Dinner Date

Title                 : Dinner Date

Starring           : Shim Changmin, Cho Kyuhyun.

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff.

Warn               : BL, Typo (es), No Conflict.

Lanjutan dari drabble kemarin. Voice of Love –> Because I Love You –> Dinner Date. Kali ini udah termasuk oneshot.

“Hyung.. cepat! Kenapa kau lama sekali, sih?”

Teriakan tersebut membahana dalam salah satu kamar hotel suite room dikawasan Guangzhou, China.

“Haish! Sabar sedikit Changmin-ah! Hyung belum selesai berpakaian.” Sahut suara yang tak kalah memekakan telinga terucap dari seseorang dari balik pintu kamar hotel yang masih tertutup.

Teriakan tersebut jelas saja mengundang decakan sebal dari seorang pria yang tengah duduk santai disofa ruang tamu kamar hotel yang mereka tempati sejak kemarin. Gerutuan terdengar terlontar dari bibir lebar sexy-nya.

Sesekali ia merutuki kebiasaan seorang Jung Yunho, Leader sekaligus Hyung-nya yang memiliki kebiasaan menghabiskan waktu mandinya hingga mengalahkan durasi mandi seorang wanita. Entah apa saja yang dilakukan lelaki Jung itu didalam kamar mandi yang sempit dan lembap itu hingga ia betah berlama-lama disana.

Namun, gerutuannya terhenti kala ia mendengar notifikasi pesan terdengar di iPhone-nya. Senyumnya terukir ketika ia melihat dari siapa pesan tersebut terkirim.

Kau sudah take-off?

 

Ia terkekeh pelan membaca pesan singkat yang terkesan acuh itu. Tak ada kalimat manja ataupun sapaan manis yang tertera dipesan tersebut seperti biasanya.

Changmin, pria yang tengah duduk disofa, menghela nafas pelan. Menghadapi sikap Kyuhyun yang tengah merajuk memang membutuhkan cadangan ekstra kesabaran dan keteguhan demi membuat lelaki manis itu ‘jinak’ kembali.

Belum, baby..

Aku masih menunggu Yunho Hyung.

BabyKyu, berhenti mengacuhkanku seperti ini T_T

Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu?

 

Meskipun ia menganggap jika Kyuhyun yang tengah merajuk terlihat menggemaskan, namun ia sesekali merasa jengah juga karenanya.

Tidak ada sapaan manis, rengekan manja dan tak ada kontak fisik diantara mereka. Bahkan dengan kejamnya Kyuhyun memberlakukan aturan dimana ia tak boleh mendekatinya kurang dari radius 5 meter.

Beruntung meski dalam setiap mode merajuknya, Kyuhyun akan selalu membalas semua pesan ataupunn mengangkat telepon darinya. Ia tahu, Kyuhyun paham betul dengan ketidaksukaannya akan seseorang yang menghindar ketika berada dalam suatu masalah. Dimasa lalu, Ia bahkan pernah putus dengan yeojachingu-nya ketika mereka tengah terjadi konflik, namun sang gadis malah mengabaikan dan menghindar darinya tanpa memberikan konfirmasi dan penyelesaian yang jelas. Tentu saja itu hanya salah satu bagian dari masa lalunya, sebab kini yang ada dihatinya hanyalah Cho Kyuhyun seorang. Pria manis pemilik suara caramel macchiato yang saat ini tengah merajuk padanya karena rasa cemburu.

Sedikit banyak ia merasa kesal dengan adanya kemajuan teknologi yang serba canggih seperti saat ini. Sebab karena hal tersebutlah hingga membuat Kyuhyun-nya melihat foto-foto dirinya dengan Victoria yang beredar di sosial media dengan cepat dan berujung pada pria Cho itu terbakar api cemburu dan mengacuhkannya.

Oh ayolah, foto tersebut bukan berarti apa-apa. Penggemarnya pun pasti akan menebak jika ia menghadiri acara after party itu tidak lain hanyalah formalitas belaka. Karena Yunho yang lebih memilih untuk beristirahatlah hingga mau tidak mau ia yang harus hadir diacara tersebut. Tentu saja tanpa mengesampingkan fakta jika terdapat banyak makanan diacara tersebut yang membuatnya –sedikit- antusias. Ia bahkan hanya mengenakan sandal hotel pada saat pesta tersbut digelar.

Perkara bagaimana ia bisa tertangkap kamera berdekatan dengan Leader f(x), bukanlah suatu kesengajaan yang ia lakukan. Ia masih mengingat ultimatum Kyuhyun beberapa saat lalu yang melarangnya untuk mendekati dan menebar pesona pada wanita.

Pada saat itu, ia yang tengah mengambil wine disalah satu meja dihampiri oleh salah seorang Event Manager, yang notabenenya orang China, acara konser yang malam itu selenggarakan. Salahkan kemapuan bahasa Mandarinnya yang kurang mahir. Victoria yang pada saat itu berada tak juah darinya pun berinisiatif menghampirinya dan sang Event Manager demi menjadi seorang translator dadakan.

Ya.. Kyuhyun-nya cemburu pada Victoria. Pada wanita yang pernah membuatnya terlibat dalam skandal paling mencengangkan sekaligus menggelikan, spoon scandal.

Cling..

Tak sampai semenit balasan pesannya datang.

Aku tidak mau tahu.

Aku ingin nanti malam kita berdua K-E-N-C-A-N!

Jika tidak, jangan harap aku akan memaafkanmu!

***

Dinginnya malam dimusim gugur sama sekali tak menjadi masalah bagi salah satu pasangan yang tengah menjalankan aksi kencan tengah malamnya. Changmin dan Kyuhyun. Keduanya kini tengah berada didalam mobil yang tengah melaju di jalanan kota Seoul yang lengang. Tanpa menghiraukan cuaca dingin yang serasa menusuk tulang, Changmin pun dengan senang hati menuruti permintaan Kyuhyun atas paksaan kencannya.

Beruntung aksi merajuk Kyuhyun dapat berakhir setelah berbagai macam penjelasan, bujukan dan rayuan Changmin lancarkan untuk membuat Kyuhyun percaya. Ia bahkan sampai meminta tolong pada Victoria untuk membantu menjelaskan pada Kyuhyun yang sialnya malah membuat Kyuhyun menuduh dan menganggap dirinya dan gadis tersebut begitu akrab.

Waktu kini bahkan telah menunjukkan pada angka 01.00 a.m. Namun hal tersebut sama sekali tak menjadi kendala bagi mereka. Semakin larut malah semakin bagus. Kemungkinan mereka akan menjadi pusat perhatian orang banyak atas status public figure pun mengecil.

Selain karena alasan tersebut, karena kendala jadwal Kyuhyun yang padat atas promosi album serta musikalnya pula yang membuat mereka baru bisa melakukan kencan ditengah malam seperti saat ini

Kali ini mereka berdua tengah menuju kearah salah satu rumah makan hot pot dipusat kota Seoul, Haidilao. Rumah makan tersebut merupakan salah satu cabang dari China. Dimana beberapa bulan yang lalu saat SMMTOWN Shanghai, pada tengah malam Kyuhyun pernah merengek padanya untuk makan di rumah makan favoritnya dengan ditemani Heechul yang menahan kantuk.

Changmin yang tengah mengemudikan mobil mereka, melirik kearah Kyuhyun yang duduk disisinya. Ia tersenyum sekilas mendapati sang kekasih yang tengah menyenandungkan lagunya sendiri, at Gwanghwamun , dengan sepenuh hati. Berapa kalipun ia mendengar suara Kyuhyun, ia tek pernah bosan akan suara indah miliknya.

Salah satu tangannya meraih tangan kanan Kyuhyun dan menggenggamnya lembut yang membuat maknae Super Junior itu sedikit terkejut.

“Ada apa minnie?”

Changmin tak menjawab. Ia kemudian mengecup punggung tangan Kyuhyun dengan lembut.

Saranghae.” Ucap Changmin lirih menyerupai bisikan. Tatapannya kembali fokus keraah jalan.

Kyuhyun mengerjapkan matanya cepat atas perlakuan Changmin yang tiba-tiba. Tak sampai lima detik kemudian, wajah Kyuhyun memerah karena malu. Beruntung cahaya dalam mobil yang temaram hingga dapat menyembunyikan rona merah tersebut.

Changmin bukannya tak menyadari perubahan Kyuhyun, ia sangat tahu jika kekasihnya pasti saat ini tengah merona malu. Namun ia lebih memilih fokus pada jalan dihadapannya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun.

Dan sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan pun, Kyuhyun sama sekali tak berkutik ditempat duduknya dengan rasa hangat yang berasal dari genggman tangan pria terkasihnya.

***

“Kau carilah meja terlebih dahulu, biar aku yang mengambil makanannya.” Pinta Changmin pada Kyuhyun ketika mereka telah sampai di rumah makan tujuan mereka.

Dengan patuh Kyuhyun pun menuruti permintaan Changmin.

Suasana kedai yang lengang membuat Kyuhyun tak perlu waktu lama untuk menemukan tempat yang strategis. Ia memilih tempat disalah satu sudut ruangan yang menurutnya memberi mereka, ia dan Changmin, sedikit privasi.

Ia sempat menunggu Changmin beberapa saat. Namun karena ia tidak sabar, ia pun memiih untuk menghampiri Changmin yang terlihat tengah meilih menu makanan.

“Minnie?”

Ia menarik ujung jaket Changmin yang membuat pria tinggi itu menoleh.

“Kemarilah.. kau mau memilih apa, hm?”

Kyuhyun pun memilih beberapa potong daging, telur dan beberapa jenis saus yang diletakkan pada nampan yang Changmin bawa. Ia sedikit heran dengan isi nampan tersebut yang berisi cukup banyak sayuran. Tetapi mengingat bagaimana keampuan makan pria yang telah menjadi kekasihnya beberapa tahun itupun membuatnya maklum.

*

“Kyu, say Aah~”

Kyuhyun memandang horor pada Changmin yang saat ini tengah menyodorkan sejumput sawi padanya. Ia yakin pria dihadapannya itu tahu jika ia sangat membenci makanan berjenis sayuran. Tapi kenapa tiba-tiba ia berniat menyuapi jenis makanan yang ia tidak ia sukai itu?
“Baby..”

“Kau tahu aku benci sayur kan, Minnie..” Tolak Kyuhyun menyerupai rengekan.

Changmin tersenyum manis, “Aku tahu. Tapi walau bagaimanapun, kau tetap tidak bisa mengabaikan manfaat dari sayur, Kyuhyunnie.”

Kyuhyun tak perlu mempelajari ilmu kedokteran ataupun ahli gizi demi mengetahui manfaat dari sayur. Meskipun demikian, demi jumlah penggemarnya yang tak dapat dikatakan sedikit, ia sangat membenci SAYUR. Dan mendapati kekasihnya sendiri memaksanya untuk memakan jenis makanan yang ia benci membuat ia sedikit.. sedih?

“Hiks..”

Mata Changmin terbelalak kaget demi mendengar isakan yang tiba-tiba terdengar.

Babykyu?” Panggil Changmin panik, buru-buru ia mencampakan sayur yang beberapa saat lalu hendak disuapkan pada Kyuhyun, dan segera menghampiri pria berkulit pucat yang kini tengah berlinangan air mata itu dan memeluknya erat.

“Omo! Kyuhyunnie.. jangan menangis, baby. Maaf.. maafkan aku, ne?” Ia merengkuh tubuh Kyuhyun yang kini bersandar pada bahu lebar Changmin.

