Long Time Coming – Chapter 5

Title                 :  Long Time Coming

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pairing             : WonKyu, KyuHae

Warning          : BL, OOC, typo (es)

Summary          : Kyuhyun selalu terbayang akan memory sang kekasih yang meninggalkannya sekian lama. Tidak seharipun ia bisa melupakan kenangan indah mereka. Akankah Kyuhyun menyerah?

CHAPTER 5

Kyuhyun sakit keesokan harinya. Karena tidak makan semalam, kedinginan, kelelahan menangis dan mungkin sakit hatinya membuat badannya drop. Ia tinggal di apartemen Donghae sejak bosnya itu menjemputnya. Donghae membiarkan Kyuhyun menempati kamarnya sementara ia sendiri menempati kamar tamu.

Alasan Donghae menempatkan Kyuhyun di kamarnya karena fasilitas di kamarnya jauh lebih lengkap daripada di kamar tamu. Ia ingin Kyuhyun merasa nyaman dan betah. Donghae khawatir kalau Kyuhyun pulang ke rumahnya, lelaki itu akan semakin terpuruk karena merasa sendirian. Lagipula Kyuhyun adalah tipe orang yang apatis atas keadaan dirinya sendiri ketika ia sedang sedih.

“Kyu, ayo makan dulu. Aku sudah membuat sarapan sekaligus makan siang untukmu.” Kata Donghae setelah Kyuhyun bangun. Ia berkata demikian karena Kyuhyun bangun tengah hari, memasuki jam makan siang. Tentu saja ia sudah melewatkan waktu sarapannya.

Kyuhyun ingin menggeleng karena walaupun perutnya luar biasa lapar, ia tidak punya nafsu makan sama sekali. Tapi begitu melihat wajah Donghae yang juga pucat, ia jadi mengurungkan niatnya. Segera dimakannya bubur yang telah dibuatkan Donghae dengan lahap begitu Donghae meninggalkannya.

Kyuhyun juga meminum vitamin yang diberikan Donghae dan diletakkan di samping air minum diatas nampan.

“Donghae hyung baik sekali padaku. Apa ia sendiri sudah makan? Aku harus mengeceknya.” Kata Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Ia lalu keluar dari kamar dan mencari Donghae ke sekeliling apartemen mewah itu. Tapi  ia tidak juga menemukan lelaki itu.

‘Dimana dia? Apa ia keluar sebentar?’ Tanya Kyuhyun dalam hati.

Karena yakin Donghae pergi keluar, maka ia memutuskan untuk kembali ke kamar dan kembali tidur. Ia enggan terjaga lama-lama karena ia hanya akan mengingat kata-kata Siwon semalam. Tapi begitu melewati kamar tamu yang pintunya terbuka sedikit, ia tertarik untuk melihat ke dalamnya. Seingatnya Donghae mengatakan ia ada di sana jika Kyuhyun butuh apa-apa semalam.

Kyuhyun lalu melangkahkan kakinya masuk ke kamar itu. Benar saja, Donghae ada di dalam. Lelaki itu terlihat sedang duduk di balkon dan menikmati udara siang yang cerah. Ketika Kyuhyun mendekat, ia melihat kejanggalan. Donghae bukannya duduk santai menikmati udara siang seperti pikirannya, tapi duduk sambil memegangi rambutnya. Wajahnya yang pucat diwarnai dengan ekspresi keras.

“Hyung.. kau tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun langsung berlutut di depan Donghae.

“Hey Kyu, kau sudah makan sarapanmu? Bagaimana dengan vitaminmu, sudah kau minum juga?” Tanya Donghae tanpa menghiraukan pertanyaan Kyuhyun. Ekspresi wajahnya yang keras tadi berganti senyuman walaupun masih tetap pucat.

“Hyung, jawab pertanyaanku. Apa kau baik-baik saja?”

Donghae tersenyum. “Ne, aku baik-baik saja. Jangan khawatir Kyu. Aku hanya menarik-narik rambutku. Memang sudah saatnya aku keramas, kepalaku sedikit gatal.”

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Kau tidak bohong kan, hyung?”

