I’m Entirely In Your Will – Chapter 3

Casts           : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Roberto Bolle, Yoon Eun Hye, Hee Seo

Authors    : rioter9, wonkyuniichan, Aryadhanie

Genre         : Angst, Romance, Ballet!AU

Rating        : T

Summary : Cho Kyuhyun tidak mau menjadi Onegin ataupun Tatiana.

Warning!  : psychosis

 

Chapter 3

Kyuhyun duduk di lantai marmer keras seraya bersandar ke dinding di belakangnya. Perlahan, ia mencoba memejamkan matanya. Ia lelah, teramat lelah. Hampir tiga hari ia nyaris tidak memejamkan matanya. Bagaimana mungkin ia bisa tidur jika hati dan pikirannya sedang kacau seperti ini?

“Kyuhyun-ssi, kau baik-baik saja?”

Kyuhyun membuka matanya dan mendapati Jung Yunho tengah berdiri menatapnya dengan sedikit kecemasan tergambar di raut wajahnya.

“Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah.” jawabnya seraya tersenyum sopan.

Yunho lalu ikut duduk di samping Kyuhyun. “Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Tapi setidaknya kau harus memperhatikan dirimu sendiri. Bagaimana mungkin kau bisa menjaga kekasihmu kalau kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri?”

Kyuhyun terdiam. Ia tidak mau mempertanyakan dari mana Yunho tahu bahwa ia dan Roberto memang berhubungan tapi yang jelas ia tahu Yunho benar. Tapi ia tidak bisa sedikit pun mengistirahatkan dirinya jika keadaan buruk seperti ini menimpa Roberto.

“Bukan hanya kau yang cemas, kami semua juga merasakan hal yang sama.” Didengarnya Yunho melanjutkan kata-katanya. “Roberto adalah pemeran utama. Ia yang terbaik. Jika terjadi sesuatu padanya, pertunjukan ini bisa kacau.”

Kyuhyun baru akan menjawab ketika dilihatnya Lee Soo Man muncul dengan langkah-langkah panjang.

“Semuanya berkumpul.”

Mendengar instruksi dari sang produser, para staf beserta para ballerina dan balerino yang hadir disana mendekat lalu membentuk sebuah lingkaran besar.

“Kupikir kalian sudah tahu alasan mengapa kalian dikumpulkan saat ini. Aku sudah bicara dengan dokter dan tampaknya Roberto tidak bisa menari untuk sementara waktu, jadi Choi Siwon akan menggantikannya. Mari berharap Roberto sudah pulih sebelum pementasan Onegin dimulai mengingat waktu pementasan tinggal sebentar lagi. Jadi kuharap, kalian semua bekerja keras dan berdoa semoga Roberto segera kembali.” Kata lelaki parah baya itu dengan lancar, seolah ia telah menghapalnya di luar kepala sebelumnya, mengabaikan tatapan-tatapan sedih dari para pendengarnya.

Ia lalu menghela nafas lelah kemudian berpaling pada Siwon. “Siwon-ssi, tolong berikan yang terbaik untuk pementasan ini. Aku mengandalkanmu.”

Siwon mengangguk patuh. Di wajah tampannya terukir senyum bangga. “Aku akan berusaha sebaik mungkin. Dengan kepercayaan anda juga dukungan dari teman-teman, aku akan melakukan yang terbaik.”

“Baiklah, kalian boleh melanjutkan latihan.” Lee Soo Man lalu berbalik meninggalkan kerumunan itu.

“Kau dengar? Roberto akan digantikan oleh Siwon-ssi. Ini benar-benar mengejutkan.”

“Siwon-ssi sangat beruntung.”

“Roberto pasti sangat kecewa.”

Siwon berjalan pelan ke arah Kyuhyun. Ia bisa mendengar dengan jelas bisik-bisik di belakangnya. Namun, ia tidak peduli sama sekali pendapat orang mengenai dirinya. Ia hanya peduli bagaimana cara memenangkan pertarungan ini. Mungkin Roberto hanya menganggapnya sosok kecil, bukan penghalang berarti apalagi sejak keputusan Lee Soo Man yang mengatakan bahwa Roberto adalah pemain utama Onegin sedangkan Siwon hanya pemain kedua.

