Heart Without a Home – Chapter 4

Title           : Heart Without a Home

Rate           : T

Genre        : Fantasy, Adventure, Bromance, Friendship, Family, Romance, Sad

Pair            : YunKyu (main), Krisoo

Cast           : Yunho, Kyuhyun, Kyungsoo, Taecyeon, Kris, Yonghwa, Minho, Gikwang, Hoya

Other Cast: Yuri, Sandara, Junjin, Jimin, Jinyoung, dan banyak lagi yang akan bermunculan

Warning    : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary  : Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa yang dikelilingi hutan lebat nan indah, hidup sebuah suku dengan kekuatan tersembunyi. Kisah mereka ditelan oleh munculnya kaum modern yang akhirnya membuat mitos keberadaan mereka berangsur lenyap. Sebagian orang masih mengingat dengan jelas legenda yang diceritakan oleh orang tua mereka sebagai dongeng sebelum tidur, sebagian lagi menganggap keberadaan mereka hanyalah isapan jempol yang belum tentu benar. Namun, sebenarnya.. Mereka masih ada di sana dan tidak pernah pergi sama sekali..

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Beberapa ide diambil dari cerita Twilight sedangkan sisanya adalah imajinasi liar author.

 

CHAPTER 4

Yunho tahu inilah saatnya. Saat dimana ia harus mengorbankan segala yang ia cintai demi kehidupan sukunya, bangsanya, tanah airnya. Mungkin waktunya belum tepat karena ia masih begitu muda. Ia masih harus banyak belajar dan berlatih. Tapi ia tidak pernah menyesal sedikit pun karena setidaknya, jika ia memang harus mati malam ini, ia mati dengan terhormat. Sebagai pahlawan Gyfraddia.

Ketika ayahnya, sang Arweinydd berseru lantang, “Demi Gyfraddia..! Seerraaannnggggg…!!!”

Para pendekar di lini depan ikut berseru lantang, menyerbu medan perang, menyambut sang musuh yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak daripada jumlah mereka. Kaki-kaki Yunho bergerak cepat, menghujam di atas salju tebal penutup tanah malam itu, meninggalkan jejak-jejak perkasa di sana.

Para Heglog dan Drygioni semakin dekat, wajah-wajah keji nan angkuh terukir di sana. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Jarak mereka kini hanya satu meter.. Dan akhirnya kedua kubu pun berbaur.

Sosok pertama yang muncul di depan Yunho adalah Drygioni muda, sepertinya seumuran dengannya. Dengan satu terjangan kuat, Yunho melompat dan menerkam leher si Drygioni muda. Tanpa ampun ia mengoyak leher bersisik itu dengan kasar lalu meludahkan kepala yang telah tercabut dari tubuhnya itu dengan kasar. Darah segar menetes di sela-sela giginya yang runcing. Tapi ia tidak peduli, ia kembali menyerang musuh lain dan mengeksekusi setiap yang ia temui dengan cepat.

Tak jauh dari sana sang Arweinydd bertarung dengan gagah menggunakan pedangnya. Karena keahliannya sejak dulu, pimpinan utama suku Gyfraddia itu bisa membunuh sepuluh lawannya dalam waktu yang sangat singkat.

Namun, pertarungan itu sungguh tidak seimbang. Apalagi ditambah dengan adanya pasukan Troll, Gyfraddia semakin terlihat mudah untuk dibinasakan. Satu persatu pendekar Gyfraddia mulai gugur. Pada saat itu, muncul gema dari teriakan lain dari balik hutan. Pasukan Henuriad yang dipimpin oleh Jinyoung keluar dari balik hutan di kanan dan kiri area perang, menyerang para musuh dengan gagah berani.

Walaupun mereka adalah tetua suku yang berarti umur mereka sudah tidak bisa dibilang muda lagi, namun semangat mereka masih sama seperti anak muda lainnya. Tombak-tombak mereka menghujam keras di setiap dada dan perut musuh. Tanpa takut, tanpa ragu sedikit pun.

Jinyoung yang memang ahli dalam berperang terlihat sangat perkasa mendampingi sang Arweinydd. Rambut keduanya sudah beruban dimana-mana, tapi tampaknya gerakan mereka tidak sebanding dengan warna rambut mereka.

“Ah.. Kita bertemu lagi rupanya.. Senang bertemu denganmu.”

Yunho yang baru saja selesai menarik lepas kepala lain dari tubuh salah seorang Heglog menoleh cepat dengan waspada. Wajahnya tidak menunjukkan keterkejutan karena ia tahu cepat atau lambat ia akan berhadapan dengan makhluk yang satu ini, Jiyong.

“Atau.. mungkin lebih tepatnya aku memanggilmu.. Alpha? Ah.. Kau bukan pemimpinku, untuk apa aku memanggilmu seperti itu?” kata Jiyong lagi. Seringaian lebar terbentuk sempurna di bibirnya.

Yunho mengeram rendah sebagai balasannya. Ia bisa merasakan bahwa lelaki bertubuh tinggi tapi sedikit bungkuk dengan kerutan-kerutan halus di wajahnya dan bulu-bulu di sekitar lengan serta kakinya yang membuatnya tampak seperti tarantula manusia itu mempunyai hawa dingin.

Jiyong adalah salah satu pimpinan muda di sukunya, sama seperti Yunho sendiri. Sudah pasti ia tidak boleh dianggap remeh.

“Mengapa kau diam saja? Takut?” lagi-lagi Jiyong bersuara. Membuat Yunho semakin waspada.

Saat itu salah satu pendekar Gyfraddia menyerang Jiyong, namun dengan sekali tangkis,  hanya dengan menghindar sedikit, Jiyong menggenggam keras lengan sang pendekar, menyeretnya tepat menghadap padanya lalu mencekiknya dengan kasar sehingga bunyi tulang berderak terdengar. Sang pendekar mati saat itu juga, tubuhnya membiru setelah menyentuh tanah.

Hati Yunho mencelos karenanya. Bagaimana mungkin Jiyong bisa mempunyai tenaga sekuat itu? Yunho sering mendengar tentang bisa mereka yang sangat mematikan selain bisa milik Drygioni, namun ia tidak pernah melihatnya secara langsung seperti ini.

“Kalian mudah sekali dilumpuhkan. Kalian bukan tandingan kami sama sekali. Bagaimana mungkin para Drygioni sampai meminta kami bergabung dengan pasukan mereka hanya karena kalian yang katanya sangat menakutkan dan kuat? Aku tidak mengerti. Nah.. Bisakah kita mulai bermain?”

Belum sempat Yunho menjawab, Jiyong sudah menyerangnya dengan satu teriakan kuat. Lelaki itu hendak menyambar leher besar Yunho tapi dengan sigap Yunho menghindar. Tapi Jiyong yang ternyata sangat lincah itu kembali menyerangnya bertubi-tubi, cukup membuat sang Alpha kewalahan.

Namun ketika Jiyong tampak lengah, Yunho segera menghadiahkan cakaran panjang di dada lelaki itu.

“Arrrgghhhhhhhhhh…!!!” Jiyong menjerit keras merasakan sakit di dadanya. Cakaran panjang yang bagaikan sabetan pedang itu tercetak jelas di sana. Darah segar keluar dan mengalir turun ke perutnya.

“Serigala bodoh! Beraninya kau melukaiku! Kubunuh kau!”

Namun sebelum ia sempat menyerang Yunho, muncul lolongan lain. Tak lama kemudian muncul serigala-serigala lain yang keluar dari balik hutan dan perbukitan dan menuju area peperangan. Ia sangat terkejut melihat jumlah itu. Tadinya ia kira pasukan Gyfraddia hanya yang ada di medan perang saat ini. Ia tidak menyangka masih banyak di luar sana yang menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Walaupun jumlah mereka tetap lebih besar dari jumlah Gyfraddia sendiri, tapi ia cukup gentar karena melihat ketangguhan para serigala itu. Namun Yunho tersenyum dalam hati. Kini giliran Rhyfel, para serigala senior keluar dari persembunyian dan menyerang musuh.

Yunho melolong penuh semangat. Semangatnya kini semakin bertambah. Kembali ia melolong, yang membuat Jiyong tersadar dari keterkejutannya.

“Membunuhmu akan membuat sukumu tersiksa, bukan? Dan merupakan kemenangan terbesar untuk kami.” Jiyong menatapnya penuh kebencian. Ia lalu menerjang Yunho. “Mati kau, serigala…!”

Pertempuran diantara keduanya kembali terjadi. Baik Yunho dan Jiyong sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk saling bunuh walau terkadang mereka harus menghindari serang satu sama lain.

Tiba-tiba terdengar suara lain di kepala Yunho. “Jongin awas di belakangmu. Tidak, Jongin!”

Yunho segera menoleh dan mendapati adik bungsunya, Kyungsoo tengah menerjang Jongin agar terhindar dari serangan Troll.

“Tidak! Jongin, Kyungsoo! Bukankah kalian sudah kuperintahkan untuk pergi? Apa yang kalian lakukan di sini? Pergi!” kata Yunho marah dalam kepalanya.

“Aku tidak bisa, pergi. Alpha, Jinyoung Syr tengah terluka saat ini. Bagaimana mungkin kami bisa pergi melihat semua ini?” sanggah Jongin cepat.

Kembali hati Yunho mencelos, Jinyoung? Salah satu Henuriad terkuat terluka? Bagaimana nasib ayahnya? Saat itu tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa di satu kaki depannya. Jiyong sudah menerjang kuat sembari menyeringai jahat.

*

            “Tidak! Alpha!” Jongin dan Kyungsoo berseru bersamaan, ketika melihat sang Alpha di serang oleh salah satu dari anggota Heglog yang pernah mereka temui di hutan. Keduanya berlari cepat meninggalkan musuh yang tengah mereka hadapi, menuju kepada sang pemimpin.

“Alpha.. Kau tidak apa-apa?” Kyungsoo bicara pada kakaknya melalui pikirannya.

“Aku tidak apa-apa. Kalian pergilah, ini perintah! Pergi! Tinggalkan arena ini! Per..” balas Yunho cepat. Namun belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, Jiyoung sudah menyerang lagi. Kali ini ia menyerang dada sang Alpha dengan menghujamkan kaki kanannya ke sana.

Kembali Yunho melolong keras merasakan kesakitan itu. Bagi kaum Gyfraddia yang berwujud serigala, tangan dan kaki adalah segalanya. Karena dalam wujud serigala mereka bertumpu dengan empat kaki, maka jika satu saja terluka, maka cukup sulit jika bertarung sendirian.

Kyungsoo dan Jongin semakin dekat, namun ketika hampir mencapai sang Alpha, keduanya dihalau oleh  beberapa anggota Drygioni sekaligus. Drygioni lain menyerang Kyungsoo dengan menghadiahkan tinju besar mereka ke dada dan perut kanannya, sedangkan Drygioni lain yang menyerang Jongin menendang sang werewolf muda itu dengan kasar hingga Jongin terpelanting dengan keras ke tanah.

“Sudah kukatakan kalian terlalu lemah! Cukup sudah aku berbelas kasihan. Sekarang saatnya kau menyambut kematian, Alpha..”

Seperti kata-katanya, Jiyong tidak menunggu lebih lama lagi. Ia mengerang keras lalu muncul sepasang capit mengerikan yang muncul dari dalam tubuhnya, mencuat dari balik bahunya. Capi-capit itu berbentuk panjang melengkung berwarna cokelat kelam dipenuhi bulu-bulu halus, persis seperti kaki tarantula.

Kembali Jiyong mengerang keras, kali ini sembari menyerang Yunho dengan satu capitnya. Capit itu diarahkan tepat ke dada Yunho.  Namun sebelum capit itu menyentuh bahkan ujung cakar Yunho saja, tiba-tiba capit itu terpotong. Satu potongannya terlempar ke udara dan dan menancap ke tanah bersalju ketika turun ke bawah.

Rupanya sang Arweinydd datang untuk menolong anaknya. Pedangnya yang tajam memotong satu capit itu, membuat Jiyong menjerit kesakitan karenanya.

Alpha.. Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja? Cepat berdiri, anakku, kita tidak boleh lengah sedikit saja.” Kata Junjin memperingatkan anaknya.

Yunho segera mematuhi ayahnya. Dengan cepat ia berusaha bangkit walau satu kaki depannya terluka, apalagi tampaknya ia terkena racun Heglog, namun ia tetap bertahan.

“Kita akan hadapi ini semua bersama, ayah. Aku siap.” Kata Yunho meyakinkan dirinya juga ayahnya.

“Lindungi Kyungsoo dan Jongin, ayah akan menghadapi yang satu ini.” kata Arweinydd.

Namun sebelum Yunho bergerak, tiba-tiba wajah ayahnya berubah. Bibirnya membentuk lingkaran sempurna, wajahnya tampak terkejut dan matanya melotot.

“Ayah.. ada apa?” tanya Yunho. Perasaannya campur aduk saat itu. Antara takut juga bingung menjadi satu.

Detik berikutnya, dari dalam tubuh ayahnya, tepat di jantungnya, muncul sebuah capit yang semakin lama semakin tampak besar. Darah mulai keluar dari balik pakaian sang Arweinydd, membuat Yunho terkesiap. Rupanya Jiyong diam-diam menyerang ayahnya dari belakang, dipenuhi racun, capit tajam itu tampak sangat mengerikan dengan posisi mencuat dari dalam dada ayah Yunho.

“Ayah..!!!!”

Jeritan Kyungsoo lah yang menyadarkan Yunho. Dengan cepat Yunho bergerak, menyerang Jiyong dengan kekuatan penuh, tak peduli satu kakinya terluka parah dan membuatnya nyaris tak merasakan apa-apa. Diterjangnya tubuh kekar Jiyong hingga jatuh ke tanah lalu gigi-giginya yang runcing langsung meyambar capit yang tumbuh dari dalam bahu lelaki itu.

Jiyong menjerit kesakitan ketika capit yang masih tersisa satu itu tiba-tiba terlepas dari tubuhnya. Belum sempat ia menghadiahkan racun lain dari cakarnya pada Yunho, tiba-tiba lengannya sudah tertimpa sesuatu yang berat, ketika ia menegadah ke atas, hal terakhir yang bisa ia lihat adalah mata serigala lain yang menatapnya penuh kebencian.

Yunho menoleh dan mendapati serigala lain yang juga berbulu hitam baru saja menarik lepas kepala Jiyong dari tubuhnya. Yuri telah datang. Tak jauh dari tempat Yuri berdiri, terlihat Yonghwa dan Gikwang sudah ikut bertempur dengan pasukan lainnya.

“Mengapa kalian kembali?” raung Yunho marah di dalam pikirannya.

“Apa maksudmu, Alpha? Tentu saja kami datang untuk membantu. Ini tanah air kami!” balas Yuri.

“Tidak.. Kalian tidak boleh ada di sini.”

Yuri cukup terkejut mendengar kata-kata pimpinannya itu. Ia cepat-cepat kembali ke Gyfraddia karena ia takut pikirannya salah kalau Drygioni sudah dalam perjalanan untuk menghancurkan desanya. Tapi dengan kata-kata Yunho tadi berarti..

Alpha.. Jangan bilang kalau kau.. sengaja membuat kami pergi..” tanya Yuri setengah tak yakin.

“Memang seperti itu keadaannya. Aku tidak ingin kalian terluka. Aku sudah tahu bahwa akan ada serangan dalam waktu dekat maka aku menyuruh kalian pergi, aku tidak mau kalian terluka. Aku ingin kalian selamat dan meneruskan garis keturunan Gyfraddia yang mungkin saja akan hancur malam ini!”

“Apa? Bagaimana mungkin kami membiarkanmu menyelamatkan desa ini sendirian?” tiba-tiba Yonghwa ikut dalam pembicaraan itu walau tubuhnya masih sibuk melawan beberapa Heglog yang tengah mengepungnya.

“Kau tidak bisa menyingkirkan kami begitu saja, Alpha. Ini adalah desa kita, seharusnya kita menyelamatkannya bersama-sama.” Gikwang juga sudah ikut bergabung.

“Kalian tidak mengerti, bagaimana jika kita kalah malam ini? Bagaimana jika tidak ada satu pun yang tersisa? Aku ingin setidaknya kalian selamat dan tetap hidup dengan anak-anak kalian nanti. Aku ingin Gyfraddia tetap ada hingga akhir dunia!”

“Maka kita harus memenangkan pertarungan ini!” seru Yuri yang lalu melompat seolah hendak menerjang sang Alpha. Namun alih-alih melakukan hal itu, ia justru menerjang satu troll yang tadinya hendak menyambar tubuh Yunho.

Yunho ingin membantu Yuri yang walau pun tampak lincah dalam menghadapi seorang troll gunung sendirian, namun ia tahu bahwa seekor serigala saja tidak cukup untuk membunuh troll. Tapi ia sudah dihadang oleh dua Drygioni lain. Keduanya tampak kuat dan bersemangat.  tanpa basa-basi, mereka sudah menerjang Yunho.

Yunho menghindar. Ia mengandalkan gigi dan satu kaki depannya saat ini. sekuat tenaga ia berusaha keras melawan, namun ketika satu tinju Drygioni menyentuh lengannya yang terluka, ia tampak goyah walau tidak mengeluarkan pekikan sedikit pun. Para musuh tidak boleh tahu jika sang Alpha tengah kesakitan saat ini. Mereka tidak boleh mendapatkan kepuasan karena pimpinan muda dari musuh abadi mereka tengah terluka.

Tapi salah satu dari Drygioni itu tampaknya paham walau sedikit tidak yakin kalau serigala besar di depannya itu tengah terluka. Untuk membenarkan keyakinannya, ia menyerang satu kaki depan Yunho yang dicurigainya telah terluka. Benar saja, sang Alpha tampak sedikit kesakitan walau tidak ada erangan yang lolos dari balik gigi-gigi runcingnya.

Kedua Drygioni itu saling bertukar pandang penuh gairah. Tawa dengan kesenangan tak wajar lalu tercipta diantaranya. Mereka tahu serigala di depannya kini tengah terkena racun, walau bukan racun mereka. Tapi mereka harus berterima kasih kepada sang pemberi racun karena telah memudahkan jalan mereka untuk membunuh sang Alpha.

Kini mereka hanya akan melakukan satu hal, menyerang titik lemah sang Alpha lalu membunuhnya dengan cepat. Drygioni pertama langsung menyerang cepat. Namun tiba-tiba tubuhnya dicengkram oleh kuku-kuku tajam yang membawanya jatuh ke tanah. Ia bangkit berdiri, namun ia kembali diserang oleh seekor serigala lain berbulu cokelat lebat.

Serigala itu menyeringai mengerikan sebelum akhirnya menghabisi lawannya. Sementara Drygioni kedua langsung kabur karena ketakutan melihat beberapa serigala lain yang datang bergabung. Namun sebelum ia benar-benar kabur, serigala putih lain menerjangnya lalu ikut menghabisinya.

Taecyeon, Sandara dan Hoya sudah datang. Taecyeon lah yang menyelamatkan Yunho, Sandara yang menghabisi Drygioni kedua tadi, sedangkan Hoya sudah ikut berperang membantu Jongin.

“Lindungi Alpha! Ia terluka!” kata Taecyeon dalam pikirannya.

“Apa? Alpha terluka? Bagaimana mungkin? Alpha.. apa kau baik-baik saja?” tanya Sandara yang langsung menghampiri kakak tertuanya.

“Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit terluka. Kalian, bantulah yang lain. Aku bisa menjaga diriku.” Tolak Yunho. “Apa kalian semua ada di sini?”

“Aku sedang membantu Jongin.” Jawab Hoya yang diikuti geraman Jongin tanda bahwa ia juga ada di sana walau sedang sibuk dengan lawannya.

“Aku masih selalu ada di sini. Masih akan terus mendampingimu, Alpha.” Jawab Yuri yang masih menghadapi seorang troll namun kini dibantu oleh Taecyeon.

“Aku juga. Tahukah kau, aku sudah menghabisi lebih dari 30 Drygioni dan Heglog.Wow! Aku suka berperang.” Jawab Yonghwa penuh semangat.

“Aku juga masih di sini.” Jawab Gikwang. Ia terdengar sedikit terengah. Tanpa menoleh pun ia sudah tahu Gikwang tengah bergumul dengan musuh.

“Aku harap Kris, Minho dan Kyuhyun tidak kembali. Mereka tidak boleh datang. Aku takut mereka ikut terluka..” kata Yunho lagi.

Kyuhyun.. Aku tidak ingin ia terluka.. Walau menungkin dengan kepergiannya aku tidak bisa melihatnya lagi, tapi jika itu berarrti dia baik-baik saja, aku rela..’ Bisik hatinya. Ia tidak akan bicara dengan pikirannya, ia takut yang lain akan mendengarnya. Ini bukan saatnya untuk memikirkan masalah hati. Desa mereka lah perhatian utama kini disamping keselamatan semua penduduk Gyfraddia.

Tapi Yunho tidak bisa mencegah pikirannya sama sekali ketika berbicara mengenai Kyuhyun. Ia akan terus mengingat lelaki manis itu hingga ia sendiri lupa waktu. Kyu.. Seketika Yunho terkesiap.

