Tell me the truth

Main yuk..
Kebetulan author adalah pecinta artis2 SM Entertainment yang sangat menyukai Super Junior dan TVXQ, mengidolakan Kyuhyun, membanggakan Siwon dan BoA, mengagumi Yuri dan Yoona, serta mencintai Yunho.

Author punya pertanyaan :
“Apa yang kamu lakukan kalo mendapati kenyataan bahwa author ternyata pacaran ama Yunho?”
Jawab sejujurnya.

Ingat, ini cuma permainan konyol. Tidak akan terjadi di dunia nyata. Jadi jangan dianggap serius yah.. 😀

Those Perfect Men – Chapter 2

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Minho, etc.

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 2

Siwon baru selesai menyantap hidangan pencuci mulut ketika adik bungsunya, Minho datang menghampirinya.

“Hyung, bisakah kau menolongku?” Tanya Minho.

“Ya! Kau kemana saja? Daritadi aku mencarimu. Ingat, ini acara appa dengan rekan-rekannya. Kau jangan berkeliaran. Ingat ya, jangan berbuat yang aneh-aneh.” Kata Siwon memarahi adiknya yang cukup bandel itu.

“Aduh hyung, nanti saja mengomelnya. Lagipula aku tidak berbuat yang aneh-aneh. Aku hanya minta kau menolongku dari..”

“Minho..! Kenapa kau meninggalkanku? Ayo temani aku kesana..!” Jiwon datang lalu menarik-narik lengan adik bungsunya.

“Ya! Jiwon! Ada apa ini? Jangan menarik-narik Minho seperti itu. jaga sikap kalian. Jangan sampai appa malu.” Kata Siwon dengan nada lembut tapi tegas.

“Hyung.. tolong aku. Noona ingin berkenalan dengan Yunho hyung. Ia mengajakku karena aku kenal dengan Kyuhyun hyung.” kata Minho memelas.

“Apa salahnya membantu noonamu? Ayolah Minho. Hanya kau satu-satunya alasanku. Hubunganmu cukup baik dengan Kyuhyun, kau tinggal mengajakku kesana lalu memperkenalkanku pada Kyuhyun dan Yunho oppa. Setelah itu aku akan menangani Yunho oppa sendirian.” Kata Jiwon masih dengan nada memaksa.

Siwon ingin melerai keduanya. Tapi di satu sisi, dirinya juga ingin sekali berkenalan secara resmi dengan Kyuhyun. Ini kesempatannya. Tapi, bagaimana Minho bisa kenal Kyuhyun? Pikirnya.

“Minho-ah, bagaimana kau bisa kenal Kyuhyun? Sedangkan mereka baru pindah kemarin.” Tanya Siwon.

“Kyuhyun hyung juga pecinta game, hyung. Kami sudah lama kenal lewat game online. Tapi aku tidak menyangka Kyuhyun hyung lah orangnya, mengingat ia memakai nama gaemgyu.” Terang Minho.

“Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus mengantarku berkenalan dengan Yunho oppa.” Kata Jiwon lagi dengan nada yang lebih memaksa daripada sebelumnya.

“Shireoyo.” Kata Minho lagi.

“Bagaimana kalau aku ikut? Bertiga lebih baik bukan? Lagipula kita bertetangga, sudah seharusnya kita mengenal tetangga kita sendiri.” Kata Siwon. Dibenaknya tersusun rencana yang rapi.

Minho Menggeleng. “Yunho hyung galak sekali. Aku takut.”

“Benarkah? Mana mungkin ia bisa galak padamu kalau ada aku?” kata Siwon.

Minho menghela nafas panjang. “Baiklah, tapi aku tidak mau jadi menanggung akibatnya.”

“Akibat apa?” Tanya Siwon dan Jiwon bersamaan.

“Kalian lihat saja nanti.” Kata Minho sok misterius.

Lalu ketiganya berjalan bersama menuju tempat Kyuhyun dan Yunho berdiri. Mereka berdua tampak bercakap-cakap dengan seseorang. Ketika semakin dekat, Siwon baru menyadari kalau teman bicara mereka adalah Lee Donghae.

Sial! Kata Siwon dalam hati. Ia terlambat selangkah dari Donghae. Siwon jadi enggan bergabung, tapi kedua adiknya sudah maju duluan. Mau tidak mau ia harus ikut.

“Anneyong, Kyuhyun hyung. Yunho hyung. Ini kedua kakakku, Siwon hyung dan Jiwon noona.” Kata Minho memperkenalkan kedua kakaknya pada Yunho dan Kyuhyun.

