Teliti Sebelum Membaca

Anneyong readers, met menjelang pagi alias subuh, hehe.. Seperti biasa karena author punya penyakit insomnia akut, makanya posting new chapter suka menjelang pagi, hehe..

Author sangat berterima kasih kepada readers setia ataupun readers baru yang sudah mau baca fanfic buatanku. Sesuai keinginan author, maka fanfiction kedua ini akan dibuat tidak seberat ff pertama tapi sedikit lebih panjang (rencananya, tapi kita lihat saja nanti *labil*).

Pertanyaan paling banyak diajukan ada dua :
1. Siapa cinta pertama Siwon
2. Apakah Yunho dan Kyuhyun incest
Yang bisa author jawab hanya : ikutin terus aja ff ini, karen akalo dikasih tau jawabannya, ntar bacanya udah gak seru lagi.

Sebenarnya, ada clue yang bisa kalian dapat kalau memang kalian merhatiin baik-baik setiap kata yang aku tulis. Bukan jawaban, tapi hanya clue yang sekiranya bisa kasih kalian sedikit gambaran atas pertanyaan kalian diatas.

Read twice before you conclude it. Sekali lagi, hanya clue, bukan jawaban. Jawabannya bakal ada kalo kalian dengan sabar mau ikutin ff ini. walaupun dongkol setengah mati ma authornya yang ‘serba berahasia’ ;p.

Dengan kata lain, kenali authornya. setelah baca ff pertama aku, kalian pasti sudah mengerti bagaimana cara aku bercerita, menulis dan mendeskripsikan sesuatu. So, please be patient and the answer will come to you..

Anyway, besok kemungkinan author cuma bisa posting 1 chapter aja, soalnya besok ada jumpa pers and photo shooting (alaahhh, biasanya juga nge-babu, hehe). Yang bener besok ada sedikit kesibukan yang gak bisa diganggu gugat. Jadi cuma bisa posting 1 chapter, itupun
malem. Mianhae readers…

Time to sleep for me now, see ya tomorrow.. 🙂

Those Perfect Men – Chapter 4

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Minho

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 4

Sejak pertemuannya yang tak disengaja di taman bersama Choco, Kyuhyun dan Siwon jadi lebih akrab. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Entah memberi makan Choco, membawanya jalan-jalan atau sekedar memandikannya.

Mereka juga sesekali pulang kampus bersama. Tentu saja ini tanpa sepengetahuan Yunho. Kyuhyun sendiri terlihat santai, ia terbiasa jadi pusat perhatian. Jadi ketika Siwon memberi perhatian dia suka, tapi ketika Yunho menjadi over protektif dia juga suka. Satu-satunya yang tidak ia suka adalah ketika orang lain mengacuhkannya. Kyuhyun benci itu.

Tapi walaupun mereka sekarang sudah mulai dekat, tentu saja Siwon masih selalu kalah langkah dari Donghae. Sebagai Cassanova kelas wahid, Lee Donghae sangat tahu cara memperlakukan orang yang disukainya.

Dan sejak mengejar Kyuhyun, Donghae jadi berhenti dari kegiatan tebar pesonanya. Ia lebih memilih fokus pada Kyuhyun daripada mengejar yeoja-yeoja ataupun namja manis lainnya. Ini memang bagus untuk Donghae yang mau berubah, tapi tidak bagi Siwon. Kesempatannya untuk mendapatkan hati Kyuhyun jadi terancam. Belum lagi Donghae adalah pengawal setia Kyuhyun jika Yunho tidak ada.

Siwon tidak mengerti. Yunho adalah pria yang cerdas, ia pasti tahu orang seperti apa Donghae. Tapi mengapa ia mempercayakan adiknya pada lelaki seperti itu?

Siwon resah sekali menghadapi hal ini. Selain Choco, ia tidak punya alasan lain untuk bertemu Kyuhyun.

“Hyung? sedang apa kau? Kenapa mondar-mandir seperti itu?” Tanya Minho. Kepalanya sudah menyembul dari balik pintu.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Ada apa?”

“Aku hanya kesepian. Sebenarnya aku ingin kemari dan bermain atau bercerita, aku bosan dikamarku. Tapi sepertinya kau sedang tidak bisa diganggu.” Kata Minho menjelaskan.