Awalnya Siwon tidak kecewa dengan keputusan itu. Bukankah ia sendiri memenangkan tempat kedua di usia yang masih begitu muda? Namun gairah untuk menang semakin besar ketika melihat Cho Kyuhyun, sosok manis yang merebut pikiran dan hatinya sejak pertama mereka bertemu. Ditambah dengan hubungan Kyuhyun dan Roberto yang semakin dekat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.

Siwon hanya ingin menakut-nakuti Roberto pada awalnya, karena ia benci melihat Kyuhyun bersama lelaki lain selain dirinya. Namun, ternyata Roberto mengalami cedera parah hingga ia harus menggantikan lelaki berusia matang itu. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ia mendapat dua keuntungan sekaligus.

“Kyuhyun-ssi, apa kau sudah makan siang? Kau terlihat pucat sekali. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Aku yang traktir.” Siwon menawarkan dengan senyum cerah terkembang di wajah tampannya.
Kyuhyun ikut tersenyum seraya menggeleng lemah. “Aku tidak bisa, Siwon-ssi. Aku harus kembali ke rumah sakit. Roberto membutuhkanku. Ia pasti sedih jika harus makan siang sendirian.”

“Oh.. Begitu.. Baiklah, sampaikan salamku pada Roberto. Maaf aku belum bisa mengunjunginya. Semoga ia cepat.. pulih.” Berat rasanya menyebut kata ‘pulih’ untuk saingan utamanya itu. Tapi demi melihat senyum Kyuhyun, ia harus bersabar dan terlihat ikhlas ketika mengucapkannya.

Dengan kejadian ini seharusnya ia bisa ikut memenangkan hati Kyuhyun, tapi rasanya sia-sia. Kemarahan kembali menguasai dirinya. Tapi ia kembali memaksakan senyumnya untuk Kyuhyun, menutupi letupan murka didadanya.

*

Roberto memainkan remote control televisi di tangannya. Sedari tadi ia mencari saluran hiburan yang bagus tapi tetap saja tidak ada yang bisa menghiburnya dengan baik selain Kyuhyun.

Roberto menghela nafas nafas panjang. ‘Andai saja Kyuhyun tidak harus pulang.’ Sesalnya dalam hati.

Sebenarnya ia sendiri yang menyarankan Kyuhyun untuk pulang dan beristirahat mengingat lelaki itu menjaganya siang dan malam. Namun tampaknya ia sedikit menyesali keputusannya itu. Rasa sepi dan bosan menghampirinya, ia menginginkan Kyuhyunnya kembali.

“Tampaknya kau sedang sendiri.”

Roberto menoleh cepat ke pintu masuk. Di sana, sosok lelaki tegap berdiri dengan senyum dingin tengah menatap ke arahnya. Choi Siwon.

“Mau apa kau kemari?” tanya Roberto dingin.

Perlahan Siwon melangkah masuk lalu menutup pintu di belakangnya, tak lupa menguncinya dari dalam.

“Apa maumu? Pergi atau aku akan memanggil security.” Ulang Roberto. Nada gugup sedikit terdengar dalam suaranya.

Siwon mengangkat alisnya. “Aku hanya ingin bicara empat mata, apa itu salah? Mengapa kau terlihat ketakutan seperti itu? Kau tidak mau bicara denganku? Bukankah tidak sopan mengusir temanmu yang berniat baik untuk menjengukmu juga menyampaikan pesan dari Lee Soo Man?”

Roberto menatap Siwon dengan tatapan tidak suka. Sungguh, ia membenci lelaki di depannya itu. Ia tidak pernah menyangka seorang Choi Siwon yang tampak ramah dan bersahaja itu ternyata sangat kejam.

“Cepat katakan pesannya lalu pergi.”

Siwon menjatuhkan dirinya di tempat tidur Roberto, tepat di samping kaki kanan sang balerino yang tengah cedera itu.

“Aku akan menggantikan tempatmu dalam pementasan Onegin.. Oh.. Jangan salahkan aku.. Lihat wajahmu sekarang.” Ujar Siwon ketika melihat wajah kaget Roberto.

