Heart Without a Home – Chapter 4

Title           : Heart Without a Home

Rate           : T

Genre        : Fantasy, Adventure, Bromance, Friendship, Family, Romance, Sad

Pair            : YunKyu (main), Krisoo

Cast           : Yunho, Kyuhyun, Kyungsoo, Taecyeon, Kris, Yonghwa, Minho, Gikwang, Hoya

Other Cast: Yuri, Sandara, Junjin, Jimin, Jinyoung, dan banyak lagi yang akan bermunculan

Warning    : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary  : Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa yang dikelilingi hutan lebat nan indah, hidup sebuah suku dengan kekuatan tersembunyi. Kisah mereka ditelan oleh munculnya kaum modern yang akhirnya membuat mitos keberadaan mereka berangsur lenyap. Sebagian orang masih mengingat dengan jelas legenda yang diceritakan oleh orang tua mereka sebagai dongeng sebelum tidur, sebagian lagi menganggap keberadaan mereka hanyalah isapan jempol yang belum tentu benar. Namun, sebenarnya.. Mereka masih ada di sana dan tidak pernah pergi sama sekali..

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Beberapa ide diambil dari cerita Twilight sedangkan sisanya adalah imajinasi liar author.

 

CHAPTER 4

Yunho tahu inilah saatnya. Saat dimana ia harus mengorbankan segala yang ia cintai demi kehidupan sukunya, bangsanya, tanah airnya. Mungkin waktunya belum tepat karena ia masih begitu muda. Ia masih harus banyak belajar dan berlatih. Tapi ia tidak pernah menyesal sedikit pun karena setidaknya, jika ia memang harus mati malam ini, ia mati dengan terhormat. Sebagai pahlawan Gyfraddia.

Ketika ayahnya, sang Arweinydd berseru lantang, “Demi Gyfraddia..! Seerraaannnggggg…!!!”

Para pendekar di lini depan ikut berseru lantang, menyerbu medan perang, menyambut sang musuh yang jumlahnya dua kali lipat lebih banyak daripada jumlah mereka. Kaki-kaki Yunho bergerak cepat, menghujam di atas salju tebal penutup tanah malam itu, meninggalkan jejak-jejak perkasa di sana.

Para Heglog dan Drygioni semakin dekat, wajah-wajah keji nan angkuh terukir di sana. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Jarak mereka kini hanya satu meter.. Dan akhirnya kedua kubu pun berbaur.

Sosok pertama yang muncul di depan Yunho adalah Drygioni muda, sepertinya seumuran dengannya. Dengan satu terjangan kuat, Yunho melompat dan menerkam leher si Drygioni muda. Tanpa ampun ia mengoyak leher bersisik itu dengan kasar lalu meludahkan kepala yang telah tercabut dari tubuhnya itu dengan kasar. Darah segar menetes di sela-sela giginya yang runcing. Tapi ia tidak peduli, ia kembali menyerang musuh lain dan mengeksekusi setiap yang ia temui dengan cepat.

Tak jauh dari sana sang Arweinydd bertarung dengan gagah menggunakan pedangnya. Karena keahliannya sejak dulu, pimpinan utama suku Gyfraddia itu bisa membunuh sepuluh lawannya dalam waktu yang sangat singkat.

Namun, pertarungan itu sungguh tidak seimbang. Apalagi ditambah dengan adanya pasukan Troll, Gyfraddia semakin terlihat mudah untuk dibinasakan. Satu persatu pendekar Gyfraddia mulai gugur. Pada saat itu, muncul gema dari teriakan lain dari balik hutan. Pasukan Henuriad yang dipimpin oleh Jinyoung keluar dari balik hutan di kanan dan kiri area perang, menyerang para musuh dengan gagah berani.

Walaupun mereka adalah tetua suku yang berarti umur mereka sudah tidak bisa dibilang muda lagi, namun semangat mereka masih sama seperti anak muda lainnya. Tombak-tombak mereka menghujam keras di setiap dada dan perut musuh. Tanpa takut, tanpa ragu sedikit pun.

Jinyoung yang memang ahli dalam berperang terlihat sangat perkasa mendampingi sang Arweinydd. Rambut keduanya sudah beruban dimana-mana, tapi tampaknya gerakan mereka tidak sebanding dengan warna rambut mereka.

“Ah.. Kita bertemu lagi rupanya.. Senang bertemu denganmu.”

Yunho yang baru saja selesai menarik lepas kepala lain dari tubuh salah seorang Heglog menoleh cepat dengan waspada. Wajahnya tidak menunjukkan keterkejutan karena ia tahu cepat atau lambat ia akan berhadapan dengan makhluk yang satu ini, Jiyong.

“Atau.. mungkin lebih tepatnya aku memanggilmu.. Alpha? Ah.. Kau bukan pemimpinku, untuk apa aku memanggilmu seperti itu?” kata Jiyong lagi. Seringaian lebar terbentuk sempurna di bibirnya.

Yunho mengeram rendah sebagai balasannya. Ia bisa merasakan bahwa lelaki bertubuh tinggi tapi sedikit bungkuk dengan kerutan-kerutan halus di wajahnya dan bulu-bulu di sekitar lengan serta kakinya yang membuatnya tampak seperti tarantula manusia itu mempunyai hawa dingin.

Jiyong adalah salah satu pimpinan muda di sukunya, sama seperti Yunho sendiri. Sudah pasti ia tidak boleh dianggap remeh.

“Mengapa kau diam saja? Takut?” lagi-lagi Jiyong bersuara. Membuat Yunho semakin waspada.

