Million Words – Chapter 7

Starring : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Kim Woobin

Co-Star : Kim Myungsoo, Kim Jongin, etc.

Pair : ChangKyu, BinKyu

Genre : BL, Romance, Angst

Rate : T

Warning : BL, OOC, Typo (es)

 

CHAPTER 7

Kyuhyun tak mengerti dengan perasaan sesak yang terasa menghimpit dadanya. Rasa yang bercampur dengan gemuruh hebat hingga menghasilkan rasa sakit dan luka tak kasat mata pada hatinya.

Ia memejamkan kedua matanya. Alih-alih untuk beristirahat dan menenangkan diri, namun sekejap kemudian matanya kembali terbuka seolah tengah dihantui oleh kegelisahan yang tengah mendominasi.

Waktu telah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Ia lelah. Tak hanya fisiknya, pikirannya pun merasakan hal yang serupa. Meskipun begitu, raganya seolah tak menginjinkan dirinya untuk beristirahat.

Semenjak kepulangannya setelah mengunjungi rumah saudara Woobin, ia menangis. Hingga Woobin yang mengantarnya pulang ke apartement pun kebingungan. Tak tahu harus bersikap seperti apa melihat guru geografinya itu menangis sepanjang perjalanan. Ia bahkan sama sekali tak mempedulikan kemauan Woobin yang bersikeras ingin menemaninya di apartement hingga ia harus mengusirnya dengan paksa.

Ia masih mengingat dengan jelas setiap kejadian yang ia alami dirumah yang ia tahu merupakan sepupu dari Woobin. Seperti disaat ia melihat sebuah foto yang berisi gambar Changmin, tunangannya tengah tersenyum bahagia dengan seorang wanita dan seorang anak kecil dalam dekapannya.

“Chang..min.” Gumam Kyuhyun lirih.

Ia mematung ditempat untuk memastikan jika sosok lelaki yang tergambar dalam foto di hadapannya merupakan lelaki serupa yang berstatus menjadi tunangannya. Dan ia tak mungkin salah menerka. Menjalin hubungan dengannya selama lebih dari tujuh tahun membuat ia tak mungkin tak mengenali sosok Changmin meski dalam bentuk foto sekalipun.

“Eomma..” Rengek Minseok berusaha melepaskan diri dari gendongan Myungsoo. Anak kecil itu nyaris menangis ketakutan melihat ibunya tiba-tiba menjatuhkan gelas di hadapannya.

Tak jauh berbeda dengan Minseok, Myungsoo dan Jongin pun merasa terkejut dengan kejadian tersebut. Namun keterkejutan mereka tak berlangsung lama. Karena dengan sigap Jongin segera meraih beberapa lembar tisu dan membersihkan tumpahan susu dan serpihan pecahan kaca yang berserakan di sekitar Kyuhyun.

“Hyung, kau tidak apa-apa?” Jongin menyentuh bahu Kyuhyun yang tampak masih terpaku.

“Kyuhyunnie!”

Panggil suara berat milik seorang laki-laki yang langsung menghampiri Kyuhyun. Tanpa ragu ia pun merengkuh tubuh ringkih tersebut yang masih belum beranjak dari posisinya yang tengah menunduk.

“Bibi~” Panggil Minseok dengan riang melihat sosok yang tiba-tiba muncul.

“Woobin-ah?”

“Bisakah kalian berdua membawa Minseok keluar?” Pinta Woobin dengan nada rendahnya yang memerintah.

Mengerti isyarat tersebut, Jongin serta Myungsoo yang masih menggendong Minseok pun melangkah keluar. Tak peduli Minseok yang meronta keras, memaksa untuk menghampiri ibu dan uncle-nya.

“Kyuhyunnie…”

“Woobin, apa maksudnya? Changmin.. dia..”

Woobin memandang foto tersebut dengan tatapan sarat akan kebencian. Kyuhyun pasti akan mengetahui hal ini, cepat atau lambat. Tapi bagaimana jika itu terjadi sepuluh tahun kemudian? Kyuhyun akan terus hidup dalam kebohongan kekasihnya. Maka ia yang harus mengambil tindakan. Namun ia tak pernah menyangka jika melihat keadaan Kyuhyun saat ini pun membuat ia merasakan rasa sakit yang sama.

Ia meraih wajah Kyuhyun dan menghadapkan padanya. Rasa sakit itu semakin menghujam perasaannya kala ia melihat wajah Kyuhyun tampak merah padam dengan bola matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.
Dalam hati ia bersumpah akan membalas perbuatan pria pengecut yang telah membuat Kyuhyun-nya serapuh ini.

“Woobin-ah..”

