Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 2

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

CHAPTER 2

“Kau selalu terlambat. Ayo cepat bangun, nanti sarapanmu dingin.”

Siwon bangun dengan enggan namun ia bahagia. Bahagia karena ia bisa melihat wajah itu kala ia membuka matanya. Langkah kakinya dipercepat agar bisa menyusul tepat di belakang sang kekasih dan.. hap! Ia segera melingkarkan kedua tangannya ke sekeliling tubuh yang lebih kecil darinya itu.

Hidung Siwon menyusuri leher hingga pundak lelaki itu seraya mengendusnya dalam-dalam. Ia selalu wangi, selalu mampu membuat Siwon tergila-gila bahkan di hari mendung sekali pun.

“Berhenti menggodaku. Kau harus segera bersiap. Bukankah hari ini ada rapat penting?”

Siwon tersenyum lebar. “Benar. Tapi sebelum aku pergi bekerja, sebelum aku menyentuh sarapanku, aku ingin sebuah ciuman.”

Efek luar biasa yang ditimbulkan oleh Siwon. Lelaki di depannya tersenyum malu dengan semburat merah muda menghiasi kedua pipinya. Siwon mendekatkan kedua wajah mereka. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan..

Siwon membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya. Ternyata matahari sudah muncul sedari tadi. Peluh membasahi tubuhnya walau pun pendingin ruangan di kamarnya menyala dengan suhu tinggi. Ia menyadari bahwa lagi-lagi ia memimpikan Kyuhyun. Selalu seperti itu. Bagaimana bisa ia mengusir Kyuhyun dari mimpinya? Ini terlalu menyakitkan.

Dering ponselnya menyadarkannya sesaat. Nama Tan Hangeng tertera di layar sentuh itu. Tanpa pikir panjang, Siwon segera menjawab.

“Siwon, apa kau sudah bangun?” Tanya Hangeng dari seberang.

“Tentu saja sudah. Ada apa? Ada yang bisa kubantu?”

Hangeng terdengar agak ragu di seberang sana. Namun akhirnya ia bicara setelah beberapa detik.

“Apa kau punya kegiatan lain hari ini?”

Ini adalah hari minggu. Di hari libur seperti ini biasanya Siwon selalu menghabiskan waktunya di apartemennya. Melakukan semua yang bisa ia lakukan seperti menonton dvd, memasak menu-menu baru atau membersihkan apartemennya sendiri. Ia menolak untuk keluar karena enam hari bekerja membuatnya cukup lelah hingga di hari minggu seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya sendiri.

“Tidak ada. Kau tahu aku kan, aku tidak pernah keluar di hari libur seperti ini.” Jawab Siwon.

“Hm.. Bolehkah aku meminta bantuanmu?” kembali Hangeng bertanya tapi kini terdengar semakin ragu.

“Hey ayolah, kau adalah temanku. Selama aku bisa membantu, sudah pasti akan kulakukan. Apa yang bisa kubantu?”

“Hari ini aku dan Zhoumi harus menghadiri rapat dengan beberapa klien dari Hongkong. Padahal aku sudah berjanji akan menonton dvd bersama Kui Xian sejak minggu lalu. Bisa kau bayangkan betapa kecewanya dia begitu mendengar hal ini. Tapi ia cukup keras kepala, ia tidak masalah jika menontonnya bersama orang lain, yang jelas ia ingin ditemani. Ia tidak mau menonton sendiri.”

Perasaan Siwon mendadak tidak karuan. Ia takut kalau-kalau Hangeng memintanya untuk menemani Kui Xian menonton dvd-nya.

Kemudian Hangeng melanjutkan. “Aku tidak bingung seperti ini jika saja Henry ada di Seoul tapi semalam ia harus kembali ke Beijing karena ada anggota keluarganya yang sakit. Donghae ada kencan dengan Eunhyuk dan.. Kau tahu, aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Untuk itu, aku ingin meminta bantuanmu untuk menemaninya menonton dvd itu.”

Dugaan Siwon benar. Dan kini ia sedikit menyesal ketika mengatakan bahwa ia tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Ia mau saja membantu Hangeng, kalau saja hal itu tidak ada hubungannya dengan Kui Xian.

“Siwon.. Kau masih di situ?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku akan membantumu. Tidak masalah buatku. Aku juga suka menonton film jadi kupikir tidak ada salahnya. Lagipula ini hari libur bukan?”

“Ah.. Aku lega sekali. Baiklah, sejam lagi aku akan mengantarnya ke apartemenmu. Setelah aku selesai, aku akan segera menjemputnya.” Suara Hangeng terdengar sangat gembira di seberang sana, sangat kontras dengan suasana hati Siwon saat ini.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap. Mungkin aku bisa membuatkan kue coklat sederhana untuk kekasih sahabatku ini.” Kata Siwon yang berusaha keras terdengar sama cerianya dengan Hangeng.

“Kue cokelat? Dia suka sekali dengan kue cokelat. Aku benar-benar telah manjatuhkan pilihan yang benar. Walaupun aku akan meninggalkannya seharian, tapi aku yakin ia tidak akan merasa bosan karena ditemani oleh pria baik seperti kau. Terima kasih.”

That’s what friends are for, right?

Setelah sedikit berbasa-basi, keduanya memutuskan hubungan telepon. Siwon masih memandang ponselnya dengan hati gundah.

Satu lagi kemiripan mereka : sama-sama menyukai kue cokelat.’ Pikir Siwon.

Kadang ia berpikir, dengan kemiripan-kemiripan Kyuhyun dan Kui Xian, apa ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang yang sama? Tapi mengapa Kyuhyun tidak mengenalinya sama sekali?

*

            Siwon melirik lelaki pucat yang duduk tenang seraya menikmati kue cokelat buatannya itu sesekali. Matanya masih senantiasa terpaku pada televisi yang menyajikan adegan-adegan dari dvd yang dibawanya. Sesekali ia menghela nafas, sesekali tertawa, bahkan kadang ia bahkan marah-marah sendiri. Tergantung dari adegan yang tersaji di depannya.

Tidak ada perbedaan sedikit pun. Segalanya tampak sama, kecuali nama dan warna rambut mereka. Bahkan suara mereka pun nyaris sama jika saja Kui Xian mengeluarkan suara manja yang selalu dilakukan Kyuhyun. Kui Xian terlihat lebih dewasa, dari caranya bicara dan bergerak. Tidak seperti Kyuhyun yang kekanakan dan menggemaskan.

Berhentilah menatap kekasih sahabatmu.’ Bisik Siwon dalam hati.

“Ah.. Selesai.. Uh, film ini seru sekali. Bagaimana menurutmu, Siwon-ssi?”

Siwon segera tersadar dari pikiran-pikirannya. Dengan senyum jengah ia menjawab. “Kupikir juga begitu..”

Bagaimana mungkin aku tahu jika selama menonton yang kulihat hanya dirimu?’ katanya dalam hati lagi.

“Dimana Kibum-ssi? Aku tidak melihatnya.” Tanya Kui Xian lagi.

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Eh? Tentu saja di kamarnya. Kenapa?”

Kui Xian menggeleng. “Tidak apa-apa. Bukankah beberapa waktu lalu kau sudah menyatakan bahwa kau akan memberinya kesempatan? Jadi kupikir, di hari yang cerah seperti ini, kenapa tidak kau gunakan untuk berkencan?”

“Itu..” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku belum bicara atau pun bertemu dengannya setelah hari itu. Kami sama-sama sibuk, jadi.. Lagi pula, bukankah hal seperti ini tidak perlu buru-buru.. Maksudku..”

“Ya..ya..ya.. Aku mengerti. Mengapa kau tampak gelisah seperti itu? Bukankah aku hanya bertanya?” balas Kui Xian seraya mendecak.

Lelaki itu lalu berdiri dan berjalan-jalan pelan ke sekeliling ruangan. Matanya mengagumi isi apartemen mewah itu. Sesekali ia menunjuk beberapa benda dan Siwon dengan sigap menjelaskan layaknya seorang kurator di museum seni.

“Huaaaa… Kau punya banyak koleksi wine..!!!!” seru Kui Xian gembira.

Kening Siwon mengernyit bingung. “Kau juga suka wine?”

“Tentu saja! Siapa yang tidak menyukainya? Lihatlah, kau bahkan punya yang berumur beberapa puluh tahun!” pekiknya lagi.

Bagaimana mungkin? Mengapa ia juga menyukai wine seperti Kyuhyun? Oh Tuhan.. Apa yang sebenarnya tengah kuhadapi saat ini?’ pikir Siwon bingung.

Siwon menatap Kui Xian yang tengah memunggunginya dan mengagumi botol-botol wine yang berjejer di rak kaca dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

“Kui Xian-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon memberanikan diri.

Kui Xian berbalik setelah meletakkan botol yang dipegangnya ke rak kaca. “Tentu saja.”

“Berapa umurmu?”

“Aku? Dua puluh tujuh.”

Umur mereka sama.

“Dan.. Tanggal lahirmu?”

“2 february 1988.”

Beda sehari.

“Apa kau.. Benar-benar warga asli Cina? Maksudku, tidak ada campuran dari Negara lain atau..”

Kui Xian tersenyum. “Tentu saja. Haruskah aku memperlihatkan akte kelahiranku kepadamu?”

Kebetulan yang sangat aneh..

*

            “Dia bukan Kyuhyun. Dan kau tahu itu.”

“Aku tahu, tapi.. Terlalu banyak kesamaan yang ada pada diri mereka, membuatku nyaris mengira mungkin saja Kui Xian yang aku hadapi kini adalah Kyuhyun sendiri.” Kata Siwon bersikeras.

Donghae menghela nafas berat. “Kau masuk terlalu jauh, kawan. Ingat, dia adalah tunangan sahabatmu sendiri. Jangan membuat masalah sama sekali. Kau tidak ingin Hangeng mengetahui semua ini dan justru menyalahkanmu, bukan?”

Siwon menggeleng. “Bukan kau, yang selama ini tinggal bersamanya. Jadi begitu ada seseorang yang mirip dengannya, kau tidak akan tahu hal itu.”

Kembali Donghae menghela nafas berat. Ia sudah bersahabat dengan Siwon cukup lama untuk mengetahui seberapa keras kepalanya lelaki itu jika menyangkut hal-hal tertentu, terutama yang diyakininya.

Hanya saja, Donghae tidak yakin kalau perspektif Siwon kali ini ada benarnya, walaupun semua kemungkinan itu ada. Ia hanya tidak ingin Siwon masuk terlalu jauh dan akhirnya kembali terluka seperti dulu. Untuk menjadi Siwon yang seperti sekarang saja sudah cukup sulit, ia tidak mau sahabatnya itu kembali terpuruk dengan kasus yang serupa.

“Siwon.. Dengarkan aku..”

“Tidak! Kau yang harus mendengarkan aku. Mereka punya wajah dan tubuh yang serupa. Mereka lahir di tahun yang sama, kecuali tanggal lahir mereka yang berbeda. Hanya berbeda sehari. Apa hal ini tidak membuktikan adanya kesamaan yang janggal diantara mereka?” Siwon bersikeras.

Donghae tidak menjawab. Bukan karena ia berpikiran yang sama tetapi ia lelah menghadapi Siwon yang telah mengatakan hal yang sama berulang-ulang di sepanjang minggu itu. Membuatnya cukup gerah.

Siwon masih terus mengatakan hal yang sama selama beberapa menit ke depan hingga akhirnya Donghae mengangkat tangannya, menarik perhatian Siwon hingga lelaki itu berhenti bergumam pada dirinya sendiri.

“Apakah dia Kyuhyun yang selama ini kau cari atau bukan, kenyataannya dia adalah milik Hangeng saat ini. Ingat itu.”

Donghae berjalan ke luar apartemen Siwon setelah menepuk pelan pundak sahabatnya yang seakan tersadar dengan kenyataan paling pahit di hidupnya. Kui Xian memang milik Hangeng.

*

            Satu pertemuan berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Semakin Siwon mencoba menghindari Kui Xian, semakin sering ia harus dihadapkan dengan berbagai permintaan lelaki itu. Mulai dari menemaninya mencari buku, berbelanja bahan makanan, hingga mencari pakaian, baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk Hangeng.

Siwon sama sekali tidak keberatan andai saja Kui Xian bukan milik Hangeng yang wajahnya serupa dengan kekasihnya yang hilang. Karena semakin dirinya mencoba meyakinkan dirinya sendiri, maka semakin kuat pula semua pikiran-pikiran aneh yang terlintas di benaknya.

Siwon sudah mencoba mengelak. Bukan sekali, namun berkali-kali. Namun menolak Kui Xian bukanlah perkara mudah. Ia selalu membalas penolakan Siwon dengan kata-kata yang sama :

Donghae-ssi sudah punya Eunhyuk-ssi. Henry sibuk dengan Zhoumi gege, dan Ryeowook-ssi sudah pasti menikmati masa-masa pernikahannya dengan Yesung-ssi. Mana mungkin aku mengganggu mereka? Hangeng-ge juga sangat sibuk. Dan kau tidak punya kekasih jadi aku meminta bantuanmu. Aku akan berhenti kalau kau benar-benar memantapkan pilihanmu pada Kibum-ssi.

 

Terkadang Siwon beranggapan kalau Kui Xian mungkin dibayar oleh Kibum untuk mempromosikan dirinya kepada Siwon. Tapi hingga detik ini ia sendiri tidak pernah menangkap gelagat aneh dari tetangganya itu kalau-kalau ia benar-benar menyukai dirinya.

Tapi kadang Siwon berpikir kalau Kui Xian terlalu memaksakan dirinya untuk berpacaran dengan Kibum. Untuk apa? Apa untungnya untuk lelaki itu?

“Melamun lagi?”

Siwon merasakan tepukan halus di lengannya dan segera tersadar dari pikiran-pikiran yang menguasainya belakangan ini. Ia tersenyum jengah kepada Hangeng yang masih meletakkan telapak tangannya di lengan Siwon.

“Maaf..”

Tidak seharusnya ia melamun pada saat ia, Hangeng dan Zhoumi akan sedang mengadakan rapat kecil mengenai pekerjaan mereka. Walau rapat itu bersifat informal, tetap saja ia seharusnya berkonsentrasi.

Zhoumi menyipitkan matanya. “Kau sering melamun akhir-akhir ini. Ada apa, Siwon? Apa ada masalah?”

Siwon menggeleng. “Aku hanya sedang memikirkan beberapa hal. Tapi bukan sesuatu yang penting. Jangan khawatir.”

“Oh ya, Siwon, terima kasih atas bantuanmu akhir-akhir ini.”

Siwon memiringkan kepalanya. “Bantuan apa?”

Hangeng tersenyum. “Kui Xian banyak bercerita mengenai hari-harinya yang menyebalkan karena ditinggal oleh orang-orang terdekatnya. Untung saja kau mau meluangkan waktu untuk menemaninya. Terima kasih.”

“Oh itu.. Aku hanya menemaninya jika memang aku sedang tidak ada pekerjaan. Bukan sesuatu yang besar. Tidak perlu berterima kasih.” Jawab Siwon dengan senyum palsunya. Padalah dalam hati ia enggan sekali menemani lelaki itu. Hanya menambah luka.

“Kau tahu.. Ia tidak terlalu bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi melihat perkembangan hubungan kalian yang dengan cepat bisa menjadi teman, membuatku lega. Setidaknya ia berteman dengan orang-orang yang kukenal dengana baik di sini.” kata Hangeng lagi.

Kembali Siwon tersenyum simpul. Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya. “Hangeng-ssi, di mana kau bertemu Kui Xian sebelumnya?”

“Apa aku belum pernah menjelaskannya?” Hangeng balik bertanya. “Kurasa sudah.” Ia tertawa kecil lalu melanjutkan. “Seperti yang kau tahu, ia adalah sahabat Henry sejak di junior high school. Aku sudah sering bertemu dengannya, tapi aku baru benar-benar membuka mataku beberapa tahun lalu. Tapi kemudian ia pindah ke Taiwan, ke tempat pamannya. Membuatku patah hati saat itu. Tapi ia rajin mengirim kabar kepada aku dan Henry.”

Hangeng menyesap kopinya sedikit lalu kembali melanjutkan kata-katanya. “Kami baru bertemu lagi tiga tahun yang lalu kemudian menjalin hubungan. Saat itu aku memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi. Aku langsung memacarinya. Setahun kemudian aku melamarnya menjadi tunanganku.”

Siwon mengernyit. “Tiga tahun yang lalu?”

Bukan Hangeng yang menjawab melainkan Zhoumi. “Benar. Karena saat itu aku bertemu Henry. Saat Hangeng menceritakan kepadaku mengenai Kui Xian. Saat itu aku masih baru bergabung di perusahaan ini dan kami berdua langsung akrab. Hari itu aku menumpang di mobil Hangeng karena mobilku rusak. Tapi ia mengatakan akan menjemput adiknya dulu. Di sana lah aku bertemu Henry dan Hangeng bertemu Kui Xian lagi. Selanjutnya kau bisa menebak sendiri jalan ceritanya, kan?”

“Apa Kui Xian baru kembali dari Taiwan saat itu?” tanya Siwon lagi. Ia semakin penasaran. Pasalnya Kyuhyun menghilang juga dua tahun yang lalu.

“Benar. Pamannya meninggal di Taiwan jadi ia memutuskan untuk kembali ke Beijing. Ia tampak cukup terluka saat itu. Tapi ia tetap tampan seperti biasa.” Jelas Hangeng.

“Apa.. Ini kali pertama Kui Xian menginjakkan kaki di Seoul?” tanya Siwon lagi. Ia tidak akan menyerah di sini.

Hangeng menggeleng. “Kui Xian pernah tinggal di sini selama beberapa bulan. Ia pernah mengikuti kursus bahasa Korea di Taiwan dan memutuskan untuk pergi ke Seoul untuk memantapkan bahasa Korea-nya.”

Jantung Siwon berdegup kencang kini. “Benarkah? Kapan tepatnya?”

“Entahlah.. Tiga tahun lalu? Empat tahun lalu? Aku tidak ingat kapan persisnya.”

Ada kesenangan tidak wajar dalam diri Siwon kini. “Ia pernah tinggal di sini?”

Hangeng dan Zhoumi saling berpandangan lalu mengangguk bersamaan. Namun Zhoumi yang menjawab pertanyaan itu.