Yunho menggangguk sedikit sambil tersenyum angkuh. Melihat itu, Jiwon hampir pingsan. Bagi laki-laki pasti sudah muak melihat wajah angkuh Yunho, tidak bagi Jiwon. Yunho memang terkesan angkuh dan dingin. Tapi bukankah itu yang wanita mau? Mereka kan selalu mengejar lelaki yang misterius.

Tapi tidak bagi Siwon, dimatanya Yunho terlihat sombong, yang sayangnya membuatnya terlihat tampan dan perkasa.

Sedangkan Kyuhyun tampak bingung. “Eh, Minho, ini kakakmu?”Tanya Kyuhyun menunjuk Siwon.

“Tentu saja, Kyuhyun-ssi. Choi Siwon juga adalah teman seangkatanku di kampus. Begitu juga denganmu kan, Yunho.” kata Donghae dengan nada suara semanis madu.

Sungguh, kesal sekali Siwon mendengarnya. Ingin rasanya ia menyingkirkan Lee Donghae jauh-jauh agar tidak ikut dalam pembicaraan ini.

“Oh, begitu. Kalau begitu aku memaafkanmu, karena kau kakak Minho.” Kata Kyuhyun pada Siwon.

“Eh, mianhae. Soal tadi siang, aku..” kata Siwon terbata-bata.

“Ada apa tadi siang, Kyu? Apa dia berbuat yang aneh-aneh?” Tanya Yunho dengan nada dingin. Aura dingin menjalar di sekeliling mereka.

“Ani. Dia tidak sengaja menabrakku. Tapi ketika aku bicara dengannya ia malah terdiam seperti orang bisu. Kupikir ia tuli atau mungkin sedang ada masalah jadi tidak konsentrasi berjalan ataupun menghadapi orang lain.” Kata Kyuhyun menganalisis.

Mendengar itu Yunho lalu mengangguk tanda mengerti dan ekspresi kerasnya melunak. Kentara sekali Cuma Kyuhyun yang mampu mengontrol kemarahan kakaknya. Coba saja sentuh Kyuhyun dan macan dalam tubuh Yunho akan bangun dan siap menerkam. Tapi macan itu akan segera jinak jika Kyuhyun memintanya.

Mau tidak mau Siwon harus bisa menjaga amarah Yunho, kalau ia memang benar-benar menginginkan Kyuhyun.

“Mwo? Kau ditabrak oleh Siwon? Gwenchana?” Tanya Donghae yang terlihat khawatir yang menurut Siwon terlalu berlebihan.

“Ah, gwenchanayo hyung. Aku justru khawatir padanya. Ia terlihat.. aneh tadi.” Kata Kyuhyun melempar pandangan prihatin pada Siwon.

“Kyuhyun-ah, kau tidak usah khawatir pada Siwon. Ia lelaki yang kuat. Benar kan Siwon-ssi?” Tanya Donghae kembali dengan nada manis yang dibuat-buat.

“Ah, ne.. aku baik-baik saja. Hanya saja kepalaku tadi agak pusing. Minhae menabrakmu, Kyuhyun-ssi.” Kata Siwon sedikit membungkukkan badannya. Ia kesal sekali Donghae memonopoli Kyuhyun saat ini. Keinginannya untuk berkenalan dengan Kyuhyun secara gentle lenyap sudah.

“Ah rupanya kalian sudah saling kenal semuanya. Baguslah.” Tiba-tiba Mr. Cho datang bersama Mr. Choi dan Mr. Lee.

“Tentu saja, appa. Kami semua kuliah di tempat yang sama. Kecuali Minho Karena masih sekolah. Tapi tahun depan Minho juga akan masuk SM University. Sayang sekali Yunho hyung sudah lulus saat itu.” kata Kyuhyun pada appanya.

“Baiklah. Karena kita semua ada disini, mari kita teruskan rencana kita.” Kata Mr. Lee.

“Rencana apa, appa?” Tanya Siwon tak mengerti.

“Kami akan bekerjasama membuat apartement lengkap dengan sarana rekreasi dan pusat olah raga. Dan kami ingin putra-putra sulung yang mengerjakannya. Apalagi kalian sudah hampir lulus kuliah kan?” kata Mr.  Choi.

Ketiga lelaki paruh baya itu lalu mengajak putra-putra sulung mereka keluar dan menjauh dari gerombolan ‘anak kecil’. Tinggallah Kuhyun, Minho dan Jiwon disana.