Suara lembut seorang wanita membuat Woobin mengalihkan perhatiannya dari Kyuhyun. Seorang wanita yang masih berdiri kaku dihadapannya dengan raut keterkejutan yang belum sirna dari wajahnya.

“Yeon Hee noona..”

*

Woobin menatap Kyuhyun dalam. Saat ini, mereka telah berada di apartemenn Changmin dan Kyuhyun. Semenjak kepulangan mereka dari rumah sepupunya, Yeon Hee, Kyuhyun sama sekali tak mengucapkan kalimat apa pun. Bahkan menatapnya pun ia enggan.

Selama beberapa waktu ia hanya terus memperhatikan sosok Kyuhyun yang terlihat sibuk dalam pikirannya sendiri. Dan ia merasa jengah diacuhkan Kyuhyun seperti ini.

“Ceritakan padaku..”

Suara parau Kyuhyun memecah kebisuan diantara mereka. Meskipun kalimat tersebut jelas ditujukan pada lelaki di hadapannya, namun Kyuhyun sama sekali tak mengalihkan pandangannya pada Woobin. Matanya menatap pada arah lain dengan tatapannya yang kosong sarat tanpa makna.

Baru beberapa saat kemudian ia menatap mata Woobin ketika lelaki tersebut tak merespon pertanyaannya. “Bisakah kau menceritakan padaku, Woobin-ah?”

“Apa yang ingin kau ketahui?” Tanya Woobin seolah menantang.

“Semuanya.”

“Bukankah Yeon Hee noona sudah menjelaskan semuanya padamu?”

Kyuhyun sedikit berjengit kala ia mendengar nama Yeon Hee terucap. Sebuah nama yang menjadi bagian dari kenyataan menyakitkan yang baru ia ketahui.

“Aku hanya sekedar mengetahui jika Minseok merupakan anaknya dengan Changmin..” Kyuhyun menghela nafas sejenak, berusaha menenangkan dirinya mengucapkan kalimat tersebut.

“…tentang pernikahan mereka yang telah berlangsung selama tiga tahun serta permintaan maafnya padaku. Saat aku menanyakan cerita lebih lanjut, ia hanya memintaku untuk menanyakan langsung pada Changmin.”

“Kenapa kau tidak bertanya saja pada lelaki pengecut itu?”

“Berhenti menyebut Changmin sebagai lelaki pengecut!”

“Dia memang pengecut!” Sentak Woobin kasar, “Ia seorang pengecut yang menghamili seorang perempuan sementara ia telah bertunangan dengan orang lain!”

Kyuhyun tersentak. “Menghamili?”

“Kau terkejut?” Tanya Woobin dengan nada sinis tanpa mempedulikan reaksi Kyuhyun. “Karena lelaki itulah kehidupan Yeon Hee noona menjadi berantakan.”

Woobin menggeram menahan amarah. “Yeon Hee noona hanyalah seorang gadis lugu yang kemudian dicampakan oleh si pengecut itu, pada awalnya. Mereka berdua adalah rekan bisnis dengan perusahaan ayahnya yang merupakan salah satu donatur untuk yayasan pria tersebut. Dengan relasi yang demikian membuat mereka sering melakukan perjalanan bisnis bersama…

“…hingga pada suatu hari si pengecut itu meminta Yeon Hee nunna untuk melakukan hubungan badan. Noona yang memang pada awalnya tertarik dengannya pun tak menolak.”

Kyuhyun masih terdiam tanpa berkomentar. Meskipun dalam hati ia ingin menyangkal jika Changmin-nya tidak akan tega mengkhianatinya. Dengan perlakuan Changmin selama ini padanya, tentu kenyataan bahwa Changmin mengkhianatinya tidak dapat dengan mudah ia percaya.

“Semenjak itupun hubungan mereka semakin dekat. Noona tentu saja tidak mengetahui jika ia telah memiliki tunangan hingga ia dinyatakan hamil beberapa bulan kemudian.” Rahang Woobin mengeras, seperti tengah menahan emosinya kala ia mengingat cerita tersebut.

“Mengetahui kehamilan noona, orang tuanya pun mengusirnya dari rumah. Kehamilan tersebut tentu saja merupakan aib bagi keluarga, terlebih ketika mereka mengetahui jika noona hamil dengan seorang pria yang telah memiliki tunangan.”

“Yeon Hee noona meminta pertanggung jawaban padanya, awalnya pria brengsek itu menolak dengan dalih jika ia telah memiliki tunangan. Namun dengan desakan noona dan keinginan pria itu untuk memiliki keturunan yang dengan jelas tidak bisa didapatkan darimu yang notabene-nya adalah seorang laki-laki..”

