Fading the Darkness – Chapter 2

The Revenge Poster t

Tittle : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos Vampire dan Dhampire yang berkembang dalam masyarakat. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya yang terbatas.

Warning : Don’t Like = Don’t Read.

 

“Luhan…”

“Tidak.”

“Xi Luhan..”

“Tetap tidak.”

“Apa perlu aku berlutut di hadapanmu agar kau mau membantuku?” Pinta Kyuhyun dengan nada memelas. Mendengar ucapan Kyuhyun tentu saja membuat Luhan mendelik. Bagaimana mungkin ia akan membiarkan pangeran sekaligus sahabatnya itu untuk berlutut di hadapannya?

“Lu—“

“Kau pangeran, Cho Kyuhyun.” Sahut Luhan jengah. Ia lelah menghadapi sahabatnya yang merengek seperti ini.

Tanpa di ketahui olehnya, seringai licik Kyuhyun tampak muncul di bibirnya.

“Justru karena aku seorang pangeran di sini, sudah sepantasnya kau menuruti apapun permintaanku.” Intonasi Kyuhyun berubah mengintimidasi. Betapa cerdiknya ia memanfaatkan kedudukannya untuk mendesak sahabatnya itu

“Aku akan menuruti apapun permintaan dan perintahmu, Cho Kyuhyun. Tapi tidak dengan yang satu ini. Ini terlalu berresiko.” Jelas Luhan masih mencoba menolak permintaan Kyuhyun yang berdiri di hadapannya.

Ia memang tak membual perihal ucapannya. Posisinya yang sebagai Slave memang sudah sepantasnya untuk mengabdi dan melayani Cho Kingdom. Terlebih di masa lalu ia pun berhutang budi pada Kingdom tersebut.

Dulunya ia hanyalah seorang Alter. Seorang Vampire bertuan yang telah kehilangan Masternya, Sehun. Ia yang kala itu tengah kehilangan arah karena sang master terbunuh oleh Dhampire. Mencoba kabur dari kejaran si pemburu yang terus saja mengejarnya. Ia yang masih anak-anak dengan kondisi fisiknya yang lemah karena kekurangan energi, nyaris saja terkena tebasan katana perak milik Dhampire jika saja ia tidak di selamatkan oleh makhluk sejenisnya yang tidak lain adalah Yoochun. Dimana pada saat itu Cho Kingdom tengah melakukan perjalanan mencari tempat tinggal baru pasca penyerangan kerajaannya.

“Kau hanya perlu menjaga pintu selagi aku masuk dan mengambilnya.” Seru Kyuhyun mulai habis kesabaran. “Aku hanya ingin mempermudah keinginanku untuk memburu Dhampire yang telah membunuh Ayahku.”

*

         Luhan mengangguk setelah memastikan keadaan kastil yang sepi. Yoochun dan Nickhun tengah berada di ruangan khusus milik Yoochun. Membicarakan sesuatu yang tak ia ketahui. Kyuhyun yang mengerti isyarat yang diberikan sahabatnya, perlahan membuka pintu menuju ruangan khusus penyimpanan serum. Ruangan yang selalu di jaga ketat hingga tak seorang pun di perbolehkan masuk kecuali Nickhun dan Yoochun.

Oleh sebab itulah, Luhan menolak rengekan Kyuhyun yang meminta bantuannya untuk melancarkan aksinya. Terlebih setelah mengetahui tujuan Kyuhyun yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

Kyuhyun berniat mengambil Kessei Taiyo. Sebuah serum yang membuat seorang Vampire mampu bertahan di bawah sinar matahari. Bahkan mampu menghilangkan aroma tubuh seorang Vampire dan membuat mereka mampu beraktifitas layaknya manusia biasa.

Krieeett…

Kyuhyun sedikit berjengit ketika mendengar derit pintu yang terbuka. Ia terpaku sejenak mengamati ruangan yang penuh dengan berbagai cairan yang tak ia kenal. Yang ia ketahui hanyalah terdapat darah dalam ruangan tempatnya berada. Namun, Ia mengabaikan rasa panas yag membakar kerongkongannya kala ia mencium aroma darah yang menguar memenuhi ruangan. Tujuan utamanya kali ini adalah untuk mengambil serum yang akan membuatnya layaknya manusia biasa.

Dengan cekatan ia segera mencari serum incarannya diantara ratusan botol-botol kaca yang tersusun rapi di sebuah lemari besar. Satu persatu botol ia perhatikan setiap labelnya, namun apa yang ia cari tak kunjung ia temukan.

Sementara Luhan yang tengah menjaga pintu sesekali melongok kedalam ruangan. Memastikan apakah Kyuhyun sudah menemukan yang ia cari. Karena tidak sabar, akhirnya ia ikut masuk kedalam ruangan penyimpanan dengan sebelumnya memastikan keadaan yang kondusif.

“Kau belum menemukannya juga?”

“Terlalu banyak cairan aneh disini.” Sahut Kyuhyun masih dengan kesibukannya yang tengah meneliti dan membaca tulisan kanji yang tertera ditiap botol.

“Apa Yoochun-sama menyembunyikannya ditempat lain?” Luhan mencoba menebak-nebak.

“Tidak mungkin.” Kyuhyun nyaris saja menutup kembali pintu lemari yang ia pegang ketika matanya menangkap sebuah kotak kecil di sudut lemari kaca itu.

