Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 2

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

CHAPTER 2

“Kau selalu terlambat. Ayo cepat bangun, nanti sarapanmu dingin.”

Siwon bangun dengan enggan namun ia bahagia. Bahagia karena ia bisa melihat wajah itu kala ia membuka matanya. Langkah kakinya dipercepat agar bisa menyusul tepat di belakang sang kekasih dan.. hap! Ia segera melingkarkan kedua tangannya ke sekeliling tubuh yang lebih kecil darinya itu.

Hidung Siwon menyusuri leher hingga pundak lelaki itu seraya mengendusnya dalam-dalam. Ia selalu wangi, selalu mampu membuat Siwon tergila-gila bahkan di hari mendung sekali pun.

“Berhenti menggodaku. Kau harus segera bersiap. Bukankah hari ini ada rapat penting?”

Siwon tersenyum lebar. “Benar. Tapi sebelum aku pergi bekerja, sebelum aku menyentuh sarapanku, aku ingin sebuah ciuman.”

Efek luar biasa yang ditimbulkan oleh Siwon. Lelaki di depannya tersenyum malu dengan semburat merah muda menghiasi kedua pipinya. Siwon mendekatkan kedua wajah mereka. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan..

Siwon membuka matanya lalu bangkit dari tidurnya. Ternyata matahari sudah muncul sedari tadi. Peluh membasahi tubuhnya walau pun pendingin ruangan di kamarnya menyala dengan suhu tinggi. Ia menyadari bahwa lagi-lagi ia memimpikan Kyuhyun. Selalu seperti itu. Bagaimana bisa ia mengusir Kyuhyun dari mimpinya? Ini terlalu menyakitkan.

Dering ponselnya menyadarkannya sesaat. Nama Tan Hangeng tertera di layar sentuh itu. Tanpa pikir panjang, Siwon segera menjawab.

“Siwon, apa kau sudah bangun?” Tanya Hangeng dari seberang.

“Tentu saja sudah. Ada apa? Ada yang bisa kubantu?”

Hangeng terdengar agak ragu di seberang sana. Namun akhirnya ia bicara setelah beberapa detik.

“Apa kau punya kegiatan lain hari ini?”

Ini adalah hari minggu. Di hari libur seperti ini biasanya Siwon selalu menghabiskan waktunya di apartemennya. Melakukan semua yang bisa ia lakukan seperti menonton dvd, memasak menu-menu baru atau membersihkan apartemennya sendiri. Ia menolak untuk keluar karena enam hari bekerja membuatnya cukup lelah hingga di hari minggu seperti sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk dirinya sendiri.

“Tidak ada. Kau tahu aku kan, aku tidak pernah keluar di hari libur seperti ini.” Jawab Siwon.

“Hm.. Bolehkah aku meminta bantuanmu?” kembali Hangeng bertanya tapi kini terdengar semakin ragu.

“Hey ayolah, kau adalah temanku. Selama aku bisa membantu, sudah pasti akan kulakukan. Apa yang bisa kubantu?”

“Hari ini aku dan Zhoumi harus menghadiri rapat dengan beberapa klien dari Hongkong. Padahal aku sudah berjanji akan menonton dvd bersama Kui Xian sejak minggu lalu. Bisa kau bayangkan betapa kecewanya dia begitu mendengar hal ini. Tapi ia cukup keras kepala, ia tidak masalah jika menontonnya bersama orang lain, yang jelas ia ingin ditemani. Ia tidak mau menonton sendiri.”

Perasaan Siwon mendadak tidak karuan. Ia takut kalau-kalau Hangeng memintanya untuk menemani Kui Xian menonton dvd-nya.

Kemudian Hangeng melanjutkan. “Aku tidak bingung seperti ini jika saja Henry ada di Seoul tapi semalam ia harus kembali ke Beijing karena ada anggota keluarganya yang sakit. Donghae ada kencan dengan Eunhyuk dan.. Kau tahu, aku tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Untuk itu, aku ingin meminta bantuanmu untuk menemaninya menonton dvd itu.”

Dugaan Siwon benar. Dan kini ia sedikit menyesal ketika mengatakan bahwa ia tidak punya kegiatan apa-apa hari ini. Ia mau saja membantu Hangeng, kalau saja hal itu tidak ada hubungannya dengan Kui Xian.

“Siwon.. Kau masih di situ?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku akan membantumu. Tidak masalah buatku. Aku juga suka menonton film jadi kupikir tidak ada salahnya. Lagipula ini hari libur bukan?”

“Ah.. Aku lega sekali. Baiklah, sejam lagi aku akan mengantarnya ke apartemenmu. Setelah aku selesai, aku akan segera menjemputnya.” Suara Hangeng terdengar sangat gembira di seberang sana, sangat kontras dengan suasana hati Siwon saat ini.

“Baiklah, aku akan bersiap-siap. Mungkin aku bisa membuatkan kue coklat sederhana untuk kekasih sahabatku ini.” Kata Siwon yang berusaha keras terdengar sama cerianya dengan Hangeng.

“Kue cokelat? Dia suka sekali dengan kue cokelat. Aku benar-benar telah manjatuhkan pilihan yang benar. Walaupun aku akan meninggalkannya seharian, tapi aku yakin ia tidak akan merasa bosan karena ditemani oleh pria baik seperti kau. Terima kasih.”

That’s what friends are for, right?

Setelah sedikit berbasa-basi, keduanya memutuskan hubungan telepon. Siwon masih memandang ponselnya dengan hati gundah.

Satu lagi kemiripan mereka : sama-sama menyukai kue cokelat.’ Pikir Siwon.

Kadang ia berpikir, dengan kemiripan-kemiripan Kyuhyun dan Kui Xian, apa ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang yang sama? Tapi mengapa Kyuhyun tidak mengenalinya sama sekali?

*

            Siwon melirik lelaki pucat yang duduk tenang seraya menikmati kue cokelat buatannya itu sesekali. Matanya masih senantiasa terpaku pada televisi yang menyajikan adegan-adegan dari dvd yang dibawanya. Sesekali ia menghela nafas, sesekali tertawa, bahkan kadang ia bahkan marah-marah sendiri. Tergantung dari adegan yang tersaji di depannya.

Tidak ada perbedaan sedikit pun. Segalanya tampak sama, kecuali nama dan warna rambut mereka. Bahkan suara mereka pun nyaris sama jika saja Kui Xian mengeluarkan suara manja yang selalu dilakukan Kyuhyun. Kui Xian terlihat lebih dewasa, dari caranya bicara dan bergerak. Tidak seperti Kyuhyun yang kekanakan dan menggemaskan.

Berhentilah menatap kekasih sahabatmu.’ Bisik Siwon dalam hati.

“Ah.. Selesai.. Uh, film ini seru sekali. Bagaimana menurutmu, Siwon-ssi?”

Siwon segera tersadar dari pikiran-pikirannya. Dengan senyum jengah ia menjawab. “Kupikir juga begitu..”

Bagaimana mungkin aku tahu jika selama menonton yang kulihat hanya dirimu?’ katanya dalam hati lagi.

“Dimana Kibum-ssi? Aku tidak melihatnya.” Tanya Kui Xian lagi.

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Eh? Tentu saja di kamarnya. Kenapa?”

Kui Xian menggeleng. “Tidak apa-apa. Bukankah beberapa waktu lalu kau sudah menyatakan bahwa kau akan memberinya kesempatan? Jadi kupikir, di hari yang cerah seperti ini, kenapa tidak kau gunakan untuk berkencan?”

“Itu..” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku belum bicara atau pun bertemu dengannya setelah hari itu. Kami sama-sama sibuk, jadi.. Lagi pula, bukankah hal seperti ini tidak perlu buru-buru.. Maksudku..”

“Ya..ya..ya.. Aku mengerti. Mengapa kau tampak gelisah seperti itu? Bukankah aku hanya bertanya?” balas Kui Xian seraya mendecak.

Lelaki itu lalu berdiri dan berjalan-jalan pelan ke sekeliling ruangan. Matanya mengagumi isi apartemen mewah itu. Sesekali ia menunjuk beberapa benda dan Siwon dengan sigap menjelaskan layaknya seorang kurator di museum seni.

“Huaaaa… Kau punya banyak koleksi wine..!!!!” seru Kui Xian gembira.

Kening Siwon mengernyit bingung. “Kau juga suka wine?”

“Tentu saja! Siapa yang tidak menyukainya? Lihatlah, kau bahkan punya yang berumur beberapa puluh tahun!” pekiknya lagi.

Bagaimana mungkin? Mengapa ia juga menyukai wine seperti Kyuhyun? Oh Tuhan.. Apa yang sebenarnya tengah kuhadapi saat ini?’ pikir Siwon bingung.

Siwon menatap Kui Xian yang tengah memunggunginya dan mengagumi botol-botol wine yang berjejer di rak kaca dengan sejuta pertanyaan di kepalanya.

“Kui Xian-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Siwon memberanikan diri.

Kui Xian berbalik setelah meletakkan botol yang dipegangnya ke rak kaca. “Tentu saja.”

“Berapa umurmu?”

“Aku? Dua puluh tujuh.”

Umur mereka sama.

“Dan.. Tanggal lahirmu?”

“2 february 1988.”

Beda sehari.

“Apa kau.. Benar-benar warga asli Cina? Maksudku, tidak ada campuran dari Negara lain atau..”

Kui Xian tersenyum. “Tentu saja. Haruskah aku memperlihatkan akte kelahiranku kepadamu?”

Kebetulan yang sangat aneh..

*

            “Dia bukan Kyuhyun. Dan kau tahu itu.”

“Aku tahu, tapi.. Terlalu banyak kesamaan yang ada pada diri mereka, membuatku nyaris mengira mungkin saja Kui Xian yang aku hadapi kini adalah Kyuhyun sendiri.” Kata Siwon bersikeras.

Donghae menghela nafas berat. “Kau masuk terlalu jauh, kawan. Ingat, dia adalah tunangan sahabatmu sendiri. Jangan membuat masalah sama sekali. Kau tidak ingin Hangeng mengetahui semua ini dan justru menyalahkanmu, bukan?”

Siwon menggeleng. “Bukan kau, yang selama ini tinggal bersamanya. Jadi begitu ada seseorang yang mirip dengannya, kau tidak akan tahu hal itu.”

Kembali Donghae menghela nafas berat. Ia sudah bersahabat dengan Siwon cukup lama untuk mengetahui seberapa keras kepalanya lelaki itu jika menyangkut hal-hal tertentu, terutama yang diyakininya.

Hanya saja, Donghae tidak yakin kalau perspektif Siwon kali ini ada benarnya, walaupun semua kemungkinan itu ada. Ia hanya tidak ingin Siwon masuk terlalu jauh dan akhirnya kembali terluka seperti dulu. Untuk menjadi Siwon yang seperti sekarang saja sudah cukup sulit, ia tidak mau sahabatnya itu kembali terpuruk dengan kasus yang serupa.

“Siwon.. Dengarkan aku..”

“Tidak! Kau yang harus mendengarkan aku. Mereka punya wajah dan tubuh yang serupa. Mereka lahir di tahun yang sama, kecuali tanggal lahir mereka yang berbeda. Hanya berbeda sehari. Apa hal ini tidak membuktikan adanya kesamaan yang janggal diantara mereka?” Siwon bersikeras.

Donghae tidak menjawab. Bukan karena ia berpikiran yang sama tetapi ia lelah menghadapi Siwon yang telah mengatakan hal yang sama berulang-ulang di sepanjang minggu itu. Membuatnya cukup gerah.

Siwon masih terus mengatakan hal yang sama selama beberapa menit ke depan hingga akhirnya Donghae mengangkat tangannya, menarik perhatian Siwon hingga lelaki itu berhenti bergumam pada dirinya sendiri.

“Apakah dia Kyuhyun yang selama ini kau cari atau bukan, kenyataannya dia adalah milik Hangeng saat ini. Ingat itu.”

Donghae berjalan ke luar apartemen Siwon setelah menepuk pelan pundak sahabatnya yang seakan tersadar dengan kenyataan paling pahit di hidupnya. Kui Xian memang milik Hangeng.

*

            Satu pertemuan berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Semakin Siwon mencoba menghindari Kui Xian, semakin sering ia harus dihadapkan dengan berbagai permintaan lelaki itu. Mulai dari menemaninya mencari buku, berbelanja bahan makanan, hingga mencari pakaian, baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk Hangeng.