“Hiks..”

Babykyu..”

“Hiks.. aku tidak mau hiks.. makan sayur, Minnie. Hikss..”

Ne, ne. Uljimma. Maafkan aku, Kyu. Aku janji tidak akan pernah memaksamu makan sayuran itu lagi. Mianhe..” Panik Changmin menenangkan Kyuhyun dengan mengusap punggung pria yang lebih kecil darinya itu dengan sayang.

Karena reaksi paniknya tersebut, membuat ia tidak menyadari kekehan tanpa suara milik Kyuhyun yang sarat akan kemenangan terlihat dari balik bahu maknae TVXQ tersebut.

ChangKyu Dinner Date

END

Advertisements

Because I Love You

Title                 : Because I Love You

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Pair                  : ChangKyu (MinKyu)

Genre              : BL, Romance, Fluff, Drabble.

Warn               : BL, Typo (es)

Written           by Macchiato94

Disclaimer       : Terinspirasi dari salah satu fanacc tentang Kyuhyun yang kurang sehat hari ini dan Changmin yang pergi ke Guangzhou dalam waktu yang bersamaan. Timeline disesuaikan dengan cerita. Jadi harap maklum kalo ada beberapa scene yang tidak sesuai dan terkesan mengada-ada.

“..besok pagi pukul delapan aku akan menjemputmu di dorm dan kita langsung menuju studio Mnet untuk pre-recording. Selanjutnya kau ada wawancara dengan salah satu majalah. Dan kau ada waktu luang sampai malam sebelum kita ke MBC untuk rekaman Radio Star. “

Rentetan suara tersebutlah yang terdengar mengisi keheningan didalam sebuah Van yang tengah melaju membelah kota Seoul siang itu

Minhyung, salah satu manajer Super Junior yang bertugas mengatur jadwal Kyuhyun memaparkan schedule untuk esok hari. Lelaki paruh baya itu menoleh kesamping demi tidak mendapati respon apapun dari Kyuhyun yang ternyata tengah fokus pada PSP ditangannya.

Ia baru saja akan menjitak kepala artis yang telah ia anggap sebagai adiknya itu ketika kemudian ia mendapati ponsel Kyuhyun yang berkelap-kelip. Tanda ada panggilan masuk.

“Kyuhyun-ah, sepertinya ada panggilan masuk diponselmu.” Ujar Minhyung memberitahukan.

“Eh?” Pria manis itupun mengalihkan perhatiannya dari benda yang tak dapat terpisahkan dari hidupnya itu. Ia pun meraih ponsel berwarna emas yang tergeletak disisinya.

Shim Chwang Calling

Senyumnya merekah ketika ia melihat nama yang tertera di iPhone-nya.

“Minnie~” Ucapnya riang. Ia merasa senang tiap kali ia mendapat telepon dari pria bernama Shim Changmin itu. Terlebih sudah beberapa jam ia berpisah dengan sang kekasih. Terhitung sejak tadi pagi ia pergi ke Guangzhou, China.

“Kyu.. kau sedang sibuk, baby?” Tanya Changmin dengan nada memastikan.

“Nng.. tidak juga. Sekarang aku sedang ada dimobil untuk menuju ke teater drama musikalku, Changmin-ah.” Jawab maknae Super Junior itu dengan jujur. “Kau sendiri sedang apa? Apa kau sudah sampai di Guangzhou?”

Ne. Aku baru saja check-in hotel dan langsung meneleponmu.” Jawab Changmin tenang. Sungguh. Baru beberapa jam saja ia berpisah dengan Kyuhyun-nya, ia kini telah merindukan makhluk manis dan imut tercintanya itu kembali.

Namun kali ini ada alasan lain mengapa ia begitu ingin segera menghubungi kekasihnya pasca ia menginjakan kaki dibumi China tempatnya berada saat ini.

“Bagaimana keadaanmu?”

“Eh?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, “A..Aku baik-baik saja..”

Jawabnya dengan sedikit tergagap. Ia tidak menlyangka jika Changmin akan menanyakan hal tersebut tanpa tedeng aling. Setidaknya jawabannya tidak terlalu mengada-ada tentang kondisinya saat ini pada Changmin. Ia memang baik-baik saja selain suhu tubuhnya yang kini diatas normal dan tubuhnya yang terasa lelah luar biasa tentunya.

Changmin yang menanyakan keadaaan dirinya memanglah bukan suatu hal yang aneh, mengingat tiap kali mereka berkomunikasi pasti Changmin pun akan menanyakan kabar ataupun keadaannya. Namun ia sedikit heran dengan intonasi pria bertubuh tinggi itu yang terdengar datar dan terkesan menuduh.

“Aku tahu kau tidak jujur, Cho Kyuhyun.”

Sial! Kyuhyun merutuk dalam hati. Entahlah. Ia kadang heran pada Changmin yang seperti lie-detector karena selalu bisa mengetahui kapan ia berbohong atau tidak.

“….”

“Kyuhyun-ah.”

“…….”

“Shim Kyuhyun.”

“YA! Kau mau dipukul Aboji-ku karena mengganti namaku sembarangan, Shim Changmin?” Seru Kyuhyun terdengar kesal. Meskipun demikian, tak dapat dipungkiri jika pria Cho itu pun merasa tersipu yang berimbas pada kedua pipi putihnya yang kini merona merah atas panggilan marga tersebut.

Sementara sang Manajer yang duduk disisinya hanya menggelengkan kepalanya maklum dengan tingkah laku artisnya yang sudah sering ia jumpai. Berpura-pura kesal ketika digoda oleh maknae TVXQ itu padahal sebenarnya senang juga.

“Justru aku akan dilarang bertemu denganmu jika calon menantunya ini melalaikan tugas untuk memantau keadaan putra kesayangannya, babykyu

“Terus saja meracau kau, Shim.”

“Hmm..”

“Hey, kau marah?” Tanyanya was-was. Walau bagaimanapun ia tetap merasa takut jika Changmin marah, meskipun lebih tepat disebut merajuk, padanya.

“…..”

Kyuhyun menghela nafas pelan menghadapi Changmin yang mulai melancarkan aksi diamnya. Tanda-tanda awal ketika ia mulai merajuk.

“Aku baik-baik saja, Changmin-ah. Memang aku merasa sedikit tidak enak badan karena kelelahan. Tapi setelah musikalku hari ini selesai, aku pasti akan istirahat. Lagipula Minsung Hyung sudah memberiku vitamin dan obat tadi pagi. Jadi berhentilah mengkhawatirkanku.” Papar Kyuhyun panjang-lebar memberi pengertian pada kekasihnya.

Ia tak menyangkal jika dirinya merasa tersentuh atas perhatian sang kekasih. Namun terkadang muncul rasa bersalah kalau-kalau ia menambah beban pikiran Changmin.

“Sesering apapun kau memintaku untuk tidak mengkhawatirkanmu, disaat itu pula aku akan semakin intens memantau keadaanmu, Baby.” Sahut Changmin dengan nada lembut.

Sungguh, seandainya ia berada di negeri yang sama dengan pria terkasihnya itu, ia pasti akan segera memeluknya dan memaksanya untuk beristirahat.

Melobi Manajer Super Junior untuk mengatur ulang jadwal Kyuhyun bukanlah perkara yang sulit baginya. Beberapa kali hal tersebut ia lakukan dan salah satu hasilnya, sebulan yang lalu ia pun berhasil ‘menculik’ Kyuhyun ke Pulau Jeju tepat setelah konser SuperShow Seoul berakhir meskipun tetap dengan pengawasan sang Manajer.

“Kenapa kau begitu perhatian padaku, Changmin-ah?” Pertanyaan retoris yang tak perlu jawaban. Karena ia sendiri pun mengetahui dengan jelas akan seperti apa jawaban Changmin atas pertanyaan yang baru saja ia lontarkan. Tentu saja…

“Karena aku mencintaimu. Karena kau adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan karena kau adalah Cho Kyuhyun-ku.” Jawab Changmin lugas dan penuh keyakinan.

Sontak saja kalimat-kalimat tersebut membuat Kyuhyun terkekeh geli sekaligus malu.

Gomawo..” Cicit Kyuhyun lirih.

Cheonma, Chagi..” Sahut Changmin dengan sumringah.

Ah, ia bahkan bisa membayangkan jika Kyuhyun-nya kini pasti tengah tersipu dengan kedua pipinya yang memerah dan membuatnya semakin imut.

“Omong-omong, bagaimana kau tahu keadaanku sedang kurang baik, Minnie?” Tanya Kyuhyun setelah ia tersadar kembali dari rasa malu-malunya.

“Tentu saja karena kau adalah belahan jiwaku, Kyuhyunnie..” Tukas Changmin cepat.

Kyuhyun memutar bola matanya jengah menanggapi kalimat kekasih yang berusia lebih muda beberapa hari darinya.

“Jawaban yang menggelikan, Shim Changmin.” Cibir Kyuhyun sinis yang membuahkan tawa dari lawan bicaranya.

Changmin terkekeh, “Hey, kau tidak percaya padaku, baby?”

“Aku tidak akan mempercayai jawaban tidak masuk akal seperti itu..”

Belum sempat Changmin menanggapi pernyataannya, lamat-lamat ia mendengar suara seseorang, yang ia yakini sebagai Yunho, memanggil nama kekasihnya.

“Yunho hyung?”

“Ne. Dia mengajakku rehearsal untuk acara nanti malam..” Jawab Changmin terdengar enggan. Padahal ia masih ingin berlama-lama mengobrol dengan Kyuhyun-nya.

“Kyu, Aku tutup dulu teleponnya, ne? Aku akan bersiap rehearsal dulu untuk nanti malam. Jaga dirimu baik-baik dan segera istirahat jika pekerjaanmu sudah selesai. Arra?” Ultimatum Changmin dengan nada tegas.

“Hhm. Lekaslah bersiap. Dan kuperingatkan padamu Shim, jangan karena kau jauh dariku kau berani mencoba-coba menebar pesona ataupun mendekati makhluk berjenis wanita disana. Saranghae..”

Kyuhyun pun segera memutus sambungan telepon tanpa mempedulikan gelak tawa Changmin yang terdengar dari line seberang.

 tumblr_m4xjxcfs6l1r00zjmo1_1280_mh1407468870177END

Sekedar coretan iseng belaka yang tiba-tiba muncul setelah baca fanacc kalau Kyuhyun hari ini lagi kurang sehat. Semoga lekas sembuh, Cho Kyuhyun 🙂

Dan sesudahnya aku minta maaf untuk para readers. Kalo sementara ini aku baru bisa update drabble dan belum bisa update Fanfict chapter yang lain *deepbow*. Salah satu kendalanya karena laptopku lagi rusak dan mungkin (semoga nggak) data-datanya pada hilang termasuk draft-draft FF 😦

Lovely Day

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Jung Yunho, etc.

Pair : ChangKyu (MinKyu)

Rate : PG-13

Genre : BL, Fiction, Fluff, Romance

Warn : BL, OOC, Typo (es)

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka dan bersifat hiburan semata. Semua tokoh milik Tuhan, orang tua dan diri mereka masing-masing.

Klik!

Sungmin memicingkan kedua matanya ketika ia membuka pintu kamar dengan disambut sinar lampu yang baru ia nyalakan. Ia mengusap matanya mencoba menyesuaikan keadaan sekitar.

Dengan langkah gontai karena rasa kantuk yang masih menderanya, ia pun melangkah menuju dapur. Bersiap melakukan rutinitasnya dipagi hari. Memasak serta menyiapkan sarapan untuk member-nya dengan berniat membasuh wajahnya di kamar mandi terlebih dahulu.

