Dinner Date

Title                 : Dinner Date

Starring           : Shim Changmin, Cho Kyuhyun.

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff.

Warn               : BL, Typo (es), No Conflict.

Lanjutan dari drabble kemarin. Voice of Love –> Because I Love You –> Dinner Date. Kali ini udah termasuk oneshot.

“Hyung.. cepat! Kenapa kau lama sekali, sih?”

Teriakan tersebut membahana dalam salah satu kamar hotel suite room dikawasan Guangzhou, China.

“Haish! Sabar sedikit Changmin-ah! Hyung belum selesai berpakaian.” Sahut suara yang tak kalah memekakan telinga terucap dari seseorang dari balik pintu kamar hotel yang masih tertutup.

Teriakan tersebut jelas saja mengundang decakan sebal dari seorang pria yang tengah duduk santai disofa ruang tamu kamar hotel yang mereka tempati sejak kemarin. Gerutuan terdengar terlontar dari bibir lebar sexy-nya.

Sesekali ia merutuki kebiasaan seorang Jung Yunho, Leader sekaligus Hyung-nya yang memiliki kebiasaan menghabiskan waktu mandinya hingga mengalahkan durasi mandi seorang wanita. Entah apa saja yang dilakukan lelaki Jung itu didalam kamar mandi yang sempit dan lembap itu hingga ia betah berlama-lama disana.

Namun, gerutuannya terhenti kala ia mendengar notifikasi pesan terdengar di iPhone-nya. Senyumnya terukir ketika ia melihat dari siapa pesan tersebut terkirim.

Kau sudah take-off?

 

Ia terkekeh pelan membaca pesan singkat yang terkesan acuh itu. Tak ada kalimat manja ataupun sapaan manis yang tertera dipesan tersebut seperti biasanya.

Changmin, pria yang tengah duduk disofa, menghela nafas pelan. Menghadapi sikap Kyuhyun yang tengah merajuk memang membutuhkan cadangan ekstra kesabaran dan keteguhan demi membuat lelaki manis itu ‘jinak’ kembali.

Belum, baby..

Aku masih menunggu Yunho Hyung.

BabyKyu, berhenti mengacuhkanku seperti ini T_T

Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu?

 

Meskipun ia menganggap jika Kyuhyun yang tengah merajuk terlihat menggemaskan, namun ia sesekali merasa jengah juga karenanya.

Tidak ada sapaan manis, rengekan manja dan tak ada kontak fisik diantara mereka. Bahkan dengan kejamnya Kyuhyun memberlakukan aturan dimana ia tak boleh mendekatinya kurang dari radius 5 meter.

Beruntung meski dalam setiap mode merajuknya, Kyuhyun akan selalu membalas semua pesan ataupunn mengangkat telepon darinya. Ia tahu, Kyuhyun paham betul dengan ketidaksukaannya akan seseorang yang menghindar ketika berada dalam suatu masalah. Dimasa lalu, Ia bahkan pernah putus dengan yeojachingu-nya ketika mereka tengah terjadi konflik, namun sang gadis malah mengabaikan dan menghindar darinya tanpa memberikan konfirmasi dan penyelesaian yang jelas. Tentu saja itu hanya salah satu bagian dari masa lalunya, sebab kini yang ada dihatinya hanyalah Cho Kyuhyun seorang. Pria manis pemilik suara caramel macchiato yang saat ini tengah merajuk padanya karena rasa cemburu.

Sedikit banyak ia merasa kesal dengan adanya kemajuan teknologi yang serba canggih seperti saat ini. Sebab karena hal tersebutlah hingga membuat Kyuhyun-nya melihat foto-foto dirinya dengan Victoria yang beredar di sosial media dengan cepat dan berujung pada pria Cho itu terbakar api cemburu dan mengacuhkannya.

Oh ayolah, foto tersebut bukan berarti apa-apa. Penggemarnya pun pasti akan menebak jika ia menghadiri acara after party itu tidak lain hanyalah formalitas belaka. Karena Yunho yang lebih memilih untuk beristirahatlah hingga mau tidak mau ia yang harus hadir diacara tersebut. Tentu saja tanpa mengesampingkan fakta jika terdapat banyak makanan diacara tersebut yang membuatnya –sedikit- antusias. Ia bahkan hanya mengenakan sandal hotel pada saat pesta tersbut digelar.

Perkara bagaimana ia bisa tertangkap kamera berdekatan dengan Leader f(x), bukanlah suatu kesengajaan yang ia lakukan. Ia masih mengingat ultimatum Kyuhyun beberapa saat lalu yang melarangnya untuk mendekati dan menebar pesona pada wanita.

Pada saat itu, ia yang tengah mengambil wine disalah satu meja dihampiri oleh salah seorang Event Manager, yang notabenenya orang China, acara konser yang malam itu selenggarakan. Salahkan kemapuan bahasa Mandarinnya yang kurang mahir. Victoria yang pada saat itu berada tak juah darinya pun berinisiatif menghampirinya dan sang Event Manager demi menjadi seorang translator dadakan.

Ya.. Kyuhyun-nya cemburu pada Victoria. Pada wanita yang pernah membuatnya terlibat dalam skandal paling mencengangkan sekaligus menggelikan, spoon scandal.

Cling..

Tak sampai semenit balasan pesannya datang.

Aku tidak mau tahu.

Aku ingin nanti malam kita berdua K-E-N-C-A-N!

Jika tidak, jangan harap aku akan memaafkanmu!

***

Dinginnya malam dimusim gugur sama sekali tak menjadi masalah bagi salah satu pasangan yang tengah menjalankan aksi kencan tengah malamnya. Changmin dan Kyuhyun. Keduanya kini tengah berada didalam mobil yang tengah melaju di jalanan kota Seoul yang lengang. Tanpa menghiraukan cuaca dingin yang serasa menusuk tulang, Changmin pun dengan senang hati menuruti permintaan Kyuhyun atas paksaan kencannya.

Beruntung aksi merajuk Kyuhyun dapat berakhir setelah berbagai macam penjelasan, bujukan dan rayuan Changmin lancarkan untuk membuat Kyuhyun percaya. Ia bahkan sampai meminta tolong pada Victoria untuk membantu menjelaskan pada Kyuhyun yang sialnya malah membuat Kyuhyun menuduh dan menganggap dirinya dan gadis tersebut begitu akrab.

Waktu kini bahkan telah menunjukkan pada angka 01.00 a.m. Namun hal tersebut sama sekali tak menjadi kendala bagi mereka. Semakin larut malah semakin bagus. Kemungkinan mereka akan menjadi pusat perhatian orang banyak atas status public figure pun mengecil.

Selain karena alasan tersebut, karena kendala jadwal Kyuhyun yang padat atas promosi album serta musikalnya pula yang membuat mereka baru bisa melakukan kencan ditengah malam seperti saat ini

Kali ini mereka berdua tengah menuju kearah salah satu rumah makan hot pot dipusat kota Seoul, Haidilao. Rumah makan tersebut merupakan salah satu cabang dari China. Dimana beberapa bulan yang lalu saat SMMTOWN Shanghai, pada tengah malam Kyuhyun pernah merengek padanya untuk makan di rumah makan favoritnya dengan ditemani Heechul yang menahan kantuk.

Changmin yang tengah mengemudikan mobil mereka, melirik kearah Kyuhyun yang duduk disisinya. Ia tersenyum sekilas mendapati sang kekasih yang tengah menyenandungkan lagunya sendiri, at Gwanghwamun , dengan sepenuh hati. Berapa kalipun ia mendengar suara Kyuhyun, ia tek pernah bosan akan suara indah miliknya.

Salah satu tangannya meraih tangan kanan Kyuhyun dan menggenggamnya lembut yang membuat maknae Super Junior itu sedikit terkejut.

“Ada apa minnie?”

Changmin tak menjawab. Ia kemudian mengecup punggung tangan Kyuhyun dengan lembut.

Saranghae.” Ucap Changmin lirih menyerupai bisikan. Tatapannya kembali fokus keraah jalan.

Kyuhyun mengerjapkan matanya cepat atas perlakuan Changmin yang tiba-tiba. Tak sampai lima detik kemudian, wajah Kyuhyun memerah karena malu. Beruntung cahaya dalam mobil yang temaram hingga dapat menyembunyikan rona merah tersebut.

Changmin bukannya tak menyadari perubahan Kyuhyun, ia sangat tahu jika kekasihnya pasti saat ini tengah merona malu. Namun ia lebih memilih fokus pada jalan dihadapannya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun.

Dan sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan pun, Kyuhyun sama sekali tak berkutik ditempat duduknya dengan rasa hangat yang berasal dari genggman tangan pria terkasihnya.

***

“Kau carilah meja terlebih dahulu, biar aku yang mengambil makanannya.” Pinta Changmin pada Kyuhyun ketika mereka telah sampai di rumah makan tujuan mereka.

Dengan patuh Kyuhyun pun menuruti permintaan Changmin.

Suasana kedai yang lengang membuat Kyuhyun tak perlu waktu lama untuk menemukan tempat yang strategis. Ia memilih tempat disalah satu sudut ruangan yang menurutnya memberi mereka, ia dan Changmin, sedikit privasi.

Ia sempat menunggu Changmin beberapa saat. Namun karena ia tidak sabar, ia pun memiih untuk menghampiri Changmin yang terlihat tengah meilih menu makanan.

“Minnie?”

Ia menarik ujung jaket Changmin yang membuat pria tinggi itu menoleh.

“Kemarilah.. kau mau memilih apa, hm?”

Kyuhyun pun memilih beberapa potong daging, telur dan beberapa jenis saus yang diletakkan pada nampan yang Changmin bawa. Ia sedikit heran dengan isi nampan tersebut yang berisi cukup banyak sayuran. Tetapi mengingat bagaimana keampuan makan pria yang telah menjadi kekasihnya beberapa tahun itupun membuatnya maklum.

*

“Kyu, say Aah~”

Kyuhyun memandang horor pada Changmin yang saat ini tengah menyodorkan sejumput sawi padanya. Ia yakin pria dihadapannya itu tahu jika ia sangat membenci makanan berjenis sayuran. Tapi kenapa tiba-tiba ia berniat menyuapi jenis makanan yang ia tidak ia sukai itu?
“Baby..”

“Kau tahu aku benci sayur kan, Minnie..” Tolak Kyuhyun menyerupai rengekan.

Changmin tersenyum manis, “Aku tahu. Tapi walau bagaimanapun, kau tetap tidak bisa mengabaikan manfaat dari sayur, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun tak perlu mempelajari ilmu kedokteran ataupun ahli gizi demi mengetahui manfaat dari sayur. Meskipun demikian, demi jumlah penggemarnya yang tak dapat dikatakan sedikit, ia sangat membenci SAYUR. Dan mendapati kekasihnya sendiri memaksanya untuk memakan jenis makanan yang ia benci membuat ia sedikit.. sedih?

“Hiks..”

Mata Changmin terbelalak kaget demi mendengar isakan yang tiba-tiba terdengar.

Babykyu?” Panggil Changmin panik, buru-buru ia mencampakan sayur yang beberapa saat lalu hendak disuapkan pada Kyuhyun, dan segera menghampiri pria berkulit pucat yang kini tengah berlinangan air mata itu dan memeluknya erat.

“Omo! Kyuhyunnie.. jangan menangis, baby. Maaf.. maafkan aku, ne?” Ia merengkuh tubuh Kyuhyun yang kini bersandar pada bahu lebar Changmin.

“Hiks..”

Babykyu..”

“Hiks.. aku tidak mau hiks.. makan sayur, Minnie. Hikss..”

Ne, ne. Uljimma. Maafkan aku, Kyu. Aku janji tidak akan pernah memaksamu makan sayuran itu lagi. Mianhe..” Panik Changmin menenangkan Kyuhyun dengan mengusap punggung pria yang lebih kecil darinya itu dengan sayang.

Karena reaksi paniknya tersebut, membuat ia tidak menyadari kekehan tanpa suara milik Kyuhyun yang sarat akan kemenangan terlihat dari balik bahu maknae TVXQ tersebut.

ChangKyu Dinner Date

END

Because I Love You

Title                 : Because I Love You

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff, Drabble.

Warn               : BL, Typo (es)

Written           by Macchiato94

Disclaimer       : Terinspirasi dari salah satu fanacc tentang Kyuhyun yang kurang sehat hari ini dan Changmin yang pergi ke Guangzhou dalam waktu yang bersamaan. Timeline disesuaikan dengan cerita. Jadi harap maklum kalo ada beberapa scene yang tidak sesuai dan terkesan mengada-ada.

