”

Siwon mengangguk lalu menimbang-nimbang sebentar. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab. “Jawabanku.. ya. Kau pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain di sini.”

Setelah menjawab dengan yakin, Siwon berusaha keras tetap terlihat tenang. Tapi hatinya justru bereaksi sebaliknya. Jantungnya berdetak keras, menunggu apa tanggapan Kui Xian mengenai jawabannya tadi.

Dan Kui Xian entah memang berniat untuk berlama-lama mengungkapkan kebenarannya, atau memang ia tidak menyadari kata-kata lelaki di depannya, Siwon sendiri tidak tahu pasti. Yang jelas Kui Xian masih sibuk dengan dessert-nya.

Setelah Kui Xian menyelesaikan dessert-nya, ia lalu menenggak isi gelasnya hingga habis. Setelah itu baru lah ia menatap Siwon dengan senyum kecil yang sulit diartikan.

“Tebakanmu benar.. Siwon-ssi, sungguh, aku tidak mengerti. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau mungkin kita mempunyai teman yang sama? Mengapa tampaknya kau tahu banyak mengenai aku?”

Siwon terkesiap.

*

HanWonKyu

To be continued..

Lovely Day

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Jung Yunho, etc.

Pair : ChangKyu (MinKyu)

Rate : PG-13

Genre : BL, Fiction, Fluff, Romance

Warn : BL, OOC, Typo (es)

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka dan bersifat hiburan semata. Semua tokoh milik Tuhan, orang tua dan diri mereka masing-masing.

Klik!

Sungmin memicingkan kedua matanya ketika ia membuka pintu kamar dengan disambut sinar lampu yang baru ia nyalakan. Ia mengusap matanya mencoba menyesuaikan keadaan sekitar.

Dengan langkah gontai karena rasa kantuk yang masih menderanya, ia pun melangkah menuju dapur. Bersiap melakukan rutinitasnya dipagi hari. Memasak serta menyiapkan sarapan untuk member-nya dengan berniat membasuh wajahnya di kamar mandi terlebih dahulu.

Namun, belum sempat ia membuka pintu kamar mandi, perhatiannya teralihkan pada sumber suara yang terdengar dari arah belakang tubuhnya.

Ia membalikkan tubuhnya dan melihat seorang lelaki tengah berdiri didepan konter dapur    dengan posisi yang membelakanginya. Dengan perlahan ia pun melangkah menghampiri seseorang yang tengah bergumam menyanyikan sebuah lagu.

“Kyu?” Panggilnya seraya menepuk pelan pundak seseorang yang ternyata adalah maknae-nya.

Aigoo! Hyung! Kau mengagetkanku!” Pekik Kyuhyun terkejut. Terlebih ketika ia mendapati sosok Sungmin yang telah berdiri disisinya dengan rambut yang berantakan akibat bangun tidur.

Sungmin hanya terkekeh meminta maaf melihat reaksi Kyuhyun yang menurutnya berlebihan. Kyuhyun mendelik sekilas pada pria tersebut. Namun, sedetik kemudian ia mengalihkan perhatiannya kembali pada apa yang sedang ia lakukan. Pria manis ahli martial arts itupun mencebikan bibirnya ketika ia merasa diacuhkan oleh Kyuhyun.

“Hey, Kau serius akan memberi kejutan ulang tahunnya sekarang?” tanyanya skeptis pada adik bungsunya yang tengah mengeluarkan sebuah kue kecil dari freezer.

Ia sedikit ragu dan takjub dengan rencana Kyuhyun yang bertekad untuk ‘memberi Changmin kejutan’ di hari ulang tahunnya. Saat ini waktu bahkan baru menunjukan pukul 4.30 dini hari. Dan ini diluar kebiasaan Kyuhyun yang sama sekali bukan tipe morning person. Jangankan untuk menyiapkan sepotong kue, untuk membuka matanya pun ia sangat enggan sebelum hyung-deul yang membangunkannya.

