Those Perfect Men – Chapter 6

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Changmin, etc.

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 6

“Cinaaaaaa…..!!!” Jerit Kyuhyun ketika ia bersama Siwon dan Donghae tiba di Cina. Sepanjang malam ia tidak bisa tidur di pesawat, ia terus-terusan gelisah sekaligus senang karena akan bertemu hyungnya.

Siwon dan Donghae akhirnya juga tidak tidur. Bagaimana bisa kalau Kyuhyun terus menerus merongrong mereka dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Yunho. Dan Kyuhyun sepertinya tidak menyadari kalau dua pengawalnya saat itu sedang ngantuk berat, terutama Donghae yang sejak siang menemani Kyuhyun.

Mereka lalu naik mobil yang disediakan oleh Siwon, menuju ke hotel yang letaknya di pusat kota. Memang usaha orang tua Siwon juga ada di Cina, oleh karena itu, tidak sulit untuknya mencari kendaraan ataupun hotel. Semuanya langsung diurus oleh anak buahnya.

“Siwon-ssi, bisakah kau meladeni Kyuhyun dulu? Aku mau tidur sebentar saja, aku lelah sekali karena menjaganya seharian kemarin.” Bisik Donghae sebelum Siwon memasuki mobil.

Siwon mengangguk. Walaupun mengantuk, ia justru senang sekali Donghae memberinya kesempatan untuk berduaan dengan Kyuhyun.

“Tentu saja, kau istirahatlah dulu.” Kata Siwon dengan senyum manisnya yang berlebihan.

Donghae memutar bola matanya. “Tentunya kau senang karena aku memberimu kesempatankan? Untung saja aku lelah, kalau tidak mana mau aku berbagi denganmu.”

Siwon tertawa kecil. “Kau baik sekali, Hae. Andai saja..”

“Apa? Andai saja aku masih menyukaimu begitu? Kan sudah kukatakan, aku menyukai Kyuhyun sekarang. Kalau kau menyesal, itu salahmu sendiri. Siapa suruh dulu menolakku? Aku sudah tidak menyukaimu lagi, Siwon. Terimalah kenyataan itu.” balas Donghae cuek.

Siwon menepuk keningnya. Ia baru akan protes namun Donghae sudah masuk ke mobil lalu mengambil posisi nyaman dan menutup matanya. Siwon gemas sekali ingin memukul kepala namja tolol itu. Tadi maksudnya “Seandainya kau bukan rivalku, mungkin kita sudah berteman baik.” Tapi dengan sukses diartikan dengan salah oleh Donghae.

“Hyunngg, mau sampai kapan kau diluar? Aku mau cepat-cepat bertemu Yunho hyung. Masuklah cepat.” Kata Kyuhyun tidak sabaran dari dalam mobil.

“Ara.. ayo kita berangkat.” Kata Siwon yang langsung menaiki mobil.

Selama perjalanan Siwon dan Kyuhyun banyak bercerita, tapi anehnya kini Kyuhyun yang mendengarkan cerita Siwon. Siwon menceritakan pengalamannya dari masa-masa Siwon sekolah hingga kuliah. Kyuhyun mendengarkan dengan baik, sesekali memberi komentar pedas, maklum evilnya tidak bisa ditahan.

Sementara Donghae dengan nyamannya sudah tidur di jok paling belakang. Namun ditengah-tengah tidur nyamannya, ia terganggu dengan suara ponselnya sendiri. Awalnya Donghae tidak memperdulikannya, ia ingin terus tidur. Tapi tampaknya si penelepon tidak mau tahu dan terus-menerus menelepon Donghae.

Dengan kesal Donghae merogoh kantong jaketnya dan mengambil ponselnya. Dengan ogah-ogahan ia menatap layar ponselnya. Namun begitu melihat nama yang tertera di layar, ia langsung terkesiap. Matanya melotot. Katuknya hilang seketika. Si penelepon adalah Yunho. Donghae segera menjawab telepon itu.

“Yeoboseyo. Yunho-ssi, kau dimana?” Tanya Donghae dengan suara manisnya yang khas.

“YA!!! Kenapa kau baru mengangkat teleponmu? Aku juga menghubungimu semalaman tapi ponselmu tidak aktif. Kau apakan Kyuhyun? Kenapa ia juga tidak bisa dihubungi?” kata Yunho diseberang. Teriakannya membuat Donghae sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau darimana saja? Kami berdua mencoba manghubungimu kemarin, tapi ponselmu tidak aktif.” Kata Donghae menjelaskan. Ingin sekali ia berbalik marah pada Yunho yang dengan kasar memarahinya. Tapi ia masih sayang dengan nyawanya.

