Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 2

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

CHAPTER 2

“Kau selalu terlambat. Ayo cepat bangun, nanti sarapanmu dingin.”

Siwon bangun dengan enggan namun ia bahagia. Bahagia karena ia bisa melihat wajah itu kala ia membuka matanya. Langkah kakinya dipercepat agar bisa menyusul tepat di belakang sang kekasih dan.. hap! Ia segera melingkarkan kedua tangannya ke sekeliling tubuh yang lebih kecil darinya itu.

Hidung Siwon menyusuri leher hingga pundak lelaki itu seraya mengendusnya dalam-dalam. Ia selalu wangi, selalu mampu membuat Siwon tergila-gila bahkan di hari mendung sekali pun.

“Berhenti menggodaku. Kau harus segera bersiap. Bukankah hari ini ada rapat penting?”

Siwon tersenyum lebar. “Benar. Tapi sebelum aku pergi bekerja, sebelum aku menyentuh sarapanku, aku ingin sebuah ciuman.”

Efek luar biasa yang ditimbulkan oleh Siwon. Lelaki di depannya tersenyum malu dengan semburat merah muda menghiasi kedua pipinya. Siwon mendekatkan kedua wajah mereka. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan..

Siwon membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya. Ternyata matahari sudah muncul sedari tadi. Peluh membasahi tubuhnya walau pun pendingin ruangan di kamarnya menyala dengan suhu tinggi. Ia menyadari bahwa lagi-lagi ia memimpikan Kyuhyun. Selalu seperti itu. Bagaimana bisa ia mengusir Kyuhyun dari mimpinya? Ini terlalu menyakitkan.

Dering ponselnya menyadarkannya sesaat. Nama Tan Hangeng tertera di layar sentuh itu. Tanpa pikir panjang, Siwon segera menjawab.

“Siwon, apa kau sudah bangun?” Tanya Hangeng dari seberang.

“Tentu saja sudah. Ada apa? Ada yang bisa kubantu?”

Hangeng terdengar agak ragu di seberang sana. Namun akhirnya ia bicara setelah beberapa detik.

“Apa kau punya kegiatan lain hari ini?”

Ini adalah hari minggu. Di hari libur seperti ini biasanya Siwon selalu menghabiskan waktunya di apartemennya. Melakukan semua yang bisa ia lakukan seperti menonton dvd, memasak menu-menu baru atau membersihkan apartemennya sendiri. Ia menolak untuk keluar karena enam hari bekerja membuatnya cukup lelah hingga di hari minggu seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya sendiri.

“Tidak ada. Kau tahu aku kan, aku tidak pernah keluar di hari libur seperti ini.” Jawab Siwon.

“Hm.. Bolehkah aku meminta bantuanmu?” kembali Hangeng bertanya tapi kini terdengar semakin ragu.

“Hey ayolah, kau adalah temanku. Selama aku bisa membantu, sudah pasti akan kulakukan. Apa yang bisa kubantu?”

“Hari ini aku dan Zhoumi harus menghadiri rapat dengan beberapa klien dari Hongkong. Padahal aku sudah berjanji akan menonton dvd bersama Kui Xian sejak minggu lalu. Bisa kau bayangkan betapa kecewanya dia begitu mendengar hal ini. Tapi ia cukup keras kepala, ia tidak masalah jika menontonnya bersama orang lain, yang jelas ia ingin ditemani. Ia tidak mau menonton sendiri.”

Perasaan Siwon mendadak tidak karuan. Ia takut kalau-kalau Hangeng memintanya untuk menemani Kui Xian menonton dvd-nya.

Kemudian Hangeng melanjutkan. “Aku tidak bingung seperti ini jika saja Henry ada di Seoul tapi semalam ia harus kembali ke Beijing karena ada anggota keluarganya yang sakit. Donghae ada kencan dengan Eunhyuk dan.. Kau tahu, aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Untuk itu, aku ingin meminta bantuanmu untuk menemaninya menonton dvd itu.”

Dugaan Siwon benar. Dan kini ia sedikit menyesal ketika mengatakan bahwa ia tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Ia mau saja membantu Hangeng, kalau saja hal itu tidak ada hubungannya dengan Kui Xian.

“Siwon.. Kau masih di situ?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku akan membantumu. Tidak masalah buatku. Aku juga suka menonton film jadi kupikir tidak ada salahnya. Lagipula ini hari libur bukan?”

“Ah.. Aku lega sekali. Baiklah, sejam lagi aku akan mengantarnya ke apartemenmu. Setelah aku selesai, aku akan segera menjemputnya.” Suara Hangeng terdengar sangat gembira di seberang sana, sangat kontras dengan suasana hati Siwon saat ini.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap. Mungkin aku bisa membuatkan kue coklat sederhana untuk kekasih sahabatku ini.” Kata Siwon yang berusaha keras terdengar sama cerianya dengan Hangeng.

“Kue cokelat? Dia suka sekali dengan kue cokelat. Aku benar-benar telah manjatuhkan pilihan yang benar. Walaupun aku akan meninggalkannya seharian, tapi aku yakin ia tidak akan merasa bosan karena ditemani oleh pria baik seperti kau. Terima kasih.”

That’s what friends are for, right?

Setelah sedikit berbasa-basi, keduanya memutuskan hubungan telepon. Siwon masih memandang ponselnya dengan hati gundah.

Satu lagi kemiripan mereka : sama-sama menyukai kue cokelat.’ Pikir Siwon.

Kadang ia berpikir, dengan kemiripan-kemiripan Kyuhyun dan Kui Xian, apa ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang yang sama? Tapi mengapa Kyuhyun tidak mengenalinya sama sekali?

*

            Siwon melirik lelaki pucat yang duduk tenang seraya menikmati kue cokelat buatannya itu sesekali. Matanya masih senantiasa terpaku pada televisi yang menyajikan adegan-adegan dari dvd yang dibawanya. Sesekali ia menghela nafas, sesekali tertawa, bahkan kadang ia bahkan marah-marah sendiri. Tergantung dari adegan yang tersaji di depannya.

Tidak ada perbedaan sedikit pun. Segalanya tampak sama, kecuali nama dan warna rambut mereka. Bahkan suara mereka pun nyaris sama jika saja Kui Xian mengeluarkan suara manja yang selalu dilakukan Kyuhyun. Kui Xian terlihat lebih dewasa, dari caranya bicara dan bergerak. Tidak seperti Kyuhyun yang kekanakan dan menggemaskan.

Berhentilah menatap kekasih sahabatmu.’ Bisik Siwon dalam hati.

“Ah.. Selesai.. Uh, film ini seru sekali. Bagaimana menurutmu, Siwon-ssi?”

Siwon segera tersadar dari pikiran-pikirannya. Dengan senyum jengah ia menjawab. “Kupikir juga begitu..”

Bagaimana mungkin aku tahu jika selama menonton yang kulihat hanya dirimu?’ katanya dalam hati lagi.

“Dimana Kibum-ssi? Aku tidak melihatnya.” Tanya Kui Xian lagi.

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Eh? Tentu saja di kamarnya. Kenapa?”

Kui Xian menggeleng. “Tidak apa-apa. Bukankah beberapa waktu lalu kau sudah menyatakan bahwa kau akan memberinya kesempatan? Jadi kupikir, di hari yang cerah seperti ini, kenapa tidak kau gunakan untuk berkencan?”

“Itu..” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku belum bicara atau pun bertemu dengannya setelah hari itu. Kami sama-sama sibuk, jadi.. Lagi pula, bukankah hal seperti ini tidak perlu buru-buru.. Maksudku..”

“Ya..ya..ya.. Aku mengerti. Mengapa kau tampak gelisah seperti itu? Bukankah aku hanya bertanya?” balas Kui Xian seraya mendecak.

Lelaki itu lalu berdiri dan berjalan-jalan pelan ke sekeliling ruangan. Matanya mengagumi isi apartemen mewah itu. Sesekali ia menunjuk beberapa benda dan Siwon dengan sigap menjelaskan layaknya seorang kurator di museum seni.

“Huaaaa… Kau punya banyak koleksi wine..!!!!” seru Kui Xian gembira.

Kening Siwon mengernyit bingung. “Kau juga suka wine?”

“Tentu saja! Siapa yang tidak menyukainya? Lihatlah, kau bahkan punya yang berumur beberapa puluh tahun!” pekiknya lagi.

Bagaimana mungkin? Mengapa ia juga menyukai wine seperti Kyuhyun? Oh Tuhan.. Apa yang sebenarnya tengah kuhadapi saat ini?’ pikir Siwon bingung.

Siwon menatap Kui Xian yang tengah memunggunginya dan mengagumi botol-botol wine yang berjejer di rak kaca dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

“Kui Xian-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon memberanikan diri.

Kui Xian berbalik setelah meletakkan botol yang dipegangnya ke rak kaca. “Tentu saja.”

“Berapa umurmu?”

“Aku? Dua puluh tujuh.”

Umur mereka sama.

“Dan.. Tanggal lahirmu?”

“2 february 1988.”

Beda sehari.

“Apa kau.. Benar-benar warga asli Cina? Maksudku, tidak ada campuran dari Negara lain atau..”

Kui Xian tersenyum. “Tentu saja. Haruskah aku memperlihatkan akte kelahiranku kepadamu?”

Kebetulan yang sangat aneh..

*

            “Dia bukan Kyuhyun. Dan kau tahu itu.”

“Aku tahu, tapi.. Terlalu banyak kesamaan yang ada pada diri mereka, membuatku nyaris mengira mungkin saja Kui Xian yang aku hadapi kini adalah Kyuhyun sendiri.” Kata Siwon bersikeras.

Donghae menghela nafas berat. “Kau masuk terlalu jauh, kawan. Ingat, dia adalah tunangan sahabatmu sendiri. Jangan membuat masalah sama sekali. Kau tidak ingin Hangeng mengetahui semua ini dan justru menyalahkanmu, bukan?”

Siwon menggeleng. “Bukan kau, yang selama ini tinggal bersamanya. Jadi begitu ada seseorang yang mirip dengannya, kau tidak akan tahu hal itu.”

