Hey, I Love You – Chapter 7

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 7

Lima hari Siwon tidak muncul sama sekali di kampus. Hanya lima hari tanpa kabar dan Kyuhyun nyaris seperti orang gila mencarinya!

Kyuhyun sebenarnya ingin bertanya pada Sooyoung tapi harga dirinya melarangnya untuk berkomunikasi pada perempuan yang dianggapnya tolol itu. Ia ingin bertanya pada Hangeng, tapi kabarnya istri Hangeng sedang sakit. Maka Hangeng jadi pemurung ketika mengajar. Tidak mungkin Kyuhyun menanyakan hal-hal di luar urusan si dosen kan?

Terkadang Kyuhyun menyesali kenapa Siwon tidak punya banyak teman, hingga jika diperlukan seperti ini, akan sangat mudah mencarinya.

Sempat juga terpikir oleh Kyuhyun bahwa Siwon pergi mengunjungi orang tuanya. Tapi ketika tak sengaja mendengar Yuri bicara di rumahnya saat itu bahwa kedua orang tua Sooyoung sedang ada di Korea, maka pemikirannya tadi langsung disanggah. Apakah Siwon menemani kedua orang tuanya selama berada di Seoul hingga dia tidak muncul sama sekali di kampus?

Ini aneh! Kyuhyun sama sekali tidak berharap akan mencari Siwon seperti ini. Ia sadar, ia merindukannya. Merindukan sosok menyebalkan Choi Siwon. Sejak belajar kelompok terakhir di rumah Kyuhyun, Siwon tidak pernah lagi menunjukkan batang hidungnya dimanapun. Awalnya Kyuhyun pikir Siwon tidak muncul karena tidak ada kelas. Tapi begitu ia mendengar Siwon mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten Hangeng, kecemasan Kyuhyun menjadi-jadi.

Ia sempat bercerita pada Kim Bum dan Changmin. Saran dari keduanya sama : telepon saja. Saran macam apa itu? Pikir Kyuhyun saat itu. Ia ingin dicari, bukan mencari. Dibiarkannya Siwon tidak muncul selama berhari-hari. Dan mencoba tidak perduli. Tapi semakin hari, kecemasannya semakin besar.

Setiap ketidakhadiran Siwon membuatnya khawatir dan berpikir yang tidak-tidak. Betapa Kyuhyun membenci perasaannya sekarang. Bahkan kebersamaannya bersama Minho pun terasa hambar.

“TIDAK!!! Tidak boleh seperti ini. Kenapa aku malah mimikirkannya terus-menerus? Aish! Jangan bilang aku sudah jatuh cinta padanya.” kata Kyuhyun marah pada dirinya sendiri.

Dan semakin hari Kyuhyun semakin tersiksa karenanya. Hari ini genap lima belas hari Siwon menghilang. Dan Kyuhyun sekarang sudah benar-benar gila dibuatnya. Ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Maka ia segera mendatangi rumah Siwon. Ia tidak perduli pada harga dirinya yang tinggi, yang selama ini menahannya untuk mencari tahu.

Ketika sampai disana, dilihatnya Siwon turun dari mobilnya dan menggandeng seorang wanita cantik dan seksi. Ingin rasanya Kyuhyun berlari meninggalkan rumah Siwon dan melupakan pemiliknya selama-lamanya. Tapi kemarahan hebat menguasainya kini, karena selama lebih dari dua minggu Siwon pergi, Kyuhyun cemas setengah mati dan mengira terjadi sesuatu padanya.

Tapi Siwon tampak baik-baik saja bahkan dengan santainya menggandeng wanita lain setelah membuat Kyuhyun menunggunya selama lima belas hari. Dengan langkah-langkah lebar Kyuhyun mendatangi Siwon dan mencegat lelaki itu berjalan memasuki rumahnya.

“Kyu? Sedang apa kau disini?” tanya Siwon kaget.

“Kaaauuuu?? Masih berani kau bertanya seperti itu padaku??!! Darimana saja kau..??!!” kata Kyuhyun dengan marahnya.

“Eh? Apa.. Apa kau mencariku selama aku tidak ada?” tanya Siwon tidak bisa mencegah senyum bahagianya.

Tapi Kyuhyun menatapnya dengan galak. “Jangan balik bertanya! Jawab pertanyaanku. Darimana saja kau??!!”

“Eh.. itu.. Aku..”

Gadis yang digandeng Siwon menatap Kyuhyun dengan seksama. Setelah itu ia berkata. “Oppa, diakah yang selama ini kau ceritakan padaku?”

Siwon menggaruk kepalanya dengan canggung. “Eh.. Iya.. Dia oranganya..”

“Apa maksudmu? Siapa kau?” tanya Kyuhyun masih dengan nada galak.

“Aigoo.. pantas saja oppa menyukaimu, ternyata kau manis sekali walaupun sedang marah.” Kata gadis itu lagi. Ia maju selangkah hendak mencubit pipi Kyuhyun tapi dengan cepat Kyuhyun menghindar.

“Ya! Jangan pegang-pegang! Kau ini siapa sih? Kalian ada hubungan apa? Cepat jelaskan padaku, pabbo..!!”

Gadis itu menghela nafas lalu geleng-geleng kepala. “Kau ini kenapa galak sekali? Aku tahu kau merindukan oppa, tapi..”

“YA!!! Siapa yang merindukannya?” jerit Kyuhyun marah.

Siwon dan gadis itu saling berpandangan dengan wajah penasaran. Lalu gadis itu kembali bertanya. “Lalu sedang apa kau disini kalau bukan karena merindukan oppa?”

Kyuhyun langsung salah tingkah. Melihat itu, Siwon segera menyelamatkannya. “Dia satu kelompok denganku dalam mengerjakan sebuah tugas di kampus. Mungkin dia mencariku karena ingin memberitahukan nilai kami.”

“Benar. Kita dapat nilai B karena kau tidak lengkap menambahkan gambar-gambar yang diperlukan.” Kata Kyuhyun asal jawab.

Siwon tahu betul bukan tugasnya mencari gambar, melainkan Kim Bum. Tapi ia membiarkan Kyuhyun menyalahkannya. Kentara sekali bahwa Kyuhyun tengah dongkol sekaligus malu saat ini.

“Kyu, kenalkan ini sepupuku, Taeyon.Waktu itu aku mengunjungi ayahnya yang sedang sakit di luar negeri. Maafkan karena tidak sempat memberi kabar.”

Kyuhyun mendengus sebal. Tadi ia sempat emosi sesaat pada gadis itu, ternyata Taeyon adalah sepupu Siwon.

Setelah Siwon mengantar Taeyon masuk ke rumah, ia kembali keluar untuk menemui Kyuhyun. Kemudian ia mengajak Kyuhyun ke taman kecil di dekat kompleks rumahnya.

“Maafkan aku karena tidak sempat memberi kabar, Kyu. Waktu itu aku panic sekali, karena ayah Taeyon dekat sekali denganku. Aku sudah menganggapnya seperti ayah kandungku sendiri.” Kata Siwon ketika mereka sudah duduk di bangku taman.

“Setidaknya kau bisa memberitahuku atau menitip pesan pada siapa saja. Kau membuatku menunggumu.” Kata Kyuhyun pelan.

Perasaan hangat langsung menjalari sekujur tubuh Siwon. “Benarkah? Kau menungguku?”

“Ya! Bukankah hari minggu itu jadwalmu mengajakku keluar? Itu tugasmu!” kata Kyuhyun kembali galak.

Siwon tertawa. Kyuhyun begitu polos. Ia tidak sengaja membuka rahasianya, tapi ketika ketahuan, ia dengan cepat mengelak.

“Mianhae Kyu.. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja sekarang?” tawar Siwon manis.

Kyuhyun memasang wajah malasnya. “Hm.. sebenarnya aku malas sekali hari ini. Tapi karena kau memaksa ya sudah..”

Kembali Siwon tertawa. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan pria menggemaskan seperti ini? Kyuhyun membuatnya ingin cepat-cepat kembali ke Seoul. Tapi sebelum menemui Kyuhyun, ternyata lelaki itu sudah mendatanginya duluan.

*

“Hyung.. pelan-pelan..!” kata Kyuhyun bersemangat.

Siwon mengikuti perintah Kyuhyun. Saat itu mereka tengah berada di Ice Rink –  Lotteworld. Siwon yang memang mahir meluncur di atas es, tidak terlihat kesulitan sama sekali. Tapi berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang amat canggung.

Maka dengan gentle Siwon menggenggam kedua jemari Kyuhyun dan membawa lelaki manis itu menjelajahi hamparan es licin di bawah mereka. Terkadang Siwon meluncur dengan cepat hingga Kyuhyun kewalahan dan terjatuh. Akibatnya ia diomeli Kyuhyun. Tapi ia tidak perduli. Baginya, keras kepala dan sikap galak Kyuhyun jauh lebih menarik daripada Kyuhyun jadi orang pendiam.

“Sudah kukatan pelan-pelan, hyung. Kau ini senang melihatku jatuh ya? Kau pasti puas melihatku tersiksa karena tidak menguasai hal ini.” Kata Kyuhyun dengan wajah cemberutnya yang khas.

Siwon tersenyum. “Kau mau meluncur dengan santai tanpa terjatuh?”

“Tentu saja.” Sahut Kyuhyun cepat.

“Baiklah. Aku akan membuatmu meluncur dengan baik, tapi kau harus percaya padaku.” Kata Siwon lagi.

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Siwon segera memeluk tubuh kurus itu dengan erat lalu mulai meluncur dengan indah. Ia tak peduli dengan tatapan orang-orang yang menganggapnya aneh. Ia terus meluncur dengan riang, membawa Kyuhyun dalam pelukannya.

Siwon terlalu bahagia untuk mengacuhkan orang-orang di sekitarnya. Ia tidak punya waktu untuk memikirkan apa kata orang. Yang ia tahu, rasanya sangat menyenangkan ketika memeluk Kyuhyun.

Semantara Kyuhyun yang berada dalam pelukan Siwon merasakan perasaan yang tidak wajar yang bergelora dalam hatinya. Perasaan senang bercampur gelisah yang manis. Debar jantungnya berpacu dengan riang, seakan menyadarkan Kyuhyun bahwa ia menikmati pelukan lelaki yang dibencinya itu.

Semakin erat Siwon memeluknya, semakin dalam perasaan itu mengganggunya. Seolah-olah ada semacam gerakan yang menghentak lembut dalam dirinya setiap merasakan nafas Siwon di tengkuknya.

Kyuhyun mati-matian mengenyahkan perasaan itu, tapi tampaknya mereka tidak mau pergi. Malah semakin kuat merayunya agar terjatuh lebih dalam lagi pada pesona Siwon.

Tak lama kemudian Siwon berhenti. Diajaknya Kyuhyun keluar dari arena lalu mereka berjalan-jalan di sekitar sana. Terkadang mereka berhenti untuk melihat-lihat. Keduanya masih berpegangan tangan sejak keluar dari arena Ice Rink.

“Kau mau kemana sekarang, Kyu? Aku akan menemanimu.” Kata Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak tahu. Terserah kau saja, hyung.”

Siwon berhenti berjalan. Ia lalu membimbing Kyuhyun ke tepi dan duduk di bangku-bangku yang disediakan disana.

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Minho?”

Kyuhyun enggan menjawab. Ia yakin pasti Siwon akan menanyakannya, tapi entah mengapa ia tidak ingin menjawab.

Siwon tersenyum. “Kyu, aku tahu kau menyukainya. Dan aku tahu benar kau hanya terpaksa melakukan semua ini agar terlihat adil bagiku juga Minho. Memang aku menyukaimu, ani, mencintaimu. Walaupun aku tahu kesempatanku kecil, bolehkah aku menunjukkannya padamu sebelum aku pergi?”

Mendengar kata terakhir Siwon, Kyuhyun langsung mengangkat wajahnya. “Apa maksudmu? Kau mau kemana hyung?”

“Aku harus berangkat ke Amerika minggu depan. Aku akan melanjutkan kuliahku disana lalu akan meneruskan kuliah master disana. Ini permintaan kedua orang tuaku. Mungkin setelah itu baru aku kembali ke Korea. Jadi, sebelum aku pergi, bolehkah aku bersamamu? Karena setelah minggu depan, mungkin kita tidak akan bertemu lagi dalam waktu lama.” kata Siwon menerangkan.

Kyuhyun menatap Siwon dengan sedih. Ia tak menyangka Siwon akan pergi. Entah mengapa, belum apa-apa hatinya sudah terasa kosong.

“Aku.. aku..” kata Kyuhyun terbata-bata. Ia tidak tahu harus berkata apa. pengumuman singkat Siwon membuatnya sangat terkejut dan sedih.

“Aku tidak minta banyak, Kyu. Aku hanya meminta izin agar kau mau menerima perhatianku sebelum aku pergi. Tapi tenang saja, aku akan selalu mendoakanmu agar selalu bahagia bersama Minho. Kalian adalah pasangan yang serasi. Ia baik hati dan sangat menyayangimu. Kau juga dengan mudah mendapatkan restu dari kedua hyungmu jika bersamanya kan?”

“Maafkan aku yang sering membuatmu marah. Maafkan atas semua kelancanganku. Aku tahu kau sangat membenciku. Tidak mudah bagimu untuk mencintaiku dengan segala kekuranganku. Tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia sebelum aku pergi. Aku harap, dengan begitu kau bisa memaafkanku seutuhnya.” Kata Siwon dengan senyum manisnya. Memamerkan kedua lesung pipinya.

Kyuhyun terdiam. Perasaannya berkecamuk. Ia benar-benar bingung sekarang. Harusnya ia senang karena Siwon akan pergi. Tapi mengapa hatinya justru berkata lain? Ada ketidakrelaan yang kuat memenuhi lubuk hatinya. Dan entah mengapa, ia tidak sanggup menatap Siwon karenanya.

*

Siwon dan Kyuhyun duduk dalam diam. Malam itu Siwon membawa Kyuhyun ke tempat dulu pertama kalinya mereka berkencan. Restaurant di pinggir pantai. Para pengunjung sibuk menari dengan riang, ada juga yang menikmati hidangan makan malam sambil bercanda. Hanya Kyuhyun dan Siwon yang memisahkan diri dan memilih duduk di bibir pantai.

Kyuhyun duduk termenung. Jarinya bermain di pasir. Dagunya disandarkan di lututnya. Ia terlalu galau untuk bicara. Sedangkan Siwon tidak bicara karena tampaknya Kyuhyun enggan diajak bicara. Sejak tadi ia mencoba mengajak Kyuhyun bicara tapi Kyuhyun tetap diam.

“Kyu.. kenapa kau diam saja? Aku akan pergi tiga hari lagi. Tidakkah kau kasihan padaku? Mengapa kau mendiamkanku seperti ini?” kata Siwon setengah merajuk.

“Kau jahat hyung.” jawab Kyuhyun pada akhirnya.

Siwon terkejut. “Apa maksudmu, Kyu? Bagaimana mungkin kau mengataiku jahat? Kaulah yang jahat, sedaritadi kau diam saja. Padahal aku ingin bercerita banyak padamu.”

Kyuhyun menggeleng. “Kaulah yang jahat hyung. Kau tega sekali padaku.”

Siwon menatap Kyuhyun. Ia tidak mengerti mengapa Kyuhyun berkata demikian. Apa ia berbuat kesalahan lagi? Siwon mendekati Kyuhyun, kini ia duduk persis di samping Kyuhyun.

“Kalau lagi-lagi aku berbuat salah, tolong maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud menyakiti hatimu.”

“Tapi kenyataanya kau menyakitiku, hyung!” balas Kyuhyun sedikit sengit.

“Apa salahku, Kyu? Katakanlah padaku.”

Kyuhyun menoleh menatap Siwon. Lama ia pandangi wajah tampan itu, lalu dengan segala keberaniannya ia memeluk Siwon untuk pertama kalinya. Lalu airmatanya turun pelan-pelan.

“Kyu..?” Siwon terlalu kaget dengan pelukan yang tiba-tiba itu. Walaupun tubuhnya terasa hangat karena diisi kebahagiaan, tapi ia tetap was-was karena Kyuhyun menjadi seperti ini.

“Kenapa hyung? Kenapa kau mau meninggalkanku?” bisik Kyuhyun.

Siwon mendengar ada yang aneh dengan suara Kyuhyun. Ia berusaha meraih wajah Kyuhyun tapi laki-laki itu semakin merapatkan pelukannya. Akhirnya Siwon tahu kalau Kyuhyun menangis.

“Kyu, jangan membuatku bingung seperti ini. Kau membenciku, aku tahu itu. Jadi mengapa kau menanyakan hal itu? Kau membuatku merasa seperti diinginkan.” Kata Siwon dalam nada sedih.

