I’m Entirely in Your Will – Chapter 6

Casts               : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Roberto Bolle, Yoon Eun Hye, Hee Seo

Authors           : rioter9, wonkyuniichan, Aryadhanie

Genre              : Angst, Romance, Ballet!AU

Rating             : T

Summary         : Cho Kyuhyun tidak mau menjadi Onegin ataupun Tatiana.

Warning!         : Psychosis

 

CHAPTER 6

 

Kyuhyun bangun dengan rasa pening di kepalanya. Semalam ia terlalu banyak minum dan.. yah.. Ia dan Siwon bercinta. Ia tidak mau menyalahkan dirinya apalagi Siwon atas apa yang telah terjadi.

Walau hati dan pikirannya masih tertuju pada Roberto, namun ia sendiri harus mengakui bahwa ia memang tertarik pada Siwon. Tidak hanya pada fisik semata, tapi juga hal-hal kecil yang telah lelaki itu lakukan untuknya. Dan hal itulah yang membuatnya cukup yakin bahwa ia menyukai lelaki yang jauh lebih muda darinya itu.

Kyuhyun menoleh ke sekeliling dan mendapati kamarnya yang bersih, hanya tempat tidurnya saja yang tampak sedikit berantakan. Aneh, karena walaupun ia sering merapikan kamarnya, dengan kejadian malam tadi, tidak mungkin keadaannya seperti ini.

Ia baru mendapatkan jawabannya ketika matanya menangkap sebuah piring di atas meja pajangan di samping tempat tidurnya. Piring itu berisi beberapa potong home made sandwich. Secarik kertas terbaring di samping piring itu.

‘Siwon.’ Pikir Kyuhyun. Ia segera meraih kertas itu lalu membacanya dengan senyum bahagia terukir di wajahnya.

 

Maafkan karena aku harus pergi pagi-pagi sekali, aku baru ingat ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Aku akan kembali sebelum makan malam. Tunggu aku.

PS : Kau benar-benar mengagumkan semalam. Love. Siwon.

 

Pipi Kyuhyun memanas seiring hatinya yang menghangat. Lihat, betapa lelaki itu memanjakan dan memperhatikan segala sesuatu tentang dirinya. Tentang Kyuhyun yang berantakan, tentang Kyuhyun yang enggan memasak sendiri, tentang dirinya yang.. cepat terbuai oleh kata-kata manis..

Perutnya yang berbunyi lemah tanda ia kelaparan menyadarkannya. Dengan cepat dilahapnya beberapa potong sandwich itu lalu bergegas untuk mandi. Kyuhyun menghabiskan waktu berendam di bath up cukup lama, bukan hanya karena ia ingin membersihkan sisa-sisa percintaan semalam yang masih lengket sebelum ia mandi tadi. Tapi entahlah, ia ingin tampak terlihat sempurna saat Siwon datang nanti, atau bahkan ia ingin Siwon segera datang dan mendapatinya dalam keadaan seperti ini. Kembali ia tersenyum malu.

Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang ketika ia selesai mandi. Apa yang harus ia lakukan setelah ini? Pementasan telah selesai, artinya ia tidak punya naskah yang harus ia kerjakan. Dan apartemennya terlihat sangat bersih walaupun sehari-hari ia selalu merasa cukup berat untuk membersihkannya. Namun tangan lain telah membantunya pagi ini, membuatnya senang sekaligus sedikit kesal karena ia jadi tidak punya pekerjaan.

Andai saja Siwon ada. Mereka mungkin bisa jalan-jalan ke luar, atau mungkin hanya menonton dvd seperti yang beberapa hari ini sering mereka lakukan bersama.

Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar. Berjalan-jalan sendirian sejenak mungkin baik untuknya. Sekalian refreshing, pikirnya. Ia pun meraih jaketnya, memakai sepatunya dan melangkah ke luar apartemennya.

*

 

“Kyuhyun..”

Kyuhyun menoleh dan mendapati Roberto berdiri di sana. Lelaki itu tampak pucat dan letih, namun masih saja tetap tampan. Tetap bisa membuat hati Kyuhyun bergetar. Namun dengan cepat Kyuhyun menguasai dirinya.

“Ada apa?”

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Roberto.