Siwon memandang adik bungsunya itu. “Kemarilah, kau tidak mengganggu. Aku hanya sedang bingung saja.”

“Ceritakan padaku, hyung. siapa tahu aku bisa membantumu.” Kata Minho menawarkan bantuan.

Siwon menatap Minho baik-baik. benar juga, Minho sadalah salah satu teman dekat Kyuhyun. Kenapa ia baru menyadarinya?

“Minho, sebenarnya aku..”

“Menyukai Kyuhyun hyung kan?” tebak Minho.

Siwon memandang Minho tak percaya. “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hyung.. kalau tak mau ketahuan, jangan suka mengintip orang yang kau sukai di depan adikmu. Aku juga suka melihat kau mencuri-curi pandang ke arah Kyuhyun hyung.”

Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ternyata adiknya sudah tau sejak dulu kalau ia menyukai Kyuhyun.

“Apa yang kau bingungkan hyung? Ia tetangga kita kan? Kau justru punya waktu luang bersamanya, apalagi sekarang Yunho hyung sedang sibuk. Ini kesempatanmu.” Kata Minho.

“Kau belum tahu saja kalau Donghae selalu lebih cepat memonopoli Kyuhyun daripada aku.”

“Donghae? Ah.. Aku tahu, yang dulu pernah menyukaimu itu kan hyung? Ya ampunn, dia benar-benar playboy sejati. Kalau saja dia bukan playboy, mungkin aku akan jatuh hati padanya.”

Siwon menoleh dengan cepat. “Jangan coba-coba. Kau bisa dapat yang lebih baik daripada Donghae. Dia brengsek.”

“Aku tahu hyung. Tapi tetap saja hal itu tidak bisa menghilangkan ketampanannya.” Minho menerawang.

Siwon jadi kesal sendiri. Bahkan adiknya sendiri memuja Donghae. Andai saja ia memiliki kepercayaan diri seperti Donghae, mungkin Donghae lah pihak yang sedang bingung saat ini.

“Hyung mencari cara mendekati Kyuhyun hyung ya?” Tanya Minho.

Siwon mengangguk. “Aku ingin sekali menang dari Donghae, tapi aku tidak tahu caranya. Tampaknya Donghae tau semua tentang Kyuhyun. Sedangkan aku hanya orang idiot yang tidak tahu apa-apa.”

“Ternyata kau memang bodoh, hyung.” kata Minho sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ya! Sopan sedikit. Aku ini hyungmu.” Siwon sedikit tersinggung.

“Tapi kau memang bodoh hyung. Donghae hyung jauh lebih cerdas dibandingkan kau. Harusnya kau melihat dan mengamati apa yang Kyuhyun hyung sukai. Bukan hanya terpaku menatapnya seperti orang tolol.” Kata Minho menjelaskan dengan gaya menggurui yang dianggap Siwon sangat tidak sopan.

“Ya Minho-ya, kalau kau mau mengguruiku lebih baik kau tidak usah bicara.”

“Dan kau juga cepat sekali tersinggung dan menyerah. Hyung, kau ini namja yang kuat. Tunjukkan pada Hae hyung kalau kau tidak bisa diremehkan. Kalau Donghae hyung meremehkanmu, kau harus bisa membalasnya. Kalau ia gencar mendekati Kyuhyun hyung, kau harus lebih gencar.” Minho member semangat pada kakaknya yang tampaknya sangat mudah putus asa itu.

“Tapi Donghae dapat dukungan Yunho.” kata Siwon sedih.

“Makanya kau harus lebih cepat mengambil hati Kyuhyun hyung. Aku yakin Yunho hyung akan merestui kalau Kyuhyun hyung juga menyukaimu dan dapat meyakinkan kakaknya mengenai hubungan kalian.”

Siwon menarik nafas panjang. “Baiklah. Aku akan berusaha. Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang? Kau ada saran?”

“Masih saja bodoh padahal sudah diberi penjelasan panjang lebar.” Kata Minho mengejek Siwon.

Siwon tak tahan lagi. Dipukulnya kepala adiknya. “Katakan aku bodoh sekali lagi.”

Minho tertawa. “Mian hyung. habis kau ini aneh sekali, sudah jelas aku bilang, amati apa yang menjadi kesukaan Kyuhyun hyung. Kau harus mendekatinya dengan cara itu.”