Lalu Jiwon mendekati Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi, apa Yunho oppa sudah punya pacar? Kalau belum, seperti apakah tipe yang disukainya?”

Kyuhyun memandang tidak suka pada Jiwon. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Noona, jangan bertanya yang aneh-aneh.” Kata Minho. Ia merasa sungkan dengan Kyuhyun.

“Diamlah anak kecil. Aku hanya ingin bertanya pada Kyuhyun mengenai kakaknya. Siapa tahu Yunho oppa suka tipe seperti diriku.” Kata Jiwon.

“Mwo? Kau menyukai Yunho hyung?” Tanya Kyuhyun tak percaya.

Jiwon mengangguk malu-malu. “Ia tampan sekali. Bisakah aku meminta nomor teleponnya?”

Kyuhyun langsung memasang muka masamnya. “Aku tidak suka ada yang dekat-dekat dengan hyungku selain aku sendiri. Aku tidak suka berbagi.”

Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Jiwon dan Minho yang terpaku di tempatnya.

*

Kyuhyun baru keluar dari kelas ketika dilihatnya Choi Siwon berjalan mendekatinya. Melihat Siwon, Kyuhyun langsung teringat akan Jiwon dan permintaan konyolnya semalam.

“Kyu, kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Sebagai tanda permintaan maafku karena menabrakmu waktu itu.” kata Siwon dengan nada sopan.

Mendengar kata-kata Siwon yang beradap itu ia jadi mengurungkan niatnya untuk marah pada Jiwon. Biarlah ia marah pada Jiwon, tapi Siwon dan Minho tidak perlu ikut terkena getahnya juga.

“Baiklah. Kita mau makan dimana? Apa di..”

“Bagaimana kalau di restaurant Jepang di Apgujeong? Kebetulan mereka punya menu baru hari ini. Aku suka sekali masakan jepang.” Kata Siwon. Ia gembira sekali Kyuhyun mau keluar dengannya.

Kyuhyun lalu menjawab dengan malas. “Yah, terserah kau saja.”

Sebagai anak bungsu yang manja, Kyuhyun selalu dipersilahkan memilih duluan. Hal ini dibiasakan oleh Yunho. Maka ketika suatu kali Kyuhyun harus dalam posisi ‘mengikuti’ dan bukannya ‘mengontrol’, ia tidak begitu suka. Dan Siwon tidak meanyakan Kyuhyun ingin makan apa dan dimana membuat Kyuhyun jadi enggan.

Mereka lalu berangkat ke kawasan Apgujeong. Diperjalanan Siwon banyak bercerita tentang banyak hal yang membuat Kyuhyun terkesima.

‘Ternyata kau tidak bodoh seperti tampangmu saat kita pertama kali bertemu.’ Kata Kyuhyun dalam hati. Ia suka orang cerdas. Baginya yang berotak jenius, lawan bicara sangatlah penting. Ia paling tidak suka mengubris orang yang bicaranya panjang dan bertele-tele namun tidak jelas apa isinya seperti teman sekelasnya, Kangin. Atau yang sok pintar tapi aneh seperti Yesung.

Ketika mereka sampai, Siwon membukakan pintu restaurant untuk Kyuhyun dan mempersilahkan Kyuhyun masuk duluan. Gentle. Pikir Kyuhyun. Nilai Siwon naik satu poin dimatanya.

Setelah mendapat tempat duduk yang cocok, mereka mulai memilih makanan yang ada di buku menu.

“Kyu?” sebuah suara yang amat dikenal Kyuhyun memanggilnya.

“Hyung? Hyung juga ada disini? Eh, bersama Hae hyung juga. Kalian kesini pasti mau makan siang bersama. Kenapa hyung tidak mengajakku makan siang juga?” Tanya Kyuhyun merajuk sambil mem-pout-kan bibirnya.

Yunho tertawa lalu mengacak rambut adiknya dengan sayang. Kami baru sampai. Tadi hyung mencarimu, tapi kelasmu sudah bubar. Hyung juga meneleponmu tadi kau tidak menjawabnya.”

Kyuhyun menepuk keningnya. “Ah iya, ponselku di silent hyung, tadi kan aku ada kuliah.”

“Anneyong Yunho-ssi.” Kata Siwon sopan. Lalu beralih ke Donghae yang cengar cengir disamping Yunho. Kenapa ada makhluk ini lagi? Perasaannya jadi tidak enak.