Kyuhyun tertawa kecil. “Bukankah ini adalah tempat umum? Semua orang boleh datang kemari bukan? Kau tidak kopi ini? Aku datang untuk menikmatinya.”

Saat itu memang dirinya tengah berada di salah satu kedai kopi kecil di ujung jalan. Biasanya tempat itu ramai dikunjungi. Namun di siang hari memang cukup sepi, mengingat pelanggannya adalah pegawai kantoran yang memenuhinya di waktu pulang kerja.

Dekorasinya menarik, ditambah dengan alunan musik yang mengalun dari speaker di setiap sudutnya, membuat siapa saja betah berlama-lama di sana. Dan jangan tanya tentang harganya atau rasa kopi maupun cake-nya, semua orang pasti menyukainya. Sangat cocok dengan selera Kyuhyun.

Roberto tersenyum jengah seraya mengangguk. “Boleh aku duduk di sini?” tanyanya menunjuk kursi di depan Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk. “Tentu saja.”

“Bagaimana kabarmu? Kau.. Kau tahu.. Kau benar-benar luar biasa mengenai naskah pementasan kemarin dan..”

“Kau sudah mengatakannya, kau ingat?” potong Kyuhyun cepat.

Setelah itu keduanya terdiam cukup lama. Seolah menikmati suara musik yang mengalir diantara mereka, padahal pikiran mereka tengah tertuju satu sama lain.

“Kyu..” Roberto memecah keheningan.

Kyuhyun hanya menjawab dengan ‘hmm’ kecil tanpa mengangkat tatapannya dari cake yang ia permainkan dengan garpu kecilnya.

“Apa kau bahagia? Maksudku.. Apa kau dan Siwon..”

“Aku bahagia.” Lagi-lagi Kyuhyun menjawab cepat memotong perkataan Roberto. Dan ia mendapati wajah lelaki di depannya tampak terkejut. Entah mengapa Kyuhyun merasa puas akan hal ini.

“Dan Siwon adalah lelaki yang sangat baik. Ia memperhatikanku, menjagaku dengan baik dan memanjakanku. Ia juga selalu ada untukku. Bagaimana mungkin aku tidak bahagia?” jawab Kyuhyun lagi. Kini kepuasannya semakin menjadi-jadi melihat mimik wajah Roberto yang tampak merana.

“Mengapa kau menyukainya? Ia.. Ia adalah milik Hee Seo. Kau tidak boleh masuk begitu saja dalam hubungan percintaan orang lain.” Kata Roberto.

Sungguh, ia tidak mengerti mengapa Kyuhyun bisa jadi seperti ini. Dengan cepat bisa menelan semua kebaikan Siwon tanpa mengindahkan kenyataan bahwa Siwon sudah punya kekasih. Dan parahnya Kyuhyun dan Hee Seo saling mengenal satu sama lain.

“Mereka sudah putus.” Jawab Kyuhyun enteng.

“Apa? Tidak mungkin!” balas Roberto tak percaya.

“Mungkin saja.” Kata Kyuhyun lagi dengan nada yang sama. “Jika dua orang berpacaran, mereka bisa saja putus bukan? Apa yang tidak mungkin di dunia ini?”

Ini bukan dirinya. Kyuhyun menyadari hal ini. Sejak kapan ia berani bicara dengan nada seperti itu kepada Roberto? Tapi ketika mengingat kata-kata penolakan dari Roberto setelah ia menyerahkan seluruh hatinya pada lelaki itu, ia jadi marah. Terlebih setelah Roberto seolah mengingatkannya akan hubungan Siwon dan Hee Seo.

“Mengapa kau jadi seperti ini? Aku ingin kau kembali seperti dulu.”

“Aku sudah seperti ini sejak dulu. Kau hanya belum mengenalku dengan baik.” Walau bibirnya berkata seperti itu, tapi hatinya berkata lain. Entah mengapa ia merasa bodoh.

“Ayolah Kyu, kita mungkin belum lama bersama. Tapi aku cukup mengenalmu. Kembalilah padaku. Kita bisa memulai semua dari awal. Seperti dulu.”

Kyuhyun tertawa. “Setelah kau menolakku, lalu kini kau ingin kembali padaku? Kau ini benar-benar lucu.”