“Jangan salahkan aku, itu adalah kemauan Lee Soo Man sendiri.” Lanjut Siwon.

“Tidak mungkin! Aku tidak percaya Lee Soo Man menggantikanku begitu saja tanpa sepengetahuanku!” sanggah Roberto cepat.
Siwon tertawa sinis. “Bisa saja. Kau tengah cedera, siapa yang bisa menggantikanmu kecuali aku? Lagipula, tidak mungkin kan pementasan ini diundur hanya karena kau cedera?”

Kumparan amarah menguasai Roberto kini. Kedua tangannya dikepalkan, siap meninju wajah menyebalkan di hadapannya andai saja kakinya bisa bekerja sama saat ini.

“Kauuu.. Kau penyebabnya! Kau yang menyebabkan aku jadi seperti ini!”

Kini Siwon justru tertawa. “Benarkah? Harusnya kau menyadari bahwa kaulah penyebab semua ini. Andai saja kau menjauhkan cakarmu dari Kyuhyun, mungkin saat ini kau tengah mempersiapkan diri untuk pementasan besar itu bukan? Mengapa kau harus menyalahkanku? Lihat dirimu kini, hanya seonggok daging tak berguna. Bukan hanya menyusahkan seluruh staf, kau juga membuat Kyuhyun hanya menghabiskan waktu tak berguna disini sementara kami harus bersiap-siap.”

Roberto meremas selimutnya dengan kasar, tubuhnya memanas seiring dengan amarahnya yang nyaris meledak. “Cho Kyuhyun adalah milikku. Sampai kapan pun tak akan kulepaskan apalagi untuk lelaki keji seperti kau!”

“Kau yakin sekali. Apa kau lupa bagaimana aku bisa membuatmu berada di sini?”

Kali ini Roberto yang tersenyum. “Aku tidak akan melepaskan Kyuhyun. Sampai kapan pun! Walau aku harus mempertaruhkan segalanya, aku akan tetap membuatnya berada di sisiku. Ingat itu.”

Senyum sinis tadi menghilang di wajah Siwon. Tangannya mendarat lalu mencengkram kaki kanan Roberto dengan keras, seolah hendak menghancurkannya dalam sekejap.

Roberto melolong keras karenanya. “Aaaarrggghhh…!!!! Lepaskan, kau bajingan!!!”

Seakan tuli, Siwon tetap mencengkram keras. “Kau akan benar-benar kehilangan kakimu kalau kau bersikeras seperti ini.”

“Aku.. tidak.. peduli.. Lepaskan kakiku!” Roberto tetap bertahan seraya berusaha melepaskan cengkraman Siwon.

Kali ini Siwon menurut. “Cukup untuk hari ini. Aku akan datang lagi nanti dan bersenang-senang denganmu.”

Ia lalu berjalan menuju pintu, membuka kuncinya lalu beranjak keluar. Tapi sebelum ia benar-benar menghilang dari sana, ia sempat berbalik dan berkata dengan nada dingin. “Kau akan tahu akibatnya kalau kau berani bicara tentang kejadian sebenarnya, mau pun malam ini.”

*

Malam itu hanya awal dari rentetan kesengsaraan Roberto. Setelah itu Siwon kerap kali mengunjungi Roberto dan menyiksa lelaki itu ketika Kyuhyun tidak ada di sana. Ia pernah dengan sengaja menutup wajah Roberto dengan selimut, membuat nafas sang Balerino tersedak, nyaris mati. Di lain kesempatan ia pernah membenturkan kepala lelaki itu ke besi keras penyangga tempat tidur hanya karena Roberto masih bersikeras mempertahankan Kyuhyun.

Belum lagi sayatan panjang di lengan Roberto karena berani mencium Kyuhyun di depan mata Siwon. Saat itu Siwon datang ke rumah sakit bersama Hee Seo, Yunho dan Eun Hye. Ternyata Kyuhyun ada di sana dan bersiap untuk pulang. Dan salam perpisahan sepasang kekasih itu tentu saja adalah ciuman penuh kasih yang membuat Siwon nyaris membunuh Roberto saat itu juga, andai akal sehatnya tidak memaksanya untuk tetap berdiri dengan tenang di tempatnya.

