Boyfriend for 365 Days – Chapter 4

Title                 :  Boyfriend for 365 Days

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Pairing             : Yunkyu, Kyuhae

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

Summary          : Yang satu cuek dan dingin, yang satu lagi keras kepala dan manja. Apa yang terjadi ketika dua namja tampan ini mengetahui bahwa mereka dijodohkan dan harus melakukan pendekatan dalam setahun? Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

CHAPTER 4

Sabtu yang dinantikan datang juga. Kelima namja tampan itu berlibur ke sebuah pantai di daerah Busan. Mereka mengendarai satu mobil yang di supiri oleh Zhoumi sendiri, sang empunya ide. Changmin duduk di depan menemani Zhoumi, sedangkan Donghae, Kyuhyun dan Yunho duduk di kursi tengah bertiga.

Donghae memandang Kyuhyun yang sedang asik main psp. “Kyu, kau masih ingat model rambutmu semasa sekolah dulu? Saat itu kau tampan sekali. Tapi dengan potongan rambutmu sekarang, kau terlihat tampan, manis, imut, cute, cool..”

Mendengar itu Yunho langsung berdehem keras. Donghae memandang Yunho dengan pandangan tidak suka. Tapi sedetik kemudian, ia mulai lagi mengganggu Kyuhyun.

“Kyu, kau masih suka nonton drama kan? Aku punya beberapa drama bagus, kau mau menontonnya nanti?”

“Mau hyung, aku suka sekali drama. Kapan kita nonton bersama?” Tanya Kyuhyun antusias.

Kali ini Yunho terbatuk-batuk dengan nada menjengkelkan. Donghae menarik nafas kesal, tapi karena dilihatnya Yunho sibuk memandang keluar, maka ia bicara lagi pada Kyuhyun.

“Aku juga masih ingat kau suka ice cream, Kyu. Kalau makan ice cream, selalu belepotan. Dan aku selalu membersihkan ice cream itu dari pinggir bibirmu. Wahh, lihat bibirmu Kyu, seempurna sekali.. nanti kalau makan ice cream dan belepotan lagi, aku akan..”

“YA! Jangan berpikir yang aneh-aneh. Kau tidak boleh bertingkah mesum pada Kyuhyun. Dasar bodoh!” Kata Yunho berang.

“Oww… rupanya si tuan angkuh ini masih saja suka ikut c   ampur urusan orang lain. Kau ini kenapa sih? Urus saja urusanmu sendiri. Toh kau bukan ayahnya Kyuhyun, kenapa ribut sekali?” kata Donghae sinis.

“Aku tunangannya. Jadi aku berhak melarang siapapun untuk dekat dengan Kyuhyun.” Kata Yunho dengan galaknya.

“Wah.. lihat dirimu, baru juga jadi tunangan, sudah seperti ini? Jangan-jangan kalau sudah menikah Kyuhyun akan dikurung. Lagipula sepertinya Kyuhyun tidak tertarik padamu, ia lebih suka dengan orang dengan kepribadian terbuka seperti aku. Bukan namja dingin seperti kau.” Balas Donghae sengit.

“Hei, sudahlah. Kalian kenapa bertengkar? Bukankah kita ingin bersenang-senang?” Tanya Zhoumi dibalik kemudi.

“Aku sudah bilang padamu, Zhoumi-ssi, kalau kau mengajak dia, liburan kita akan berantakan.” Kata Donghae membela diri.

“Donghae-ssi, maafkan aku. Tapi, Yunho memang tunangan Kyuhyun, wajar kalau ia bersikap seperti itu.” kata Changmin berupaya membela Yunho.

“Aku tahu, tapi tidak seharusnya ia seperti itu. Siapa suruh punya tunangan imut seperti Kyuhyun? Siapapun akan dengan senang hati merebutnya.”

“YA!!! Katakan sekali lagi atau kau kubuat menyesal.” Yunho sudah marah sekali sekarang.

“Hentikan. Kalian berdua ini kenapa sih? Dengar, aku menghormati kalian berdua. Yang satu sunbaeku yang sangat dekat denganku dulu, yang satu lagi tunanganku. Bisakah kalian akur sebentar saja?” akhirnya Kyuhyun angkat bicara.

“Shireo..!” Kata Donghae dan Yunho bersamaan lalu membuang muka dan menghadap keluar.