“Aku.. punya alasan mengapa aku harus memutuskanmu.” Jawab Roberto pelan.

“Apa alasannya?”

“Kau tidak perlu tahu.”

Kyuhyun mendecih. “Kalau begitu aku juga punya alasan untuk tidak kembali padamu.”

“Ini bukan dirimu. Kau adalah lelaki baik hati yang lugu dan sopan. Mengapa kau jadi seperti ini? Apa Siwon telah merubahmu?” tanya Roberto dengan nada tinggi.

“Kenapa kau harus menyalahkan Siwon atas semua ini? Kau lah yang telah merubahkau seperti ini. Kau yang membuat aku harus berjuang untuk membencimu. Kalau bukan karena Siwon, mungkin aku sudah benar-benar terpuruk sekarang!” Kyuhyun berang.

Kali ini Roberto yang tertawa. “Oh, yah.. Siwon yang baik hati. Siwon yang perhatian dan manis. Kau hanya tidak tahu siapa dia yang sebenarnya.”

Kyuhyun mengangkat satu alisnya. “Apa maksudmu? Jangan merendahkan dia seperti itu sedangkan kau sendiri bertingkah seperti lelaki pengecut yang mencampakkan kekasihmu sendiri tanpa alasan yang jelas.”

Roberto tidak tahan lagi. “Kau tahu apa yang menjadi alasanku memutuskanmu? Siwon! Ya, lelaki itu yang membuatku jadi seperti ini, mengubahmu jadi seperti ini, dan menghancurkan hubungan kita.”

“Jaga perkataanmu! Siwon tidak seperti itu.”

Roberto mendelik. “Kau pikir siapa yang membuat kakiku jadi seperti ini? Kau pikir siapa yang membuat aku terpaksa harus tinggal lebih lama di rumah sakit padahal aku telah dirawat sebaik-baiknya tapi kondisiku tidak menunjukkan tanda-tanda baik justru semakin memburuk? Kau kira siapa yang sering mengunjungiku tiap malam dan mengancamku, menorehkan pisau di kulitku, mencekikku bahkan menutupi wajahku dengan bantal hingga aku kesulitan bernapas hanya karena ia ingin aku melepaskanmu?”

“Tidak mungkin!” bantah Kyuhyun keras.

“Dan kau pikir.. Bagaimana mungkin aku melepaskanmu di saat hubungan kita sedang baik-baik saja? Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu yang telah merawatku dengan baik bahkan harus ikut jatuh sakit hanya karena fokus menjagaku? Aku mencintaimu, tidak mungkin aku mau melepaskanmu begitu saja andai Siwon tidak masuk dalam hubungan ini. Ia mengancam, setelah aku, ia akan melukai orang-orang di sekelilingmu. Dan jika aku bersikeras, pementasan kemarin akan hancur. Katakan.. Bagaimana aku seharusnya menghadapi masalah itu?”

“Aku tahu, berhentilah bicara omong kosong!”

Kyuhyun berdiri dari kursinya, meletakkan selembar uang yang seharusnya ia menunggu kembalian karena nominal uangnya cukup besar, tapi ia tidak peduli. Ia lalu berjalan keluar dengan langkah-langkah lebar. Ia cukup kesal dengan sikap Roberto yang dinilainya terlalu kekanakan dengan menjelekkan Siwon hanya untuk mendapatkan dirinya kembali.

“Kyu.. Kyuhyun, tunggu! Dengarkan aku dulu.” Roberto sudah berhasil mengejarnya dan menarik tangannya.

Kyuhyun mengibaskan lengannya hingga pegangan Roberto terlepas. “Aku tidak mau dengar apa-apa. Kau membuatku muak. Minggir!”

“Kyu.. Percayalah padaku. Aku tidak berbohong padamu.. Aku..”

“Tinggalkan aku sendiri!” bentak Kyuhyun dengan nada dingin. “Jangan membuatku semakin membencimu.”

Roberto mengalah. Ia hanya bisa memandang sosok Kyuhyun yang berjalan dengan langkah cepat menjauh darinya.