Namun, belum sempat ia membuka pintu kamar mandi, perhatiannya teralihkan pada sumber suara yang terdengar dari arah belakang tubuhnya.

Ia membalikkan tubuhnya dan melihat seorang lelaki tengah berdiri didepan konter dapur    dengan posisi yang membelakanginya. Dengan perlahan ia pun melangkah menghampiri seseorang yang tengah bergumam menyanyikan sebuah lagu.

“Kyu?” Panggilnya seraya menepuk pelan pundak seseorang yang ternyata adalah maknae-nya.

Aigoo! Hyung! Kau mengagetkanku!” Pekik Kyuhyun terkejut. Terlebih ketika ia mendapati sosok Sungmin yang telah berdiri disisinya dengan rambut yang berantakan akibat bangun tidur.

Sungmin hanya terkekeh meminta maaf melihat reaksi Kyuhyun yang menurutnya berlebihan. Kyuhyun mendelik sekilas pada pria tersebut. Namun, sedetik kemudian ia mengalihkan perhatiannya kembali pada apa yang sedang ia lakukan. Pria manis ahli martial arts itupun mencebikan bibirnya ketika ia merasa diacuhkan oleh Kyuhyun.

“Hey, Kau serius akan memberi kejutan ulang tahunnya sekarang?” tanyanya skeptis pada adik bungsunya yang tengah mengeluarkan sebuah kue kecil dari freezer.

Ia sedikit ragu dan takjub dengan rencana Kyuhyun yang bertekad untuk ‘memberi Changmin kejutan’ di hari ulang tahunnya. Saat ini waktu bahkan baru menunjukan pukul 4.30 dini hari. Dan ini diluar kebiasaan Kyuhyun yang sama sekali bukan tipe morning person. Jangankan untuk menyiapkan sepotong kue, untuk membuka matanya pun ia sangat enggan sebelum hyung-deul yang membangunkannya.

Oh, dia lupa jika apa yang Kyuhyun lakukan kali ini ia dedikasikan spesial untuk seseorang yang ia klaim sebagai kekasih tercintanya.

Kyuhyun hanya bergumam menjawab pertanyaan tersebut.

“Bagaimana menurutmu, hyung?” Tanya Kyuhyun dengan wajahnya yang berbinar seraya mengangkat sebuah kotak kecil berisi kue tart mini berbentuk hati ditangannya.

Sungmin tak langsung menjawab. Ia mengamati sejenak kue ditangan Kyuhyun dengan seksama. Hanya sepotong kue tart berlapis cream dan taburan choco chips. Ukurannya bahkan terlalu  imut untuk sekedar kue ulang tahun. Terlebih mengingat untuk siapa kue itu akan diberikan nantinya yang seorang food monster.

“Masih sama seperti kemarin kau membelinya di bakery, Kyu. Tak ada perubahan sama sekali. Kecuali… coklatnya yang kini sedikit meleleh.” Ucapnya tanpa tedeng aling yang berhasil membuat Kyuhyun merengut.

Ia tahu mantan room mate-nya itu tengah menggodanya. Serupa dengan yang Kangin lakukan kemarin. Mereka berdua dengan sepenuh hati mentertawakannya ketika ia mengatakan jika  kue tersebut ia beli khusus untuk ulang tahun Changmin hari ini.

Ayolah, dia tak punya cukup waktu luang untuk belajar memasak lagi dan membuat kejutan seperti tahun kemarin. Salahkan saja schedule-nya yang tak kalah padat dengan sang kekasih yang dalam masa promo album.

Pada akhirnya, setelah ia sempat pusing memikirkan apa yang akan ia lakukan untuk merayakan ulang tahun kekasih tiangnya itu, ia pun berinisiatif untuk membeli kue ulang tahun dan akan mengantarkannya ke apartemennya tepat pada pukul 5 dini hari. Waktu dimana Changmin-nya lahir ke dunia 27 tahun yang lalu. Bukankah ia kekasih yang sangat perhatian?

“Kau sama sekali tidak lucu, hyung.” Sahut Kyu sarkatik dan segera menjauhkan kue tersebut dari tangan usil Sungmin yang berniat mencolek lelehan cokelat kue-nya. Dengan cekatan ia pun memasukan kue tersebut kedalam dus dan menutupnya dengan sangat hati-hati.

Tanpa berpamitan terlebih dahulu, ia pun dengan santai berlalu meninggalkan Sungmin yang masih mematung ditempatnya.

*

Cklek!

Suara tersebut terdengar bersamaan dengan pintu sebuah kamar yang terbuka. Kyuhyun  perlahan menutup kembali pintu dibelakangnya. Dengan langkah berjingkat, ia pun berjalan menghampiri sosok seseorang yang masih tampak terlelap diatas tempat tidur. Ia lalu meletakan kue yang  sudah terdapat dua lilin yang menyala telah ia persiapkan di meja nakas  yang berada disisi tempat tidur.

Beruntung pria tampan berwajah kekanakan pemilik aparetem tersebut tidak terganggu dalam tidurnya saat ia menyalakan lampu kamar. Hingga kini ia dapat mengamati fitur wajah kekasihnya yang masih terlelap dengan sempurna.

Kyuhyun melirik jam analog yang berada disisi lampu meja. Masih ada waktu lima belas menit sebelum pukul 5 untuk ia membangunkan Changmin. Segera saja ia merebahkan tubuhnya disisi maknae DBSK dengan meletakan kepalanya tepat didada Changmin.

Ia memejamkan matanya sejenak. Mencoba meresapi irama detak jantung pria terkasihnya yang terdengar ritmis dengan sesekali membelai dada bidangnya yang hanya tertutupi kaus tak berlengan yang ia kenakan.

Perlahan ia pun mendongakkan wajahnya hingga kini tepat berada didepan wajah polos Changmin.

‘Minnie-ku benar-benar tampan.’

Pujinya dalam hati. Pujian yang sangat jarang ia ucapkan secara langsung meskipun Changmin berkali-kali memohon padanya. Sebenarnya, bagi Changmin sendiri, tak sedikit orang-orang yang mengagumi ketampanan dan pesonanya. Namun ucapan kekaguman tersebut tentu saja tak akan sebanding  jika ia mendengarnya langsung dari bibir kekasih imutnya yang dapat dihitung dengan jari mengatakan hal tersebut.

Tak tahu saja kau Shim Changmin jika Cho Kyuhyun sangat mengagumi ketampananmu itu.

“Minnie~” Ucapnya seraya memberi beberapa kecupan dibibir Changmin yang mengatup.

Kyuhyun mencebikan bibirnya tak suka saat Changmin sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Tak habis akal, ia pun mulai berbisik dan meniup-niup telinga pria jangkung yang ditindihnya.

“Changminnie, bangun…”

“…”

“Minnie…”

Tetap tak ada reaksi. Baiklah, itikad baik Kyuhyun untuk membangunkan Changmin-nya  dengan cara yang romantis dihari ulang tahunnya musnah sudah saat ini.

“Yaaa! Bangun Shim Chwang!” Teriaknya seraya menjambak kasar rambut Changmin yang mulai memanjang.

Tentu saja tindakan sadis tersebut membuahkan pekikan kaget dan kesakitan Changmin. Seketika itu juga pria bermarga Shim itu bangkit dan memegangi kepalanya yang terasa nyeri dan pening karena jambakan dan dibangunkan dengan paksa.

“Ssshh… apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?” Erangnya dengan masih memegangi   kepalanya. Kyuhyun yang kini duduk dihadapan Changmin hanya menatap pria itu sebal. Tak peduli dengan apa yang tengah pria itu rasakan.

Ia mengabaikan Changmin yang masih mengerang untuk meraih tart yang telah ia pasang lilin dengan angka 27.

Happy birthday, My love Shim Chwang~”

Seru Kyuhyun riang dengan membawa tart tersebut ke depan wajah Changmin. Changmin sendiri yang awalnya masih sibuk dengan erangannya sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat. Dan beberapa menit sesaat, ia hanya mampu mengerjapkan matanya cepat.

Terlebih saat ia mendengar suara caramel macchiato voice kesukaannya itu mengalunkan lagu selamat ulang tahun untuknya.

“Ayo Minnie. Ucapkan permohonanmu lalu kau tiup lilinnya, ya?” Pinta Kyu dengan  sumringah. Sepertinya rencana surpsrise-nya berhasil. Terbukti dengan reaksi Changmin yang seperti kehabisan kata-kata dengan menatapnya tak percaya.

Lalu Changmin pun menangkupkan kedua tangan dan memejamkan matanya. Mengucapkan permohonannya yang tak pernah berubah selama tiga tahun belakangan ini. Tidak lain  ingin terus bersama Kyuhyun disisinya, serta dapat membahagiakan Kyuhyun-nya.

Dan jantung Changmin terasa berdesir ketika ia membuka matanya dan mendapati Kyuhyun yang tersenyum sangat manis.

Ia pun meniup lilin tersebut dan segera disambut dengan pelukan erat yang ia terima dari Kyuhyun.

“Selamat ulang tahun, Minnie~” Bisik Kyuhyun diceruk leher Changmin, “Saranghe..” ucapnya yang dilanjutkan dengan sebuah kecupan bibirnya.

Tentu saja kecupan tersebut disambut dengan antusias oleh Changmin. Dengan sigap ia segera melingkarkan tangannya dipinggang Kyuhyun dan memperdalam ciuman mereka. Tautan bibir mereka terlepas ketika pria berwajah tampan itu merasakan nafas Kyuhyun yang mulai tersengal.

Gomawo, chagi…” Ucap Changmin kembali mengecup bibir Kyuhyun yang semakin memerah.

Kyuhyun tersenyum dengan pipinya yang mulai merona. Seperti tersadar, ia pun menyerahkan kue yang masih ada ditangannya pada Changmin yang beruntung tidak rusak karena pelukan mereka beberapa saat lalu.

Aigoo, kenapa kuenya kecil begini, Kyu?” Protesnya setelah melihat wujud kue ulang tahun pemberian kekasih manis dan imutnya. “Apa kau membuatnya sendiri,  chagi?” Tanyanya dengan wajah berbinar.

Baiklah, Ia sudah tidak terlalu mempermasalahkan bentuk dan rupa kue-nya, namun setidaknya ia akan sangat senang  jika kue imut tersebut dibuat khusus oleh Kyuhyun dengan penuh cinta untuknya.

Dan harapan Changmin seketika terpupus ketika ia melihat Kyuhyun yang menggeleng.

Aniyo, aku membelinya di bakery kemarin, Min.” Jawabnya dengan wajah tak berdosa yang membuat perasaan Changmin serasa dipukul dengan godam keras.

Ia tahu Kyuhyun bukan tipe kekasih yang romantis, tapi tidak bisakah ia sedikit berbohong  untuk menyenangkan perasaannya? Setidaknya untuk saat ini di hari ulang tahunnya.

Ia menatap Kyuhyun dengan ekspresi datar sesaat sebelum ia benar-benar menjatuhkan  tubuhnya kembali dan bersembunyi dalam selimut. Mengindikasikan jika pria bersuara tinggi   itu tengah merajuk. Kyuhyun hanya tersenyum jahil melihat maknae yang berpredikat dewasa dan berkharisma itu merajuk laiknya anak kecil.

“Minnie~” Panggilnya dengan nada manja dengan menindih tubuh yang tertutup selimut  tebal. Ia berusaha menahan tawanya menghadapi sifat kekanakan kekasihnya yang mulai kambuh.