Siwon sama sekali tidak keberatan andai saja Kui Xian bukan milik Hangeng yang wajahnya serupa dengan kekasihnya yang hilang. Karena semakin dirinya mencoba meyakinkan dirinya sendiri, maka semakin kuat pula semua pikiran-pikiran aneh yang terlintas di benaknya.

Siwon sudah mencoba mengelak. Bukan sekali, namun berkali-kali. Namun menolak Kui Xian bukanlah perkara mudah. Ia selalu membalas penolakan Siwon dengan kata-kata yang sama :

Donghae-ssi sudah punya Eunhyuk-ssi. Henry sibuk dengan Zhoumi gege, dan Ryeowook-ssi sudah pasti menikmati masa-masa pernikahannya dengan Yesung-ssi. Mana mungkin aku mengganggu mereka? Hangeng-ge juga sangat sibuk. Dan kau tidak punya kekasih jadi aku meminta bantuanmu. Aku akan berhenti kalau kau benar-benar memantapkan pilihanmu pada Kibum-ssi.

 

Terkadang Siwon beranggapan kalau Kui Xian mungkin dibayar oleh Kibum untuk mempromosikan dirinya kepada Siwon. Tapi hingga detik ini ia sendiri tidak pernah menangkap gelagat aneh dari tetangganya itu kalau-kalau ia benar-benar menyukai dirinya.

Tapi kadang Siwon berpikir kalau Kui Xian terlalu memaksakan dirinya untuk berpacaran dengan Kibum. Untuk apa? Apa untungnya untuk lelaki itu?

“Melamun lagi?”

Siwon merasakan tepukan halus di lengannya dan segera tersadar dari pikiran-pikiran yang menguasainya belakangan ini. Ia tersenyum jengah kepada Hangeng yang masih meletakkan telapak tangannya di lengan Siwon.

“Maaf..”

Tidak seharusnya ia melamun pada saat ia, Hangeng dan Zhoumi akan sedang mengadakan rapat kecil mengenai pekerjaan mereka. Walau rapat itu bersifat informal, tetap saja ia seharusnya berkonsentrasi.

Zhoumi menyipitkan matanya. “Kau sering melamun akhir-akhir ini. Ada apa, Siwon? Apa ada masalah?”

Siwon menggeleng. “Aku hanya sedang memikirkan beberapa hal. Tapi bukan sesuatu yang penting. Jangan khawatir.”

“Oh ya, Siwon, terima kasih atas bantuanmu akhir-akhir ini.”

Siwon memiringkan kepalanya. “Bantuan apa?”

Hangeng tersenyum. “Kui Xian banyak bercerita mengenai hari-harinya yang menyebalkan karena ditinggal oleh orang-orang terdekatnya. Untung saja kau mau meluangkan waktu untuk menemaninya. Terima kasih.”

“Oh itu.. Aku hanya menemaninya jika memang aku sedang tidak ada pekerjaan. Bukan sesuatu yang besar. Tidak perlu berterima kasih.” Jawab Siwon dengan senyum palsunya. Padalah dalam hati ia enggan sekali menemani lelaki itu. Hanya menambah luka.

“Kau tahu.. Ia tidak terlalu bisa beradaptasi dengan cepat. Tapi melihat perkembangan hubungan kalian yang dengan cepat bisa menjadi teman, membuatku lega. Setidaknya ia berteman dengan orang-orang yang kukenal dengana baik di sini.” kata Hangeng lagi.

Kembali Siwon tersenyum simpul. Ia lalu memberanikan diri untuk bertanya. “Hangeng-ssi, di mana kau bertemu Kui Xian sebelumnya?”

“Apa aku belum pernah menjelaskannya?” Hangeng balik bertanya. “Kurasa sudah.” Ia tertawa kecil lalu melanjutkan. “Seperti yang kau tahu, ia adalah sahabat Henry sejak di junior high school. Aku sudah sering bertemu dengannya, tapi aku baru benar-benar membuka mataku beberapa tahun lalu. Tapi kemudian ia pindah ke Taiwan, ke tempat pamannya. Membuatku patah hati saat itu. Tapi ia rajin mengirim kabar kepada aku dan Henry.”

Hangeng menyesap kopinya sedikit lalu kembali melanjutkan kata-katanya. “Kami baru bertemu lagi tiga tahun yang lalu kemudian menjalin hubungan. Saat itu aku memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi. Aku langsung memacarinya. Setahun kemudian aku melamarnya menjadi tunanganku.”

Siwon mengernyit. “Tiga tahun yang lalu?”

Bukan Hangeng yang menjawab melainkan Zhoumi. “Benar. Karena saat itu aku bertemu Henry. Saat Hangeng menceritakan kepadaku mengenai Kui Xian. Saat itu aku masih baru bergabung di perusahaan ini dan kami berdua langsung akrab. Hari itu aku menumpang di mobil Hangeng karena mobilku rusak. Tapi ia mengatakan akan menjemput adiknya dulu. Di sana lah aku bertemu Henry dan Hangeng bertemu Kui Xian lagi. Selanjutnya kau bisa menebak sendiri jalan ceritanya, kan?”

“Apa Kui Xian baru kembali dari Taiwan saat itu?” tanya Siwon lagi. Ia semakin penasaran. Pasalnya Kyuhyun menghilang juga dua tahun yang lalu.

“Benar. Pamannya meninggal di Taiwan jadi ia memutuskan untuk kembali ke Beijing. Ia tampak cukup terluka saat itu. Tapi ia tetap tampan seperti biasa.” Jelas Hangeng.

“Apa.. Ini kali pertama Kui Xian menginjakkan kaki di Seoul?” tanya Siwon lagi. Ia tidak akan menyerah di sini.

Hangeng menggeleng. “Kui Xian pernah tinggal di sini selama beberapa bulan. Ia pernah mengikuti kursus bahasa Korea di Taiwan dan memutuskan untuk pergi ke Seoul untuk memantapkan bahasa Korea-nya.”

Jantung Siwon berdegup kencang kini. “Benarkah? Kapan tepatnya?”

“Entahlah.. Tiga tahun lalu? Empat tahun lalu? Aku tidak ingat kapan persisnya.”

Ada kesenangan tidak wajar dalam diri Siwon kini. “Ia pernah tinggal di sini?”

Hangeng dan Zhoumi saling berpandangan lalu mengangguk bersamaan. Namun Zhoumi yang menjawab pertanyaan itu.

“Ia tinggal selama setahun. Ah tidak, lebih dari setahun. Dan kau bisa lihat bahasa Korea nya kini, tanpa cela bukan?”

Setahun? Ia dan Kyuhyun menjalin hubungan selama setahun. Ya, hanya setahun namun semua terasa begitu indah. Ia bahkan tidak akan berpikir dua kali ketika ingin menikahi Kyuhyun. Tapi sayang, rencana Siwon gagal karena Kyuhyun tiba-tiba menghilang.

“Apa.. Ia pernah menjalin hubungan dengan lelaki asal Korea di sini?” tanya Siwon penuh harap. Seandainya Hangeng menjawab ‘iya’, artinya Siwon punya kesempatan untuk mencurigai Kui Xian sebagai Kyuhyun. Ia hanya perlu memikirkan mengapa Kyuhyun tidak mengenalnya saat bertemu.

“Seingatku tidak. Itu pun kalau Henry tidak berbohong kepadaku. Kau tahu, biasanya seorang adik menyembunyikan hal-hal tertentu kepada kakaknya, bukan?” Jawab Hangeng seraya mengangkat bahunya.

“Henry?”

Hangeng tertawa kini. “Tentu saja. Ia datang kemari dan tinggal bersama Henry. Itulah sebabnya mengapa bahasa Korea keduanya sangat bagus.”

“Aku tidak mengerti.” Kata Siwon dengan bingung.

“Mereka mengikuti kursus bahasa Korea di tempat berbeda. Henry belajar di Beijing sedangkan Kui Xian belajar di Taiwan. Mereka lalu sepakat untuk memperdalam bahasa itu dengan datang dan tinggal bersama di Seoul.” Jawab Zhoumi.

“Jadi.. Kui Xian dulu memang tinggal di Seoul.. Bersama Henry?”

Zhoumi dan Hangeng mengangguk mantap.

*

            “Aku benar-benar bersemangat ketika kau menelepon tadi, Siwon-ssi. Tidak biasanya kau mengajakku keluar. Biasanya aku lah yang merengek kepadamu.” Kata Kui Xian. Wajahnya tampak berseri-seri karena akhirnya Siwon mengajaknya bertemu duluan.

Kui Xian bahkan diberi kebebasan memilih restaurant yang tempat mereka akan makan siang. Dan pilihan Kui Xian jatuh pada restaurant cina favoritnya. Alasannya selalu sama, ia rindu kampung halamannya. Jika berada di sana, ia serasa pulang ke rumah.

Dan Siwon lega karena akhirnya ia menemukan satu lagi kesamaan Kyuhyun dan Kui Xian. Restaurant ini. Kyuhyun juga sangat menyukainya, namun dengan alasan yang berbeda dengan milik Kui Xian. Bagi Kyuhyun, restaurant ini memiliki cita rasa khas yang tinggi dibandingkan dengan restaurant lain.

“Hari ini aku sedang tidak ingin makan sendiri. Aku tadinya hendak mengajak Donghae. Tapi ternyata ia ada sedikit urusan jadi aku mengajakmu.” Ujar Siwon berbohong.

Kui Xian pura-pura cemberut. “Jadi aku hanya cadangan, begitu?”

Siwon tertawa. “Bukan begitu. Kupikir akan menyenangkan jika makan siang denganmu.”

Kui Xian mengangguk perlahan dengan senyum tertahan, menerima alasan Siwon yang cukup masuk akal itu.

Mereka memesan beberapa hidangan favorit di restaurant itu. Keduanya banyak bercerita tentang banyak hal. Hingga Siwon akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan serangan yang tadinya sengaja disimpannya.

“Jadi, Kui Xian-ssi, menurut Hangeng-ssi, kau pernah tinggal di Seoul sebelumnya?”

Kui Xian mengangguk. “Benar. Aku pernah tinggal di sini. Untuk memperdalam bahasa Korea ku. Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran dengan bahasa Koreamu yang sangat lancar. Ternyata kau memang pernah tinggal di sini.”

Kembali Kui Xian mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ia sibuk melahap dessert-nya, tanpa sadar bahwa Siwon tengah menatapnya dalam-dalam.

“Lalu.. Selama tinggal di Seoul dahulu, apa kau.. pernah memiliki kekasih?” tanya Siwon lagi, masih menatap Kyuhyun dalam-dalam. Enggan melepaskan tatapannya barang sedetik saja. Namun begitu Kui Xian mengangkat wajahnya dari piring di depannya, ia mengarahkan pandangannya ke gelasnya, berpura-pura mengaduk juice-nya dengan sedotan.

“Hmmmmm… Bagaimana kalau kau menebak? Akan lebih seru dari pada langsung mengatakan jawabannya kan?”

Siwon mengangguk lalu menimbang-nimbang sebentar. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab. “Jawabanku.. ya. Kau pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain di sini.”

Setelah menjawab dengan yakin, Siwon berusaha keras tetap terlihat tenang. Tapi hatinya justru bereaksi sebaliknya. Jantungnya berdetak keras, menunggu apa tanggapan Kui Xian mengenai jawabannya tadi.

Dan Kui Xian entah memang berniat untuk berlama-lama mengungkapkan kebenarannya, atau memang ia tidak menyadari kata-kata lelaki di depannya, Siwon sendiri tidak tahu pasti. Yang jelas Kui Xian masih sibuk dengan dessert-nya.

Setelah Kui Xian menyelesaikan dessert-nya, ia lalu menenggak isi gelasnya hingga habis. Setelah itu baru lah ia menatap Siwon dengan senyum kecil yang sulit diartikan.

“Tebakanmu benar.. Siwon-ssi, sungguh, aku tidak mengerti. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau mungkin kita mempunyai teman yang sama? Mengapa tampaknya kau tahu banyak mengenai aku?”

Siwon terkesiap.

*

HanWonKyu

To be continued..

Don’t Wanna Close My Eyes – Chapter 1

Title                 : Don’t Wanna Close My Eyes

Rate                 : T

Pair                  : WonKyu, HanXian, EunHae, ZhouRy

Genre              : Romance, Sad

Cast                 : Siwon, Hangeng, Kyuhyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk, Zhoumi.

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

 

Choi Siwon mematut dirinya di cermin sekali lagi. Sempurna, pikirnya. Hari ini ia akan menghadiri acara pernikahan rekan kerjanya, Yesung dan Ryeowook. Setelan jas hitamnya terlihat keren dan rapi di tubuh kekarnya. Dasi kupu-kupu melengkapi ketampanannya malam itu.