“Kyungsoo.. Dimana Kyungsoo..”

“Aku belum melihatnya sejak ia berubah wujud kembali menjadi manusia dan berlari memeluk Arweinydd.” Jawab Jongin cepat.

Hati Yunho mencelos. Ia terlalu sibuk mengkhawatirkan teman-temannya, menghadapi musuh hingga menahan sakit di satu kakinya hingga ia lupa dengan adik bungsunya dan ayahnya yang tadi terluka.

Yunho tidak akan bisa bicara dengan Kyungsoo saat ini karena adiknya itu tengah berwujud manusia. Seakan tahu apa yang ia pikirkan, Sandara menjawab.

“Ia membawa ayah ke hutan untuk bersembunyi. Oppa, jangan khawatirkan Kyungsoo. Dia baik-baik saja. Dirimu lah yang harus kau khawatirkan. Kau tengah terluka.”

Alpha.. Kau terluka? Dimana dirimu?”

Hati Yunho langsung mencelos. Suara indah itu adalah suara yang paling ia rindukan tapi juga ia takutkan untuk didengar saat ini. Suara Kyuhyun.

“Kyuhyun.. Kau..”

“Aku datang, Alpha.. Aku sudah kembali.. Katakan padaku kau baik-baik saja. Aku tidak bisa melihatmu. Katakan padaku kau ada dimana..”

Suara Kyuhyun terdengar sedih bercampur cemas, membuat Yunho semakin merasa bersalah. Tak sampai sepuluh detik, Yunho bisa melihat seekor serigala berwarna putih bersih berdiri di antara dua kubu yang berperang. Mata mereka lalu bersitatap. Kyuhyun langsung berlari menghampiri sang Alpha lalu menubruknya keras.

Alpha.. kau baik-baik saja? Mana yang sakit?” tanya Kyuhyun seraya menyatukan kedua kepala mereka lalu mengusap lembut, membuat hati Yunho terasa sangat ringan saat itu juga.

“Aku baik-baik saja, Kyu. Jangan khawatir.”

Kyuhyun tidak mendengar kata-kata Yunho. Sebaliknya ia justru mendorong Yunho ke balik semak-semak. “Tolong jangan banyak bergerak. Sepertinya kau terkena racun. Aku akan menolongmu. Dimana ibumu?”

“Beliau sudah pergi bersama para wanita dan anak-anak kecil lainnya. Aku akan berusaha tetap kuat. Kau pergilah, bawa Jongin bersamamu. Carilah Kyungsoo di hutan. Tunggu aku di sana. Ayahku juga tengah berada bersama Kyungsoo saat ini. Jika kau ingin membantu, bantulah ayahku.”

“Tapi..”

“Ini perintah!” kata Yunho dengan nada tegas namun pandangan matanya memohon pada Kyuhyun.

“Baiklah. Tolong jaga dirimu. Aku akan menunggumu.”

*

            Pertempuran masih berlangsung. Mayat yang tergeletak di tanah sudah tak terhitung jumlahnya. Jumlah Drygioni dan Heglog yang masih bertahan berikut troll yang membantu mereka sudah tidak banyak lagi. Namun jumlah Gyfraddia lebih sedikit lagi. Sudah bisa dipastika bahwa kemenangan ada di pihak lawan apalagi dengan terlukanya sejumlah pahlawan Gyfraddia.

“Sandara, awas!”

Yunho menoleh dan mendapati Yonghwa menyelamatkan kekasihnya dari serangan tinju raksasa troll.

“Kris, tolong kami, Hoya dan Gikwang terluka.” Seru Yuri di seberang.

“Aaarrrghhhhhh…!”

“Tidak! Minho!”

Minho terluka. Namun dengan segenap kekuatannya, ia berusaha keras berdiri dan kembali bertarung. Namun Taecyeon segera menghalanginya dan menghabisi lawan Minho.

Tak jauh dari sana, Yunho masih bertarung juga seperti yang lainnya walau kini ia merasa seluruh tubuhnya nyaris mati karena racun itu tampak sudah menyebar ke seluruh penjuru tubuhnya.

Tiba-tiba Jinyoung, sang pimpinan Henuriad mendatangi mereka dengan tubuh penuh goresan. Beberapa tempat di tubuhnya tersayat. Ia memberi aba-aba pada para Eifre dan Yunho sendiri agar ikut masuk ke dalam hutan, tampat dimana Kyungsoo dan ayahnya bersembunyi.

Kyungsoo sudah berubah menjadi serigala lagi karena ia tengah menghangatkan tubuh sang Arweinydd yang sekarat karena terluka parah dan tampaknya sangat kedinginan. Namun Jinyoung memberi mereka aba-aba untuk berubah wujud menjadi manusia agar ia bisa bicara dengan mereka. Para Eifre melakukan permintaannya.

“Ayah..!” jerit Yunho dan Sandara bersamaan lalu menghampiri ayah mereka.

“Anak-anak.. Pergilah! Selamatkan diri kalian!” Jinyoung berkata setelah ia berlutut di samping pemimpinnya yang merupakan sahabat baiknya.

“Jinyoung benar. Kalian harus pergi. Kalian harus menyelamatkan diri kalian. Sudah cukup banyak korban yang jatuh malam ini, beberapa diantara kalian sudah terluka. Aku tidak mau kalian mati sia-sia dalam pertempuran ini.” Arweinydd berbicara pelan. Walau ia terlihat kesakitan, namun ia tetap terlihat bijak.

“Tidak! Kami tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini, Syr.” Jerit Sandara. Gadis itu sudah menangis.

“Selamatkan diri kalian! Himpun kekuatan baru. Buatlah Gyfraddia tetap hidup walau hanya sedikit yang tersisa! Cepat! Waktu kalian tidak banyak, jumlah kita semakin menipis.” Kata Jinyoung lagi. “Aku sebisa mungkin akan menahan mereka di sini agar kalian bisa pergi lebih jauh sebelum mereka bisa menyusul kalian.”

Protes-protes langsung terdengar. Namun langsung terhenti ketika sebelah tangan sang Arweinyydd terangkat.

“Jika kalian tidak ingin mengikuti perintah ini, anggap lah ini adalah permintaan terakhirku sebagai pemimpin suku kita kepada kalian. Kumohon, pergilah.. Selamatkan diri kalian. Masa depan Gyfraddia ada di pundak kalian.”

Kyungsoo dan Sandara sudah terisak keras kini. Yunho sendiri mati-matian menahan tangisnya agar kedua adiknya tidak lebih hancur lagi. Ia harus kuat demi keduanya.

Sang Arweinyydd lalu berpaling kepada Yunho. “Alpha, anakku.. Selamatkan bangsa kita. Mulai saat ini aku menyerahkan kepemimpinan Gyfraddia kepadamu. Kau lah Alpha sekaligus Arweinydd saat ini, harapan kami ada padamu. Ayah tidak akan memaksamu untuk melakukan apa-apa. Kau boleh mengambil keputusan sesuai instingmu. Ayah hanya minta, kau menjaga kedua adikmu. Jangan biarkan mereka terluka. Dan jika semua ini sudah selesai, jemputlah ibumu. Kau tahu harus mencarinya di mana.”

Hati Yunho hancur mendengar kata-kata ayahnya. Ia ingin menolak karena ia masih butuh ayahnya untuk membimbingnya. Tapi ia tahu, ayahnya sudah tidak punya banyak waktu lagi.

“Ayah.. Maafkan kesalahanku selama ini. Semoga aku bisa memenuhi amanatmu, menjadi pemimpin yang baik untuk kaum kita. Terima kasih karena telah menyelamatkanku malam ini.” sebutir air mata jatuh mewakili perasaan sang Alpha.

“Aku akan selalu melindungimu, anakku. Walau aku tidak ada, percayalah aku akan selalu menyertaimu. Aku menyayangi kalian bertiga. Jika kalian bertemu ibu kalian, katakan padanya kalau ayah mencintainya. Maaf karena ayah tidak bisa menepati janji untuk kembali padanya..”

Setelah berkata demikian, sang Arweinydd tersenyum. Ia terus tersenyum seperti itu hingga semua yang ada di sana akhirnya tersadar setelah beberapa detik kalau pimpinan mereka telah pergi.

Tangis pun pecah setelah itu. Mereka semua menangisi kepergian sang Arweinyyd yang dirasa terlalu cepat. Yunho meredam suaranya, ia menangis dalam diam. Sepasang tangan  merengkuh tubuhnya dari belakang, membuatnya merasa sedikit tenang.

“Alpha.. Jangan menangis. Aku yakin ayahmu tidak ingin kau bersedih. Kau harus kuat untuk adik-adikmu, untuk kami semua.”

Yunho memeluk kedua tangan yang bersedekap di dadanya itu. “Terima kasih Kyu.. Terima kasih..”

Arweinydd.. Kami menunggu perintahmu.” Kata Jinyoung akhirnya.

Barulah Yunho tersadar bahwa dirinya kini mengemban dua tugas berat. Ia baru saja dipilih sebagai pimpinan baru oleh Arweinydd terdahulu. Dan ia harus melaksanakan tugasnya. Seperti kata ayahnya, harapan Gyfraddia kini ada padanya.

“Pergi..” Suara sang Alpha langsung membuat para Eifre tersentak.

“Tapi Alpha.. Kami ingin terus berada di sini, mendampingimu. Jika memang kita harus mati, kita semua harus mati bersama.” kata Kris pelan.

“Jangan lakukan hal ini pada kami. Biarkan kami tetap di sini!” Yonghwa ikut memohon.

“Kami masih kuat bertarung, Alpha. Biarkan kami membantu.” Ujar Minho dengan suara rendah yang dalam.

“DENGARKAN AKU!” raung Yunho keras yang langsung membuat para Eifre menunduk ketakukan. “Kalian harus pergi dari sini. Untuk nama suku kita sendiri. Harus ada yang melanjutkan garis keturunan kita. Di setiap peperangan sudah pasti ada yang kalah bukan, walau ini artinya kekalahan, namun bukan berrati kita semua hancur di sini. Aku ingin kalian bisa tetap memelihara suku kita, biarkan nama Gyfraddia tetap hidup selamanya.”

“Tapi kami tidak ingin kehilangan dirimu juga, Alpha..” ujar Hoya yang terdengar sangat lemah.

“Sudah saatnya kalian belajar mandiri. Aku berjanji, jika aku selamat, aku akan mencari kalian. Aku berjanji. Kita semua akan menjadi Gyfraddia lagi.” Kata Yunho meyakinkan.

“Dengarkan Alpha kalian, teman-teman. Ia selalu menepati janjinya, bukan? Ia akan kembali.” Suara Kyuhyun yang merdu mengisi telinga para Eifre.

“Baiklah.. kami mengerti..” jawab Gikwang yang terdengar sama lemahnya dengan Hoya. Diikuti gumaman protes dari yang lain tapi akhirnya mereka juga setuju dengan keputusan sang Alpha sekaligus Arweinyyd mereka yang baru itu.

“Terima kasih atas pengertianmu. Aku akan membagi kalian menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Kris, Kyungsoo, Kyuhyun dan Minho. Sedangkan kelompok kedua adalah Yonghwa, Sandara, Gikwang, Hoya, dan Jongin.”

Alasan mengapa Yunho membagi kelompok seperti itu karena alasan-alasan tertentu. Kris sudah pasti bisa menjaga adiknya, Kyungsoo. Kyuhyun dan Minho sangat dekat. Kris dan Minho bisa melindungi dua anggota lainnya jika tiba-tiba mereka berada dalam bahaya karena keduanya cukup kuat, walau sebenarnya Minho jauh lebih kuat, namun karena ia sedang terluka, maka Yunho mengandalkan Kris dalam hal ini.

Di sisi lain, Sandara tidak bisa dipisahkan dari Yonghwa. Gikwang dan Hoya sangat dekat dan mereka bisa menjaga Jongin. Yonghwa dan Hoya adalah dua serigala kuat, ditambah kemampuan Sandara, mereka bisa melewati masa sulit nantinya.

Bukan kemauan Yunho untuk memisahkan kedua adiknya. Namun inilah jalan terbaik. Ia harus memisahkan kepentingan pribadi agar semua Eifre selamat.

“Aku, Taecyeon dan Yuri akan tetap berada di sini, mendampingi Jinyoung Syr untuk bertarung.” Kata Yunho pada akhirnya.

“Tapi Hyung.. kau sedang terluka..” kata Kyungsoo dengan nada khawatir.

“Aku bisa pulih dengan cepat. Kau lupa siapa yang bersamaku nanti?”

Para Eifre tidak bisa menentang lagi. Ini permintaan sang Alpha sekaligus perintah. Apalagi pimpinan mereka kini telah menjadi pimpinan suku juga, mereka dilarang keras membantah.

“Kalian harus berubah menjadi serigala setelah ini. Pergi lah ke tempat penyimpanan, ambillah yang bisa kalian bawa. Pergilah ke kota, hanya tempat itu yang tidak akan dimasuki oleh para musuh kita. Aku yakin kalian bisa melewati kehidupan di sana. Ingat, sesampainya di kota, kalian dilarang keras untuk berubah menjadi serigala lagi. Berbaur lah dengan sesama manusia di sana.  Jangan kembali ke Gyfraddia dengan alasan apa pun. Tunggulah di sana. Salah satu dari kami akan datang dan mencari kalian. Jika beruntung, kami bertiga yang akan datang.” Yunho menjelaskan panjang lebar.

Para Eifre mengangguk. Beberapa diantaranya masih tetap terisak. Setelah hidup bertahun-tahun bersama, ini saatnya mereka terpisah-pisah. Bagaimana mungkin kau tidak sedih jika rumahmu hancur, keluargamu dibantai dan kini kau harus rela terpisah dari saudara-saudaramu?

“Jangan menangis lagi. Hapus air mata kalian. Seorang pemberani dari Gyfraddia tidak boleh terlihat lemah.”

Para Eifre menghapus air mata mereka. “Nah, begitu lebih baik. Ingat, saling menjaga satu sama lain dan jangan bertengkar. Apa pun masalahnya, selesaikanlah dengan kepala dingin.”

Yunho melangkah, memeluk para Eifre satu persatu. Ia memeluk kedua adiknya cukup lama sebelum akhirnya melepaskannya. Ia memeluk Kyuhyun lebih lama lagi seraya berbisik, “Aku pasti akan datang padamu, aku berjanji.” Setelah itu ia mengecup kening Kyuhyun dalam-dalam kemudian melepaskan rengkuhannya.

“Sampai bertemu lagi, saudara-saudaraku.. Jaga diri kalian..”

Sembilan figur itu lalu berubah menjadi serigala kemudian berbalik pergi, berlari cepat menembus hutan dalam dua kelompok. Yunho, Yuri, Taecyeon dan Jinyoung menatap kepergian mereka dalam diam hingga Sembilan sosok tadi tidak terlihat lagi.

“Baiklah.. Mari selesaikan pertarungan ini. Apa pun yang terjadi, kita tetap bangga menjadi bagian dari Gyfraddia. Demi Gyfraddia.”

“Demi Gyfraddia!” seru tiga orang lainnya. Yunho, Yuri dan Taecyeon lalu berubah wujud menjadi serigala. Mereka bersama Jinyoung lalu berlari, kembali ke medan pertempuran.

*

hwh4

To Be Continued..

Happy 29th Birthday to My Hero Jung Yunho

Wishing him all the best for his future.. ❤

Heart Without a Home – Chapter 3

Title           : Heart Without a Home

Rate           : T

Genre        : Fantasy, Adventure, Bromance, Friendship, Family, Romance, Sad

Pair            : YunKyu (main), Krisoo

Cast           : Yunho, Kyuhyun, Kyungsoo, Taecyeon, Kris, Yonghwa, Minho, Gikwang, Hoya

Other Cast: Yuri, Sandara, Junjin, Jimin, Jinyoung, dan banyak lagi yang akan bermunculan

Warning    : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary  : Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa yang dikelilingi hutan lebat nan indah, hidup sebuah suku dengan kekuatan tersembunyi. Kisah mereka ditelan oleh munculnya kaum modern yang akhirnya membuat mitos keberadaan mereka berangsur lenyap. Sebagian orang masih mengingat dengan jelas legenda yang diceritakan oleh orang tua mereka sebagai dongeng sebelum tidur, sebagian lagi menganggap keberadaan mereka hanyalah isapan jempol yang belum tentu benar. Namun, sebenarnya.. Mereka masih ada di sana dan tidak pernah pergi sama sekali..

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Beberapa ide diambil dari cerita Twilight sedangkan sisanya adalah imajinasi liar author.

 

CHAPTER 3

Yunho sudah tahu bahwa ada yang mengincar desanya. Instingnya yang kuat tidak pernah salah. Begitu Kyungsoo dan Jongin diserang, ia langsung mengerti adanya ancaman untuk sukunya. Dan keselamatan seluruh desa ada padanya. Ia tidak boleh membiarkan mereka terluka.

“Anakku.. Aku bangga padamu dan akan selalu begitu. Tapi.. Apa keputusanmu kali ini telah kau pikirkan baik-baik?”

Yunho menatap sang Arweinydd. “Apa ayah meragukan keputusanku?”

Junjin menggeleng. “Sama sekali tidak. Selain turunan pemimpin, sikap dan sifatmu lah yang membuatmu terpilih menjadi Alpha secara mutlak. Ayah tidak meragukanmu, sebaliknya ayah mengkhawatirkanmu.”

“Bukankah aku punya ayah? Selama ayah ada di sisiku, aku tidak akan khawatir.”

Junjin tahu senyuman Yunho dimaksudkan untuk membuatnya tenang. Tapi, seorang ayah tidak akan tenang melihat anaknya mengorbankan dirinya untuk keselamatan semua orang, bukan?

“Setidaknya kau membiarkan setengah dari kawananmu untuk tinggal dan membantumu. Ahh.. Andai saja mereka mengerti tujuanmu yang sebenarnya..”

“Mereka tidak perlu tahu.” Yunho menghela nafas panjang lalu kembali menatap ayahnya dengan pandangan memohon. “Ayah.. Haruskah kita bahas lagi hal ini?”

Junjin menatap langit kelam di atasnya. “Satu anakku terluka, satu lagi pergi sedangkan kau akan mempertaruhkan nyawamu. Kau tahu bagaimana perasaan ayah saat ini? Apalagi reaksi ibumu ketika tahu hal yang sebenarnya, ia menangis dalam diam. Adalah kesakitan bagi ayah ketika melihat air matanya.”

Yunho terdiam. Ia tahu kalau kedua orang tuanya sudah pasti akan sedih dengan keputusannya walaupun mereka tidak bisa melarang perintah sang Alpha. Mereka yakin Yunho pasti telah memikirkan semuanya baik-baik sebelum bertindak. Tapi mereka hanyalah orang tua yang takut kehilangan anak-anaknya. Salahkah jika mereka terus mempertanyakan keputusan Yunho?

Ya, Yunho sengaja mengirim seluruh anggota kawanannya untuk pergi. Walaupun memang tujuannya adalah untuk menjalankan misi agar mereka bisa mengatur strategi guna menghadapi lawan-lawan mereka, namun ada alasan lain di balik itu. Dan alasan sebenarnya cukup sederhana, mereka disingkirkan.

Yunho membuat mereka pergi sejauh mungkin karena ia tahu desanya akan diserang. Yunho tidak mau membahayakan sahabat-sahabat yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri itu.

Maka mengirim mereka pergi adalah misi kosong, tipuan. Yunho sudah tahu kalau sebagian besar kelompok Drygioni dan Heglog sudah mulai bergerak untuk menyerang Gyfraddia. Satu-satunya yang bisa ditemukan oleh kawanannya nanti hanya Centaurus yang sudah pasti akan menolak untuk bergabung karena mereka tidak suka berperang.

Yunho mengandalkan para Rhyfel, Henuriad dan dirinya sendiri untuk berperang. Kalau mereka ternyata kalah, kesembilan Werewolf yang ia kirim keluar bisa selamat dan meneruskan garis keturunan Gyfraddia yang selama berabad-abad tetap hidup. Gyfraddia tidak boleh hilang ditelan sejarah. Itulah sebabnya Yunho nenyingkirkan para Eifre.

“Aku akan baik-baik saja, ayah. Aku berjanji.” kata Yunho pada akhirnya.

“Sebaiknya kau memegang janjimu, anakku. Kalau kau tidak mau melihat kami mati dalam kesedihan.” Jimin, Ibu Yunho sudah ada di sana, berdiri dengan anggun di samping suaminya dan menatap anak pertamanya dengan pandangan cemas namun juga bangga.

“Ibu..” Yunho segera menghampiri ibunya lalu berlutut sebentar. Ketika ia kembali berdiri tegak, ia segera memeluk wanita paruh baya yang sangat cantik itu erat-erat.

Jimin Membelai rambut anaknya penuh sayang. “Ibu langsung tahu tujuanmu ketika kau meminta ibu untuk membuat Chymyst. Kau pasti akan memberikannya pada Sandara dan Kyuhyun. Walaupun ibu khawatir, tapi ibu yakin kau memintanya untuk tujuan baik.”