Kyuhyun masih belum bicara. Ia masih juga betah memeluk tubuh kekar Siwon yang terasa hangat di udara pantai yang sedingin itu. Akhirnya Siwon membiarkan Kyuhyun dengan posisi seperti itu untuk beberapa lama. Setelah Kyuhyun sedikit lega, ia melepaskan pelukannya.

“Mian, aku.. Aku kedinginan makanya aku memelukmu, hyung.” kata Kyuhyun. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Tidak apa-apa, Kyu. Kemarilah, aku akan membuatmu tetap hangat.” Kata Siwon seraya merengkuh tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun diam saja. Tidak menolak seperti biasanya. Karena ia sadar, ia menyukai sentuhan Siwon. Ia membutuhkannya.

Lama keduanya terdiam, hanya mendengarkan deru angin pantai dan suara musik dari kejauhan. Kemudian Kyuhyun bicara.

“Haruskah kau pergi, hyung?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu, Kyu? Bukankah..”

“Aku membencimu? Yah, itu memang benar. Aku sangat membencimu hingga tidak menyadari dari kebencian itu aku.. aku.. membutuhkanmu..” potong Kyuhyun cepat.

Siwon terdiam lagi. Ia tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Kenapa disaat ia akan pergi dan merelakan Kyuhyun untuk Minho, baru Kyuhyun bicara seperti itu?

“Apakah yang kudengar ini adalah suatu kebenaran?” tanya Siwon tak percaya.

“Aku.. aku tidak bisa mengartikan perasaanku sendiri. Semakin aku tahu kau akan pergi, semakin aku tidak rela. Seperti ada kekosongan di hatiku yang membuatku tidak rela jika kau pergi. Aku tidak tahu, aku belum pernah merasakanya sebelumnya. Jadi aku..”

Siwon menagkupkan wajah Kyuhyun di telapak tangannya. “Kyu, sekali lagi di malam ini kau membuatku merasa diinginkan.  Tapi aku mengerti. Kau pasti hanya merasa kehilangan. Itu bukan cinta Kyu. Tapi aku sudah cukup bahagia mendengar pengakuanmu. Gomawo, Kyu. Jeongmal gomayo..”

Siwon mengecup kening Kyuhyun dalam-dalam. Merasakan galaunya hatinya malam itu. ia ingin sekali tinggal di sisi Kyuhyun. Tapi ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia harus pergi dan merelakan Kyuhyun mengecap kebahagiaan bersama Lee Minho. Perih dan menyakitkan, tapi ia harus melakukannya. Cinta tidak boleh dipaksakan bukan?

Malam semakin larut. Angin berhembus semakin kecang. Musik dari restaurant belum juga dihentikan, pasti pengunjung masih asik berpesta. Tinggallah Siwon dan Kyuhyuh di bibir pantai, masih berpelukan dalam diam, mencoba mengartikan pikiran-pikiran aneh yang berseliweran di kepala mereka. Juga mencoba menenangkan hati mereka yang berkecamuk.

*

tumblr_lsyrcqnRav1qzk4kqo3_250

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 6

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun), slight Hanchul.

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 6

Dua minggu sudah Minho dan Siwon mengajak Kyuhyun berkencan seperti yang dijanjikan. Tak jarang Kyuhyun menerima tawaran keduanya untuk menjemputnya ke kampus atau mengantarnya pulang.

Hanya itu, selain weekend, tidak ada acara jalan-jalan setelah pulang kampus.  Karena Geun Suk maupun Yunho sudah seperti pembunuh berdarah dingin jika melihat adiknya bersama orang lain. Mereka pun terpaksa merelakan weekend tanpa Kyuhyun karena adiknya sibuk berkencan dengan orang yang akan mengisi hatinya nanti.

Kalau Siwon muncul, pasti Yunho akan menunjukkan ketidaksukaan yang berlebihan padanya. Pernah Siwon datang ketika Yunho sedang melatih ilmu bela dirinya. Sasaran pukulnya sampai hancur begitu melihat Siwon.

Hal yang sama terjadi pada Minho. Ia datang saat Geun Suk sedang memoles samurainya dengan minyak khusus. Selama Minho ada di sana, Geun Suk tak henti-hentinya mengasah senjata khas jepang itu dengan suara berisik hingga Minho bergidik ngeri.

Kadang Kyuhyun tidak tega melihat Siwon maupun Minho diperlakukan seperti itu. Tapi ia tidak bisa melarang kedua kakaknya itu. Cukup mereka melihat Kyuhyun jauh-jauh dari mereka, Kyuhyun tidak mau lagi menambah penderitaan hyung-hyungnya itu.

Itulah yang membuatnya uring-uringan seharian ini. Ia belum bisa memastikan siapa yang akan dipilihnya. Awalnya ia berpikir segalanya akan mudah. Pasalnya ia menyukai Minho, dengan gampang Minho akan memenangkan pertarungan ini.

Tapi ternyata Siwon pantang menyerah. Sepertinya lelaki itu memang diciptakan dengan seribu satu akal yang membuat Kyuhyun menyesali kebenciannya pada Siwon dulu. Ia jadi ingat kata-kata Kim Bum dulu, bahwa benci tipis sekali bedanya dengan cinta.

Dan memang benar. Pesona dan perhatian Siwon sudah menyeretnya jauh sekali hingga sekarang posisi Minho dan Siwon sama di hati Kyuhyun. Dan ini membuatnya sulit sekali mengambil kesimpulan apapun.

Ia ingin minta saran pada kedua hyungnya, tapi melihat sikap mereka seperti itu, tidak mungkin bukan? Yunho sudah pasti akan memilih Minho sedangkan Geun Suk tidak memilih keduanya.

Kyuhyun juga sudah mencoba meminta saran dari Changmin dan Kim Bum, tapi keduanya ternyata punya pendapat yang berbeda-beda. Changmin berpendapat kalau Siwon cocok untuk Kyuhyun, sedangkan menurut Kim Bum, Minho lebih cocok. Malah keduanya bertengkar karena saling mempertahankan pendapat masing-masing.

Hal itu sama sekali tidak membantu. Ia butuh seseorang yang bisa memberinya masukan tentang mana yang lebih baik untuknya. Ia ingin bercerita dan meminta saran tapi tampaknya tak ada yang bisa membantunya saat ini.

“Kyuhyun? Kenapa kau masih disini?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang mengajaknya bicara. Ternyata dosennya sendiri, Tan Hangeng.

“Aku menunggu Yunho hyung. Kelasnya baru akan selesai sejam lagi.” Kata Kyuhyun sopan.

Hangeng memang dosen, tapi ia dosen favorit untu banyak mahasiswa. Umurnya baru 32 tahun. Dan ia masih sangat berjiwa muda. Ia juga tidak suka dipanggil ‘sir’ atau ‘kyosu-nim’. Ia lebih suka dengan panggilan ‘hangeng-ssi’ saja, atau bahkan ‘gege’ karena ia orang cina.

“Oh, begitu. Kenapa kau terlihat bingung? Apa ada masalah dengan kuliahmu?” tanya Hangeng lagi.

Kyuhyun menggeleng. Haruskah ia menceritakannya pada Hangeng? Memang saat ini ia butuh teman bicara. Dan Hangeng adalah pilihan yang baik, emgingat betapa bijaknya dosen yang satu ini.

“Sebenarnya.. aku tengah bingung karena..”

“Karena Siwon dan Minho?” tebak Hangeng.

Kyuhyun membulatkan matanya. “Tapi, anda tahu darimana.. Bukankah itu..”

Hangeng tertawa renyah. “Aku memang dosen. Tapi aku tahu setiap berita di kalangan mahasiswaku. Jangan sebut aku penggosip, karena aku hanya mendengarnya saja. Pasalnya anak-anak itu menggosip dengan keras, mana mungkin aku tidak mendengarnya? Dan tahukah kau bahwa kalian bertiga menjadi gosip teranyar saat ini?”

Kyuhyun baru tahu kalau seisi kampus kini tengah membicarakan cinta segitiga bersama Siwon dan Minho. Tapi itu tidak membuatnya terkejut, mengingat betapa terkenalnya Minho juga kedua hyungnya.

“Aku.. aku bingung sekali harus memutuskan siapa yang..”

“Yang terbaik untukmu? Sepertinya kata-kata ‘ikutilah kata hatimu’ tidak akan berhasil padamu saat ini. Walaupun aku membantumu dengan meyakinkanmu mana yang terbaikpun, belum tentu membuatmu tenang. Tapi aku bisa membantumu untuk menemukan petunjuk dalam kebingunganmu ini.” Kata Hangeng lagi.

Kyuhyun mengangguk. Lalu Hangeng mulai bertanya.

“Apa yang kau sukai dari Minho?”

“Semuanya. Aku suka semua yang ada pada dirinya. Ketampanannya, perhatiannya, tubuhnya, semuanya. Tidak ada satupun yang tidak aku sukai pada dirinya. Dia sempurna.” Kata Kyuhyun dengan mata berbinar-binar.

Kini giliran Hangeng yang mengangguk. “Lalu bagaimana dengan Siwon? Apa yang kau sukai darinya?”

Kyuhyun menghela nafas. “Sebenarnya aku justru membencinya. Tapi entah mengapa sejak kencan pertama kami, aku mulai menilainya sebagai orang yang baik. Lalu pada kencan kedua, nilainya naik menjadi orang yang penuh kejutan. Dan pada kencan ketiga, ia membuatku terkejut karena perhatiannya pada hal-hal kecil yang bahkan aku sendiri tidak memperhatikannya.”

“Intinya, sekarang posisinya justru sama dengan Minho hyung di hatiku. Aku menyukai Minho hyung karena sejak awal aku memang menyukainya. Tapi aku menyukai Siwon karena ia mampu mengubah penilaianku tentangnya.”

Lalu Hangeng bertanya lagi. “Apa yang kau rasakan ketika sedang bersama dengan Minho?”

“Aku selalu merasakan hal yang sama. Jantungku selalu berdebar-debar menyenangkan, nafas tercekat, tanganku berkeringat, dan aku menjadi grogi dan sangat ceroboh karenanya.” Jawab Kyuhyun sambil tersipu.

“Kau benar-benar menyukainya rupanya. Lalu bagaimana perasaanmu sewaktu kau dekat dengan Siwon?” tanya Hangeng lagi.

“Campur aduk. Aku justru bingung sendiri dengan perasaanku padanya. Aku terkadang merasa benci padanya, namun terkadang merasa kesepian tanpanya. Ia juga memperhatikanku secara detail, tidak ada satupun yang terlewatkan olehnya. Dan yang membuatku semakin menyukainya adalah ia selalu memberiku kejutan. Ayolah, siapa yang tidak suka kejutan?” jawab Kyuhyun dengan sedikit kesal.

“Aku rasa kau sudah mulai menyukainya. Dan kau menyalahi dirimu sendiri karena menyukai lelaki yang kau benci. Apakah tebakanku benar?” tanya Hangeng.

Kyuhyun menatap Hangeng dengan heran. “Mengapa anda bisa tahu? Mengapa anda bisa menebak dengan benar?”

“Karena hal itu hampir sama dengan yang kurasakan dulu. Aku juga pernah jatuh cinta Kyu. Dan aku jatuh cinta pada musuh bebuyutanku di high school dulu. Kami sekelas dan setiap hari kami bertengkar. Ada saja yang kami ributkan, dari hal kecil hingga hal besar. Aku membencinya setengah mati dan bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta padanya.”

“Siapa juga yang akan jatuh cinta padanya? Ia kasar, jahat dan sangat suka meneriaki orang lain. Hobinya adalah menyelaku dan membuatku tampak bodoh di depan orang lain. Ia juga rival terberatku dalam pelajaran. Jika aku mengalahkannya, ia akan mancaciku dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Pokoknya ia adalah manusia paling menyebalkan yang pernah aku kenal seumur hidupku.”

“Tapi begitu kami dipisahkan ke kelas yang berbeda di tahun berikutnya, aku merasa ada yang hilang. Ketidakhadirannya membuatku merasa kosong. Lalu aku menyadari bahwa aku menyukai semua tentangnya. Caranya marah, mengomel, bersungut-sungut, hingga caranya meneriakiku.”

“Lalu aku mulai merindukannya. Aku mulai sering mengunjungi kelasnya, hanya untuk melihatnya dan sedikit bertengkar dengannya, dengan begitu aku merasa lega. Karena jika tidak, hariku akan terasa hampa sekali.”

“Percaya atau tidak, beberapa bulan kemudian kami mulai berkencan. Tapi sayangnya empat tahun lalu kami putus setelah pacaran lebih dari sepuluh tahun.” Kata Hangeng menceritakan kisah masa lalunya. Ia tersenyum senang.

“Kalau anda begitu mencintainya, mengapa membiarkannya pergi? Mengapa harus putus dengannya?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Pasalnya dosennya itu menceritakan kisah cintanya yang menyedihkan itu dalam senyuman riang.

Hangeng tertawa lagi. “Kami memang putus tapi bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Tapi karena kami menikah setelah itu. Bukankah setelah menikah ia menjadi istriku, bukan pacarku lagi?”

Kyuhyun ikut tertawa mendengarnya. “Kukira kalian benar-benar putus. Wah, kalian pasti bahagia sekali. Apalagi kalian telah saling mencintai selama lima belas tahun. Itu luar biasa.”

“Percayalah padaku, biasanya musuh sejati adalah cinta sejati kita sendiri. Ketika ia bersama kita, akan terasa sangat menyenangkan. Namun jika jauh akan sangat menyakitkan. Biasanya pasangan yang dulunya musuh, akan jadi langgeng setelah berkencan. Karena mereka sudah saling kenal keburukan masing-masing.”

“Jika baru berkenalan, maka kebaikanmu lah yang akan membuat orang jatuh cinta padamu, bukan? Kau sendiripun akan menunjukkan sisi baikmu agar orang yang kau sukai juga balas menyukaimu. Dan penyesalan datang belakangan ketika sifat-sifat asli muncul di tengah hubungan. Hal inilah yang biasanya membuat pasangan muda cepat putus.”

“Tapi jika sejak awal mereka sudah menjadi musuh, maka yang tampak hanya keburukannya. Dan ketika kau jatuh cinta pada musuhmu, kau tidak perlu takut lagi. Karena kau sudah langsung tahu resikonya. Masalah apa yang akan menimpamu. Dan kau dengan handal bisa mengatasinya, karena kau telah mengatasinya sebelumnya, bukan?” kembali Hangeng menjelaskan panjang lebar.

Kyuhyun memandang kagum pada dosennya itu. “Anda sungguh bijak menghadapi masalah. Aku benar-benar beruntung karena mendapat pelajaran lain darimu hari ini, gege. Kalau boleh tau, siapa orang yang beruntung itu? Maksudku, istrimu.”

Hangeng tersenyum. Sepertinya dengan mengingat istrinya saja sudah membuatnya bahagia. “Namanya Heenim.”

*

Kyuhyun menuruni tangga batu dengan agak tergesa-gesa. Kelasnya sudah bubar beberapa waktu lalu tapi ia harus ke perpustakaan sesegera mungkin. Yunho dan Geun Suk yang sudah menunggunya di parkiran tak henti-hentinya meneleponya dengan tak sabar. Ketiganya memang akan makan siang bersama di luar.

Tapi di persimpangan jalan menuju kelasnya, langkahnya terhenti melihat sepasang muda mudi sedang asik berbisik-bisik. Kyuhyun ingin berlari meninggalkan dua orang itu andai saja ia tidak segera mengenali Siwon yang tengah berdiri disana.

Pelan-pelan Kyuhyun mendekati kedua orang itu dan mulai menyadari bahwa wanita yang bersama Siwon adalah Victoria. Kedua orang itu tidak menyadari kedatangan Kyuhyun, mereka masih asik berbincang-bincang dalam bisikan.

Lalu dilihatnya jemari Victoria menyusuri dada bidang Siwon perlahan. Dengan sigap Siwon segera menahan tangan dengan jemari lentik itu.

“Victoria, jangan..” kata Siwon pelan.

“Waeyo oppa? Kenapa kau menolakku? Setelah semalam kau menciumku dengan panas.” Kata Victoria dalam bisikan genitnya.

Belum sempat Siwon menjawab, ia menangkap sosok Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Kyu..”

Tapi Kyuhyun menatap Siwon dengan sorot mata penuh amarah lalu berlari meninggalkan kedua orang yang membuatnya kesal itu. Ia benci keduanya. Victoria yang suka merayu siapa saja serta Siwon yang pura-pura alim tapi sama saja dengan Victoria. Keduanya membuatnya muak setengah mati.

Melihata itu Siwon langsung mengejar Kyuhyun dan berupaya bicara dengannya. Tapi Kyuhyun seolah tidak perduli. Ia terlalu marah pada Siwon hari ini.

