Those Perfect Men – Chapter 8

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance, Comedy

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Changmin, Kibum etc.

Warning          : BL, OC, typo (s)

Summary         : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 8

Changmin tengah berdiri kamar tidur tamu yang ditunjukkan oleh pelayan di rumah Kibum. Ia ingin bertemu Kyuhyun dan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Diketuknya pintu kamar itu, terdengar suara seseorang menyuruhnya masuk.

Changmin lalu memberanikan diri memasuki kamar itu. Ia sudah siap jadi sasaran amukan Kyuhyun. Ia tidak keberatan asal semuanya berakhir dengan baik.

“Kau?” kata Kyuhyun. Ia hampir tidak mempercayai matanya saat ini.

Changmin maklum jika Kyuhyun masih marah. Mungkin sampai kapanpun Kyuhyun akan marah pada Changmin. Tapi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Setidaknya ia harus meluruskan kesalahpahaman antara Kyuhyun dan Yunho.

“Kyu, aku tahu kau marah. Dan aku amat sangat mengerti kalau kau benci melihatku. Tapi, maafkan aku atas segalanya yag pernah kulakukan padamu.” Kata Changmin.

“Nah itu kau tahu. Kenapa masih disini? Cepat pergi, aku tidak mau melihatmu lagi. Dan tidak ada maaf buatmu.” Balas Kyuhyun ketus.

“Aku tidak akan pergi sampai kau mendengarkan penjelasanku.” Kata Changmin bersikeras.

“Aku tidak mau mendengar penjelasanmu.” Kata Kyuhyun sama keras kepalanya.

“Berarti kau memilih Yunho pergi ke Amerika bersamaku.” Kata Changmin lalu berbalik hendak pergi.

Mwo? Amerika? Waittt… Kyuhyun akhirnya menyerah. Ia menepiskan egonya demi mendengar kata-kata Changmin.

“Baiklah. Kau boleh menjelaskan segalanya. Tapi aku tidak janji akan bisa memaafkanmu.”

Changmin yang tadinya hendak pergi lalu tersenyum dan duduk bersama Kyuhyun di ranjang.

“Kalau kau tidak mau memaafkanku, tidak apa-apa. Tapi aku tetap minta maaf atas segalanya. Apa yang terjadi antara aku dan Yunho dulu adalah bagian dari masa lalu. Itu hanya cinta remaja. Wajar kan kita jatuh cinta, pacaran lalu putus? Walaupun aku salah karena sudah mencampakkan Yunho. Tapi pertemuan kami saat ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu. Kami juga baru bertemu kemarin. Ini murni pertemuan bisnis, tidak lebih.”

“Benarkah? Kau tidak berbohong padaku kan?” Tanya Kyuhyun. Rasa bersalah merayapi hatinya.

Changmin menggeleng. “Aku tidak bohong. Percayalah padaku. Kasihan Yunho, ia benar-benar khawatir denganmu. Kau tahu, selama disini ia melakukan pekerjaannya dengan cepat. Katanya ia tidak mau lama-lama. Ia khawatir padamu.”

Perasaan bersalah semakin menjadi-jadi di hati Kyuhyun.

“Harusnya aku mendengar penjelasan Yunho hyung dulu. Sekarang aku menyesal sekali.” Kata Kyuhyun sedih.

“Lain kali, kau harus lebih dewasa, Kyu. Listen to the reason first before you blame someone. Nah, sekarang jangan bersedih lagi. Ayo kita turun. Mungkin Yunho dan Donghae sudah tiba.”

Kyuhyun mengangguk. Ia lalu memeluk Changmin sebentar. “Terima Kasih, hyung.” kata Kyuhyun sembari memberikan senyum tulusnya.

Changmin ternganga. Ini pertama kalinya ia mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan ‘hyung’.

*

Sementara itu di ruang tamu..

Siwon dan Kibum duduk berhadapan. Keduanya terdiam cukup lama sampai akhirnya Siwon membuka percakapan.

“Bummie, apa kau baik-baik saja selama ini? Kenapa kau pergi? Kenapa kau meninggalkanku?”

