Behind the Mask

Title                 : Behind the Mask

Starring          : Cho Kyuhyun, Cho Jino, Kim Jungmo, Anonymous chara.

Pair                  : Crack pair, 2Hyun.

Genre              : Ficlet, Romance, Brothership, Fluff, Typo(s)

Rate                 : T

Author            : Maccihato94

Disclaimer     : No conflict. Crack pair. Don’t like don’t read. No bash.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas untuk kesekian kalinya malam ini. Ia bosan. Jengah. Dan mirisnya, ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghilangkan kebosanan yang tengah ia rasakan. Terlebih lagi si tersangka yang membuatnya terjebak dalam situasi kali ini malah meninggalkannya seorang diri setelah bocah itu bertemu dengan namjachingu-nya.

Jika bukan karena Jino, namdongsaeng-nya yang terus mendesaknya. Sekarang ia pasti sedang menghabiskan waktu berharganya untuk memainkan PSP kesayangannya dengan bergelung dibawah selimut hangat miliknya. Tidak seperti saat ini yang malah terjebak dalam ruangan besar yang penuh sesak dengan manusia asing -menurutnya-.

Demi semua koleksi kaset game miliknya. Ia paling tidak suka berada di tengah keramaian orang-orang asing. Ia tipe anti-sosial. Dan keberadaannya di prom nite kali ini merupakan salah satu bencana untuknya. Catat itu baik-baik. BENCANA!

            Awas kau Cho Jino! Ancamnya dalam hati.

Dengan kesal ia melepas topeng yang ia kenakan dan membuangnya sembarangan. Melangkahkan kakinya menuju tempat yang setidaknya membuat ia sedikit leluasa menghirup udara segar. Namun langkahnya seketika terhenti kala ia merasakan sebuah tangan asing menyentuh pundaknya.

“Would you dance with me?”

Namja manis itu membalikkan tubuhnya. Menaikkan sudut alisnya bingung. Dia mengajakku berdansa? Apa dia gila?

Tiba-tiba lampu padam. Di gantikan oleh sinar lampu temaram dan alunan musik yang mengalun lembut memenuhi ruangan tersebut. The Blue Danube.

Belum sempat kata penolakkan Kyuhyun lontarkan. Namja bertubuh tinggi tegap itu menggenggam tangannya. Menariknya lembut menuju lantai dansa dan bergabung dengan beberapa pasangan yang tengah berdansa.

Ia bisa saja menolak. Namun entah kenapa saat tangan namja bertopeng itu kini melingkar di pinggangya, ia merasa penolakannya akan berakhir sia-sia.

“Aku..aku tidak bisa berdansa.”

Meskipun gelap, Kyuhyun masih bisa melihat bibir namja tersebut melengkung membentuk sebuah senyuman tipis. Dan ia bersumpah, senyum tersebut terlihat sangat menawan.

“Kau bisa menumpukkan kakimu padaku. Aku yang akan menuntunmu.”

Perlahan namja tersebut mengangkat pinggang Kyuhyun sedikit dan menumpukkan kaki Kyuhyun di kakinya sendiri

“Ap..apa kakimu tidak sakit?” tanya Kyuhyun. Pertanyaan bodoh yang sialnya baru ia sadari setelah kata itu meluncur dari bibirnya.

Namja yang bahkan Kyuhyun tidak ketahui namanya itu meraih kedua tangannya. Melingkarkannya disekeliling lehernya.

“Tidak masalah asal itu kau.” Ucap namja dengan rambut bercat dark white itu singkat.

Mendengar jawaban itu membuat Kyuhyun sedikit terpesona. Ruangan yang awalnya terasa bising penuh dengan celotehan dan obrolan ratusan manusia, kini terasa khidmat dengan instrumen lagu klasik yang mengalun lembut.

Kyuhyun yang masih berdansa atau lebih tepatnya mengikuti gerakan namja asing tersebut, mencoba mengamati wajah yang tersembunyi dibalik topeng berwarna ungu yang hampir menutupi sebagian wajah laki-laki dihadapannya.

Sebenarnya dalam hati Kyuhyun masih menerka-nerka siapa sebenarnya sosok yang tengah menjadi pasangannya. Ia bukan tipe orang yang suka bergaul. Dan lagi ia tidak terlalu peduli dengan orang-orang yang ada selalu berada disekelilingnya selama ini. Namun, entah kenapa kali ini ia ingin sekali mengetahui sosok dibalik topeng tersebut.

Tubuhnya tinggi tegap. Rahangnya terlihat kokoh membingkai garis wajahnya yang tegas. Tidak bisa dipungkiri bahwa namja bertopeng itu terlihat tampan. Dan ia sontak menundukkan wajahnya saat pandangan mereka bertemu. Menyadari sepasang mata tajam dihadapannya menatap lurus padanya.

Apa dia mengetahui kalau aku sedang memperhatikannya?

“Butuh waktu lama untuk aku bisa menunggu moment seperti ini.”

Kyuhyun mendongak. Dan matanya kembali bertumbukan dengan mata tajam itu, namun ia mencoba mengabaikan tatapan yang sejenak membuatnya gugup.

