Now and Then ( Sequel of B365D) – Chapter 6

Title                 : Now and Then

Rate                : T

Genre             : Romance, Fluff, Sad, Mpreg

Pair                  : Yunho x Kyuhyun (YunKyu)

Other Cast    : Changmin, Donghae, Tesa, Kim Isak

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary     : Setelah melewati masa perkenalan selama setahun, Yunho dan Kyuhyun akhirnya menikah. Bagaimana perjalanan kehidupan rumah tangga mereka?

CHAPTER 6

Cho Kyuhyun baru saja akan membuka pintu kaca penghubung ballroom luas itu dengan koridor di sampingnya ketika sebuah tangan besar memeluknya dan menariknya mundur. Tangan itu milik Lee Donghae.

“Kyuhyunnie, andwae! Aku sudah memperingatkanmu sejak awal. Kau mungkin berpikir hal itu akan menyelamatkan pernikahanmu, tapi sebaliknya kau justru akan menghancurkannya. Pikirkanlah. Kau akan mempermalukan Yunho dan dirimu sendiri. Kumohon, tidaklah bijaksana muncul di muka umum dengan kondisi seperti ini.” kata Donghae panjang lebar, setengah memohon pada lelaki manja yang lebih muda darinya itu.

“Tapi hyunnggg, lihatlah gadis itu. Ia terus menerus memaksa Yunho hyung untuk minum anggur sebanyak mungkin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu setelah ini?” Kyuhyun nyaris menangis mempertahankan keinginannya untuk mencakar wajah Isak saat ini.

“Kalaupun ada orang yang harus muncul di hadapan mereka, orang itu adalah aku. Jadi tenangkan dirimu. Mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini. Jika keadaan memburuk, aku berjanji akan segera menghampiri mereka.” Tawar Donghae.

Kyuhyun menggigit bibirnya. Tawaran Donghae memang lebih baik. Donghae juga lulusan luar negeri, ia lebih tahu cara menghadapi orang-orang di lingkungan seperti ini daripada Kyuhyun sendiri. Ia tidak punya pilihan lain selain bergantung pada lelaki itu saat ini.

“Arasso..” jawab Kyuhyun pada akhirnya.

Donghae lalu menghembuskan nafas lega. Ia kemudian menarik Kyuhyun untuk bersembunyi di belakang vas bunga besar di samping pintu. Yunho, Isak dan Changmin berdiri sangat dekat dengan mereka sebenarnya, hanya saja pandangan ketiganya tertuju ke depan. Kalau saja mereka berbalik dan memperhatikan dengan seksama bahwa vas bunga yang terletak tak jauh di belakang mereka menyembunyikan sepasang lelaki yang sangat mereka kenal, tentunya mereka akan sangat terkejut.

“Lihat kan? Isak terus menuangkan wine ke gelas Yunho hyung..” Kyuhyun mendecak kesal.

Donghae diam saja, ia memutuskan untuk mengamati dalam diam. Walaupun ia sedikit kesal karena Yunho seperti tunduk kepada Isak, ia masih percaya bahwa Yunho tidak akan menghianati Kyuhyun.

“Ini, tambah lagi.” Kyuhyun dan Donghae mendengar Isak berkata pada Yunho seraya tersenyum lebar. Ia kembali mengisi gelas kosong di tangan Yunho dengan wine.

“Sudah cukup! Ia sudah minum terlalu banyak.” Tegur Changmin seraya menahan tangan Isak. “Ia harus berpidato besok siang. Ia harus tampil segar.”

Isak menggeleng. “Bukankah hanya sesekali? Ayolah, kalian berdua sudah bekerja keras selama ini. Saatnya bersenang-senang.” Kata Isak lagi yang mendapat gelengan keras dari Changmin.

“Tidak. Jika besok kita minum lagi bersama, aku tidak keberatan. Tidak malam ini!”

“Wah.. sejak kapan Changmin berani menolak Isak seperti itu?” Donghae mendapati dirinyalah yang memecahkan keheningan antara ia dan Kyuhyun.