“Shim Chwang, mianhe aku tidak membuat kue itu sendiri. Kemarin aku sibuk dan tidak sempat untuk belajar membuat kue pada Wookie.” Kyuhyun menarik-narik selimut yang menutupi  tubuh jangkung Changmin. Namun sama sekali tak membuahkan apapun. Changmin sama sekali tak bergeming.

Kyuhyun menghela nafas.

“Sebagai hadiah ulang tahun dan permintaan maafku, aku akan menemanimu selama seharian ini dan menuruti apapun permintaanmu. Bagaimana?” Ia mulai membujuk.

Sebenarnya selain kejutan beberapa saat lalu yang berakhir dengan merajuknya Changmin  kali ini, ia memang telah merencanakan untuk menghabiskan waktunya seharian penuh dengan  sang kekasih. Menemani apapun aktifitas pria berwajah kekanakan itu. Beruntung hari ini ia  jobless sehingga rencananya itu bisa terrealisasi.

Srak!

Dengan cepat selimut bermotif star wars itupun tersingkap. Menampilkan wajah Changmin yang menatap lekat ke manik mata coklat milik Kyuhyun.

“Benarkah? Kau tidak sedang membohongiku kan, Kyu?” Tanya Changmin dengan nada mengintimidasi. Ia sedikit ragu dengan apa yang diucapkan Kyuhyun. Bukan kali ini saja ia dijanjikan sesuatu oleh Kyuhyun dan kebanyakan diantaranya tidak ditepati.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan yang menghasilkan seringaian mengerikan dari bibir lebar milik Changmin. Ah, mood-nya seketika langsung membaik. Membayangkan selama seharian ini ia akan ditemani oleh Kyuhyun saja telah membuatnya sangat senang. Apalagi dengan Kyuhyun yang menjanjikan akan menuruti apapun permintaannya.

Dan hal pertama yang terlintas dalam benaknya adalah…

“Kalau begitu, apa aku boleh meminta jatah-ku…?”

Pintanya tanpa basa-basi yang membuat Kyuhyun mendelik kearahnya.

Hey, jangan anggap ia mesum. Bukankah suatu hal yang lumrah jika ia yang telah lebih dari satu bulan tidak menyentuh kekasihnya itu kini meminta ‘jatah’ darinya? Berterima kasihlah pada jadwal promosi album terbarunya serta sederet jadwal Kyuhyun yang membuat ia dan kekasihnya  menjadi sangat jarang menghabiskan waktu bersama.

Wajah Kyuhyun seketika memerah mendengar pertanyaan tersebut.

“A..apa yang kau katakan, Chwang? Bicaralah yang jelas!” Sahut Kyuhyun dengan gugup dan tatapannya yang menghindar dari intimidasi Changmin.

Seringaian Changmin semakin melebar, “Kau sangat tahu apa yang aku maksud…”

Kyuhyun baru saja akan bangkit dari posisinya yang dengan sigap ditahan oleh satu tangan Changmin yang menahan pinggangnya. Dan ia merasakan tangan berotot milik Changmin mulai bergerak menyusup dan mengusap ke area privatnya dari balik selimut.

“Miinh~”

“Minnie junior sangat merindukan kehangatan rumahnya, baby…” Bisik Changmin  seduktif tepat ditelinga Kyuhyun. Mengirimkan impuls dan rangsangan pada seluruh tubuh pria Cho yang menggeliat geli.

Dan dalam hitungan menit, kesunyian kamar Changmin pun tergantikan dengan suara-suara kenikmatan dari aktifitas pagi mereka.

*

“Simpan dulu PSP-mu untuk sementara, baby.” Kyuhyun mendelik kearah Changmin yang memanggilnya dengan penggilan sayangnya.

Sebenarnya panggilan baby bukanlah hal yang asing lagi baginya mengingat telah ratusan kali Changmin memanggilnya dengan panggilan yang serupa. Tapi entah kenapa ia tidak begitu menyukai jika Changmin memanggil dirinya baby jika didepan umum. Tapi toh pria tinggi itu tetap saja akan memanggilnya baby.

Saat ini mereka berdua tengah berada di studio MBC. Hari ini TVXQ memiliki jadwal pertama untuk recording Music Core untuk panggung Something mereka. Dan sesuai janjinya tadi pagi, Kyuhyun pun dengan setia menemani pria berwajah kekanakan itu.

Menuruti permintaan Changmin, ia yang semenjak berada di mobil tadi terus sibuk dengan PSP-nya itu segera mematikan benda yang ia anggap sebagai belahan jiwanya, selain Changmin tentunya.

Beberapa orang staff tersenyum dan sesekali menyapa mereka berdua ketika saling berpapasan. Bahkan beberapa diantara mereka mengucapkan selamat ulang tahun untuk Changmin.

“Aku kira kau lupa jalan menuju gedung MBC, Shim Changmin.”

Ucapan sarkatik tersebut terucap dari bibir sang leader ketika Changmin dan Kyuhyun menginjakkan kaki di ruang ganti TVXQ.

“Setidaknya aku tidak lupa membawa access card kantor SM dan menjadi bahan lelucon para  Cassieopeia, Jung Yunho.” Balas Changmin lebih sarkatik yang membuahkan kikikan  dari Kyuhyun dan beberapa back dancer mereka yang tengah mempersiapkan diri.

Yunho mendesis kesal mendengar ledekan maknae-nya.

Changmin menyeringai. Ia pun menuju meja rias dan bersiap untuk di make-up sebelum ia mengecup singkat pipi gembil Kyuhyun.

“Eoh, Kyu. Kau datang menemani kekasih setanmu itu?” Sapa Yunho yang telah selesai di make-up seraya mendudukkan diri disisi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan leader berkharisma itu, “Anyeong hyung. Lama tidak bertemu…” Sapanya ramah. Bagaimanapun Yunho merupakan hyung dan sunbae yang sangat ia segani.

“Baik. Lama tidak bertemu kau bertambah manis saja, Kyuhyun-ah.” Puji Yunho dengan mengacak rambut Kyuhyun gemas.

Wajah Kyuhyun sedikit bersemu diperlakukan seperti itu oleh Yunho. Manusia mana yang   tidak akan merasa malu dan senang jika dipuji oleh seseorang? Terlebih jika seseorang  itu adalah orang yang kau segani.

Tanpa mereka sadari, terdapat sepasang mata tajam yang terus mengawasi mereka dari pantulan cermin yang ada dihadapannya.

“Ya! Jung Yunho! Jangan kau coba-coba berani menyentuh apalagi menggoda Kyuhyun-ku!” Pekiknya memperingatkan sang leader yang kini tampak menyeringai kearahnya.

Baiklah, Changmin akui jika ia adalah seorang yang posesif. Ia tidak akan membiarkan apa yang menjadi miliknya diusik atau disentuh oleh orang lain selain dirinya. Dan melihat Yunho yang menyentuh Kyuhyun yang notabenenya adalah kekasihnya bukanlah hal yang ia sukai.

Anggap saja ia berlebihan. Tapi, bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu pada Kyuhyun. Kyuhyun-nya terlalu menarik perhatian orang lain. Salahkan pada wajah Kyuhyun yang sangat manis dan pembawaannya yang bersahabat.

Hingga karena hal tersebut tak jarang membuatnya cemburu. Sudah terlalu banyak pria dan wanita yang dipasangkan dengan kekasih manisnya itu baik dalam fanfiksi ataupun kehidupan nyata.

Dan satu diantara fanfiksi yang pernah ia baca adalah Kyuhyun-nya dipasangkan dengan   leader kebanggaannya, Jung Yunho!

Adakalanya sebuah fiksi terilhami dan berpengaruh dalam kehidupan nyata. Jadi  jangan salahkan dirinya yang mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk jika kekasihnya akan berselingkuh dengan hyung-nya itu. Terlebih saat melihat Kyuhyun-nya tersipu malu dengan skinship yang dilakukan dengan Yunho.

Yunho menyeringai. Dengan sengaja ia pun merangkul pundak Kyuhyun dan  menariknya kedalam pelukannya.

“KAU BOSAN HIDUP JUNG YUNHO!”

*

“Yunho-ssi, Changmin-ssi. Bersiaplah. Sepuluh menit lagi kalian akan naik ke panggung.” Ucap salah seorang staff memberitahu Yunho dan Changmin yang memang telah bersiap.

Para dancer terlihat tengah melakukan stretching didalam ruang ganti mereka. Begitupun Yunho.

“Minnie, menunduklah sebentar.” Pinta Kyuhyun tiba-tiba pada Changmin yang tengah memasang michrophone-nya.

“Ada apa, Kyu?” Meski heran, Changmin pun tetap menuruti permintaan Kyuhyun untuk menunduk sedikit dihadapan Kyuhyun.

“Rambutmu terlihat sedikit berantakan, Minnie.”

Lagi, perasaan Changmin terasa berdesir menyadari perhatian Kyuhyun yang kini tengah merapikan rambutnya yang memanjang. Banyak orang bahkan fans-nya sekalipun yang protes dengan model rambutnya saat ini.

Namun Kyuhyun tak pernah ambil pusing dengan bagaimanapun model rambutnya. Sebab menurutnya ia tetap terlihat tampan dimatanya. Betapa Changmin sangat bahagia ketika mendengar komentar tersebut ketika ia meminta pendapat Kyuhyun mengenai model   rambut apa yang terlihat cocok baginya.

“Kau tak perlu repot-repot merapikan rambut berantakannya itu, Kyuhyun-ah.”

“Diam kau, hyung. Bilang saja kau iri padaku yang memiliki calon istri idaman seperti Kyuhyun.” Sela Changmin puas. Sepertinya ia masih memiliki dendam pada leader-nya yang beberapa saat lalu berani memeluk Kyuhyun.

Plak!

“Aww, Kyu. Kenapa memukul kepalaku?” Erang Changmin saat ia merasakan jitakan Kyuhyun dikepalanya.

“Jangan berbicara sembarangan, Shim. Siapa yang mau jadi istrimu, tiang?”

“Tentu saja kau, Kyu baby. Kau kan calon istri dan pendamping hidupku dimasa depan kelak.”

Sontak saja jawaban Changmin membuat Kyuhyun malu dan salah tingkah. Changmin tersenyum melihat reaksi pria berkulit pucat dihadapannya yang membuat kadar kemanisannya makin meningkat. Ia pun menyentuh dagu Kyuhyun untuk mendongak menatapnya dan mengusap pipi Kyuhyun yang merona.

Ia baru saja akan mendaratkan ciumannya pada bibir Kyuhyun yang selalu menggodanya saat suara berat Yunho menginterupsi pergerakannya.

“Berhenti menggombal dan berbuat mesum, Changmin-ah. Begegaslah ke panggung. Cassieopeia sudah menunggu kita.”

Changmin mendecih karena kegiatannya diganggu. Namun tak urung ia pun menuruti instruksi sang leader dengan sebelumnya mencuri kecupan kecil dibibir Kyuhyun.

*

          Changmin merebahkan tubuh Kyuhyun dengan hati-hati di tempat tidur miliknya. Menempatkan pria yang ia cintai itu untuk mengistirahatkan dirinya dalam posisi senyaman mungkin.

Ia mengamati wajah damai Kyuhyun yang terlelap. Mungkin karena terlalu lelah dengan aktifitasnya hari ini, membuat Kyuhyun tertidur dengan sangat nyenyak.