Woobin melirik sekilas pada Kyuhyun saat ia menyinggung tentang gender-nya. Dan ia dapat melihat jika kedua tangan Kyuhyun mengepal erat diatas pahanya. “…ia pun bersedia menikahi noona tiga tahun yang lalu. Demi Minseok, putra mereka. Serta demi rasa cintanya pada Changmin, Yeon Hee noona merelakan dirinya menjadi istri simpanan pria pengecut itu. Merelakan dirinya diusir dan dibuang oleh keluarganya sendiri.”

Keheningan kembali tercipta diantara mereka. Membiarkan diri mereka terlarut dalam perasaan masing-masing. Perasaan benci pada Changmin yang semakin membuncah dalam diri Woobin, serta rasa sedih dan kecewa yang dirasakan oleh Kyuhyun.

“Apa Changmin mengetahui jika kau adalah sepupu Yeon Hee?” tanya Kyuhyun kemudian.

Ia masih ingat kejadian beberapa bulan lalu, saat pertama kali ia dan Changmin bertemu dengan Woobin. Changmin sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda jika ia mengenal Woobin. Ia bersikap normal layaknya bertemu dengan orang asing yang baru ia temui. Bahkan tak segan Changmin memuji sikap sopan Woobin yang pada saat itu membuat dirinya jengkel.

Woobin menggeleng, “Aku selalu mengunjunginya setelah memastikan pria itu tak ada di sana. Bertemu dengannya membuat keinginanku untuk menghancurkan kehidupannya semakin besar.” Jelas Woobin tanpa merasa segan mengungkapkan kebenciannya pada Changmin. Menyebut namanya saja ia tak sudi. Dan bertemu dengan pria yang ia cap pengecut itu tentu saja membuat keinginan untuk menghancurkannya semakin meluap.

“Lalu, apa kau mendekatiku pun merupakan salah satu caramu untuk menghancurkan Changmin?”

“Apa?” Sentak Woobin terkejut. Ia sama sekali tak menyangka jika Kyuhyun akan menanyakan hal yang demikian.

“Bukankah sudah jelas? Kau yang seorang siswa biasa, mendekatiku yang merupakan gurumu. Kau pun mengetahui jika aku telah memiliki Changmin, tunanganku sekaligus pria yang sangat ingin kau hancurkan itu. Dan kau sama sekali tak pernah memperdulikan hal tersebut hingga hubunganku dengan Changmin hancur seperti saat ini.”

“Ya. Pada akhirnya..” Suara Woobin lirih.

Kyuhyun tersentak. Untuk kesekian kalinya ia merasakan rasa sakit itu lagi. Ia merasakan belati imajiner terasa mengoyak hatinya. Benarkah apa yang ia dengar? Jika dirinya merupakan alat untuk menghancurkan Changmin karena dendamnya?

“Tapi aku bersumpah, Kyuhyunnie! Jika hal itu tidak sepenuhnya benar. Awalnya aku sama sekali tidak memiliki niat untuk menghancurkan hubunganmu. Aku tertarik padamu bahkan saat pertama kali aku melihatmu. Dan keinginanku untuk memilikimu semakin besar setelah aku mengetahui jika Changmin adalah tunanganmu…”

Woobin beranjak menghampiri Kyuhyun yang tampak akan menangis. Ia mengulurkan tangannya berniat untuk menghapus air mata lelaki manis itu yang mengalir di pipinya. Namun dengan kasar Kyuhyun menyentaknya.

“Kyuhyunnie..”

“Jangan sentuh aku!”

“Kyu-“

“Pergi.” Pinta Kyuhyun mendorong pelan dada Woobin untuk beranjak dari sisinya. Suaranya bergetar tertelan oleh isakannya. “Aku mohon..pergi dari sini..”

Woobin bergeming. Melihat Kyuhyun yang sehancur ini membuat ia bertekad untuk menenangkannya. Tak mendapat respon, Kyuhyun pun beranjak dan menarik pergelangan Woobin dengan kasar. Menyeretnya keluar setelah ia membuka pintu apartement-nya. Woobin bisa saja memberontak dan melawan Kyuhyun. Namun keinginannya untuk memberontak seketika luluh demi melihat wajah Kyuhyun yang basah karena air mata.

BRAK!

Tubuh Kyuhyun merosot seketika dan bersandar pada pintu. Menangis dalam diam. Meratapi rasa sakit dan kekecewaan yang menguasai hatinya. Rasa kecewa yang ia dapatkan dari Changmin tentang pengkhianatannya semakin bertambah setelah mengetahui motif Woobin mendekatinya. Ia tak pernah berharap jika pria yang mampu membuatnya jatuh cinta padanya tega mempermainkan perasaannya hingga sedemikian rupa.

Di lain sisi, Woobin pun masih berdiri ditempat untuk beberapa saat. Menatapi pintu kayu dihadapannya dengan pandangan kosong. Hingga tak lama kemudian ia merasakan ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk.