Siwon terlihat berpikir sebentar kemudian tersenyum.

“Aku tahu, ia suka game. Aku akan membelikannya kaset game terbaru. Ah tidak, aku akan mengajaknya ke tempat penjualan kaset dan membiarkannya memilih sendiri. Kemudian mengajaknya makan ice cream, jalan-jalan dengan Choco, dan.. oh iya, dia suka sekali diperhatikan. Kalau Yunho sibuk dan tidak ada yang memperhatikannya, ia jadi kesal. Ya..ya.. aku harus melakukannya mulai besok.” Kata Siwon penuh percaya diri.

“Akhirnya.. kukira kau akan bodoh selamanya.” Kata Minho yang langsung berlari keluar sebelum Siwon sempat memukul keplanya lagi.

*

            Akhirnya rencana Siwon bisa dijalankan. Dua hari setelah ia dan Minho membicarakan rencana ini, Siwon dapat kesempatan itu. Pulang kampus dilihatnya Kyuhyun pulang sendiri. Yunho harus ikut appanya menemui client sementara Donghae harus ke Jepang karena urusan bisnis dan baru akan pulang besok malam.

Dan disinilah mereka, di salah satu toko game paling besar di Seoul. Mata Kyuhyun berbinar-binar senang.

“Hyung, apa kau serius?” Tanya Kyuhyun memastikan niat Siwon.

“Tentu saja. Kau boleh pilih game apa saja yang kau sukai, aku akan membayarnya.” Kata Siwon meyakinkan.

Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung memilih-milih kaset apa yang akan dibelinya. Setelah satu jam memilih, Kyuhyun membawa 12 buah kaset game dengan wajah gembira. Siwon menatap kaset-kaset pilihan Kyuhyun dengan  tatapan tak percaya.

“Omo, Kyu.. Kau yakin akan membeli sebanyak ini? Wah, kau memang maniak game.”

Kyuhyun hanya tersipu malu sebagai balasannya. Dan hal itu sudah sangat cukup untuk uang yang dikeluarkan Siwon saat itu. Melihat Kyuhyun tersipu-sipu malu sangat langka. Ingin rasanya ia memeluk dan menciumi Kyuhyun yang begitu imut, tapi ia tidak berani. Bisa-bisa Kyuhyun malah menghindarinya setelah ini. Mengingat Donghae selalu memperlakukan Kyuhyun dengan hati-hati layaknya putri raja, maka Siwon harus belajar dari itu.

Setelah itu mereka pergi ke kedai ice cream langganan Jiwon. Ini pertama kalinya Kyuhyun kesana. Dan ia menyukai designnya, begitu juga pelayanannya yang ramah. Apalagi setelah ia merasakan ice cream-nya, ia langsung jatuh cinta dengan kedai itu, bahkan memproklamirkannya sebagai kedai ice cream favoritnya.

“Hyung, ini enak sekali. Kau tahu darimana kedai ini?” Tanya Kyuhyun. Ia sudah menghabiskan enam scoops ice cream.

“Dari eh.. teman..” Jawab Siwon kikuk. Ia tidak mau menjawab dengan nama ‘Jiwon’. Bisa-bisa Kyuhyun kehilangan mood dan meninggalkannya disini, mengingat betapa tidak sukanya Kyuhyun pada Jiwon yang dianggap akan merebut Yunho.

“Hm.. temanmu pasti punya selera tinggi. Kapan-kapan, kenalkan aku padanya yah hyung?” pinta Kyuhyun.

Siwon semakin kikuk, ia tidak tahu harus bagaimana. Untuk sementara ia hanya bisa mengangguk mengiyakan. Pulang nanti ia akan ‘berguru’ lagi pada Minho. Walaupun akibatnya ia akan dikatai bodoh lagi.

“Hyung, aku sudah selesai makan ice creamnya. Setelah ini kita mau kemana?” Tanya Kyuhyun penuh semangat. Bagaimana tidak, Yunho dan Donghae yang biasanya menemaninya mendadak sibuk hingga ia harus sendirian.

Untung saja Siwon mengajaknya melakukan hal-hal yang disukainya. Dan ia suka karena Siwon memperhatikan hal-hal kecil pada dirinya.

“Kita akan nonton film.” Jawab Siwon dengan nada manis yang dibuat semirip mungkin dengan yang biasa didengarnya dari Donghae.