Kyuhyun menepati janjinya sepenuhnya hari ini untuk menemaninya seharian. Dimulai dari recording-nya di MBC, melakukan syuting interview tentang drama yang akan ia bintangi, melakukan pemotretan disebuah majalah hingga merayakan pesta ulang tahunnya hingga larut  bersama beberapa temannya bebrapa saat lalu pun Kyuhyun selalu berada di sisinya.

Dan mungkin karena terlalu lelah, Kyuhyun bahkan tertidur didalam mobil saat mereka menuju perjalanan pulang.

Disamping rasa bahagianya hari ini, ada sedikit rasa bersalah karena membuat kyuhyun-nya kelelahan. Namun ia sangat memanfaatkan waktu berharganya dengan kekasihnya yang mulai jarang ia dapatkan karena kesibukan mereka masing-masing itu.

Ia mengamati wajah terlelap Kyuhyun yang terasa sangat damai. Tak terdeskripsikan  lagi betapa bahagianya ia memiliki Kyuhyun disisinya. Sosok yang selama ini menjadi sandaran untuknya saat ia terpuruk. Sosok yang menjadi penyemangatnya ketika ia merasa berputus asa serta sosok yang selama ini menjadi tempatnya mencurahkan segenap cinta dan kasih sayang yang ia miliki. Ia sangat mencintai Kyuhyun. Ia bahkan tak pernah sanggup membayangkan bagaimana kehidupannya dimasa depan jika tak ada Kyuhyun disisinya.

Betapa ia sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan sosok sesempurna Kyuhyun dalam kehidupannya.

Ia membelai rambut Kyuhyun sayang seraya mengecup kening pria tersbut dengan dalam,

“Terima kasih telah hadir dalam kehidupanku. Kau adalah hadiah teragung yang  Tuhan kirimkan padaku.”

Changkyu hsppy birthday

Fanfiksi ini aku dedikasikan  untuk ulang tahun Changmin meskipun telat (-_-!)

Happy birthday precious prince Changmin ❤

Hey, I Love You – Chapter 4

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 4

“Kyu, aku ingin bicara.” Kata Siwon siang itu setelah mata kuliah yang ia bawakan berakhir. Tangannya lagi-lagi mencekal lengan Kyuhyun seperti biasa.

Kyuhyun mendesah malas. “Apa lagi? Kau ini tidak cukup yah dibuat babak belur oleh hyungku?”

“Aku tahu aku salah. Tapi pemukulan itu tidak seharusnya dilakukan. Walaupun aku tidak menyesal menciummu.”

“Kau pantas menerimanya. Untung saja ada Yunho hyung,  kalau tidak aku sendiri yang akan menghancurkanmu. Isshhh..! Kau ini menjengkelkan sekali. Berani-beraninya kau menciumku..!!!”

“Baiklah, aku salah. Aku memang pantas menerimanya. Bisakah kita bicara? Aku ingin meluruskan semuanya. Sungguh, aku tidak suka hubungan kita jadi seperti ini.” Kata Siwon memohon.

“Hubungan? Hubungan apa? Memangnya sebelumnya kita pernah berhubungan dekat?” tanya Kyuhyun dengan galak.

“Memang tidak, tapi setidaknya tidak seburuk ini. Jadi kumohon, sebentar saja.” Kata Siwon lagi.

Kyuhyun akhirnya setuju walaupun terpaksa. Semakin cepat Siwon bicara, semakin cepat ia pergi dari hadapan lelaki itu. Kyuhyun menurut ketika Siwon mengajaknya bicara di café tempat mereka biasa berdiskusi. Kyuhyun  menjaga jarak jauh-jauh agar tak ada yang mengira kalau ia dan Siwon tengah berkencan.

“Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan.” Kata Kyuhyun dengan tegas.

Siwon mengambil napas panjang kemudian dengan hati-hati mengatakan apa yang selama ini dipikirkannya.

“Kyu, kurasa kau sudah tahu aku menyukaimu. Tapi sepertinya usahaku mendekatimu tidak pernah berhasil. Kadang aku ingin menyerah tapi melihatmu setiap hari membuatku tidak pernah berhenti mencoba. Dengan dilindunginya kau oleh kedua hyungmu, membuatku semakin sulit menjangkaumu. Tapi hal itu juga membuatku semakin menginginkanmu.” Kata Siwon panjang lebar.

Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Kau ini sudah berani menciumku, sekarang berani mengatakan kau menginginkanku. Dengar ya, aku tidak menginginkanmu! Tidak pernah!”

“Bagaimana kau tahu bahwa kau tidak menginginkanku?”

“Hahh! Bukannya sudah jelas? Selain kau menyebalkan dan mesum, kau juga bukan tipeku. Lalu untuk apa aku menginginkanmu?” kata Kyuhyun dengan pedasnya.

Siwon cemberut mendengar pengakuan Kyuhyun yang terkesan frontal dan blak-blakan itu. Kadang ia mengeluh mengapa bisa jatuh cinta pada namja berlidah tajam itu.

“Maukah kau memberiku satu kesempatan?” tanya Siwon, terkesan tuli akan jawaban Kyuhyun sebelumnya.

“Mwo? Kesempatan? Shireo!”

“Ayolah. Beri aku satu kesempatan untuk berkencan denganmu. Kalau kau tidak menyukainya, aku akan berhenti mengejarmu. Aku janji.” Kata Siwon pantang menyerah.

“Kau ini ternyata memang bodoh! Aku tidak menyukaimu, mana mungkin aku akan menyukai ide berkencan denganmu?”

“Tapi bagaimana kau bisa bilang tidak akan menyukainya jika kau belum pernah mencobanya? Ayolah, sekali saja.” Bujuk Siwon lagi.

Kyuhyun memutar bola matanya. Ia heran kenapa ada lelaki yang gigih seperti ini, padahal jelas-jelas orang yang diajak berkencan menolak.

“Kalau kau menolaknya berarti kau menyukaiku tapi karena malu mengungkapkannya, maka kau menghindariku.” Kata Siwon menggoda Kyuhyun.

Mendengar itu kembali Kyuhyun mendelik dengan kesal. “Baiklah. Sekali saja dan kau tidak akan pernah menggangguku lagi kan?”

“Hanya jika kau tidak menyukai kencannya. Kalau kau menyukainya.. kita bisa mengulanginya lagi dan lagi.”

Kyuhyun mendengus. “Mana mungkin? Hanya akan ada satu kencan tolol denganmu. Yang pertama sekaligus yang terakahir!”

Siwon tersenyum puas. “Baiklah. Kita lihat saja nanti. Tapi ingat, kita kencan seharian. Bukan semalaman.”

“Cih, siapa juga yang mau semalaman denganmu? Sudah, aku mau pulang. Aku bosan melihat wajahmu terus-terusan.” Kata Kyuhyun masih dengan nada jahatnya lalu melangkah pergi.

Siwon menatap kepergian pemuda galak yang dicintainya itu. Semoga saja nanti kencan mereka berjalan dengan mulus dan Kyuhyun mulai bisa menerimanya dengan tulus.

*

“Kalau memang tidak mau, kenapa kau iyakan?” tanya Changmin tak mengerti. Malam itu ia dan Kim Bum menginap di rumah Kyuhyun atas permintaan Kyuhyun sendiri. Katanya ia sedang dalam masalah besar dan membutuhkan sahabat-sahabatnya.

“Benar, kalau memang kau membencinya, mengapa kau harus menuruti keinginannya? Terserah apa katanya, yang penting kebenarannya kau tidak pernah menyukainya kan? That’s it.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun cemberut. Ia ingin minta pembelaan, bukan disudutkan seperti ini. Selain sahabat-sahabatnya itu, ia cuma punya kedua hyungnya. Akan sangat tidak mungkin jika ia membicarakan hal ini pada Geun Suk atau Yunho. Bisa-bisa mereka malah meledak marah tengah malam.

“Ayolah, beri aku saran. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung bagaimana cara menghadapi Siwon yang pantang menyerah ini. Yang jelas aku hanya ingin kalian memberiku cara agar menyelesaikan kencan itu tanpa membuatku muntah di tengah-tengah kencan.” Kata Kyuhyun dengan rengekan khasnya.

“Muntah? Omo, Kyu.. Kau benar-benar membencinya yah?” Tanya Changmin tak percaya.

“Hati-hati, Kyu. Benci bisa jadi cinta. Jangan gegabah.” Kata Kim Bum menambahkan.

Kyuhyun menggeleng kuat-kuat. “Andwae! Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Huhhh! Pokoknya kalian harus membantuku untuk melalui kencan tolol itu dengan baik. Memikirkannya saja membuatku merana sekali. Pasti batinku akan tersiksa sekali nanti.”

Changmin dan Kim Bum bertukar pandangan geli.

“Sudahlah Kyu, terima saja. Anggap nanti kau hanya bertamasya dengannya. Tidak lebih. anggap saja kami semua ikut denganmu tapi kami sedang melihat-lihat di tempat lain.” kata Kim Bum.

“Atau kau bayangkan saja wajah Minho sunbae ketika bersama Siwon. Jadi kau merasa sedang pergi dengan Minho sunbae kan?” usul Changmin.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Dua hari lagi ia akan menepati janjinya untuk berkencan dengan Siwon. Memang benar ia membenci lelaki itu, tapi hal ini harus dilakukannya. Kalau tidak, Siwon tidak akan pernah berhenti mengganggunya.

*

Akhirnya hari yang dinantikan datang juga. Siwon menjemput Kyuhyun jam sepuluh pagi. Seperti rencana semula, mereka akan berkencan seharian. Artinya ia baru akan mengantar Kyuhyun pulang jam sepuluh malam. Sebenarnya bukan menjemput lebih tepatnya, karena Siwon menunggu Kyuhyun di ujung jalan menuju rumah Kyuhyun. Kalau ia berani menjemput Kyuhyun di rumahnya, urusannya bisa panjang.

Begitu Kyuhyun melihatnya, ia langsung memasang wajah masamnya. Siwon tak keberatan, selain sudah terbiasa melihatnya, ia terlalu senang karena Kyuhyun menerima ajakannya.

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah pabrik cokelat. Dari luar terlihat seperti toko biasa yang menjual cokelat, tapi ternyata di dalamnya ada pabriknya tersendiri. Dan Kyuhyun yang sangat menggilai cokelat baru tahu dimana tempat pembuatan cokelat favoritnya.

Dengan ceria ia mencoba cokelat disana satu persatu. Walau rasanya sama saja, tapi karena bentuknya berbeda-beda, maka terasa ada yang berbeda. Ia bahkan diajari cara mencetak cokelat dan cara memilih campuran cokelat yang baik.

Sejenak ia lupa kebenciannya pada Siwon. Karena ketika Siwon menyuapinya cokelat, ia menerimanya dengan riang. Mereka berdua mencetak cokelat bersama-sama kemudian berfoto dengan cokelat hasil buatan tangan mereka itu.

Namun ketika mereka keluar dari pabrik cokelat, Kyuhyun langsung menyadari apa yang baru terjadi selama sejam bersama Siwon di dalam.

“Ya! Kau jangan senang dulu yah. Aku hanya bersikap baik padamu karena aku terlalu senang bertemu dengan cokelat-cokelat kegemaranku. Ingat, jangan salah paham!” kata Kyuhyun memperingatkan Siwon dengan galak.

Siwon tertawa sambil mengangguk. Sikap Kyuhyun yang seperti itu justru membuatnya semakin jatuh cinta. Betapa imut dan polosnya namja keras kepala itu.