“Eomma..”

*

Sudah seminggu Kyuhyun mengurung diri dikamarnya. Tak dipedulikannya orang-orang yang berusaha menghubungi, menemui bahkan mencarinya sekalipun. Ponselnya pun telah mati kehabisan baterai karena ia sama sekali tak berniat untuk mengisinya. Tak terhitung berapa puluh panggilan dan pesan masuk yang ia abaikan. Sama sekali tak berniat untuk menerima dan membukanya sekalipun.

Tak terkecuali Changmin. Ia telah mengetahui semua kejadian yang telah ia lewatkkan setelah Yeon Hee menceritakannya. Hal tersebut tak pelak membuat ia marah dan menyalahkan Yeon Hee yang menurutnya telah lancang menceritakan tentang hubungan mereka pada Kyuhyun.

Segera setelah itu, ia kembali ke apartemennya dan Kyuhyun. Berharap ia dapat menemui pria manisnya untuk menjelaskan dan meminta maaf pada tunangannya.

Namun harapannya sia-sia ketika ia menginjakan kaki di apartement mereka. Yang ia dapati hanyalah Kyuhyun yang terus mengurung diri di kamar. Mengacuhkan bujukan dan usahanya untuk meminta Kyuhyun keluar dari kamar mereka.

“Kyuhyun-ah..” Panggil Changmin setelah ia mengetuk pintu kamar mereka untuk yang kesekian kalinya. “Kyuhyun-ah, aku mohon. Keluarlah dari kamarmu sekarang. Berhenti menyiksa dirimu seperti ini, Kyu.” Pinta Changmin memelas.

Ia telah kehabisan akal membujuk Kyuhyun. Pada saat seperti ini ia sangat merutuki sifat keras kepala Kyuhyun yang sama sekali tidak membantunya.

Lagi, bujukannya sama sekali tak menuai respon. Ia sadar. Sudah sepantasnya Kyuhyun marah padanya setelah apa yang selama ini ia sembunyikan diketahui olehnya. Ia memaklumi kemarahan Kyuhyun. Namun paling tidak, ia berharap jika ia bisa menjelaskan lebih detail pada Kyuhyun. Ia terlalu mencintai Kyuhyun. Dan kekhawatirannya tentang Kyuhyun yang akan meminta berpisah merupakan hal yang paling ia takutkan.

Ting Tong!

Angan Changmin terinterupsi ketika ia mendengar bel pintu berbunyi. Dengan enggan ia pun berjalan ke sumber suara untuk membukakan pintu untuk tamu dilarut malam seperti ini.

“Kau..”

“Dimana Kyuhyun?” tanya Woobin tanpa tedeng aling.

“Berani sekali kau datang ke sini.” Sahut Changmin sarkatik.

Woobin mendecih, “Dan kau sendiri? Apa kau masih punya malu untuk pulang ke apartement ini, Shim Changmin?”

Tubuh Changmin menegang. Pertanyaan Woobin menusuk harga dirinya. Setelah apa yang ia lakukan pada Kyuhyun, ia masih berani menemui Kyuhyun dan bahkan berharap jika Kyuhyun akan memaafkannya serta kembali lagi padanya?

Woobin menyeringai melihat Changmin yang terdiam. Tanpa sungkan ia pun masuk ke apartement dan menabrak tubuh Changmin dengan sengaja.

“Kyuhyunnie…!” Teriak Woobin kencang.

“Apa kau tak pernah diajari sopan santun oleh orang tuamu?!”

Woobin terkesiap. Ia menatap tajam Changmin yang ada dibelakangnya. Seketika itu juga emosinya membuncah yang ia lampiaskan dengan pukulan di wajah tirus Changmin.

BUK!

Seketika tubuh Changmin terpental menabrak tembok. Dengan beringas Woobin menghampiri dan mencengkeram kemeja Changmin.

“Jangan pernah sekalipun kau menghina orang tuaku.” Woobin menggeram.

BUK!

“Lalu pernahkah kau diajari oleh orang tuamu untuk menjadi lelaki pengecut, hah?!”

BUK!

Changmin membalas pukulan Woobin. Telak mengenai rahang pria yang lebuh muda darinya itu.

“Jaga ucapanmu! Lagipula siswa macam apa kau yang berani meniduri gurumu sendiri!”

Woobin menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya dengan kasar. Tubuhnya bergetar menahan amarah mendengar hinaan Changmin. Namun seringaian muncul dari bibirnya. “Kau tidak berkaca pada dirimu sendiri.. kakak sepupu?”

Dahi Changmin mengernyit ketika mendengar panggilan kakak sepupu yang baru saja dilontarkan oleh Woobin.