“Apakah itu Yunho hyung? Hyuuunnnggggg kau dimana????” Kyuhyun berteriak di telinga Donghae. Ia hampir saja terjungkal kebelakang ketika mobil mengerem, untuk Siwon dengan sigap menahannya.

Donghae segera memberikan ponselnya pada Kyuhyun. Ia lalu mengusap telinganya yang hampir tuli. Tadi Yunho berteriak di telinga kanannya,  lalu Kyuhyun di telinga kirinya.

Kyuhyun lalu berbicara dengan Yunho. “Hyung, kenapa kau tega sekali meninggalkanku? Aku kemarin mencoba menghubungimu berulang-ulang, tapi ponselmu terus-terusan tidak aktif.”

“Mian Kyu, hyung kemarin sibuk sekali. Ada beberapa klien yang harus ditremui. Belum lagi rapat-rapat panjang yang melelahkan. Hyung jadi tidak sadar kalau ponsel hyung mati kehabisan baterai. Maafkan hyung, ne?” kata Yunho lembut diseberang sana.

Mendengar suara hyungnya yang ia rindukan di seberang sana membuat hati Kyuhyun menghangat. “Hyunngg, aku ingin bertemu denganmu. Kau ada dimana?”

“Hyung ada di jalan, Kyu. Baru saja selesai meeting. Besok hyung pulang. Bersabarlah.” Kata Yunho menenangkan adiknya.

“Tidak mau! Pokoknya aku ingin bertemu hyung sekarang! Hyung tau, karena merindukanmu, aku ada di Cina sekarang. Jadi, cepat katakan hyung ada dimana.” Kata Kyuhyun. Mulai lagi keras kepalanya.

“MWO??? Kau ada disini? Di Cina? Tapi kau bersama Donghae kan? Mana dia? Berani sekali ia membawamu kesini, kalau kalian hilang bagaimana? Cepat berikan teleponnya pada Hae, hyung mau bicara dengannya.” Kata Yunho. Ia terdengar marah.

Tapi tiba-tiba Kyuhyun terpelanting kedepan. Kepalanya terantuk jok depan.

“Ya, ahjussi! Bisakah kau mengemudi pelan-pelan?” teriak Kyuhyun marah.

“Maafkan aku, tuan muda. Lampu lalu lintas tiba-tiba menjadi merah. Hampir saja aku melanggar. Maafkan aku.” Kata sang supir dengan hormat.

Siwonlah orang yang akhirnya meminta maaf juga dengan supir itu, karena Kyuhyun marah-marah padanya.

“Yunho hyung?” kata Kyuhyun seraya memandang lurus kedepan.

“Kau masih bicara dengannya di telepon kan, Kyu?” Tanya Siwon.

Tanpa memperdulikan pertanyaan Siwon, Kyuhyun turun dari mobil. Ia tidak memperdulikan teriakan Donghae dan Siwon yang memintanya untuk kembali ke mobil. Ia teru berjalan ke depan. Matanya menatap dua lelaki yang akan menyebrang di zebra cross.

“Yunho hyung..” kata Kyuhyun lagi.

Tak sampai dua meter dari tempatnya berdiri, ia melihat Yunho dengan seorang lelaki bertubuh tinggi dan tegap. Kyuhyun kenal lelaki itu, namanya Changmin. Yunho terlihat masih memegang ponsel dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

“Hyung, kau..” kata Kyuhyun. Yunho lalu menyadari kalau Kyuhyun ada di dekatnya.

“Kyu? Kaukah itu? Omo, mengapa kau menyusul kemari?” Tanya Yunho lalu hendak berjalan mendekati adiknya. Namun, baru satu langkah ia ambil, Kyuhyun langsung mundur dua langkah.

“Jadi hyung sibuk seharian kemarin bersama dia?” tunjuk Kyuhyun marah. Wajahnya memerah.

“Kyu, kemarin ponsel hyung..”

“Dan hyung bilang hyung sedang meeting dengan klien padahal hyung sedang berduaan dengannya! Aku benci hyung…!” kata Kyuhyun lalu dengan kecepatan tinggi ia berlari ke seberang jalan. Tepat setelah Kyuhyun sampai di seberang, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau dan mobil-mobil sudah bergerak kembali.