Saat itu salah satu pendekar Gyfraddia menyerang Jiyong, namun dengan sekali tangkis,  hanya dengan menghindar sedikit, Jiyong menggenggam keras lengan sang pendekar, menyeretnya tepat menghadap padanya lalu mencekiknya dengan kasar sehingga bunyi tulang berderak terdengar. Sang pendekar mati saat itu juga, tubuhnya membiru setelah menyentuh tanah.

Hati Yunho mencelos karenanya. Bagaimana mungkin Jiyong bisa mempunyai tenaga sekuat itu? Yunho sering mendengar tentang bisa mereka yang sangat mematikan selain bisa milik Drygioni, namun ia tidak pernah melihatnya secara langsung seperti ini.

“Kalian mudah sekali dilumpuhkan. Kalian bukan tandingan kami sama sekali. Bagaimana mungkin para Drygioni sampai meminta kami bergabung dengan pasukan mereka hanya karena kalian yang katanya sangat menakutkan dan kuat? Aku tidak mengerti. Nah.. Bisakah kita mulai bermain?”

Belum sempat Yunho menjawab, Jiyong sudah menyerangnya dengan satu teriakan kuat. Lelaki itu hendak menyambar leher besar Yunho tapi dengan sigap Yunho menghindar. Tapi Jiyong yang ternyata sangat lincah itu kembali menyerangnya bertubi-tubi, cukup membuat sang Alpha kewalahan.

Namun ketika Jiyong tampak lengah, Yunho segera menghadiahkan cakaran panjang di dada lelaki itu.

“Arrrgghhhhhhhhhh…!!!” Jiyong menjerit keras merasakan sakit di dadanya. Cakaran panjang yang bagaikan sabetan pedang itu tercetak jelas di sana. Darah segar keluar dan mengalir turun ke perutnya.

“Serigala bodoh! Beraninya kau melukaiku! Kubunuh kau!”

Namun sebelum ia sempat menyerang Yunho, muncul lolongan lain. Tak lama kemudian muncul serigala-serigala lain yang keluar dari balik hutan dan perbukitan dan menuju area peperangan. Ia sangat terkejut melihat jumlah itu. Tadinya ia kira pasukan Gyfraddia hanya yang ada di medan perang saat ini. Ia tidak menyangka masih banyak di luar sana yang menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Walaupun jumlah mereka tetap lebih besar dari jumlah Gyfraddia sendiri, tapi ia cukup gentar karena melihat ketangguhan para serigala itu. Namun Yunho tersenyum dalam hati. Kini giliran Rhyfel, para serigala senior keluar dari persembunyian dan menyerang musuh.

Yunho melolong penuh semangat. Semangatnya kini semakin bertambah. Kembali ia melolong, yang membuat Jiyong tersadar dari keterkejutannya.

“Membunuhmu akan membuat sukumu tersiksa, bukan? Dan merupakan kemenangan terbesar untuk kami.” Jiyong menatapnya penuh kebencian. Ia lalu menerjang Yunho. “Mati kau, serigala…!”

Pertempuran diantara keduanya kembali terjadi. Baik Yunho dan Jiyong sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk saling bunuh walau terkadang mereka harus menghindari serang satu sama lain.

Tiba-tiba terdengar suara lain di kepala Yunho. “Jongin awas di belakangmu. Tidak, Jongin!”

Yunho segera menoleh dan mendapati adik bungsunya, Kyungsoo tengah menerjang Jongin agar terhindar dari serangan Troll.

“Tidak! Jongin, Kyungsoo! Bukankah kalian sudah kuperintahkan untuk pergi? Apa yang kalian lakukan di sini? Pergi!” kata Yunho marah dalam kepalanya.

“Aku tidak bisa, pergi. Alpha, Jinyoung Syr tengah terluka saat ini. Bagaimana mungkin kami bisa pergi melihat semua ini?” sanggah Jongin cepat.

Kembali hati Yunho mencelos, Jinyoung? Salah satu Henuriad terkuat terluka? Bagaimana nasib ayahnya? Saat itu tiba-tiba ia merasakan sakit luar biasa di satu kaki depannya. Jiyong sudah menerjang kuat sembari menyeringai jahat.

*

            “Tidak! Alpha!” Jongin dan Kyungsoo berseru bersamaan, ketika melihat sang Alpha di serang oleh salah satu dari anggota Heglog yang pernah mereka temui di hutan. Keduanya berlari cepat meninggalkan musuh yang tengah mereka hadapi, menuju kepada sang pemimpin.

“Alpha.. Kau tidak apa-apa?” Kyungsoo bicara pada kakaknya melalui pikirannya.

“Aku tidak apa-apa. Kalian pergilah, ini perintah! Pergi! Tinggalkan arena ini! Per..” balas Yunho cepat. Namun belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, Jiyoung sudah menyerang lagi. Kali ini ia menyerang dada sang Alpha dengan menghujamkan kaki kanannya ke sana.

Kembali Yunho melolong keras merasakan kesakitan itu. Bagi kaum Gyfraddia yang berwujud serigala, tangan dan kaki adalah segalanya. Karena dalam wujud serigala mereka bertumpu dengan empat kaki, maka jika satu saja terluka, maka cukup sulit jika bertarung sendirian.

Kyungsoo dan Jongin semakin dekat, namun ketika hampir mencapai sang Alpha, keduanya dihalau oleh  beberapa anggota Drygioni sekaligus. Drygioni lain menyerang Kyungsoo dengan menghadiahkan tinju besar mereka ke dada dan perut kanannya, sedangkan Drygioni lain yang menyerang Jongin menendang sang werewolf muda itu dengan kasar hingga Jongin terpelanting dengan keras ke tanah.