Oh, dia lupa jika apa yang Kyuhyun lakukan kali ini ia dedikasikan spesial untuk seseorang yang ia klaim sebagai kekasih tercintanya.

Kyuhyun hanya bergumam menjawab pertanyaan tersebut.

“Bagaimana menurutmu, hyung?” Tanya Kyuhyun dengan wajahnya yang berbinar seraya mengangkat sebuah kotak kecil berisi kue tart mini berbentuk hati ditangannya.

Sungmin tak langsung menjawab. Ia mengamati sejenak kue ditangan Kyuhyun dengan seksama. Hanya sepotong kue tart berlapis cream dan taburan choco chips. Ukurannya bahkan terlalu  imut untuk sekedar kue ulang tahun. Terlebih mengingat untuk siapa kue itu akan diberikan nantinya yang seorang food monster.

“Masih sama seperti kemarin kau membelinya di bakery, Kyu. Tak ada perubahan sama sekali. Kecuali… coklatnya yang kini sedikit meleleh.” Ucapnya tanpa tedeng aling yang berhasil membuat Kyuhyun merengut.

Ia tahu mantan room mate-nya itu tengah menggodanya. Serupa dengan yang Kangin lakukan kemarin. Mereka berdua dengan sepenuh hati mentertawakannya ketika ia mengatakan jika  kue tersebut ia beli khusus untuk ulang tahun Changmin hari ini.

Ayolah, dia tak punya cukup waktu luang untuk belajar memasak lagi dan membuat kejutan seperti tahun kemarin. Salahkan saja schedule-nya yang tak kalah padat dengan sang kekasih yang dalam masa promo album.

Pada akhirnya, setelah ia sempat pusing memikirkan apa yang akan ia lakukan untuk merayakan ulang tahun kekasih tiangnya itu, ia pun berinisiatif untuk membeli kue ulang tahun dan akan mengantarkannya ke apartemennya tepat pada pukul 5 dini hari. Waktu dimana Changmin-nya lahir ke dunia 27 tahun yang lalu. Bukankah ia kekasih yang sangat perhatian?

“Kau sama sekali tidak lucu, hyung.” Sahut Kyu sarkatik dan segera menjauhkan kue tersebut dari tangan usil Sungmin yang berniat mencolek lelehan cokelat kue-nya. Dengan cekatan ia pun memasukan kue tersebut kedalam dus dan menutupnya dengan sangat hati-hati.

Tanpa berpamitan terlebih dahulu, ia pun dengan santai berlalu meninggalkan Sungmin yang masih mematung ditempatnya.

*

Cklek!

Suara tersebut terdengar bersamaan dengan pintu sebuah kamar yang terbuka. Kyuhyun  perlahan menutup kembali pintu dibelakangnya. Dengan langkah berjingkat, ia pun berjalan menghampiri sosok seseorang yang masih tampak terlelap diatas tempat tidur. Ia lalu meletakan kue yang  sudah terdapat dua lilin yang menyala telah ia persiapkan di meja nakas  yang berada disisi tempat tidur.

Beruntung pria tampan berwajah kekanakan pemilik aparetem tersebut tidak terganggu dalam tidurnya saat ia menyalakan lampu kamar. Hingga kini ia dapat mengamati fitur wajah kekasihnya yang masih terlelap dengan sempurna.

Kyuhyun melirik jam analog yang berada disisi lampu meja. Masih ada waktu lima belas menit sebelum pukul 5 untuk ia membangunkan Changmin. Segera saja ia merebahkan tubuhnya disisi maknae DBSK dengan meletakan kepalanya tepat didada Changmin.

Ia memejamkan matanya sejenak. Mencoba meresapi irama detak jantung pria terkasihnya yang terdengar ritmis dengan sesekali membelai dada bidangnya yang hanya tertutupi kaus tak berlengan yang ia kenakan.