“KYUUUU…!!!” Teriak Yunho. Ia mencoba berlari ke sebelah tapi mobil-mobil tidak memberinya jalan. Sedangkan Kyuhyun tidak perduli, ia terus lari tanpa memperdulikan panggilan hyungnya.

Siwon dan Donghae segera keluar dari mobil dan menghampiri Yunho. Mobil Siwon yang masih berhenti di tengah segera mendapat cacian dari para pengemudi di belakangnya karena ia tak kunjung jalan. Sang supir lalu meminggirkan mobilnya.

“Kita harus mengejarnya.” Kata Donghae.

Ketakutan luar biasa muncul di raut wajah Yunho. Ia masih mencoba menyebrang tapi lagi-lagi tidak bisa. Ketika lampu kembali menjadi merah, Yunho segera berlari ke seberang bersama Donghae dan Siwon. Tapi terlambat, Kyuhyun sudah hilang ditelan kerumunan orang dan padatnya Beijing pagi itu.

*

            Kyuhyun akhirnya berhenti berlari setelah sesak di dadanya menjadi-jadi. Tadinya ia berlari sambil menangis, jadi ia tak tahu sekarang ia ada dimana. Beijing sangat asing baginya, belum lagi bahasa mandarinnya tidak sefasih Yunho.

Memikirkan Yunho membuat Kyuhyun menangis lagi. Ia marah sekali pada hyungnya itu yang dengan tega membohonginya. Dan ia benci sekali pada Changmin. ‘Kenapa ia ada disini bersama Yunho hyung?’

Yunho dan Changmin adalah sahabat sejak duduk di bangku junior high school. Karena mereka dekat sekali, maka Changmin sering datang ke rumah Yunho. Awalnya Kyuhyun tidak keberatan dengan adanya Changmin, apalagi orang tua mereka saat itu sedang bekerja sama membangun sebuah hotel di Inggris.

Tapi lama kelamaan ada yang berbeda. Changmin ternyata menyukai Yunho dan memblokir semua akses Kyuhyun ke Yunho. Karena kalau ada Kyuhyun, Yunho selalu lebih mengutamakan adiknya itu daripada Changmin.

Changmin mulai memonopoli Yunho. mengambil semua waktunya. Mengalihkan semua perhatian Yunho, agar Yunho tidak selalu bersama Kyuhyun. Yunho pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan Changmin daripada dengan Kyuhyun.

Tidak sampai disitu, Changmin juga beberapa kali menjebak Kyuhyun agar terlihat sebagai adik pengganggu di mata Yunho. Bahkan ia pernah menipu Kyuhyun hingga Kyuhyun tersesat. Padahal saat itu Kyuhyun sedang menyusul Yunho dan Changmin.

Karena marah ditipu oleh Changmin, Kyuhyun langsung memukul Changmin dan mencakar namja tinggi itu. ketika Yunho datang, posisi Changmin ada di pihak yang diserang, otomatis Yunho menolong Changmin dan memarahi adiknya. Walaupun Kyuhyun sudah berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi ternyata mulut Changmin lebih manis. Maka Yunho lebih percaya pada sahabatnya daripada adiknya sendiri.

Ini membuat Kyuhyun sedih dan sering menangis. Sejak saat itu ia membiarkan Yunho dekat dengan Changmin walaupun ia sedih sekali. Lebih sedih lagi ketika ia tahu Yunho diam-diam telah pacaran dengan Changmin tapi tidak memberitahunya.

Ingin sekali Kyuhyun mencakar-cakar wajah Changmin dan menyiramnya dengan air jeruk. Ketika Yunho dan Changmin putus, Kyuhyun mencoba mencari Changmin dan meminta Changmin kembali pada kakaknya. Karena Yunho terlihat sedih sekali saat itu. kyuhyun sebenarnya senang akhirnya Changmin dan Yunho putus, tapi ia tidak tega melihat kesedihan Yunho saat itu.

Namun ketika datang ke rumah Changmin, ia disuguhkan atraksi yang luar biasa menyulut api kemarahannya. Changmin sedang bermesraan dengan namja lain. Ketika Kyuhyun menghardik Changmin, dengan kasarnya Changmin mengusir Kyuhun dan mengatakan kalau ia bosan pada Yunho.