“Ia tinggal selama setahun. Ah tidak, lebih dari setahun. Dan kau bisa lihat bahasa Korea nya kini, tanpa cela bukan?”

Setahun? Ia dan Kyuhyun menjalin hubungan selama setahun. Ya, hanya setahun namun semua terasa begitu indah. Ia bahkan tidak akan berpikir dua kali ketika ingin menikahi Kyuhyun. Tapi sayang, rencana Siwon gagal karena Kyuhyun tiba-tiba menghilang.

“Apa.. Ia pernah menjalin hubungan dengan lelaki asal Korea di sini?” tanya Siwon penuh harap. Seandainya Hangeng menjawab ‘iya’, artinya Siwon punya kesempatan untuk mencurigai Kui Xian sebagai Kyuhyun. Ia hanya perlu memikirkan mengapa Kyuhyun tidak mengenalnya saat bertemu.

“Seingatku tidak. Itu pun kalau Henry tidak berbohong kepadaku. Kau tahu, biasanya seorang adik menyembunyikan hal-hal tertentu kepada kakaknya, bukan?” Jawab Hangeng seraya mengangkat bahunya.

“Henry?”

Hangeng tertawa kini. “Tentu saja. Ia datang kemari dan tinggal bersama Henry. Itulah sebabnya mengapa bahasa Korea keduanya sangat bagus.”

“Aku tidak mengerti.” Kata Siwon dengan bingung.

“Mereka mengikuti kursus bahasa Korea di tempat berbeda. Henry belajar di Beijing sedangkan Kui Xian belajar di Taiwan. Mereka lalu sepakat untuk memperdalam bahasa itu dengan datang dan tinggal bersama di Seoul.” Jawab Zhoumi.

“Jadi.. Kui Xian dulu memang tinggal di Seoul.. Bersama Henry?”

Zhoumi dan Hangeng mengangguk mantap.

*

            “Aku benar-benar bersemangat ketika kau menelepon tadi, Siwon-ssi. Tidak biasanya kau mengajakku keluar. Biasanya aku lah yang merengek kepadamu.” Kata Kui Xian. Wajahnya tampak berseri-seri karena akhirnya Siwon mengajaknya bertemu duluan.

Kui Xian bahkan diberi kebebasan memilih restaurant yang tempat mereka akan makan siang. Dan pilihan Kui Xian jatuh pada restaurant cina favoritnya. Alasannya selalu sama, ia rindu kampung halamannya. Jika berada di sana, ia serasa pulang ke rumah.

Dan Siwon lega karena akhirnya ia menemukan satu lagi kesamaan Kyuhyun dan Kui Xian. Restaurant ini. Kyuhyun juga sangat menyukainya, namun dengan alasan yang berbeda dengan milik Kui Xian. Bagi Kyuhyun, restaurant ini memiliki cita rasa khas yang tinggi dibandingkan dengan restaurant lain.

“Hari ini aku sedang tidak ingin makan sendiri. Aku tadinya hendak mengajak Donghae. Tapi ternyata ia ada sedikit urusan jadi aku mengajakmu.” Ujar Siwon berbohong.

Kui Xian pura-pura cemberut. “Jadi aku hanya cadangan, begitu?”

Siwon tertawa. “Bukan begitu. Kupikir akan menyenangkan jika makan siang denganmu.”

Kui Xian mengangguk perlahan dengan senyum tertahan, menerima alasan Siwon yang cukup masuk akal itu.

Mereka memesan beberapa hidangan favorit di restaurant itu. Keduanya banyak bercerita tentang banyak hal. Hingga Siwon akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan serangan yang tadinya sengaja disimpannya.

“Jadi, Kui Xian-ssi, menurut Hangeng-ssi, kau pernah tinggal di Seoul sebelumnya?”

Kui Xian mengangguk. “Benar. Aku pernah tinggal di sini. Untuk memperdalam bahasa Korea ku. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan bahasa Koreamu yang sangat lancar. Ternyata kau memang pernah tinggal di sini.”

Kembali Kui Xian mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia sibuk melahap dessert-nya, tanpa sadar bahwa Siwon tengah menatapnya dalam-dalam.

“Lalu.. Selama tinggal di Seoul dahulu, apa kau.. pernah memiliki kekasih?” tanya Siwon lagi, masih menatap Kyuhyun dalam-dalam. Enggan melepaskan tatapannya barang sedetik saja. Namun begitu Kui Xian mengangkat wajahnya dari piring di depannya, ia mengarahkan pandangannya ke gelasnya, berpura-pura mengaduk juice-nya dengan sedotan.

“Hmmmmm… Bagaimana kalau kau menebak? Akan lebih seru dari pada langsung mengatakan jawabannya kan?”

Siwon mengangguk lalu menimbang-nimbang sebentar. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab. “Jawabanku.. ya. Kau pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain di sini.”

Setelah menjawab dengan yakin, Siwon berusaha keras tetap terlihat tenang. Tapi hatinya justru bereaksi sebaliknya. Jantungnya berdetak keras, menunggu apa tanggapan Kui Xian mengenai jawabannya tadi.

Dan Kui Xian entah memang berniat untuk berlama-lama mengungkapkan kebenarannya, atau memang ia tidak menyadari kata-kata lelaki di depannya, Siwon sendiri tidak tahu pasti. Yang jelas Kui Xian masih sibuk dengan dessert-nya.

Setelah Kui Xian menyelesaikan dessert-nya, ia lalu menenggak isi gelasnya hingga habis. Setelah itu baru lah ia menatap Siwon dengan senyum kecil yang sulit diartikan.

“Tebakanmu benar.. Siwon-ssi, sungguh, aku tidak mengerti. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau mungkin kita mempunyai teman yang sama? Mengapa tampaknya kau tahu banyak mengenai aku?”

Siwon terkesiap.

*

HanWonKyu

To be continued..

Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 1

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

Choi Siwon mematut dirinya di cermin sekali lagi. Sempurna, pikirnya. Hari ini ia akan menghadiri acara pernikahan rekan kerjanya, Yesung dan Ryeowook. Setelan jas hitamnya terlihat keren dan rapi di tubuh kekarnya. Dasi kupu-kupu melengkapi ketampanannya malam itu.

Ketika ia sudah siap, ia segera mengemudikan mobilnya menuju salah satu hotel besar tempat dilangsungkannya acara resepsi pernikahan pasangan YeWook itu.

“Siwonnie, kau juga sudah sampai rupanya. Wah kau tampan sekali.” Kata Donghae, salah satu sahabat baiknya ketika is sudah berada dalam ballroom hotel.

“Tentu saja. Sejak kapan aku terlihat buruk?” kata Siwon dengan bangga.

“Sejak dia meninggalkanmu.” Kata Donghae pelan yang langsung disikut oleh kekasihnya, Eunhyuk.

Eunhyuk langsung meminta maaf pada Siwon karena kelancangan Donghae.

Siwon tertawa. “Ya! Kalian ini kenapa? Jangan terlalu sensitif. Sudahlah, aku tidak apa-apa.”

Donghae menghela nafas. “Maafkan aku. Bukannya aku ingin mengungkit-ungkit masa lalumu, tapi..”

“Aku baik-baik saja. Memang awalnya terasa berat, bahkan sangat berat. Tapi aku bisa menjalaninya. Lihat aku sekarang, life must go on, right?” kata Siwon ringan.

“Hae, berhentilah mengungkit masa lalu Siwon.” tegur Eunhyuk pada kekasihnya.

“Aku tahu. Aku hanya khawatir. Siwon adalah sahabat baikku. Sudah sepantasnya aku merasa khawatir padanya.” Kata Donghae.

Siwon mengangguk tanda memaklumi maksud Donghae. Memang benar sejak kekasihnya pergi, ia sempat membuat semua orang khawatir. Ia memang masih bekerja dan bepergian keluar rumah seperti aktivitas sehari-harinya. Tapi ia tidak pernah bicara sama sekali! Karena jika ia bicara, ia akan menangis.

Maka semua orang ikut diam, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Berpura-pura bahwa segalanya baik-baik saja dan berpura-pura bahwa Siwon hanya sedang enggan berkomunikasi kepada siapa pun. Walau mereka tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Tapi demi Siwon, semua ikut diam.

Selama hampir dua tahun Siwon terjebak dalam keadaan seperti itu. Diam di depan semua orang, lalu menangis dan mengasihani diri sendiri kala sendirian. Semakin hari, tubuhnya semakin kurus. Kulitnya semakin pucat. Ia seperti mayat hidup andai saja ia tidak bernafas. Donghae sebagai sahabat terdekatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar itu terkadang ikut menangis bahkan memohon agar Siwon melupakan yang telah terjadi dan memulai hidup baru.

Hari demi hari ia berusaha membujuk dan membantu Siwon untuk menjalani kehidupan baru. Namun hal itu tidak mudah ia lakukan karena Siwon terlalu mencintai kekasihnya itu. Semua yang dilakukan Donghae sia-sia saja, tapi ia tidak pernah menyerah. Ia ingin mengembalikan senyum ke wajah sahabatnya itu.

Delapan bulan kemudian, usaha Donghae membuahkan hasil. Siwon mulai mau membuka diri lagi. Mulai bisa berkumpul dengan teman-temannya. Mulai bisa berbagi cerita. Mulai bisa tersenyum dan tertawa. Walau tidak seperti dulu, tapi setidaknya Siwon sudah kembali.

Siwon mulai melakukan kebiasaan lamanya yang sering ia lakukan dulu bersama kekasihnya. Berbelanja, lari pagi, jalan-jalan hingga berkuda. Bedanya kini ia mengerjakan semuanya sendiri. Terkadang ia ditemani oleh beberapa temannya, termasuk Donghae.

“Siwon-ah, ayo kita harus memberi selamat pada Yesung dan Ryeowook.” Kata Eunhyuk membuat Siwon mengentikan acaranya melihat-lihat desain interior ballroom tersebut.

Siwon mengangguk. Kemudian ia melangkahkan kakinya mengikuti Donghae dan Eunhyuk. Setelah memberi selamat dan berfoto bersama kedua mempelai, Siwon dan kedua sahabatnya itu mengambil makanan yang tersedia.

“Hei.. Kalian semua berkumpul disini, rupanya.” Kata seorang namja tampan berdarah cina.

“Ah, Hangeng-ssi. Aku tadi sempat mencarimu. Bagaimana kepulanganmu ke Cina? Kapan kau sampai?” Tanya Eunhyuk.

Hangeng adalah salah satu rekan kerja ketiga lelaki itu di kantor. Walaupun ia bukan orang Korea, tapi ia sangat fasih berbahasa Korea juga membaca huruf-huruf hangul. Kalau berbicara dengannya, siapa pun akan melupakan kalau dia adalah lelaki berkebangsaan Cina.

“Aku baru saja kembali sore tadi. Setelah beristirahat sejenak aku langsung bergegas kemari. Tidak mungkin aku melewatkan hari pernikahan teman kita, bukan?” jawab Hangeng.

“Tidak mungkin melewatkan acara makan gratis maksudmu?” ledek Zhoumi, salah satu rekan kerja mereka yang lain. Zhoumi juga berasal dari Cina. Ia tiba-tiba muncul di belakang Hangeng dan merangkul rekan senegaranya itu.

“Ah iya, aku ingat. Jangan lupa besok setelah meeting kita akan makan siang bersama. Bawalah pasangan kalian, karena aku juga akan membawa tunanganku.” Kata Hangeng dengan bangga.

“Benarkah? Kau akan membawa tunanganmu? Kupikir jangan, mereka akan langsung mengerubutinya.” Kata Zhoumi lagi.

“Eh? Kenapa begitu? Mana mungkin kami mau merebut tunangan rekan kami sendiri? Kau ini ada-ada saja.” ujar Donghae sambil tertawa.

“Karena ia tampan sekali. Aku saja sempat terpesona olehnya. Lalu aku ingat bahwa ia milik Hangeng. Kalau tidak sudah kubawa kabur dia.” Zhoumi bergurau.

“Aku tidak percaya kau berniat selingkuh dari adikku, Henry. Awas kau.” Kata Hangeng dengan nada marah yang dibuat-buat lalu ikut tertawa.

“Lalu besok kau akan datang bersama siapa, Siwon-ssi?” tanya Zhoumi pada Siwon.

“Aku? Aku akan datang sendiri.” Jawab Siwon enteng.

“Kau tahu benar kalau aku menyuruhmu membawa pasangan. Bukankah itu sudah jelas?” tanya Hangeng, menekankan kata ‘pasangan’ dalam kata-katanya.

“Baiklah.. Aku akan mencari pasangan secepatnya. Mungkin orang pertama yang lewat depan apartementku akan kubawa ke acara makan siangmu. Tak peduli bagaimana rupanya, yang penting aku datang berpasangan kan?” canda Siwon.

Semua tertawa. Lingkungan kerja yang nyaman membuat semuanya cepat akrab satu sama lain. Walaupun Zhoumi dan Hangeng baru beberapa bulan lalu dipindah tugaskan ke kantor cabang Seoul, mereka semua sudah dekat satu sama lain.

Dan Siwon mensyukurinya. Membuat semuanya terasa nyaman. Inilah kehidupan barunya. Ia bertekad tidak akan melihat lagi kebelakang. Ia sudah punya sahabat-sahabatnya, ia tidak butuh yang lain lagi, bukan?

*

            Siwon membelai wajah di depannya dengan lembut, menyusuri setiap inci kulitnya yang putih bersih, menambah keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang amat dikaguminya itu. Perlahan ia mencium bibir merah itu, dengan lembut tanpa nafsu, merasakan manisnya bibir sosok manis yang terlihat seperti malaikat itu.

“Kau sudah berkali-kali menciumku, hyung. Hentikan. Kau harus segera mandi lalu sarapan dan berangkat kerja. Jadi berhentilah mencumbuku.” Kata lelaki yang lebih muda darinya itu.

Siwon tersenyum. Sebelum menjawab, dikecupnya sekali lagi bibir menggoda itu. “Aku tergila-gila padamu.. Kau seperti candu, membiusku terus-menerus saat kita bersama. Membuatku tidak bisa melakukan hal lain selain memujamu tanpa lelah.”

Lelaki di depannya tertawa. “Hentikan rayuan gombalmu. Cepat mandi atau aku akan mengurangi jatah malammu.”

Siwon terbangun. Keringatnya bercucuran dengan deras. Nafasnya tersengal-sengal. Selalu seperti itu setiap malam. Bukan mimpi yang sama, tapi dengan orang yang sama.

Kembali Siwon menangis. Memang tidak banyak, tapi cukup membuat hatinya tergores pedih. Siwon memang sudah kembali menjadi Siwon yang dulu. Siwon yang ceria, optimis dan percaya diri. Ia sudah menjalani kehidupannya seperti semula. Ia bahkan sudah bisa mengatasi rasa sakit akibat masa lalunya.

Tapi satu rahasia yang mungkin akan ia simpan sendiri adalah ketakutan menutup matanya. Jika manusia pada umumnya menyukai tidur, Siwon justru sebaliknya. Ia membenci kegiatan yang paling nyaman itu. Begitu melihat tempat tidurnya di malam hari, rasa takut menghinggapinya. Seolah-olah hendak membunuhnya.

Begitu ia tertidur, ia akan bermimpi tentang kekasihnya. Mimpi itu selalu datang setiap malam, dengan potongan gambar yang berbeda-beda. Potongan gambar ketika mereka masih bersama.

Terkadang Siwon menjerit frustasi karena ia tidak juga bisa mengusir bayangan  itu ketika tidur. Bayangan itu menyakitinya. Terlalu sakit melihat kekasihnya itu dalam mimpi sementara Siwon tidak tahu dimana dirinya berada kini.

Tapi bayangan itu tak pernah berhenti datang. Setiap malam ia menyusup ke alam bawah sadar Siwon dan mengganggunya lagi. Dalam setiap mimpinya, dimana Siwon tengah berada dalam titik terlemah, tidak mampu melakukan perlawanan sama sekali.

*

            Akhirnya Siwon datang bersama Kibum keesokan harinya. Kibum adalah tetangga di apartemen Siwon. Keduanya cukup akrab. Maka tanpa berpikir panjang Siwon langsung meminta Kibum menemaninya, karena Hangeng adalah orang yang paling pantang ditolak.

“Rupanya kau pandai juga memilih.” Kata Zhoumi ketika mereka sudah duduk di restaurant tempat Hangeng meminta mereka berkumpul.

Siwon tertawa. “Apa maksudmu? Dia tetanggaku. Kami memang cukup dekat. Tapi tidak ada yang istimewa. Iya kan Bummie?”

Kibum mengangguk membenarkan. “Kami hanya berteman. Tak ada salahnya kan saling membantu antar tetangga?”

“Ya, ya, terserah kalian saja. Baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu melihat lebih dari satu pasangan yang saling bermesraan.” Kata Zhoumi lagi sambil mengerling ke arah Donghae dan Eunhyuk yang terus bermesraan sedari tadi.

“Tapi kenapa Hangeng belum datang juga? Bukankah ia yang mengundang kita semua kemari?” tanya Siwon.

Zhoumi mengangkat bahunya tanda tak mengerti. “Ia juga datang bersama Henry. Terakhir Henry meneleponku lima belas menit yang lalu. Katanya mereka sudah dalam perjalanan. Ah itu mereka..”

Baik Siwon, Donghae maupun Eunhyuk segera menoleh ke arah pintu masuk. Hangeng terlihat berjalan dengan dua lelaki. Siwon mengenal salah satunya. Dia adalah Henry, adik kandung Hangeng sekaligus kekasih Zhoumi. Yang satu lagi tidak bisa dilihatnya dengan jelas karena tubuh Hangeng menutupinya.

“Wah, maaf menunggu lama. Tadi kami sempat singgah ke suatu tempat sebelum datang kemari.” kata Hangeng ramah.

“Tidak apa-apa. Kami juga belum lama menunggumu.” Kata Donghae menanggapi.

“Tentu saja terasa tidak lama bagimu, bukankah sedari tadi kerjamu hanya menyantap bibir kekasihmu?” sindir Zhoumi dengan pedas.

“Ya!” Donghae langsung protes keras namun dengan nada bercanda.

