Obsession – Chapter 3

Title                 : Obsession

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff

Pair                  : YunKyu, JoonKyu

Cast                 : Minho ‘Shinee’, Changmin ‘TVXQ’, Doo Joon ‘Beast’, Donghae ‘SJ’, Jonghyun ‘CN Blue’, TOP ‘Big Bang’, Taecyeon ‘2PM’.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary          : Sebuah cerita mengenai kehidupan cinta seorang Cho Kyuhyun, dimana banyak lelaki yang datang dan pergi namun ia tetap tidak bisa melupakan cinta pertamanya yang sepertinya tidak pernah memiliki rasa yang sama untuknya. Mampukah Kyuhyun melupakannya? Akankah mereka bertemu lagi?

*Cerita ini terdiri dari beberapa chapter yang mana dalam satu chapter berisikan satu cerita oneshot dengan seme yang berbeda-beda namun di setiap chapternya masih saling berhubungan. Jadi, tolong dimengerti jika dalam satu chapter alurnya terasa agak cepat.

CHAPTER 3

The Mysterious Man

            “Yoon Doo Joon imnida.”

Lelaki itu memperkenalkan namanya. Ia tersenyum sopan, namun raut wajahnya seperti menunjukkan bahwa ia sulit didekati. Aura misterius terpancar dari dirinya, membuat siapa saja penasaran padanya.

“Nah Yoon Doon Joon, kau boleh duduk di bangku sebelah sana.” Tunjuk Leeteuk songsengnim ke bangku kosong tepat di sebelah Kyuhyun.

Doo Joon mengangguk hormat lalu berjalan ke bangku yang ditunjuk oleh gurunya di kelas barunya itu. Ketika ia sudah duduk di sana, songsengnim melanjutkan.

“Nah Doon Joon, di samping kirimu adalah Cho Kyuhyun dan yang dibelakangnya itu adalah Choi Minho, sang ketua kelas. Berhubung ini adalah hari pertama tahun ajaran baru, maka kau tidak ketinggalan pelajaran sama sekali walaupun kau datang menjelang waktu sekolah berakhir. Setelah bel nanti, Kyuhyun dan Minho akan menemanimu berkeliling sekolah, memperkenalkan seluruh seluk beluk sekolah ini kepadamu.”

“Aku harus mengikuti rapat OSIS nanti. Bisakah Kyuhyun saja yang menemaninya, songsengnim?” jawab Minho cepat.

Leeteuk songsengnim mengangguk. Namun Kyuhyun malah berdecak kesal karenanya. Mengapa harus dia yang melakukannya? Bukankah banyak siswa lain yang mungkin lebih tertarik melakukannya?

Tak lama kemudian bel panjang tanda sekolah telah usai berbunyi. Dengan cepat para siswa itu merapikan buku-buku mereka lalu memasukkannya ke dalam tas masing-masing. Setelah mereka memberi salam pada Leeteuk songsengnim, mereka pun keluar satu persatu.

“Kyuhyun-ah, rapat OSIS tidak akan berlangsung terlalu lama. Tunggulah aku di kantin, ne? Begitu selesai, aku akan langsung menyusulmu. Ajaklah dia berkeliling. Maaf, aku tidak bisa membantumu.” Kata Minho tergesa-gesa. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, ia langsung berlari keluar meninggalkan Kyuhyun dengan Doo Joon sendirian.

Hening tercipta diantara keduanya. Tak lama kemudian Doo Joon bangkit dari duduknya dan berkata tanpa menoleh pada Kyuhyun. “Aku bisa berkeliling sendiri. Kau tidak perlu menemaniku.”

Sebenarnya Kyuhyun merasa lega karenanya. Tapi bagaimana kalau songsengnim tahu bahwa Kyuhyun tidak melaksanakan tugas yang diberikan padanya?

“Tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu. Itu tugas dari songsengnim, aku harus melakukannya.” Jawab Kyuhyun mencoba ramah. Ia sedikit kurang suka dengan kesan misterius yang ada pada Doo Joon.

Doo Joon menggeleng. “Percayalah, aku baik-baik saja.”

Doo Joon langsung mengenakan tasnya. Kemudian ia membungkuk sebentar pada Kyuhyun dan berjalan keluar kelas.

Kyuhyun langsung mendengus sebal karenanya. Anak baru itu langsung terkesan sombong padahal belum dua jam ia ada di sekolah ini. Dengan jengkel Kyuhyun menyambar tasnya lalu ikut berjalan keluar.

“Kau! Ikut aku! Aku tidak mau mendengar penolakan! Kau merasa baik-baik saja tapi bagaimana denganku? Kau mau aku mendapat hukuman?” kata Kyuhyun dengan galak begitu ia berhasil mengejar Doo Joon dan memblokir jalannya.

Doo Joon tampak sedikit terkejut. “Bukan begitu. Aku hanya tidak mau merepotkan siapapun.”

“Kau tidak merepotkan. Nah, sekarang ikut aku. Aku akan menunjukkan padamu tempat-tempat di sekolah kita.”

*

            Yoon Doo Joon. Namja yang satu itu memang sedikit misterius. Ia selalu sendirian dan tidak pernah mencoba untuk bergaul. Jangankan mencampuri urusan orang lain, bicara saja jarang. Ia datang ke sekolah, mengikuti pelajaran, beristirahat entah dimana lalu pulang sekolah, semuanya sendiri dan dalam diam. Siswa lainpun enggan mengajaknya bicara kalau tidak benar-benar perlu.

Tapi sepertinya Yoon Doo Joon tidak mempermasalahkan hal itu. Namun justru hal itulah yang membuat Kyuhyun penasaran. Bagaimana mungkin lelaki setampan itu justru sangat pendiam? Seolah-olah ia hanya akan bicara kalau dibayar. Sampai tiga bulan bersekolah pun, ia tetap penyendiri. Berkali-kali Kyuhyun mengajaknya bicara atau menawarkan bantuan padanya, tapi Doo Joon selalu menolak dengan sopan.

“Itu hanya perasaanmu saja. Mungkin sifatnya memang seperti itu. Biarkanlah.” Kata Minho suatu hari ketika Kyuhyun mengutarakan rasa penasarannya mengenai Doo Joon.

“Aku merasa ia menyembunyikan sesuatu. Bagaimana kalau ada apa-apa dengannya dan tidak ada yang tahu?” bantah Kyuhyun.

“Tenang saja, ia punya keluarga kan?” balas Minho cuek dan terus memainkan PSP di tangannya.

“Tapi keluarganya tidak ada di Seoul. Mereka ada di luar negeri.”

Minho menghentikan permainannya. Ia menatap Kyuhyun dengan sedikit bingung. “Bagaimana kau tahu?”

“Aku.. Bertanya pada songsengnim. Dia.. maksudku Doo Joon, tidak punya keluarga di Seoul. Dia tinggal seorang diri.”

Minho membulatkan matanya mendengar pengakuan Kyuhyun. “Mwo? Ya! Kyuhyun-ah.. Mengapa kau mencari tahu tentang dirinya? Jangan bilang kau menyukainya! Ya! Kau sudah bisa melupakan Changmin hyung. Semudah itu kau jatuh cinta?”

Plaaakkkk. Sebuah tamparan kasar mendarat di kepala Minho.

“Ya! Aku mengkhawatirkannya sebagai teman, bukan apa-apa. Bagaimana mungkin aku dengan cepat menyukainya? Dasar bodoh!” omel Kyuhyun.

Minho mengusap-usap kepalanya yang sakit akibat tamparan Kyuhyun. “Baiklah, apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Aku akan membuntutinya. Aku akan mencari tahu kenapa ia begitu pendiam. Ia seperti punya masalah tapi tidak tahu mau bercerita ke siapa. Dan kalau kau jeli memperhatikannya, ia seolah-olah datang ke sekolah hanya karena ia harus menyelesaikan pendidikannya. Ia seperti.. Ah, sulit untuk menjelaskannya. Bagaimanapun juga, sebagai teman aku harus membantunya.” Kata Kyuhyun yakin.

“Lalu bagaimana kalau ia tidak mau dibantu?”

“Itu urusan nanti. Yang jelas mulai hari ini, aku akan membuntutinya dan mencari tahu tentangnya.”

‘Dasar keras kepala!’ batin Minho.

*

            Seminggu kemudian, setelah direncanakan dengan baik, Kyuhyun dan Minho mulai mengikuti Doo Joon setelah pulang sekolah. Awalnya mereka sempat terkesima karena Doo Joon yang selalu menggunakan bus ke sekolah, ternyata tinggal di daerah elit. Ia juga menghuni salah satu apartemen di sana.

Kyuhyun dan Minho menunggu Doo Joon di pelataran parkir apartemen itu, karena menurut mereka, mungkin saja Doo Joon akan keluar. Namun setelah menunggu sekitar  hampir tiga jam, Doo Joon tidak juga muncul. Akhirnya keduanya menyerah dan memutuskan untuk pulang. Tapi ketika Minho akan menyalakan mesin mobilnya, dilihatnya Doo Joon muncul dengan gaya yang sedikit aneh di mata mereka.

Lelaki itu mengenakan pakaian serba hitam. Jaket kulit yang membungkus tubuhnya terlihat serasi dengan sepatu bootsnya. Yoon Doo Joon menaiki sebuah motor besar yang meraung cukup kencang ketika dinyalakan.

“Lihat! Itu Doo Joon. Mau kemana dia?” seru Minho.

“Ikuti saja dia! Yang jelas kita harus tahu dia akan kemana dan apa yang hendak dilakukannya. Cepat, dia sudah pergi.” Perintah Kyuhyun.

Minho segera menginjak pedal gas lalu melarikan mobilnya, membuntuti Doo Joon. Dalam perjalanan yang cukup panjang itu, Kyuhyun tak henti-hentinya memberikan instruksi agar ia lebih cepat mengejar Doo Joon mengingat lelaki itu melarikan motornya dalam kecepatan tinggi.

“Diamlah, Kyuhyunnie. Aku sudah berusaha mengejarnya. Tapi kau lihat kan, dia lihai sekali. Kalau kau tidak puas, kau saja yang menyetir!” bantah Minho kesal.

“Kalau aku bisa menyetir dengan baik, sudah pasti aku yang akan duduk di tempatmu saat ini. Sudah, cepat kejar dia, jangan sampai dia menghilang.” Balas Kyuhyun.

Keduanya masih saja bertengkar hingga akhirnya Doo Joon mulai melambatkan laju motornya dan berhenti di sebuah tanah lapang yang sangat ramai. Minho dan Kyuhyun mendadak ketakutan melihat apa yang terhampar di depan mata mereka.

Berpuluh-puluh motor besar bersama si pengendara berada disana. Beberapa diantaranya terlihat bersiap-siap untuk melakukan balapan, sementara yang lainnya tengah mengobrol, mengecek mesin motornya atau bahkan minum-minuman keras.

“Kyu, ini.. Ini tempat dimana para pembalap liar berkumpul. Kita harus segera pergi dari sini. Kalau kita sampai ketahuan, mereka tidak akan mengampuni kita.” Kata Minho setengah berbisik.

“Tidak! Aku harus melihat apa yang Doo Joon lakukan disini.”

“Untuk apa melihat lagi? Kau sudah tahu kan apa yang ia lakukan? Mana mungkin ia hanya menjadi penonton disini? Kau lihat sendiri kan bagaimana caranya mengemudikan motornya tadi?” kata Minho setengah histeris.

“Lihat! Dia benar-benar akan melakukan balapan. Oh Minho, apa yang akan kita lakukan?” kata Kyuhyun tanpa menghiraukan perkataan Minho sebelumnya.

Minho melihat Doo Joon sudah bersiap-siap di belakang garis kuning yang bisa dikatakan sebagai garis start bersama beberapa pengendara lainnya. Mesin motor mereka meraung-raung dengan bisingnya, membuat siapa saja yang mendengarnya merasa akan tuli.

Diantara kebisingan itu, Minho masih bisa mendengar Kyuhyun membuka pintu mobil. “Ya! Kyuhyun!” Dengan cepat Minho menangkap pergelangan tangan Kyuhyun dan menariknya kembali ke dalam mobil.

“Lepaskan aku.” Kata Kyuhyun berusaha melepasan cengkraman Minho.