Itulah mengapa ia sangat membenci Changmin. Tidak ada orang lain yang paling ia benci di dunia ini selain namja brengsek itu. Setelah kejadian itu, Kyuhyun langsung memandang tembok tinggi yang menghalangi Yunho dari orang lain. Ia tidak ingin kakaknya sakit hati lagi, disamping itu ia tidak ingin kehilangan Yunho lagi seperti yang ia rasakan ketika Yunho dan Changmin masih bersama.

Dan kini ia lelah sekali. Hatinya sakit. Kakinya lemas. Perutnya pun kelaparan. Ia belum makan sama sekali dari malam karena tak sabar ingin segera bertemu Yunho. Tapi ketika bertemu, bukannya Yunho yang mendapat kejutan, tapi ia sendiri.

Ingin sekali ia kembali ke jalan tadi dan menemui Yunho. Kalau Changmin masih ada disana. Ia mungkin bisa sekalian menghancurkan laki-laki bodoh itu. Tapi ia lupa bagaimana cara kembali kesana. Gang-gang sempit yang ia lewati terlalu banyak. Kini ia sendiri bingung bagaimana cara mencari jalan keluar dari sini.

Lalu ponsel di tangannya berdering. Tapi bukan nada dering yang biasa ia pakai.

“Siapa yang mengganti nada deringku ya?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia baru akan menjawab telepon itu namun diurungkan niatnya begitu melihat nama Yunho ada di layar ponsel. Dengan sekali sentuh, ia mereject panggilan Yunho.

Tapi ia jadi bingung. Ponselnya sama, tapi kenapa nada deringnya berbeda? Lalu, kenapa nama kakaknya yang tertera bukan ‘Yunho Hyung’ melainkan ‘Yunho’ saja? Padahal wallpapernya sama. Dan ini jelas handphonenya. Lalu dengan rasa penasaran ia membuka kotak pesan di ponselnya.

Seketika ia lemas. Tidak ada satupun pesan yang ada di ponsel itu tertuju untuknya, tapi untuk orang lain. Ia baru sadar kalau sedaritadi, ia masih memegang ponsel Donghae.

Kyuhyun seketika jadi pusing. Ia merasa bersalah pada Donghae yang sudah mengurusnya seharian, membujuknya, mengantarnya ke Cina, bahkan tidak tidur semalaman. Dan sekarang ia ‘mencuri’ ponsel lelaki itu.

Kyuhyun mencoba berjalan lagi. Kepalanya terasa berat. Matahari dengan ganasnya membakar tengkuknya dan membuat kepalanya serasa mau pecah. Ia tak tahan lagi. Matanya mulai berkunang-kunang. Lalu semuanya jadi gelap.

*

images

To Be Continued..

Have you joined “Challenge Me”?

Anneyong readers,

“Challenge Me” yang aku buat udah mau selesai batas waktunya lho. Bagi yang udah ikutan, tunggu pengumumannya hari selasa siang. Tapi yang belum ikutan, ayo, masih ada kesempatan.

Bagi yang baru mengunjungi blog ini dan belum tahu apa arti”Challenge Me”, aku jelasin lagi deh. Jadi Challenge Me ini adalah tantangan buat aku untuk buatin fanfiction untuk kalian dengan menggunakan judul yang kalian sadurkan.

Jadi intinya seperti, you have the idea for the title and I’m gonna write down the story for you. Caranya gampang kan? Tinggal kasih tahu aku judul apa yang kamu mau, ntar aku buatin ff nya.

Hanya saja, karena aku ELF dan juga SparKyu, aku hanya akan menulis tentang Kyuhyun dan seme-semenya ;p, dalam hal ini Siwon ataupun Yunho (Gak tau kenapa belakangan ini author lagi suka banget pairing YunKyu).

Berikan judul kamu sebelum hari senin  jam 10 malam WITA. Kasih tau pairing apa yang mau digunakan, juga maunya bercerita tentang apa si Kyuhyun dan pasangannya ini, apa jadi Super Junior seperti biasa, orang biasa, anak sekolah, kuliahan, kantoran, dll.

Hanya ada 3 judul yang akan aku pilih dan aku buatkan fanfictionnya. Dan pengumuman akan aku post di blog ini hari selasa, 11 desember 2012. Ayo, kesempatannya tinggal 2 hari lagi lho. Ditunggu pastisipasinya yah..