“Sudah kukatakan kalian terlalu lemah! Cukup sudah aku berbelas kasihan. Sekarang saatnya kau menyambut kematian, Alpha..”

Seperti kata-katanya, Jiyong tidak menunggu lebih lama lagi. Ia mengerang keras lalu muncul sepasang capit mengerikan yang muncul dari dalam tubuhnya, mencuat dari balik bahunya. Capi-capit itu berbentuk panjang melengkung berwarna cokelat kelam dipenuhi bulu-bulu halus, persis seperti kaki tarantula.

Kembali Jiyong mengerang keras, kali ini sembari menyerang Yunho dengan satu capitnya. Capit itu diarahkan tepat ke dada Yunho.  Namun sebelum capit itu menyentuh bahkan ujung cakar Yunho saja, tiba-tiba capit itu terpotong. Satu potongannya terlempar ke udara dan dan menancap ke tanah bersalju ketika turun ke bawah.

Rupanya sang Arweinydd datang untuk menolong anaknya. Pedangnya yang tajam memotong satu capit itu, membuat Jiyong menjerit kesakitan karenanya.

Alpha.. Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja? Cepat berdiri, anakku, kita tidak boleh lengah sedikit saja.” Kata Junjin memperingatkan anaknya.

Yunho segera mematuhi ayahnya. Dengan cepat ia berusaha bangkit walau satu kaki depannya terluka, apalagi tampaknya ia terkena racun Heglog, namun ia tetap bertahan.

“Kita akan hadapi ini semua bersama, ayah. Aku siap.” Kata Yunho meyakinkan dirinya juga ayahnya.

“Lindungi Kyungsoo dan Jongin, ayah akan menghadapi yang satu ini.” kata Arweinydd.

Namun sebelum Yunho bergerak, tiba-tiba wajah ayahnya berubah. Bibirnya membentuk lingkaran sempurna, wajahnya tampak terkejut dan matanya melotot.

“Ayah.. ada apa?” tanya Yunho. Perasaannya campur aduk saat itu. Antara takut juga bingung menjadi satu.

Detik berikutnya, dari dalam tubuh ayahnya, tepat di jantungnya, muncul sebuah capit yang semakin lama semakin tampak besar. Darah mulai keluar dari balik pakaian sang Arweinydd, membuat Yunho terkesiap. Rupanya Jiyong diam-diam menyerang ayahnya dari belakang, dipenuhi racun, capit tajam itu tampak sangat mengerikan dengan posisi mencuat dari dalam dada ayah Yunho.

“Ayah..!!!!”

Jeritan Kyungsoo lah yang menyadarkan Yunho. Dengan cepat Yunho bergerak, menyerang Jiyong dengan kekuatan penuh, tak peduli satu kakinya terluka parah dan membuatnya nyaris tak merasakan apa-apa. Diterjangnya tubuh kekar Jiyong hingga jatuh ke tanah lalu gigi-giginya yang runcing langsung meyambar capit yang tumbuh dari dalam bahu lelaki itu.

Jiyong menjerit kesakitan ketika capit yang masih tersisa satu itu tiba-tiba terlepas dari tubuhnya. Belum sempat ia menghadiahkan racun lain dari cakarnya pada Yunho, tiba-tiba lengannya sudah tertimpa sesuatu yang berat, ketika ia menegadah ke atas, hal terakhir yang bisa ia lihat adalah mata serigala lain yang menatapnya penuh kebencian.

Yunho menoleh dan mendapati serigala lain yang juga berbulu hitam baru saja menarik lepas kepala Jiyong dari tubuhnya. Yuri telah datang. Tak jauh dari tempat Yuri berdiri, terlihat Yonghwa dan Gikwang sudah ikut bertempur dengan pasukan lainnya.

“Mengapa kalian kembali?” raung Yunho marah di dalam pikirannya.

“Apa maksudmu, Alpha? Tentu saja kami datang untuk membantu. Ini tanah air kami!” balas Yuri.

“Tidak.. Kalian tidak boleh ada di sini.”

Yuri cukup terkejut mendengar kata-kata pimpinannya itu. Ia cepat-cepat kembali ke Gyfraddia karena ia takut pikirannya salah kalau Drygioni sudah dalam perjalanan untuk menghancurkan desanya. Tapi dengan kata-kata Yunho tadi berarti..

Alpha.. Jangan bilang kalau kau.. sengaja membuat kami pergi..” tanya Yuri setengah tak yakin.

“Memang seperti itu keadaannya. Aku tidak ingin kalian terluka. Aku sudah tahu bahwa akan ada serangan dalam waktu dekat maka aku menyuruh kalian pergi, aku tidak mau kalian terluka. Aku ingin kalian selamat dan meneruskan garis keturunan Gyfraddia yang mungkin saja akan hancur malam ini!”

“Apa? Bagaimana mungkin kami membiarkanmu menyelamatkan desa ini sendirian?” tiba-tiba Yonghwa ikut dalam pembicaraan itu walau tubuhnya masih sibuk melawan beberapa Heglog yang tengah mengepungnya.

“Kau tidak bisa menyingkirkan kami begitu saja, Alpha. Ini adalah desa kita, seharusnya kita menyelamatkannya bersama-sama.” Gikwang juga sudah ikut bergabung.

“Kalian tidak mengerti, bagaimana jika kita kalah malam ini? Bagaimana jika tidak ada satu pun yang tersisa? Aku ingin setidaknya kalian selamat dan tetap hidup dengan anak-anak kalian nanti. Aku ingin Gyfraddia tetap ada hingga akhir dunia!”

