Protected: Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 7

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Now and Then ( Sequel of B365D) – Chapter 6

Title                 : Now and Then

Rate                : T

Genre             : Romance, Fluff, Sad, Mpreg

Pair                  : Yunho x Kyuhyun (YunKyu)

Other Cast    : Changmin, Donghae, Tesa, Kim Isak

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary     : Setelah melewati masa perkenalan selama setahun, Yunho dan Kyuhyun akhirnya menikah. Bagaimana perjalanan kehidupan rumah tangga mereka?

CHAPTER 6

Cho Kyuhyun baru saja akan membuka pintu kaca penghubung ballroom luas itu dengan koridor di sampingnya ketika sebuah tangan besar memeluknya dan menariknya mundur. Tangan itu milik Lee Donghae.

“Kyuhyunnie, andwae! Aku sudah memperingatkanmu sejak awal. Kau mungkin berpikir hal itu akan menyelamatkan pernikahanmu, tapi sebaliknya kau justru akan menghancurkannya. Pikirkanlah. Kau akan mempermalukan Yunho dan dirimu sendiri. Kumohon, tidaklah bijaksana muncul di muka umum dengan kondisi seperti ini.” kata Donghae panjang lebar, setengah memohon pada lelaki manja yang lebih muda darinya itu.

“Tapi hyunnggg, lihatlah gadis itu. Ia terus menerus memaksa Yunho hyung untuk minum anggur sebanyak mungkin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu setelah ini?” Kyuhyun nyaris menangis mempertahankan keinginannya untuk mencakar wajah Isak saat ini.

“Kalaupun ada orang yang harus muncul di hadapan mereka, orang itu adalah aku. Jadi tenangkan dirimu. Mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini. Jika keadaan memburuk, aku berjanji akan segera menghampiri mereka.” Tawar Donghae.

Kyuhyun menggigit bibirnya. Tawaran Donghae memang lebih baik. Donghae juga lulusan luar negeri, ia lebih tahu cara menghadapi orang-orang di lingkungan seperti ini daripada Kyuhyun sendiri. Ia tidak punya pilihan lain selain bergantung pada lelaki itu saat ini.

“Arasso..” jawab Kyuhyun pada akhirnya.

Donghae lalu menghembuskan nafas lega. Ia kemudian menarik Kyuhyun untuk bersembunyi di belakang vas bunga besar di samping pintu. Yunho, Isak dan Changmin berdiri sangat dekat dengan mereka sebenarnya, hanya saja pandangan ketiganya tertuju ke depan. Kalau saja mereka berbalik dan memperhatikan dengan seksama bahwa vas bunga yang terletak tak jauh di belakang mereka menyembunyikan sepasang lelaki yang sangat mereka kenal, tentunya mereka akan sangat terkejut.

“Lihat kan? Isak terus menuangkan wine ke gelas Yunho hyung..” Kyuhyun mendecak kesal.

Donghae diam saja, ia memutuskan untuk mengamati dalam diam. Walaupun ia sedikit kesal karena Yunho seperti tunduk kepada Isak, ia masih percaya bahwa Yunho tidak akan menghianati Kyuhyun.

“Ini, tambah lagi.” Kyuhyun dan Donghae mendengar Isak berkata pada Yunho seraya tersenyum lebar. Ia kembali mengisi gelas kosong di tangan Yunho dengan wine.

“Sudah cukup! Ia sudah minum terlalu banyak.” Tegur Changmin seraya menahan tangan Isak. “Ia harus berpidato besok siang. Ia harus tampil segar.”

Isak menggeleng. “Bukankah hanya sesekali? Ayolah, kalian berdua sudah bekerja keras selama ini. Saatnya bersenang-senang.” Kata Isak lagi yang mendapat gelengan keras dari Changmin.

“Tidak. Jika besok kita minum lagi bersama, aku tidak keberatan. Tidak malam ini!”

“Wah.. sejak kapan Changmin berani menolak Isak seperti itu?” Donghae mendapati dirinyalah yang memecahkan keheningan antara ia dan Kyuhyun.

“Tidak.. Tidak.. Kau lupa aku sangat kuat dalam hal ini? Ayolah, ini wine kesukaan Kyuhyun. Semakin banyak meminumnya, aku semakin suka. Kerinduanku jadi lebih ringan.” Jawab Yunho dengan bangga. Ia sendiri lalu mengisi gelasnya dengan wine lalu meminumnya dengan sekali tenggak.

Lalu beberapa gadis muncul disana, mereka tampak bercakap-cakap sebentar lalu Isak pergi dengan para gadis itu ke tengah ruangan, dimana para gadis berkumpul. Saat itulah Changmin menampar keras kepala sahabatnya.

“Ya! Mengapa kau memukulku?” gerutu Yunho dengan kesal.

“Harusnya kulakukan sejak tadi, bodoh! Berhenti minum! Aku tidak mau kau mabuk.” Jawab Changmin tak kalah kesalnya.

“Ayolah, kau tahu wine ini enak sekali. Isak benar, kita perlu bersenang-senang sesekali.”

“Kyuhyun tidak akan suka jika melihat hal ini.” ujar Changmin lagi.

“Aku rasa ia tidak akan keberatan. Aku tidak apa-apa. Kau bisa melihatnya bukan?”

“Tidak jika kau mabuk bersama gadis lain. Melihat Isak menggandengmu saja akan membuatnya tersiksa, bagaimana jika ia tahu kau mabuk bersama mantan kekasihmu?”

Yunho terperangah. “Demi Tuhan, Changmin. Mana mungkin aku menghianati Kyuhyun? Kau tahu sendiri bagaimana perasaanku dengannya. Aku memang mencintai Isak, tapi itu dulu. Sekarang semua sudah berakhir, kami hanya rekan kerja. Kau tahu itu.”

“Tetap saja itu tidak membuatmu boleh mabuk bersamanya. Dengar, apapun yang terjadi, kau akan berhenti minum saat ini juga. Dan kita hanya kaan bertahan sampai setengah jam lagi.” Kata Changmin seolah keputusannya tidak akan dibantah.

“Apa kau takut aku akan kembali pada Isak dan menghianati Kyuhyun?” tanya Yunho seraya memicingkan matanya.

Changmin mengangguk jujur. “Kau hanya lelaki biasa. Segalanya bisa terjadi terutama ketika kita mabuk. Kau bisa melakukan hal yang tidak masuk akal sekalipun. Jadi sebelum kau menghancurkan dirimu sendiri, aku akan menghalanginya dengan segala cara.”

Yunho masih terus membujuk Changmin bahwa ia baik-baik saja dan Changmin masih saja bertahan dengan pendapatnya. Namun Kyuhyun sibuk memegangi kedua pipinya yang tengah memerah dengan hati berbunga-bunga. Ia bahkan mengabaikan perutnya yang meraung kesal meminta makanan.

*

            “Ya, Donghae-ssi, jangan mendorongku.” Gerutu Lee Dongwook dengan kesal.

“Siapa suruh tubuhmu terlalu tinggi? Aku tidak bisa melihat. Ya! Minggir!” bisik Donghae keras. Usahanya mendorong tubuh dokter kandungan Kyuhyun itu sepertinya tidak membuahkan hasil.