Kembali Donghae menghela nafas berat. Ia sudah bersahabat dengan Siwon cukup lama untuk mengetahui seberapa keras kepalanya lelaki itu jika menyangkut hal-hal tertentu, terutama yang diyakininya.

Hanya saja, Donghae tidak yakin kalau perspektif Siwon kali ini ada benarnya, walaupun semua kemungkinan itu ada. Ia hanya tidak ingin Siwon masuk terlalu jauh dan akhirnya kembali terluka seperti dulu. Untuk menjadi Siwon yang seperti sekarang saja sudah cukup sulit, ia tidak mau sahabatnya itu kembali terpuruk dengan kasus yang serupa.

“Siwon.. Dengarkan aku..”

“Tidak! Kau yang harus mendengarkan aku. Mereka punya wajah dan tubuh yang serupa. Mereka lahir di tahun yang sama, kecuali tanggal lahir mereka yang berbeda. Hanya berbeda sehari. Apa hal ini tidak membuktikan adanya kesamaan yang janggal diantara mereka?” Siwon bersikeras.

Donghae tidak menjawab. Bukan karena ia berpikiran yang sama tetapi ia lelah menghadapi Siwon yang telah mengatakan hal yang sama berulang-ulang di sepanjang minggu itu. Membuatnya cukup gerah.

Siwon masih terus mengatakan hal yang sama selama beberapa menit ke depan hingga akhirnya Donghae mengangkat tangannya, menarik perhatian Siwon hingga lelaki itu berhenti bergumam pada dirinya sendiri.

“Apakah dia Kyuhyun yang selama ini kau cari atau bukan, kenyataannya dia adalah milik Hangeng saat ini. Ingat itu.”

Donghae berjalan ke luar apartemen Siwon setelah menepuk pelan pundak sahabatnya yang seakan tersadar dengan kenyataan paling pahit di hidupnya. Kui Xian memang milik Hangeng.

*

            Satu pertemuan berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Semakin Siwon mencoba menghindari Kui Xian, semakin sering ia harus dihadapkan dengan berbagai permintaan lelaki itu. Mulai dari menemaninya mencari buku, berbelanja bahan makanan, hingga mencari pakaian, baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk Hangeng.

Siwon sama sekali tidak keberatan andai saja Kui Xian bukan milik Hangeng yang wajahnya serupa dengan kekasihnya yang hilang. Karena semakin dirinya mencoba meyakinkan dirinya sendiri, maka semakin kuat pula semua pikiran-pikiran aneh yang terlintas di benaknya.

Siwon sudah mencoba mengelak. Bukan sekali, namun berkali-kali. Namun menolak Kui Xian bukanlah perkara mudah. Ia selalu membalas penolakan Siwon dengan kata-kata yang sama :

Donghae-ssi sudah punya Eunhyuk-ssi. Henry sibuk dengan Zhoumi gege, dan Ryeowook-ssi sudah pasti menikmati masa-masa pernikahannya dengan Yesung-ssi. Mana mungkin aku mengganggu mereka? Hangeng-ge juga sangat sibuk. Dan kau tidak punya kekasih jadi aku meminta bantuanmu. Aku akan berhenti kalau kau benar-benar memantapkan pilihanmu pada Kibum-ssi.

 

Terkadang Siwon beranggapan kalau Kui Xian mungkin dibayar oleh Kibum untuk mempromosikan dirinya kepada Siwon. Tapi hingga detik ini ia sendiri tidak pernah menangkap gelagat aneh dari tetangganya itu kalau-kalau ia benar-benar menyukai dirinya.

Tapi kadang Siwon berpikir kalau Kui Xian terlalu memaksakan dirinya untuk berpacaran dengan Kibum. Untuk apa? Apa untungnya untuk lelaki itu?

“Melamun lagi?”

Siwon merasakan tepukan halus di lengannya dan segera tersadar dari pikiran-pikiran yang menguasainya belakangan ini. Ia tersenyum jengah kepada Hangeng yang masih meletakkan telapak tangannya di lengan Siwon.

“Maaf..”

Tidak seharusnya ia melamun pada saat ia, Hangeng dan Zhoumi akan sedang mengadakan rapat kecil mengenai pekerjaan mereka. Walau rapat itu bersifat informal, tetap saja ia seharusnya berkonsentrasi.

Zhoumi menyipitkan matanya. “Kau sering melamun akhir-akhir ini. Ada apa, Siwon? Apa ada masalah?”

Siwon menggeleng. “Aku hanya sedang memikirkan beberapa hal. Tapi bukan sesuatu yang penting. Jangan khawatir.”

“Oh ya, Siwon, terima kasih atas bantuanmu akhir-akhir ini.”

Siwon memiringkan kepalanya. “Bantuan apa?”

Hangeng tersenyum. “Kui Xian banyak bercerita mengenai hari-harinya yang menyebalkan karena ditinggal oleh orang-orang terdekatnya. Untung saja kau mau meluangkan waktu untuk menemaninya. Terima kasih.”

“Oh itu.. Aku hanya menemaninya jika memang aku sedang tidak ada pekerjaan. Bukan sesuatu yang besar. Tidak perlu berterima kasih.” Jawab Siwon dengan senyum palsunya. Padalah dalam hati ia enggan sekali menemani lelaki itu. Hanya menambah luka.

“Kau tahu.. Ia tidak terlalu bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi melihat perkembangan hubungan kalian yang dengan cepat bisa menjadi teman, membuatku lega. Setidaknya ia berteman dengan orang-orang yang kukenal dengana baik di sini.” kata Hangeng lagi.

Kembali Siwon tersenyum simpul. Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya. “Hangeng-ssi, di mana kau bertemu Kui Xian sebelumnya?”

“Apa aku belum pernah menjelaskannya?” Hangeng balik bertanya. “Kurasa sudah.” Ia tertawa kecil lalu melanjutkan. “Seperti yang kau tahu, ia adalah sahabat Henry sejak di junior high school. Aku sudah sering bertemu dengannya, tapi aku baru benar-benar membuka mataku beberapa tahun lalu. Tapi kemudian ia pindah ke Taiwan, ke tempat pamannya. Membuatku patah hati saat itu. Tapi ia rajin mengirim kabar kepada aku dan Henry.”

Hangeng menyesap kopinya sedikit lalu kembali melanjutkan kata-katanya. “Kami baru bertemu lagi tiga tahun yang lalu kemudian menjalin hubungan. Saat itu aku memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi. Aku langsung memacarinya. Setahun kemudian aku melamarnya menjadi tunanganku.”

Siwon mengernyit. “Tiga tahun yang lalu?”

Bukan Hangeng yang menjawab melainkan Zhoumi. “Benar. Karena saat itu aku bertemu Henry. Saat Hangeng menceritakan kepadaku mengenai Kui Xian. Saat itu aku masih baru bergabung di perusahaan ini dan kami berdua langsung akrab. Hari itu aku menumpang di mobil Hangeng karena mobilku rusak. Tapi ia mengatakan akan menjemput adiknya dulu. Di sana lah aku bertemu Henry dan Hangeng bertemu Kui Xian lagi. Selanjutnya kau bisa menebak sendiri jalan ceritanya, kan?”

“Apa Kui Xian baru kembali dari Taiwan saat itu?” tanya Siwon lagi. Ia semakin penasaran. Pasalnya Kyuhyun menghilang juga dua tahun yang lalu.

“Benar. Pamannya meninggal di Taiwan jadi ia memutuskan untuk kembali ke Beijing. Ia tampak cukup terluka saat itu. Tapi ia tetap tampan seperti biasa.” Jelas Hangeng.

“Apa.. Ini kali pertama Kui Xian menginjakkan kaki di Seoul?” tanya Siwon lagi. Ia tidak akan menyerah di sini.

Hangeng menggeleng. “Kui Xian pernah tinggal di sini selama beberapa bulan. Ia pernah mengikuti kursus bahasa Korea di Taiwan dan memutuskan untuk pergi ke Seoul untuk memantapkan bahasa Korea-nya.”

Jantung Siwon berdegup kencang kini. “Benarkah? Kapan tepatnya?”

“Entahlah.. Tiga tahun lalu? Empat tahun lalu? Aku tidak ingat kapan persisnya.”

Ada kesenangan tidak wajar dalam diri Siwon kini. “Ia pernah tinggal di sini?”

Hangeng dan Zhoumi saling berpandangan lalu mengangguk bersamaan. Namun Zhoumi yang menjawab pertanyaan itu.

“Ia tinggal selama setahun. Ah tidak, lebih dari setahun. Dan kau bisa lihat bahasa Korea nya kini, tanpa cela bukan?”

Setahun? Ia dan Kyuhyun menjalin hubungan selama setahun. Ya, hanya setahun namun semua terasa begitu indah. Ia bahkan tidak akan berpikir dua kali ketika ingin menikahi Kyuhyun. Tapi sayang, rencana Siwon gagal karena Kyuhyun tiba-tiba menghilang.

“Apa.. Ia pernah menjalin hubungan dengan lelaki asal Korea di sini?” tanya Siwon penuh harap. Seandainya Hangeng menjawab ‘iya’, artinya Siwon punya kesempatan untuk mencurigai Kui Xian sebagai Kyuhyun. Ia hanya perlu memikirkan mengapa Kyuhyun tidak mengenalnya saat bertemu.

“Seingatku tidak. Itu pun kalau Henry tidak berbohong kepadaku. Kau tahu, biasanya seorang adik menyembunyikan hal-hal tertentu kepada kakaknya, bukan?” Jawab Hangeng seraya mengangkat bahunya.

“Henry?”

Hangeng tertawa kini. “Tentu saja. Ia datang kemari dan tinggal bersama Henry. Itulah sebabnya mengapa bahasa Korea keduanya sangat bagus.”

“Aku tidak mengerti.” Kata Siwon dengan bingung.

“Mereka mengikuti kursus bahasa Korea di tempat berbeda. Henry belajar di Beijing sedangkan Kui Xian belajar di Taiwan. Mereka lalu sepakat untuk memperdalam bahasa itu dengan datang dan tinggal bersama di Seoul.” Jawab Zhoumi.

“Jadi.. Kui Xian dulu memang tinggal di Seoul.. Bersama Henry?”

Zhoumi dan Hangeng mengangguk mantap.