Perlahan ia pun mendongakkan wajahnya hingga kini tepat berada didepan wajah polos Changmin.

‘Minnie-ku benar-benar tampan.’

Pujinya dalam hati. Pujian yang sangat jarang ia ucapkan secara langsung meskipun Changmin berkali-kali memohon padanya. Sebenarnya, bagi Changmin sendiri, tak sedikit orang-orang yang mengagumi ketampanan dan pesonanya. Namun ucapan kekaguman tersebut tentu saja tak akan sebanding  jika ia mendengarnya langsung dari bibir kekasih imutnya yang dapat dihitung dengan jari mengatakan hal tersebut.

Tak tahu saja kau Shim Changmin jika Cho Kyuhyun sangat mengagumi ketampananmu itu.

“Minnie~” Ucapnya seraya memberi beberapa kecupan dibibir Changmin yang mengatup.

Kyuhyun mencebikan bibirnya tak suka saat Changmin sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Tak habis akal, ia pun mulai berbisik dan meniup-niup telinga pria jangkung yang ditindihnya.

“Changminnie, bangun…”

“…”

“Minnie…”

Tetap tak ada reaksi. Baiklah, itikad baik Kyuhyun untuk membangunkan Changmin-nya  dengan cara yang romantis dihari ulang tahunnya musnah sudah saat ini.

“Yaaa! Bangun Shim Chwang!” Teriaknya seraya menjambak kasar rambut Changmin yang mulai memanjang.

Tentu saja tindakan sadis tersebut membuahkan pekikan kaget dan kesakitan Changmin. Seketika itu juga pria bermarga Shim itu bangkit dan memegangi kepalanya yang terasa nyeri dan pening karena jambakan dan dibangunkan dengan paksa.

“Ssshh… apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?” Erangnya dengan masih memegangi   kepalanya. Kyuhyun yang kini duduk dihadapan Changmin hanya menatap pria itu sebal. Tak peduli dengan apa yang tengah pria itu rasakan.

Ia mengabaikan Changmin yang masih mengerang untuk meraih tart yang telah ia pasang lilin dengan angka 27.

Happy birthday, My love Shim Chwang~”

Seru Kyuhyun riang dengan membawa tart tersebut ke depan wajah Changmin. Changmin sendiri yang awalnya masih sibuk dengan erangannya sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat. Dan beberapa menit sesaat, ia hanya mampu mengerjapkan matanya cepat.

Terlebih saat ia mendengar suara caramel macchiato voice kesukaannya itu mengalunkan lagu selamat ulang tahun untuknya.

“Ayo Minnie. Ucapkan permohonanmu lalu kau tiup lilinnya, ya?” Pinta Kyu dengan  sumringah. Sepertinya rencana surpsrise-nya berhasil. Terbukti dengan reaksi Changmin yang seperti kehabisan kata-kata dengan menatapnya tak percaya.

Lalu Changmin pun menangkupkan kedua tangan dan memejamkan matanya. Mengucapkan permohonannya yang tak pernah berubah selama tiga tahun belakangan ini. Tidak lain  ingin terus bersama Kyuhyun disisinya, serta dapat membahagiakan Kyuhyun-nya.

Dan jantung Changmin terasa berdesir ketika ia membuka matanya dan mendapati Kyuhyun yang tersenyum sangat manis.

Ia pun meniup lilin tersebut dan segera disambut dengan pelukan erat yang ia terima dari Kyuhyun.

“Selamat ulang tahun, Minnie~” Bisik Kyuhyun diceruk leher Changmin, “Saranghe..” ucapnya yang dilanjutkan dengan sebuah kecupan bibirnya.

Tentu saja kecupan tersebut disambut dengan antusias oleh Changmin. Dengan sigap ia segera melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun dan memperdalam ciuman mereka. Tautan bibir mereka terlepas ketika pria berwajah tampan itu merasakan nafas Kyuhyun yang mulai tersengal.