*

 

Roberto masih terus mengganggu Kyuhyun dengan pernyataan yang sama selama beberapa hari ke depan. Dan ia maish tidak peduli. Walau memang Siwon mengejarnya dengan gigih, namun ia tidak mungkin melakukan hal serendah itu, bukan? Roberto terlalu mengada-ada. Melakukan berbagai cara hanya untuk mendapatkan Kyuhyun kembali. Lupakah ia, siapa yang mencampakkan Kyuhyun pada awalnya?

“Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Benarkah ini kau?”

Sebuah suara menyapa Kyuhyun yang tengah duduk memegang bukunya di bangku taman. Ia boleh tampak seperti membaca, tapu jika diperhatikan dengan seksama, matanya terpaku pada satu titik, artinya pikirannya sedang tidak ada pada buku di tangannya.

Kyuhyun menegadah. Ketika memperhatikan wajah tampan di depannya dengan seksama, bibir sewarna cherry-nya membentuk lingkaran sempurna. “Oh? Changmin? Shim Changmin? Changmin-ahhhhhhh…!!!!”

Ia bubur-buru bangkit dari duduknya lalu menyerbu lelaki jangkung di depannya dengan pelukan hangat.

“Wah.. kau tampak semakin tampan saja. Dan lihat kulitmu yang kecoklatan. Astaga.. kau tampak benar-benar seksi sekarang!” pekik Kyuhyun girang.

Changmin tersenyum lebar. Kulit coklatnya bahkan tidak bisa menyembunyikan rona merah di kedua pipinya yang muncul ketika mendengar pujian sahabat lamanya itu.

Changmin dan Kyuhyun memang bersahabat sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Mereka berpisah di tengah masa kuliah mereka karena ayah Changmin dipindah tugaskan ke Australia. Kesibukan masing-masing serta perbedaan waktu membuat keduanya jarang berkomunikasi.

“Apa yang kau lakukan di sini? Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu kau lagi di sini. Kudengar kau pergi ke Amerika. Benarkah?” tanya Changmin. Matanya berbinar-binar, masih takjub dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Kyuhyun mengangguk bersemangat. “Aku hanya pergi sebentar, tidak lama. Ada pekerjaan yang harus kulakukan. Lalu bagaimana denganmu? Apa yang membuatmu memutuskan untuk kembali?”

“Aku merindukan kota ini, tentu saja.” Jawab Changmin. “Dan dirimu..” ia menambahkan sembari menyikut lengan Kyuhyun. Keduanya lalu tertawa terbahak-bahak setelahnya.

“Kau belum berubah. Masih cheesy seperti dulu. Aku benar-benar merindukanmu. Banyak yang ingin kuceritakan. Ayo ke apartemenku, tempatnya tak jauh dari sini.”

“Baiklah. Kebetulan hari ini aku bebas.”

Sepanjang perjalanan tak hentinya kedua lelaki itu saling bertukar cerita, terkadang diselingi tawa atau protes, tapi percakapan itu terus mengalir tiada henti. Kyuhyun bercerita mengenai New York, pekerjaannya untuk pementasan Onegin dan bagaimana pementasan itu berakhir sempurna. Sedangkan Changmin bercerita tentang semua petualangannya di negeri Kanguru.

“Apartemenmu bagus. Dan cukup rapi. Aku masih ingat betapa berantakannya dirimu.” Sindir Changmin.

“Ada seseorang yang merapikannya untukku.” Jawab Kyuhyun malu-malu.

“Ohoooo.. Rupanya kau punya pendamping sekarang? Kenalkan padaku. Aku harus menilainya terlebih dahulu.” Canda Changmin.

“Kau pasti akan memberinya nilai delapan atau sembilan. Dia tampan, baik hati dan sangat perhatian kepadaku. Yah.. sebelumnya aku memang menjalin kasih dengan lelaki lain, namun saat ia mencampakkanku, lelaki ini lah yang datang dan menghiburku.” Terang Kyuhyun seraya meletakkan secangkir kopi kesukaan Changmin di meja ruang tengah, tempat keduanya kini duduk berhadapan di sofa panjang.

“Kedengarannya ia memang cukup baik.”

Mereka sibuk bercakap-cakap setelah itu. Membicarakan semua yang telah terjadi dan mengenang masa-masa mereka di sekolah dulu. Kyuhyun sudah menganggap Changmin seperti saudaranya sendiri. Ia tidak merasa risih sama sekali jika sahabatnya meletakkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun sembari bercerita.