“Apa yang kau lakukan? Jangan bodoh! Kalau mereka melihatmu, kau akan dibinasakan saat itu juga. Mengertikah kau bahwa yang kita saksikan saat ini adalah ilegal? Kau bisa disangka orang luar yang membahayakan karena akan membawa polisi kemari.” jelas Minho panjang lebar namun dengan nada kesal.

“Tapi kalau kita tidak menghentikan Doo Joon, ia bisa terluka. Kau tahu kan betapa berbahayanya hal ini?” balas Kyuhyun dengan sama kesalnya.

“Tapi bukan berarti kau membahayakan dirimu sendiri karenanya. Lagipula, kau bisa lihat kan, ia bisa mengendarai motornya dengan baik. Kau juga bisa melihat bahwa orang-orang di sana tampak mengenalnya. Ia pasti sudah biasa melakukan hal ini. Tenanglah.”

Peluit panjang dibunyikan. Bersamaan dengan itu, sebuah bendera kecil dikibar-kibarkan. Motor-motor yang tadinya bersiap di belakang garis start segera melaju cepat, saling mendahului yang lain. Hal yang sama dilakukan oleh Doo Joon. Dalam beberapa detik, ia sudah hilang di telan malam.

“Lihat? Dia pergi sekarang. Bagaimana kita mengikutinya? Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang mengerikan disana?” tanya Kyuhyun dengan marah.

Minho menghela nafas kesal. “Ia akan baik-baik saja. Yang bisa kita lakukan saat ini hanya menunggu. Yang jelas kita tidak boleh ketahuan telah mengikutinya.”

Kyuhyun terdiam. Ia tahu maksud Minho baik. Tapi Kyuhyun tidak bisa mengusir rasa cemas di hatinya begitu melihat Doo Joon melakukan aksinya. Ia akhirnya menuruti saran Minho untuk tetap diam disana hingga Doo Joon kembali. Akan lebih baik jika mereka tahu rincian kejadiannya dari awal hingga akhir walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi selama Doo Joon melakukan aksi gilanya.

Tak sampai sepuluh menit, dari kejauhan terdengar bunyi suara motor berkejaran. Motor pertama muncul secepat cahaya, melesat dari balik kegelapan lalu dengan sebuah manuver cantik, sang pengendara memasuki garis finish. Pengendara itu Yoon Doo Joon.

*

            Selama berbulan-bulan kedepan, Kyuhyun dan Minho selalu mengikuti Doo Joon. Dari sana, mereka tahu bahwa jadwal balapan liar yang diikuti Doo Joon dilaksanakan setiap dua kali dalam seminggu. Waktunya tidak tetap. Perkiraan Minho, alasan waktu yang tidak tetap itu karena menghindari polisi.

Dari hasil mematai-matai itu pulalah keduanya tahu bahwa Doo Joon adalah seorang anak pengusaha ternama di Jepang. Ia adalah anak satu-satunya dan hanya tinggal sendiri di Seoul. Namun mereka tidak tahu lebih banyak lagi karena kepribadian Doo Joon yang tertutup. Di sekolah pun ia tidak punya teman. Ia melakukan segala sesuatunya seorang diri. Ia terlihat sangat dan menakutkan, tetapi ketika disapa, ia akan membalas dengan sangat sopan.

Hal ini membuat Kyuhyun sedikit frustasi karenanya. Semakin ia berusaha mencari tahu tentang Doo Joon, semakin sulit ia mendapatkannya. Semakin ia coba untuk mendekati lelaki itu, semakin tertutup lelaki itu terhadapnya. Yang kini ia tahu melalui pengamatannya sendiri adalah Doo Joon belajar dengan baik, mendengarkan guru dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik juga karenanya.

“Berhentilah mengkhawatirkannya. Kita sudah membuntutinya, kita tahu bahwa selama ini ia baik-baik saja. Kau lihat sendiri bahwa ia tidak pernah membuat kekacauan, bahkan mendapatkan nilai yang cukup bagus di sekolah. Itu sudah menjadi bukti bahwa ia adalah anak baik-baik, hanya saja ia suka sendirian.” Jelas Minho siang itu ketika ia dan Kyuhyun mendiskusikan tentang Doo Joon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tahu itu. Tapi tampaknya ia menyembunyikan sesuatu. Ia seperti melarikan diri dari semuanya ketika melakukan balapan itu. Tidakkah hal ini aneh? Bahkan seorang yang benar-benar pendiam pun pasti punya seorang teman.”

Minho menyipitkan matanya kepada Kyuhyun. “Kau tahu?  Ini membuatku bertanya-tanya. Apakah kau menyukainya?”

Belum sempat Kyuhyun menjawab, sebuah bola basket melayang dan mendarat dengan keras tepat di wajahnya. Ia merasa pusing seketika, pandangan matanya berkunang-kunang. Wajahnya terasa panas dan.. darah segar keluar dari hidungnya.

“Kyuhyunnie..!” Kyuhyun tahu itu suara Minho.

“Kyu? Kyuhyun-ssi, kau baik-baik saja? Biar aku yang membawanya ke klinik.” Suara itu.. Kyuhyun sepertinya mengenal suara itu. Tapi karena kepalanya yang pusing, ia sulit membuka matanya dan melihat dengan jelas.

Detik berikutnya ia merasakan seseorang menggendongnya ala bridal style dan berjalan cepat entah kemana.

“Kyuhyunnie, bertahanlah.” Minho kembali bicara menyemangati Kyuhyun.

Pelan-pelan Kyuhyun membuka matanya. Awalnya, sekelilingnya tampak kabur. Namun lama kelamaan ia bisa melihat dengan jelas setelah beradaptasi dengan cahaya matahari yang menyilaukan. Lalu ia melihat siapa yang menggendongnya.

Rahang kokoh, bibir tegas, hidung lancip, dengan mata tajam yang kini tampak khawatir. Kyuhyun mencengkram jantungnya. Mimpi apa ia semalam? Ia kini tengah berada dalam pelukan seorang Jung Yunho. Dan ini bukan mimpi kan? Pikirnya. Ia rela setiap saat menderita sakit seperti ini kalau imbalannya ia akan terus dipeluk Yunho.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yunho ketika ia membaringkan Kyuhyun di ranjang kecil milik klinik sekolah. Di sebelahnya Minho tampak berdiri dengan cemas.

Kyuhyun mengangguk. “Aku baik-baik saja, sunbae. Tapi.. apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau sudah lulus?”

Yunho tersenyum. Ia meraih kapas di samping tempat tidur lalu menyeka darah yang keluar dari hidung Kyuhyun perlahan. “Aku datang untuk mengurus sesuatu. Sebenarnya aku sudah dalam perjalanan pulang. Namun ketika lewat di lapangan basket dan bertemu dengan anak-anak yang sedang bermain basket, aku tergoda untuk ikut bermain sebentar. Tak kusangka justru membuatmu seperti ini. Maafkan aku, ne?”

Kyuhyun hendak menjawab namun dilihatnya Doo Joon melintas di luar dengan beberapa lelaki yang ia tahu dari kelas lain. Ia tampak dibawa dengan paksa. ‘Tidak. Aku harus melakukan sesuatu.’ Pikirnya.

Dengan cepat ia bangkit lalu duduk tegak dengan pandangan horor. Ia memandang Minho dan berusaha memberi kode melalui matanya. Tapi tampaknya Minho tak juga mengerti.

“Aku harus pergi, hyu-maksudku sunbae. Terima kasih telah membantuku.” Kata Kyuhyun dengan cepat seraya melompat turun dari tempat tidurnya.

“Tapi kau mau kemana? Kau harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu.” Cegah Yunho.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak apa-apa. Aku harus pergi sekarang. Ada sesuatu yang harus aku lakukan.”

Setelah itu Kyuhyun langsung menyambar lengan Minho lalu berjalan tergesa-gesa keluar, membiarkan Yunho bertanya-tanya dengan sikapnya yang aneh.

“Kyu.. Tunggu!”

Kyuhyun berhenti. Ia berbalik dan menatap Yunho. Sungguh ia ingin tinggal lebih lama di samping lelaki itu. Kapan lagi ia punya waktu seperti ini? Tapi saat ini Doo Joon membutuhkan bantuannya.

“Kau.. Kau boleh memanggilku hyung..” kata Yunho pada akhirnya.

Kyuhyun  tersenyum. “Terima kasih hyung.” Setelah itu ia menarik Minho menjauh, membuat sahabatnya itu nyaris jatuh karena ditarik saat ia membungkuk hendak memberi hormat pada Yunho. Ia bahkan mengabaikan pertanyaan Minho tentang aksinya saat ini.

Akhirnya tiba juga mereka di lorong kecil yang menjadi pembatas antara laboratorium dan gudang. Lorong itu memang sepi. Biasanya dipakai hanya untuk jalan pintas untuk menuju ke perpustakaan atau jadi tempat persembunyian anak-anak yang suka membolos sambil merokok.

Kyuhyun melambatkan laju kakinya. Pelan-pelan ia mengintip, disana tampak Doo Joon yang dikepung tiga lelaki angkatan mereka.

“Dengarkan aku bodoh! Cepat serahkan uang itu. Kau terus-terusan menang, lagipula kau tidak tampak seperti orang susah.” Kata seseorang.

“Hah! Kalau kau tidak menang, itu salahmu sendiri. Kalau kau mau mendapatkan uang, menangkan saja balapan besok. Tidak usah memerasku seperti ini, karena kau tidak akan mendapatkan sepeserpun dariku.” Jawab Doo Joon.

“Jangan membuat kesabaranku habis. Cepat serahkan uang itu atau kau akan menerima akibatnya karena berani menentang kami!” kata lelaki yang lain.

Kyuhyun tak tahan lagi. Ia lalu keluar dari persembunyiannya, mengabaikan kata-kata ‘Jangan’ dari Minho.

“Kalau kalian berani menyentuhnya, aku akan melaporkan kalian ke songsengnim.” Katanya dengan berani.

Ketiga lelaki disana termasuk Doo Joon menoleh pada Kyuhyun. Detik berikutnya ketiga lelaki tadi tertawa terbahak-bahak.

“Lihat dia! Sok pahlawan, sok jagoan. Kau kira kami takut? Kami bahkan belum menyentuhnya. Bagaimana mungkin kami bisa disalahkan? Kau mau ikut campur? Ide bagus, setidaknya kau juga bisa merasakan bagaimana hebatnya tanganku ini.” kata lelaki sangar yang tampaknya menjadi pimpinan gerombolan kecil itu.

“Tidak masalah. Aku juga akan mengatakan bahwa kalian mengikuti balapan liar setiap dua kali seminggu jam sebelas malam. Lalu..”

“Ya! Bodoh! Baik kami pergi. Tapi sekali saja kau berani membuka mulut mengenai hal itu, kami tak akan segan-segan menghajarmu.” Kata lelaki tadi. Ia bahkan tampak sedikit gentar.

Ketiganya lalu pergi dengan marah. Begitu ketiganya tak tampak lagi, Kyuhyun dan Minho segera mendekati Doo Joon.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Minho.

Doo Joon menggeleng. Ia mengucapkan terima kasih lalu hendak beranjak pergi tapi Kyuhyun langsung memblokir jalannya.

“Setidaknya kau harus mendengarkanku dulu.”

Doo Joon hendak menghindar tapi sekali lagi Kyuhyun memblokir jalannya. “Berterima kasihlah dengan cara yang pantas dengan para penolongmu. Traktir kami makan siang.”

Doo Joon mengerutkan keningnya sebentar. “Traktir? Bukankah kalian baru saja menyelamatkanku dari para pemeras? Dan kini kalian memintaku untuk..”

Kyuhyun tampak malu. Tapi ia sudah bertekad ingin membangun hubungan baik dengan si pendiam nan misterius itu. Maka ia tak gentar dengan sindiran itu.

“Iya, traktir. Bukankah kami teman sekelasmu? Dan kami juga merahasiakan balapan liarmu dari songsengnim. Jadi, setidaknya berikan penghargaan pada kami.”

Doo Joon tersenyum kecil. “Baiklah. Tapi tidak hari ini. AKu berjanji akan mentraktir kalian beberapa hari lagi. Jangan hari ini.”