Kyuhyun cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua namja yang lebih tua darinya itu. Kenapa justru mereka yang kekanak-kanakan? Kyuhyun juga jadi bingung, Donghae memang dekat sekali dengannya dulu, tapi tidak seintens ini. Apalagi Yunho yang biasanya dingin, mengapa tiba-tiba marah jika Donghae dekat dengan Kyuhyun?

‘Jangan bilang Yunho hyung mulai menyukaiku.’ Kata Kyuhyun dalam hati. Ia lalu menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya dan tertawa tanpa suara.

*

            Setibanya di pantai, mereka berlari-lari seperti anak kecil yang baru pertama kali diajak ke pantai oleh orang tuanya. Seakan-akan mereka lupa dengan segala beban dunia. Terkadang mereka saling berlomba membuat istana pasir yang kemudian akan hancur dalam sekejap karena Kyuhyun menginjaknya dan melarikan diri. Tapi kalau ia sendiri yang membuat istana pasir, jangan pernah berani menyentuhnya. Karena ia akan mengamuk seperti anak singa.

“Hyung, aku ingin minum air kelapa muda.” Rengek Kyuhyun pada Zhoumi.

“Di ujung sana ada penjualnya Kyu, ayo kita kesana. Aku juga haus sekali.” Kata Zhoumi seraya menunjuk deretan penjual di dekat pos penjaga pantai.

Kyuhyun menggeleng. “Jauh sekali, hyung. Aku tadi berlari terus, aku lelah sekarang.”

“Kita jalan pelan-pelan saja, Kyu. Nanti di tengah jalan kita istirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan.” Kata Donghae yang terdengar seperti mereka tengah berada di gurun pasir. Maklum, ia sadar dirinya tidak kuat mengangkat Kyuhyun dengan jarak sejauh itu.

“Aku akan menggendongmu, Kyu. Kemarilah.” Kata Yunho seraya mendekati Kyuhyun lalu berjongkok di depannya.

“Huaaa… terima kasih hyunnggg.. “ kata Kyuhyun riang. Lagi-lagi tanpa disadarinya Donghae dan Zhoumi saling melempar pandang lalu tersenyum.

Kyuhyun memeluk leher Yunho erat. Ia suka sekali tubuh Yunho yang tegap itu. Terkadang ia pikir Yunho pastilah jelmaan dari salah satu dewa-dewa Yunani yang terkenal tampan dan gagah itu.

“Hyung, kalau kau lelah, aku akan turun dan berjalan.” Kata Kyuhyun pelan.

Yunho menggeleng. “Kau meragukanku ya? Jangankan sampai di ujung sana, sampai di Seoul pun aku sanggup menggendongmu.”

Yunho menjawab dengan galak tapi entah bagaimana itu terdengar sangat indah di telinga Kyuhyun. Wajahnya memerah menahan kebahagiaan yang siap meluap dari dalam hatinya. Ia benar-benar di mabuk kepayang saat ini.

Sesampainya di tempat penjual kelapa muda, Kyuhyun langsung memesan dua buah kelapa sekaligus dan menghabiskannya dalam sepuluh menit. Yunho menyeringai melihat Kyuhyun, tak disangkanya tubuh kurus itu sanggup menghabiskan dua buah kelapa dengan waktu cepat.

“Kenapa mereka tidak muncul-muncul juga? Zhoumi bilang dia haus, kenapa ia tidak kesini?” Tanya Yunho. Ia tidak bisa menelepon salah satu diantara mereka karena ponselnya dititipkan pada Changmin.

Kyuhyun angkat bahu. “Mungkin mereka mau menyusul sebentar lagi.”

Ia lalu memeriksa ponselnya dan mendapati satu pesan dari Zhoumi.

Ternyata di dekat sini ada penjual minuman, kami disini saja. Kalau sudah selesai, kembalilah.

Kyuhyun lalu menyampaikan hal itu pada Yunho yang langsung ditanggapi  dengan protes kesal. “Pasti Donghae yang menghasut mereka. Lihat saja tadi ia malas menggendongmu.”

“Hyung, kenapa kau tidak suka pada Donghae hyung? Ia kan sangat baik dan menyenangkan.” Tanya Kyuhyun pada Yunho.

Yunho tertawa sinis. “Namja mesum seperti itu kau bilang menyenangkan?”

“Kami memang dekat sekali semasa sekolah hyung. Donghae hyung lah yang menjagaku hingga ia pindah keluar negeri. Aku sangat menyayanginya.” Kata Kyuhyun membela Donghae.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak jatuh cinta padanya?” Tanya Yunho langsung.