Those Perfect Men – Chapter 5

Title : Those Perfect Men

Rate : T

Genre : Romance, Comedy

Cast : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, etc

Warning : BL, OC, typo (s)

Summary : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 5

Kyuhyun sedang tersenyum-senyum sendiri menatap ponsel di tangannya. Ia punya satu foto bersama Choco dan Siwon. Kyuhyun hanya punya satu itu saja, makanya ia menyimpannya baik-baik dan selalu memandangnya. Ia belum berani menggunakannya sebagai wallpaper, ia tidak mau Siwon melihatnya lalu berpikir yang macam-macam.

Sudah seminggu ia dan Siwon berhubungan dekat. Setiap sore mereka membawa Choco jalan-jalan. Terkadang pulang kampus mereka juga pulang bersama karena baik Donghae maupun Yunho sangat sibuk dengan urusan bisnis orang tuanya.

Kyuhyun merasa amat kehilangan. Ia sudah terbiasa dimajakan oleh siapa saja, tapi kini ia tertelantarkan. Untung saja ada Siwon yang selalu menemaninya.

“Kyu, ada Siwon di depan.” Kata Ny. Cho, menememui putra bungsunya yang tengah menonton tv di ruang tengah.

“Oh, aku akan menemuinya, eomma.” Kata Kyuhyuhn riang. Lalu berjalan cepat bahkan setengah berlari ke ruang tamu.

Sesampainya disana, ia melihat Siwon datang dengan kotak di tangannya. Siwon tampak sangat tampan walaupun ia hanya mengenakan kemeja flannel dengan celana jeans.

“Hyung, ada apa mencariku?” Tanya Kyuhyun.

“Aku membawakan sesuatu untukmu. Kata eommamu, kau suka cokelat. Kebetulan tadi setelah mengantar Jiwon ke rumah temannya, aku lewat di toko kue dan..”

Belum selesai Siwon berbicara, Kyuhyun sudah memeluknya riang. “Huaaaaa… terima kasih hyuuuunnnggggggg….!!!!”

Siwon terpaku di tempatnya, mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Kyuhyun memeluknya! Oh, tunggu samapi Minho mendengarnya atu Donghae melihatnya. Kata Siwon dalam hati.

“Kau baik sekali hyung. Sungguh, aku sangat senang hari ini. Tadi pagi appa memberikanku sebuah kaset game, lalu tadi eomma memasakkan makanan kesukaanku dan sekarang kau membelikanku kue cokelat. Ah ya, aku lupa, tadi Donghae hyung mengirimkan ice cream super besar dan lezat untukku. Ini pasti hari keberuntunganku.” Kata Kyuhyun setelah melepas pelukannya.

Mendengar nama Donghae, debaran jantung Siwon yang tadinya berpacu cepat berubah jadi mood jelek. Lagi-lagi Donghae selangkah lebih maju. Ia jadi sedih. Lalu diingatnya kejadian seminggu lalu ketika ia dan Kyuhyun ke bioskop. Bukankah ia sudah mencium Kyuhyun? Hoho, ia yakin Donghae belum pernah melakukannya.

“Kau kenapa hyung? Kenapa diam saja?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa. Hanya mengingat kalau aku ada janji untuk mengajari Minho beberapa hal tentang perusahaan.” Lagi-lagi Siwon berbohong.
Kyuhyun mengangguk.

Siwon memandang bibir Kyuhyun yang menggoda iman itu. Benarkah hanya ia yang pernah merasakannya? Maksudnya Donghae tidak pernah mencicipinya juga kan? Ingin sekali ia menanyakannya, tapi ia takut Kyuhyun tersinggung.

Kyuhyun terlihat menyantap kue cokelatnya dengan nikmat. Cokelat-cokelat meleleh turun dari mulutnya dan mengotori sudut bibirnya. Ingin sekali ia melumatnya lagi, merasakan manisnya. Tapi entah mengapa ia teringat Donghae.

Tidak, tidak mungkin. Kyuhyun bukan tipe orang sembarangan yang memberikan bibirnya kepada siapa saja yang memintanya. Waktu itu saja Siwon mencuri ciuman Kyuhyun, bukan meminta baik-baik lalu Kyuhyun memberikannya kan? Siwon tak tahan lagi, ia penasaran.

“Kyu.. “ panggil Siwon ragu-ragu.

Kyuhyun menoleh. “Ada apa hyung?”

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon hati-hati.

“Tentu saja, hyung. Apa yang mau kau tanyakan?”