“Baiklah, kau boleh pergi. Maafkan Kyuhyun kalau ia terkesan berlebihan.” Kata Minho pada akhirnya.

Doo Joon hanya mengangguk lalu berlalu dari hadapan Minho dan Kyuhyun. Namun baru beberapa langkah, ia sudah berbalik lagi. Ia menatap Kyuhyun cukup lama lalu mendekati Kyuhyun. Setelah itu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sapu tangannya. Pelan-pelan diusapkannya pada hidung Kyuhyun.

“Hidungmu berdarah. Pakai ini untuk sementara. Setelah pulang, pastikan kau membersihkannya dengan baik atau akan menjadi infeksi nantinya.”

Entahlah, tapi sentuhan kecil, perhatian sederhana dibarengi senyuman manis dari seorang Yoon Doo Joon mampu membuat jantung Kyuhyun berdebar kencang.

*

            Setelah pertemuan itu Yoon Doo Joon tidak pernah muncul di sekolah. Awalnya Kyuhyun mengira Doo Joon pulang ke Jepang untuk menemui orang tuanya. Tapi ketika ia bertanya ke wali kelasnya, Leeteuk, lelaki paruh baya itu mengatakan bahwa Doo Joon sedang sakit jadi ia tidak bisa menghadiri sekolah.

Maka siang itu Kyuhyun memberanikan diri menjenguk Doo Joon. Tadinya ia mengajak Minho untuk ikut serta, tapi Minho yang sebentar lagi akan bertanding basket dengan sekolah lain mengharuskannya untuk latihan intensif setiap hari.

402. Menurut pengelola apartment, kamar ini adalah milik Doo Joon. Kyuhyun menguatkan tekadnya lalu menekan bel di samping pintu berwarna silver itu. Butuh kesabaran ekstra untuk menunggu si pemilik kamar membukakan pintu, karena setelah Kyuhyun menekan bel beberapa kali barulah Doo Joon keluar.

Kyuhyun sempat terperangah melihat pemandangan di depannya. Yoon Doo Joon tampak berantakan. Matanya sembab dan merah. Beberapa tempat di wajahnya terlihat lebam, begitu juga di lengannya. Wajahnya pucat dan terlihat lemah.

“Doo Joon-ssi..”

Doo Joon menatap Kyuhyun tanpa ekspresi. “Ada apa?”

“Harusnya aku yang bertanya padamu. Ada apa denganmu!” kata Kyuhyun dengan galak. Ia lalu memanjangkan lehernya dan mencoba melihat ke dalam kamar Doo Joon.

“Ya ampun! Lihat kamarmu! Minggir!”

Tanpa menghiraukan Doo Joon yang protes, Kyuhyun menyerbu masuk ke kamar lelaki itu lalu mulai melakukan acara bersih-bersih di ruang tamu apartemen mewah itu.

“Mengapa apartemenmu berantakan seperti ini? Kau ini tidak bisa melihat segala sesuatunya rapid an bersih yah? Dan ini, lihat tumpukan piring kotor ini! Belum lagi kardus-kardus pizza ini. Kau jorok sekali! Dan kenapa kau menutup tirai di siang bolong seperti ini? Pantas saja kulitmu jadi pucat seperti itu. Kau tahu, matahari bagus untuk kesehatan..”

Kyuhyun masih terus mengomel panjang lebar sementara tangannya sibuk membersihkan apartemen itu. Doo Joon hanya mengamati Kyuhyun dalam diam. Ia enggan menyela Kyuhyun, karena seperti sebelum-sebelumnya, lelaki itu pantang di tolak dan ia luar biasa keras kepala. Daripada Kyuhyun mengajaknya berdebat, lebih baik ia membiarkan Kyuhyun melakukan semuanya.

Setelah semuanya beres, Kyuhyun menelepon restoran dan memesan makanan. “Sebentar lagi makanan akan datang, aku yakin kau belum makan. Sekarang ceritakan padaku, ada apa denganmu.” Kata Kyuhyun lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa tepat di depan Doo Joon.

“Aku tidak apa-apa.” jawab Doo Joon pendek.

“Kalau begitu mengapa kau tidak masuk sekolah? Dan lihat memar di wajah dan lenganmu. Berhentilah berbohong.” Kata Kyuhyun tajam.

“Aku hanya terjatuh di kamar mandi lalu demam setelahnya. Hanya itu.”

“Sudah kukatakan berhenti berbohong! Kau habis berkelahi kan?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tidak.. Ya! Berhenti mengintimidasiku. Kau ini siapa? Mengapa kau selalu mau mencampuri urusanku?” sahut Doo Joon dengan kesal.

“Aku ini teman sekelasmu. Aku peduli padamu. Mungkin orang lain tidak mau tahu apa yang terjadi padamu. Mereka mungkin tidak perduli apa kau akan masuk sekolah lagi atau tidak. Tapi aku tidak seperti itu. Aku peduli padamu. Aku ingin kau baik-baik saja dan kita bisa mengikuti ujian akhir bersama-sama. Ingat, ujian akhir tinggal empat bulan lagi. Apa kau mau merelakan masa depanmu hanya karena urusan tidak penting seperti berkelahi dan balap motor?” kata Kyuhyun tak kalah kesalnya.

Doo Joon bangkit berdiri dan menuju ke balkon. Seolah tidak ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun, ia menyulut rokok di tangannya. Asap menggepul dari balik bibirnya. Namun detik berikutnya Kyuhyun sudah merebutnya dan membuang rokok itu ke bawah sana.

“Ya!”

“Merokok tidak baik untuk kesehatan.” Sahut Kyuhyun. Ia bersedekap sambil memandang Doo Joon dengan tajam.

Doo Joon menghela nafas kesal karenanya. Ia benci diintimidasi. Namun lelaki di depannya tak mau berhenti melakukannya jika ia tidak buka mulut. Ia terdiam cukup lama. Menimbang-nimbang apakah ia bisa mempercayai Kyuhyun atau tidak. Tapi sepertinya ia memang tidak punya pilihan lain. Mungkin saat ini ia memang butuh teman.

“Aku memang berkelahi. Setelah Ayah kandungku meninggal, seluruh warisannya jatuh padaku. Ibuku yang sejak awal memang berselingkuh akhirnya lari ke pelukan lelaki yang kini menjadi ayah tiriku. Sebenarnya lelaki itu cukup baik jika saja sejak awal aku menyadari bahwa ia hendak menjodohkanku dengan anak salah satu pengusaha yang ia kenal. Ia berkali-kali mencoba membujukku namun tidak berhasil. Dan sekarang ia memakai kekerasan agar membuatku tunduk.”

Doo Joon terdiam lagi sejenak lalu melanjutkan ceritanya. “Aku tahu bahwa aku harus menyelesaikan sekolahku lalu mencari universitas terbaik. Aku harus berusaha semampunya memimpin perusahaan ayahku. Ribuan pekerja bergantung padaku. Tapi aku juga manusia. Aku berusaha tidak mempercayai siapapun seperti pesan ayahku, karena teman terkadang menjadi lawan di saat terjepit.”

“Balapan liar adalah tempatku melarikan diri. Di usia seperti ini aku harus menghadapi kematian ayahku dan perselingkuhan ibuku. Belum lagi kemauan ayah tiriku yang didukung oleh ibuku. Lalu dengan perusahaan ayahku. Aku ingin menyerah saja, tapi aku tidak mau mengecewakan mendiang ayahku.”

Kyuhyun dan Doo Joon sama-sama terdiam setelahnya. Kyuhyun tidak menyangka beban yang dipikul Doo Joon sedemikian berat. Kyuhyun ingin sekali membantu, tapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Yang ia tahu, saat ini Doo Joon butuh teman.

“Doo Joon-ssi.. Aku mungkin tidak bisa membantumu. Tapi yakinlah, aku akan selalu ada untuk mendengarkan ceritamu. Kau bisa membagi sebagian bebanmu padaku. Kau akan baik-baik saja. Kau sudah bertahan sejauh ini, jangan biarkan semua ini membuatmu gagal. Aku tahu kau pasti bisa melaluinya.”

Doo Joon tersenyum penuh arti. Dan baru kali ini Kyuhyun melihat senyum itu. Senyum tulus seolah tanpa beban. Padahal lelaki itu pasti cukup lelah menghadapi dunianya. Dan kembali, jantung Kyuhyun berdebar keras karenanya..

*

            Setelah hari itu, Kyuhyun dan Doo Joon menjadi sedikit lebih dekat. Walaupun Doo Joon masih tetap cuek seperti sebelumnya, tapi ia sudah mulai terbuka dan bercerita tentang banyak hal pada Kyuhyun. Ia sering menghabiskan waktu bersama Kyuhyun dan Minho di apartementnya hanya untuk menikmati makan siang yang mereka pesan secara berlebihan atau bermain game bersama. Ia bahkan mengijinkan Kyuhyun dan Minho menontonnya diam-diam saat sedang balapan.

Tapi malam itu, karena Minho sedang berhalangan, maka Kyuhyun menonton sendirian.

“Kau yakin tidak apa-apa menonton dari sini?” tanya Doo Joon ketika ia akan meninggalkan Kyuhyun di balik semak-semak.

Kyuhyun menggeleng. “Kau hanya mengikuti satu set balapan kan? Aku baik-baik saja disini.”

Doo Joon menghela nafas. “Sudah kukatakan berkali-kali, kau tidak perlu menontonku balapan, apalagi sendirian.”

“Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu denganmu? Apa kau yakin teman-temanmu itu akan mengurusmu? Jika salah satu dari kalian terluka, aku yakin yang lain akan melarikan diri. Jadi aku harus tetap ada disini untuk memastikan kau baik-baik saja.”

‘Keras kepala!’ pikir Doo Joon. Tanpa menjawab ia lalu memakai helmnya dan menaiki motornya. Sebelum ia benar-benar pergi, ia mengacak rambut Kyuhyun sebentar lalu menjalankan motornya, meninggalkan Kyuhyun dengan dada berdegup kencang karenanya.

Namun belum mencapai ujung jalan, ia sudah berbalik kembali dan berhenti di depan Kyuhyun.

“Naiklah.”

Kyuhyun menatap Doo Joon tidak mengerti. “Apa.. maksudmu?”

“Kau boleh menonton dari dekat. Bilang saja kau pacarku ketika ada yang menanyaimu. Katakan kita sudah berpacaran dua tahun, jadi mereka tidak akan mencurigaimu. Tanpa Minho disini, aku khawatir terjadi sesuatu denganmu.” Kata Doo Joon lagi.

Dengan wajah tersipu malu, Kyuhyun segera duduk di jok belakang motor Doo Joon. Ia berusaha bersikap wajar namun hatinya yang berdegup-degup kencang membuatnya tidak bisa memikirkan hal lain.

Doo Joon menarik kedua tangan Kyuhyun dan melingkarkannya di pinggangnya sendiri. “Bersikaplah selayaknya seorang kekasih. Jadi mereka tidak perlu berpikir yang aneh-aneh. Apalagi dengan wajahmu yang manis, kau bisa diterkam disana jika ketahuan kita hanya teman biasa. Nah, pegangan yang erat.”

Kyuhyun terlalu senang karenanya, ia sampai tidak menyadari angka di spidometer ‘kekasihnya’. Dan tahu-tahu ia sudah berada di keramaian. Ternyata suara motor-motor itu jauh lebih bising. Dan anehnya lagi, para pembalap itu rata-rata masih muda. Banyak yang masih seumuran dengannya atau setidaknya lebih tua dua sampai tiga tahun darinya.

“Doo Joon-ah, siapa ini? Manis sekali. Baru kali ini kau membawa orang lain kesini.” Sapa seseorang ketika Doo Joon mematikan mesinnya dan melepas helmnya.

“Dia kekasihku. Selama ini dia hanya mendengarkan ceritaku dan malam ini memaksa untuk ikut. Kebetulan orang tuanya sedang ke luar negeri.” Jawab Doo Joon dengan cuek.

“Benarkah? Aku tidak tahu kau sudah punya pacar. Ah.. pantas saja kau selalu menolak ketika didekati oleh gadis-gadis itu. Kekasihmu bahkan jauh lebih cantik dari mereka!” ujar lelaki itu seraya memadang Kyuhyun dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“Oh ya, kenalkan, aku Nickhun. Aku salah satu teman dekat Doo Joon disini. Siapa namamu, manis?” tanya Nickhun.