“Mana mungkin? Sudahlah, aku tidak apa-apa. Hey, aku punya film bagus. Mau nonton bersama?” Tanya Donghae.

Kyuhyun sebenarnya enggan sekali. Tapi ia tidak mau menolak niat baik Donghae. sepertinya memang Donghae berniat menghiburnya hari ini.

“Tentu saja. Ayo hyung.”

“Sebentar, aku akan mengambil kasetnya di kamarku. Kau duluan saja ke ruang tengah.”

Kyuhyun memandang punggung Donghae yang menjauh. Betapa besar rasa hormatnya pada lelaki itu. Dengan segala kemampuan ia menolong Kyuhyun, menghiburnya, bahkan ikut merasakan kesedihannya. Walaupun Kyuhyun tahu Donghae amat mencintainya, tapi tidak sekalipun Donghae pernah mengambil kesempatan.

Lelaki itu menghormati dan menghargai Kyuhyun. Tidak sedikitpun ia ingin menyentuh ataupun memuaskan dirinya atas Kyuhyun. Namun justru hal inilah yang membuat Kyuhyun semakin nyaman berada di dekatnya.

*

Changmin harus menggantikan Donghae untuk mengawasi jalannya shooting hari kedua karena Donghae tidak mau meninggalkan Kyuhyun sendirian. Bisa ditebak bagaimana ekspresi Changmin waktu Donghae memberitahukannya soal ini. Ia ingin sekali menolak tapi ia kasihan kepada Kyuhyun.

Maka dengan kejamnya ia mengiyakan tapi juga menyusun rencana di kepalanya. Ia mengajak serta Minho untuk menjadi partner in crime-nya.

Menjelang sore shooting kedua telah selesai dilaksanakan. Para kru berkumpul dan saling berjabat tangan saling memberikan selamat atas keberhasilan shooting hari itu.

“Mr. Chen, aku tidak bisa lama-lama. Aku harus mengunjungi Donghae hyung, anda tahu sendiri ia sedang tidak enak badan hingga aku harus menggantikannya.” Kata Changmin pada Mr. Jhonny Chen.

“Bolehkah aku ikut denganmu? Aku juga ingin mengunjungi Mr. Lee. Siwon, kau juga harus ikut.” Kata Mr. Chen.

Changmin dan Siwon mengangguk bersamaan. Membuat Changmin kesal sekali karena ia lagi-lagi harus bersama Siwon setelah seharian.

Mereka lalu berangkat ke apartemen Donghae. Diperjalanan, Changmin menelepon Minho untuk menyusul. Minho yang kebetulan masuk pagi hari itu, segera menuju apartemen Donghae ketika ia selesai bekerja.

“Wah, ini adalah salah satu apartemen termewah di Seoul. Mr. Lee benar-benar kaya.” Kata Mr. Chen ketika mereka sudah di lift menuju ke lantai 14 dimana kamar Donghae berada.

Changmin diam saja, ia sibuk menghubungi Minho lewat sms. Ia kemudian terlihat lega karena ternyata Minho sudah ada di depan kamar Donghae.

Ketika mereka keluar dari lift, Minho segera menyambut mereka. “Selamat sore semuanya. Tidak kusangka akan bertemu lagi. Kalian juga akan mengunjungi Donghae hyung kan? Silahkan, lewat sini.”

Minho menuntun mereka semua menuju kamar Donghae. Sebelumnya ia dan Changmin saling melempar senyum licik. Sesampainya disana, Minho segera menekan bel apartemen Donghae. Tak beberapa lama kepala Donghae muncul di balik pintu dan menatap mereka dengan ekspresi terkejut.

*

            Donghae sedang asyik nonton film Hollywood terbaru bersama Kyuhyun. Ia merasa lega karena Kyuhyun tampak menikmati film itu. Setidaknya untuk sementara Kyuhyun melupakan beban di dadanya.

Donghae memijit kepalanya pelan. Rasa sakit yang sering dirasakannya belakangan ini benar-benar mengganggunya. Ini akibatnya kalau terlalu sering begadang dan terlambat makan.