“Hangeng-ssi, itukah tunanganmu? Ah, mengapa kau menyembunyikannya?” ledek Eunhyuk.

Hangeng menepuk keningnya. “Maafkan, aku hampir lupa. Teman-teman sekalian, kenalkan ini tunanganku Kui Xian.”

Lelaki di belakang Hangeng segera menampakkan diri dan berdiri tepat di samping Hangeng. Begitu melihatnya Siwon mendapati dirinya terkejut luar biasa. Jika di dunia ini ada yang namanya reinkarnasi seperti kepercayaan orang-orang Cina kuno, maka ia harus mempercayainya saat ini juga.

Karena tunangan Hangeng itu 100% mirip sekali dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun yang menghilang beberapa tahun lalu. Tidak ada perbedaan sama sekali. Semuanya mirip, kecuali rambut Kui Xian berwarna hitam dan di potong rapi seperti rambuk cepak Hangeng. Tidak seperti Kyuhyunnya yang rambutnya sewarna madu dan sedikit lebih panjang dari milik Kui Xian. Selain dari itu, tidak ada perbedaan sama sekali.

Bukan hanya Siwon yang terkejut, tapi juga Donghae. Keduanya menatap Kui Xian dengan tatapan tidak percaya. Benarkah yang mereka lihat saat ini?

*

            Mentari pagi dengan hangat menyinari Siwon dan Kyuhyun. Keduanya tengah berkuda bersama, menunggangi satu kuda, melewati pepohonan rindang, menaiki jalan-jalan terjal, melewati danau indah yang membentang luas.

Lalu bayangan itu kabur dan berganti dengan bayangan Siwon tengah berkencan di salah satu restaurant dengan bernuansa merah. Siwon menceritakan sebuah lelucon dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

Kembali Siwon terbangun. Tubuhnya bergetar menahan amarah yang menguasainya. Kenapa.. kenapa bayangan Kyuhyun datang lagi? Kenapa bayangan itu dengan tega menyakitinya di saat ia berada dalam keadaan seperti ini, tidak bisa melawan ataupun melarikan diri?

Tiba-tiba Siwon teringat akan Kui Xian, tunangan Hangeng  yang dikenalkan padanya hampir sebulan lalu. Setiap melihat lelaki itu, Siwon selalu teringat akan Kyuhyunnya. Kyuhyunnya yang hilang. Semua bagian tubuhnya sama, bahkan suara mereka pun sama.

Bagaimana mungkin ada dua orang yang sangat mirip di dunia ini kalau mereka bukan kembar? Dan ia yakin Kyuhyunnya tidak mempunyai kembaran. Tapi mengapa keduanya sangat mirip?

Terkadang Siwon bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan Kui Xian adalah Kyuhyunnya yang hilang. Tapi mana mungkin? Yang pertama, nama lelaki itu adalah Kui Xian, bukan Cho Kyuhyun.

Kedua, lelaki itu berasal dari Cina. Walaupun bahasa Cina Kyuhyun sangat fasih, tapi kemungkinan mereka adalah orang sama kecil sekali. Apakah hanya karena bisa menguasai satu bahasa asing yang sama sudah bisa disebutkan sebagai orang yang sama pula? Tidak.

Ketiga, Kui Xian tidak menunjukkan gejala ia mengenal Siwon atau pun Donghae ketika mereka pertama kali bertemu. Jika memang Kui Xian adalah Kyuhyun, apa motifnya menghilang beberapa tahun lalu? Jika ia adalah Kyuhyun, walau pun setitik, pasti ada kilasan aneh di matanya ketika bersitatap dengan Siwon maupun Donghae, bukan? Namun  sikapnya normal dan alami.

Keempat, ia adalah kekasih Tan Hangeng, rekan kerja Siwon sendiri. Mana mungkin mereka memiliki kekasih yang sama, bukan?

Dan yang terakhir, Kyuhyun tidak ada motif untuk meninggalkan Siwon untuk lelaki lain. Keduanya sudah bertunangan dan berencana menikah beberapa bulan kedepan, tapi tiba-tiba Kyuhyun menghilang. Tidak ada satu pun orang mengetahui keberadaannya. Bahkan polisi pun tidak pernah menemukan tubuh ataupun mayatnya, jika Kyuhyun memang ternyata sudah meninggal seperti perkiraan orang-orang selama ini.

Terakhir yang ia tahu, Kyuhyun pergi ke Pulau Jeju untuk menemui salah satu rekan kerjanya. Tapi ia tidak pernah kembali dari Jeju setelah itu. Ketika teman kerja Kyuhyun itu ditanyai, ia berkata dengan yakin bahwa Kyuhyun sudah kembali ke Seoul.

*

            Siwon sedang menimbang-nimbang buku mana yang akan ia beli di kedua tangannya ketika dirasakannya seseorang menyapanya dari depan rak buku tempatnya berdiri.

“Anneyong haseyo..  Siwon-ssi? Masih ingat padaku?”

Siwon tertegun. Pemuda di depannya masih menatapnya dengan senyum manisnya. Tapi Siwon masih tetap diam. Seolah terpana dengan pemandangan yang disajikan di hadapannya.

“Eh? Siwon-ssi? Mungkin kau sudah lupa, aku Kui Xian. Tunangan Hangeng-gege. Kita pernah bertemu sekali di restaurant beberapa minggu lalu sebelum aku kembali ke Cina. Apa kau masih ingat?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku masih ingat. Aku hanya sedikit terkejut ternyata kau masih ingat padaku.”

Mana mungkin Siwon lupa pada sosok yang begitu dicintainya yang dengan tega merusak malam-malamnya karena selalu hadir di mimpinya? Tidak, bukan lelaki di depannya melainkan Kyuhyunnya.

Sejam kemudian, keduanya sudah duduk di salah satu café di dekat toko buku tadi. Keduanya asik bercerita tentang banyak hal dan Siwon menahan keras matanya untuk tidak terus-menerus menatap Kyuhyun. Tidak sopan menatap tunangan sahabatmu dengan intens, bukan?

“Siwon-ssi, kenapa kau selalu memalingkan wajahmu ketika bicara denganku? Apa kau tidak senang mengobrol denganku?” tanya Kui Xian polos.

“Tidak.. Itu.. aku..” kata Siwon gelagapan.

“Ah aku tahu, mungkin kau sedang terburu-buru tapi karena merasa tidak enak meninggalkanku sendiri maka kau tetap menungguiku di sini. Benar kan?” tanya Kui Xian lagi.

Siwon terdiam. Ia benar-benar bingung sekarang. Lidahnya kelu. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, maka Kui Xian tidak akan mau melihatnya lagi. Dan jika Hangeng tahu akan hal ini, ia pasti menjaga kekasihnya baik-baik agar tidak bertemu Siwon. Siwon akan di cap lelaki tidak tahu diri yang menyukai kekasih orang lain. Padahal ia sudah berhasil dengan sangat baik bangkit dari luka masa lalunya. Ia tidak mau usahanya yang ia lakukan bertahun-tahun itu gagal.

“Tampaknya aku benar.” Kata Kui Xian lagi. “Baiklah. Sampai jumpa Siwon-ssi. Aku pergi dulu.”

Siwon mengepalkan tangannya dengan keras. Bahkan cara marahnya juga sama. Jika diabaikan, Kyuhyunnya juga akan pergi meninggalkannya seperti tadi. Siwon ingin sekali mengejar Kui Xian. Kakinya memaksanya untuk melangkah tapi otaknya memaksanya untuk tetap tinggal dan tetap duduk. Mengejar lelaki itu sama saja menjatuhkan dirinya ke jurang kelam lagi. Ia tahu, begitu ia membuat hubungan baik dengan Kyuhyun, maka ia akan jatuh dalam pesona itu.

*

            Malam itu, tepat tanggal 19 april, para lelaki itu berkumpul dalam rangka merayakan hari ulang tahun Zhoumi. Semuanya hadir, tak terkecuali Kim Kibum. Zhoumi sendiri yang memintanya untuk membawa serta Kibum karena menurutnya lelaki itu cocok bergaul dengan kelompok mereka. Lagipula ia tidak mau Siwon datang sendiri mengingat semua yang ada di sana sudah berpasangan. Yesung dan Ryeowook bahkan ikut hadir.

“Siwon-ssi?”

Siwon menoleh. ‘Oh tidak..’ pikirnya.

Kui Xian tersenyum. “Apa yang kau lakukan di sini sendiri sementara yang lain tengah berpesta di dalam?”

Saat itu Siwon tengah berdiri di balkon apartemen Zhoumi, memandang hamparan kerlip lampu-lampu dari setiap bangunan di depannya.

“Aku hanya ingin menghirup udara segar. Kurasa aku minum cukup banyak dan merasa cukup panas di dalam.” kata Siwon seraya membalas senyuman Kui Xian.

Kebohongan besar. Ia keluar karena tidak tahan melihat Kyuhyun, maksudnya Kui Xian bermesraan dengan Hangeng. Mereka selalu saling menempel bagai amplop dan perangko. Hangeng tak pernah melepaskan lengannya dari pinggang tunagannya. Tak jarang keduanya berciuman.

Ya, Siwon tahu tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Namun ia tidak bisa mencegah perasaan ini. Perasaan cemburu yang mencuat bak racun dari dalam hatinya. Ia bahkan merindukan Kui Xian setelah pertemuan singkat mereka di toko buku beberapa hari lalu. Siwon jadi merasa bersalah karena dengan berani merindukan kekasih temannya itu.

“Sepertinya kau punya masalah.” Kata Kui Xian pelan. Terdengar seperti gumaman.

“Tidak, aku baik-baik saja. Percayalah, aku hanya ingin menghirup udara segar.” Kata Siwon mencoba meyakinkan lelaki di depannya.

“Biasanya orang yang sedang tertekan oleh sesuatu pasti ingin menghirup udara segar.” Kembali Kyuhyun bergumam.

‘Apa sikapku terlalu kentara? Jangan bilang Kui Xian bisa menangkap kecemburuanku. Ini tidak boleh terjadi.’ Batin Siwon.

“Siwon-ssi..”

Kembali Siwon menoleh. Kui Xian tengah menatapnya dalam-dalam. Mata indah itu bersinar indah, lebih indah dari kerlip lampu yang tadi sempat menenangkan hati Siwon. Mata yang sama, yang membuat Siwon selalu tergila-gila.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

Siwon hampir saja terlena andai saja Kui Xian tidak segera bersuara. Mendengar itu Siwon segera tersadar.

“Ten-tentu.. Tentu saja..”

Kui Xian tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya buka suara. “Apa kau membenciku?”

Siwon terperanjat. “Mengapa kau berpikir seperti itu?”

Kui Xian menunduk. “Karena tampaknya, kau tidak menyukai aku. Kau selalu menghindar ketika bertemu denganku. Kau juga tidak pernah mau menatapku ketika aku bicara padamu.”

“Tidak.. Itu tidak benar. Aku..”

“Dan kau tampaknya selalu mencari cara agar tidak bicara padaku.” Potong Kui Xian cepat. “Setiap aku ingin bicara, kau pasti menjawabnya seperti menutupi sesuatu.”

“Aku tahu, mungkin aku tidak seperti Henry yang lebih cepat bergaul. Tapi aku juga ingin mengenal semua teman gege. Aku ingin merasa betah di kota ini karena aku punya banyak teman. Teman-teman yang lain tampaknya bisa menerimaku, tapi.. Tidak denganmu..” Kui Xian melanjutkan.

Siwon menggigit bibirnya. Bagaimana caranya ia menjelaskan kepada lelaki itu alasan mengapa ia melakukan semua ini? Apa setelah mendengar alasannya, Kui Xian akan mengerti? Apa Hangeng akan mengerti? Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain mengelak.

“Tolong, jangan berpikir seperti itu. Aku tidak seperti yang kau pikirkan. Semua itu hanya perasaanmu saja. Aku tidak menghindarimu. Memang seperti inilah diriku. Maaf jika sikapku membuatmu merasa tak nyaman.” Ujar Siwon dengan nada minta maaf.

“Benarkah? Jadi.. Kau tidak membenciku?”

Siwon mengangguk meyakinkan.

Kui Xian jadi bernapas lega karenanya. “Ah.. aku lega sekali karenanya. Aku hanya tidak ingin hubungan kita tidak baik. Bukankah kau adlaah rekan kerja gege, yang artinya kita akan lebih sering bertemu. Apalagi setelah aku dan gege menikah nanti.”

“Tentu saja.” Siwon berusaha tersenyum tulus. Namun tidak bisa dipungkiri hatinya sakit mendengar kata ‘menikah’.

“Kapan kalian akan menikah?” Siwon sebisa mungkin mengatur agar nada suaranya terdengar biasa saja.

Kui Xian tersipu malu. “Aku belum tahu. Gege tidak pernah bicara tentang itu. Tapi ia adalah lelaki yang penuh dengan kejutan. Seperti ketika kami bertunangan, ia mempersiapkan semuanya secara diam-diam, aku benar-benar terkejut saat itu. Namun aku bahagia.”

‘Cukup.. Kumohon..’

“Kau tahu, Siwon-ssi, gege adalah lelaki idaman setiap pria maupun wanita. Ia sangat lembut, penyayang, perhatian, pandai memasak, pandai membuat aku tertawa dengan lelucon-leluconnya, pandai membuatku merasa melayang hingga ke langit ke tujuh.. Aku benar-benar beruntung, bukan?”

‘Ya, beruntung. Sangat beruntung. Aku lah satu-satunya yang tidak beruntung saat ini.’

“Siwon-ssi.. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah punya kekasih? Menurut Donghae-ssi, Kibum-ssi adalah tetanggamu. Tapi kalian tampak serasi. Apa kau menyukainya?” tanya Kui Xian.

“Aku..” Siwon tampak menimbang-nimbang sebelum menjawab. Tapi akhirnya ia memilih untuk bicara dengan jujur. “Aku sedang tidak punya kekasih. Mungkin orang-orang melihatku sangat cocok dengan Kibum, tapi tidak ada yang terjadi diantara kami.”

“Tahukah kau, tampaknya ia menyukaimu.”

Siwon cukup tercengang mendengar penuturan Kui Xian. “Eh? Benarkah?”

Kui Xian mengangguk. “Makanya sejak awal aku selalu berpikir pastilah kau punya masalah yang cukup berat. Karena ada lelaki manis di sampingmu yang terlihat jelas sangat menyukaimu tapi kau mengabaikannya, atau mungkin malah tidak menyadarinya sama sekali. Dan tebakanku tampaknya benar.”

“Apa menurutmu.. Aku harus memberinya kesempatan?” tanya Siwon. Ia berharap Kui Xian setidaknya akan memberi sedikit saja kata yang aneh, atau nada bicara yang aneh atau sinar mata yang tidak biasa atau bahkan ekspresi penuh kepura-puraan ketika menjawab.

Tapi di luar ekspektasinya, lelaki itu justru menjawabnya dengan riang. “Tentu saja. Kau harus memberinya kesempatan. Bukankah setiap orang berhak untuk bahagia? Carilah kebahagiaanmu. Berhentilah bersedih. Jika kau mempunyai kekasih, kau bisa berbagi suka dan duka  bersamanya, bukan? Maka segalanya akan terasa lebih ringan. Jadi, saranku, cobalah membangun sesuatu yang baru dengannya, kau berhak mendapatkan kebahagiaan.”

Siwon terpaku di tempatnya. Bagaimana kalau kebahagiaanku adalah sesuatu yang ada dalam dirimu? Bagaimana kalau ternyata dirimulah yang aku harapkan untuk berbagi suka dan duka? Bagaimana kalau pada kenyataannya aku mengharapkan sebagian darimu adalah milikku yang hilang?

*

wonkyu dwcme

To Be Continued..

PS : HAPPY 26TH BIRTHDAY TO OUR BELOVED EVIL MAGNAE, CHO KYUHYUN

HOPE HE HAS A BLAST TODAY AND MAY GOD ALWAYS BLESS HIM IN EVERYTIME..

MUCH LOVE KYUHYUNNIE.. ❤

Cassielfopeia Because fantasies are better than reality.. Menu Skip to content Home About Aryadhanie About Macchiato94 The List of Fanfiction The Rules..! Wanna Get the Password? Find Us First The Authors CE’s Bar 55,393 Cassielf Search Here Search 130209 Super Junior-M and f(x) send their Lunar New Year greetings 10/02/2013 Reblogged from Super Junior | EV3RLA5TING: Click to visit the original post Related Post: 130209 SMTown Global Facebook & Twitter Update: SJ-M & F(x) Wish everyone a Happy Lunar New Year Super Junior-M and f(x) sent their Lunar New Year greetings. The two SM Entertainment groups wished fans a Happy New Year on behalf of the agency and its artists. SMTOWN tweeted: On behalf of SMTOWN, Super Junior-M and f(x) wish everyone a Happy Lunar New Year weekend! Read more… 49 more words Posted in Korean News. Edit Compilation: GLAMOROUS Magazine March Issue with Super Junior KRY 10/02/2013 Reblogged from Super Junior | EV3RLA5TING: 130108 Super Junior KRY PhotoShoot For GLAMOUROUS3 Magazine 130111 Glamorous Japanese Magazine Photoshoot – Yesung, Ryeowook, Kyuhyun Glamorous Japan Magazine Blog Update with Yesung and Leslie Kee – From 130122 130206 Glamorous Japanese Magazine March Edition – Yesung, Ryeowook, Kyuhyun 130206 Glamorous Magazine Update with Super Junior KRY 130206 Glamorous Japanese Magazine March Edition- Yesung, Ryeowook, & Kyuhyun 130207 Glamorous Japanese Magazine March Edition HD Scans – Yesung, Ryeowook, & Kyuhyun Read more… 30 more words Posted in Korean News. Edit 130209 Hangeng Weibo Update- Wishing everyone a happy Chinese New Year!

Happy lunar year gege.. 🙂

Related Post: 130209 Hangeng’s Birthday Party [6P]

130209 Hangeng Weibo Update: Thanks to everyone’s birthday wishes.

Thanks everyone. Let’s you make me impressed. Usually everyone is so busy we have not met. But the thought of you makes me very happy! I thank all the people who do all the work for me. That you follow and support me in the past year. For me, this experience is more important than the day of birth. Today is the last day of the year. Wishing everyone a happy Chinese New Year! 2013, we finally arrived. I will be with you always! I love you ~!


 photo 729399914_zps220f57e0.jpg


Source:  Han Geng’s Weibo
Translation by: 슈퍼 주니어 시간 ‏@SuperJuniortime
Shared at sup3rjunior.com by jazzzyjam
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS.