Ia juga ingin melihat Yunho berpidato menggunakan bahasa Inggris. Selama ini Donghae selalu menganggap bahwa pidato-nya jauh lebih bagus daripada Yunho, kesempatan untuk membuktikannya tidak hanya ingin ia dengar melalui pengeras suara, ia juga ingin melihatnya secara langsung.

Namun tempatnya bersembunyi bersama Kyuhyun dan Lee Dongwook saat ini tidak memungkinkan mereka untuk melakukannya. Ketiganya bersembunyi di belakang sebatang pohon besar, yang ternyata hanya bisa menyembunyikan dua tubuh jika berdiri secara berdampingan. Karena Kyuhyun adalah si pemimpin misi, maka ia mendapat tempat di sebelah kanan, jadi ia bisa dengan puas memandangi suaminya yang kini tengah berdiri dengan gagah di podium, berpidato mewakili teman-teman angkatannya.

Sementara Lee Dongwook mengambil tempat di sebelah kiri, hanya karena ia lebih dulu menemukan pohon itu.

“Ssstttt..! Kalian ini berisik sekali. Aku sulit mendengar kata-kata Yunho hyung.” bisik Kyuhyun memperingatkan.

“Wah, dia benar-benar pandai berbicara. Kata-katanya mengandung arti yang..”

“Aku tidak peduli artinya, aku hanya ingin mendengar suaranya.” Bantah Kyuhyun memotong kata-kata dokternya.

Tepat setelah Kyuhyun berbicara, ratusan suara tepuk tangan membahana di udara, tanda Yunho telah selesai melaksanakan tugasnya. Kini ia turun dari podium lalu mulai menyalami satu persatu dekan, dosen, juga mahasiswa lain yang berdiri menunggu giliran bicara.

“Ya! Lihat dia telah selesai bicara! Ini karena kalian berdua!” Bentak Kyuhyun kesal.

Dongwook dan Donghae sibuk saling menyalahkan setelahnya, membuat Kyuhyun semakin kesal dibuatnya. Bahkan semakin lama keduanya semakin berisik.

“Ahhh.. Perutku..” jerit Kyuhyun tiba-tiba.

Donghae dan Dongwook terkesiap sesaat lalu menoleh ke arah Kyuhyun bersamaan. “Kyuhyunnie, gwenchana?” tanya keduanya secara bersamaan pula.

“Mana yang sakit?” tanya Donghae dengan nada khawatir.

“Apa yang kau rasakan? Perutmu terasa kram atau nyeri?” tanya Dongwook dengan kekhawatiran yang sama.

Kyuhyun segera merubah ekspresi kesakitannya dengan senyum lebar. “Aku tidak apa-apa. Itu hanya taktik untuk membuat kalian berhenti bertengkar. Aku pusing sekali mendengar kata-kata kalian. Kalau kalian masih bertengkar setelah ini, aku akan berlari ke tengah lapangan biar semua orang melihatku. Biar saja aku menjadi buah bibir setelah itu. dan aku tidak peduli jika aku mempermalukan Yunho hyung di depan koleganya.”

Kedua lelaki itu mau tidak mau menuruti kata-kata Kyuhyun karena mereka tahu terkadang Kyuhyun bisa menjadi sangat nekad.

Setelah itu mereka kembali mengamati Yunho dalam diam. Tampak Yunho, Changmin dan Isak tengah berfoto bersama dengan beberapa teman. Kemudian mereka mulai makan siang sambil bercanda.

“Tampaknya segalanya baik-baik saja.” Kata Dongwook. Kelegaan terdengar dalam suaranya.

“Aku setuju.” Donghae menambahkan. “Kau lihat? Tampaknya Changmin memang teman yang baik.”

Kyuhyun mengangguk setuju. “Dan acaranya mungkin sebentar lagi akan selesai. Ah, aku lega sekali. Besok Yunho hyung akan kembali ke Seoul begitu juga kita. Aku benar-benar lega sekarang.”

“Nah, bagaimana kalau kita makan siang sekarang? Sedaritadi kita hanya memandangi orang-orang itu makan siang dengan lahap.” Kata Donghae seraya memegangi perutnya.

“Baiklah. Jung junior juga sudah sangat lapar.” Kyuhyun ikut mengelus perutnya yang sudah sangat besar sekarang.

“Nah, ayo kita kembali ke hotel. Kyuhyun harus beristirahat. Kita pesan saja dari room service di hotel.” Dongwook memutuskan.

Mereka kemudian beranjak dari sana. Namun ketika Kyuhyun akan melangkah, kakinya tersandung akar pohon besar. Tubuhnya melayang perlahan.

“Kyuhyunnie..!” jerit Donghae keras. Sebelum ia sempat bergerak, Dongwook sudah lebih dulu muncul di depan Kyuhyun dan memeluk lelaki itu, memperkokoh kuda-kudanya agar ia dan Kyuhyun tidak terjatuh.

“Donghae-ssi, bantu aku.” Kata Dongwook yang nyaris kehabisan nafas menahan tubuh Kyuhyun.

Donghae bergerak, ia menarik Kyuhyun perlahan. Namun Kyuhyun tidak bergerak. Tubuhnya justru sangat lemah. Wajahnya pucat. Matanya terpejam.

“Kyuhyunnie?” panggil Donghae dengan nada ketakutan.

Kyuhyun pingsan.

Dan saat itulah Jung Yunho melihat mereka dari kejauhan. Dengan mata terbelalak lebar, jantung berdegup kencang, dan aliran darah yang seolah berhenti mengalir, ia memandang horor ke arah ketiga lelaki yang dikenalnya. Salah satunya adalah lelaki yang teramat dicintainya. Lelaki dengan perut membuncit itu tampak jatuh pingsan dan Donghae yang tampak ketakutan berusaha keras membangunkannya dengan raut ketakutan tergambar jelas di wajahnya.

Detik berikutnya Jung Yunho sudah berlari kencang kesana.

*

            Yunho tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir di depan salah satu kamar VIP di sebuah rumah sakit. Kecemasan terukir di wajah tampannya. Donghae berdiri gelisah di depan pintu, sementara Isak duduk di samping Changmin di bangku terdekat. Keduanya juga tampak cemas.

Tak lama kemudian Lee Dongwook keluar dari kamar tempat Kyuhyun di rawat itu. Yunho dan Donghae segera menyambutnya.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Yunho cepat. “Apa aku sudah boleh masuk?”

“Ia baik-baik saja. Kondisinya hanya terlalu lemah. Ia sangat lelah dan.. kelaparan.” Jawab Dongwook dengan nada minta maaf.

“Sudah kukatakan bahwa ia harus makan lebih banyak ketika makan pagi tadi. Ia benar-benar keras kepala.” Kata Donghae. Setengah cemas terdengar di nada suaranya, namun setengah lagi terdengar lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Kalian belum boleh menjenguknya. Dokter masih melakukan beberapa tes di dalam. Tunggulah disini.” Kata Lee Dongwook lagi.

“Bisakah kalian jelaskan sekarang mengapa kalian menyetujui keberangkatannya?” tanya Yunho setelah mereka menunggu selama sepuluh menit tapi dokter belum juga keluar dari kamar Kyuhyun.