Tujuan selanjutanya adalah makan siang. Siwon mengajak Kyuhyun ke restaurant di atas danau. Di restaurant itu pembeli boleh memilih ikan yang ingin di makan di akuarium, atau memancingnya sendiri dari danau. Peralatan pancing juga disiapkan oleh pihak restaurant.

Kyuhyun bersemangat sekali karenanya. Dengan semangat tinggi ia mulai mengaitkan umpan di kailnya dan mulai memancing. Ia berhasil menangkap beberapa ikan dalam setengah jam. Ia bahkan dengan riang mengejek Siwon yang belum juga mendapatkan seekor ikanpun.

Mereka makan siang dengan lahap. Lagi-lagi Kyuhyun lupa akan kejengkelannya pada Siwon. Ia berceloteh riang tentang kegiatannya memancing dengan Yunho musim panas lalu dan menertawai Geun Suk yang saat itu menunggu dengan tak sabar.

Siwon semakin memuja pemuda di hadapannya itu. Sepertinya Kyuhyun memang terlalu bersemangat hingga ia tidak menyadari tatapan Siwon yang seduktif. Ia juga lupa memarahi Siwon yang membersihkan ujung bibirnya dengan tissue setelah selesai makan.

Ketika hari sudah mulai sore, Siwon mengajak Kyuhyun naik kapal ke tengah laut. Awalnya Kyuhyun bingung mengapa ia diajak kesana. Setelah sepuluh menit menunggu, rasa penasarannya terjawab.

Dari dalam birunya air laut, muncul dua ekor lumba-lumba. Beberapa detik kemudian, disusul beberapa ekor lumba-lumba lainnya yang saling berkejaran, memamerkan aksinya pada setiap orang yang menonton. Tubuh licin mereka berkilau tertimpa mentari sore.

Kyuhyun menjerit histeris karenanya. Ia suka sekali lumba-lumba. Melihat lumba-lumba berkejaran, bermain sambil memperlihatka kegesitan mereka melompat-lompat keluar dari air selalu membuatnya terpesona.

Dan sekali lagi, Kyuhyun lupa akan sikap-sikap Siwon yang dianggapnya menjengkelkan. Bahkan ketika mereka kembali ke daratan, ia menggandeng Siwon dengan ceria dan bertanya kemana tujuan mereka selanjutnya.

Siwon kemudian mengajak Kyuhyun ke tujuan akhir mereka hari itu. Ternyata tempat yang dituju adalah restaurant di pinggir pantai. Disana terlihat para pengunjung asik berdansa di dekat api unggun di belakang restaurant, diatas pasir putih, diiringi musik samba yang menghentak riang. Sudah bisa ditebak makan malam yang tersaji pasti barbeque. Tapi Kyuhyun tidak perduli, ia terlalu gembira melihat sekumpulan orang saling berdansa riang.

Dengan cepat ditariknya tangan Siwon menuju keramaian dan mulai bergoyang mengikuti irama musik. Ia tenggelam akan kegembiraannya. Dinginnya angin laut tidak juga menyurutkan kegembirannya malam itu. Ia bahkan membiarkan Siwon memeluk pinggangnya.

Jangan tanyakan perasaan Siwon malam itu, ia sangat bahagia karena Kyuhyun tidak menghindarinya. Memeluk Kyuhyun untuk pertama kalinya adalah prestasi terbesarnya sampai hari itu.

Ketika mereka bersitatap, ia ingin sekali mengecup bibir sewarna peach di depannya itu, walau hanya sebentar. Tapi ia menahan dirinya untuk tidak melakukannya. Mencium Kyuhyun hanya akan merusak sisa kencan indah mereka hari itu. Siapa yang tahu reaksi Kyuhyun setelah itu? Lebih baik ia menahan diri tapi melihat Kyuhyun tertawa riang daripada ia menuruti nafsunya tapi Kyuhyun akan semain membencinya setelah itu.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, Siwon mengajak Kyuhyun pulang. Awalnya Kyuhyun enggan pulang, karena ia masih ingin berpesta. Tapi Siwon mengingatkannya akan kedua hyungnya yang akan merah besar kalau ia pulang terlambat. Maka dengan berat hati Kyuhyun meninggalkan pesta.

Di ujung jalan rumah keluarga Cho. Changmin dan Kim Bum sudah menunggu. Tadi pagi Kyuhyun pamit pada kedua hyungnya bahwa ia akan keluar seharian bersama Changmin dan Kim Bum. Maka keduanya harus menemaninya pulang, atau hyungnya akan curiga. Karena peraturan di rumah Cho, siapa yang membawa Kyuhyun pergi, dia juga yang harus mengantar Kyuhyun pulang.

“Terima kasih karena mengajakku jalan-jalan hari ini, Siwon-ssi.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

Siwon ikut tersenyum karenanya. “Aku yang seharausnya berterima kasih karena kau mau menerima ajakanku. Bagaimana, kau senang kan hari ini?”

Kyuhyun ingin mengangguk, tapi harga dirinya menyuruhnya untuk menolak memberitahukan kebenaran. Maka dengan angkuh ia menjawab.

“Tentu saja, tapi bukan berarti aku menerimamu. Ingat, aku masih membencimu karena berani menciumku.”

Siwon bernafas lega, untung tadi ia tidak jadi mencium Kyuhyun. Ternyata instingnya masih bekerja dengan baik walaupun berhadapan dengan pria yang membuatnya tergila-gila selama setahun belakangan ini.

“Intinya kau bersenang-senang hari ini. Baiklah aku pulang dulu. Selamat malam, Kyu.” Kata Siwon lembut,

“Hehh! Harusnya aku yang pulang duluan. Kau ini tidak tahu sopan santun yah? Kan kau yang mengantarkanku pulang, sudah seharusnya kau menunggu hingga aku sampai di rumah dan masuk dengan selamat baru kau boleh pulang.” Kata Kyuhyun lagi-lagi dengan galak.

Siwon terperangah. Ia sempat berpikir kalau Kyuhyun tidak akan bersikap galak lagi padanya. Ternyata ia salah.

“Ingat yah, kau hanya boleh pulang kalau aku sudah masuk ke rumahku. Tempat ini terlihat jelas dari kamarku. Kalau aku mengintip dari kamarku dan aku tidak melihat mobilmu, maka aku tidak mau lagi bicara padamu. Jadi jangan berani-berani pergi sebelum aku mengijinkannya. Arasso?” kata Kyuhyun dengan sikap bossy.

Siwon hanya bisa mengangguk pasrah. Daripada Kyuhyun mengulangi sikapnya yang dulu padanya, lebih baik ia menunggu sedikit lebih lama disini. Kyuhyun berjanji akan mengiriminya pesan jika ia sudah boleh pulang.

Dan Kyuhun yang memang pada dasarnya nakal dan keji, tega membiarkan Siwon menunggu hingga hampir pagi di ujung jalan itu. Barulah ketika matahari muncul di ufuk timur, barulah ia mengirimkan pesan pada Siwon dan membiarkan lelaki itu pulang.

*

Baru sehari tidak bertemu Kyuhun, kerinduan Siwon sudah menjadi-jadi. Ia ingin menelepon atau sekedar mengirimkan pesan pada Kyuhyun tapi ia tidak melakukannya. Karena ia tahu, seperti sebelumnya. Kyuhyun tidak akan mengindahkan panggilannya ataupun membalas smsnya walaupun hanya sekedar sms kosong.

Walaupun begitu, Siwon tidak jera. Ia tetap mencintai pemuda bandel yang tega membuatnya menunggu hingga pagi dua hari lalu. Untung saja keesokan harinya ia tidak ada kelas, sehingga ia bisa tidur dengan nyenyak di rumahnya.

Dan dengan semangat baru, Siwon berangkat ke kampus hari ini. Kuliahnya dimulai sejam lagi, tapi ia datang lebih awal. Ia ingin melihat Kyuhyun. Dengan begitu ia akan lebih bersemangat mengikuti kuliah Hangeng padahal sudah pasti nilainya C karena ia dinilai ikut ambil bagian dalam kejadian seminggu lalu.

Namun kegembiraannya langsung surut begitu melihat Kyuhyun duduk di tribun lapangan basket bersama Lee Minho. Keduanya terlihat mesra sekali. Sesekali Minho mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang dan memeluknya. Kyuhyun sendiri terlihat sangat menikmati setiap perhatian yang diberikan kapten tim basket itu.

Raut wajah bahagianya terlihat jauh lebih natural daripada raut wajahnya semalam. Dan Siwon mencemaskan hal ini. Ia takut usahanya kemarin yang sudah ia rancang dengan susah payah akan langsung hancur dalam sekejap karena Minho.

Tanpa sadar ia berdoa dalam hati agar Minho tidak menyatakan cinta dulu sebelum Siwon, agar Kyuhyun bisa mempertimbangkannya. Walaupun Siwon tahu, kesempatannya kecil jika dibandingkan dengan Lee Minho yang terkenal.

“Oppa.. Jangan bilang kau memang benar-benar menyukainya.”

Siwon berbalik dan mendapati adiknya dengan dua ‘ekor’nya berdiri di belakangnya. Siwon menghela nafas. Ia enggan berdebat dengan Sooyoung. Gadis itu selalu mau menang sendiri. Tidak pernah mau mengalah dan selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi Siwon sangat menyayanginya.

“Bukankah sudah kukatakan, cinta tidak bisa memilih kepada siapa kau akan jatuh.” Kata Siwon.

“Tepat sekali, aku juga merasakannya. Aku mencintai Minho oppa, tapi Kyuhyun selalu selangkah lebih dulu dariku. Bisakah kau mencari orang lain, oppa? Kumohon oppa, pacari saja orang lain. Jangan Kyuhyun. aku membencinya.” Rajuk Sooyoung.

Siwon malas membalas kata-kata adiknya. Hanya akan membuat mereka bertengkar nantinya. Maka ia bertanya pada Yuri.

“Dimana kekasihmu?”

Yuri tersenyum. “Dia sedang mengisi acara dengan bandnya. Kenapa? Kau merindukanya? Atau kau masih ingin merasakan kepalan manisnya di pipimu?”

Siwon tersenyum mendengar gurauan Yuri. Pantas saja Minho berani menyentuh Kyuhyun. Naga pelindungnya tidak ada hari ini. Kalau Yunho tidak usah dibahas, ia hanya merelakan adiknya disentuh oleh Minho, selain dari itu, menyentuh Kyuhyun berarti minta nyawanya dicabut.

“Oppa.. Kalau Kyuhyun-ssi menolakmu, aku bisa menggantikannya.” Kata Victoria genit. Tapi langsung mendapat death glare dari Sooyoung.

“Ya! Jangan ganggu oppaku. Bukankah kau menyukai Yunho?” kata Sooyoung sambil melotot pada sahabatnya.

Victoria tidak menjawab. Matanya terbelalak menatap Kyuhyun dan Minho. Yuri, Sooyoung dan Siwon segera mengikuti arah pandangan Victoria. Kemudian mereka tercengang, Lee Minho sedang memeluk pinggang Kyuhyun dengan mesra. Sesekali berbisik-bisik membuat wajah Kyuhyun bersemu merah. Tangannya membelai-belai pipi menggemaskan milik Kyuhyun.

Lalu dengan berani Lee Minho mengecup bibir Kyuhyun sekilas. Hanya sekilas. Tak sampai satu detik. Tapi itu mampu membuat dunia Siwon runtuh seketika.