Gomawo, chagi…” Ucap Changmin kembali mengecup bibir Kyuhyun yang semakin memerah.

Kyuhyun tersenyum dengan pipinya yang mulai merona. Seperti tersadar, ia pun menyerahkan kue yang masih ada ditangannya pada Changmin yang beruntung tidak rusak karena pelukan mereka beberapa saat lalu.

Aigoo, kenapa kuenya kecil begini, Kyu?” Protesnya setelah melihat wujud kue ulang tahun pemberian kekasih manis dan imutnya. “Apa kau membuatnya sendiri,  chagi?” Tanyanya dengan wajah berbinar.

Baiklah, Ia sudah tidak terlalu mempermasalahkan bentuk dan rupa kue-nya, namun setidaknya ia akan sangat senang  jika kue imut tersebut dibuat khusus oleh Kyuhyun dengan penuh cinta untuknya.

Dan harapan Changmin seketika terpupus ketika ia melihat Kyuhyun yang menggeleng.

Aniyo, aku membelinya di bakery kemarin, Min.” Jawabnya dengan wajah tak berdosa yang membuat perasaan Changmin serasa dipukul dengan godam keras.

Ia tahu Kyuhyun bukan tipe kekasih yang romantis, tapi tidak bisakah ia sedikit berbohong  untuk menyenangkan perasaannya? Setidaknya untuk saat ini di hari ulang tahunnya.

Ia menatap Kyuhyun dengan ekspresi datar sesaat sebelum ia benar-benar menjatuhkan  tubuhnya kembali dan bersembunyi dalam selimut. Mengindikasikan jika pria bersuara tinggi   itu tengah merajuk. Kyuhyun hanya tersenyum jahil melihat maknae yang berpredikat dewasa dan berkharisma itu merajuk laiknya anak kecil.

“Minnie~” Panggilnya dengan nada manja dengan menindih tubuh yang tertutup selimut  tebal. Ia berusaha menahan tawanya menghadapi sifat kekanakan kekasihnya yang mulai kambuh.

“Shim Chwang, mianhe aku tidak membuat kue itu sendiri. Kemarin aku sibuk dan tidak sempat untuk belajar membuat kue pada Wookie.” Kyuhyun menarik-narik selimut yang menutupi  tubuh jangkung Changmin. Namun sama sekali tak membuahkan apapun. Changmin sama sekali tak bergeming.

Kyuhyun menghela nafas.

“Sebagai hadiah ulang tahun dan permintaan maafku, aku akan menemanimu selama seharian ini dan menuruti apapun permintaanmu. Bagaimana?” Ia mulai membujuk.

Sebenarnya selain kejutan beberapa saat lalu yang berakhir dengan merajuknya Changmin  kali ini, ia memang telah merencanakan untuk menghabiskan waktunya seharian penuh dengan  sang kekasih. Menemani apapun aktifitas pria berwajah kekanakan itu. Beruntung hari ini ia  jobless sehingga rencananya itu bisa terrealisasi.

Srak!

Dengan cepat selimut bermotif star wars itupun tersingkap. Menampilkan wajah Changmin yang menatap lekat ke manik mata coklat milik Kyuhyun.

“Benarkah? Kau tidak sedang membohongiku kan, Kyu?” Tanya Changmin dengan nada mengintimidasi. Ia sedikit ragu dengan apa yang diucapkan Kyuhyun. Bukan kali ini saja ia dijanjikan sesuatu oleh Kyuhyun dan kebanyakan diantaranya tidak ditepati.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan yang menghasilkan seringaian mengerikan dari bibir lebar milik Changmin. Ah, mood-nya seketika langsung membaik. Membayangkan selama seharian ini ia akan ditemani oleh Kyuhyun saja telah membuatnya sangat senang. Apalagi dengan Kyuhyun yang menjanjikan akan menuruti apapun permintaannya.

Dan hal pertama yang terlintas dalam benaknya adalah…

“Kalau begitu, apa aku boleh meminta jatah-ku…?”