“Tidak.. Tidak.. Kau lupa aku sangat kuat dalam hal ini? Ayolah, ini wine kesukaan Kyuhyun. Semakin banyak meminumnya, aku semakin suka. Kerinduanku jadi lebih ringan.” Jawab Yunho dengan bangga. Ia sendiri lalu mengisi gelasnya dengan wine lalu meminumnya dengan sekali tenggak.

Lalu beberapa gadis muncul disana, mereka tampak bercakap-cakap sebentar lalu Isak pergi dengan para gadis itu ke tengah ruangan, dimana para gadis berkumpul. Saat itulah Changmin menampar keras kepala sahabatnya.

“Ya! Mengapa kau memukulku?” gerutu Yunho dengan kesal.

“Harusnya kulakukan sejak tadi, bodoh! Berhenti minum! Aku tidak mau kau mabuk.” Jawab Changmin tak kalah kesalnya.

“Ayolah, kau tahu wine ini enak sekali. Isak benar, kita perlu bersenang-senang sesekali.”

“Kyuhyun tidak akan suka jika melihat hal ini.” ujar Changmin lagi.

“Aku rasa ia tidak akan keberatan. Aku tidak apa-apa. Kau bisa melihatnya bukan?”

“Tidak jika kau mabuk bersama gadis lain. Melihat Isak menggandengmu saja akan membuatnya tersiksa, bagaimana jika ia tahu kau mabuk bersama mantan kekasihmu?”

Yunho terperangah. “Demi Tuhan, Changmin. Mana mungkin aku menghianati Kyuhyun? Kau tahu sendiri bagaimana perasaanku dengannya. Aku memang mencintai Isak, tapi itu dulu. Sekarang semua sudah berakhir, kami hanya rekan kerja. Kau tahu itu.”

“Tetap saja itu tidak membuatmu boleh mabuk bersamanya. Dengar, apapun yang terjadi, kau akan berhenti minum saat ini juga. Dan kita hanya kaan bertahan sampai setengah jam lagi.” Kata Changmin seolah keputusannya tidak akan dibantah.

“Apa kau takut aku akan kembali pada Isak dan menghianati Kyuhyun?” tanya Yunho seraya memicingkan matanya.

Changmin mengangguk jujur. “Kau hanya lelaki biasa. Segalanya bisa terjadi terutama ketika kita mabuk. Kau bisa melakukan hal yang tidak masuk akal sekalipun. Jadi sebelum kau menghancurkan dirimu sendiri, aku akan menghalanginya dengan segala cara.”

Yunho masih terus membujuk Changmin bahwa ia baik-baik saja dan Changmin masih saja bertahan dengan pendapatnya. Namun Kyuhyun sibuk memegangi kedua pipinya yang tengah memerah dengan hati berbunga-bunga. Ia bahkan mengabaikan perutnya yang meraung kesal meminta makanan.

*

            “Ya, Donghae-ssi, jangan mendorongku.” Gerutu Lee Dongwook dengan kesal.

“Siapa suruh tubuhmu terlalu tinggi? Aku tidak bisa melihat. Ya! Minggir!” bisik Donghae keras. Usahanya mendorong tubuh dokter kandungan Kyuhyun itu sepertinya tidak membuahkan hasil.

Ia juga ingin melihat Yunho berpidato menggunakan bahasa Inggris. Selama ini Donghae selalu menganggap bahwa pidato-nya jauh lebih bagus daripada Yunho, kesempatan untuk membuktikannya tidak hanya ingin ia dengar melalui pengeras suara, ia juga ingin melihatnya secara langsung.

Namun tempatnya bersembunyi bersama Kyuhyun dan Lee Dongwook saat ini tidak memungkinkan mereka untuk melakukannya. Ketiganya bersembunyi di belakang sebatang pohon besar, yang ternyata hanya bisa menyembunyikan dua tubuh jika berdiri secara berdampingan. Karena Kyuhyun adalah si pemimpin misi, maka ia mendapat tempat di sebelah kanan, jadi ia bisa dengan puas memandangi suaminya yang kini tengah berdiri dengan gagah di podium, berpidato mewakili teman-teman angkatannya.

Sementara Lee Dongwook mengambil tempat di sebelah kiri, hanya karena ia lebih dulu menemukan pohon itu.

“Ssstttt..! Kalian ini berisik sekali. Aku sulit mendengar kata-kata Yunho hyung.” bisik Kyuhyun memperingatkan.