Dengan perlahan ia mengambil kotak persegi usang tersebut dan meletakannya di meja. Luhan yang penasaran pun mendekati Kyuhyun. Mereka saling berpandangan mencoba meyakinkan. Perlahan, Kyuhyun membuka kotak usang tersebut. Terdapat sebuah botol berukuran sedang berisi cairan berwrana merah.

Kessei Taiyo’

“Apa yang kalian lakukan?”

*

“Changmin oppa.”

Langkah Changmin terhenti di ujung koridor ruang Seni ketika mereka mendengar sebuah suara lembut memanggil namanya. Si pemilik suara yang tidak lain adalah seorang yeoja itu kini berlari kecil menghampiri Changmin dan berdiri dihadapan lelaki tinggi tersebut.

“Ada apa Yeon Hee-ssi?” Tanya Changmin berusaha seramah mungkin meskipun pada akhirnya nada datar tanpa intonasi yang terdengar dari ucapannya itu.

Sementara sang gadis bernama Yeon Hee itu menundukkan kepalanya gugup. Terlebih mendengar nada bicara Changmin yang jauh dari kesan bersahabat.

“Ng, apa Oppa sekarang senggang?” Yeon Hee memberanikan diri bertanya meskipun kini suaranya terdengar seperti sebuah cicitan.

Berhadapan langsung dengan seorang The Great Prince Shim Changmin, sang idola kampus membuatnya gugup setengah mati. Padahal bukan kali ini saja ia mengobrol dengan namja tampan dan jenius tersebut. Namun tetap saja sikap gugupnya tak pernah hilang.

“Ada apa?” Kembali ucapan tanpa intonasi itu terdengar.

Yeon hee sendiri berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk tetap berdiri di hadapan Changmin. “Mmm…maukah Oppa pergi bersamaku?”

Changmin menaikkan sebelah alisnya bingung, “Maksudmu berkencan?” tembaknya langsung tanpa tedeng aling.

“Eh?” Yeon Hee refleks mendongak. Dan seketika wajahnya memerah langsung mendapati manik bulat milik lelaki yang ia sukai itu menatap lekat kearahnya.

Oh, bukan rahasia umum lagi jika dia, yang termasuk dalam jajaran yeoja tercantik di Shinki Academy, menyukai Shim Changmin. Lagi pula siapa yang tidak akan menyukai pria tersebut?

Seorang mahasiswa Seni yang terkenal dengan wajah tampannya. Terlebih dengan otaknya yang memiliki klasifikasi IQ superior. Terkecuali sifat dinginnya yang cenderung acuh itu yang anehnya justru membuatnya tampak keren bagi orang lain.

“Mianhe, hari ini aku sibuk. Mungkin kau bisa mengajak pria lain untuk berkencan denganmu.”

Dan Changmin pun langsung berlalu. Meninggalkan Yeon Hee yang mematung di tempat dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

Tak tahukah jika kata-katamu terdengar sangat kejam, Shim Changmin?

*

“Kulihat di koridor tadi kau mengobrol dengan Lee Yeon Hee, Changmin-ah?”

Donghae membuka percakapan ketika mereka bertiga, ia, Changmin dan Dongwon mendudukan diri di salah satu kursi di kantin.

“Apa dia mengajakmu kencan, hyung?” Tanya Dongwon antusias. Pertanyaan serupa yang selalu ia lontarkan ketika ia mengetahui jika ada seorang yeoja mengobrol dengan sahabat yang telah ia anggap sebagai hyung kandungnya sendiri.

“Kami hanya tak sengaja berpapasan.” Jawab Changmin acuh dengan menyuapkan sebuah onigiri kedalam mulutnya.

“Benarkah? Tapi yang kulihat tadi Yeon Hee mengejar dan berbicara denganmu. Apa itu yang kau sebut dengan berpapasan, Shim Changmin?” desak namja berrambut pirang itu dengan gigih.

Dongwoon hanya terkekeh melihat hyungnya yang belum menyerah mendengar jawaban Changmin. Bukan sekali ini Changmin menolak ajakan kencan dari gadis ataupun mahasiswi lain. Sudah tak terhitung lagi ia dan Donghae menasehati Changmin untuk sesekali menikmati ‘kehidupan normalnya’ dengan berkencan misalnya. Namun jawaban Changmin sama sekali tidak berubah.

Aku lebih memilih untuk menghabisi puluhan Vampire daripada harus berkencan dengan gadis merepotkan seperti mereka.’

“Sepertinya aku akan berburu malam ini.” Tukas Changmin mengalihkan topik pembicaraan.

“Aku ikut!” Sahut Dongwoon antusias, “Sudah lama aku tidak menemukan permainan baru. Bagaimana denganmu, Hae hyung?”

“Aku tidak bisa ikut. Aku sudah berjnji akan membantu Hyukkie untuk menjaga caffe malam ini.” Ucap Donghae. Meskipun mereka seorang Dhampire, namun tidak dapat dipungkiri jika mereka memiliki kehidupan normal layaknya manusia pada umumnya. Makan, minum, bersekolah bahkan bekerja pun dapat mereka lakukan.

Changmin mengangguk pelan menanggapi ucapan Donghae, “Kuharap malam ini kita beruntung, Dongwon-ah.”

*

       Aura ketegangan tampak menyelimuti salah satu ruangan di kastil milik Cho Kingdom. Tepatnya di sebuah ruangan yang kini terdapat dua bersaudara. Mereka saling melancarkan pandangan membunuh satu sama lain.