Kibum menunduk. “Aku baik-baik saja. Kalau soal kepergianku, aku.. aku terpaksa. Maaf kalau aku tidak memberi kabar, tapi aku tidak bisa memberitahukanmu saat itu.”

“Waeyo? Aku terus-terusan memikirkanmu. Aku benar-benar tidak tahu harus mencarimu kemana. Padahal aku sering sekali ke Beijing, jika aku tahu kau ada disini, aku sudah mencarimu sejak dulu.” Kata Siwon.

“Mianhae Siwon-ssi, aku..”

Siwon segera memeluk Kibum yang tampak rapuh saat itu.

“Yang penting kau sudah kutemukan dan kau baik-baik saja. Itu sudah cukup bagiku.” Kata Siwon lalu melepas pelukannya.

Siwon dulu teramat mencintai Kim Kibum walaupun ia tahu pasti kalau Kibum tidak pernah mencintainya, tetapi mencintai lelaki lain. Namun Siwon bisa menerimanya, karena ia menginginkan kebahagiaan Kibum.Bahkan ketika Kibum pergi diam-diam, Siwon masih tidak rela. Tapi ia yakin, Kibum punya alasan tersendiri mengapa ia pergi.

Dan kini, ketika ia melihat Kibum lagi, ternyata hatinya masih hangat dan berbedar-debar menyenangkan, sama seperti dulu.

“Gomawo Siwon-ssi.. Tapi aku rasa sudah saatnya kau mengetahui kebenarannya.” Kata Kibum. Namja dengan killer smile itu. Ia lalu menghela nafas panjang dan memulai ceritanya.

“Maafkan aku yang pergi tiba-tiba dan tidak sempat berpamitan padamu. Tapi aku tidak bisa lagi menghadapi perasaanku sendiri. Kau tahu benar siapa yang aku cintai, dan sampai kapanpun aku akan mencintainya. Walaupun ia tidak punya waktu untukku, tapi aku tidak bisa melepaskannya. Walaupun dia terlalu banyak menyakiti hatiku, tapi aku tidak bisa membiarkannya pergi. Aku terlalu mencintainya.”

“Tapi kau selalu datang, mengobati lukaku, menjadi tempatku bersandar kala aku sedih, menjadi pendengar setiaku saat aku kecewa dengannya. Lalu lama kelamaan aku sadar, kalau aku mulai mencintaimu. Aku mulai membutuhkanmu. Tapi aku tidak bisa meninggalkan kekasihku. Aku takut karena keegoisanku itu, suatu saat kalian berdua akan meninggalkanku, makanya aku pergi.” Kibum menjelaskan panjang lebar.

Siwon terpaku di tempatnya.

“Jadi, selama ini kau juga menyukaiku? Tapi kau tidak bisa meninggalkan kekasihmu?”

Kibum mengangguk. “Maafkan aku Siwon-ssi.”

“Bummie, aku… aku masih mencintaimu. Aku belum sepenuhnya bisa melupakanmu. Mungkinkah kita..” Siwon menggantung kata-katanya. Ia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini.

Pengakuan Kibum membuatnya tercengang. Inilah rahasia yang ditutupi Kibum. Inilah alasan mengapa ia pergi.

Siwon merasakan sentuhan ditangannya. Ketika ia menoleh, Kibum tersenyum padanya bagai seorang pangeran.

“Kau baik-baik saja kan? Apakah dia.. Maksudku.. Yah, apakah kalian berdua baik-baik saja?” Tanya Kibum.

“Bummie..”

Sebelum Siwon menjawab, ada orang lain yang memanggil Kibum. Seketika Kibum tersentak, ia hapal suara itu. Suara yang ia rindukan selama bertahun-tahun. Segera ia berbalik dan mendapati namja yang ia cintai tengah berdiri di depan pintu. Menatapnya dengan tatapan kerinduan. Lee Donghae.

Dan tanpa mereka sadari, Kyuhyun yang mendengar semua percakapan antara Siwon dan Kibum terduduk lemas dibalik dinding pemisah ruang tamu dan ruang tengah rumah Kibum. Ia telah jatuh cinta pada Siwon, tapi mendengar percakapan itu, ia tahu, ia tidak punya kesempatan lagi.