Ketika ia sudah siap, ia segera mengemudikan mobilnya menuju salah satu hotel besar tempat dilangsungkannya acara resepsi pernikahan pasangan YeWook itu.

“Siwonnie, kau juga sudah sampai rupanya. Wah kau tampan sekali.” Kata Donghae, salah satu sahabat baiknya ketika is sudah berada dalam ballroom hotel.

“Tentu saja. Sejak kapan aku terlihat buruk?” kata Siwon dengan bangga.

“Sejak dia meninggalkanmu.” Kata Donghae pelan yang langsung disikut oleh kekasihnya, Eunhyuk.

Eunhyuk langsung meminta maaf pada Siwon karena kelancangan Donghae.

Siwon tertawa. “Ya! Kalian ini kenapa? Jangan terlalu sensitif. Sudahlah, aku tidak apa-apa.”

Donghae menghela nafas. “Maafkan aku. Bukannya aku ingin mengungkit-ungkit masa lalumu, tapi..”

“Aku baik-baik saja. Memang awalnya terasa berat, bahkan sangat berat. Tapi aku bisa menjalaninya. Lihat aku sekarang, life must go on, right?” kata Siwon ringan.

“Hae, berhentilah mengungkit masa lalu Siwon.” tegur Eunhyuk pada kekasihnya.

“Aku tahu. Aku hanya khawatir. Siwon adalah sahabat baikku. Sudah sepantasnya aku merasa khawatir padanya.” Kata Donghae.

Siwon mengangguk tanda memaklumi maksud Donghae. Memang benar sejak kekasihnya pergi, ia sempat membuat semua orang khawatir. Ia memang masih bekerja dan bepergian keluar rumah seperti aktivitas sehari-harinya. Tapi ia tidak pernah bicara sama sekali! Karena jika ia bicara, ia akan menangis.

Maka semua orang ikut diam, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Berpura-pura bahwa segalanya baik-baik saja dan berpura-pura bahwa Siwon hanya sedang enggan berkomunikasi kepada siapa pun. Walau mereka tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. Tapi demi Siwon, semua ikut diam.

Selama hampir dua tahun Siwon terjebak dalam keadaan seperti itu. Diam di depan semua orang, lalu menangis dan mengasihani diri sendiri kala sendirian. Semakin hari, tubuhnya semakin kurus. Kulitnya semakin pucat. Ia seperti mayat hidup andai saja ia tidak bernafas. Donghae sebagai sahabat terdekatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar itu terkadang ikut menangis bahkan memohon agar Siwon melupakan yang telah terjadi dan memulai hidup baru.

Hari demi hari ia berusaha membujuk dan membantu Siwon untuk menjalani kehidupan baru. Namun hal itu tidak mudah ia lakukan karena Siwon terlalu mencintai kekasihnya itu. Semua yang dilakukan Donghae sia-sia saja, tapi ia tidak pernah menyerah. Ia ingin mengembalikan senyum ke wajah sahabatnya itu.

Delapan bulan kemudian, usaha Donghae membuahkan hasil. Siwon mulai mau membuka diri lagi. Mulai bisa berkumpul dengan teman-temannya. Mulai bisa berbagi cerita. Mulai bisa tersenyum dan tertawa. Walau tidak seperti dulu, tapi setidaknya Siwon sudah kembali.

Siwon mulai melakukan kebiasaan lamanya yang sering ia lakukan dulu bersama kekasihnya. Berbelanja, lari pagi, jalan-jalan hingga berkuda. Bedanya kini ia mengerjakan semuanya sendiri. Terkadang ia ditemani oleh beberapa temannya, termasuk Donghae.

“Siwon-ah, ayo kita harus memberi selamat pada Yesung dan Ryeowook.” Kata Eunhyuk membuat Siwon mengentikan acaranya melihat-lihat desain interior ballroom tersebut.

Siwon mengangguk. Kemudian ia melangkahkan kakinya mengikuti Donghae dan Eunhyuk. Setelah memberi selamat dan berfoto bersama kedua mempelai, Siwon dan kedua sahabatnya itu mengambil makanan yang tersedia.

“Hei.. Kalian semua berkumpul disini, rupanya.” Kata seorang namja tampan berdarah cina.

“Ah, Hangeng-ssi. Aku tadi sempat mencarimu. Bagaimana kepulanganmu ke Cina? Kapan kau sampai?” Tanya Eunhyuk.

Hangeng adalah salah satu rekan kerja ketiga lelaki itu di kantor. Walaupun ia bukan orang Korea, tapi ia sangat fasih berbahasa Korea juga membaca huruf-huruf hangul. Kalau berbicara dengannya, siapa pun akan melupakan kalau dia adalah lelaki berkebangsaan Cina.

“Aku baru saja kembali sore tadi. Setelah beristirahat sejenak aku langsung bergegas kemari. Tidak mungkin aku melewatkan hari pernikahan teman kita, bukan?” jawab Hangeng.

“Tidak mungkin melewatkan acara makan gratis maksudmu?” ledek Zhoumi, salah satu rekan kerja mereka yang lain. Zhoumi juga berasal dari Cina. Ia tiba-tiba muncul di belakang Hangeng dan merangkul rekan senegaranya itu.

“Ah iya, aku ingat. Jangan lupa besok setelah meeting kita akan makan siang bersama. Bawalah pasangan kalian, karena aku juga akan membawa tunanganku.” Kata Hangeng dengan bangga.

“Benarkah? Kau akan membawa tunanganmu? Kupikir jangan, mereka akan langsung mengerubutinya.” Kata Zhoumi lagi.

“Eh? Kenapa begitu? Mana mungkin kami mau merebut tunangan rekan kami sendiri? Kau ini ada-ada saja.” ujar Donghae sambil tertawa.

“Karena ia tampan sekali. Aku saja sempat terpesona olehnya. Lalu aku ingat bahwa ia milik Hangeng. Kalau tidak sudah kubawa kabur dia.” Zhoumi bergurau.

“Aku tidak percaya kau berniat selingkuh dari adikku, Henry. Awas kau.” Kata Hangeng dengan nada marah yang dibuat-buat lalu ikut tertawa.

“Lalu besok kau akan datang bersama siapa, Siwon-ssi?” tanya Zhoumi pada Siwon.

“Aku? Aku akan datang sendiri.” Jawab Siwon enteng.

“Kau tahu benar kalau aku menyuruhmu membawa pasangan. Bukankah itu sudah jelas?” tanya Hangeng, menekankan kata ‘pasangan’ dalam kata-katanya.

“Baiklah.. Aku akan mencari pasangan secepatnya. Mungkin orang pertama yang lewat depan apartementku akan kubawa ke acara makan siangmu. Tak peduli bagaimana rupanya, yang penting aku datang berpasangan kan?” canda Siwon.

Semua tertawa. Lingkungan kerja yang nyaman membuat semuanya cepat akrab satu sama lain. Walaupun Zhoumi dan Hangeng baru beberapa bulan lalu dipindah tugaskan ke kantor cabang Seoul, mereka semua sudah dekat satu sama lain.

Dan Siwon mensyukurinya. Membuat semuanya terasa nyaman. Inilah kehidupan barunya. Ia bertekad tidak akan melihat lagi kebelakang. Ia sudah punya sahabat-sahabatnya, ia tidak butuh yang lain lagi, bukan?

*

            Siwon membelai wajah di depannya dengan lembut, menyusuri setiap inci kulitnya yang putih bersih, menambah keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang amat dikaguminya itu. Perlahan ia mencium bibir merah itu, dengan lembut tanpa nafsu, merasakan manisnya bibir sosok manis yang terlihat seperti malaikat itu.

“Kau sudah berkali-kali menciumku, hyung. Hentikan. Kau harus segera mandi lalu sarapan dan berangkat kerja. Jadi berhentilah mencumbuku.” Kata lelaki yang lebih muda darinya itu.

Siwon tersenyum. Sebelum menjawab, dikecupnya sekali lagi bibir menggoda itu. “Aku tergila-gila padamu.. Kau seperti candu, membiusku terus-menerus saat kita bersama. Membuatku tidak bisa melakukan hal lain selain memujamu tanpa lelah.”

Lelaki di depannya tertawa. “Hentikan rayuan gombalmu. Cepat mandi atau aku akan mengurangi jatah malammu.”

Siwon terbangun. Keringatnya bercucuran dengan deras. Nafasnya tersengal-sengal. Selalu seperti itu setiap malam. Bukan mimpi yang sama, tapi dengan orang yang sama.

Kembali Siwon menangis. Memang tidak banyak, tapi cukup membuat hatinya tergores pedih. Siwon memang sudah kembali menjadi Siwon yang dulu. Siwon yang ceria, optimis dan percaya diri. Ia sudah menjalani kehidupannya seperti semula. Ia bahkan sudah bisa mengatasi rasa sakit akibat masa lalunya.

Tapi satu rahasia yang mungkin akan ia simpan sendiri adalah ketakutan menutup matanya. Jika manusia pada umumnya menyukai tidur, Siwon justru sebaliknya. Ia membenci kegiatan yang paling nyaman itu. Begitu melihat tempat tidurnya di malam hari, rasa takut menghinggapinya. Seolah-olah hendak membunuhnya.

Begitu ia tertidur, ia akan bermimpi tentang kekasihnya. Mimpi itu selalu datang setiap malam, dengan potongan gambar yang berbeda-beda. Potongan gambar ketika mereka masih bersama.

Terkadang Siwon menjerit frustasi karena ia tidak juga bisa mengusir bayangan  itu ketika tidur. Bayangan itu menyakitinya. Terlalu sakit melihat kekasihnya itu dalam mimpi sementara Siwon tidak tahu dimana dirinya berada kini.

Tapi bayangan itu tak pernah berhenti datang. Setiap malam ia menyusup ke alam bawah sadar Siwon dan mengganggunya lagi. Dalam setiap mimpinya, dimana Siwon tengah berada dalam titik terlemah, tidak mampu melakukan perlawanan sama sekali.

*

            Akhirnya Siwon datang bersama Kibum keesokan harinya. Kibum adalah tetangga di apartemen Siwon. Keduanya cukup akrab. Maka tanpa berpikir panjang Siwon langsung meminta Kibum menemaninya, karena Hangeng adalah orang yang paling pantang ditolak.

“Rupanya kau pandai juga memilih.” Kata Zhoumi ketika mereka sudah duduk di restaurant tempat Hangeng meminta mereka berkumpul.

Siwon tertawa. “Apa maksudmu? Dia tetanggaku. Kami memang cukup dekat. Tapi tidak ada yang istimewa. Iya kan Bummie?”

Kibum mengangguk membenarkan. “Kami hanya berteman. Tak ada salahnya kan saling membantu antar tetangga?”

“Ya, ya, terserah kalian saja. Baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu melihat lebih dari satu pasangan yang saling bermesraan.” Kata Zhoumi lagi sambil mengerling ke arah Donghae dan Eunhyuk yang terus bermesraan sedari tadi.

“Tapi kenapa Hangeng belum datang juga? Bukankah ia yang mengundang kita semua kemari?” tanya Siwon.

Zhoumi mengangkat bahunya tanda tak mengerti. “Ia juga datang bersama Henry. Terakhir Henry meneleponku lima belas menit yang lalu. Katanya mereka sudah dalam perjalanan. Ah itu mereka..”

Baik Siwon, Donghae maupun Eunhyuk segera menoleh ke arah pintu masuk. Hangeng terlihat berjalan dengan dua lelaki. Siwon mengenal salah satunya. Dia adalah Henry, adik kandung Hangeng sekaligus kekasih Zhoumi. Yang satu lagi tidak bisa dilihatnya dengan jelas karena tubuh Hangeng menutupinya.

“Wah, maaf menunggu lama. Tadi kami sempat singgah ke suatu tempat sebelum datang kemari.” kata Hangeng ramah.

“Tidak apa-apa. Kami juga belum lama menunggumu.” Kata Donghae menanggapi.

“Tentu saja terasa tidak lama bagimu, bukankah sedari tadi kerjamu hanya menyantap bibir kekasihmu?” sindir Zhoumi dengan pedas.

“Ya!” Donghae langsung protes keras namun dengan nada bercanda.

“Hangeng-ssi, itukah tunanganmu? Ah, mengapa kau menyembunyikannya?” ledek Eunhyuk.

Hangeng menepuk keningnya. “Maafkan, aku hampir lupa. Teman-teman sekalian, kenalkan ini tunanganku Kui Xian.”