“Yeyyy…!!!” Jerit Kyuhyun senang.

Mereka pun melewati sore itu dengan nonton film di bioskop yang lagi-lagi dipilih Kyuhyun. Karena kebetulan film yang mereka tonton adalah film romance ataukah memang suasana sedang mendukung, entah mendapat dorongan darimana, Siwon berani menggenggam tangan Kyuhyun.

Tapi tak disangkanya, Kyuhyun diam saja. Atau apakah ia tidak sadar karena terlalu serius menonton? Siwon membiarkan hal itu berlangsung lama. Tiba-tiba ia mendapat dorongan lagi, kali ini ia mencium punggung tangan Kyuhyun. Dan kali ini Kyuhyun merespon.

Namja imut itu menatap Siwon dalam kegelapan bioskop dengan wajah memerah.

“Hyung.. kau..” belum selesai Kyuhyun berbicara, Siwon sudah melumat bibirnya dengan lembut.

*

            Siwon mengantar Kyuhyun sampai di depan pagar rumah kediaman keluarga Cho.

“Kyu, aku minta maaf soal kejadian tadi. Jeongmal mianhae. Aku tidak akan menghalangi jika kau mau menamparku. Aku terima, aku memang telah lancang.” Kata Siwon penuh penyesalan.

“Tidak apa-apa hyung. Eh.. terima kasih sudah mau menemaniku hari ini. Terima kasih ice cream juga gamenya.” Kata Kyuhyun. Ia tidak mau membicarakan soal ciuman mereka di bioskop tadi. Ia takut wajahnya memerah lagi.

Lalu mobil Yunho datang dan berhenti tepat di depan keduanya. Yunho turun dari mobilnya. Wajahnya terlihat lelah dan pucat.

“Omona, hyung. kau kenapa?” Tanya Kyuhyun panik.

Yunho menggeleng. “Aku tidak apa-apa Kyu, hanya kelelahan.”

Lalu mata Yunho berpindah ke Siwon yang menatapnya takut-takut. Di luar dugaan Yunho tersenyum.

“Gomawo Siwon-ssi, kau sudah mau menemani Kyuhyun hari ini. Kyuhyun tadi memberitahuku lewat sms. Kalian kemana saja?”

Siwon bernafas lega, ia takut Yunho akan meledak Karena Siwon berani ‘menculik’ Kyuhyun seharian.

“Aku juga senang mengajak Kyuhyun jalan-jalan. Kami membeli kaset game, makan ice cream lalu nonton di bioskop.”  Kata Siwon menjelaskan.

Lalu wajah Yunho berubah tegang seperti biasanya. Kembali ia memicingkan matanya pada Siwon. “Bioskop? Kau tidak melakukan yang aneh-aneh kan? Kau tidak mengambil kesempatan kan?”

Siwon tersenyum takut. “Tidak, tentu saja tidak. Mana berani aku melakukan hal itu.”

“Bagus kalau kau mengerti. Karena jika aku mendapatimu menyentuh satu inci saja dari tubuhnya, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup.” Kata Yunho dingin lalu beranjak masuk ke dalam rumah seraya menarik Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa menuruti kakaknya itu. Sebelum masuk rumah, ia sempat melemparkan senyum termanisnya pada Siwon yang masih memandanginya dari depan pagar,.

Mendadak hati Siwon jadi hangat dan berbunga-bunga. Rencana hari ini sukses besar. Ia bahkan mencium Kyuhyun! Lalu diingatnya kata-kata Yunho tadi. Satu inci. Bagaimana kalau Yunho tahu kalau Siwon telah menyentuh Kyuhyun lebih dari satu inci bahkan berani menciumnya? Siwon tak berani memikirkan konsekuensinya.

*

tumblr_lr8cvh9PjR1qlgou6o1_500

To Be Continued..

Those Perfect Men – Chapter 3

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Minho, etc.

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 3

Siwon baru akan pulang ketika Jiwon menghampirinya.

“Oppa, sebelum pulang maukah kau menemaniku membeli makanan untuk Choco? Makanannya sudah hampir habis.” Kata Jiwon seraya menggandeng lengan kakaknya. Choco adalah anjing jenis betina Golden Retriever milik keluarga Choi.