Pintanya tanpa basa-basi yang membuat Kyuhyun mendelik kearahnya.

Hey, jangan anggap ia mesum. Bukankah suatu hal yang lumrah jika ia yang telah lebih dari satu bulan tidak menyentuh kekasihnya itu kini meminta ‘jatah’ darinya? Berterima kasihlah pada jadwal promosi album terbarunya serta sederet jadwal Kyuhyun yang membuat ia dan kekasihnya  menjadi sangat jarang menghabiskan waktu bersama.

Wajah Kyuhyun seketika memerah mendengar pertanyaan tersebut.

“A..apa yang kau katakan, Chwang? Bicaralah yang jelas!” Sahut Kyuhyun dengan gugup dan tatapannya yang menghindar dari intimidasi Changmin.

Seringaian Changmin semakin melebar, “Kau sangat tahu apa yang aku maksud…”

Kyuhyun baru saja akan bangkit dari posisinya yang dengan sigap ditahan oleh satu tangan Changmin yang menahan pinggangnya. Dan ia merasakan tangan berotot milik Changmin mulai bergerak menyusup dan mengusap ke area privatnya dari balik selimut.

“Miinh~”

“Minnie junior sangat merindukan kehangatan rumahnya, baby…” Bisik Changmin  seduktif tepat ditelinga Kyuhyun. Mengirimkan impuls dan rangsangan pada seluruh tubuh pria Cho yang menggeliat geli.

Dan dalam hitungan menit, kesunyian kamar Changmin pun tergantikan dengan suara-suara kenikmatan dari aktifitas pagi mereka.

*

“Simpan dulu PSP-mu untuk sementara, baby.” Kyuhyun mendelik kearah Changmin yang memanggilnya dengan penggilan sayangnya.

Sebenarnya panggilan baby bukanlah hal yang asing lagi baginya mengingat telah ratusan kali Changmin memanggilnya dengan panggilan yang serupa. Tapi entah kenapa ia tidak begitu menyukai jika Changmin memanggil dirinya baby jika didepan umum. Tapi toh pria tinggi itu tetap saja akan memanggilnya baby.

Saat ini mereka berdua tengah berada di studio MBC. Hari ini TVXQ memiliki jadwal pertama untuk recording Music Core untuk panggung Something mereka. Dan sesuai janjinya tadi pagi, Kyuhyun pun dengan setia menemani pria berwajah kekanakan itu.

Menuruti permintaan Changmin, ia yang semenjak berada di mobil tadi terus sibuk dengan PSP-nya itu segera mematikan benda yang ia anggap sebagai belahan jiwanya, selain Changmin tentunya.

Beberapa orang staff tersenyum dan sesekali menyapa mereka berdua ketika saling berpapasan. Bahkan beberapa diantara mereka mengucapkan selamat ulang tahun untuk Changmin.

“Aku kira kau lupa jalan menuju gedung MBC, Shim Changmin.”

Ucapan sarkatik tersebut terucap dari bibir sang leader ketika Changmin dan Kyuhyun menginjakkan kaki di ruang ganti TVXQ.

“Setidaknya aku tidak lupa membawa access card kantor SM dan menjadi bahan lelucon para  Cassieopeia, Jung Yunho.” Balas Changmin lebih sarkatik yang membuahkan kikikan  dari Kyuhyun dan beberapa back dancer mereka yang tengah mempersiapkan diri.

Yunho mendesis kesal mendengar ledekan maknae-nya.

Changmin menyeringai. Ia pun menuju meja rias dan bersiap untuk di make-up sebelum ia mengecup singkat pipi gembil Kyuhyun.

“Eoh, Kyu. Kau datang menemani kekasih setanmu itu?” Sapa Yunho yang telah selesai di make-up seraya mendudukkan diri disisi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan leader berkharisma itu, “Anyeong hyung. Lama tidak bertemu…” Sapanya ramah. Bagaimanapun Yunho merupakan hyung dan sunbae yang sangat ia segani.