“Mengapa akhir-akhir ini kesehatanmu justru semakin menurun? Aku khawatir sekali padamu.” Ujar Kyuhyun seraya menyerahkan segelas air pada kekasihnya.
Roberto menghabiskan isi gelasnya lalu menggeleng. “Entahlah, semakin hari, ada saja kejadian yang membuatku terpaksa tinggal di sini. Aku bosan, aku benar-benar ingin pulang.”

“Kalau begitu kau harus benar-benar menjaga kesehatanmu. Kami semua merindukanmu. Aku merasa sangat tidak nyaman menggantikan tempatmu di pementasan pertama minggu depan.” Kata Siwon dengan raut wajah menyesal.

Ya, Choi Siwon sore itu mengantar Kyuhyun mengunjungi Roberto. Dan ia tampak sangat nyaman memainkan perannya sebagai teman yang baik sekaligus pemangsa ganas yang mengawasi gerak-gerik Roberto dengan cermat.

Roberto hanya bisa menahan amarah setiap kali mendengar Siwon bicara. Terkadang ia malah tidak menjawab sama sekali, membuat Kyuhyun berkali-kali minta maaf pada Siwon karena ketidaksopanan kekasihnya.

“Nah, aku sudah mengupaskan beberapa buah untukmu. Jangan pernah menggunakan pisau lagi sendiri. Aku tidak mau tanganmu yang lain tersayat juga karena kecerobohanmu sendiri.” Ujar Kyuhyun seraya menunjuk sayatan panjang di tangan kiri Roberto yang diakui sebagai kesalahannya sendiri ketika mengupas apel, padahal sudah jelas Siwon yang melakukannya.

“Roberto, kau harus berhati-hati, kalau tidak keadaanmu akan memburuk. Kaki mu saja belum sembuh, bagaimana mungkin kau melukai tanganmu juga?” kata Siwon, lagi-lagi dengan nada prihatin.
‘Munafik!’ pikir Roberto. “Aku akan berhati-hati, tenang saja.” Kata Roberto seraya mengeraskan rahangnya.

“Dan lagi.. Maaf, bukannya aku mencampuri urusan pribadi kalian. Tapi, Kyuhyun-ssi harus berkonsentrasi dalam pementasan ini, bukan? Lihatlah dia baik-baik. Bahkan pada saat latihanpun ia tertidur. Beberapa hari lalu kami mengantarnya ke klinik terdekat karena ia tiba-tiba pingsan.”

Roberto tersentak. “Kau dibawa ke klinik? Kenapa tidak mengabariku? Kau sakit?”

Kyuhyun menggeleng dengan jengah. “Aku tidak apa-apa. Hanya saja aku kekurangan darah merah dan zat besi. Belakangan ini aku kurang tidur dan sering terlambat makan, apalagi dengan keadaanmu seperti ini, aku..”

“Maafkan aku..” kata Roberto menyesal. “Andai saja aku tidak terluka, mungkin kau tidak akan seperti ini.”

Roberto memperhatikan wajah kekasihnya dengan cermat. Bagaimana mungkin ia melewatkannya? Tubuh Kyuhyun semakin kurus, lingkaran hitam menggantung di bawah bola matanya yang hari-hari ini tampak tidak bersinar cerah seperti biasanya. Dan wajah itu, semakin kuyu dan pucat, seolah tidak ada kehidupan di sana.

“Roberto, aku tidak apa-apa. Aku hanya perlu makan lebih banyak, beristirahat dan meminum vitaminku. Aku akan sehat kembali, aku janji.” Kata Kyuhyun dengan cepat, berusaha mengusir rasa bersalah serta kecemasan yang terukir jelas di wajah kekasihnya.

“Sudah seharusnya, Kyuhyun-ssi.” Sambung Siwon. “Para staf dan Lee Soo Man sendiri sangat mengkhawatirkanmu. Kupikir kau harus benar-benar berkonsentrasi penuh pada pementasan minggu depan.”
Kyuhyun menunduk. Ia tahu Siwon benar. Walau ia sangat mengkhawatirkan Roberto, tapi ia tidak seharusnya mengabaikan kesehatannya sendiri. Apalagi pekerjaan yang selama ini ia lakukan akan segera terlihat hasilnya minggu depan.