*

Terlalu banyak informasi yang di dengar Kyuhyun hari ini. Kepalanya terasa berat, dadanya terasa sesak. Ia benci ada di situasi seperti ini.

Yang ia tahu, Kibum adalah cinta pertama Siwon. Siwon begitu mencintai Kibum sampai-sampai ia tidak peduli saat itu Kibum sudah memiliki kekasih, Lee Donghae. Siwon pastilah seseorang yang amat setia. Karena ia mampu mencintai seseorang begitu lama walaupun ia sendiri terluka. Di lain pihak, Donghae yang sibuk dengan pekerjaannya jadi sedikit melupakan Kibum. Sedangkan Kibum mulai menyadari perasaanya pada Siwon setelah sekian lama bersama.

Dan Kyuhyun benci ada diantara cerita cinta segitiga lainnya. Mau tidak mau ia terseret dalam arus ini. Betapa sempitnya dunia. Betapa menyakitkannya pengorbanan cinta.

“Kyu, beristirahatlah. Besok kita pulang ke Seoul.” Kata Yunho.  Mereka sudah kembali ke hotel saat itu.

“Hyung, bolehkah aku tidur dalam pelukanmu? Aku sungguh merindukanmu.” Kata Kyuhyun.

Yunho tertawa. “Sejak kapan kau meminta ijin untuk memelukku? Kemarilah.” Kata Yunho.

Kyuhyun pun segera memeluk kakaknya dan mencoba tidur dengan berbagai beban di hatinya juga berbagai pertanyaan di kepalanya. Sejak awal ia tahu ia tidak bisa menyukai Donghae. Ia hanya menganggap Donghae sebagai hyungnya sendiri. Kyuhyun sudah terlanjur menyukai Siwon. Tapi siang tadi Kibum sempat mempertanyakan perasaan Kyuhyun pada kakanya sendiri yang benar-benar tidak bisa dijawab oleh Kyuhyun. apakah benar ia mencintai Yunho?

Yunho memeluk Kyuhyun sambil membelai surai cokelat adiknya. Ia tahu, adiknya tengah galau saat ini. Ingin rasanya ia membantu, tapi ia rasa, Kyuhyun sudah cukup dewasa untuk menghadapi semuanya sendiri.

*

Sementara itu Siwon juga tengah galau di kamarnya. Ia bingung harus berbuat apa. Ia bimbang dengan perasaannya sendiri. Di satu sisi ia masih sangat mencintai Kibum. Tapi di sisi lain, pemuda lain telah mengisi hatinya, Cho Kyuhyun.

Kini Kibum adalah seorang pria bebas, Siwon masih punya kesempatan. Kesempatan yang ditunggunya bertahun-tahun. Tapi apakah ia harus melepaskan Kyuhyun yang juga amat dicintainya?

Cho Kyuhyun, lelaki yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Kibum. Lelaki yang luar biasa manja, keras kepala dan egois. Tapi lelaki itulah yang membuatnya kembali merasakan cinta ketika Kibum pergi.

Haruskah ia mengejar cinta pertamanya yang tidak pernah ia rasakan? Kini ia punya kesempatan karena Kibum juga ternyata menyukainya. Tapi, apakah ia harus kembali mengejar ketidakpastian itu? Berjuang mendapatkan Kibumnya yang hilang sementara Kibum sendiri masih sangat mencintai Donghae?

*

Sedangkan di kamar lain, Donghae juga sibuk berpikir. Dari dulu hingga sekarang, Kibum masih tetap merajai hatinya. Ia telah lama mencoba mencari Kibum tapi lelaki itu seolah hilang ditelan bumi.

Ia bukan sengaja meninggalkan Kibum. Namun sebagai anak tunggal, beban yang dipikul Donghae sangat berat saat itu. Ayahnya sakit keras dan Donghae harus menjalankan perusahaannya dan menelantarkan Kibum. Begitu banyak janji terlupakan, begitu banyak waktu terlewatkan. Donghae terlalu sibuk sedangkan Kibum terlalu mengharapkannya.