“Baiklah. Sekalian saja kita beli perlengkapan Choco yang lain, sepertinya shampoo dan bedaknya juga sudah mau habis.” Kata Siwon.

Mereka lalu menuju parkiran dimana mobil Siwon menunggu. Namun langkah mereka terhenti di tengah jalan. Terdengar suara-suara ribut membahana dari auditorium. Mereka segera bergegas menuju kesana karena penasaran.

Ruangan auditorium yang biasanya hanya dipakai jika ada pertunjukkan kini hampir penuh sesak. Kebanyakan dari kerumunan itu adalah para yeoja yang daritadi tak henti-hentinya menjerit histeris.

“Ada apa ini?” Tanya Siwon pada salah satu namja yang berdiri dekat pintu masuk auditorium.

“Lihat saja kedepan.” Kata namja itu.

Siwon dan Jiwon lalu menerobos kerumunan itu. Sampai di depan panggung barulah pertanyaan mereka terjawab.

Dua pria tampan sedang menari penuh semangat diiringi lagu hip-hop. Peluh bercucuran dari tubuh mereka yang setengah telanjang! Ya, keduanya telah melepas atasan mereka. Tubuh tegap dengan perut ‘six packs’ mereka terlihat jelas. Bagaimana para yeoja maupun namja-namja itu tidak menjerit histeris?

“Huaaaaaa… Yunho oppa…Donghae oppa..!” Jerit Jiwon histeris.

Siwon menutup telinganya. Lama-lama ia tuli kalau berada dekat-dekat dengan Jiwon ketika ia melihat pria tampan.

“Jiwon, jangan menjerit seperti itu. Tahan dirimu.” Kata Siwon.

“Dia tampan sekali…!!!!” Jerit Jiwon lebih histeris dari sebelumnya.

“Jiwon-ah, tahan dirimu. Apa kau mau disamakan dengan yeoja-yeoja bodoh itu? Tunjukkan sisi intelekmu.” Kata Siwon lagi.

“Aku tidak peduli. Huaaa… aku mau Yunho oppa…!!!” Kali ini suara Jiwon hampir menyamai suara separuh yeoja-yeoja di ruangan itu.

‘YA! Hentikan mimpi bodohmu itu…!” teriak seseorang yang berdiri semeter dari mereka.

Baik Siwon maupun Jiwon segera menoleh melihat siapa yang berteriak seperti itu. dan keduanya terperanjat melihat orang itu. Kyuhyun.

Siwon segera menyambar tangan Jiwon dan berjalan menghampiri Kyuhyun.

“Maaf Kyu, Jiwon hanya senang melihat mereka menari. Tidak lebih, jangan salah paham.” Kata Siwon menjelaskan.

Jiwon hanya bisa cemberut mendengar kata-kata kakaknya. Susah sekali mendekati Yunho opaa kalau adiknya menyeramkan seperti ini. Keluh Jiwon dalam hati.

Kyuhyun menghela nafas jengkel. “Ketahuilah hyung, aku benci sekali kalau ada yang mau mendekati hyungku. Jadi tolong, suruh adikmu menjaga sikapnya.”

“Baiklah. Jangan marah lagi, ne? Kita nonton saja sama-sama. Hyungmu memang sangat pandai menari.” Kata Siwon membujuk Kyuhyun.

Mendengar seseorang memuji hyungnya seperti itu, Kyuhyun jadi lupa akan kekesalannya. “Tentu saja. Lihat, dia keren sekali kan? Dia dan donghae hyung memang cocok sekali menjadi dancer.”

Siwon mengangguk. Mereka kembali menonton Yunho dan Donghae menari. Sesekali dirasakannya Kyuhyun meremas lengan Siwon ketika Yunho melakukan gerakan yang sulit. Ini kesempatan, pikir Siwon. Di rangkulnya bahu Kyuhyun pelan-pelan sambil berdoa dalam hati Kyuhyun tidak menamparnya. Tapi ternyata Kyuhyun diam saja. Lebih tepatnya ia tidak sadar Siwon sedang merangkulnya.

Ketika akhirnya duo YunHae selesai menari, suara riuh tepuk tangan membahana di udara. Keduanya lalu turun dari panggung dan di sambut dengan hangat oleh para penggemarnya.

Donghae terlihat masih tetap tinggal di ujung tangga demi mendengar pujian-pujian dari penggemarnya sedangkan Yunho langsung menerobos kerumunan demi mencari adiknya.