“Wah, dia benar-benar pandai berbicara. Kata-katanya mengandung arti yang..”

“Aku tidak peduli artinya, aku hanya ingin mendengar suaranya.” Bantah Kyuhyun memotong kata-kata dokternya.

Tepat setelah Kyuhyun berbicara, ratusan suara tepuk tangan membahana di udara, tanda Yunho telah selesai melaksanakan tugasnya. Kini ia turun dari podium lalu mulai menyalami satu persatu dekan, dosen, juga mahasiswa lain yang berdiri menunggu giliran bicara.

“Ya! Lihat dia telah selesai bicara! Ini karena kalian berdua!” Bentak Kyuhyun kesal.

Dongwook dan Donghae sibuk saling menyalahkan setelahnya, membuat Kyuhyun semakin kesal dibuatnya. Bahkan semakin lama keduanya semakin berisik.

“Ahhh.. Perutku..” jerit Kyuhyun tiba-tiba.

Donghae dan Dongwook terkesiap sesaat lalu menoleh ke arah Kyuhyun bersamaan. “Kyuhyunnie, gwenchana?” tanya keduanya secara bersamaan pula.

“Mana yang sakit?” tanya Donghae dengan nada khawatir.

“Apa yang kau rasakan? Perutmu terasa kram atau nyeri?” tanya Dongwook dengan kekhawatiran yang sama.

Kyuhyun segera merubah ekspresi kesakitannya dengan senyum lebar. “Aku tidak apa-apa. Itu hanya taktik untuk membuat kalian berhenti bertengkar. Aku pusing sekali mendengar kata-kata kalian. Kalau kalian masih bertengkar setelah ini, aku akan berlari ke tengah lapangan biar semua orang melihatku. Biar saja aku menjadi buah bibir setelah itu. dan aku tidak peduli jika aku mempermalukan Yunho hyung di depan koleganya.”

Kedua lelaki itu mau tidak mau menuruti kata-kata Kyuhyun karena mereka tahu terkadang Kyuhyun bisa menjadi sangat nekad.

Setelah itu mereka kembali mengamati Yunho dalam diam. Tampak Yunho, Changmin dan Isak tengah berfoto bersama dengan beberapa teman. Kemudian mereka mulai makan siang sambil bercanda.

“Tampaknya segalanya baik-baik saja.” Kata Dongwook. Kelegaan terdengar dalam suaranya.

“Aku setuju.” Donghae menambahkan. “Kau lihat? Tampaknya Changmin memang teman yang baik.”

Kyuhyun mengangguk setuju. “Dan acaranya mungkin sebentar lagi akan selesai. Ah, aku lega sekali. Besok Yunho hyung akan kembali ke Seoul begitu juga kita. Aku benar-benar lega sekarang.”

“Nah, bagaimana kalau kita makan siang sekarang? Sedaritadi kita hanya memandangi orang-orang itu makan siang dengan lahap.” Kata Donghae seraya memegangi perutnya.

“Baiklah. Jung junior juga sudah sangat lapar.” Kyuhyun ikut mengelus perutnya yang sudah sangat besar sekarang.

“Nah, ayo kita kembali ke hotel. Kyuhyun harus beristirahat. Kita pesan saja dari room service di hotel.” Dongwook memutuskan.

Mereka kemudian beranjak dari sana. Namun ketika Kyuhyun akan melangkah, kakinya tersandung akar pohon besar. Tubuhnya melayang perlahan.

“Kyuhyunnie..!” jerit Donghae keras. Sebelum ia sempat bergerak, Dongwook sudah lebih dulu muncul di depan Kyuhyun dan memeluk lelaki itu, memperkokoh kuda-kudanya agar ia dan Kyuhyun tidak terjatuh.

“Donghae-ssi, bantu aku.” Kata Dongwook yang nyaris kehabisan nafas menahan tubuh Kyuhyun.

Donghae bergerak, ia menarik Kyuhyun perlahan. Namun Kyuhyun tidak bergerak. Tubuhnya justru sangat lemah. Wajahnya pucat. Matanya terpejam.

“Kyuhyunnie?” panggil Donghae dengan nada ketakutan.