“Kyu.. Tunggu. Dengarkan aku dulu..!” Lagi-lagi Siwon mencekal lengan Kyuhyun agar lelaki itu berhenti berlari.

Tapi Kyuhyun yang kalau marah kekuatannya berlipat ganda, dengan keras menepis tangan Siwon.

“Aku tidak mau dengar! Pergi kau! Aku benci padamu. Kenapa aku harus memberimu kesempatan dulu!”

Siwon kehabisan akal. Dipeluknya tubuh Kyuhyun dengan kuat, tak perduli lelaki dalam pelukannya meronta tak kalah kuatnya.

“Kyu, kumohon. Jangan salah paham. Dengarkan aku dulu..!” Kata Siwon keras.

Kyuhyun terpaksa berhenti meronta. “Lepaskan dulu aku baru aku akan mendengarkanmu.”

“Kau berjanji tidak akan melarikan diri?”

“Kau hanya punya tiga menit. Manfaatkan waktumu.” Kata Kyuhyun tajam.

Siwon segera melepaskan pelukannya. “Kyu, dengarkan aku. Tidak ada yang terjadi antara aku dan Victoria. Tadi dia bilang ingin bicara denganku empat mata. Ketika aku menurutinya, ia malah bertingkah seperti itu. Semua terjadi di luar perkiraanku.”

“Dua menit.” Kata Kyuhyun masih dengan nada tajam. Wajahnya menampakkan kebosanan yang dibuat-buat.

“Dan semalam juga bukan kemauanku. Yang aku tahu, semalam ia dan Yuri ada di rumahku. Mereka ada di kamar Sooyoung hingga tengah malam. Aku sedang menonton TV di ruang tengah dan tak sadar bahwa aku tertidur. Lalu aku terbangun karena.. karena aku merasakan seseorang mencium bibirku. Dan kusadari kalau orang itu adalah..”

“Waktumu habis.” Kata Kyuhyun dengan kejam lalu berbalik meninggalkan Siwon.

“Kyu.. Dengarkan aku dulu!” kata Siwon. Ia hendak mengejar Kyuhyun tapi kerah bajunya ditarik kebelakang. Ketika ia menoleh, hatinya langsung mencelos melihat Geun Suk tengah menatapnya dengan pandangan menyeramkan.

“Kalau ia tidak mau bicara denganmu, jangan memaksanya. Kau bisa hidup dengan sehat sampai sekarang karena ia melarangku untuk mematahkan tulang-tulangmu.”

Siwon menghela nafas pasrah. Dilihatnya Kyuhyun sekarang sedang bicara di parkiran dengan Yunho. Kelihatan sekali Kyuhyun sedang marah-marah dan Yunho berusaha menenangkannya.

Lalu dilihatnya Yunho memeluk Kyuhyun, berusaha menenangkan adiknya. Namun sedetik kemudian Yunho melolong keras.

“SIIIIWWWWOOOOONNNNNNNNNN…..!!!!”

Siwon dan Geun Suk menatap Yunho dengan tatapan kasihan. Kyuhyun menggigit Yunho lagi. Seperti kebiasaannya ketika marah.

*

 Berita mengejutkan datang dari Hangeng. Ia mengumpulkan Geun Suk, Yunho, Kyuhyun, Siwon, Minho, Changmin dan Kim Bum siang tadi dan mengatakan bahwa mereka harus mengerjakan proyek yang akan membantu nilai mereka yang semula akan diberi C. Semuanya menyambut dengan antusias.

Mereka hanya perlu mencari bahan tentang kaitan antara komunikasi bisnis dengan pertumbuhan perekonomian Korea Selatan tahun ini lalu disusun menjadi sebuah makalah.

Maka disinilah mereka, di kediaman keluarga Cho. Sudah sejam mereka berkumpul tapi tidak ada satupun yang mereka kerjakan selain meributkan siapa yang akan menjadi ketua kelompok.

Geun Suk mengatakan dirinyalah yang paling pantas, karena menurutnya ketua kelompok harus sangar dan kuat seperti dirinya. Sedangkan Yunho langsung membantah, katanya ketua kelompok harus berkharisma sepertinya.

Siwon tak kalah suara. Ia menyarankan memilihnya karena ia adalah asisten dosen, yang sudah pasti lebih pandai diantara mereka semua. Lain lagi dengan Minho yang berpendapat bahwa ketua kelompok harus tampan dan populer.

Kyuhyun, Changmin dan Kim Bum diam saja melihat keempat namja seumuran itu saling adu mulut. Tapi lama kelamaan dia jengah juga. Bukannya mengerjakan tugas, yang lain malah sibuk dengan pemilihan ketua.

Maka dengan geram di pukulnya meja kayu di depannya dan bicara dengan galak. “Diam semua! Sekarang aku yang memutuskan. Akulah ketuanya. Kalau kalian tidak setuju, silahkan angkat kaki dari sini.”

Tidak satupun dari mereka yang bergerak. Kyuhyun menatap keempat namja tampan itu dengan tajam.

“Bagus. Sekarang dengarkan aku. Pembagian tugasnya adalah…”

Kyuhyun sibuk memberi tugas pada seluruh anggota kelompoknya. Ketika ia selesai bicara, Changmin langsung berkata.

“Tunggu Kyu, kami semua sudah mendapat tugas. Tapi aku tidak mendengar kau menyebutkan tugasmu sama sekali.”

Kyuhyun mendelik. “Aku adalah ketua. Tugasku adalah memerintah, mengawasi dan memastikan bahwa kalian bekerja dengan baik. Itu tugas yang berat. Sudah jangan cerewet, kerjakan saja tugasmu dengan baik dan benar, arasso?”

Baik Kim Bum dan Changmin langsung mendengus kesal. Sedangkan yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kyuhyun. Kalau begini caranya, sama saja mereka yang bekerja, Kyuhyun cuma memerintah. Tapi ia juga akan dapat nilai nantinya. Curang dan licik. Tapi mereka bisa berkata apa?

Maka berhari-hari mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan pembagian yang Kyuhyun berikan. Di tengah-tengah kesibukan mereka, Minho mencuri waktu untuk mengajak Kyuhyun keluar. Kebetulan saat itu Yunho sedang keluar meneliti apa yang menjadi tugasnya, sedangkan Geun Suk sedang berkencan dengan Yuri.

Maka Minho ‘menculik’ Kyuhyun ke  rumah ibunya. Disana Minho mengenalkan Kyuhyun pada ibunya yang sangat senang melihat namja semenarik Kyuhyun. mereka bertiga menghabiskan waktu bersama. Kyuhyun bahkan diajarkan memasak. Setelah makan malam bersama, Kyuhyun diajak melihat-lihat foto Minho ketika masih kecil.

Menurut Kyuhyun, Ny.Lee adalah wanita yang sangat menyenangkan. Wajar kalau Minho juga punya karakter yang sama. Karena ayah Minho sudah meninggal, maka Minho dan ibunya tinggal berdua. Hubungan diantara keduanya sangat dekat dan akrab. Kyuhyun benar-benar nyaman berada diantara mereka. Ia jadi merindukan kedua orang tuanya yang tinggal di luar negeri.

“Kyu, ibuku menyukaimu. Ini jarang sekali terjadi. Biasanya ia mencemooh orang lain yang mencoba mendekatiku. Yah, biasanya dia melihat tetanggaku, beberapa gadis ataupun lelaki di sekolahku dulu, dan ia tidak pernah setuju aku berhubungan dengan salah satu diantara mereka. Entah mengapa.” Kata Minho menjelaskan ketika mereka berdua dalam perjalanan pulang ke rumah Kyuhyun.

“Err.. hyung.. tadi ibumu mengatakan bahwa aku orang pertama yang kau bawa ke rumahmu, benarkah?”

Minho mengangguk. “Benar. Kau sungguh special, aku yakin ibuku akan menyukaimu, dan benar saja. Ia bahkan memintaku untuk mengajakmu sesering mungkin ke rumah. Itupun kalau kau tidak keberatan.”

Kyuhyun menunduk, menutupi wajahnya yang kemerahan kini. minho selalu seperti ini padanya. Pelan dan tidak terburu-buru. Berbicara dengan sopan selayaknya lelaki sejati. Kyuhyun tidak ingin membandingkannya dengan Siwon yang terkadang suka berbasa-basi, tapi kenyataan bahwa ia menyukai Minho membuatnya agak menyepelekan Siwon, apalagi lelaki itu sempat membuatnya marah beberapa waktu lalu.

Ketika mereka sampai di rumah Kyuhyun, Minho membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Kyuhyun turun. Sekali lagi Kyuhyun merasa tersanjung. Ia bahagia dengan perlakuan seperti itu.

“Selamat malam hyung. Hati-hati dalam perjalanan.” Kata Kyuhyun sembari membungkuk hormat.

Minho mengangguk tapi tidak bergerak dari posisinya. Ia terus memandang Kyuhyun dengan tatapan memuja. Pelan-pelan Minho maju selangkah dan berhenti tepat di depan Kyuhyun. matanya menelusuri wajah tampan sekaligus cantik milik Kyuhyun yang membuatnya mabuk kepayang.

Lalu perlahan ia mengecup bibir sewarna cherry itu dalam ciuman hangat dan lembut. Kyuhyun yang sejak awal tahu apa yang akan terjadi, membalas ciuman tersebut dengan tak kalah lembutnya. Bibir mereka saling beradu dan memagut, merasakan manisnya perasaan diantara mereka. Pelukan hangat Minho membuat Kyuhyun semakin terlena.

Seperti ciumannya, secara perlahan pula Minho melepaskan bibirnya dari pagutan. Ia tersenyum lalu kembali mengecup bibir Kyuhyun. tapi kali ini hanya sekilas.

Kyuhyun terpana. Ciuman tadi lebih manis daripada apapun yang pernah dirasakannya di dunia. Hatinya semakin berdebar kencang, kebahagiaan meluap dengan indah dalam hatinya. Indahnya cinta pertama, seindah melihat pelangi setelah hujan. Hangat dan penuh warna.

*

camzminho-picx-lee-min-ho-7121677-600-337

 To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 4

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 4

“Kyu, aku ingin bicara.” Kata Siwon siang itu setelah mata kuliah yang ia bawakan berakhir. Tangannya lagi-lagi mencekal lengan Kyuhyun seperti biasa.

Kyuhyun mendesah malas. “Apa lagi? Kau ini tidak cukup yah dibuat babak belur oleh hyungku?”

“Aku tahu aku salah. Tapi pemukulan itu tidak seharusnya dilakukan. Walaupun aku tidak menyesal menciummu.”

“Kau pantas menerimanya. Untung saja ada Yunho hyung,  kalau tidak aku sendiri yang akan menghancurkanmu. Isshhh..! Kau ini menjengkelkan sekali. Berani-beraninya kau menciumku..!!!”

“Baiklah, aku salah. Aku memang pantas menerimanya. Bisakah kita bicara? Aku ingin meluruskan semuanya. Sungguh, aku tidak suka hubungan kita jadi seperti ini.” Kata Siwon memohon.

“Hubungan? Hubungan apa? Memangnya sebelumnya kita pernah berhubungan dekat?” tanya Kyuhyun dengan galak.

“Memang tidak, tapi setidaknya tidak seburuk ini. Jadi kumohon, sebentar saja.” Kata Siwon lagi.

Kyuhyun akhirnya setuju walaupun terpaksa. Semakin cepat Siwon bicara, semakin cepat ia pergi dari hadapan lelaki itu. Kyuhyun menurut ketika Siwon mengajaknya bicara di café tempat mereka biasa berdiskusi. Kyuhyun  menjaga jarak jauh-jauh agar tak ada yang mengira kalau ia dan Siwon tengah berkencan.

“Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan.” Kata Kyuhyun dengan tegas.

Siwon mengambil napas panjang kemudian dengan hati-hati mengatakan apa yang selama ini dipikirkannya.

“Kyu, kurasa kau sudah tahu aku menyukaimu. Tapi sepertinya usahaku mendekatimu tidak pernah berhasil. Kadang aku ingin menyerah tapi melihatmu setiap hari membuatku tidak pernah berhenti mencoba. Dengan dilindunginya kau oleh kedua hyungmu, membuatku semakin sulit menjangkaumu. Tapi hal itu juga membuatku semakin menginginkanmu.” Kata Siwon panjang lebar.

Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Kau ini sudah berani menciumku, sekarang berani mengatakan kau menginginkanku. Dengar ya, aku tidak menginginkanmu! Tidak pernah!”

“Bagaimana kau tahu bahwa kau tidak menginginkanku?”

“Hahh! Bukannya sudah jelas? Selain kau menyebalkan dan mesum, kau juga bukan tipeku. Lalu untuk apa aku menginginkanmu?” kata Kyuhyun dengan pedasnya.

Siwon cemberut mendengar pengakuan Kyuhyun yang terkesan frontal dan blak-blakan itu. Kadang ia mengeluh mengapa bisa jatuh cinta pada namja berlidah tajam itu.

“Maukah kau memberiku satu kesempatan?” tanya Siwon, terkesan tuli akan jawaban Kyuhyun sebelumnya.

“Mwo? Kesempatan? Shireo!”

“Ayolah. Beri aku satu kesempatan untuk berkencan denganmu. Kalau kau tidak menyukainya, aku akan berhenti mengejarmu. Aku janji.” Kata Siwon pantang menyerah.

“Kau ini ternyata memang bodoh! Aku tidak menyukaimu, mana mungkin aku akan menyukai ide berkencan denganmu?”

“Tapi bagaimana kau bisa bilang tidak akan menyukainya jika kau belum pernah mencobanya? Ayolah, sekali saja.” Bujuk Siwon lagi.

Kyuhyun memutar bola matanya. Ia heran kenapa ada lelaki yang gigih seperti ini, padahal jelas-jelas orang yang diajak berkencan menolak.

“Kalau kau menolaknya berarti kau menyukaiku tapi karena malu mengungkapkannya, maka kau menghindariku.” Kata Siwon menggoda Kyuhyun.

Mendengar itu kembali Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Baiklah. Sekali saja dan kau tidak akan pernah menggangguku lagi kan?”

“Hanya jika kau tidak menyukai kencannya. Kalau kau menyukainya.. kita bisa mengulanginya lagi dan lagi.”

Kyuhyun mendengus. “Mana mungkin? Hanya akan ada satu kencan tolol denganmu. Yang pertama sekaligus yang terakahir!”

Siwon tersenyum puas. “Baiklah. Kita lihat saja nanti. Tapi ingat, kita kencan seharian. Bukan semalaman.”

“Cih, siapa juga yang mau semalaman denganmu? Sudah, aku mau pulang. Aku bosan melihat wajahmu terus-terusan.” Kata Kyuhyun masih dengan nada jahatnya lalu melangkah pergi.

Siwon menatap kepergian pemuda galak yang dicintainya itu. Semoga saja nanti kencan mereka berjalan dengan mulus dan Kyuhyun mulai bisa menerimanya dengan tulus.

*

“Kalau memang tidak mau, kenapa kau iyakan?” tanya Changmin tak mengerti. Malam itu ia dan Kim Bum menginap di rumah Kyuhyun atas permintaan Kyuhyun sendiri. Katanya ia sedang dalam masalah besar dan membutuhkan sahabat-sahabatnya.

“Benar, kalau memang kau membencinya, mengapa kau harus menuruti keinginannya? Terserah apa katanya, yang penting kebenarannya kau tidak pernah menyukainya kan? That’s it.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun cemberut. Ia ingin minta pembelaan, bukan disudutkan seperti ini. Selain sahabat-sahabatnya itu, ia cuma punya kedua hyungnya. Akan sangat tidak mungkin jika ia membicarakan hal ini pada Geun Suk atau Yunho. Bisa-bisa mereka malah meledak marah tengah malam.

“Ayolah, beri aku saran. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung bagaimana cara menghadapi Siwon yang pantang menyerah ini. Yang jelas aku hanya ingin kalian memberiku cara agar menyelesaikan kencan itu tanpa membuatku muntah di tengah-tengah kencan.” Kata Kyuhyun dengan rengekan khasnya.

“Muntah? Omo, Kyu.. Kau benar-benar membencinya yah?” Tanya Changmin tak percaya.

“Hati-hati, Kyu. Benci bisa jadi cinta. Jangan gegabah.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun menggeleng kuat-kuat. “Andwae! Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Huhhh! Pokoknya kalian harus membantuku untuk melalui kencan tolol itu dengan baik. Memikirkannya saja membuatku merana sekali. Pasti batinku akan tersiksa sekali nanti.”

Changmin dan Kim Bum bertukar pandangan geli.

“Sudahlah Kyu, terima saja. Anggap nanti kau hanya bertamasya dengannya. Tidak lebih. anggap saja kami semua ikut denganmu tapi kami sedang melihat-lihat di tempat lain.” kata Kim Bum.