Lelaki di belakang Hangeng segera menampakkan diri dan berdiri tepat di samping Hangeng. Begitu melihatnya Siwon mendapati dirinya terkejut luar biasa. Jika di dunia ini ada yang namanya reinkarnasi seperti kepercayaan orang-orang Cina kuno, maka ia harus mempercayainya saat ini juga.

Karena tunangan Hangeng itu 100% mirip sekali dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun yang menghilang beberapa tahun lalu. Tidak ada perbedaan sama sekali. Semuanya mirip, kecuali rambut Kui Xian berwarna hitam dan di potong rapi seperti rambuk cepak Hangeng. Tidak seperti Kyuhyunnya yang rambutnya sewarna madu dan sedikit lebih panjang dari milik Kui Xian. Selain dari itu, tidak ada perbedaan sama sekali.

Bukan hanya Siwon yang terkejut, tapi juga Donghae. Keduanya menatap Kui Xian dengan tatapan tidak percaya. Benarkah yang mereka lihat saat ini?

*

            Mentari pagi dengan hangat menyinari Siwon dan Kyuhyun. Keduanya tengah berkuda bersama, menunggangi satu kuda, melewati pepohonan rindang, menaiki jalan-jalan terjal, melewati danau indah yang membentang luas.

Lalu bayangan itu kabur dan berganti dengan bayangan Siwon tengah berkencan di salah satu restaurant dengan bernuansa merah. Siwon menceritakan sebuah lelucon dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

Kembali Siwon terbangun. Tubuhnya bergetar menahan amarah yang menguasainya. Kenapa.. kenapa bayangan Kyuhyun datang lagi? Kenapa bayangan itu dengan tega menyakitinya di saat ia berada dalam keadaan seperti ini, tidak bisa melawan ataupun melarikan diri?

Tiba-tiba Siwon teringat akan Kui Xian, tunangan Hangeng  yang dikenalkan padanya hampir sebulan lalu. Setiap melihat lelaki itu, Siwon selalu teringat akan Kyuhyunnya. Kyuhyunnya yang hilang. Semua bagian tubuhnya sama, bahkan suara mereka pun sama.

Bagaimana mungkin ada dua orang yang sangat mirip di dunia ini kalau mereka bukan kembar? Dan ia yakin Kyuhyunnya tidak mempunyai kembaran. Tapi mengapa keduanya sangat mirip?

Terkadang Siwon bertanya-tanya dalam hati, jangan-jangan Kui Xian adalah Kyuhyunnya yang hilang. Tapi mana mungkin? Yang pertama, nama lelaki itu adalah Kui Xian, bukan Cho Kyuhyun.

Kedua, lelaki itu berasal dari Cina. Walaupun bahasa Cina Kyuhyun sangat fasih, tapi kemungkinan mereka adalah orang sama kecil sekali. Apakah hanya karena bisa menguasai satu bahasa asing yang sama sudah bisa disebutkan sebagai orang yang sama pula? Tidak.

Ketiga, Kui Xian tidak menunjukkan gejala ia mengenal Siwon atau pun Donghae ketika mereka pertama kali bertemu. Jika memang Kui Xian adalah Kyuhyun, apa motifnya menghilang beberapa tahun lalu? Jika ia adalah Kyuhyun, walau pun setitik, pasti ada kilasan aneh di matanya ketika bersitatap dengan Siwon maupun Donghae, bukan? Namun  sikapnya normal dan alami.

Keempat, ia adalah kekasih Tan Hangeng, rekan kerja Siwon sendiri. Mana mungkin mereka memiliki kekasih yang sama, bukan?

Dan yang terakhir, Kyuhyun tidak ada motif untuk meninggalkan Siwon untuk lelaki lain. Keduanya sudah bertunangan dan berencana menikah beberapa bulan kedepan, tapi tiba-tiba Kyuhyun menghilang. Tidak ada satu pun orang mengetahui keberadaannya. Bahkan polisi pun tidak pernah menemukan tubuh ataupun mayatnya, jika Kyuhyun memang ternyata sudah meninggal seperti perkiraan orang-orang selama ini.

Terakhir yang ia tahu, Kyuhyun pergi ke Pulau Jeju untuk menemui salah satu rekan kerjanya. Tapi ia tidak pernah kembali dari Jeju setelah itu. Ketika teman kerja Kyuhyun itu ditanyai, ia berkata dengan yakin bahwa Kyuhyun sudah kembali ke Seoul.

*

            Siwon sedang menimbang-nimbang buku mana yang akan ia beli di kedua tangannya ketika dirasakannya seseorang menyapanya dari depan rak buku tempatnya berdiri.

“Anneyong haseyo..  Siwon-ssi? Masih ingat padaku?”

Siwon tertegun. Pemuda di depannya masih menatapnya dengan senyum manisnya. Tapi Siwon masih tetap diam. Seolah terpana dengan pemandangan yang disajikan di hadapannya.

“Eh? Siwon-ssi? Mungkin kau sudah lupa, aku Kui Xian. Tunangan Hangeng-gege. Kita pernah bertemu sekali di restaurant beberapa minggu lalu sebelum aku kembali ke Cina. Apa kau masih ingat?”

Siwon segera tersadar. “Tentu saja. Aku masih ingat. Aku hanya sedikit terkejut ternyata kau masih ingat padaku.”

Mana mungkin Siwon lupa pada sosok yang begitu dicintainya yang dengan tega merusak malam-malamnya karena selalu hadir di mimpinya? Tidak, bukan lelaki di depannya melainkan Kyuhyunnya.

Sejam kemudian, keduanya sudah duduk di salah satu café di dekat toko buku tadi. Keduanya asik bercerita tentang banyak hal dan Siwon menahan keras matanya untuk tidak terus-menerus menatap Kyuhyun. Tidak sopan menatap tunangan sahabatmu dengan intens, bukan?

“Siwon-ssi, kenapa kau selalu memalingkan wajahmu ketika bicara denganku? Apa kau tidak senang mengobrol denganku?” tanya Kui Xian polos.

“Tidak.. Itu.. aku..” kata Siwon gelagapan.

“Ah aku tahu, mungkin kau sedang terburu-buru tapi karena merasa tidak enak meninggalkanku sendiri maka kau tetap menungguiku di sini. Benar kan?” tanya Kui Xian lagi.

Siwon terdiam. Ia benar-benar bingung sekarang. Lidahnya kelu. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, maka Kui Xian tidak akan mau melihatnya lagi. Dan jika Hangeng tahu akan hal ini, ia pasti menjaga kekasihnya baik-baik agar tidak bertemu Siwon. Siwon akan di cap lelaki tidak tahu diri yang menyukai kekasih orang lain. Padahal ia sudah berhasil dengan sangat baik bangkit dari luka masa lalunya. Ia tidak mau usahanya yang ia lakukan bertahun-tahun itu gagal.

“Tampaknya aku benar.” Kata Kui Xian lagi. “Baiklah. Sampai jumpa Siwon-ssi. Aku pergi dulu.”

Siwon mengepalkan tangannya dengan keras. Bahkan cara marahnya juga sama. Jika diabaikan, Kyuhyunnya juga akan pergi meninggalkannya seperti tadi. Siwon ingin sekali mengejar Kui Xian. Kakinya memaksanya untuk melangkah tapi otaknya memaksanya untuk tetap tinggal dan tetap duduk. Mengejar lelaki itu sama saja menjatuhkan dirinya ke jurang kelam lagi. Ia tahu, begitu ia membuat hubungan baik dengan Kyuhyun, maka ia akan jatuh dalam pesona itu.

*

            Malam itu, tepat tanggal 19 april, para lelaki itu berkumpul dalam rangka merayakan hari ulang tahun Zhoumi. Semuanya hadir, tak terkecuali Kim Kibum. Zhoumi sendiri yang memintanya untuk membawa serta Kibum karena menurutnya lelaki itu cocok bergaul dengan kelompok mereka. Lagipula ia tidak mau Siwon datang sendiri mengingat semua yang ada di sana sudah berpasangan. Yesung dan Ryeowook bahkan ikut hadir.

“Siwon-ssi?”

Siwon menoleh. ‘Oh tidak..’ pikirnya.

Kui Xian tersenyum. “Apa yang kau lakukan di sini sendiri sementara yang lain tengah berpesta di dalam?”

Saat itu Siwon tengah berdiri di balkon apartemen Zhoumi, memandang hamparan kerlip lampu-lampu dari setiap bangunan di depannya.

“Aku hanya ingin menghirup udara segar. Kurasa aku minum cukup banyak dan merasa cukup panas di dalam.” kata Siwon seraya membalas senyuman Kui Xian.

Kebohongan besar. Ia keluar karena tidak tahan melihat Kyuhyun, maksudnya Kui Xian bermesraan dengan Hangeng. Mereka selalu saling menempel bagai amplop dan perangko. Hangeng tak pernah melepaskan lengannya dari pinggang tunagannya. Tak jarang keduanya berciuman.

Ya, Siwon tahu tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Namun ia tidak bisa mencegah perasaan ini. Perasaan cemburu yang mencuat bak racun dari dalam hatinya. Ia bahkan merindukan Kui Xian setelah pertemuan singkat mereka di toko buku beberapa hari lalu. Siwon jadi merasa bersalah karena dengan berani merindukan kekasih temannya itu.

“Sepertinya kau punya masalah.” Kata Kui Xian pelan. Terdengar seperti gumaman.

“Tidak, aku baik-baik saja. Percayalah, aku hanya ingin menghirup udara segar.” Kata Siwon mencoba meyakinkan lelaki di depannya.

“Biasanya orang yang sedang tertekan oleh sesuatu pasti ingin menghirup udara segar.” Kembali Kyuhyun bergumam.

‘Apa sikapku terlalu kentara? Jangan bilang Kui Xian bisa menangkap kecemburuanku. Ini tidak boleh terjadi.’ Batin Siwon.

“Siwon-ssi..”

Kembali Siwon menoleh. Kui Xian tengah menatapnya dalam-dalam. Mata indah itu bersinar indah, lebih indah dari kerlip lampu yang tadi sempat menenangkan hati Siwon. Mata yang sama, yang membuat Siwon selalu tergila-gila.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

Siwon hampir saja terlena andai saja Kui Xian tidak segera bersuara. Mendengar itu Siwon segera tersadar.

“Ten-tentu.. Tentu saja..”

Kui Xian tampak berpikir sebentar sebelum akhirnya buka suara. “Apa kau membenciku?”

Siwon terperanjat. “Mengapa kau berpikir seperti itu?”

Kui Xian menunduk. “Karena tampaknya, kau tidak menyukai aku. Kau selalu menghindar ketika bertemu denganku. Kau juga tidak pernah mau menatapku ketika aku bicara padamu.”

“Tidak.. Itu tidak benar. Aku..”

“Dan kau tampaknya selalu mencari cara agar tidak bicara padaku.” Potong Kui Xian cepat. “Setiap aku ingin bicara, kau pasti menjawabnya seperti menutupi sesuatu.”

“Aku tahu, mungkin aku tidak seperti Henry yang lebih cepat bergaul. Tapi aku juga ingin mengenal semua teman gege. Aku ingin merasa betah di kota ini karena aku punya banyak teman. Teman-teman yang lain tampaknya bisa menerimaku, tapi.. Tidak denganmu..” Kui Xian melanjutkan.

Siwon menggigit bibirnya. Bagaimana caranya ia menjelaskan kepada lelaki itu alasan mengapa ia melakukan semua ini? Apa setelah mendengar alasannya, Kui Xian akan mengerti? Apa Hangeng akan mengerti? Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain mengelak.

“Tolong, jangan berpikir seperti itu. Aku tidak seperti yang kau pikirkan. Semua itu hanya perasaanmu saja. Aku tidak menghindarimu. Memang seperti inilah diriku. Maaf jika sikapku membuatmu merasa tak nyaman.” Ujar Siwon dengan nada minta maaf.

“Benarkah? Jadi.. Kau tidak membenciku?”

Siwon mengangguk meyakinkan.

Kui Xian jadi bernapas lega karenanya. “Ah.. aku lega sekali karenanya. Aku hanya tidak ingin hubungan kita tidak baik. Bukankah kau adlaah rekan kerja gege, yang artinya kita akan lebih sering bertemu. Apalagi setelah aku dan gege menikah nanti.”

“Tentu saja.” Siwon berusaha tersenyum tulus. Namun tidak bisa dipungkiri hatinya sakit mendengar kata ‘menikah’.

“Kapan kalian akan menikah?” Siwon sebisa mungkin mengatur agar nada suaranya terdengar biasa saja.

