Can You Hear My Heart? – Chapter 1

Can You Hear My Heart? – Chapter 1

Starring           : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Joon, etc

Pair                  : ChangKyu / MinKyu (for this chapter)

Genre             : BL, Romance, Friendship, Hurt, OOC, Typo (es)

Rate                 : PG-13

Warning          : BoyxBoy, Typo (es)

Written            : Maccihato94

 

Prologue at Can You Hear My Heart – Prologue

 

changkyu can u hear my heart

Summary : “Berpura-puralah kau mencintaiku hingga kau lupa bahwa kau tengah berpura-pura…”

Ruang ganti dengan ukuran yang tak lebih dari 20×30 M² itupun terdengar riuh oleh suara 20 siswa yang tengah sibuk berganti pakaian. Jadwal pelajaran kedua hari ini untuk kelas XI Sains 1 ialah olahraga. Yang tentu saja disambut dengan sukacita oleh mereka yang lebih menyukai kegiatan belajar-mengajar diruang terbuka dibanding dengan mendengarkan penjelasan dari guru yang lebih menyerupai dongeng pengantar tidur anak usia lima tahun.

Namun, diantara keriuhan tersebut, terdapat beberapa siswa yang dapat dikatakan menjadi sumber utama kericuhan dalam ruang sempit tersebut.

Lee Joon, lelaki hiperaktif itu dengan usilnya kini tengah menjahili teman sebangku sekaligus sahabat karibnya, Cho Kyuhyun.

Ia yang seperti tak mempedulikan apa akibat dari mempermainkan pria manis dengan sifat yang menyerupai setan itu tengah melampar-lemparkan seragam olahraga Kyuhyun secara acak pada teman-temannya yang lain.

Joon dengan tak berdosanya tergelak puas ketika melihat Kyuhyun berlari kesana kemari dengan sesekali mengumpat dan menyumpah serapahi dirinya.

Kyuhyun sendiri kini merasa menjadi orang bodoh, predikat yang sama sekali tak cocok untuk dirinya, yang tengah dipermainkan oleh teman-temannya. Jika bukan karena kali ini terdapat penilaian praktik, ia akan dengan senang hati memilih untuk tak mengikuti alur keusilan Lee Joon serta membolos pelajaran olahraga dan tidur di ruang kesehatan.

“Hey, bocah petir! Cepat berikan padaku jika kau tak ingin mati sia-ia ditanganku.” Ancam pemuda berrambut ikal itu pada Thunder, si bocah petir, yang kini tengah menggenggam seragam olahraga miliknya.

“Benarkah? Tapi, bagaimana kalau aku memilih mati dalam pelukanmu saja, Kyu? Pasti aku akan mati dalam keadaan damai.” Sahut Thunder dengan tak tahu malu. Sontak saja ucapan pria itu menuai sorakan oleh teman-temannya yang lain.

Seketika wajah Kyuhyun memerah. Bukan karena malu ataupun tersipu dengan kalimat Thunder yang jelas-jelas tengah menggoda dirinya. Namun lebih kepada rasa kesalnya yang mulai berada pada titik puncaknya.

“Park Cheondung!!”

Murka Kyuhyun yang langsung menghampiri Cheondung, nama asli Thunder, untuk berniat mencekiknya hingga pria yang baru saja menggodanya itu mati kehabisan nafas. Namun, kurang selangkah lagi ia sampai dihadapan Thunder, pria itu dengan kurang ajarnya kembali melemparkan seragam berwarna merah miliknya pada sembarang orang.

Oops..”

Omona!

Pekikan keterkejutan itu terdengar dari beberapa siswa saat mereka melihat secara langsung ketika seragam malang itu jatuh tepat mengenai dan menutupi kepala seseorang yang berada disudut ruangan.

Kyuhyun segera membalikan tubuhnya untuk melihat siapa target selanjutnya yang akan ia masukan dalam list balas dendam karena telah mempermainkannya hari ini. Namun, niatnya seketika sirna saat ia melihat siapa orang tersebut.