“Sudah kukatakan berulang kali, kau mengenalnya, ia sangat keras kepala. Jika kami tidak mengantarnya, ia akan pergi sendiri.” Jawab Lee Dongwook.

“Ini salahku.” Kata Donghae lemah. “Seharusnya aku menahannya lebih keras lagi, dengan segala cara jika perlu. Aku terlalu lemah padanya, aku tidak bisa melihatnya memohon seperti itu jadi.. Tolong maafkan aku.”

“Kurasa tidak ada yang perlu dimaafkan. Kyuhyun hanya terlalu khawatir jika Yunho jauh darinya, maka ia mengambil keputusan seperti ini.” Isak lah yang menjawab. Ia berdiri dari duduknya lalu mendekati Donghae dan Yunho.

Yunho menghela nafas berat. Ia tidak bisa menyalahkan Donghae. Ia yakin Donghae pasti sudah berusaha keras melarang Kyuhyun. Ia bahkan seharusnya berterima kasih karena Donghae mau menemani Kyuhyun. Ia tidak bisa membayangkan kalau Kyuhyun datang sendirian dengan kondisi hamil tua seperti saat ini.

“Kurasa akulah yang harus disalahkan. Seharusnya aku tidak pergi. Terima kasih Hae, dokter Lee, maaf kalau Kyuhyun sempat merepotkan kalian.” Yunho meminta maaf dengan tulus.

“Kurasa saat ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Kita harus berdoa semoga Kyuhyun cepat sadar dan kita bisa membawanya pulang.” Sela Changmin yang kini ikut mendekati lingkaran kecil itu.

“Anda benar.” Kata Lee Dongwook setuju. Tepat setelah itu, seorang lelaki setengah baya bersama seorang perawat dengan rambut cokelat gelap muncul dari dalam kamar Kyuhyun.

“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya Yunho segera setelah dokter itu menutup pintu di belakangnya.

Dokter itu menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya. “Ia adalah lelaki yang kuat sekaligus lemah. Ia jatuh pingsan karena kelaparan, bukan karena sesuatu yang buruk terjadi pada janinnya. Dan ia kelelahan, tampaknya ia terlalu lama berdiri. Yang jelas, ia dan bayinya baik-baik saja. Kalian boleh menengoknya.”

Setelah mengucapkan terima kasih, kelima orang itu segera memasuki kamar rawat Kyuhyun. Sang lelaki manja itu tampak tersenyum ketika melihat lelaki tampan yang memimpin rombongan kecil itu.

“Kyuhyunnie..” Yunho mendekati ranjang Kyuhyun lalu duduk di kursi yang disediakan di samping ranjang. Keempat orang lainnya berdiri mengelilingi ranjang Kyuhyun.

“Hyung.. Aku merindukanmu..” rajuk Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnya.

Yunho meraih jemari Kyuhyun lalu membawanya ke bibirnya sendiri, mengecupnya dengan lembut.

“Baby.. Kenapa kau menyusulku kemari? Bukankah sudah kukatakan jangan khawatir? Kau nyaris membuatku mati. Kalau saja terjadi sesuatu yang buruk padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.”

“Maafkan aku, hyung.. Aku hanya.. Aku bersikap kekanakan. Aku benar-benar tidak ingin terpisah denganmu saat ini..” balas Kyuhyun lirih.

Yunho kembali mengecup jemari lentik itu. “Hey.. Kau tidak bersalah sama sekali, jadi untuk apa minta maaf? Aku lah yang bersalah dalam hal ini. tidak seharusnya aku meninggalkanmu. Aku lega sekali mendengar kau dan bayi kita baik-baik saja..”

“Kau meragukan kemampuanku, hyung?” Cibir Kyuhyun. “Sampai kapanpun aku akan menjaga bayi kita. Tidak akan kubiarkan ia tersakiti.”

Yunho mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang tanpa menjawab. Ia tahu benar bahwa walaupun Kyuhyun terlihat lemah, ia adalah lelaki yang kuat. Walaupun sangat kekanakan.

“Kyuhyun-ah, kau tadi membuatku sangat cemas. Untung saja ada dokter Lee, kalau tidak aku akan gila di sana. Selain aku panik, kau ternyata berat sekali.” Kata Donghae dengan nada polos, membuat semua yang ada disana termasuk Yunho sekalipun menahan tawanya.

“Ya! Hyung! Aku membawa anak lelaki di dalam perutku, tentu saja aku berat.” Kata Kyuhyun sedikit tersinggung. Tapi kemudian ia tersenyum. “Tapi aku senang kaulah yang ada disana bersamaku hyung. Aku tahu, aku pasti akan baik-baik saja kalau aku bersamamu.”

“Bukankah aku juga ada disana?” Lee Dongwook pura-pura tersinggung kini.

“Bukankah sudah tugasmu untuk menjagaku, dokter? Untuk itulah kau kubawa serta bukan?” balas Kyuhyun dengan pedas.

“Jadi, kau sudah berhari-hari di sini? Dan kau hanya membuntuti kami kemana-mana?” tanya Changmin dengan nada geli.

Kyuhyun mengangguk. “Sudah kukatakan, aku hanya khawatir pada Yunho hyung. Lagipula aku senang bisa jalan-jalan kemari.”

“Tapi bukankah itu justru membuatmu jadi seperti ini? Kau justru terbaring di rumah sakit, merepotkan sahabat dan doktermu serta membuat khawatir suamimu sendiri.” Ujar Isak.

Kyuhyun sudah membuka mulutnya untuk membalas ketika Changmin memotong cepat. “Aku sudah lapar lagi, bagaimana kalau kita makan siang lagi? Dan bukankah Kyuhyun harus makan? Ia pingsan karena kelaparan, bukan?”

*

            Beberapa hari kemudian rombongan itu pulang ke Seoul. Mereka pun kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa. Yunho, Changmin dan Isak bekerja dibuntuti oleh Donghae dan Tesa sementara Kyuhyun sibuk menghabiskan waktunya berbelanja, menonton drama atau pun bermain game ditemani Ryeowook.

Terkadang ia malah mengunjungi Lee Dongwook yang kini telah menjadi sahabat keluarga Jung sejak mereka terlibat dalam petualangan mengikuti Yunho ke Amerika.

Hari demi hari berlalu, usia kandungan Kyuhyun kini telah memasuki bulan kesembilan. Sebentar lagi ia akan segera melahirkan putra pertamanya bersama Yunho. Dan seperti setiap makhluk hidup yang tengah hamil, Kyuhyun menggembung seperti balon.

Awalnya Kyuhyun sempat malu dengan keadaannya dan menolak keluar dari rumah. Tapi Yunho justru membawanya kemana-mana, membanggakannya kepada siapa saja bahwa ia punya istri yang lucu dan menggemaskan.

“Mengapa kau justru membanggakanku kepada siapa saja, hyung? Kau bisa malu memiliki pasangan gendut seperti aku.” Rajuk Kyuhyun suatu hari.

“Aku tidak malu. Sama sekali tidak.” Elak Yunho. “Aku justru sangat senang karena kau terlihat sangat sehat.”

“Tapi aku gemuk, hyung.. Aku tidak seperti dulu.” Kembali Kyuhyun merajuk.

“Kata siapa? Kau selalu seksi di mataku.”