“Perbuatanmu kali ini sudah di luar batas, Kyu.” Yoochun memperingatkan Adiknya yang kini tengah berdiri dihadapannya.

Beberapa saat lalu ia mendapat laporan dari Nickhun. Dimana sang Kensei telah memergoki Kyuhyun dan Luhan tengah berada di ruang penyimpanan serum. Dan yang membuat Yoochun murka adalah ketika ia mengetahui motif Kyuhyun mencuri serum Kessei Taiyo.

Nickhun, yang kala itu telah berdiskusi tentang kedatangan Kingdom lain yang akan singgah di wilayah mereka dengan Yoochun, menghampiri ruangan penyimpanan serum yang terbuka dan mendapati Kyuhyun dan Luhan di dalam.

“Aku hanya ingin mencoba kehidupan normal seperti manusia.” Kyuhyun berusaha membela diri.

“Dan membiarkanmu terbunuh kapan saja oleh Dhampire? Tidak.”

“Tapi aku bukan anak kecil lagi, hyung!” Sahut Kyuhyun tak mau kalah, “Aku hanya ingin membalaskan dendamku pada seseorang yang telah membunuh Ayah. Tidakkah kau juga berniat untuk menuntut balas akan kematian Ayah, hyung?”

Yoochun terdiam. Sesungguhnya ia juga memiliki hasrat yang sama dengan sang adik. Namun posisinya sebagai raja atau pemimpin Kingdom membuatnya menahan diri untuk tidak berbuat gegabah dan menuntutnya bersikap lebih bijak. Terlebih menurutnya membalas dendam pun akan sia-sia. Ayahnya tidak akan hidup lagi meskipun ia membunuh pelaku yang membunuh Ayahnya.

Namun pemikiran tersebut tidak berlaku bagi Kyuhyun. Adiknya seperti terobsesi untuk membunuh siapapun yang telah memusnahkan sang Ayah.

“Sampai kapanpun hyung tidak akan membiarkanmu keluar dari batas aman wilayah kita. Mengertilah, Kyu.” Suara Yoochun mulai melirih.

Selama ini ia bersikap protektif terhadap adiknya tidak lain karena ia tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Adik sekaligus keluarga satu-satunya yang ia miliki. Ia tidak ingin kejadian Ayahnya yang terbunuh di masa lalu terulang kembali menimpa Kyuhyun.

Dan permintaan Kyuhyun yang meminta izinnya untuk membaur dengan manusia tidak akan pernah ia kabulkan.

“Kuharap mulai saat ini kau berhenti berbuat semaumu, Kyu. Karena aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padamu. Terlebih tak lama lagi Kim Kingdom akan segera datang ke wilayah kita.“

Yoochun mengultimatum. Dan demi mendengar nama Kim Kingdom disebut, tubuh Kyuhyun sedikit menegang.

“Keluar dari sini dan lupakan keinginan konyolmu itu.” Pungkas Yoochun berbalik meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung di tempatnya berdiri.

*

        Changmin dan Dongwoon kini tengah berlari membelah hutan. Mencoba mencari jejak-jejak ataupun aroma memuakkan dari buruannya.

Hingga mereka telah sampai di sebuah tepi sungai. Dimana tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat sekelompok laki-laki bertubuh besar. Dan melihat dari ciri-ciri mereka, Changmin dapat menebak jika mereka adalah sekelompok Werewolf.  Sejenis manusia serigala yang bisa dikatakan merupakan sekutu bagi seorang Dhampire dalam menghadapi Vampire.

“Wah.. wah.. mengapa kalian seserius itu?” Sapa Changmin yang menarik perhatian dari kelompok Werewolf tersebut.

Ketujuh lelaki bertubuh kekar itu menoleh padanya dan Dongwoon yang berdiri disisinya.

“Changmin?” sapa Yunho. “Lama tidak berjumpa. Sedang apa kalian disini?” Yunho, yang ia ketahui sebagai Alpha atau pemimpin dari kelompok tersebut menyapanya.

“Memangnya tidak boleh? Bukankah sungai ini adalah tempat umum?” Dongwoon balik bertanya meskipun dengan nada bercanda.

Werewolf yang ada dihadapannya kali ini berasal dari suku Gyfraddia. Salah satu suku tertua yang hingga saat ini masih bertahan hidup. Jika Dhampire memiliki percampuran darah manusia dan Vampire, maka Werewolf merupakan manusia biasa yang memiliki kekuatan luar biasa yang mampu bertransformasi menjadi serigala.

“Tentu saja boleh.” Jawab salah satu dari mereka yang Changmin kenal bernama Taecyeon seraya mengacungkan dua jempolnya.

“Kalian akan berburu?” tanya sang Werewolf bermata besar, Minho.

Changmin mengangguk. “Benar. Apa kalian mencium adanya aroma memuakkan di sekitar sini? Aroma khusus yang membuatku kelaparan setiap menciumnya?” Tanyanya sarkatik.

“Atau mungkin si pemilik aroma tersebut melintas di depan kalian beberapa waktu lalu?” Dongwoon ikut bertanya.

“Oh… Mereka tidak akan berani melintasi daerah ini, ingat? Daerah ini terlarang bagi mereka.” Jawab Hoya cepat.

“Kalau mereka tidak ingin kepala mereka terlepas dari tubuhnya.” Sahut Yonghwa menambahkan dengan nada mengejek.