Kyuhyun menggeleng. “Aku menganggap Hae hyung seperti kakak kandungku sendiri. Aku tidak pernah menaruh hati padanya, walaupun kini ia jauh lebih tampan dan dewasa.”

Mendengar jawaban Kyuhyun, Yunho tersenyum tapi langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi keras seperti biasanya ketika Kyuhyun memandangnya.

“Lalu kau, hyung? Apa kau menyukai Changmin hyung?” Tanya Kyuhyun hati-hati. Ia sebenarnya enggan sekali bertanya tapi ia penasaran.

“Tentu saja, Changmin adalah lelaki yang cerdas dan baik hati. Ia juga dewasa. Aku suka tipe pekerja keras seperti dia.” Kata Yunho tenang.

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dari duduknya. “Aku mau kembali sekarang.”

Kyuhyun langsung berjalan cepat meninggalkan Yunho. Melihat itu Yunho segera menyusul Kyuhyun setelah membayar kelapa yang diminum Kyuhyun.

“Kyu, tunggu dulu. Kau kenapa?” Tanya Yunho seraya mencekal lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menepiskan tangan Yunho dan terus berjalan. Ia benci sekali mendengar Yunho memuji-muji Changmin. Apalagi dengan gambling Yunho mengatakan bahwa ia menyukai Changmin, yang tidak bisa diartikan Kyuhyun apa itu suka sebagai teman atau cinta. Cukup matahari membuatnya kepanasan hari ini, ia tidak mau hatinya ikut panas.

“Kyuhyun..! Kau kenapa sih? Kenapa tiba-tiba marah?” Tanya Yunho. Mau tidak mau ia memblokir jalan Kyuhyun.

“Minggir hyung, aku tidak marah. Aku hanya lelah.” sangkal Kyuhyun. Ia mencoba jalan ke kanan, tapi Yunho menghalangi jalannya. Jika ia ke kiri, Yunho ikut ke kiri.

“Ya! Hyung, minggir!”

“Tidak sampai kau bilang ada apa.” Kata Yunho tegas.

Kyuhyun menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia tidak habis pikir kenapa lelaki cerdas seperti Yunho tidak bisa membaca perasaannya.

“Katanya kau lelah, biarkan aku menggendongmu lagi.” Kata Yunho. Kali ini suaranya jauh lebih lembut.

“Shireo!” kata Kyuhyun kesal.

“Lalu kau mau apa?” Tanya Yunho tak kalah kesalnya.

“Aku mau kau berhenti menyebut-nyebut nama Changmin di depanku. Aku muak!!!” teriak Kyuhyun lalu berlari meninggalkan Yunho yang menatapnya dengan bingung.

*

            Mereka memutuskan untuk melihat matahari terbenam dulu baru pulang. Kelimanya duduk di pasir sambil menatap mentari yang perlahan-lahan turun ke peraduannya. Sedaritadi Kyuhyun menghindari Yunho maupun Changmin. Ia bahkan jadi pendiam.

Melihat itu, Donghae segera menghampiri Yunho. “Kau apakan Kyuhyun, kenapa ia jadi diam seperti itu?”

“Tidak usah ikut campur. Ini urusan kami.” Kata Yunho dingin tanpa sedikitpun menoleh pada Donghae.

“Dengarkan, aku ini malas sekali berdebat denganmu. Aku sama sekali tidak perduli padamu. Yang kuperdulikan hanya Kyuhyun. Ia jadi seperti itu sejak ia kembali. Aku tidak suka melihatnya bersedih.” Kata Donghae lagi.

Kali ini Yunho menoleh pada Donghae dengan enggan. “Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Tadi kami bercakap-cakap seperti biasa lalu ia berlari meninggalkanku.”

‘Namja bodoh.’ Kata Donghae dalam hati. ‘Kalau seperti ini caranya, ia tidak akan pernah tahu kalau Kyuhyun menyukainya.’

Di perjalanan pulang, semuanya diam. Tak ada satupun yang berniat bicara entah untuk saling menghibur ataupun hanya sekedar basa-basi. Kyuhyun memilih tempat duduk di samping jendela. Ia tidak mau memandang kemana-mana kecuali keluar jendela. Ia dan Yunho bertukar tempat duduk. Ini kemauannya, jika ia duduk di tengah, ia akan sulit untuk menghindari Yunho.