“..besok pagi pukul delapan aku akan menjemputmu di dorm dan kita langsung menuju studio Mnet untuk pre-recording. Selanjutnya kau ada wawancara dengan salah satu majalah. Dan kau ada waktu luang sampai malam sebelum kita ke MBC untuk rekaman Radio Star. “

Rentetan suara tersebutlah yang terdengar mengisi keheningan didalam sebuah Van yang tengah melaju membelah kota Seoul siang itu

Minhyung, salah satu manajer Super Junior yang bertugas mengatur jadwal Kyuhyun memaparkan schedule untuk esok hari. Lelaki paruh baya itu menoleh kesamping demi tidak mendapati respon apapun dari Kyuhyun yang ternyata tengah fokus pada PSP ditangannya.

Ia baru saja akan menjitak kepala artis yang telah ia anggap sebagai adiknya itu ketika kemudian ia mendapati ponsel Kyuhyun yang berkelap-kelip. Tanda ada panggilan masuk.

“Kyuhyun-ah, sepertinya ada panggilan masuk diponselmu.” Ujar Minhyung memberitahukan.

“Eh?” Pria manis itupun mengalihkan perhatiannya dari benda yang tak dapat terpisahkan dari hidupnya itu. Ia pun meraih ponsel berwarna emas yang tergeletak disisinya.

Shim Chwang Calling

Senyumnya merekah ketika ia melihat nama yang tertera di iPhone-nya.

“Minnie~” Ucapnya riang. Ia merasa senang tiap kali ia mendapat telepon dari pria bernama Shim Changmin itu. Terlebih sudah beberapa jam ia berpisah dengan sang kekasih. Terhitung sejak tadi pagi ia pergi ke Guangzhou, China.

“Kyu.. kau sedang sibuk, baby?” Tanya Changmin dengan nada memastikan.

“Nng.. tidak juga. Sekarang aku sedang ada dimobil untuk menuju ke teater drama musikalku, Changmin-ah.” Jawab maknae Super Junior itu dengan jujur. “Kau sendiri sedang apa? Apa kau sudah sampai di Guangzhou?”

Ne. Aku baru saja check-in hotel dan langsung meneleponmu.” Jawab Changmin tenang. Sungguh. Baru beberapa jam saja ia berpisah dengan Kyuhyun-nya, ia kini telah merindukan makhluk manis dan imut tercintanya itu kembali.

Namun kali ini ada alasan lain mengapa ia begitu ingin segera menghubungi kekasihnya pasca ia menginjakan kaki dibumi China tempatnya berada saat ini.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Eh?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, “A..Aku baik-baik saja..”

Jawabnya dengan sedikit tergagap. Ia tidak menlyangka jika Changmin akan menanyakan hal tersebut tanpa tedeng aling. Setidaknya jawabannya tidak terlalu mengada-ada tentang kondisinya saat ini pada Changmin. Ia memang baik-baik saja selain suhu tubuhnya yang kini diatas normal dan tubuhnya yang terasa lelah luar biasa tentunya.

Changmin yang menanyakan keadaaan dirinya memanglah bukan suatu hal yang aneh, mengingat tiap kali mereka berkomunikasi pasti Changmin pun akan menanyakan kabar ataupun keadaannya. Namun ia sedikit heran dengan intonasi pria bertubuh tinggi itu yang terdengar datar dan terkesan menuduh.

“Aku tahu kau tidak jujur, Cho Kyuhyun.”

Sial! Kyuhyun merutuk dalam hati. Entahlah. Ia kadang heran pada Changmin yang seperti lie-detector karena selalu bisa mengetahui kapan ia berbohong atau tidak.

“….”

“Kyuhyun-ah.”

“…….”

“Shim Kyuhyun.”

“YA! Kau mau dipukul Aboji-ku karena mengganti namaku sembarangan, Shim Changmin?” Seru Kyuhyun terdengar kesal. Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri jika pria Cho itu pun merasa tersipu yang berimbas pada kedua pipi putihnya yang kini merona merah atas panggilan marga tersebut.

Sementara sang Manajer yang duduk disisinya hanya menggelengkan kepalanya maklum dengan tingkah laku artisnya yang sudah sering ia jumpai. Berpura-pura kesal ketika digoda oleh maknae TVXQ itu padahal sebenarnya senang juga.

“Justru aku akan dilarang bertemu denganmu jika calon menantunya ini melalaikan tugas untuk memantau keadaan putra kesayangannya, babykyu

“Terus saja meracau kau, Shim.”

“Hmm..”

“Hey, kau marah?” Tanyanya was-was. Walau bagaimanapun ia tetap merasa takut jika Changmin marah, meskipun lebih tepat disebut merajuk, padanya.

“…..”

Kyuhyun menghela nafas pelan menghadapi Changmin yang mulai melancarkan aksi diamnya. Tanda-tanda awal ketika ia mulai merajuk.

“Aku baik-baik saja, Changmin-ah. Memang aku merasa sedikit tidak enak badan karena kelelahan. Tapi setelah musikalku hari ini selesai, aku pasti akan istirahat. Lagipula Minsung Hyung sudah memberiku vitamin dan obat tadi pagi. Jadi berhentilah mengkhawatirkanku.” Papar Kyuhyun panjang-lebar memberi pengertian pada kekasihnya.

Ia tak menyangkal jika dirinya merasa tersentuh atas perhatian sang kekasih. Namun terkadang muncul rasa bersalah kalau-kalau ia menambah beban pikiran Changmin.

“Sesering apapun kau memintaku untuk tidak mengkhawatirkanmu, disaat itu pula aku akan semakin intens memantau keadaanmu, Baby.” Sahut Changmin dengan nada lembut.

Sungguh, seandainya ia berada di negeri yang sama dengan pria terkasihnya itu, ia pasti akan segera memeluknya dan memaksanya untuk beristirahat.

Melobi Manajer Super Junior untuk mengatur ulang jadwal Kyuhyun bukanlah perkara yang sulit baginya. Beberapa kali hal tersebut ia lakukan dan salah satu hasilnya, sebulan yang lalu ia pun berhasil ‘menculik’ Kyuhyun ke Pulau Jeju tepat setelah konser SuperShow Seoul berakhir meskipun tetap dengan pengawasan sang Manajer.

“Kenapa kau begitu perhatian padaku, Changmin-ah?” Pertanyaan retoris yang tak perlu jawaban. Karena ia sendiri pun mengetahui dengan jelas akan seperti apa jawaban Changmin atas pertanyaan yang baru saja ia lontarkan. Tentu saja…

“Karena aku mencintaimu. Karena kau adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan karena kau adalah Cho Kyuhyun-ku.” Jawab Changmin lugas dan penuh keyakinan.

Sontak saja kalimat-kalimat tersebut membuat Kyuhyun terkekeh geli sekaligus malu.

Gomawo..” Cicit Kyuhyun lirih.

Cheonma, Chagi..” Sahut Changmin dengan sumringah.

Ah, ia bahkan bisa membayangkan jika Kyuhyun-nya kini pasti tengah tersipu dengan kedua pipinya yang memerah dan membuatnya semakin imut.

“Omong-omong, bagaimana kau tahu keadaanku sedang kurang baik, Minnie?” Tanya Kyuhyun setelah ia tersadar kembali dari rasa malu-malunya.

“Tentu saja karena kau adalah belahan jiwaku, Kyuhyunnie..” Tukas Changmin cepat.

Kyuhyun memutar bola matanya jengah menanggapi kalimat kekasih yang berusia lebih muda beberapa hari darinya.

“Jawaban yang menggelikan, Shim Changmin.” Cibir Kyuhyun sinis yang membuahkan tawa dari lawan bicaranya.

Changmin terkekeh, “Hey, kau tidak percaya padaku, baby?”

“Aku tidak akan mempercayai jawaban tidak masuk akal seperti itu..”

Belum sempat Changmin menanggapi pernyataannya, lamat-lamat ia mendengar suara seseorang, yang ia yakini sebagai Yunho, memanggil nama kekasihnya.

“Yunho hyung?”

“Ne. Dia mengajakku rehearsal untuk acara nanti malam..” Jawab Changmin terdengar enggan. Padahal ia masih ingin berlama-lama mengobrol dengan Kyuhyun-nya.

“Kyu, Aku tutup dulu teleponnya, ne? Aku akan bersiap rehearsal dulu untuk nanti malam. Jaga dirimu baik-baik dan segera istirahat jika pekerjaanmu sudah selesai. Arra?” Ultimatum Changmin dengan nada tegas.

“Hhm. Lekaslah bersiap. Dan kuperingatkan padamu Shim, jangan karena kau jauh dariku kau berani mencoba-coba menebar pesona ataupun mendekati makhluk berjenis wanita disana. Saranghae..”

Kyuhyun pun segera memutus sambungan telepon tanpa mempedulikan gelak tawa Changmin yang terdengar dari line seberang.

 tumblr_m4xjxcfs6l1r00zjmo1_1280_mh1407468870177END

Sekedar coretan iseng belaka yang tiba-tiba muncul setelah baca fanacc kalau Kyuhyun hari ini lagi kurang sehat. Semoga lekas sembuh, Cho Kyuhyun 🙂

Dan sesudahnya aku minta maaf untuk para readers. Kalo sementara ini aku baru bisa update drabble dan belum bisa update Fanfict chapter yang lain *deepbow*. Salah satu kendalanya karena laptopku lagi rusak dan mungkin (semoga nggak) data-datanya pada hilang termasuk draft-draft FF 😦

Fading the Darkness – Chapter 3

Fading the darkness Changkyu Khunkyu

Tittle       : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star   : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair         : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre     : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate        : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos Vampire dan Dhampir yang berkembang dalam masyarakat. Serta berdasarkan kisah fantasi Twilight untuk penggunaan beberapa istilah dan kemampuan tokoh. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya.

Warning : Typo(es), Don’t Like = Don’t Read.

Preview

…Namun, sepersekian detik kemudian, gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya.

*

         Wajah itu tampak pucat. Semakin pucat dengan raut wajahnya yang sayu karena kelelahan. Meskipun dengan kondisi tubuh seperti itu, ia dapat menangkap sorot kebencian yang terpancar saat mata merah yang semakin meredup itu bertemu pandang dengannya.

Tanpa sadar, ia menurunkan tangannya yang pada awalnya tengah menghunuskan katana.Perlahan ia pun melangkahkan kakinya, mencoba mendekati makhluk immortal yang berada tak jauh dari hadapannya.

Aaarrghh!”

Changmin tersentak kala ia mendengar jeritan menggema, membelah kesunyian malam yang mencekam. Itu suara Dongwoon. Pendengarannya dapat menangkap sumber suara yang berasal dari arah barat hutan, tempat Dongwoon memilih untuk berpencar dalam perburuanmereka malamini.

Beberapa detik iabergemingditempatnya. Belum berniat menuju suara jeritan Dongwoon. Ia masih saja terpaku, memperhatikan sosok sejenis berkulit pucat tersebut yang tengah bangkit secara perlahan. Ia dapat melihat kontur wajah makhluk yang berjarak tak lebih dari 10 meter dihadapannya dengan jelas. Tak dapat dipungkiri jika ia sedikit terpukau pada makhluk tersebut. Terlebih ketika wajah itu tertimpa sinar bulan melalui celah pepohonan yang membuatnya bak sesosok muse. Sama sekali tak bercela.

“Aarrgh!”

Changmin mengepalkan tangannya demi mendengar jeritan penuh kesakitan itu terdengar kembali. Perasaan khawatirnya akan sang adik mengalahkan rasa egonya yang menginginkan untuk tetap memperhatikan Vampire dihadapannya. Dalam sekejap mata, ia pun segera melesat kearah barat berusaha menyelamatkan Dongwoon. Firasatnya mengatakan jika sesuatu yang buruk telah terjadi pada saudaranya itu.

Namun, sebelum langkahnya benar-benar menjauh, ia masih sempat menoleh ke belakang. Retinanya menangkap refleksi makhluk yang sesekali terbatuk dengan tubuh yang terlihat limbung dan nyaris terjatuh. Tubuh kurus itu menjadikan pohon di depannya sebagai alat bantunya untuk berdiri.

Keraguan kembali menyelimuti hatinya. Langkahnya seperti terasa enggan meninggalkan tempat tersebut. Nalurinya memerintahkan ia untuk berbalikdan kembali mendekati makhluk berkulit pucat tersebut. Namun akal sehatnya berkehendak lain yangberujung pada mengabaikan kata hatinya dengan memilih untuk menyelamatkan saudaranya.

***

        Meskipun gelap, namun kondisi tersebut sama sekali tidak menyulitkan Changmin untuk menemukan keberadaan Dongwoon. Insting dan ketajaman indera yang dimiliki bangsanya membuat ia mampu mempertahankan diri dan beradaptasi dalam keadaan apapun.

“Dongwoon-ah!”

Changmin memekik ketika menangkap sesosok tubuh yang tengah tergeletak dan menggeliat kasar ditanah. Ia menghampiri Dongwoon dan meraih tubuh sang adik ke pangkuannya.

“Dongwoon-ah!” Changmin menggoncangkan tubuh yang masih menggeliat tersebut. Ia memeriksa tangan Dongwoon dan menemukan luka bekas gigitan berwarna hitam tercetak jelas di pergelangan tangannya. Ia menggeram penuh amarah ketika mengetahui jika Dongwoon baru saja digigit oleh Vampire dan menyalurkan racun kedalam tubuhnya.