Chymyst adalah salah satu ramuan kuno milik Gyfraddia. Ramuan bening yang tidak berbau dan tidak berasa ini sifatnya sama dengan air, namun fungsinya untuk melumpuhkan kemampuan indera pendengar ataupun penciuman selama tiga jam. Hanya orang-orang tertentu yang dapat membuatnya dengan sempurna, termasuk ibu Yunho.

Yunho telah memasukkan ramuan itu ke dalam minuman para Eifre sebelum mereka pergi. Anggota lain tidak akan merasakan dampaknya, hal ini hanya berlaku untuk Kyuhyun dan Sandara. Karena jika keduanya menemukan adanya mata-mata di sekitar mereka, sudah pasti mereka tidak akan meninggalkan sang Alpha.

“Pengorbananmu disaksikan oleh langit dan alam semesta, anakku. Dewa akan selalu bersamamu. Bahkan petir pun tidak akan mampu menyambarmu. Kau adalah pahlawan sejati Gyfraddia.”

*

            Sudah seharian para Eifre pergi. Mereka berangkat pada malam hari dari Gyfraddia dan kini matahari sudah mulai tenggelam ketika kesembilan Werewolf ini tiba di tempat tujuan masing-masing. Jarak yang mereka tempuh sangat jauh, namun karena khawatir pada Alpha mereka yang tinggal sendirian, mereka mempercepat laju lari kaki-kaki mereka dan hanya berhenti untuk minum di sungai.

“Aku belum pernah melihat desa Heglog sebelumnya. Tapi ini benar-benar menyeramkan.” ujar Hoya ketika ia mengamati perkampungan Heglog dari balik semak-semak.

Di depannya tampak rumah-rumah kecil berbentuk seperti iglo di sebuah tanah lapang yang dikelilingi pepohonan tinggi. Rumah-rumah itu terbuat dari kayu dan hampir seluruhnya tertutup sarang laba-laba. Di samping kanan setiap rumah terdapat sebuah tungku kecil, pastinya untuk memasak.

“Mengapa jumlah mereka jauh lebih sedikit daripada yang kita lihat beberapa waktu lalu?” tanya Sandara curiga.

Taecyeon menggeleng tidak yakin. “Aku juga tidak tahu. Apakah mereka pergi berburu dan sebagian lagi mencari daerah kekuasaan baru? Tapi.. mengapa terlalu banyak yang pergi?”

“Sebentar, ada yang aneh! Lihatlah! Para Heglog yang ada hanya sekumpulan Heglog tua dan anak-anak!” seru Hoya dalam bisikan keras.

Jantung Sandara langsung berdetak cepat ketakutan setelah melihat arah yang ditunjuk oleh Hoya.

“Tidak mungkin! Para Heglog ini terlalu lemah. Mereka tidak mungkin bisa..” Taecyeon langsung menghentikan kata-katanya. Mukanya berubah pucat. Ditatapnya Sandara yang terlihat pucat, tegang dan gemetar.

“Oppa.. Jangan katakan kalau.. Keluargaku.. Gyfraddia.. Oppa.. Kyungsoo.. Taecyeon oppa, Kita harus kembali..” Sandara bicara dengan bibir bergetar. Ia bahkan nyaris menangis.

Sementara di tempat lain..

“Apa-apaan ini? Mengapa tidak ada tanda-tanda bahwa ini adalah perkampungan Drygoni? Mengapa tidak satupun orang disini?” tanya Yuri tak percaya ketika melihat perkampungan yang mereka datangi ternyata kosong.

Disana-sini hanya terlihat rumah-rumah kecil dengan atap runcing yang dilingkari oleh ular-ular besar yang terbuat dari kayu.

“Ayo kita periksa.” Kata Yonghwa yang memang tak kenal takut itu. Ia menuruni bebatuan di tebing rendah tempat mereka mengamati dan berjalan berjingkat-jingkat ke perkampungan Drygioni. Di belakangnya, Yuri dan Gikwang mengikuti jejaknya.

“Hati-hati, bisa jadi ini jebakan.” Kata Gikwang waspada.

Ketiganya berjalan pelan-pelan, memeriksa desa yang sepenuhnya kosong itu. Mereka berjalan sangat pelan, menghindari timbulnya suara sekecil apapun.

“Lihat, ada sekelompok anak kecil dan juga para tetua disana.” Kata Gikwang menunjuk ke arah sudut desa dimana ada sekelompok anak tengah bermain dan beberapa wanita dan lelaki tua tengah berdoa di depan sebuah altar dengan patung ular besar.

“Dimana yang lain? Mengapa hanya mereka yang tersisa?” tanya Yonghwa seraya mendekati tempat itu.

“Lindungilah prajurit kami dalam perang ini ya Dewa.. Sudah saatnya musuh abadi hancur..”

Yuri tersentak mendengar kata-kata salah satu perempuan tua yang duduk di depan altar itu. Perang? Musuh abadi?

“Kurasa.. Kita berada di tempat yang salah! Kita harus segera kembali. Gyfraddia dalam bahaya!”

Setelah Yuri menyelesaikan ucapannya, ketiganya langsung berlari dalam kecepatan tinggi, kembali ke Gyfraddia.

Dan di tempat lainnya..

“Ada apa gerangan hingga kaum Gyfraddia mengunjungi kami hari ini? Apa ada sesuatu yang khusus?”

Kangta, sang pimpinan Centaurus bertemu secara langsung dengan para tamunya ketika Junsu, salah satu anggota kawanannya datang dan memberitahukan bahwa para Eifre dari Gyfraddia mencarinya.

Kyuhyun membungkuk hormat. “Perkenalkan, aku Kyuhyun, dan ini Kris dan Minho. Kami datang kemari sebenarnya dengan tujuan khusus. Kami ingin.. meminta bantuan.”

“Aku sudah tahu maksud kalian.” Jawab Kangta segera setelah Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya.

Tentu saja! Para Centaurus terkenal dalam bidang ramalan. Mereka membaca pergerakan bintang di langit hingga bisa mendefinisikan berbagai macam bentuk kemungkinan masa depan yang di sebut ramalan. Walaupun ramalan belum tentu selalu benar, tapi setidkanya para Centaurus telah mengetahui kaitan-kaitan yang akan terjadi di masa depan.

“Kami sudah melihat sejak lama bahwa suatu saat Gyfraddia akan bertemu kembali dengan masa lalu yang didukung oleh kekuatan besar. Dan hal ini merupakan ancaman besar. Kaum kalian bisa hancur dengan bergabungnya dua kekuatan ini. Ular dan tarantula bukan lawan yang mudah.” kata Kangta lagi.

“Untuk itulah kami datang, kami ingin meminta bantuan. Karena jumlah mereka yang jauh lebih banyak ditambah kekuatan mereka, kami tidak yakin bisa menghadapi mereka sendirian.” Kata Kris dengan sopan.

“Kalian meminta kami untuk ikut berperang?” tanya Junsu dengan sedikit amarah dalam suaranya. Ia pun bergerak maju beberapa langkah dengan tatapannya yang tajam. Beberapa Centaurus di belakangnya ikut maju.

Kangta lalu mengangkat satu tangannya. Melihat itu, Junsu menghentikan langkahnya dan menahan diri di tempatnya.

“Maafkan kami, wahai pahlawan dari Gyfraddia.” Kata Kangta setelah Junsu terlihat tenang. “Tapi kami, Centaurus, adalah para pecinta damai. Kami tidak berperang. Kami hidup dengan nyaman dan hanya memikirkan kelangsungan bangsa kami. Kami tidak berperang apalagi memihak satu pihak dengan keuntungan di pihak lain.”

“Jadi kalian akan berdiam saja di sini seperti pengecut?” tanya Minho lantang.

“Tutup mulutmu! Bicaralah yang sopan kepada pimpinan kami.” Raung Junsu. Wajahnya terlihat memerah menahan amarah.

“Tapi itulah kenyataannya. Pada saat kelompok lain sedang mati-matian mempertahankan sukunya, kalian akan diam saja dan menonton? Centaurus dan Gyfraddia sudah lama saling bersahabat. Apa kalian akan membiarkan sahabat kalian hancur begitu saja?” Minho masih mempertahankan pendapatnya.

“Tentu saja kami tidak mau melihat siapapun hancur. Tapi kami tidak mau ikut campur dengan hukum alam. Pergerakan langit sudah jelas, kami tidak boleh mencampuri urusan langit.” Jawab Kangta dengan suara arif seperti sebelumnya.

“Pikirkanlah ini, tuan. Heglog hanya mencari daerah kekuasaan baru, mereka ingin memperluas daerah mereka dan kebetulan saja kaum kami yang mempunyai daerah kekuasaan terluas. Sementara Drygioni ingin membalas dendam pada Gyfraddia. Jadi mereka bersekutu untuk melawan kami. Jika kami hancur, bukan tidak mungkin mereka datang kemari dan ikut menghancurkan kalian, bukan?” Kyuhyun menjelaskan panjang lebar, berharap sang pimpinan mengubah keputusannya dan membantu kaum mereka.

“Kenapa mereka ingin menghancurkan bangsa yang bahkan tidak pernah mengganggunya sama sekali? Tidak masuk akal. Kami tidak akan memulai peperangan, apapun alasannya.” Kini nada suara Kangta terdengar cukup tegas.

“Lalu apa yang terjadi dengan Gyfraddia? Kami juga tidak punya masalah dengan Heglog. Tidakkah kalian sadari? Mereka menginginkan daerah kekuasaan yang besar beserta para pengikut baru. Apa kalian tidak menangkap maksud kami?” kata Minho dengan tak sabar.

“Diam!” bentak Junsu. “Kami adalah cendekiawan yang terhormat. Berani-beraninya kau mengatakan kami tidak mengerti maksud kalian tadi?”

“Minho!” Minho baru akan buka suara ketika Kyuhyun melarangnya dan memberinya tatapan memperingatkan.

“Tuan, dengarkan kami..” kata Kris dalam nada putus asa. “Kami juga ingin kedamaian. Siapa yang ingin bangsanya musnah? Tidak seorang pun bukan? Kami sama sekali tidak pernah mengganggu mereka, tapi beberapa dari kawanan kami telah di serang..”

Lelaki tampan nan jangkung itu terdiam sebentar, sedih mengingat sang kekasih yang tengah terluka saat ini. Ia menghela nafas sebentar lalu menatap Kangta lagi.

“Kami hanya ingin bantuan kalian. Ini adalah hutang kami kepada Centaurus. Jika suatu saat hal yang sama terjadi pada kalian, kami akan siap membantu.”

“Omong kosong! Kami selalu cinta damai, siapa yang hendak menghancurkan Centaurus?” Junsu kembali berbicara dengan cemooh dalam suaranya.

Kangta tampak menimbang beberapa lama. Namun akhirnya ia bicara. “Maafkan aku, tapi aku tidak bisa melibatkan kaum kami dalam pertempuran yang bukan milik kami.”

Minho dan Kris baru akan memprotes ketika Kyuhyun kembali menahan mereka. Ia lalu membungkuk hormat lalu undur diri dari sana.

“Sia-sia kita datang sejauh ini. Mereka sangat mengecewakan.” Kata Minho jengkel ketika mereka sudah cukup jauh dari daerah milik Centaurus.

“Aku tidak tahu harus bagaimana untuk meyakinkan pimpinannya tadi. Ia tampak begitu bijaksana tapi terlalu penuh perhitungan dan tidak mau ambil resiko.” Kris menambahkan.

“Tidak ada jalan lain. Ayo kita pulang, mungkin tabib sudah berhasil mengobati Kyungsoo dan Jongin. Setidaknya mereka mungkin sudah sadar dan setengah pulih. Gyfraddia jauh lebih membutuhkan kita daripada berlama-lama di sini.” Kata Kyuhyun lalu dalam hitungan detik ia bertransformasi dalam bentuk serigala berbulu putih yang diikuti oleh kedua temannya.

“Kyuhyun..”

Kyuhyun menoleh. Kangta mendekatinya dengan langkah-langkah mantap. “Cepatlah kembali ke desa kalian. Mereka dalam bahaya. Drygioni dan Heglog akan segera tiba di sana. Tepat sebelum tengah malam, desa kalian akan diserang. Dan kemungkinan besar kalian akan musnah. Semoga kalian beruntung.”

Kyuhyun melolong sebagai tanda terima kasihnya. Ketiganya lalu berlari cepat menembus hutan, kembali ke desa mereka yang tercinta.

*

            Yunho tersenyum lega melihat Kyungsoo dan Jongin akhirnya bisa kembali sadar bahkan sehat seperti sedia kala. Ramuan tabib mereka memang yang terbaik. Menurutnya, masa tidak sadar alias pingsannya Jongin dan Kyungsoo lah yang memakan waktu lama karena racun telah melumpuhkan mereka. Namun setelah tiga hari mengkonsumsi ramuan obat sang tabib, keduanya akan langsung tersadar dan sehat seperti biasa walaupun stamina mereka belum sepenuhnya pulih. Dan kata-kata tabib terbukti. Keduanya bahkan tidak seperti pernah sakit sebelumnya.

Kini yang dicemaskan Yunho hanya satu, ketika gelap tiba. Karena jika mentari terbenam, seperti perkiraannya, desa mereka akan kedatangan tamu. Ia tidak mencemaskan dirinya, ia hanya mencemaskan seluruh penduduk desa juga keluarganya.

”Ingat, begitu peperangan dimulai, segeralah melarikan diri ke utara. Jika beruntung kalian akan menemukan Kyuhyun, Kris dan Minho di sana. Jika kalian tidak bertemu mereka di tempat Centaurus, teruskan berlari hingga ke kota. Bertransformasilah menjadi manusia biasa dan jangan pernah melihat ke belakang.” kata Yunho memaparkan rencananya pada Kyungsoo dan Jongin untuk ketiga kalinya sejak mereka terbangun.

Keduanya mendengarkan dengan sedih. Tak pernah disangka bahwa mereka semua harus terpecah seperti ini apalagi keduanya baru berusia masih sangat muda.

Alpha.. Apa hanya karena kami masih terlalu muda maka kami tidak diikutkan berperang? Apa kami dianggap belum cukup kuat? Apa semua orang takut kami akan merepotkan?” Jongin bertanya. Ada protes dalam nada suaranya.

Yunho menggeleng. “Umur dan kekuatan bukan masalah. Kami sangat bangga kepada siapa saja yang rela mengorbankan diri untuk terjun ke medan perang. Tapi kami perlu keturunan. Apa kalian ingin Gyfraddia musnah sepenuhnya?”

“Tapi kita akan kuat jika bertarung bersama. Kita bisa memenangkan pertarungan ini walau.. Kesembilan Eifre sudah pergi.” kata Kyungsoo sedikit keras kepala. Awalnya ia sedih bercampur marah karena Kris pergi meninggalkannya. Namun setelah tahu alasan sang Alpha, ia justru berharap Kris tidak kembali ke desa mereka dan ia bisa selamat dari bahaya.

“Kita juga bisa kalah, adikku. Dan bagaimana jika hal itu terjadi? Keputusanku sudah bulat. Kerjakan seperti rencana.” kata Yunho tegas lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah para Henuriad yang tengah menyusun strategi perang.

Sang Arweinyd yang melihat kedatangannya mengangguk. “Alpha.. Apa ada ide lain? Strategi kami seperti ini.”

Yunho memperhatikan gambar yang digambar oleh Jinyoung di atas perkamen tua besar yang diletakkan di atas meja batu besar. Dengan cepat ia mempelajari strategi itu.

“Aku pikir ini akan berhasil. Dengan para Henuriad di sisi kanan dan kiri berbaur dengan sisa penduduk, para pendekar bersama ayah di lini depan, aku rasa sudah bagus. Sebagian Rhyfel akan nenempati seluruh perbukitan dan sebagian lagi akan menyerang dari hutan dan mengepung mereka dari belakang. Tapi ada yang kurang.. Dimana aku?”

Jinyoung berdehem sebentar lalu menatap sang Alpha. “Hm.. Kami memintamu untuk bersembunyi sejenak. Kami akan menghadapi perang ini sendirian.”

Air muka Yunho berubah keras. “Apa? AKu tidak akan bersembunyi. Aku akan ikut berperang. Syr, aku adalah Alpha, mana mungkin aku bersembunyi sedangkan suku tengah berperang demi kelangsungan hidup kita.”

“Justru karena itu!” bantah Jinyoung tak kalah kerasnya. “Kau telah menyingkirkan para Eifre. Lalu apa gunanya masih ada suku kita di luar sana namun mereka tidak punya pemimpin? Mereka butuh seseorang yang bisa membimbing mereka dan membangun kembali Gyfraddia yang mungkin saja hanya tinggal puing-puing malam nanti.”

“Aku tidak akan bersembunyi. Aku tetap akan ikut berperang. Aku akan berada di lini depan, bersama ayahku.” Yunho masih tetap mempertahankan keinginannya.

“Tapi Henuriad dan Arweinydd sendiri telah memutuskan bahwa kau tidak diikutsertakan dalam perang ini. Keputusan tidak dapat diubah.”

“Aku tidak peduli dengan keputusan kalian. Bukan berarti aku tidak menghormati kalian smeua. Tapi aku lebih memilih mati di medan perang daripada harus menyaksikan saudara-saudaraku terluka sementara aku bersembunyi.”

Dan kata-kata Yunho yang merupakan keputusan mutlaknya membuat sang ibu tersenyum puas sekaligus bangga.

*

            Malam menjelang. Bulan purnama tampak begitu besar dan sempurna, berada di sisi timur yang perlahan memposisikan diri semakin ke tengah langit. Penduduk Gyfraddia telah bersiap. Para wanita dan anak-anak telah diungsikan. Para pejuang telah menanti di lini pertahanan sesuai strategi yang di tetapkan oleh para Henuriad.

Alpha.. mereka semakin dekat..”

Yunho mendengar suara Kyungsoo di kepalanya. Ia dan adik-adiknya memang mempunyai bakat alami dalam diri mereka. Jika Yunho punya naluri yang tajam, Sandara punya pendengaran yang tajam sedangkan penglihatan Kyungsoo sangat jelas. Ia bahkan bisa melihat dengan sangat baik dalam gelap. Maka begitu ia melihat ratusan orang-orang dari arah barat, ia langsung melaporkannya pada kakaknya.

“Aku akan memberitahukannya pada yang lain. Ingat pesanku, begitu pertempuran dimulai, kau dan Jongin harus pergi ke utara.” Kata Yunho dalam kepalanya yang tidak mendapat respon sama sekali dari adiknya. Ia tahu, Kyungsoo tidak ingin pergi, jadi ia akan berpura-pura tidak mendengar.

Yunho menoleh pada ayahnya, yang akhirnya menyerah dan mengijinkannya untuk ikut berperang dengan catatan kalau mereka diambang kekalahan, Yunho harus segera pergi dan mencari sisa Eifre di luar sana, dan menatap matanya dalam-dalam.

“Mereka sudah dekat, ayah. Sudah saatnya..”

Malam itu, hanya Yunho, pejuang dan para Rhyfel yang bertransformasi menjadi serigalanya sedangkan sisanya tetap dalam wujud manusia termasuk ayah Yunho sendiri. Karena ia adalah seorang Arweinydd, maka ia bisa mengerti kata-kata Yunho walaupun ia hanya menatap mata anaknya.

Dan memang betul seperti perkataan Yunho. Tak lama kemudian, ratusan sosok-sosok mengerikan muncul dari dalam hutan, berjalan dengan langkah-langkah berat yang mengerikan. Dan betapa mengerikannya kali ini karena selain sosok-sosok bersisik alias Drygioni dan sosok bungkuk seperti tarantula alias Heglog, ada sekumpulan besar sosok lain yang sangat menakutkan. Mereka ternyata juga meminta bantuan Troll, makhluk-makhluk bertubuh besar berwarna hijau yang mendiami gua-gua di kaki gunung.

Hati Yunho langsung mencelos. Drygioni dan Heglog sendiri saja sudah merupakan ancaman berat untuk mereka, bagaimana dengan bantuan Troll juga? Tamatlah riwayat mereka kini. Ia bisa melihat Jiyong dan Taeyang diantara pada Heglog, tersenyum angkuh seakan sebentar lagi mereka akan menyantap Yunho dalam cakar-cakar mengerikan mereka.

“Kyungsoo.. Jongin.. pergilah sekarang. Jangan buang waktu lagi.” Kata Yunho dalam kepalanya, diantara geramannya.

“Tapi hyung.. Bagaimana mungkin kami pergi meninggalkanmu?”

Alpha.. kami mohon, biarkan kami membantu.”

“Pergi..!!!” raung Yunho. Ia mengabaikan protes-protes kecil Kyungsoo dan Jongin dan berlari ke atas tebing. Dari sana ia bisa melihat dengan jelas berapa banyak pasukan musuh yang kini hanya tinggal beberapa meter lagi dari lini depan, tempat ayahnya memimpin pasukan mereka. Tanpa ia ketahui, Kyungsoo dan Jongin mengabaikan perintahnya dan diam-diam menyelinap ke hutan, dimana sebagian dari para Rhyfel menunggu untuk menyerang.