“Kyu.. Kyuhyun imnida.” Jawab Kyuhyun takut-takut.

‘Astaga.. Manis sekali. Ternyata selera Doo Joon bagus sekali.’ Pikir Nickhun.

“Doo Joon-ah. Giliranmu.” Seseorang berteriak seraya memberi kode di jarinya. Doo Joon mengangguk lalu berpaling pada Kyuhyun.

“Aku akan segera kembali. Tunggu aku disini bersama Nickhun, jangan kemana-mana.” Kata Doo Joon yang lebih terdengar seperti perintah. Ia lalu berpaling ke Nickhun. “Jaga dia baik-baik. Jika terjadi apa-apa dengannya, kau tahu akibatnya.”

Nickhun tertawa lalu mengancungkan jempolnya. Setelah itu ia pun melarikan motornya dan berhenti dibalik garis start. Seorang gadis muda berdiri di ujung garis, ia lalu memberi kode dengan bendera kuning kecil di tangannya. Pada lambaian ketiga, para peserta balapan mulai melarikan motornya dengan kecepatan tinggi.

“Lihat, Doo Joon memang selalu jadi yang terbaik. Saingannya hanya G-Dragon. Kadang GD yang menang, itupun dengan selisih waktu satu detik. Ya, kenapa kau manis sekali?” Tanya Nickhun seraya mendekati Kyuhyun.

“Ada yang menyebut namaku?”

Kyuhyun dan Nickhun menoleh. “Ya! Aku kira kau mengikuti balapan? Kyu, kenalkan ini GD. Dia yang tadi kuceritakan.”

GD mengulurkan tangannya. Kyuhyun menyambut. Tapi ia malah ditarik kedepan dan dalam detik berikutnya, ia sudah berada dalam dekapan lelaki itu.

“Le.. Lepaskan aku..” kata Kyuhyun ketakutan serya berusaha melepaskan pelukan GD.

“Ya! Ya! GD, lepaskan dia! Dia kekasih Doo Joon. Jika ia melihatmu, kau akan habis. Lepaskan dia!” bentak Nickhun.

“Aku tahu. Karena itulah aku mendekatinya. Aku memang menunggu Doo Joon marah lalu.. Kita bisa membuktikan siapa yang terbaik diantara kami setelahnya kan?”

Lalu suara sorak-sorak terdengar. Ketiganya menoleh. Ternyata balapan sesi pertama sudah selesai dan kali ini Doo Joon lagi yang keluar sebagai pemenangnya. Melihat Doo Joon menuju ke arah mereka, GD segera melakukan aksi yang paling berbahaya. Mencium Kyuhyun.

Doo Joon yang melihat semua itu segera berlari ke arah Kyuhyun dan GD. Detik berikutnya ia sudah melepaskan Kyuhyun dari rengkuhan GD dan menghadiahkan tinjunya ke wajah GD.

“Jangan sentuh dia brengsek!”

GD bangkit. Dengan marah, ia membalas pukulan Doo Joon. Doo Joon berhasil mengelak selama beberapa kali sampai akhirnya tendangan GD bersarang di perutnya. Doo Joon jatuh tersungkur karenanya. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh GD. Ia lalu meraih balok kayu di dekatnya dan mengarahkannya pada Doo Joon.

Kyuhyun melihat itu dengan ketakutan. Ia tidak tahu apa yang merasuki pikirannya, namun yang ia tahu, ia berlari memeluk Doo Joon dan menerima pukulan dari balok kayu di tangan GD. Sakit luar biasa langsung terasa di punggungnya. GD sendiri sangat terkejut karenanya, Nickhun memanfaatkan kesempatan itu untuk meringkus GD bersama teman-teman lainnya.

Melihat itu Doo Joon terperangah. “Kyu.. Kyuhyun-ah.. Andwae.. Andwae..”

“Doo Joon-ssi.. Gwenchana?” tanya Kyuhyun dengan suara lemah.

Doo Joon menggeleng. Airmata yang keluar dari matanya yang ketakutan turun ke pipinya dengan cepat. “Mianhae Kyu.. Mianhae.. Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit. Jangan tutup matamu. Jangan tinggalkan aku. Jebal..”

Ia lalu menggendong Kyuhyun dan menaikkannya di atas motornya. Dengan cepat, tanpa berpamitan pada Nickhun, ia melarikan motornya. Satu tangannya memegang setir, sementara tangan lainnya memegang kedua tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya.

‘Kyuhyun.. Bertahanlah.. Jebal.. Jangan tinggalkan aku sendiri, aku membutuhkanmu..’

*

            Kyuhyun membuka matanya perlahan. ‘Dimana aku?’ pikirnya. Ia masih sedikit bingung ketika dilihatnya ruangan tempatnya berada kini berwarna putih.

“Kyuhyunnie?”

Minho yang baru saja memasuki ruangan langsung berlari ke arah Kyuhyun. “Kau sudah sadar? Ah.. Syukurlah.. Kupikir kau tidak akan bangun lagi. Mengingat sudah dua hari kau tidak sadar. Apa kau baik-baik saja? Apa punggungmu masih terasa sakit?”

Kyuhyun tertawa. “Berhentilah merasa cemas. Aku baik-baik saja.”

“Kau tahu, ibuku memarahiku karena tidak menemanimu. Sekarang aku dilarang keras membiarkanmu pergi sendiri. Dan orang tuamu.. Mereka terus-terusan menangis. Mereka baru saja pulang untuk beristirahat.”

“Lalu.. Dimana Doo Joon-ssi?”

“Dia baik-baik saja. Kau tahu? Kelompok balap liar dibubarkan dan polisi menangkap mereka semua. Tentu saja mereka tidak ditahan terlalu lama karena rata-rata masih di bawah umur. Lagipula mereka hanya balapan kan, tidak melakukan suatu kejahatan serius. Kecuali GD, dia sudah pasti ditahan karena mencelakakanmu.” Kata Minho dengan riang.

“Baguslah kau begitu. Nah, beritahu aku dimana Doo Joon.”

“Oh yah, hasil ujian kita akan segera diumumkan. Aku benar-benar cemas apa kita kan lulus atau tidak. Maksudku, kau tahu pasti kita berdua akan lulus tapi apakah kita mencapai nilai yang kita inginkan jadi kita bisa masuk ke universitas terpilih. Ya.. Untung saja kau pingsan setelah ujian. Bagaimana kalau kau..”

“Minho-ya! Dimana Yoon Doo Joon?”

Minho terdiam sebentar. Ia sudah berusaha mati-matian menutupinya dari Kyuhyun tapi sepertinya Kyuhyun terlalu penasaran. “Dia.. Dia pulang ke Jepang.”

“Mwo???!!!” Kyuhyun langsung bangkit dari tempat tidurnya.

“Ya! Tidak perlu kaget seperti itu. Dia hanya pergi beberapa hari untuk menjelaskan keadaan ini pada kedua orang tuanya. Ia berjanji akan segera kembali.”

“Tapi..” Kyuhyun menggigit bibirnya. Entahlah, tapi mengetahui Doo Joon tidak ada disampingnya kini membuatnya sedikit merasa kosong.

“Jujurlah Kyu.. Kau.. Menyukainya kan?” tanya Minho langsung.

Kyuhyun terdiam cukup lama hingga akhirnya ia mengangguk. “Jangan katakan ini padanya. Aku.. Aku tidak mau persahabatan ini..”

“Aku sudah tahu..”

Dengan cepat Kyuhyun menoleh ke pintu masuk. Saat itu juga wajahnya merona sempurna begitu melihat siapa yang datang.

“Doo Joon-ssi..”

“Maaf kalau aku menguping pembicaraan kalian. Ah, ani, aku tidak menguping. Tapi inilah rencanaku dan Minho untuk membuatmu mengatakan yang sebenarnya.” Jelas Doo Joon.

“Jadi ini.. Jebakan?”

Doo Joon tertawa kecil melihat wajah bingung Kyuhyun. “Aku tidak pernah berprasangka pada siapapun. Tapi, tindakan keras kepalamu yang terus menerus membuntutiku membuatku berpikir bahwa..”

“Aku hanya bercanda. Aku tidak bermaksud mengatakannya. Maksudku.. Aku memang menyukaimu tapi.. hanya sebagai teman. Ya, benar. Aku menganggapmu sebagai teman. Bukankah itu wajar? Dan.. YA! Choi Minho! Berhenti tertawa! Kau pikir ini lucu?”

Minho dan Doo Joon tertawa terbahak-bahak karenanya. Melihat sikap Kyuhyun yang salah tingkah sungguh membuat mereka gemas.

“Baiklah.. Jadi kau hanya menganggapku teman?” tanya Doo Joon setelah tawanya reda.

Kyuhyun mengangguk ragu.

“Kalau begitu aku akan menyimpan sendiri perasaanku dan.. aku akan menerima tawaran ayah tiriku untuk bertunangan dengan dengan..”

“Jangan! Jangan berani bertunangan dengan orang lain atau..”

“Atau apa?”

“Atau.. Atau aku akan terus menutupi kenyataan bahwa aku menyukaimu.” Jawab Kyuhyun dengan cepat. Wajahnya kembali merona.

Doo Joon dan Minho saling melirik. Keduanya menyeringai lebar mendengar pengakuan Kyuhyun. Doo Joon lalu duduk di tempat tidur, wajahnya berhadapan langsung dengan wajah Kyuhyun. Jarak diantara mereka hanya beberapa cm saja.

“Maafkan aku karena membuatmu jadi seperti ini. Salahkulah kau harus terbaring seperti ini. Andai saja malam itu..”

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Aku tidak apa-apa. Mungkin aku akan lebih sedih kalau kau yang terbaring disini.” Kata Kyuhyun. Jemarinya diletakkan di bibir Doo Joon, melarangnya bicara.

Doo Joon mengecup perlahan jemari itu. “Aku akan menjagamu. Tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu. Walaupun aku tidak bisa menjanjikan banyak hal, tapi yang pasti aku mencintaimu.”

“Kurasa aku tidak perlu mengulangi pernyataanku. Kau tahu benar apa yang kurasakan.” Jawab Kyuhyun.

Doo Joon tersenyum. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Kyuhyun, pelan-pelan ia mulai mengecup bibir itu penuh rasa sayang.

“Oh tidak! Hentikan!” bentak Minho. “Tidak bisakah kalian menungguku pergi?”

Doo Joon dan Kyuhyun melepaskan pagutan mereka dan tertawa. “Kau bisa keluar sekarang. Carilah suster-suster cantik di luar sana dan pacari salah satunya. Jadi kau tidak perlu iri lagi.” Ejek Kyuhyun

“Kekasihku benar, kau harus mulai berkencan. Lihat dirimu, sebentar lagi kau akan bergelar mahasiswa, mengapa kau tak kunjung berkencan?” Doo Joon menimpali.

“Kurasa aku memang harus keluar dari sini. Hahhh.. Musim panas yang indah, kalian bahagia, tapi aku masih sendiri. Kurasa sudah waktunya aku mencari kekasih. Lihat saja nanti, kemesraanku akan membuat kalian iri.” Kata Minho seraya melangkah keluar ruangan.

Begitu Minho menutup pintu, Doo Joon kembali menatap Kyuhyun dengan mesra lalu keduanya melanjutkan pagutan yang tadi sempat terhenti.

*

JoonKyu

To Be Continued..

Note :

*Happy birthday to Beast leader Yoon Doo Joon. 24th International, 25th Korean.

Doo Joon

*Happy birthday too to The Swordman Lee Je Hoon (Baekki’s ahjussi on MBIAG) 29th International and 30th Korean.

je hoon

Advertisements

Sequel for Boyfriend for 365 Days? Let’s Vote..

Anneyong beloved readers,

Finally fanfiction Boyfriend for 365 Days selesai juga. Ternyata banyak yang suka padahal pair YunKyu masih terbilang baru n belum banyak. Ada yang ikutan emosi juga bacanya, jadi senyum-senyum sendiri liat kalian comment.

Nah, ternyata banyak juga yang minta ni ff di sequelkan. FF sebelumnya yang Long Time Coming juga banyak yang minta disequelkan, tapi gk sebanyak yang ini. Untuk itu kita harus terima kasih juga buat Sabrina, si empunya ide bikin judul n pairnya.