*

            “Aku benar-benar bersemangat ketika kau menelepon tadi, Siwon-ssi. Tidak biasanya kau mengajakku keluar. Biasanya aku lah yang merengek kepadamu.” Kata Kui Xian. Wajahnya tampak berseri-seri karena akhirnya Siwon mengajaknya bertemu duluan.

Kui Xian bahkan diberi kebebasan memilih restaurant yang tempat mereka akan makan siang. Dan pilihan Kui Xian jatuh pada restaurant cina favoritnya. Alasannya selalu sama, ia rindu kampung halamannya. Jika berada di sana, ia serasa pulang ke rumah.

Dan Siwon lega karena akhirnya ia menemukan satu lagi kesamaan Kyuhyun dan Kui Xian. Restaurant ini. Kyuhyun juga sangat menyukainya, namun dengan alasan yang berbeda dengan milik Kui Xian. Bagi Kyuhyun, restaurant ini memiliki cita rasa khas yang tinggi dibandingkan dengan restaurant lain.

“Hari ini aku sedang tidak ingin makan sendiri. Aku tadinya hendak mengajak Donghae. Tapi ternyata ia ada sedikit urusan jadi aku mengajakmu.” Ujar Siwon berbohong.

Kui Xian pura-pura cemberut. “Jadi aku hanya cadangan, begitu?”

Siwon tertawa. “Bukan begitu. Kupikir akan menyenangkan jika makan siang denganmu.”

Kui Xian mengangguk perlahan dengan senyum tertahan, menerima alasan Siwon yang cukup masuk akal itu.

Mereka memesan beberapa hidangan favorit di restaurant itu. Keduanya banyak bercerita tentang banyak hal. Hingga Siwon akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan serangan yang tadinya sengaja disimpannya.

“Jadi, Kui Xian-ssi, menurut Hangeng-ssi, kau pernah tinggal di Seoul sebelumnya?”

Kui Xian mengangguk. “Benar. Aku pernah tinggal di sini. Untuk memperdalam bahasa Korea ku. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan bahasa Koreamu yang sangat lancar. Ternyata kau memang pernah tinggal di sini.”

Kembali Kui Xian mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia sibuk melahap dessert-nya, tanpa sadar bahwa Siwon tengah menatapnya dalam-dalam.

“Lalu.. Selama tinggal di Seoul dahulu, apa kau.. pernah memiliki kekasih?” tanya Siwon lagi, masih menatap Kyuhyun dalam-dalam. Enggan melepaskan tatapannya barang sedetik saja. Namun begitu Kui Xian mengangkat wajahnya dari piring di depannya, ia mengarahkan pandangannya ke gelasnya, berpura-pura mengaduk juice-nya dengan sedotan.

“Hmmmmm… Bagaimana kalau kau menebak? Akan lebih seru dari pada langsung mengatakan jawabannya kan?”

Siwon mengangguk lalu menimbang-nimbang sebentar. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab. “Jawabanku.. ya. Kau pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain di sini.”

Setelah menjawab dengan yakin, Siwon berusaha keras tetap terlihat tenang. Tapi hatinya justru bereaksi sebaliknya. Jantungnya berdetak keras, menunggu apa tanggapan Kui Xian mengenai jawabannya tadi.

Dan Kui Xian entah memang berniat untuk berlama-lama mengungkapkan kebenarannya, atau memang ia tidak menyadari kata-kata lelaki di depannya, Siwon sendiri tidak tahu pasti. Yang jelas Kui Xian masih sibuk dengan dessert-nya.

Setelah Kui Xian menyelesaikan dessert-nya, ia lalu menenggak isi gelasnya hingga habis. Setelah itu baru lah ia menatap Siwon dengan senyum kecil yang sulit diartikan.

“Tebakanmu benar.. Siwon-ssi, sungguh, aku tidak mengerti. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau mungkin kita mempunyai teman yang sama? Mengapa tampaknya kau tahu banyak mengenai aku?”

Siwon terkesiap.

*

HanWonKyu

To be continued..

Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 1

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

Choi Siwon mematut dirinya di cermin sekali lagi. Sempurna, pikirnya. Hari ini ia akan menghadiri acara pernikahan rekan kerjanya, Yesung dan Ryeowook. Setelan jas hitamnya terlihat keren dan rapi di tubuh kekarnya. Dasi kupu-kupu melengkapi ketampanannya malam itu.

Ketika ia sudah siap, ia segera mengemudikan mobilnya menuju salah satu hotel besar tempat dilangsungkannya acara resepsi pernikahan pasangan YeWook itu.

“Siwonnie, kau juga sudah sampai rupanya. Wah kau tampan sekali.” Kata Donghae, salah satu sahabat baiknya ketika is sudah berada dalam ballroom hotel.

“Tentu saja. Sejak kapan aku terlihat buruk?” kata Siwon dengan bangga.

“Sejak dia meninggalkanmu.” Kata Donghae pelan yang langsung disikut oleh kekasihnya, Eunhyuk.

Eunhyuk langsung meminta maaf pada Siwon karena kelancangan Donghae.

Siwon tertawa. “Ya! Kalian ini kenapa? Jangan terlalu sensitif. Sudahlah, aku tidak apa-apa.”

Donghae menghela nafas. “Maafkan aku. Bukannya aku ingin mengungkit-ungkit masa lalumu, tapi..”

“Aku baik-baik saja. Memang awalnya terasa berat, bahkan sangat berat. Tapi aku bisa menjalaninya. Lihat aku sekarang, life must go on, right?” kata Siwon ringan.

“Hae, berhentilah mengungkit masa lalu Siwon.” tegur Eunhyuk pada kekasihnya.

“Aku tahu. Aku hanya khawatir. Siwon adalah sahabat baikku. Sudah sepantasnya aku merasa khawatir padanya.” Kata Donghae.

Siwon mengangguk tanda memaklumi maksud Donghae. Memang benar sejak kekasihnya pergi, ia sempat membuat semua orang khawatir. Ia memang masih bekerja dan bepergian keluar rumah seperti aktivitas sehari-harinya. Tapi ia tidak pernah bicara sama sekali! Karena jika ia bicara, ia akan menangis.

Maka semua orang ikut diam, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Berpura-pura bahwa segalanya baik-baik saja dan berpura-pura bahwa Siwon hanya sedang enggan berkomunikasi kepada siapa pun. Walau mereka tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Tapi demi Siwon, semua ikut diam.

Selama hampir dua tahun Siwon terjebak dalam keadaan seperti itu. Diam di depan semua orang, lalu menangis dan mengasihani diri sendiri kala sendirian. Semakin hari, tubuhnya semakin kurus. Kulitnya semakin pucat. Ia seperti mayat hidup andai saja ia tidak bernafas. Donghae sebagai sahabat terdekatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar itu terkadang ikut menangis bahkan memohon agar Siwon melupakan yang telah terjadi dan memulai hidup baru.

Hari demi hari ia berusaha membujuk dan membantu Siwon untuk menjalani kehidupan baru. Namun hal itu tidak mudah ia lakukan karena Siwon terlalu mencintai kekasihnya itu. Semua yang dilakukan Donghae sia-sia saja, tapi ia tidak pernah menyerah. Ia ingin mengembalikan senyum ke wajah sahabatnya itu.

Delapan bulan kemudian, usaha Donghae membuahkan hasil. Siwon mulai mau membuka diri lagi. Mulai bisa berkumpul dengan teman-temannya. Mulai bisa berbagi cerita. Mulai bisa tersenyum dan tertawa. Walau tidak seperti dulu, tapi setidaknya Siwon sudah kembali.

Siwon mulai melakukan kebiasaan lamanya yang sering ia lakukan dulu bersama kekasihnya. Berbelanja, lari pagi, jalan-jalan hingga berkuda. Bedanya kini ia mengerjakan semuanya sendiri. Terkadang ia ditemani oleh beberapa temannya, termasuk Donghae.

“Siwon-ah, ayo kita harus memberi selamat pada Yesung dan Ryeowook.” Kata Eunhyuk membuat Siwon mengentikan acaranya melihat-lihat desain interior ballroom tersebut.

Siwon mengangguk. Kemudian ia melangkahkan kakinya mengikuti Donghae dan Eunhyuk. Setelah memberi selamat dan berfoto bersama kedua mempelai, Siwon dan kedua sahabatnya itu mengambil makanan yang tersedia.

“Hei.. Kalian semua berkumpul disini, rupanya.” Kata seorang namja tampan berdarah cina.

“Ah, Hangeng-ssi. Aku tadi sempat mencarimu. Bagaimana kepulanganmu ke Cina? Kapan kau sampai?” Tanya Eunhyuk.

Hangeng adalah salah satu rekan kerja ketiga lelaki itu di kantor. Walaupun ia bukan orang Korea, tapi ia sangat fasih berbahasa Korea juga membaca huruf-huruf hangul. Kalau berbicara dengannya, siapa pun akan melupakan kalau dia adalah lelaki berkebangsaan Cina.

“Aku baru saja kembali sore tadi. Setelah beristirahat sejenak aku langsung bergegas kemari. Tidak mungkin aku melewatkan hari pernikahan teman kita, bukan?” jawab Hangeng.

“Tidak mungkin melewatkan acara makan gratis maksudmu?” ledek Zhoumi, salah satu rekan kerja mereka yang lain. Zhoumi juga berasal dari Cina. Ia tiba-tiba muncul di belakang Hangeng dan merangkul rekan senegaranya itu.

“Ah iya, aku ingat. Jangan lupa besok setelah meeting kita akan makan siang bersama. Bawalah pasangan kalian, karena aku juga akan membawa tunanganku.” Kata Hangeng dengan bangga.

“Benarkah? Kau akan membawa tunanganmu? Kupikir jangan, mereka akan langsung mengerubutinya.” Kata Zhoumi lagi.

“Eh? Kenapa begitu? Mana mungkin kami mau merebut tunangan rekan kami sendiri? Kau ini ada-ada saja.” ujar Donghae sambil tertawa.

“Karena ia tampan sekali. Aku saja sempat terpesona olehnya. Lalu aku ingat bahwa ia milik Hangeng. Kalau tidak sudah kubawa kabur dia.” Zhoumi bergurau.