“Atau kau bayangkan saja wajah Minho sunbae ketika bersama Siwon. Jadi kau merasa sedang pergi dengan Minho sunbae kan?” usul Changmin.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Dua hari lagi ia akan menepati janjinya untuk berkencan dengan Siwon. Memang benar ia membenci lelaki itu, tapi hal ini harus dilakukannya. Kalau tidak, Siwon tidak akan pernah berhenti mengganggunya.

*

Akhirnya hari yang dinantikan datang juga. Siwon menjemput Kyuhyun jam sepuluh pagi. Seperti rencana semula, mereka akan berkencan seharian. Artinya ia baru akan mengantar Kyuhyun pulang jam sepuluh malam. Sebenarnya bukan menjemput lebih tepatnya, karena Siwon menunggu Kyuhyun di ujung jalan menuju rumah Kyuhyun. Kalau ia berani menjemput Kyuhyun di rumahnya, urusannya bisa panjang.

Begitu Kyuhyun melihatnya, ia langsung memasang wajah masamnya. Siwon tak keberatan, selain sudah terbiasa melihatnya, ia terlalu senang karena Kyuhyun menerima ajakannya.

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah pabrik cokelat. Dari luar terlihat seperti toko biasa yang menjual cokelat, tapi ternyata di dalamnya ada pabriknya tersendiri. Dan Kyuhyun yang sangat menggilai cokelat baru tahu dimana tempat pembuatan cokelat favoritnya.

Dengan ceria ia mencoba cokelat disana satu persatu. Walau rasanya sama saja, tapi karena bentuknya berbeda-beda, maka terasa ada yang berbeda. Ia bahkan diajari cara mencetak cokelat dan cara memilih campuran cokelat yang baik.

Sejenak ia lupa kebenciannya pada Siwon. Karena ketika Siwon menyuapinya cokelat, ia menerimanya dengan riang. Mereka berdua mencetak cokelat bersama-sama kemudian berfoto dengan cokelat hasil buatan tangan mereka itu.

Namun ketika mereka keluar dari pabrik cokelat, Kyuhyun langsung menyadari apa yang baru terjadi selama sejam bersama Siwon di dalam.

“Ya! Kau jangan senang dulu yah. Aku hanya bersikap baik padamu karena aku terlalu senang bertemu dengan cokelat-cokelat kegemaranku. Ingat, jangan salah paham!” kata Kyuhyun memperingatkan Siwon dengan galak.

Siwon tertawa sambil mengangguk. Sikap Kyuhyun yang seperti itu justru membuatnya semakin jatuh cinta. Betapa imut dan polosnya namja keras kepala itu.

Tujuan selanjutanya adalah makan siang. Siwon mengajak Kyuhyun ke restaurant di atas danau. Di restaurant itu pembeli boleh memilih ikan yang ingin di makan di akuarium, atau memancingnya sendiri dari danau. Peralatan pancing juga disiapkan oleh pihak restaurant.

Kyuhyun bersemangat sekali karenanya. Dengan semangat tinggi ia mulai mengaitkan umpan di kailnya dan mulai memancing. Ia berhasil menangkap beberapa ikan dalam setengah jam. Ia bahkan dengan riang mengejek Siwon yang belum juga mendapatkan seekor ikanpun.

Mereka makan siang dengan lahap. Lagi-lagi Kyuhyun lupa akan kejengkelannya pada Siwon. Ia berceloteh riang tentang kegiatannya memancing dengan Yunho musim panas lalu dan menertawai Geun Suk yang saat itu menunggu dengan tak sabar.

Siwon semakin memuja pemuda di hadapannya itu. Sepertinya Kyuhyun memang terlalu bersemangat hingga ia tidak menyadari tatapan Siwon yang seduktif. Ia juga lupa memarahi Siwon yang membersihkan ujung bibirnya dengan tissue setelah selesai makan.

Ketika hari sudah mulai sore, Siwon mengajak Kyuhyun naik kapal ke tengah laut. Awalnya Kyuhyun bingung mengapa ia diajak kesana. Setelah sepuluh menit menunggu, rasa penasarannya terjawab.

Dari dalam birunya air laut, muncul dua ekor lumba-lumba. Beberapa detik kemudian, disusul beberapa ekor lumba-lumba lainnya yang saling berkejaran, memamerkan aksinya pada setiap orang yang menonton. Tubuh licin mereka berkilau tertimpa mentari sore.

Kyuhyun menjerit histeris karenanya. Ia suka sekali lumba-lumba. Melihat lumba-lumba berkejaran, bermain sambil memperlihatka kegesitan mereka melompat-lompat keluar dari air selalu membuatnya terpesona.

Dan sekali lagi, Kyuhyun lupa akan sikap-sikap Siwon yang dianggapnya menjengkelkan. Bahkan ketika mereka kembali ke daratan, ia menggandeng Siwon dengan ceria dan bertanya kemana tujuan mereka selanjutnya.

Siwon kemudian mengajak Kyuhyun ke tujuan akhir mereka hari itu. Ternyata tempat yang dituju adalah restaurant di pinggir pantai. Disana terlihat para pengunjung asik berdansa di dekat api unggun di belakang restaurant, diatas pasir putih, diiringi musik samba yang menghentak riang. Sudah bisa ditebak makan malam yang tersaji pasti barbeque. Tapi Kyuhyun tidak perduli, ia terlalu gembira melihat sekumpulan orang saling berdansa riang.

Dengan cepat ditariknya tangan Siwon menuju keramaian dan mulai bergoyang mengikuti irama musik. Ia tenggelam akan kegembiraannya. Dinginnya angin laut tidak juga menyurutkan kegembirannya malam itu. Ia bahkan membiarkan Siwon memeluk pinggangnya.

Jangan tanyakan perasaan Siwon malam itu, ia sangat bahagia karena Kyuhyun tidak menghindarinya. Memeluk Kyuhyun untuk pertama kalinya adalah prestasi terbesarnya sampai hari itu.

Ketika mereka bersitatap, ia ingin sekali mengecup bibir sewarna peach di depannya itu, walau hanya sebentar. Tapi ia menahan dirinya untuk tidak melakukannya. Mencium Kyuhyun hanya akan merusak sisa kencan indah mereka hari itu. Siapa yang tahu reaksi Kyuhyun setelah itu? Lebih baik ia menahan diri tapi melihat Kyuhyun tertawa riang daripada ia menuruti nafsunya tapi Kyuhyun akan semain membencinya setelah itu.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, Siwon mengajak Kyuhyun pulang. Awalnya Kyuhyun enggan pulang, karena ia masih ingin berpesta. Tapi Siwon mengingatkannya akan kedua hyungnya yang akan merah besar kalau ia pulang terlambat. Maka dengan berat hati Kyuhyun meninggalkan pesta.

Di ujung jalan rumah keluarga Cho. Changmin dan Kim Bum sudah menunggu. Tadi pagi Kyuhyun pamit pada kedua hyungnya bahwa ia akan keluar seharian bersama Changmin dan Kim Bum. Maka keduanya harus menemaninya pulang, atau hyungnya akan curiga. Karena peraturan di rumah Cho, siapa yang membawa Kyuhyun pergi, dia juga yang harus mengantar Kyuhyun pulang.

“Terima kasih karena mengajakku jalan-jalan hari ini, Siwon-ssi.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Siwon ikut tersenyum karenanya. “Aku yang seharausnya berterima kasih karena kau mau menerima ajakanku. Bagaimana, kau senang kan hari ini?”

Kyuhyun ingin mengangguk, tapi harga dirinya menyuruhnya untuk menolak memberitahukan kebenaran. Maka dengan angkuh ia menjawab.

“Tentu saja, tapi bukan berarti aku menerimamu. Ingat, aku masih membencimu karena berani menciumku.”

Siwon bernafas lega, untung tadi ia tidak jadi mencium Kyuhyun. Ternyata instingnya masih bekerja dengan baik walaupun berhadapan dengan pria yang membuatnya tergila-gila selama setahun belakangan ini.

“Intinya kau bersenang-senang hari ini. Baiklah aku pulang dulu. Selamat malam, Kyu.” Kata Siwon lembut,

“Hehh! Harusnya aku yang pulang duluan. Kau ini tidak tahu sopan santun yah? Kan kau yang mengantarkanku pulang, sudah seharusnya kau menunggu hingga aku sampai di rumah dan masuk dengan selamat baru kau boleh pulang.” Kata Kyuhyun lagi-lagi dengan galak.

Siwon terperangah. Ia sempat berpikir kalau Kyuhyun tidak akan bersikap galak lagi padanya. Ternyata ia salah.

“Ingat yah, kau hanya boleh pulang kalau aku sudah masuk ke rumahku. Tempat ini terlihat jelas dari kamarku. Kalau aku mengintip dari kamarku dan aku tidak melihat mobilmu, maka aku tidak mau lagi bicara padamu. Jadi jangan berani-berani pergi sebelum aku mengijinkannya. Arasso?” kata Kyuhyun dengan sikap bossy.

Siwon hanya bisa mengangguk pasrah. Daripada Kyuhyun mengulangi sikapnya yang dulu padanya, lebih baik ia menunggu sedikit lebih lama disini. Kyuhyun berjanji akan mengiriminya pesan jika ia sudah boleh pulang.

Dan Kyuhun yang memang pada dasarnya nakal dan keji, tega membiarkan Siwon menunggu hingga hampir pagi di ujung jalan itu. Barulah ketika matahari muncul di ufuk timur, barulah ia mengirimkan pesan pada Siwon dan membiarkan lelaki itu pulang.

*

Baru sehari tidak bertemu Kyuhun, kerinduan Siwon sudah menjadi-jadi. Ia ingin menelepon atau sekedar mengirimkan pesan pada Kyuhyun tapi ia tidak melakukannya. Karena ia tahu, seperti sebelumnya. Kyuhyun tidak akan mengindahkan panggilannya ataupun membalas smsnya walaupun hanya sekedar sms kosong.

Walaupun begitu, Siwon tidak jera. Ia tetap mencintai pemuda bandel yang tega membuatnya menunggu hingga pagi dua hari lalu. Untung saja keesokan harinya ia tidak ada kelas, sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak di rumahnya.

Dan dengan semangat baru, Siwon berangkat ke kampus hari ini. Kuliahnya dimulai sejam lagi, tapi ia datang lebih awal. Ia ingin melihat Kyuhyun. Dengan begitu ia akan lebih bersemangat mengikuti kuliah Hangeng padahal sudah pasti nilainya C karena ia dinilai ikut ambil bagian dalam kejadian seminggu lalu.

Namun kegembiraannya langsung surut begitu melihat Kyuhyun duduk di tribun lapangan basket bersama Lee Minho. Keduanya terlihat mesra sekali. Sesekali Minho mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang dan memeluknya. Kyuhyun sendiri terlihat sangat menikmati setiap perhatian yang diberikan kapten tim basket itu.

Raut wajah bahagianya terlihat jauh lebih natural daripada raut wajahnya semalam. Dan Siwon mencemaskan hal ini. Ia takut usahanya kemarin yang sudah ia rancang dengan susah payah akan langsung hancur dalam sekejap karena Minho.

Tanpa sadar ia berdoa dalam hati agar Minho tidak menyatakan cinta dulu sebelum Siwon, agar Kyuhyun bisa mempertimbangkannya. Walaupun Siwon tahu, kesempatannya kecil jika dibandingkan dengan Lee Minho yang terkenal.

“Oppa.. Jangan bilang kau memang benar-benar menyukainya.”

Siwon berbalik dan mendapati adiknya dengan dua ‘ekor’nya berdiri di belakangnya. Siwon menghela nafas. Ia enggan berdebat dengan Sooyoung. Gadis itu selalu mau menang sendiri. Tidak pernah mau mengalah dan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi Siwon sangat menyayanginya.

“Bukankah sudah kukatakan, cinta tidak bisa memilih kepada siapa kau akan jatuh.” Kata Siwon.

“Tepat sekali, aku juga merasakannya. Aku mencintai Minho oppa, tapi Kyuhyun selalu selangkah lebih dulu dariku. Bisakah kau mencari orang lain, oppa? Kumohon oppa, pacari saja orang lain. Jangan Kyuhyun. aku membencinya.” Rajuk Sooyoung.

Siwon malas membalas kata-kata adiknya. Hanya akan membuat mereka bertengkar nantinya. Maka ia bertanya pada Yuri.

“Dimana kekasihmu?”

Yuri tersenyum. “Dia sedang mengisi acara dengan bandnya. Kenapa? Kau merindukanya? Atau kau masih ingin merasakan kepalan manisnya di pipimu?”

Siwon tersenyum mendengar gurauan Yuri. Pantas saja Minho berani menyentuh Kyuhyun. Naga pelindungnya tidak ada hari ini. Kalau Yunho tidak usah dibahas, ia hanya merelakan adiknya disentuh oleh Minho, selain dari itu, menyentuh Kyuhyun berarti minta nyawanya dicabut.

“Oppa.. Kalau Kyuhyun-ssi menolakmu, aku bisa menggantikannya.” Kata Victoria genit. Tapi langsung mendapat death glare dari Sooyoung.

“Ya! Jangan ganggu oppaku. Bukankah kau menyukai Yunho?” kata Sooyoung sambil melotot pada sahabatnya.

Victoria tidak menjawab. Matanya terbelalak menatap Kyuhyun dan Minho. Yuri, Sooyoung dan Siwon segera mengikuti arah pandangan Victoria. Kemudian mereka tercengang, Lee Minho sedang memeluk pinggang Kyuhyun dengan mesra. Sesekali berbisik-bisik membuat wajah Kyuhyun bersemu merah. Tangannya membelai-belai pipi menggemaskan milik Kyuhyun.

Lalu dengan berani Lee Minho mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Hanya sekilas. Tak sampai satu detik. Tapi itu mampu membuat dunia Siwon runtuh seketika.

*

tumblr_ls2rgnGeIQ1qagqaso9_500

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 3

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 3

Siwon selamat dari kejaran Geun Suk dan Yunho selama beberapa hari karena ternyata ia pulang ke rumah orang tuanya. Kyuhyun mengira emosi kedua hyungnya akan mereda setelah beberapa saat, tapi ternyata semakin mereka tidak bisa menemukan Siwon, semakin murka mereka.

Dan ternyata berita Siwon mencium Kyuhyun menyebar dengan cepat. Bahkan mereka dikatakan tengah berkencan karena beberapa orang pernah melihat Kyuhyun dan Siwon pulang bersama atau makan di café dekat kampus. Tidak ada yang percaya jika dikatakan pertemuan itu murni adalah sebuah pertemuan asisten dosen dengan mahasiswanya.

Reaksi setiap orang berbeda-beda. Lee Minho meraung marah ketika mendengarnya dan berjanji akan membuat perhitungan dengan Siwon begitu ia bertemu asisten dosen Hangeng itu.

Changmin dan Kim Bum tidak mau bereaksi lebih karena mereka pikir seharusnya Kyuhyun bangga karena ciuman pertamanya dicuri oleh namja setampan Choi Siwon. Tapi mereka merisaukan kedua hyung Kyuhyun yang tampaknya kalap dan siap membunuh Siwon dengan cara tersadis.

Tapi reaksi paling parah dikeluarkan oleh Sooyoung, adik kandung Siwon. Ia mendatangi Kyuhyun dan berteriak-teriak marah seperti orang gila.

“YA! Kyuhyun! Mengapa kau berciuman dengan oppaku! Andwae!”

“Mwo??!! Berciuman? Berciuman katamu? Aku dicium dengan paksa olehnya bodoh! Kau pikir aku semurah itu mau dicium oleh kakakmu yang mesum itu?” balas Kyuhyun kesal. Enak sekali Sooyoung memfitnahnya seperti itu.

“Aku tidak percaya! Dasar kau namja jahat! Kau merayu siapa saja untuk mendapatkan tujuanmu. Dulu Minho oppa, sekarang Siwon oppa. Kau cari mati denganku, eoh?” Sooyoung tampaknya benar-benar marah. Ia tidak terima Kyuhyun dekat dengan kakaknya.

“Terserah padamu. Yang jelas aku tidak sudi dikatakan berkencan dengan kakakmu. Dekat saja aku menolak, apalagi berkencan. Aku tidak tertarik dengan kakakmu itu. Beruntung dia selamat dari kedua hyungku. Itu karena aku sedang bermurah hati. Jika aku tahu kejadiannya akan seperti ini, seharusnya kubiarkan saja mereka berbuat sesukanya pada oppa bodohmu itu.” kata Kyuhyun dengan jahatnya.

Sooyoung tampak menahan diri untuk tidak menyerang Kyuhyun saat itu juga. Ia memikirkan nasib oppanya yang pasti akan lebih parah lagi jika Sooyoung berani menyentuh Kyuhyun.