Lelaki yang baru saja menjadi sasaran lemparan Thunder itu mengambil seragam yang sempat menutupi wajahnya. Dan pada saat itu juga, Kyuhyun mematung ditempat.

Mi..mianhe, Changmin-ah. A..aku tak sengaja. Sungguh.” Pinta Thunder dengan suara tergagap karena tak enak hati. Bagaimanapun, ia merasa segan dengan ketua kelas mereka.

Changmin tersenyum, “Gwenchana, Thunder-ssi.

Ia menatap kesekeliling teman-temannya yang lain yang telah mengenakan seragam olahraga mereka, kecuali Kyuhyun tentunya. “Lebih baik, kita segera menuju ke gymnasium. Pasti Lee Seonsaengnim sudah menunggu kita disana.”

Tak menunggu perintah dua kali, seluruh siswa pun segera bergegas menuruti perintah sang ketua kelas. Mereka secara bergiliran keluar dari ruang ganti dengan menyisakan Kyuhyun dan Changmin yang masih mematung ditempat. Kyuhyun bahkan sama sekali tak mempedulikan tepukan Joon dibahunya ketika ia berpamitan keluar meninggalkannya terlebih dahulu.

Setelah memastikan hanya ada mereka berdua saja diruangan tersebut, Changmin tersenyum tipis sembari diam-diam memperhatikan Kyuhyun yang tak bergerak sedikitpun.

“Kenapa kau diam saja disitu, Kyunnie? Kau tak mau mengambil seragammu?” Tanya Changmin seraya menyodorkan seragam Kyuhyun pada pria manis yang berdiri beberapa meter dihadapannya.

Kyuhyun mengerjapakan matanya terkejut sebelum ia benar-benar fokus pada objek apa, serta siapa yang ia lihat.

Disana, ia dapat melihat tubuh jangkung Changmin berdiri menyamping menghadap padanya dengan bersandar pada loker. Namun, seketika mata bulatnya melotot ketika ia baru menyadari kondisi lelaki bermarga Shim itu. Lelaki dihadapannya itu kini hanya mengenakan celana pendek seragam olahraga tanpa menggunakan pakaian atasannya. Membuat tubuh bagian atasnya terekspos dengan memperlihatkan dada bidang serta perut berkotak enam berwarna kecoklatan miliknya yang entah kenapa membuat ia menelan ludahnya berat. Terlebih dengan rambut hitamnya yang tampak sedikit berantakan yang semakin membuat ia tampak mempesona dimata Kyuhyun.

Dan..tunggu! Panggilan macam apa tadi yang baru ia dengar? Kyunnie?

Kyuhyun refleks menundukan kepalanya. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang ia yakini memerah bersamaan dengan rasa panas yang semakin menjalar di kulit pucatnya. Sungguh, ia sama sekali tak memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan retoris pria yang mahir dalam fotografi tersebut. Jangankan untuk mengucapkan sesuatu, sekedar untuk menatap kearahnya saja ia tak sanggup.

Sementara Changmin, yang tak mendapati respon apapun dari Kyuhyun pun hanya menggelengkan kepalanya heran seraya tersenyum penuh arti.

“Ini..”

Sontak Kyuhyun mendongak ketika mendengar suara seseorang yang terdengar sangat dekat dengannya.

Dan benar saja. Shim Changmin kini telah berdiri tepat dihadapannya. Beruntung ketua kelas itu kini telah memakai pakaiannya secara lengkap. Jika tidak, dapat dipastikan Kyuhyun akan mimisan atau yang terburuk bahkan pingsan ditempat karena menahan malu dan gugup demi melihat tubuh topless Changmin dari jarak sedekat ini.

Lelaki manis itu menerima uluran tangan Changmin yang memberikan seragam miliknya. Ia merutuk dalam hati ketika ia melihat jika tangannya sendiri sedikit bergetar karena gugup.