“Maka kita harus memenangkan pertarungan ini!” seru Yuri yang lalu melompat seolah hendak menerjang sang Alpha. Namun alih-alih melakukan hal itu, ia justru menerjang satu troll yang tadinya hendak menyambar tubuh Yunho.

Yunho ingin membantu Yuri yang walau pun tampak lincah dalam menghadapi seorang troll gunung sendirian, namun ia tahu bahwa seekor serigala saja tidak cukup untuk membunuh troll. Tapi ia sudah dihadang oleh dua Drygioni lain. Keduanya tampak kuat dan bersemangat.  tanpa basa-basi, mereka sudah menerjang Yunho.

Yunho menghindar. Ia mengandalkan gigi dan satu kaki depannya saat ini. sekuat tenaga ia berusaha keras melawan, namun ketika satu tinju Drygioni menyentuh lengannya yang terluka, ia tampak goyah walau tidak mengeluarkan pekikan sedikit pun. Para musuh tidak boleh tahu jika sang Alpha tengah kesakitan saat ini. Mereka tidak boleh mendapatkan kepuasan karena pimpinan muda dari musuh abadi mereka tengah terluka.

Tapi salah satu dari Drygioni itu tampaknya paham walau sedikit tidak yakin kalau serigala besar di depannya itu tengah terluka. Untuk membenarkan keyakinannya, ia menyerang satu kaki depan Yunho yang dicurigainya telah terluka. Benar saja, sang Alpha tampak sedikit kesakitan walau tidak ada erangan yang lolos dari balik gigi-gigi runcingnya.

Kedua Drygioni itu saling bertukar pandang penuh gairah. Tawa dengan kesenangan tak wajar lalu tercipta diantaranya. Mereka tahu serigala di depannya kini tengah terkena racun, walau bukan racun mereka. Tapi mereka harus berterima kasih kepada sang pemberi racun karena telah memudahkan jalan mereka untuk membunuh sang Alpha.

Kini mereka hanya akan melakukan satu hal, menyerang titik lemah sang Alpha lalu membunuhnya dengan cepat. Drygioni pertama langsung menyerang cepat. Namun tiba-tiba tubuhnya dicengkram oleh kuku-kuku tajam yang membawanya jatuh ke tanah. Ia bangkit berdiri, namun ia kembali diserang oleh seekor serigala lain berbulu cokelat lebat.

Serigala itu menyeringai mengerikan sebelum akhirnya menghabisi lawannya. Sementara Drygioni kedua langsung kabur karena ketakutan melihat beberapa serigala lain yang datang bergabung. Namun sebelum ia benar-benar kabur, serigala putih lain menerjangnya lalu ikut menghabisinya.

Taecyeon, Sandara dan Hoya sudah datang. Taecyeon lah yang menyelamatkan Yunho, Sandara yang menghabisi Drygioni kedua tadi, sedangkan Hoya sudah ikut berperang membantu Jongin.

“Lindungi Alpha! Ia terluka!” kata Taecyeon dalam pikirannya.

“Apa? Alpha terluka? Bagaimana mungkin? Alpha.. apa kau baik-baik saja?” tanya Sandara yang langsung menghampiri kakak tertuanya.

“Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit terluka. Kalian, bantulah yang lain. Aku bisa menjaga diriku.” Tolak Yunho. “Apa kalian semua ada di sini?”

“Aku sedang membantu Jongin.” Jawab Hoya yang diikuti geraman Jongin tanda bahwa ia juga ada di sana walau sedang sibuk dengan lawannya.

“Aku masih selalu ada di sini. Masih akan terus mendampingimu, Alpha.” Jawab Yuri yang masih menghadapi seorang troll namun kini dibantu oleh Taecyeon.

“Aku juga. Tahukah kau, aku sudah menghabisi lebih dari 30 Drygioni dan Heglog.Wow! Aku suka berperang.” Jawab Yonghwa penuh semangat.

“Aku juga masih di sini.” Jawab Gikwang. Ia terdengar sedikit terengah. Tanpa menoleh pun ia sudah tahu Gikwang tengah bergumul dengan musuh.

“Aku harap Kris, Minho dan Kyuhyun tidak kembali. Mereka tidak boleh datang. Aku takut mereka ikut terluka..” kata Yunho lagi.

Kyuhyun.. Aku tidak ingin ia terluka.. Walau menungkin dengan kepergiannya aku tidak bisa melihatnya lagi, tapi jika itu berarrti dia baik-baik saja, aku rela..’ Bisik hatinya. Ia tidak akan bicara dengan pikirannya, ia takut yang lain akan mendengarnya. Ini bukan saatnya untuk memikirkan masalah hati. Desa mereka lah perhatian utama kini disamping keselamatan semua penduduk Gyfraddia.

Tapi Yunho tidak bisa mencegah pikirannya sama sekali ketika berbicara mengenai Kyuhyun. Ia akan terus mengingat lelaki manis itu hingga ia sendiri lupa waktu. Kyu.. Seketika Yunho terkesiap.

“Kyungsoo.. Dimana Kyungsoo..”

“Aku belum melihatnya sejak ia berubah wujud kembali menjadi manusia dan berlari memeluk Arweinydd.” Jawab Jongin cepat.

Hati Yunho mencelos. Ia terlalu sibuk mengkhawatirkan teman-temannya, menghadapi musuh hingga menahan sakit di satu kakinya hingga ia lupa dengan adik bungsunya dan ayahnya yang tadi terluka.

Yunho tidak akan bisa bicara dengan Kyungsoo saat ini karena adiknya itu tengah berwujud manusia. Seakan tahu apa yang ia pikirkan, Sandara menjawab.