Dongwoon menggeleng keras, “Jangan! Biarkan kami yang melakukannya. Rasanya pasti menyenangkan.” Jawabnya seraya menyeringai lebar.

Dan semua yang berdiri di tempat itupun tertawa mendengar antusiasme Dongwoon.

“Baiklah. Kami akan kembali berburu. Senang bertemu kalian lagi.” Changmin mengakhiri perbincangan kecil mereka seraya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.

“Hati-hatilah di jalan. Oh, sampaikan salamku pada Donghae.” kata Gikwang seraya melambaikan tangannya.

“Dan jangan lupa kirimkan kami kepala Vampire. Bola yang kami pakai sering hilang dan dibawa kabur oleh babi hutan.” Seru Kris, pria yang paling tinggi diantara kelompok Werewolf itu  gembira, membuat Changmin dan Dongwoon kembali tertawa.

Changmin baru akan melangkah ketika ia berbalik dan menatap Yunho. “Yunho, berhati-hatilah, kudengar ada suku baru di luar sana yang tengah menghimpun kekuatannya untuk mengambil alih beberapa daerah. Kupikir kau harus tahu.”

Pesannya mencoba memeperingatkan sang Alpha dari sekutunya. Ia memang mendengar jika ada sebuah suku asing yang berniat melakukan penyerangan untuk melakukan ekspansi wilayah suku lain.

Yunho tersenyum. “Aku tahu. Terima kasih.”

*

Srak!

Brugh!

Brugh!

Suara gaduh terdengar bersamaan dengan puluhan pohon besar yang tumbang diantara gelapnya hutan. Kyuhyun dengan kalap menendang, menarik dan mencabik-cabik pohon-pohon kokoh yang seketika itu tumbang dibelakangnya. Tak dipedulikannya energinya yang perlahan-lahan mulai berkurang akibat memforsir kekuatnnya secara berlebih. Emosinya seakan melupakan keadaan fisiknya tersebut. Dan emosinya semakin membuncah ketika bayangan wajah Nickhun tiba-tiba muncul dibenaknya.

Jika bukan karena pria itu, dapat dipastikan ia kini telah berhasil kabur dan berada di tengah-tengah kehidupan manusia normal. Mencoba menyelidiki kehidupan Dhampire dan menyelidiki kelemahan sang Vampire Hunter musuh abadinya itu.

Brugh!

Dan tubuh Kyuhyun pun ambruk bersamaan dengan pohon terakhir yang tumbang di belakangnya.

*

Brugh!

Pendengaran tajam Changmin seketika menangkap sebuah suara asing yang terdengar tak jauh dari tempatnya berada. Changmin menatap ke sekeliling. Ia hanya seorang diri saat ini. Sebelumnya ia telah memerintahkan Dongwoon untuk berpencar arah dengannya.

Tanpa menunggu lebih lama lagi ia pun melesat. Berlari menuju sumber suara. Dan senyum tampak terlihat dari bibirnya ketika ia mencium aroma memuakkan yang seketika menaikkan adrenalinnya.

Dengan lincah ia melompati pohon-pohon besar yang tumbang menghalangi laju larinya.

Disana kau rupanya.’

Batinnya ketika mata bulatnya menangkap sesosok tubuh yang tergeletak diantara reruntuhan pohon. Salah satu tangannya telah menggenggam Katana peraknya yang bersiap menghunus si Vampire yang tergeletak.

Namun, sepersekian detik berikutnya gerakan tangannya terhenti ketika ia mendapati calon buruannya perlahan menoleh dan memperlihatkan wajahnya.

normal_kyuhyun_5

TBC

Advertisements

Fading the Darkness – Chapter 1

The Revenge Poster t

Tittle : Fading the Darkness

Starring : Cho Kyuhyun , Shim Changmin, Nickhun Horvejkul

Co-Star : Xi Luhan, Park Yoochun, Lee Donghae, Son Dongwoon.

Pair : ChangKyu (MinKyu), KhunKyu.

Genre : BL, Fantasy, Romance, Angst.

Rate : T+

Disclaimer : Karakter tokoh dalam cerita ini diambil dari mitos vampire dan dhampire yang berkembang dalam masyarakat. Sementara untuk konflik dan jalan cerita bersifat fiktif belaka yang murni berasal dari imajinasi saya yang terbatas.

Warning : Don’t Like = Don’t Read.

Bulan tampak menggantung angkuh di gelapnya langit malam. Kemilau sinarnya membias di permukaan danau hitam yang tenang. Menyusup melalui sela daun pohon Oak di sekitarnya yang tampak menjulang membelah kelamnya malam.

Kesunyian memenuhi udara. Hanya lolongan serigala yang menggema mengisi ruang dengar yang semakin mencekam di malam beku itu.

Di tepi danau itulah, kini terdapat sesosok makhluk yang tampak merengguk kesenangannya. Menghisap darah milik seseorang yang berada di bawah kendalinya. Lelaki dalam cengkeramannya itu terus menjerit dan mengejangkan tubuhnya. Berusaha melakukan perlawanan untuk terlepas dari intimidasi makhluk penghisap darah bermata merah yang berakhir sia-sia.

Byurr!