Dengan kesal ditinggalkannya Kyuhyun dan berjalan dengan marah, membentak siapa saja yang dianggap menghalangi jalannya. Yuri dan Victoria mengikutinya dari belakang. Ketika mereka sudah sampai di tempat yang cukup sepi, Sooyoung menangis.

“Yuri-ssi, aku mohon. Selamatkan oppaku. Jangan sampai Geun Suk oppa atau Yunho-ssi melukainya. Tolonglah aku..”

Yuri memandang sahabatnya itu dengan iba, lalu berkata. “Maafkan aku. Tapi ini masalah lelaki. Aku tidak berhak ikut campur. Geun Suk oppa memang selalu mendengarkan aku, tapi ia tidak akan pernah memaafkan orang yang berani menyentuh kedua adiknya. Itu juga yang selalu kukatakan padamu sejak dulu kan? Jangan pernah cari masalah dengan Kyuhyun kalau kau tak mau membuat kedua hyungnya murka.”

Sooyoung tampak merana sekali. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan oppanya yang saat ini tengah mengunjungi kedua orang tua mereka di luar negeri. Ia juga menyesali kenapa Siwon nekat berbuat hal bodoh hanya untuk mendapatkan Kyuhyun. kebenciannya pada Kyuhyun semakin besar ketika menyadari bahwa Siwon dan Minho, dua orang yang disayanginya menyukai Kyuhyun.

Hidupnya semakin merana karena menyadari kenyataan bahwa orang-orang disekitarnya menyayangi pemuda evil itu.

“Jangan terlalu bersedih, Sooyoung-ah. Aku punya rencana.” Kata Victoria.

Sooyoung menoleh cepat ke arah Victoria. “Apa itu?”

Lalu Victoria menjelaskan rencananya pada Sooyoung dan Yuri. Sooyoung langsung setuju dan berpendapat bahwa Victoria adalah ratu paling kejam yang bersembunyi dibelakang wajah cantiknya.

Sedangkan Yuri langsung protes tidak setuju. “Kalau kalian mau menjalankan rencana ini, terserah. Aku tidak mau ikut campur. Tapi jika hal itu berdampak pada Geun Suk-ku, kalian berdua akan berhadapan denganku.”

*

Berita kedua menyebar dengan cepat, secepat berita pertama mengenai Siwon mencium Kyuhyun. Berita kedua ini jauh lebih parah dari sebelumnya. Dikatakan bahwa Geun Suk dan Yunho akan menghajar Siwon karena berani menyentuh Kyuhyun padahal Kyuhyunlah yang merayu Siwon terlebih dahulu.

Sebagian orang percaya dengan berita itu. Pasalnya Kyuhyun memang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan, bisa saja ia mengandalkan hal itu untuk mendapatkan lelaki manapun. Dan bisa saja ia membawa-bawa nama kedua hyungnya agar orang mau berkencan dengannya.

Tapi sebagian lagi yang benar-benar mengenal keluarga Cho, tahu benar jika berita itu salah. Kyuhyun tidak pernah terlihat bersama dengan siapapun karena Geun Suk dan Yunho terlalu protective padanya. Jangankan berpacaran, orang lain tidak sengaja menabrak Kyuhyun saja sudah membuat kedua hyungnya marah besar.

Geun Suk dan Yunho tidak perduli dengan berita yang menyebar, karena mereka tahu kebenarannya. Tapi Kyuhyun luar biasa marah sekarang karena bukan hanya dirinya yang difitnah tapi nama kedua hyungnya ikut dibawa.

Berhari-hari mood buruk menyertainya. Siapapun yang mencoba bicara dengannya akan langsung kena semprot tak terkecuali Changmin dan Kim Bum. Keduanya yang sudah biasa mendengar Kyuhyun mengomel saja langsung tahu kalau Kyuhyun tidak main-main kali ini. Inilah yang disebut dengan anak kucing menjadi harimau.

Dan hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Siwon yang baru selesai mengikuti kuliah dan akan segera pulang langsung dihadang oleh Geun Suk dan Yunho di pelataran parkir kampus. Tanpa banyak bicara Yunho langsung menyeret Siwon dengan kasar ke belakang gedung kampus yang lumayan sepi di siang hari. Geun Suk mengikuti mereka dengan raut wajah angkuh yang siap membunuh.

“Ada permintaan terakhir sebelum aku menghabisimu? Penyesalan mungkin? Atau permintaan maaf?” tanya Geun Suk dengan kejam pada Siwon.

Siwon tahu, cepat atau lambat ia akan menghadapi kedua pria ganas penjaga Kyuhyun setelah ia mencium Kyuhyun dengan paksa.

“Aku menyukai Kyuhyun. Dan aku ingin menjadi kekasihnya. Apa itu salah?” kata Siwon lantang. Terdengar berani dan tangguh walau dalam hatinya gentar.

“Jangan.. coba-coba.. Menyebut namanya..!!!” raung Yunho sengit.

Dengan cepat ia mengarahkan pukulannya di hidung Siwon. Tapi sebelum kepalan tangannya yang mengerikan itu menyentuh sasarannya, didengarnya suara keras menghentikannya.

“HENTIKAN..!!”

Ketiganya menoleh dan mendapati Kyuhyun yang baru datang bersama Kim Bum dan Changmin.  Yunho langsung melepaskan tangannya yang mencengkram Siwon.

“Jangan coba menghalangiku, Kyu. Aku tidak bisa menahan lagi. Laki-laki sombong dan kurang ajar seperti ini harus diberi pelajaran.” Kata Yunho dengan kesal.

Kyuhyun menghampiri kedua hyungnya, lalu berdiri tepat di depan Siwon. Sekarang kelihatannya lima lawan satu. Yang tadinya sudah tidak seimbang, sekarang menjadi lebih tidak berimbang lagi.

“Biarkan aku menyelesaikan urusan ini dengannya. Dia yang membuat nama kalian juga namaku jelek di muka umum. Berita yang jelas-jelas tidak benar itu fitnah. Dan ia juga dengan berani menciumku.” Kata Kyuhyun galak.

“Bukan aku yang menyebarkan gossip itu. Aku tidak ada di Seoul selama beberapa hari, ingat?” kata Siwon membela diri.

“Adikmu yang menyebarkannya! Aku tahu dari Yuri noona.”

“Tidak mungkin! Sooyoung memang kekanakan, tapi ia tidak mungkin melakukan hal itu.” kata Siwon masih bertahan membela adiknya.

“Jadi kau mengira pacarku berbohong?” kata suara dingin dan berbahaya milik Geun Suk di belakang Kyuhyun.

“Bukan begitu…! Tapi, ini pasti salah paham. Lagipula, andaikan benar Sooyoung yang menyebarkan berita itu. Kenapa kalian menyalahkan aku?”

“Karena ia melakukannya untukmu. Dan kalian sama-sama Choi kan? Choi yang cari perkara dengan Cho bersaudara.” Kini Yunho yang berkata dengan garang.

“Kau boleh memfitnahku, tapi aku tidak akan membiarkanmu merusak nama kedua hyungku.” Kata Kyuhyun dengan nada rendah yang menyeramkan.

Siwon tersenyum sinis. “Aku heran, kenapa kedua hyungmu ini terlalu berlebihan padamu. Kau kan sudah dewasa, bukan bayi lagi yang harus dijaga kemana-mana.”

Ini sudah keterlaluan. Kyuhyun jadi emosi mendengarnya. Begitu Siwon menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung menyerangnya membabi buta. Geun Suk dan Yunho yang berdiri di belakangnya terkejut luar biasa, begitu juga dengan Changmin dan Kim Bum.

Yunho langsung meraih pinggang adiknya tapi malang, siku tangan Kyuhyun yang kurus menonjol tapi bertenaga itu langsung menghantam hidungnya dengan sukses. Sedangkan tangan kanannya masih setia menjambak rambut Siwon dengan sadis.

Kaki kiri Kyuhyun yang meronta liar menghantam dagu Changmin dengan keras hingga pemuda tinggi itu langsung jatuh kebelakang. Kepalanya menghantam wajah Kim Bum dengan tak kalah kerasnya.

Sementara itu, Siwon masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun di rambutnya. Ketika akhirnya berhasil dengan satu tarikan kuat, ia terhuyung kebelakang dan tangannya yang kekar justru mendarat di dada Geun Suk.

Namja-namja tampan itu akhirnya jadi kalap dan saling pukul satu sama lain. Geun Suk berhadapan dengan Siwon, Yunho masih setia menahan adiknya yang semakin liar berontak walaupun dia akhirnya babak belur karena bukan hanya siku Kyuhyun, tapi juga cakaran-cakaran yang mampir di tubuhnya, ditambah dengan gigitan-gigitan Kyuhyun yang seperti biasa pasti mendarat di lengannya kalau adiknya itu kesal.

Sedangkan Changmin dan Kim Bum yang tadinya baik-baik saja, karena insiden tak disengaja tadi jadi berkelahi. Kim Bum membentak Changmin lalu memukul kepala Changmin dengan keras karena tadi kepala namja tinggi itu membentur wajah tampannya sedangkan Changmin yang tidak merasa bersalah sama sekali justru balik memarahi Kim Bum karena berdiri tepat di belakangnya ketika insiden itu terjadi.

Namun kemudian keduanya sadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Changmin segera bangkit untuk melerai Siwon dan Geun Suk. Baru sedetik berusaha memisahkan dua lelaki kekar itu, ia sudah kena pukul bertubi-tubi. Ia sendiri tidak tahu siapa yang menghantamnya.

Sedangkan Kim Bum memilih membantu Yunho menenangkan Kyuhyun. Tapi sayangnya walaupun kekuatan Kyuhyun tidak sebanding dengan hyung tertuanya, saat ini ia sedang kalap pada Siwon ditambah ia marah besar pada Yunho yang berusaha menahannya. Maka ketika Kim Bum datang, lelaki imut itu juga kena sasaran tendangan Kyuhyun yang tak tentu arah.

Jadilah keenam namja itu saling dorong, pukul, tendang hingga saling jambak. Keenamnya baru berhenti ketika sebuah suara besar menggelegar membentak mereka. Mereka langsung saling melepaskan diri dari lawannya dan mencoba memperbaiki penampilan mereka di hadapan lelaki yang tadi membentak mereka.

Lelaki itu adalah Tan Hangeng. Salah satu dosen terkemuka di kampus mereka. Ia tidak menyangka mahasiswanya yang terkenal sebagai mahasiswa baik-baik dan berprestasi itu justru terlibat perkelahian sengit. Dan ia tidak percaya adalah asistennya ikut ambil bagian disana. Siwon bahkan terlihat paling menyedihkan karena bibirnya berdarah, bajunya robek di beberapa bagian, memar di sekukur tubuh dan wajahnya dan mata kirinya bengkak.

Hangeng menatap mereka satu-persatu. Hampir semua babak belur. Hanya Kyuhyun yang terlihat ‘bersih’ walaupun bajunya robek, keringatnya bercucuran dan nafasnya hampir habis. Selain dari itu, ia satu-satunya lelaki yang tidak terluka sama sekali.

“Siapa yang memulai?” tanya Hangeng dengan galak.

Tidak ada satupun yang menjawab. Keenam namja tampan itu terdiam seribu bahasa. Tidak ada yang ingin mengajukan diri sebagai pelopor perkelahian hari ini.

“Baiklah kalau kalian tidak mau mengaku. Kalian tidak akan lulus ujian di semua mata kuliahku dan kalian harus mengulang tahun depan.” Kata Hangeng lagi,

Siwon langsung angkat bicara. “Aku yang memulainya. Akulah yang harus menerima hukumannya.”

Hangeng menatap Siwon tidak percaya. Mana mungkin Siwon yang kalem itu bisa memulai perkelahian sengit tadi? Ia adalah tipe orang yang cinta damai.

“Benarkah yang Siwon katakan? Geun Suk-ssi, bagaimana menurutmu? Apakah Siwon pantas dihukum?” tanya Hangeng.

Geun Suk terlihat kesal sekali. “Benar, dialah yang membuat kami semua jadi seperti ini.  Kalau saja dia tidak bertindak bodoh dengan menyentuh adikku, maka..”

“Maka kau boleh main hakim sendiri begitu?” tanya Hangeng tajam, memotong kata-kata Geun Suk.

“Kami punya peraturan di keluarga kami sendiri. Aku berkewajiban menjaga adikku, wajar kalau aku marah karena ada yang berani mengganggunya.” Kata Geun Suk tidak mau kalah.

“Aku mengerti. Tapi bukan berarti kalian harus berkelahi di area kampus dan melanggar peraturan kampus kan? Banyak tempat di luar sana, selesaikan urusan adu jotos kalian di luar.” Kata Hangeng. Dosen mudan nan tampan itu kelihatannya marah sekali.

Keenam namja itu akhirnya dihukum oleh Hangeng dengan mendapatkan nilai C untuk tahun ini di setiap mata Kuliah yang ia ajarkan. Lalu berbalik pergi tanpa menghiraukan protes-protes mahasiswanya yang keberatan dengan keputusannya.

*

Dua hari setelah kejadian itu, Kyuhyun minta maaf pada dua sahabatnya, Changmin dan Kim Bum, karena ikut menerima hukuman padahal mereka hanya berniat melerai saat itu. Ia juga minta maaf pada kedua hyungnya, terutama Yunho yang babak belur karenanya.

Tapi ia juga marah karena Yunho dianggap menghalanginya menghajar Siwon.

“Hyung, kenapa kau menghalangiku menghajar Siwon? Aku bisa menghabisinya. Kau membuatku marah sekali padamu karena kuanggap kau membela Siwon dan tidak ingin aku menyakitinya.” Kata Kyuhyun dengan kesal.

“Mwo? Aku membela Siwon? Untuk apa? Justru aku yang paling bernafsu ingin membunuhnya. Aku menghalangimu waktu itu karena aku takut kau terluka. Geun Suk hyung sedang kalap saat itu. Aku yakin begitu ia menghajar Siwon, Siwon pasti akan membalas. Kalau kau ada disitu, kau bisa kena imbas. Lebih baik aku yang terluka daripada kau.” Jawab Yunho panjang lebar.

Kyuhyun jadi semakin merasa bersalah karenanya. Dipandanginya wajah hyungnya yang babak belur itu. Dimana-mana tampak bekas cakar, gigit dan lebam. Apalagi hidung mancungnya masih memar akibat tonjokan siku Kyuhyun.

“Huuuaaaaa… hyuunnggggg…” Kyuhyun lari dan memeluk Yunho yang sedang duduk santai di sofa panjang mereka. Tangisnya pecah karena terharu akan rasa sayang hyungnya itu padanya.

“Kyu.. kenapa kau menangis?” tanya Yunho bingung. “Maafkan hyung kalau menghalangimu memukul Siwon. Aku hanya tidak mau kau terluka.”

Tangis Kyuhyun semakin keras. Tapi pelukannya semakin erat. Badan Yunho yang memang sudah sakit sejak awal karena perlakuan adiknya tempo hari, jadi semakin sakit karena Kyuhyun memeluknya terlalu erat.

“Kyu.. Mianhae.. Aku salah, maafkan aku, ne? Bisakah kau melepaskanku?” kata Yunho lagi sambil menahan sakitnya.

Kyuhyun menggeleng. “Aku yang minta maaf hyung. Maafkan aku yang membuatmu seperti ini. Apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?”

Yunho meringis menahan sakit. “Aku tidak marah padamu Kyu. Tidak perlu minta maaf. Kalaupun kau bersalah, aku sudah memaafkanmu saat itu juga. Lepaskan saja aku, ne?”

“Shieroyo! Aku ingin memelukmu hyung, sudah beberapa hari aku tidak melakukannya. Biarkan aku memelukmu sekarang. Kalau kau memaksaku melepaskannya, maka artinya kau tidak sayang padaku.” Kata Kyuhyun keras kepala, tak sadar kalau hyungnya kesakitan sekarang.

Yunho hanya bisa pasrah menerima perlakuan adiknya. Mana mungkin ia tega mengusik kesenangan Kyuhyun saat ini?

“Hyuuunggg…” bisik Kyuhyun seduktif.

Yunho jadi merinding mendengarnya. “Eh? Ada apa Kyu?”

“Bolehkah aku.. err.. menggigitmu?” tanya Kyuhyun masih dengan nada yang sama. Kali ini bahkan terdengar lebih manja.

Yunho ingin menangis saat itu juga. Tubuhnya yang masih sakit dan belum pulih sepenuhnya ingin digigit lagi oleh adiknya. Kali ini bahkan diminta dengan sopan.

“Baiklah, tapi satu kali saja, ne? Badanku masih sakit karena gigitan-gigitanmu tempo hari.” Kata Yunho pasrah. Tidak ada gunanya menolak Kyuhyun saat ini, kalau ia tidak mau sengsara.