Kyuhyun tahu benar ia sudah jatuh cinta pada Yunho. Tapi sepertinya menggapai Yunho seperti menggapai awan. Terlalu tinggi dan sulit dijangkau. Tampaknya Yunho menyukai Changmin. Sehingga Kyuhyun merasa ia tidak punya kesempatan sama sekali.

Jatuh cinta ternyata menyakitkan. Kyuhyun merutuki dirinya sendiri yang dengan tololnya bisa jatuh dalam pesona Yunho yang dianggapnya tidak peka. Jika orang lain dengan cepat bisa langsung mengetahui perasaannya pada Yunho, mengapa lelaki itu tidak bisa menyadarinya?

Kyuhyun teringat percakapannya dengan Donghae tadi pagi sebelum mereka berangkat.

“Kyu, aku tahu kau menyukainya. Tapi, apa kau sendiri yakin dengan perasaanmu?” Tanya Donghae seraya menunjuk Yunho dengan dagunya.

“Aku yakin hyung, aku hanya tidak yakin akan perasaannya padaku. Terkadang ia manis sekali. Tapi terkadang ia bersikap datar dan dingin. Aku jadi tidak bisa menebak isi hatinya.”

“Aku akan membantumu. Jadi jangan khawatir. Cepat atau lambat, ia akan menyadari perasaannya padamu.” Kata Donghae seraya membelai rambut Kyuhyun dengan sayang.

“Jangan bilang kau juga bagian dari rencana Zhoumi hyung.” tebak Kyuhyun

Donghae tertawa. “Memang itulah kenyataannya.”

Donghae saja bisa mengerti perasaannya, kenapa Yunho tidak? Lalu dirasakannya sebuah tangan kekar melingkari pundaknya. Kyuhyun menoleh dan mendapati Yunho menatapnya lembut. Yunho menarik Kyuhyun dalam pelukannya, menghangatkan tubuh Kyuhyun yang kedinginan.

Kyuhyun menurut. Ia diam saja ketika menyandarkan dagunya di kepala Kyuhyun. ia membalas pelukan Yunho, disandarkan kepalanya ke dada bidang namja dingin itu, lalu menutup matanya yang lelah.

*

            Keesokan harinya Kyuhyun terbangun dengan perasaan senang. Tidurnya nyenyak sekali, bahkan ia bermimpi indah. Ia bermimpi Yunho mengajaknya makan malam romantic di pinggir pantai. Entah mengapa ia lebih suka mimpinya daripada kenyataan yang ia hadapi sehari-hari. Mana mungkin Yunho mengajaknya kencan? Itu mustahil bukan?

Lalu pintu kamarnya terbuka. Kepala Yunho  muncul dari baliknya. “Kau sudah bangun? Aku membawakan sarapan untukmu.”

Kyuhyun tersenyum malu. Ia tidak menyangka akan mendapat kejutan di pagi hari setelah kemarin tidur dalam pelukan Yunho. semuanya benar-benar seperti mimpi.

Yunho membawa nampan berisi makanan dan segelas susu. “Makanlah. Aku harus berangkat kerja sekarang.”

Sepeninggal Yunho, Kyuhyun memakan sarapannya sambil tersenyum-senyum senang. Ketika ia menggeser piringnya, ia baru sadar ada secarik kertas di atas nampan, tepat dibawah piringnya. Ia segera mengambil kertas itu lalu membaca tulisannya.

Kertas itu berisikan alamat sebuah restaurant yang ia tahu letaknya. Tapi siapa yang meletakkannya disini? Belum sempat ia mencari tahu, ponselnya berdering. Yunho meneleponnya.

“Yeoboseyo.”

“Kau sudah lihat kertasnya?” Tanya Yunho di ujung sana.

“Sudah hyung, tapi untuk apa..”

“Kau tahu tempatnya kan? Datanglah jam tujuh malam. Kutunggu disana.”

Lalu Yunho memutuskan hubungan telepon itu. Kyuhyun masih terpaku di tempatnya. Ponselnya masih menempel di telinganya.

“Yunho hyung memintaku datang jam tujuh.. Di restaurant.. Itu, waktu makan malam.. Apa artinya ini.. Yunho hyung… HUUUAAAAAAA YUNHO HYUNG MENGAJAKKU KENCANNNN……!!!!!”

*

kyuhyun love milkyway007

To Be Continued..

PS : Congratulation for Sabrina, the first winner of Challenge Me. Here’s your story..