Tubuh kaku tak bernyawa itu kemudian di lempar ke dalam danau layaknya sebuah benda tak berharga oleh si penghisap darah. Membiarkan tubuh korbannya itu tenggelam di tengah danau tenang. Seringai kepuasan nampak terlihat dari wajah pucatnya yang rupawan. Memperlihatkan bibir dan taringnya yang berlumuran darah. Ia lalu membalikkan tubuhnya seraya mengusap cairan pekat berwarna merah itu dengan punggung tangannya.

“Sudah selesai, Kyuhyun-sama?” Tanya makhluk lain yang sedari tadi mengamati kejadian tersebut tanpa berkomentar apapun. Menyaksikan kejadian seperti itu bukan suatu hal yang membuatnya ketakutan jika ia sendiri merupakan makhluk sejenis dengan pemangsa darah yang baru saja ia panggil dengan sebutan Kyuhyun itu.

Kyuhyun menatap lelaki berambut blonde yang bersandar di salah satu pohon besar dengan pandangan menusuk. Ia lalu memejamkan matanya. Sedetik kemudian bola matanya yang sebelumnya berwarna merah kini telah berubah dengan warna lelehan caramel. Yang membuatnya tampak manusiawi. Begitupun juga taringnya yang sudah tidak tampak.

“Kau tidak berniat untuk melepas dahagamu, Luhan? Ku lihat mangsaku tadi tidak hanya seorang diri di dalam hutan ini.”

Lelaki bernama Luhan, yang tidak lain adalah sahabatnya itu hanya menggeleng pelan.

“Aku sudah cukup puas dengan energi yang ku dapatkan hari ini.”

Kyuhyun mendengus mengerti ucapan Luhan yang terdengar ambigu, “Lelaki mana lagi yang kau tiduri hari ini, heh?”

“Kau—“

Belum sempat Luhan menerjang sahabatnya untuk memberi pelajaran, tiba-tiba tubuhnya tersentak. Begitupun juga Kyuhyun yang tubuhnya terlihat menegang. Mereka saling berpandangan mengerti. Indera mereka dapat menangkap jika ada aroma tanda bahaya yang tengah mendekat kearah mereka.

Mereka berdua pun menyeringai.

***

Masih dalam kawasan hutan, tak jauh dari danau tempat Kyuhyun dan Luhan berada. Kini terlihat dua orang lelaki tengah berlari dengan kecepatan tinggi menuju aroma menyengat yang di tuntun indera penciuman mereka. Bukan hal yang sulit bagi seorang dhampire yang memiliki tingkat penciuman yang sangat sensititif. Terlebih jika aroma itu berasal dari makhluk yang mereka buru.

Mereka berdua terus berlari dengan senjata mereka yang telah siaga di tangan. Sebuah katana, sebuah pedang panjang perak yang menghunus menantang seolah haus akan korbannya. Hasrat mereka untuk memusnahkan vampire yang akan mereka jumpai bergejolak dalam diri mereka.

Dan kecepatan mereka semakin menambah ketika aroma buruannya itu mulai tercium samar-samar.

Srak!

“Sial!” Rutuk salah satu dari dhampire itu ketika mendapati buruannya telah kabur.

Sementara salah seorang lagi terlihat menatap nyalang pada suasana sekitar. Mencoba mengamati kemungkinan jika buruannya bersembunyi di sekitar mereka. Nihil. Ia sedetik kalah cepat dari makhluk penghisap darah itu.

Hingga mata tajamnya menemukan sebuah sosok yang menarik perhatiannya. Sesosok tubuh tak bernyawa yang mengambang di tengah danau. Mayat yang ia ketahui pasti adalah korban sang vampire.

Dongwoon, lelaki yang merutuk tadi memasukkan katananya ke dalam selongsong pedangnya. Ia lalu menghampiri lelaki tinggi yang berdiri di tepi danau.

“Apa perlu aku menepikan mayat itu, hyung?”

Lelaki tinggi itu tak langsung menjawab. Ia memilih untuk berbalik dan berjalan seraya menyimpan katananya, “Kita tak punya waktu untuk mengurusi sisa si penghisap itu.”

Dongwoon tak menjawab. Ia lebih memilih untuk mengikuti langkah hyungnya yang ia ketahui tengah geram karena gagal menghabisi buruannya malam ini.

***

Pintu sebuah kastil besar itu terbuka dengan sendirinya ketika Kyuhyun dan Luhan memijakan kakinya di tanah. Tawa mereka tampak lepas ketika mengingat beberapa waktu lalu saat berhasil kabur dari ancaman Dhampire. Mereka terutama Kyuhyun, memang sanagt suka menantang adrenalin dengan mencoba hal-hal baru. Terutama ketika ia berhasil mempermainkan Dhampire yang memburu makhluk sejenis dengannya.

Kyuhyun menatap sekeliling kastil bernuansa putih yang terlihat sepi dan tak menemukan kakaknya. Mungkin ia sedang berburu, pikirnya.

“Kau dari dari mana saja, Kyu-sama?”

Langkah Kyuhyun dan Luhan terhenti ketika mendengar suara seseorang bertanya. Dan sekejap saja kini seorang lelaki bertubuh tegap telah berdiri di hadapan mereka berdua. Namun tatapannya hanya terarah pada Kyuhyun.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Kyuhun dengan nada tak suka yang sangat kentara.

“Aku disini untuk menjagamu atas perimntaan Yoochun-sama.” Jawab Nickhun, lelaki yang berdiri di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun mendelikan matanya. Ia tahu kakaknya memang sangat protektif terhadap dirinya. Tapi ia tidak pernah menyangka jika kakaknya, Yoochun, sampai akan memperlakukannya laiknya anak kecil dengan meminta Vampire lain untuk menjaga dirinya. Heck, usianya bahkan telah lebih dari satu abad.