Untuk ngejawab permintaan kalian, let’s do the vote. Kenapa kamu setuju ff ini di sequelkan trus apa alasannya. kalo kamu gk setuju, kasih juga alasannya. Kalo ternyata yang minta sequel lebih banyak apalagi alasannya mendukung, aku akan buatin sequelnya. (Padahal yang Challenge Me aja belom selese, maruk nih, haha).

Ditunggu jawabannya yahhhh.. Happy friday..

Super Show 5 to Start in March 2013?

suju16 ss4

An online store for South Korean entertainment events’ tickets, @TicketKorea, shocks Super Junior‘s fans after their tweet regarding the possible dates of the next Super Junior’s concert tour, Super Show 5. The account tweeted, 《Ticketing KOREA》SS5 (tentative name) is said to be two days concert on March 23-24. It’s close to be accepted. Sorry. I decided to tweet it. True or not, let’s hope for the yearly concert to soon be held!

 

Source : koreanupdates.com

Boyfriend for 365 Days – Chapter 2

Title                 :  Boyfriend for 365 Days

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Pairing             : Yunkyu, Kyumi

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

Summary          : Yang satu cuek dan dingin, yang satu lagi keras kepala dan manja. Apa yang terjadi ketika dua namja tampan ini mengetahui bahwa mereka dijodohkan dan harus melakukan pendekatan dalam setahun? Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

CHAPTER 2

Kyuhyun bangun dengan rasa pusing di kepalanya. Inilah alasan mengapa orang membenci mabuk, karena ketika bangun tidur keesokan harinya, rasa pusing dan mulai akan menyerbu. Namun entah mengapa mereka akan melakukannya lagi dan lagi pada malam-malam berikutnya. Tapi mereka akan setuju dengan Kyuhyun, bahwa mabuk itu menyenangkan.

Kyuhyun mencoba jalan ke kamar mandi, tapi kepalanya terlalu pusing untuk melakukannya. Maka ia mencoba berjalan dengan berpegangan pada setiap benda yang ada di dekatnya. Ketika tangannya hendak meraih meja kecil di samping pintu kamar mandi, ia terjatuh dan meyebabkan bunyi keras yang menggema di seluruh penjuru kamarnya. Meja yang hendak diraihnya pun terbanting keras dan terbalik.

Kyuhyun hanya bisa berbaring di lantai seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Merutuki dirinya yang suka sekali minum wine hingga mabuk. Lalu didengarnya suara pintu kamarnya terbuka dan langkah-langkah sepasang kaki terdengar jelas mendekatinya.

“Kyu, kau baik-baik saja? Ada apa?” ternyata Yunho yang datang. Lelaki itu sudah siap dengan setelan kemeja dan dasinya.

“Aku hanya merasa pusing dan mual hyung. Semalam kan aku mabuk.” Kata Kyuhyun enggan. Pasti setelah ini Yunho akan memarahinya habis-habisan.

Tapi ternyata Yunho mengangkat tubuh Kyuhyun ala bridal style ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Yunho membantu Kyuhyun mencuci muka dan menyikat giginya lalu membawanya kembali ke kamar.

“Kau tidak usah kemana-mana hari ini. Aku akan menyuruh Ryeowook kemari untuk membantumu.” Kata Yunho. Ryeowook adalah salah satu pegawai di rumah Kyuhyun. sehari-hari ia bertugas menemani Kyuhyun bermain atau belajar. Ia juga yang selalu memasak untuk Kyuhyun. Lalu Yunho membaringkan Kyuhyun di ranjang dan menyelimuti tubuh kurus itu.

Kyuhyun menatap Yunho. Kenapa lelaki itu baik sekali? Lain sekali dengan kesan pertama yang ditunjukkannya ketika mereka baru bertemu. Pikir Kyuhyun.

“Hyung, maaf merepotkanmu. Aku..”

“Istirahatlah, sebentar lagi Ryeowook akan tiba. Aku sudah mengirim pesan padanya. Lain kali jangan minum terlalu banyak, ingat kesehatanmu.” Kata Yunho yang seakan tuli dengan kata-kata Kyuhyun barusan.

Yunho lalu bangkit dan berjalan keluar. Sebelum pergi ia berbalik sebentar lalu bicara. “Hubungi aku kalau ada apa-apa.”.

Wajah Kyuhyun langsung bersemu merah begitu Yunho pergi. “Uh, ternyata Yunho hyung manis juga.”

Mengingat Yunho sangat memperhatikannya tadi, Kyuhyun sempat terbuai sesaat lalu ia tersadar. “Tunggu! Jangan bilang aku menyukainya. Tidak. Tidak boleh. Dia kan angkuh dan menyebalkan, tidak mungkin kan aku menyukainya? Tidak!”

*

            Beberapa bulan kemudian lagi-lagi kedua keluarga mengusulkan untuk berkumpul bersama. Mereka akan makan siang bersama di rumah Yunho. Kali ini Ahra, kakak Kyuhyun dan Sungmin, sepupu Kyuhyun akan hadir.

Kyuhyun berkali-kali memeriksa penampilannya di kaca spion mobil guna memastikan bahwa ia kelihatan tampan. Yunho meliriknya dengan senyum mengejek. ‘Anak ini aneh sekali. Ini kan hanya acara makan siang bersama, buat apa berdandan sesempurna itu?’

Ketika mereka sampai, Kyuhyun langsung berlari masuk ke rumahnya tanpa memperdulikan Yunho di belakang. Ia terlalu excited karena akan bertemu kakak perempuannya dan sepupunya yang tinggal di luar negeri.

“Sungmin hyungggg..! Ahra noona..!” jerit Kyuhyun ketika melihat dua orang kesayangannya itu.

“Kyuhyunnie..” kata Sungmin dan Ahra bersamaan. Mereka saling berpelukan melepas rindu. Lalu ketiganya larut dalam pembicaraan seru mengenai kehidupan mereka sethun belakangan ini, mengingat mereka terakhir saling berjumpa tahun lalu.

“Kyu, kau ini tidak sopan. Kenapa kau meninggalkan Yunho sendirian?” Tanya eommanya yang tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Memangnya kenapa, eomma? Yunho hyung kan sudah besar, ia bisa sendirian. Masa aku harus membuntutinya kemanapun ia pergi?” kata Kyuhyun cemberut. Ia mem-pout-kan bibirnya seperti biasa.

“Aigoo.. hilangkanlah kebiasaanmu itu, Kyu. Kau membuat semua orang gemas padamu.” Kata Sungmin seraya mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas.

“Yunho? Mana dia? Aku harus bertemu dengan adik iparku.” Kata Ahra antusias.

“Noona tidak akan menyukainya. Ia angkuh dan dingin. Ia tidak banyak bicara. Itu cukup membosankan.” Kata Kyuhyun polos. Lalu segera menyadari bahwa eommanya masih ada bersama mereka.

Ny. Cho memandang Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti. “Apa maksudmu, Kyu? Beberapa bulan lalu eomma melihatmu bermesraan dengannya sekarang aku bicara seolah-olah kau tidak menyukainya.”

Kyuhyun menyesali kata-katanya tadi. Lalu ide itu muncul begitu saja. “Kami bertengkar semalam.” Kyuhun memasang wajah sedihnya.

“Mwo? Bertengkar? Kenapa?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun berusaha sekuat tenaga untuk terlihat menyedihkan. “Semalam Yunho hyung pulang malam lagi. Aku benci ia pulang malam terus-terusan. Aku mengkhawatirkannya, eomma. Kalau ia sakit bagaimana? Seharusnya ia tidak boleh terlalu lelah bekerja. Ia jadi tidak memperhatikanku sama sekali. Itulah yang membuat kami bertengkar. Ia menganggap pekerjaannya diatas segalanya.”

“Ohh.. Kyu, kemarilah.” Kata Ahra sambil memeluk adiknya. Kyuhyun berusaha keras tidak tertawa.

Ny. Cho lalu berkata. “Aku akan bicara dengan Yunho. Ia kan akan menikah denganmu suatu saat nanti, mana boleh ia mengabaikanmu seperti ini?”

“Eomma, jangan..” kata Kyuhyun tapi terlambat, eommanya sudah menariknya menuju Yunho. Kebetulan disitu ada Mr. Cho dan Mr. Jung juga. Serta ada lelaki muda lain yang berdiri di samping Yunho.

“Yeobo, Mr. Jung, sebenarnya proyek apa yang sedang ditangani Yunho sekarang? Ia selalu pulang larut malam yang menyebabkan Kyunnie sendirian. Ini tidak baik untuk hubungan mereka kan? Bagaimana mereka bisa lebih dekat kalau Yunho terus-terusan bekerja tanpa libur?” kata Ny. Cho pada suaminya dan Mr. Jung.

Yunho memandang Kyuhyun dengan galak sementara Kyuhyun menyeringai membalas tatapan itu.

“Begitukah? Mianhae Ny. Cho, aku minta maaf kalau Yunho jadi sangat sibuk. Tapi jangan khawatir, sekarang ada Changmin disini. Ia adalah teman Yunho semasa kuliah. Ia yang akan membantu pekerjaan Yunho agar lebih ringan. Tentu saja Yunho bisa pulang lebih awal dan menemani Kyu tiap hari.” Kata Mr. Jung menjelaskan.

“Kau dengar kan Yunho? Jangan terlalu sibuk. Kyuhyun merindukanmu, ia ingin menghabiskan banyak waktu denganmu.” Kata Ny. Cho pada Yunho yang langsung diprotes Kyuhyun. Ia tidak mau dikatakan ‘merindukan’ Yunho.

Yunho membungkuk dan meminta maaf pada kedua orang tua Kyuhyun. “Maafkan aku. Kedepannya aku akan lebih sering meluangkan waktu dengan Kyuhyun. Dan kenalkan, ini Shim Changmin, dia adalah sahabatku waktu kuliah.”

Changmin memperkenalkan dirinya. Semua orang disana terlihat menyukainya. Ia memang tampan dan gagah. Dan kelihatan cerdas. gaya bicaranya pun sangat sopan dan menarik simpati semua orang yang mendengarnya. Namun entah mengapa Kyuhyun tidak menyukainya. Ia tidak punya alasan khusus. Hanya tidak menyukainya. Itu saja.

*

            Kyuhyun memandang punggung Changmin dengan kesal. Hampir setiap hari ia melihat Changmin datang. Jika tidak keluar bersama Yunho, mereka akan mengerjakan pekerjaan mereka di ruang kerja Yunho.

Kini ia muak setengah mati melihat kedua makhluk itu saling menempel satu sama lain bagaikan perangko dengan amplop surat. Bahkan ketika Yunho ke dapur untuk mengambil minuman pun Changmin senantiasa mengekor. Sungguh membuat Kyuhyun sakit mata.

Ryeowook yang hari itu datang berkunjung pun dibuat pusing. Pasalnya Kyuhyun tak henti-hentinya mondar-mandir dalam kamarnya. Kadang-kadang ia menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal disertai wajahnya yang masam.

“Kyu, kau ini sebenarnya kenapa? Bisakah kau duduk diam dan menjelaskan padaku ada apa sebenarnya?” Tanya Ryeowook.

“Aku kesal sekali. Aku benci Shim Changmin itu..!” kata Kyuhyun histeris. Kali ini kakinya dihentakkan lebih keras.

Ketukan dipintu kamar Kyuhyun membuatnya berhenti menghentakkan kakinya. Yunho muncul di balik pintu. “Kau kenapa, Kyu? Kenapa berteriak-teriak? Bunyi apa tadi itu?”

Kyuhyun baru akan menjawab ketika Changmin muncul di belakang Yunho. “Ada apa Kyuhyun-ssi? Kami mendengar rebut-ribut tadi. karena kami merasa sedikit terganggu, maka kami mengecek kesini.”

Suara semanis madu itu membuat Kyuhyun benci setengah mati. Ia terpaksa berbohong bahwa ia melihat seekor tikus dan berusaha mengejarnya sehingga menimbulkan keributan. Yunho memandang curiga pada Kyuhyun, tapi dengan segera Kyuhyun memasang wajah polosnya.