Kyuhyun mencibir. “Tidak ada orang yang berukuran sebesar balon yang seksi, hyung. Jangan mencoba menggombaliku.”

“Ada. Kau. Dan aku tidak menggombal. Kau akan selalu seksi di mataku, sampai kapanpun.” Balas Yunho dengan sungguh-sungguh, membuat Kyuhyun langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah di balik bantal.

Bukan sekali itu saja, Kyuhyun semakin hari semakin banyak mengeluh. Jika bukan mengenai berat badannya, ia juga mengeluhkan kakinya yang membengkak, beberapa makanan atau minuman yang terasa aneh di mulutnya, bahkan mengeluhkan betapa membosankannya acara di televisi. Semua hal tak luput dari cecarannya.

Terkadang Ryeowook terkena omelan pedas hanya karena masakannya terasa aneh. Kali lain Changmin yang menerimanya karena ia terlambat menjemput Kyuhyun di rumah, saat itu Yunho meminta Changmin untuk menjemput istrinya karena ia sendiri tengah bertemu klien penting .

Terkadang justru Lee Dongwook yang terkena omelannya hanya karena banyak pasien Dongwook yang mengantri sedangkan Kyuhyun mendapatkan nomor antrian kesekian yang megharuskannya menunggu lama.

Tesa pernah diomeli habis-habisan karena terlambat membeli makanan untuk Kyuhyun ketika ia harus menunggu Yunho selesai bekerja di meeting room. Dan Donghae yang malang adalah orang yang paling sering mendengar keluhan Kyuhyun. Ia beberapa kali disalahkan karena kedua telapak kaki Kyuhyun kini terlihat bagai sepasang kaki gajah. Ia juga dipersalahkan mengapa Kyuhyun jadi segemuk sekarang.

Jangan bilang Yunho ‘selamat’ dari ‘amukan’ sang istri. Ia mungkin tidak dicerca, dimaki, dipersalahkan ataupun diomeli mengenai hal-hal kecil. Namun ia selalu harus mendengar Kyuhyun mengeluh ini dan itu. Membuatnya harus selalu menenangkan istrinya yang kekanankan itu. belum lagi permintaan Kyuhyun yang makin hari semakin menjadi-jadi.

Pernah sekali, di tengah malam yang panas itu, Kyuhyun minta dibelikan susu kedelai murni yang dingin. Mendapatkannya bukan hal sulit seharusnya karena Yunho bisa membelinya di mini market 24 jam, andai saja Kyuhyun tidak meminta susu murni.

Yunho pun harus mencarinya ke pinggiran kota dan harus meminta maaf berkali-kali karena harus membangunkan si penjual di tengah malam buta itu. Setelah itu ia membawakan susu kedelai itu dengan bangga kepada istrinya.

“Minumlah duluan, hyung.” perintah Kyuhyun.

“Tapi.. Tapi kau tahu aku tidak menyukai susu kedelai.” Tolak Yunho sehalus mungkin.

Kyuhyun menggeleng. “Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganku setelah minum itu hyung? Apa kau tega? Bagaimana dengan bayi kita nanti? Kau harus meminumnya terlebih dahulu hyung.”

Yunho menghembuskan nafas berat. “Baiklah.” Katanya pasrah. Ia lalu meminum susu itu segelas. Tapi karena ia memang tidak menyukai susu kedelai, maka setelah minum ia mengeluarkan lidahnya tanda muak dan nyaris muntah.

Susu kedelai adalah minuman yang paling dihindari Yunho. Ia benci susu itu sejak ia kecil. Oleh karena itu ia tidak pernah sekalipun menyentuh minuman itu. Tapi malam ini, karena Kyuhyun yang memintanya. Maka mau tidak mau ia menurutinya demi menyenangkan istrinya.

“Bagaimana rasanya hyung?” tanya Kyuhyun.

Yunho yang hendak muntah karena mual yang menguasai seisi mulut dan perutnya menjawab dengan jujur. “Tidak enak. Ini minumlah.”

Kyuhyun menggeleng. “Kalau kau saja yang tidak hamil mengatakan bahwa susu itu tidak enak, bagaimana mungkin aku akan menyukainya, hyung? Tidak. Aku mau tidur saja.”

Dengan santai Kyuhyun lalu berjalan masuk ke kamarnya, meninggalkan Yunho yang nyaris pingsan dengan sebotol susu kedelai di tangannya.

*

            “Hyung.. tolong aku.. Sakit sekali..”

            Kyuhyun memohon dengan wajah pucat. Keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Matanya merah menahan tangis dan perih yang ia rasakan. Salah satu tangannya yang bergetar memeluk perut besarnya.

            “Hyung.. Jebal.. Tolong aku..”

            Kini suara Kyuhyun yang lemah dan bergetar terdengar semakin menyayat hati. Yunho mengulurkan tangannya sekuat tenaga tapi ia tidak juga bisa meraih pujaan hatinya itu.

“Kyuhyunnie..!!!”

Yunho tersentak lalu bangun dari tidurnya. Keringat deras mengalir dari dahinya. Ia mengatur nafasnya yang terengah akibat mimpi buruk tadi. Ia lalu menoleh ke sampingnya, tapi Kyuhyun tidak ada di sana.

Matanya mencari liar ke sekeliling ruangan yang gelap. Tapi ia tidak mendapati Kyuhyun dimana-mana. Dengan cepat ia menyalakan lampu kecil di samping tempat tidurnya, kembali matanya mencari tapi kembali ia tidak mendapati sosok Kyuhyun dimana-mana.

Apa ia ada di kamar mandi?’ pikir Yunho.

Yunho akan turun dari ranjang ketika dilihatnya sebuah tangan pucat mencengkram ujung seprai tempat tidurnya. Tangan itu milik Kyuhyun. Secepat kilat Yunho turun dari tempat tidur dan menghampiri Kyuhyun.

“Hyung.. tolong aku.. Sakit sekali..”

Istrinya itu kini tengah berada di bawah tempat tidur. Keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Matanya merah menahan tangis dan perih yang ia rasakan. Salah satu tangannya yang bergetar memeluk perut besarnya. Persis seperti mimpi yang baru saja Yunho alami.

“Hyung.. Jebal.. Tolong aku..”

“Kyuhyunnie.. Ada apa? Mengapa kau seperti ini? Mana yang sakit baby?” tanya Yunho cemas. Jantungnya nyaris berhenti bekerja melihat lelaki yang dicintainya itu kesakitan di hadapannya.

“Perutku.. Hyung.. Kurasa.. Aku.. Akan.. Melahirkan..”

*

YunKyu Mpreg

To Be Continued..

Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 4

Title                 : Now and Then

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Sad, Mpreg

Pair                  : Yunho x Kyuhyun (YunKyu)

Other Cast       : Changmin, Donghae, Tesa, Kim Isak

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary          : Setelah melewati masa perkenalan selama setahun, Yunho dan Kyuhyun akhirnya menikah. Bagaimana perjalanan kehidupan rumah tangga mereka?