“Hyung, kau tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, aku tidak apa-apa. Memang kata dokter aku harus lebih banyak istirahat dan tidak boleh terlambat makan. Tapi kau tidak usah khawatir, Kyu. Aku akan segera pulih.” Kata Donghae sambil tersenyum

‘Bahkan pada saat kau sendiri butuh istirahat kau masih saja memperhatikanku, hyung. aku merasa sangat bersalah padamu.’ Kata Kyuhyun dalam hati.

‘Oh, kumohon Kyu, jangan menatapku seperti itu.’ kata Donghae dalam hati. Wajahnya sedikit merona merah.

Untuk menghilangkan gugupnya ia berdiri dan membuatkan teh untuk Kyuhyun. “Aku sudah menyiapkan air panas. Aku akan membuatkan teh untukmu.”

“Hyung, jangan repot-repot. Aku bisa membuatnya sendiri.” Kata Kyuhyun yang langsung menyusul Donghae. Ketika kulit mereka bersentuhan, mata mereka lalu bertemu. Keduanya hanya terpaku untuk beberapa saat.

“Eh, ini tehmu Kyu.” Kata Donghae gugup seraya menyodorkan secangkir teh panas menggepul kepada Kyuhyun. Namun karena Kyuhyun juga ikut gugup, ia tak sengaja menyenggol cangkir itu. Teh panas itu langsung membasahi baju Donghae mulai dari dada hingga ke perut.

“Awwwww…!!!” teriak Donghae keras.

Kyuhyun melihat itu langsung minta maaf berkali-kali. “Maafkan aku, hyung, mari aku bantu melepaskan bajumu. Maafkan aku.” Ia lalu membantu Donghae melepaskan kaosnya. Lalu mangaplah Kyuhyun sejadi-jadinya melihat bentuk tubuh Donghae yang sempurna, terutama melihat otot perutnya.

Namun mereka diselamatkan oleh bunyi bel. Donghae masih dengan topless-nya segera menuju pintu kemudian membukanya. Donghae lalu terdorong kebelakang karena Changmin langsung menghambur masuk tanpa permisi. Kemudian masuklah Minho, Mr. Chen, Siwon, serta tiga orang lainnya yang diketahui crew Siwon.

“Omo, hyung, kenapa kau tidak memakai baju?” Tanya Changmin heran.

“Iya, kenapa dada juga perutmu banyak bercak-bercak merah?” Minho ikut bertanya.

“Ah, Mr. Lee, apa kami mengganggu? Kami hanya menengokmu karena Changmin mengatakan bahwa kau sedang sakit.” Kata Mr. Chen.

Donghae baru akan mejawab mereka semua ketika Kyuhyun keluar sambil memegang kaos Donghae dan dengan polosnya bertanya. “Siapa yang datang, hyung? Oh, Minnie.. Minho.. dan.. Anneyong haseyo.”

Kyuhyun jadi gugup setengah mati melihat para rombongan dari Cina itu datang. Apalagi ada Siwon diantara mereka.

“Ahaaaa… aku tahu sekarang penyebabnya. Kyu, ternyata kau nakal sekali.” Kata Changmin menggoda.

“Aku tidak menyangka Kyu. Ternyata kau cepat juga bertindak. Ya, hyung, apa kalian sudah jadian?” Minho ikut-ikutan menggoda Kyuhyun dan Donghae.

Baik Kyuhyun dan Donghae jadi salah tingkah dengan wajah berpendar merah. Changmin dan Minho lalu tertawa terbahak-bahak sambil melakukan toast.

Donghae lalu berlari masuk ke kamarnya dan kembali beberapa saat kemudia dengan baju yang sudah menutupi tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun langsung menghilang ke dalam. Ia malu sekali menghadapi orang-orang itu.

“Maafkan, tadi ada sedikit kesalahpahaman. Silahkan duduk, Mr. Chen.” Kata Donghae mempersilahkan tamunya duduk. Sekilas Donghae melirik Siwon. Ekspresi lelaki itu mengeras. Tangannya terkepal. Ia seperti.. marah.