“Aku tak butuh di jaga oleh Vampire rendahan sepertimu.”

Nickhun terhenyak. Meskipun perasaannya telah mati bersama organ lain yang ia miliki, namun tak dapat di pungkiri jika kata-kata itu membuat hatinya sakit. Ia merasa harga dirinya di injak oleh cemoohan makhluk yang ia cintai.

Ia memang mencintai Kyuhyun. Mencintai makhluk yang menjadi junjungannya sendiri. Mencintai pangeran yang tak sepantasnya ia cintai yang hanya sebagai seorang kensei dari kerajaan Cho di masa lalu.

“Jaga ucapanmu, Cho Kyuhyun.” Suara geraman terdengar dari arah lain. Sontak mereka bertiga menolehkan pandangannya pada seseorang lain yang baru saja memasuki kastil.

“Hyung…” Gumam Kyuhyun pada hyungnya yang menatapnya dengan pandangan menusuk terarah padanya.

Nickhun dan Luhan menundukan kepalanya sedikit demi memberi penghormatan pada Pangeran besar mereka.

“Aku yang meminta Nickhun untuk menjagamu, Kyu.” Ucap Yoochun pada dongsaengnya. “Dan kau tahu? Karena ulahmu yang dengan seenaknya membunuh manusia, sekarang banyak Dhampire yangyang berkeliaran dan semakin gencar memburu kita.”

Kyuhyun menundukan wajahnya, mengamini dalam hati ucapan kakaknya. Akhir-akhir ini hasratnya untuk meminum darah manusia memang tak terkendali karena hobinya yang sering berpetualang. Ia seolah tak dapat mengontrol dirinya demi mencium aroma darah manusia yang ia jumpai.

“Sebagai sangsinya, aku memutuskan untuk memerintahkan Nickhun untuk menjagamu kemanapun kau pergi.”

“Hyung!” Teriak Kyuhyun tidak terima mendengar keputusan Yoochun. Di buntuti oleh orang lain kemanapun ia pergi saja ia tidak suka. Terlebih jika yang membuntutinya adalah Nickhun!

“Aku tak pernah merubah keputusan apapun yang pernah ku ucapkan.”

***

Donghae yang tengah duduk bersantai di sofa apartemennya sontak berdiri ketika ia mendengar bel pintu berdering.

Tanpa melihat siapa tamu dari interkom yang terpasang, ia pun membuka pintunya yang kemudian menampilkan dua orang lelaki yang sangat ia kenali.

“Masuklah…” Donghae mempersilahkan kedua tamu itu yang tidak lain adalah home mate sekaligus adik dan sahabatnya, Dongwoon dan Changmin. Ia memilih untuk tidak memberondong pertanyaan terlebih dahulu demi melihat air muka kedua sahabatnya yang tampak mengeras. Pertanda buruk.

“Aku sudah memasakan makanan untuk kalian.” Ucap Donghae mencoba mencairkan suasana dengan mood kedua sahabatnya yang buruk.

“Mianhe, aku tidak lapar, hyung. Aku akan istirahat di kamar.” Pinta Changmin mencoba bersikap lembut pada hyung kekanakannya  itu.

“Ne, Changmin-ah. Istirahatlah, jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggilku ataupun Dongwoon.”

Changmin mengangguk dalam diam dan berjalan menuju kamarnya yang terletak di ujung ruangan. Ia lantas merebahkan tubuh jangkungnya di ranjang miliknya. Mencoba menenangkan emosinya yang naik ketika mengingat ia gagal mengejar Vampire yang hampir ia temui beberapa saat lalu.

Ia yakin jika Vampire tadi bukanlah Vampire biasa mengingat aromanya yang tampak samar. Tidak seperti Vampire muda yang beraroma lebih menyengat.

Terlahir sebagai Dhampire membuatnya hafal pada aroma dari jenis berbagai Vampire. Sebuah insting alami yang patut ia syukuri. Semakin tinggi derajat atau kekuatan dari seorang Vampire, maka semakin samarlah aroma yang menguar dari tubuhnya. Begitu pun sebaliknya.

Terkadang, ia merasa benci pada dirinya sendiri. Terlahir sebagai makhluk hasil dari hubungan terlarang antara Vampire dan Manusia. Dengan latar belakang itulah yang membuatnya terkucilkan di lingkungannya ketika ia masih anak-anak. Orang-orang di sekitarnya menganggapnya sebagai aib bagi keluarga ibunya yang seorang manusia.

Bahkan kejadian menakutkan ketika ia dan ibunya hampir di bakar warga sekitar pun masih terrekam jelas dalam ingatannya. Mereka menganggap, jika melahirkan seorang Dhampire merupakan aib dan pembawa bencan yang harus di musnahkan. Ia ingat ketika ia masih anak-anak, Ibunya pernah kabur dari rumah dengan membawa dirinya. Mereka kabur dari tempat ia tinggal ketika usianya baru 10 tahun. Hingga akhirnya mereka menemukan suatu kawasan yang ditinggali khusus oleh Dhampire dan kawanan Vampire hunter lainnya.

Semenjak itulah, ibunya yang hanya manusia biasa memilih untuk berlatih menjadi seorang Vampire Hunter.