“Tapi aku.. sangat mengkhawatirkan Roberto. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian seperti ini.”

Roberto tersentuh mendengarnya. Tapi ia tahu hal buruk akan segera terjadi kepadanya jika ia tetap membiarkan Kyuhyun seperti ini. Ketika ia melirik ke arah Siwon, terlihat jelas kilau murka di mata lelaki berumur 20 tahun itu. Tapi sekali lagi, ia tidak akan melepaskan Kyuhyun hanya karena ancaman lelaki yang lebih muda darinya itu.

*

Lagi, Kyuhyun pingsan di sela-sela latihan penyempurnaan hari itu. Pementasan perdana sudah di depan mata dan Kyuhyun lagi-lagi harus ambruk di tengah sibuknya hari itu.

“Bukankah sudah kukatakan bahwa kau harus menjaga kesehatanmu? Lihat, kau semakin pucat dan kurus. Pementasan ini penting. Kau penting bagi kami. Kau penting.. bagiku.”

Kyuhyun tidak kaget lagi mendengar penuturan Siwon. Sejak mereka kenal, Siwon sudah mendekatinya, memberi tanda bahwa lelaki itu ingin hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Walaupun Siwon belum pernah mengungkapkannya secara gamblang, tapi Kyuhyun menyadari sikap Siwon selama ini kepadanya.

Sungguh, ia juga menyukai Siwon. Tapi jika dibandingkan dengan Roberto, perasaannya berbeda. Siwon jauh lebih muda dan bersemangat, sementara Roberto lebih matang dan dewasa. Ia menyukai segalanya dari Roberto, hingga ia tidak mampu berpaling kepada lelaki tampan dengan lesung pipi yang sempurna itu.

“Maafkan aku, Siwon-ssi. Mungkin aku memang buruk dalam membagi waktuku. Tapi, aku benar-benar khawatir dengan Roberto. Aku tidak bisa. Kalau aku pulang ke rumah, pikiranku akan terus berada di rumah sakit. Kalau aku sedang bersamanya, aku tidak ingin tidur karena aku takut jika tertidur dan ia membutuhkan sesuatu, aku tidak bisa membantunya.” Ujar Kyuhyun tanpa menyadari betapa sakitnya Siwon mendengar semua itu.

“Dan aku.. Aku tidak bisa jauh darinya. Jadi, walaupun aku sakit seperti ini, aku tetap bahagia karena bisa bersamanya.”

Siwon tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa mengangguk seolah mengerti lalu meninggalkan Kyuhyun tanpa kata.

*

“Kami sangat khawatir padanya. Bukankah di saat-saat seperti ini dia seharusnya berkonsentrasi dengan pementasan?”

“Bukannya kami tidak memikirkan keadaanmu, Roberto. Tapi saat ini kami tidak punya pilihan lain. Bagaimana Kyuhyun bisa menjalankan tugasnya jika ia lemah seperti itu? Ia selalu sakit dan pingsan.”

“Pementasan perdana akan dilaksanakan sebentar lagi. Kami butuh tim yang bekerja dengan konsentrasi penuh.”
Roberto mengingat kata beberapa staf yang tadi mengunjunginya. Semua mengeluhkan kondisi Kyuhyun saat ini. Ia merasa bersalah. Awalnya ia yang bermasalah karena cedera yang dialaminya, dan kini Kyuhyun yang dipermasalahkan karena masalah profesionalisme kerja.

Hal ini tidak bisa diteruskan, bagaimana jika Kyuhyun terus seperti ini? Ia hanya menyusahkan semua staf, menggelisahkan para pemain lain dan mengecewakan Lee Soo Man. Dan lagi, Roberto tidak tahan dengan semua intimidasi dari Siwon. Bukan hanya Siwon yang bertindak, tetapi ia juga sudah merasuki pikiran teman-teman lain yang tampaknya menyerukan ketidaksetujuan mereka akan hubungan Roberto dan Kyuhyun.