Kyuhyun pingsan.

Dan saat itulah Jung Yunho melihat mereka dari kejauhan. Dengan mata terbelalak lebar, jantung berdegup kencang, dan aliran darah yang seolah berhenti mengalir, ia memandang horor ke arah ketiga lelaki yang dikenalnya. Salah satunya adalah lelaki yang teramat dicintainya. Lelaki dengan perut membuncit itu tampak jatuh pingsan dan Donghae yang tampak ketakutan berusaha keras membangunkannya dengan raut ketakutan tergambar jelas di wajahnya.

Detik berikutnya Jung Yunho sudah berlari kencang kesana.

*

            Yunho tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir di depan salah satu kamar VIP di sebuah rumah sakit. Kecemasan terukir di wajah tampannya. Donghae berdiri gelisah di depan pintu, sementara Isak duduk di samping Changmin di bangku terdekat. Keduanya juga tampak cemas.

Tak lama kemudian Lee Dongwook keluar dari kamar tempat Kyuhyun di rawat itu. Yunho dan Donghae segera menyambutnya.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Yunho cepat. “Apa aku sudah boleh masuk?”

“Ia baik-baik saja. Kondisinya hanya terlalu lemah. Ia sangat lelah dan.. kelaparan.” Jawab Dongwook dengan nada minta maaf.

“Sudah kukatakan bahwa ia harus makan lebih banyak ketika makan pagi tadi. Ia benar-benar keras kepala.” Kata Donghae. Setengah cemas terdengar di nada suaranya, namun setengah lagi terdengar lega karena Kyuhyun baik-baik saja.

“Kalian belum boleh menjenguknya. Dokter masih melakukan beberapa tes di dalam. Tunggulah disini.” Kata Lee Dongwook lagi.

“Bisakah kalian jelaskan sekarang mengapa kalian menyetujui keberangkatannya?” tanya Yunho setelah mereka menunggu selama sepuluh menit tapi dokter belum juga keluar dari kamar Kyuhyun.

“Sudah kukatakan berulang kali, kau mengenalnya, ia sangat keras kepala. Jika kami tidak mengantarnya, ia akan pergi sendiri.” Jawab Lee Dongwook.

“Ini salahku.” Kata Donghae lemah. “Seharusnya aku menahannya lebih keras lagi, dengan segala cara jika perlu. Aku terlalu lemah padanya, aku tidak bisa melihatnya memohon seperti itu jadi.. Tolong maafkan aku.”

“Kurasa tidak ada yang perlu dimaafkan. Kyuhyun hanya terlalu khawatir jika Yunho jauh darinya, maka ia mengambil keputusan seperti ini.” Isak lah yang menjawab. Ia berdiri dari duduknya lalu mendekati Donghae dan Yunho.

Yunho menghela nafas berat. Ia tidak bisa menyalahkan Donghae. Ia yakin Donghae pasti sudah berusaha keras melarang Kyuhyun. Ia bahkan seharusnya berterima kasih karena Donghae mau menemani Kyuhyun. Ia tidak bisa membayangkan kalau Kyuhyun datang sendirian dengan kondisi hamil tua seperti saat ini.

“Kurasa akulah yang harus disalahkan. Seharusnya aku tidak pergi. Terima kasih Hae, dokter Lee, maaf kalau Kyuhyun sempat merepotkan kalian.” Yunho meminta maaf dengan tulus.

“Kurasa saat ini bukan saatnya untuk saling menyalahkan. Kita harus berdoa semoga Kyuhyun cepat sadar dan kita bisa membawanya pulang.” Sela Changmin yang kini ikut mendekati lingkaran kecil itu.

“Anda benar.” Kata Lee Dongwook setuju. Tepat setelah itu, seorang lelaki setengah baya bersama seorang perawat dengan rambut cokelat gelap muncul dari dalam kamar Kyuhyun.

“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya Yunho segera setelah dokter itu menutup pintu di belakangnya.

Dokter itu menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya. “Ia adalah lelaki yang kuat sekaligus lemah. Ia jatuh pingsan karena kelaparan, bukan karena sesuatu yang buruk terjadi pada janinnya. Dan ia kelelahan, tampaknya ia terlalu lama berdiri. Yang jelas, ia dan bayinya baik-baik saja. Kalian boleh menengoknya.”