“Aku tidak percaya kau berniat selingkuh dari adikku, Henry. Awas kau.” Kata Hangeng dengan nada marah yang dibuat-buat lalu ikut tertawa.

“Lalu besok kau akan datang bersama siapa, Siwon-ssi?” tanya Zhoumi pada Siwon.

“Aku? Aku akan datang sendiri.” Jawab Siwon enteng.

“Kau tahu benar kalau aku menyuruhmu membawa pasangan. Bukankah itu sudah jelas?” tanya Hangeng, menekankan kata ‘pasangan’ dalam kata-katanya.

“Baiklah.. Aku akan mencari pasangan secepatnya. Mungkin orang pertama yang lewat depan apartementku akan kubawa ke acara makan siangmu. Tak peduli bagaimana rupanya, yang penting aku datang berpasangan kan?” canda Siwon.

Semua tertawa. Lingkungan kerja yang nyaman membuat semuanya cepat akrab satu sama lain. Walaupun Zhoumi dan Hangeng baru beberapa bulan lalu dipindah tugaskan ke kantor cabang Seoul, mereka semua sudah dekat satu sama lain.

Dan Siwon mensyukurinya. Membuat semuanya terasa nyaman. Inilah kehidupan barunya. Ia bertekad tidak akan melihat lagi kebelakang. Ia sudah punya sahabat-sahabatnya, ia tidak butuh yang lain lagi, bukan?

*

            Siwon membelai wajah di depannya dengan lembut, menyusuri setiap inci kulitnya yang putih bersih, menambah keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang amat dikaguminya itu. Perlahan ia mencium bibir merah itu, dengan lembut tanpa nafsu, merasakan manisnya bibir sosok manis yang terlihat seperti malaikat itu.

“Kau sudah berkali-kali menciumku, hyung. Hentikan. Kau harus segera mandi lalu sarapan dan berangkat kerja. Jadi berhentilah mencumbuku.” Kata lelaki yang lebih muda darinya itu.

Siwon tersenyum. Sebelum menjawab, dikecupnya sekali lagi bibir menggoda itu. “Aku tergila-gila padamu.. Kau seperti candu, membiusku terus-menerus saat kita bersama. Membuatku tidak bisa melakukan hal lain selain memujamu tanpa lelah.”

Lelaki di depannya tertawa. “Hentikan rayuan gombalmu. Cepat mandi atau aku akan mengurangi jatah malammu.”

Siwon terbangun. Keringatnya bercucuran dengan deras. Nafasnya tersengal-sengal. Selalu seperti itu setiap malam. Bukan mimpi yang sama, tapi dengan orang yang sama.

Kembali Siwon menangis. Memang tidak banyak, tapi cukup membuat hatinya tergores pedih. Siwon memang sudah kembali menjadi Siwon yang dulu. Siwon yang ceria, optimis dan percaya diri. Ia sudah menjalani kehidupannya seperti semula. Ia bahkan sudah bisa mengatasi rasa sakit akibat masa lalunya.

Tapi satu rahasia yang mungkin akan ia simpan sendiri adalah ketakutan menutup matanya. Jika manusia pada umumnya menyukai tidur, Siwon justru sebaliknya. Ia membenci kegiatan yang paling nyaman itu. Begitu melihat tempat tidurnya di malam hari, rasa takut menghinggapinya. Seolah-olah hendak membunuhnya.

Begitu ia tertidur, ia akan bermimpi tentang kekasihnya. Mimpi itu selalu datang setiap malam, dengan potongan gambar yang berbeda-beda. Potongan gambar ketika mereka masih bersama.

Terkadang Siwon menjerit frustasi karena ia tidak juga bisa mengusir bayangan  itu ketika tidur. Bayangan itu menyakitinya. Terlalu sakit melihat kekasihnya itu dalam mimpi sementara Siwon tidak tahu dimana dirinya berada kini.

Tapi bayangan itu tak pernah berhenti datang. Setiap malam ia menyusup ke alam bawah sadar Siwon dan mengganggunya lagi. Dalam setiap mimpinya, dimana Siwon tengah berada dalam titik terlemah, tidak mampu melakukan perlawanan sama sekali.

*

            Akhirnya Siwon datang bersama Kibum keesokan harinya. Kibum adalah tetangga di apartemen Siwon. Keduanya cukup akrab. Maka tanpa berpikir panjang Siwon langsung meminta Kibum menemaninya, karena Hangeng adalah orang yang paling pantang ditolak.

“Rupanya kau pandai juga memilih.” Kata Zhoumi ketika mereka sudah duduk di restaurant tempat Hangeng meminta mereka berkumpul.

Siwon tertawa. “Apa maksudmu? Dia tetanggaku. Kami memang cukup dekat. Tapi tidak ada yang istimewa. Iya kan Bummie?”

Kibum mengangguk membenarkan. “Kami hanya berteman. Tak ada salahnya kan saling membantu antar tetangga?”

“Ya, ya, terserah kalian saja. Baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu melihat lebih dari satu pasangan yang saling bermesraan.” Kata Zhoumi lagi sambil mengerling ke arah Donghae dan Eunhyuk yang terus bermesraan sedari tadi.

“Tapi kenapa Hangeng belum datang juga? Bukankah ia yang mengundang kita semua kemari?” tanya Siwon.

Zhoumi mengangkat bahunya tanda tak mengerti. “Ia juga datang bersama Henry. Terakhir Henry meneleponku lima belas menit yang lalu. Katanya mereka sudah dalam perjalanan. Ah itu mereka..”

Baik Siwon, Donghae maupun Eunhyuk segera menoleh ke arah pintu masuk. Hangeng terlihat berjalan dengan dua lelaki. Siwon mengenal salah satunya. Dia adalah Henry, adik kandung Hangeng sekaligus kekasih Zhoumi. Yang satu lagi tidak bisa dilihatnya dengan jelas karena tubuh Hangeng menutupinya.

“Wah, maaf menunggu lama. Tadi kami sempat singgah ke suatu tempat sebelum datang kemari.” kata Hangeng ramah.

“Tidak apa-apa. Kami juga belum lama menunggumu.” Kata Donghae menanggapi.

“Tentu saja terasa tidak lama bagimu, bukankah sedari tadi kerjamu hanya menyantap bibir kekasihmu?” sindir Zhoumi dengan pedas.

“Ya!” Donghae langsung protes keras namun dengan nada bercanda.

“Hangeng-ssi, itukah tunanganmu? Ah, mengapa kau menyembunyikannya?” ledek Eunhyuk.

Hangeng menepuk keningnya. “Maafkan, aku hampir lupa. Teman-teman sekalian, kenalkan ini tunanganku Kui Xian.”

Lelaki di belakang Hangeng segera menampakkan diri dan berdiri tepat di samping Hangeng. Begitu melihatnya Siwon mendapati dirinya terkejut luar biasa. Jika di dunia ini ada yang namanya reinkarnasi seperti kepercayaan orang-orang Cina kuno, maka ia harus mempercayainya saat ini juga.

Karena tunangan Hangeng itu 100% mirip sekali dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun yang menghilang beberapa tahun lalu. Tidak ada perbedaan sama sekali. Semuanya mirip, kecuali rambut Kui Xian berwarna hitam dan di potong rapi seperti rambuk cepak Hangeng. Tidak seperti Kyuhyunnya yang rambutnya sewarna madu dan sedikit lebih panjang dari milik Kui Xian. Selain dari itu, tidak ada perbedaan sama sekali.

Bukan hanya Siwon yang terkejut, tapi juga Donghae. Keduanya menatap Kui Xian dengan tatapan tidak percaya. Benarkah yang mereka lihat saat ini?

*

            Mentari pagi dengan hangat menyinari Siwon dan Kyuhyun. Keduanya tengah berkuda bersama, menunggangi satu kuda, melewati pepohonan rindang, menaiki jalan-jalan terjal, melewati danau indah yang membentang luas.

Lalu bayangan itu kabur dan berganti dengan bayangan Siwon tengah berkencan di salah satu restaurant dengan bernuansa merah. Siwon menceritakan sebuah lelucon dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

Kembali Siwon terbangun. Tubuhnya bergetar menahan amarah yang menguasainya. Kenapa.. kenapa bayangan Kyuhyun datang lagi? Kenapa bayangan itu dengan tega menyakitinya di saat ia berada dalam keadaan seperti ini, tidak bisa melawan ataupun melarikan diri?

Tiba-tiba Siwon teringat akan Kui Xian, tunangan Hangeng  yang dikenalkan padanya hampir sebulan lalu. Setiap melihat lelaki itu, Siwon selalu teringat akan Kyuhyunnya. Kyuhyunnya yang hilang. Semua bagian tubuhnya sama, bahkan suara mereka pun sama.

Bagaimana mungkin ada dua orang yang sangat mirip di dunia ini kalau mereka bukan kembar? Dan ia yakin Kyuhyunnya tidak mempunyai kembaran. Tapi mengapa keduanya sangat mirip?

Terkadang Siwon bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan Kui Xian adalah Kyuhyunnya yang hilang. Tapi mana mungkin? Yang pertama, nama lelaki itu adalah Kui Xian, bukan Cho Kyuhyun.

Kedua, lelaki itu berasal dari Cina. Walaupun bahasa Cina Kyuhyun sangat fasih, tapi kemungkinan mereka adalah orang sama kecil sekali. Apakah hanya karena bisa menguasai satu bahasa asing yang sama sudah bisa disebutkan sebagai orang yang sama pula? Tidak.

Ketiga, Kui Xian tidak menunjukkan gejala ia mengenal Siwon atau pun Donghae ketika mereka pertama kali bertemu. Jika memang Kui Xian adalah Kyuhyun, apa motifnya menghilang beberapa tahun lalu? Jika ia adalah Kyuhyun, walau pun setitik, pasti ada kilasan aneh di matanya ketika bersitatap dengan Siwon maupun Donghae, bukan? Namun  sikapnya normal dan alami.

Keempat, ia adalah kekasih Tan Hangeng, rekan kerja Siwon sendiri. Mana mungkin mereka memiliki kekasih yang sama, bukan?