Kui Xian tersipu malu. “Aku belum tahu. Gege tidak pernah bicara tentang itu. Tapi ia adalah lelaki yang penuh dengan kejutan. Seperti ketika kami bertunangan, ia mempersiapkan semuanya secara diam-diam, aku benar-benar terkejut saat itu. Namun aku bahagia.”

‘Cukup.. Kumohon..’

“Kau tahu, Siwon-ssi, gege adalah lelaki idaman setiap pria maupun wanita. Ia sangat lembut, penyayang, perhatian, pandai memasak, pandai membuat aku tertawa dengan lelucon-leluconnya, pandai membuatku merasa melayang hingga ke langit ke tujuh.. Aku benar-benar beruntung, bukan?”

‘Ya, beruntung. Sangat beruntung. Aku lah satu-satunya yang tidak beruntung saat ini.’

“Siwon-ssi.. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah punya kekasih? Menurut Donghae-ssi, Kibum-ssi adalah tetanggamu. Tapi kalian tampak serasi. Apa kau menyukainya?” tanya Kui Xian.

“Aku..” Siwon tampak menimbang-nimbang sebelum menjawab. Tapi akhirnya ia memilih untuk bicara dengan jujur. “Aku sedang tidak punya kekasih. Mungkin orang-orang melihatku sangat cocok dengan Kibum, tapi tidak ada yang terjadi diantara kami.”

“Tahukah kau, tampaknya ia menyukaimu.”

Siwon cukup tercengang mendengar penuturan Kui Xian. “Eh? Benarkah?”

Kui Xian mengangguk. “Makanya sejak awal aku selalu berpikir pastilah kau punya masalah yang cukup berat. Karena ada lelaki manis di sampingmu yang terlihat jelas sangat menyukaimu tapi kau mengabaikannya, atau mungkin malah tidak menyadarinya sama sekali. Dan tebakanku tampaknya benar.”

“Apa menurutmu.. Aku harus memberinya kesempatan?” tanya Siwon. Ia berharap Kui Xian setidaknya akan memberi sedikit saja kata yang aneh, atau nada bicara yang aneh atau sinar mata yang tidak biasa atau bahkan ekspresi penuh kepura-puraan ketika menjawab.

Tapi di luar ekspektasinya, lelaki itu justru menjawabnya dengan riang. “Tentu saja. Kau harus memberinya kesempatan. Bukankah setiap orang berhak untuk bahagia? Carilah kebahagiaanmu. Berhentilah bersedih. Jika kau mempunyai kekasih, kau bisa berbagi suka dan duka  bersamanya, bukan? Maka segalanya akan terasa lebih ringan. Jadi, saranku, cobalah membangun sesuatu yang baru dengannya, kau berhak mendapatkan kebahagiaan.”

Siwon terpaku di tempatnya. Bagaimana kalau kebahagiaanku adalah sesuatu yang ada dalam dirimu? Bagaimana kalau ternyata dirimulah yang aku harapkan untuk berbagi suka dan duka? Bagaimana kalau pada kenyataannya aku mengharapkan sebagian darimu adalah milikku yang hilang?

*

wonkyu dwcme

To Be Continued..

PS : HAPPY 26TH BIRTHDAY TO OUR BELOVED EVIL MAGNAE, CHO KYUHYUN

HOPE HE HAS A BLAST TODAY AND MAY GOD ALWAYS BLESS HIM IN EVERYTIME..

MUCH LOVE KYUHYUNNIE.. ❤

130311 Super Junior at Incheon Airport (back from Indonesia) | Part 2 [16P]

Eh? ada foto satu keluarga di paling bawah.. Tapi kenapa daddyx buru2 yah? hahahah..

Sup3rjuniorCharity Fan Project ”Happiness is Best Shared Together”

Compilation: 130308~11 KBS Music Bank in Jakarta with Super Junior

Credit: 시지아 (@shijialee)
Reupload and Posted by: superlove (www.sup3rjunior.com)
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.
DO NOT HOTLINK, MODIFY OR CUT THE LOGO OF THE PICTURES.
ALWAYS CREDIT ‘SUP3RJUNIOR.COM’ AS WELL. Thank you.

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

View original post

130302 Super Junior KRY Feels Leeteuk′s Empty Spot

Sup3rjuniorCharity Fan Project ”Happiness is Best Shared Together”

Doing their own thing with their own style, Super Junior KRY’s Yesung, Kyuhyun, and Ryeowook are finding success in Japan, reaching the top of the Oricon Daily Single Charts and standing on the stage of Tokyo’s Budokan.

Through star fashion magazine, @star1, Super Junior KRY talked unit group success, Super Junior and Leeteuk.

About their recent success in Japan, Yesung revealed that they weren’t expecting it at all, saying “Because it was an album and a single that we weren’t really anticipating, we were especially touch.”

He continued, “We were putting on the K.R.Y concert and releasing an album when we got number one on the Oricon Chart. I think it was twice the happiness because all three things happened at once.”

Kyuhyun remained humble, saying that it was more than something…

View original post 338 more words

[NEWS] 130214 Super Junior K.R.Y.’s ‘Promise You’ DVD released in Korea

Super Junior Area

 

Subunit Super Junior K.R.Y‘s (Kyuhyun, Ryeowook & Yesung) first Japanese single “Promise You” has finally been released in Korea.

SM Entertainment stated on the 14th, “Super Junior’s single ‘Promise You’, which was released in Japan on January 23rd and reached #1 on the Oricon Daily Single Chart, will be released in two versions, CD and CD+DVD, in Korea.”

The DVD includes the “Promise You” music video as well as behind-the-scenes footage of the MV filming.

Super Junior K.R.Y. wrapped up their ‘Special Winter Concert‘ series in Japan, and their latest single “Promise You” ranked #1 on the Oricon Daily Chart immediately upon its release.

 

credit: allkpop

posted by: rifalittleduck

PLEASE TAKE OUT WITH A FULL CREDIT PROPERLY

superjuniorarea.wordpress.com

View original post

Compilation: GLAMOROUS Magazine March Issue with Super Junior KRY

130122 Super Junior K.R.Y. releases full PV for “Promise You”

Related Post: 130122 ‘Promise You’ Full MV- Super Junior KRY + BTS + Photoshoot

130122 Super Junior KRY ‘Promise You’ BTS [ENG SUB]

130122_KRY
Super Junior sub-unit Super Junior K.R.Y., comprised of members Kyuhyun, Ryeowook, and Yesung, have released the full PV for their Japanese single “Promise You”.

“Promise You” is officially set to be released in Japan on January 23rd, 2013. As a coupling song, Super Junior K.R.Y will be covering Hitoto Yo‘s “Hanamizuki“.

Check out the full PV below!

Source: kpoplovetown3 and allkpop
Shared at sup3rjunior.wordpress.com by firnia
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS

View original post

Unforgettable (Sequel of Come Back to Me) – Chapter 2

Title                 :  Unforgettable (Sequel of Come Back to Me)

Rate                 : M

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst

Pairing             : Yunkyu, Wonkyu

Warning          : BL, OC, typo (es)

Summary          : Belum lama mengecap kebahagiaan bersama, Kyuhyun dan Yunho harus menghadapi saat-saat paling sulit dalam hubungan mereka. Akankah mereka bertahan? Ataukah mereka memilih menyerah dan saling melupakan?

CHAPTER 2

Yunho mengganti kostumnya dengan baju pribadinya. TVXQ baru saja perform di salah satu acara musik di salah satu televisi swasta Seoul. Penampilannya tadi sempurna, semua memujinya. Yang lebih menggembirakan lagi adalah Kyuhyun dan Donghae datang menontonnya. Apalagi yang lebih menyenangkan selain kau tampil di muka umum ditonton oleh sahabat dan kekasihmu kan?

“Kau hebat sekali, hyung. Pokoknya kalau waktumu sudah tidak terlalu sibuk, kau harus mengajari teknik-teknik menari lagi.” Kata Kyuhyun sembari memeluk kekasihnya itu.

“Kalau hyung tidak ada, kan ada Hae yang bisa mengajarimu?” kata Yunho.

Kyuhyun menggeleng. “Hae hyung selalu dimonopoli oleh monyetnya.”

“Kyu.. sopan sedikit.” Tegur Yunho ketika mendengar Kyuhyun menyebut kata ‘monyet’ yang sudah pasti ditujukan untuk Eunhyuk, kekasih Donghae. Yunho lalu melempar senyum minta maaf pada Donghae yang terlihat cemberut.

Lalu Kyuhyun melanjutkan tanpa peduli teguran kekasihnya. “Asal kau tahu hyung, Hae hyung suka melalaikan kewajibannya untuk menjagaku kalau sudah berduaan dengan monyetnya itu. Waktu kami perform di..”

“Hae..” kata Yunho dingin dengan nada mengancam, memotong perkataan Kyuhyun dan memandang Donghae dengan galak.

“Ya! Kyu, aku kan.. Hehe, jangan marah Yunho-ya, aku..” kata Donghae gelagapan. Ia lalu tersenyum takut-takut lalu memberi tanda V di jarinya.

“Aku menyuruhmu menjaganya jika ia tidak bersamaku. Kalau kau keberatan aku bisa minta tolong yang lain.” kata Yunho masih setengah marah pada Donghae.

“Ne.. ne.. aku tidak akan lalai lagi menjaganya.” Kata Donghae berusaha menenangkan Yunho seraya melemparkan pandangan ‘awas kau’ pada Kyuhyun. Melihat Kyuhyun menjulurkan lidahnya dengan nakal pada Donghae.

Namja penyuka laut dari Mokpo itu hanya bisa mengelus dada melihat kelakukan magnae Super Junior sekaligus kekasih sahabatnya itu.

Lalu datang beberapa orang wartawan menghampiri mereka. Changmin yang sudah selesai mengganti pakaian pun ikut bergabung.

“Yunho-ssi, Changmin-ssi, aksi panggung kalian bagus sekali. Kami benar-benar terpukau. Bagaimana perasaan kalian setelah meluncurkan album baru?” Tanya seseorang diantara para wartawan itu.

Selama beberapa menit Yunho dan Changmin menjawab pertanyaan wartawan dengan lancar. Donghae dan Kyuhyun hanya diam dan mendengarkan. Lalu tiba-tiba salah seorang wartawan wanita bertanya.

“Dan bagaimana dengan hubunganmu dengan Go Ara? Mau sampai kapan kalian menutupi hubungan kalian?”

Yunho enggan sekali menjawab, karena ia tahu, seseorang tengah mendengarkan dengan seksama di belakangnya. Salah bicara sedikit maka Kyuhyun akan mulai aksi mogok bicara padanya.

“Kami masih berteman baik.”

Hanya satu kalimat pendek yang berani Yunho ucapkan. Dan ia yakin, kalimat itu tidak akan membuat Kyuhyun marah.

“Oh, disini juga ada Donghae-ssi dan Kyuhyun-ssi dari Super Junior yang datang menonton seniornya. Bagaimana kabar kalian?” Tanya wartawan lain.

Wawancara kemudian berpindah pada kedua anggota Super Junior itu. Pertanyaan demi pertanyaan dilancarkan pada mereka, terutama pada Kyuhyun karena Super Junior KRY akhirnya mengeluarkan album mereka.

“Kyuhyun-ssi, kami sudah tahu bahwa anda sangat dekat dengan Changmin-ssi, tapi apakah anda juga dekat dengan Yunho-ssi? Kami sempat melihat anda memeluknya tadi.” kata wartawan wanita pada Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Yunho sebentar lalu menjawab. “Ya, kami cukup dekat. Tapi kurasa tak ada yang lebih dekat selain Yunho hyung dan Ara-ssi bukan?”

Wartawan langsung ramai kembali menanyakan maksud pernyataan Kyuhyun pada Yunho. Tanpa mereka sadari baik Yunho maupun Kyuhyun sangat terluka dengan pernyataan tadi.

*

            Keesokan harinya Kangta memanggil Kyuhyun dan Yunho ke kantor SME. Salah satu petinggi SME itu terlihat marah.

“Aku ingin membahas ini pada kalian.” Katanya seraya memberikan harian pagi pada keduanya.

Di halaman depan surat kabar itu, tertulis dengan besar “KYUHYUN SUPER JUNIOR MEMBERI ISYARAT BAHWA YUNHO TVXQ TENGAH BERKENCAN DENGAN GO ARA.”

“Aku sudah membaca seluruh beritanya. Apa ini? Apa maksud kalian? Yunho, kenapa kau bilang kau dan Ara hanya berteman? Dan kau Kyuhyun, kenapa kau menjawab seperti itu? Sebenarnya aku senang dengan berita ini, tapi aku tidak suka cara kalian menjawab pertanyaan wartawan.” Kata Kangta panjang lebar.