Setelah mengucapkan terima kasih, kelima orang itu segera memasuki kamar rawat Kyuhyun. Sang lelaki manja itu tampak tersenyum ketika melihat lelaki tampan yang memimpin rombongan kecil itu.

“Kyuhyunnie..” Yunho mendekati ranjang Kyuhyun lalu duduk di kursi yang disediakan di samping ranjang. Keempat orang lainnya berdiri mengelilingi ranjang Kyuhyun.

“Hyung.. Aku merindukanmu..” rajuk Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnya.

Yunho meraih jemari Kyuhyun lalu membawanya ke bibirnya sendiri, mengecupnya dengan lembut.

“Baby.. Kenapa kau menyusulku kemari? Bukankah sudah kukatakan jangan khawatir? Kau nyaris membuatku mati. Kalau saja terjadi sesuatu yang buruk padamu, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.”

“Maafkan aku, hyung.. Aku hanya.. Aku bersikap kekanakan. Aku benar-benar tidak ingin terpisah denganmu saat ini..” balas Kyuhyun lirih.

Yunho kembali mengecup jemari lentik itu. “Hey.. Kau tidak bersalah sama sekali, jadi untuk apa minta maaf? Aku lah yang bersalah dalam hal ini. tidak seharusnya aku meninggalkanmu. Aku lega sekali mendengar kau dan bayi kita baik-baik saja..”

“Kau meragukan kemampuanku, hyung?” Cibir Kyuhyun. “Sampai kapanpun aku akan menjaga bayi kita. Tidak akan kubiarkan ia tersakiti.”

Yunho mengacak rambut Kyuhyun dengan sayang tanpa menjawab. Ia tahu benar bahwa walaupun Kyuhyun terlihat lemah, ia adalah lelaki yang kuat. Walaupun sangat kekanakan.

“Kyuhyun-ah, kau tadi membuatku sangat cemas. Untung saja ada dokter Lee, kalau tidak aku akan gila di sana. Selain aku panik, kau ternyata berat sekali.” Kata Donghae dengan nada polos, membuat semua yang ada disana termasuk Yunho sekalipun menahan tawanya.

“Ya! Hyung! Aku membawa anak lelaki di dalam perutku, tentu saja aku berat.” Kata Kyuhyun sedikit tersinggung. Tapi kemudian ia tersenyum. “Tapi aku senang kaulah yang ada disana bersamaku hyung. Aku tahu, aku pasti akan baik-baik saja kalau aku bersamamu.”

“Bukankah aku juga ada disana?” Lee Dongwook pura-pura tersinggung kini.

“Bukankah sudah tugasmu untuk menjagaku, dokter? Untuk itulah kau kubawa serta bukan?” balas Kyuhyun dengan pedas.

“Jadi, kau sudah berhari-hari di sini? Dan kau hanya membuntuti kami kemana-mana?” tanya Changmin dengan nada geli.

Kyuhyun mengangguk. “Sudah kukatakan, aku hanya khawatir pada Yunho hyung. Lagipula aku senang bisa jalan-jalan kemari.”

“Tapi bukankah itu justru membuatmu jadi seperti ini? Kau justru terbaring di rumah sakit, merepotkan sahabat dan doktermu serta membuat khawatir suamimu sendiri.” Ujar Isak.

Kyuhyun sudah membuka mulutnya untuk membalas ketika Changmin memotong cepat. “Aku sudah lapar lagi, bagaimana kalau kita makan siang lagi? Dan bukankah Kyuhyun harus makan? Ia pingsan karena kelaparan, bukan?”

*

            Beberapa hari kemudian rombongan itu pulang ke Seoul. Mereka pun kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa. Yunho, Changmin dan Isak bekerja dibuntuti oleh Donghae dan Tesa sementara Kyuhyun sibuk menghabiskan waktunya berbelanja, menonton drama atau pun bermain game ditemani Ryeowook.

Terkadang ia malah mengunjungi Lee Dongwook yang kini telah menjadi sahabat keluarga Jung sejak mereka terlibat dalam petualangan mengikuti Yunho ke Amerika.