“Arrgh! Ha..aargh! Pa..nass! Arrgh!” Tubuh Dongwoon bergetar hebat kala ia merasakan panas menjalar ke seluruh persendian tubuhnya. Organ tubuhnya terasa terbakar bersamaan dengan racun yang mengalir dalam darahnya.

Changmin merogoh saku dibalik zirah yang ia kenakan untuk mencari penawar racun yang selalu ia bawa dalam perburuan. Dengan sedikit panik, ia membuka botol yang tak lebih besar dari ukuran ibu jari itu dan meminumkannya pada Dongwoon.

“Buka mulutmu!”

Meskipun dalam masa transisinya, Dongwoon masih dapat mendengar suara Changmin dan menuruti perintah hyung-nya itu. Dengan susah payah ia meneguk cairan penawar tersebut. Rasa panas yang ia rasakan berangsur menurun ketika penawar yang ia minum telah mengalir ditubuhnya.

Namun, selanjutnya ia mengerang tertahan ketika rasa sakit yang lain terasa mencekiknya hingga ia memuntahkan cairan pekat berwarna hitam dari mulutnya.Selepas itu, tubuhnya melemas laluberangsur-angsur ia mulaikehilangan kesadarannya secara total.

***

“Terima kasih, Nickhun.”

Seseorang yang dipanggil Nickhun itupun menolehkan perhatiannya pada seseorang lain yang tengah duduk di tepi tempat tidur.

Heika..” Gumam Nickhun tak mengerti dengan ucapan terima kasih sang raja muda yang baru saja ia ucapkan.

Yoochun, sang Heika, tak menghiraukan keheranan kensei-nya. Pandangannya masih saja terpaku pada sosok adiknya yang masih tak sadarkan diri di pembaringan. Tatapannya tampak kosong meskipun arah pandangnya jelas tertuju pada sang adik.

“Terima kasih untuk pengabdian dan kesetiaanmu selama ini pada kami.” Ucapnya lirih.

Ia tahu jika sekedar ucapan terima kasih pun tak mampu untuk membalas semua pengabdian dan jasa sang kensei pada keluarganya. Sudah lebih dari 3 abad pasca penyerangan Vampire Hunter dan Dhampire yang membuat Ayah dan kerajaannya tumbang.

Dulunya, Nickhun merupakan kensei dan salah satu orang kepercayaan Ayahnya yang mengabdi pada Cho Kingdom bahkan sejak ia masih menjadi Vampire hijau. Dimasa lalu, Nickhun hanyalah seorang manusia biasa yang menjadi bagian dari pasukan perang khusus sebuah militer dalam perang Balkan. Ia yang kala itu tengah sekarat karena tertembak pihak lawan, ‘diselamatkan’ oleh Cho Nam Gil yang seorang Vampire dimana pada saat itu bertugas sebagai dokter di barak militer.

Sebagai balas budinya, ia yang pada saat itu baru berusia 20 tahun pun memutuskan untuk patuh dan menghormati Nam Gil, sosok yang telah ia anggap sebagai Ayahnya sendiri.

Meski ratusan tahun telah berlalu, namun kesetiaannya sama sekali tak berkurang hingga saat ini pun ia masih tetap menjadi bagian dari keluarga Cho. Hingga kerajaannya kini telah tumbuh dan berkembang sebagai generasi baru penerus Cho Kingdom dimasa lalu.

“..dan juga untukmu yang telah menyelamatkan adikku untuk yang kesekian kalinya.”

Kejadian penyelamatan Kyuhyun beberapa saat lalu bukanlah untuk pertama kalinya bagi Nickhun. Dimasa lalu, dengan sifat pembangkang Kyuhyun,sang pangeran itu pernah memasuki area terlarang pada wilayah perjanjian antara bangsa Vampire dan Werewolf. Membuat Kyuhyun yang pada saat itu hanya seorang diri, kemudian diserang dan ditawan oleh kawanan manusia serigala yang hingga atas perintah Yoochun, Nickhun beserta pasukannya datang membebaskan Kyuhyun dan meminta maaf pada tetua kawanan Werewolf atas kelancangan sang Pangeran.

Dan beberapa saat lalu, Nickhun melakukan hal serupa meskipun dalam situasi yang berbeda. Vampire rupawan tersebut kembali menyelamatkan Kyuhyun. Ia yang pada awalnya membiarkan Kyuhyun melampiaskan emosinya dengan lari dari istana atas teguran Yoochun pun memilih untuk segera menyusulnya bersama Luhan. Ia merasakam sesuatu yang tidak baik akan terjadi pada pangeran yang ia cintai.

Kekhawatirannya pun berwujud nyata saat ia mencium aroma makhluk dengan percampuran darah Manusia dan Vampire terjangkau dari indera penciumannya yang tajam. Terlebih saat ia mendapati keadaan Kyuhyun yang seperti siap dimusnahkan oleh sang Dhampir.

Sebelum itu, Ia yang memang mengetahui jika terdapat lebih dari satu Dhampir disekitar mereka pun memerintahkan Luhan untuk menyerang dan mengecoh salah seorang Dhampir yang berada di area barat. Sementara ia sendiri kearah timur dimana ia dapat merasakan aroma Kyuhyun dan Dhampir yang sangat ia kenali menguar.

Ia nyaris saja menyerang makhluk tinggi yang ada dihadapan Kyuhyun yang terlihat kehabisan energi ketika ia mendengar jerit penuh kesakitan terdengar dari arah barat.

Ia tahu jika Luhan telah berhasil menyelesaikan tugasnya.

“Sudah kewajiban saya untuk mengabdi pada kerajaan serta menjaga Kyuhyun-sama, heika.” Ucapnya seraya menundukan kepala sebagai rasa hormat.

Yoochun bangkit berdiri dan menatap Nickhun. Ia tersenyum bangga pada pria yang secara teknis, usianya lebih muda beberapa tahun darinya.

“Kau memang selalu dapat diandalkan, Nickhun.” Ucap Yoochun memanggil nama asli sang Kensei. Nickhun yang semenjak beberapa saat lalu menunduk pun mulai mengangkat wajahnya dan memandang lawan bicaranya yang kini tengah tersenyum hangat padanya. Pria yang berdiri dihadapannya kini bukan bertindak sebagai seorang Raja yang mesti ia hormati, melainkan menjelma menjadi sosok seorang sahabat yang saling menopang satu sama lain.

Hyung..”

“Ah, mungkin lebih baik aku kembali ke kamarku. Kau pasti ingin menunggu dan menemani Kyuhyun hingga ia siuman, bukan?” Tanyanya seraya menepuk bahu Nickhun dan tersenyum ambigu yang membuat si lawan bicara merasa bingung.

Nickhun masih sibuk menerka maksud dari senyuman Yoochun hingga ia tidak menyadari pria tersebut berlalu meninggalkan dirinya yang masih berdiri mematung.

“Oh, Nickhun.” Yoochun memanggil Nickhun ketika ia telah berada diambang pintu kamar Kyuhyun.

“Ya, hyung?”

“Setelah Kyuhyun siuman, jangan lupa beritahukan pada seluruh penghuni kastil untuk mempersiapkan upacara penyambutan kedatangan King Kingdom besok.” Pintanya sebelum sosoknya perlahan mengabur dari pandangan Nickhun yang belum sempat menjawab perintah Yoochun.

Sepeninggal Yoochun, pria bertubuh atletis itupun menumbukkan pandangannya pada sosok Kyuhyun yang masih belum sadar. Ia kemudian mendudukkan dirinya di tepi ranjang tempat Yoochun duduk beberapa saat lalu. Mata tajamnya tak pernah lepas memandang wajah Kyuhyun. Menatapi kontur wajahnya yang rupawan yang membuat ia jatuh hati pada junjungan dan adik angkatnya sendiri.

*

“Ayaaahh~”

Rombongan pria berjubah hitam yang baru saja menginjakan kakinya dibalai kastil pun tersenyum ketika mereka dikejutkan dengan suara nyaring yang menyambut mereka. Tak terkecuali salah seorang pria yang berada paling depan dirombongan tersebut.

Pria tersebut pun segera menyongsong bocah kecil yang baru saja memanggil dan berlari kearahnya. Menggendong dan memeluknya dengan erat.

“Ayah kenapa lama sekali pulangnya?” Tanya bocah tersebut dengan mimik kesal yang terlihat sangat menggemaskan. Membuat Nam Gil, sang Ayah mencium pipi putranya dengan gemas.

“Maafkan Ayah. Ayah janji tidak akan meninggalkanmu lagi selama ini.” Nam Gil mencoba menjelaskan pada Kyuhyun, putra bungsunya. Bukan tanpa alasan ia harus rela meninggalkan keluarga dan kastilnya selama lebih dari 3 bulan. Waktu yang cukup lama baginya dan rombongannya habiskan hanya untuk sekedar ‘berburu’ dan melakukan pertemuan dengan King Kingdom.

“Kau merindukan Ayah, nak?” Nam Gil menatap wajah Kyuhyun lekat.

“Nng.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya, “tapi sayangnya aku lebih merindukan Nickhun hyung, Ayah.” Jawab Kyuhyun polos seraya melongokkan kepalanya dari sisi bahu sang Ayah untuk mencuri pandang kearah seseorang.

Pemuda yang baru saja disebut namanya oleh sang Pangeran pun mendongakan kepalanya. Tersenyum ketika arah pandangnya bertemu dengan Kyuhyun yang juga menatapnya.

Tak lama kemudian, Kyuhyun pun segera meronta turun dari gendongan sang Ayah dan berlari memeluk kedua kaki Nickhun yang jauh lebih tinggi darinya. Nickhun yang mendapat perlakuan tersebut terenyum dan mengangguk sekilas pada Nam Gil layaknya meminta izin yang dibalas hal serupa oleh Raja Cho tersebut sebelum ia berlalu masuk meninggalkan putra dan kensei-nya.

Nickhun pun berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Kyuhyun yang segera disambut dengan pelukan erat dari Vampire kecil dihadapannya.

“Aku merindukanmu, Hyung. Hehe..” Kekeh Kyuhyun seraya memeluk erat leher pemuda kepercayaan Ayahnya.

Hati Nickhun berdesir kala ia merasakan tubuh kecil Kyuhyun dalam dekapannya. Perasaan abstrak yang serupa tiap kali ia berdekatan ataupun melakukan kontak fisik dengan Kyuhyun. Terlebih ketika ia mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan sang Pangeran dengan kekehan polosnya.

“Saya juga merindukan anda, Kyuhyun-sama.” Jawab Nickhun membelai punggung Kyuhyun yang berada dalam rengkuhannya.

“Kau tahu, hyung?” Sontak Kyuhyun melepaskan diri dari pelukan Nickhun, “Selama kau pergi dengan Ayah, aku tidak memiliki teman disini. Yoochun hyung terlalu sibuk dengan pasukan berperangnya. Aku bermain sendiri, makan sendiri, belajar di perpustakaan sendiri dan latihan pun juga sendirian. Menyebalkan.” Ia merajuk dengan ekspresi sebal.

Nickhun berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Kyuhyun. Menahan diri untuk tidak mencium bibir tipis yang tengah mengerucut lucu dihadapannya. Ia tak menyangka jika kepergiannya selama ini membuat Kyuhyun merasa tak senang yang berakhir dengan rajukan putra bungsu sang Raja. Kebiasaannya yang selalu mendampingi kegiatan Kyuhyun sehari-hari lah yang membuat ia menjadi dekat dan ketergantungan padanya. Kesempatan yang sangat ia syukuri karena dengan kebiasaannya tersebut membuat ia selalu dekat dan merasa dibutuhkan oleh Kyuhyun.

“Maafkan saya, Kyuhyun-sama. Sebagai permintaan maaf, saya berjanji akan menuruti apapun permintaan anda.”

Manik mata Kyuhyun berkilat demi mendengar janji Nickhun yang terdengar sangat menguntungkan baginya, “Sungguh?” tanyanya meyakinkan yang dibalas anggukkan Nickhun.

“Karena kau seorang kensei yang kuat, berjanjilah padaku untuk selalu melindungi kami semua. Aku, Ayah, Yoochun hyung dan semua yang ada dalam Cho Kingdom.”

*

“Pergi dari hadapanku!”

“Kyuhyun-sama..”

“Pergi! Karena kaulah yang membawa kami pergi dari kerajaan sehingga aku dan Yoochun hyung tidak bisa membantu Ayah untuk berperang! Karena kau lah Ayah terbunuh oleh makhluk setengah Vampire yang menyerang kerajaanku!”

“….”

“Aku tak mau melihat wajah seorang pengkhianat sepertimu!”

 

***

    Changmin menggeliatkan tubuhnya guna merelaksasikan persendiannya. Duduk dan berdiam diri didepan komputer selama lebih dari 5 jam membuat tubuhnya terasa kaku. Jika bukan karena tesisnya yang terbengkalai selama ini, mungkin ia akan memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat letih.

Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat duduk. Menghela nafasnya sebelum ia memejamkan mata.

*

…Ia yang kala itu tengah berburu dengan Dongwon yang tengah berpencar dengannya tiba-tiba mencium sebuah aroma yang tak lagi asing baginya. Aroma tersebut adalah aroma yang sama dengan aroma yang ia temui di tepi sungai beberapa waktu lalu.

Menuruti instingnya, ia pun berlari. Melesat menuju arah aroma demi tidak ingin mangsanya lolos unuk yang kesekian kalinya. Dan seringaiannya muncul ketika ia melihat sesosok tubuh yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri.

Adrenalinnya terasa melonjak naik ketika mata bulatnya menangkap sesosok tubuh yang tergeletak diantara reruntuhan pohon. Salah satu tangannya telah menggenggam Katana peraknya yang bersiap menghunus si Vampire yang tergeletak.

Namun, sepersekian detik berikutnya, gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya yang ditimpa sinar bulan. Nafasnya tercekat. Darahnya terasa mengalir deras dengan dipompa oleh jantungnya yang berdetak keras.

Beberapa detik ia bergeming ditempat demi pandangan matanya yang bertemu dengan bola mata sewarna merah gelap itu. Bola mata yang seolah menariknya ke dimensi lain. Dimensi dimana ia melihat cahaya yang begitu terang. Cahaya yang menariknya dari kegelapan yang selama ini meligkupi diri dan kehidupannya.

*

Kelopak mata Changmin terbuka ketika ia merasakan bahunya disentuh pelan oleh seseorang.

“Aku pikir kau tertidur.”

Pria tinggi itu menggeleng pelan menanggapi pertanyaan seseorang yang kini berdiri disisinya.

“Bagaimana keadaan Dongwoon, hyung?”

Donghae membaringkan tubuhnya dipinggiran tempat tidur Changmin, “Dia masih tertidur. Kurasa dia masih lemas karena efek penawar yang kau berikan.”

Changmin menegakan posisi duduknya kembali tanpa berniat menanggapi jawaban pria yang lebih tua beberapa tahun darinya. Ia memilih menyibukan perhatiannya pada layar komputer yang tengah menampilkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

“Dasar ceroboh. Bagaimana bisa ia tak sadar saat silver bracelet-nya hilang? Tsk.” Donghae mendecih mengolok adiknya yang masih tertidur dikamarnya. Pasalnya, karena kecerobohannya yang tidak sadar saat ‘gelang pelindung’-nya hilang itulah nyawanya nyaris melayang. Beruntung Changmin segera datang dan memberikannya penawar.

Changmin masih saja terdiam beberapa saat sebelum ia memecah keheningan dengan memanggil Donghae.

Hyung..”

“Ya?”

“Apa yang kau rasakan saat kau bertemu dengan Eunhyuk hyung?”

“Apa?!” Doghae terkejut dengan pertanyaan aneh dari sahabatnya. Ia bahkan sampai terlonjak dan mendudukkan tubuhnya karena terkejut. Tidak biasanya ia menanyakan Eunhyuk, kekasihnya. Changmin bukanlah tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain. Terlebih yang menyangkut dengan kehidupan pribadi.

“Eunhyuk…Glad-mu.” Ucap Changmin memperjelas maksud pertanyaannya. Meskipun begitu, ia sama sekali tak mengubah posisi tubuhnya yang duduk membelakangi Donghae.

“Hey! Kenapa kau tiba-tiba bertanya hal itu Changmin-ah? Apa kau sudah bertemu dengan Glad-mu? Siapa dia? Apa dia seorang manusia seperti Eunhyuk? Atau makhluk seperti kita juga?” berondong Donghae yang langsung menghampiri Changmin dan duduk di sudut meja belajar.

“Kau hanya perlu menjawab satu pertanyaanku saja, hyung.” Changmin menjawab dengan menekankan intonasinya pada kata ‘satu’.

Donghae memutar bola matanya malas mendengar kalimat sarkatik tersebut.

“Tapi kau harus menjawab pertanyaanku tadi jika aku telah menjawab pertanyaanmu. Deal?”

“Hhm.”

‘Dinginnya..’ Donghae membatin. Namun tak urung ia pun menjawab pertanyaan Changmin tentang Glad.

“Aku bertemu Eunhyuk ketika aku mengantarkan Bibi Goo ke Rumah sakit untuk medical check up-nya. Saat itu aku berpapasan dengannya yang sedang mendorong kursi roda milik adiknya yang baru saja kecelakaan. Kau tahu? Ketika aku melihatnya, jantungku terasa berdetak sangat kencang..” Donghae meletakkan tangannya pada bagian dadanya, bersikap seolah tengah merasakan detakan jantungnya ketika ia bertemu sang Glad.

“..darahku terasa mengalir deras hingga membuat tubuhku terasa kebas seperti tak memijak bumi. Sorot matanya membuat jiwaku seperti tertarik dalam dimensi lain yang penuh dengan cahaya yang membuatku terasa enggan untuk kembali dalam kegelapan yang seolah menyendera kita selama ini. Dan yang terpenting ialah, muncul perasaan untuk memuja, melindungi, memiliki, dan memenjarakannya untuk diri kita sendiri..”

Donghae terus saja menceritakan apa yang ia rasakan ketika ia bertemu sang Glad tanpa memperhatikan jika kalimat-kalimatnya itu menimbulkan reaksi ekstrem bagi sang lawan bicara. Tubuh Changmin kini menegang dengan kedua tangannya yang mengepal erat. Mouse dalam genggaman tangannya kini bahkan telah remuk.

‘Perasaan itu..’

changmin beforeu go cap

To be Continue..

Long time no see..

Setelah sekian lama akhirnya bisa update sesuatu juga. Maaf untuk update-an yang superrr lama sampai menjamur T_T

 

Can You Hear My Heart? – Prologue

Prologue

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Jung Yunho, Lee Joon, Lee Yeon Hee.

Pair      : ChangKyu (MinKyu), YunKyu (Hint!), ChangHee (Hint!)

Genre : BL, Romance, Friendship, Hurt,  OOC, Typo (es)

Rate     : PG-13

Written by Maccihato94

Disclaimer : –

Summary : “Berpura-puralah kau mencintaiku hingga kau lupa bahwa kau tengah berpura-pura…”

 

Selamat pagi…

Bagaimana tidurmu semalam?

Aku tidak sabar melihat wajah manismu hari ini Kyuhyunnie.

 

Senyuman Kyuhyun tak dapat di sembunyikan manakala ia membaca pesan pertama yang ia buka pagi ini. Pesan manis yang selalu ia terima secara rutin beberapa bulan belakangan ini. Sebuah pesan yang selalu datang dari orang yang serupa tiap harinya.

Semburat merah pun kini tampak terlihat dari kedua belah pipi putihnya yang berwarna pucat.

Tok Tok Tok!

Kyuhyun kembali tersadar dari lamunan singkatnya kala pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

“Kyunnie, kau sudah bangun, chagi?” Suara lembut seorang wanita yang ia yakini sebagai eomanya terdengar dari balik pintu.

“Ne,eomma…setengah jam lagi Kyu akan turun…” Sahut namja manis tersebut tanpa bergerak dari posisinya yang saat ini masih terduduk di tepi tempat tidurnya.

Sudut matanya menangkap jam analog yang terletak disudut meja nakasnya telah menunjukkan angka 6:30 am. Dengan segera ia pun menggerakkan jari-jari panjangnya di layar smarthpone berwarna putihnya sebelum ia benar-benar beranjak dari tempat tidur. Meraih bathrobe yang tergantung di dinding dan masuk ke kamar mandi.

Selamat pagi juga…

Aku tidur dengan sangat nyenyak.

Sampai bertemu di kelas nanti Changminnie..

***

“Kyuhyunniiiiee…”

Kyuhyun yang tengah sibuk berkutat dengan sebuah PSP ditangannya, mengabaikan seruan seorang namja yang memanggil namanya dengan meriah. Sama sekali tidak merasa terganggu dengan seruan nyaring yang membuat beberapa teman dikelasnya itu berdecak kesal. Hingga ia merasakan seseorang merebut paksa benda kesayangannya itu dari tangannya.

“YAA! LEE CHANGSUN!”

Si pelaku perebutan PSP yang di panggil Lee Changsun atau lebih akrab di sapa Lee Joon tersebut hanya tersenyum kaku ketika ia mendapat tatapan nyalang dari sahabatnya itu. Meskipun wajah Kyuhyun ia akui sangat manis, tapi tidak bisa dipungkiri ketika mata besar itu melotot dengan tatapan membunuh miliknya tetap saja terlihat sangat menakutkan.

“Ya! Kau menatapku seperti itu seolah-olah kau ingin memakanku yang tampan ini, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun mendecih mendengar ucapan namja yang duduk di sisinya itu, “Kalau saja aku bisa, aku ingin sekali membuangmu ke dasar neraka saja, Lee Changsun.”

“Ya..ya. Dan dengan senang hati aku akan membawamu bersamaku membusuk di dasar neraka, EvilKyu.” Balas Joon sarkatis.

Bersilat lidah dengan Kyuhyun memang tidak bisa menggunakan kata-kata yang baik. Karena jika sampai itu terjadi, itu sama saja membuat Kyuhyun merasa bangga dengan kemenangan telaknya.

Namun beberapa saat kemudian senyuman sok manis –dimata Kyu- muncul dari bibir Lee Joon. Kyuhyun yang melihat hal tersebut menghela nafasnya. Ia sudah hafal dengan gelagat teman semasa kecilnya itu. Dengan senyuman seperti itu, jika bukan untuk menggodanya, dia pasti akan menceritakan tentang pacar barunya.

“Aku tidak mau mendengarnya.” Acuh Kyuhyun dengan kembali menyibukan diri dengan PSP yang baru saja ditelantarkan oleh Joon dimejanya. Namun belum sempat Kyu memainkan geme-nya kembali, tangan lincah Joon langsung merebut kembali benda hitam tersebut dari tangan Kyuhyun.

“YA!”

“Ayolah, Kyuhyunnie ini—“

“Sekali lagi aku mendengar panggilan itu dari mulutmu, aku patahkan lehermu.” Desis Kyuhyun mengintimidasi yang sayangnya sama sekali tidak membuat Joon takut.

Joon membeku sejenak mendengar ancaman sahabatnya yang terdengar bak seorang psikopat. Namun sedetik kemudian ekspresinya tergantikan dengan seringaian yang sama sekali tak diindahkan oleh Kyuhyun.

“Benarkah? Kalau begitu, kenapa kau tidak pernah berniat mematahkan leher ketua kelas kita itu? Siapa namanya?” Joon mengelus dagunya tampak berpikir, “ Aaa…Shim Changmin?” tanya Joon antusias yang membuat kedua mata Kyuhyun mendelik padanya.

Joon terkekeh. Pasalnya ia tahu tiap kali Changmin memanggil sahabatnya –melalui pesan yang dikirimkan tentunya- itu pasti ia akan memanggilnya dengan sebutan ‘Kyuhyunnie’.

Bukannya takut, namun kali ini namja humoris tersebut tertawa terbahak melihat reaksi Kyuhyun. Huh! Sebegitu berpengaruh kah sosok Shim Changmin bagi sahabatnya ini? Herannya tak habis pikir.

Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Takut-takut jika ada seseorang yang mendengar apa yang baru saja diucapkan namja bermulut besar dihadapannya itu.

Dan ia sangat bersyukur dalam hati ketika ia tidak mendapati sosok namja super tinggi yang menjabat sebagai ketua kelasnya ternyata belum terlihat diruangan kelas yang saat ini ia tempati. Apa ia belum berangkat? Saat ini bahkan hanya kurang 10 menit dari waktu jam pelajaran pertama dimulai, tapi kenapa ia belum datang? Batinnya mulai risau.

Perhatian Kyu terinterupsi dengan tindakan Joon yang menyodorkan ponselnya didepan matanya.

“Imut, kan?” Tanya Joon dengan nada bangga yang sangat kentara. Kyu mengerjapkan matanya cepat. Memperhatikan sebuah foto seorang namja yang terlihat dilayar ponsel Joon. “Namanya Onew.”

“Imut. Tapi ngomong-ngomong, dia namjachingu-mu yang ke berapa?” Tanya Kyu sarkatis.

“YA! Meskipun dia bukan yang pertama, Onew akan menjadi yang terakhir untukku.” Bantah Joon membela diri.

Kyuhyun mendecih, “bukankah kau juga mengatakan hal yang sama ketika kau mengenalkan Yeon Seo-ssi padaku minggu lalu?”

Joon serasa tertohok mendengar ucapan Kyuhyun.