“Aku tidak hanya akan menyakitimu, tapi juga orang-orang di sekitarmu kalau kau tetap bersikeras berhubungan dengan Kyuhyun. Mari kita mulai dengan kakimu. Tampaknya kau memang cocok berbaring seumur hidup di tempat tidur seperti ini. Mungkin juga kaki palsu cocok untukmu.”

Roberto mendesah berat mengingat beberapa malam lalu Siwon kembali mengancamnya. Ia bahkan menempelkan sebilah pisau di kakinya, benar-benar berniat memotong harta berharga Roberto sebagai balerino jika ia tidak mengindahkan permintaan Siwon sebelumnya.

“Aku datang..”

Roberto menoleh. Kyuhyun baru saja tiba. Senyum cerahnya tidak dapat menutupi wajahnya yang kuyu saat ini. perasaan bersalah semakin menjadi-jadi di hati Roberto.

“Kenapa kau belum makan siang?” tanya Kyuhyun seraya menunjuk nampan berisi makan siang Roberto yang diletakkan di meja.

“Aku menunggumu.” Jawab Roberto pendek.

Kyuhyun tersenyum ceria. “Baiklah, aku akan makan bersamamu.”

Ia baru akan meraih nampan makan siang Roberto ketika kekasihnya itu menarik tubuhnya hingga ia terduduk di tempat tidur.

“Ada apa? Bukankah kita akan makan siang bersama?” tanya Kyuhyun tak mengerti.

Roberto menghela nafas panjang. Ia benar-benar sulit melakukan hal ini, tapi ia tidak punya pilihan lain. Demi pementasan Onegin, demi teman-teman yang lain.

“Roberto, ada ap..”

“Kurasa kita harus berpisah.” Kata Roberto cepat, tanpa memandang mata Kyuhyun yang membulat tak percaya.

“Kau bercanda kan?” tanya Kyuhyun lagi, mencoba tertawa.

Roberto menggeleng tegas. “Aku tidak bercanda. Kurasa memang kita tidak bisa bersama.”

“Tapi.. kenapa?” kumpulan air muncul di pelupuk matanya, membuat Roberto mati-matian menahan diri untuk tidak memeluk dan menenangkan lelaki rapuh itu.

“Aku hanya ingin kita berkonsentrasi dengan pekerjaan kita masing-masing. Karena selama kau ada di sisiku, semuanya berantakan. Kuharap.. kau mengerti. Aku sudah memikirkannya sejak lama. Kuharap kau mau menghormati keputusanku.” Roberto berupaya menunjukkan raut wajah tegas.

“Tapi..”

“Kau boleh pergi.”

“Roberto..”

“Sekarang.”

Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana, ia ingin menayakan lebih lanjut mengenai keputusan Roberto, namun dilihatnya lelaki yang dicintainya itu berubah dingin, bahkan tidak memandangnya sama sekali.
Kyuhyun berdiri, meraih ranselnya lalu berjalan keluar. Hatinya sakit sekali mendengar penuturan Roberto tadi. Ia terkesan seperti benalu yang mengganggu hidup Roberto. Dan kumpulan airmata yang sedari tadi ada di matanya, akhirnya jatuh juga.

*

Roberto BolleRoberto Bolle

To be continued..

42 thoughts on “I’m Entirely In Your Will – Chapter 3

  1. waduh siwon licik bnget disini, msak usahanya buat dapetin kyu kxk gtu, gmna kalo kyu tau, g bkal mlh benci tu ma siwon,
    next chingu,🙂

  2. Siwon kejam bgt,dia benar2 psycho..siwon terobsesi mendapatkan kyuhyun.kasian jga kyu harus di putusin toberto krn siwon terus mengancam jga menerornya habis2an

  3. Ya ampun siwon kamu tuh bener” deh >_<
    kasian sama roberto'nya jadi di siksa sama siwon, dan juga kasian roberto-kyuhyun harus putus;(, tapi ga apa" deh..
    Ditunggu next chapter'nya ya..