“Kalian bergabung saja dengan kami.” Kata Kyuhun. Donghae dengan semangat menerima tawaran Kyuhun lalu dengan semangat menjatuhkan pantatnya di kursi sebelah Siwon.

Selama makan, keempatnya banyak bercerita soal kehidupan masing-masing. Donghae menceritakan gemerlapnya Amerika, Yunho dan Kyuhyun bercerita tentang romantisnya Inggris, sedangkan Siwon menceritakan pengalamannya di Korea. Karena baik Kyuhyun dan Yunho baru tinggal di Seoul, maka mereka tertarik mendengar cerita Siwon.

Donghae tidak terlalu tertarik. Ia sudah tinggal di seoul selama 3 tahun, tepatnya setelah lulus SMA. Jadi ia sibuk saja dengan ponselnya.

Tiba-tiba yunho berkata.”Sepertinya matamu lebih kenyang daripada perutmu, Siwon-ssi.”

Siwon yang tidak mengerti lalu menanyakan apa maksud Yunho.

“Apa perasaanku saja atau kau daritadi mencuri-curi pandang pada Kyuhyun?” Tanya Yunho dengan nada bahaya pada Siwon.

Siwon gelagapan. Ia takut menjawab. Salah-salah ia malah menjadi sasaran tinju Yunho yang ia ketahui sangat menguasai salah satu bidang bela diri.

“Anio, aku melihat… Itu.” kata Siwon menunjuk lukisan yang dipasang di dinding tepat dibelakang Kyuhyun.

Ketiga temannya berbalik dan mengamati lukisan itu. Lukisan wanita setengah telanjang yang sedang menatap mereka dengan roman wajah seduktif.

“Ya! Siwon-ssi, kau mesum sekali. Tidak bisakah kau memikirkan hal seperti itu nanti? Kita sedang makan sekarang.” Kata Donghae mengejek.

Siwon ingin menenggelamkan dirinya ke sungai Han saat itu juga. Tidak disangkanya lukisan itu ternyata adalah lukisan mesum.

Yunho menyipitkan matanya ke arah Siwon. Kecurigaan tergambar jelas di wajah angkuhnya. “Aku tidak yakin kau benar-benar memandang lukisan ini, karena aku bisa lihat dengan jelas kemana arah manik matamu.”

“Anio, aku benar-benar memandang lukisan itu. Memang kelihatan mesum tapi artistik.” Kata Siwon membela diri.

“Artistik katamu? Jelas-jelas lukisan itu tidak bagus karena lebih menonjolkan sisi sensualnya daripada pesannya. Pemilihan warnanya juga buruk sekali.” Kata Donghae yang semakin membuat Siwon mengecil di kursinya.

Yunho menghela nafas pendek lalu memandang Siwon tajam. Mau tidak mau Siwon takut juga.

“Kalau kau berani memandang Kyuhyun dengan tatapan lapar seperti tadi lagi, aku akan mengeluarkan bola matamu dari tempatnya.” Kata Yunho dengan nada mengancam.

Siwon memang intens memandang wajah Kyuhyun yang begitu manis. Tapi Ia hanya mengangumi saja, tidak lebih. Tapi ternyata bagi Yunho itu adalah tatapan lapar. Siwon hanya bisa mengangguk saja.

“Bagus kalau kau mengerti. Kita ini bertetangga, Siwon-ssi, apalagi kita juga akan segera menjadi teman bisnis. Aku tidak mau ada masalah denganmu. Jadi, jauhi adikku jika kau mendekatinya bukan untuk berteman.” Kata Yunho dengan tegas.

Kembali Siwon mengangguk tanda mengerti. Ia malu sekali tertangkap basah oleh Yunho sedang menikmati wajah manis Kyuhyun.

Kemudian Yunho berdiri sembari berpaling ke Kyuhyun dan berkata. “Ayo kita pulang, Kyu.”

Kyuhyun mengangguk lalu ikut berdiri. Sebelum pergi ia menoleh pada Siwon dan Donghae kemudian membungkukkan badannya sedikit memberi hormat.

‘Ternyata kau memang bodoh, Siwon hyung.’ kata Kyuhyun dalam hati. Nilai Siwon turun lagi dimatanya. Ia lalu pergi menyusul kakaknya tanpa menoleh lagi ke belakang.

Sepeninggal Kyuhyun dan Yunho, Donghae berdiri dari duduknya. Sebelum pergi, ia berkata pada Siwon.