Dengan dibayangi oleh rembulan, berada di salah satu tebing yang cukup tinggi, bagaikan terompet perang yang dibunyikan sebelum perang dimulai, Yunho melolong keras nan perkasa, membuat para pejuang Gyfraddia bersiaga di tempatnya. Dan begitu lolongan Yunho berhenti, sang Arweinydd pun berseru lantang.

“Demi Gyfraddia..! Seerraaannnggggg…!!!”

Lalu dua kubu yang tadinya terpisah saling mendekati dan pertempuran besar pun telah di mulai.

*

            “Kita masih sangat jauh.. Ditambah dengan jalan pintas yang kita tempuh saat ini membuat tenaga kita terkuras lebih banyak.” Ujar Minho dalam kepalanya kepada Kyuhyun dan Kris yang berlari kencang di sampingnya.

“Tapi ini adalah jalan terdekat. Jika kita beruntung, kita bisa sampai dalam waktu satu jam. Hanya jika kita berlari dalam kecepatan seperti ini.” Kris menambahkan.

“Kita tidak boleh mengurangi kecepatan, aku sangat takut kalau kita terlambat.” Kata Kyuhyun dalam ketakutan tinggi.

Ketiganya terus berlari membelah hutan. Jalan yang mereka lewati sungguh berbahaya. Melewati tebing-tebing terjal, bebatuan tajam, lumpur hisap hingga semak belukar berduri. Entah sudah berapa kali mereka terluka dalam perjalanan pulang kali ini. Namun mereka terus berlari, seolah luka yang mereka alami bukan apa-apa dibandingkan dengan nyawa-nyawa yang akan melayang malam ini.

“Aaarrgghhh…!”

Dekingan keras membelah malam. Kris dan Minho menghentikan larinya ketika Kyuhyun tergelincir dari tebing dan tubuhnya menghantam bebatuan tajam di tepi sungai. Kyuhyun mencoba bangkit, tapi sangat sulit baginya untuk melakukannya karena ada sesuatu yang salah, kaki belakangnya terluka.

“Kyuhyun.. Kau baik-baik saja?” tanya Minho segera setelah ia turun dari tebing dan menghampiri Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja, tapi kakiku.. Sakit sekali..” keluh Kyuhyun. Ia terus mencoba bangkit namun tetap tidak berhasil hingga ia menangis.

“Kyuhyun, jangan memaksakan diri. Pelan-pelan saja. Kami akan selalu ada disini menunggumu. Ayo coba lagi.” Kata Kris menyemangatinya.

Kyuhyun mencoba lagi dan lagi selama hampir lima belas menit, membuat Minho dan Kris mengamatinya dengan sama putus asanya.  Ia hampir menyerah lalu ia teringat sang Alpha. Sosok yang ia kagumi dan cintai sepenuh hati. Jika ia tidak bangkit malam ini, mungkin ia tidak akan pernah melihat Yunho lagi seumur hidupnya.

Alpha.. Tunggu aku.. Aku akan datang padamu.. Tunggulah aku..” kata Kyuhyun dalam hati.

Dan entah kekuatan dari mana, dengan sekali sentak, ia bisa berdiri tegak. Walaupun kakinya terasa perih, walaupun darah segar mengucur deras membasahi kemilau bulu putihnya, namun tekad kerasnya membuatnya melupakan sakit yang ia derita saat ini.

Dengan kekuatan baru,  ia berlari memimpin kedua temannya, berlari ke tempat seharusnya ia berada kini, di samping sang Alpha.

“Yunho hyung.. Tunggu aku..”

*

Kaisooho

To be continued..

Heart Without a Home – Chapter 2

Title           : Heart Without a Home

Rate           : T

Genre        : Fantasy, Adventure, Bromance, Friendship, Family, Romance, BL, Sad

Pair            : YunKyu (main), Krisoo

Cast           : Yunho, Kyuhyun, Kyungsoo, Taecyeon, Kris, Yonghwa, Minho, Gikwang, Hoya

Other Cast: Yuri, Sandara, Junjin,  Jinyoung, dan banyak lagi yang akan bermunculan

Warning    : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary  : Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa yang dikelilingi hutan lebat nan indah, hidup sebuah suku dengan kekuatan tersembunyi. Kisah mereka ditelan oleh munculnya kaum modern yang akhirnya membuat mitos keberadaan mereka berangsur lenyap. Sebagian orang masih mengingat dengan jelas legenda yang diceritakan oleh orang tua mereka sebagai dongeng sebelum tidur, sebagian lagi menganggap keberadaan mereka hanyalah isapan jempol yang belum tentu benar. Namun, sebenarnya.. Mereka masih ada di sana dan tidak pernah pergi sama sekali..

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Beberapa ide diambil dari cerita Twilight sedangkan sisanya adalah imajinasi liar author.

 

CHAPTER 2

Bagai mimpi buruk, Yunho harus menghadapi situasi seperti ini. Niat awalnya adalah untuk mencari daerah kekuasaan tapi ia justru terperangkap menghadapi musuh baru. Sebagai pimpinan sudah seharusnya ia maju menerjang siapapun yang dianggap bisa mengancam keselamatan kawanannya.

Namun ia tidak ingin ada peperangan semacam ini. Ia tidak mau membuat masalah dalam kehidupan desanya yang  tenang. Selama ini ia hanya sering mendengar cerita para Henuriad mengenai betapa hebatnya suku mereka dalam membasmi semua musuh mereka. Ia tidak mau menimbulkan keresahan untuk seluruh penduduk desanya. Ia pimpinan para serigala muda, sang Alpha. Dan ia tidak ingin adanya kewaspadaan untuk setiap orang karena akhirnya mereka kembali ke masa perang.

Dan ketika sang pimpinan kecil Heglog itu menerjangnya dengan tombak mengerikan di tangannya, hal pertama yang Yunho lakukan adalah melolong keras memperingatkan para Eifre seraya menghindari tusukan yang diarahkan tepat ke lehernya itu.

“Yonghwa, Kris, bawa Jongin, Sandara dan Kyungsoo pergi.”

Begitu perintah bergema di kepala mereka, Kris dan Yonghwa segera menarik Jongin, Sandara dan Kyungsoo pergi dari sana, mengabaikan protes ketiganya untuk ikut melawan. Tapi perintah sang Alpha sudah sangat jelas. Kewajiban mereka adalah menurutinya.

“Lawan aku, serigala lemah! Jangan terus menghindar, pengecut!” raung si pimpinan Heglog, masih terus berusaha menikam lawannya. Kali ini ia menusuk lebih cepat hingga nyaris menggores bahunya.

Alpha!”

Yunho bisa mendengar jeritan Yuri yang mencemaskannya. Taecyeon sudah menggeram tak sabar namun Yunho tetap memperingatkan para Eifre agar tetap diam di tempatnya, tidak bergerak sebelum ia memerintahkan. Padahal kawanannya sudah sangat bernafsu untuk menanamkan cakar-cakar mereka ke sekujur tubuh anggota Heglog lainnya yang ada di sana.

“Cukup! Hentikan!”

Sang pemimpin Heglog berhenti menyerang. Ia masih menatap Yunho dengan tatapan marah namun ia menuruti perintah suara tanpa tubuh itu. Yunho mencari ke sekelilingnya dan akhirnya ia menemukan sumber suara.

Berdiri dengan raut mengerikan diantara pepohonan, seorang Heglog lain yang tubuhnya sedikit lebih besar menatapnya angkuh.

“Mengapa kau ada disini? Jangan ganggu kesenanganku!” pimpinan Heglog berteriak kasar, masih tanpa menoleh.

Tawa dingin terdengar. “Jangan bertingkah seperti kaulah pimpinan suku. Walau kau adalah pimpinan Heglog muda. Jadi kalau kau mendengarku mengatakan berhenti, artinya kau harus berhenti, adikku.”

Sang pimpinan menampakkan ekspresi hendak membunuh mendengar saudaranya sendiri mempermalukannya di depan musuh. Tapi ia sendiri seperti tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan kakaknya.

Ketika ia menurunkan tombaknya, Heglog lain yang tadinya berdiri diantara pepohonan kini mendekati Yunho dan adiknya.

“Aku tahu siapa kau. Yunho, sang Alpha dari Gyfraddia, suku yang dulunya adalah suku terkuat.”

“Dulunya? Kami masih yang terkuat hingga saat ini.” Geram Yunho di kepalanya walau ia tahu hanya kawanannya yang bisa mendengarnya karena mereka tengah berada dalam wujud serigala.

Kembali lelaki bungkuk berbulu itu tertawa. “Aku tahu pasti kau memprotes dalam kepalamu dan aku tidak bisa mendengarnya. Tapi aku tidak berbohong. Jika kalian ingin membuktikannya, kalian harus berperang bersama kami jadi kalian akan tahu mengapa aku mengatakan kata ‘dulu’ pada kalimatku tadi.”

“Tapi tidak hari ini.” Heglog tadi melanjutkan. “Mungkin besok? minggu depan? Yang jelas bukan hari ini.” Kemudian ia menoleh pada adiknya. “Kita harus kembali sekarang.”

Gerutu kasar terdengar namun para Heglog lain tampaknya menurutinya. Lambat laun satu persatu meninggalkan tempat itu. Sebelum pergi, Heglog tadi berbalik dan berkata. “Ah, aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku Ji Yong dan adikku yang pemarah itu adalah Taeyang. Sampai bertemu lagi, Yunho. pertemuan berikutnya tidak akan seramah ini, aku janji.”

Lalu ia ikut melesat memasuki hutan, meninggalkan Yunho dan kawanannya yang masih terpaku.

*

            Yunho masih menerima gumam-gumam ketidaksetujuan sebagai bentuk protes dari kawanannya selama beberapa hari kedepan setelah insiden bersama para Heglog.

“Seharusnya kita ikut menyerang. Mereka sudah dengan tidak sopannya menghina suku kita!” kata Minho yang terkadang paling cepat tersulut emosi.

“Tapi kita membawa Kyungsoo dan Jongin hari itu, tidak mungkin kita membahayakan nyawa mereka hanya karena amarah kita.” Ujar Hoya. Ia berusaha memposisikan dirinya sebagai anggota kawanan serta sahabat dalam hal ini.

“Aku setuju dengan Minho. Bagaimana mungkin kita membiarkan mereka menghina kita? Lagipula ia hendak mencelakai Alpha kita.” Gikwang ikut menyuarakan pendapatnya.

“Kalian tenanglah. Apa kalian lupa perintah Alpha tidak boleh dilanggar? Tidak seharusnya kalian bersikap seperti ini.” Yonghwa menengahi.

“Kita harus memikirkan jalan keluar bersama bagaimana agar tidak terjadi peperangan. Walaupun aku sendiri sangat ingin menghabisi mereka tempo hari.” Kris menambahkan.

“Aku yakin Alpha punya alasan tersendiri mengapa ia justru menghindar alih-alih menyerang.” Taecyeon akhirnya ikut bicara setelah sedaritadi hanya menjadi pendengar.

Mendengar itu, semua yang ada di sana minus Yuri, Kyuhyun, Sandara, Kyungsoo dan Jongin menatap sang Alpha, menunggu ia angkat bicara dan menjelaskan tindakannya tempo hari setelah ia bungkam selama beberapa hari.

Masih mempermainkan batu-batu kecil dalam genggamannya lalu melemparkannya ke sungai hingga beberapa saat lalu akhirnya memutuskan untuk bicara.

“Aku bukan pengecut. Walaupun tindakanku bisa dikategorikan sebagai pengecut oleh para Heglog tempo hari. Tapi aku punya beberapa pertimbangan. Pertama, kita jauh dari rumah, bahkan sangat jauh. Kita membawa serigala muda bersama kita, bagaimana mungkin kita bisa bertindak yang nantinya bisa membuat mereka terluka? Mereka adalah tanggung jawabku.”

“Dan lagi, sebisa mungkin aku menghindari pertarungan. Jika aku menyerang dan ia terluka, bisa jadi mereka benar-benar menyusun kekuatan dan menyerang kita. Apa kalian tega melihat senyum-senyum bahagia beserta kehidupan kita yang selama ini tenang dan damai tiba-tiba terusik karena hal ini?”

“Kalaupun kita pada akhirnya akan berperang, alangkah baiknya jika bukan kita yang memulai. Kalau kita gegabah, kita hanya akan menghancurkan suku kita sendiri.”

Para Eifre terdiam. Mereka tahu, Yunho benar. Mereka tidak boleh ceroboh dengan bertindak cepat. Akan ada konsekuensi yang lebih besar menanti mereka jika mereka bersikeras.

“Wah.. wah.. mengapa kalian seserius itu?”

Ketujuh lelaki disana menoleh dan mendapati dua orang yang sangat mereka kenal berdiri di sana.

“Changmin?” sapa Yunho. “Lama tidak berjumpa. Sedang apa kalian disini?”

“Memangnya tidak boleh? Bukankah sungai ini adalah tempat umum?” Dongwoon, lelaki lain yang berdiri bersama Changmin menjawab sambil balik bertanya dengan nada bercanda.

Changmin dan Dongwoon adalah Dhampire, setengah Vampire dan setengah manusia. Tugas mereka adalah memburu Vampire yang berkeliaran di luar sana. Seperti halnya Dhampire, kaum Werewolf pun tidak menyukai kaum Vampire. Makhluk penghisap darah tersebut dianggap makhluk keji yang mengambil nyawa manusia demi memuaskan dahaga mereka. Werewolf dilarang keras bergaul dengan kaum seperti itu.

“Tentu saja boleh.” Jawab Taecyeon seraya mengacungkan dua jempolnya.

“Kalian akan berburu?” tanya Minho.

Changmin mengangguk. “Benar. Apa kalian mencium adanya aroma memuakkan di sekitar sini? Aroma khusus yang membuatku kelaparan setiap menciumnya?”

“Atau mungkin si pemilik aroma tersebut melintas di depan kalian beberapa waktu lalu?” Dongwoon ikut bertanya.

“Oh.. Mereka tidak akan berani melintasi daerah ini, ingat? Daerah ini terlarang bagi mereka.” Jawab Hoya cepat.

“Kalau mereka tidak ingin kepala mereka terlepas dari tubuhnya.” Sahut Yonghwa menambahkan dengan nada mengejek.

“Jangan! Biarkan kami yang melakukannya. Rasanya pasti menyenangkan.” Jawab Dongwoon seraya menyeringai lebar.

“Baiklah. Kami akan kembali berburu. Senang bertemu kalian lagi.” Changmin mengakhiri perbincangan kecil mereka seraya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.

“Hati-hatilah di jalan. Oh, sampaikan salamku pada Donghae.” kata Gikwang seraya melambaikan tangannya.

“Dan jangan lupa kirimkan kami kepala Vampire. Bola yang kami pakai sering hilang dan dibawa kabur oleh babi hutan.” Seru Kris gembira, membuat Changmin dan Dongwoon tertawa.

Changmin baru akan melangkah ketika ia berbalik dan menatap Yunho. “Yunho, berhati-hatilah, kudengar ada suku baru di luar sana yang tengah menghimpun kekuatannya untuk mengambil alih beberapa daerah. Kupikir kau harus tahu.”

Yunho tersenyum. “Aku tahu. Terima kasih.”

Sepeninggal Changmin dan Dongwoon, Yunho berpikir. Sepertinya kekuatan Heglog sudah meyebar luas. Apalagi ditambah dengan dukungan penuh dari suku Drygoni, tidak mustahil kalau mereka nantinya akan menyerang Gyfraddia.

*

            Salju sudah mulai turun, menyambut musim dingin yang membekukan tubuh itu. Tapi tidak bagi pada Werewolf. Tubuh mereka yang tetap hangat sehangat duduk di depan perapian dibalut selimut tebal dan ditemani secangkir cokelat panas. Mereka tidak pernah kedinginan walaupun bertelanjang dada dibawah guyuran hujan ataupun di bawah curahan salju.

Kyuhyun duduk di atas tebing yang cukup tinggi, memandang ke sungai di bawah, tempatnya biasa berkumpul bersama sahabat-sahabatnya. Sebentar lagi sungai itu akan sepenuhnya membeku dan baru akan mencair di bulan maret. Bukankah tempat ini jadi terlihat sangat romantis? Pepohonan dengan daun-daun cokelat yang masih bertahan di rantingnya tertutup salju, sungai yang nyaris beku, angin musim dingin berhembus lembut di hari yang cukup berawan ini.

Dan Kyuhyun harus menahan rasa irinya dalam-dalam melihat sepasang pemuda yang tengah bersenda gurau dengan mesra di bawah sana.

“Mesra sekali..” monolog Kyuhyun.

“Mesra? Siapa?”

Kyuhyun tersentak. Ia tidak menyangka akan ada yang orang lain yang bertransformasi menjadi serigala selain dirinya saat ini. Bukan berarti tidak boleh, tentu saja kawanan lain boleh bertransformasi kapan saja mereka mau. Hanya saja, di hari-hari seperti ini, biasanya teman-temannya akan bermain salju atau melakukan kegiatan lain dengan wujud aslinya. Maka ia tidak berpikir bahwa ada yang akan mencuri dengar perkataannya.

Kyuhyun menoleh dan mendapati serigala paling gagah yang pernah ia temui sepanjang hidupnya berjalan pelan mendatanginya. Dengan rambut-rambut halus berwarna hitam pekat yang sangat kontras dengan salju di sekitarnya, dengan rahang kokoh disertai gigi dan cakar-cakar tajam yang mampu membelah kayu tebal sekalipun, dengan mata tajam yang selalu membuat jantungnya berdebar menyenangkan.

Alpha..”

“Sedang apa kau disini? Dimana yang lain? Dan mengapa kau bertransformasi?”

Kyuhyun merebahkan dagunya di atas kedua kaki depannya yang merapat. “Aku tidak tahu kemana Taecyeon tengah membantu ayahnya. Hoya, Minho dan Jongin tengah berubah menjadi anak-anak liar pencinta salju. Yonghwa tengah pergi bersama Sandara, entah kemana sedangkan Gikwang seperti biasa, ia lebih mencintai kasurnya daripada hal lainnya.”

Yunho sudah ada di samping Kyuhyun. “Yonghwa dan Sandara tadi pamit kepadaku. Mereka ingin jalan-jalan berdua. Ah, kau belum menjawab pertanyaanku. Siapa yang kau katakana mesra tadi?”

Kyuhyun tertawa dengan suaranya yang khas. Suara itu bahkan menggema indah di kepala Yunho. “Adikmu, siapa lagi? Lihatlah..”

Yunho mengikuti arah pandangan Kyuhyun. Benar saja, di bawah sana tampak Kyungsoo dan Kris tengah bermesraan. Kris duduk bersandar di sebatang pohon sedangkan Kyungsoo bersandar di dada kekasihnya yang memeluknya erat. Kyungsoo asik bercerita sedangkan Kris senantiasa mendengarkan dengan seksama sambil sesekali menghadiahkan ciuman-ciuman kecil di pipi atau rambut Kyungsoo.

Yunho tersenyum. Adik bungsunya itu memang suka sekali bercerita selain memasak dan membaca. Dan Yunho selalu bersyukur karena ia mendapatkan lelaki seperti Kris yang selalu sabar menghadapinya.

“Ya aku tahu, kau pasti mengatakan bahwa Kyungsoo beruntung telah mendapatkan Kris, bukan? Kalau tebakanku benar, kau salah. Kris lah yang selalu merasa beruntung telah mendapatkan si ajaib Kyungsoo, percayalah, adikmu terlalu populer. Jadi jangan kaget kalau Kris selalu menempel padanya. Ia adalah pencemburu yang sangat protektif.” Kyuhyun berbicara seolah memahami isi kepala Yunho.

“Aku terlalu sibuk mengatur para Eifre dan memenuhi permintaan Henuriad. Kadang aku kesal jika waktuku kurang untuk dihabiskan bersama Sandara dan Kyungsoo. Walaupun kadang aku pikir mereka tidak akan kesepian karena keduanya telah memiliki kekasih.” Jawab Yunho, matanya masih senantiasa memperhatikan gerak gerik dua pemuda yang kini tengah berciuman mesra itu.

“Oh mataku.. Tidak bisakah mereka melakukannya di tempat lain?” keluh Kyuhyun sambil tertawa kecil.

Yunho ikut tertawa. “Untunglah Kris begitu sopan. Ia bisa menahan hawa nafsunya dan tetap memperlakukan Kyungsoo dengan baik. Kau tahu, aku tidak ingin mereka terlibat sesuatu yang lebih yah.. intim. Kyungsoo masih terlalu kecil dan.. Aku terlalu khawatir pada awalnya tapi kupikir Kris takkan melakukan hal-hal negatif, bukan? Bagaimana menurutmu?”

Kini tawa Kyuhyun lebih keras. “Mana mungkin ia bisa menahan diri jika Kyungsoo ada di dekatnya? Selain ia memang lelaki yang baik, ia tidak akan berani menyentuh anak Arweinydd dan adik sang Alpha jika ia masih tetap ingin diakui sebagai seorang Gyfraddia.”

Yunho menatap Kyuhyun dalam-dalam tanpa kata. Setelah membisu selama hampir semenit, ia akhirnya bicara. “Kau tahu, selalu menyenangkan berbicara denganmu. Kau selalu berada di tengah. Menjadi netral untuk siapa saja. Berpikirab dewasa dan sangat memperhatikan anggota muda. Walau terkadang kau sendiri sangat manja.”