Ketika Yunho sampai di depan Kyuhyun, Siwon dan Jiwon, Yunho berkata.

“Two words : hand off..!” Ia menunjuk lengan Siwon yang sedang merangkul Kyuhyun.

Siwon segera tersadar lalu menarik tangannya. Ia tampak sangsi melihat Yunho lagi-lagi menangkap basah dirinya. Sementara Jiwon di sebelahnya ternganga karena melihat tubuh Yunho dengan peluh yang berjatuhan menambah keseksian si namja dingin itu.

Kyuhyun yang melihat itu langsung cemberut. Ia membuka tasnya dan mengambil baju kaos di dalamnya.

“Hyung, pakai bajumu. Dan jangan pernah kau ekspos lagi tubuhmu di hadapan umum.” kata Kyuhyun seraya memakaikan kaos itu di badan Yunho.

Yunho hanya tersenyum. “Kyu, hyung tidak bisa mengantarmu pulang. Maukah kau pulang bersama Hae? Hyung akan bertemu client setelah ini.”

“Bolehkah aku ikut, hyung?” Tanya Kyuhyun pada Yunho.

Yunho menggeleng. “Tidak. Setelah bertemu client, aku akan membantu appa di kantor. Kau bisa kelelahan. Hyung janji akan pulang secepatnya begitu selesai.”

Kyuhyun cemberut. Ia mem-pout-kan bibirnya seperti biasa. Melihat itu Siwon mendekati mereka.

“Kyuhyun bisa pulang bersama kami, itupun kalau kau tidak keberatan.” Kata Siwon. Ia berharap Yunho mengiyakan.

Yunho memandang Siwon sesaat. “Apa kau bisa dipercaya? Kau suka sekali mencuri kesempatan pada Kyuhyun. Siapa yang bisa mengontrol tangan dan matamu untuk tidak menjamah adikku?”

“Shireo..! Aku tidak mau semobil dengannya.” Kata Kyuhyun menunjuk Jiwon.

Yunho menghela nafas. Lalu ia berpaling ke Donghae. “Hae, maukah kau mengantar Kyu pulang?”

“Tentu saja. Tapi aku mau mampir dulu ke kedai ice cream. Kau keberatan Kyu? Aku akan mentraktirmu ice cream. Kau boleh memilih ice cream manapun yang kau mau. Kau juga boleh membeli sebanyak-banyaknya. Hyung yang traktir.”  Kata Donghae manis.

“Mwo? Ice cream? Mauuu…! Aku suka ice cream…!” kata Kyuhyun bersemangat.

“Masalah selesai kalau begitu. Ayo, hyung akan mengantarmu ke mobil Donghae. Biarkan ia memakai bajunya dulu.”

Kyuhyun langsung menggandeng lengan Yunho, melambai riang pada Siwon dan menjulurkan lidahnya pada Jiwon.

“Kalah selangkah lagi, Siwon? Lee Donghae 3 dan Choi Siwon 0.” Kata Donghae dengan wajah menyebalkan.

*

Kyuhyun sedang duduk sendiri di bangku taman sambil memainkan PSPnya. Disampingnya ada sekotak ice cream besar yang dibelikan oleh Donghae tadi siang. Kyuhyun akan tenggelam di dunia sendiri kalau sudah bertemu dengan yang namanya psp.

Rasa haus menggelitik kerongkongannya. Aku kan punya ice cream, katanya dalam hati. Ketika ia akan mengambil ice creamnya, ia terkejut luar biasa.

“Omo, kau menghabiskan ice creamku?” Tanya Kyuhyun pada makhluk cantik di depan kotak ice creamnya.

Seekor anjing cokelat dengan bulu lebat yang mulutnya belepotan ice cream tengah memandangnya. Ice cream Kyuhyun habis tanpa sisa. Kyuhyun lalu mengambil tissue dari balik sakunya dan membersihkan mulut anjing itu.

“Kau cantik sekali. Siapa namamu? Kenapa kau sendirian, dimana pemilikmu?” Tanya Kyuhyun pada anjing itu.

“Namanya Choco. Dan dia milikku.” Kata seseorang dibelakang Kyuhyun.