“Hyung, maaf, aku hanya menjawab yang sebenarnya terjadi.” Kata Yunho membela diri. Sedangkan Kyuhyun diam saja, ia enggan berkomentar.

“Jangan bilang kau lupa kalau Ara baru saja menyelesaikan shooting drama terbarunya. Sebentar lagi dramanya akan dipromosikan dimana-mana. Ia butuh popularitas, ia butuh kau. Kau seharusnya menjawab dengan ragu-ragu, sedikit tersenyum misterius. Memberi kesan bahwa kalian ada hubungan tapi kau tidak bisa membeberkannya.” Kata Kangta lagi.

Yunho terkejut. “Aku tahu itu, tapi tidak mungkin aku menjawab seperti itu sementara Kyuhyun..”

“Kyuhyun kenapa? Ini sudah resiko kalian saling berpacaran sesama agensi. Selama kalian ada di bawah manajemen, kalian harus mengikuti peraturan dan prosedur yang ada. Ingat, aku tidak mau ada seorangpun diluar SME yang mengendus hubungan asmara kalian. Simpan rapat-rapat.” Kata Kangta tegas.

“Hyung.. jadi maksudmu, kau menyuruh kami tetap merahasiakan hubungan kami? Dan kau meminta Yunho hyung untuk berpura-pura di depan semua orang kalau ia ada hubungan dengan Ara?” kini Kyuhyun sudah mulai bicara.

“Iya, itulah tujuannya. Sukurlah kau mengerti. Dan kau Kyu, kami akan memasangkan kau kembali dengan Siwon karena ia juga tengah melakukan shooting drama terbarunya. Publik suka kalian bersatu, ELF juga mendukung. Akan sangat baik jika kalian diketahui terlibat hubungan asmara lagi.”

Yunho membeku di tempatnya mendengar kata-kata Kangta barusan. Ia harus dipasangkan dengan Ara sementara Kyuhyun akan kembali pada Siwon. Apa-apaan ini?

“Hyung.. apa maksudmu?” Tanya Yunho setengah berang.

“Shireoyo..! Aku tidak mau hyung. Apa-apaan ini? Kalian sama saja berusaha memisahkan aku dengan Yunho hyung. Aku tidak mau.” Kata Kyuhyun kesal.

Kangta menatap kedua dongsaengnya itu dengan tajam lalu menghembuskan nafas berat. “Jangan menyalahkanku. Manajemen yang memutuskannya, aku hanya mediator.”

Begitu Kangta keluar dari ruangan, Yunho langsung memeluk Kyuhyun. “Kyu, aku tidak bisa melihatmu bersama Siwon lagi. Aku tidak akan sanggup.”

Kyuhyun malah merajuk dalam pelukan Yunho. “AKu juga tidak bisa melihatmu dengan Ara. Bagaimana ini hyung?”

Kyuhyun gelisah sekali. Yunho lalu menagkupkan wajah Kyuhyun dengan kedua belah tangannya. “Kyu, dengarkan aku. Ara sudah seperti adik perempuanku sendiri. Aku hanya mencintaimu, hanya dirimu. Tapi kau dengan Siwon pernah berhubungan, dia mantan kekasihmu. Mana mungkin aku bisa tenang melihat kalian berdua?”

Kyuhyun sadar, berita mengenai Yunho dan Ara nantinya tidak akan seheboh berita ia kembali berpacaran dengan Siwon. Yunho dan Ara telah lama digosipkan pacaran, ketika mereka mengakuinya, pasti dunia tidak akan kaget. Tapi berita kyuhyun kembali pada Siwon pasti menimbulkan sensasi besar. Dan ia yakin Yunho akan sangat terpukul karenanya.

Kyuhyun menatap Yunho yang terlihat marah. “Hyung, kita tidak dalam posisi memilih. Jika memang manajemen menginginkannya, kita harus melakukannya. Aku hanya minta kau percaya padaku, karena aku selalu percaya padamu.”

Yunho meraih tangan Kyuhyun dan menciumnya berkali-kali. “Kumohon Kyu, jangan jatuh hati padanya. Kumohon tetaplah bersamaku apapun yang terjadi.” Terdengar jelas ketakutan dalam nada suaranya.

“Jangan khawatir, hyung. Dulu aku memilihmu kan, sampai kapanpun aku akan tetap memilihmu.” Kata Kyuhyun mencoba menenangkan kekasihnya itu. ia mencoba tenang, padahal dalam hatinya berkecamuk.

*

            Seminggu kemudian, rencana SME untuk memasangkan Yunho dan Ara mulai dijalankan. Yunho dan Ara diminta untuk makan malam di sebuah restaurant dan dari pihak SME menghubungi wartawan mengenai hal ini tapi mereka tidak memberitahu siapa mereka sebenarnya karena pemberitahuan itu dilakukan melalui telepon.

Maka wartawan berbondong-bondong menunggu Yunho dan Ara keluar dari restaurant. Keduanya sudah tahu wartawan akan mengejar mereka, maka ketika mereka keluar, Yunho harus merangkul Ara dan membawanya ke mobil untuk mengindari wartawan. Mereka hanya harus melakukan hal itu di depan umum agar publik percaya mereka punya hubungan khusus.

Semua orang tahu siapa Yunho, tetapi tidak semuanya tahu siapa Go Ara. Maka setelah berita itu muncul di halam depan surat kabar hingga televisi, banyak sekali orang di dunia mencari identitas Ara lewat mesin pencari di Internet.

Gambar saja tidak cukup bukan? Mereka penasaran dengan sosok Ara. Maka ketika mereka tahu Go Ara punya drama baru, mereka berbondong-bondong membeli dan menontonnya, demi melihat siapa wanita dikabarkan menjalin hubungan dengan Yunho. Apalagi sebelumnya Yunho tidak pernah punya kabar mengenai kehidupan percintaannya yang berhembus di publik.

Maka berita ini sangat menarik. Sekaligus keuntungan buat produser drama, artis yang terkait serta manajemen tempat mereka bergabung. Popularitas dan nama besar akan mereka dapatkan, dan semua itu berkat seorang Jung Yunho.

Tanpa mereka perduli, sang penyelamat mereka tengah terluka dengan keinginan mereka. Yunho tidak keberatan membantu Ara, yang dianggap adiknya sendiri. Tapi ia memikirkan perasaan Kyuhyun. tidak ada yang lebih penting dari itu. Walaupun Kyuhyun tampaknya sangat mengerti posisi Yunho, tapi Yunho tetap saja khawatir Kyuhyun akan sakit hati.

“Jangan khawatir hyung, aku tidak apa-apa. Memang rasanya menyakitkan melihatmu harus bermesraan dengan orang lain, tapi itu bukan kemauanmu. Jadi untuk apa aku cemburu? Kecuali kalau kau memang melakukannya dengan sengaja, tentu saja aku akan marah. Mungkin aku akan membunuhmu.” Kata Kyuhyun sembari meledek Yunho. Mencoba meredakan kecemasan Yunho yang dianggapnya berlebihan.

Malam itu keduanya sedang berbaring di kamar Yunho. Lagi-lagi Kyuhyun menginap di dorm TVXQ. Karena di dormnya sendiri terlalu ramai. Tidak asik kalau ingin berduaan seperti ini.

“Kalau ternyata aku melakukannya dengan sengaja, kau boleh membunuhku, Kyu. Aku terima.” Kata Yunho lirih.

“YA! Hyung! Kau pikir aku akan benar-benar membunuhmu? Kau ini gila yah? Belum sempat aku membunuhmu, mungkin kau sudah membunuhku duluan. Mengingat besarnya tenagamu.” Kyuhyun tertawa.

Tapi ia langsung meralat kata-katanya begitu melihat ekspresi wajah Yunho. “Aku bercanda hyung. Tidak mungkin kau membunuhku kan? Jangan mengeluarkan ekspresi seperti itu.”

Tapi tanda-tanda Yunho akan tenang tidak juga terlihat. Maka Kyuhyun memeluk kekasihnya itu.

“Sudahlah hyung, jangan khawatir. Aku tidak apa-apa. Asal hatimu tetap untukku, aku ikhlas menjalani semua ini.” Kata Kyuhyun lagi.

Tapi Yunho masih diam saja. Lelaki itu malah menenggelamkan kepalanya di leher Kyuhyun dan memeluknya semakin erat. ‘Membosankan sekali.’ Pikir Kyuhyun. Lalu sebuah ide nakal muncul di benaknya. Tangannya meraba-raba abs Yunho lalu turun meremas lembut kejantanan kekasihnya itu.

Detik berikutnya didengarnya desahan nafas Yunho memberat. Lalu dirasakannya perlahan tangan Yunho mulai membelai tengkuknya dan menciumi lehernya. Kyuhyun tersenyum nakal. Permainan akan segera dimulai.

*

Dua minggu berikutnya sebuah sensasi besar didapatkan ELF dari twitter sang magnae Super Junior. Ia mengunggah fotonya bersama Siwon yang tengah merangkul pundaknya dengan kata-kata : Finally, after a year.

Dalam beberapa menit, jutaan fans mencari kebenarannya. Ada yang menanyakan langsung lewat jejaring sosial Kyuhyun dan Siwon, ada yang mencoba mencari tahu lewat situs-situs lain, dan ada pula yang nekad bertanya langsung ke kantor SME.

Tapi tidak satupun jawaban mereka terima. Semuanya abu-abu. Selama berhari-hari ELF dan fans mencoba mencari tahu apa yang tengah terjadi antara Siwon dan Kyuhyun, apakah mereka kembali bersama? Bahkan mereka menduduki posisi teratas trend topic di Twitter selama tiga hari berturut-turut.

Seperti dugaan Kyuhyun, berita itu langsung menjadi sensasi besar. ELF yang awalnya kecewa Siwon dan Kyuhyun berpisah, kembali bersemangat menjodohkan idola mereka. Kurang lebih tigaratus ribu tweet Kyuhyun dan Siwon dapatkan dalam sehari. Isinya hampir serupa. Ada yang menyemangati mereka agar kembali bersama, ada yang memberi selamat karena sepertinya mereka telah memenuhi harapan fans dengan kembali berpacaran, dan ada juga yang menuduh mereka tidak pernah putus sebelumnya.

Dan sensasi itu jauh lebih besar dan heboh daripada berita Yunho dengan Ara. Fans menunggu Siwon di lokasi shooting, begitu juga di tempat-tempat dimana Kyuhyun berada. Wartawan tak henti-hentinya mengejar mereka. Tapi keduanya tak juga memberi jawaban.

Lalu tiba-tiba Siwon menggebrak dunia maya dengan mentweet dan memention Kyuhyun : @GaemGyu wait for me, I’ll come home soon. Dan kembali ELF pun ribut dengan hal itu. berkali-kali mereka mencoba mencari jawabannya, tapi tak ada satupun yang mengetahuin kebenarannya. Lalu ELF pun mengambil kesimpulan kalau Siwon dan Kyuhyun sudah kembali bersama.

Dimana-mana berita itu menyebar dengan cepat, menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. Tentunya penggemar mereka senang kedua idolanya kembali bersama, tidak ada yang menyadari bahwa seorang lelaki sangat terpukul dengan berita-berita tersebut.

Apalagi setelah itu SME memutuskan untuk memunculkan WonKyu couple ke publik. Siwon sengaja dihadirkan sebagai bintang tamu di sebuah acara yang mengundang Super Junior KRY sebagai bintang tamu. Dan ceritanya Siwon adalah kejutan untuk Kyuhyun. Jadi Siwon dibuat seolah-olah sengaja berkunjung untuk memberi kejutan pada Kyuhyun di sela-sela kesibukannya shooting drama.

Dan acara tersebut di tayangkan secara live, artinya seluruh Korea Selatan tengah menonton mereka. MC bertanya pada Siwon.

“Siwon-ssi, sungguh suatu kejutan anda dapat hadir di acara ini. Apa yang membuat anda meninggalkan jadwal yang padat?”

Siwon tersenyum memamerkan lesung pipinya yang khas. “Karena ingin menemui seseorang. Setelah sekian lama kami akhirnya bisa kembali bersama, jadi aku ingin selalu melihatnya.”

Penonton di acara itu langsung meledek dengan riuh. Sedangkan Kyuhyun terlihat malu di tempatnya. Ia tertawa menyembunyikan wajahnya. Meskipun itu tawa palsu, ia berusaha keras terlihat benar-benar malu di hadapan semua orang.