“Kalah lagi satu langkah, Siwon.” Kata Donghae dengan senyum menyebalkannya.

“Aku tidak bersaing dengan siapa-siapa. Jadi aku tidak kalah.” Kata Siwon. Dengan enggan ia harus mengakui kata-kata Donghae ada benarnya.

“Kalau kau mau mendekati adiknya, dekati dulu kakaknya.” Kata Donghae lagi.

Siwon membulatkan matanya. “Mwo? Jadi kau mendekati Yunho untuk mendapatkan hati Kyuhyun?”

“Hmm.. aku tidak bilang begitu. Intinya aku sekarang berteman baik dengan Yunho.”

“Berteman? Tapi kau bilang kau ingin memacari salah satu diantara mereka.” Kata Siwon. Ia tidak mengerti arah jalan pikiran Donghae.

Donghae menghela nafas dengan enggan. “Ternyata kau memang bodoh, Siwon-ssi. Menganalisis hal sederhana seperti ini saja kau tidak bisa. Kalau sekarang kau cemburu, salah sendiri. Siapa suruh dulu kau menolakku.” Kata Donghae dengan entengnya.

Siwon lalu memutar bola matanya dengan bosan. Ia tidak mau memikirkan Donghae dengan pemikiran-pemikiran konyolnya. Ia harus berkonsentrasi bagaimana cara mendapatkan Kyuhyun tanpa mendapat amukan dari sang macan pelindungnya, Yunho.

*

donghae_siwon

To Be Continued..

Those Perfect Men

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Minho, etc.

Warning         : BL, typo (s)

Summary      : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 1

Siwon akan berangkat ke kampus ketika melihat rumah mewah yang sempat kosong beberapa bulan disamping rumahnya kini telah berpenghuni. Dilihatnya seorang yeoja paruh baya melambaikan tangannya pada tiga namja yang akan menaiki mobil di parkiran rumah itu.

“Pasti mereka adalah anak-anak dan suaminya.” Kata Siwon. Karena ia melihat para  lelaki itu terdiri dari seorang lelaki paruh baya bersama dua orang yang diduga adalah anaknya, kira-kira seumuran dengan Siwon.

“Yes, tetangga baru. Laki-laki pula. Aku jadi punya teman lagi di rumah.” Katanya pada dirinya sendiri sambil tersenyum.

Lalu senyumnya menghilang ketika melihat rumah tadi. Entah mengapa ia tidak juga bisa menghilangkan rasa sedihnya jika melihat rumah mewah bercat putih itu.

“Siwon-ah, apa yang kau tunggu? Ayo berangkat. Appa sudah hampir terlambat.” Kata seorang lelaki paruh baya lalu menaiki mobil Siwon.

Hari ini Siwon harus mengantar appanya ke kantor karena mobil appanya ada di bengkel. Ia tidak keberatan, karena kantor appanya searah dengan kampusnya.

“Kau selesai kuliah jam berapa?” Tanya Mr. Choi.

“Hari ini sampai jam 2 appa. Setelah itu aku tidak ada kegiatan lain dan akan langsung pulang ke rumah.” Jawab Siwon.

Semua orang yang mengenalnya tahu kalau Siwon adalah anak baik dan cerdas. ia adalah seorang family man yang juga taat beribadah. Hanya saja ia belum pernah pacaran dan masih betah sendiri sampai saat ini. Hal itu yang membuat para yeoja maupun namja di kampusnya semakin menggilainya.

“Hari ini appa akan pulang cepat. Sore nanti ada perjamuan bisnis. Seluruh keluarga kita akan hadir karena seluruh anggota keluarga rekan bisnis appa akan hadir juga.” Kata Mr.Choi lagi.

Siwon mengangguk. Ia tidak pernah menolak diajak appa nya untuk ikut ke pertemuan bisnis. Karena ia sadar sepenuhnya, sebagai anak laki-laki tertua ialah pewaris kekayaan keluarga Choi. Anak kedua keluarga Choi yaitu Ji won, anak perempuan satu-satunya yang menjadi kesayangan appanya. Ji Won juga sudah mulai belajar bisnis dari appanya. Ia tengah duduk di bangku kuliah semester 3. Adiknya yang terakhir adalah Minho. Ia masih duduk di bangku SMA kelas 3, wajar saja appanya belum mewajibkan segala macam urusan bisnis pada si bungsu.

“Dimana acaranya, appa?” Tanya Siwon.