“Ia membawa ayah ke hutan untuk bersembunyi. Oppa, jangan khawatirkan Kyungsoo. Dia baik-baik saja. Dirimu lah yang harus kau khawatirkan. Kau tengah terluka.”

Alpha.. Kau terluka? Dimana dirimu?”

Hati Yunho langsung mencelos. Suara indah itu adalah suara yang paling ia rindukan tapi juga ia takutkan untuk didengar saat ini. Suara Kyuhyun.

“Kyuhyun.. Kau..”

“Aku datang, Alpha.. Aku sudah kembali.. Katakan padaku kau baik-baik saja. Aku tidak bisa melihatmu. Katakan padaku kau ada dimana..”

Suara Kyuhyun terdengar sedih bercampur cemas, membuat Yunho semakin merasa bersalah. Tak sampai sepuluh detik, Yunho bisa melihat seekor serigala berwarna putih bersih berdiri di antara dua kubu yang berperang. Mata mereka lalu bersitatap. Kyuhyun langsung berlari menghampiri sang Alpha lalu menubruknya keras.

Alpha.. kau baik-baik saja? Mana yang sakit?” tanya Kyuhyun seraya menyatukan kedua kepala mereka lalu mengusap lembut, membuat hati Yunho terasa sangat ringan saat itu juga.

“Aku baik-baik saja, Kyu. Jangan khawatir.”

Kyuhyun tidak mendengar kata-kata Yunho. Sebaliknya ia justru mendorong Yunho ke balik semak-semak. “Tolong jangan banyak bergerak. Sepertinya kau terkena racun. Aku akan menolongmu. Dimana ibumu?”

“Beliau sudah pergi bersama para wanita dan anak-anak kecil lainnya. Aku akan berusaha tetap kuat. Kau pergilah, bawa Jongin bersamamu. Carilah Kyungsoo di hutan. Tunggu aku di sana. Ayahku juga tengah berada bersama Kyungsoo saat ini. Jika kau ingin membantu, bantulah ayahku.”

“Tapi..”

“Ini perintah!” kata Yunho dengan nada tegas namun pandangan matanya memohon pada Kyuhyun.

“Baiklah. Tolong jaga dirimu. Aku akan menunggumu.”

*

            Pertempuran masih berlangsung. Mayat yang tergeletak di tanah sudah tak terhitung jumlahnya. Jumlah Drygioni dan Heglog yang masih bertahan berikut troll yang membantu mereka sudah tidak banyak lagi. Namun jumlah Gyfraddia lebih sedikit lagi. Sudah bisa dipastika bahwa kemenangan ada di pihak lawan apalagi dengan terlukanya sejumlah pahlawan Gyfraddia.

“Sandara, awas!”

Yunho menoleh dan mendapati Yonghwa menyelamatkan kekasihnya dari serangan tinju raksasa troll.

“Kris, tolong kami, Hoya dan Gikwang terluka.” Seru Yuri di seberang.

“Aaarrrghhhhhh…!”

“Tidak! Minho!”

Minho terluka. Namun dengan segenap kekuatannya, ia berusaha keras berdiri dan kembali bertarung. Namun Taecyeon segera menghalanginya dan menghabisi lawan Minho.

Tak jauh dari sana, Yunho masih bertarung juga seperti yang lainnya walau kini ia merasa seluruh tubuhnya nyaris mati karena racun itu tampak sudah menyebar ke seluruh penjuru tubuhnya.

Tiba-tiba Jinyoung, sang pimpinan Henuriad mendatangi mereka dengan tubuh penuh goresan. Beberapa tempat di tubuhnya tersayat. Ia memberi aba-aba pada para Eifre dan Yunho sendiri agar ikut masuk ke dalam hutan, tampat dimana Kyungsoo dan ayahnya bersembunyi.

Kyungsoo sudah berubah menjadi serigala lagi karena ia tengah menghangatkan tubuh sang Arweinydd yang sekarat karena terluka parah dan tampaknya sangat kedinginan. Namun Jinyoung memberi mereka aba-aba untuk berubah wujud menjadi manusia agar ia bisa bicara dengan mereka. Para Eifre melakukan permintaannya.

“Ayah..!” jerit Yunho dan Sandara bersamaan lalu menghampiri ayah mereka.

“Anak-anak.. Pergilah! Selamatkan diri kalian!” Jinyoung berkata setelah ia berlutut di samping pemimpinnya yang merupakan sahabat baiknya.

“Jinyoung benar. Kalian harus pergi. Kalian harus menyelamatkan diri kalian. Sudah cukup banyak korban yang jatuh malam ini, beberapa diantara kalian sudah terluka. Aku tidak mau kalian mati sia-sia dalam pertempuran ini.” Arweinydd berbicara pelan. Walau ia terlihat kesakitan, namun ia tetap terlihat bijak.

“Tidak! Kami tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini, Syr.” Jerit Sandara. Gadis itu sudah menangis.

“Selamatkan diri kalian! Himpun kekuatan baru. Buatlah Gyfraddia tetap hidup walau hanya sedikit yang tersisa! Cepat! Waktu kalian tidak banyak, jumlah kita semakin menipis.” Kata Jinyoung lagi. “Aku sebisa mungkin akan menahan mereka di sini agar kalian bisa pergi lebih jauh sebelum mereka bisa menyusul kalian.”

Protes-protes langsung terdengar. Namun langsung terhenti ketika sebelah tangan sang Arweinyydd terangkat.