*

tumblr_ls2rgnGeIQ1qagqaso9_500

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

Hey, I Love You – Chapter 3

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 3

Siwon selamat dari kejaran Geun Suk dan Yunho selama beberapa hari karena ternyata ia pulang ke rumah orang tuanya. Kyuhyun mengira emosi kedua hyungnya akan mereda setelah beberapa saat, tapi ternyata semakin mereka tidak bisa menemukan Siwon, semakin murka mereka.

Dan ternyata berita Siwon mencium Kyuhyun menyebar dengan cepat. Bahkan mereka dikatakan tengah berkencan karena beberapa orang pernah melihat Kyuhyun dan Siwon pulang bersama atau makan di café dekat kampus. Tidak ada yang percaya jika dikatakan pertemuan itu murni adalah sebuah pertemuan asisten dosen dengan mahasiswanya.

Reaksi setiap orang berbeda-beda. Lee Minho meraung marah ketika mendengarnya dan berjanji akan membuat perhitungan dengan Siwon begitu ia bertemu asisten dosen Hangeng itu.

Changmin dan Kim Bum tidak mau bereaksi lebih karena mereka pikir seharusnya Kyuhyun bangga karena ciuman pertamanya dicuri oleh namja setampan Choi Siwon. Tapi mereka merisaukan kedua hyung Kyuhyun yang tampaknya kalap dan siap membunuh Siwon dengan cara tersadis.

Tapi reaksi paling parah dikeluarkan oleh Sooyoung, adik kandung Siwon. Ia mendatangi Kyuhyun dan berteriak-teriak marah seperti orang gila.

“YA! Kyuhyun! Mengapa kau berciuman dengan oppaku! Andwae!”

“Mwo??!! Berciuman? Berciuman katamu? Aku dicium dengan paksa olehnya bodoh! Kau pikir aku semurah itu mau dicium oleh kakakmu yang mesum itu?” balas Kyuhyun kesal. Enak sekali Sooyoung memfitnahnya seperti itu.

“Aku tidak percaya! Dasar kau namja jahat! Kau merayu siapa saja untuk mendapatkan tujuanmu. Dulu Minho oppa, sekarang Siwon oppa. Kau cari mati denganku, eoh?” Sooyoung tampaknya benar-benar marah. Ia tidak terima Kyuhyun dekat dengan kakaknya.

“Terserah padamu. Yang jelas aku tidak sudi dikatakan berkencan dengan kakakmu. Dekat saja aku menolak, apalagi berkencan. Aku tidak tertarik dengan kakakmu itu. Beruntung dia selamat dari kedua hyungku. Itu karena aku sedang bermurah hati. Jika aku tahu kejadiannya akan seperti ini, seharusnya kubiarkan saja mereka berbuat sesukanya pada oppa bodohmu itu.” kata Kyuhyun dengan jahatnya.

Sooyoung tampak menahan diri untuk tidak menyerang Kyuhyun saat itu juga. Ia memikirkan nasib oppanya yang pasti akan lebih parah lagi jika Sooyoung berani menyentuh Kyuhyun.

Dengan kesal ditinggalkannya Kyuhyun dan berjalan dengan marah, membentak siapa saja yang dianggap menghalangi jalannya. Yuri dan Victoria mengikutinya dari belakang. Ketika mereka sudah sampai di tempat yang cukup sepi, Sooyoung menangis.

“Yuri-ssi, aku mohon. Selamatkan oppaku. Jangan sampai Geun Suk oppa atau Yunho-ssi melukainya. Tolonglah aku..”

Yuri memandang sahabatnya itu dengan iba, lalu berkata. “Maafkan aku. Tapi ini masalah lelaki. Aku tidak berhak ikut campur. Geun Suk oppa memang selalu mendengarkan aku, tapi ia tidak akan pernah memaafkan orang yang berani menyentuh kedua adiknya. Itu juga yang selalu kukatakan padamu sejak dulu kan? Jangan pernah cari masalah dengan Kyuhyun kalau kau tak mau membuat kedua hyungnya murka.”

Sooyoung tampak merana sekali. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan oppanya yang saat ini tengah mengunjungi kedua orang tua mereka di luar negeri. Ia juga menyesali kenapa Siwon nekat berbuat hal bodoh hanya untuk mendapatkan Kyuhyun. kebenciannya pada Kyuhyun semakin besar ketika menyadari bahwa Siwon dan Minho, dua orang yang disayanginya menyukai Kyuhyun.

Hidupnya semakin merana karena menyadari kenyataan bahwa orang-orang disekitarnya menyayangi pemuda evil itu.

“Jangan terlalu bersedih, Sooyoung-ah. Aku punya rencana.” Kata Victoria.

Sooyoung menoleh cepat ke arah Victoria. “Apa itu?”

Lalu Victoria menjelaskan rencananya pada Sooyoung dan Yuri. Sooyoung langsung setuju dan berpendapat bahwa Victoria adalah ratu paling kejam yang bersembunyi dibelakang wajah cantiknya.

Sedangkan Yuri langsung protes tidak setuju. “Kalau kalian mau menjalankan rencana ini, terserah. Aku tidak mau ikut campur. Tapi jika hal itu berdampak pada Geun Suk-ku, kalian berdua akan berhadapan denganku.”

*

Berita kedua menyebar dengan cepat, secepat berita pertama mengenai Siwon mencium Kyuhyun. Berita kedua ini jauh lebih parah dari sebelumnya. Dikatakan bahwa Geun Suk dan Yunho akan menghajar Siwon karena berani menyentuh Kyuhyun padahal Kyuhyunlah yang merayu Siwon terlebih dahulu.

Sebagian orang percaya dengan berita itu. Pasalnya Kyuhyun memang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan, bisa saja ia mengandalkan hal itu untuk mendapatkan lelaki manapun. Dan bisa saja ia membawa-bawa nama kedua hyungnya agar orang mau berkencan dengannya.

Tapi sebagian lagi yang benar-benar mengenal keluarga Cho, tahu benar jika berita itu salah. Kyuhyun tidak pernah terlihat bersama dengan siapapun karena Geun Suk dan Yunho terlalu protective padanya. Jangankan berpacaran, orang lain tidak sengaja menabrak Kyuhyun saja sudah membuat kedua hyungnya marah besar.

Geun Suk dan Yunho tidak perduli dengan berita yang menyebar, karena mereka tahu kebenarannya. Tapi Kyuhyun luar biasa marah sekarang karena bukan hanya dirinya yang difitnah tapi nama kedua hyungnya ikut dibawa.

Berhari-hari mood buruk menyertainya. Siapapun yang mencoba bicara dengannya akan langsung kena semprot tak terkecuali Changmin dan Kim Bum. Keduanya yang sudah biasa mendengar Kyuhyun mengomel saja langsung tahu kalau Kyuhyun tidak main-main kali ini. Inilah yang disebut dengan anak kucing menjadi harimau.

Dan hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Siwon yang baru selesai mengikuti kuliah dan akan segera pulang langsung dihadang oleh Geun Suk dan Yunho di pelataran parkir kampus. Tanpa banyak bicara Yunho langsung menyeret Siwon dengan kasar ke belakang gedung kampus yang lumayan sepi di siang hari. Geun Suk mengikuti mereka dengan raut wajah angkuh yang siap membunuh.

“Ada permintaan terakhir sebelum aku menghabisimu? Penyesalan mungkin? Atau permintaan maaf?” tanya Geun Suk dengan kejam pada Siwon.

Siwon tahu, cepat atau lambat ia akan menghadapi kedua pria ganas penjaga Kyuhyun setelah ia mencium Kyuhyun dengan paksa.

“Aku menyukai Kyuhyun. Dan aku ingin menjadi kekasihnya. Apa itu salah?” kata Siwon lantang. Terdengar berani dan tangguh walau dalam hatinya gentar.

“Jangan.. coba-coba.. Menyebut namanya..!!!” raung Yunho sengit.

Dengan cepat ia mengarahkan pukulannya di hidung Siwon. Tapi sebelum kepalan tangannya yang mengerikan itu menyentuh sasarannya, didengarnya suara keras menghentikannya.

“HENTIKAN..!!”

Ketiganya menoleh dan mendapati Kyuhyun yang baru datang bersama Kim Bum dan Changmin.  Yunho langsung melepaskan tangannya yang mencengkram Siwon.

“Jangan coba menghalangiku, Kyu. Aku tidak bisa menahan lagi. Laki-laki sombong dan kurang ajar seperti ini harus diberi pelajaran.” Kata Yunho dengan kesal.

Kyuhyun menghampiri kedua hyungnya, lalu berdiri tepat di depan Siwon. Sekarang kelihatannya lima lawan satu. Yang tadinya sudah tidak seimbang, sekarang menjadi lebih tidak berimbang lagi.

“Biarkan aku menyelesaikan urusan ini dengannya. Dia yang membuat nama kalian juga namaku jelek di muka umum. Berita yang jelas-jelas tidak benar itu fitnah. Dan ia juga dengan berani menciumku.” Kata Kyuhyun galak.

“Bukan aku yang menyebarkan gossip itu. Aku tidak ada di Seoul selama beberapa hari, ingat?” kata Siwon membela diri.

“Adikmu yang menyebarkannya! Aku tahu dari Yuri noona.”

“Tidak mungkin! Sooyoung memang kekanakan, tapi ia tidak mungkin melakukan hal itu.” kata Siwon masih bertahan membela adiknya.

“Jadi kau mengira pacarku berbohong?” kata suara dingin dan berbahaya milik Geun Suk di belakang Kyuhyun.

“Bukan begitu…! Tapi, ini pasti salah paham. Lagipula, andaikan benar Sooyoung yang menyebarkan berita itu. Kenapa kalian menyalahkan aku?”

“Karena ia melakukannya untukmu. Dan kalian sama-sama Choi kan? Choi yang cari perkara dengan Cho bersaudara.” Kini Yunho yang berkata dengan garang.

“Kau boleh memfitnahku, tapi aku tidak akan membiarkanmu merusak nama kedua hyungku.” Kata Kyuhyun dengan nada rendah yang menyeramkan.

Siwon tersenyum sinis. “Aku heran, kenapa kedua hyungmu ini terlalu berlebihan padamu. Kau kan sudah dewasa, bukan bayi lagi yang harus dijaga kemana-mana.”

Ini sudah keterlaluan. Kyuhyun jadi emosi mendengarnya. Begitu Siwon menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung menyerangnya membabi buta. Geun Suk dan Yunho yang berdiri di belakangnya terkejut luar biasa, begitu juga dengan Changmin dan Kim Bum.

Yunho langsung meraih pinggang adiknya tapi malang, siku tangan Kyuhyun yang kurus menonjol tapi bertenaga itu langsung menghantam hidungnya dengan sukses. Sedangkan tangan kanannya masih setia menjambak rambut Siwon dengan sadis.

Kaki kiri Kyuhyun yang meronta liar menghantam dagu Changmin dengan keras hingga pemuda tinggi itu langsung jatuh kebelakang. Kepalanya menghantam wajah Kim Bum dengan tak kalah kerasnya.

Sementara itu, Siwon masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun di rambutnya. Ketika akhirnya berhasil dengan satu tarikan kuat, ia terhuyung kebelakang dan tangannya yang kekar justru mendarat di dada Geun Suk.

Namja-namja tampan itu akhirnya jadi kalap dan saling pukul satu sama lain. Geun Suk berhadapan dengan Siwon, Yunho masih setia menahan adiknya yang semakin liar berontak walaupun dia akhirnya babak belur karena bukan hanya siku Kyuhyun, tapi juga cakaran-cakaran yang mampir di tubuhnya, ditambah dengan gigitan-gigitan Kyuhyun yang seperti biasa pasti mendarat di lengannya kalau adiknya itu kesal.