Ya, kalau sudah begini, salahkan saja label player yang  telah melekat pada dirinya. Bergonta-ganti kekasih setiap minggu seolah telah menjadi rutinitasnya. Bahkan tak segan ia akan mengencani dua namja ataupun yeoja sekaligus dalam satu minggu yang kemudian dengan seenak hati akan ia putuskan setelah ia merasa bosan.

“Pokoknya kali ini berbeda. Jinki kan namja yang imut, pengertian, dewasa…” Rentet Joon yang sama sekali tidak diperhatikan lagi oleh Kyuhyun ketika matanya menangkap sosok namja yang baru saja memasuki ruang kelas.

Ia menundukkan wajahnya, berusaha menghindari kontak mata langsung dengan sosok tersebut yang baru saja menyunggingkan senyum padanya. Jantungnya kini berdegup sangat kencang. Hal yang serupa tiap kali ia melihat dan menyadari keberadaan sosok tersebut dari penglihatannya.

“…sempurna.“

“Selamat pagi, Joon-ssi..” Lee Joon yang masih sibuk dengan pendeskripsian kekasih barunya itu mendongak demi mendengar sapaan yang berasal dari namja tinggi yang kini ada dihadapannya, “Selamat pagi Kyuhyun-ssi…”

“Pa…pagi Changmin-ssi…”  Balas Kyu gugup.

Karakter aslinya yang terkenal bermulut pedas dengan segala keusilannya itu sama sekali tidak tampak saat ini. Yang ada hanya gerak-geriknya yang tampak gugup dan salah tingkah. Tidak lupa dengan wajahnya yang kini sedikit memerah.

Changmin, namja tadi hanya tersenyum sekilas yang kemudian beranjak pergi menuju tempat duduknya yang berada beberapa baris dibelakang tempat duduk Joon-Kyu.

“Tcih! Dia bertingkah seolah-olah kau adalah orang asing baginya, Kyu.” Joon mendecih tanpa mengalihkan perhatiannya pada teman sekelasnya itu, “Jadi hanya sebatas itu keberaniannya mendekatimu?” Tanya Joon dengan nada sinis.

Kyuhyun refleks menginjak kaki sahabatnya itu yang langsung memekik dan sama sekali tidak dipedulikan olehnya.

Namun tidak bisa ia pungkiri jika kalimat yang dilontarkan Joon membuat ia berpikir kembali tentang sikap Changmin padanya.

‘Dia bertingkah seolah-olah kau adalah orang asing baginya, Kyu…’

***

BbN38JeCQAILphr.jpg large 

You Belong to Me

Title     : You Belong to Me

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Pair      : ChangKyu (MinKyu)

Rate     : T+

Genre : BL, Romance, Drabble, Fluff.

Warning : OOC, Typo (s)

Disclaimer : Hanya sebuah cerita fiktif yang terinspirasi dari twit-an Kyuhyun tentang SMROOKIES beberapa waktu lalu 🙂

Suara-suara jeritan terdengar dari dalam salah satu ruangan yang terdapat di apartemen mewah bernomor  1123. Jeritan-jeritan tersebut tidak lain berasal dari laptop yang berada dihadapan Shim Changmin. Member termuda DBSK itu kini tengah  melihat sebuah  fancam  special stagenya dengan Kyuhyun di SMTOWN Tokyo, Ichigo.

Ia sesekali terbahak melihat video tersebut. Video yang membuat hampir seluruh penonton di Tokyo Dome kala itu menjerit  histeris. Topi strawberry jumbo di lengkapi dengan setelan tuxedo dan kaca mata hitam.  Mereka terlihat sangat konyol dengan kostum tersebut. Terlebih ketika mereka menari secara hiper aktif.

Jika bukan karena Kyuhyun, ia takkan pernah sudi memakai topi strawberry itu dan bertingkah konyol yang sama sekali tidak cocok dengan image cool yang melekat padanya selama ini.

‘Ayolah Minnie… Menyanyikan lagu Ichigo tanpa memakai sesuatu yang berbau strawberry akan terasa kurang.’ Bujuk Kyuhyun kala itu saat mereka tengah rehearsal.

            ‘Aku tidak mau.’ Tolaknya keras.

            ‘Minnie~’

            ‘Tidak.’

            ‘Demi Cassieopeia, Bigeast dan ELF..’ Kyuhyun masih belum menyerah membujuk namjachingunya yang keras kepala itu.

            ‘….’ Changmin terdiam.

            ‘Demi aku. Please…’ Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya dengan pose memohon. Tak lupa ia juga mengeluarkan tatapan puppy eyes miliknya yang ia tahu akan membuat Changmin luluh.

Changmin berpikir sejenak sebelum kemudian ia menghel nafas. Merasa kalah.

Dan kini ia sama sekali tidak menyesali kejadian tersebut. Bagaiamana ia akan menyesal jika kala itu ia disuguhi sosok Kyuhyun yang yang terlihat sangat imut mengenakan topi strawberry tersebut.

Setelah puas menonton video, ia pun iseng membuka salah satu portal berita industri musik dalam negeri.

SMROOKIES?”

Ia kemudian membuka berita yang menjadi headline news pagi ini. Ia belum tahu jika SM Ent. akan mendebutkan grup baru. Dan atensinya seketika langsung tertuju pada gambar satu-satunya member wanita dari grup calon hoobaenya itu.

“Seul Gi?”

Ia  ingat nama tersebut. Dia adalah satu dari sekian banyak gadis yang pernah disebut namanya oleh Kyuhyun dan membuatnya cemburu. Apalagi fakta bahwa Kyuhyun-NYA secara terang-terangan mengaku menyukai gadis tersebut. Serta mengirimkan pesan video khusus  yang ditayangkan di TV Nasional.

Hal yang sama sekali tidak pernah Kyuhyun lakukan untuk dirinya yang berposisi sebagai namjachingunya. Sigh!

Dan dahinya seketika mengernyit ketika ia membaca salah satu komentar dari netizen dalam artikel tersebut.

‘Kyuhyun’s girl’

‘She is the girl that kyuhyun mentioned in radio star right?’

‘Kang  Seul  Gi? I love her voice. Kyu-Gi  jjang! (Kyuhyun – Seul Gi) haha. I agree if oppa with Seul Gi :D’

What the Heck?!

Kyuhyun’s girl?!

“Minnie-“

Kyuhyun yang baru saja selesai mandi menghampiri Changmin yang tengah duduk tenang di atas tempat tidur. Ia pun mendudukkan dirinya di sisi evil magnae milik DBSK itu.

“Kau sudah membaca berita hari ini?” Tanya Changmin langsung.

Kyuhyun mengerjapkan matanya bingung, “Berita apa?”

Karena penasaran ia pun semakin mendekat pada Changmin dan mendorong sedikit layar laptop di hadapan kekasihnya.

“Wooa, akau tidak menyangka jika Seul Gi-ah akan debut secepat ini?” Ucap Kyuhyun terdengar antusias yang semakin membuat aura gelap menguar dari jiwa sang Lord VoldeMin.

Changmin mendelik, “Kau terlihat bahagia sekali membacanya, Cho Kyuhyun.” Pujinya yang terdengar sarkatik yang sama sekali tidak diindahkan oleh Kyuhyun.

Namja berkulit pucat itu terlalu antusias melihat salah satu trainee hoobae favoritnya itu akan segera debut.  Senyuman lebar tampak muncul dari bibir plump miliknya. Namun beberap detik kemudian senyuman itu hilang.Digantikan sebuah kerutan di dahinya dengan matanya yang menyipit. Memastikan apa yang ia baca tidak salah.

Feeling-nya tiba-tiba merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk. Dengan takut-takut ia mengalihkan perhatiannya pada Changmin yang menatapnya intens.

“Chang…Changminnie…” Panggilnya takut-takut melihat tatapan Changmin yang mengintimidasi.

“Mengatakan kau menyukainya, mengiriminya pesan video khusus untuknya. Dan kini? “ Changmin berucap dengan nada datar yang entah kenapa membuat Kyuhyun takut, “…orang-orang telah menganggap jika ia adalah gadismu.”

“…”

“Apa hukuman dariku waktu itu masih belum cukup untukmu, Kyuhyunnie?”

Kyuhyun membelalakan matanya mendengar kalimat Changmin. Terlebih saat mendengar kata hukuman.

Refleks ia menggeleng kepalanya keras. Ia bahkan masih belum melupakan kejadian dimana selama semalam penuh ia menjerit dan memohon pada sang seme untuk berhenti menggagahinya. Dan jangan lupakan jika pasca kejadian tersebut selama tiga hari berikutnya ia sama sekali tidak bisa berjalan. Membuatnya harus berdiam diri diatas tempat tidur dan tidak bisa memenuhi schedule-nya.

Changmin menyeringai. Tangannya segera saja membelai pipi tembam Kyuhyun yang kini mulai panik.

“Jika kau merasa belum cukup.Dengan senang hati aku akan menambah hukuman itu lagi untukmu, chagiya…” Bisik Changmin dengan suara redahnya tepat di telinga Kyuhyun.

“Minnie, a…aku akan menuruti apapun permintaanmu. Asalkan..nnghh…kau tidak menghukumku dengan cara seperti itu…” Pinta Kyuhyun dengan suara bergetar dan menahan desahannya.

Changmin yang mendengar suara desahan tertahan Kyuhyun semakin gencar menggodanya. Kini bahkan ia mulai menjilati telinga Kyu dengan bibirnya yang perlahan turun menyelusuri rahang dan leher sang kekasih.

“Nngh, Minniieh…”

“Tapi sayang sekali, Hyunnie. Saat ini yang ingin aku lakukan  hanyalah membuatmu mengingat siapa kau sebenarnya.” Changmin mengusap lembut punggung Kyuhyun, “Kau adalah milikku,milik Shim Changmin.”

***

“Kyu..”

“Mmmh..” Gumam Kyuhyun. Tubuhnya yang terasa lelah membuatnya enggan melakukan sesuatu. Bahkan berbicara sekalipun.

Changmin sedikit menaikkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya pada punggung Kyu yang terbuka.

“Aku ingin kau mengatakan pada semua orang  jika artikel itu tidak benar.”

“Aku lelah, Minnie…” Keluh Kyuhyun menolak permintaan Changmin.

“Hhhm, kalau begitu biarkan aku yang  melakukannya.”

SRAK!

“Andwe!” Tolak Kyuhyun keras yang seketika langsung bangkit dari posisi tengkurapnya di tempat tidur.

So?” Tanya Changmin menggantung. Sungguh ekspresi namja Shim tersebut kali ini terlihat sangat menyebalkan dimata Kyuhyun.

Tanpa banyak kata, ia pun meraih smartphone-nya untuk mengetikkan sesuatu. Changmin sendiri masih tetap terdiam dengan mengamati gerak-gerik kekasih imutnya.

Kyuhyun menyerahkan smartphone-nya pada Changmin. Setelahnya ia menjatuhkan tubuhnya kembali di tempat tidur.

@GaemGyu : Sigh… You made me log into twitter.. The news article titles.. it isn’t rightㅜㅜ She’s not something like ‘my girl’.. I’m just an average sunbae that wishes they will do well! Anyways SM ROOKIES? Seulgi, Jeno, Taeyong. I hope you become a romance of not one, but all. Warm ending kk

Changmin tersenyum lebar. Melemparkan ponsel pintar tersebut pada bantal dan segera menyusul Kyuhyun-NYA kealam mimpi dengan senyum kepuasan terpatri di bibir seksinya.

“You belong to me, Shim Kyuhyun.”

Changkyu seulgi

Note : FF ini sebelumnya sudah pernah aku publish di grup MinKyu di FB tepat saat Kyu update twitter tentang SMROOKIES. Jadi mianhe kalo publish disini timingnya telat banget ya..:)

Verry Merry Christsmas 🙂

Fading the Darkness – Chapter 2

The Revenge Poster t

Tittle : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos Vampire dan Dhampire yang berkembang dalam masyarakat. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya yang terbatas.

Warning : Don’t Like = Don’t Read.

 

“Luhan…”

“Tidak.”

“Xi Luhan..”

“Tetap tidak.”

“Apa perlu aku berlutut di hadapanmu agar kau mau membantuku?” Pinta Kyuhyun dengan nada memelas. Mendengar ucapan Kyuhyun tentu saja membuat Luhan mendelik. Bagaimana mungkin ia akan membiarkan pangeran sekaligus sahabatnya itu untuk berlutut di hadapannya?

“Lu—“

“Kau pangeran, Cho Kyuhyun.” Sahut Luhan jengah. Ia lelah menghadapi sahabatnya yang merengek seperti ini.

Tanpa di ketahui olehnya, seringai licik Kyuhyun tampak muncul di bibirnya.

“Justru karena aku seorang pangeran di sini, sudah sepantasnya kau menuruti apapun permintaanku.” Intonasi Kyuhyun berubah mengintimidasi. Betapa cerdiknya ia memanfaatkan kedudukannya untuk mendesak sahabatnya itu

“Aku akan menuruti apapun permintaan dan perintahmu, Cho Kyuhyun. Tapi tidak dengan yang satu ini. Ini terlalu berresiko.” Jelas Luhan masih mencoba menolak permintaan Kyuhyun yang berdiri di hadapannya.