Hingga suatu hari, ketika ia baru saja pulang bermain bersama teman-temannya. Ia di kejutkan dengan sebuah kabar yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya.

Changmin yang baru saja bermain dengan Donghae dan Dongwoon, sedikit heran ketika ia melihat banyak sekali orang-orang berkerumun di rumahnya.

“Changmin-ah..” Panggil seorang lelaki paruh baya ketika ia melihat Changmin.

Changmin sendiri menatap bingung pada sekelilingnya, “Ada apa paman? Kenapa rumahku ramai sekali seperti ini?” tanyanya pada paman Il Rak, yang tidak lain adalah ayah dari Donghae dan Dongwon  sekaligus tetangganya.

Dan tiba-tiba ia teringat sesuatu. Jika seharusnya Paman Il Rak saat ini tengah pergi berburu dengan kelompok Dhampire dan Vampire Hunter lainnya, termasuk ibunya, untuk menyerang sebuah kerajaan Vampire yang mereka temukan beberapa minggu lalu.

“Paman, dimana ibuku?” tanyanya dengan sorot penuh harapan. Sudah semimggu ibunya pergi untuk berburu. Ia sungguh sangat merindukan wanita yang ia hormati itu.

“Changmin-ah, ibumu…” Ucap Il Raka tersendat, “Ibumu tewas dalam perburuan kemarin Changmin-ah.”

Deg!

Jantung Changmin berpacu cepat. Darahnya mengalir deras seperti terkumpul dalam kepalanya yang membuatnya terasa pusing. Tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat mendengar kalimat ayah sahabatnya itu.

Tanpa berkata apapun, ia melesat masuk kedalam rumahnya. Memastikan apa yang Il Rak ucapkan adalah sebuah lelucon. Ia mengabaikan orang-orang yang jatuh karena di tabrak olehnya. Namun, kesadarannya seperti tertampar ketika melihat sebuah peti kayu berada di antara puluhan orang yang kini menatap padanya dengan pandangan iba.

Dengan gontai, ia melangkah mendekati peti kayu tersebut. Peti dimana kini terlihat jasad seorang wanita terbujur kaku dengan seluruh tubuhnya yang memucat. Tampak beberapa luka bekas koyakan dan gigitan di sekitar lehernya. Luka yang ia yakini diciptakan Vampire.

“Ibu…” Gumam namja kecil itu bergetar menahan air mata. Ibunya yang selama ini menjadi sandaran hidupnya. Ibunya yang selama ini menjadi alasan dirinya untuk tetap tersenyum. Ibunya yang selama ini bersuah payah melindungi dirinya pada ancaman apapun. Kini, telah terbunuh. Oleh makhluk penghisap darah yang sangat ia benci sejak dulu.

Ia kemudian meraih tangan ibunya. Berharap dapat menemukan kehangatan yang teasa di genggaman lembut sang Ibu.

Dingin. Keras dan kaku.

Tiba-tiba saja ia merindukan rasa hangat yang tersalur ketika Ibunya membelai wajahnya dengan sayang.

“Ibu…” Ia bergumam kembali. Perlahan ia mengecup tangan ibunya dengan dalam. Mencobaa mengingat kontak terakhir yang akan ia rasakan dengan ibunya. Seraya dalam hati mengucap sebuah janji dan sumpah yang akan ia penuhi demi membalas kematian ibunya..

***

Brak!

Pintu kayu itu terdengar nyaring ketika seseorang membukanya dengan kasar. Menyebabkan seorang namja kecil yang tengah tertidur lelap diatas ranjangnya terusik dari alam bawah sadarnya.

“Kyu…Kyuhyun-ah. Bangunlah.” Panggil seseorang panik dengan menepuk pelan pipi tembam adiknya.

“Nnghh, hyung…” Erang namja kecil yang bernama Kyuhyun itu tak suka ketika kakaknya mengganggu waktu istirahatnya.

Yoochun mengabaikan protes adik semata wayangnya. Tak ada waktu lagi untuk bergerak lambat atau semuanya akan berakhir sia-sia.

“Cepat bangun dan naiklah ke punggung hyung.” Pinta Yoochun tergesa. Dan demi melihat kakaknya yang terlihat panik, Kyuhyun pun memilih menuruti permintaan sang kakak. Naik ke punggung Yoochun yang kemudian terbang melewati jendela kamarnya yang terbuka.

Diluar, ia melihat sosok yang ia kenali sebagai Kensei kepercayaan Ayahnya yang telah berdiri di salah satu pohon besar.

“Yoochun-sama.”

Panggil Nickhun, sang Kensei ketika melihat putra sulung rajanya berhasil keluar dari istana dengan membawa adiknya.

Dari tempat mereka berada, mereka dapat melihat jika di luar istana tempat mereka tainggal terdapat peperangan besar yang terjadi. Kerajaan mereka tengah di serang oleh sekelompok Dhampire dan Vampire Hunter. Sekelompok musuh abadi bagi bangsa Vampire.

Kyuhyun yang semenjak tadi terdiam memberanikan diri untuk melongokan wajahnya dari balik punggung kakaknya.

Mata bulatnya menangkap sebuah kerusuhan yang membuatnya merinding. Di depan sana, terlihat para sekelompok manusia –menurutnya- berbaju hitam sedang berperang dengan pasukan Vampire dari kerajaannya. Terlihat sekelompok orang berbaju hitam itu membawa sebuah pedang yang mengkilap di tempa sinar bulan purnama. Di lain sisi, para Vampire pun terlihat tengah melakukan perlawanan. Dengan mencakar, memukul dan menggigit sekelompok orang berpedang itu yang tak jarang berhasil mengenai tubuh mereka yang seketika ambruk.