“Rumah sebelah.”

Lalu Siwon teringat sepasang suami istri dengan dua anak mereka. “Sebelum berangkat tadi, aku melihat mereka. Tak kusangka ahjussi tadi adalah rekan bisnis appa.”

“Kau masih ingat appa pernah bilang kalau appa punya sahabat yang juga rekan bisnis yang tinggal di Inggris? Itu dia. Kini ia kembali ke Korea karena ia rindu kampung halamannya karena sudah 15 tahun di negeri orang.” Kata appanya memberi penjelasan.

“Hebat sekali. Pasti kedua anaknya bangga pada ayahnya.” Kata Siwon.

“Itu sudah pasti. Apa kau sudah lihat? Anak-anaknya tampan dan pintar. Tidak. Lebih tepatnya jenius. Kau harus banyak bergaul dengan mereka. Kau tahu, kau adalah kebanggaan appa. Tunjukkan pada mereka bahwa kau bisa diandalkan.” Kata appanya lagi.

“Siap Mr. Choi.” Kata Siwon dengan raut wajah lucu.

Kedua lelaki itu tertawa. Mobil mereka terus melaju membelah pagi yang cerah di kota Seoul.

*

            Siwon menatap namja yang duduk tak jauh dari tempat duduknya. Lelaki tampan itu terlihat cerdas, kuat dan dingin. Diliriknya teman-teman sekelasnya. Semua berbisik-bisik melihat namja tadi. Ia adalah mahasiswa pindahan, Siwon tidak tahu pasti darimana. Yang ia tahu, dari luar negeri. Sampai pelajaran berakhir, mereka tetap berbisik-bisik dengan semangat.

Satu lagi yang Siwon tahu, nama lelaki itu adalah Yunho.

“Wah, tambah banyak saja pria tampan di kampus kita. Kau tahu, salah satu hoobae kita juga luar biasa tampan. Kabarnya ia adik dari Yunho. Huaaa… aku ingin melihatnya.” Kata salah satu yeoja dari sekumpulan yeoja yang jalan di depan Siwon yang merupakan teman kelasnya saat mereka keluar dari kelas.

“Aduh, aku ingin sekali melihatnya. Kudengar ia mengambil jurusan seni. Kira-kira apa bakatnya yah?” kata yang lain.

Siwon tidak suka mendengar gadis-gadis bergosip. Maka ia mempercepat langkahnya dan menyalip kerumunan gadis di depannya.

“Eh, Siwon-ssi. Anneyong hayeso..” kata salah satu diantara mereka.

Siwon hanya mengangguk kecil lalu mempercepat langkahnya menuju parkiran mobilnya. Sebelum ia berbelok, sempat di dengarnya gadis-gadis tadi menjerit.

“Huaaa… dia tampan sekali. Oh.. Siwon-sii…”

Siwon merasakan wajahnya panas. Entah mengapa ia jadi berjalan tegresa-gesa kini. Sialnya, ia tidak melihat orang lain yang datang dari arah kiri. Kemudian.. BRAKK..!

Baik Siwon maupun orang yang ditabraknya terjatuh. Siwon merapikan buku-bukunya yang berserakan sambil sesekali melirik namja yang ditabraknya tadi sedang membersihkan celananya yang kotor.

“YA! Kau ini punya mata tidak? Kalo jalan lihat-lihat dulu. Pabbooo…!!!!” kata namja tadi kesal.

Siwon membungkuk dalam-dalam dan mengucapkan maaf. “Mianhae aku…” kata-katanya langsung terhenti begitu melihat wajah di depannya.

Ternyata ia menabrak.. malaikat! Luar biasa. Tinggi, imut, manis, cute, dan entah apa lagi sebutan untuk lelaki itu. Kulit pucatnya seolah bersinar dibawah terik matahari, sangat kontras dengan rambut nya yang sewarna madu.

Tanpa sadar tangan Siwon terjulur kedepan dan menyentuh pipi menggemaskan milik namja itu. Halus sekali, pikirnya.

Tiba-tiba dirasakan pukulan keras di kepalanya. Namja tadi memukul kepalanya lalu memarahinya. Jelas sekali lelaki itu marah. Bibir merahnya yang terbentuk sempurna terlihat bergerak-gerak lincah. Wajah imutnya terlihat garang namun sangat manis. Siwon mendadak tuli, ia sangat terpesona hingga tidak bisa mendengar teriakan-teriakan marah yang keluar dari bibir indah si namja imut.