Setelah keduanya kembali ke ruangan Yunho, kembali Kyuhyun mondar-mandir dengan gelisah tapi tanpa menghentak-hentakkan kakinya. Melihat itu Ryeowook segera menarik Kyuhyun untuk duduk disampingnya.

“Ada apa Kyu? Kenapa kau membenci Changmin?” Tanya Ryeowook.

“Aku tidak suka ia ada disini. Aku tidak suka melihat wajahnya yang penuh kepura-puraan itu. Ini apartementku bersama Yunho hyung, harusnya ia juga minta ijin padaku kalau mau datang.” Kata Kyuhyun. Ia cemberut setengah mati.

Ryeowook mengelus surai Kyuhyun dengan sayang. “Jujurlah padaku, Kyu. Aku tahu itu bukanlah alasan sebenarnya. Ini pasti ada hubungannya dengan Yunho-ssi kan? Kau pasti sudah mulai menyukainya.”

“Tidak!” Bantah Kyuhyun keras. “Kau mengenalku dengan baik. Kau tahu benar aku belum pernah jatuh cinta. Dan aku..”

Kyuhyun terdiam. Ia sendiri tidak tahu mengartikan perasaannya yang sebenarnya. Apakah ia hanya tidak suka pada Changmin atau karena Changmin dekat dengan Yunho.

“Kyu, akuilah kau menyukainya. Tidak apa-apa kan? Justru itu bagus sekali karena kau menyukai calon suamimu sendiri.” Kata Ryeowook lagi.

Kyuhyun cemberut. “Aku tidak tahu. Aku belum pernah jatuh cinta, jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya.”

Ryeowook berdehem. “Begini, apa jika kau bersamanya hatimu berdebar-debar?”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak juga. Aku hanya merasakannya jika posisi kami terlalu dekat. Bukankah itu wajar? Toh jika aku terlalu dekat dengan appaku jantungku juga berdebar-debar. Bagaimana kalau appa memarahiku? Atau malah memukul kepalaku?”

Ryeowook menghela nafas. “Apa kau suka salah tingkah kalau berada dekatnya?”

Lagi-lagi Kyuhyun menggeleng. “Aku hanya salah tingkah kalau ia menatapku tajam. Itu wajar kan? Lihat saja dia yang angkuh dan menyeramkan itu, siapa juga yang tidak akan salah tingkah jika ditatap dalam-dalam oleh lelaki seperti itu?”

Ryeowook menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mencoba mencari pertanyaan lain yang bisa membuktikan bahwa Kyuhyun menyukai Yunho. Lalu ia tersenyum

“Apa kau tidak suka melihatnya dekat dengan lelaki lain, seperti Changmin?”

“Tentu saja! Kau lihat sendiri, Changmin selalu bicara dengan nada yang dibuat-buat. Seolah-olah merayu siapa saja yang berbicara dengannya. Aku tidak suka ia dekat-dekat Yunho hyung. Aku tidak mau Yunho hyung jatuh dalam perangkapnya.” Kata Kyuhyun dengan kesal.

Ryeowook melanjutkan. “Bagaimana kalau ternyata Changmin menyukai Yunho?”

“Tak kan kubiarkan. Yunho hyung itu punyaku. Kami telah dijodohkan, setidaknya Changmin itu harus menunggu dulu setahun. Lagipula aku tidak yakin ia bisa bersama Yunho hyung, mengingat Jung ahjussi sangat menyukaiku.” Kata Kyuhyun bangga.

Ryeowook memandang Kyuhyun terus-terusan hingga Kyuhyun sadar kalau ia kelepasan bicara. Kyuhyun akhirnya menyerah.

“Aku benar-benar tidak tahu. Aku memang tidak menyukainya karena ia dingin sekali, tapi aku juga tidak suka jika ada orang lain yang dekat dengannya. Aku tidak suka ayah kami menjodohkan kami, tapi aku terlanjur terbiasa melihatnya setiap hari.” Kata Kyuhyun bingung.

Ryeowook mengangguk. “Itu artinya kau mulai menyukainya tapi belum mencintainya.”

“Apakah itu bisa dikatakan jatuh cinta?” Tanya Kyuhyun.

“Belum. Biarlah waktu yang menjawab, Kyu. Jalani saja dulu. Perasaanmu akan menunjukkan jalan suatu hari nanti.”

*

            Berhari-hari Kyuhyun memikirkan perkataan Ryeowook. Ia penasaran sekali, apakah ia memang menyukai Yunho ataukah ia hanya sekedar mengaguminya. Maka ia memutuskan untuk lebih memerhatikan gerak-gerik Yunho mulai saat itu.

Hari ini Yunho tidak pergi bekerja. Changmin belum juga datang. Ini kesempatan, pikir Kyuhyun. Ia langsung mengintip Yunho dari ventilasi udara yang menghubungkan ruang makan dengan ruang kerja Yunho.

Kyuhyun naik ke atas kursi kecil dan mengamati Yunho yang tengah sibuk dengan komputernya. Sesekali Yunho mengecek beberapa map dan menulis di agenda kecil. Yunho terlihat sangat serius. Kyuhyun mengamati wajah Yunho baik-baik.

‘Wah, dia tampan sekali.’ Kata Kyuhyun dalam hati. Hidungnya yang mancung, bibirnya yang tegas, rahangnya yang kokoh, sorot matanya yang tajam, rambut hitamnya rapi dengan model spike, serta tubuhnya yang kekar. Semuanya menyatu dengan sempurna di diri seorang Jung Yunho.

‘Mimpi apa aku bisa dijodohkan dengannya?’ Lagi-lagi Kyuhyun membatin.

Cukup lama ia memandangi Yunho. Kemudian dilihatnya Yunho menghentikan kegiatannya dan meraih ponselnya. Ia terlihat mengamati benda berwarna silver itu sambil tersenyum-senyum sendiri. Lalu dilihatnya Yunho termenung. Ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

Lalu lamunan Yunho terhenti ketika Changmin muncul dalam kantornya. Lelaki itu lalu tersenyum hangat memandang Changmin. Kyuhyun langsung cemberut melihat Yunho tersenyum pada Changmin. Selama ini Yunho tidak pernah tersenyum menatapnya. Dan kenyataan ia kalah dari Changmin membuat Kyuhyun semakin membenci lelaki itu.

“Bagaimana hubungan kalian?” Tanya Changmin pada Yunho.

“Biasa saja, kenapa?”

“Yang benar saja, kalian sudah tinggal bersama selama lima bulan. Dan kau bilang kalian masih seperti biasa? Tidak sering bercakap-cakap atau pergi ke suatu tempat atau..”

Yunho menampik keras. “Minnie, kau tahu sendiri kami melakukan hal ini karena terpaksa. Mana mungkin kami melakukan hal-hal lainnya? Kami hanya berpura-pura di depan orang tua kami. Tidak lebih.”

Changmin lalu mengangkat bahunya. “Aku cuma bertanya, kau tidak perlu marah.”

Kyuhyun kesal sekali mendengarnya. Jadi Yunho benar-benar terpaksa menerima perjodohan ini. Ia tidak pernah sama sekali berniat bermanis-manis pada Kyuhyun. menyesal sekali Kyuhyun bersusah payah mengintip kegiatan Yunho hari itu. Dasar manusia sombong, Kau pikir aku akan menyukaimu? Lihat saja, akan kutunjukkan padamu bahwa aku bisa menarik hati setiap orang,  pikir Kyuhyun.

Ia lalu turun dari Kursi lalu berlari menuju kamarnya. Dengan gerakan secepat kilat ia mengganti pakaiannya lalu pergi keluar. Sesampainya ia di mobilnya, barulah ia sadar bahwa ia tidak punya tujuan.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Kyuhyun segera menjawabnya dengan enggan. “Yeoboseyo?”

“Kyu? Ini aku, Zhoumi. Aku kembali ke Seoul kemarin. Bolehkah kita bertemu hari ini?”

Kyuhyun terkejut sekaligus senang. “Zhoumi? Zhoumi hyung? Huaa.. kau ada dimana hyung? Dimana? Baiklah, aku akan tiba disana dalam waktu setengah jam. Tunggu aku, ne?”

*

            Kyuhyun menatap Zhoumi tanpa henti. Rupanya sunbaenya di kampus dulu sudah bertambah tampan. Terakhir mereka bertemu dua tahun lalu karena Zhoumi pulang ke Cina. Ia kembali ke Seoul karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan disini.

“Oh iya, Kyu, aku juga membawa kabar gembira. Aku akan menikahi Henry. Kau masih ingat dia kan? Pernikahan kami akan dilaksanakan beberapa bulan lagi.” Kata Zhoumi.

“Benarkah hyung? Wah, selamat hyung. Setelah empat tahun, akhirnya kalian menikah juga. Kau harus mengundangku, ne?”

“Tentu saja. Kau adalah orang pertama yang terpikir olehku, mengingat dulu kau adalah perantara kami. Bagaimana denganmu? Aku masih ingat emailmu beberapa bulan lalu mengenai perjodohanmu dengan lelaki bernama Yunho.”

Kyuhyun menunduk sebentar. Lalu memutuskan untuk menceritakan semuanya. Tentang perasaannya pada Yunho dan tentang kecemburuannya pada Changmin.

“Kau menyukainya tapi belum mencintainya. Dan kau tidak suka melihatnya bersama Changmin. Kau juga tidak senang akan sifat dinginnya padamu. Bagaimana kalau aku membantumu?” Tanya Zhoumi.

“Maksudnya? Bantuan seperti apa maksudnmu, hyung?” Tanya Kyuhyun tak mengerti.

“Aku bisa berpura-pura menyukaimu. Aku akan mengunjungi apartemen kalian dengan intens dan lalu bersikap mesra padamu di depannya. Dengan begitu kita bisa tahu, apa ia juga menyukaimu atau tidak. Sekalian kita lihat, apa dengan sikap-sikapnya itu, kau bisa jatuh cinta padanya atau tidak.” Kata Zhoumi menjelaskan.

“Mwo? Tapi hyung, kalau Henry tahu, ia bisa marah. Lagipula, siapa tahu Yunho hyung ternyata memang tidak menyukaiku? Jadi apa yang akan kita lakukan sia-sia.”

Zhoumi tertawa. “Kau ini terlalu cepat menyerah. Apapun hasilnya, setidaknya kau sudah mecobanya kan? Dan janga khawatir soal Henry, aku akan menjelaskan semuanya padanya. percaya saja padaku. Kita akan membalas kecemburuanmu pada Yunho.”

Kyuhyun tersenyum senang. “Baiklah, kapan kita mulai? Tapi.. berapa lama kau akan tinggal di Seoul?”

“Tenang saja, aku punya waktu dua bulan disini. Besok kita sudah bisa memulai rencana kita. Setelah aku meeting dengan klienku, aku akan menjemputmu untuk makan siang. Bagaimana?”

Kyuhun mengangguk. Ia senang sekali. Akhirnya ada cara untuk mengetahui isi hati Yunho sekaligus membayar rasa cemburunya.

kyu zhoumi milkyway007

To Be Continued..

PS : Congratulation for Sabrina, the first winner of Challenge Me. Here’s your story..

Super Junior Kyuhyun di Ramal Akan Menjadi Member Terkaya Didalam Grup

 

 

Super Junior Kyuhyun baru-baru ini terplih sebagai anggota didalam grup yang berkemungkinan besar akan menjadi yang paling kaya oleh beberapa orang peramal.

MBC Music ‘All the K-pop’ meminta sepuluh peramal meramal tentang anggota Super Junior yang akan menjadi orang terkaya di dalam grup dimasa depan nanti.

Kyuhyun berada diperingkat pertama, mengalahkan Siwon yang saat ini menjadi anggota terkaya didalam grup. Sedangkan Leeteuk dan Shindong berada diperingkat ketiga.

Para peramal tersebut mngatakan, “Kyuhyun berpikir sangat serius tentang uang. Dia akan mampu menghasilkan lebih banyak uang daripada anggota lainnya.”

MC Boom membuat tertawa dengan mengatakan, “Leeteuk, saya pikir kamu harus menjaga Kyuhyun dengan baik. Dia mungkin akan membelikan kamu taksi di masa depan nanti.”

Peringkat tersebut akan dirilis pada episode  All the K-pop yang akan ditayangkan pada 2 November pukul 11pm.