View original post

130209 Hangeng Weibo Update: Thanks to everyone’s birthday wishes.

Happy birthday Gege..

Hello 29 years old! Thanks to everyone’s birthday wishes. It’s lunar New Years eve, an important day for us Chinese people, wish everyone a happy new year! Accomplish the things you want to do! Thailand friends are too warm, thank you! Thai version of《寒更》(Geng’s album) I don’t have it yet!

 photo 130209-hangeng_zps4909c577.jpg

Source: Hangeng’s Weibo
Translated by: @ELF_thoughts
Shared at sup3rjunior.com by salimahsj
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.

View original post

Hey, I Love You – Chapter 6

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun), slight Hanchul.

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 6

Dua minggu sudah Minho dan Siwon mengajak Kyuhyun berkencan seperti yang dijanjikan. Tak jarang Kyuhyun menerima tawaran keduanya untuk menjemputnya ke kampus atau mengantarnya pulang.

Hanya itu, selain weekend, tidak ada acara jalan-jalan setelah pulang kampus.  Karena Geun Suk maupun Yunho sudah seperti pembunuh berdarah dingin jika melihat adiknya bersama orang lain. Mereka pun terpaksa merelakan weekend tanpa Kyuhyun karena adiknya sibuk berkencan dengan orang yang akan mengisi hatinya nanti.

Kalau Siwon muncul, pasti Yunho akan menunjukkan ketidaksukaan yang berlebihan padanya. Pernah Siwon datang ketika Yunho sedang melatih ilmu bela dirinya. Sasaran pukulnya sampai hancur begitu melihat Siwon.

Hal yang sama terjadi pada Minho. Ia datang saat Geun Suk sedang memoles samurainya dengan minyak khusus. Selama Minho ada di sana, Geun Suk tak henti-hentinya mengasah senjata khas jepang itu dengan suara berisik hingga Minho bergidik ngeri.

Kadang Kyuhyun tidak tega melihat Siwon maupun Minho diperlakukan seperti itu. Tapi ia tidak bisa melarang kedua kakaknya itu. Cukup mereka melihat Kyuhyun jauh-jauh dari mereka, Kyuhyun tidak mau lagi menambah penderitaan hyung-hyungnya itu.

Itulah yang membuatnya uring-uringan seharian ini. Ia belum bisa memastikan siapa yang akan dipilihnya. Awalnya ia berpikir segalanya akan mudah. Pasalnya ia menyukai Minho, dengan gampang Minho akan memenangkan pertarungan ini.

Tapi ternyata Siwon pantang menyerah. Sepertinya lelaki itu memang diciptakan dengan seribu satu akal yang membuat Kyuhyun menyesali kebenciannya pada Siwon dulu. Ia jadi ingat kata-kata Kim Bum dulu, bahwa benci tipis sekali bedanya dengan cinta.

Dan memang benar. Pesona dan perhatian Siwon sudah menyeretnya jauh sekali hingga sekarang posisi Minho dan Siwon sama di hati Kyuhyun. Dan ini membuatnya sulit sekali mengambil kesimpulan apapun.

Ia ingin minta saran pada kedua hyungnya, tapi melihat sikap mereka seperti itu, tidak mungkin bukan? Yunho sudah pasti akan memilih Minho sedangkan Geun Suk tidak memilih keduanya.

Kyuhyun juga sudah mencoba meminta saran dari Changmin dan Kim Bum, tapi keduanya ternyata punya pendapat yang berbeda-beda. Changmin berpendapat kalau Siwon cocok untuk Kyuhyun, sedangkan menurut Kim Bum, Minho lebih cocok. Malah keduanya bertengkar karena saling mempertahankan pendapat masing-masing.

Hal itu sama sekali tidak membantu. Ia butuh seseorang yang bisa memberinya masukan tentang mana yang lebih baik untuknya. Ia ingin bercerita dan meminta saran tapi tampaknya tak ada yang bisa membantunya saat ini.

“Kyuhyun? Kenapa kau masih disini?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang mengajaknya bicara. Ternyata dosennya sendiri, Tan Hangeng.

“Aku menunggu Yunho hyung. Kelasnya baru akan selesai sejam lagi.” Kata Kyuhyun sopan.

Hangeng memang dosen, tapi ia dosen favorit untu banyak mahasiswa. Umurnya baru 32 tahun. Dan ia masih sangat berjiwa muda. Ia juga tidak suka dipanggil ‘sir’ atau ‘kyosu-nim’. Ia lebih suka dengan panggilan ‘hangeng-ssi’ saja, atau bahkan ‘gege’ karena ia orang cina.

“Oh, begitu. Kenapa kau terlihat bingung? Apa ada masalah dengan kuliahmu?” tanya Hangeng lagi.

Kyuhyun menggeleng. Haruskah ia menceritakannya pada Hangeng? Memang saat ini ia butuh teman bicara. Dan Hangeng adalah pilihan yang baik, emgingat betapa bijaknya dosen yang satu ini.

“Sebenarnya.. aku tengah bingung karena..”

“Karena Siwon dan Minho?” tebak Hangeng.

Kyuhyun membulatkan matanya. “Tapi, anda tahu darimana.. Bukankah itu..”

Hangeng tertawa renyah. “Aku memang dosen. Tapi aku tahu setiap berita di kalangan mahasiswaku. Jangan sebut aku penggosip, karena aku hanya mendengarnya saja. Pasalnya anak-anak itu menggosip dengan keras, mana mungkin aku tidak mendengarnya? Dan tahukah kau bahwa kalian bertiga menjadi gosip teranyar saat ini?”

Kyuhyun baru tahu kalau seisi kampus kini tengah membicarakan cinta segitiga bersama Siwon dan Minho. Tapi itu tidak membuatnya terkejut, mengingat betapa terkenalnya Minho juga kedua hyungnya.

“Aku.. aku bingung sekali harus memutuskan siapa yang..”

“Yang terbaik untukmu? Sepertinya kata-kata ‘ikutilah kata hatimu’ tidak akan berhasil padamu saat ini. Walaupun aku membantumu dengan meyakinkanmu mana yang terbaikpun, belum tentu membuatmu tenang. Tapi aku bisa membantumu untuk menemukan petunjuk dalam kebingunganmu ini.” Kata Hangeng lagi.

Kyuhyun mengangguk. Lalu Hangeng mulai bertanya.

“Apa yang kau sukai dari Minho?”

“Semuanya. Aku suka semua yang ada pada dirinya. Ketampanannya, perhatiannya, tubuhnya, semuanya. Tidak ada satupun yang tidak aku sukai pada dirinya. Dia sempurna.” Kata Kyuhyun dengan mata berbinar-binar.

Kini giliran Hangeng yang mengangguk. “Lalu bagaimana dengan Siwon? Apa yang kau sukai darinya?”

Kyuhyun menghela nafas. “Sebenarnya aku justru membencinya. Tapi entah mengapa sejak kencan pertama kami, aku mulai menilainya sebagai orang yang baik. Lalu pada kencan kedua, nilainya naik menjadi orang yang penuh kejutan. Dan pada kencan ketiga, ia membuatku terkejut karena perhatiannya pada hal-hal kecil yang bahkan aku sendiri tidak memperhatikannya.”

“Intinya, sekarang posisinya justru sama dengan Minho hyung di hatiku. Aku menyukai Minho hyung karena sejak awal aku memang menyukainya. Tapi aku menyukai Siwon karena ia mampu mengubah penilaianku tentangnya.”

Lalu Hangeng bertanya lagi. “Apa yang kau rasakan ketika sedang bersama dengan Minho?”

“Aku selalu merasakan hal yang sama. Jantungku selalu berdebar-debar menyenangkan, nafas tercekat, tanganku berkeringat, dan aku menjadi grogi dan sangat ceroboh karenanya.” Jawab Kyuhyun sambil tersipu.

“Kau benar-benar menyukainya rupanya. Lalu bagaimana perasaanmu sewaktu kau dekat dengan Siwon?” tanya Hangeng lagi.

“Campur aduk. Aku justru bingung sendiri dengan perasaanku padanya. Aku terkadang merasa benci padanya, namun terkadang merasa kesepian tanpanya. Ia juga memperhatikanku secara detail, tidak ada satupun yang terlewatkan olehnya. Dan yang membuatku semakin menyukainya adalah ia selalu memberiku kejutan. Ayolah, siapa yang tidak suka kejutan?” jawab Kyuhyun dengan sedikit kesal.

“Aku rasa kau sudah mulai menyukainya. Dan kau menyalahi dirimu sendiri karena menyukai lelaki yang kau benci. Apakah tebakanku benar?” tanya Hangeng.

Kyuhyun menatap Hangeng dengan heran. “Mengapa anda bisa tahu? Mengapa anda bisa menebak dengan benar?”

“Karena hal itu hampir sama dengan yang kurasakan dulu. Aku juga pernah jatuh cinta Kyu. Dan aku jatuh cinta pada musuh bebuyutanku di high school dulu. Kami sekelas dan setiap hari kami bertengkar. Ada saja yang kami ributkan, dari hal kecil hingga hal besar. Aku membencinya setengah mati dan bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta padanya.”

“Siapa juga yang akan jatuh cinta padanya? Ia kasar, jahat dan sangat suka meneriaki orang lain. Hobinya adalah menyelaku dan membuatku tampak bodoh di depan orang lain. Ia juga rival terberatku dalam pelajaran. Jika aku mengalahkannya, ia akan mancaciku dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Pokoknya ia adalah manusia paling menyebalkan yang pernah aku kenal seumur hidupku.”

“Tapi begitu kami dipisahkan ke kelas yang berbeda di tahun berikutnya, aku merasa ada yang hilang. Ketidakhadirannya membuatku merasa kosong. Lalu aku menyadari bahwa aku menyukai semua tentangnya. Caranya marah, mengomel, bersungut-sungut, hingga caranya meneriakiku.”

“Lalu aku mulai merindukannya. Aku mulai sering mengunjungi kelasnya, hanya untuk melihatnya dan sedikit bertengkar dengannya, dengan begitu aku merasa lega. Karena jika tidak, hariku akan terasa hampa sekali.”

“Percaya atau tidak, beberapa bulan kemudian kami mulai berkencan. Tapi sayangnya empat tahun lalu kami putus setelah pacaran lebih dari sepuluh tahun.” Kata Hangeng menceritakan kisah masa lalunya. Ia tersenyum senang.

“Kalau anda begitu mencintainya, mengapa membiarkannya pergi? Mengapa harus putus dengannya?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Pasalnya dosennya itu menceritakan kisah cintanya yang menyedihkan itu dalam senyuman riang.

Hangeng tertawa lagi. “Kami memang putus tapi bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Tapi karena kami menikah setelah itu. Bukankah setelah menikah ia menjadi istriku, bukan pacarku lagi?”

Kyuhyun ikut tertawa mendengarnya. “Kukira kalian benar-benar putus. Wah, kalian pasti bahagia sekali. Apalagi kalian telah saling mencintai selama lima belas tahun. Itu luar biasa.”

“Percayalah padaku, biasanya musuh sejati adalah cinta sejati kita sendiri. Ketika ia bersama kita, akan terasa sangat menyenangkan. Namun jika jauh akan sangat menyakitkan. Biasanya pasangan yang dulunya musuh, akan jadi langgeng setelah berkencan. Karena mereka sudah saling kenal keburukan masing-masing.”

“Jika baru berkenalan, maka kebaikanmu lah yang akan membuat orang jatuh cinta padamu, bukan? Kau sendiripun akan menunjukkan sisi baikmu agar orang yang kau sukai juga balas menyukaimu. Dan penyesalan datang belakangan ketika sifat-sifat asli muncul di tengah hubungan. Hal inilah yang biasanya membuat pasangan muda cepat putus.”

“Tapi jika sejak awal mereka sudah menjadi musuh, maka yang tampak hanya keburukannya. Dan ketika kau jatuh cinta pada musuhmu, kau tidak perlu takut lagi. Karena kau sudah langsung tahu resikonya. Masalah apa yang akan menimpamu. Dan kau dengan handal bisa mengatasinya, karena kau telah mengatasinya sebelumnya, bukan?” kembali Hangeng menjelaskan panjang lebar.

Kyuhyun memandang kagum pada dosennya itu. “Anda sungguh bijak menghadapi masalah. Aku benar-benar beruntung karena mendapat pelajaran lain darimu hari ini, gege. Kalau boleh tau, siapa orang yang beruntung itu? Maksudku, istrimu.”

Hangeng tersenyum. Sepertinya dengan mengingat istrinya saja sudah membuatnya bahagia. “Namanya Heenim.”

*

Kyuhyun menuruni tangga batu dengan agak tergesa-gesa. Kelasnya sudah bubar beberapa waktu lalu tapi ia harus ke perpustakaan sesegera mungkin. Yunho dan Geun Suk yang sudah menunggunya di parkiran tak henti-hentinya meneleponya dengan tak sabar. Ketiganya memang akan makan siang bersama di luar.

Tapi di persimpangan jalan menuju kelasnya, langkahnya terhenti melihat sepasang muda mudi sedang asik berbisik-bisik. Kyuhyun ingin berlari meninggalkan dua orang itu andai saja ia tidak segera mengenali Siwon yang tengah berdiri disana.

Pelan-pelan Kyuhyun mendekati kedua orang itu dan mulai menyadari bahwa wanita yang bersama Siwon adalah Victoria. Kedua orang itu tidak menyadari kedatangan Kyuhyun, mereka masih asik berbincang-bincang dalam bisikan.

Lalu dilihatnya jemari Victoria menyusuri dada bidang Siwon perlahan. Dengan sigap Siwon segera menahan tangan dengan jemari lentik itu.

“Victoria, jangan..” kata Siwon pelan.

“Waeyo oppa? Kenapa kau menolakku? Setelah semalam kau menciumku dengan panas.” Kata Victoria dalam bisikan genitnya.

Belum sempat Siwon menjawab, ia menangkap sosok Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Kyu..”

Tapi Kyuhyun menatap Siwon dengan sorot mata penuh amarah lalu berlari meninggalkan kedua orang yang membuatnya kesal itu. Ia benci keduanya. Victoria yang suka merayu siapa saja serta Siwon yang pura-pura alim tapi sama saja dengan Victoria. Keduanya membuatnya muak setengah mati.

Melihata itu Siwon langsung mengejar Kyuhyun dan berupaya bicara dengannya. Tapi Kyuhyun seolah tidak perduli. Ia terlalu marah pada Siwon hari ini.

“Kyu.. Tunggu. Dengarkan aku dulu..!” Lagi-lagi Siwon mencekal lengan Kyuhyun agar lelaki itu berhenti berlari.

Tapi Kyuhyun yang kalau marah kekuatannya berlipat ganda, dengan keras menepis tangan Siwon.

“Aku tidak mau dengar! Pergi kau! Aku benci padamu. Kenapa aku harus memberimu kesempatan dulu!”

Siwon kehabisan akal. Dipeluknya tubuh Kyuhyun dengan kuat, tak perduli lelaki dalam pelukannya meronta tak kalah kuatnya.

“Kyu, kumohon. Jangan salah paham. Dengarkan aku dulu..!” Kata Siwon keras.

Kyuhyun terpaksa berhenti meronta. “Lepaskan dulu aku baru aku akan mendengarkanmu.”

“Kau berjanji tidak akan melarikan diri?”

“Kau hanya punya tiga menit. Manfaatkan waktumu.” Kata Kyuhyun tajam.

Siwon segera melepaskan pelukannya. “Kyu, dengarkan aku. Tidak ada yang terjadi antara aku dan Victoria. Tadi dia bilang ingin bicara denganku empat mata. Ketika aku menurutinya, ia malah bertingkah seperti itu. Semua terjadi di luar perkiraanku.”

“Dua menit.” Kata Kyuhyun masih dengan nada tajam. Wajahnya menampakkan kebosanan yang dibuat-buat.

“Dan semalam juga bukan kemauanku. Yang aku tahu, semalam ia dan Yuri ada di rumahku. Mereka ada di kamar Sooyoung hingga tengah malam. Aku sedang menonton TV di ruang tengah dan tak sadar bahwa aku tertidur. Lalu aku terbangun karena.. karena aku merasakan seseorang mencium bibirku. Dan kusadari kalau orang itu adalah..”

“Waktumu habis.” Kata Kyuhyun dengan kejam lalu berbalik meninggalkan Siwon.

“Kyu.. Dengarkan aku dulu!” kata Siwon. Ia hendak mengejar Kyuhyun tapi kerah bajunya ditarik kebelakang. Ketika ia menoleh, hatinya langsung mencelos melihat Geun Suk tengah menatapnya dengan pandangan menyeramkan.

“Kalau ia tidak mau bicara denganmu, jangan memaksanya. Kau bisa hidup dengan sehat sampai sekarang karena ia melarangku untuk mematahkan tulang-tulangmu.”

Siwon menghela nafas pasrah. Dilihatnya Kyuhyun sekarang sedang bicara di parkiran dengan Yunho. Kelihatan sekali Kyuhyun sedang marah-marah dan Yunho berusaha menenangkannya.

Lalu dilihatnya Yunho memeluk Kyuhyun, berusaha menenangkan adiknya. Namun sedetik kemudian Yunho melolong keras.

“SIIIIWWWWOOOOONNNNNNNNNN…..!!!!”

Siwon dan Geun Suk menatap Yunho dengan tatapan kasihan. Kyuhyun menggigit Yunho lagi. Seperti kebiasaannya ketika marah.

*

 Berita mengejutkan datang dari Hangeng. Ia mengumpulkan Geun Suk, Yunho, Kyuhyun, Siwon, Minho, Changmin dan Kim Bum siang tadi dan mengatakan bahwa mereka harus mengerjakan proyek yang akan membantu nilai mereka yang semula akan diberi C. Semuanya menyambut dengan antusias.

Mereka hanya perlu mencari bahan tentang kaitan antara komunikasi bisnis dengan pertumbuhan perekonomian Korea Selatan tahun ini lalu disusun menjadi sebuah makalah.