“Kau pikir aku tidak tahu kebusukanmu selama ini, Shim Changmin? Bersikap seolah-olah kau sangat mencintai Kyuhyun sementara di belakangnya kau telah memiliki anak dari wanita lain?”

Woobin tertawa mengejek melihat raut keterkejutan Changmin. Pria Shim itu terlihat menundukkan wajahnya tanpa berani menatap kearahnya. Woobin berjalan kearah Changmin dan segera menyambar lelaki itu dengan pukulannya kembali.

BUK!

Changmin yang masih dalam keadaan shock seketika tersungkur dilantai. Woobin kembali memburu Changmin.

“Asal kau tahu saja brengsek. Jika wanita yang dulunya sempat kau permainkan itu adalah sepupuku, Lee Yeon Hee!” Raung Woobin tepat diwajah Changmin sebelum ia kembali melayangkan pukulannya.

BUK!

“Ini untuk penghinaan terhadap orang tuaku!”

BUK!

“Dan ini untuk kau yang telah menghancurkan kehidupan sepupuku!”

BUK!

“KIM WOOBIN!”

Pukulan Woobin yang bak kesetanan terhenti ketika ia mendengar pekikan seseorang. Tak jauh darinya, kini terlihat Kyuhyun tengah berdiri diambang pintu kamarnya. Penampilannya tampak berantakan dengan wajah sayu dan mata merahnya yang tampak mencolok.

“Kyuhyunnie..”

Kyuhyun berlari kearah mereka. Dan dengan paksa mendorong tubuh besar Woobin yang tengah menindih Changmin dengan wajah yang babak belur.

“Changmin-ah..Changmin-ah..”

Kyuhyun memangku kepala Changmin dan menyeka darah yang mengalir di pelipis dan bibir sang kekasih. Air matanya kembali mengalir saat Changmin terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Sementara itu, Woobin terhenyak menatap Kyuhyun yang sama sekali tak mempedulikannya. Ada rasa sakit yang ia rasakan saat Kyuhyun mengabaikannya dan lebih mempedulikan lelaki pengecut itu.

“Apa yang kau lakukan Kim Woobin?!”

“Kyuhyunnie, aku..”

“Pergi dari sini sebelum aku memanggil security.”

Ancam Kyuhyun dingin sebelum ia membantu Changmin berdiri dan masuk ke kamar mereka.

*

BRAK!

Woobin membanting pintu mobilnya dengan kasar saat ia telah sampai di pekarangan rumahnya. Ia sedikit meringis saat ia merasakan perih disekitar rahangnya.

“Shim Changmin sialan.” Makinya kesal pada orang yang telah membuat wajahnya memar.

Sebelum ia masuk ke rumah, ia terlebih dahulu mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Ia tak ingin menghadapi pertanyaan sang ibu tentang lukanya dan membuat beliau khawatir.
Ia pun melangkah menuju rumah bernuansa putih dihadapannya. Rumah mewah yang belakangan hanya ditempati oleh dirinya dan ibu yang sangat ia cintai. Seperti telah menjadi sebuah kebiasaan, ia pun langsung menaiki tangga dan menuju kamar pertama dilantai kedua. Kamar milik sang Ibu.

Ketika ia membuka pintu kamar tersebut, hanya kegelapan yang menyambut pandangannya. Ia sedikit heran. Tidak biasanya ibunya membiarkan keadaan kamarnya terlihat gelap tanpa penerangan. Sebab ia tahu jika sang ibu memang tak menyukai kegelapan.

“Eomma..” Panggilnya dengan satu tangannya menekan sakelar lampu.

Senyuman muncul di balik masker yang ia kenakan saat ia melihat sosok ibunya tengah terbaring di tempat tidur. Pria berusia 17 tahun itu pun memutuskan untuk membuka maskernya dan menghampiri sang ibu. Berniat mengucapkan selamat malam pada wanita yang telah melahirkannya.

Namun senyumannya itu seketika menghilang saat ia melihat cairan serta busa berwarna putih mengalir dari sudut mulut ibunya.

“Eomma!”

Di sisi tubuh yang tergeletak itu terdapat sebuah botol kecil dengan beberapa butir pil yang tercecer. Valium (sejenis obat penenang).

Dengan panik ia pun segera meraih ponselnya, men-dial nomor darurat dan membopong tubuh ibunya dari tempat tidur. Tanpa tahu jika terdapat selembar kertas terjatuh dari genggaman tangan ibunya.

“Eomma..kumohon.. bertahanlah..”

Ia telah pergi, Woobin-ah.

Ia telah pergi meninggalkan kita dengan wanita jalang itu..

*

“Kau mau kemana, Kyu?” Changmin meraih tangan Kyuhyun yang beranjak dari sisinya.

Kyuhyun tersenyum sekilas pada pria yang tengah terbaring di bangsal.