CHAPTER 4

Kyuhyun melakukan aksi diam kepada Yunho selama seminggu setelah kejadian bertemu Isak siang itu. Ia tidak mau mendiamkan Yunho seperti ini, tapi ia sendiri tidak senang dengan cara Yunho yang dianggapnya ‘menyembunyikan’ keberadaan Kyuhyun dari mantan kekasihnya. Siapa tahu Yunho masih mengharapkan Isak, iya kan?

“Tujuan kami hanya membahas masalah pekerjaan, Kyu. Jadi untuk apa aku membicarakan masalah pribadi dengannya? Lagipula, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa, untuk apa saling mengetahui apa yang terjadi setelah kami berpisah?” kata Yunho siang itu ketika Kyuhyun akhirnya marah dan memutuskan pulang dengan menggunakan taksi.

Tapi apapun yang dikatakan Yunho hanya dibalas dengan aksi diam oleh Kyuhyun. Ia enggan berbicara yang nantinya hanya akan menyulut emosinya. Lagipula ia sedang hamil, perubahan emosi tidak baik bagi janinnya.

Walaupun Kyuhyun menjalankan aksi diam, ia tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Ia masih menyiapkan makanan, membantu menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Yunho untuk bekerja, menyiapkan air panas untuk Yunho mandi dan sebagainya. Ini membuat Yunho menjadi gila karenanya.

“Ayolah Kyu.. Bicaralah padaku.. Sudah seminggu kau seperti ini, apa kau tidak kasihan padaku?” kata Yunho sebelum mereka tidur. Ia rasa hubungan seperti ini tidak sehat untuk keduanya. Namun seperti biasa, Kyuhyun susah sekali dibujuk kalau sudah seperti ini.

Yunho memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang. Lelaki itu selalu memunggunginya selama seminggu ini, membuat tidur Yunho juga tidak nyenyak karenanya.

“Maafkan aku kalau kau terluka karenanya. Tapi aku tidak bermaksud menyembunyikan pernikahan kita dari Isak. Mana mungkin aku tidak mengakui istri semanis dirimu? Berhentilah bersikap seperti ini, Kyu. Kau tahu bahwa aku hanya mencintaimu. Aku tahu kau marah, tapi setidaknya bicaralah padaku. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini.”

Yunho mempererat pelukannya. Kepalanya disusupkan di tengkuk istrinya itu. Menikmati wangi apel segar yang senantiasa berada disana. Tak lama kemudian dirasakannya nafas Kyuhyun berhembus dengan teratur.

Yunho hanya bisa menghela nafas lelah. ‘Dia tidur. Cepat sekali. Padahal aku sedang membujuknya.’ Pikir Yunho.

Yunho yang memang belum mengantuk sama sekali akhirnya menyalakan televisi dan menonton tayangan hiburan seraya menunggu kantuknya muncul. Selama sejam kedepan ia hanya berbaring di ranjangnya, memandang televisi tapi pikirannya tidak berada disana. Berbagai peristiwa masa lalu muncul di kepalanya tanpa bisa ia cegah, peristiwa dimana dia dan Kyuhyun baru saling mengenal. Bagaimana ia sangat terkejut dengan perjodohan mereka, bagaimana ia tidak menyukai Kyuhyun yang sangat manja dan kekanakan hingga bagaimana ia bisa jatuh cinta pada sosok yang kini menjadi pendamping hidupnya itu.

“Yunho hyung!!!!”

Yunho tersentak. Kyuhyun menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka sepenuhnya. Mata yang biasanya memancarkan sinar hangat kekanakan itu kini memancarkan sinar ketakutan.

“Kyu? Ada apa? Gwenchana?”

Yunho segera merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya. Baru disadarinya kalau tubuh kecil itu berkeringat. Tubuh itu bergetar dalam pelukannya.

“Kyu? Kau baik-baik saja?” tanya Yunho lagi.

Kyuhyun menangis keras sebagai jawabannya. “Hyunggg.. Mengapa kau pergi dariku.. Mengapa kau meninggalkanku.. Kau bohong hyung.. Kau berbohong padaku.. Kau bilang akan selalu mencintaiku.. Nyatanya..”

“Ssstttt.. Kyu, kau hanya bermimpi.. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu disini bersamamu.. Berhentilah menangis..”

Kyuhyun masih terus menangis. Mimpinya tadi terlalu nyata, dimana Yunho melambaikan tangannya dan berbalik menjauh bersama Isak. Kyuhyun takut. Takut jika hal itu terjadi. Ia tidak bisa melihat Yunho bersama orang lain.

Cukup lama keduanya berpelukan seperti itu, hingga Kyuhyun tenang dan melepaskan pelukan Yunho.

“Kau baik-baik saja sekarang?” tanya Yunho.

Kyuhyun mengangguk. Menangis karena mimpi buruk baru kali ini dialaminya, wajar saja kalau ia merasa takut seperti tadi.

“Berhentilah memikirkan hal-hal yang tidak perlu, baby.. Aku tahu saat ini sangat berat untukmu. Dimana kau sedang hamil dan..”

“Aku benci melihatmu dengan wanita lain!” sahut Kyuhyun.

Yunho menghela nafas. “Berhentilah merasa cemburu. Sudah kukatakan berulang kali bahwa kami hanya berteman. Aku hanya mencintaimu. Lagipula kau punya Tesa dan Donghae di kantor, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal-hal aneh tanpa mereka ketahui?”

Kyuhyun terdiam sebentar. Ia berpikir sebentar lalu berkata. “Baiklah. Aku percaya padamu, hyung. Jangan pernah khianati kepercayaanku.”

Yunho tertawa lega karenanya. “Pasti. Aku tidak akan pernah melakukannya. Nah, sekarang tidurlah. Aku akan menjagamu hingga kau terlelap.”

Kyuhyun kembali memeluk tubuh suaminya itu lalu mencoba menenangkan pikirannya dan memejamkan matanya. Namun hingga beberapa menit kedepan, ia tetap tidak bisa memejamkan matanya.

“Hyung.. aku tidak bisa tidur.” Rengek Kyuhyun.

Yunho yang ternyata sudah mulai mengantuk itu kembali membuka matanya. “Wae? Cobalah untuk menghitung domba.”

Ia lalu membawa Kyuhyun lebih erat dalam pelukannya seraya membelai punggung istri tersayangnya itu. Mencoba membantu Kyuhyun agar cepat terlelap. Namun Kyuhyun tak juga bisa tidur.

“Hyung.. Aku tetap tidak bisa tidur. Menghitung domba bisa membuatku mengantuk tapi melihat wajah domba-domba itu, aku jadi tidak bisa tidur. Mereka jelek sekali.” Rengek Kyuhyun lagi.

“Bayangkanlah sesuatu yang lebih menarik dan tempatkan ia di wajah domba-domba itu.” jawab Yunho yang setengah sadar.

“Bagiku.. Hanya kau yang paling menarik..” kata Kyuhyun dengan nada minta maaf.

Yunho hanya tersenyum mendengarnya. “Baiklah. Tempatkan saja wajahku di domba-domba itu. Lalu berusahalah untuk tidur baby, kau harus beristirahat.”

Tak lama kemudian, Yunho mulai terlelap. Namun Kyuhyun tak juga bisa tidur. Ia terus berusaha menempelkan wajah Yunho di domba-domba yang muncul di benaknya. Awalnya hal itu menyenangkan, tapi..