“Baik. Lama tidak bertemu kau bertambah manis saja, Kyuhyun-ah.” Puji Yunho dengan mengacak rambut Kyuhyun gemas.

Wajah Kyuhyun sedikit bersemu diperlakukan seperti itu oleh Yunho. Manusia mana yang   tidak akan merasa malu dan senang jika dipuji oleh seseorang? Terlebih jika seseorang  itu adalah orang yang kau segani.

Tanpa mereka sadari, terdapat sepasang mata tajam yang terus mengawasi mereka dari pantulan cermin yang ada dihadapannya.

“Ya! Jung Yunho! Jangan kau coba-coba berani menyentuh apalagi menggoda Kyuhyun-ku!” Pekiknya memperingatkan sang leader yang kini tampak menyeringai kearahnya.

Baiklah, Changmin akui jika ia adalah seorang yang posesif. Ia tidak akan membiarkan apa yang menjadi miliknya diusik atau disentuh oleh orang lain selain dirinya. Dan melihat Yunho yang menyentuh Kyuhyun yang notabenenya adalah kekasihnya bukanlah hal yang ia sukai.

Anggap saja ia berlebihan. Tapi, bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu pada Kyuhyun. Kyuhyun-nya terlalu menarik perhatian orang lain. Salahkan pada wajah Kyuhyun yang sangat manis dan pembawaannya yang bersahabat.

Hingga karena hal tersebut tak jarang membuatnya cemburu. Sudah terlalu banyak pria dan wanita yang dipasangkan dengan kekasih manisnya itu baik dalam fanfiksi ataupun kehidupan nyata.

Dan satu diantara fanfiksi yang pernah ia baca adalah Kyuhyun-nya dipasangkan dengan   leader kebanggaannya, Jung Yunho!

Adakalanya sebuah fiksi terilhami dan berpengaruh dalam kehidupan nyata. Jadi  jangan salahkan dirinya yang mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk jika kekasihnya akan berselingkuh dengan hyung-nya itu. Terlebih saat melihat Kyuhyun-nya tersipu malu dengan skinship yang dilakukan dengan Yunho.

Yunho menyeringai. Dengan sengaja ia pun merangkul pundak Kyuhyun dan  menariknya kedalam pelukannya.

“KAU BOSAN HIDUP JUNG YUNHO!”

*

“Yunho-ssi, Changmin-ssi. Bersiaplah. Sepuluh menit lagi kalian akan naik ke panggung.” Ucap salah seorang staff memberitahu Yunho dan Changmin yang memang telah bersiap.

Para dancer terlihat tengah melakukan stretching didalam ruang ganti mereka. Begitupun Yunho.

“Minnie, menunduklah sebentar.” Pinta Kyuhyun tiba-tiba pada Changmin yang tengah memasang michrophone-nya.

“Ada apa, Kyu?” Meski heran, Changmin pun tetap menuruti permintaan Kyuhyun untuk menunduk sedikit dihadapan Kyuhyun.

“Rambutmu terlihat sedikit berantakan, Minnie.”

Lagi, perasaan Changmin terasa berdesir menyadari perhatian Kyuhyun yang kini tengah merapikan rambutnya yang memanjang. Banyak orang bahkan fans-nya sekalipun yang protes dengan model rambutnya saat ini.

Namun Kyuhyun tak pernah ambil pusing dengan bagaimanapun model rambutnya. Sebab menurutnya ia tetap terlihat tampan dimatanya. Betapa Changmin sangat bahagia ketika mendengar komentar tersebut ketika ia meminta pendapat Kyuhyun mengenai model   rambut apa yang terlihat cocok baginya.

“Kau tak perlu repot-repot merapikan rambut berantakannya itu, Kyuhyun-ah.”