Maka disinilah mereka, di kediaman keluarga Cho. Sudah sejam mereka berkumpul tapi tidak ada satupun yang mereka kerjakan selain meributkan siapa yang akan menjadi ketua kelompok.

Geun Suk mengatakan dirinyalah yang paling pantas, karena menurutnya ketua kelompok harus sangar dan kuat seperti dirinya. Sedangkan Yunho langsung membantah, katanya ketua kelompok harus berkharisma sepertinya.

Siwon tak kalah suara. Ia menyarankan memilihnya karena ia adalah asisten dosen, yang sudah pasti lebih pandai diantara mereka semua. Lain lagi dengan Minho yang berpendapat bahwa ketua kelompok harus tampan dan populer.

Kyuhyun, Changmin dan Kim Bum diam saja melihat keempat namja seumuran itu saling adu mulut. Tapi lama kelamaan dia jengah juga. Bukannya mengerjakan tugas, yang lain malah sibuk dengan pemilihan ketua.

Maka dengan geram di pukulnya meja kayu di depannya dan bicara dengan galak. “Diam semua! Sekarang aku yang memutuskan. Akulah ketuanya. Kalau kalian tidak setuju, silahkan angkat kaki dari sini.”

Tidak satupun dari mereka yang bergerak. Kyuhyun menatap keempat namja tampan itu dengan tajam.

“Bagus. Sekarang dengarkan aku. Pembagian tugasnya adalah…”

Kyuhyun sibuk memberi tugas pada seluruh anggota kelompoknya. Ketika ia selesai bicara, Changmin langsung berkata.

“Tunggu Kyu, kami semua sudah mendapat tugas. Tapi aku tidak mendengar kau menyebutkan tugasmu sama sekali.”

Kyuhyun mendelik. “Aku adalah ketua. Tugasku adalah memerintah, mengawasi dan memastikan bahwa kalian bekerja dengan baik. Itu tugas yang berat. Sudah jangan cerewet, kerjakan saja tugasmu dengan baik dan benar, arasso?”

Baik Kim Bum dan Changmin langsung mendengus kesal. Sedangkan yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kyuhyun. Kalau begini caranya, sama saja mereka yang bekerja, Kyuhyun cuma memerintah. Tapi ia juga akan dapat nilai nantinya. Curang dan licik. Tapi mereka bisa berkata apa?

Maka berhari-hari mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan pembagian yang Kyuhyun berikan. Di tengah-tengah kesibukan mereka, Minho mencuri waktu untuk mengajak Kyuhyun keluar. Kebetulan saat itu Yunho sedang keluar meneliti apa yang menjadi tugasnya, sedangkan Geun Suk sedang berkencan dengan Yuri.

Maka Minho ‘menculik’ Kyuhyun ke  rumah ibunya. Disana Minho mengenalkan Kyuhyun pada ibunya yang sangat senang melihat namja semenarik Kyuhyun. mereka bertiga menghabiskan waktu bersama. Kyuhyun bahkan diajarkan memasak. Setelah makan malam bersama, Kyuhyun diajak melihat-lihat foto Minho ketika masih kecil.

Menurut Kyuhyun, Ny.Lee adalah wanita yang sangat menyenangkan. Wajar kalau Minho juga punya karakter yang sama. Karena ayah Minho sudah meninggal, maka Minho dan ibunya tinggal berdua. Hubungan diantara keduanya sangat dekat dan akrab. Kyuhyun benar-benar nyaman berada diantara mereka. Ia jadi merindukan kedua orang tuanya yang tinggal di luar negeri.

“Kyu, ibuku menyukaimu. Ini jarang sekali terjadi. Biasanya ia mencemooh orang lain yang mencoba mendekatiku. Yah, biasanya dia melihat tetanggaku, beberapa gadis ataupun lelaki di sekolahku dulu, dan ia tidak pernah setuju aku berhubungan dengan salah satu diantara mereka. Entah mengapa.” Kata Minho menjelaskan ketika mereka berdua dalam perjalanan pulang ke rumah Kyuhyun.

“Err.. hyung.. tadi ibumu mengatakan bahwa aku orang pertama yang kau bawa ke rumahmu, benarkah?”

Minho mengangguk. “Benar. Kau sungguh special, aku yakin ibuku akan menyukaimu, dan benar saja. Ia bahkan memintaku untuk mengajakmu sesering mungkin ke rumah. Itupun kalau kau tidak keberatan.”

Kyuhyun menunduk, menutupi wajahnya yang kemerahan kini. minho selalu seperti ini padanya. Pelan dan tidak terburu-buru. Berbicara dengan sopan selayaknya lelaki sejati. Kyuhyun tidak ingin membandingkannya dengan Siwon yang terkadang suka berbasa-basi, tapi kenyataan bahwa ia menyukai Minho membuatnya agak menyepelekan Siwon, apalagi lelaki itu sempat membuatnya marah beberapa waktu lalu.

Ketika mereka sampai di rumah Kyuhyun, Minho membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Kyuhyun turun. Sekali lagi Kyuhyun merasa tersanjung. Ia bahagia dengan perlakuan seperti itu.

“Selamat malam hyung. Hati-hati dalam perjalanan.” Kata Kyuhyun sembari membungkuk hormat.

Minho mengangguk tapi tidak bergerak dari posisinya. Ia terus memandang Kyuhyun dengan tatapan memuja. Pelan-pelan Minho maju selangkah dan berhenti tepat di depan Kyuhyun. matanya menelusuri wajah tampan sekaligus cantik milik Kyuhyun yang membuatnya mabuk kepayang.

Lalu perlahan ia mengecup bibir sewarna cherry itu dalam ciuman hangat dan lembut. Kyuhyun yang sejak awal tahu apa yang akan terjadi, membalas ciuman tersebut dengan tak kalah lembutnya. Bibir mereka saling beradu dan memagut, merasakan manisnya perasaan diantara mereka. Pelukan hangat Minho membuat Kyuhyun semakin terlena.

Seperti ciumannya, secara perlahan pula Minho melepaskan bibirnya dari pagutan. Ia tersenyum lalu kembali mengecup bibir Kyuhyun. tapi kali ini hanya sekilas.

Kyuhyun terpana. Ciuman tadi lebih manis daripada apapun yang pernah dirasakannya di dunia. Hatinya semakin berdebar kencang, kebahagiaan meluap dengan indah dalam hatinya. Indahnya cinta pertama, seindah melihat pelangi setelah hujan. Hangat dan penuh warna.

*

camzminho-picx-lee-min-ho-7121677-600-337

 To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 4

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 4

“Kyu, aku ingin bicara.” Kata Siwon siang itu setelah mata kuliah yang ia bawakan berakhir. Tangannya lagi-lagi mencekal lengan Kyuhyun seperti biasa.

Kyuhyun mendesah malas. “Apa lagi? Kau ini tidak cukup yah dibuat babak belur oleh hyungku?”

“Aku tahu aku salah. Tapi pemukulan itu tidak seharusnya dilakukan. Walaupun aku tidak menyesal menciummu.”

“Kau pantas menerimanya. Untung saja ada Yunho hyung,  kalau tidak aku sendiri yang akan menghancurkanmu. Isshhh..! Kau ini menjengkelkan sekali. Berani-beraninya kau menciumku..!!!”

“Baiklah, aku salah. Aku memang pantas menerimanya. Bisakah kita bicara? Aku ingin meluruskan semuanya. Sungguh, aku tidak suka hubungan kita jadi seperti ini.” Kata Siwon memohon.

“Hubungan? Hubungan apa? Memangnya sebelumnya kita pernah berhubungan dekat?” tanya Kyuhyun dengan galak.

“Memang tidak, tapi setidaknya tidak seburuk ini. Jadi kumohon, sebentar saja.” Kata Siwon lagi.

Kyuhyun akhirnya setuju walaupun terpaksa. Semakin cepat Siwon bicara, semakin cepat ia pergi dari hadapan lelaki itu. Kyuhyun menurut ketika Siwon mengajaknya bicara di café tempat mereka biasa berdiskusi. Kyuhyun  menjaga jarak jauh-jauh agar tak ada yang mengira kalau ia dan Siwon tengah berkencan.

“Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan.” Kata Kyuhyun dengan tegas.

Siwon mengambil napas panjang kemudian dengan hati-hati mengatakan apa yang selama ini dipikirkannya.

“Kyu, kurasa kau sudah tahu aku menyukaimu. Tapi sepertinya usahaku mendekatimu tidak pernah berhasil. Kadang aku ingin menyerah tapi melihatmu setiap hari membuatku tidak pernah berhenti mencoba. Dengan dilindunginya kau oleh kedua hyungmu, membuatku semakin sulit menjangkaumu. Tapi hal itu juga membuatku semakin menginginkanmu.” Kata Siwon panjang lebar.

Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Kau ini sudah berani menciumku, sekarang berani mengatakan kau menginginkanku. Dengar ya, aku tidak menginginkanmu! Tidak pernah!”

“Bagaimana kau tahu bahwa kau tidak menginginkanku?”

“Hahh! Bukannya sudah jelas? Selain kau menyebalkan dan mesum, kau juga bukan tipeku. Lalu untuk apa aku menginginkanmu?” kata Kyuhyun dengan pedasnya.

Siwon cemberut mendengar pengakuan Kyuhyun yang terkesan frontal dan blak-blakan itu. Kadang ia mengeluh mengapa bisa jatuh cinta pada namja berlidah tajam itu.

“Maukah kau memberiku satu kesempatan?” tanya Siwon, terkesan tuli akan jawaban Kyuhyun sebelumnya.

“Mwo? Kesempatan? Shireo!”

“Ayolah. Beri aku satu kesempatan untuk berkencan denganmu. Kalau kau tidak menyukainya, aku akan berhenti mengejarmu. Aku janji.” Kata Siwon pantang menyerah.

“Kau ini ternyata memang bodoh! Aku tidak menyukaimu, mana mungkin aku akan menyukai ide berkencan denganmu?”

“Tapi bagaimana kau bisa bilang tidak akan menyukainya jika kau belum pernah mencobanya? Ayolah, sekali saja.” Bujuk Siwon lagi.

Kyuhyun memutar bola matanya. Ia heran kenapa ada lelaki yang gigih seperti ini, padahal jelas-jelas orang yang diajak berkencan menolak.

“Kalau kau menolaknya berarti kau menyukaiku tapi karena malu mengungkapkannya, maka kau menghindariku.” Kata Siwon menggoda Kyuhyun.

Mendengar itu kembali Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Baiklah. Sekali saja dan kau tidak akan pernah menggangguku lagi kan?”

“Hanya jika kau tidak menyukai kencannya. Kalau kau menyukainya.. kita bisa mengulanginya lagi dan lagi.”

Kyuhyun mendengus. “Mana mungkin? Hanya akan ada satu kencan tolol denganmu. Yang pertama sekaligus yang terakahir!”

Siwon tersenyum puas. “Baiklah. Kita lihat saja nanti. Tapi ingat, kita kencan seharian. Bukan semalaman.”

“Cih, siapa juga yang mau semalaman denganmu? Sudah, aku mau pulang. Aku bosan melihat wajahmu terus-terusan.” Kata Kyuhyun masih dengan nada jahatnya lalu melangkah pergi.

Siwon menatap kepergian pemuda galak yang dicintainya itu. Semoga saja nanti kencan mereka berjalan dengan mulus dan Kyuhyun mulai bisa menerimanya dengan tulus.

*

“Kalau memang tidak mau, kenapa kau iyakan?” tanya Changmin tak mengerti. Malam itu ia dan Kim Bum menginap di rumah Kyuhyun atas permintaan Kyuhyun sendiri. Katanya ia sedang dalam masalah besar dan membutuhkan sahabat-sahabatnya.

“Benar, kalau memang kau membencinya, mengapa kau harus menuruti keinginannya? Terserah apa katanya, yang penting kebenarannya kau tidak pernah menyukainya kan? That’s it.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun cemberut. Ia ingin minta pembelaan, bukan disudutkan seperti ini. Selain sahabat-sahabatnya itu, ia cuma punya kedua hyungnya. Akan sangat tidak mungkin jika ia membicarakan hal ini pada Geun Suk atau Yunho. Bisa-bisa mereka malah meledak marah tengah malam.

“Ayolah, beri aku saran. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung bagaimana cara menghadapi Siwon yang pantang menyerah ini. Yang jelas aku hanya ingin kalian memberiku cara agar menyelesaikan kencan itu tanpa membuatku muntah di tengah-tengah kencan.” Kata Kyuhyun dengan rengekan khasnya.

“Muntah? Omo, Kyu.. Kau benar-benar membencinya yah?” Tanya Changmin tak percaya.

“Hati-hati, Kyu. Benci bisa jadi cinta. Jangan gegabah.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun menggeleng kuat-kuat. “Andwae! Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Huhhh! Pokoknya kalian harus membantuku untuk melalui kencan tolol itu dengan baik. Memikirkannya saja membuatku merana sekali. Pasti batinku akan tersiksa sekali nanti.”

Changmin dan Kim Bum bertukar pandangan geli.

“Sudahlah Kyu, terima saja. Anggap nanti kau hanya bertamasya dengannya. Tidak lebih. anggap saja kami semua ikut denganmu tapi kami sedang melihat-lihat di tempat lain.” kata Kim Bum.

“Atau kau bayangkan saja wajah Minho sunbae ketika bersama Siwon. Jadi kau merasa sedang pergi dengan Minho sunbae kan?” usul Changmin.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Dua hari lagi ia akan menepati janjinya untuk berkencan dengan Siwon. Memang benar ia membenci lelaki itu, tapi hal ini harus dilakukannya. Kalau tidak, Siwon tidak akan pernah berhenti mengganggunya.

*

Akhirnya hari yang dinantikan datang juga. Siwon menjemput Kyuhyun jam sepuluh pagi. Seperti rencana semula, mereka akan berkencan seharian. Artinya ia baru akan mengantar Kyuhyun pulang jam sepuluh malam. Sebenarnya bukan menjemput lebih tepatnya, karena Siwon menunggu Kyuhyun di ujung jalan menuju rumah Kyuhyun. Kalau ia berani menjemput Kyuhyun di rumahnya, urusannya bisa panjang.

Begitu Kyuhyun melihatnya, ia langsung memasang wajah masamnya. Siwon tak keberatan, selain sudah terbiasa melihatnya, ia terlalu senang karena Kyuhyun menerima ajakannya.

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah pabrik cokelat. Dari luar terlihat seperti toko biasa yang menjual cokelat, tapi ternyata di dalamnya ada pabriknya tersendiri. Dan Kyuhyun yang sangat menggilai cokelat baru tahu dimana tempat pembuatan cokelat favoritnya.

Dengan ceria ia mencoba cokelat disana satu persatu. Walau rasanya sama saja, tapi karena bentuknya berbeda-beda, maka terasa ada yang berbeda. Ia bahkan diajari cara mencetak cokelat dan cara memilih campuran cokelat yang baik.

Sejenak ia lupa kebenciannya pada Siwon. Karena ketika Siwon menyuapinya cokelat, ia menerimanya dengan riang. Mereka berdua mencetak cokelat bersama-sama kemudian berfoto dengan cokelat hasil buatan tangan mereka itu.

Namun ketika mereka keluar dari pabrik cokelat, Kyuhyun langsung menyadari apa yang baru terjadi selama sejam bersama Siwon di dalam.

“Ya! Kau jangan senang dulu yah. Aku hanya bersikap baik padamu karena aku terlalu senang bertemu dengan cokelat-cokelat kegemaranku. Ingat, jangan salah paham!” kata Kyuhyun memperingatkan Siwon dengan galak.

Siwon tertawa sambil mengangguk. Sikap Kyuhyun yang seperti itu justru membuatnya semakin jatuh cinta. Betapa imut dan polosnya namja keras kepala itu.

Tujuan selanjutanya adalah makan siang. Siwon mengajak Kyuhyun ke restaurant di atas danau. Di restaurant itu pembeli boleh memilih ikan yang ingin di makan di akuarium, atau memancingnya sendiri dari danau. Peralatan pancing juga disiapkan oleh pihak restaurant.

Kyuhyun bersemangat sekali karenanya. Dengan semangat tinggi ia mulai mengaitkan umpan di kailnya dan mulai memancing. Ia berhasil menangkap beberapa ikan dalam setengah jam. Ia bahkan dengan riang mengejek Siwon yang belum juga mendapatkan seekor ikanpun.

Mereka makan siang dengan lahap. Lagi-lagi Kyuhyun lupa akan kejengkelannya pada Siwon. Ia berceloteh riang tentang kegiatannya memancing dengan Yunho musim panas lalu dan menertawai Geun Suk yang saat itu menunggu dengan tak sabar.

Siwon semakin memuja pemuda di hadapannya itu. Sepertinya Kyuhyun memang terlalu bersemangat hingga ia tidak menyadari tatapan Siwon yang seduktif. Ia juga lupa memarahi Siwon yang membersihkan ujung bibirnya dengan tissue setelah selesai makan.

Ketika hari sudah mulai sore, Siwon mengajak Kyuhyun naik kapal ke tengah laut. Awalnya Kyuhyun bingung mengapa ia diajak kesana. Setelah sepuluh menit menunggu, rasa penasarannya terjawab.

Dari dalam birunya air laut, muncul dua ekor lumba-lumba. Beberapa detik kemudian, disusul beberapa ekor lumba-lumba lainnya yang saling berkejaran, memamerkan aksinya pada setiap orang yang menonton. Tubuh licin mereka berkilau tertimpa mentari sore.

Kyuhyun menjerit histeris karenanya. Ia suka sekali lumba-lumba. Melihat lumba-lumba berkejaran, bermain sambil memperlihatka kegesitan mereka melompat-lompat keluar dari air selalu membuatnya terpesona.

Dan sekali lagi, Kyuhyun lupa akan sikap-sikap Siwon yang dianggapnya menjengkelkan. Bahkan ketika mereka kembali ke daratan, ia menggandeng Siwon dengan ceria dan bertanya kemana tujuan mereka selanjutnya.

Siwon kemudian mengajak Kyuhyun ke tujuan akhir mereka hari itu. Ternyata tempat yang dituju adalah restaurant di pinggir pantai. Disana terlihat para pengunjung asik berdansa di dekat api unggun di belakang restaurant, diatas pasir putih, diiringi musik samba yang menghentak riang. Sudah bisa ditebak makan malam yang tersaji pasti barbeque. Tapi Kyuhyun tidak perduli, ia terlalu gembira melihat sekumpulan orang saling berdansa riang.