Dan yang terakhir, Kyuhyun tidak ada motif untuk meninggalkan Siwon untuk lelaki lain. Keduanya sudah bertunangan dan berencana menikah beberapa bulan kedepan, tapi tiba-tiba Kyuhyun menghilang. Tidak ada satu pun orang mengetahui keberadaannya. Bahkan polisi pun tidak pernah menemukan tubuh ataupun mayatnya, jika Kyuhyun memang ternyata sudah meninggal seperti perkiraan orang-orang selama ini.

Terakhir yang ia tahu, Kyuhyun pergi ke Pulau Jeju untuk menemui salah satu rekan kerjanya. Tapi ia tidak pernah kembali dari Jeju setelah itu. Ketika teman kerja Kyuhyun itu ditanyai, ia berkata dengan yakin bahwa Kyuhyun sudah kembali ke Seoul.

*

            Siwon sedang menimbang-nimbang buku mana yang akan ia beli di kedua tangannya ketika dirasakannya seseorang menyapanya dari depan rak buku tempatnya berdiri.

“Anneyong haseyo..  Siwon-ssi? Masih ingat padaku?”

Siwon tertegun. Pemuda di depannya masih menatapnya dengan senyum manisnya. Tapi Siwon masih tetap diam. Seolah terpana dengan pemandangan yang disajikan di hadapannya.

“Eh? Siwon-ssi? Mungkin kau sudah lupa, aku Kui Xian. Tunangan Hangeng-gege. Kita pernah bertemu sekali di restaurant beberapa minggu lalu sebelum aku kembali ke Cina. Apa kau masih ingat?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku masih ingat. Aku hanya sedikit terkejut ternyata kau masih ingat padaku.”

Mana mungkin Siwon lupa pada sosok yang begitu dicintainya yang dengan tega merusak malam-malamnya karena selalu hadir di mimpinya? Tidak, bukan lelaki di depannya melainkan Kyuhyunnya.

Sejam kemudian, keduanya sudah duduk di salah satu café di dekat toko buku tadi. Keduanya asik bercerita tentang banyak hal dan Siwon menahan keras matanya untuk tidak terus-menerus menatap Kyuhyun. Tidak sopan menatap tunangan sahabatmu dengan intens, bukan?

“Siwon-ssi, kenapa kau selalu memalingkan wajahmu ketika bicara denganku? Apa kau tidak senang mengobrol denganku?” tanya Kui Xian polos.

“Tidak.. Itu.. aku..” kata Siwon gelagapan.

“Ah aku tahu, mungkin kau sedang terburu-buru tapi karena merasa tidak enak meninggalkanku sendiri maka kau tetap menungguiku di sini. Benar kan?” tanya Kui Xian lagi.

Siwon terdiam. Ia benar-benar bingung sekarang. Lidahnya kelu. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, maka Kui Xian tidak akan mau melihatnya lagi. Dan jika Hangeng tahu akan hal ini, ia pasti menjaga kekasihnya baik-baik agar tidak bertemu Siwon. Siwon akan di cap lelaki tidak tahu diri yang menyukai kekasih orang lain. Padahal ia sudah berhasil dengan sangat baik bangkit dari luka masa lalunya. Ia tidak mau usahanya yang ia lakukan bertahun-tahun itu gagal.

“Tampaknya aku benar.” Kata Kui Xian lagi. “Baiklah. Sampai jumpa Siwon-ssi. Aku pergi dulu.”

Siwon mengepalkan tangannya dengan keras. Bahkan cara marahnya juga sama. Jika diabaikan, Kyuhyunnya juga akan pergi meninggalkannya seperti tadi. Siwon ingin sekali mengejar Kui Xian. Kakinya memaksanya untuk melangkah tapi otaknya memaksanya untuk tetap tinggal dan tetap duduk. Mengejar lelaki itu sama saja menjatuhkan dirinya ke jurang kelam lagi. Ia tahu, begitu ia membuat hubungan baik dengan Kyuhyun, maka ia akan jatuh dalam pesona itu.

*

            Malam itu, tepat tanggal 19 april, para lelaki itu berkumpul dalam rangka merayakan hari ulang tahun Zhoumi. Semuanya hadir, tak terkecuali Kim Kibum. Zhoumi sendiri yang memintanya untuk membawa serta Kibum karena menurutnya lelaki itu cocok bergaul dengan kelompok mereka. Lagipula ia tidak mau Siwon datang sendiri mengingat semua yang ada di sana sudah berpasangan. Yesung dan Ryeowook bahkan ikut hadir.

“Siwon-ssi?”

Siwon menoleh. ‘Oh tidak..’ pikirnya.

Kui Xian tersenyum. “Apa yang kau lakukan di sini sendiri sementara yang lain tengah berpesta di dalam?”

Saat itu Siwon tengah berdiri di balkon apartemen Zhoumi, memandang hamparan kerlip lampu-lampu dari setiap bangunan di depannya.

“Aku hanya ingin menghirup udara segar. Kurasa aku minum cukup banyak dan merasa cukup panas di dalam.” kata Siwon seraya membalas senyuman Kui Xian.

Kebohongan besar. Ia keluar karena tidak tahan melihat Kyuhyun, maksudnya Kui Xian bermesraan dengan Hangeng. Mereka selalu saling menempel bagai amplop dan perangko. Hangeng tak pernah melepaskan lengannya dari pinggang tunagannya. Tak jarang keduanya berciuman.

Ya, Siwon tahu tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Namun ia tidak bisa mencegah perasaan ini. Perasaan cemburu yang mencuat bak racun dari dalam hatinya. Ia bahkan merindukan Kui Xian setelah pertemuan singkat mereka di toko buku beberapa hari lalu. Siwon jadi merasa bersalah karena dengan berani merindukan kekasih temannya itu.

“Sepertinya kau punya masalah.” Kata Kui Xian pelan. Terdengar seperti gumaman.

“Tidak, aku baik-baik saja. Percayalah, aku hanya ingin menghirup udara segar.” Kata Siwon mencoba meyakinkan lelaki di depannya.

“Biasanya orang yang sedang tertekan oleh sesuatu pasti ingin menghirup udara segar.” Kembali Kyuhyun bergumam.

‘Apa sikapku terlalu kentara? Jangan bilang Kui Xian bisa menangkap kecemburuanku. Ini tidak boleh terjadi.’ Batin Siwon.

“Siwon-ssi..”

Kembali Siwon menoleh. Kui Xian tengah menatapnya dalam-dalam. Mata indah itu bersinar indah, lebih indah dari kerlip lampu yang tadi sempat menenangkan hati Siwon. Mata yang sama, yang membuat Siwon selalu tergila-gila.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

Siwon hampir saja terlena andai saja Kui Xian tidak segera bersuara. Mendengar itu Siwon segera tersadar.

“Ten-tentu.. Tentu saja..”

Kui Xian tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya buka suara. “Apa kau membenciku?”

Siwon terperanjat. “Mengapa kau berpikir seperti itu?”

Kui Xian menunduk. “Karena tampaknya, kau tidak menyukai aku. Kau selalu menghindar ketika bertemu denganku. Kau juga tidak pernah mau menatapku ketika aku bicara padamu.”

“Tidak.. Itu tidak benar. Aku..”

“Dan kau tampaknya selalu mencari cara agar tidak bicara padaku.” Potong Kui Xian cepat. “Setiap aku ingin bicara, kau pasti menjawabnya seperti menutupi sesuatu.”

“Aku tahu, mungkin aku tidak seperti Henry yang lebih cepat bergaul. Tapi aku juga ingin mengenal semua teman gege. Aku ingin merasa betah di kota ini karena aku punya banyak teman. Teman-teman yang lain tampaknya bisa menerimaku, tapi.. Tidak denganmu..” Kui Xian melanjutkan.

Siwon menggigit bibirnya. Bagaimana caranya ia menjelaskan kepada lelaki itu alasan mengapa ia melakukan semua ini? Apa setelah mendengar alasannya, Kui Xian akan mengerti? Apa Hangeng akan mengerti? Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain mengelak.

“Tolong, jangan berpikir seperti itu. Aku tidak seperti yang kau pikirkan. Semua itu hanya perasaanmu saja. Aku tidak menghindarimu. Memang seperti inilah diriku. Maaf jika sikapku membuatmu merasa tak nyaman.” Ujar Siwon dengan nada minta maaf.

“Benarkah? Jadi.. Kau tidak membenciku?”

Siwon mengangguk meyakinkan.

Kui Xian jadi bernapas lega karenanya. “Ah.. aku lega sekali karenanya. Aku hanya tidak ingin hubungan kita tidak baik. Bukankah kau adlaah rekan kerja gege, yang artinya kita akan lebih sering bertemu. Apalagi setelah aku dan gege menikah nanti.”

“Tentu saja.” Siwon berusaha tersenyum tulus. Namun tidak bisa dipungkiri hatinya sakit mendengar kata ‘menikah’.

“Kapan kalian akan menikah?” Siwon sebisa mungkin mengatur agar nada suaranya terdengar biasa saja.

Kui Xian tersipu malu. “Aku belum tahu. Gege tidak pernah bicara tentang itu. Tapi ia adalah lelaki yang penuh dengan kejutan. Seperti ketika kami bertunangan, ia mempersiapkan semuanya secara diam-diam, aku benar-benar terkejut saat itu. Namun aku bahagia.”

‘Cukup.. Kumohon..’

“Kau tahu, Siwon-ssi, gege adalah lelaki idaman setiap pria maupun wanita. Ia sangat lembut, penyayang, perhatian, pandai memasak, pandai membuat aku tertawa dengan lelucon-leluconnya, pandai membuatku merasa melayang hingga ke langit ke tujuh.. Aku benar-benar beruntung, bukan?”

‘Ya, beruntung. Sangat beruntung. Aku lah satu-satunya yang tidak beruntung saat ini.’

“Siwon-ssi.. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah punya kekasih? Menurut Donghae-ssi, Kibum-ssi adalah tetanggamu. Tapi kalian tampak serasi. Apa kau menyukainya?” tanya Kui Xian.

“Aku..” Siwon tampak menimbang-nimbang sebelum menjawab. Tapi akhirnya ia memilih untuk bicara dengan jujur. “Aku sedang tidak punya kekasih. Mungkin orang-orang melihatku sangat cocok dengan Kibum, tapi tidak ada yang terjadi diantara kami.”

“Tahukah kau, tampaknya ia menyukaimu.”