Beberapa detik ia masih saja bergeming ditempat seperti orang linglung. Ia bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya untuk menyelamatkan diri dari rasa malu dn gugup yang tengah ia rasakan. Seketika ia mengingat Lee Joon yang meski kadang kala sangat menyebalkan, namun tak jarang ia dapat diandalkan pada situasi yang terdesak. Seperti saat ini misalnya.

“Kau mau aku menungguimu disini selagi kau berganti pakaian, atau…?”

Andwe!” Seru Kyuhyun memotong ucapan Changmin. Membuat pria dihadapannya sedikit berjengit karena terkejut. Dengan konyolnya, kini Kyuhyun bahkan memeluk diriya sendiri, menyilangkan kedua tangannya didadanya, persis seperti seorang calon korban tindakan asusila.

Changmin menggigit lidahnya sendiri berusaha menahan tawa melihat penolakan Kyuhyun. Terlebih saat ia melihat gesture dan ekspresi kepanikan pria bermata bulat nan besar layaknya puppy itu yang membuatnya semakin manis.

“Baiklah. Lekaslah ganti seragammu. Aku akan menunggumu diluar. Kita tidak ingin mendapat teguran dari Lee Seonsaengnim, bukan?” Tanyanya retoris sebelum ia membalikan tubuhnya dan melangkah keluar meninggalkan Kyuhyun yang tengah merutuki sendiri tingkah konyolnya yang membuat ia malu dihadapan Changmin.

“Memalukan..memalukan..memalukan!” Desis Kyuhyun merutuk sambil memukuli kepalanya sendiri.

***

Priiitt..!!

“Empat putaran lagi!” Seru Lee Seonsaengnim dari sudut gymnasium pada dua siswanya yang tengah berlari.

Changmin dan Kyuhun. Kedua siswa malang itulah yang baru saja menjadi objek seruan dari sang guru olahraga. Keduanya kini tengah berlari mengelilingi gymnasium dengan disaksikan oleh guru dan teman-temannya yang lain.

Bukan tanpa alasan hal tersebut terjadi. Seperti apa yang telah diucapkan oleh Changmin saat ia mengingatkan Kyuhyun tentang teguran dari Lee Seonsaengnim. Bahkan bisa dikatakan, kali ini lebih buruk dari yang ia perkirakan.

Mereka berdua kini diberi sanksi atas keterlambatan mereka dengan berlari mengelilingi gymnasium, yang tak dapat dikatakan sempit itu, sebanyak 10 kali dalam waktu 10 menit.

Sanksi tersebut tentu saja bukan menjadi perkara yang sulit bagi Changmin yang seorang atlet basket. Terbukti dengan postur tubuhnya yang tinggi menjulang yang hampir menyaingi tiang ring basketnya sendiri. Tak mengherankan jika diputaran ke-enamnya ini pun ia masih terlihat biasa saja.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Kyuhyun. Jika ditanya satu hal apa yang paling ia benci selama sejarah hidupnya, jawabannya adalah olahraga. Oh, ayolah. Ia lebih gemar menghabiskan waktunya dengan mengalahkan musuh-musuh virtualnya dalam dunia game dibanding dengan melakukan aktifitas melelahkan yang membuatnya berkeringat secara berlebih.

Kondisi Kyuhyun saat ini tentu saja sangat kontras dengan pria yang masih berlari disisinya kini. Meski dalam hati ia sedikit heran untuk apa Changmin memilih untuk menyamai laju larinya yang lambat meski ia dapat mendahuluinya dengan mudah.

Nafasnya kini mulai tersengal-sengal. Keringat terus mengucur dari tubuhnya yang agak berisi. Kepalanya pun terasa pening dan ringan, bahkan kedua kakinya pun mulai terasa pegal untuk sekedar melangkah.