Kyuhyun segera berbalik dan mendapati Siwon sedang tersenyum menatapnya, memamerkan kedua lesung pipinya yang dalam.

‘Wah, Siwon hyung semakin tampan saja.’ Kata Kyuhyun dalam hati. Tapi ia cepat menguasai dirinya.

“Eh, begitu ya? Sedang apa kau disini hyung?”

“Aku sedang membawa Choco jalan-jalan. Namun entah mengapa ia berlari meninggalkanku. Kini aku tahu jawabannya.” Kata Siwon.

Kyuhyun memeluk Choco dengan sayang. Dan tampaknya anjing betina itu juga amat menyukai Kyuhyun.  Selama mereka bertiga bersama, Choco terus menempel pada Kyuhyun.

“Wah hyung, sepertinya ia lebih menyukaiku dibanding dirimu. Lihat saja, ia terus-terusan bersandar padaku.” Ejek Kyuhyun nakal.

“Ketahuilah, ia menyukai laki-laki. Ia tidak terlalu suka pada eommaku dan juga Jiwon. Tapi kalau ada lelaki tampan, ia lebih memilih lelaki itu dibanding aku ataupun Minho. Dia akan betina.” Kata Siwon menjelaskan perilaku anjingnya.

‘Dulu ia pernah seperti ini juga pada seseorang.’ Kata Siwon dalam hati. Mengingat seseorang yang kerap hadir mengunjunginya juga Choco.

“Tentu saja, hyung. Jiwon kan menyebalkan, wajar kalo Choco tak suka.” Kata Kyuhyun riang. Ia tidak peduli dengan kenyataan bahwa Siwon adalah kakak Jiwon.

Siwon tertawa. “Mengapa kau begitu membenci Jiwon?”

“Aku tidak membencinya. Aku hanya tidak suka padanya. Ia mau merebut hyungku.” Kata Kyuhyun cemberut.

“Tapi itu wajar kan? Hyungmu kan tampan, wajar saja jika para gadis tergila-gila padanya.” Tanya Siwon. Ia geli sekali melihat tingkah protektif Kyuhyun pada kakaknya.

“Pokoknya aku tidak suka kalau ada yang ingin merebut hyungku. Titik.” Kata Kyuhyun keras kepala. Wajahnya masih senantiasa masam.

Siwon tak tahan lagi. Dicubitnya pipi Kyuhyun dengan gemas. “Kyu, kau menggemaskan sekaliiii…!”

“Awww, hyunggg.. Sakit tahu! Kau ini.” Jerit Kyuhyun kesakitan. Choco juga menggonggong marah pada Siwon.

“Mwo? Choco-ah, aku tuanmu. Kenapa kau lebih membela Kyuhyun? Apa karena dia lebih imut dariku?” Tanya Siwon pura-pura tersinggung.

Tapi Choco tidak peduli. Ia kembali duduk manis sambil memandangi wajah cute Kyuhyun.

“Choco-ah, apa kau menyukai oppa?” Tanya Kyuhyun pada Choco yang langsung di jawab dengan gonggongan riang Choco.

“Oppa juga menyukaimu. Baiklah, oppa akan rajin mengunjungimu mulai sekarang, ne? Oppa akan membelikanmu daging, ice cream dan apapun yang kau mau.” Kata Kyuhyun lagi.

Siwon tersenyum penuh kemenangan dalam hati. Sebentar lagi.. tak lama lagi.. Kyuhyun akan segera jatuh dalam pelukannya.

“Kyu? Sedang apa kau? Omo.. cantik sekali.” Yunho ternyata sudah ada diantara mereka.

Kyuhyun dengan cepat berlari kea rah Yunho, tapi sayang, ia kalah cepat dari Choco yang sudah ‘menyerang’ Yunho duluan.

“Wahhhhh, anjing ini cantik sekali.” Kata Yunho sambil memeluk Choco. Sementara Choco menggoyang-goyangkan ekornya dengan genit.

“Ya! Choco, kenapa kau memeluk hyungku duluan? Kau ini bagaimana, katanya kau menyukaiku?” kata Kyuhyun kesal.

Choco hanya menggonggong riang sebagai balasannya.

“Ah, aku tak mengerti bahasamu. Pokoknya kau hanya boleh menyukai oppa, arra? Kau tidak boleh dekat-dekat Yunho hyungku.” Kata Kyuhyun dengan sikap menggurui kepada si anjing.