Siwon cukup tercengang mendengar penuturan Kui Xian. “Eh? Benarkah?”

Kui Xian mengangguk. “Makanya sejak awal aku selalu berpikir pastilah kau punya masalah yang cukup berat. Karena ada lelaki manis di sampingmu yang terlihat jelas sangat menyukaimu tapi kau mengabaikannya, atau mungkin malah tidak menyadarinya sama sekali. Dan tebakanku tampaknya benar.”

“Apa menurutmu.. Aku harus memberinya kesempatan?” tanya Siwon. Ia berharap Kui Xian setidaknya akan memberi sedikit saja kata yang aneh, atau nada bicara yang aneh atau sinar mata yang tidak biasa atau bahkan ekspresi penuh kepura-puraan ketika menjawab.

Tapi di luar ekspektasinya, lelaki itu justru menjawabnya dengan riang. “Tentu saja. Kau harus memberinya kesempatan. Bukankah setiap orang berhak untuk bahagia? Carilah kebahagiaanmu. Berhentilah bersedih. Jika kau mempunyai kekasih, kau bisa berbagi suka dan duka  bersamanya, bukan? Maka segalanya akan terasa lebih ringan. Jadi, saranku, cobalah membangun sesuatu yang baru dengannya, kau berhak mendapatkan kebahagiaan.”

Siwon terpaku di tempatnya. Bagaimana kalau kebahagiaanku adalah sesuatu yang ada dalam dirimu? Bagaimana kalau ternyata dirimulah yang aku harapkan untuk berbagi suka dan duka? Bagaimana kalau pada kenyataannya aku mengharapkan sebagian darimu adalah milikku yang hilang?

*

wonkyu dwcme

To Be Continued..

PS : HAPPY 26TH BIRTHDAY TO OUR BELOVED EVIL MAGNAE, CHO KYUHYUN

HOPE HE HAS A BLAST TODAY AND MAY GOD ALWAYS BLESS HIM IN EVERYTIME..

MUCH LOVE KYUHYUNNIE.. ❤

[130602] SS5 INA Day 2 – Part 3

Sorry for the very late post guys.. Here the last pictures of SS5 INA Day 2..

 

Choi Siwon was gorgeous eventhough he just wear a simple shirt.

Siwon : *Seriously thinking* Ah, my baby mad at me. I’ll kill Hae because he wasn’t accompany Kyu while I wasn’t around.

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : Go away! *punch Hae*

Donghae : Forgive meee… *Stay away from WonKyu sadly*

Zhoumi : Poor you Hae..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : Okay, I’m sorry. I’ll look after Kyuhyun better next time

Siwon : You keep promise me like that all the time. C’mon Kyu, leave him alone.

Kyuhyun : No way. Hands off *hold Zhoumi’s shirt tightly*

Zhoumi : *Try hard not to laugh*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : Come on baby, don’t be mad anymmore. Are you still mad at me?

Kyuhyun : Hmmm..

Zhoumi : *Whispering*Don’t trust him

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : My love for you as big as the entire world baby *saranghae pose*

Kyuhyun : Really? *blush*

Zhoumi : Stop being like an idiot, Simba!

Henry : Ieewwhhh..!

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : So, can I hug you now, baby? And a kiss maybe? Pleaseee..

Kangin : Ok, enough! Stop him!

Ryeowook : Not in front of everyone, hyung!

Donghae : (What should I do? If I forbid him, he would be upset)

Kyuhyun : Please being normal hyung *acting nervous*

Zhoumi : You forgave him too fast. See? He became crazy!

Henry : *pretending look at Eunhyuk seriously*

Eunhyuk : So ELF, we love you so much (Stop doing that Siwon!)

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : Mimi ge, are they ok now?

Zhoumi : I think so. *Checkin’ on Siwon* Why are you look at me like that?

Siwon : Aniyo, I just.. *Speechless*

Kyuhyun : Yes.. Yes..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : *Eavesdropping*

Siwon : I’ll give you anything to see you smile like that, baby. Tell me what you want.

Kyuhyun : Hehehe *while thinking about something he would ask Siwon to do*

Zhoumi : They’re back! *being indifferent*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae : *Still try to listen everything carefully*

Zhoumi : *Doesn’t care anymore*

Siwon : *Seriously hear what Kyuhyun say*

Kyuhyun : *Whispering*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Donghae & Zhoumi : *Try hard to guessing what Kyuhyun said to Siwon*

Siwon : Are you sure baby?

Kyuhyun : Yes. That’s all I want to have from you ❤

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Siwon : I will! Tonight?

Kyuhyun : Mwo? Seriously?

Zhoumi : Oh no! Poor the people who stay next to these crazy couple’s room

Donghae : Andwae! Both of them have other exhausting activity tomorrow. They shouldn’t do that tonight!

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Hi INA ELF, pray for me tonight. Kyuhyun asked me to be his horse while he act like a knight. I can do it, anything for him. The only thing I can’t do tonight is seduce him or he’s gonna pending our -you know what- time next week. *Poor Siwon*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Kyuhyun : Bye everyone.. I’m gonna having such a good time tonight! Yeah!

Siwon : Bye girls.. *sluggish*

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Bow with the dancers

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Bow as a thank you and farewell toINA ELF

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

My favorite picture of all.. Kyuhyun sing in the center of the stage while thousand confetti flying around him. He’s just adorable..

SS5 INA Day 2

SS5 INA Day 2

 

 

Actually I have lots of SS5 INA pictures but I can’t share all of it. I just pick some of them which I thought interesting or funny. Once again, sorry for the late post.

 

Cheers..

[130602] SS5 INA Day 2 – Part 2

Hello readers,

Sorry for the late posts. Here the picts I promised you. Enjoy..

Our boys performance

SS5 INA Day 2

Love to touch his baby XD

20130602_170647

I hope Kyu’s hand was pointing on me 😀

20130602_170726

Another ‘touch’ haha..

20130602_170730

Listen to Kyu..

20130602_170746

Smiling each other

20130602_170751

Hae : He’s talking to Mimi

Siwon : *sigh of jealousy*

Kyu : Is he get it?

Zhoumi : Yes, I think he’s pretending to be fine 😀

20130602_170759

Hae : No Kyu.. No..

Siwon : Damn! Stop showing off your skin to Mimi!

Kyu : I love this costume, Ge, make me look fab 🙂

Zhoumi : Wow, look at your skin, Kyu. It’s shinning XD

20130602_170826

Siwon : Baby, are you ok?

Kyu : I’m ok as long as you stop being jealous to the others 😦

20130602_170904

Siwon : I’m sorry.. I just love you so much. Come here, I’ll fix your vest

Kyu : *blush*

20130602_170931

They’re fine now 😀

20130602_170935

Kyu starts to playing around

20130602_170942

And now he’s starting to mock his crush :p

20130602_170946

And then laughing together ❤

20130602_170950

Siwon : I love you WonKyu Shiper!

Kyu : idem 🙂

20130602_170613

Part 3 will be uploaded soon.. So don’t miss it 🙂

[130602] SS5 INA Pictures Day 2 – Part 1

Hello readers,

Sorry for the very late post. I decided to post those pictures after I arrived safely on my home but some works didn’t allowed me to do that. So, here the picts I’ve promised you before. Enjoy..

Stage before show :

20130602_141239

Intro

20130602_141623

The Performance 1

20130602_153611

The Performance 2

20130602_153705

The Performance 3

20130602_153747

Touching Donghae 😀

20130602_153824

Bullying Kyuhyun XD

20130602_153831

Our Beloved Magnae ❤

20130602_153855

Kyuhyun walking toward Siwon

20130602_154359

The boys tried to see the audiences at the back rows

20130602_163303

Jump to see the audiences at the back rows

20130602_163312

SiHae moment 🙂

20130602_165926

Siwon : Kyu, look at me please? 😀

20130602_170042

Sungmin shows his sexy butt :p

20130602_170147

King Siwon and Queen Kyuhyun.. WonKyu Moment.. They’re just adorable XD

20130602_170522

The next part will be uploaded on the next day, so I hope you can be patient as before. I’m so sorry about the video, but I’ll upload it to Youtube first then share it to you after that, considering the number of videos that I recorded at the concert.

Have a nice day everyone.. 🙂

… How am I Supposed to Live Without You

Title                 : …How am I Supposed to Live Without You

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim  Changmin, Others.

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Brothership, Hurt.

Rate                 : PG-13

Author             : Macchiato94

Disclaimer       : FF ini bisa dibilang sekuel dari FF yang berjudul  I Love You and … Jadi sebelum baca FF ini, disarankan baca I Love You and … terlebih dulu biar nyambung. Kekeke

Warn               : Timeline disesuaikan dengan jalan cerita. Jadi harap maklum jika ada kejadian yang tidak semestinya. Don’t like don’t read.

Ddddrrrt dddrrtt

Seorang pria yang awalnya masih terlelap dalam buaian mimpinya mulai menunjukkan kesadarannya kala ia mendengar suara getaran dari ponselnya. Ia menggeliatkan tubuhnya terlebih dahulu guna meregangkan otot-ototnya yang kaku. Dengan setengah sadar dan kelopak matanya yang masih enggan untuk membuka, ia menjulurkan tangannya untuk meraih ponsel yang semenjak tadi terus bergetar yang terletak di meja disamping tempat tidur yang ia tempati.

“Yeoboseyo..” sapanya dengan suara serak khas bangun tidur.

“Shim Chang tiaaaannng…!!!”

Refleks namja yang di panggil Shim Chang tiang tersebut langsung menjauhkan ponsel putih tersebut dari jangkauan telinganya. Seketika kesadarannya kembali penuh.

Anak Pengusaha Minyak Timur Tengah.

Aisssh, bocah ini!!! Rutuknya dalam hati saat ia membaca caller ID yang meneleponnya.

“Ada apa, kodok?” tanyanya jengah. Sebenarnya ia ingin sekali membalas teriakan si pengganggu sleeping beauty-nya itu dengan teriakan yang lebih dahsyat miliknya. Namun niatannya segera ia urungkan ketika ia menyadari masih ada sesosok tubuh ramping berwajah manis yang masih terlelap di sisinya.

“Ya! Kapan kau akan berhenti memanggilku kodok, Shim Chang Tiang?”