Tiba-tiba bunyi pintu terbanti keras terdengar. Keduanya terlonjak di tempatnya lalu menoleh ke arah pintu masuk utama.

“Siwon? Kau sudah pulang? Kau membuat kami kaget.”

Siwon mendengus. “Iya. Lalu kenapa? Apa kau mau aku mengetuk dulu agar tidak melihatmu bermesraan dengannya?”

Kyuhyun terpana sesaat, mencoba mencerna kata-kata Siwon barusan. Setelah beberapa detik ia terkikik. “Ini Changmin, sahabatku. Kami baru bertemu lagi hari ini dan yah kau tahu, reuni kecil.”

Changmin berdiri dari duduknya. Dengan sikap sopan ia mengangguk kecil. “Halo. Aku Shim Changmin.”

Dengan raut wajah yang tetap datar, Siwon mendekati Changmin dengan cepat. Changmin menyodorkan tangannya, ingin bersalaman. Namun alih-alih menyambut uluran tangan itu, ia justru menghadiahkan tinjunya ke wajah lelaki yang sedikit lebih tinggi dari dirinya itu.

“Changmin!” pekik Kyuhyun, bersamaan dengan jatuhnya tubuh Changmin ke lantai.

Siwon tidak berhenti di situ. Ia melanjutkan aksinya dengan kembali memukuli Changmin hingga babak belur, mengabaikan protes-protes keras yang berujung permohonan agar ia segera menghentikan perbuatannya dari Kyuhyun. Lelaki itu bahkan tidak menoleh sama sekali walaupun Kyuhyun sudah menangis.

“Siwon-ah.. hentikan.. Kumohon..”

Tapi Siwon tidak peduli. Ia baru berhenti ketika Changmin tak bergerak di bawahnya. Hanya nafas tersengal-sengal yang membuktikan lelaki itu masih hidup. Darah mengucur dari hidung dan sudut bibirnya. Kyuhyun segera menghampiri Changmin dan membersihkan darah di wajah sahabatnya itu dengan ibu jarinya.

“Kau! Berani sekali kau menyentuh Changmin!” jerit Kyuhyun marah, menegadah menatap Siwon dengan berang.

Siwon tampak terhina. “Seharusnya aku yang berkata demikian! Berani sekali ia menyentuhmu!”

“Dia sahabatku! Berani sekali kau membuatnya seperti ini!”

“Tidak ada sahabat yang menyentuh seperti itu. Dia pikir siapa dia? Sekali lagi dia berani melakukannya, akan kupatahkan tangannya.”

“Kau gila!”

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya lalu menelepon ambulans. Setelah itu ia kembali fokus kepada Changmin. Airmatanya kembali menetes, sakit melihat sahabatnya diperlakukan sedemikian rupa. Terlebih yang melakukannya adalah Siwon, lelaki yang ia sukai. Siwon hanya duduk menatap Kyuhyun. Pandangannya tajam dan menusuk.

Ketika akhirnya bantuan datang dan Changmin dibawa oleh para petugas medis, Kyuhyun menyambar jaketnya dan ingin ikut. Namun baru saja kakinya akan melangkah melewati pintu, tangannya sudah ditarik oleh Siwon.

“Kau tidak akan pergi kemana-mana.”

Kyuhyun berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri. Tapi cengkraman Siwon jauh lebih kuat. “Lepaskan. Biarkan aku pergi. Karena aku lah Changmin jadi seperti ini. Setidaknya aku harus menemaninya.”

“Orang lain bisa melakukannya untukmu. Sekarang masuk.” Perintah Siwon seraya menyentakkan lengan Kyuhyun agar lebih mendekat ke tubuhnya dan melingkarkan tangannya ke tubuh yang masih senantiasa berontak itu. Satu kakinya menendang pintu hingga menutup.

“Lepaskan aku! Lepas..!” jerit Kyuhyun marah. Wajahnya sudah memerah. Hatinya dipenuhi kemarahan sekaligus benci.

“Diam!” bentak Siwon. Ia menyeret Kyuhyun ke kamar lalu menghempaskannya ke tepat tidur. Ia hanya mengalihkan pandangannya sejenak untuk mengunci pintu. Setelah itu ia kembali menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit diartikan.