  • Source: TV Report
  • credit: en.korea
  • indotrans: askarein@yeppopo

 

Credit : Yeppopo

 

Boyfriend for 365 Days – Chapter 1

Title                 :  Boyfriend for 365 Days

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Pairing             : Yunkyu

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

Summary          : Yang satu angkuh dan dingin, yang satu lagi keras kepala dan manja. Apa yang terjadi ketika dua namja tampan ini mengetahui bahwa mereka dijodohkan dan harus melakukan pendekatan dalam setahun? Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

CHAPTER 1

Mobil mewah berwarna hitam keluaran terbaru membelah pagi yang cerah di kota Seoul. Di dalamnya duduk seorang namja manis nan imut yang sedang mengutak-atik ponselnya dengan bosan. Supirnya yang duduk dibalik kemudi berulang kali mencuri pandang pada sang majikan dengan rasa ingin tahu.

“Tuan muda, kenapa wajahmu cemberut begitu di pagi seindah ini?”

“Aku benci disuruh mengunjungi appa di hari senin. Dan kau tahu sendiri kenapa.” Balas namja imut itu dengan kesal. Raut wajahnya masih senantiasa muram. Ia memang tahu benar kelakuan ayahnya. Jika ia dipanggil di hari senin pagi, artinya ada sesuatu yang penting yang harus dibicarakan padanya. Biasanya hal yang akan dibicarakan itu adalah hal buruk.

Supir namja itu mengangguk. “Aku mengerti, tuan muda. Tapi setidaknya hal-hal yang kau benci itu justru berguna untuk masa depanmu. Jadi turuti saja keinginan tua besar.”

Wajah namja imut itu semakin masam. Ia menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Ia adalah anak bungsu dari dari keluarga Cho. Namanya Cho Kyuhyun. Karena ia anak laki-laki satu-satunya, maka ia yang diberi tanggung jawab untuk membantu perusahaan ayahnya. Kakak perempuannya, Cho Ahra tinggal di Inggris dan bekerja di sana. Ia terbebas dari segala urusan perusahaan yang memusingkan.

Umur Kyuhyun sudah hampir seperempat abad tapi manjanya tidak juga hilang. Pasalnya itu tadi, selain anak lelaki satu-satunya, ia juga anak bungsu. Kedua orang tuanya memanjakannya seperti anak kecil. Hal inilah yang terkadang disesali Mr. Cho, ayah Kyuhyun. Karena anaknya tumbuh jadi anak manja yang keras kepala, walaupun ia sangat tampan dan cerdas.

“Kita sudah sampai, tuan muda. Bergembiralah. Semoga berita yang kau dapat hari ini tidak seburuk dugaanmu. Hwaiting.” Kata supirnya, Leeteuk, member semangat.

Kyuhyun mengangguk seraya keluar dari mobilnya. Begitu ia memasuki kantor megah ayahnya, para karyawan segera membungkuk hormat padanya. Ia hanya mengangguk singkat dan terus menuju ke ruang kerja ayahnya.

Sepertinya hari ini cukup istimewa, karena ia disuruh berpakaian rapi. Maka ia memakai pakaian formal. Maka ia memilih setelan jas hitamnya dengan kemeja putih dan dasi dengan warna senada dengan jasnya. Rambutnya yang berwarna eboni sebelumnya sudah dihitamkan kembali dan dipotong cepak.

Kyuhyun merapikan sedikit rambutnya sebelum mengetuk pintu ruang kerja ayahnya. Biasanya ia langsung masuk seenaknya tanpa mengetuk, tapi semalam ayahnya mengingatkan agar ia mengetuk pintu terlebih dahulu. Karena mereka kedatangan tamu jauh yang cukup penting untuk ayahnya.

Merepotkan saja, pikir Kyuhyun saat itu. tapi ia tetap melaksanakan perintah ayahnya. Diketuknya pintu itu. Ketika didengarnya suara ayahnya menyuruhnya masuk, barulah ia memutar kenop pintu dan melangkah masuk.

Di dalam ruang kerja ayahnya, ia lihat seorang lelaki paruh baya dan seorang lelaki muda duduk di sofa bersama ayahnya. Lelaki paruh baya itu seperti lelaki tua pada umumnya, namun penampilannya membuatnya disegani.

Sedangkan lelaki muda di sampingnya terlihat angkuh sekaligus tampan. Entahlah, Kyuhyun hanya bisa mendiskripsikan seperti itu. Yang jelas, lelaki muda itu sangat tampan. Hanya saja keangkuhannya itu membuat ketampanannya tampak menyeramkan.

Kyuhyun membungkuk hormat seraya memberikan senyum termanisnya.

“Wah, inikah anakmu yang kau ceritakan? Tampan sekali.” Puji lelaki paruh baya itu.

“Benar. Ini Kyuhyun. Bagaimana menurutmu?” kata Mr. Cho senang. Ia menyuruh Kyuhyun duduk di sampingnya. Kyuhyun menurut dengan patuh. Senyum palsunya masih menghiasi wajahnya.

“Aku setuju sekali. Dari cerita-ceritamu, aku tahu bahwa ia memang sempurna. Kalau manja, aku yakin Yunho bisa menanganinya. Iya kan Yunho?” kata lelaki itu seraya menoleh pada pria muda disampingnya.

Pria muda yang diketahui bernama Yunho itu mengangguk sambil tersenyum sopan. Tapi Kyuhyun tidak mengerti. Apa maksudnya? Yunho bisa menanganinya? Dalam hal apa?

“Kyu, ini Mr. Jung bersama anaknya Yunho. Ia lebih tua darimu jadi kau harus memanggilnya hyung.” kata Mr. Cho pada Kyuhyun seraya memperkenalkan kedua lelaki asing di depan Kyuhyun itu.

“Anneyong ahjussi, Yunho hyung.” sapa Kyuhyun sopan.

“Panggil saja aku appa. Kau tidak usah terlalu formal seperti itu.” kata Mr. Jung.

Mendengar itu Kyuhyun terkejut sekali. “Appa? Mianhae, aku tidak mengerti maksud anda.”

Mr. Jung tertawa. “Ah iya, rupanya appamu belum menjelaskannya padamu.”

Ayah Kyuhyun lalu menoleh pada Kyuhyun. “Appa memang belum cerita padamu. Tapi eomma dan Ahra sudah tahu akan hal ini. Aku dan Mr. Jung adalah sahabat lama. Tahun lalu kami bertemu dan mulai bekerjasama. Kau tentu tahu proyek hotel kita di Gangnam kan? Itu adalah kerjasama dengan Mr. Jung. Lalu aku melihat Yunho, aku pikir kalian akan sangat serasi jika disandingkan. Appa dan Mr. Jung bisa menjadi keluarga, sekaligus menguatkan akar dari kerjasama bisnis kita selama ini.”

“Maksud appa, aku dijodohkan dengan Yunho hyung?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

“Tentu saja. Ia adalah orang terbaik untukmu. Kau tidak akan bisa mendapatkan lelaki yang lebih sempurna daripada Yunho. Ia lulus dari Harvard dengan nilai terbaik. Ia juga dewasa dan tipe pekerja keras.” Kata ayah Kyuhyun yang membuat Kyuhyun hampir pingsan mendengarnya.

Seluruh dunia juga tahu bahwa Kyuhyun memiliki kelainan seksual. Itu sebabnya ia tidak pernah jatuh cinta kepada perempuan. Ayahnya tidak pernah mempermasalahkan hal itu, tapi ia tidak pernah menyangka bahwa ayahnya akan menjodohkannya seperti itu. Mungkin ia takut Kyuhyun tidak akan menikah suatu saat nanti, mengingat Kyuhyun belum pernah jatuh cinta ataupun pacaran sama sekali.

“Appa.. Kenapa kau tidak membicarakannya terlebih dahulu?” protes Kyuhyun.

“Ini kan sedang dibicarakan, kau ini bagaimana? Jangan buat Mr. Jung tersinggung. Kau tinggal menjalaninya saja. Tidak susah kan?” bantah Mr. Cho.

“Aku tahu, mungkin permasalahannya karena cinta. Aku tahu kalian belum saling kenal apalagi cinta. Makanya kami memutuskan mengenalkan kalian lalu memberi kalian waktu satu tahun untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain. Setelah itu kalian boleh memutuskan akan melanjutkan perjodohan ini atau tidak. Kami tidak ingin memaksa, walaupun kami ingin sekali kalian bersatu.” Kata Mr. Jung menjelaskan.

“Omo, satu tahun? Lama sekali?” protes Kyuhyun sembari melirik Yunho di depannya. ia kesal sekali karena lelaki angkuh itu daritadi diam saja, seolah-olah sudah sangat menyetujui perjodohan bodoh itu.

“Tentu saja harus lama, jadi kalian bisa benar-benar saling mengenal. Sudah, appa tidak mau mendengar protesmu lagi. Jalani saja dulu selama setahun, setelah itu kau bisa menentukan apa kau menerimanya atau tidak.” Kata Mr. Cho dengan tegas.

“Benar sekali. Dan untuk itu, kami sudah menyiapkan satu apartemen untuk kalian. Mulai besok, kalian akan tinggal bersama. Ini akan mempermudah kalian untuk saling mengenal, bukan?” kata Mr. Jung lagi.

Kyuhyun merasakn dunia berputar di kepalanya. Ingin sekali ia lari dari sana dan menghilang dari muka bumi. Tapi jika ia melakukan hal itu, ia hanya akan menyakiti perasaan ayahnya juga Mr. Jung. Yang membuat Kyuhyun kesal adalah Jung Yunho diam saja daritadi. Ekspresi wajahnya juga datar. Jadi Kyuhyun tidak dapat menebak isi kepala lelaki itu.

Membayangkan ia akan melewati satu tahun dalam hidupnya bersama lelaki seperti itu membuatnya merasa amat merana.

*

            Kyuhyun menatap apartement barunya yang akan ditempatinya bersama Yunho selama 365 hari kedepan. Mereka memang punya kamar sendiri-sendiri, tapi tetap saja Kyuhyun enggan seatap bersama lelaki dingin yang jarang bicara itu.

Kyuhyun masih melihat-lihat sekeliling apartement ketika dilihatnya Yunho keluar dari kamarnya. Ketika bersitatap, ketidaksukaan Kyuhyun pada Yunho semakin bertambah. Melihat wajah angkuh itu membuat Kyuhyun muak sekali.

‘Apa gunanya tampan jika angkuh begitu.’ Pikir Kyuhyun.

“Aku ingin bicara.” Kata Yunho mengagetkan Kyuhyun. Lelaki itu lalu duduk di sofa ruang tamu lagi-lagi dengan gaya angkuhnya. Kyuhyun mengikutinya dengan malas.

“Ada apa? Bukannya kau tidak suka bicara ya?” Tanya Kyuhyun kesal.

Yunho menatapnya tajam, seolah-olah memberitahu kalau Kyuhyun lupa sesuatu dalam kata-katanya. Otak cerdas Kyuhyun langsung tersadar dan cepet-cepat menambahkan, “Eh.. hyung.”

Ekspresi keras Yunho melunak. Ia menghela nafas panjang lalu bicara.

“Jangan terlalu sering menggerutu. Ketahuilah, bukan hanya kau yang menolak perjodohan ini, tapi aku juga. Hanya saja aku sangat menghormati ayahku dan tidak mau mengecewakannya. Aku ini anak satu-satunya, sudah jadi takdirku untuk membahagiakan ayahku. Aku tidak mau melihatnya sedih, jadi dengan amat terpaksa aku menyetujui hal konyol ini.”

Kyuhyun sedikit lega mendengar kata-kata Yunho. Tadinya dikira Yunho dengan senang hati menerima perjodohan ini namun malu untuk mengungkapkannya.

“Aku tidak suka ayahku mengatur kehidupanku. Ini hidupku, aku yang akan menjalaninya. Kenapa orang tuaku sibuk memikirkan hal yang sama sekali belum terpikirkan untukku. Satu tahun lama sekali.” Kata Kyuhyun sambil cemberut.

“Hanya itukah yang kau tahu? Mengeluh? Kau memang kekanakan seperti cerita ayahmu. Manja, keras kepala dan sangat kekanakan. Satu tahun saja tidak bisa menunggu.” Sindir Yunho pedas.