“Sampai kau berhenti memanggilku tiang dan matamu berubah menjadi sipit.” Ucapnya sarkatik.

“Sinis sekali..” gumam suara dari seberang tersebut.

“Tentu saja! Kau sudah mengganggu waktu tidurku, bodoh! Cepat katakan ada apa kau meneleponku pagi-pagi buta seperti ini?” desis Changmin dengan penekanan di setiap katanya.

“Issh… Aku hanya ingin memberi tahu kalau kita akan bertemu di variety show barumu karena aku akan menjadi bintang tamu di episode perdana acaramu itu.” Jelas namja kodok yang tidak lain adalah Choi Minho itu dengan antusias.

“Demi Tuhan, Choi Minho. Kau dengan beraninya mengganggu waktu tidurku di pagi sedingin ini hanya untuk mengatakan hal seperti itu?” geram Changmin mencoba masih menahan volume suaranya. Sial! Jangan salahkan dirinya jika kali ini ia ingin sekali menguliti rapper SHINee itu. Berani-beraninya ia mengganggu waktu tidur berharganya yang sangat langka. Apalagi dengan kali ini yang terdapat kekasih manisnya juga tidur dalam dekapannya.

“Ada yang salah?” tanya polos Minho.

“Kau berurusan denganku nanti!” Pungkasnya. Dengan sadis ia pun memutuskan sambungan telepon sumber malapetakanya pagi ini. Namun ekspresi wajah masamnya seketika berubah. Senyum terpatri di wajahnya saat matanya menangkap refleksi sosok tubuh yang masih terlelap di sisinya, seolah tidak terusik dengan percakapan alot yang terjadi beberapa saat lalu.

Tanpa sadar ia menggerakkan sebelah tangannya dan menyapukan jemari panjangnya di wajah manis yang hanya berjarak tidak lebih dari 10 cm di hadapannya. Perlahan ia menyibakkan surai brunette Kyuhyun, menampakkan dengan utuh bentuk wajah manis yang selalu ia kagumi selama ini. Ibu jarinya lalu mengusap pelipis dengan alis yang membingkai kedua mata Kyuhyun yang selalu membuatnya jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Bergerak perlahan menuju pipi chubby-nya yang akan selalu merona ketika ia malu. Berlanjut ke hidung bangirnya  dan kedua bibir plumpnya yang mengatup rapat.

“Nngghh…”

Changmin sedikit terkesiap kala ia mendengar lenguhan yang berasal dari belahan bibir yang saat ini tengah ia sentuh.

“Morning, sleeping beauty..” ucapnya seraya mencium kening dan kedua mata Kyuhyun dengan lembut. Senyumannya tidak bisa ia tahan ketika ia melihat Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan dan mengusap matanya dengan imut untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar.

“Morning, Minnie..” jawab Kyuhyun lirih. Tak lupa dengan senyuman manisnya yang ia sunggingkan dari bibir pink miliknya.

Betapa Changmin mensyukuri paginya kali ini ketika ia pertama kali membuka matanya dan mendapat suguhan wajah manis serta senyuman yang tak kalah manis dari kekasih tercinta. Oh, dan tentu saja lupakan bagian insiden telepon tidak penting dari manusia kodok itu.

“Mimpi indah?” tanyanya kini mengusap pelipis Kyuhyun, lagi.

Kyuhyun mengangguk pelan, “Selalu jika tiap kali kau muncul dalam mimpiku, Minnie..”

Jawaban tersebut sukses membuat Changmin berbunga-bunga dan tidak bisa menahan diri untuk memberikan morning kiss pertamanya pagi ini.

Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu dengan obrolan bantal  mereka. Akhirnya partner in crime romance tersebut beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sarapan untuk menjalani rutinitas mereka kembali.

“Pagi hyungdeul, Henry-ah..”

Sapa Changmin ketika ia dan Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mereka dan mendapati seluruh member Super Junior telah berkumpul dan duduk di kursi meja makan.

“Pagi Changmin-ah, Kyu.. duduklah, dan kita sarapan bersama.” Pinta Sungmin yang baru saja meletakkan semangkuk besar sup hasil masakannya dan Ryeowook.

Dengan patuh maknae TVXQ itu pun duduk di kursi kosong yang berada di samping Shindong, sementara Kyuhyun sendiri duduk disebelah kanannya.

“Hari ini kita akan melakukan rehearsal sampai malam. Aku harap kalian semua telah mempersiapkan diri dengan kondisi tubuh kalian yang fit.” Ucap Yesung tiba-tiba. Posisinya sebagai member tertua kini mau tidak mau mengharuskan dirinya untuk mengganti  posisi sang leader dengan memantau dan bertanggung  jawab mengenai kondisi adik-adiknya.

“Sip, hyung. Kebetulan semalam aku tidur dengan sangat nyenyak tanpa terganggu suara-suara aneh dari kamar sebelah.” Tukas Eunhyuk melirik penuh arti pada Changmin-Kyuhyun yang tepat berada di hadapannya. Sementara  yang lain hanya tersenyum penuh arti. Kontras dengan reaksi Kyuhyun yang menatapnya dengan pandangan tajamnya.

“Kami tidak melakukan apapun, hyung.” Sahutnya dengan nada sedikit kesal.

“Lho, memang biasanya apa yang kau dan Changmin lakukan selain bermain PSP dengan berteriak-teriak ditengah malam, Kyu?” tembak Donghae tanpa tedeng aling.

Skak mat!

Wajah Kyuhyun seketika memerah dan ia pun segera meraih segelas air putih dan meneguknya hingga tandas. Mengabaikan berbagai ekspresi aneh lainnya yang sedang menahan tawa. Bahkan Changmin sekalipun …

***

“Minnie, kau yakin mau menemaniku melakukan rehearsal sampai selesai? Wajahmu terlihat pucat. Kalau kau lelah kau bisa pulang. Bukankah besok pagi kau harus terbang ke Bangkok?”

“Kau berbicara seperti itu seolah-olah kau tidak menginginkan kehadiranku disisimu, Kyunnie.” Jawab Changmin memasang wajah nelangsa. Pasalnya ini sudah ketiga kalinya Kyuhyun mengatakan hal yang sama dalam kurun waktu 3 jam ia menemani Kyuhyun rehearsal untuk SS5 besok. Sebenarnya ia mengatakan hal tersebut hanya untuk sekedar menggoda namjachingunya saja. Ia sendiri pun paham maksud dari pertanyaan Kyuhyun itu hanya sebagai wujud dari kekhawatiran dan perhatian untuknya.

Belum sempat Kyuhyun menyangkal pemikiran Changmin, ia terlebih dahulu mendengar suara Prince Manager  yang terlihat berdiri diatas panggung memanggil namanya dari pengeras suara. Memintanya untuk segera naik ke atas panggung untuk berlatih lagu yang akan ia nyanyikan bersama Sungmin, Zhou Mi dan Ryeowook untuk SS5 lusa.

“Hyung, Sungmin hyung dan Zhou Mi hyung dimana?” Tanyanya heran saat ia tidak mendapati kedua hyungnya tidak ada di atas panggung juga.

“Mereka berdua sedang fitting baju untuk besok. Jadi untuk kali ini kau yang mengcover bagian mereka, ne?”

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Namun ia pun segera memposisikan diri di tengah stage dengan Ryeowook yang berdiri tak jauh disisinya. Dari sana ia bisa melihat namjachingu-nya tengah duduk disalah satu sudut panggung dan mengepalkan kedua tangannya seolah mengatakan Fighting! Yang ia balas dengan hal yang serupa.

I could hardly believe it

When i heard the news today

I had to come and get it

Straight from you

They said you were leavin’

Someone’s swept away your heart away

From the look upon your face i see it’s true

Changmin yang tengah memperhatikan bagaimana Kyuhyun menyanyi dengan penuh penghayatan, sontak terlonjak kaget saat merasakan sebuah tepukan pelan dipundaknya.

“Yesung hyung?” ucapnya saat ia mendongak dan mendapati  namja the art of voice itu telah berdiri di sisinya.

“Bagaimana hubunganmu dengan maknae evil-ku, Min-ah?”

Changmin sudah tidak kaget lagi mendapat pertanyaan macam itu dari member Super Junior. Ia mengetahui bagaimana sikap protektif hyungdeul-nya itu  pada kekasihnya, “Sejauh ini kami baik-baik saja, hyung. Dan aku harap keadaan semacam ini akan terus berlanjut sampai nanti.”

Namja Kim tersebut kembali menepuk pundak Changmin, bersikap layaknya seorang kakak yang menasehati adiknya, “Aku harap pun begitu, Min-ah. Mungkin ia tidak sadar jika aku memperhatikan perkembangannya selama ini. Awalnya aku sempat khawatir dengan sikapnya yang pemalu dan sedikit tertutup dengan orang lain …”

Changmin sontak mengalihkan pandangannya pada Yesung. Menatapnya dengan tatapan penuh tanya,

“… tapi perasaan itu menghilang ketika aku menyadari sikapnya mulai berubah semenjak ia mulai sering tampil di Variety show dan khususnya setelah ia menjalin hubungan denganmu Shim Changmin. Setidaknya kali ini ia bukan lagi seorang Cho Kyuhyun si maknae Super Junior yang pendiam dan canggung seperti dulu.” Ia mengalihkan perhatiannya dan menatap Changmin yang kini  masih menatapnya dengan pandangan yang lebih menyerupai intimidasi, “Aku percayakan dongsaengku padamu, Shim Changmin. Jaga dia untukku, untuk kami, untuk orang-orang yang mengasihinya selama ini.”

Changmin mengangguk dengan mantap, “Aku berjanji hyung. Dan terima kasih untuk kepercayaan yang telah kau berikan padaku.”

Tell me how am i supposed

To live without you

Now that I’ve been lovin’ you so long

how am i supposed

to live without you

and how am i supposed to carry on

when all that i’ve been livin’

for is gone..

***

-Backstage-

Ditengah hilir mudik para staff yang telah berlalu lalang dengan kesibukannya, tampak seorang lelaki berbalut jass merah juga tampak sibuk berjalan kesana kemari dengan sesekali menggigit bibirnya gelisah.