Kepergian Kibum dari hidupnya membuatnya kehilangan semangat. Hidupnya berantakan. Ia mencoba mencari Kibum tapi ia tak menemukannya. Keputus-asaan membuatnya menjadi pria liar.

Luka dihatinya lah yang membuatnya jadi tak percaya cinta. Ia kemudian menggunakan wajah dan uangnya untuk mendapatkan siapa saja lalu mencampakkannya begitu ia puas. Karena ia mencari bayangan Kibum di setiap orang yang dikencaninya. Sayang, ia tak menemukannya juga. Kyuhyunlah yang membuatnya sadar dari dunianya dan akhirnya ingin kembali serius dalam cinta. Namun sayangnya, ia sekali lagi harus berhadapan dengan Siwon.

‘Apakah Kibum masih mau menerimaku kembali? Ataukah aku harus merelakannya bersama Siwon?’ Tanya Donghae pada dirinya sendiri.

*

Kibum juga tengah bingung dengan semua yang terjadi hari ini. Ia sangat mencintai Donghae, tapi ia menemukan harapan baru bersama Siwon.  Diingatnya dulu, hanya pada Siwon lah Kibum bercerita. Pada Siwon ia berkeluh kesah. Tapi ketika akhirnya ia menyadari ia juga menginginkan Siwon tapi tidak bisa meninggalkan Donghae, maka ia memutuskan untuk pergi selamanya membawa lukanya sendiri.

Tadi siang Siwon menyatakan perasaanya pada Kibum lagi. Sementara Donghae juga masih mencintainya. Kibum jadi bingung.  Apa yang harus dilakukannya?

*

tumblr_llmvczx1XN1qdromi

To Be Continued..

Those Perfect Men – Chapter 7

Title                 :  Those Perfect Men

Rate                 : T

Genre              : Romance

Cast                 : Siwon, Kyuhyun, Yunho, Donghae, Changmin, Kibum etc.

Warning        : BL, OC, typo (s)

Summary      : Apa yang terjadi kalau kau punya tetangga yang manis namun punya kakak yang dingin dan luar biasa galak? Lalu ketika kau berjuang untuk mendapatkan hati si tetangga, cassanova paling tampan di kampusmu ternyata mengincaranya juga. Keadaan jadi tambah rumit ketika orang yang pernah jadi cinta pertamamu tapi tak bisa kau dapatkan secara tiba-tiba muncul dan mengatakan rahasianya padamu. Dan Siwon harus memilih antara cinta barunya atau cinta pertamanya.

CHAPTER 7

Yunho, Siwon, Donghae dan Changmin duduk di dalam kamar hotel Yunho. Keempatnya masih mencoba menghubungi Kyuhyun tapi lelaki itu tidak mengangkat ponsel Donghae. Ya, ketika Kyuhyun menerima telepon dari Yunho menggunakan ponsel Donghae, ia meninggalkan ponselnya di jok mobil.

Donghae hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi dengannya dalam 24 jam ini. Setelah ia kehilangan waktu tidurnya, sekarang ia kehilangan ponselnya. Poor Hae.

Yunho sudah menceritakan alasan mengapa Kyuhyun melarikan diri saat ini pada Siwon dan Donghae. Keduanya kini paham, mengapa Kyuhyun jadi semarah itu. Siapa yang tidak akan marah jika kakaknya dikhianati?

“Yang tidak kumengerti ialah, kenapa Kyuhyun masih marah padaku setelah sekian lama? Hal ini sudah terjadi 5 tahun silam. Aku dan Yunho sudah saling memaafkan. Kini kami bertemu lagi karena urusan bisnis, tidak lebih.” Kata Changmin.

Yunho mengangguk. “Ya, waktu itu kami hanya remaja. Pacaran lalu putus itu hal biasa. Tapi aku tidak menyangka Kyu akan marah seperti ini.”

Wajah Yunho terlihat frustasi. Bagaimana tidak, ia berkali-kali menghubungi adiknya tapi tetap tidak ada tanggapan. Ia juga berulang kali menulis pesan tapi tetap tidak ada respon. Ia khawatir, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Kyuhyun? Kyuhyun tidak hapal jalanan di Beijing, ia juga – menurut Donghae- belum makan sama sekali. Mereka berempat sudah mencari Kyu kemana-mana tapi belum juga ada hasil.