Dengan cepat ditariknya tangan Siwon menuju keramaian dan mulai bergoyang mengikuti irama musik. Ia tenggelam akan kegembiraannya. Dinginnya angin laut tidak juga menyurutkan kegembirannya malam itu. Ia bahkan membiarkan Siwon memeluk pinggangnya.

Jangan tanyakan perasaan Siwon malam itu, ia sangat bahagia karena Kyuhyun tidak menghindarinya. Memeluk Kyuhyun untuk pertama kalinya adalah prestasi terbesarnya sampai hari itu.

Ketika mereka bersitatap, ia ingin sekali mengecup bibir sewarna peach di depannya itu, walau hanya sebentar. Tapi ia menahan dirinya untuk tidak melakukannya. Mencium Kyuhyun hanya akan merusak sisa kencan indah mereka hari itu. Siapa yang tahu reaksi Kyuhyun setelah itu? Lebih baik ia menahan diri tapi melihat Kyuhyun tertawa riang daripada ia menuruti nafsunya tapi Kyuhyun akan semain membencinya setelah itu.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, Siwon mengajak Kyuhyun pulang. Awalnya Kyuhyun enggan pulang, karena ia masih ingin berpesta. Tapi Siwon mengingatkannya akan kedua hyungnya yang akan merah besar kalau ia pulang terlambat. Maka dengan berat hati Kyuhyun meninggalkan pesta.

Di ujung jalan rumah keluarga Cho. Changmin dan Kim Bum sudah menunggu. Tadi pagi Kyuhyun pamit pada kedua hyungnya bahwa ia akan keluar seharian bersama Changmin dan Kim Bum. Maka keduanya harus menemaninya pulang, atau hyungnya akan curiga. Karena peraturan di rumah Cho, siapa yang membawa Kyuhyun pergi, dia juga yang harus mengantar Kyuhyun pulang.

“Terima kasih karena mengajakku jalan-jalan hari ini, Siwon-ssi.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Siwon ikut tersenyum karenanya. “Aku yang seharausnya berterima kasih karena kau mau menerima ajakanku. Bagaimana, kau senang kan hari ini?”

Kyuhyun ingin mengangguk, tapi harga dirinya menyuruhnya untuk menolak memberitahukan kebenaran. Maka dengan angkuh ia menjawab.

“Tentu saja, tapi bukan berarti aku menerimamu. Ingat, aku masih membencimu karena berani menciumku.”

Siwon bernafas lega, untung tadi ia tidak jadi mencium Kyuhyun. Ternyata instingnya masih bekerja dengan baik walaupun berhadapan dengan pria yang membuatnya tergila-gila selama setahun belakangan ini.

“Intinya kau bersenang-senang hari ini. Baiklah aku pulang dulu. Selamat malam, Kyu.” Kata Siwon lembut,

“Hehh! Harusnya aku yang pulang duluan. Kau ini tidak tahu sopan santun yah? Kan kau yang mengantarkanku pulang, sudah seharusnya kau menunggu hingga aku sampai di rumah dan masuk dengan selamat baru kau boleh pulang.” Kata Kyuhyun lagi-lagi dengan galak.

Siwon terperangah. Ia sempat berpikir kalau Kyuhyun tidak akan bersikap galak lagi padanya. Ternyata ia salah.

“Ingat yah, kau hanya boleh pulang kalau aku sudah masuk ke rumahku. Tempat ini terlihat jelas dari kamarku. Kalau aku mengintip dari kamarku dan aku tidak melihat mobilmu, maka aku tidak mau lagi bicara padamu. Jadi jangan berani-berani pergi sebelum aku mengijinkannya. Arasso?” kata Kyuhyun dengan sikap bossy.

Siwon hanya bisa mengangguk pasrah. Daripada Kyuhyun mengulangi sikapnya yang dulu padanya, lebih baik ia menunggu sedikit lebih lama disini. Kyuhyun berjanji akan mengiriminya pesan jika ia sudah boleh pulang.

Dan Kyuhun yang memang pada dasarnya nakal dan keji, tega membiarkan Siwon menunggu hingga hampir pagi di ujung jalan itu. Barulah ketika matahari muncul di ufuk timur, barulah ia mengirimkan pesan pada Siwon dan membiarkan lelaki itu pulang.

*

Baru sehari tidak bertemu Kyuhun, kerinduan Siwon sudah menjadi-jadi. Ia ingin menelepon atau sekedar mengirimkan pesan pada Kyuhyun tapi ia tidak melakukannya. Karena ia tahu, seperti sebelumnya. Kyuhyun tidak akan mengindahkan panggilannya ataupun membalas smsnya walaupun hanya sekedar sms kosong.

Walaupun begitu, Siwon tidak jera. Ia tetap mencintai pemuda bandel yang tega membuatnya menunggu hingga pagi dua hari lalu. Untung saja keesokan harinya ia tidak ada kelas, sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak di rumahnya.

Dan dengan semangat baru, Siwon berangkat ke kampus hari ini. Kuliahnya dimulai sejam lagi, tapi ia datang lebih awal. Ia ingin melihat Kyuhyun. Dengan begitu ia akan lebih bersemangat mengikuti kuliah Hangeng padahal sudah pasti nilainya C karena ia dinilai ikut ambil bagian dalam kejadian seminggu lalu.

Namun kegembiraannya langsung surut begitu melihat Kyuhyun duduk di tribun lapangan basket bersama Lee Minho. Keduanya terlihat mesra sekali. Sesekali Minho mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang dan memeluknya. Kyuhyun sendiri terlihat sangat menikmati setiap perhatian yang diberikan kapten tim basket itu.

Raut wajah bahagianya terlihat jauh lebih natural daripada raut wajahnya semalam. Dan Siwon mencemaskan hal ini. Ia takut usahanya kemarin yang sudah ia rancang dengan susah payah akan langsung hancur dalam sekejap karena Minho.

Tanpa sadar ia berdoa dalam hati agar Minho tidak menyatakan cinta dulu sebelum Siwon, agar Kyuhyun bisa mempertimbangkannya. Walaupun Siwon tahu, kesempatannya kecil jika dibandingkan dengan Lee Minho yang terkenal.

“Oppa.. Jangan bilang kau memang benar-benar menyukainya.”

Siwon berbalik dan mendapati adiknya dengan dua ‘ekor’nya berdiri di belakangnya. Siwon menghela nafas. Ia enggan berdebat dengan Sooyoung. Gadis itu selalu mau menang sendiri. Tidak pernah mau mengalah dan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi Siwon sangat menyayanginya.

“Bukankah sudah kukatakan, cinta tidak bisa memilih kepada siapa kau akan jatuh.” Kata Siwon.

“Tepat sekali, aku juga merasakannya. Aku mencintai Minho oppa, tapi Kyuhyun selalu selangkah lebih dulu dariku. Bisakah kau mencari orang lain, oppa? Kumohon oppa, pacari saja orang lain. Jangan Kyuhyun. aku membencinya.” Rajuk Sooyoung.

Siwon malas membalas kata-kata adiknya. Hanya akan membuat mereka bertengkar nantinya. Maka ia bertanya pada Yuri.

“Dimana kekasihmu?”

Yuri tersenyum. “Dia sedang mengisi acara dengan bandnya. Kenapa? Kau merindukanya? Atau kau masih ingin merasakan kepalan manisnya di pipimu?”

Siwon tersenyum mendengar gurauan Yuri. Pantas saja Minho berani menyentuh Kyuhyun. Naga pelindungnya tidak ada hari ini. Kalau Yunho tidak usah dibahas, ia hanya merelakan adiknya disentuh oleh Minho, selain dari itu, menyentuh Kyuhyun berarti minta nyawanya dicabut.

“Oppa.. Kalau Kyuhyun-ssi menolakmu, aku bisa menggantikannya.” Kata Victoria genit. Tapi langsung mendapat death glare dari Sooyoung.

“Ya! Jangan ganggu oppaku. Bukankah kau menyukai Yunho?” kata Sooyoung sambil melotot pada sahabatnya.

Victoria tidak menjawab. Matanya terbelalak menatap Kyuhyun dan Minho. Yuri, Sooyoung dan Siwon segera mengikuti arah pandangan Victoria. Kemudian mereka tercengang, Lee Minho sedang memeluk pinggang Kyuhyun dengan mesra. Sesekali berbisik-bisik membuat wajah Kyuhyun bersemu merah. Tangannya membelai-belai pipi menggemaskan milik Kyuhyun.

Lalu dengan berani Lee Minho mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Hanya sekilas. Tak sampai satu detik. Tapi itu mampu membuat dunia Siwon runtuh seketika.

*

tumblr_ls2rgnGeIQ1qagqaso9_500

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 3

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 3

Siwon selamat dari kejaran Geun Suk dan Yunho selama beberapa hari karena ternyata ia pulang ke rumah orang tuanya. Kyuhyun mengira emosi kedua hyungnya akan mereda setelah beberapa saat, tapi ternyata semakin mereka tidak bisa menemukan Siwon, semakin murka mereka.

Dan ternyata berita Siwon mencium Kyuhyun menyebar dengan cepat. Bahkan mereka dikatakan tengah berkencan karena beberapa orang pernah melihat Kyuhyun dan Siwon pulang bersama atau makan di café dekat kampus. Tidak ada yang percaya jika dikatakan pertemuan itu murni adalah sebuah pertemuan asisten dosen dengan mahasiswanya.

Reaksi setiap orang berbeda-beda. Lee Minho meraung marah ketika mendengarnya dan berjanji akan membuat perhitungan dengan Siwon begitu ia bertemu asisten dosen Hangeng itu.

Changmin dan Kim Bum tidak mau bereaksi lebih karena mereka pikir seharusnya Kyuhyun bangga karena ciuman pertamanya dicuri oleh namja setampan Choi Siwon. Tapi mereka merisaukan kedua hyung Kyuhyun yang tampaknya kalap dan siap membunuh Siwon dengan cara tersadis.

Tapi reaksi paling parah dikeluarkan oleh Sooyoung, adik kandung Siwon. Ia mendatangi Kyuhyun dan berteriak-teriak marah seperti orang gila.

“YA! Kyuhyun! Mengapa kau berciuman dengan oppaku! Andwae!”

“Mwo??!! Berciuman? Berciuman katamu? Aku dicium dengan paksa olehnya bodoh! Kau pikir aku semurah itu mau dicium oleh kakakmu yang mesum itu?” balas Kyuhyun kesal. Enak sekali Sooyoung memfitnahnya seperti itu.

“Aku tidak percaya! Dasar kau namja jahat! Kau merayu siapa saja untuk mendapatkan tujuanmu. Dulu Minho oppa, sekarang Siwon oppa. Kau cari mati denganku, eoh?” Sooyoung tampaknya benar-benar marah. Ia tidak terima Kyuhyun dekat dengan kakaknya.

“Terserah padamu. Yang jelas aku tidak sudi dikatakan berkencan dengan kakakmu. Dekat saja aku menolak, apalagi berkencan. Aku tidak tertarik dengan kakakmu itu. Beruntung dia selamat dari kedua hyungku. Itu karena aku sedang bermurah hati. Jika aku tahu kejadiannya akan seperti ini, seharusnya kubiarkan saja mereka berbuat sesukanya pada oppa bodohmu itu.” kata Kyuhyun dengan jahatnya.

Sooyoung tampak menahan diri untuk tidak menyerang Kyuhyun saat itu juga. Ia memikirkan nasib oppanya yang pasti akan lebih parah lagi jika Sooyoung berani menyentuh Kyuhyun.

Dengan kesal ditinggalkannya Kyuhyun dan berjalan dengan marah, membentak siapa saja yang dianggap menghalangi jalannya. Yuri dan Victoria mengikutinya dari belakang. Ketika mereka sudah sampai di tempat yang cukup sepi, Sooyoung menangis.

“Yuri-ssi, aku mohon. Selamatkan oppaku. Jangan sampai Geun Suk oppa atau Yunho-ssi melukainya. Tolonglah aku..”

Yuri memandang sahabatnya itu dengan iba, lalu berkata. “Maafkan aku. Tapi ini masalah lelaki. Aku tidak berhak ikut campur. Geun Suk oppa memang selalu mendengarkan aku, tapi ia tidak akan pernah memaafkan orang yang berani menyentuh kedua adiknya. Itu juga yang selalu kukatakan padamu sejak dulu kan? Jangan pernah cari masalah dengan Kyuhyun kalau kau tak mau membuat kedua hyungnya murka.”

Sooyoung tampak merana sekali. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan oppanya yang saat ini tengah mengunjungi kedua orang tua mereka di luar negeri. Ia juga menyesali kenapa Siwon nekat berbuat hal bodoh hanya untuk mendapatkan Kyuhyun. kebenciannya pada Kyuhyun semakin besar ketika menyadari bahwa Siwon dan Minho, dua orang yang disayanginya menyukai Kyuhyun.

Hidupnya semakin merana karena menyadari kenyataan bahwa orang-orang disekitarnya menyayangi pemuda evil itu.

“Jangan terlalu bersedih, Sooyoung-ah. Aku punya rencana.” Kata Victoria.

Sooyoung menoleh cepat ke arah Victoria. “Apa itu?”

Lalu Victoria menjelaskan rencananya pada Sooyoung dan Yuri. Sooyoung langsung setuju dan berpendapat bahwa Victoria adalah ratu paling kejam yang bersembunyi dibelakang wajah cantiknya.

Sedangkan Yuri langsung protes tidak setuju. “Kalau kalian mau menjalankan rencana ini, terserah. Aku tidak mau ikut campur. Tapi jika hal itu berdampak pada Geun Suk-ku, kalian berdua akan berhadapan denganku.”

*

Berita kedua menyebar dengan cepat, secepat berita pertama mengenai Siwon mencium Kyuhyun. Berita kedua ini jauh lebih parah dari sebelumnya. Dikatakan bahwa Geun Suk dan Yunho akan menghajar Siwon karena berani menyentuh Kyuhyun padahal Kyuhyunlah yang merayu Siwon terlebih dahulu.

Sebagian orang percaya dengan berita itu. Pasalnya Kyuhyun memang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan, bisa saja ia mengandalkan hal itu untuk mendapatkan lelaki manapun. Dan bisa saja ia membawa-bawa nama kedua hyungnya agar orang mau berkencan dengannya.

Tapi sebagian lagi yang benar-benar mengenal keluarga Cho, tahu benar jika berita itu salah. Kyuhyun tidak pernah terlihat bersama dengan siapapun karena Geun Suk dan Yunho terlalu protective padanya. Jangankan berpacaran, orang lain tidak sengaja menabrak Kyuhyun saja sudah membuat kedua hyungnya marah besar.

Geun Suk dan Yunho tidak perduli dengan berita yang menyebar, karena mereka tahu kebenarannya. Tapi Kyuhyun luar biasa marah sekarang karena bukan hanya dirinya yang difitnah tapi nama kedua hyungnya ikut dibawa.

Berhari-hari mood buruk menyertainya. Siapapun yang mencoba bicara dengannya akan langsung kena semprot tak terkecuali Changmin dan Kim Bum. Keduanya yang sudah biasa mendengar Kyuhyun mengomel saja langsung tahu kalau Kyuhyun tidak main-main kali ini. Inilah yang disebut dengan anak kucing menjadi harimau.

Dan hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Siwon yang baru selesai mengikuti kuliah dan akan segera pulang langsung dihadang oleh Geun Suk dan Yunho di pelataran parkir kampus. Tanpa banyak bicara Yunho langsung menyeret Siwon dengan kasar ke belakang gedung kampus yang lumayan sepi di siang hari. Geun Suk mengikuti mereka dengan raut wajah angkuh yang siap membunuh.

“Ada permintaan terakhir sebelum aku menghabisimu? Penyesalan mungkin? Atau permintaan maaf?” tanya Geun Suk dengan kejam pada Siwon.

Siwon tahu, cepat atau lambat ia akan menghadapi kedua pria ganas penjaga Kyuhyun setelah ia mencium Kyuhyun dengan paksa.

“Aku menyukai Kyuhyun. Dan aku ingin menjadi kekasihnya. Apa itu salah?” kata Siwon lantang. Terdengar berani dan tangguh walau dalam hatinya gentar.

“Jangan.. coba-coba.. Menyebut namanya..!!!” raung Yunho sengit.

Dengan cepat ia mengarahkan pukulannya di hidung Siwon. Tapi sebelum kepalan tangannya yang mengerikan itu menyentuh sasarannya, didengarnya suara keras menghentikannya.

“HENTIKAN..!!”

Ketiganya menoleh dan mendapati Kyuhyun yang baru datang bersama Kim Bum dan Changmin.  Yunho langsung melepaskan tangannya yang mencengkram Siwon.

“Jangan coba menghalangiku, Kyu. Aku tidak bisa menahan lagi. Laki-laki sombong dan kurang ajar seperti ini harus diberi pelajaran.” Kata Yunho dengan kesal.

Kyuhyun menghampiri kedua hyungnya, lalu berdiri tepat di depan Siwon. Sekarang kelihatannya lima lawan satu. Yang tadinya sudah tidak seimbang, sekarang menjadi lebih tidak berimbang lagi.

“Biarkan aku menyelesaikan urusan ini dengannya. Dia yang membuat nama kalian juga namaku jelek di muka umum. Berita yang jelas-jelas tidak benar itu fitnah. Dan ia juga dengan berani menciumku.” Kata Kyuhyun galak.

“Bukan aku yang menyebarkan gossip itu. Aku tidak ada di Seoul selama beberapa hari, ingat?” kata Siwon membela diri.

“Adikmu yang menyebarkannya! Aku tahu dari Yuri noona.”

“Tidak mungkin! Sooyoung memang kekanakan, tapi ia tidak mungkin melakukan hal itu.” kata Siwon masih bertahan membela adiknya.

“Jadi kau mengira pacarku berbohong?” kata suara dingin dan berbahaya milik Geun Suk di belakang Kyuhyun.

“Bukan begitu…! Tapi, ini pasti salah paham. Lagipula, andaikan benar Sooyoung yang menyebarkan berita itu. Kenapa kalian menyalahkan aku?”