Baik Yunho dan Siwon tertawa.

“Kau pasti tidak pernah bosan di rumah. Adikmu lucu dan menggemaskan.” Kata Siwon pada Yunho. Baru kali ini ia melihat Yunho tertawa lepas.

Yunho mengangguk. “Ia memang seperti itu dari kecil. Ia tidak akan marah kalau appa pulang malam atau kalau eomma sibuk dengan bisnisnya. Tapi kalau ia tidak melihatku sehari saja, ia akan gelisah terus-menerus.”

“Benarkah?”

“Dulu aku pernah berlibur ke luar kota bersama teman-temanku. Baru beberapa jam meninggalkan rumah, eomma sudah meneleponku. Katanya Kyuhun demam dan ia mencariku. Aku bicara dengan Kyuhyun sebentar di telepon dan ia merengek memintaku pulang. Tapi aku tidak bisa. Dan kau tahu, tengah malam supir kami mengantar Kyuhyun ke tempatku berlibur. Kyuhyun hanya mau melihatku saja karena ia belum bertemu seharian. Setelah memelukku, ia langsung pulang.” Kata Yunho sambil memandangi adiknya yang tengah bermain bersama Choco.

“Ia benar-benar menyayangimu. Tidak seperti Minho yang tidak peduli aku mau kemana dan ada dimana. Asalkan komputer dan psp nya masih ada bersamanya.” Kata Siwon. Ia menyukai Yunho yang seperti ini. Penuh tawa. Mungkin mereka sudah bisa berteman sekarang. Itu artinya, jalan untuk mendapatkan Kyuhyun terbuka semakin lebar.

“Apa sudah sejak tadi kalian disini?” Tanya Yunho.

Siwon mengangguk.

Kembali Yunho menyipitkan matanya curiga. “Kau tidak mengambil kesempatan selagi aku tidak ada, kan?”

Mati aku. Batin Siwon. Ia tadi sempat mencubit pipi Kyuhyun. Kalau sampai Kyuhyun cerita, mungkin Yunho akan mematahkan jari-jarinya.

Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ingat, kalau sampai aku menemukanmu mengambil kesempatan lagi, aku akan mematahkan tulangmu. Dan percayalah, aku ahli di bidang itu.” kata Yunho dingin seraya menatap Siwon tajam.

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihatnya. “Sudahlah hyung, kau membuatnya ketakutan. Ia tidak berbuat apa-apa. Daritadi hanya Choco yang berani menyentuhku.”

Choco melompat-lompat riang diantara Yunho dan Kyuhyun.

‘Dasar tukang pamer’ kata Siwon dalam hati melihat kelakuan anjingnya.

Lalu dilihatnya seseorang berjalan mendekati mereka dengan langkah percaya diri. Lee Donghae. Ah, malas sekali Siwon melihatnya.

“Yunho, Kyuhyun.. Rupanya kalian disini. Tadi aku ke rumah kalian.” Kata Donghae.

“Kami disini hyung, bermain bersama Choco. Lihatlah, dia cantik sekali kan, hyung?” kata Kyuhyun seraya menunjuk Choco.

Choco melompat-lompat genit di depan Donghae. Sungguh Siwon rela jika Choco menyukai siapa saja, tapi tidak Donghae. Ia memang membenci Donghae dengan suatu alasan. Alasan yang hanya ia sendiri yang tahu.

“Baiklah, kami pulang dulu.” Kata Yunho pada Siwon.

Siwon mengangguk dan tersenyum.

“Bye Choco.. Oppa akan mengunjungimu tiap hari, oppa janji.” Kata Kyuhyun pada Choco sebelum pergi. Ketidaksukaan tergambar di wajah Donghae.

Donghae lalu membalikkan badannya mengikuti Kyuhyun dan Yunho dari belakang. Tapi ia berhenti ketika Siwon memanggilnya.

“Hae..” panggil Siwon. Tangan kanannya menunjuk Donghae lalu mengangkat 3 jarinya. Kemudian ia menunjuk dirinya sendiri lalu mengangkat jari telunjuknya. Donghae 3 – Siwon 1. Lalu Siwon tersenyum penuh kemenangan.

*

cute-donghae-korean-boy-kyuhyun-siwon-Favim.com-330511

To Be Continued..