“Ayo cari Kyuhyun lagi.” Kata Yunho. Lalu ia melanjutkan. “Kali ini kita bagi dua kelompok.  Yang jelas, aku dan Siwon tidak bisa sekelompok karena kamilah yang paling mengenal Beijing dibandingkan kalian berdua.”

“Itu mudah. Kau bersama Changmin, aku dengan Siwon.” Kata Donghae.

Tapi Siwon tidak setuju. “Menurutku lebih baik kau bersama Yuhno, Hae. Sedangkan aku akan pergi dengan Changmin.”

“Kenapa begitu? Kau tidak mau semobil denganku? Apa kau pikir Changmin lebih menarik dariku ya?” kata Donghae kesal karena Siwon terkesan menolaknya.

“Bukan begitu. Handphonemu ada pada Kyu, dan handphone Kyu ada padamu. Bisa jadi ia menghubungimu. Kalau kau pergi dengan Yunho, ia akan bisa langsung menemui Kyu kalau-kalau Kyu minta bertemu denganmu, mengingat Yunho yang paling khawatir saat ini. Ingat, saat ini kau memegang ponselnya. Bisa juga Kyu ingin mengembalikan ponselmu.” Siwon menjelaskan panjang lebar.

Lalu ia melanjutkan. “Selain itu, tidak baik jika ternyata Yunho yang menemukan Kyuhyun duluan tapi ia bersama Changmin. Bisa-bisa Kyuhyun kabur lagi. Kau mau terjadi seperti itu?”

“Siwon benar, seperti itu saja pembagiannya. Aku akan pergi dengan Siwon lalu kau dengan Yunho. Kita bertemu lagi di lobi hotel jam 8 malam. Bagaimana?” kata Changmin.

“Baiklah. Ingat, tetap saling memberi kabar. Dan jangan dulu menghubungi polisi, aku tidak mau orang tuaku sampai tahu. Dan lagi Kyuhyun akan ketakutan kalau sampai ia dicari polisi. Mengerti? Ayo Hae.” Setelah menjelaskan Yunho langsung berjalan keluar.

Donghae hanya bisa mengikuti Yunho dengan pasrah. Biasanya ia suka bepergian dengan Yunho. mereka berdua kan akrab belakangan ini. Tapi untuk hari ini ia tidak berani pergi dengan Yunho, ia takut kalau Yunho frustasi, lelaki dingin itu akan mematahkan tulang-tulang Donghae. Mengingat Donghae-lah pengasuh Kyuhyun yang resmi sejak Yunho di Cina.

‘Lindungilah aku Tuhan.’ Batin Donghae lalu menghela nafas panjang dan mengikuti Yunho dari belakang.

*

            Kyuhyun membuka matanya. Sinar yang cukup menyilaukan memaksa masuk ke matanya membuat ia harus membiasakan matanya agar beradaptasi dengan cahaya disekitarnya.

‘Dimana ini?’ pikir Kyuhyun. Ia mencoba melihat ke sekeliling. Ternyata ia ada dalam sebuah kamar yang cukup mewah dan nyaman. Dicobanya mengangkat kepalanya,walaupun masih terasa berat, ia mencoba duduk dan menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.

Lalu pintu kamar itu terbuka dan masuklah seorang namja tampan dengan senyumannya yang membuat Kyuhyun terpana sesaat. Namja itu memegang nampan di tangannya. Sepertinya berisi mangkuk dan segelas air putih.

“Hai, kau sudah bangun rupanya.” Kata namja itu pada Kyuhyun.

“Eh? Kau.. Orang Korea juga?”Tanya Kyuhyun karena namja itu bicara padanya dengan bahasa tanah airnya.

“Tentu saja. Aku adalah orang Korea yang sudah tinggal di Beijing sejak beberapa tahun lalu. Ini, makanlah dulu lalu. Kau terlihat pucat dan lemah.” Kata namja itu lagi.

Kyuhyun memandang bubur di tangan namja itu. ingin sekali ia memakannya, mengingat perutnya sudah keroncongan karena belum diisi sejak semalam. Tapi ia baru saja mengenal namja itu, bagaimana ia bisa percaya?