Sedangkan Changmin dan Kim Bum yang tadinya baik-baik saja, karena insiden tak disengaja tadi jadi berkelahi. Kim Bum membentak Changmin lalu memukul kepala Changmin dengan keras karena tadi kepala namja tinggi itu membentur wajah tampannya sedangkan Changmin yang tidak merasa bersalah sama sekali justru balik memarahi Kim Bum karena berdiri tepat di belakangnya ketika insiden itu terjadi.

Namun kemudian keduanya sadar bahwa ini bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Changmin segera bangkit untuk melerai Siwon dan Geun Suk. Baru sedetik berusaha memisahkan dua lelaki kekar itu, ia sudah kena pukul bertubi-tubi. Ia sendiri tidak tahu siapa yang menghantamnya.

Sedangkan Kim Bum memilih membantu Yunho menenangkan Kyuhyun. Tapi sayangnya walaupun kekuatan Kyuhyun tidak sebanding dengan hyung tertuanya, saat ini ia sedang kalap pada Siwon ditambah ia marah besar pada Yunho yang berusaha menahannya. Maka ketika Kim Bum datang, lelaki imut itu juga kena sasaran tendangan Kyuhyun yang tak tentu arah.

Jadilah keenam namja itu saling dorong, pukul, tendang hingga saling jambak. Keenamnya baru berhenti ketika sebuah suara besar menggelegar membentak mereka. Mereka langsung saling melepaskan diri dari lawannya dan mencoba memperbaiki penampilan mereka di hadapan lelaki yang tadi membentak mereka.

Lelaki itu adalah Tan Hangeng. Salah satu dosen terkemuka di kampus mereka. Ia tidak menyangka mahasiswanya yang terkenal sebagai mahasiswa baik-baik dan berprestasi itu justru terlibat perkelahian sengit. Dan ia tidak percaya adalah asistennya ikut ambil bagian disana. Siwon bahkan terlihat paling menyedihkan karena bibirnya berdarah, bajunya robek di beberapa bagian, memar di sekukur tubuh dan wajahnya dan mata kirinya bengkak.

Hangeng menatap mereka satu-persatu. Hampir semua babak belur. Hanya Kyuhyun yang terlihat ‘bersih’ walaupun bajunya robek, keringatnya bercucuran dan nafasnya hampir habis. Selain dari itu, ia satu-satunya lelaki yang tidak terluka sama sekali.

“Siapa yang memulai?” tanya Hangeng dengan galak.

Tidak ada satupun yang menjawab. Keenam namja tampan itu terdiam seribu bahasa. Tidak ada yang ingin mengajukan diri sebagai pelopor perkelahian hari ini.

“Baiklah kalau kalian tidak mau mengaku. Kalian tidak akan lulus ujian di semua mata kuliahku dan kalian harus mengulang tahun depan.” Kata Hangeng lagi,

Siwon langsung angkat bicara. “Aku yang memulainya. Akulah yang harus menerima hukumannya.”

Hangeng menatap Siwon tidak percaya. Mana mungkin Siwon yang kalem itu bisa memulai perkelahian sengit tadi? Ia adalah tipe orang yang cinta damai.

“Benarkah yang Siwon katakan? Geun Suk-ssi, bagaimana menurutmu? Apakah Siwon pantas dihukum?” tanya Hangeng.

Geun Suk terlihat kesal sekali. “Benar, dialah yang membuat kami semua jadi seperti ini.  Kalau saja dia tidak bertindak bodoh dengan menyentuh adikku, maka..”

“Maka kau boleh main hakim sendiri begitu?” tanya Hangeng tajam, memotong kata-kata Geun Suk.

“Kami punya peraturan di keluarga kami sendiri. Aku berkewajiban menjaga adikku, wajar kalau aku marah karena ada yang berani mengganggunya.” Kata Geun Suk tidak mau kalah.

“Aku mengerti. Tapi bukan berarti kalian harus berkelahi di area kampus dan melanggar peraturan kampus kan? Banyak tempat di luar sana, selesaikan urusan adu jotos kalian di luar.” Kata Hangeng. Dosen mudan nan tampan itu kelihatannya marah sekali.

Keenam namja itu akhirnya dihukum oleh Hangeng dengan mendapatkan nilai C untuk tahun ini di setiap mata Kuliah yang ia ajarkan. Lalu berbalik pergi tanpa menghiraukan protes-protes mahasiswanya yang keberatan dengan keputusannya.

*

Dua hari setelah kejadian itu, Kyuhyun minta maaf pada dua sahabatnya, Changmin dan Kim Bum, karena ikut menerima hukuman padahal mereka hanya berniat melerai saat itu. Ia juga minta maaf pada kedua hyungnya, terutama Yunho yang babak belur karenanya.

Tapi ia juga marah karena Yunho dianggap menghalanginya menghajar Siwon.

“Hyung, kenapa kau menghalangiku menghajar Siwon? Aku bisa menghabisinya. Kau membuatku marah sekali padamu karena kuanggap kau membela Siwon dan tidak ingin aku menyakitinya.” Kata Kyuhyun dengan kesal.

“Mwo? Aku membela Siwon? Untuk apa? Justru aku yang paling bernafsu ingin membunuhnya. Aku menghalangimu waktu itu karena aku takut kau terluka. Geun Suk hyung sedang kalap saat itu. Aku yakin begitu ia menghajar Siwon, Siwon pasti akan membalas. Kalau kau ada disitu, kau bisa kena imbas. Lebih baik aku yang terluka daripada kau.” Jawab Yunho panjang lebar.

Kyuhyun jadi semakin merasa bersalah karenanya. Dipandanginya wajah hyungnya yang babak belur itu. Dimana-mana tampak bekas cakar, gigit dan lebam. Apalagi hidung mancungnya masih memar akibat tonjokan siku Kyuhyun.

“Huuuaaaaa… hyuunnggggg…” Kyuhyun lari dan memeluk Yunho yang sedang duduk santai di sofa panjang mereka. Tangisnya pecah karena terharu akan rasa sayang hyungnya itu padanya.

“Kyu.. kenapa kau menangis?” tanya Yunho bingung. “Maafkan hyung kalau menghalangimu memukul Siwon. Aku hanya tidak mau kau terluka.”

Tangis Kyuhyun semakin keras. Tapi pelukannya semakin erat. Badan Yunho yang memang sudah sakit sejak awal karena perlakuan adiknya tempo hari, jadi semakin sakit karena Kyuhyun memeluknya terlalu erat.

“Kyu.. Mianhae.. Aku salah, maafkan aku, ne? Bisakah kau melepaskanku?” kata Yunho lagi sambil menahan sakitnya.

Kyuhyun menggeleng. “Aku yang minta maaf hyung. Maafkan aku yang membuatmu seperti ini. Apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?”

Yunho meringis menahan sakit. “Aku tidak marah padamu Kyu. Tidak perlu minta maaf. Kalaupun kau bersalah, aku sudah memaafkanmu saat itu juga. Lepaskan saja aku, ne?”

“Shieroyo! Aku ingin memelukmu hyung, sudah beberapa hari aku tidak melakukannya. Biarkan aku memelukmu sekarang. Kalau kau memaksaku melepaskannya, maka artinya kau tidak sayang padaku.” Kata Kyuhyun keras kepala, tak sadar kalau hyungnya kesakitan sekarang.

Yunho hanya bisa pasrah menerima perlakuan adiknya. Mana mungkin ia tega mengusik kesenangan Kyuhyun saat ini?

“Hyuuunggg…” bisik Kyuhyun seduktif.

Yunho jadi merinding mendengarnya. “Eh? Ada apa Kyu?”

“Bolehkah aku.. err.. menggigitmu?” tanya Kyuhyun masih dengan nada yang sama. Kali ini bahkan terdengar lebih manja.

Yunho ingin menangis saat itu juga. Tubuhnya yang masih sakit dan belum pulih sepenuhnya ingin digigit lagi oleh adiknya. Kali ini bahkan diminta dengan sopan.

“Baiklah, tapi satu kali saja, ne? Badanku masih sakit karena gigitan-gigitanmu tempo hari.” Kata Yunho pasrah. Tidak ada gunanya menolak Kyuhyun saat ini, kalau ia tidak mau sengsara.

Dengan satu gigitan keras dan panjang, Kyuhyun memulai aksinya. Lima detik.. Tujuh detik.. Sepuluh detik.. Yunho merasa dagingnya akan terlepas sebentar lagi. Mati-matian ditahannya rasa sakit luar biasa di lengan kanannya. Tapi setelah dua puluh detik dan penderitaannya belum berakhir juga, ia melolong keras dengan nada menyedihkan.

Mendengar itu Geun Suk segera menghentikan kegiatan mencuci mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Ketika dilihatnya Yunho meraung tapi tidak bisa bergerak, ia jadi tertawa keras.

“Ya.. Kyu, berhenti menggigit Yunho. Kau ini mau ia mati muda, eoh?”

Kyuhyun lalu menghentikan ‘penyiksaan’ terhadap Yunho. Ia tersenyum nakal sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Membuat Yunho dan Geun Suk tak tega memarahinya.

Geun Suk menghampiri mereka lalu duduk ditengah, diantara kedua adiknya. “Kenapa kau suka sekali menggigit Yunho? Aku tahu rasanya pasti sakit sekali untuk Yunho, tapi aku iri sekali karena kau lebih memilih menggigitnya. Kau tidak pernah sekalipun menggigitku.”

Yunho tersenyum bangga. “Memang rasanya sakit. Tapi aku tidak akan pernah mau membaginya denganmu, hyung. Bagaimana rasanya dikalahkan olehku dalam hal ini?”

Geun Suk pura-pura cemberut. “Menyakitkan.”

Kyuhyun tertawa. “Aku menyayangi kalian berdua. Aku tidak mau kehilangan kalian sedetikpun. Terima kasih karena selalu menjagaku.”

Ketiganya berpelukan. Kyuhyun lalu mencium pipi kedua hyungnya satu persatu. Membuat keduanya bahagia sekali.

“Hyuuungggg…” kata Kyuhyun dengan manja.

“Hmm?” jawab Geun Suk.

“Ada apa Kyu?” tanya Yunho.

“Aku ngantuk..” kata Kyuhyun sambil mem-pout-kan bibirnya.

“Baiklah, kami akan mengantarmu ke kamar, ayo..” kata Geun Suk seraya berdiri.

Tapi Kyuhyun langsung menarik hyung tertuanya itu untuk duduk. “Aku ingin tidur di pangkuan kalian. Dan kalian dilarang keras menolak. Kalau kalian tidak mau, berarti kalian tidak sayang padaku.”

Selalu seperti itu. Selalu dengan ancaman yang sama. Kalau sudah begitu, mana mungkin Geun Suk dan Yunho menolaknya? Dengan senyum nakalnya Kyuhun lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Yunho dan sisa tubuhnya di pangkuan Geun Suk kemudian mulai tidur.

Yunho dan Geun Suk saling melempar pandangan ngeri. Kyuhyun kalau tidur lama sekali, mana bisa mereka tahan duduk sambil menopang tubuh Kyuhyun selama berjam-jam? Tapi kalau mereka menolak, Kyuhyun akan marah pada mereka. Akhirnya dengan pasrah mereka menerima ‘hukuman’ mereka hari itu. Inilah nasib menjadi kakak dari seorang Cho Kyuhyun.

*

Kyuhyun-sleeping-cho-kyuhyun-32117341-1789-1200

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..