“Tidak usah berbasa-basi lagai kalau begitu. Jadi, anda dengan Kyuhyun-ssi sudah benar-benar kembali menjadi sepasang kekasih sekarang?” Tanya MC itu lagi.

“Sejujurnya belum. Kami masih melakukan pendekatan lagi. Dulu kami berpisah karena terlalu banyak pertengkaran. Maka kami akan memulai semuanya dari awal lagi, memulai pelan-pelan. Meluruskan segala kesalahpahaman dan belajar lebih mengerti satu sama lain. Dengan itu hubungan kami nantinya akan lebih baik.” kata Siwon menjelaskan.

Itu skenario yang dibuat oleh manajemen mereka. Mereka tidak ada pilihan lain selain mengikutinya. Kyuhyun tetap melakoni hal ini karena janji manajemen, hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Mereka hanya ingin drama Siwon sukses. Drama baru banyak sekali bermunculan, begitu juga dengan artis-artis pendatang baru. Kalau mereka tidak bertahan, maka Siwon akan redup dengan cepat. Untuk itulah popularitas diperlukan, dan untuk mendongkraknya, diperlukan isu yang kuat.

Tapi adakah yang mau mengerti perasaan Yunho saat ini? Si leader TVXQ itu tidak sanggup menonton acara di televisi lebih lama lagi. Begitu di dengarnya Siwon menjawab, ia langsung mematikan televisinya dan berjalan keluar.

Sebenarnya ia sadar bahwa sikapnya kekanak-kanakan. Kalau Kyuhyun saja mampu melakoni semuanya dengan baik, kenapa ia tidak? Tapi ia tidak mampu melihat Kyuhyun disandingkan dengan Siwon yang diketahui sebagai mantan kekasih Kyuhyun. Siwon yang sempurna, jika dibandingkan dengannya tentu dirinya bukan apa-apa.

Publik pun akan lebih senang kalau Kyuhyun bersama Siwon, mana ada yang tahu kalau Kyuhyun hanya mencintai Yunho? Jika sudah dalam posisi seperti ini, terkadang Yunho menyesali kenapa ia dan Kyuhyun harus berprofesi sebagai public figure. Segalanya penuh kemunafikan, kepura-puraan dan kepalsuan.

Yunho kembali menatap bintang, hatinya sedih sekali karena saat ini dunia tidak berpihak padanya, padahal ia hanya punya Kyuhyun. Jika suatu saat Kyuhyun juga pergi darinya, apa yang tersisa?

Lalu ponselnya berdering. Nama Kyuhyun dengan latar belakang foto lelaki itu membuat Yunho sedikit tersenyum di sela-sela luka hatinya.

“Hyung, kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun di seberang. Suaranya terdengar cemas. Ia tahu Yunho pasti menonton acara tadi.

“Ne, hyung baik-baik saja. Penampilanmu tadi luar biasa, Kyu.” Kata Yunho berbohong.

Lalu didengarnya suara seseorang yang suaranya tak asing menanyai Kyuhyu. “Kyu, ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu ke dorm.”

Yunho tahu, itu suara Siwon. Lelaki itu akan mengantar Kyuhyunnya pulang malam ini.

“Ne, hyung. Kau duluan saja ke mobil, aku akan menyusulmu.” Kata Kyuhyun menjawab Siwon. Ia lalu kembali berbicara di telepon dengan Yunho. “Hyung, aku akan pulang sebentar lagi. Aku akan langsung menemuimu, tunggulah aku,ne?”

Yunho langsung menolak. “Hyung baik-baik saja, Kyu, kau tidak perlu khawatir. Pulanglah beristirahat. Kita bisa bertemu besok.”

Kyuhyun sebenarnya tidak mengerti mengapa Yunho menolak bertemu. Tapi rasa lelahnya menyuruhnya untuk segera pulang dan beristirahat. Mungkin Yunho hanya ingin dirinya beristirahat. Ya, mungkin seperti itu. Walaupun Kyuhyun tidak yakin, tapi ia mencoba mengerti. Besok ia akan menemui hyungnya itu, biarlah malam ini mereka tidak bertemu dulu.

Siwon akhirnya benar-benar mengantar Kyuhyun ke dorm. Di lapangan parkir, Siwon membukakan pintu mobilnya untuk Kyuhyun dan membantunya berjalan. Sepertinya Kyuhyun memang benar-benar kelelahan. tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah mengamati mereka. Sepasang mata yang.. terluka..

*

 yunho peace milkyway007

 To Be Continued..

PS : Congratulation for Macchiato, the second winner of Challenge Me. Here’s your story..

Unforgettable (Sequel of Come Back to Me) – Chapter 1

Title                 :  Unforgettable (Sequel of Come Back to Me)

Rate                 : M

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst

Pairing             : YunKyu

Warning          : BL, OC, typo (es)

Summary          : Belum lama mengecap kebahagiaan bersama, Kyuhyun dan Yunho harus menghadapi saat-saat paling sulit dalam hubungan mereka. Akankah mereka bertahan? Ataukah mereka memilih menyerah dan saling melupakan?

CHAPTER 1

Kyuhyun menatap foto dirinya bersama kekasihnya, Yunho yang tengah memeluknya dengan mesra dari belakang. Foto itu diambil ketika mereka menghabiskan liburan musim gugur di London. Latar belakang foto itu memperlihatkan sungai Thames yang mengalir tenang.

Tak terasa sudah setahun lebih mereka bersama. Banyak hal yang diajarkan Yunho pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengerti dan sangat menghargai setiap inti dari kehidupan. Dicintai oleh seorang Jung Yunho itu luar biasa. Ia yakin, setiap manusia di muka bumi pasti cemburu padanya karena ialah yang memenangkan hati si leader TVXQ itu.

“Kau sudah menghabiskan waktu sepuluh menit hanya untuk melihat foto itu, Kyu. Aku tahu kau merindukannya. Kalian sama-sama sibuk sekarang, tapi aku yakin, tak lama lagi kalian bisa bertemu.” Kata Yesung membuyarkan lamunan Kyuhyun. Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah stasiun televisi swasta.

Kyuhyun hanya mengangguk dalam diam. Baik ia dan Yunho memang sangat sibuk belakangan ini. TVXQ sedang promo album terbaru mereka, begitu juga dengan Super Junior KRY. Belum lagi dengan kegiatan lain di luar grup, membuat keduanya sangat sulit bertemu walaupun letak dorm mereka berdekatan.

Mereka hanya saling memberi kabar lewat sms, telepon atau bahkan video call. Kenyataan bahwa dirinya tersiksa sekali karena merindukan namjachingunya itu membuatnya sedih. Tapi setidaknya ia sedikit lega, karena menurut informasi yang diperolehnya dari Changmin, Yunho selalu memantau kegiatan Kyuhyun dan memastikan Kyuhyun baik-baik saja.

Dan yang membuat Kyuhyun lebih senang lagi adalah kenyataan bahwa Yunho lebih tersiksa merindukannya daripada Kyuhyun sendiri. Changmin bahkan merekam Yunho sedang meracau karena merindukan Kyuhyun dan dikirimkannya pada Kyuhyun tanpa sepengetahuan Yunho.

Tadinya Kyuhyun pikir, dirinyalah yang lebih mencintai Yunho, tapi ternyata kekasihnya itu jauh lebih mencintainya lebih dari yang ia kira. Kyuhyun jadi tersenyum sendiri mengingat betapa banyak hal yang telah dilakukan Yunho untuknya.

Tiba-tiba terdengar lagu TVXQ yang sangat disukainya, Keep Your Head Down, yang menjadi ringtone ponselnya. Kyuhyun segera menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa peneleponnya.

“Hyyuuunngggg.. Aku merindukanmuu.. Kau ada dimana?” Tanya Kyuhyun dengan nada riang sekaligus manja.

“Hyung masih ada interview radio, Kyu. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja? Jangan lupa minum vitaminmu.” Kata Yunho diseberang.

Kyuhyun langsung cemberut. “Kau tidak membalas kata-kataku hyung..”

“Kata-kata yang mana, Kyu?”

“Tadi aku bilang aku merindukanmu. Tapi kau mengacuhkanku!”

Yunho tertawa. “Kau tahu benar hyung merindukanmu tanpa dikatakan, Kyu. Kalau tidak, untuk apa hyung meneleponmu terus-terusan? Oh yah, besok hyung bebas, tidak ada jadwal. Bagaimana denganmu?”

Kyuhyun terlonjak senang. “Jinjja? Besok setelah shooting Radio Star aku tidak ada jadwal lagi hyung.”

“Baiklah, hyung akan menjemputmu di studio besok. Kalau begitu sudah dulu ya? Nanti hyung telepon lagi, ne? Jangan lupa minum vitaminmu.” Kata Yunho diseberang, masih senantiasa mengingatkan Kyuhyun untuk meminum vitaminnya karena tubuh kekasihnya yang rentan sakit itu.

“Baiklah hyung. Hati-hati menyetir ketika kau pulang. Dan jangan khawatir, aku akan meminum vitaminku sebelum tidur.”

“Ne. Saranghae Kyu..”

“Nado saranghae hyung..”

Kyuhyun memutuskan hubungan telepon. Kembali ia senyum-senyum sendiri. Sudah setahun lebih mereka bersama, tapi setiap hari bagaikan hari pertama mereka jadi sepasang kekasih. Kyuhyun menyukai segalanya yang ada di diri Yunho. Matanya, bibirnya, hidungnya, senyumnya, tubuhnya, suaranya.. Kyuhyun bahkan senang mendengar Yunho memakai kata ‘hyung’ ketika menyebut dirinya sendiri daripada Yunho bilang ‘aku’. Mungkin terdengar biasa saja, tapi entah mengapa Kyuhyun suka mendengarnya, ia jadi merasa sangat spesial.

“Ya ampuunn.. lihat wajahnya, hyung. Baru dapat telepon dari Yunho hyung saja wajahnya sudah seperti itu. Bagaimana kalau mereka bertemu?” ledek Ryeowook.

“Kau ini usil sekali, hyung. Jangan menggangguku.” Kata Kyuhyun berusaha galak tapi gagal, mengingat ia masih terlalu senang.

Yesung tertawa melihat dua dongsaengnya itu. “Sudah berapa lama kalian tidak bertemu, kyu?”

“Hampir sebulan, hyung. Dan aku nyaris mati karena merindukannya.” Aku Kyuhyun. lalu ia melanjutkan. “Tapi besok kami akan bertemu lagi. Dan aku akan menginap di dorm TVXQ. Yeeyyyyy…!”

Yesung dan Ryeowook bertukar pandang geli. Akhirnya Kyuhyun bisa bertemu lagi dengan kekasihnya itu. Mereka senang karena Kyuhyun bahagia, beberapa waktu ini Kyuhyun terlalu sering murung. Sudah saatnya ia bergembira lagi.

*

Seperti janjinya, Yunho menjemput Kyuhyun keesokan harinya di studio Radio Star. Begitu Kyuhyun melihat Yunho, ia langsung berlari secepat mungkin dan memeluk kekasihnya itu dengan erat. Yunho membalas pelukan Kyuhyun tak kalah erat, berkali-kali ia mencium puncak kepala namja evil itu. Betapa ia merindukan wangi apel segar itu yang senantiasa menempel di rambut Kyuhyun.

“Kau baik-baik saja, Kyu? Hyung senang sekali melihatmu lagi. Jadwalku terlalu padat hingga kupikir aku akan melihatmu lagi tahun depan.” Kata Yunho yang masih memeluk Kyuhyun dengan erat.

“Aku juga, hyung. Terkadang aku pikir, mungkin sebaiknya aku melarikan diri dari panggung dan menyusulmu.” Kata Kyuhyun setengah merajuk. Inilah dirinya, di panggung ia terlihat lucu dan menggemaskan, juga jahil pada hyung-hyungnya. Tapi begitu bertemu Yunho, ia akan berubah seratus kali lebih manja dari biasanya.

“Yang penting sepanjang hari ini kita bisa bersama Kyu. Baiklah, kita mau kemana?” Tanya Yunho.

“Aku tidak mau kemana-mana hyung. Bisakah kita ke dorm mu saja hyung? Melakukan apa saja, asalkan hari ini kita bisa bersama. Lagipula Changmin sedang mengunjungi orang tuanya kan? Aku juga ingin menginap.” kata Kyuhyun.

Yunho lalu mengajak Kyuhyun naik mobilnya lalu membawanya ke dorm TVXQ. Keduanya tak hentinya saling bersenda gurau. Tangan Kyuhyun pun senantiasa bergelayut manja di lengan Yunho, seakan tak ingin melepaskannya barang sedetikpun.