“Jika kalian tidak ingin mengikuti perintah ini, anggap lah ini adalah permintaan terakhirku sebagai pemimpin suku kita kepada kalian. Kumohon, pergilah.. Selamatkan diri kalian. Masa depan Gyfraddia ada di pundak kalian.”

Kyungsoo dan Sandara sudah terisak keras kini. Yunho sendiri mati-matian menahan tangisnya agar kedua adiknya tidak lebih hancur lagi. Ia harus kuat demi keduanya.

Sang Arweinyydd lalu berpaling kepada Yunho. “Alpha, anakku.. Selamatkan bangsa kita. Mulai saat ini aku menyerahkan kepemimpinan Gyfraddia kepadamu. Kau lah Alpha sekaligus Arweinydd saat ini, harapan kami ada padamu. Ayah tidak akan memaksamu untuk melakukan apa-apa. Kau boleh mengambil keputusan sesuai instingmu. Ayah hanya minta, kau menjaga kedua adikmu. Jangan biarkan mereka terluka. Dan jika semua ini sudah selesai, jemputlah ibumu. Kau tahu harus mencarinya di mana.”

Hati Yunho hancur mendengar kata-kata ayahnya. Ia ingin menolak karena ia masih butuh ayahnya untuk membimbingnya. Tapi ia tahu, ayahnya sudah tidak punya banyak waktu lagi.

“Ayah.. Maafkan kesalahanku selama ini. Semoga aku bisa memenuhi amanatmu, menjadi pemimpin yang baik untuk kaum kita. Terima kasih karena telah menyelamatkanku malam ini.” sebutir air mata jatuh mewakili perasaan sang Alpha.

“Aku akan selalu melindungimu, anakku. Walau aku tidak ada, percayalah aku akan selalu menyertaimu. Aku menyayangi kalian bertiga. Jika kalian bertemu ibu kalian, katakan padanya kalau ayah mencintainya. Maaf karena ayah tidak bisa menepati janji untuk kembali padanya..”

Setelah berkata demikian, sang Arweinydd tersenyum. Ia terus tersenyum seperti itu hingga semua yang ada di sana akhirnya tersadar setelah beberapa detik kalau pimpinan mereka telah pergi.

Tangis pun pecah setelah itu. Mereka semua menangisi kepergian sang Arweinyyd yang dirasa terlalu cepat. Yunho meredam suaranya, ia menangis dalam diam. Sepasang tangan  merengkuh tubuhnya dari belakang, membuatnya merasa sedikit tenang.

“Alpha.. Jangan menangis. Aku yakin ayahmu tidak ingin kau bersedih. Kau harus kuat untuk adik-adikmu, untuk kami semua.”

Yunho memeluk kedua tangan yang bersedekap di dadanya itu. “Terima kasih Kyu.. Terima kasih..”

Arweinydd.. Kami menunggu perintahmu.” Kata Jinyoung akhirnya.

Barulah Yunho tersadar bahwa dirinya kini mengemban dua tugas berat. Ia baru saja dipilih sebagai pimpinan baru oleh Arweinydd terdahulu. Dan ia harus melaksanakan tugasnya. Seperti kata ayahnya, harapan Gyfraddia kini ada padanya.

“Pergi..” Suara sang Alpha langsung membuat para Eifre tersentak.

“Tapi Alpha.. Kami ingin terus berada di sini, mendampingimu. Jika memang kita harus mati, kita semua harus mati bersama.” kata Kris pelan.

“Jangan lakukan hal ini pada kami. Biarkan kami tetap di sini!” Yonghwa ikut memohon.

“Kami masih kuat bertarung, Alpha. Biarkan kami membantu.” Ujar Minho dengan suara rendah yang dalam.

“DENGARKAN AKU!” raung Yunho keras yang langsung membuat para Eifre menunduk ketakukan. “Kalian harus pergi dari sini. Untuk nama suku kita sendiri. Harus ada yang melanjutkan garis keturunan kita. Di setiap peperangan sudah pasti ada yang kalah bukan, walau ini artinya kekalahan, namun bukan berrati kita semua hancur di sini. Aku ingin kalian bisa tetap memelihara suku kita, biarkan nama Gyfraddia tetap hidup selamanya.”

“Tapi kami tidak ingin kehilangan dirimu juga, Alpha..” ujar Hoya yang terdengar sangat lemah.

“Sudah saatnya kalian belajar mandiri. Aku berjanji, jika aku selamat, aku akan mencari kalian. Aku berjanji. Kita semua akan menjadi Gyfraddia lagi.” Kata Yunho meyakinkan.

“Dengarkan Alpha kalian, teman-teman. Ia selalu menepati janjinya, bukan? Ia akan kembali.” Suara Kyuhyun yang merdu mengisi telinga para Eifre.

“Baiklah.. kami mengerti..” jawab Gikwang yang terdengar sama lemahnya dengan Hoya. Diikuti gumaman protes dari yang lain tapi akhirnya mereka juga setuju dengan keputusan sang Alpha sekaligus Arweinyyd mereka yang baru itu.

“Terima kasih atas pengertianmu. Aku akan membagi kalian menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Kris, Kyungsoo, Kyuhyun dan Minho. Sedangkan kelompok kedua adalah Yonghwa, Sandara, Gikwang, Hoya, dan Jongin.”

Alasan mengapa Yunho membagi kelompok seperti itu karena alasan-alasan tertentu. Kris sudah pasti bisa menjaga adiknya, Kyungsoo. Kyuhyun dan Minho sangat dekat. Kris dan Minho bisa melindungi dua anggota lainnya jika tiba-tiba mereka berada dalam bahaya karena keduanya cukup kuat, walau sebenarnya Minho jauh lebih kuat, namun karena ia sedang terluka, maka Yunho mengandalkan Kris dalam hal ini.