Hari demi hari berlalu, usia kandungan Kyuhyun kini telah memasuki bulan kesembilan. Sebentar lagi ia akan segera melahirkan putra pertamanya bersama Yunho. Dan seperti setiap makhluk hidup yang tengah hamil, Kyuhyun menggembung seperti balon.

Awalnya Kyuhyun sempat malu dengan keadaannya dan menolak keluar dari rumah. Tapi Yunho justru membawanya kemana-mana, membanggakannya kepada siapa saja bahwa ia punya istri yang lucu dan menggemaskan.

“Mengapa kau justru membanggakanku kepada siapa saja, hyung? Kau bisa malu memiliki pasangan gendut seperti aku.” Rajuk Kyuhyun suatu hari.

“Aku tidak malu. Sama sekali tidak.” Elak Yunho. “Aku justru sangat senang karena kau terlihat sangat sehat.”

“Tapi aku gemuk, hyung.. Aku tidak seperti dulu.” Kembali Kyuhyun merajuk.

“Kata siapa? Kau selalu seksi di mataku.”

Kyuhyun mencibir. “Tidak ada orang yang berukuran sebesar balon yang seksi, hyung. Jangan mencoba menggombaliku.”

“Ada. Kau. Dan aku tidak menggombal. Kau akan selalu seksi di mataku, sampai kapanpun.” Balas Yunho dengan sungguh-sungguh, membuat Kyuhyun langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah di balik bantal.

Bukan sekali itu saja, Kyuhyun semakin hari semakin banyak mengeluh. Jika bukan mengenai berat badannya, ia juga mengeluhkan kakinya yang membengkak, beberapa makanan atau minuman yang terasa aneh di mulutnya, bahkan mengeluhkan betapa membosankannya acara di televisi. Semua hal tak luput dari cecarannya.

Terkadang Ryeowook terkena omelan pedas hanya karena masakannya terasa aneh. Kali lain Changmin yang menerimanya karena ia terlambat menjemput Kyuhyun di rumah, saat itu Yunho meminta Changmin untuk menjemput istrinya karena ia sendiri tengah bertemu klien penting .

Terkadang justru Lee Dongwook yang terkena omelannya hanya karena banyak pasien Dongwook yang mengantri sedangkan Kyuhyun mendapatkan nomor antrian kesekian yang megharuskannya menunggu lama.

Tesa pernah diomeli habis-habisan karena terlambat membeli makanan untuk Kyuhyun ketika ia harus menunggu Yunho selesai bekerja di meeting room. Dan Donghae yang malang adalah orang yang paling sering mendengar keluhan Kyuhyun. Ia beberapa kali disalahkan karena kedua telapak kaki Kyuhyun kini terlihat bagai sepasang kaki gajah. Ia juga dipersalahkan mengapa Kyuhyun jadi segemuk sekarang.

Jangan bilang Yunho ‘selamat’ dari ‘amukan’ sang istri. Ia mungkin tidak dicerca, dimaki, dipersalahkan ataupun diomeli mengenai hal-hal kecil. Namun ia selalu harus mendengar Kyuhyun mengeluh ini dan itu. Membuatnya harus selalu menenangkan istrinya yang kekanankan itu. belum lagi permintaan Kyuhyun yang makin hari semakin menjadi-jadi.

Pernah sekali, di tengah malam yang panas itu, Kyuhyun minta dibelikan susu kedelai murni yang dingin. Mendapatkannya bukan hal sulit seharusnya karena Yunho bisa membelinya di mini market 24 jam, andai saja Kyuhyun tidak meminta susu murni.

Yunho pun harus mencarinya ke pinggiran kota dan harus meminta maaf berkali-kali karena harus membangunkan si penjual di tengah malam buta itu. Setelah itu ia membawakan susu kedelai itu dengan bangga kepada istrinya.

“Minumlah duluan, hyung.” perintah Kyuhyun.

“Tapi.. Tapi kau tahu aku tidak menyukai susu kedelai.” Tolak Yunho sehalus mungkin.

Kyuhyun menggeleng. “Bagaimana kalau terjadi sesuatu denganku setelah minum itu hyung? Apa kau tega? Bagaimana dengan bayi kita nanti? Kau harus meminumnya terlebih dahulu hyung.”