“Hyyuuunnggggg….!!!”

Yunho tersentak bangun dengan panik. “Wae baby? Ada apa?”

“Kenapa kau menyuruhku menghitung domba dengan wajahmu sebagai gantinya? Lihat! Sekarang domba-domba berkepala Yunho itu direbut oleh banyak wanita. Dengan centilnya mereka datang berbondong-bondong lalu mengambilmu satu persatu. Kata mereka domba ini tampan sekali, lalu.. lalu.. Huaaaaaaaaa..”

Kyuhyun mulai merengek-rengek layaknya anak kecil seraya menendang-nendangkan kakinya, membuat tempat tidur berantakan dan bantal guling jatuh ke lantai.

Yunho berusaha keras membuka matanya yang seolah ditindih batu seberat satu ton itu lebar-lebar. Dengan sabar diambilnya lagi bantal guling yang terkenal tendangan maut Kyuhyun tadi dan merapikan selimut yang berantakan.

Dengan penuh sayang dibaringkannya lagi Kyuhyun yang tengah cemberut. Seraya membelai rambut sewarna madu itu, Yunho mulai bicara.

“Baby.. berhentilah bersikap seperti ini. Semakin kau bersikap seperti ini, semakin muncul berbagai masalah yang membuatmu tidak nyaman. Brsikaplah sewajarnya. Ingat, aku adalah suamimu. Aku akan selalu mendampingimu dan..”

“Tapi wanita-wanita itu membawamu pergi hyung. Mereka senang sekali bisa mendapatkanmu. Kau hanya..”

“Milikmu! Dan akan selalu seperti itu. Sekarang hingga nanti. Jadi berhentilah merasa khawatir. Jangan pernah meragukan cintaku padamu. Mungkin sekarang kau merasa tidak nyaman, tapi jika kau membiasakan dirimu, segalanya akan baik-baik saja.”

Kyuhyun mengangguk. “Maafkan aku hyung. Aku berjanji akan berusaha memperbaiki sikapku. Kau mau memaafkanku kan?”

“Tentu saja baby. Tidurlah..”

“Tapi aku tidak bisa tidur, hyung.”

“Jadi apa yang ingin kau lakukan, Kyu?”

Kyuhyun terlihat berpikir sebentar. “Aku ingin bercerita sebentar. Maukah kau mendengarkanku, hyung? Kalau aku lelah, aku akan segera tidur. Tugasmu hanya satu hyung : mendengarkanku. Jangan tidur duluan, ne?”

Yunho mengangguk. Memang ia sudah sangat mengantuk, apalagi ia harus bangun pagi dan bekerja esok hari. Tapi ia tidak tega menolak Kyuhyun.

Kyuhyun lalu bercerita dengan riangnya hingga beberapa jam kedepan, tanpa menghiraukan Yunho yang berkali-kali menguap dan berusaha menahan matanya agar tidak tertutup.

*

            Tanpa disadari waktu berlalu dengan cepat. Perut Kyuhyun sudah membesar. Usia kandungannya kini hampir menginjak bulan ke-tujuh. Bukan hanya perutnya yang membesar, tapi juga omelan dan kecemburuannya.

Tak jarang ia mengomeli Tesa karena dianggap lalai menjaga suaminya, atau Donghae yang ogah-ogahan membuntuti Yunho kemanapun ia pergi. Yang paling parah menerima semua omelan Kyuhyun adalah Changmin. Lelaki itu selalu salah di mata Kyuhyun. Pasalnya sederhana, ia selalu merasa Changmin lah yang mendekatkan Isak dengan suaminya. Lihat saja sekarang Isak bahkan sudah pindah ke Busan dan hampir setiap hari mengunjungi kantor Yunho.

Hari ini dengan riang gembira Kyuhyun mengunjungi kantor Yunho. Sambil menenteng makanan yang dimasak oleh Ryeowook, ia berjalan sambil bernyanyi-nyanyi riang. Wajahnya yang imut semakin lucu dan terlihat kekanakan karena ekspresi yang terpampang saat ini.

“Tesa-ssi, sedang apa suamiku di dalam?” tanya Kyuhyun seraya mengelus perutnya yang kini membuncit.

Tesa menjawab dengan sopan. “Beliau ada di dalam. Sedang rapat bersama Changmin-ssi dan Isak-ssi.”

“Mwo???!!! Lagi? Bersama perempuan itu? Dimana Donghae hyung?” tanya Kyuhyun seraya memandang tajam sekretaris suaminya itu.

Tesa tersentak ketakutan karenanya. Dengan sedikit tergagap ia menjawab. “Eh.. D-Donghae-ssi ada.. di dalam bersama sajangnim.”

Kyuhyun sedikit lega karenanya. “Baiklah. Aku akan masuk.”

Namun ketika Kyuhyun akan melangkah mendekati pintu masuk, Tesa langsung berseru pelan menahannya.

“Ada apa lagi?” tanya Kyuhyun tak sabar.

“Itu.. Kata sajangnim, beliau tidak bisa diganggu. Maaf Kyuhyun-ssi, tapi..”

Kyuhyun menatap Tesa dengan pandangan menusuk. Dengan suara rendah yang dalam dan mengerikan, ia bertanya. “Kau.. berani.. mencegahku?”

Serasa kehabisan udara, dada sang sekretaris terasa sesak. Dengan ketakutan ia menggeleng. Setelah itu Kyuhyun malah tersenyum manis karenanya.

“Terima kasih, Tesa-ssi..”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kyuhyun memasuki ruang kerja Yunho dan serseru riang. “Aku dataaaannngggggg…!”

Semua yang hadir disana menoleh. Raut wajah mereka berlainan satu sama lain. Changmin terlihat enggan. Isak menatap Kyuhyun dengan senyum hormat. Donghae menatap Kyuhyun dengan ekspresi gembira, terlebih melihat apa yang dibawa Kyuhyun di tangan kanannya. Sedangkan Yunho menatap istrinya dengan hangat.

“Hyuunnggggg… Aku merindukanmu..” kata Kyuhyun manja seraya mendekati Yunho lalu menjatuhkan dirinya di pangkuan Yunho.

“Aku juga merindukanmu, baby. Apa kau sudah makan siang?” tanya Yunho seraya mendekap istrinya dengan sayang.

“Aku membawakan kalian makanan. Ryeowook hyung yang memasak lalu aku membawanya kemari. Kupikir, yang lain pasti ada disini jadi aku memintanya memasak lebih banyak. Ternyata dugaanku benar.”

“Ah kau baik sekali Kyuhyunnie. Aku sudah lapar sekali. Aku hampir putus asa karena mereka lama sekali membicarakan hal ini dan itu. Seolah-olah meeting ini baru akan selesai tahun depan.” Kata Donghae yang terdengar sedikit putus asa.

Yunho dan Changmin memandang Donghae dengan pandangan lebih-baik-kau-diam. Tapi Donghae tidak perduli. Pembelanya ada saat ini, jadi posisinya aman.

“Baiklah.. Aku membawa banyak makanan jadi akan cukup untuk semuanya. Nah Changmin-ssi, tolong panggilkan Tesa-ssi kemari. Dia harus ikut makan siang bersama kita.” Perintah Kyuhyun sambil mengeluarkan kotak-kotak makan siang dari dalam kantong plastiknya.