“Ah, hyung, salah paham juga tidak apa-apa. Siapa juga yang akan marah? Toh kalian berdua adalah laki-laki yang bebas.” Kata Changmin dengan nada menjengkelkan. Ingin sekali Donghae memukul kepala anak bandel itu kalau tidak mengingat banyak tamu saat itu.

“Changmin benar, Mr.Lee. Kami sudah biasa melihat hal seperti ini. Jadi anda santai saja. Jangan terlalu dipikirkan. Kami mengerti. Lagipula kekasih anda tampan sekali, sudah pasti anda tidak akan tahan melihatnya, hahahahah..” Mr. Chen tertawa terbahak-bahak setelah bicara mengenai keterbukaanya terhadap hal-hal seperti itu.

“Anda benar, Mr.Chen. Mereka serasi sekali kan? Saling mengisi dan mendukung. Donghae hyung yang dewasa bertemu Kyuhyun yang polos. Sungguh keselarasan yang bagus. Itulah sebabnya Kyuhyun tidak pernah sakit terlalu lama, ada Donghae hyung yang selalu setia bersamanya. Tidak pernah meninggalkannya. Bahkan rela mengorbankan apa saja demi Kyuhyun.” kata Minho santai tapi sangat menusuk bagi Siwon.

Wajah Siwon merah padam. Ia ingin sekali mengamuk saat itu juga, tapi ia tidak mungkin melakukannya. Ia lalu minta ijin ke kamar mandi. Ia ingin membasuh wajahnya yang terasa panas.

Begitu melihat wastafel, Siwon segera membasuh wajahnya dengan air dingin. Tapi kenapa air sesegar itu tidak juga bisa meredakan panas yang dirasakannya. Ia memandang ke kaca dan mendapati wajah seorang Choi Siwon yang menyedihkan.

Betapa tidak, karirnya sempurna, semua orang memujanya, hartanya menumpuk, tapi hatinya kosong karena ternyata Kyuhyun telah pergi meninggalkannya. Siwon tinggal beberapa saat di kamar mandi. Ketika perasaannya mulai membaik, ia segera keluar.

Tapi alangkah terkejutnya ia begitu melihat Kyuhyun duduk sendiri di ruang makan. Dengan cepat ia menghampiri Kyuhyun dan memeluk lelaki itu dari belakang.

“Eh, siapa ini.. Siwon hyung?” Tanya Kyuhyun begitu menyadari siapa yang memeluknya.

“Kyu, maafkan aku. Aku tahu aku salah. Tapi aku tidak bisa melihatmu bersama orang lain. Kumohon Kyu, sakit sekali rasanya melihatmu bersamanya.” Kata Siwon. Nada frustasi terdengar jelas dalam suaranya.

“Hyungg.. Jika kau merasa sakit, bagaimana denganku? Orang yang sudah setia menunggumu sekian lama, tanpa kabar berita, tiba-tiba kau datang dan bilang bahwa kita hanya berteman. Kau bahkan melepasku demi penggemarmu. Katakan hyung, siapa yang lebih sakit disini.” Kata Kyuhyun menahan tangisnya.

“Aku masih mencintaimu, Kyu. Tapi aku tidak bisa melepaskan apa yang sudah kuraih saat ini. Begitu media mengetahui tentang kita, hancurlah aku. Kumohon, jika kau memang mencintaiku seperti yang selama ini kau katakan, tolong pahami aku. Jangan.. jangan dengannya.. kumohon..” kata Siwon lagi.

“Betapa egoisnya kau, hyung. Kenapa aku tidak boleh dengannya? Ia orang yang selalu ada untukku saat aku membutuhkanmu. Ia yang selalu mendampingiku, membantuku, membalut luka yang kau tinggalkan. Pergilah hyung.. Aku memang tidak pantas untukmu.. Semuanya memang seharusnya sudah berakhir sejak dulu. Aku saja yang bodoh terus-terusan menunggumu.” Kata Kyuhyun. Airmatanya sudah keluar membasahi pipinya.