Namja itu tersenyum lagi. “Jangan takut, aku tidak meracunimu. Mana mungkin aku tega meracuni teman senegaraku sendiri?”

Kecurigaan Kyuhyun langsung terbang keluar jendela. Ia lalu menerima mangkuk itu dan menyantap isinya dengan lahap.

“Kita belum berkenlan. Namaku Kim Kibum. Kau.. Lee Donghae kan?” kata namja yang ternyata bernama Kibum itu.

“Kenapa kau memanggilku Lee Donghae? Namaku Cho Kyuhyun.” kata Kyuhyun menjelaskan.

“Oh begitu, berarti Donghae adalah nama namjachingumu ya?” tebak Kibum.

Kyuhyun menggeleng. “Dia teman kakakku. Tapi memang dia sedang mendekatiku. Waeyo? Kau tahu darimana tentang Donghae hyung?”

Kibum lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam saku celananya. “Ini, aku menemukannya di sekitar tempatmu pingsan tadi. Wallpapernya jelas wajahmu, tapi nama yang tertera adalah Lee Donghae. Makanya aku mengira Donghae adalah namamu. Kalau memang benar, berarti aku beruntung sekali.” Kata Kibum.

“Ponsel kami tertukar. Dan mengenai wallpapernya, aku tak bisa menjelaskan banyak karena Donghae hyung memang tengah mendekatiku. Tapi aku tidak menyangka ia punya fotoku. Bahkan foto yang jadi wallpapernya sekarang adalah foto yang menjadi wallpaperku di ponselku. Tapi, kenapa kau bilang beruntung?” Tanya Kyuhyun. ia sudah menghabiskan makanannya dan kini beralih ke gelas yang berisi air putih. Sekali tenggak, isi gelas itu langsung habis.

“Aku dulu pernah kenal dengan orang yang bernama Lee Donghae. Tapi sepertinya bukan Lee Donghae yang sama dengan punyamu. Bukankah itu adalah nama yang umum? Jadi tidak usah dipikirkan.” Kata Kibum.

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk saja. “Terima kasih sudah membantuku, Kibum-ssi. Aku tak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kau. Aku tidak hapal jalan-jalan disini.”

Kibum tersenyum. “Sudah jadi tugas kita untuk menolong sesama kan? Kalau kau tidak keberatan, maukah kau menceritakan padaku kenapa kau bisa pingsan di jalan? Lalu dalam rangka apa kau ada di Beijing? Apa kau berlibur lalu terpisah dari rombonganmu?”

“Anio, aku kemari dengan teman-teman kakakku. Mereka menemaniku kemari karena aku mau menemui kakakku. Ia melakukan perjalanan bisnis. Aku khawatir karena ia tidak bisa dihubungi sejak kemarin jadi aku memutuskan untuk menyusulnya kemari. Tapi ketika aku bertemu dengan kakakku, ia justru sedang berduaan dengan mantan kekasihnya yang dulu pernah mencampakkannya dan menyakitiku juga. Pokoknya aku benci sekali melihat mereka berdua.” Jelas Kyuhyun dengan mata berapi-apai. Entah mengapa ia ingin menangis lagi.

“Sudahlah, Kyu. Tenangkan dirimu. Mungkin mereka tidak sengaja bertemu. Kenapa kau tidak menanyakan dulu pada kakakmu tentang kejadian sebenarnya? Kalau sudah seperti ini kau membuat mereka semua khawatir.” Kata Kibum mencoba menenangkan Kyuhyun.

“Aku benci sekali pada Changmin. Aku tidak suka ia dekat-dekat hyungku. Yunho hyung hanya milikku seorang, aku tidak rela membaginya dengan siapapun. Apalagi dengan namja bodoh bernama Changmin itu.” kata Kyuhyun. Airmatanya sudah bersiap-siap keluar dari matanya.

“Omo, rupanya kau ini brother complex dengan hyungmu ya? Kau benar-benar menyayanginya. Bukankah lebih baik kau meminta penjelasan? Dengan begitu kau akan merasa lebih lega.” Kata Kibum.