Siwon menghela nafas untuk menguatkan dirinya lalu memberanikan diri bertanya.”Apakah Donghae pernah menciummu?”

Kyuhyun lalu tertawa. “Tentu saja, hyung. Donghae hyung pernah melakukannya juga, sama denganmu, mencuri ciuman dariku. Tunggu saja sampai aku melaporkan kalian pada Yunho hyung.”

*

Donghae mendapat tugas menjemput Kyuhyun dari Yunho hari ini. Maka dengan semangat 45 ia menunggu Kyuhyun selesai kuliah di depan kelasnya. Begitu dilihatnya Kyuhyun keluar dari kelasnya, ia lalu melambaikan tangannya yang langsung disambut Kyuhyun dengan ceria.

“Hyung, sudah lama? Mana Yunho hyung?” Tanya Kyuhyun.

“Ani, aku baru disini sekitar sepuluh menit. Yunho sedang ada pekerjaan, ia berangkat ke Cina tadi pagi. Ia aka nada disana selama dua sampai tiga hari. Maka sesuai permintaannya, aku akan menjemputmu, mengantarmu mencari keperluan kuliahmu, makan siang, lalu pulang ke rumah. Selama ia tidak ada.” Kata Donghae menjelaskan.

Wajah Kyuhyun yang tadinya ceria berubah murung.

“Aigoo, kenapa kau jadi sedih Kyu? Jangan khawatir, ia harus pergi mendadak karena appamu harus menyelesaikan pekerjaannya disini.” Bujuk Donghae.

“Aku benci Yunho hyung…! Akhir-akhir ini ia lebih mementingkan pekerjaannya daripada aku. Aku benci sekali. Aku benci ditinggal. Aku benci sendirian. Aku benciiiiii…!!!!!” jerit Kyuhyun tanpa peduli orang-orang yang lalu lalang menatapnya heran.

“Hei, jangan sedih Kyu. Ada aku disini. Aku akan menemanimu. Sudahlah, jangan bersedih lagi.” Kata Donghae masih terus membujuk Kyuhyun.

“Tapi aku mau Yunho hyung.” kata Kyuhyun lirih.

Donghae tidak kehabisan akal. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon Yunho. Semoga Yunho sedang tidak bertemu client, setidaknya ia harus bicara walaupun sedikit pada Kyuhyun, pikirnya.

Namun sayangnya ponsel Yunho tidak aktif. Donghae melirik Kyuhyun yang masih cemberut disampingnya. ‘Ayolah Donghae, jangan kehabisan akal.’ Pikirnya.

“Kyu, bagaimana kalau kita makan ice cream lalu membeli beberapa kaset game baru? Setelah itu kau boleh kemana saja, aku akan mengantarmu.” Kata Donghae lagi.

Kyuhyun menggeleng. “Tidak hyung. aku tidak mau apa-apa. Aku hanya mau Yunho hyung sekarang! Bahkan pulang saja aku tidak mau. Pokoknya aku mau Yunho hyuuuunnggg…!” Lagi-lagi Kyuhyun menjerit.

Donghae sampai bigung dibuatnya. Kalau Kyuhyun sudah keras kepala seperti ini, ia tidak bisa dibantah. Donghae yang nyaris putus asa tiba-tiba mendapat ide. ‘Ini satu-satunya jalan’. Kata Donghae dalam hati.

“Kyu, sebenarnya Yunho akan pulang nanti malam. Ia cuma mau memberimu kejutan yang mau tidak mau aku bocorkan padamu karena kau begitu keras kepala.” Kata Donghae berbohong.

“Benarkah? Aisshhh.. Yunho hyung itu bagaimana sih. Apa ia tidak tahu kalau aku merindukannya setengah mati? Dasar jahat. Baiklah, ayo kita makan hyung, aku lapar sekali. Setelah itu kita makan ice cream yah? Lalu aku mau beli kaset game, terus.. bla..bla..bla..” Kyuhyun dengan semangat menjelaskan ia mau apa setelah ini. Entah kemana lenyapnya wajah murungnya tadi.

Donghae untuk sementara bisa bernafas lega. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Kyuhyun sadar jika ia membohonginya. Semoga sebelum saat itu Yunho sudah bisa dihubungi.

*

Namun ketika malam menjelang, Yunho tidak juga pulang. Kyuhyun yang sejak tadi menunggunya mulai cemas. Ia mulai rewel lagi mencari kakaknya dan mengganggu konsentrasi Donghae yang sedang mengerjakan file-file perusahaan appanya di laptop.