“Aku ingin menemui Dokter Hwang sebentar untuk menanyakan perkembangan kondisimu, Changmin-ah.”

Mereka berdua tengah berada di Rumah sakit saat ini. Mengingat kondisi Changmin yang luka parah pasca baku hantamnya dengan Woobin semalam. Dan Kyuhyun tentu saja akan menemaninya, walau bagaimana pun saat ini ia masih menjadi kekasih sekaligus tunangan Changmin.

Pria tinggi itu pun melepas cengkeramannya pada pergelangan tangan Kyuhyun meskipun enggan. Ia seperti tak rela melepaskan Kyuhyun. Takut jika pria manis itu akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.

“Aku akan segera kembali.” Janji Kyuhyun melihat keraguan Changmin.

*

Kyuhyun menutup pintu ruangan Dokter Hwang dengan pelan. Kekhawatirannya sedikit berkurang saat Dokter Hwang menjelaskan kondisi Changmin yang semakin membaik.

Sebelum ia kembali ke kamar Changmin, ia terlebih dahulu untuk mampir ke kantin Rumah Sakit. Segelas teh hangat sepertinya akan membantunya terasa segar kembali. Ia nyaris menjerit ketika seseorang menarik tangannya dengan kasar dari balik koridor Rumah Sakit. Namun suara itu tak terdengar karena mulutnya dibekap oleh sepasang tangan besar.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya seseorang yang menarik tangan Kyuhyun yang tidak lain adalah Woobin.

Dengan kasar Kyuhyun mendorong tubuh Woobin untuk menjauh darinya. “Apa yang kau lakukan?!” Teriak Kyuhyun marah. Sontak saja suara tersebut menarik perhatian beberapa orang yang berlalu lalang disekitar mereka.

“Kau sangat suka menarik perhatian orang lain, Kyuhunnie..” Ucap Woobin dengan nada menggoda.

Kekesalan Kyuhyun semakin bertambah. Demi Tuhan, bagaimana ia bisa bersikap demikian? Bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka sebelumnya sementara semalam ia nyaris menghabisi Changmin di depan matanya.

“Berhenti memanggilku dengan panggilan menggelikan itu.”

“Wajahmu terlihat pucat. Apa kau sakit?” Woobin membelai pipi Kyuhyun lembut yang segera ditepis kasar oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari wajah yang ada dihadapannya. Melihat wajah tersebut mengingatkan ia pada malam itu. Di mana Woobin secara tidak langsung mengakui bahwa ia hanya dijadikan alat untuk membalas dendam pada Changmin.

“Hey, kau tidak menjawab pertanyaanku. Ah, aku tahu. Apa kau sedang menunggui pria pengecut yang terbaring di salah satu kamar rumah sakit ini?”

Kyuhyun mendongak, “Tidakkah kau merasa bersalah padaku? Tidakkah kau merasa bersalah pada Changmin?”

Woobin menaikkan salah satu alisnya. “Sama sekali tidak. Bahkan aku menyesal tidak membuatnya langsung mati di tempat.”

PLAK!

Suara tamparan itu menggema diantara lorong panjang tempat mereka berdiri. Woobin meraba pipinya yang terasa perih. Ditatapnya Kyuhyun yang kini terlihat menggigit bibirnya yang bergetar.
Kyuhyun sndiri yang tak dapat menahan emosinya mendengar jawaban Woobin yang terdengar menyepelekan, reflek menampar pria tersebut. Tidak tahukah ia jika dirinya merasa marah dan kecewa terhadap bocah tersebut? Marah karena anak itu menghajar Changmin dan kecewa karena tanpa bisa ia cegah, Kyuhyun sudah jatuh hati pada orang yang menjadikannya alat balas dendam. Walaupun Woobin mengatakan bahwa sejak awal ia sudah menyukai dirinya.

“Aku muak dengan segala tingkahmu, Kim Woobin. Aku menyesal telah mengenal manusia arogan dan pembawa masalah sepertimu. Dan kuharap aku tidak akan pernah lagi bertemu manusia sepertimu..” Kyuhyun menatap tepat di manik mata Woobin yang terlihat sayu, “..selamanya.”

Selepas mengucapkan kalimat tersebut, Kyuhyun pun berlalu meninggalkan Woobin yang masih mematung di tempatnya. Meninggalkan Woobin yang tersenyum miris tanpa ia ketahui.

Million_Words_7_Poster_Finishing

To be continued..