Jika Kyuhyun tidak dalam bentuk serigala saat ini, ia yakin rona merah akan menjalar di seluruh permukaan wajahnya dan membuatnya sulit untuk menyembunyikannya dari Yunho. Yunho memang bukan lelaki yang bisa menggombal atau berkata-kata romantis. Tapi kejujurannya membuat siapa saja akan tersentuh.

“Dan aku sangat mengagumi warna putih yang menempel di tubuhmu itu. Indah sekali. Kau memang sangat rupawan dengan warna putih.” Yunho menambahkan sambil masih terus menatap Kyuhyun.

Tiba-tiba angin berhembus cukup kencang, menerbangkan dedaunan di tanah ke udara, butiran salju yang turun mengikuti arah angin, membuat pandangan menjadi sedikit terhalangi. Kyuhyun mengusap wajahnya dengan satu kakinya. Ketika ia ingin menenggelamkan wajahnya sepenuhnya di antara kedua kakinya, sesuatu terjadi.

Kaki-kaki kokoh sang Alpha berdiri tepat diatasnya, menghalangi angin kencang yang menerpa wajahnya. Sang Alpha berdiri di situ, melindungi Kyuhyun dengan tubuhnya yang besar. Ia tetap diam, tanpa sepatah kata pun. Tapi mampu membuat perasaan Kyuhyun melambung di udara.

Disini, tepat berada di bawah lindungan pemimpin yang dicintainya seraya menyaksikan mentari yang tertutup awan pelan-pelan turun ke peraduannya, di atas tebing kecil, di hutan mereka tercinta, merupakan tempat terindah untuknya. Dan ia tidak ingin beranjak dari sana sedetik pun.

*

            “Alpha..! Arweinydd mencarimu. Sekarang!”

Yunho yang tengah membelah batang pohon besar untuk dijadikan potongan-potongan kecil kayu bakar di belakang rumahnya cukup terkejut ketika melihat Gikwang datang dengan tergesa-gesa. Keringat mengalir dari pelipisnya, wajahnya pucat dan ia tampak shock.

“Apa yang terjadi?” tanya Yunho ketika mereka dalam perjalanan ke Pentrafe atau balai desa, tempat dimana ayahnya menunggunya.

“Aku tidak tahu. Aku hanya tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan.. tampaknya itu adalah hal buruk.” Jawab Gikwang, masih terengah.

Alangkah terkejutnya Yunho ketika ia dan Gikwang sudah sampai di Pentrafe. Banyak yang sudah berkumpul di sana dan anehnya sebagian diantaranya tampak marah dan sedih. Begitu melihat kedatangan Yunho, kerumunan terbuka, memberi jalan untuk sang pemimpin. Yunho bisa melihat ayahnya tidak duduk di kursi kebesarannya seperti biasanya melainkan di lantai, seperti seorang lelaki lemah yang terpuruk.

Yunho baru akan bertanya ketika ia melihat dua sosok yang dikenalnya terbaring melintang di atas karpet merah di tengah ruangan. Keduanya masih dalam tubuh serigala. Yang satu berwarna abu-abu kecoklatan, yang satu lagi berwarna putih abu-abu. Dan sama-sama terbujur lemah disana dengan lebam di beberapa bagian tubuh. Yunho akan mengira keduanya sudah tak bernyawa andaikan ia tak melihat perut keduanya bergerak naik turun, berusaha sekuat tenaga untuk bernafas.

Tubuhnya bergetar hebat saat itu. Ketakutan, kecemasan, kesedihan, kemarahan semua bercampur jadi satu.

“Kyungsoo.. Jongin..” Yunho jatuh berlutut, lalu meraih kedua serigala muda itu dalam rengkuhannya. Air matanya turun satu persatu.

Ia menoleh pada ayahnya yang tampak sama terpukulnya dengan dirinya. “Ayah..” bahkan suaranya pun ikut bergetar.

Alpha.. Adikmu dan Jongin.. Keduanya diserang oleh Drygoni. Mereka memakai bisa mereka untuk melumpuhkan keduanya.. Anakku.. Anak lelakiku..”

Bisa Drygoni sangat terkenal bisa melumpuhkan sistem saraf dan otak. Walaupun sifatnya sementara, namun jika terkena melebihi batas, akan berakibat kematian. Dan melihat beberapa tempat yang terkena bisa Drygoni di tubuh Kyungsoo dan Jongin, bisa dikatakan mereka di ambang kematian.

“Tidak.. Kyungsoo.. Jongin.. Bertahanlah.. Aku mohon..” Yunho masih memeluk keduanya.

“Tabib sedang dalam perjalanan. Sebentar lagi ia sampai. Tadi Minho dan Kyuhyun yang menjemputnya. Bersabarlah Alpha, tenangkan dirimu. Kau tidak boleh terlihat lemah di hadapan penduduk lainnya. Kau adalah harapan mereka.”

Tanpa mengangkat kepalanya, Yunho tahu bahwa Jinyoung lah yang berbicara. Walaupun ia benar, namun bagaimana mungkin Yunho bersikap tenang di saat seperti ini?

“Gikwang..”

“Ya, Alpha.”

“Kumpulkan yang lain di rumahku, sekarang. Aku akan segera kesana. Jangan bicara apa-apa sampai aku datang. Aku tidak ingin membuat yang lain khawatir.”

Gikwang membungkuk hormat lalu berlari keluar.

*

            Peraturan baru diberlakukan. Penduduk dilarang keluar dari rumah diatas jam sepuluh malam. Dan setiap wanita juga anak-anak harus ditemani oleh lelaki jika terpaksa harus keluar rumah. Mereka juga dilarang bepergian terlalu jauh. Itupun mereka harus dikawal oleh para Rhyfel.

Sedangkan para Eifre bertugas berjaga bergiliran di setiap pos yang sudah ditentukan. Mereka akan berjaga di empat penjuru utama. Yonghwa dan Sandara di pos timur, Minho dan Gikwang di pos barat, Taecyeon dan Kyuhyun di pos selatan, Kris dan Hoya di pos utara. Sedangkan Yunho dan Yuri akan berkeliling dari satu pos ke pos lainnya.

Absennya Kyungsoo dan Jongin merupakan pukulan berat untuk mereka. Walaupun kata tabib mereka akan baik-baik saja setelah sepuluh hari, bahkan katanya akan kembali sehat seperti biasa, tapi tetap saja membuat para Eifre merasa sangat khawatir.

Kekejian Drygoni ini tidak bisa ditolerir oleh Yunho. Mereka tahu kedua serigala ini masih muda dan belum mendapatkan kekuatan secara menyeluruh jadi merekalah yang diserang. Licik! Seandainya ia yang ada disana, atau Taecyeon, bisa dipastikan suku setengah ular itu akan benar-benar hancur sampai tak berbekas.

Yunho masih bisa mendengar Kris, Sandara dan ibunya terisak sesekali ketika mengunjungi Kyungsoo di kamarnya. Ia juga tidak bisa mengabaikan tangisan kedua orang tua Jongin serta kesedihan Hoya sebagai sahabat terdekat Jongin.

Untuk beberapa hari kedepan, suasana tampak aman. Semuanya terkendali dengan baik. Hingga tiba-tiba serangan lain datang, kali ini menyerang beberapa rumah dan kebun penduduk. Tidak ada yang terluka, namun kerugian materil tidak bisa dibilang sedikit.

Mereka baru saja akan menuduh Drygoni sebagai biang keladinya namun petunjuk lain datang. Mereka menemukan rambut-rambut halus berwarna cokelat tua di beberapa tempat. Dan Yunho pernah melihatnya. Heglog.

“Ini adalah kesengajaan. Mereka sengaja memberi tanda agar kita tahu merekalah pelakunya.” Gikwang menganalisis.

“Aku bahkan masih bisa mengendus bau mereka disini.” Sandara menambahkan.

“Mereka sengaja memperlihatkan diri. Tujuannya sudah jelas, mereka ingin kita menyerang.” Kata Taecyeon dengan nada kesal.

“Tapi kita tidak boleh menyerang terlebih dahulu. Kita harus menyelidiki sekuat apa mereka.” Ujar Kris. Ia masih terlalu sakit hati dengan kejadian yang menimpa kekasihnya. Dan ia tidak akan tinggal diam kini.

Alpha, kami menunggu perintahmu.” Yuri menyentuh lengan sang Alpha yang sedaritadi tampak berpikir sendiri.

Yunho mengembuskan nafas panjang. Dengan ekspresi tegas, ia menatap teman-temannya. “Taecyeon, selidikilah Heglog sekali lagi, bawa Sandara dan Hoya bersamamu. Yuri, pergilah bersama  Gikwang dan Yonghwa, selidiki Drygoni. Kris, Kyuhyun dan Minho, pergilah ke utara, minta bantuan kepada Centaurus. Kita tidak pernah ada masalah dengan mereka, siapa tahu mereka mau membantu kita.”

“Tidak! Bagaimana denganmu, Alpha? Kau tidak boleh tinggal sendirian!” Hoya langsung memprotes ketika ia menyadari bahwa Yunho akan sendirian berjaga.

“Hoya benar, kau tidak boleh sendirian, Alpha. Menyelidiki suku-suku ini memakan waktu berhari-hari. Dan keadaan sedang tidak stabil. Bagaimana mungkin kau bisa berjaga sendirian?” Minho menambahkan dengan cemas.

“Kalian kira aku tidak bisa menjaga desa ini tanpa kalian?” Yunho mengangkat alisnya.

“Bukan begitu, jangan tersingung. Tapi kami sangat cemas padamu. Bagaimana kalau terjadi sesuatu saat kami pergi? Kau adalah Alpha kami, bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu?” kata-kata Kyuhyun yang terkesan khawatir justru terdengar sangat manja bagi Yunho.

‘Dan bagaimana mungkin aku bisa bertahan jika sesuatu terjadi padamu?’ bisik Kyuhyun di hatinya. Ia terlalu takut kehilangan Yunho.

“Aku akan baik-baik saja. Lagipula ada Rhyfel disini bersamaku. Tempatku adalah di sini. Aku tidak boleh meninggalkan desa dalam keadaan seperti ini. Keselamatan desa ini adalah tanggung jawabku. Pergilah, semakin cepat kalian pergi, semakin cepat kalian kembali bukan?” kata Yunho lagi, mencoba tersenyum walaupun ia sendiri tidak yakin dengan kata-katanya.

“Kami akan cepat kembali, aku berjanji.” Yonghwa menghampirinya lalu memberinya tepukan ringan di bahu. “Dan kami akan pulang dengan membawa kabar baik. Tolong jaga dirimu.”

Sandara dan Yuri segera berlari memeluk Alpha mereka sebelum mereka benar-benar meninggalkan desa. Keduanya tidak menangis tapi hati mereka sangat sedih karena harus meninggalkan orang yang mereka sayangi sendirian. Karena memang Yunho tidak bisa pergi. Seluruh beban ada di pundaknya kini.

Kyuhyun adalah orang terakhir yang memeluk Yunho setelah satu persatu kawanannya melakukan hal yang sama.

“Jaga dirimu, Alpha. Tunggulah aku kembali.” Ujar Kyuhyun lalu mendaratkan sebuah kecupan kecil di bibir Yunho. Membuat Yunho merasa jauh lebih kuat dan tegar dari sebelumnya.

Satu persatu teman-temannya bertransformasi menjadi serigala lalu berlari masuk dan menghilang ke dalam gelapnya hutan malam itu. Yunho masih berdiri disana, menatap kepergian kesembilan Werewolf perkasa yang dibanggakannya.

Tanpa ia sadari, beberapa makhluk aneh tengah mengintainya. Beberapa diantaranya bersisik seperti ular, beberapa lagi berbulu seperti tarantula.

“Ia mengutus teman-temannya untuk pergi menyelidiki suku kita. Ayo kembali dan memberitahukan anggota suku.” Kata salah satu yang bertubuh penuh sisik.

“Sangat bodoh! Baiklah, kita kembali ke tempat masing-masing.” Kata yang lain, si bungkuk penuh bulu selayaknya tarantula. “Si keparat ini akan merasakan bagaimana rasanya seluruh kawanannya dimusnahkan di tempat berbeda-beda sementara ia juga harus menyaksikan kita membantai desanya tercinta.”

Keduanya lalu tertawa bengis.

*

Yunkyu wolf

To be continued..

Heart Without a Home – Chapter 1

Title           : Heart Without a Home

Rate           : T

Genre        : Fantasy, Adventure, Bromance, Friendship, Family, Romance, Sad

Pair            : YunKyu (main), TaecKyu, Krisoo

Cast           : Yunho, Kyuhyun, Kyungsoo, Taecyeon, Kris, Yonghwa, Minho, Gikwang, Hoya

Other Cast: Yuri, Sandara, Junjin, Jimin, Jinyoung, dan banyak lagi yang akan bermunculan

Warning    : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary  : Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa yang dikelilingi hutan lebat nan indah, hidup sebuah suku dengan kekuatan tersembunyi. Kisah mereka ditelan oleh munculnya kaum modern yang akhirnya membuat mitos keberadaan mereka berangsur lenyap. Sebagian orang masih mengingat dengan jelas legenda yang diceritakan oleh orang tua mereka sebagai dongeng sebelum tidur, sebagian lagi menganggap keberadaan mereka hanyalah isapan jempol yang belum tentu benar. Namun, sebenarnya.. Mereka masih ada di sana dan tidak pernah pergi sama sekali..

Author note : Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Beberapa ide diambil dari cerita Twilight sedangkan sisanya adalah imajinasi liar author.

 

CHAPTER 1

Jantungnya berdebar jauh lebih kencang dengan detak tak beraturan. Nafasnya memburu seolah hendak meninggalkan paru-parunya. Kaki-kakinya yang tangguh berlari cepat menyusuri jalan-jalan setapak di hutan lebat itu. Telapak kakinya yang kokoh dengan kuku-kuku setajam pedang membekas dengan anggun di tanah basah. Angin dingin di sore itu menerpanya, menggoyangkan seluruh pelindung yang membungkus tubuhnya yang perkasa.

Yunho masih berlari kencang mendahului kawanannya di belakang sana. Ya, kawanan. Kawanan serigala, atau lebih tepatnya disebut sebagai kawanan manusia serigala mengingat mereka adalah separuh manusia dan separuh serigala. Werewolf.

“Yunho! Tunggu aku, mengapa kau berlari begitu cepat?” sebuah suara dengan nada protes keras muncul di dalam kepalanya.

Yunho tertawa mengejek. “Bukan salahku kalau aku yang tercepat sedangkan kalian lebih lamban daripada aku.”

Ketika kawanan ini berubah bentuk menjadi serigala, mereka hanya bisa berbicara lewat pikiran dimana semua anggota kawanan akan bisa saling mendengarkan asalkan mereka dalam bentuk yang sama pada saat itu.

Perumahan penduduk di desa kecil mereka yang indah sudah terlihat di depan sana. Mentari sudah mulai turun ke peraduannya, siap menyinari belahan bumi lain hari itu. Yunho memperlambat laju dari keempat kakinya dan berhenti di balik sebuah pohon besar. Disana, ia meregangkan otot-ototnya lalu secara perlahan tubuhnya yang kekar kembali ke wujud manusia biasa. Tampan dan rupawan.

Ketika ia melangkah keluar dari balik pohon, dilihatnya teman-temannya juga sudah mulai bertransformasi kembali menjadi manusia. Tubuh-tubuh kekar kecoklatan dengan paras jantan berjalan mendekatinya.

“Bagus sekali. Bagaimana kalau besok kita menelusuri hutan di tenggara?” tanya Yunho.

“Semakin jauh kita pergi semakin bagus, kau tahu aku selalu suka bertualang.” Sahut Yonghwa seraya mengibaskan rambutnya yang diikuti senyum mengejek dari lelaki jangkung di sebelahnya, Kris.

Kumpulan lelaki itu memang selalu bertualang di sela-sela waktu luang mereka. Keinginan untuk menguasai seluruh hutan belantara semakin besar setiap kali mereka berhasil mengintari sebuah daerah baru tanpa tersesat. Tujuannya sudah jelas, mereka perlu menandai setiap hutan yang dilintasi agar bisa memperluas daerah kekuasaan.

“Anak-anak, kembalilah. Hari sudah hampir gelap. Temuilah ibu kalian lalu bersiap-siaplah. Pertemuan akan dilaksanakan sebelum bulan purnama.”

Sosok lelaki tinggi besar memanggil mereka. Tubuhnya kekar, rambutnya hampir seluruhnya berwarna putih dan rahangnya yang kokoh membuat siapa saja langsung menunduk hormat padanya. Jinyoung adalah salah satu Henuriad.

Para pemuda itu mengangguk patuh lalu mengambil jalan yang berbeda-beda guna kembali ke rumah mereka masing-masing untuk bertemu dengan ibu mereka sesuai perintah Jinyoung. Suku ini sangat mendewakan seorang ibu. Konon, wanita Gyfraddia pertama pernah diberkati langsung oleh dewi Aprodhite sendiri. Dan para lelaki ditugaskan untuk menghormati dan menghargai para wanita melebihi apapun. Oleh karena itu para serigala wajib bertemu ibunya sebelum dan  sesudah bepergian.

Mentari sudah benar-benar tenggelam sekarang, bintang-bintang mulai muncul dan berkelip di angkasa. Sebentar lagi, saat purnama sudah benar-benar muncul di arah lintang timur, pertemuan akan dilaksanakan.

*

            Gyfraddia adalah salah satu suku tertua di bumi. Pada awalnya suku ini hanya merupakan  kelompok kecil yang kuat karena kemampuan mereka bertransformasi menjadi makhluk perkasa dan mampu membuat mereka menaklukkan kelompok-kelompok lain dari berbagai belahan bumi hingga akhirnya mereka menjadi satu kelompok besar lalu mengatasnamakan diri mereka sebagai suku Gyfraddia.

Selama ratusan tahun, perkembangan suku ini sangat pesat. Dengan demikian, lahirlah para werewolf muda sebagai penerus. Keberadaan mereka sama sekali tidak mengganggu karena walaupun setengah anggota suku adalah werewolf, mereka tidak memburu manusia sebagai santapan melainkan makan seperti manusia biasa. Namun ternyata karena keresahan para manusia biasa yang sempat melihat transformasi mereka saat berburu di hutan semakin besar, maka suku ini mulai diburu dan dibinasakan.

Oleh karena itu suku Gyfraddia mengambil langkah untuk hidup nomaden alias berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang dianggap aman dari kejaran manusia demi menyelamatkan keeksistensian suku mereka. Namun pada akhirnya mereka memilih untuk menetap dan berkembang biak di salah satu hutan besar yang indah, jauh dari para manusia yang hendak memusnahkan mereka.

Transformasi menjadi manusia serigala bisa dilakukan oleh lelaki maupun wanita asalkan ia merupakan turunan langsung dari werewolf itu sendiri. Karena pada awalnya hanya sebagian dari suku ini yang merupakan werewolf asli, maka mereka menikahi anggota sukunya yang masih sepenuhnya berstatus manusia biasa hingga akhirnya kini tidak ada lagi manusia biasa yang tersisa diantara mereka.

Tahun kelima belas dalam hidup adalah tahun penting bagi suku Gyfraddia dimana mereka mulai bisa bertransformasi menjadi manusia serigala dan akan mendapatkan kekuatan penuh ditahun ke tujuh belas.

Seperti manusia biasa, mereka mempunyai sistem koordinasi kepemimpinan. Para tetua suku disebut Henuriad. Pemimpin suku disebut Arweinydd. Sedangkan pemimpin kawanan manusia serigala adalah alpha. Dan para anggota kawanan disebut Eifre. Pergantian Arweinydd dilakukan setiap sepuluh tahun sekali sedangkan seorang alpha hanya akan diganti apabila Alpha yang bersangkutan meninggal dunia.

Alpha memimpin para serigala muda dengan kisaran umur 15-35 tahun. Sedangkan manusia serigala yang berumur diatas itu, disebut Rhyfel yang hanya bertransformasi jika dalam keadaan mendesak. Rhyfel dipimpin langsung oleh sang Arweinydd, yang saat ini ditatahkan kepada Junjin, ayah Yunho.

“Dan seperti yang kalian ketahui, Alpha kalian adalah Yunho. Artinya, ia adalah pimpinan kalian para serigala muda. Kata-katanya adalah perintah dan kewajiban kalian adalah untuk melaksanakannya. Alpha tidak boleh dilawan. Bagi yang melawan akan dianggap sebagai pemberontak. Dan hukuman bagi pemberontak adalah dikeluarkan dari selamanya dari Gyfraddia. Kalian mengerti?”

Jinyoung, sang pemimpin concinode terpilih malam itu duduk sebagai pusat dari lingkaran besar yang terdiri dari para remaja juga lelaki dan wanita yang hampir dewasa. Matanya yang tajam menyapu seluruh anak didiknya malam itu sementara bibirnya menceritakan kisah suku mereka yang sangat disukai oleh Yunho dan kawan-kawannya walaupun mereka telah mendengarnya berulang kali di setiap tahun.