Mendengar kata “Brother Complex” membuat Kyuhyun berpikir. Benarkah ia mencintai kakaknya? Tidak! Itu tidak mungkin. Ia memang menyayangi Yunho diatas segalanya. Ia juga tidak suka hyungnya itu dekat-dekat dengan orang lain. Tapi bukan karena suka, tapi ia tidak mau kejadian yang sama akan kembali menyakiti hati hyungnya. Ia paling tidak bisa melihat hyungnya itu bersedih.

“Brother complex.. Itu.. Aku..” kata Kyuhyun terbata-bata.

Kibum menyeringai melihat raut wajah Kyuhyun yang kebingungan. “jangan bilang kau mencintai hyungmu sendiri, Kyu.”

Kyuhyun menunduk dalam-dalam. Ia mencoba mencerna perasaannya pada Yunho. mencoba mencari apa yang sesungguhnya terjadi antara ia dengan kakak kandungnya sendiri. Tapi semakin ia coba, semakin buram segalanya.

“Aku tidak tahu..”

“Sudahlah, jangan pikirkan kata-kataku. Beristirahatlah. Kau pasti lelah. Kalau ada apa-apa, aku ada di luar.” Kata Kibum lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih termangu di tempatnya.

*

            Siwon dan Changmin menyusuri gang-gang tempat Kyuhyun melarikan diri pagi tadi. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun disana. Ia juga sudah menanyakan pada beberapa orang, maklum bahasa mandarin Siwon memang bagus, tapi tak ada seorangpun yang melihat Kyuhyun.

Ia sudah hampir putus asa ketika dilihatnya sesuatu yang amat ia kenal tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan segera ia menghampiri benda itu dan memegangnya lalu mengamatinya baik-baik. Kemudian ia tersenyum senang. Benda itu adalah potongan gantungan kunci ransel Kyuhyun.

Siwon kemudian memutuskan bertanya pada seorang bapak penjual guci di dekat sana. Dengan bahasa mandarin yang sangat fasih, ia bertanya.

“Permisi, apa bapak melihat orang ini di sekitar sini pagi tadi?” Tanya Siwon seraya menunjukkan foto Kyuhyun yang ada di ponselnya.

“Ah ya, aku tidak mungkin lupa. Ia tadi ada di depan sana. Pingsan. Tapi seorang pemuda menolongnya” kata bapak itu.

“Apakah bapak tahu ia dibawa kemana?” Kini Changmin yang bertanya.

Lelaki tua itu menggeleng.

Siwon dan Changmin lalu pamit pada bapak itu dan meneruskan perjalanan mereka. Tadinya mereka sudah senang karena dapat petunjuk, tapi harapan mereka langsung musnah mengetahui Kyuhyun dibawa pergi entah kemana.

“Permisi, kalian mencari lai-laki yang pingsan tadi ya?” Tanya seorang anak kecil. Umurnya kira-kira sekitar 12 tahun. Pakaiannya lusuh. Tapi ia terlihat rapi walaupun agak kumal.

“Eh, bagaimana kau tahu? Jangan-jangan kau mencuri dengar ya tadi?” Tanya Changmin curiga.

“Kalian mau tahu tidak? Aku akan memberitahukan kalian kalau kalian mau memberiku uang.” Kata gadis itu tanpa memperdulikan kata-kata Changmin barusan.

Tanpa banyak Tanya Siwon segera mengeluarkan dua lembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada gadis itu.

“Sekarang beritahu padaku, mereka ada dimana.”

Gadis itu tersenyum. “Itu mudah, penolongnya adalah pria tampan yang sering lewat di jalan depan sana. Tak jarang ia memberiku uang juga. Tenang saja, teman kalian ada di tangan yang aman. Ayo ikut aku, akan kutunjukkan rumahnya.”

Lalu gadis itu berjalan duluan. Siwon dan Changmin mengekor dari belakang. Gadis kecil itu membawa mereka ke rumah kayu berpelitur indah di sudut jalan.

“Ini rumahnya. Kalian masuk saja, pasti akan bertemu teman kalian.” Kata gadis itu.

“Kau tidak menipu kami kan?” Tanya Changmin yang lagi-lagi curiga.