44 thoughts on “Million Words – Chapter 7

  1. Menyedihkan bangettt unnieee
    Aku nunggu banget kelanjutan ff ini
    Sumpah si woochang kurang ajar keduanya
    Huhhhh
    Kyu sama aku aja
    #ehh

  2. Jahat bgt sich si chwang,,ternyata di blk kyu dia ud ngekhianatin kyu,,pake ,g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ mau tgg jwb lg,,ud ancurin hidup ank gadis org jg ,,
    Aneh dech ma kyu,,ud tau chwang kya gtu,,kok bsa2 ny msh mau ama dia,,knp ,g̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ woobin j sich,,
    Gmn nasib eomma ny woobin y??

  3. Aigoo miris liat nasib kyu kayak gini , kasihan dia. Changmin tega”nya dia kek gtu , woo bin jga aigoo. Disini kyu hancur bgt , semoga dia bisa bahagia.Next part update kilat ne^^

  4. Aigo jdi bner changmin udda menikah bahkan udda pnya anak…
    Dsar changmin babbo kejam bget khianatin kyukyu…
    Udda bohongin kyukyu slma 3th…#tendangchwang
    Tpi kyukyu jga udda kcwaiin chwang dgn tidur bareng wonbin…#pelukkyu kwkwkw
    (*min:knpa aku ditendang sdangkn kyu di peluk..#nangiskejer)
    Me: tentu sja…Dya kan suamikyu…#evilsmirk

    Kyu jgn mrah sma wonbin…
    Dya ga slah spenuhnya…
    Aiiish nnty nyesel lg…

    Crtanya makin seru udda mulai mau klimaks ya…
    Chingu next chap.a ditunggu ne…
    Jgn lama² nnty akk timpuk ni…Kkkk

  5. Akhirnya apdet.
    Kenapa kyu masih aja baik sama changmin hih. Malah kyu marah banget ke woobin, padahal kelihatannya woobin cinta banget ke dia.. Kyu masih niat lanjutin pertunangannya sama changmin gak ya? Ckck~

  6. chwang…..dikau sungguh jahat
    ngapa pula si kyu masi belain changmin itu……

    plis buat kyu bahagia doonkk…kasian

  7. asli aku nangis daahh gara-gara kelakuan Changmin. nappeun namja!!! *gebuk Chwang
    greget juga sama Woobin.
    haah Kyu jangan bilang kaya gitu. ntar nyesel lho…

  8. hooll…what heppened here??
    changmin sbenernya cinta mu untuk siapa??kyu cintamu itu untuk siapa??heh..

  9. Kyu nyebelin bgt,bknnya dia udah di hianati changmin tpi masiiih aja belain tuh cowo pengecut.emg sih woobin jga salah krn menjadikan kyu alat utk menghancurkan changmin tpi seengganya kyu hargai woobin yg berusaha membongkar kebusukan changmin.klo ga ada woobin mungkin kyu akan di bohongi selamanya

  10. Y ampun,,, kok kyu malah marah nya sama woobin sih,,, kayaknya kesalahan changmin lebih gak bisa dimaafkan,,,,,
    Aisssshhh jinja masalahnya kok makin rumit aja,,,
    Apa woobin nya bakal ngabulin permintaan kyu,,, ???! Aduhhhh….
    Kyu sama woobin aja deh,,,,
    Penasaran sama kelanjutannya,,
    Update asap……

  11. ternyata changmin udh pux istri, tega nieh boongin kyu,
    kyu marah sma woobin gra2 mukul changmin,
    mkin rumit nieh msalahnya, next unnie

  12. OMO Changmin menghamili Yoon Hae?
    Pantas saja Changmin tak pernah marah ataupun cemburu pada Kyuhyun.
    Ia takut Kyuhyun meninggalkannya, apalagi jika tau tentang keberanan yang sudah ia sembunyikan.
    Kasihan Woobin disini. Eomma Woobin selamatkan?
    Ayah Woobin selingkuh kah?
    Pantas saja Woobin sangat benci melihat Changmin. T_T

  13. aaaaa kyu kasihan pasti sakit hati bgt …. nggak nyangka ternyata woobin cuma balas dendam awalnya …. itu ibu woobin bunuh diri??? trus knp kyu tiba2 baik sama chwang.

  14. Hiiinggg kyu kasian bgt…. T.T
    Changmin super bodoh!!! Harusx dri awal kalau mmg gmw ditinggal kyu, yaudah fokus ke kyu bukanx malah selingkuh!!! bodoh tingkat super…! T.T
    Sudah gak peduli Kyu endingx kayak giman n sama sapa yg penting kyux bhagia.. Mw sama woobin atau ttep ma changmin gak peduli lagi, hiks… Atau malah ada banjun, kyu sama L atau jongin kkke
    ditunggu lanjutanx eonnie, fighting~!