Changmin hendak protes tapi Yunho memberinya tatapan peringatan. Mau tidak mau ia berdiri juga dan memanggil Tesa untuk datang dan makan siang bersama mereka.

“Ah, Isak-ssi. Kau semakin cantik saja. Bagaimana kabarmu? Kapan kau pulang ke Amerika?” tanya Kyuhyun sopan.

Isak tersenyum simpul. “Aku masih belum tahu. Tapi, karena perusahaanku masih bekerjasama dengan perusahaan ayah Yunho..”

“Juga perusahaanku. Ingat, selain istri dari Yunho hyung, perusahaan ini adalah kolaborasi ayahku dengan mertuaku. Ingat itu.” kata Kyuhyun sedikit tersinggung.

Kembali Isak tersenyum simpul. “Ah, iya.. Maksudku seperti itu.”

Yunho tidak tahu harus berkata apa. Ia tahu sikap Kyuhyun agak kurang ajar. Tapi jika ia menegur Kyuhyun, lelaki itu akan marah lagi.

“Baiklah. Bagaimana kalau kita makan saja?” Yunho hanya bisa menengahi.

Kyuhyun menurut. Ia lalu turun dari pangkuan Yunho dan duduk di samping suaminya itu. Ia makan dalam diam. Bukan karena ia menikmati makanannya, tapi karena sibuk memperhatikan Isak yang makan dengan anggun. Wanita cantik itu bahkan makan dengan tenang.

Hal ini membuat Kyuhyun semakin membenci Isak. Wanita itu selama ini diam saja dengan perlakuan Kyuhyun yang terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya pada Isak. Padahal Kyuhyun sering menyindirnya hingga membuatnya tersinggung. Tapi seolah tidak peduli, ia hanya terus-terusan tersenyum. ‘Menyebalkan!’ Pikir Kyuhyun.

Kyuhyun lalu melihat Yunho dan Isak berbicara tentang masa-masa kuliah mereka dulu. Changmin langsung ikut bergabung bersama mereka. Kyuhyun langsung erpaling pada Donghae dan Tesa.

“Lihat? Mereka mulai membicarakan masa-masa tolol mereka di amerika dulu. Apa maksudnya itu? Mau membuatku sakit hati? Cemburu? Tersinggung?” Kyuhyun mem-pout-kan bibirnya dengan kesal karenanya.

“Mungkin mereka hanya bernostalgia, Kyuhyun-ssi. Bukankah hal tersebut wajar saja?” kata Tesa.

Kyuhyun mendelik. “Wajar? Wanita itu adalah mantan kekasih suamiku. Bagaimana mungkin ia menceritakan masa lalunya di kampus sementara dulu keduanya berpacaran semasa mereka masih berstatus mahasiswa? Kau ini mau membela mereka ya? Tidak sayang dengan lehermu sendiri?”

Tesa langsung meminta maaf berkali-kali. Susah sekali rasanya kalau harus dihadapkan dengan orang seperti Kyuhyun. Cemburu adalah sifat dasarnya. Ditambah lagi dengan hormonnya yang meningkat selama kehamilannya. Membuat kecemburuannya naik berkali-kali lipat.

“Tapi mereka selalu membicarakan banyak hal tentang masa kuliah mereka.” Kata Donghae.

Setelah itu terdengar Yunho, Changmin dan Isak tertawa bersama. Mereka tampak hidup di dunia mereka sendiri. Walaupun Yunho duduk persis d sebelah Kyuhyun, bahkan lengannya menenpel di lengan Kyuhyun, tapi Kyuhyun seperti merasa suaminya itu amat sangat jauh, seolah ketiganya punya dunia yang tak bisa ia masuki.

“Kau masih ingat? Dulu kau suka sekali terperangkap oleh jebakan Changmin. Kau selalu makan dengan lahap padahal Changmin membubuhkan saus cabai yang benar-benar pedas ke dalam makananmu.” Kata Isak masih sambil tertawa.

Nah kan? Bahkan ia tahu benar kalau Yunho tidak bisa memakan segala sesuatu yang pedas. Namun seolah tahu apa yang ada di pikiran Kyuhyun, teas kembali membujuk istri bosnya itu.

“Kami di kantor juga tahu sajangnim tidak memakan makanan pedas. Jangan pikirkan hal yang aneh-aneh Kyuhyun-ssi, ingat, anda tengah mengandung.”

Kyuhyun sebenarnya memikirkan hal yang sama, namun cemburu membuatnya sedikit kesal. Yunho tidak pernah tertawa mendengar leluconnya. Itu juga karena Kyuhyun juga tidak tahu bagaimana berkelakar. Yunho selalu memandangnya dengan lembut, itu jauh lebih berarti daripada tawanya. Namun ia juga ingin Yunho tertawa mendengar bayolannya.

“Malam ini aku akan membawa Kyuhyun ke dokter kandungan. Kami akan memeriksakan kondisi kandungannya sekaligus ingin mengetahui jenis kelamin anak kami.” Kata Yunho dengan bangga. Satu tangannya melingkar di pundak Kyuhyun sedangkan tangan lainnya yang sudah selesai dengan sumpitnya kini membelai perut buncit Kyuhyun dengan penuh kasih sayang.

Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum malu karenanya. Inilah yang membuatnya tidak bisa marah terlalu lama dengan Yunho. Walaupun baginya betapa menjengkelkan sikap suaminya itu jika sudah berhadapan dengan Isak,  namun ia masih tetap menomorsatukan Kyuhyun.

“Ah.. Akhirnya aku akan segera menjadi paman. Tiga bulan lagi.. Tidak lama lagi..” kata Donghae dengan ceria.

“Kasihan sekali nasib anak Kyuhyun nanti.” Celetuk Changmin.

“Ya! Apa maksudmu?” tanya Donghae dengan nada menantang.

“Tidak ada. Aku hanya berpikir bagaimana nasib anak Kyuhyun dan Yunho nantinya jika ia punya paman sepertimu. Kau kan sangat cerewet dan..”

“Ya! Kau pikir siapa kau? Kau tidak kalah buruknya. Suka mencampuri urusan orang lain seolah kau ini orang penting. Menggelikan sekali.” Balas Donghae.

“Bisakah kalian berhenti? Kalian ini seperti anak-anak saja. Tidak ada gunanya kalian bertengkar. Kalian berdua adalah paman dari anakku kelak. Anakku akan tumbuh menjadi anak cerdas yang pandai melindungi ayahnya dari rayuan wanita-wanita pengganggu.” Kata Kyuhyun menengahi seraya mengelus-elus perutnya.

‘Siapa yang seperti anak kecil? Bukankah ia baru saja menunjukkan betapa kekanakannya ia dengan menyindir Isak seperti itu?’ pikir Changmin.

“Baiklah. Sekarang ada baiknya kita kita melanjutkan rapat. Nah, Kyu, mungkin sebaiknya kau beristirahat. Kau bisa main game di meeting room. Kalau disini kau akan cepat bosan.” Kata Yunho menyarankan.

Tapi Kyuhyun langsung menggeleng tegas. “Aku ingin bersamamu hyunggg.. Bukankah aku kemari karena ingin bersamamu?”