Dengan satu gigitan keras dan panjang, Kyuhyun memulai aksinya. Lima detik.. Tujuh detik.. Sepuluh detik.. Yunho merasa dagingnya akan terlepas sebentar lagi. Mati-matian ditahannya rasa sakit luar biasa di lengan kanannya. Tapi setelah dua puluh detik dan penderitaannya belum berakhir juga, ia melolong keras dengan nada menyedihkan.

Mendengar itu Geun Suk segera menghentikan kegiatan mencuci mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Ketika dilihatnya Yunho meraung tapi tidak bisa bergerak, ia jadi tertawa keras.

“Ya.. Kyu, berhenti menggigit Yunho. Kau ini mau ia mati muda, eoh?”

Kyuhyun lalu menghentikan ‘penyiksaan’ terhadap Yunho. Ia tersenyum nakal sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Membuat Yunho dan Geun Suk tak tega memarahinya.

Geun Suk menghampiri mereka lalu duduk ditengah, diantara kedua adiknya. “Kenapa kau suka sekali menggigit Yunho? Aku tahu rasanya pasti sakit sekali untuk Yunho, tapi aku iri sekali karena kau lebih memilih menggigitnya. Kau tidak pernah sekalipun menggigitku.”

Yunho tersenyum bangga. “Memang rasanya sakit. Tapi aku tidak akan pernah mau membaginya denganmu, hyung. Bagaimana rasanya dikalahkan olehku dalam hal ini?”

Geun Suk pura-pura cemberut. “Menyakitkan.”

Kyuhyun tertawa. “Aku menyayangi kalian berdua. Aku tidak mau kehilangan kalian sedetikpun. Terima kasih karena selalu menjagaku.”

Ketiganya berpelukan. Kyuhyun lalu mencium pipi kedua hyungnya satu persatu. Membuat keduanya bahagia sekali.

“Hyuuungggg…” kata Kyuhyun dengan manja.

“Hmm?” jawab Geun Suk.

“Ada apa Kyu?” tanya Yunho.

“Aku ngantuk..” kata Kyuhyun sambil mem-pout-kan bibirnya.

“Baiklah, kami akan mengantarmu ke kamar, ayo..” kata Geun Suk seraya berdiri.

Tapi Kyuhyun langsung menarik hyung tertuanya itu untuk duduk. “Aku ingin tidur di pangkuan kalian. Dan kalian dilarang keras menolak. Kalau kalian tidak mau, berarti kalian tidak sayang padaku.”

Selalu seperti itu. Selalu dengan ancaman yang sama. Kalau sudah begitu, mana mungkin Geun Suk dan Yunho menolaknya? Dengan senyum nakalnya Kyuhun lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Yunho dan sisa tubuhnya di pangkuan Geun Suk kemudian mulai tidur.

Yunho dan Geun Suk saling melempar pandangan ngeri. Kyuhyun kalau tidur lama sekali, mana bisa mereka tahan duduk sambil menopang tubuh Kyuhyun selama berjam-jam? Tapi kalau mereka menolak, Kyuhyun akan marah pada mereka. Akhirnya dengan pasrah mereka menerima ‘hukuman’ mereka hari itu. Inilah nasib menjadi kakak dari seorang Cho Kyuhyun.

*

Kyuhyun-sleeping-cho-kyuhyun-32117341-1789-1200

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 2

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 2

Akhirnya apa yang diimpikan Kyuhyun selama ini jadi nyata. Lee Minho mengajaknya berkencan. Memang, kencan mereka seperti kencan-kencan pada umumnya. Mereka menonton film, berfoto bersama, membeli ice cream kesukaan Kyuhyun dan hal-hal lainnya. Tapi Kyuhyun merasa itu adalah kencan paling istimewa yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.

Lee Minho juga selalu membuatnya tertawa dengan lelucon-leluconnya. Mereka tidak pernah kehabisan bahan obrolan, ada saja yang bisa mereka bicarakan tanpa rasa canggung. Entah mengapa Kyuhun merasa sudah mengenal sunbaenya itu bertahun-tahun lamanya.

Lee Minho selalu mencari tahu apa saja yang menjadi kesukaan Kyuhyun. Ia bertanya lalu memberi kejutan tiba-tiba. Kyuhyun menyukai segalanya. Ia bahkan lupa kalau hari matahari sudah condong ke barat. Sebentar lagi matahari akan benar-benar tenggelam.

Keduanya berjalan bergandengan tangan, menyusuri trotoar, disinari cahaya emas kemerahan dari sang surya.

“Menyenangkan sekali acara kita hari ini, Kyu. Ternyata kau memang seperti yang selama ini kubanyangkan. Lucu dan menggemaskan. Kurasa aku mulai paham mengapa Geun Suk-ssi melarangmu pacaran.” Kata Lee Minho.

Kyuhyun tersenyum malu. “Sebenarnya aku sendiri heran mengapa hyungku bersikap seperti itu.  Ia tidak suka siapapun menyentuhku. Jika aku bertanya, jawabannya selalu sama : kau belum cukup dewasa. Sedangkan menurutku ia sendiri belum cukup dewasa untuk mempermalukan dirinya di muka umum jika bertemu Yuri noona. Kau tahu maksudku, hyung.”

Lee Minho mengangguk. “Keduanya memang serasi, tapi terlalu menggebu-gebu. Terkadang aku ngeri melihatnya. Tapi kau cukup pandai mengendalikan hyungmu itu agar ia tidak mempermalukan dirinya lebih lama lagi. Tidak seperti Yunho yang sedikit cuek.”

Pujian kedua keluar untuk Kyuhyun. Membuat lelaki itu semakin melambung ke langit ke tujuh.

“Sebenarnya Yunho hyung tidak secuek itu, hyung. Ia hanya bosan memperingatkan Geun Suk hyung dan Yuri noona, makanya ia diam saja ketika dua orang itu beraksi. Walau begitu, Geun Suk hyung sangat menghormati Yuri noona. Tidak pernah sekalipun ia melakukan hal-hal di luar batas selain berpelukan dan berciuman, meskipun hal itu dilakukan dengan panas.” Kata Kyuhyun membela kedua hyungnya.

Cerita favorit Kyuhyun pada orang lain adalah cerita mengenai kedua hyungnya yang sifatnya saling bertolak belakang. Ia tidak pernah bosan menceritakan hal ini pada siapapun. Baginya, Geun Suk dan Yunho adalah pahlawan-pahlawannya.

“Kyu..” Lee Minho menahan langkahnya. Kyuhyun menoleh memandang lelaki yang lebih tinggi darinya itu. Wajah Lee Minho pucat pasi. Matanya menatap lurus kedepan.

Kyuhyun lalu ikut memandang lurus kedepan. Seketika ia juga terkejut. Dilihatnya Geun Suk sedang bicara dengan seseorang di telepon genggamnya, jauh di depan sana. Ia tidak menyadari kedatangan Lee Minho dan Kyuhyun.

Dengan cepat Kyuhyun mendorong tubuh Minho dan bersembunyi di samping toko kecil yang menjual pakaian. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Keringat kecil keluar dari kening dan lehernya. Ketakutan menguasainya kini.

“Kyu, bagaimana ini? Mobilku ada di depan sana.” Kata Lee Minho panik.

Kyuhyun mengintip ke arah Geun Suk. Lelaki itu masih bicara di ponselnya. Ia berdiri tepat di samping mobil hitam milik Minho.

“Hyung, kalau Geun Suk hyung mendapati kita disini, habislah kita. Mungkin aku tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali ke kampus selama sebulan, itupun dijaga ketat olehnya. Dan kau sudah pasti babak belur dibuatnya.” Kata Kyuhyun setengah histeris.

Lee Minho sibuk berpikir apa yang harus dilakukannya. Kini giliran ia yang mengintip. Hatinya mencelos ketika melihat Geun Suk bersandar di mobilnya. Dan tampaknya lelaki itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera menghentikan aktivitas meneleponnya.

Lalu sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Minho. Ketika dibacanya, ia jadi semakin lemas. “Kyu, Yunho baru saja mengirimiku pesan. Katanya ia akan menjemput Geun Suk-ssi sekarang dan ia berharap kita bisa sampai di rumahmu sebelum mereka pulang.”

Kyuhyun segera menelepon Yunho dan menyampaikan kesulitan yang ia dan Lee Minho hadapi saat ini. Ia takut semua berakhir buruk nantinya. Cepat atau lambat kakak tertuanya pasti menemukan mereka disana. Tak lama kemudian, dilihatnya mobil Yunho muncul di ujung jalan. Mobil itu pelan-pelan merayap dan berhenti tepat di depan mobil Lee Minho. Tak lama kemudian dilihatnya mobil tersebut kembali bergerak setelah  Geun Suk masuk.

Dengan cepat Lee Minho dan Kyuhyun berlari ke mobil. Lee Minho kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kalut. Ia harus memulangkan Kyuhyun secepatnya sebelum Yunho dan Geun Suk tiba di lebih dulu. Dan mereka tidak bisa melewati jalan lain karena jalan tercepat menuju rumah Kyuhyun adalah melalui jalan yang sama yang dilewati mobil Yunho. Lee Minho sibuk berpikir bagaimana cara sampai lebih dahulu.

Tapi karena terlalu cepat mengemudi, akibatnya mobilnya nyaris bertabrakan dengan mobil Yunho. Keringat dingin langsung membasahi tubuhnya, padahal AC di mobilnya berhembus cukup kencang.

Minho ingin melarikan diri secepatnya namun sayang, lampu lalu lintas berubah jadi merah. terpaksa ia menghentikan mobilnya. Baik Kyuhyun maupun Minho tidak berani melihat ke arah mobil Yunho padahal kaca mobil Lee Minho dilapisi dengan plastik hitam pekat yang membuat siapapun di luar sana sulit mengintip ke dalam.

Tiba-tiba kaca jendela tepat di samping diketuk keras. Kyuhyun menoleh dan langsung menahan jeritannya. Geun Suk ada di luar sana dan memandang bengis ke dalam mobil. Keduanya langsung panik luar biasa.

“Hyung, bagaimana ini? Sepertinya Geun Suk hyung tahu aku ada disini. Aduh, kenapa Yunho hyung tidak bisa membantu kita kali ini saja?” kata Kyuhyun. Kepanikan luar biasa terdengar jelas dalam suaranya.

“Aku tidak tahu, Kyu..” kata Lee Minho tidak kalah panik.

Kembali terdengar kaca jendela diketuk dengan kasar dari luar. Kali ini terdengar tergesa-gesa dan lebih menakutkan.

“Sembunyi di belakang, Kyu. Tepat di belakang jok yang kau duduki sekarang. Ingat, jangan bersuara. Kalau aku tidak meladeni kakakmu, ia akan mencariku sampai ke ujung dunia. Tidak ada gunanya aku lari.” Kata Lee Minho memberi usul. Tampaknya ia pasrah dengan nasibnya malam ini.

Kyuhyun segera mengikuti kata-kata Minho. Untung tubuhnya cukup ringan dan kurus hingga dengan cepat ia bisa menyelinap ke belakang jok dan duduk sambil melipat lututnya di dada.

Kembali ketukan di kaca terdengar. Kali ini jauh lebih keras dan panjang. Lee Minho menarik nafas panjang, menyiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk lalu pelan-pelan menurunkan kaca jendelanya.

Begitu Geun Suk melihat Lee Minho, matanya menyipit. “Kau..”

Lee Minho menyapanya dengan gugup. “Selamat malam, Geun Suk-ssi.”

“YA! Kalau menyetir hati-hati bodoh! Kau nyaris saja menabrak mobil Yunho. Kalau saja ada tadi kau menggores sedikit saja bagian dari mobil itu, maka kulitmu akan jadi gantinya!” teriak Geun Suk keras. Ia terlihat jauh lebih galak dari pada polisi lalu lintas.

“Mianhamnida, Geun Suk-ssi. Aku sedikit terburu-buru tadi. Aku tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Sekali lagi maafkan aku.” Lee Minho berupaya menutupi kegugupannya namun getaran dalam suaranya tidak bisa berbohong.

Melihat itu Geun Suk jadi kasihan juga. Lee Minho memang salah, tapi tidak sepantasnya ia meledak seperti itu kan? Geun Suk pun memutuskan untuk pergi. Namun baru akan pergi, ia merasakan sesuatu.

“Tunggu dulu!” kata Geun Suk tajam.

‘Matilah aku.’ Kata Lee Minho dalam hati.

“Aku seperti mengenal bau ini. Mengapa kau memakai parfum yang sama dengan adikku, Kyuhyun? Kau ini tidak bisa mencari parfum lain yah?” omel Geun Suk lagi.

Lee Minho kembali minta maaf dan berjanji akan segera mengganti parfumnya besok. Lebih baik ia mengaku seperti itu daripada Geun Suk menemukan Kyuhyun bersembunyi di mobilnya. Setelah Geun Suk pergi, lampu berubah menjadi hijau. Dengan cepat Minho mengemudikan mobilnya agar sampai di rumah Kyuhyun lebih dulu.

Kini kansnya jauh lebih besar karena Yunho baru saja mengiriminya pesan bahwa ia akan mengulur-ulur waktu dengan mengisi bensin dulu baru pulang. Jadi Minho punya kesempatan memulangkan Kyuhyun sebelum kedua hyungnya pulang.

*

BRAKK..!!!

Meja Kyuhyun digebrak dengan keras sehingga beberapa diatasnya terjatuh ke lantai. Kyuhyun mendongak dan mendapati Sooyoung menatapnya dengan garang.

“Kaaaauuuuu…! Katakan padaku kemana kau dan Minho oppa kemarin! Sudah kukatakan kepdamu dari dulu, Minho oppa itu milikku!”

Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan keras. Ia kesal sekali pada makhluk cantik di depannya itu tapi ia berprinsip tidak akan melawan wanita.

“Bukan urusanmu.” Jawab Kyuhyun pendek.

“Tentu saja jadi urusanku. Semua yang menyangkut dengan Minho oppa akan jadi urusanku juga. Jadi jangan pernah coba-coba menjeratnya dalam jebakanmu.” Kata Sooyoung lagi.

Kyuhyun tertawa. “Aku tidak menjeratnya. Ia sendiri yang memilih terjerat dengan pesonaku. Kenapa? Kau takut dikalahkan olehku ya? Apakah kini akhirnya kau menyadari walaupun aku lelaki tapi aku jauh lebih cantik daripada kau?”

Sooyoung sudah siap menerkam Kyuhyun ketika seseorang menahan tangannya. Ia menoleh dan melihat Yuri menatapnya sambil menggeleng.

“Sudah kukatakan berkali-kali. Kau boleh bertengkar dengannya tapi tidak kuijinkan kau menyentuhnya sama sekali, atau kau juga akan berurusan denganku.”

Sooyoung menepis tangan Yuri dengan kasar. “Dia yang mulai. Kau tahu benar itu. lalu mengapa masih membelanya? Kau ini sebenarnya sahabatku atau bukan?”

Yuri menahan kekesalannya dan bicara dengan tegas. “Justru karena aku sahabatmu maka sebisa mungkin aku membantumu terhindar dari maslaah. Pikirkan apa yang terjadi denganmu setelah kau ketahuan menyakitinya.”

Sooyoung tampak kesal sekali mendengar kenyataan itu. Menyakiti Kyuhyun berarti menyakiti kedua kakaknya. Jika ia masih sayang pada dirinya, sebaiknya ia menghindari lelaki manja itu. Ia lalu berjalan pergi setelah berkata pada Kyuhyun.

“Kau beruntung karena Yuri adalah kekasih kakakmu, kalau tidak ada dia disini, aku sudah menghancurkan wajahmu.”

Kyuhyun menatap kepergian Sooyoung dengan kesal. Setelah kencannya berakhir gagal dan ia diomeli oleh Yunho karena hampir ketahuan oleh Geun Suk semalam, moodnya jadi buruk sepanjang hari. Ditambah baru saja Sooyoung melabraknya seperti itu. Andai saja Sooyoung adalah laki-laki, mungkin tinjunya sudah bersarang ke wajah adik kandung Choi Siwon itu.

Dan yang lebih buruk pagi, kenyataan bahwa Hangeng kembali tidak bisa mengajar dan dihantikan oleh Siwon membuatnya jauh merasa lebih buruk. Ingin sekali ia berlari meninggalkan kelas kalau saja Changmin dan Kim Bum tidak mati-matian menahannya.

Selama kuliah berlangsung, Siwon tak pernah berhenti menatap Kyuhyun. Ia sedikit terkejut melihat wajah Kyuhyun yang kusut dan tampak kesal. Terkadang Siwon bingung sendiri, walaupun Kyuhyun sedang marah, wajah itu tetap menggemaskan. Apalagi kalau bibirnya dipoutkan seperti sekarang ini.