Ia memang tak membual perihal ucapannya. Posisinya yang sebagai Slave memang sudah sepantasnya untuk mengabdi dan melayani Cho Kingdom. Terlebih di masa lalu ia pun berhutang budi pada Kingdom tersebut.

Dulunya ia hanyalah seorang Alter. Seorang Vampire bertuan yang telah kehilangan Masternya, Sehun. Ia yang kala itu tengah kehilangan arah karena sang master terbunuh oleh Dhampire. Mencoba kabur dari kejaran si pemburu yang terus saja mengejarnya. Ia yang masih anak-anak dengan kondisi fisiknya yang lemah karena kekurangan energi, nyaris saja terkena tebasan katana perak milik Dhampire jika saja ia tidak di selamatkan oleh makhluk sejenisnya yang tidak lain adalah Yoochun. Dimana pada saat itu Cho Kingdom tengah melakukan perjalanan mencari tempat tinggal baru pasca penyerangan kerajaannya.

“Kau hanya perlu menjaga pintu selagi aku masuk dan mengambilnya.” Seru Kyuhyun mulai habis kesabaran. “Aku hanya ingin mempermudah keinginanku untuk memburu Dhampire yang telah membunuh Ayahku.”

*

         Luhan mengangguk setelah memastikan keadaan kastil yang sepi. Yoochun dan Nickhun tengah berada di ruangan khusus milik Yoochun. Membicarakan sesuatu yang tak ia ketahui. Kyuhyun yang mengerti isyarat yang diberikan sahabatnya, perlahan membuka pintu menuju ruangan khusus penyimpanan serum. Ruangan yang selalu di jaga ketat hingga tak seorang pun di perbolehkan masuk kecuali Nickhun dan Yoochun.

Oleh sebab itulah, Luhan menolak rengekan Kyuhyun yang meminta bantuannya untuk melancarkan aksinya. Terlebih setelah mengetahui tujuan Kyuhyun yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Kyuhyun berniat mengambil Kessei Taiyo. Sebuah serum yang membuat seorang Vampire mampu bertahan di bawah sinar matahari. Bahkan mampu menghilangkan aroma tubuh seorang Vampire dan membuat mereka mampu beraktifitas layaknya manusia biasa.

Krieeett…

Kyuhyun sedikit berjengit ketika mendengar derit pintu yang terbuka. Ia terpaku sejenak mengamati ruangan yang penuh dengan berbagai cairan yang tak ia kenal. Yang ia ketahui hanyalah terdapat darah dalam ruangan tempatnya berada. Namun, Ia mengabaikan rasa panas yag membakar kerongkongannya kala ia mencium aroma darah yang menguar memenuhi ruangan. Tujuan utamanya kali ini adalah untuk mengambil serum yang akan membuatnya layaknya manusia biasa.

Dengan cekatan ia segera mencari serum incarannya diantara ratusan botol-botol kaca yang tersusun rapi di sebuah lemari besar. Satu persatu botol ia perhatikan setiap labelnya, namun apa yang ia cari tak kunjung ia temukan.

Sementara Luhan yang tengah menjaga pintu sesekali melongok kedalam ruangan. Memastikan apakah Kyuhyun sudah menemukan yang ia cari. Karena tidak sabar, akhirnya ia ikut masuk kedalam ruangan penyimpanan dengan sebelumnya memastikan keadaan yang kondusif.

“Kau belum menemukannya juga?”

“Terlalu banyak cairan aneh disini.” Sahut Kyuhyun masih dengan kesibukannya yang tengah meneliti dan membaca tulisan kanji yang tertera ditiap botol.

“Apa Yoochun-sama menyembunyikannya ditempat lain?” Luhan mencoba menebak-nebak.

“Tidak mungkin.” Kyuhyun nyaris saja menutup kembali pintu lemari yang ia pegang ketika matanya menangkap sebuah kotak kecil di sudut lemari kaca itu.

Dengan perlahan ia mengambil kotak persegi usang tersebut dan meletakannya di meja. Luhan yang penasaran pun mendekati Kyuhyun. Mereka saling berpandangan mencoba meyakinkan. Perlahan, Kyuhyun membuka kotak usang tersebut. Terdapat sebuah botol berukuran sedang berisi cairan berwrana merah.

Kessei Taiyo’

“Apa yang kalian lakukan?”

*

“Changmin oppa.”

Langkah Changmin terhenti di ujung koridor ruang Seni ketika mereka mendengar sebuah suara lembut memanggil namanya. Si pemilik suara yang tidak lain adalah seorang yeoja itu kini berlari kecil menghampiri Changmin dan berdiri dihadapan lelaki tinggi tersebut.

“Ada apa Yeon Hee-ssi?” Tanya Changmin berusaha seramah mungkin meskipun pada akhirnya nada datar tanpa intonasi yang terdengar dari ucapannya itu.

Sementara sang gadis bernama Yeon Hee itu menundukkan kepalanya gugup. Terlebih mendengar nada bicara Changmin yang jauh dari kesan bersahabat.

“Ng, apa Oppa sekarang senggang?” Yeon Hee memberanikan diri bertanya meskipun kini suaranya terdengar seperti sebuah cicitan.

Berhadapan langsung dengan seorang The Great Prince Shim Changmin, sang idola kampus membuatnya gugup setengah mati. Padahal bukan kali ini saja ia mengobrol dengan namja tampan dan jenius tersebut. Namun tetap saja sikap gugupnya tak pernah hilang.

“Ada apa?” Kembali ucapan tanpa intonasi itu terdengar.

Yeon hee sendiri berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk tetap berdiri di hadapan Changmin. “Mmm…maukah Oppa pergi bersamaku?”

Changmin menaikkan sebelah alisnya bingung, “Maksudmu berkencan?” tembaknya langsung tanpa tedeng aling.

“Eh?” Yeon Hee refleks mendongak. Dan seketika wajahnya memerah langsung mendapati manik bulat milik lelaki yang ia sukai itu menatap lekat kearahnya.

Oh, bukan rahasia umum lagi jika dia, yang termasuk dalam jajaran yeoja tercantik di Shinki Academy, menyukai Shim Changmin. Lagi pula siapa yang tidak akan menyukai pria tersebut?

Seorang mahasiswa Seni yang terkenal dengan wajah tampannya. Terlebih dengan otaknya yang memiliki klasifikasi IQ superior. Terkecuali sifat dinginnya yang cenderung acuh itu yang anehnya justru membuatnya tampak keren bagi orang lain.

“Mianhe, hari ini aku sibuk. Mungkin kau bisa mengajak pria lain untuk berkencan denganmu.”

Dan Changmin pun langsung berlalu. Meninggalkan Yeon Hee yang mematung di tempat dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

Tak tahukah jika kata-katamu terdengar sangat kejam, Shim Changmin?

*

“Kulihat di koridor tadi kau mengobrol dengan Lee Yeon Hee, Changmin-ah?”

Donghae membuka percakapan ketika mereka bertiga, ia, Changmin dan Dongwon mendudukan diri di salah satu kursi di kantin.

“Apa dia mengajakmu kencan, hyung?” Tanya Dongwon antusias. Pertanyaan serupa yang selalu ia lontarkan ketika ia mengetahui jika ada seorang yeoja mengobrol dengan sahabat yang telah ia anggap sebagai hyung kandungnya sendiri.

“Kami hanya tak sengaja berpapasan.” Jawab Changmin acuh dengan menyuapkan sebuah onigiri kedalam mulutnya.

“Benarkah? Tapi yang kulihat tadi Yeon Hee mengejar dan berbicara denganmu. Apa itu yang kau sebut dengan berpapasan, Shim Changmin?” desak namja berrambut pirang itu dengan gigih.

Dongwoon hanya terkekeh melihat hyungnya yang belum menyerah mendengar jawaban Changmin. Bukan sekali ini Changmin menolak ajakan kencan dari gadis ataupun mahasiswi lain. Sudah tak terhitung lagi ia dan Donghae menasehati Changmin untuk sesekali menikmati ‘kehidupan normalnya’ dengan berkencan misalnya. Namun jawaban Changmin sama sekali tidak berubah.

Aku lebih memilih untuk menghabisi puluhan Vampire daripada harus berkencan dengan gadis merepotkan seperti mereka.’

“Sepertinya aku akan berburu malam ini.” Tukas Changmin mengalihkan topik pembicaraan.

“Aku ikut!” Sahut Dongwoon antusias, “Sudah lama aku tidak menemukan permainan baru. Bagaimana denganmu, Hae hyung?”

“Aku tidak bisa ikut. Aku sudah berjnji akan membantu Hyukkie untuk menjaga caffe malam ini.” Ucap Donghae. Meskipun mereka seorang Dhampire, namun tidak dapat dipungkiri jika mereka memiliki kehidupan normal layaknya manusia pada umumnya. Makan, minum, bersekolah bahkan bekerja pun dapat mereka lakukan.

Changmin mengangguk pelan menanggapi ucapan Donghae, “Kuharap malam ini kita beruntung, Dongwon-ah.”

*

       Aura ketegangan tampak menyelimuti salah satu ruangan di kastil milik Cho Kingdom. Tepatnya di sebuah ruangan yang kini terdapat dua bersaudara. Mereka saling melancarkan pandangan membunuh satu sama lain.

“Perbuatanmu kali ini sudah di luar batas, Kyu.” Yoochun memperingatkan Adiknya yang kini tengah berdiri dihadapannya.

Beberapa saat lalu ia mendapat laporan dari Nickhun. Dimana sang Kensei telah memergoki Kyuhyun dan Luhan tengah berada di ruang penyimpanan serum. Dan yang membuat Yoochun murka adalah ketika ia mengetahui motif Kyuhyun mencuri serum Kessei Taiyo.

Nickhun, yang kala itu telah berdiskusi tentang kedatangan Kingdom lain yang akan singgah di wilayah mereka dengan Yoochun, menghampiri ruangan penyimpanan serum yang terbuka dan mendapati Kyuhyun dan Luhan di dalam.

“Aku hanya ingin mencoba kehidupan normal seperti manusia.” Kyuhyun berusaha membela diri.

“Dan membiarkanmu terbunuh kapan saja oleh Dhampire? Tidak.”

“Tapi aku bukan anak kecil lagi, hyung!” Sahut Kyuhyun tak mau kalah, “Aku hanya ingin membalaskan dendamku pada seseorang yang telah membunuh Ayah. Tidakkah kau juga berniat untuk menuntut balas akan kematian Ayah, hyung?”

Yoochun terdiam. Sesungguhnya ia juga memiliki hasrat yang sama dengan sang adik. Namun posisinya sebagai raja atau pemimpin Kingdom membuatnya menahan diri untuk tidak berbuat gegabah dan menuntutnya bersikap lebih bijak. Terlebih menurutnya membalas dendam pun akan sia-sia. Ayahnya tidak akan hidup lagi meskipun ia membunuh pelaku yang membunuh Ayahnya.

Namun pemikiran tersebut tidak berlaku bagi Kyuhyun. Adiknya seperti terobsesi untuk membunuh siapapun yang telah memusnahkan sang Ayah.

“Sampai kapanpun hyung tidak akan membiarkanmu keluar dari batas aman wilayah kita. Mengertilah, Kyu.” Suara Yoochun mulai melirih.

Selama ini ia bersikap protektif terhadap adiknya tidak lain karena ia tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Adik sekaligus keluarga satu-satunya yang ia miliki. Ia tidak ingin kejadian Ayahnya yang terbunuh di masa lalu terulang kembali menimpa Kyuhyun.

Dan permintaan Kyuhyun yang meminta izinnya untuk membaur dengan manusia tidak akan pernah ia kabulkan.

“Kuharap mulai saat ini kau berhenti berbuat semaumu, Kyu. Karena aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu. Terlebih tak lama lagi Kim Kingdom akan segera datang ke wilayah kita.“

Yoochun mengultimatum. Dan demi mendengar nama Kim Kingdom disebut, tubuh Kyuhyun sedikit menegang.

“Keluar dari sini dan lupakan keinginan konyolmu itu.” Pungkas Yoochun berbalik meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung di tempatnya berdiri.

*

        Changmin dan Dongwoon kini tengah berlari membelah hutan. Mencoba mencari jejak-jejak ataupun aroma memuakkan dari buruannya.

Hingga mereka telah sampai di sebuah tepi sungai. Dimana tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat sekelompok laki-laki bertubuh besar. Dan melihat dari ciri-ciri mereka, Changmin dapat menebak jika mereka adalah sekelompok Werewolf.  Sejenis manusia serigala yang bisa dikatakan merupakan sekutu bagi seorang Dhampire dalam menghadapi Vampire.

“Wah.. wah.. mengapa kalian seserius itu?” Sapa Changmin yang menarik perhatian dari kelompok Werewolf tersebut.