“Tapi kami akan melanjutkan rapat kami yang sempat tertunda tadi, baby. Mengertilah. Tunggulah aku di meeting room. Setelah rapat selesai, aku akan menjemputmu disana lalu kita akan pulang bersama. Mungkin kita bisa singgah di kedai es krim dan membeli beberapa kotak untuk persediaanmu. Bagaimana?” Yunho masih berusaha membujuk Kyuhyun.

“Kupikir ada baiknya seperti itu, Kyu. Daripada kau bosan mendengar pembicaraan kami disini. Donghae bisa menemanimu di meeting room.” Kata Changmin menambahkan.

“Aku tidak diperbolehkan meninggalkan sisi Yunho sedetikpun selama masih dalam jam kerja.” kata Donghae cepat.

“Aku setuju.” Kata Isak. “Maaf Kyuhyun-ssi, tapi kurasa memang lebih menyenangkan kalau kau tidak mendengar pembicaraan bisnis yang cukup berat ini. Aku janji akan menyelesaikannya sesegera mungkin jadi kau dan Yunho bisa segera menikmati waktu bersama. Lagiula.. Kami harus menyelesaikan pembicaraan ini agar kami bisa bekerja secepatnya untuk rancangan..”

“Tapi aku ingin bersama Yunho hyung..” kata Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca, bersiap menangis jika permintaannya tidak dikabulkan.

“Baby.. Aku janji akan menyelesaikan rapat ini sesegera mungkin.” Yunho masih tetap berusaha membujuk Kyuhyun.

Satu tetes airmata jatuh di pipi gempal Kyuhyun. Wajahnya memerah. Bibirnya dikatupkan rapat-rapat sementara kedua tangannya saling meremas satu sama lain.

“Baiklah. Rapat ditangguhkan. Kita lanjutkan lagi besok. Kalian boleh keluar.” Kata Yunho secepat kilat.

Changmin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Kyuhyun sementara Isak hanya bisa mengikuti instruksi Yunho dalam kekecewan. Sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan Yunho, ia masih sempat mendengar Yunho berbicara.

“Aku sudah benar-benar berdua denganmu sekarang, baby. Sekarang apa yang ingin kau lakukan? Katakan padaku. Kau mau minum milkshake cokelat? Atau cheese cake? Uljima.. Maafkan aku, ne?”

Dan entah mengapa tiba-tiba muncul sedikit kecemburuan menyusup di hati Isak saat itu. Dan karenanya, ia jadi tidak rela meninggalkan kantor Yunho.

*

            Lee Dong Wook melepaskan sarung tangannya lalu duduk di hadapan Yunho dan Kyuhyun. Wajahnya yang tampan tampak senang dengan apa yang akan dikatakannya.

“Kondisi tubuh Kyuhyun sangat sehat. Ia makan dengan baik, beristirahat dengan baik dan sepertinya hatinya senang. Jadi hal ini memberi pengaruh yang sangat baik kepada janinnya. Pada saat seseorang tengah mengandung, bukan hanya fisiknya yang harus diperhatikan tetapi juga batinnya. Ia harus senantiasa bahagia dan terlepas dari beban pikiran. Dan tampaknya saat ini Kyuhyun benar-benar memenuhi segalanya. Kau adalah suami yang baik, Yunho-ssi.”

Kyuhyun tampak berseri-seri mendengarnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan untuk seorang yang tengah hamil seperti dirinya selain dokter mengatakan bahwa janinnya baik-baik saja dan ia memperoleh suami terbaik, kan?

“Terima kasih.. Sudah tugasku menjaga Kyuhyun sebaik mungkin. Lalu.. bagaimana dengan jenis kelamin anak kami?” tanya Yunho.

Lee Dong Wook tersenyum menggoda. “Rupanya kalian sudah tidak sabar. Anak kalian laki-laki. Selamat, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, putra pertama kalian akan lahir.”

Yunho langsung memeluk Kyuhyun erat-erat. “Terima kasih baby.. Terima kasih.. AKu sudah tidak sabar menantikan hari kelahirannya.”

Kyuhyun membalas pelukan Yunho dengan tak kalah eratnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Kebahagiaan besar membuncah di dadanya.

Setelah puas membuat sang dokter iri melihat kemesraan mereka, keduanya pamit dan keluar dari ruangan Lee Dong Wook. Keduanya berjalan pelan menuju ke mobil mereka. Yunho mendekap pundak Kyuhyun sementara tangan Kyuhyun melingkar mesra di pinggang Yunho.

“Aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja kita dengar hari ini. Tunggu sampai orang tua kita mendengarnya. Mereka pasti akan sangat bahagia.” Kata Yunho. Ia tidak bisa menekan nada bahagia dalam suaranya.

“Aku yakin begitu, hyung. Bagaimana kalau kita merayakannya dengan sebuah pesta keluarga kecil?” usul Kyuhyun.

Yunho menggangguk mantap. “Usul yang sangat bagus. Setelah aku pulang dari Amerika, kita akan merayakannya.”

Kyuhyun langsung terdiam.

“Baby? Ada apa?” tanya Yunho yang cukup terkejut dengan perubahan sikap istrinya.

“Kau akan pergi ke Amerika, hyung?”

“Bukankah kau sudah tau sejak beberapa bulan lalu?”

Kyuhyun mengangguk. Ia tahu Yunho akan pergi ke Amerika sehubungan dengan reuni mahasiswa di kampusnya dulu. Ia akan berangkat bersama Changmin. Namun, ia pikir Yunho akan membatalkan kepergiannya melihat kondisi Kyuhyun.

“Apakah kau akan tetap pergi hyung? Dengan kondisi kehamilanku yang..”

Yunho langsung mengerti maksud Kyuhyun. “Baby, aku hanya pergi selama lima hari. Reuni akan diadakan selama dua hari dan sisanya aku berencana mengunjungi beberapa teman yang berbeda kampus di sana. Jangan khawatir, aku berjanji kalau semua bisa kulakukan dengan cepat, aku akan kembali lebih cepat.”

Kyuhyun mengerti. Yunho kesana setelah menerima undangan beberapa bulan lalu. Ia bahkan sangat bersemangat ketika tahu ia bisa bertemu lagi dengan kawan-kawannya dulu. Mana mungkin Kyuhyun tega merusak kesenangan suaminya itu?

Tapi.. Di sisi lain, alasan Kyuhyun sedikit keberatan dengan kepergian Yunho adalah.. Isak. Bagaimana mungkin ia membiarkan suaminya pergi ke luar negeri, melintasi benua, membuat mereka terpisah oleh jarak dan waktu? Di samping itu, dengan adanya Isak saat ini, sudah pasti Yunho, Changmin dan Isak akan berangkat bersama dari Korea dan akan selalu bersama selama disana. Bukan tidak mungkin kan kalau Yunho dan Isak bisa kembali mengenang masa-masa indah mereka dulu dengan kembali ke tempat dimana mereka memulai segalanya dari awal?

Dengan kenyataan-kenyataan pahit yang kini memenuhi kepala Kyuhyun kini, membuat dirinya semakin tidak rela membiarkan Yunho pergi ke Amerika.

‘Apa yang harus kulakukan?’

*

kyu n isak

To Be Continued..