Melihat hal itu, Kyuhyun jadi semakin kesal. Bagaimana tidak, ia mati-matian menahan kekesalannya tapi Siwon juga mati-matian menatapnya. Ingin sekali Kyuhyun berteriak di wajah asisten dosen yang idiot itu agar berhenti menatapnya. Ia risih. Namun walaupun Kyuhyun menampakkan ketidaksukaannya, Siwon tetap saja memandangnya penuh minat.

Begitu perkuliahan selesai, Siwon langsung menyuruh Kyuhyun untuk tinggal dulu karena ia ingin bicara. Jika tidak menyangkut nilainya, Kyuhyun tidak akan mau tinggal. Tapi ia tidak ingin mengulang tahun depan, maka dengan sangat terpaksa ia tinggal dan merelakan Changmin dan Kim Bum pulang duluan.

“Kyuhyun-ssi, sejak tadi kau terlihat kesal. Ada apa? Mungkin bisa kubantu?” kata Siwon membuka percakapan.

Kyuhyun mendelik. “Bisakah kita membicarakan tentang mata kuliah saja? Bukankah hal itu yang membuatmu menyuruhku tinggal?”

Siwon tersenyum. “Sebenarnya tidak ada alasan khusus tentang mata kuliah kita hari ini yang mengharuskanmu tinggal lebih lama disini. Tapi lebih pada rasa penasaranku mengapa kau terlihat kesal dan tidak memperhatikan pelajaran hari ini.”

Kyuhyun menarik nafas kesal. “Siwon-ssi, bukankah hal itu adalah masalah pribadiku? Mengapa kau ikut campur? Intinya aku sedang kesal dan sedang tidak ingin membicarakannya. Lagipula aku bisa menangkap semua yang kau jelaskan hari ini. Jadi tolonglah, berhenti selalu memaksaku tinggal setelah jam kuliah berakhir.”

“Wae? Apa karena aku bukan Lee Minho yang kau sukai? Apa karena aku bukan kapten tim basket? Katakan Kyu, sebenarnya apa yang kau lihat dari laki-laki seperti Lee Minho?” tanya Siwon tidak mengerti. Ia masih tetap menjaga suaranya agar terdengar tetap stabil walaupun hatinya sudah mulai panas.

“Bukan urusanmu! Berhentilah mencampuri urusanku! Terserah aku mau menyukai siapa saja. Apa hakmu? Kenapa kau begitu ingin tahu perasaanku?” kata Kyuhyun kasar. Ia bersiap pergi lalu dengan cepat Siwon menahan tangannya.

“Karena aku menyukaimu.”

Kyuhyun terperangah saat itu juga. Terkejut dengan pengakuan Siwon yang spontan itu. detik berikutnya Siwon sudah melumat bibir Kyuhyun. Tiga detik, hanya tiga detik dan Kyuhyun langsung mendorongnya dengan kasar.

Dengan marah Kyuhyun menampar pipi Siwon dan berlari keluar. Ia marah sekali karena Siwon lancang sekali menciumnya. Mencuri ciuman pertamanya. Dan tidak ada rasa yang paling menyakitkan selain mendapat ciuman pertama dari seseorang yang kau benci.

*

Kyuhyun pulang dengan kekesalan menguasai hati dan pikirannya. Ia bahkan pulang duluan tanpa menunggu Yunho, membuat kakaknya itu kalang kabut mencarinya kemana-mana. Niat Yunho yang ingin mengomeli adiknya jadi surut ketika mendengar Kyuhyun menangis di kamarnya.

Sudah sejam ia menggedor pintu kamar Kyuhyun dengan sabar tapi Kyuhyun tidak juga mau membuka pintunya. Ia justru menjerit marah dari dalam menyuruh hyungnya pergi. Yunho tidak punya pilihan lain selain menelepon Geun Suk.

Saat itu Geun Suk sedang ada kuliah, tapi begitu mendengar suara cemas Yunho diseberang mengenai Kyuhyun, ia langsung lari meninggalkan kelasnya dan pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia mengulangi apa yang dilakukan Yunho sebelumnya : mengetuk pintu dengan sabar dan mencoba membujuk Kyuhyun agar membuka pintu. Tapi reaksi Kyuhyun sama saja. Ia menyuruh mereka pergi dan menangis lebih kencang.

Kesabaran Geun Suk habis sudah. Dengan satu tendangan keras, pintu kamar Kyuhyun langsung terbuka. Pegangan pintunya terjatuh karena pengaitnya terlepas dengan paksa.

“YA!! HYUNG!! KAU MERUSAK PINTUKU!!!” teriak Kyuhyun marah.

“Mianhae Kyu, aku.. kami kehabisan akal membujukmu. Kau tidak mau keluar dan menolak makan siang. Waeyo Kyunnie? Ceritakanlah pada kami.” Kata Yunho lembut. Ia tidak bisa marah pada adiknya itu, walaupun ia sudah menunggu seperti orang bodoh selama lebih dari sejam di depan kamar tadi.

“Huhuhuuh.. aku benci sekali hyung..” kata Kyuhyun masih terisak keras. Matanya bengkak dan terkadang ia terbatuk-batuk karena terlalu banyak menangis.

“Katakan padaku mengapa kau menangis. Apa yang kau benci?” Tanya Geun Suk dengan nada bahaya.

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Ia masih menangis keras sambil memeluk gulingnya. Selama lima belas menit Yunho dan Geun Suk menahan diri untuk tidak meledak menghadapi tingkah adiknya.

Namun Geun Suk yang sifatnya meledak-ledak tidak bisa menahan lebih lama lagi. “Kyu, ada apa denganmu? Cepat katakan!”

“AKU KOTOR HYUNG..!!!” Jerit Kyuhyun kesal. Kembali disembunyikannya wajahnya di balik bantal.

“Apa maksudmu?” tanya Yunho tidak mengerti. Perasaannya mendadak tidak enak.

“Aku.. aku sudah tidak suci lagi..” kata Kyuhyun pelan. Ia sebenarnya tidak mau memberitahu kedua hyungnya itu. Ia malu sekali. Tapi ia tidak mungkin menutupinya. Sekali saja ia berbohong, kedua hyungnya akan langsung tahu.

“Bicara yang jelas, Kyu. Jangan membuatku semakin penasaran.” Kata Geun Suk dengan nada tidak sabar.

“Kalian mengenal Choi Siwon kan? Dia.. Dia tadi mencium bibirku..” kata Kyuhyun pelan, hampir seperti bisikan.

“Oh, kukira ada apa. Ternyata Siwon hanya.. MWO? MENCIUMMU?” seru Yunho terkejut. “BERANI SEKALI DIA MENYENTUHMU..!!!”

Geun Suk terlihat menahan emosinya lalu berkata pelan. “Aku akan membunuhnya.”

Seketika Kyuhyun tersadar, Siwon akan tinggal nama nanti kalau kedua hyungnya sudah marah. Ia ingin menenangkan keduanya tapi terlambat, baik Yunho maupun Geun Suk sudah menghilang dari pandangannya.

Kyuhyun berlari keluar kamar dan mendapati Yunho dan Geun Suk bersiap keluar rumah. Tak diragukan lagi, mereka pasti mencari Siwon. Kecemasan melanda Kyuhyun. Ia memang membenci Siwon, apalagi setelah lelaki itu mencuri ciuman pertamanya. Tapi ia tidak mau kedua kakaknya menghajar Siwon yang nantinya akan menimbulkan masalah pada keduanya dikampus karena ketahuan berkelahi.

Di sisi lain, ia kasihan pada nasib Siwon jika kedua hyungnya yang kalap itu membuat Siwon tak berbentuk nantinya. Bisa-bisa urusannya jadi lebih panjang.

Maka dengan cepat ia berpikir keras agar kedua hyungnya tidak mencari Siwon hari ini. Keduanya dipenuhi emosi saat ini. Akibatnya bisa fatal. Akan lebih baik jika mereka menyelesaikan urusan dengan Siwon ketika emosi mereka sudah reda. Walaupun Kyuhyun tidak terima Siwon merenggut kesucian bibirnya, tapi hati nuraninya lebih dominan menguasainya kali ini.

Begitu ia menoleh kesamping dan melihat pintunya yang bernasib sial hari ini, ide cemerlang muncul di kepalanya.

“Kalian berdua tidak boleh pergi sebelum memperbaiki pintuku!” kata  Kyuhyun tegas.

“MWO???” Geun Suk dan Yunho bertanya dengan nada tak mengerti bersamaan.

“Perbaiki dulu pintuku baru kalian boleh pergi.” Kata Kyuhyun lagi.

“Geun Suk hyung yang merusaknya. Jadi dia akan tinggal memperbaikinya. Aku akan mencari Siwon sekarang. Tanganku sudah gatal ingin meremukkan tulang-tulangnya.” Kata Yunho berapi-api.

“ANDWAE…!!!!” teriak Kyuhyun kencang. “Siapa yang menelepon Geun Suk hyung? Kau kan, hyung? Maka kau ikut bertanggung jawab.”

“YA! Mana mungkin aku diam saja melihatmu seperti ini? Kau sendiri menangis kesal karena ia berani menciummu. Kau pikir kami akan diam saja begitu?” balas Yunho kesal.

“Kyu, nanti saja kami perbaiki, ne? Sekarang biarkan kami memberi Siwon pelajaran terlebih dahulu. Nanti kami akan memperbaiki pintumu. Atau aku akan menelepon orang untuk memperbaikinya sekarang.” Kata Geun Suk lagi-lagi mencoba sabar.

“Pokoknya aku mau kalian yang memperbaiki pintuku. SEKARANG JUGA!!! Atau aku tidak mau makan selama seminggu dan aku tidak mau bicara lagi pada kalian.” Kata Kyuhyun mengamcam dengan tatapan galak seperti biasanya.

Yunho melepaskan jaketnya dan melemparkannya dengan kesal lalu turun mengambil peralatan di dapur. Sedangkan Geun Suk menendang pintunya sendiri yang langsung bergema menyeramkan. Ia kemudian mengampiri pintu Kyuhyun dan menariknya dengan paksa sampai terlepas seluruhnya. Ia dan Yunho bekerja dalam diam tapi tangan mereka bekerja dengan kasar karena memendam emosi.

Untuk sementara Kyuhyun bisa bernafas lega. Ia tak tahu apa yang akan terjadi begitu pintunya selesai diperbaiki. Semoga saat itu emosi kedua hyungnya sudah menurun. Ya, semoga saja.

*

b09zc1imagessooyoung2

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203 the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 1

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 1

Kyuhyun memasukkan buku-bukunya dengan cepat ke dalam tasnya. Selama jam kuliah berlangsung, ia tidak bisa konsentrasi sedikitpun karena di dengarnya hingar bingar menggelegar dari lapangan basket di halaman kampusnya.

Begitu buku-bukunya tersusun rapi dalam tas, Kyuhyun menyambar ransel kesayangannya seraya  berlari keluar kelas. Namun ia terpaksa menghentikan langkahnya ketika sebuah tangan kekar menahan lengannya.

“Kenapa buru-buru Kyu? Bukankah tadi aku sudah bilang akan mendiskusikan sesuatu padamu? Ini mengenai ujianmu sendiri.”

Kyuhyun berusaha menepis tangan itu, namun sayangnya pegangan orang itu terlalu kuat. “Bukankah sudah kukatakan berulang kali bahwa aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Aku yakin jawabanku benar semua. Jadi tolonglah, Siwon-ssi, aku rasa tidak ada yang perlu kita diskusikan. Aku buru-buru hari ini.”

Kyuhyun tidak pernah menyukai lelaki yang satu ini. Namanya Choi Siwon. Dia masih duduk di bangku kuliah semester tujuh. Tapi karena kemampuan otaknya, ia ditunjuk menjadi asisten Hangeng, dosen mata kuliah Komunikasi Bisnis di Seoul University.

Dan karena Hangeng sendiri dosen yang cukup terkenal, maka jam terbangnya juga tinggi. Ia mengajar di beberapa universitas di Seoul sekaligus. Jadi begitu ia tidak bisa hadir di perkuliahan, maka ia akan meminta Siwon untuk menggantikannya.

Tapi Siwon ini selalu saja menyudutkan Kyuhyun. Memang bukan dalam arti negatif, tapi Kyuhyun tidak menyukainya. Ada saja bahan yang harus didiskusikan Siwon kepadanya, yang akhirnya mereka harus mendiskusikannya dalam perjalanan pulang atau berakhir di café untuk makan siang dan sebagainya.

Kyuhyun merasa terganggu akan hal ini. Kalau memang Siwon selalu ragu dalam materi yang dibawakannya, kenapa harus jadi asisten dosen? Bukankah ia dinilai cukup cerdas hingga bisa menggantikan seorang Tan Hangeng yang terkenal?

“Aku tahu jawabanmu benar, Kyu. Semuanya benar. Hanya saja aku ingin mendiskusikan jawabanmu di nomor empat. Disitu kau mengatakan bahwa..”

“Bisakah kita melanjutkannya nanti saja? Jebal Siwon-ssi, hyung ku sedang bertanding sekarang. Aku ingin menontonnya.” Rengek Kyuhyun. Ia enggan sekali berdiskusi hari ini. Ia tidak mau melewatkan kesempatan menonton pertandingan basket di lapangan basket kampus.

“Aku tahu.. tapi..”

“Lepaskan dia!”

Sebuah suara dingin membuat keduanya menoleh ke arah pintu. Begitu Siwon melihat siapa yang bicara, ia langsung melepaskan tangannya dari Kyuhyun.

“Ah, Geun Suk-ssi.. Maafkan, tadi aku ingin mendiskusikan beberapa hal dengan adikmu, jadi aku..” kata Siwon gugup.

Geun Suk mendekati Siwon perlahan-lahan dengan senyum menakutkan. Begitu sampai di depan Siwon, Geun Suk membelai pipi Siwon dengan tangannya yang dingin. Wajahnya dekat di dekatkan ke wajah Siwon dan matanya menatap mata Siwon dengan tajam.

“Choi Siwon.. Kau tampan sekali. Jangan memaksaku meninggalkan bekas yang tak bisa kau lupakan seumur hidupmu di wajah ini.” Kata Geun Suk dalam bisikan lembut yang menurut Siwon lebih terdengar seperti bisikan maut.

Belum sempat Siwon menjawab, Geun Suk sudah menarik wajahnya menjauh dan menepuk pipi Siwon dua kali. “Aku tahu kau mengerti,”

Kemudian Geun Suk berpaling pada Kyuhyun dan meraih tangan adik bungsunya itu. “Ayo kita nonton Yunho. Pasti dia kesal sekali karena kita terlambat menyaksikannya pamer di depan semua orang.”

Kyuhyun tertawa lalu mengikuti langkah kakaknya keluar kelas. Meninggalakan Siwon yang bernafas lega karena lolos dari ancaman maut sang naga pelindung Kyuhyun.

*

Siapa yang tidak kenal Cho bersaudara di kampus ini? Ketiganya begitu populer, tidak hanya di kalangan Seoul University tapi juga di kampus lain.

Cho Geun Suk adalah anak pertama yang masih kuliah semester tujuh. Seorang leader band yang sangat terkenal. Kemampuannya di bidang musik membuatnya sering menerima tawaran untuk mengisi acara di berbagai tempat. Ia juga terkenal sebagai orang luar biasa protektif pada kedua adiknya, Yunho dan Kyuhyun.  Caranya berpakaian seperti rocker, sedangkan cara bicaranya seperti seorang samurai berdarah dingin. Mungkin karena kharismanya, Yunho dan Kyuhyun jadi sedikit bertingkah di kampus.

Yang kedua adalah Cho Yunho. Ia tengah duduk di bangku kuliah semester lima. Ia berprestasi dalam bidang olah raga terutama basket. Ia dijuliki Don Juan kampus yang kerjanya tebar pesona kesana kemari. Tapi tidak ada satupun yang berhasil menarik perhatiannya, walaupun penggemarnya banyak sekali. Maklum, selain tampan ia juga pandai dan bersahaja. Sikapnya bertolak belakang dengan kakaknya. Jika Geun Suk adalah orang yang dingin maka  ia lebih santai, walaupun mulutnya kejam sekali jika sudah menghina seseorang.

Terakhir adalah Cho Kyuhyun. Ia sangat terkenal bukan hanya karena ketenaran kedua hyungnya, tapi ia berprestasi dalam bidang akademik. Ia juga terkenal galak dan berlidah tajam seperti hyung tertuanya tapi pesonanya sama dengan Yunho. Manis, imut, bandel dan manja adalah kesan yang akan diberikan setiap orang ketika mengenal Kyuhyun.

Dan Siwon sangat menyukai Kyuhyun. Sejak pertama kali melihat Kyuhyun di kelas Hangeng, ia langsung tahu bahwa ia jatuh cinta pada pemuda evil itu. Tapi Kyuhyun tidak pernah mengindahkannya. Terkadang Siwon jadi frustasi karena Kyuhyun tampaknya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa Siwon ada di muka bumi.