Di sisi lain, Sandara tidak bisa dipisahkan dari Yonghwa. Gikwang dan Hoya sangat dekat dan mereka bisa menjaga Jongin. Yonghwa dan Hoya adalah dua serigala kuat, ditambah kemampuan Sandara, mereka bisa melewati masa sulit nantinya.

Bukan kemauan Yunho untuk memisahkan kedua adiknya. Namun inilah jalan terbaik. Ia harus memisahkan kepentingan pribadi agar semua Eifre selamat.

“Aku, Taecyeon dan Yuri akan tetap berada di sini, mendampingi Jinyoung Syr untuk bertarung.” Kata Yunho pada akhirnya.

“Tapi Hyung.. kau sedang terluka..” kata Kyungsoo dengan nada khawatir.

“Aku bisa pulih dengan cepat. Kau lupa siapa yang bersamaku nanti?”

Para Eifre tidak bisa menentang lagi. Ini permintaan sang Alpha sekaligus perintah. Apalagi pimpinan mereka kini telah menjadi pimpinan suku juga, mereka dilarang keras membantah.

“Kalian harus berubah menjadi serigala setelah ini. Pergi lah ke tempat penyimpanan, ambillah yang bisa kalian bawa. Pergilah ke kota, hanya tempat itu yang tidak akan dimasuki oleh para musuh kita. Aku yakin kalian bisa melewati kehidupan di sana. Ingat, sesampainya di kota, kalian dilarang keras untuk berubah menjadi serigala lagi. Berbaur lah dengan sesama manusia di sana.  Jangan kembali ke Gyfraddia dengan alasan apa pun. Tunggulah di sana. Salah satu dari kami akan datang dan mencari kalian. Jika beruntung, kami bertiga yang akan datang.” Yunho menjelaskan panjang lebar.

Para Eifre mengangguk. Beberapa diantaranya masih tetap terisak. Setelah hidup bertahun-tahun bersama, ini saatnya mereka terpisah-pisah. Bagaimana mungkin kau tidak sedih jika rumahmu hancur, keluargamu dibantai dan kini kau harus rela terpisah dari saudara-saudaramu?

“Jangan menangis lagi. Hapus air mata kalian. Seorang pemberani dari Gyfraddia tidak boleh terlihat lemah.”

Para Eifre menghapus air mata mereka. “Nah, begitu lebih baik. Ingat, saling menjaga satu sama lain dan jangan bertengkar. Apa pun masalahnya, selesaikanlah dengan kepala dingin.”

Yunho melangkah, memeluk para Eifre satu persatu. Ia memeluk kedua adiknya cukup lama sebelum akhirnya melepaskannya. Ia memeluk Kyuhyun lebih lama lagi seraya berbisik, “Aku pasti akan datang padamu, aku berjanji.” Setelah itu ia mengecup kening Kyuhyun dalam-dalam kemudian melepaskan rengkuhannya.

“Sampai bertemu lagi, saudara-saudaraku.. Jaga diri kalian..”

Sembilan figur itu lalu berubah menjadi serigala kemudian berbalik pergi, berlari cepat menembus hutan dalam dua kelompok. Yunho, Yuri, Taecyeon dan Jinyoung menatap kepergian mereka dalam diam hingga Sembilan sosok tadi tidak terlihat lagi.

“Baiklah.. Mari selesaikan pertarungan ini. Apa pun yang terjadi, kita tetap bangga menjadi bagian dari Gyfraddia. Demi Gyfraddia.”

“Demi Gyfraddia!” seru tiga orang lainnya. Yunho, Yuri dan Taecyeon lalu berubah wujud menjadi serigala. Mereka bersama Jinyoung lalu berlari, kembali ke medan pertempuran.

*

hwh4

To Be Continued..

Happy 29th Birthday to My Hero Jung Yunho

Wishing him all the best for his future.. ❤

Advertisements

32 thoughts on “Heart Without a Home – Chapter 4

  1. wah pertarungan nya hebat ya ampun semoga yunho dan kelompok nya menang deh,

    eoni berarti kalau kubu yunho menang berarti mereka akan nyusul kelompok nya yg pergi ke kota kan, berarti di situ kehidupan mereka jadi manusia normal dn gk boleh jadi serigala lagi gitu?? ah lebih baik tunggu di chap selanjutnya deh kkk

    semoga semakin cepat yunkyu jadian deh itu mereka udah mulai memahami perasaan masing” eaaaaa *sotoy

    fighting for next chap ~^^9
    #HappyYunhoDay wah yunho udah 29 tahun yah tp ttp aja kharisma dan kegantengan nya gk abis abis ❤ happy bday yunho nuuuu ♥♥

  2. Chap ini menyakitkan bgt….sedih…
    ga tau dech mau ngmg ap…saking shockx ngebayangin pertempuran yg banjir darah aplg sang arweinyyd mati n digantikan yunho…yun jg terluka…
    moga mrk bs berkumpul bersama lg…

    Happy B’day yunho oppa….
    wah dah 29thn nich…dah tua ya…
    #plaakk..#
    Tp ttp keche kok….

  3. aaaaaa seru bgt g tau mau komen apalagi …. pertarungannya bikin nyesek masak banyak yg terluka … yunho aplg appa nya yunho trus yunkyu nya mellow bgt … smg ntar yunho menang.