Terdengar gumam-gumam tanda paham dari para anggota muda saat itu. Wajah-wajah tampan nan lugu dihiasi ketakutan mendengar kata-kata Jinyoung.

“Aku tidak mendengar suara kalian! Ucapkan dengan lantang!” suara Jinyoung menggelegar di udara. Membuat bulu kuduk merinding bagi siapa saja yang mendengarnya.

“Kami mengerti.” jawab para anggota muda itu dengan suara keras yang terdengar seperti deking ketakutan.

Jinyoung lalu melanjutkan beberapa peraturan yang wajib dipatuhi oleh para serigala muda. Pertemuan yang diadakan setahun sekali itu dinamakan Concinode. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan anak-anak yang telah memasuki usia tiga belas tahun ke atas dan mendidik mereka mengenai budaya, aturan, hak dan kewajiban para penerus dalam suku mereka, baik perempuan maupun lelaki.

“Sedikit saja, hyung.. Aku letih mendengar wejangan dari Jinyoung-syr..” rengek Kyungsoo pada Yunho ketika pertemuan telah selesai. Kini saatnya mereka makan menyantap makan malam dan minum arak, hal yang biasanya dilakukan setelah concinode.

Yunho menggeleng keras. “Besok kita semua akan sibuk berjelajah. Dan ini pertama kalinya kau dan Jongin akan turut serta, aku tidak ingin kau mabuk lalu kelelahan.”

Kyungsoo tidak menyerah, ia menggoyang-goyangkan lengan kakak kandungnya itu dengan rengekan khasnya.

“Ya! Hentikan. Jika henuriad mendengarmu maka mereka akan berpikir kau tak pantas menjadi bagian dari kami.” Bisik Gikwang keras.

“Yunho..”

Yunho menoleh dan mendapati sahabat sedari kecilnya, Yuri, sudah berdiri di sampingnya. Gadis seksi yang terkuat diantara para werewolf wanita itu kemudian menggandeng lengan sang Alpha dengan mesra.

“Hai cantik.. Kau selalu bersinar, seperti biasa.” Puji Yunho.

Yuri tertawa kecil. “Dan kau selalu pandai menggombal, seperti biasa.”

“Hyung..” kembali Kyungsoo terdengar mengeluh.

“Biarkan dia minum segelas atau dua gelas. Usianya baru saja menginjak 17 tahun seminggu yang lalu. Setidaknya biarkan dia merayakan kebebasannya.” Ujar Yuri ketika dilihatnya Yunho akan menghardik adiknya lagi.

Yunho menghela nafas panjang. “Baik. Segelas saja. Hanya segelas atau tidak sama sekali.”

Mata Kyungsoo berbinar ceria. “Arasso! Terima kasih nuna.”

Lelaki bertubuh mungil itu lalu berlari menyongsong Jongin, Hoya dan Minho yang sedaritadi telah menunggunya dengan tatapan was-was kalau saja sang Alpha tidak mengijinkan Kyungsoo untuk ikut minum malam itu.

“Awasi dia.” Perintah Yunho pada Gikwang dan Yonghwa yang langsung dijawab dengan anggukan patuh dari keduanya.

Yunho kembali menoleh pada Yuri. Mereka baru akan mengobrol ketika dilihatnya ayahnya melepaskan diri dari cengkraman para henuriad dan mendatangi mereka.

“Aboji datang.” Bisik Yunho tajam.

Yuri mengerti, ia mempererat pelukannya di lengan Yunho. Seraya tersenyum, ia menyambut kedatangan sang  Arweinyd.

“Abonim..”

Junjin tersenyum melihat putra sulungnya, sang Alpha, berbahagia bersama sahabatnya. “Kalian berdua selalu menempel satu sama lain. Kapan kalian akan mulai saling jatuh cinta? Aku pasti akan lebih bangga lagi padamu, putraku, jika kau berhasil menaklukkan the black pearl.”

“Dia yang terbaik, ayah.” Jawab Yunho dengan bangga. “Aku akan memberitahu ayah jika kami akhirnya memutuskan untuk saling jatuh cinta.”

“Tentu saja. Aku bahkan tidak berpikir ada wanita lain yang pantas mendampingimu selain Yuri. Nah, bersenang-senanglah.” Junjin kemudian pergi menghampiri istrinya yang kini tengah berbicara dengan kedua orang tua Yuri.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yuri sepeninggal Junjin.

Yunho mengangguk walau wajahnya terlihat sedikit murung. Yunho dan Yuri bersahabat dekat seperti saudara kandung. Walaupun kedua orang tua mereka mengharapkan lebih, tapi keduanya masih saja sulit untuk melihat satu sama lain sebagai lelaki dan perempuan pada umumnya, bukan sebagai sahabat. Keduanya mencintai orang lain.

“Oh ayolah, jangan mengeluarkan mimik seperti itu. Lihat, sudah waktunya.” Tunjuk Yuri ke langit. Yunho ikut menegadah. Bulan sudah berada tepat diatas kepala mereka. Wajahnya berubah ceria.

“Ayo ke danau.”

Ia kemudian memimpin langkah keduanya memasuki hutan. Kawanannya mengerti, mereka mengikuti langkah sang Alpha. Sepuluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah danau dengan air jernih. Sinar bulan yang indah memantul di atas air, membuat danau itu tampak seperti kerumunan berlian di malam hari.

“Bulan tampak sempurna, oh.. tidak bisakah kita berkelana malam ini?” tanya Yonghwa penuh semangat.

“Tidak.” Sahut Yunho tegas. “Kita sudah berjelajah seharian tadi dan kita akan mengajari Kyungsoo dan Jongin besok, kalian tidak boleh lelah malam ini.”

Alpha benar.” Kata Minho menyetujui. Perlahan ia mulai membuka satu persatu kancing kemejanya. “Aku lebih suka melakukan hal ini.”

Byur..!

Minho melompat lalu menceburkan diri ke dalam danau gelap itu. Tubuhnya menghilang di dalam kumpulan air itu, namun detik berikutnya ia muncul dengan jeritan riang.

“Whoooo.. Menyenangkan sekali..!”

Hoya dan Gikwang saling melemparkan pandangan bergairah. Mereka kemudian mengikuti jejak sahabat mereka, terjun ke dalam air dan menikmati malam indah itu sambil berenang di bawah sinar rembulan.

Satu persatu mulai ikut menanggalkan atasan mereka dan ikut berenang di sana. Ketika Yunho akhirnya tergoda untuk ikut, sebuah suara menyapanya.

“Kalian tidak mengajakku?”

Yunho menoleh. Disana, berdiri dua pria tampan dan seorang gadis cantik. Sinar bulan jatuh tepat ke tubuh mereka yang rupawan. Taecyeon, Kyuhyun dan Sandara. Hati Yunho berdesir ketika matanya bersitatap dengan pemuda yang tubuhnya lebih kecil dari pada Taecyeon itu.

Yunho lalu berlari menyongsong ketiganya. Pertama-tama ia menyongsong adik kandungnya, Sandara, lalu menyusul kedua lelaki lainnya.

“Kalian sudah kembali? Apa kalian baik-baik saja? Dara, apa kau baik-baik saja?” tanya Yunho seraya memeriksa keadaan adiknya secara menyeluruh.

“Aku baik-baik saja. Oppa tidak perlu khawatir.” Jawab Dara dengan tenang.

Taecyeon mengangguk. “Maaf jika kami kembali cukup lama. Kami benar-benar harus mengamati lebih cermat dan mengumpulkan informasi lebih banyak.”

“Kami juga membawa berita untukmu.” Kyuhyun menambahkan.

“Jelaskan.” Perintah Yunho.

Ketiganya mulai menjelaskan semua hasil pengamatan mereka selama beberapa hari. Dan tampaknya sang Alpha tidak menyukai berita-berita tersebut.

*

            “Apa ada beban pikiran yang mengganggumu? Ayah lihat kau cukup diam sejak semalam.” tanya Junjin pada anak sulungnya, Yunho.

Yunho menghela nafas panjang. Ia adalah seorang Alpha. Sudah seharusnya ia berkonsultasi dengan ayahnya yang sekaligus merupakan Arweinydd sukunya. Namun, ia tidak yakin ayahnya akan bersikap biasa jika mendengar laporannya.

“Yunho..” Junjin kembali memanggil anaknya. “Dan kau juga belum melaporkan hasil pengamatan Taecyeon, Sandara dan Kyuhyun.”

“Mengenai itu.. Aku memang akan melaporkannya pada ayah. Aku hanya sedikit bingung, apa yang harus kulakukan.”

Ya, Yunho sangat bingung saat ini. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa karena ia masih tidak bisa mempercayai telinganya sendiri. Beberapa waktu lalu ia mengutus tiga orang untuk mengawasi daerah barat yang dikabarkan muncul suku baru yang cukup kuat dan mendominasi hampir semua hutan di sana.

Jika Yunho dan kawanannya akan berjelajah, tentu saja mereka harus tahu daerah kekuasaan orang lain agar tidak melanggarnya dan menyebabkan perang. Jika mereka menemukan daerah kosong, mereka bisa menandainya sebagai daerah kekuasaan mereka yang baru. Semua ini adalah tentang memperluas daerah kekuasaan.

Tiga orang tersebut adalah Kyuhyun – sepupu Gikwang yang indera penciumannya sangat tajam, Sandara – adik kandungnya sendiri yang pendengarannya sangat jernih, serta Taecyeon yang terkuat kedua setelah Yunho dalam kawanan. Tujuannya ia ikut agar bisa melindungi Sandara dan Kyuhyun jika tiba-tiba ada hal-hal tak diinginkan terjadi.

“Kau adalah seorang Alpha. Kau tidak boleh berada dalam posisi kebingungan. Semua masalah harus dicarikan jalan keluar secepatnya. Ingat, para werewolf  bergantung padamu.” Kata Junjin dengan bijak. “Nah, mulailah menjelaskan.”

Yunho terlihat menarik nafas sebentar lalu menghembuskannya perlahan barulah ia memulai ceritanya.

“Taecyeon membawa kabar buruk. Selama penjelajahannya ke selatan, ia menemukan banyak dari sisa-sisa suku Drygioni yang masih hidup bersatu dengan suku dari barat yang menamakan diri mereka Heglog. Dan mereka tengah menyusun kekuatan.”

Seperti yang Yunho tebak dari awal, ayahnya terlihat sangat terkejut. “Drygioni? Manusia-manusia bersisik seperti ular itu? Kupikir mereka benar-benar sudah binasa. Dan.. suku apa Heglog itu?”

“Manusia berbulu seperti tarantula. Mereka dikabarkan cukup kuat.” Yunho terdiam sebentar kemudian melanjutkan. “Ayah, inilah yang membuatku cukup bingung. Jika Drygioni kembali membangun pasukannya bahkan menjalin persahabatan dengan Heglog, apa yang akan terjadi? Karena aku masih ingat jelas cerita kakek kalau suku kitalah yang membinasakan Drygioni. Apakah mereka..”

“Pikirkanlah kemungkinan terburuk. Lebih baik waspada. Mulailah mempersiapkan kawananmu.”

Inilah yang Yunho takutkan. Ia tidak ingin ada perang. Selama bertahun-tahun mereka hidup dengan tenang dan kini tiba-tiba mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya karena kembalinya salah satu bangsa yang pernah dimusnahkan oleh bangsanya sendiri.

“Dan jangan berjelajah terlalu jauh terutama ketika kau membawa adik-adikmu. Keselamatan kawanan ada di pundakmu, Alpha. Ingat itu.”

*

            “Tampaknya kosong.” Suara Taecyeon bergema di kepala Yunho.

“Tidak. Jangan gegabah. Teruskan mencari tanda-tanda tertentu. Aku khawatir tempat ini sudah dikuasai suku lain.” kata Yunho lewat pikirannya.

Ia sendiri terus berlari, matanya dengan sigap menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari tanda kekuasaan suku tertentu. Hari itu mereka memulai penjelajahan ke tenggara, mereka hanya berharap mendapatkan daerah baru sebagai daerah kekuasaan mereka.

“Kupikir tempat ini memang kosong. Aku sudah mengecek dengan seksama. Tidak ada tanda-tanda kekuasaan disini, Alpha.” Kali ini Minho yang berbicara.

“Benar. Aku dan Gikwang sudah berbalik dan menelusuri tempat ini dengan teliti. Sepertinya memang kosong.” Hoya menambahkan yang diiyakan oleh Gikwang.

“Apa ini artinya kita mempunyai daerah kekuasaan baru?” tanya Yonghwa.

Yunho tidak langsung menjawab. Ia mencari lokasi terbuka lalu berhenti di tepi sebuah sungai kecil. Di sana, ia meminum air sungai jernih itu, melepaskan dahaganya setelah berlari selama hampir dua jam. Kawanannya mengikuti jejaknya, semua minum dengan cepat, membasahi kerongkongan kering mereka.

“Aku senang karena penjelajahan kita tidak sia-sia. Kita mendapatkan daerah kekuasaan baru. Hidup Gyfraddia.” Seru Yunho dengan bangga.

“Hidup Gyfraddia!” seru kawanannya dengan penuh semangat.

Yunho lalu berlari mendekati sebuah pohon terbesar yang tampak berumur puluhan tahun. Ia lalu meraung keras seraya menanamkan cakarnya dalam-dalam di batang pohon itu kemudian menggoresnya dalam lima garis panjang. Tempat itu telah ditandai oleh Alpha dari Gyfraddia.

Kesebelas werewolf yang ikut bersamanya itu melolong keras. Bersuka cita atas pencapaian mereka hari itu.

“Selamat Alpha, kau berhasil lagi hari ini.” tutur Yuri dari seberang sungai. Ia duduk melintang dengan anggun seraya menatap sang Alpha.

“Terima kasih, black pearl. Kurasa malam nanti kita pantas mengadakan sebuah perayaan.” Balas Yunho dalam pikirannya.

“Aku setuju! Aku ingin berdansa dan bernyanyi di depan api unggun.” Sandara menimpali dengan ceria sementara di sampingnya Yonghwa, sang kekasih, tengah mengendusnya dengan mesra.

“Kasihan sekali Alpha kita harus menonton adik-adiknya bercumbu.” Gikwang menyalak riang ke arah sang Alpha yang duduk sendiri. Minho, Hoya dan Jongin ikut menyalak riang mengejek Alpha mereka yang kesepian.

Yunho mengamati Sandara yang asik bercumbu dengan Yonghwa, keduanya tampak sangat bahagia. Sedangkan si bungu Kyungsoo tengah bersandar di dada Kris, kekasihnya. Kris tampak menanggapi semua cerita-cerita Kyungsoo dengan tenang.

Yunho menyadari, ia memang belum mempunyai pasangan. Bukan berati ia tidak disukai. Siapa yang tidak mau menjadi pasangan sang Alpha? Namun, hatinya sudah terpikat oleh sosok putih bersih yang sedari tadi mencuri-curi pandang ke arahnya, Kyuhyun.

Yunho menyukai Kyuhyun. Dan ia tahu Kyuhyun juga menyukainya. Tapi ia belum menemukan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Mungkin tidak untuk saat ini. mereka masih punya banyak waktu.

Di seberang sana, Kyuhyun masih menatapnya dengan sorot malu-malu. Ia duduk di atas sebuah batu besar dengan dagu bersandar sepenuhnya pada kedua kaki depannya. Lucu dan menggemaskan.

Hanya Kyuhyun dan Sandara yang mempunyai bulu putih bersih. Sedangkan hanya Yunho yang mempunyai bulu hitam pekat dan berkilau.

Seperti julukannya, black pearl, Yuri memiliki bulu yang juga berwarna hitam namun tidak sepekat milik Yunho. Tidak ada yang bisa menyamai warna bulu Yunho karena ia adalah Alpha, pimpinan dari kawanan.

Tiba-tiba tatapan Yunho yang mendalam pada Kyuhyun buyar karena pekikan dari Jongin. Yunho segera menoleh mencari sumber suara dan hatinya langsung mencelos melihat pemandangan yang tersaji di sana.

Sepuluh lelaki gondrong bertubuh besar dengan bulu-bulu kaku berwarna hitam yang tumbuh di seputar lengan dan bahu mereka tengah berdiri dengan sikap arogan, berjejer menghadap kawanan werewolf Gyfraddia. Tubuh mereka sedikit membungkuk. Jika diperhatikan sengan seksama, mereka seperti tarantula berwujud manusia.

“Mereka adalah suku Heglog yang kuceritakan!” seru Taecyeon.

Hoya dan Jongin berada di posisi terdekat dengan para lelaki itu. Jongin bangkit dari posisinya yang tadi sempat terpental. Di sampingnya, Hoya mengeram marah. Dari posisi Jongin saat ini, sepertinya ia baru saja dilukai.

“Jongin.. Apa kau baik-baik saja?” tanya Yunho.

“Aku baik-baik saja, Alpha. Pimpinan mereka tadi menendangku dengan keras. Tapi sepertinya mereka tidak tahu seberapa kuatnya kita hingga mengira dengan tendangan seperti itu akan membuatku terluka.” Jawab Jongin dengan nada sedikit marah.

“Lindungi Kyungsoo dan Sandara!” Perintah Yunho. Segera setelah ia mengucapkan perintahnya, seluruh kawanan membentuk lingkaran dengan Kyungsoo dan Sandara di tengah.

Yunho melangkah maju dengan langkah-langkah waspada dan berhenti tepat di depan Jongin dan Hoya. Matanya tetap mengarah langsung pada mata seseorang yang berada di tengah

barisan Heglog yang diduga adalah pimpinannya jika dilihat dari ukurannya yang sedikit lebih besar daripada yang lain.

“Oh.. Apakah kalian adalah werewolf dari Gyfraddia yang terkenal itu? Sungguh, sudah lama aku ingin mengenal kalian.” Kata sang pemimpin pada Yunho.

Yunho menjawab dengan geraman rendah dan dalam. Posisi waspada tengah menguasainya.

“Aku kemari karena kutahu daerah ini kosong. Tapi sepertinya kalian telah menempatinya terlebih dahulu.” Katanya lagi.

“Mereka telah menandainya.” Bisik seseorang yang berdiri di sebelah kanan sang pemimpin.

“Menandainya? Ah.. curang sekali. Bukankah seharusnya ia memberikannya pada suku kecil seperti kita yang tidak punya banyak daerah kekuasaan? Betapa rakusnya suku yang satu ini.” kata lelaki itu lagi seraya menyeringai memamerkan giginya yang kuning dan gusinya yang menghitam.

Kembali Yunho mengeram. Kali ini sedikit tinggi dari yang pertama. Di belakang, kawanannya tampak siap seperti dirinya.

Alpha, waspadalah.” Suara merdu Kyuhyun muncul dalam kepala Yunho, memberinya kekuatan lebih.

Mereka terlihat kuat. Walaupun jumlah kawnan Yunho sedikit lebih banyak, tapi mereka membawa Kyungsoo dan Jongin hari ini. Dan mereka tidak boleh terluka. Mereka ikut untuk belajar, bukan untuk bertempur. Dan lagi, ia membawa Sandara. Ayahnya tidak akan suka jika anak perempuannya terluka.

Satu-satunya jalan saat ini adalah menghindari pertempuran demi keselamatan yang lain. Pelan-pelan Yunho berjalan mundur, diikuti kawanannya.

“Hei.. Mau kemana kalian? Apa kalian terlalu takut menghadapi kami? Selemah itukah kau sebagai pemimpin?” ejek sang pemimpin Heglog pada Yunho.

“Setelah sekian lama aku ingin bertemu kalian dengan hanya mendengar cerita-cerita tentang betapa kuatnya kalian, kini kalian akan mundur begitu saja? Tidak, tidak akan kubiarkan. Aku ingin membuktikan sendiri legenda kekuatan kalian. Jadi.. bersiaplah..”

Detik berikutnya ia sudah berlari cepat, mengarahkan tombak besarnya kedepan, menerjang sang Alpha..

*

Yunkyu Yuri Sandara

To Be Continued..

Heart Without a Home – Teaser

image

Cast :

Jung Yunho

image

 

 

Cho Kyuhyun

image

 

 

Do Kyungsoo

image

 

 

Ok Taecyeon

image

 

 

Kris Wu

image

 

 

Jung Yonghwa

image

 

 

Choi Minho

image

 

 

Kim Jongin

image

 

 

Lee Gikwang

image

 

 

Lee Ho Woon

image

 

The tale of the werewolf..

When the sun shines brightly on your day and the moonlight falls beautifully on your night, they’re not even perfect for your heart without a sweet home..

And the story has just begun..

Obsession – Chapter 2

Title                 : Obsession

Rate                 : T

Genre              : Romance, Humor, Fluff, Sad

Pair                  : YunKyu, TaecKyu

Cast                 : Minho ‘Shinee’, Changmin ‘TVXQ’, Doo Joon ‘Beast’, Donghae ‘SJ’, Jonghyun ‘CN Blue’, TOP ‘Big Bang’, Taecyeon ‘2PM’.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary          : Sebuah cerita mengenai kehidupan cinta seorang Cho Kyuhyun, dimana banyak lelaki yang datang dan pergi namun ia tetap tidak bisa melupakan cinta pertamanya yang sepertinya tidak pernah memiliki rasa yang sama untuknya. Mampukah Kyuhyun melupakannya? Akankah mereka bertemu lagi?