“Karena ia melakukannya untukmu. Dan kalian sama-sama Choi kan? Choi yang cari perkara dengan Cho bersaudara.” Kini Yunho yang berkata dengan garang.

“Kau boleh memfitnahku, tapi aku tidak akan membiarkanmu merusak nama kedua hyungku.” Kata Kyuhyun dengan nada rendah yang menyeramkan.

Siwon tersenyum sinis. “Aku heran, kenapa kedua hyungmu ini terlalu berlebihan padamu. Kau kan sudah dewasa, bukan bayi lagi yang harus dijaga kemana-mana.”

Ini sudah keterlaluan. Kyuhyun jadi emosi mendengarnya. Begitu Siwon menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung menyerangnya membabi buta. Geun Suk dan Yunho yang berdiri di belakangnya terkejut luar biasa, begitu juga dengan Changmin dan Kim Bum.

Yunho langsung meraih pinggang adiknya tapi malang, siku tangan Kyuhyun yang kurus menonjol tapi bertenaga itu langsung menghantam hidungnya dengan sukses. Sedangkan tangan kanannya masih setia menjambak rambut Siwon dengan sadis.

Kaki kiri Kyuhyun yang meronta liar menghantam dagu Changmin dengan keras hingga pemuda tinggi itu langsung jatuh kebelakang. Kepalanya menghantam wajah Kim Bum dengan tak kalah kerasnya.

Sementara itu, Siwon masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun di rambutnya. Ketika akhirnya berhasil dengan satu tarikan kuat, ia terhuyung kebelakang dan tangannya yang kekar justru mendarat di dada Geun Suk.

Namja-namja tampan itu akhirnya jadi kalap dan saling pukul satu sama lain. Geun Suk berhadapan dengan Siwon, Yunho masih setia menahan adiknya yang semakin liar berontak walaupun dia akhirnya babak belur karena bukan hanya siku Kyuhyun, tapi juga cakaran-cakaran yang mampir di tubuhnya, ditambah dengan gigitan-gigitan Kyuhyun yang seperti biasa pasti mendarat di lengannya kalau adiknya itu kesal.

Sedangkan Changmin dan Kim Bum yang tadinya baik-baik saja, karena insiden tak disengaja tadi jadi berkelahi. Kim Bum membentak Changmin lalu memukul kepala Changmin dengan keras karena tadi kepala namja tinggi itu membentur wajah tampannya sedangkan Changmin yang tidak merasa bersalah sama sekali justru balik memarahi Kim Bum karena berdiri tepat di belakangnya ketika insiden itu terjadi.

Namun kemudian keduanya sadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Changmin segera bangkit untuk melerai Siwon dan Geun Suk. Baru sedetik berusaha memisahkan dua lelaki kekar itu, ia sudah kena pukul bertubi-tubi. Ia sendiri tidak tahu siapa yang menghantamnya.

Sedangkan Kim Bum memilih membantu Yunho menenangkan Kyuhyun. Tapi sayangnya walaupun kekuatan Kyuhyun tidak sebanding dengan hyung tertuanya, saat ini ia sedang kalap pada Siwon ditambah ia marah besar pada Yunho yang berusaha menahannya. Maka ketika Kim Bum datang, lelaki imut itu juga kena sasaran tendangan Kyuhyun yang tak tentu arah.

Jadilah keenam namja itu saling dorong, pukul, tendang hingga saling jambak. Keenamnya baru berhenti ketika sebuah suara besar menggelegar membentak mereka. Mereka langsung saling melepaskan diri dari lawannya dan mencoba memperbaiki penampilan mereka di hadapan lelaki yang tadi membentak mereka.

Lelaki itu adalah Tan Hangeng. Salah satu dosen terkemuka di kampus mereka. Ia tidak menyangka mahasiswanya yang terkenal sebagai mahasiswa baik-baik dan berprestasi itu justru terlibat perkelahian sengit. Dan ia tidak percaya adalah asistennya ikut ambil bagian disana. Siwon bahkan terlihat paling menyedihkan karena bibirnya berdarah, bajunya robek di beberapa bagian, memar di sekukur tubuh dan wajahnya dan mata kirinya bengkak.

Hangeng menatap mereka satu-persatu. Hampir semua babak belur. Hanya Kyuhyun yang terlihat ‘bersih’ walaupun bajunya robek, keringatnya bercucuran dan nafasnya hampir habis. Selain dari itu, ia satu-satunya lelaki yang tidak terluka sama sekali.

“Siapa yang memulai?” tanya Hangeng dengan galak.

Tidak ada satupun yang menjawab. Keenam namja tampan itu terdiam seribu bahasa. Tidak ada yang ingin mengajukan diri sebagai pelopor perkelahian hari ini.

“Baiklah kalau kalian tidak mau mengaku. Kalian tidak akan lulus ujian di semua mata kuliahku dan kalian harus mengulang tahun depan.” Kata Hangeng lagi,

Siwon langsung angkat bicara. “Aku yang memulainya. Akulah yang harus menerima hukumannya.”

Hangeng menatap Siwon tidak percaya. Mana mungkin Siwon yang kalem itu bisa memulai perkelahian sengit tadi? Ia adalah tipe orang yang cinta damai.

“Benarkah yang Siwon katakan? Geun Suk-ssi, bagaimana menurutmu? Apakah Siwon pantas dihukum?” tanya Hangeng.

Geun Suk terlihat kesal sekali. “Benar, dialah yang membuat kami semua jadi seperti ini.  Kalau saja dia tidak bertindak bodoh dengan menyentuh adikku, maka..”

“Maka kau boleh main hakim sendiri begitu?” tanya Hangeng tajam, memotong kata-kata Geun Suk.

“Kami punya peraturan di keluarga kami sendiri. Aku berkewajiban menjaga adikku, wajar kalau aku marah karena ada yang berani mengganggunya.” Kata Geun Suk tidak mau kalah.

“Aku mengerti. Tapi bukan berarti kalian harus berkelahi di area kampus dan melanggar peraturan kampus kan? Banyak tempat di luar sana, selesaikan urusan adu jotos kalian di luar.” Kata Hangeng. Dosen mudan nan tampan itu kelihatannya marah sekali.

Keenam namja itu akhirnya dihukum oleh Hangeng dengan mendapatkan nilai C untuk tahun ini di setiap mata Kuliah yang ia ajarkan. Lalu berbalik pergi tanpa menghiraukan protes-protes mahasiswanya yang keberatan dengan keputusannya.

*

Dua hari setelah kejadian itu, Kyuhyun minta maaf pada dua sahabatnya, Changmin dan Kim Bum, karena ikut menerima hukuman padahal mereka hanya berniat melerai saat itu. Ia juga minta maaf pada kedua hyungnya, terutama Yunho yang babak belur karenanya.

Tapi ia juga marah karena Yunho dianggap menghalanginya menghajar Siwon.

“Hyung, kenapa kau menghalangiku menghajar Siwon? Aku bisa menghabisinya. Kau membuatku marah sekali padamu karena kuanggap kau membela Siwon dan tidak ingin aku menyakitinya.” Kata Kyuhyun dengan kesal.

“Mwo? Aku membela Siwon? Untuk apa? Justru aku yang paling bernafsu ingin membunuhnya. Aku menghalangimu waktu itu karena aku takut kau terluka. Geun Suk hyung sedang kalap saat itu. Aku yakin begitu ia menghajar Siwon, Siwon pasti akan membalas. Kalau kau ada disitu, kau bisa kena imbas. Lebih baik aku yang terluka daripada kau.” Jawab Yunho panjang lebar.

Kyuhyun jadi semakin merasa bersalah karenanya. Dipandanginya wajah hyungnya yang babak belur itu. Dimana-mana tampak bekas cakar, gigit dan lebam. Apalagi hidung mancungnya masih memar akibat tonjokan siku Kyuhyun.

“Huuuaaaaa… hyuunnggggg…” Kyuhyun lari dan memeluk Yunho yang sedang duduk santai di sofa panjang mereka. Tangisnya pecah karena terharu akan rasa sayang hyungnya itu padanya.

“Kyu.. kenapa kau menangis?” tanya Yunho bingung. “Maafkan hyung kalau menghalangimu memukul Siwon. Aku hanya tidak mau kau terluka.”

Tangis Kyuhyun semakin keras. Tapi pelukannya semakin erat. Badan Yunho yang memang sudah sakit sejak awal karena perlakuan adiknya tempo hari, jadi semakin sakit karena Kyuhyun memeluknya terlalu erat.

“Kyu.. Mianhae.. Aku salah, maafkan aku, ne? Bisakah kau melepaskanku?” kata Yunho lagi sambil menahan sakitnya.

Kyuhyun menggeleng. “Aku yang minta maaf hyung. Maafkan aku yang membuatmu seperti ini. Apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?”

Yunho meringis menahan sakit. “Aku tidak marah padamu Kyu. Tidak perlu minta maaf. Kalaupun kau bersalah, aku sudah memaafkanmu saat itu juga. Lepaskan saja aku, ne?”

“Shieroyo! Aku ingin memelukmu hyung, sudah beberapa hari aku tidak melakukannya. Biarkan aku memelukmu sekarang. Kalau kau memaksaku melepaskannya, maka artinya kau tidak sayang padaku.” Kata Kyuhyun keras kepala, tak sadar kalau hyungnya kesakitan sekarang.

Yunho hanya bisa pasrah menerima perlakuan adiknya. Mana mungkin ia tega mengusik kesenangan Kyuhyun saat ini?

“Hyuuunggg…” bisik Kyuhyun seduktif.

Yunho jadi merinding mendengarnya. “Eh? Ada apa Kyu?”

“Bolehkah aku.. err.. menggigitmu?” tanya Kyuhyun masih dengan nada yang sama. Kali ini bahkan terdengar lebih manja.

Yunho ingin menangis saat itu juga. Tubuhnya yang masih sakit dan belum pulih sepenuhnya ingin digigit lagi oleh adiknya. Kali ini bahkan diminta dengan sopan.

“Baiklah, tapi satu kali saja, ne? Badanku masih sakit karena gigitan-gigitanmu tempo hari.” Kata Yunho pasrah. Tidak ada gunanya menolak Kyuhyun saat ini, kalau ia tidak mau sengsara.

Dengan satu gigitan keras dan panjang, Kyuhyun memulai aksinya. Lima detik.. Tujuh detik.. Sepuluh detik.. Yunho merasa dagingnya akan terlepas sebentar lagi. Mati-matian ditahannya rasa sakit luar biasa di lengan kanannya. Tapi setelah dua puluh detik dan penderitaannya belum berakhir juga, ia melolong keras dengan nada menyedihkan.

Mendengar itu Geun Suk segera menghentikan kegiatan mencuci mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Ketika dilihatnya Yunho meraung tapi tidak bisa bergerak, ia jadi tertawa keras.

“Ya.. Kyu, berhenti menggigit Yunho. Kau ini mau ia mati muda, eoh?”

Kyuhyun lalu menghentikan ‘penyiksaan’ terhadap Yunho. Ia tersenyum nakal sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Membuat Yunho dan Geun Suk tak tega memarahinya.

Geun Suk menghampiri mereka lalu duduk ditengah, diantara kedua adiknya. “Kenapa kau suka sekali menggigit Yunho? Aku tahu rasanya pasti sakit sekali untuk Yunho, tapi aku iri sekali karena kau lebih memilih menggigitnya. Kau tidak pernah sekalipun menggigitku.”

Yunho tersenyum bangga. “Memang rasanya sakit. Tapi aku tidak akan pernah mau membaginya denganmu, hyung. Bagaimana rasanya dikalahkan olehku dalam hal ini?”

Geun Suk pura-pura cemberut. “Menyakitkan.”

Kyuhyun tertawa. “Aku menyayangi kalian berdua. Aku tidak mau kehilangan kalian sedetikpun. Terima kasih karena selalu menjagaku.”

Ketiganya berpelukan. Kyuhyun lalu mencium pipi kedua hyungnya satu persatu. Membuat keduanya bahagia sekali.

“Hyuuungggg…” kata Kyuhyun dengan manja.

“Hmm?” jawab Geun Suk.

“Ada apa Kyu?” tanya Yunho.

“Aku ngantuk..” kata Kyuhyun sambil mem-pout-kan bibirnya.

“Baiklah, kami akan mengantarmu ke kamar, ayo..” kata Geun Suk seraya berdiri.

Tapi Kyuhyun langsung menarik hyung tertuanya itu untuk duduk. “Aku ingin tidur di pangkuan kalian. Dan kalian dilarang keras menolak. Kalau kalian tidak mau, berarti kalian tidak sayang padaku.”

Selalu seperti itu. Selalu dengan ancaman yang sama. Kalau sudah begitu, mana mungkin Geun Suk dan Yunho menolaknya? Dengan senyum nakalnya Kyuhun lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Yunho dan sisa tubuhnya di pangkuan Geun Suk kemudian mulai tidur.

Yunho dan Geun Suk saling melempar pandangan ngeri. Kyuhyun kalau tidur lama sekali, mana bisa mereka tahan duduk sambil menopang tubuh Kyuhyun selama berjam-jam? Tapi kalau mereka menolak, Kyuhyun akan marah pada mereka. Akhirnya dengan pasrah mereka menerima ‘hukuman’ mereka hari itu. Inilah nasib menjadi kakak dari seorang Cho Kyuhyun.

*

Kyuhyun-sleeping-cho-kyuhyun-32117341-1789-1200

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 1

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 1

Kyuhyun memasukkan buku-bukunya dengan cepat ke dalam tasnya. Selama jam kuliah berlangsung, ia tidak bisa konsentrasi sedikitpun karena di dengarnya hingar bingar menggelegar dari lapangan basket di halaman kampusnya.

Begitu buku-bukunya tersusun rapi dalam tas, Kyuhyun menyambar ransel kesayangannya seraya  berlari keluar kelas. Namun ia terpaksa menghentikan langkahnya ketika sebuah tangan kekar menahan lengannya.

“Kenapa buru-buru Kyu? Bukankah tadi aku sudah bilang akan mendiskusikan sesuatu padamu? Ini mengenai ujianmu sendiri.”

Kyuhyun berusaha menepis tangan itu, namun sayangnya pegangan orang itu terlalu kuat. “Bukankah sudah kukatakan berulang kali bahwa aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Aku yakin jawabanku benar semua. Jadi tolonglah, Siwon-ssi, aku rasa tidak ada yang perlu kita diskusikan. Aku buru-buru hari ini.”

Kyuhyun tidak pernah menyukai lelaki yang satu ini. Namanya Choi Siwon. Dia masih duduk di bangku kuliah semester tujuh. Tapi karena kemampuan otaknya, ia ditunjuk menjadi asisten Hangeng, dosen mata kuliah Komunikasi Bisnis di Seoul University.

Dan karena Hangeng sendiri dosen yang cukup terkenal, maka jam terbangnya juga tinggi. Ia mengajar di beberapa universitas di Seoul sekaligus. Jadi begitu ia tidak bisa hadir di perkuliahan, maka ia akan meminta Siwon untuk menggantikannya.

Tapi Siwon ini selalu saja menyudutkan Kyuhyun. Memang bukan dalam arti negatif, tapi Kyuhyun tidak menyukainya. Ada saja bahan yang harus didiskusikan Siwon kepadanya, yang akhirnya mereka harus mendiskusikannya dalam perjalanan pulang atau berakhir di café untuk makan siang dan sebagainya.

Kyuhyun merasa terganggu akan hal ini. Kalau memang Siwon selalu ragu dalam materi yang dibawakannya, kenapa harus jadi asisten dosen? Bukankah ia dinilai cukup cerdas hingga bisa menggantikan seorang Tan Hangeng yang terkenal?

“Aku tahu jawabanmu benar, Kyu. Semuanya benar. Hanya saja aku ingin mendiskusikan jawabanmu di nomor empat. Disitu kau mengatakan bahwa..”

“Bisakah kita melanjutkannya nanti saja? Jebal Siwon-ssi, hyung ku sedang bertanding sekarang. Aku ingin menontonnya.” Rengek Kyuhyun. Ia enggan sekali berdiskusi hari ini. Ia tidak mau melewatkan kesempatan menonton pertandingan basket di lapangan basket kampus.

“Aku tahu.. tapi..”

“Lepaskan dia!”

Sebuah suara dingin membuat keduanya menoleh ke arah pintu. Begitu Siwon melihat siapa yang bicara, ia langsung melepaskan tangannya dari Kyuhyun.

“Ah, Geun Suk-ssi.. Maafkan, tadi aku ingin mendiskusikan beberapa hal dengan adikmu, jadi aku..” kata Siwon gugup.

Geun Suk mendekati Siwon perlahan-lahan dengan senyum menakutkan. Begitu sampai di depan Siwon, Geun Suk membelai pipi Siwon dengan tangannya yang dingin. Wajahnya dekat di dekatkan ke wajah Siwon dan matanya menatap mata Siwon dengan tajam.

“Choi Siwon.. Kau tampan sekali. Jangan memaksaku meninggalkan bekas yang tak bisa kau lupakan seumur hidupmu di wajah ini.” Kata Geun Suk dalam bisikan lembut yang menurut Siwon lebih terdengar seperti bisikan maut.

Belum sempat Siwon menjawab, Geun Suk sudah menarik wajahnya menjauh dan menepuk pipi Siwon dua kali. “Aku tahu kau mengerti,”

Kemudian Geun Suk berpaling pada Kyuhyun dan meraih tangan adik bungsunya itu. “Ayo kita nonton Yunho. Pasti dia kesal sekali karena kita terlambat menyaksikannya pamer di depan semua orang.”

Kyuhyun tertawa lalu mengikuti langkah kakaknya keluar kelas. Meninggalakan Siwon yang bernafas lega karena lolos dari ancaman maut sang naga pelindung Kyuhyun.

*

Siapa yang tidak kenal Cho bersaudara di kampus ini? Ketiganya begitu populer, tidak hanya di kalangan Seoul University tapi juga di kampus lain.

Cho Geun Suk adalah anak pertama yang masih kuliah semester tujuh. Seorang leader band yang sangat terkenal. Kemampuannya di bidang musik membuatnya sering menerima tawaran untuk mengisi acara di berbagai tempat. Ia juga terkenal sebagai orang luar biasa protektif pada kedua adiknya, Yunho dan Kyuhyun.  Caranya berpakaian seperti rocker, sedangkan cara bicaranya seperti seorang samurai berdarah dingin. Mungkin karena kharismanya, Yunho dan Kyuhyun jadi sedikit bertingkah di kampus.