Ia diam-diam mencari tahu tentang Kyuhyun bahkan beberapa kali membuntutinya karena terlalu penasaran dengan lelaki itu. Sayangnya usaha Siwon sering dipergoki oleh Geun Suk atau Yunho. Bisa dibayangkan sendiri kan seperti apa jadinya? Yang lebih menyakitkan lagi adalah kenyataan bahwa Kyuhyun menyukai ketua tim basket kampus, Lee Minho, yang merupakan teman dekat Yunho.

Tentu saja Yunho merestui jika Kyuhyun berpasangan dengan sahabatnya, apalagi Geun Suk tidak menyukai ide ‘Kyuhyun berpacaran’ dengan siapapun. Maka hilanglah kans Siwon untuk mendapatkan Kyuhyun.

*

Siang itu Kyuhyun sedang makan siang dengan Yunho dan anggota team basketnya di kantin kampus. Kyuhyun tidak pernah dibiarkan sendirian oleh kedua hyungnya, kecuali di saat-saat darurat dimana keduanya sibuk dan Kyuhyun terpaksa pulang sendiri.

Kyuhyun melahap makan siangnya pelan-pelan, ia tidak mau terlihat rakus di mata Lee Minho yang ia puja sejak dulu itu. Memang Minho sering menunjukkan perhatiannya pada Kyuhyun, tapi entah mengapa ia merasa kalau Minho hanya menganggapnya sebagai hoobae saja. Apalagi karena ia adik Yunho.

“Kyu, jangan melamun. Kau ini! Habiskan makananmu.” Kata Yunho seraya mengelus surai cokelat Kyuhyun.

“Eh? Mengapa melamun saat makan, Kyu?” tanya Minho tiba-tiba.

Wajah Kyuhyun berpendar merah karenanya. Ini bukan pertama kalinya. Kyuhyun akan bereaksi seperti itu jika Lee Minho mengajaknya bicara.

“Aku tidak melamun, hanya.. memikirkan sesuatu..” kata Kyuhyun pelan. Ia menunduk, menyembunyikan warna merah yang menyelimuti wajahnya.

“Aigoo.. Kyu, kau manis sekali kalau malu-malu begitu? Inilah sebabnya Geun Suk hyung tidak memperbolehkanmu pacaran, kau bisa ditelan oleh pacarmu nanti.” Kata Yunho meledek adiknya sendiri.

“Yunho-ya, jangan meledeknya begitu. Ia pasti..”

Belum sempat Minho melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba disampingnya sudah duduk seorang wanita cantik berambut panjang lalu merangkul lengannya.

“Oppa.. Kau ini keterlaluan sekali. Mengapa tidak pernah mengajakku makan siang bersama?”

Kyuhyun langsung cemberut mengetahui siapa yang muncul disana. Choi Sooyoung, adik kandung Choi Siwon yang ia benci setengah mati. Pasalnya Sooyoung terkenal gigih mendapatkan cinta Lee Minho dan melakukan segala cara untuk menyingkirkan para pesaingnya. Sampai sekarang tidak ada satupun pesaingnya yang tersisa kecuali Kyuhyun.

Mana mungkin ia berani menyingkirkan Kyuhyun? Karena selain Yuri selalu menghalanginya, ia tidak mau cari masalah dengan Yunho. Karena cari masalah dengan Yunho sama saja tidak akan mendapatkan perhatian Lee Minho. Lelaki tampan itu hanya akan mendengarkan Yunho. Bahkan terkadang orang-orang berpikir kalau kapten basket sebenarnya adalah Yunho, karena ia bisa menguasai Lee Minho dengan mudah.

Dibelakang Sooyoung berdiri dua temannya yang sama menyebalkannya dengannya, Victoria dan Yuri. Kyuhyun membenci Victoria yang seperti gadis murahan menggoda siapa saja yang dianggapanya tampan di kampus. Sedangkan Yuri dibencinya karena ia adalah pacar Geun Suk yang entah mengapa jadi binal dan liar jika bertemu kekasihnya. Hanya itu, ia menyayangi Yuri yang suka melindunginya tapi ia benci jika gadis itu sudah seperti gadis murahan jika bertemu kakaknya.

Dilihatnya Yuri berdiri dengan ekspresi malas tergambar jelas di wajahnya, sedangkan Victoria dilihatnya melambai genit pada Yunho yang duduk di sampingnya. Yunho langsung memasang ekspresi liar yang dibuat-buat.

Dengan kesal Kyuhyun menggigit lengan hyungnya itu dengan keras. Yunho langsung melolong keras. Ia ingin marah tapi adiknya malah menatapnya dengan galak. Maka ia berhenti melihat Victoria, daripada Kyuhyun menggigitnya lagi. Menggigit adalah kebiasaan Kyuhyun sejak kecil jika kesal pada kakak keduanya itu.

“Ah, mianhae Sooyoung-ah, oppa ada janji makan siang dengan teman-teman dari tim basket. Lagipula, tadi oppa tidak melihatmu sama sekali.” Kata Lee Minho manis.

Kyuhyun benci sekali melihat pujaan hatinya menatap Sooyoung dengan pandangan seperti itu. Lee Minho tidak seperti dirinya yang hanya suka laki-laki, ketua tim basket itu suka laki-laki dan perempuan atau lebih dikenal dengan istilah biseks.

Selanjutnya Sooyoung memonopoli Minho dengan berbagai pertanyaan. Kyuhyun jadi menyodok-nyodok makanannya dengan keras menggunakan garpunya. Namun kekesalannya tiba-tiba hilang setengahnya karena lengan Minho melingkar mesra di bahunya walau lelaki itu masih bicara dengan Sooyoung.

Kembali wajah polos itu berpendar merah, apalagi tiba-tiba Minho menatapnya lembut seraya bertanya. “Ada apa Kyuhyun-ah? Mengapa kau menyiksa makananmu seperti itu? Kau bisa sakit kalau tidak banyak makan.”

Kyuhyun nyaris pingsan saat itu juga. Lee Minho menatapnya dari jarak dekat dan memberi perhatian atas kesehatannya. Hatinya langsung bernyanyi-nyanyi riang.

Namun tiba-tiba terdengar suara orang-orang berkata dari luar. “Anneyong Geun Suk-ssi, apa kabar?”

Lalu terdengar suara khas Geun Suk menjawab. “Aku baik-baik saja. Apa kau melihat adik-adikku?”

“Tentu saja, mereka ada di dalam.”

Ekspresi horror langsung tergambar di wajah Yunho. Dengan kecepatan tinggi ia mendorong wajah Lee Minho mundur dan melepaskan rangkulan Minho di bahu adiknya. Lalu  ia mendorong Kyuhyun ke kanan, bertukar tempat dengannya dan mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun. Ia tidak mau sahabatnya kehilangan tangannya gara-gara ketahuan merangkul Kyuhyun. lagipula kalau Geun Suk tahu Yunho diam saja Kyuhyun disentuh-sentuh orang lain, riwayatnya akan tamat sebentar lagi.

Jika reaksi Yunho ketakutan, maka reaksi Yuri justru sebaliknya. Ia terlihat bersemangat dan bergairah. Kyuhyun memutar kedua bola matanya melihat reaksi dua orang itu.

Begitu Geun Suk memasuki ruangan, semuanya terdiam. Sikap Geun Suk yang suka meledak-ledak itu membuat semua orang enggan mencari masalah dengannya. Yuri langsung berlari memeluk kekasihnya dengan manja. Dan dalam sepersekian detik keduanya sudah berpagut dengan panas di hadapan semua orang.

“YA!! HYUNG…!!! Jaga sikapmu..!” Jerit Kyuhyun marah. Ia malu sekali kakaknya suka bertingkah binal dengan Yuri di muka umum.

Geun Suk langsung melepaskan pagutannya dan menoleh pada Kyuhyun. Ia tertawa kecil memamerkan gingsulnya. “Ne.. ne.. ayo pulang Kyu, Yunho.”

Ia lalu berpaling pada Yuri. “Chagi, aku pulang dulu. Aku akan meneleponmu nanti, ne?”

Yuri tersenyum manja lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Geun Suk, berniat hendak mengecupnya lagi. Tapi Kyuhyun lebih cepat. Ia menyelipkan tubuhnya di antara kedua orang itu lalu menatap hyungnya dengan galak. Akibatnya bibir Yuri mendarat sempurna di tengkuk Kyuhyun.

“Kalian bisa melakukannya di rumah. Jangan di muka umum.” Bisik Kyuhyun geram. Tak peduli Yuri yang marah-marah di belakangnya karena gagal mencium Geun Suk.

Geun Suk mengalah. Tangannya lalu merangkul kedua adiknya di sisi kanan dan kirinya dan melangkah keluar.

Hubungan persaudaraan Cho memang sedikit rumit. Saling mencemburui satu sama lain, saling menjaga tapi juga bisa saling memarahi jika ada yang bertindak salah, tak perduli siapa yang lebih tua atau yang lebih muda. Dan tidak ada satupun diantara mereka yang keberatan dengan sikap saudaranya. Tingkah mereka terkadang membuat orang lain tersenyum geli, kesal, sekaligus iri.

*

Hari ini Kyuhyun mengerjakan tugas kuliahnya bersama kedua sahabatnya, Changmin dan Kim Bum. Ia sedikit kesal karena daritadi kedua sahabatnya itu tidak konsentrasi mengerjakan tugas. Changmin sibuk mengunyah sedangkan Kim Bum sibuk melayani gadis-gadis yang mengiriminya pesan di ponselnya.

Jika Kyuhyun protes karena ia merasa bekerja sendiri, maka dengan santainya Changmin dan Kim Bum menjawab. “Kan kau yang paling pintar diantara kita, Kyu. Jadi kami setuju saja dengan jawabanmu karena sudah pasti benar.”

Walau kesal, Kyuhyun tetap mengerjakan tugas itu. Karena jika salah sedikit saja, Siwon akan langsung mengajaknya berdiskusi lagi. Mengingat Siwon, ia langsung berhenti mengerjakan tugasnya dan bertanya pada dua sahabatnya.

“Apa kalian ada usul bagaimana cara menghindari Siwon hyung?”

Kedua sahabatnya langsung menghentikan kegiatannya masing-masing dan memperhatikan Kyuhyun.

“Buat apa kau hindari, Kyu? Dia kan suka padamu.” Kata Changmin dengan polosnya.

“Mwo? Mana mungkin?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Kim Bum memutar bola matanya. “Kyu, dari caranya menatapmu di kelas atau bicara padamu ataupun caranya yang selalu cari-cari alasan agar bisa berdua denganmu, kelihatan jelas bahwa ia menyukaimu.” Changmin mengangguk tanda setuju.

“Tidak mungkin! Siwon hyung itu sentimen padaku. Kurasa karena aku lebih pintar dan nilai-nilaiku sempurna makanya ia selalu menyelaku. Mengajakku berdiskusi, katanya jawabanku melencenglah, berlebihan lah, terlalu dipaksakan lah, hahhh! Ada-ada saja caranya menyelaku, membuatku tidak suka padanya.”

“Apalagi kalau mengingat dia adalah kakak dari Sooyoung yang genit itu, huhhhh!!! Keduanya sama-sama menyebalkan. Dan satu hal lagi, tidak mungkin ia menatapku di kelas. Mungkin ia menatapku dengan kesal karena iri padaku!” kata Kyuhyun berapi-api. Ia memang tidak suka pada Siwon yang terkesan suka sekali mengguruinya.

“Kau harus memperhatikannya kalau ia mengajar, Kyu. Matanya sering sekali menatapmu dengan tatapan yang sulit diartikan.” Kata Changmin.

“Untuk apa? Kalau yang mengajar Minho hyung, baru aku mau. Oh, kenapa Minho hyung tampan sekali? Sayang, ia suka sekali tebar pesona, sama persis dengan Yunho hyung. Kalau sudah begini, mana mungkin ia melihatku? Selamanya aku hanya akan jadi hoobaenya saja.” Kata Kyuhyun lirih.

“Kurasa Minho hyung juga menyukaimu, Kyu. Hanya saja ia masih mencari-cari waktu yang pas untuk mendekatimu secara pribadi. Lagipula kau tahu sendiri kan bagaimana hyung tertuamu itu bereaksi jika kau di dekati orang lain?” kata Kim Bum.

Kyuhyun jadi sibuk memikirkan kata-kata Kim Bum. Benarkah Siwon suka padanya? dan benarkah Minho juga suka padanya tapi belum berani mendekatinya? Mimpi apa dia sampai kedua lelaki gagah itu menyukainya? Tapi jika benar, dirinya sudah pasti akan memilih Minho yang lembut dan bersahaja daripada Siwon yang sok tahu dan menyebalkan.

*

Sorak-sorak penonton di tribun memekakkan telinga. Nama Yunho dan Minho terdengar dari bibir para yeoja yang menggemari mereka. Saat itu sedang berlangsung pertandingan persahabatan antara tim basket kampus mereka dengan kampus lain. Dan seperti biasa, Kyuhyun dan Kim Bum menonton. Changmin tidak pernah duduk bersama mereka karena ia duduk di bangku pemain cadangan.

Lee Minho terlihat tampan walaupun bermandikan peluh sedangkan seperti sebelum-sebelumnya, Yunho akan terlihat over acting di hadapan para penggemarnya. Jika ia berhasil memasukkan bola ke ring, maka ekspresi wajah serta cara berjalannya dibuat se-cool mungkin. Kyuhyun sampai geleng-geleng kepala melihat aksi hyungnya itu.

Di seberang lapangan dilihatnya Sooyoung, Yuri dan Victoria bersorak-sorak menyebalkan memberi semangat pada tim basket kampus. Lalu dilihatnya seseorang berdiri tak jauh dari kumpulan gadis-gadis berisik itu.

Orang itu Choi Siwon, yang menatap Kyuhyun lurus-lurus tampa berkedip. Kyuhyun balas memandang Siwon, ia yakin Siwon akan kalah sebentar lagi karena Kyuhyun sangat ahli dalam hal kontak mata. Tapi hingga semenit, Siwon tak juga menghentikan tatapannya. Kyuhyun jadi gelisah.

Tiba-tiba sorak-sorak gembira memenuhi udara. Dirasakannya Kim Bum memeluk tubuhnya dan berkata riang. “Kita menang.. Kita menang..! Ayo beri selamat pada mereka. Kita juga harus menyemangati Changmin.”

Mau tidak mau Kyuhyun melepaskan tatapannya dari Siwon. Ia jadi kesal pada Kim Bum karena membuatnya kalah dari adu tatap dengan Siwon. Dengan cemberut ia mengikuti langkah Kim Bum ke pinggir lapangan untuk menyelamati anggota tim basket.

Kyuhyun masih penasaran, maka ia mencoba mencari Siwon dengan matanya. Ketika melihat asisten dosen itu, ia terperangah sebentar. Siwon masih menatapnya lurus, dengan tatapan yang sama.

“Idiot!” desis Kyuhyun kesal.

Kyuhyun tidak bisa berlama-lama memikirkan Siwon karena dilihatnya Victoria dan Sooyoung sudah berlari-lari genit ke arah Yunho dan Minho. ‘Andwae..!!’ kata Kyuhyun dalam hati. Dengan kecepatan penuh ia menyeruak diantara kerumunan itu dan memeluk Yunho dan Minho bersamaan.

Kedua pria yang lebih tinggi daripadanya itu balas memeluknya erat. Dan Kyuhyun tetap memeluk keduanya tanpa peduli badannya sudah ikut basah karena keringat dua pemain andalan tim basket itu. ia tidak rela jika Sooyoung ataupun Victoria menyentuh dua orang yang disayanginya itu.

“Maukah kau pulang bersamaku?” tanya sebuah suara dalam bisikan halus yang ia yakin adalah suara Lee Minho.

Kyuhyun mendongak menatap Lee Minho dengan tatapan tak percaya. “Hyung.. benarkah kau..”

Lee Minho mengangguk. “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku menang di pertandingan ini, aku akan mengajakmu kencan.”

Ledakan besar langsung terjadi di jantung Kyuhyun. Ia masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.

Kemudian Yunho berkata. “Cepatlah pergi, selagi orang-orang tidak memperhatikan kalian. Ingat, pulangkan adikku jam tujuh malam, tidak boleh lewat sedetikpun. Mumpung Geun Suk hyung sedang tidak ada. Aku akan menyuap Yuri dulu agar ia tidak memberitahukan hal ini pada hyungku.”

Lee Minho mengangguk lalu memeluk Kyuhyun dan membawanya pergi dari sana. Tak jauh dari sana, Siwon memandang keduanya dengan tatapan terluka.

*

U_Know_Yunho_Lee_Min_Ho_27122010091329

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203 the third winner of Challenge Me. Here’s your story..