“Hyuuunnngg, mana Yunho hyung? Kau bilang ia akan datang, mana? Ponselnya juga masih tidak bisa dihubungi. Bagaimana kalau ada apa-apa dengannya?” kata Kyuhyun. sedaritadi wajah masamnya tak juga berganti senyuman. Bibirnya terus-terusan di-pout-kan. Ingin sekali Donghae mencuri kesempatan lagi seperti saat ia mengantar Kyuhyun pulang waktu itu. tapi ia tahu, ini bukanlah saat yang tepat.

“Hyyyuuuunnggg…!!! Jangan diam saja, jawab aku. Dimana Yunho hyung?” lagi-lagi Kyuhyun merengek.

Donghae sudah kehabisan akal. Ia tidak bisa menghubungi Yunho, sementara ia ditugaskan menjaga Kyuhyun saat ini. Apalagi orang tua Kyuhyun sedang ke pulau Jeju, menyelesaikan pekerjaan mereka, kemungkinan besok sore baru kembali ke Seoul.

Tiba-tiba Siwon datang. Ia heran melihat Donghae masih ada di rumah keluarga Cho padahal hari sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

“Hae? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon tak mengerti. Kembali kecemburuan muncul di dadanya.

“Harusnya aku yang bertanya padamu seperti itu. apa yang kau lakukan disini? Tidak sopan bertamu malam-malam.” Balas Donghae ketus.

“Aku hanya mengembalikan kaset game yang Minho pinjam dari Kyuhyun beberapa hari lalu.” Kata Siwon membela diri.

“Kenapa harus kau yang mengembalikannya? Kenapa bukan Minho sendiri? Pasti kau yang mengajukan diri dengan sukarela untuk mengembalikan kaset itu kan?” Tanya Donghae.

“Memangnya kenapa Aku mau ketemu Kyu, tidak salah kan? Ia bukan milikmu, jadi kau tidak berhak melarangku bertemu dengannya.” Kata Siwon membela diri. Ia pikir saat ini tidak ada gunanya menyangkal.

“Salah besar. Selama orang tua Kyuhyun di Jeju dan Yunho ada di Cina, akulah yang bertugas menjaganya. Jadi hati-hati kalau bicara kalau tidak mau kuusir pulang dengan paksa.” Ancam Donghae.

“Mwo? Hanya kau berdua saja dengan Kyu disini? Andwae..! Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? Aku tidak bisa membiarkanmu semalaman bersama Kyu.” Kata Siwon tegas.

“Ya..! Aku memang playboy, tapi aku menghargai Kyuhyun. kau pikir aku berani menyentuhnya? Kau pikir aku takkan cacat apabila Yunho tahu? Pakai otakmu, bodoh!” Donghae kesal sekali karena Siwon mencurigainya yang bukan-bukan.

Mereka terus saja bertengkar tanpa peduli Kyuhyun ternyata sudah menangis di sofa. Ketika akhirnya Donghae sadar, ia segera berlari memeluk Kyuhyun.

“Sttt.. Kyu, tenanglah. Mengapa kau menangis?” Tanya Donghae lembut. Siwon kesal sekali melihat aksi Donghae yang lebih cepat darinya itu.

“Aku mau Yunho hyung. Aku mau hyungku.” Kata Kyuhyun dalam tangisnya.
Siwon mendekati Donghae dan Kyuhyun. Ia lalu bertanya apa yang terjadi dan Donghae menjelaskan.

“Kyu, bagaimana kalau kubawa Choco kemari? Kau bisa bermain dengannya sementara kita menunggu Yunho datang.” Tawar Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak mau apa-apa. Aku hanya mau Yunho hyung.”
Keras kepala sekali, kata Siwon dalam hati.

“Bagaimana kalau kupanggil Minho kemari? Kau bisa main game dengannya sampai Yunho datang.” Lagi-lagi Siwon membujuk Kyuhyun.

Dan lagi-lagi Kyuhyun menggeleng. “Hyunngg, aku mau Yunho hyung. Kalau kalian tidak bisa membuatku bertemu hyungku, aku akan mencarinya sendiri.”
Baik Siwon maupun Donghae terkejut dibuatnya.

“Kyu, jangan main-main. Ini sudah malam. Sebaiknya kau tidur, besok kau ada kelas kan?” kata Siwon coba membujuk Kyuhyun untuk kesekian kalinya.