  15. Semakin rumit ksh cinta mereka.
    Bnr2 nggk nyangka changmin sperti itu. Knp Changmin ngianatin Kyu.

    Woobin,,, aq pnsrn sm dy. ttg khidupannya. Ibunya…. spertinya dy juga punya mslah yg rumit…

    Ksian Kyu, ntah bgmn persaannya pasti bnr2 hancur… ikutan sedih brng kyu…:(

  16. omaigad!! aku kira Chwang bener2 main di belakang sma tuh Yeoja krna takut ketahuan sma Kyu,eh trnyata Yeon hee nya sengaja dihamili sma Chwang -_-
    jdi disini yg salah Yeon hee nya dong ya..cz dia mau2 aja di hamili sma Chwang :3
    ckck
    haha aku kira Woobin sepupu nya Chwang,trnyata bkan toh?
    wkwk
    sempet deg2an pas Kyu tau sbener nya apa yg trjdi,takutnya Kyu marah gitu sma Chwang,trnyata ngga :3
    akankah Kyu brhenti jdi guru Woobin?? kita tunggu cerita slanjutnya😄
    -Shin SiHyun-

  17. ini kyu malesin banget sih-____- kok gabisa tegas sm perasaannya sendiri sik! itu chwang udah selingkuh itu ;______; disini kok aku malah kasian sm woobin ya dibandingkan chwang? semoga next chapter kyu nyesal deh sm ucapannya ke woobin,nyakitin woobin banget itu ;____;

  18. Akhirnya ketauan kan changmin
    Kyuuu gak bisa ngeliat mana yang tulus yak ckck
    Woobin udah baek bgt itu sedangkan changmin -_-
    Buka mata kek dikit kyu hm

  19. Huwaaa akhirnya update. Woobin kenapa dirimu tidak merasa bersalah sama sekali? aduhh tambah greget dah

  20. Huwaaa akhirnya update. Woobin kenapa dirimu tidak merasa bersalah sama sekali? aduhh tambah greget dah

    updatenya jangab lama2.. hehe

  21. Kasian My BabyKyu dimainin sama 2 Namja sekaligus!
    aku lbih suka Kyu sama Woobin~
    trnyata Changmin jahat, walaupun dia cinta sama kyu tetep aja bikin kecewa. 😦

    ehh~ kyu jgn ngomong gitu, ntar nyesel klo woobin bener2 pergi

  22. iissshh, si chwang sama woobin bener-bener dehh.. :3
    Kan kasihan Kyu nya..😦
    Terserah deh ntar akhirnya Kyu jadinya sama siapa, yang penting harus happy end ya thor ~

  23. omaygaaaatt… kan bener minseok anaknya
    changmin… huhuhuhuhu
    kasian kyuhyun dikhianati gitu.. apalagi
    woobin niat awal deketin kyuhyun juga bukan
    karena sepenuhnya suka..
    ah.. ga mau berharap kyuhyun sama siapa di
    akhir cerita, yang penting dia bahagia :’)

  24. Ini yg salah sebenerx siapa??ap smiax salah??pusing….
    tp si chang*tiang*min..kejam ya…mengecewakan bnyk pihak…
    jgn2 kesibukan Chang yg melebihi batas itu krn dia mengunjungi yeon hee n anakx…
    ckckck…ga tau dech musti ngmg ap….
    jd ga sabar pgn bc lanjutanx…

  25. Aisshh~ ini sih kurang ajar dua-duanya(woobin-chwang) kasian kyukyuu~

    Jadi bingung mo mihak ke mana… duh kyu idup lo drama bgt~ hahaha

    Dan bikin penasaran siapakah wanita jalang yg di maksud?? Ckckck

  26. Tuh kan changmin selingkuh sampai punya anak lagi… Kyu salah paham lagi sama wobin… Wobin dendam banget tuh sama chwang, sampai bikin dia babak belur…

  27. Minnie tega banget sama kyunnie…ternyata dibelakang kyunnie, dy udah nikah sma yeoja lain n pnya anak.
    dan lagi” kyunnie ngelukain perasaan’a binnie cma karna salah paham.
    huft makin ribet aja nie…

  28. Kyu knpa kw masih membela changmin yg jelas sudah menghianati cintamu n bahkan sudah pnya anaks

  29. boleh minta paswordnya…..penasaran ma kelanjutannya…..baru x ini nemu fic kyu ma woonbin…..tp tetep changkyu selamannya

  30. Q cmnt lgh j dech, kyky dl slh mskn nm dech?!
    Q sdh bc fic ini, kshn woobin dia jd di benci kyu, cb klo kyu th kbnrn ummany bin dh nggl pst bkln ikt sdh.
    Dh th kyu chwang slh msh j brthan …

  31. Chingu ak bleh mnt pw ff part yg di proteck g, aq cari fb na g nemu trus kalo email ak na g punya email,,,,,,klo leh inbox’in ak ne please

    ni fb ak ” PARK RI HANI ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s