“Apa maksudmu?”

Namja itu membawanya melangkah dengan gerak tariannya yang teratur. Menuju tengah lantai dansa dengan pandangan mereka yang belum juga terlepas.

“Sudah lama aku memperhatikanmu. Tapi baru kali ini aku bisa berbicara denganmu.”

Oke. Jangan salahkan Kyuhyun jika saat ini ia berpikiran kalau namja yang ada dihadapannya ini adalah seorang stalker.

Gerakan mereka mulai melambat. Bahkan mereka kini hanya menggerakkan kedua kakinya secara perlahan menyerupai sebuah langkah-langkah kecil.

“Kau bahkan jauh lebih manis jika dilihat dari jarak sedekat ini.” bisik namja asing itu dengan suara bass rendahnya.

Kyuhyun baru menyesali tindakannya yang telah melepas topeng yang ia kenakan. Paling tidak topeng merah yang beberapa saat lalu ia buang itu bisa sedikit menyembunyikan rona yang serupa dengan warna topeng miliknya yang kini muncul dikedua pipinya.

Shit! Ini benar-benar memalukan! Rutuknya seraya menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang kini telah memerah sempurna. Cukup lama ia menundukkan kepalanya untuk menghindari sorot mata yang seolah mengintimidasinya yang ia yakini masih terus berlanjut. Sorot mata yang seolah mengirimkan getaran lembut di sepanjang tulang belakangnya.

Kakinya terus bergerak pelan mengikuti gerakan lembut namja yang belum ia ketahui namanya tersebut. Tanpa sadar ia mengeratkan kedua tangannya dileher jenjang namja misterius itu. Meletakkan kepalanya di dada bidang yang terbalut jas hitam dihadapannya. Bahkan kini ia dapat menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuhnya yang anehnya membuatnya merasa terbuai karena nyaman.

“You look so beautiful, Cho Kyuhyun. You…”

Kyuhyun terkesiap. Bukan. Bukan karena sorot lampu yang tiba-tiba menyala dan membuatnya silau ataupun suara tepuk tangan yang menggema disekitarnya. Ia mematung ditempatnya berpijak bahkan saat namja tersebut perlahan melepaskan diri dari pinggangnya dan memberikan senyuman penuh arti miliknya. Melangkah menjauh darinya.

Meninggalkannya seorang diri ditengah ruangan dan menjadi pusat perhatian bagi seluruh undangan pesta. Butuh beberapa saat bagi Kyuhyun untuk kembali pada kesadarannya sebelum ia merasakan sebuah sodokan yang cukup keras mengenai lengannya.

“Hyung! Kau benar-benar membuatku iri!” Pekik Jino menggerakkan kedua pundak hyungnya dengan brutal. Mengabaikan tatapan penuh kecemburuan yang dialamatkan kekasihnya, Jungmo, padanya.

Kyuhyun mengerjapkan matanya. “A..apa maksudmu, Jino-ah?” Ucapnya terbata. Efek dari masa transnya yang belum pulih.

“Kau benar-benar namja beruntung karena bisa berdansa dengannya, Kyuhyun Hyung!”

“Dia? Dia siapa maksudmu?”

Jino mempoutkan bibirnya. Sementara Jungmo hanya menahan senyum melihat interaksi dua bersaudara di hadapannya itu.

“Aigo,hyung. Kau tidak tahu siapa yang menjadi pasanganmu tadi? Dia itu sunbae tampan yang di idolakan oleh seluruh yeoja maupun namja di universitas kita.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Masih belum menangkap siapa maksud dari orang yang dibicarakan oleh adiknya.

Jino memutar bola matanya kesal, “Ini pasti karena pribadimu yang terlalu tertutup bahkan sampai kau tidak mengenali idola di kampus kita, hyung. Dia itu sunbae dari jurusan Teater dan Film tingkat 6. Namanya Seung Hyun. Choi Seung Hyun atau biasa dipanggil TOP.”

“Seung..Hyun..?” Gumam Kyuhyun sedikit ragu.

Sementara Jino hanya mengangguk dengan semangat.

Kyuhyun membeku ditempat. Seung Hyun. TOP. Bukankah..bukankah dia adalah namja yang dikenal dengan pribadinya yang dingin serta tatapan tajamnya yang menusuk. Namja yang dikagumi oleh teman-teman dikampusnya bahkan oleh adiknya sendiri. Tapi..tapi bagaimana ia bisa mengetahui namanya?

Lalu ingatannya kembali memutar pada saat namja bernama TOP itu membisikkan sesuatu yang bahkan masih bisa ia dengar dengan jelas diantara suara gemuruh tepuk tangan orang-orang disekitarnya.

“You look so beautiful, Cho Kyuhyun.You will be mine.”

Kyuhyun tersadar kembali saat ia merasakan getaran ponsel yang berada di saku jas yang ia kenakan. Ia mengerutkan keningnya saat mendapati sebuah pesan dari sebuah nomor asing yang terpampang di layar smartphonenya.

            Aku menunggumu. Malam ini.
Gedung kesenian. Pukul 22.30 p.m.
TOP

TOP-KYU

END

Advertisements