Tiba-tiba dirasakan lagi pukulan keras di kepalanya.

“Bodoh..! Aku sedang marah padamu, kenapa kau diam saja? Huh..! Tampangmu saja yang tampan, ternyata kau idiot.” Kata namja itu sambil berlalu pergi.

Siwon masih mematung di tempatnya berdiri. Dunia seakan berhenti. Untuk kedua kalinya dalam hidupnya, ia jatuh cinta.

*

            Siwon mengamati sekeliling rumah tempat dilangsungkannya perjamuan bisnis appanya dengan beberapa rekannya. Rumah itu masih sama dengan yang terakhir kali dilihatnya. Namun ada beberapa perbedaan di sana-sini. Interior rumah itu dibuat bergaya Eropa. Baik furniture maupun tata letaknya menggambarkan nuansa elegan.

Beda sekali dengan rumahnya yang terkesan modern, rumah ini terlihat klasik dan elit. Dilihatnya ayahnya berkumpul dengan rekan-rekan bisnisnya, sementara para istri mereka sedang mengerubungi seorang namja. Kemudian para ahjumma itu tertawa cekikian mendengar namja itu berbicara. Dasar ahjumma-ahjumma genit, pikirnya kesal. Namun ia lebih kesal lagi mendapati eommanya berdiri di lingkaran itu.

“Aku harus mengeluarkan eomma dari lingkaran pemuja namja itu.” kata Siwon pada dirinya sendiri.

Kemudian dia melangkah menuju kerumunan ahjumma itu. Disentuhnya lengan eommanya. “Eomma, ayo temani aku berkeliling. Aku tak tahu dimana Minho dan Ji Won. Rumah ini kelihatannya bagus sekali.”

“Aduh, bukannya dulu kau hampir setiap hari kemari? Tidak ada perbedaan mencolok, hanya tata letak dan furniturenya saja yang berbeda, lagipula kau sudah besar, Carilah adik-adikmu sendiri. Eomma sedang asik mendengarkan cerita anak ini, dia tampan sekali.” Kata Eommanya.

Siwon yang tadinya menyembunyikan dirinya dibalik pilar besar akhirnya keluar dan mendekat ke eommanya. Ia penasaran siapa namja yang digilai ahjumma-ahjumma itu termasuk ibunya.

“Lee Donghae?” Tanya Siwon tak percaya.

Namja yang bernama Donghae itu menoleh lalu tersenyum. “Siwon-ssi, kau disini juga rupanya. Anneyong haseyo.”

“Huaa.. kau manis sekali. Tapi apa kalian saling mengenal?” Tanya eomma Siwon.

Belum sempat Siwon ataupun Donghae menjawab, ahjumma-ahjumma tadi sudah mulai ribut kembali. Kini mata mereka beralih ke Siwon.

“Ny. Choi, apa dia anakmu? Wah tampan sekali. Aku hanya pernah melihat Minho dan Ji Won. Luar biasa, anakmu tampan sekali.”

“Ny. Choi, dia seperti artis. Pasti banyak yang mengejarnya diluar sana.”
Dan masih banyak lagi kata-kata para ahjuma itu yang membuat Siwon semakin malas berlama-lama disana. Eomma Siwon terlihat dengan bangga mempromosikan Siwon. Melihat para ahjumma itu sibuk, dengan cepat Siwon melarikan diri dari sana.

Namun ternyata Donghae mengikutinya. “Siwon-ssi, ternyata kau ini anak Choi ahjussi. Ayahmu sering sekali main baseball dengan appaku. Rupanya takdir mempertemukan kita lagi.”

Satu kampus tahu dengan sangat jelas kalau Lee Donghae yang kaya raya itu adalah seorang cassanova kelas wahid. Lahir dan besar di Amerika membuat keluarga Donghae lebih terbuka. Dengan kekayaan dan ketampanannya juga sikap manisnya membuat baik namja maupun yeoja di seantero seoul menggilainya. Bahkan ada yang membuat fans club dan fandom untuk Donghae, padahal ia bukan artis.

Ia dengan cepat bisa mendapatkan orang yang disukainya, namun dengan cepat pula dilepaskannya. Donghae tidak pernah bertahan dengan satu orang lebih dari satu minggu. Dan Donghae pernah menyukai Siwon, yang dengan tegas ditolak Siwon karena tidak suka pada perilaku Donghae yang terkesan suka menyakiti hati orang.