Yunho menghembuskan nafas berat. “Baiklah.” Katanya pasrah. Ia lalu meminum susu itu segelas. Tapi karena ia memang tidak menyukai susu kedelai, maka setelah minum ia mengeluarkan lidahnya tanda muak dan nyaris muntah.

Susu kedelai adalah minuman yang paling dihindari Yunho. Ia benci susu itu sejak ia kecil. Oleh karena itu ia tidak pernah sekalipun menyentuh minuman itu. Tapi malam ini, karena Kyuhyun yang memintanya. Maka mau tidak mau ia menurutinya demi menyenangkan istrinya.

“Bagaimana rasanya hyung?” tanya Kyuhyun.

Yunho yang hendak muntah karena mual yang menguasai seisi mulut dan perutnya menjawab dengan jujur. “Tidak enak. Ini minumlah.”

Kyuhyun menggeleng. “Kalau kau saja yang tidak hamil mengatakan bahwa susu itu tidak enak, bagaimana mungkin aku akan menyukainya, hyung? Tidak. Aku mau tidur saja.”

Dengan santai Kyuhyun lalu berjalan masuk ke kamarnya, meninggalkan Yunho yang nyaris pingsan dengan sebotol susu kedelai di tangannya.

*

            “Hyung.. tolong aku.. Sakit sekali..”

            Kyuhyun memohon dengan wajah pucat. Keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Matanya merah menahan tangis dan perih yang ia rasakan. Salah satu tangannya yang bergetar memeluk perut besarnya.

            “Hyung.. Jebal.. Tolong aku..”

            Kini suara Kyuhyun yang lemah dan bergetar terdengar semakin menyayat hati. Yunho mengulurkan tangannya sekuat tenaga tapi ia tidak juga bisa meraih pujaan hatinya itu.

“Kyuhyunnie..!!!”

Yunho tersentak lalu bangun dari tidurnya. Keringat deras mengalir dari dahinya. Ia mengatur nafasnya yang terengah akibat mimpi buruk tadi. Ia lalu menoleh ke sampingnya, tapi Kyuhyun tidak ada di sana.

Matanya mencari liar ke sekeliling ruangan yang gelap. Tapi ia tidak mendapati Kyuhyun dimana-mana. Dengan cepat ia menyalakan lampu kecil di samping tempat tidurnya, kembali matanya mencari tapi kembali ia tidak mendapati sosok Kyuhyun dimana-mana.

Apa ia ada di kamar mandi?’ pikir Yunho.

Yunho akan turun dari ranjang ketika dilihatnya sebuah tangan pucat mencengkram ujung seprai tempat tidurnya. Tangan itu milik Kyuhyun. Secepat kilat Yunho turun dari tempat tidur dan menghampiri Kyuhyun.

“Hyung.. tolong aku.. Sakit sekali..”

Istrinya itu kini tengah berada di bawah tempat tidur. Keringat mengalir deras di sekujur tubuhnya. Matanya merah menahan tangis dan perih yang ia rasakan. Salah satu tangannya yang bergetar memeluk perut besarnya. Persis seperti mimpi yang baru saja Yunho alami.

“Hyung.. Jebal.. Tolong aku..”

“Kyuhyunnie.. Ada apa? Mengapa kau seperti ini? Mana yang sakit baby?” tanya Yunho cemas. Jantungnya nyaris berhenti bekerja melihat lelaki yang dicintainya itu kesakitan di hadapannya.

“Perutku.. Hyung.. Kurasa.. Aku.. Akan.. Melahirkan..”

*

YunKyu Mpreg

To Be Continued..

63 thoughts on “Now and Then ( Sequel of B365D) – Chapter 6

  1. Kekeekeke lucu deh waktu moment kyu pingsan dan akhirnya ketahuan, aku kira yunppa bakalan marah ternyata gak. Eh, itu kyumma mau melahirkan ya?

  2. aku suka moment kyunnie yg pingsan, semua pada panik minta ampun😀
    aku kira yunho bakal marah, ternyata engga ^^ bagus deh, siapa juga yg tega marahin babykyu embul hihi

    izin baca chap selanjutnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s