Yang kedua adalah Cho Yunho. Ia tengah duduk di bangku kuliah semester lima. Ia berprestasi dalam bidang olah raga terutama basket. Ia dijuliki Don Juan kampus yang kerjanya tebar pesona kesana kemari. Tapi tidak ada satupun yang berhasil menarik perhatiannya, walaupun penggemarnya banyak sekali. Maklum, selain tampan ia juga pandai dan bersahaja. Sikapnya bertolak belakang dengan kakaknya. Jika Geun Suk adalah orang yang dingin maka  ia lebih santai, walaupun mulutnya kejam sekali jika sudah menghina seseorang.

Terakhir adalah Cho Kyuhyun. Ia sangat terkenal bukan hanya karena ketenaran kedua hyungnya, tapi ia berprestasi dalam bidang akademik. Ia juga terkenal galak dan berlidah tajam seperti hyung tertuanya tapi pesonanya sama dengan Yunho. Manis, imut, bandel dan manja adalah kesan yang akan diberikan setiap orang ketika mengenal Kyuhyun.

Dan Siwon sangat menyukai Kyuhyun. Sejak pertama kali melihat Kyuhyun di kelas Hangeng, ia langsung tahu bahwa ia jatuh cinta pada pemuda evil itu. Tapi Kyuhyun tidak pernah mengindahkannya. Terkadang Siwon jadi frustasi karena Kyuhyun tampaknya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa Siwon ada di muka bumi.

Ia diam-diam mencari tahu tentang Kyuhyun bahkan beberapa kali membuntutinya karena terlalu penasaran dengan lelaki itu. Sayangnya usaha Siwon sering dipergoki oleh Geun Suk atau Yunho. Bisa dibayangkan sendiri kan seperti apa jadinya? Yang lebih menyakitkan lagi adalah kenyataan bahwa Kyuhyun menyukai ketua tim basket kampus, Lee Minho, yang merupakan teman dekat Yunho.

Tentu saja Yunho merestui jika Kyuhyun berpasangan dengan sahabatnya, apalagi Geun Suk tidak menyukai ide ‘Kyuhyun berpacaran’ dengan siapapun. Maka hilanglah kans Siwon untuk mendapatkan Kyuhyun.

*

Siang itu Kyuhyun sedang makan siang dengan Yunho dan anggota team basketnya di kantin kampus. Kyuhyun tidak pernah dibiarkan sendirian oleh kedua hyungnya, kecuali di saat-saat darurat dimana keduanya sibuk dan Kyuhyun terpaksa pulang sendiri.

Kyuhyun melahap makan siangnya pelan-pelan, ia tidak mau terlihat rakus di mata Lee Minho yang ia puja sejak dulu itu. Memang Minho sering menunjukkan perhatiannya pada Kyuhyun, tapi entah mengapa ia merasa kalau Minho hanya menganggapnya sebagai hoobae saja. Apalagi karena ia adik Yunho.

“Kyu, jangan melamun. Kau ini! Habiskan makananmu.” Kata Yunho seraya mengelus surai cokelat Kyuhyun.

“Eh? Mengapa melamun saat makan, Kyu?” tanya Minho tiba-tiba.

Wajah Kyuhyun berpendar merah karenanya. Ini bukan pertama kalinya. Kyuhyun akan bereaksi seperti itu jika Lee Minho mengajaknya bicara.

“Aku tidak melamun, hanya.. memikirkan sesuatu..” kata Kyuhyun pelan. Ia menunduk, menyembunyikan warna merah yang menyelimuti wajahnya.

“Aigoo.. Kyu, kau manis sekali kalau malu-malu begitu? Inilah sebabnya Geun Suk hyung tidak memperbolehkanmu pacaran, kau bisa ditelan oleh pacarmu nanti.” Kata Yunho meledek adiknya sendiri.

“Yunho-ya, jangan meledeknya begitu. Ia pasti..”

Belum sempat Minho melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba disampingnya sudah duduk seorang wanita cantik berambut panjang lalu merangkul lengannya.

“Oppa.. Kau ini keterlaluan sekali. Mengapa tidak pernah mengajakku makan siang bersama?”

Kyuhyun langsung cemberut mengetahui siapa yang muncul disana. Choi Sooyoung, adik kandung Choi Siwon yang ia benci setengah mati. Pasalnya Sooyoung terkenal gigih mendapatkan cinta Lee Minho dan melakukan segala cara untuk menyingkirkan para pesaingnya. Sampai sekarang tidak ada satupun pesaingnya yang tersisa kecuali Kyuhyun.

Mana mungkin ia berani menyingkirkan Kyuhyun? Karena selain Yuri selalu menghalanginya, ia tidak mau cari masalah dengan Yunho. Karena cari masalah dengan Yunho sama saja tidak akan mendapatkan perhatian Lee Minho. Lelaki tampan itu hanya akan mendengarkan Yunho. Bahkan terkadang orang-orang berpikir kalau kapten basket sebenarnya adalah Yunho, karena ia bisa menguasai Lee Minho dengan mudah.

Dibelakang Sooyoung berdiri dua temannya yang sama menyebalkannya dengannya, Victoria dan Yuri. Kyuhyun membenci Victoria yang seperti gadis murahan menggoda siapa saja yang dianggapanya tampan di kampus. Sedangkan Yuri dibencinya karena ia adalah pacar Geun Suk yang entah mengapa jadi binal dan liar jika bertemu kekasihnya. Hanya itu, ia menyayangi Yuri yang suka melindunginya tapi ia benci jika gadis itu sudah seperti gadis murahan jika bertemu kakaknya.

Dilihatnya Yuri berdiri dengan ekspresi malas tergambar jelas di wajahnya, sedangkan Victoria dilihatnya melambai genit pada Yunho yang duduk di sampingnya. Yunho langsung memasang ekspresi liar yang dibuat-buat.

Dengan kesal Kyuhyun menggigit lengan hyungnya itu dengan keras. Yunho langsung melolong keras. Ia ingin marah tapi adiknya malah menatapnya dengan galak. Maka ia berhenti melihat Victoria, daripada Kyuhyun menggigitnya lagi. Menggigit adalah kebiasaan Kyuhyun sejak kecil jika kesal pada kakak keduanya itu.

“Ah, mianhae Sooyoung-ah, oppa ada janji makan siang dengan teman-teman dari tim basket. Lagipula, tadi oppa tidak melihatmu sama sekali.” Kata Lee Minho manis.

Kyuhyun benci sekali melihat pujaan hatinya menatap Sooyoung dengan pandangan seperti itu. Lee Minho tidak seperti dirinya yang hanya suka laki-laki, ketua tim basket itu suka laki-laki dan perempuan atau lebih dikenal dengan istilah biseks.

Selanjutnya Sooyoung memonopoli Minho dengan berbagai pertanyaan. Kyuhyun jadi menyodok-nyodok makanannya dengan keras menggunakan garpunya. Namun kekesalannya tiba-tiba hilang setengahnya karena lengan Minho melingkar mesra di bahunya walau lelaki itu masih bicara dengan Sooyoung.

Kembali wajah polos itu berpendar merah, apalagi tiba-tiba Minho menatapnya lembut seraya bertanya. “Ada apa Kyuhyun-ah? Mengapa kau menyiksa makananmu seperti itu? Kau bisa sakit kalau tidak banyak makan.”

Kyuhyun nyaris pingsan saat itu juga. Lee Minho menatapnya dari jarak dekat dan memberi perhatian atas kesehatannya. Hatinya langsung bernyanyi-nyanyi riang.

Namun tiba-tiba terdengar suara orang-orang berkata dari luar. “Anneyong Geun Suk-ssi, apa kabar?”

Lalu terdengar suara khas Geun Suk menjawab. “Aku baik-baik saja. Apa kau melihat adik-adikku?”

“Tentu saja, mereka ada di dalam.”

Ekspresi horror langsung tergambar di wajah Yunho. Dengan kecepatan tinggi ia mendorong wajah Lee Minho mundur dan melepaskan rangkulan Minho di bahu adiknya. Lalu  ia mendorong Kyuhyun ke kanan, bertukar tempat dengannya dan mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun. Ia tidak mau sahabatnya kehilangan tangannya gara-gara ketahuan merangkul Kyuhyun. lagipula kalau Geun Suk tahu Yunho diam saja Kyuhyun disentuh-sentuh orang lain, riwayatnya akan tamat sebentar lagi.

Jika reaksi Yunho ketakutan, maka reaksi Yuri justru sebaliknya. Ia terlihat bersemangat dan bergairah. Kyuhyun memutar kedua bola matanya melihat reaksi dua orang itu.

Begitu Geun Suk memasuki ruangan, semuanya terdiam. Sikap Geun Suk yang suka meledak-ledak itu membuat semua orang enggan mencari masalah dengannya. Yuri langsung berlari memeluk kekasihnya dengan manja. Dan dalam sepersekian detik keduanya sudah berpagut dengan panas di hadapan semua orang.

“YA!! HYUNG…!!! Jaga sikapmu..!” Jerit Kyuhyun marah. Ia malu sekali kakaknya suka bertingkah binal dengan Yuri di muka umum.

Geun Suk langsung melepaskan pagutannya dan menoleh pada Kyuhyun. Ia tertawa kecil memamerkan gingsulnya. “Ne.. ne.. ayo pulang Kyu, Yunho.”

Ia lalu berpaling pada Yuri. “Chagi, aku pulang dulu. Aku akan meneleponmu nanti, ne?”

Yuri tersenyum manja lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Geun Suk, berniat hendak mengecupnya lagi. Tapi Kyuhyun lebih cepat. Ia menyelipkan tubuhnya di antara kedua orang itu lalu menatap hyungnya dengan galak. Akibatnya bibir Yuri mendarat sempurna di tengkuk Kyuhyun.

“Kalian bisa melakukannya di rumah. Jangan di muka umum.” Bisik Kyuhyun geram. Tak peduli Yuri yang marah-marah di belakangnya karena gagal mencium Geun Suk.

Geun Suk mengalah. Tangannya lalu merangkul kedua adiknya di sisi kanan dan kirinya dan melangkah keluar.

Hubungan persaudaraan Cho memang sedikit rumit. Saling mencemburui satu sama lain, saling menjaga tapi juga bisa saling memarahi jika ada yang bertindak salah, tak perduli siapa yang lebih tua atau yang lebih muda. Dan tidak ada satupun diantara mereka yang keberatan dengan sikap saudaranya. Tingkah mereka terkadang membuat orang lain tersenyum geli, kesal, sekaligus iri.

*

Hari ini Kyuhyun mengerjakan tugas kuliahnya bersama kedua sahabatnya, Changmin dan Kim Bum. Ia sedikit kesal karena daritadi kedua sahabatnya itu tidak konsentrasi mengerjakan tugas. Changmin sibuk mengunyah sedangkan Kim Bum sibuk melayani gadis-gadis yang mengiriminya pesan di ponselnya.

Jika Kyuhyun protes karena ia merasa bekerja sendiri, maka dengan santainya Changmin dan Kim Bum menjawab. “Kan kau yang paling pintar diantara kita, Kyu. Jadi kami setuju saja dengan jawabanmu karena sudah pasti benar.”

Walau kesal, Kyuhyun tetap mengerjakan tugas itu. Karena jika salah sedikit saja, Siwon akan langsung mengajaknya berdiskusi lagi. Mengingat Siwon, ia langsung berhenti mengerjakan tugasnya dan bertanya pada dua sahabatnya.

“Apa kalian ada usul bagaimana cara menghindari Siwon hyung?”

Kedua sahabatnya langsung menghentikan kegiatannya masing-masing dan memperhatikan Kyuhyun.

“Buat apa kau hindari, Kyu? Dia kan suka padamu.” Kata Changmin dengan polosnya.

“Mwo? Mana mungkin?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Kim Bum memutar bola matanya. “Kyu, dari caranya menatapmu di kelas atau bicara padamu ataupun caranya yang selalu cari-cari alasan agar bisa berdua denganmu, kelihatan jelas bahwa ia menyukaimu.” Changmin mengangguk tanda setuju.

“Tidak mungkin! Siwon hyung itu sentimen padaku. Kurasa karena aku lebih pintar dan nilai-nilaiku sempurna makanya ia selalu menyelaku. Mengajakku berdiskusi, katanya jawabanku melencenglah, berlebihan lah, terlalu dipaksakan lah, hahhh! Ada-ada saja caranya menyelaku, membuatku tidak suka padanya.”

“Apalagi kalau mengingat dia adalah kakak dari Sooyoung yang genit itu, huhhhh!!! Keduanya sama-sama menyebalkan. Dan satu hal lagi, tidak mungkin ia menatapku di kelas. Mungkin ia menatapku dengan kesal karena iri padaku!” kata Kyuhyun berapi-api. Ia memang tidak suka pada Siwon yang terkesan suka sekali mengguruinya.

“Kau harus memperhatikannya kalau ia mengajar, Kyu. Matanya sering sekali menatapmu dengan tatapan yang sulit diartikan.” Kata Changmin.

“Untuk apa? Kalau yang mengajar Minho hyung, baru aku mau. Oh, kenapa Minho hyung tampan sekali? Sayang, ia suka sekali tebar pesona, sama persis dengan Yunho hyung. Kalau sudah begini, mana mungkin ia melihatku? Selamanya aku hanya akan jadi hoobaenya saja.” Kata Kyuhyun lirih.

“Kurasa Minho hyung juga menyukaimu, Kyu. Hanya saja ia masih mencari-cari waktu yang pas untuk mendekatimu secara pribadi. Lagipula kau tahu sendiri kan bagaimana hyung tertuamu itu bereaksi jika kau di dekati orang lain?” kata Kim Bum.

Kyuhyun jadi sibuk memikirkan kata-kata Kim Bum. Benarkah Siwon suka padanya? dan benarkah Minho juga suka padanya tapi belum berani mendekatinya? Mimpi apa dia sampai kedua lelaki gagah itu menyukainya? Tapi jika benar, dirinya sudah pasti akan memilih Minho yang lembut dan bersahaja daripada Siwon yang sok tahu dan menyebalkan.

*

Sorak-sorak penonton di tribun memekakkan telinga. Nama Yunho dan Minho terdengar dari bibir para yeoja yang menggemari mereka. Saat itu sedang berlangsung pertandingan persahabatan antara tim basket kampus mereka dengan kampus lain. Dan seperti biasa, Kyuhyun dan Kim Bum menonton. Changmin tidak pernah duduk bersama mereka karena ia duduk di bangku pemain cadangan.

Lee Minho terlihat tampan walaupun bermandikan peluh sedangkan seperti sebelum-sebelumnya, Yunho akan terlihat over acting di hadapan para penggemarnya. Jika ia berhasil memasukkan bola ke ring, maka ekspresi wajah serta cara berjalannya dibuat se-cool mungkin. Kyuhyun sampai geleng-geleng kepala melihat aksi hyungnya itu.

Di seberang lapangan dilihatnya Sooyoung, Yuri dan Victoria bersorak-sorak menyebalkan memberi semangat pada tim basket kampus. Lalu dilihatnya seseorang berdiri tak jauh dari kumpulan gadis-gadis berisik itu.

Orang itu Choi Siwon, yang menatap Kyuhyun lurus-lurus tampa berkedip. Kyuhyun balas memandang Siwon, ia yakin Siwon akan kalah sebentar lagi karena Kyuhyun sangat ahli dalam hal kontak mata. Tapi hingga semenit, Siwon tak juga menghentikan tatapannya. Kyuhyun jadi gelisah.

Tiba-tiba sorak-sorak gembira memenuhi udara. Dirasakannya Kim Bum memeluk tubuhnya dan berkata riang. “Kita menang.. Kita menang..! Ayo beri selamat pada mereka. Kita juga harus menyemangati Changmin.”

Mau tidak mau Kyuhyun melepaskan tatapannya dari Siwon. Ia jadi kesal pada Kim Bum karena membuatnya kalah dari adu tatap dengan Siwon. Dengan cemberut ia mengikuti langkah Kim Bum ke pinggir lapangan untuk menyelamati anggota tim basket.

Kyuhyun masih penasaran, maka ia mencoba mencari Siwon dengan matanya. Ketika melihat asisten dosen itu, ia terperangah sebentar. Siwon masih menatapnya lurus, dengan tatapan yang sama.

“Idiot!” desis Kyuhyun kesal.

Kyuhyun tidak bisa berlama-lama memikirkan Siwon karena dilihatnya Victoria dan Sooyoung sudah berlari-lari genit ke arah Yunho dan Minho. ‘Andwae..!!’ kata Kyuhyun dalam hati. Dengan kecepatan penuh ia menyeruak diantara kerumunan itu dan memeluk Yunho dan Minho bersamaan.

Kedua pria yang lebih tinggi daripadanya itu balas memeluknya erat. Dan Kyuhyun tetap memeluk keduanya tanpa peduli badannya sudah ikut basah karena keringat dua pemain andalan tim basket itu. ia tidak rela jika Sooyoung ataupun Victoria menyentuh dua orang yang disayanginya itu.

“Maukah kau pulang bersamaku?” tanya sebuah suara dalam bisikan halus yang ia yakin adalah suara Lee Minho.

Kyuhyun mendongak menatap Lee Minho dengan tatapan tak percaya. “Hyung.. benarkah kau..”

Lee Minho mengangguk. “Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku menang di pertandingan ini, aku akan mengajakmu kencan.”

Ledakan besar langsung terjadi di jantung Kyuhyun. Ia masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini.

Kemudian Yunho berkata. “Cepatlah pergi, selagi orang-orang tidak memperhatikan kalian. Ingat, pulangkan adikku jam tujuh malam, tidak boleh lewat sedetikpun. Mumpung Geun Suk hyung sedang tidak ada. Aku akan menyuap Yuri dulu agar ia tidak memberitahukan hal ini pada hyungku.”

Lee Minho mengangguk lalu memeluk Kyuhyun dan membawanya pergi dari sana. Tak jauh dari sana, Siwon memandang keduanya dengan tatapan terluka.

*

U_Know_Yunho_Lee_Min_Ho_27122010091329

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203 the third winner of Challenge Me. Here’s your story..