Menyadari hal itu, Kyuhyun bangkit berdiri dan beringsut mundur. Ketakutan tampak jelas di wajahnya. Terlebih ketika Siwon mulai melangkah maju pelan-pelan.

“Mundur.. Jangan mendekat.. Kubilang mundur!”

Tapi Siwon tetap melangkah. “Aku tidak suka ada orang lain yang menyentuhmu. Hanya aku yang boleh menyentuhmu. Hanya aku!”

Tangan panjang Siwon menjangkau Kyuhyun dengan sigap lalu menyatukan tubuh mereka berdua. Dengan ganas diciumnya bibir Kyuhyun. Berulang kali Kyuhyun berusaha melepaskan pagutan itu, tapi berulang kali pula Siwon tetap mempertahankannya. Kyuhyun sampai susah bernafas. Kembali ia menangis.

Ketika bibir mereka berhasil terlepas, Kyuhyun menghirup dalam-dalam udara di sekitarnya karena pasokan oksigen di paru-parunya nyaris habis.

“Hentikan.. Ada apa.. denganmu.. Kumohon..” Tersendat-sendat ia bicara, berharap Siwon akan melepaskannya.

Namun jangankan melepaskannya, pelukan lelaki itu justru semakin menguat, nyaris meremukkan tulang-tulang Kyuhyun saat itu.

Berikutnya ciuman-ciuman kasar Siwon beralih ke daun telinga Kyuhyun, lalu turun ke leher mulusnya, meninggalkan bercak-bercak merah di sana.

Kyuhyun menggeleng kuat. Ia tidak mau melayani nafsu lelaki di depannya itu apalagi setelah yang terjadi. Pikirannya hanya tertuju pada Changmin kini. Bagaimana keadaannya? Siapa yang menemaninya di rumah sakit? Apa pihak rumah sakit sudah menghubungi kedua orang tuanya?

“Siwon.. Siwon! Hentikan! Aku tidak mau..”

Seperti sebelumnya, Siwon seperti tuli, sama sekali tidak mendengarkan penolakan Kyuhyun. Ia bahkan semakin gencar menggerayangi tubuh itu tanpa ampun. Ia bahkan menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas kasur dengan tubuh Kyuhyun yang tak berdaya di bawahnya.

Susah payah Kyuhyun mendorong tubuh kekar Siwon agar menyingkir dari tubuhnya. Baru kali ini ia menyadari betapa kuatnya lelaki itu. Sebelum-sebelumnya ia selalu memperlakukan Kyuhyun dengan lembut. Mengapa ia jadi seperti ini?

Dan lagi, ia baru saja melukai orang lain, bagaimana mungkin ia memikirkan untuk bercinta padahal nyawa seseorang tengah dipertaruhkan karena egoismenya?

Kyuhyun masih sibuk melarang dan mendorong Siwon sedangkan Siwon melakukan hal sebaliknya. Detik berikutnya, ia sudah merobek kaos yang Kyuhyun kenakan dengan kasar..

*

wonkyu love ieyw6

 To be continued..

 

 

33 thoughts on “I’m Entirely in Your Will – Chapter 6

  1. Ternyata siwon sangat mengerikan,.. Over posesif nya bener” maksimal lebih malah,..
    Tapi q suka saat siwon nge-rape kyu secara kasar,.hahaha
    aigoo,.apa q sudah gila sprti siwon kenapa mlah suka bayangin wajah kyu yg ktakutan n kesakitan akibat ulah siwon,..
    Kira” bakal kyak g.mana tu ntar,.penasaran,….