“Bisakah kau diam dan duduk, Kyu? Kau mengganggu konsentrasiku!” Tukas Eunhyuk kesal. Pasalnya, konsentrasinya yang sedang berlatih dance untuk pemanasan menjadi buyar karena tingkah laku Kyuhyun. Terlebih lagi beberapa kali ia juga ditabrak oleh maknaenya itu tanpa mengucapkan kata maaf.

“Dan kau juga membuatku pusing.”  Ryeowook yang sedang mendengarkan musik dan melatih vocalnya pun ikut menambahi.

Dengan terpaksa Kyuhyun pun menuruti permintaan Eunhyuk dengan mendudukkan dirinya diantara Siwon dan Ryeowook.

“Minumlah..” Siwon menyodorkan sebotol air mineral pada Kyuhyun yang diterima dan langsung diteguk setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih.

“Tidak biasanya kau terlihat gugup seperti ini sebelum show, Kyu. Ada apa?” tanya Siwon  penasaran.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya keras,”Aniyo, hyung. Maksudku, mungkin iya aku sedikit gugup. Ini adalah konser pertama dalam rangkaian tour kita,wajar kan kalau aku merasa gugup?”

Siwon tersenyum mendengar pertanyaan maknaenya,”Semuanya akan berjalan dengan lancar.Kita semua sudah bekerja keras, kan? Fighting!”

Mendengar ucapan tersebut mau tidak mau senyum pun tersungging dari bibir Kyuhyun. Beberapa saat kemudian ia merasakan ponsel yang masih berada dalam sakunya bergetar.

Fighting BabyKyu!

Saranghae …  ❤

changkyu billboard

Seketika tawa Kyu meledak saat melihat foto yang dikirim oleh Changmin padanya. Tak dihiraukannya lagi hyung-deul dan orang-orang yang menatap kearahnya dengan pandangan aneh. Dengan segera ia pun membalas pesan Changmin untuknya,

Apa kau begitu mengagumiku, Shim Changmin?

Nado saranghe 🙂

Baik-baiklah disana. Aku merindukanmu …

“Ayo Kyu! Show akan segera dimulai.” Siwon mencoba menyadarkan dongsaengnya yang sekilas tampak seperti seorang autis yang tersenyum-senyum seorang diri.

“Sebentar hyung, aku sedang mengupload gambar dulu di twitter…” Pinta Kyu mengabaikan ajakan Siwon, “Nah, sudah! Kajja hyung!” Seru Kyuhyun riang seraya menggandeng lengan kekar  Siwon yang hanya bisa menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah laku Kyuhyun.

***

                          Semuanya terasa mimpi bagi Kyuhyun. Mimpi terburuk yang pernah ia alami seumur hidupnya. Ia bahkan masih mengingat tiap kejadian yang ia alami beberapa waktu lalu. Dimana ia menghabiskan waktu semalaman dengan kekasihnya, melakukan reheseal ditemani namjachingunya, mengucapkan salam perpisahan untuk melepas kepergian Changmin dan Yunho serta berkirim pesan dengan namja terkasihnya. Tapi kenapa semuanya berlalu begitu cepat? Berlalu dengan menyisakan rasa sakit dan penyesalan yang saat ini ia rasakan.

Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan perform dengan Sungmin, Zho Mi dan Ryeowook segera memasuki backstage dengan sesekali bercanda dengan sang eternal maknae. Ia segera mengistirahatkan diri dengan merebahkan tubuhnya di sandaran sofa yang terdapat dalam waiting room. Ia memiliki beberapa waktu untuk beristirahat sebelum seluruh perform solo tiap member selesai.

“Wookie …”Kyuhyun menyodok pinggang Ryeowook yang berada disisinya, “Ada apa disana? Kenapa semua orang terlihat berkumpul didepan TV?” tanyanya penasaran.

Ryeowook mengangkat bahunya tanda jika ia pun tidak mengetahui apapun.  Berbekal rasa penasarannya, lalu ia pun bangkit dari tempat duduknya dan beranjak untuk menghampiri kerumunan didepan TV yang terdiri dari staff dan beberapa hyungnya.

Terlihat kini layar TV yang menjadi pusat perhatian itu kini menayangkan live report dari sebuah acara berita.

Kecelakaan rupanya, batinnya saat ia melihat sebuah van dalam kondisi rusak parah karena terguling ditengah jalan dengan keramaian wartawan yang telah meliput. Ia baru saja akan kembali ke tempat duduknya sebelum penglihatannya menangkap sebuah gambar yang tidak asing baginya itu terpampang di layar kaca, Minnie?

“… Sebelum kecelakaan terjadi, van yang ditumpangi oleh anggota group TVXQ itu tampak melaju dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran mobil yang diduga adalah sasaeng fans. Dilaporkan ketiga penumpang dan pengemudi dalam van tersebut kini telah dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan dua diantaranya adalah Max Changmin dan si pengemudi tewas dan tidak dapat diselamatkan …”

Bagaikan terhempas dalam labirin hampa udara, dadanya kini terasa sesak. Tubuhnya limbung, lemas seperti kehilangan kekuatan untuk menopang beban tubuhya sendiri.

Brukk

“KYU?!!”

Pekik Shindong saat melihat Kyuhyun yang tanpa ia sadari keberadaannya sebelumnya kini telah jatuh terduduk lemas dilantai.

“Minn… nie..” gumamnya lirih dengan pandangan matanya yang kosong.

Seketika pekikan keget dan panik lainnya kembali  terdengar saat mereka melihat kondisi Kyuhyun yang tampak kehilangan kesadarannya.

***

“Jikalau aku pergi pun, aku pasti akan kembali lagi dan membawamu untuk selalu bersamaku, Hyunnie. Karena namamu bahkan telah tertulis dalam catatan takdir kehidupanku. Shim Changmin dan Cho Kyuhyun. Yeongwonhi..”

Kyuhyun hanya mampu tersenyum getir saat ia mengingat janji yang Changmin ucapkan padanya. Janji manis yang pernah Changmin ucapkan saat ia mempertanyakan kesetiaannya pada dirinya. Janji yang hingga saat ini masih ia pegang teguh.

“Dasar Shim Changmin bodoh! Pembohong! Mana janjimu jika kau tidak akan meninggalkanku?” Kyuhyun merutuki sebuah pigura foto yang berada dalam genggaman tangannya. Sebuah foto yang melukiskan wajah seseorang yang dianggapnya sebagai pembohong, “Mana janjimu jika kau akan membawaku pergi bersamamu, hah? Apa janjimu itu hanya sekedar bualan semata?” Ia masih berbicara pada refleksi foto Changmin yang tampak menyunggingkan senyum dengan menampakkan miss match eyes smile-nya.

Seperti terhipnotis, sudut bibirnya pun kini tampak melengkung. Membentuk sebuah senyuman tulus yang beberapa hari ini telah pudar dari wajahnya.

“… kau pasti akan datang dan menjemputku kan, Changminnie? Iya kan?” ia kembali bertanya pada foto tersebut, seakan mengharap sebuah jawaban, “Kau pasti sangat merindukanku. Hiks…”

Tanpa ia sadari air matanya kini telah meleleh membasahi pipinya yang kini terlihat tirus dan lebih pucat dari biasanya.

“Minnie… Minnie… Minnie…” Racaunya seraya menjambak rambutnya dengan frustasi.

“Aaaaaarrggghhh!”

***

PRAANG!!

Seorang namja tinggi menutup pintu yang ada dihadapannya dengan perlahan tanpa menimbulkan suara derikan setelah mendengar suara pecahan kaca yang berasal dari kamar yang awalnya akan ia masuki. Ia memejamkan matanya, mencoba meredakan rasa sesak yang memenuhi dadanya. Ia tidak dapat menahan kepedihannya ketika ia melihat bagaiamana kondisi  sahabat yang sudah ia anggap sebagai hyungnya itu yang tampak sangat memprihatinkan.

“Minho-ya …”

Namja tinggi yang dipanggil Minho itu pun menolehkan kepalanya saat sebuah suara baritone memanggil namanya.

“Kangin hyung?”

Kangin mencoba tersenyum meskipun ekspresi letih tidak bisa disembunyikan dari wajah tampannya.

“Kenapa tidak masuk?”

Minho menggelengkan kepalanya pelan, “Aku.. aku tidak sanggup melihat keadaan Kyuhyunnie hyung, hyung.” Ucapnya lirih.

Bagaimana bisa ia sanggup melihat keadaan Kyuhyun yang sangat memprihatinkan? Tubuh Kyuhyun yang kini semakin kurus  masih terbalut dengan piyamanya yang terlihat lusuh meringkuk pada salah satu sudut kamar. Matanya memerah karena tangis yang seolah tidak lelah untuk berhenti. Rambut ikalnya berantakan hasil dari perbuatannya sendiri yang sesekali dijambak untuk melampiaskan rasa frustasinya. Bahkan yang membuatnya terasa miris, Kyuhyun selalu meracau menyebut dan memanggil nama Changmin dengan pandangan matanya yang kosong.

Bagaimana kau bisa tega meninggalkan Kyuhyunnie hyung seperti ini, Changmin hyung…

…………………

I sesang anirado eonjenga uri dasi

Mannalthende

(walaupun aku tak ada lagi kesempatan untuk kita bertemu lagi di dunia ini)

Nunmul hanbanguldo

Boyeoseon andoigettjyo

(jangan pernah sekalipun meneteskan air mata)

Saranghe ppajige

Mandeureuttdeon misoro

Nal tteonayo

(kau yang telah membuatku jatuh cinta, meninggalkanmu dengan sebuah senyuman)

Geu miso hanaro

Eonjerado geudareul

Chajanael su ittge

(senyuman itulah, yang dulu selalu ada setiap aku bertemu denganmu)

……………………………

 changkyu crying

130314 Bonrich Peanut Crunch Bar – Super Junior M [10P]

Ini kalo ditemuin ELF pasti bakalan disimpen bungkusnya, wkwkwk..

Sup3rjunior Charity Fan Project ”Happiness is Best Shared Together”

Credit: WXL_ELF
Reupload and Posted by: uksujusid (www.sup3rjunior.com)
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS.
Please credit ‘SUP3RJUNIOR.COM’ as well. Thank you.

View original post