  4. eonnieeee ini berapa hari sekali baru update??? aku nunggu lamaaaaaaaaa banget. huhuhu…
    yah, bolle putus ama kyu. pupus deh harapan ku liat ending robkyu TT__TT.
    update ASAP!

  5. Ccck…ckkk siwon benar2.
    Dengan tampang yang ramah tapi hatinya kejam bgt.
    Tapi selama itu untuk kyu aku suka #plaaak..
    Walo kasian juga ma roberto.

  6. Ow y ampun,,siwon ternyata ‘sakit’ y??,,aq sich mikirny gtu,,dia kya terobsesi ama kyu,,jd kya psycopat,,ksian roberto(mn di pict ny dia ckp bgt XD)
    Siwon sadis,,
    Ksian kyu,,apa lg roberto,,ampe di siksa fisik ama mentalny,,imbasny jd k kyu
    Siwon ‘sakit’
    Lanjut,,lanjut,,

  7. wonnie jahat bgt, tapi knp aku tetep ngarep wonkyu yaa. haha
    daebak kak, tp kurang panjang aja
    hwaiting!!

  8. gak yangka ternyata siwon seorang sycho, apakah itu memang sifatnya atau krn dia terobsesi dng babykyu menjadikan siwon seperti itu. apapun akan siwon lakukan bahkan melakukan hal terkejam sekalipun demi babykyu. apakah roberto dan babykyu akan benar2 putus? atau nntnya mereka akan bersatu lg. lalu rencana apa lg yg akan di lakukan siwon? seperti apapun siwon ttp aku suka wonkyu.

  9. Siwon please jangan jadi psycho gitu. serem deh…
    Kyu jadi tersakiti kan..
    moga aja Kyu tau kelakuan Siwon yang udah buat Roberto cidera dan putus darinya. bakal seru kayanya. teheeee…

  10. Ya ampunn Siwon jahat banget d sini. Nggk tega ngliat Roberto digituin. Kasian Kyu juga ikut mendrita.
    Bnr2 dech kesel ama tokoh Siwon, licik banget. Kl gini aq lbh simpati sama Roberto d banding ke Siwon. D fanfic ini, penlisnya udh mmbuat aq ngbenci karakter Siwon😦. Brharp di chapt slanjutnya kbncian q trhaap Siwon sirna… Oppa mian, kau trlalu jahat cepatlah berubah.
    Dtunggu next chapt nya. Ini keren….:)

  11. well, klo won ga sadis nama’a bkn psyco.. Tp tindakan’a terlalu gegabah, gmn klo ternyata roberto nyimpen recorder or pasang CCTV..

    poor babykyu… Jd penasaran, apalagi langkah won buat dapetin kyu…

  12. Wow, Siwon oppa jadi tokoh antagonis disini.
    Tapi kasihan Roberto.
    Dia akhirnya rela melepaskan Kyuhyun.
    Tapi aku nggak suka cara Siwon yang ekstrim dalam mendapatkan Kyuhyun.😦

  13. siwon makin mengerikan ya😐

    uh, ternyata itu dia si roberto~ ganteng juga mukanya😄 hehe

    aaaah, roberto akhirnya menyerah… sebenernya agak kasian sama dia ya karena persaingan ini dia jadi cedera parah dan um… sebenernya aku suka kalo siwon jadi jahat dan agak psycho seperti di FF ini, jarang2 sih… apa semua ‘kejahatan’ siwon ini bakal segera terungkap? atau mungkin nanti roberto akan balas dendam ke siwon? kayaknya si heeseo juga ada rasa terpendam ya ke siwon???

    aku tunggu kelanjutannya~ ^^9

  14. Wooow,itukah wajah roberto?macho gila y,cocoklah buat jd seme nya kyuhyun#plakk!ngaco
    Ewww siwon makin jahat,tp aku makin suka,jelas bngt terobsesinya sama kyuhyun,dn kyuhyunnnnn….hati2 ya dek,masuk jeratan kuda liar nanti dia,kkk
    Eh tp roberto kasian bngt….udah cacat,di ancem2,di salahin,patah hati pula’,hmmm….

  15. Haaahh kok siwon jdi kyak psyco gtu..huhuhu nyeremin
    Kasian roberto disiksa gtu sama siwon dan sekarang dy udh nyerah gag mau melihat kyu mnderita..haahh
    Oke ditunggu lnjutan.a..