“Apa? Takdir? Takdir apa? Jangan meracau yang tidak-tidak.” Kata Siwon ketus.

“Ayolah, Siwon-ah, kau tahu betul aku menyukaimu. Kenapa kau tidak membalas perasaanku?” kata Donghae lagi. Nada suaranya penuh percaya diri yang lembut mengandung rayuan maut.

“Lalu setelah seminggu kau mencampakkanku, begitu?” ejek Siwon.

“Oh, jadi itu masalahnya? Kau takut aku campakkan setelah seminggu? Aku tidak akan mencampakkanmu, aku bisa jamin itu. Orang tua kita saling mengenal, mana mungkin aku menyakiti hatimu?” rayu Donghae lagi.

Siwon baru akan menjawab Donghae ketika dilihatnya dua namja tampan menuruni tangga batu di tengah ruangan. Keduanya seperti patung porselen. Luar biasa indah.

“Rekan-rekan sekalian, perkenalkan ini kedua anakku. Yunho dan Kyuhyun. Keduanya kini kuliah di SM University. Mohon bantuannya membimbing mereka.” Kata seorang lelaki paruh baya yang menatap kedua putranya penuh kebanggaan.

“Oh ya ampuuunnn.. ! Jadi, hoobaeku di kampus yang seharian ini jadi pembicaraan adalah Kyuhyun? Dan kakaknya Yunho juga, tampan sekali. Aku jadi bingung mau pilih yang mana.” kata Donghae penuh minat.

Siwon tidak bisa berkata-kata. Ia terpaku di tempatnya. Malaikat yang tadi siang ditabraknya dan mengomel panjang lebar itu kini berdiri tak jauh di depannya. Siwon tak bisa mengalihkan tatapannya. Begitu indah, begitu sempurna, sedang tersenyum kepada semua orang di ruangan itu.

Kemudian mata Kyuhyun bertemu dengan mata Siwon. Ia tampak terkejut sesaat lalu kemudian mengendalikan dirinya dan menoleh ke arah kakaknya yang berdiri di sebelahnya.

“Kyuhyun… Namanya Kyuhyun..” bisik Siwon.

“Benar sekali. Dan tidak lama lagi ia atau kakaknya akan menjadi milikku. Kalau salah satu dari mereka jadi milikku, aku akan melepas gelar Cassanovaku dengan ikhlas.” Kata Lee Donghae di sebelahnya.

Siwon memandang Donghae. Betapa percaya dirinya laki-laki itu. Tapi ia segera tersadar, siapa yang akan menolak pesona seorang Lee Donghae? Cepat atau lambat, salah satu dari kedua kakak beradik itu akan jatuh dalam pesona Donghae. Siwon berharap itu bukan Kyuhyun.

donghaesiwonkyuhyun

*

To Be Continued..

New Fanfiction Will Be Released Immediately

Anneyong readers,

Lega banget rasanya selesai ngerjain Come Back to Me. Isinya 8 Chapter dengan total waktu pengerjaan 6 hari. Senang rasanya fanfic pertama aku disukai banyak orang. Memang, ini bukan pertama kalinya aku nulis, tapi bikin fanfic, baru pertama kali.

Setelah selesai bikin satu, ternyata aku ketagihan, pengen bikin lagi and lagi. Apalagi punya banyak janji ke readers. Dan aku tidak mau mengecewakan readersku. Maka, sesuai janjiku, hari ini bakal ada ff baru. Genrenya sedikit berbeda dari yang pertama. Iya dong, setelah kita ber’serius-serius’ ria, saatnya kita ber’santai-santai’ ria (paan sih?) dengan fanfic yang lebih segar.

Dan seperti pendahulunya, fanfic kedua ini juga bakal ‘Stripping’ biar bisa ngelanjutin bikin fanfic lainnya. Aku harap semua masih setia ngebaca fanfic2 buatan aku.

By the way, sudah baca postingan aku yang ‘Challenge Me’ gak? Kalo belum, monggo dibaca. Kalo sudah, kasih tau temen lainnya. Kali aja ada yang mau aku bikinin fanfiction. Batas waktu masih panjang lho. (kaya kuis aja, hehe). Kalo memang ada yang berminat, silahkan comment aja di postingan ‘Challenge Me’ supaya judul-judul yang diberikan ke author bisa kumpul jadi satu. Ditunggu partisipasinya yah?

Last but not least, don’t forget to read my newest fanfiction which is will be released this evening. Thank you so much for the attention. 🙂