Ketujuh lelaki bertubuh kekar itu menoleh padanya dan Dongwoon yang berdiri disisinya.

“Changmin?” sapa Yunho. “Lama tidak berjumpa. Sedang apa kalian disini?” Yunho, yang ia ketahui sebagai Alpha atau pemimpin dari kelompok tersebut menyapanya.

“Memangnya tidak boleh? Bukankah sungai ini adalah tempat umum?” Dongwoon balik bertanya meskipun dengan nada bercanda.

Werewolf yang ada dihadapannya kali ini berasal dari suku Gyfraddia. Salah satu suku tertua yang hingga saat ini masih bertahan hidup. Jika Dhampire memiliki percampuran darah manusia dan Vampire, maka Werewolf merupakan manusia biasa yang memiliki kekuatan luar biasa yang mampu bertransformasi menjadi serigala.

“Tentu saja boleh.” Jawab salah satu dari mereka yang Changmin kenal bernama Taecyeon seraya mengacungkan dua jempolnya.

“Kalian akan berburu?” tanya sang Werewolf bermata besar, Minho.

Changmin mengangguk. “Benar. Apa kalian mencium adanya aroma memuakkan di sekitar sini? Aroma khusus yang membuatku kelaparan setiap menciumnya?” Tanyanya sarkatik.

“Atau mungkin si pemilik aroma tersebut melintas di depan kalian beberapa waktu lalu?” Dongwoon ikut bertanya.

“Oh… Mereka tidak akan berani melintasi daerah ini, ingat? Daerah ini terlarang bagi mereka.” Jawab Hoya cepat.

“Kalau mereka tidak ingin kepala mereka terlepas dari tubuhnya.” Sahut Yonghwa menambahkan dengan nada mengejek.

Dongwoon menggeleng keras, “Jangan! Biarkan kami yang melakukannya. Rasanya pasti menyenangkan.” Jawabnya seraya menyeringai lebar.

Dan semua yang berdiri di tempat itupun tertawa mendengar antusiasme Dongwoon.

“Baiklah. Kami akan kembali berburu. Senang bertemu kalian lagi.” Changmin mengakhiri perbincangan kecil mereka seraya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.

“Hati-hatilah di jalan. Oh, sampaikan salamku pada Donghae.” kata Gikwang seraya melambaikan tangannya.

“Dan jangan lupa kirimkan kami kepala Vampire. Bola yang kami pakai sering hilang dan dibawa kabur oleh babi hutan.” Seru Kris, pria yang paling tinggi diantara kelompok Werewolf itu  gembira, membuat Changmin dan Dongwoon kembali tertawa.

Changmin baru akan melangkah ketika ia berbalik dan menatap Yunho. “Yunho, berhati-hatilah, kudengar ada suku baru di luar sana yang tengah menghimpun kekuatannya untuk mengambil alih beberapa daerah. Kupikir kau harus tahu.”

Pesannya mencoba memeperingatkan sang Alpha dari sekutunya. Ia memang mendengar jika ada sebuah suku asing yang berniat melakukan penyerangan untuk melakukan ekspansi wilayah suku lain.

Yunho tersenyum. “Aku tahu. Terima kasih.”

*

Srak!

Brugh!

Brugh!

Suara gaduh terdengar bersamaan dengan puluhan pohon besar yang tumbang diantara gelapnya hutan. Kyuhyun dengan kalap menendang, menarik dan mencabik-cabik pohon-pohon kokoh yang seketika itu tumbang dibelakangnya. Tak dipedulikannya energinya yang perlahan-lahan mulai berkurang akibat memforsir kekuatnnya secara berlebih. Emosinya seakan melupakan keadaan fisiknya tersebut. Dan emosinya semakin membuncah ketika bayangan wajah Nickhun tiba-tiba muncul dibenaknya.

Jika bukan karena pria itu, dapat dipastikan ia kini telah berhasil kabur dan berada di tengah-tengah kehidupan manusia normal. Mencoba menyelidiki kehidupan Dhampire dan menyelidiki kelemahan sang Vampire Hunter musuh abadinya itu.

Brugh!

Dan tubuh Kyuhyun pun ambruk bersamaan dengan pohon terakhir yang tumbang di belakangnya.

*

Brugh!

Pendengaran tajam Changmin seketika menangkap sebuah suara asing yang terdengar tak jauh dari tempatnya berada. Changmin menatap ke sekeliling. Ia hanya seorang diri saat ini. Sebelumnya ia telah memerintahkan Dongwoon untuk berpencar arah dengannya.

Tanpa menunggu lebih lama lagi ia pun melesat. Berlari menuju sumber suara. Dan senyum tampak terlihat dari bibirnya ketika ia mencium aroma memuakkan yang seketika menaikkan adrenalinnya.

Dengan lincah ia melompati pohon-pohon besar yang tumbang menghalangi laju larinya.

Disana kau rupanya.’

Batinnya ketika mata bulatnya menangkap sesosok tubuh yang tergeletak diantara reruntuhan pohon. Salah satu tangannya telah menggenggam Katana peraknya yang bersiap menghunus si Vampire yang tergeletak.

Namun, sepersekian detik berikutnya gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya.

normal_kyuhyun_5

TBC

Fading the Darkness – Chapter 1

The Revenge Poster t

Tittle : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos vampire dan dhampire yang berkembang dalam masyarakat. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya yang terbatas.

Warning : Don’t Like = Don’t Read.

Bulan tampak menggantung angkuh di gelapnya langit malam. Kemilau sinarnya membias di permukaan danau hitam yang tenang. Menyusup melalui sela daun pohon Oak di sekitarnya yang tampak menjulang membelah kelamnya malam.

Kesunyian memenuhi udara. Hanya lolongan serigala yang menggema mengisi ruang dengar yang semakin mencekam di malam beku itu.

Di tepi danau itulah, kini terdapat sesosok makhluk yang tampak merengguk kesenangannya. Menghisap darah milik seseorang yang berada di bawah kendalinya. Lelaki dalam cengkeramannya itu terus menjerit dan mengejangkan tubuhnya. Berusaha melakukan perlawanan untuk terlepas dari intimidasi makhluk penghisap darah bermata merah yang berakhir sia-sia.

Byurr!

Tubuh kaku tak bernyawa itu kemudian di lempar ke dalam danau layaknya sebuah benda tak berharga oleh si penghisap darah. Membiarkan tubuh korbannya itu tenggelam di tengah danau tenang. Seringai kepuasan nampak terlihat dari wajah pucatnya yang rupawan. Memperlihatkan bibir dan taringnya yang berlumuran darah. Ia lalu membalikkan tubuhnya seraya mengusap cairan pekat berwarna merah itu dengan punggung tangannya.

“Sudah selesai, Kyuhyun-sama?” Tanya makhluk lain yang sedari tadi mengamati kejadian tersebut tanpa berkomentar apapun. Menyaksikan kejadian seperti itu bukan suatu hal yang membuatnya ketakutan jika ia sendiri merupakan makhluk sejenis dengan pemangsa darah yang baru saja ia panggil dengan sebutan Kyuhyun itu.

Kyuhyun menatap lelaki berambut blonde yang bersandar di salah satu pohon besar dengan pandangan menusuk. Ia lalu memejamkan matanya. Sedetik kemudian bola matanya yang sebelumnya berwarna merah kini telah berubah dengan warna lelehan caramel. Yang membuatnya tampak manusiawi. Begitupun juga taringnya yang sudah tidak tampak.

“Kau tidak berniat untuk melepas dahagamu, Luhan? Ku lihat mangsaku tadi tidak hanya seorang diri di dalam hutan ini.”

Lelaki bernama Luhan, yang tidak lain adalah sahabatnya itu hanya menggeleng pelan.

“Aku sudah cukup puas dengan energi yang ku dapatkan hari ini.”

Kyuhyun mendengus mengerti ucapan Luhan yang terdengar ambigu, “Lelaki mana lagi yang kau tiduri hari ini, heh?”

“Kau—“

Belum sempat Luhan menerjang sahabatnya untuk memberi pelajaran, tiba-tiba tubuhnya tersentak. Begitupun juga Kyuhyun yang tubuhnya terlihat menegang. Mereka saling berpandangan mengerti. Indera mereka dapat menangkap jika ada aroma tanda bahaya yang tengah mendekat kearah mereka.

Mereka berdua pun menyeringai.

***

Masih dalam kawasan hutan, tak jauh dari danau tempat Kyuhyun dan Luhan berada. Kini terlihat dua orang lelaki tengah berlari dengan kecepatan tinggi menuju aroma menyengat yang di tuntun indera penciuman mereka. Bukan hal yang sulit bagi seorang dhampire yang memiliki tingkat penciuman yang sangat sensititif. Terlebih jika aroma itu berasal dari makhluk yang mereka buru.

Mereka berdua terus berlari dengan senjata mereka yang telah siaga di tangan. Sebuah katana, sebuah pedang panjang perak yang menghunus menantang seolah haus akan korbannya. Hasrat mereka untuk memusnahkan vampire yang akan mereka jumpai bergejolak dalam diri mereka.

Dan kecepatan mereka semakin menambah ketika aroma buruannya itu mulai tercium samar-samar.

Srak!

“Sial!” Rutuk salah satu dari dhampire itu ketika mendapati buruannya telah kabur.

Sementara salah seorang lagi terlihat menatap nyalang pada suasana sekitar. Mencoba mengamati kemungkinan jika buruannya bersembunyi di sekitar mereka. Nihil. Ia sedetik kalah cepat dari makhluk penghisap darah itu.

Hingga mata tajamnya menemukan sebuah sosok yang menarik perhatiannya. Sesosok tubuh tak bernyawa yang mengambang di tengah danau. Mayat yang ia ketahui pasti adalah korban sang vampire.

Dongwoon, lelaki yang merutuk tadi memasukkan katananya ke dalam selongsong pedangnya. Ia lalu menghampiri lelaki tinggi yang berdiri di tepi danau.

“Apa perlu aku menepikan mayat itu, hyung?”

Lelaki tinggi itu tak langsung menjawab. Ia memilih untuk berbalik dan berjalan seraya menyimpan katananya, “Kita tak punya waktu untuk mengurusi sisa si penghisap itu.”

Dongwoon tak menjawab. Ia lebih memilih untuk mengikuti langkah hyungnya yang ia ketahui tengah geram karena gagal menghabisi buruannya malam ini.

***

Pintu sebuah kastil besar itu terbuka dengan sendirinya ketika Kyuhyun dan Luhan memijakan kakinya di tanah. Tawa mereka tampak lepas ketika mengingat beberapa waktu lalu saat berhasil kabur dari ancaman Dhampire. Mereka terutama Kyuhyun, memang sanagt suka menantang adrenalin dengan mencoba hal-hal baru. Terutama ketika ia berhasil mempermainkan Dhampire yang memburu makhluk sejenis dengannya.

Kyuhyun menatap sekeliling kastil bernuansa putih yang terlihat sepi dan tak menemukan kakaknya. Mungkin ia sedang berburu, pikirnya.

“Kau dari dari mana saja, Kyu-sama?”

Langkah Kyuhyun dan Luhan terhenti ketika mendengar suara seseorang bertanya. Dan sekejap saja kini seorang lelaki bertubuh tegap telah berdiri di hadapan mereka berdua. Namun tatapannya hanya terarah pada Kyuhyun.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Kyuhun dengan nada tak suka yang sangat kentara.

“Aku disini untuk menjagamu atas perimntaan Yoochun-sama.” Jawab Nickhun, lelaki yang berdiri di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun mendelikan matanya. Ia tahu kakaknya memang sangat protektif terhadap dirinya. Tapi ia tidak pernah menyangka jika kakaknya, Yoochun, sampai akan memperlakukannya laiknya anak kecil dengan meminta Vampire lain untuk menjaga dirinya. Heck, usianya bahkan telah lebih dari satu abad.

“Aku tak butuh di jaga oleh Vampire rendahan sepertimu.”

Nickhun terhenyak. Meskipun perasaannya telah mati bersama organ lain yang ia miliki, namun tak dapat di pungkiri jika kata-kata itu membuat hatinya sakit. Ia merasa harga dirinya di injak oleh cemoohan makhluk yang ia cintai.

Ia memang mencintai Kyuhyun. Mencintai makhluk yang menjadi junjungannya sendiri. Mencintai pangeran yang tak sepantasnya ia cintai yang hanya sebagai seorang kensei dari kerajaan Cho di masa lalu.

“Jaga ucapanmu, Cho Kyuhyun.” Suara geraman terdengar dari arah lain. Sontak mereka bertiga menolehkan pandangannya pada seseorang lain yang baru saja memasuki kastil.

“Hyung…” Gumam Kyuhyun pada hyungnya yang menatapnya dengan pandangan menusuk terarah padanya.

Nickhun dan Luhan menundukan kepalanya sedikit demi memberi penghormatan pada Pangeran besar mereka.