“Ya! Aku memang kekanakan, tapi aku tidak angkuh sepertimu. Heran sekali ada orang yang tahan bersamamu.” Kata Kyuhun emosi. Lalu dengan enggan ia menambahkan, “hyung.”

“Terserah kau mau bilang apa. Aku tidak peduli, selama kita masih tetap dalam perjodohan ini. Ingat, aku hanya tidak mau mengecewakan orang tua kita. Jangan berpikir macam-macam.” Kata Yunho seraya berdiri dan bersiap meninggalkan ruangan itu.

Namun langkahnya terhenti. Ia berbalik dan berkata. “Satu lagi, jagan menampakkan ketidaksukaan kita di depan orang tua kita. Bersikaplah seolah-olah kita menyetujui untuk saling mengenal selama setahun, bukan menyetujui perjodohan ini.”

Kyuhyun tidak mau menjawab. Wajahnya masam. Ia memalingkan wajahnya hingga Yunho menghilang dibalik pintu. Belum pernah rasanya ia dikalahkan. Ia termasuk orang yang populer semasa sekolah dan kuliah dulu. Ia tidak pernah diabaikan. Hoobaenya selalu menghormatinya dengan berlebihan, sedangkan sunbaenya selalu memanjakannya secara berlebihan pula.

Ia tidak pernah terkalahkan dalam apapun. Otaknya luar biasa cerdas. Kata-katanya pedas dan tajam. Ia juga pandai sekali merayu dan memanipulasi seseorang hingga akhirnya orang itu akan menuruti keinginannya. Semua orang selalu menuruti kemauannya. Melaksanakan perintahnya.

Dan baru kali ini ia dihadapkan pada orang yang tampaknya tidak bisa melakukan semua itu. Kyuhyun benci sekali kenapa orang seperti itu diberi rupa sedemikian tampannya. Kyuhyun menghentak-hentakkan kakinya lagi. Kebiasaan buruknya ini selalu muncul apabila ia sedang kesal. Dibarengi dengan wajah masa dan bibirnya yang cemberut.

*

            Sebulan sudah Kyuhyun dan Yunho tinggal bersama. Mereka jarang bertemu di apartement. Yunho banyak menghabiskan waktunya dengan meninjau lokasi-lokasi proyek, sedangkan Kyuhyun menghabiskan waktunya di kantor. Jika bertemu mereka hanya saling sapa seadanya. Terkadang Yunho pulang larut malam atau bahkan tidak keluar sama sekali, ia hanya mengurung diri di ruang kerjanya dalam diam.

Tapi Kyuhyun tidak peduli. Selama yunho tidak mengganggunya, ia tidak keberatan. Hanya saja ia serasa tinggal sendiri. Apartement iu sangat luas tapi terkesan sepi karena penghuninya sibuk dengan urusan masing-masing. Terlihat jelas bahwa mereka hanya ingin menyenangkan kedua orang tua mereka.

Malam itu mereka dipanggil untuk makan malam di rumah Kyuhyun. Ayah Yunho juga datang. Yunho tidak henti-hentinya mengingatkan Kyuhyun agar bersikap manis didepan orang tua mereka. Kyuhyun sampai kesal dibuatnya. Pasalnya ia sudah mengerti maksudnya, kenapa harus diberitahu berulang-ulang? Memangnya ia bodoh? Rutuk Kyuhyun dalam hati.

Sesampainya di kediaman keluarga Cho, mereka disambut hangat. Mereka mengobrol sebentar lalu makan malam bersama. Kyuhyun mati-matian berakting agar ia terlihat lebih rela dengan perjodohan yang nyaris membuatnya gila itu.

“Bagaimana hubungan kalian selama sebulan ini? Apa ada kemajuan?” Tanya Mr. Cho.

Yunho dengan sigap menjawab terlebih dahulu. “Kami baik-baik saja. Kemajuan yang berarti belum ada, karena kami belum lama bertemu. Suasana canggung masih sangat terasa diantara kami. Tapi aku yakin, lambat laun akan segera membaik.”

“Kau memang sangat berwibawa, Yunho. aku benar-benar bangga padamu. Kau mau memandang masalah ini dengan kepala dingin. Menghadapi Kyuhyun agak sulit, aku harap kau mengerti. Ia memang sedikit manja, tapi ia sebenarnya anak yang baik.” kata Mrs. Cho.

“Eomma! Kenapa bicara seperti itu? Aku tidak pernah menyusahkan Yunho hyung. Ia tidak akan kesulitan menghadapiku.” Kyuhyun sebal sekali karena tampaknya kedua orang tuanya menyukai Yunho.

“Dan apakah kau bisa menghadapinya, Kyu?” Tanya Mr. Jung. Ia terdiam sebentar lalu melanjutkan. “Yunho memang terlihat sombong dan dingin, namun sebenarnya ia baik hati. Ia adalah tipe lelaki penyayang. Sekali ia menyayangi seseorang, maka ia akan melakukannya dengan total. Tapi sifat kerasnya memang agak sulit dihadapi, maklumlah, ia sudah kehilangan kasih sayang ibu pada masa remajanya.”

“Umurnya baru 14 tahun ketika ibunya meninggal. Di saat-saat seorang remaja membutuhkan perhatian lebih. Ia tumbuh jadi anak yang dingin. Ia bekerja keras mendapatkan semuanya yang bisa membuatku bangga, karena ia tahu ia hanya punya aku. Jadi kalau ia kurang perhatian atau sedikit terkesan apatis dan angkuh, tolong dipahami.”

Kyuhyun  terdiam. Ia tidak menyangka Yunho yang dingin ternyata punya masa lalu yang kelam. Tidak dibesarkan oleh kasih sayang ibu itu tidak menyenangkan. Kyuhyun jadi merasa bersyukur karena ia punya eommanya yang selalu sabar menghadapi kelakuannya.

“Mari bersulang untuk anak-anak kita.” Kata Mr. Cho sambil mengangkat gelasnya. Yang lain mengikuti gerakannya lalu minum wine yang ada dalam gelas-gelas tersebut.

Kyuhyun yang memang suka sekali minum wine berkali-kali menambah minumannya. Membuat Yunho mau tidak mau menghentikan Kyuhyun yang dirasa minum cukup banyak. Kyuhyun memang masih terlihat baik-baik saja, Yunho hanya tidak mau Kyuhyun mabuk lalu dirinyalah yang nantinya harus memapah Kyuhyun ke apartemen mereka di lantai 12.

“Kyu, hentikan. Kalau kau mabuk, besok kepalamu akan pusing. Kau tidak bisa beraktivitas nantinya.” Kata Yunho seraya merebut gelas Kyuhyun.

Kyuhyun mengerang. “Tapi aku masih mau minum, hyung. Ayo, berikan padaku.”kata Kyuhyun seraya berupaya menjangkau gelas ditangan Yunho yang di angkat tinggi-tinggi.

Jadilah mereka tampak seperti sepasang kekasih yang tengah bercanda dengan mesra. Bagaimana tidak, wajah Kyuhyun menempel di pipi kanan Yunho. Tangan kirinya dikalungkan di leher Yunho sementara tangan kanannya  berusaha mengambil gelas di tangan kiri Yunho yang terancung ke atas. Kyuhyun seperti tengah memeluk Yunho. sedangkan tangan kanan Yunho memeluk pinggang Kyuhyun guna menstabilkan keseimbangan mereka. Karena Kyuhyun dalam posisi ingin merebut. Jika kuda-kuda Yunho tidak kuat, mereka bisa saja terhatuh.

“Omo.. kalian mesra sekali. Tidak kusangka secepat itu kalian saling beradaptasi. Tunggu sampai ayah kalian melihatnya.” Kata Eomma Kyuhyun yang kebetulan masuk ke ruang tengah. Ia lalu memanggil suaminya dengan keras. Hingga baik Mr. Cho dan Mr. Jung datang tergopoh-gopoh demi melihat kelakuan anak mereka.

Tepat ketika kedua lelaki paruh baya itu muncul, Kyuhyun dan Yunho terjatuh. Rupanya Kyuhyun mendorong terlalu keras hingga pertahanan Yunho melemah. Jatuhlah mereka dengan Kyuhun menindih Yunho dari atas. Bibir mereka pun bersentuhan.

“Ya ampunn kalian, rupanya kalian sudah saling menyukai? Aigoo.. kenapa tidak bilang dari awal?” kata Mr. Cho geli.

“Yunho, kau ini tidak tahu tempat ya? Get a room, son.” Kata Mr. Jung mengejek.

Baik Kyuhyun maupun Yunho langsung bangun dengan wajah memerah. Keduanya tidak menyangka kejadiannya akan jadi seperti itu.

“Appa, tidak seperti itu kejadiannya, tadi aku..” kata Kyuhyun mencoba menjelaskan.

Tapi langsung ditampik keras oleh ayahnya. “Kau tidak perlu menjelaskan, kami sudah melihatnya. Kalian mesra sekali.”

“Bukan seperti itu, kami.. Tadi Kyuhyun..” kini Yunho yang coba menjelaskan.

Namun lagi-lagi dipotong oleh ayahnya sendiri. “Sudahlah, kami tidak mempermasalahkan hal tadi. Justru kami senang ternyata semua berjalan sesuai rencana.”

Baik Kyuhyun maupun Yunho merasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Orang tua mereka sudah sukses salah paham. Tidak ada gunanya membantah saat ini. Mereka hanya bisa pasrah menghadapi ledekan-ledekan orang tua mereka malam itu.

Tapi akhirnya mereka bebas juga, karena hari sudah larut, maka mereka harus segera kembali ke apartement mereka. Sepanjang perjalanan kembali suasana canggung memenuhi udara. Kyuhyun ingin minta maaf atas kejadian tadi, bukan apa, tapi tadi dialah yang menindih Yunho. Tapi ia sangsi mengucapkannya. Apalagi kepalanya juga agak pusing akibat banyak minum wine tadi.

“Ayo turun, kita sudah sampai. Kau bisa berjalan sendiri kan?” kata Yunho pada Kyuhyun ketika mereka sudah sampai di basement apartement.

Tiba-tiba muncul ide jahat Kyuhyun. Dipasangnya raut wajah memelas lalu berkata. “Aduh hyung, kepalaku sakit sekali. Aku tidak kuat berjalan.”

Yunho memutar bola matanya. “Sudah kukatakan jangan banyak minum, lihat, ini akibatnya. Sudah, usahakan saja berjalan. Toh setelah ini kita tinggal naik lift.”

“Aku tidak kuat hyunggggg.. Kalau kau tidak mau membantuku tidak apa-apa. Aku akan tidur di mobil malam ini.” Ancam Kyuhyun.

Mau tidak mau Yunho mengalah. Ia kemudian memapah Kyuhyun keluar dari mobil dan menggendong Kyuhyun ala piggyback. Kyuhyun mengencangkan lengannya di leher Yunho sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Kau ini merepotkan saja.” Kata Yunho mengomel.

Kyuhyun hanya tersenyum nakal dalam aktingnya yang pura-pura sakit. Entah mengapa tubuh Yunho yang hangat membuatnya nyaman. Ini pertama kalinya ia bersentuhan cukup intim dengan orang lain selain keluarganya. Mendengarkan deru nafas Yunho yang kelelahan menggendongnya serta mencium bau parfum Yunho yang gentleman, membuat Kyuhyun sedikit terlena. Ia semakin meneggelamkan kepalanya di leher Yunho. Kemudian didengarnya suara asing itu, menghentak kencang dalam irama yang tidak teratur tapi terdengar indah. Suara asing yang baru kali ini didengar dan dirasakannya. Suara degup jantunya sendiri.

*

kyuhyun short hair in milkyway007

To Be Continued..

PS : Congratulation for Sabrina, the first winner of Challenge me. Here’s your story..

Super Junior-M subtly hints of comeback?

A picture of Super Junior-M choreography for their next comeback has recently been released online. Everlasting Friends (E.L.F) are excited and can’t wait, especially with Donghae revealing certain steps of the dance to Malaysian fans at the 2012 Asia Super Showcase.

super junior M is back

The picture shows 8 legs put together in a circle and rumours has it that the extra feet could be Choi Siwon, participating in the choreography as well despite his busy schedules with filming “Lord of Dramas”. What do you make of it?

 

Credit : Korean Updates