Ia berhenti sejenak dengan menumpukan tangannya pada lututunya Mencoba menstabilkan nafasnya yang mulai tak beraturan..

“Kyuhyun-ssi, kau masih kuat?” Tanya Changmin khawatir saat melihat keadaan Kyuhyun yang kepayahan.

“Hhh…hhh..aku tidak..hhh.. apa-apa..”

Sorot kekhawatiran pun terlihat dari wajah Lee Joon yang berada ditengah barisan bersama teman-temannya yang lain. Ia paham betul dengan kondisi kesehatan Kyuhyun yang tak begitu baik. Pria manis yang telah bersahabat dengannya sejak taman kanak-kanak itu mengidap penyakit Pneumothorx. Karena itulah Kyuhyun sama sekali tak diijinkan oleh keluarganya untuk melakukan kegiatan melelahkan yang dapat memforsir tenaganya. Dan berlari tentu saja bukan termasuk kegiatan yang ringan, untuk Kyuhyun tentunya.

Joon baru saja akan menghampiri Lee Seonsaengnim untuk meminta keringanan hukuman Kyuhyun padanya ketika ia mendengar seruan panik dari arah lain yang membuatnya mengalihkan tubuhnya seketika itu juga.

“Astaga! KYUHYUN!”

Changmin Abs

To Be Continue..

Kembali hadir dengan update-an FF yang nyaris membusuk x_x

Oh ya, untuk sekedar informasi, fanfict ini terinspirasi dari hasil curhatan salah satu temenku yang tentunya setelah dia mengijinkan aku untuk membuat pengalaman pribadinya itu dalam bentuk fanfict (dan anehnya, dia malah seneng :3). Tapi, aku hanya mengambil pokok utama dari cerita dia aja. Selebihnya, untuk setting, alur dan kronologi kejadiannya murni dari hasil mengarangku.

Jadi ya..maaf-maaf kata kalau ceritanya mirip sama apa yang orang lain pernah alami. Karena tujuan utamaku semata-mata untuk menambah koleksi FF ChangKyu.

Can You Hear My Heart? – Prologue

Prologue

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Jung Yunho, Lee Joon, Lee Yeon Hee.

Pair      : ChangKyu (MinKyu), YunKyu (Hint!), ChangHee (Hint!)

Genre : BL, Romance, Friendship, Hurt,  OOC, Typo (es)

Rate     : PG-13

Written by Maccihato94

Disclaimer : –

Summary : “Berpura-puralah kau mencintaiku hingga kau lupa bahwa kau tengah berpura-pura…”

 

Selamat pagi…

Bagaimana tidurmu semalam?

Aku tidak sabar melihat wajah manismu hari ini Kyuhyunnie.

 

Senyuman Kyuhyun tak dapat di sembunyikan manakala ia membaca pesan pertama yang ia buka pagi ini. Pesan manis yang selalu ia terima secara rutin beberapa bulan belakangan ini. Sebuah pesan yang selalu datang dari orang yang serupa tiap harinya.

Semburat merah pun kini tampak terlihat dari kedua belah pipi putihnya yang berwarna pucat.

Tok Tok Tok!

Kyuhyun kembali tersadar dari lamunan singkatnya kala pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

“Kyunnie, kau sudah bangun, chagi?” Suara lembut seorang wanita yang ia yakini sebagai eomanya terdengar dari balik pintu.

“Ne,eomma…setengah jam lagi Kyu akan turun…” Sahut namja manis tersebut tanpa bergerak dari posisinya yang saat ini masih terduduk di tepi tempat tidurnya.

Sudut matanya menangkap jam analog yang terletak disudut meja nakasnya telah menunjukkan angka 6:30 am. Dengan segera ia pun menggerakkan jari-jari panjangnya di layar smarthpone berwarna putihnya sebelum ia benar-benar beranjak dari tempat tidur. Meraih bathrobe yang tergantung di dinding dan masuk ke kamar mandi.