Setelah mereka makan siang dengan masakan Yunho, keduanya nonton film romantis di kamar Yunho. Perhatian Kyuhyun lebih banyak terpusat pada Yunho daripada film yang mereka tonton. Kyuhyun menyandarkan kepalanya di lengan Yunho yang melingkar di bahunya, tangannya memeluk perut Yunho.

“Kyu, filmnya ada di depan sana, bukan di wajahku.” Kata Yunho tanpa berpaling dari televisi.

“Tidak perduli, hyung. Aku lebih suka memandangimu. Kau jauh lebih menarik daripada aktor Amerika itu.” kata Kyuhyun.

Yunho tersenyum lalu memalingkan wajahnya ke arah Kyuhyun, menatap kekasihnya itu dalam-dalam. Terkadang ia masih tidak percaya dulu Kyuhyun lebih memilih dirinya daripada Siwon. Padahal Yunho melakukan semuanya agar Kyuhyun bisa kembali pada Siwon. Tapi Kyuhyun justru jatuh hati padanya.

Semua bagai mimpi. Siapa tak kenal magnae Super Junior? Namja manis, imut, cute, evil sekaligus tampan. Namja ataupun yeoja di luar sana banyak sekali menginginkannya. Yunho tak habis pikir kenapa dulu Siwon melepaskan Kyuhyun. Jika ia jadi Siwon, ia akan mati-matian menjaga Kyuhyun, tidak akan melepaskannya apapun yang terjadi.

“Gomawo Kyu..”

“Untuk apa hyung?” Tanya Kyuhyun tak mengerti. Keduanya masih senantiasa saling tatap dalam jarak yang sangat dekat.

“Untuk memilih bersamaku.”

“Kau pilihan terbaik, hyung. jangan kau bahas lagi.”

Yunho tersenyum. Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Mencium bibir sang kekasih dengan lembut. Membuat perasaan Kyuhyun melayang-layang di udara. Ini salah satu yang membuat Kyuhyun sangat menyayangi Yunho. lelaki itu selalu memperlakukan Kyuhyun dengan lembut, tanpa kekerasan, tanpa paksaan.

Seorang Jung Yunho yang sangat bertenaga di atas panggung ternyata sangat lembut dalam memperlakukan pasangannya. Membuat pasangannya merasa aman dan nyaman bersamanya.

Tangan Kyuhyun mulai masuk dan meraba-raba otor perut Yunho di balik kaosnya. Yunho tersenyum kecil. Ia tahu betul apa yang diinginkan Kyuhyun jika sudah menyentuh absnya. Pelan-pelan Yunho membaringkan Kyuhyun di ranjang, menindihnya lalu melanjutkan pagutannya.

*

Kyuhyun terbangun dan meraih ponselnya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tubuhnya terasa dingin karena pendingin udara di kamar Yunho, apalagi saat ini tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun yang melekat. Begitu juga lelaki tampan yang masih tertidur pulas di sampingnya.

Kyuhyun menyelimuti Yunho lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Membersihkan sisa-sisa percintaan yang cukup lama tadi dan menyisakan banyak bekas di sekujur tubuhnya.

Tak lama kemudian Yunho menyusulnya masuk ke kamar mandi. Jika Kyuhyun memilih berendam di bath up, Yunho lebih memilih mandi di bawah shower. Lagi-lagi Kyuhyun menatap tubuh kekasihnya itu. Berkali-kali ia melihat Yunho telanjang, tapi tetap saja ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkesima.

“Hyung.. jujurlah padaku, berapa orang yang sudah melihatmu telanjang?” Tanya Kyuhyun penuh selidik.

Yunho berbalik, membiarkan air dari shower membasahi punggungnya. Kyuhyun menelan ludah melihat bentuk tubuh Yunho dari depan. Apalagi ketika melihat kejantanan yunho yang selalu memberikannya kepuasan disela-sela kesibukan mereka.

“Tidak ada selain kau. Ah, ani.. orang tuaku sudah melihatnya ketika hyung kecil.”

Kyuhyun lega mendengarnya. Ia tidak rela jika ada orang lain yang sudah pernah menikmati tubuh Yunho selain dirinya.

“Kyu hentikan.” Kata Yunho tajam.

Kyuhyun baru menyadari kalau ia sibuk berpikir sambil menatap kejantanan Yunho. Oke, pasti Yunho berpikir dirinya mesum sekali. Terus-terusan memandangi ‘benda’ itu seakan-akan meminta lebih.

“Memangnya aku tidak boleh menatapnya?” Tanya Kyuhyun meledek.

“Tentu boleh, hanya saja.. itu..” kata Yunho terbata-bata. Wajahnya memerah.

Melihat itu Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Meledek Yunho memang kegemarannya. Yunho terbilang cukup pemalu jika sudah berkaitan dengan daerah seksualnya. Yunho menyelesaikan mandinya sesegera mungkin dan kabur dari kamar mandi sebelum Kyuhyun menertawakannya lebih keras.

Kyuhyun keluar mandi tak lama kemudian dan menemukan Yunho sedang menatap bintang di langit lewat jendela kamarnya. Menatap bintang adalah salah satu hobi Yunho. ia mampu menghabiskan berjam-jam hanya untuk memandangi kerlipan berjuta bintang di langit malam.

Kyuhyun menghampiri kekasihnya itu dan berdiri tepat di depan jendela. “Mana yang lebih manis, aku atau bintang-bintang itu?”

Yunho tersenyum. Diputarnya tubuh Kyuhyun menghadap jendela kaca besar itu lalu meraihnya dam pelukannya.

“Lihat Kyu. Mereka indah sekali kan? Kalau kau Tanya siapa yang lebih indah, mereka atau kau, jawabannya adalah sama. Kalian sama-sama indah. Kau tahu mengapa? Karena kau terbuat dari bintang-bintang itu, hingga kapan dan dimanapun kau selalu bersinar seperti mereka. Sama halnya dengan mereka, mereka memancarkan sinarmu. Jadi ketika kau jauh dariku, sinar mereka juga akan meredup dengan sendirinya.”

Kyuhyun merasakan wajahnya memerah. Yunho bukan tipe penggoda dan perayu, apalagi menggombal. Lelaki itu justru jujur, terlalu jujur malah. Membuat Kyuhyun berbunga-bunga karena senangnya.

“Hyung.. Kalau suatu saat ternyata kita tidak ditakdirkan bersama, bagaimana?” Tanya Kyuhyun. Ia hanya sekedar bertanya, tidak ada maksud lain.

“Hyung tidak berani membayangkannya. Jangan tanyakan hal itu lagi, Kyu. Kau membuat hyung takut.” Kata Yunho seraya mempererat pelukannya. Bibirnya tak henti-henti mengecup pundak Kyuhyun.

“Baiklah.. Aku tidak akan menanyakan hal-hal bodoh seperti itu lagi.”

“Berjanjilah padaku, Kyu. Kau tidak akan meninggalkanku.” Kata Yunho pelan.

“Tempatku disisimu hyung. Aku mau kemana lagi? Aku tidak punya tujuan lain.”

Yunho diam. Ia tahu Kyuhyun akan selalu bersamanya. Tidak! Mungkin lebih tepatnya ia yang akan terus bersama Kyuhyun. Yunho selalu percaya akan perasaan juga instingnya. Entah mengapa belakangan ini, perasaannya membuatnya risau. Dan hal itu menyangkut Kyuhyunnya. Hanya saja ia tidak tahu apa yang akan terjadi.

*

            Seminggu setelah malam itu, kembali keduanya bertemu. Kali ini bukan hanya berdua, tapi beramai-ramai dengan beberapa member lain. Mereka minum-minum di bar seraya membicarakan tentang rencana natal dan tahun baru yang akan mereka hadapi bulan depan. Walaupun mereka tahu tidak seorangpun akan mendapat libur karena jadwal mereka yang padat, tetap saja mereka berandai-andai akan melakukan apa nantinya.

Kyuhyun ingin sekali bermanja-manja dengan Yunho saat itu, tapi sayangnya kekasihnya tengah menerima telepon dari rival berat Kyuhyun, Go Ara. Kyuhyun jadi alergi dekat-dekat dengan Yunho. Ia malah merajuk pada Changmin.

“Minnie.. kenapa Ara-ssi harus menelepon Yunho hyungku disaat seperti ini? Ini kan sudah malam, tidak baik seorang gadis menelepon pemuda lain apalagi pemuda itu sudah berstatus namjachingu orang lain, selarut ini kan?”

Changmin tertawa. “Kyu, kau ini cemburuan sekali. Kau tahu sendiri kami sibuk sekali, dan kami hampir tidak ada waktu berkomunikasi dengan yang lain. Wajar saja Ara noona menghubungi Yunho hyung, mereka kan dekat sekali dari dulu.”

“Tapi aku tidak suka. Seluruh dunia mencurigai mereka punya hubungan khusus yang ditutupi. Aku yang harus menahan amarah jika melihat beritanya di televisi. Bahkan para fans kalian banyak yang mendukung mereka supaya pacaran kan? Dan kau ingat adegan ciuman mereka dulu?” keluh Kyuhyun lagi.

Ini benar adanya. Seluruh Korea bahkan seluruh dunia tahu bahwa Yunho diisukan berpacaran dengan Ara tapi menyembunyikannya di depan publik. Bahkan ada yang bilang mereka sudah lama pacaran.

Sedangkan Yunho sendiri tidak bisa memberi isyarat pada publik kalau ia tengah berhubungan dengan Kyuhyun. Karena dulunya Kyuhyun berpacaran dengan Siwon yang mendapat respon sangat baik dari fans. Ketika mereka putus, banyak fans yang berharap mereka berbaikan kembali.

Manajemen mereka berpikir akan sangat tidak bijaksana mengumumkan hubungan Kyuhyun dan Yunho pada publik di tengah kisruh seperti ini. Bisa-bisa ELF dan Cassiopeia saling hujat. Karena yang namanya fans, pastinya menginginkan idolanya berpasangan dengan idola yang mereka suka kan? Dalam hal ini, ELF suka Kyuhyun bersama Siwon. Manajemen tidak yakin kedua pihak akan setuju Yunho dan Kyuhyun berpacaran. Jadi, ada baiknya hubungan mereka disembunyikan dulu dan membiarkan isu yang ada berlanjut.

“Semua memikirkan apa kata publik, bagaimana reaksi mereka, bagaimana perasaan mereka.. Tidak seorangpun mau tahu bagaimana perasaanku.” Kata Kyuhyun lagi.

Changmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menghadapi Kyuhyun yang tengah dirudung cemburu memang agak susah.

“Kyu, intinya kau dan Yunho hyung saling memiliki kan? Intinya juga ia mencintaimu lebih dari siapapun. Jadi untuk apa kau perdulikan hal-hal bodoh itu?”

Kyuhyun baru akan menjawab ketika dilihatnya dua sosok lain yang dikenalnya memasuki bar. Salah satunya sudah pasti manager Kim. Satu orang lagi adalah..

“Siwon hyung..!” jerit Kyuhyun gembira. Ia hendak berjalan ke tempat Siwon tapi Changmin segera menahan lengannya.

“Kyu, jangan cari perkara.”

“Aku tidak cari perkara. Aku hanya ingin menyapanya.” Kata Kyuhyun seraya menepiskan tangan Changmin.

Kyuhyun mendekati Siwon dan manager Kim dengan gembira. Ia memeluk keduanya bergantian lalu tangan Siwon membelai surai Kyuhyun seraya tersenyum manis.

Yunho yang sudah selesai menerima telepon dari Ara segera menghampir Changmin dan menanyakan sesuatu. Keduanya terlihat bicara dengan serius. Tak jarang mereka melirik Kyuhyun yang tengah berceloteh riang dengan para hyungnya.

Yunho menarik nafas panjang karenanya. Diraihnya botol besar berisi minuman keras di depannya lalu menenggak isinya hingga hampir setengah. Kembali ia melirik Kyuhyun. kekasihnya itu tengah bercengkrama dengan Siwon dan keduanya tertawa riang.

Ia lalu kembali menenggak isi botol itu dengan ganas, tak peduli Changmin yang melarangnya berkali-kali. Bahkan Donghae sudah hadir disana dan berupaya merebut botol minumannya.

Ditundukkan kepalanya di meja. Lelah, pusing dan kantuk menyerangnya. Tapi panas di hatinya lebih menguasainya. Ia cemburu.

*

kyu pout milkywayoo7

To Be Continued..

PS : Congratulation for Macchiato, the second winner of Challenge Me. Here’s your story..