“Tentu saja tidak. Penampilanku boleh mencurigakan, tapi selain uang, aku tidak tertarik dengan hal lainnya. Apalagi berbohong.” Kata gadis itu lagi. Lalu membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Siwon dan Changmin.

Keduanya lalu memberanikan diri memasuki halaman rumah kecil dan asri itu. Walaupun kecil, tapi arsitektur bagunannya sungguh indah. Menandakan pemiliknya memiliki cita rasa yang tinggi. Changmin lalu memencet bel rumah itu. Setelah memencet bel sekitar tiga kali, barulah ada seseorang yang membuka pintu itu.

Tampaklah seorang ibu paruh baya yang langsung memberi hormat pada keduanya.

“Maaf, kami mencari teman kami. Menurut orang-orang dijalan tadi, teman kami dibawa kemari oleh seseorang yang tinggal disini.” Kata Chagmin dengan sopan pada wanita itu.

“Ya benar. Teman kalian ada disini. Tadi tuan muda yang membawanya kemari. masuklah dulu, aku akan memanggil tuan muda kemari.” kata wanita itu.

“Changmin-ssi, aku akan menelepon Yunho dulu di luar. Kita harus segera memberi kabar padanya kalau Kyuhyun sudah ditemukan.” Kata Siwon.

Changmin lalu mengangguk dan membiarkan Siwon menelepon di luar sementara ia menunggu si pemilik rumah datang. Tak berapa lama, muncullah seorang pria yang diduga kuat sebagai ‘tuan muda’ dari wanita tua tadi.

Pria itu tersenyum dan membuat Changmin tercengang. Ya ampun, pria ini tampan sekali, pikirnya. Senyum pria itu mampu membuat Changmin lumpuh sesaat.

“Anneyong, cho nun Kim Kibum imnida. Panggil saja aku Kibum.” Kata pria itu.

“Hah? Kau orang Korea?” Tanya Changmin.

Kibum mengangguk. “Benar, aku orang Korea tapi sudah tinggal di sini sejak beberapa tahun lalu.” Ia sudah dua kali menjelaskan hal ini dalam sehari. Pertama pada Kyuhyun, kedua pada lelaki di depannya itu.

Changmin mengangguk. “Kata gadis yang kutemui tadi, kau menyelamatkan Kyuhyun. bisakah aku bertemu dengannya? Sebentar lagi kakaknya akan menyusul kemari. Oh ya, aku Changmin.”

Changmin? Ah.. rupanya ini dia biang keroknya, pikir Kibum. Pria inilah yang membuat Kyuhyun cemburu setengah mati.

“Kyuhyun sedang tidur diatas. Ia sudah makan tadi. Tapi ia tampak sangat lelah. Jadi, bagaimana kalau kalian membiarkannya tidur dulu? Setelah ia bangun, kalian bisa pergi. Kalian boleh menunggunya disini.” Kata Kibum.

“Eh? Sungguh? Tidak apa-apa? Nanti kami merepotkan.” Kata Changmin. Ia mau saja menunggu tapi tak mau merepotkan orang yang sudah berbaik hati mau menolong Kyuhyun itu.

Kibum tertawa. “Tidak, aku tidak keberatan sama sekali. Lagipula aku senang kalian juga dari Korea. Jadi kita bisa berbincang-bincang dulu mengenai Seoul yang amat kurindukan.”

Changmin mengangguk. Lalu Siwon masuk dan berbicara pada Changmin. “Changmin-ssi, aku sudah menelepon Yunho. Ia langsung menuju kemari. Kita tunggu saja dia disini.”

“Siwon-ssi, kenalkan, ini pemilik rumah yang juga sudah menolong Kyuhyun. Kim Kibum.” Kata Changmin memperkenalkan Siwon pada lelaki di depannya itu.

Baik Siwon maupun Kibum terpana ketika saling bertatapan.

“Kibummie..” kata Siwon pelan.

Jantungnya berdebar kencang. Hatinya menghangat seketika. Wajah itu, wajah yang selama ini ia rindukan. Wajah cinta pertamanya yang hilang, kini berdiri tepat di hadapannya.

*

sibum

To Be Continued..