Selamat pagi juga…

Aku tidur dengan sangat nyenyak.

Sampai bertemu di kelas nanti Changminnie..

***

“Kyuhyunniiiiee…”

Kyuhyun yang tengah sibuk berkutat dengan sebuah PSP ditangannya, mengabaikan seruan seorang namja yang memanggil namanya dengan meriah. Sama sekali tidak merasa terganggu dengan seruan nyaring yang membuat beberapa teman dikelasnya itu berdecak kesal. Hingga ia merasakan seseorang merebut paksa benda kesayangannya itu dari tangannya.

“YAA! LEE CHANGSUN!”

Si pelaku perebutan PSP yang di panggil Lee Changsun atau lebih akrab di sapa Lee Joon tersebut hanya tersenyum kaku ketika ia mendapat tatapan nyalang dari sahabatnya itu. Meskipun wajah Kyuhyun ia akui sangat manis, tapi tidak bisa dipungkiri ketika mata besar itu melotot dengan tatapan membunuh miliknya tetap saja terlihat sangat menakutkan.

“Ya! Kau menatapku seperti itu seolah-olah kau ingin memakanku yang tampan ini, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun mendecih mendengar ucapan namja yang duduk di sisinya itu, “Kalau saja aku bisa, aku ingin sekali membuangmu ke dasar neraka saja, Lee Changsun.”

“Ya..ya. Dan dengan senang hati aku akan membawamu bersamaku membusuk di dasar neraka, EvilKyu.” Balas Joon sarkatis.

Bersilat lidah dengan Kyuhyun memang tidak bisa menggunakan kata-kata yang baik. Karena jika sampai itu terjadi, itu sama saja membuat Kyuhyun merasa bangga dengan kemenangan telaknya.

Namun beberapa saat kemudian senyuman sok manis –dimata Kyu- muncul dari bibir Lee Joon. Kyuhyun yang melihat hal tersebut menghela nafasnya. Ia sudah hafal dengan gelagat teman semasa kecilnya itu. Dengan senyuman seperti itu, jika bukan untuk menggodanya, dia pasti akan menceritakan tentang pacar barunya.

“Aku tidak mau mendengarnya.” Acuh Kyuhyun dengan kembali menyibukan diri dengan PSP yang baru saja ditelantarkan oleh Joon dimejanya. Namun belum sempat Kyu memainkan geme-nya kembali, tangan lincah Joon langsung merebut kembali benda hitam tersebut dari tangan Kyuhyun.

“YA!”

“Ayolah, Kyuhyunnie ini—“

“Sekali lagi aku mendengar panggilan itu dari mulutmu, aku patahkan lehermu.” Desis Kyuhyun mengintimidasi yang sayangnya sama sekali tidak membuat Joon takut.

Joon membeku sejenak mendengar ancaman sahabatnya yang terdengar bak seorang psikopat. Namun sedetik kemudian ekspresinya tergantikan dengan seringaian yang sama sekali tak diindahkan oleh Kyuhyun.

“Benarkah? Kalau begitu, kenapa kau tidak pernah berniat mematahkan leher ketua kelas kita itu? Siapa namanya?” Joon mengelus dagunya tampak berpikir, “ Aaa…Shim Changmin?” tanya Joon antusias yang membuat kedua mata Kyuhyun mendelik padanya.

Joon terkekeh. Pasalnya ia tahu tiap kali Changmin memanggil sahabatnya –melalui pesan yang dikirimkan tentunya- itu pasti ia akan memanggilnya dengan sebutan ‘Kyuhyunnie’.

Bukannya takut, namun kali ini namja humoris tersebut tertawa terbahak melihat reaksi Kyuhyun. Huh! Sebegitu berpengaruh kah sosok Shim Changmin bagi sahabatnya ini? Herannya tak habis pikir.

Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Takut-takut jika ada seseorang yang mendengar apa yang baru saja diucapkan namja bermulut besar dihadapannya itu.