“Aku tidak peduli. Pokoknya aku akan mencari Yunho hyung. Aku mau menyiapkan barang-barangku dulu.” Kata Kyuhyun masih keras kepala. Ia lalu berlari ke lantai dua tempat kamarnya berada.

“Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan? Aku mencoba menghubungi Yunho tapi ponselnya tidak aktif. Mana Kita tahu Yunho dimana? Kenapa ia tidak langsung pulang ke rumah?” Tanya Siwon. Ia jadi ikut cemas.

Donghae menghela nafas panjang. “Sebenarnya, Yunho masih ada di Cina. Tadi aku sudah bilang pada Kyu, tapi setelah itu dia malah sedih dan menolak makan siang. Aku tidak punya cara lain selain berbohong.”

“Mwo? Jadi, Yunho masih ada di Cina? Ya! Donghae, bagaimana kalau Kyuhyun yahu yang sebenarnya?” Siwon tidak bisa memihak siapapun kini. Disisi lain, ia pikir Donghae ada benarnya. Namun di lain pihak, ia rasa Kyuhyun tidak pantas dibohongi seperti itu.

“Jadi Yunho hyung masih ada di Cina? Jadi kau berbohong padaku hyung?” tiba-tiba Kyuhyun sudah ada di belakang Donghae. Airmatanya lebih deras lagi sekarang.

‘Sial!’ pikir Donghae. Ia lalu berbalik dan memasang senyum termanisnya pada Kyuhyun. “Kyu, aku tidak punya pilihan lain. Kalau kau tidak mau makan, kau akan jatuh sakit. Tentunya Yunho akan sedih kan? Kau mau membuat Yunho sedih?”

“Tentu tidak hyung. Tapi kau harus membayar perbuatanmu, karena berani berbohong padaku.” Kata Kyuhyun tegas.

“Arasso, terserah kau mau melakukan apa, aku akan menerima hukumannya. Kalau kau suruh aku menampar pipiku sendiri, aku akan melakukannya. Apapun yang kau inginkan, tapi setelah itu maafkan aku, ne?” kata Donghae pasrah.

“Benarkah kau mau melakukan apapun yang aku minta?” Tanya Kyuhyun. ia sudah berhenti menangis kini.

“Apapun, asal kau senang dan memaafkanku.” Kata Donghae mantap.

“Janji?”

“Janji.”

“Baiklah. Aku akan memaafkanmu. Tapi kau harus mengantarku ke Cina sekarang.” Kata Kyuhyun. Matanya berkilat-kilat nakal.

“MWO?” Siwon dan Donghae bertukar pandangan horror.

“Kyu, ini sudah jam berapa? Besok saja ya? Pasti besok Yunho sudah bisa dihubungi.” Bujuk Donghae.

“Tidak. Kau sudah janji padaku hyung. Aku tidak mau dengar alasan lagi.” Kata Kyuhyun. lagi-lagi keras kepalanya kumat.

“Hae benar, Kyu. Lebih baik kau istirahat sekarang. Besok pagi aku akan mengantarmu ke Cina. Aku janji.” Kali ini Siwon yang bicara.

“Kau juga melibatkan dirimu, hyung? Tapi tak apa, semakin banyak orang maka perjalanan semakin seru kan? Kau boleh ikut. Sayangnya aku tidak mau kalau besok. Aku mau sekarang!” kata Kyuhyun lagi.

“Tapi Kyu..”

“Aku tetap akan pergi walaupun tanpa kalian. Biar saja aku tersesat di Cina. Biar saja aku terlantar dijalanan lalu diculik orang jahat kemudian..”

“Ara.. Ara.. Kami akan menemanimu. Baiklah kita pergi sekarang.” Kata Donghae memotong ancaman Kyuhyun. ia dan Siwon tidak punya pilihan lain saat ini. Karena kalau Kyuhyun sampai berangkat sendiri, bisa-bisa apa yang dikatakannya tadi jadi nyata. Selain itu, kalau Yunho tahu Donghae menelantarkan Kyuhyun, bisa-bisa ia tinggal nama nanti.

“Baiklah, kita berangkat..!!!” seru Kyuhyun dengan wajah berseri-seri tanpa peduli raut wajah Donghae dan Siwon yang suram dan kelelahan menghadapinya.

*

tumblr_m481mqZuEP1rrj4ldo1_500

To Be Continued..