  2. waduh kenapa sifat siwon begutu, kn kasiannya kyunya, nnt kyu bkan mlah cinta tp jd benci gra” perlakuan siwon ke kyu,,
    next next chingu

  3. Wah!wah!sifat asli siwon mulai ketauan kan,suka perkosa kyuhyun di mana2 dan kpn aja#plakk
    Tp ko’ aku takut klo kyuhyun makin benci ama siwon nanti?heuheu….eh tp siwon emang jahat si,eh tp aku suka jg si sama keposesifannya,eh tp klo sampe keterlaluan si ga asik jga,eh tp#halaaaah kebanyakan tp
    Jujur aku ikut takut masa baca bagian akhirnya,berasa ngliat orang di perkosa bnrn,kkk

  4. siwooonnn jahat nya dirimu
    kyu km udh d peringatin roberto tp g percaya…skrg sahabat mu yg jd korban

    penasaran kelanjutan nyaa

  5. Akhirnya siwon menujukkan sifat aslinya di depan Kyukyu,, Aigoo chwang,, r u ok!!,,😥
    Jangan kejam2 siwon,, nanti kena karma loh,,!! Hehehe
    Oy, itu kira2 bakalan ada yang dateng nyelametin Kyukyu gag ya,,!! Hadeeh

  6. Siwon mengerikan,gmana nasib kyu nanti klo terus bersama siwon yg ada dia akan dia akan tersiksa dg ke over protectivan siwon.kyu sih ga percaya ma roberto

  7. Astaga!!!!
    Kayaknya kyu bakal menyadari klw apa yg di utarakan ma roberto ttu benar.
    Secara siwon udh nunjukin bukti nya melalui sikap nya ma chwang2!!!!
    Kasian banget chwang.tp aku ng’rasa klw chwang ttu suka jg deh ma kyu.

    Lanjut2

  8. wow… sudah ketauan sisi jahatnya siwon rupanya
    lalu bagaimana nasib kyu kedepannya dgn siwon? apakah siwon akan semakin posesive n protective sm kyu?? atau mgkn dia akan mengurung kyu?? x_x
    ditunggu next nya ^^

  9. Ya ampun siwon bener” nyeremin banget kalau udah marah, sampe” changmin dipukulin brutal kaya gitu. Trus siwon juga kasar sama kyu dan nanti apa kyu bakalan ninggalin siwon setelah tau sifat asli siwon yang rada” kaya psycho
    akhh pokoknya ditunggu next chapternya ~

  10. waduh….sifat siwon yg sebenarnya mulai keluar nich, benar2 mengerikan. apa yg akan terjadi dng babykyu selanjutnya? apakah babykyu bisa terbebas dr siwon? atau semua sdh terlambat? pasti babykyu bakalan membenci siwon nich, tp ttp berharap wonkyu ttp bersatu, mudah2an aja siwon bisa berubah. lanjutttttttt,

  11. Ow y ampun ,,,TBC di saat lg serius2ny n tegang2 ny ​​​​:>•˚°º*• be̲̅e̲̅e̲̅uuUH •*º°˚• /:) ,,
    ªkɑkªkɑkªkɑkªº°˚˚°º =))=))=)) ,,tbc dgn indahny,,
    Akhirny roberto bil.jg k kyu,,tp pasti lah kyu ,g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ percaya,,secara mutusinny jg gtu bgt,,akhirny sifat asli siwon mulai klr nich,,dia itu posesif,,serem,,ksian chwang tuch yg babak belur,,
    Di tunggu next chapny ,,ASAP yach ♡̬ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ♡̬‎​‎​​​😀,,penasaran berat ini mah

  12. aigoo ada pict Siwon grepe Kyu… kkkk..
    Siwon ngeri. kasian Chwang ga salah apa-apa malah digebukin…

    Yhani eoni~ aq kangen ff BinKyu. kemana mereka?? teheee

  13. ngga suka siwon yg kaya gini. jahat bgt… roberto juga jadi gimana gitu.. entahlah tapi tetep suka sama ff ini
    siwon disembuhin dong biar jadi bisa sama kyu dan jadi siwon yg baik ^^ hehe
    daebak!!

  14. Roberto minta kyu kembali…kyu udh sayang sama siwon..m
    Ya ampun siwon kenapa jadi galak gitu sm kyunnie gara2 cemburu sm changmin.

  15. Astaga Kyunie, >_<
    Siwonie kenapa possesive sekali,
    kasihan Roberto, tapi mau bagaimana lagi,
    Kyuhyun sudah terlanjut mencintai Siwon,
    meski dia masih sedikit punya rasa pada Roberto. T_T

  16. Aigoo kasian changmin…br ketemu kyu udh ba2k belur giyu dihajar siwon…
    Ap setelah kejadian changmin ini kyu msh ttp ga percaya ma crta roberto??
    Makin seru ni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s