*Cerita ini terdiri dari beberapa chapter yang mana dalam satu chapter berisikan satu cerita oneshot dengan seme yang berbeda-beda namun di setiap chapternya masih saling berhubungan. Jadi, tolong dimengerti jika dalam satu chapter alurnya terasa agak cepat.

CHAPTER 2

The Charming Boy

            “Kenapa appa dan eomma harus pergi? Seminggu pula! Belum lagi uang yang ditinggalkan tidak banyak. Mana bisa aku membeli makanan terus menerus di luar? Mereka tahu, aku benci memasak sendiri!” gerutu Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Di suatu siang yang cerah di musim gugur itu, ia mendorong trolley belanjaannya dan mulai mengisinya dengan bahan masakan sejak lima belas menit yang lalu. Kedua orang tuanya harus mengunjungi paman dan bibinya yang telah pindah dan menetap di Beijing selama lima tahun terakhir. Dan mereka harus meninggalkan Kyuhyun sendiri di rumah karena anak itu harus bersekolah.

Kyuhyun bisa saja selalu menghabiskan waktu di rumah Minho, sahabatnya, dan bisa menumpang makan ketika waktu makan telah tiba. Lagipula, kedua orang tua Minho sudah menganggapnya seperti anak sendiri, pasti mereka tidak akan keberatan. Tapi rasa malu menahannya. Ia tidak mau orang tuanya dianggap tidak memberi Kyuhyun cukup uang saku hingga anaknya terlantar.

Jadi, mau tidak mau Kyuhyu harus berbelanja siang ini guna mengiri kembali kulkasnya yang nyaris kosong hingga seminggu kedepan.

Setelah memastikan ia telah mengisi keranjang belanjaannya dengan bahan makanan sesuai dengan daftar kecil di tangannya, ia pun berjalan ke kasir.

Namun, saat itu juga ia menangkap sosok lelaki dengan gerak-gerik mencurigakan. Lelaki itu tampak mendengarkan musik di telinganya dengan santai, tapi dari raut wajahnya tersirat sedikit kecemasan. Hal itu terlihat dari gerakan kepalanya yang selalu menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah takut ketahuan melakukan sesuatu yang ilegal.

Kyuhyun sempat bertahan beberapa lama untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, namun karena lelaki itu tak kunjung melakukan suatu gerakan yang berarti, Kyuhyun pun menyerah dan kembali ke tujuan utamanya : kasir.

Tak sampai lima menit, Kyuhyun sudah berjalan santai keluar dari supermarket itu. walaupun siang yang cerah itu terasa sedikit dingin, namun Kyuhyun tetap mempertahankan langkahnya yang pelan. Seolah menikmati udara di sekitarnya. Ia bahkan berdendang riang seraya menggoyang-goyangkan kedua kantong plastik di tangan kanan dan kirinya.

“Ya! Cepat tangkap dia! Ya! Jangan lari!”

Kyuhyun menoleh ke belakang. Seorang pemuda tegap berlari melewatinya diikuti beberapa lelaki berseragam yang meneriakkan kekesalan dan tak sengaja menyenggol barang belanjaan di tangan kanannya.

Sreeekkkk.

Kantong plastik itu robek dengan cepat dan memuntahkan isinya ke aspal di bawahnya. Sayurannya berjatuhan, tomat dan ketangnya bergelinding di jalan lalu lenyap dari pandangan. Sebagian lagi malah tergilas ban mobil yang lewat. Sedangkan sepuluh butir telur ayam yang dibungkus menjadi satu dalam sebuah kantong bening kini pecah dengan manisnya.

Dengan wajah padam karena marah, mata Kyuhyun segera mencari sang pelaku yang tadi tengah di kejar oleh segerombolan lelaki berseragam.

“Sebentar.. bukankah lelaki itu yang tadi tampak mencurigakan di supermarket? Dan bukankah para lelaki yang mengejarnya itu adalah para pegawai supermar.. Astaga! Dia pasti pencuri! Sialan! Dasar penjahat! Ya! Kemari kau!”

Kyuhyun ikut berlari mengejar si ‘tersangka’, meninggalkan satu kantong belanjaan yang tergeletak mengenaskan di jalanan. Sedangkan kantong belanjaan lainnya yang masih utuh di tangan kirinya kini digenggam erat-erat seraya berlari dengan kecepatan tinggi. Ia sengaja mengambil jalan berbelok di sebelah kiri, bertentangan dengan arah lelaki tadi karena ia tahu, di depan sana nantinya akan ada persimpangan yang membuatnya bisa bertemu lelaki yang merobek kantong belanjaannya tadi.

Namun, baru tiga menit berlari, ia sudah nyaris kehilangan seluruh pasokan oksigen di paru-parunya. Dengan segera ia melambatkan larinya dengan nafas ngos-ngosan. Ia mencoba melihat ke sekelilingnya, namun tak satupun orang lalu lalang di sana.

“Hosshhh.. Kemana dia? Ini adalah jalan tercepat untuk menyusulnya, sudah pasti aku sampai terlebih dahulu. Dimana dia? Lelaki sialan!” kata Kyuhyun dengan nafas sesak seraya membungkukkan badannya. Kedua tangannya bertumpu di lututnya.

“Heyyy, jangan lari kau..!!!”

Teriakan-teriakan marah kembali terdengar. Dengan cepat Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan melihat ke belakang. Tak jauh di sana, lelaki tegap tadi masih berlari, tangannya menenteng sebuah tas kecil.

“Dia menuju kemari, aku harus menghalanginya!” kata Kyuhyun dengan yakin pada dirinya sendiri.

Kemudian dengan berani ia berlari ke tengah jalan dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Tujuannya cuma satu, menghalangi niat si ‘pencuri’ tadi untuk kabur. Tapi semakin dekat jarak keduanya, lelaki tadi tidak memperlambat laju larinya. Dengan teriakan keras ia malah menyuruh Kyuhyun agar pergi.

“Ya! Minggir! Pergi dari sana!”

Tapi seakan tidak peduli, Kyuhyun tetap berdiri di sana. Namun di sisi lain, ia juga merasa cemas. Pasalnya lelaki tadi tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. ‘Bagaimana kalau ia menabrakku?’ pikirnya.

Sepuluh langkah lagi.. tujuh langkah.. empat langkah.. dua langkah.. Dan kejadian berikutnya sungguh di luar dugaan. Lelaki tegap itu meyeruduk Kyuhyun dengan keras. Lalu dengan sekali rengkuh, ia membawa Kyuhyun di pundaknya seperti mengangkat sekarung beras. Seolah bebannya tidak bertambah, ia masih terus berlari kencang.

Kyuhyun yang baru sadar apa yang terjadi saat ini, segera meronta kuat. “Ya! Lepaskan aku! Beraninya kau menggendongku seperti ini? Ya!!!!”

Kyuhyun menendang-nendang perut lelaki itu sementara kedua kepalannya memukul-mukul pinggul si ‘pencuri’. Ia bahkan tidak sadar ia akan di bawa kemana. Yang ia tahu, setelah beberapa blok, para pengejarnya tidak lagi terlihat. Sepertinya mereka menyerah, karena mereka sadar pencuri yang satu ini terlalu gesit.

Setelah beberapa lama, akhirnya lelaki itu berhenti dan menurunkan Kyuhyun dari punggungnya.

“Maafkan aku. Bukannya aku ingin melibatkanmu atau membawamu sejauh ini, tapi kau sendiri yang tidak mau pergi. Kau terus-menerus menghalangiku maka..”

“Ya! Bodoh! Kau pikir aku apa? Karung beras? Hewan liar? Kau menggendongku dengan sangat tidak terhormat! Apa kau tahu memperlakukan seseorang dengan baik? Kau ini bodoh sekali!” omel Kyuhyun panjang lebar.

Lelaki di depannya tercengang sesaat lalu tertawa geli.

“Ya! Apa yang kau tertawakan?” teriak Kyuhyun marah.

“Maafkan aku, tapi.. kau marah bukan karena aku membawamu melainkan karena aku menggendongmu dengan cara yang tidak kau suka?” kembali lelaki tadi tertawa geli.

Wajah Kyuhyun memerah karenanya. ‘Sialan!’ rutuknya. Padahal ia ingin marah karena lelaki itu merobek kantong belanjaannya dan membawanya ke tempat yang ia tidak tahu, tapi mengingat cara lelaki itu yang menggendongnya dengan cara yang tidak sopan, ia jadi lupa alasan yang sebenarnya.

“Taecyeon oppaaaaaa…!!!”

Kyuhyun menoleh, dilihatnya segerombolan anak kecil, laki-laki dan perempuan, berlari keluar dari sebuah rumah kumuh kecil di belakangnya, menyongsong si lelaki tegap yang bernama Taecyeon itu.

“Bagaimana pekerjaan kalian hari ini? Apa kalian bekerja dengan baik?” tanya Taecyeon kepada anak-anak itu. Semuanya mengangguk patuh sebagai jawabannya dengan wajah sumringah.

“Baiklah, ini hadiah untuk kalian. Jangan berebutan. Pastikan kalian membaginya secara adil.” Kata Taecyeon seraya memberikan sebuah kantong yang dikeluarkannya dari dalam tas kecilnya tadi. Kyuhyun melirik kantong itu dan melihat isinya yang sedikit menyembul keluar. Mie instan. Isi kantong itu adalah mie instan.

“Terima kasih oppa.. “ kata anak perempuan yang paling besar, disusul ucapan terima kasih dari anak-anak kecil lainnya. Setelah itu mereka berbondong-bondong masuk ke dalam rumah itu lagi.

“Kauuuu.. Kau memberi anak-anak itu makan dengan hasil curian?” tanya Kyuhyun tak percaya setelah anak-anak itu menghilang dari pandangannya.

“Mwo? Hasil curian? Ya! Aku membelinya.” Jawab lelaki itu setengah mendelik pada Kyuhyun.

“Kalau kau tak mencurinya, mengapa semua lelaki tadi mengejarmu, hahh? Aku jelas-jelas memperhatikanmu di dalam supermarket. Menoleh kesana kemari seolah takut ketahuan, ternyata benar kau mencuri! Kau ini!” omel Kyuhyun lagi.

Laki-laki itu lagi-lagi tertawa geli. “Ya.. Kau ini lucu sekali. Aku membeli semua mie instan itu. kalau tidak percaya, lihatlah ini.” ia lalu menyodorkan struk belanjaannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengambil kertas kecil itu dengan curiga lalu membacanya. Ia membaca nama dan jumlah barang yang dibeli, tanggal pembeliannya dengan teliti dan nama supermarket tempat tadi ia bertemu lelaki itu.

“Lalu mengapa mereka mengejarmu?”

Taecyeon tersenyum. “Aku hanya berselisih paham dengan salah satu dari mereka. Karena kesal, ia memanggil teman-temannya lalu mengejarku. Hanya itu. Apa kau juga mau permasalahannya? Lalu.. mau tau tentang kehidupanku? Namaku, pekerjaanku, hobiku, tempat tinggalku..”

“Diam!” Bentak Kyuhyun. “Apa hubunganmu dengan anak-anak itu? Jangan bilang kau ini bos dari anak-anak itu. Kau pasti menyuruh mereka melakukan pekerjaan untukmu lalu kau membayar mereka dengan mie instan, iya kan?”

Kini Taecyeon tidak lagi tertawa geli melainkan terbahak-bahak. “Kau ini.. Khayalanmu tinggi sekali. Mereka bukan anak buahku. Hanya kebetulan aku tahu kalau mereka adalah anak-anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang wanita. Karena wanita itu juga bukan orang yang berkecukupan, maka mereka semua bekerja bersama-sama untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Anak-anak ini terkadang bekerja di pabrik sebagai buruh. Sedangkan wanita itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga.”

“Terkadang aku membelikan mereka beberapa bahan makanan jika aku hendak kemari. Aku sendiri bukan orang kaya, melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah saja aku tidak mampu. Jadi, aku hanya bisa membantu sesama yatim piatu semampuku.” Taecyeon melanjutkan.

Kyuhun jadi tidak enak hati. Tadi ia sepat berpikir kalau Taeyeon adalah pencuri. Lalu menuduhnya sebagai bos dari anak-anak jalanan. Ternyata kehidupan lelaki itu cukup miris. Ia jadi malu pada dirinya sendiri karena ia sempat menyalahkan orang tuanya yang tidak meninggalkan uang cukup banyak untuk dirinya selama seminggu.

“Lalu.. Mengapa kau tadi mengikutiku?” tanya Taecyeon.

“Karena kau tadi menyenggol kantong belanjaku dan membuat semua isinya berhamburan di jalan. Aku sebenarnya ingin kau untuk..”

“Menggantinya?” tebak Taecyeon langsung.

Kyuhyun mengangguk dengan enggan. Mana mungkin ia meminta ganti rugi setelah mendengar pengakuan lelaki yang tampaknya hanya berbeda dua atau tiga tahun darinya itu.

“Jujur saja, aku tidak bisa menggantinya. Sekarang baru pertengahan bulan, aku harus menghemat hingga waktunya upahku dibayar. Dan itu masih dua minggu kedepan. Jika kau tidak keberatan, aku akan menggantinya dengan hal lain, bekerja untukmu mungkin?” tawar Taecyeon.

“Ehh? Mengapa kau ingin bekerja sebagai ganti dari makanan-makanan itu?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Pasalnya, isi dari kantong yang robek tadi harganya tak seberapa. Tapi kekesalannya yang membuatnya mengejar Taecyeon.

“Makanan itu sangat penting bagiku. Aku pernah merasakan bagaimana susahnya mencari makan. Jadi, menyia-nyiakan makanan bukan tipeku. Jadi, aku tetap aan mengganti makanan tadi, bagaimanapun caranya. Aku bisa mengangkat barang-barang yang berat, menjadi pengawal, hingga memasak.”

Otak cerdas Kyuhyun langsung bereaksi karenanya. “Memasak? Kau bisa memasak?”

“Tentu saja. Aku bisa memasak dengan sangat baik. Kau boleh mencobanya jika tidak percaya.”

Kyuhyun tersenyum lebar karenanya. “Baiklah. Kau harus mengganti makanan itu dengan memasak untukku selama seminggu. Ini alamatku.” Ia lalu menyodorkan selembar kertas pada Taecyeon.

“Baiklah.. aku akan datang besok. Oh yah, kita belum berkenalan secara resmi. Namaku Taecyeon. Dan kau?”

Kyuhyun tersenyum tulus kini. “Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Nah, Taecyeon-ssi, sampai ketemu besok.”

*

            Seperti yang dijanjikan, Taecyeon datang setiap hari untuk memasak. Dan seperti promosinya hari itu, masakannya benar-benar lezat. Kyuhyun sampai berkali-kali menambah makanannya.

“Kau benar-benar pandai memasak. Aku sendiri payah dalam memasak. Aku lebih suka membeli di luar daripada memasak sendiri. Merepotkan. Sayangnya kedua orang tuaku sudah pulang, mana mungkin aku bisa menyuruhmu memasak lagi?” Keluh Kyuhyun ketika ia dan Taecyeon berjalan-jalan sore itu.

“Aku bisa memasak dan membawakanmu sesekali. Jangan khawatir. Aku senang kalau seseorang menyukai masakanku.”

Keduanya sama-sama tertawa ringan lalu terdiam setelahnya. Tak lama kemudian, Kyuhyun berdehem kecil lalu bertanya dengan hati-hati.

“Taecyeon-ssi, mengapa kau tidak melanjutkan sekolahmu? Maksudku, jaman sekarang pendidikan sangatlah penting. Kalau kau tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka..”

Taecyeon berhenti berjalan lalu bersandar di tembok batu pembatas jalan kecil itu. Sambil bersedekap, ia menatap langit jingga sore itu lalu mulai menjawab.

“Seperti yang sudah kukatakan pada pertemuan pertama kita, aku adalah seorang yatim piatu. Aku besar di panti asuhan dan tidak kenal siapa orang tuaku. Impian untuk menemukan siapa orang tua kandungku sudah terkubur sejak lama. Jadi, aku sudah tidak mempermasalahkan mereka lagi atau apa motif mereka membuangku.”

“Setelah aku besar. Aku keluar dari panti asuhanku di Mokpo dan pindah ke Seoul. Yah, sejak saat itu aku bekerja di restaurant sebagai koki. Pendapatanku tidak besar, tapi sangat cukup utnuk memenuhi kebutuhanku sehari-hari. Bahkan lebih dari cukup. Untuk saat ini, aku belum bisa melanjutkan pendidikan, karena aku masih harus menabung untuk membeli sepeda motor. Tempat kerjaku cukup jauh dengan kampus yang ingin kutuju.”

“Sebentar.” Kata Kyuhyun memotong kata-kata Taecyeon. “Kampus yang ingin kau tuju?”

Taecyeon mengangguk. “Benar. Aku telah mendaftar dan diterima untuk mengikuti program beasiswa untuk tahun ajaran depan. Tapi, karena letaknya cukup jauh dari tempat kerjaku, maka aku butuh kendaraan.”

Kyuhyun menatap Taecyeon dengan bangga. “Kau benar-benar seorang lelaki hebat. Beruntunglah siapapun yang menjadi kekasihmu nanti.”

Taecyeon terdiam. Ia menatap Kyuhyun dalam-dalam, hingga membuat Kyuhyun sempat merasa jengah karenanya.

“Kyuhyun-ssi.. Apa kau sudah memiliki seorang kekasih?”

Kyuhyun tertunduk karenanya. Setelah beberapa saat, ia menegakkan lagi kepalanya. Namun ternyata Taecyeon masih menatapnya dalam-dalam. Mau tidak mau Kyuhyun menjawab dengan gelengan di kepalanya.

“Benarkah? Kupikir, lelaki semanis dirimu sudah pasti punya seorang kekasih.”

“Baru beberapa bulan yang lalu aku berpisah dengannya. Ia harus ke Amerika, mewujudkan mimpinya untuk menjadi pemain basket terkenal.” Jawab Kyuhyun.

Taecyeon mengangguk paham. “Jadi kau belum bisa mencari penggantinya. Bukankah begitu?”

Kyuhyun tidak tahu jawaban apa yang paling tepat. Ia sendiri sebenarnya meragukan perasaan itu. Bukan, bukannya ia tidak mencintai Changmin. Tapi, di sudut kecil hatinya, ia masih terus memikirkan sang cinta pertama. Saat ini bukan permasalahan apakah ia bisa mencari pengganti Changmin atau tidak, melainkan apakah ia bisa melupakan Yunho atau tidak.

“Taecyon oppa..!”

Kyuhyun segera tersadar dari lamunannya. Ia menoleh dan melihat seorang gadis berdiri di depan Taecyeon. Kyuhyun sangat mengenali gadis cantik yang sekaligus merupakan kakak kelasnya itu.

“Ara.. Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?” tanya Taecyeon bersemangat.

“Aku baik-baik saja. Hanya saja, aku cukup sibuk saat ini. Kau tahu sendiri, oppa, semester depan sudah dekat, aku sibuk mempersiapkan diri untuk ujian. Semoga aku bisa lulus dengan nilai bagus dannnnnnn.. bisa kuliah di tempat yang sama denganmu.” Jawab Ara tak kalah bersemangat.

“Hm.. Begitu rupanya. Oh yah, kenalkan, ini Kyuhyun.” kata Taecyon.

Go Ara menoleh. “Oh? Bukankah kau adalah mantan kekasih Changmin? Benar kan? Anneyong Kyuhyun-ssi.”

“Anneyong, nuna.” Jawab Kyuhyun pendek.

“Eh? Kau mengenalnya?” tanya Taecyeon bingung.

“Tentu saja. Aku mengenalnya oppa. Dia adalah adik kelasku di sekolah sekaligus mantan kekasih dari sahabat Yunho.” jawab Ara.

Jung Yunho. Tentu saja. Siapapun tahu dengan pasti kalau Go Ara adalah kekasih Yunho, sang siswa teladan sekolah yang tengah mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. Dan hanya Kyuhyun, dan juga Minho, yang tahu betapa Kyuhyun menyukai Yunho. Hanya saja ia tidak pernah berharap lebih, mengingat Yunho telah memiliki kekasih yang dengan enggan diakui Kyuhyun sebagai gadis yang menarik.

“Bagaimana keadaan Yunho disana? Kalian masih sering bertengkar?” Kyuhyun mendengar Taecyeon bertanya.

“Ia baik-baik saja. Ia bahkan bisa mengikuti semua mata pelajaran dengan baik. Aku bangga sekali padanya. Kami memang masih sesekali bertengkar, namun tidak peduli siapa yang salah diantara kami, ia akan selalu menjadi orang yang meminta maaf lebih dahulu. Kau lihat oppa? Bagaimana mungkin aku melepaskan lelaki seperti itu? Dan lagi, komunikasi kami tidak pernah putus, ia selalu rajin menghubungiku. Sampai-sampai, aku tidak merasa kalau ia ada di negara lain.” kata Ara panjang lebar, membanggakan kekasihnya.