“Diam kau, hyung. Bilang saja kau iri padaku yang memiliki calon istri idaman seperti Kyuhyun.” Sela Changmin puas. Sepertinya ia masih memiliki dendam pada leader-nya yang beberapa saat lalu berani memeluk Kyuhyun.

Plak!

“Aww, Kyu. Kenapa memukul kepalaku?” Erang Changmin saat ia merasakan jitakan Kyuhyun dikepalanya.

“Jangan berbicara sembarangan, Shim. Siapa yang mau jadi istrimu, tiang?”

“Tentu saja kau, Kyu baby. Kau kan calon istri dan pendamping hidupku dimasa depan kelak.”

Sontak saja jawaban Changmin membuat Kyuhyun malu dan salah tingkah. Changmin tersenyum melihat reaksi pria berkulit pucat dihadapannya yang membuat kadar kemanisannya makin meningkat. Ia pun menyentuh dagu Kyuhyun untuk mendongak menatapnya dan mengusap pipi Kyuhyun yang merona.

Ia baru saja akan mendaratkan ciumannya pada bibir Kyuhyun yang selalu menggodanya saat suara berat Yunho menginterupsi pergerakannya.

“Berhenti menggombal dan berbuat mesum, Changmin-ah. Begegaslah ke panggung. Cassieopeia sudah menunggu kita.”

Changmin mendecih karena kegiatannya diganggu. Namun tak urung ia pun menuruti instruksi sang leader dengan sebelumnya mencuri kecupan kecil dibibir Kyuhyun.

*

          Changmin merebahkan tubuh Kyuhyun dengan hati-hati di tempat tidur miliknya. Menempatkan pria yang ia cintai itu untuk mengistirahatkan dirinya dalam posisi senyaman mungkin.

Ia mengamati wajah damai Kyuhyun yang terlelap. Mungkin karena terlalu lelah dengan aktifitasnya hari ini, membuat Kyuhyun tertidur dengan sangat nyenyak.

Kyuhyun menepati janjinya sepenuhnya hari ini untuk menemaninya seharian. Dimulai dari recording-nya di MBC, melakukan syuting interview tentang drama yang akan ia bintangi, melakukan pemotretan disebuah majalah hingga merayakan pesta ulang tahunnya hingga larut  bersama beberapa temannya bebrapa saat lalu pun Kyuhyun selalu berada di sisinya.

Dan mungkin karena terlalu lelah, Kyuhyun bahkan tertidur didalam mobil saat mereka menuju perjalanan pulang.

Disamping rasa bahagianya hari ini, ada sedikit rasa bersalah karena membuat kyuhyun-nya kelelahan. Namun ia sangat memanfaatkan waktu berharganya dengan kekasihnya yang mulai jarang ia dapatkan karena kesibukan mereka masing-masing itu.

Ia mengamati wajah terlelap Kyuhyun yang terasa sangat damai. Tak terdeskripsikan  lagi betapa bahagianya ia memiliki Kyuhyun disisinya. Sosok yang selama ini menjadi sandaran untuknya saat ia terpuruk. Sosok yang menjadi penyemangatnya ketika ia merasa berputus asa serta sosok yang selama ini menjadi tempatnya mencurahkan segenap cinta dan kasih sayang yang ia miliki. Ia sangat mencintai Kyuhyun. Ia bahkan tak pernah sanggup membayangkan bagaimana kehidupannya dimasa depan jika tak ada Kyuhyun disisinya.

Betapa ia sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan sosok sesempurna Kyuhyun dalam kehidupannya.

Ia membelai rambut Kyuhyun sayang seraya mengecup kening pria tersbut dengan dalam,

“Terima kasih telah hadir dalam kehidupanku. Kau adalah hadiah teragung yang  Tuhan kirimkan padaku.”

Changkyu hsppy birthday

Fanfiksi ini aku dedikasikan  untuk ulang tahun Changmin meskipun telat (-_-!)

Happy birthday precious prince Changmin ❤