Siwon tercengang. “Kenapa kau tega sekali padaku? Kenapa Kyu? Kenapa kau lebih memilih dia daripada aku? Apa karena ia lebih kaya? Apa karena ia lebih terkenal dibanding aku? Lihat aku, Kyu..! Lihat..!! Aku kaya sekarang. Aku terkenal sekarang. Apa kurangnya aku dibandingkan dengannya? Aku bisa memenuhi semua keinginanmu. Aku hanya tidak bisa mengakuimu di depan publik.”

Kyuhyun merasakan kemarahan yang amat sangat di dadanya. “Kauuuuu…!!! Berani sekali kau membandingkan dirimu dengan Donghae hyung! Kau pikir aku gila akan hartanya? Kau pikir aku haus akan kejayaan sepertimu? Aku muak padamu! Keluar..! Keluar dari sini! Aku tidak mau melihatmu lagi..!”

Dengan kasarnya ia mengusir Siwon dari situ. Siwon menatap Kyuhyun tidak percaya. Kyuhyunnya yang penurut. Kyuhyun nya yang polos. Dengan begitu berani sekarang mengusirnya karena lelaki lain.

Siwon langsung berlari keluar dari apartement Donghae tanpa peduli suara-suara dibelakangnya yang memanggilnya. Ia hanya ingin pergi dari sana. Dirinya tidak kuat menahan rasa sakit yang menghantamnya tepat di dadanya.

*

499061904

To Be Continued..

Thank You but Sorry..

To all of my beloved readers..

Jujur aku terharu banget waktu aktifin hp terus banyak banget email yang masuk. Pas di cek ternyata semuanya comment dari readers tentang fanfic Long Time Coming. Tiap mau tidur pasti hp kumatiin and pas bangun baru diaktifin. Masih inget banget kalo hp diaktifin jam 9.25 pagi tapi udah lebih dari 10 comment yang masuk. Artinya, kalo gak subuh, berarti pagi-pagi kalian udah pada bangun n ngebaca fanfic ini. Seneng, bangga n terharu.. That’s why I always said : I Love My readers (If you’re following me on Twitter, you must knew this because i did tweet about this a week ago).

Makasih buat yang masih setia nungguin fanfic2 aku, ada yang masih begadang trus nungguin, ada juga yang bangun pagi-pagi banget buat baca karena penasaran. Makasih buat yang udah ikutan emosi juga nangis ( ini bener2 di luar dugaan, kalo sampe nangis berarti ff aku dirasa bagus kan?). Makasih untuk jejak yang ditinggalkan di setiap chapter. Author amat sangat menghargai. Justru kalo sepi komentar aku jadi sedih 😦

Buat yang pengen nge-bash, tanpa banyak komentar akan langsung di unapprove ato di remove. Tolong baca lagi posting ku tentang “Freedom of Writing”. Cerita adalah milik author dan setiap orang berhak untuk menulis. Silahkan berkomentar, tidak ada larangan. Aku sangat terbuka dengan segala komentar, masukan ataupun ide dari readers. Tapi sebaiknya saling menjaga perasaan satu sama lain. Memang sih belum ada yang pernah ngelakuin seperti ini, tapi ada yang nunjukkin kalo dia tuh ‘calon’ nge-bash fanfic aku nantinya. Please jangan. Aku hanya menyalurkan ideku disini melalui fanfic dan mencari teman-teman baru melalui komentar2 di setiap fanfic. Aku tahu kalian masing-masing punya bias sendiri-sendiri. Tapi bukan berarti ntar maksain kehendak yah? Kalo gak sesuai dengan kemauannya akhirnya authornya di bash, itu namanya kekanakan. So, think twice before write down something.

I have to say sorry to all of you for being late to post the new chapter of Long Time Coming fanfiction. I was totally busy today and I’ve passed my lunch. Lihat begitu banyak komentar yang masuk bikin aku jadi sedih karena belum update juga sampe jam segini. Mianhae.. Tapi jangan khawatir. Ntar lagi aku bebas kok :D. Sebagai gantinya, author bakal nge-post 2 chapter sekaligus malam ini untuk ngebayar rasa bersalahku sekaligus rasa penasaran kalian.

Keep waiting yah..