“Aku tahu ia adalah lelaki yang tepat untukmu. Mengingat betapa keras kepalanya dirimu. Aku masih ingat dengan baik betapa khawatirnya ia ketika kau sakit, betapa romantisnya ia saat ulang tahunmu dan betapa sorot matanya menggambarkan betapa ia mencintaimu.” Kata Taecyeon menambahkan.

Sakit. Itulah yang dirasakan Kyuhyun mendengar penuturan yang sangat jujur dari mulut kedua orang di sampingnya itu. Kyuhyun tahu, Yunho dan Ara telah berpacaran sejak keduanya bertemu di masa pengenalan sekolah dan menjadi pasangan paling romantis setelahnya. Yunho yang tampan serta Ara yang cantik, membuat keduanya tampak sangat sempurna bersama, membuat iri siapa saja.

Bagaimana mungkin Yunho berpaling pada Kyuhyun dengan adanya Ara di sampinya? Yunho tidak akan pernah menyadari keberadaan Kyuhyun, walaupun mereka pernah berkenalan sebelumnya. Apalagi dengan kepergiannya ke Amerika untuk pertukaran pelajar. Yang Kyuhyun tahu, Masa belajar Yunho disana adalah lima belas bulan, namun mengapa Yunho belum juga kembali? Kyuhyun menghitung waktu dengan baik, dan seharusnya bulan ini Yunho sudah kembali ke Seoul.

“Kapan Yunho pulang?” tanya Taecyeon.

“Dua minggu lagi. Ia sedikit terlambat, karena ia menghadiri pertemuan pelajar asal Korea Selatan di Washington terlebih dahulu. Akhirnya, aku bisa memeluknya lagi seperti dulu.” Kata Ara dengan gembira.

Mungkin Ara sangat bahagia karena bisa memeluk Yunho-nya lagi. Tapi bagi Kyuhyun, dengan melihat wajah Yunho saja sudah cukup membuat seribu kehangatan menjalar di hatinya. Dengan senyum sumringah, ia menoleh kepada dua orang itu.

“Sudah waktunya makan malam. Maukah kalian makan denganku? Aku yang traktir.”

*

            Kyuhyun tengah duduk sambil membaca buku sejarah dunia yang dipinjamnya dari perpustakaan di pinggir lapangan basket. Ia selalu berada di sana sepulang sekolah setiap hari senin dan kamis, menunggu Minho. Mereka selalu pulang bersama, tapi karena di hari sanin dan kamis setiap anggota pemain basket sekolah harus berkumpul, maka Kyuhyun dengan setia akan menunggu.

“Kyuhyun-ah, koki mu datang.” Seru Minho dari tengah lapangan.

Kyuhyun mengangkat wajah dari bukunya. Ia melihat Taecyeon berdiri di seberang lapangan, tepat dari arah lapangan parkir. Lelaki tegap berlesung pipi itu melambai padanya. Kyuhyun balas melambaikan tangannya dan memberi isyarat agar Taecyeon datang mendekat.

“Serius sekali. Kupikir tadi kau malah tenggelam dalam bukumu.” Kata Tecyeon ketika ia sudah duduk di samping Kyuhyun.

“Aku menyukai buku. Salah satu hobiku adalah membaca. Jadi, kalau aku menemukan buku yang bagus, sudah pasti aku akan melahapnya secepat mungkin.” Jawab Kyuhyun.

“Seharusnya kau belajar memasak. Jadi kau akan bisa melahap hasil masakanmu setelahnya, bukankah lebih nikmat daripada melahap kata-kata?”

Kyuhyun tertawa. Ia senang berbicara dengan Taecyeon yang periang dan suka mengeluarkan sisi humorisnya. Namun ia tidak menyadari bahwa tawanya bisa membuat Taecyeon terpana, seperti saat ini.

Taecyeon selalu suka melihat Kyuhyun tertawa. Lelaki itu bisa tertawa lepas seolah tanpa beban. Tapi ketika ia sedang sendirian, terlihat jelas bahwa otak Kyuhyun dipenuhi oleh berbagai macam pikiran. Taecyeon hanya berharap bahwa namanya bisa muncul di kepala Kyuhyun walaupun hanya sekilas.

“Ya! Hyung, kenapa memandangku seperti itu?” kata Kyuhyun di sela-sela tawanya.

Taecyeon segera menyudahi lamunannya tentang Kyuhyun. “Tidak apa-apa. Kau ini lucu sekali kalau sedang tertawa. Aku jadi sedikit terpana melihatnya.”

“Benarkah? Haha..”

“Kyuhyun-ah, apa kau.. Tidak berpikir untuk mencari kekasih? Tidakkah kau merasa kesepian?” tanya Taecyeon memberanikan diri. Ia tahu, mungkin Kyuhyun akan tersinggung. Tapi ia terlalu penasaran dengan jawabannya.

“Eh? Aku? Hm..”

“Taecyeon oppa..!”

Kyuhyun dan Taecyeon menoleh. Rupanya Go Ara yang datang. Dengan langkah-langkah riang, ia menghampiri Taecyeon dan Kyuhyun.

“Anneyong oppa. Oh, ada Kyuhyun-ssi juga rupanya, anneyong..”

Kyuhyun membungkuk sedikit tanda hormat, walaupun ia tidak bangkit dari duduknya. Ara lalu duduk di samping Taecyeon. Tanpa banyak bicara, ia langsung menadahkan tangannya.

“Tidak bisakah kau berbasa-basi dulu?” kata Taecyeon mencela.

Ara menggeleng nakal. “Tidak bisa oppa. Aku sudah terlalu penasaran. Cepat berikan resep itu padaku. Aku ingin sekali membuatnya bersama eomma di rumah.”

“Ne.. Ne.. Ini ambillah..” kata Taecyeon dengan pasrah seraya mengeluarkan secarik kertas dari balik saku jaketnya.

Ara menerimanya dengan senang kemudian menyelipkannya dalam salah satu buku di tas sekolahnya, seolah kertas kecil itu adalah kertas lotre bernilai satu juta won.

“Maaf, bolehkah aku tahu dimana kalian saling mengenal? Apakah sudah lama? Kalian benar-benar tampak akrab, seperti kakak dan adik saja.” Tanya Kyuhyun.

Ara dan Taecyeon saling berpandangan lalu tertawa bersama. Kemudian Ara menjelaskan terlebih dahulu.

“Taecyeon oppa adalah kakak kelasku di junior high school. Kami cukup akrab, apalagi kami dulu tergabung di satu ekstra kurikuler yang sama. Dan yah, aku memang sudah menganggapnya sebagai kakak kandungku sendiri, mengingat aku tidak punya saudara.”

Kyuhyun mengangguk tanda mengerti. “Jadi, karena itukah kau datang kemari hyung? Untuk mencari Ara?”

Taecyeon mengangguk. Kyuhyun langsung berpura-pura sedih seraya memegang dadanya. “Oh.. harga diriku.. Kupikir hyung datang mencariku, hahaha..”

Ketiganya tertawa bersama. Tanpa disadari, mereka jadi cukup akrab karena sering bertemu.

“Anneyong.. Taecyeon hyung, apa kabar?”

Taecyeon menegadah dan langsung terkejut. Begitu melihat Yunho, Taecyeon langsung bangkit dari duduknya, menghampiri Yunho, lalu memeluk hangat lelaki itu

“Yunho? Yaaa!!! Apa kabar kau? Aku baik-baik saja. Ceritakan tentangmu. Bagaimana Amerika?”

“Aku baik-baik saja. Amerika? Biasa saja. Aku lebih menyukai Seoul. Dimana semua yang kusayangi ada disini. Lagipula, lidahku terasa aneh tanpa makan masakan khas Korea sehari saja. Sehari rasanya lama sekali, aku selalu merasa homesick disana.” Jawab Yunho.

“Semua yang kau sayangi? Tidak usah membual, aku tahu maksudmu adalah Ara, iya kan?” ledek Taecyeon.

Dengan wajah memerah, Yunho akhirnya mengakui yang sebenarnya. “Ya, benar. Aku merasa seperti itu karena aku merindukannya setiap hari. Merindukan senyumannya, merindukan masakannya bahkan omelannya.”

Ara hanya bisa tersenyum malu tanpa bisa berkata apa-apa. Kyuhyun tahu, Yunho tidak berbohong, dilihat dari bagaimana caranya menatap Ara. Tapi hal itu justru membuat Kyuhyun merasa semakin terpuruk. Bagaimana cara mendapatkan cinta Yunho sementara sang pujaan hati sama sekali tidak pernah menyadari kehadirannya?

“Kyu?”

Kyuhyun segera tersadar ketika sebuah sentuhan mendarat di lengannya. Kyuhyun menoleh dan mendapati Yunho sudah duduk di sampingnya. Deg! Jantungnya langsung berdebar keras karenanya. Ini pertama kalinya Yunho menyentuhnya, duduk di sampingnya bahkan bicara padanya!

Dah oh.. Lihat mata itu. Sepasang mata yang biasanya bersinar tajam itu kini menatap lembut kepadanya hanya dalam jarak yang sangat dekat. Kyuhyun merasa nafasnya tercekat. Darahnya seolah-olah berhenti mengalir. Ia terlalu kaget dengan kedatangan Yunho di sampingnya.

“Kyu? Kau baik-baik saja?” Yunho mengulangi pertanyaannya. Ia tampak sedikit bingung kini.

Kyuhyun segera menguasai dirinya. “Oh.. Ya, aku sedikit melamun. Maafkan aku hyu.. maksudku Yunho-ssi.”

Kyuhyun menunduk dalam-dalam seolah menghormati si lawan bicara, padahal ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Kau lucu sekali kalau malu-malu seperti ini. Ya, jangan malu. Tertangkap sedang melamun bukan suatu kejahatan. Benar kan?” kata Yunho seraya tertawa geli.

Dua suara lain menyahut lalu ikut tertawa. Kyuhyun mengutuk kebodohannya siang ini. Ia lupa sama sekali bahwa ada Ara dan Taecyeon juga disana.

“Anneyong semua.”

Ketiganya serentak menoleh. Minho sudah selesai latihan. Ia kini sudah bergabung bersama mereka dan duduk tepat di samping kiri Kyuhyun. Ia ingin sekali menggoda sahabatnya itu, karena kapan lagi Kyuhyun bisa duduk sedekat itu dengan Yunho? Yah, walaupun kekasih Yunho ada di sana juga.

Yunho mengangguk pada Minho sebagai balasannya lalu kembali berpaling pada Kyuhyun. “Apa yang kau lamunkan? Changmin? Aha.. Aku tahu kau merindukannya. Iya kan? Mengaku saja..”

“Mwo? Changmin hyung? Kau merindukannya, Kyu?” tanya Minho bersemangat.

Kyuhyun segera menyikut Minho keras. ‘Jangan sebut nama lelaki lain di depan Yunho hyung.’ pikirnya. Namun seolah mengerti pikiran Kyuhyun, Minho langsung menghentikan aksinya. Keduanya sudah bersahabat sejak kecil, hal-hal seperti ini sudah bisa mereka rasakan sejak dulu : membaca tingkah laku dan pikiran masing-masing.

Yunho melihat pergerakan tangan Kyuhyun tadi. ‘Anak ini masih malu-malu juga. Akui saja, mudah kan?’

“Jadi.. Kau benar merindukannya?” tanya Yunho lagi.

Kyuhyun hanya diam. Ia tidak berani mengangguk ataupun menggeleng. Ia memang merindukan Changmin, namun ia tidak mungkin mengakuinya di depan Yunho. Memang ia bukan siapa-siapa bagi Yunho. Tapi entah mengapa Kyuhyun tidak mau Yunho melihat bahwa Kyuhyun menyukai lelaki lain.

“Baiklah kalau kau tidak mau menjawab. Aku bertemu dengannya di Washington minggu lalu. Saat itu ada pertemuan pelajar Korea Selatan disana. Kami banyak bicara saat itu. Tentang sekolah, tentang hal-hal yang suka kami lakukan bersama dan.. tentang kau. Ia merindukanmu.” Kata Yunho lagi.

Ia lalu mengeluarkan sebuah kotak yang dibungkus kertas kado dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Ini untukmu. Changmin menitipkannya padaku untuk diberikan padamu. Ia berharap kau menyimpannya baik-baik.”

Kyuhyun menerimanya lalu mengucapkan terima kasih. Ia masih menunduk, seolah takut menatap Yunho.

“Baiklah. Aku pergi dulu. Nah Minho, sampai jumpa.” Kata Yunho lalu bangkit dari duduknya. Ketika berhadapan dengan Taecyeon, ia sempat berhenti sebentar lalu pergi seraya melambaikan tangannya pada Taecyeon. Go Ara ikut melambai lalu bergelayut manja di lengan kekasihnya.

Saat itu, Kyuhyun mengangkat wajahnya. Ia menatap kepergian Yunho dan Ara dengan raut wajah yang sulit diartikan. Antara sedih, kecewa dan patah hati. Bagaimana mungkin ia bisa tersenyum melihat sang pujaan hati kini bergandengan tangan dengan mesra dengan kekasihnya. Seolah-olah memberitahukan pada Kyuhyun dengan amat sangat jelas bahwa ia tidak pernah memikirkan orang lain selain Ara.

Tanpa ia sadari, Taecyeon melihatnya dengan tatapan yang sama. Mungkin ini terlalu cepat untuknya, tapi begitu ia melihat Kyuhyun, ia tahu lelaki manis itu sulit untuk dihindari. Dan kini Taecyeon mengerti mengapa Kyuhyun sedikit terlihat aneh jika ditanyai mengenai kekasih. Dari caranya bicara, caranya menatap, hingga caranya bersikap, Taecyeon tahu bahwa Kyuhyun memendam rasa pada Yunho.

Taecyeon melangkah mendekati Kyuhyun, namun sepertinya lelaki itu tidak menyadarinya. Ia masih sibuk memandangi Yunho yang sebentar lagi hilang dari pandangan. Taecyeon akhirnya berdiri tepat di depan Kyuhyun, mengacaukan pikiran Kyuhyun akan Yunho.

“Eh? Hyung?” tanya Kyuhyun sedikit terkejut.

“Kau menyukainya?” tanya Taecyeon cepat.

“Mwo? Aku? Menyukai siapa?” Kyuhyun jadi sedikit pucat karenanya.

“Siapa lagi? Yunho!”

“Mana mungkin? Aku.. Aku.. Hanya..”

“Aku melihatnya dengan sangat jelas tadi.”

Kyuhyun tidak menjawab. Ia menunduk sebagai jawabannya. Melihat itu, Taecyeon segera beralih pada Minho.

“Katakan padaku. Aku yakin kau tahu sesuatu.”

Minho menatap Kyuhyun dengan iba. Ia sebenarnya sedikit bingung. Apa ia akan jujur pada Taecyeon, atau berbohong demi menyelamatkan sahabatnya.

“Dia memang menyukai Yunho hyung.”

Taecyeon menghela nafas kecewa. “Tapi dia milik Ara!”

“Kyuhyun memang menyukainya. Tapi dia bukan orang seperti itu. Tidakkah kau lihat ia tidak pernah berusaha mengambil kesempatan? Tidakkah kau lihat dia sangat menghormati Ara noona? Dan tidakkah kau lihat bahwa Yunho hyung tidak pernah ‘melihatnya’? Jadi dimana letak kesalahan Kyuhyun? Bukankah semua orang berhak mencintai orang yang dia sukai?” kata Minho dengan tegas.

“Dan Yunho mengenal siapa mantan kekasih Kyuhyun?” tanya Taecyeon lagi.

Minho mengangguk. “Mereka bersahabat.”

‘Oh tidak!’ pikir Taecyeon. “Lalu, apakah mantan kekasih Kyuhyun – yang entah siapa namanya itu – mengetahui perasaan Kyuhyun pada Yunho tapi tetap memacarinya?”

“Changmin, namanya Changmin. Dia mengetahui bahwa Kyuhyun sangat menyukai cinta pertamanya, tapi ia tidak pernah tahu bahwa Yunho adalah orangnya.”

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dari duduknya. “Aku memang menyukainya. Tapi aku tidak berniat merebutnya dari Ara noona kalau itu yang kau takutkan.”

Setelah berkata demikian Kyuhyun berlari meninggalkan Taecyeon dan Minho. Tak peduli bagaimana kedua lelaki itu memanggilnya. Ia terus berlari.

“Kau menyukainya kan? Oleh karena itu kau terus mendesaknya tadi!” sergah Minho.

“Benar, aku menyukainya. Dan aku tidak mau ia tersiksa. Aku memang baru bertemu dengannya, kami baru saling mengenal. Tapi aku bisa merasakan bagaimana ia berharap pada Yunho. Ia harus tahu, harapannya sia-sia! Ia tidak mungkin memiliki Yunho!”

Taecyeon baru akan berlari menyusul Kyuhyun, tapi Minho menghadangnya. “Jangan! Biarkan ia sendiri.”

“Aku khawatir padanya. Bagaimana kalau..”

“Aku lebih mengenalnya!” bentak Minho. “Dalam keadaan seperti ini, biarkan ia sendiri. Hargai privasinya.”

Taecyeon tak punya pilihan lain, ia hanya bisa menatap punggung Kyuhyun yang semakin menjauh. Sementara Kyuhyun terus berlari kencang. Ia tak tahu kemana kakinya membawanya. Ia hanya terus berlari hinga ia kelelahan. Begitu ia lelah, ia menjatuhkan dirinya di balik sebuah pohon rindang lalu menangis tersedu-sedu sambil memeluk hadiah dari Changmin tadi.

“Hyung.. Maafkan aku.. Aku menyayangimu tapi aku tidak bisa benar-benar mencintaimu.. Mengapa kau harus pergi hyung? Mengapa kau meninggalkanku? Sekarang siapa yang bisa melindungi hatiku agar tidak terus jatuh padanya? Tolong aku hyung.. Tolong aku..”

Tak jauh dari tempat Kyuhyun menangis, sepasang muda mudi melintas sambil bergandengan tangan mesra. Keduanya tampak saling bersenda gurau dengan mesra.

“Aku yakin Kyuhyun akan senang sekali melihat hadiah Changmin untuknya. Jadi ia tahu, pengorbanan cinta mereka tidak sia-sia.” Kata Ara.

Yunho mengangguk. “Sebenarnya cukup disayangkan mereka harus putus.”

“Tapi Changmin melakukan hal yang benar. Ia tidak mau membuat Kyuhyun menunggu dalam ketidakpastian. Bagaimana kalau ternyata ia tidak bisa pulang ke Seoul? Bagaimana kalau nantinya mereka lose contact? Kurasa sebaiknya memang mereka putus sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Changmin memang pandai menghadapi berbagai situasi.” Kata Ara lagi.

‘Ya, ia memang pandai menghadapi situasi. Ia bahkan menerima tawaran dari Washington tanpa pikir panjang lagi karena ia tahu Kyuhyun tidak bisa mencintainya sepenuh hati. Siapakah cinta pertama Kyuhyun? Apakah ia begitu sempurna hingga seorang Changmin memutuskan untuk mundur?’ pikir Yunho.

*

TaecKyu

To Be Continued..

Obsession – Teaser

Proloque

 

Apakah suatu saat ia akan melihatku?

Apakah suatu hari nanti ia akan menyadari,

Bahwa selama ini aku ada dan hidup untuk mencintainya?

Apakah ia akan mengerti perasaanku?

 

Sia-sia kuteriakkan cintaku,

Sia-sia ku lindungi harapanku.

Rasanya sungguh menyakitkan,

Ketika cinta pertama tidak pernah menemukanku.

 

Ketika harapanku musnah,

Ketika tak tahu lagi harus bertahan atau pergi,

Satu-satunya yang dapat dilakukan hanyalah berdoa

Meminta padaNya untuk diberi kekuatan dan jalan terbaik

 

Jika nanti suatu hari kita bertemu lagi,

Maukah kau memberiku kesempatan?

Maukah kau setidaknya memberiku satu tanda,

Bahwa penantianku tidak sia-sia..?

 

 

 

The Casts :

 

Cho Kyuhyun

kyuhyun OBS

Choi Minho

choi minho OBS

Shim Changmin

Changmin OBS

Lee Jonghyun

Jonghyun OBS

Yoon Doojoon

Doojoon OBS

Choi Seunghyun (TOP)

TOP OBS

Lee Donghae

Donghae OBS

Ok Taecyeon

Taecyeon OBS

 

 

Jung Yunho

Yunho OBS

 

 

Sebuah cerita mengenai kehidupan cinta seorang Cho Kyuhyun, dimana banyak lelaki yang datang dan pergi namun ia tetap tidak bisa melupakan cinta pertamanya yang sepertinya tidak pernah memiliki rasa yang sama untuknya. Mampukah Kyuhyun melupakannya? Akankah mereka bertemu lagi? Akankah akhirnya mereka bersatu?

 

*Cerita multi chapter ini berisikan satu cerita dengan seme yang berbeda-beda di setiap chapternya namun masih saling berhubungan. Jadi, tolong dimengerti jika dalam satu chapter alurnya terasa agak cepat.

 

To Be Continued..