  16. aq baru baca ff ini, padahal udah tau kalau ada ff ini. ternyata ceritanya seru. tapi knpa siwon jadi jahat gtu… jadi gemes sama siwon,, d tggu kelanjutannya aja deh,,

  17. Siwon nya jhat bnget sich…
    Tega bnget ngelakuin kejahatan kyak gtu.
    Ksian kyuhyun dan roberto,fisik dan psikis mreka sma2 tersiksa…
    Smpai2 roberto hrus mutusin ktu gtu.

  18. siwon semakin hari semakin jahat… keren.. hahaha
    jadi semakin penasaran, endingnya apakah siwon atau roberto yg menang untuk mendapatkan kyuhyun
    cepat udapte okay ^^

  19. Wow… Semakin gak rela kyu endingx ma siwon..
    Siwon terlalu psycho n jhat dsini..
    N roberto kasian bgt.. Apa rmh sakitx gk pux cctv atau apa? Gemes bgt liat dy yg diam aja diancam2 siwon

  20. kalo di chapter dua siwon cuma ngebuat roberto jatuh dr tangga doang nah sekarang ekstrim sekali ya. siwon juara deh! tp ya selamat deh udah bikin roberto mutusin kyukyu. ceritanya rameeee kak😀 jarang banget lah siwon sifatnya kayak gini kkk.

  21. Aigo wondad sperti pcyco sja…
    Demi mendapatkan kyumom smpe melakukan apa sja asal bisa bersma kyumom…
    Bgaimna kalo kyumom tau kalo yg bikin ksehtan roberto adlh wondad…
    Kyumom nnty pasti kcwa bget n benci wondad…
    Aigo memikirkn itu jdii pusing…Kkk

    Ya sdahlah kyu jgn sedih ne..#pukpuk
    Meskipun udda berpisah dgn roberto kan msih ada siwon…
    Apa siwon buat akku aja…#dideadglarekyu hoho
    Kasihan roberto wlaupun akku ga tau roberto itu spa…#kudet
    Tpi ksihan jga disiksa sma wondad…

    #seretsiwonkegereja
    #biartoubatjadibaik -_- hihi
    Oennie stelah susah payah buat pengin review akhirnya bisa jga…#happy😀
    Sbelumnya bingung mau review ff ini…

  22. oke Siwon mulai macem2 sa Roberto hnya untuk mendapatkan Kyu …
    dan stelah ini dia bhagia diatas penderitaan ptang melihat Roberto dan Kyu putus

    dan jujur aku suka karakter psycho.nya siwon ..yaa walaupun itu negatif buat dia .
    okee lanjuut

  23. sumpah, siwon bener2 psycho! mau ngelakuin apa aja supaya kyu jadi miliknya. di sini juga kyu kasian banget, dia tersiksa:( mana diputusin sama roberto lagi, duuuuh sabar ya kyunie baby :* :3

  24. Gile…siwon keren abis gitu tp psyco…iihhh….serem…
    tp gpp dech itu jg demi ngedapetin kyu…
    hehe….
    kyu mnderita skrg gpp dech asal akhirx bs bahagia sama siwon….
    tp kasian roberto ya…

  25. Unnieee
    Aku kok kasian mas robert yah
    Tapi gmw kalo gak wonkyu
    Kkkkkk
    Isss siwon jahat sih
    Tapi so swit
    #plak

  26. Oh my god!! Roberto di siksa abis2an ma siwon,, bukan cuma fisik tapi juga mental,, :-#
    Salut sama Roberto yang bersikeras mmpertahankan Kyukyu walaupun setiap hari di siksa dan di terror,,

    Klo gini sih bukan cinta namanya siwon,, tapi obsession,, parahnya bgt,, Kamu malah menyakiti orang yang kamu cintai(?) secara tidak langsung,,

  27. Ya ampun..apa siwon segitu sadisnya sm roberto, tp entah kenapa saya suka siwon yg kyk gitu, demi mendapatkan kyu dia benar2 berjuang walaupun salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s