Dan ia sangat bersyukur dalam hati ketika ia tidak mendapati sosok namja super tinggi yang menjabat sebagai ketua kelasnya ternyata belum terlihat diruangan kelas yang saat ini ia tempati. Apa ia belum berangkat? Saat ini bahkan hanya kurang 10 menit dari waktu jam pelajaran pertama dimulai, tapi kenapa ia belum datang? Batinnya mulai risau.

Perhatian Kyu terinterupsi dengan tindakan Joon yang menyodorkan ponselnya didepan matanya.

“Imut, kan?” Tanya Joon dengan nada bangga yang sangat kentara. Kyu mengerjapkan matanya cepat. Memperhatikan sebuah foto seorang namja yang terlihat dilayar ponsel Joon. “Namanya Onew.”

“Imut. Tapi ngomong-ngomong, dia namjachingu-mu yang ke berapa?” Tanya Kyu sarkatis.

“YA! Meskipun dia bukan yang pertama, Onew akan menjadi yang terakhir untukku.” Bantah Joon membela diri.

Kyuhyun mendecih, “bukankah kau juga mengatakan hal yang sama ketika kau mengenalkan Yeon Seo-ssi padaku minggu lalu?”

Joon serasa tertohok mendengar ucapan Kyuhyun.

Ya, kalau sudah begini, salahkan saja label player yang  telah melekat pada dirinya. Bergonta-ganti kekasih setiap minggu seolah telah menjadi rutinitasnya. Bahkan tak segan ia akan mengencani dua namja ataupun yeoja sekaligus dalam satu minggu yang kemudian dengan seenak hati akan ia putuskan setelah ia merasa bosan.

“Pokoknya kali ini berbeda. Jinki kan namja yang imut, pengertian, dewasa…” Rentet Joon yang sama sekali tidak diperhatikan lagi oleh Kyuhyun ketika matanya menangkap sosok namja yang baru saja memasuki ruang kelas.

Ia menundukkan wajahnya, berusaha menghindari kontak mata langsung dengan sosok tersebut yang baru saja menyunggingkan senyum padanya. Jantungnya kini berdegup sangat kencang. Hal yang serupa tiap kali ia melihat dan menyadari keberadaan sosok tersebut dari penglihatannya.

“…sempurna.“

“Selamat pagi, Joon-ssi..” Lee Joon yang masih sibuk dengan pendeskripsian kekasih barunya itu mendongak demi mendengar sapaan yang berasal dari namja tinggi yang kini ada dihadapannya, “Selamat pagi Kyuhyun-ssi…”

“Pa…pagi Changmin-ssi…”  Balas Kyu gugup.

Karakter aslinya yang terkenal bermulut pedas dengan segala keusilannya itu sama sekali tidak tampak saat ini. Yang ada hanya gerak-geriknya yang tampak gugup dan salah tingkah. Tidak lupa dengan wajahnya yang kini sedikit memerah.

Changmin, namja tadi hanya tersenyum sekilas yang kemudian beranjak pergi menuju tempat duduknya yang berada beberapa baris dibelakang tempat duduk Joon-Kyu.

“Tcih! Dia bertingkah seolah-olah kau adalah orang asing baginya, Kyu.” Joon mendecih tanpa mengalihkan perhatiannya pada teman sekelasnya itu, “Jadi hanya sebatas itu keberaniannya mendekatimu?” Tanya Joon dengan nada sinis.

Kyuhyun refleks menginjak kaki sahabatnya itu yang langsung memekik dan sama sekali tidak dipedulikan olehnya.

Namun tidak bisa ia pungkiri jika kalimat yang dilontarkan Joon membuat ia berpikir kembali tentang sikap Changmin padanya.

‘Dia bertingkah seolah-olah kau adalah orang asing baginya, Kyu…’

***

BbN38JeCQAILphr.jpg large