“Aku yang meminta Nickhun untuk menjagamu, Kyu.” Ucap Yoochun pada dongsaengnya. “Dan kau tahu? Karena ulahmu yang dengan seenaknya membunuh manusia, sekarang banyak Dhampire yangyang berkeliaran dan semakin gencar memburu kita.”

Kyuhyun menundukan wajahnya, mengamini dalam hati ucapan kakaknya. Akhir-akhir ini hasratnya untuk meminum darah manusia memang tak terkendali karena hobinya yang sering berpetualang. Ia seolah tak dapat mengontrol dirinya demi mencium aroma darah manusia yang ia jumpai.

“Sebagai sangsinya, aku memutuskan untuk memerintahkan Nickhun untuk menjagamu kemanapun kau pergi.”

“Hyung!” Teriak Kyuhyun tidak terima mendengar keputusan Yoochun. Di buntuti oleh orang lain kemanapun ia pergi saja ia tidak suka. Terlebih jika yang membuntutinya adalah Nickhun!

“Aku tak pernah merubah keputusan apapun yang pernah ku ucapkan.”

***

Donghae yang tengah duduk bersantai di sofa apartemennya sontak berdiri ketika ia mendengar bel pintu berdering.

Tanpa melihat siapa tamu dari interkom yang terpasang, ia pun membuka pintunya yang kemudian menampilkan dua orang lelaki yang sangat ia kenali.

“Masuklah…” Donghae mempersilahkan kedua tamu itu yang tidak lain adalah home mate sekaligus adik dan sahabatnya, Dongwoon dan Changmin. Ia memilih untuk tidak memberondong pertanyaan terlebih dahulu demi melihat air muka kedua sahabatnya yang tampak mengeras. Pertanda buruk.

“Aku sudah memasakan makanan untuk kalian.” Ucap Donghae mencoba mencairkan suasana dengan mood kedua sahabatnya yang buruk.

“Mianhe, aku tidak lapar, hyung. Aku akan istirahat di kamar.” Pinta Changmin mencoba bersikap lembut pada hyung kekanakannya  itu.

“Ne, Changmin-ah. Istirahatlah, jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku ataupun Dongwoon.”

Changmin mengangguk dalam diam dan berjalan menuju kamarnya yang terletak di ujung ruangan. Ia lantas merebahkan tubuh jangkungnya di ranjang miliknya. Mencoba menenangkan emosinya yang naik ketika mengingat ia gagal mengejar Vampire yang hampir ia temui beberapa saat lalu.

Ia yakin jika Vampire tadi bukanlah Vampire biasa mengingat aromanya yang tampak samar. Tidak seperti Vampire muda yang beraroma lebih menyengat.

Terlahir sebagai Dhampire membuatnya hafal pada aroma dari jenis berbagai Vampire. Sebuah insting alami yang patut ia syukuri. Semakin tinggi derajat atau kekuatan dari seorang Vampire, maka semakin samarlah aroma yang menguar dari tubuhnya. Begitu pun sebaliknya.

Terkadang, ia merasa benci pada dirinya sendiri. Terlahir sebagai makhluk hasil dari hubungan terlarang antara Vampire dan Manusia. Dengan latar belakang itulah yang membuatnya terkucilkan di lingkungannya ketika ia masih anak-anak. Orang-orang di sekitarnya menganggapnya sebagai aib bagi keluarga ibunya yang seorang manusia.

Bahkan kejadian menakutkan ketika ia dan ibunya hampir di bakar warga sekitar pun masih terrekam jelas dalam ingatannya. Mereka menganggap, jika melahirkan seorang Dhampire merupakan aib dan pembawa bencan yang harus di musnahkan. Ia ingat ketika ia masih anak-anak, Ibunya pernah kabur dari rumah dengan membawa dirinya. Mereka kabur dari tempat ia tinggal ketika usianya baru 10 tahun. Hingga akhirnya mereka menemukan suatu kawasan yang ditinggali khusus oleh Dhampire dan kawanan Vampire hunter lainnya.

Semenjak itulah, ibunya yang hanya manusia biasa memilih untuk berlatih menjadi seorang Vampire Hunter.

Hingga suatu hari, ketika ia baru saja pulang bermain bersama teman-temannya. Ia di kejutkan dengan sebuah kabar yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya.

Changmin yang baru saja bermain dengan Donghae dan Dongwoon, sedikit heran ketika ia melihat banyak sekali orang-orang berkerumun di rumahnya.

“Changmin-ah..” Panggil seorang lelaki paruh baya ketika ia melihat Changmin.

Changmin sendiri menatap bingung pada sekelilingnya, “Ada apa paman? Kenapa rumahku ramai sekali seperti ini?” tanyanya pada paman Il Rak, yang tidak lain adalah ayah dari Donghae dan Dongwon  sekaligus tetangganya.

Dan tiba-tiba ia teringat sesuatu. Jika seharusnya Paman Il Rak saat ini tengah pergi berburu dengan kelompok Dhampire dan Vampire Hunter lainnya, termasuk ibunya, untuk menyerang sebuah kerajaan Vampire yang mereka temukan beberapa minggu lalu.

“Paman, dimana ibuku?” tanyanya dengan sorot penuh harapan. Sudah semimggu ibunya pergi untuk berburu. Ia sungguh sangat merindukan wanita yang ia hormati itu.

“Changmin-ah, ibumu…” Ucap Il Raka tersendat, “Ibumu tewas dalam perburuan kemarin Changmin-ah.”

Deg!

Jantung Changmin berpacu cepat. Darahnya mengalir deras seperti terkumpul dalam kepalanya yang membuatnya terasa pusing. Tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat mendengar kalimat ayah sahabatnya itu.

Tanpa berkata apapun, ia melesat masuk kedalam rumahnya. Memastikan apa yang Il Rak ucapkan adalah sebuah lelucon. Ia mengabaikan orang-orang yang jatuh karena di tabrak olehnya. Namun, kesadarannya seperti tertampar ketika melihat sebuah peti kayu berada di antara puluhan orang yang kini menatap padanya dengan pandangan iba.

Dengan gontai, ia melangkah mendekati peti kayu tersebut. Peti dimana kini terlihat jasad seorang wanita terbujur kaku dengan seluruh tubuhnya yang memucat. Tampak beberapa luka bekas koyakan dan gigitan di sekitar lehernya. Luka yang ia yakini diciptakan Vampire.

“Ibu…” Gumam namja kecil itu bergetar menahan air mata. Ibunya yang selama ini menjadi sandaran hidupnya. Ibunya yang selama ini menjadi alasan dirinya untuk tetap tersenyum. Ibunya yang selama ini bersuah payah melindungi dirinya pada ancaman apapun. Kini, telah terbunuh. Oleh makhluk penghisap darah yang sangat ia benci sejak dulu.

Ia kemudian meraih tangan ibunya. Berharap dapat menemukan kehangatan yang teasa di genggaman lembut sang Ibu.

Dingin. Keras dan kaku.

Tiba-tiba saja ia merindukan rasa hangat yang tersalur ketika Ibunya membelai wajahnya dengan sayang.

“Ibu…” Ia bergumam kembali. Perlahan ia mengecup tangan ibunya dengan dalam. Mencobaa mengingat kontak terakhir yang akan ia rasakan dengan ibunya. Seraya dalam hati mengucap sebuah janji dan sumpah yang akan ia penuhi demi membalas kematian ibunya..

***

Brak!

Pintu kayu itu terdengar nyaring ketika seseorang membukanya dengan kasar. Menyebabkan seorang namja kecil yang tengah tertidur lelap diatas ranjangnya terusik dari alam bawah sadarnya.

“Kyu…Kyuhyun-ah. Bangunlah.” Panggil seseorang panik dengan menepuk pelan pipi tembam adiknya.

“Nnghh, hyung…” Erang namja kecil yang bernama Kyuhyun itu tak suka ketika kakaknya mengganggu waktu istirahatnya.

Yoochun mengabaikan protes adik semata wayangnya. Tak ada waktu lagi untuk bergerak lambat atau semuanya akan berakhir sia-sia.

“Cepat bangun dan naiklah ke punggung hyung.” Pinta Yoochun tergesa. Dan demi melihat kakaknya yang terlihat panik, Kyuhyun pun memilih menuruti permintaan sang kakak. Naik ke punggung Yoochun yang kemudian terbang melewati jendela kamarnya yang terbuka.

Diluar, ia melihat sosok yang ia kenali sebagai Kensei kepercayaan Ayahnya yang telah berdiri di salah satu pohon besar.

“Yoochun-sama.”

Panggil Nickhun, sang Kensei ketika melihat putra sulung rajanya berhasil keluar dari istana dengan membawa adiknya.

Dari tempat mereka berada, mereka dapat melihat jika di luar istana tempat mereka tainggal terdapat peperangan besar yang terjadi. Kerajaan mereka tengah di serang oleh sekelompok Dhampire dan Vampire Hunter. Sekelompok musuh abadi bagi bangsa Vampire.

Kyuhyun yang semenjak tadi terdiam memberanikan diri untuk melongokan wajahnya dari balik punggung kakaknya.

Mata bulatnya menangkap sebuah kerusuhan yang membuatnya merinding. Di depan sana, terlihat para sekelompok manusia –menurutnya- berbaju hitam sedang berperang dengan pasukan Vampire dari kerajaannya. Terlihat sekelompok orang berbaju hitam itu membawa sebuah pedang yang mengkilap di tempa sinar bulan purnama. Di lain sisi, para Vampire pun terlihat tengah melakukan perlawanan. Dengan mencakar, memukul dan menggigit sekelompok orang berpedang itu yang tak jarang berhasil mengenai tubuh mereka yang seketika ambruk.

“Heika!”

“Ayah!” Pekik ketiga Vampire itu bersamaan. Dengan jelas mereka melihat Ayah dan Raja mereka teterkena sabetan sebuah pedang dari seorang wanita berbaju hitam. Seketika itu tubuh besar sang Raja Cho pun ambruk yang kemudian terbakar menjadi abu.

“Ayah! Ayah!” Pekik Kyuhyun histeris dalam gendongan kakaknya yang menahan tubuh kecilnya yang terus meronta.

Awalnya Yoochun pun berniat turun ke medan pertarungan untuk menyelamatkan kerajaannya. Terlebih hasratnya itu semakin membuncah ketika ia melihat ayahnya terbunuh. Namun tindakannya segera di tahan oleh Nickhun.

“Ingat pesan Nam Gil-heika, Yoochun-sama.” Cegah Nickhun mengingatkan pesan sang Raja pada putra sulungnya.

‘Selamatkan dirimu dan bawa Kyuhyun pergi sejauh mungkin dari tempat ini.’

‘Tapi Ayah—‘

‘ Tak ada waktu untuk membantah ucapan Ayah. Ayah akan meminta Nickhun untu menjaga kalian berdua. Jika perang telah berakhir, Ayah akan menjemput kalian kembali.’

Yoochun memejamkan matanya. Mencoba menguatkan dirinya. Sejujurnya ia merasa tidak berguna menjadi sorang Pangeran. Bagaimana mungkin calon penerus kerajaan sepertinya ‘melarikan diri’ ketika terjadi peperangan yang menyerang kerajaannya. Namun, demi mengingat pesan Ayahnya yang sangat ia hormati, ia memilih untuk menuruti pesan tersebut meski harus menelan harga dirinya bulat-bulat.

“Yoochun-sama.”

“Ayo kita pergi, Nickhun.” Putus Yoochun dingin dan terbang menjauh dari kerajaannya yang telah porak-poranda. Meninggalkan Nickhun yang menatap sendu pada Yoochun dan sosok rajanya yang telah musnah secara bergantian.

Yoochun semakin cepat melesat terbang. Mengabaikan adiknya yang terus saja meronta dan menangis memanggil sang Ayah.

*

“Ayah!”

Tubuh Kyuhyun tersentak ketika ia tersadar dari tidurnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya yang membuat pakaiannya tampak lengket.

Ia bermimpi kejadian itu lagi. Kejadian paling mengerikan seumur hidupnya sebagai Vampire. Kyuhyun memejamkan matanya berusaha menenangkan diri. Namun tak lama kemudian matanya terbuka kembali. Kedua matanya kini tampak berubah warna menjadi merah menyala.

Ia mendongak menatap sebuah lukisan yang tergantung di dinding kamarnya. Sebuah lukisan yang menggambarkan sosok lelaki yang sangat ia hormati dan ia sayangi.

Senyuman licik tergurat dari bibir Kyuhyun…

*

‘Aku bersumpah akan menuntut balas pada  siapapun yang telah membunuhmu…’

“…Ibu”

“…Ayah”

Fading the darkness chap 1

TBC

Kosa Kata :

…-sama : Sapaan ini digunakan untuk orang yang memiliki status / kelas yang tinggi.

…-heika : Baginda / Raja

Kensei : Gelar terhormat yang di berikan pada prajurit yang memiliki kemempuan legendaris dalam pedang (Tapi anggep aja di FF ini Kensei itu sejenis panglima perang atu tangan kanan raja. Hehe)