  4. aigooooo mreka kepencar – pencar, bneran deh pas baca aku jd pngen ikut bertarung bantuin yunho, musuhnya licik bgt…
    smoga yunho menepati janjinya pd kyu

  5. akhirnya muncul jg lnjutannya …
    aku udh nungguin lma bgt tau …

    next part dtunggu secepatnya …

  6. Kyaaaa jadi yang bertarung dari kubu werewolf cuma Yunho, Taecyeon, dan Yuri?

    Apakah setelah pertarungan selesai maka Yunho akan mencari mereka dan hidup di kota.
    Meninggalkan jati dirinya yang seorang werewolf, itupun jika mereka berhasil mengalahkan para musuhnya terlebih dahulu.

    Baru ngeh sekarang kalau JunJin ayah Yunho,
    Mukanya memang agak mirip sih, hehehe.
    Coba saja Eric juga ikut. #plakk

  7. Knpa yunho berpisah sma kyuhyun, harusnya mereka sama” berperang:( smoga yunho bisa bertahan sma yuri and lainnya

  8. Ini pair nya yunkyu???
    Woah,ternyata masih ada:)

    ini bagus bangettt,aku suka tentang penggambaran cerita nya,dapet bgt.
    Pdhl susah bgt klw ceritanya peperangan kyk gini.

    Nice ff;)

  9. akhirnya yng di tunggu update juga,
    selalu bkn deg degan deh bcax, yunkyu mau pish ge, kpn jadiannya,,
    di tunggu updatenya ne unnie,
    jngn lma” 🙂

  10. Akhirny keluar jg nich ff (´▽`ʃƪ)

    Chap ini sedih,,deg2an,,tegang,,semua jd 1,,nyampur,,ampe speachless lah pokokny mah
    ♡̬ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ♡̬‎​‎​​​
    Mudah2an yunkyu bs ketemu n bersatu lg
    Di tunggu next chapny y

  11. Argh… Sedih tpi jg so sweet… Kasian Jinyoung mati.. So sweet bgt yun yg perhatian bgt ma kyu.. Smoga mereka bs menang n yunkyu bs bersatu..

  12. pertarungannya keren kak. detil banget ngejelasinnya tapi ya tapi ya rada cemas jg sih dr werewolf endingnya cuma yuri,yunho dan taecyeon aja yg perang. kondisinya terdesak! suka sm yunkyu moment biarpun sedikit kkkk. next chap banyakin ya kak 😀 dan #HappyYunhoDay 😀

  13. akhir.a update… eonni chapter ini bner2 daebak dah,… seru, sedih, romantinya kena (?) banget…
    woah smga mereka menang… q cuma bisa bantu pake doa nei… heheheheheh

    keep writing eonni ^^

  14. perang.a bner2 keren..
    tpi kasian yunho harus kehilangan appa.a smoga dy slamat dri perang itu dan memenuhi janji.a mencari kyu..
    oke ditunggu lnjutan.a..

  15. ya.. meskipun part nya kyu cuma sedikit… tp cukup puas lah dgn ehm sdikit kemesraan yunkyu…

  16. Salut, bangga, dan kagum sama Yunho. Bertarung sedemikian rupa buat Gryfaddia, ngelindungin yang lain. Aaaaaaaaaa *peyuk yunho* Tahan nafas baca pertarungannya, ngeri. >< Yunho harus bisa ngalahin mereka, harus!! huhuhuhu Kl yg lain ke kota, dan bakalan hidup biasa, gimana identitas mereka sebagai werewolf dong? Ah tp gpp selama YunKyu bisa bersatu ayayayayayay :p Adegan Yun cium Kyu walaupun bentar tp nyesek :< Semoga Yun, Yuri sama Taecyeon bisa nyusul yg lain secepatnya. Hidup Gryfaddia!! \o/

  17. Ga tau mesti ngomong apa.yg pasti yunho sedih bgt kehilangan ayahnya..dan mereka harus terpisah2 demi keselamatan mereka.mudah2an yunho mampu memenangkan pertempuran dan segera nyusul kyu

  18. Tuh kan, peperangannya bener-bener nyeremin u.u
    Oh ya, ini yang lainnya sudah pada tau tentang perasaan Yunho ke Kyu belum sih?
    Kenapa moment mereka justru manis banget di saat kayak gini kak? 😦
    Jadi kesel waktu tau pada akhirnya Yunho tetep nyuruh Kyu pergi buat nyelamatin diri. Aish~ kasihan Kyu~
    Cuma sisa Yunho, Yuri, sama Taecyon di peperangan. Dibantu sama Jinyong, apa mereka nantinya bisa bertahan? 😥
    Tiba-tiba pengen langsung ke kehidupan selanjutnya. Mereka semua reinkarnasi deh *eh
    Khawatir sama akhir dari peperangan, aku jadi buat cerita sendiri -_-
    Chapter selanjutnya ditunggu ya kak :’)

  19. Temen*nya jiyong mana? Kenapa cuma ada nama jiyong doang -semoga mereka sudah mati- auw yunho nyium kening kyu kaya adegan romantis diakhir pertemuan. . Moga aja mereka bisa ketemu lg. . Dan bisa hidup bahagia selamanyaaa
    -END-

  20. pertarungannya menegangkan skaligus menyedihkan..semoga kubu yun yg menang trus yun nyusul kyu..
    Unnie, yunkyu momentnya kurang banyak..ditunggu next chap.nya..

  21. Uwaa,, ini KEREN,,
    Gag tau mau komen apa,, dari awal sampai akhir tegang bacanya,,
    Taecyeon yuri dan yunho,, semoga kalian selamat,, 😥

  22. Pertarungan dua musuh bebuyutan yang menegangkan!!
    tapi nyesek pas Yunho masih mikirin keselamatan Kyu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s