“Heika!”

“Ayah!” Pekik ketiga Vampire itu bersamaan. Dengan jelas mereka melihat Ayah dan Raja mereka teterkena sabetan sebuah pedang dari seorang wanita berbaju hitam. Seketika itu tubuh besar sang Raja Cho pun ambruk yang kemudian terbakar menjadi abu.

“Ayah! Ayah!” Pekik Kyuhyun histeris dalam gendongan kakaknya yang menahan tubuh kecilnya yang terus meronta.

Awalnya Yoochun pun berniat turun ke medan pertarungan untuk menyelamatkan kerajaannya. Terlebih hasratnya itu semakin membuncah ketika ia melihat ayahnya terbunuh. Namun tindakannya segera di tahan oleh Nickhun.

“Ingat pesan Nam Gil-heika, Yoochun-sama.” Cegah Nickhun mengingatkan pesan sang Raja pada putra sulungnya.

‘Selamatkan dirimu dan bawa Kyuhyun pergi sejauh mungkin dari tempat ini.’

‘Tapi Ayah—‘

‘ Tak ada waktu untuk membantah ucapan Ayah. Ayah akan meminta Nickhun untu menjaga kalian berdua. Jika perang telah berakhir, Ayah akan menjemput kalian kembali.’

Yoochun memejamkan matanya. Mencoba menguatkan dirinya. Sejujurnya ia merasa tidak berguna menjadi sorang Pangeran. Bagaimana mungkin calon penerus kerajaan sepertinya ‘melarikan diri’ ketika terjadi peperangan yang menyerang kerajaannya. Namun, demi mengingat pesan Ayahnya yang sangat ia hormati, ia memilih untuk menuruti pesan tersebut meski harus menelan harga dirinya bulat-bulat.

“Yoochun-sama.”

“Ayo kita pergi, Nickhun.” Putus Yoochun dingin dan terbang menjauh dari kerajaannya yang telah porak-poranda. Meninggalkan Nickhun yang menatap sendu pada Yoochun dan sosok rajanya yang telah musnah secara bergantian.

Yoochun semakin cepat melesat terbang. Mengabaikan adiknya yang terus saja meronta dan menangis memanggil sang Ayah.

*

“Ayah!”

Tubuh Kyuhyun tersentak ketika ia tersadar dari tidurnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya yang membuat pakaiannya tampak lengket.

Ia bermimpi kejadian itu lagi. Kejadian paling mengerikan seumur hidupnya sebagai Vampire. Kyuhyun memejamkan matanya berusaha menenangkan diri. Namun tak lama kemudian matanya terbuka kembali. Kedua matanya kini tampak berubah warna menjadi merah menyala.

Ia mendongak menatap sebuah lukisan yang tergantung di dinding kamarnya. Sebuah lukisan yang menggambarkan sosok lelaki yang sangat ia hormati dan ia sayangi.

Senyuman licik tergurat dari bibir Kyuhyun…

*

‘Aku bersumpah akan menuntut balas pada  siapapun yang telah membunuhmu…’

“…Ibu”

“…Ayah”

Fading the darkness chap 1

TBC

Kosa Kata :

…-sama : Sapaan ini digunakan untuk orang yang memiliki status / kelas yang tinggi.

…-heika : Baginda / Raja

Kensei : Gelar terhormat yang di berikan pada prajurit yang memiliki kemempuan legendaris dalam pedang (Tapi anggep aja di FF ini Kensei itu sejenis panglima perang atu tangan kanan raja. Hehe)

 

 

Fading the Darkness – Teaser

Fading the Darkness

Teaser

The Revenge Poster t

       Di dunia ini, terdapat banyak sekali mitos ataupun legenda yang telah hidup dan berkembang selama puluhan dekade. Dua diantara puluhan legenda yang berkembang dalam masyarakat hingga saat ini diantaranya adalah kisah tentang ‘mahkhluk abadi’ berdarah dingin yang sangat fenomenal, Vampir dan Dhampir.

Vampir merupakan ‘makhluk abadi’ yang mempertahankan kehidupannya dengan cara menghisap darah manusia dan melakukan hubungan seksual.

Begitu pun juga dhampir, makhluk berdarah dingin sejenis dengan vampir. Namun yang membedakan diantara keduanya adalah percampuran darah manusia.

Karena dhampir merupakan hasil hubungan terlarang antara dua makhluk berbeda alam,  vampir murni dengan manusia biasa.

Dan ini merupakan sepenggal kisah kehidupan antara vampir dan dhampir. Dimana diantara keduanya memiliki sifat, kekuatan serta tujuan yang sangat berlainanan namun keduanya terperangkap dalam suatu ikatan yang menyalahi eksistensi. Terlebih, terdapat lingkaran dendam yang telah mendarah daging dalam diri mereka…

Character :

propict Kyu

Cho Kyuhyun

538608_570219719670851_1750072199_n

Shim Changmin

propict nickhun

Nickhun

EXO-Wolf-MV-teaser-exo-m-34585283-980-693

Xi Luhan

20101011_mickey-yoochun_seoulbeats

Park Yoochun

dfff

Lee Donghae

dongwoon5

Son Dongwoon