The Journey – Chapter 7

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast       : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 7

“Sudah sangat lama.” Kyuhyun dan Zhoumi sore itu memutuskan untuk bertemu lagi setelah pertemuan tak terduga mereka beberapa hari yang lalu.

“Apa kau pernah mendengar kabar dari Yunho-ssi?” tanya Kyuhyun.

Zhoumi terdiam. Ia tidak bisa mengelak lagi. Akhirnya ia menceritakan hal yang seharusnya ia rahasiakan tentang Yunho.

Beberapa hari setelah itu, ia dan Kyuhyun bertemu lagi dan langsung menuju ke stasiun kereta api, tempat dimana mereka berharap bisa bertemu dengan Yunho.

Keduanya tampak melongok ke dalam kereta api yang akan berangkat sebentar lagi. Mencari-cari dengan cemas, dimana gerangan Yunho berada. Tapi semakin mereka cari, semakin sulit Yunho ditemukan.

Hari ini adalah hari yang sangat ditakutkan oleh Kyuhyun. Ini mungkin kesempatan terakhirnya untuk bertemu cinta pertamanya itu. Karena Yunho yang ternyata hilang tanpa kabar telah berhasil masuk ke dalam jajaran staf militer atau tentara dan kini bersiap untuk berperang melawan Vietnam.

Ketika Kyuhyun telah sampai di ujung kereta api, ia nyaris putus asa karena tidak mendapati Yunho sama sekali. Namun tiba-tiba ia terhenti. Sekilas, ia seperti melihat seseorang duduk diam dengan kepala menunduk. Walaupun hanya sekilas, walaupun orang itu mengenakan topi besi, Kyuhyun tahu itu adalah Yunho-nya.

Dengan segera ia berlari kembali ke belakang dan berhenti tepat di depan jendela, dimana dibaliknya Yunho terlihat duduk dengan sedih. Kyuhyun mulai menangis. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan lelaki yang dicintainya selama bertahun-tahun itu? Bagaimana mungkin ia bisa kehilangan lelaki sederhana yang membuat hari-harinya cerah itu?

Kyuhyun mengetuk jendela kaca itu. “Yunho-ya.. Yunho-ya..”

Yunho menoleh. Sesaat ia terkesima melihat siapa yang datang. Namun ketika matanya melirik Zhoumi, ia mengalihkan pandangannya. Ia berbalik, membelakangi Kyuhyun dan Zhoumi.

Tapi didengarnya Kyuhyun tetap mengetuk jendelanya dengan keras. Hatinya hancur mendengar Kyuhyun menangis di luar sana, seraya memanggil namanya. Mati-matian ia berusaha menahan tangisannya. Ia tidak ingin Kyuhyun tahu, betapa ia terlukanya.

“Yunho-ya.. Tolong kembalilah dengan selamat.. Kumohon..” Kyuhyun masih setia menangis di luar sana. “Kau harus kembali dengan selamat. Yunho-ya.. Jawab aku.. Yunho-ya..”

Kehilangan Yunho selama bertahun-tahun sudah cukup merupakan pukulan berat baginya. Apalagi ia harus menyaksikan Yunho mengabaikannya disaat lelaki itu akan pergi menentang maut.

“Yunho-ya.. Kembalilah dengan selamat..”

Yunho tidak bisa lagi membendung airmatanya. Ia menangis dalam diam. Wajahnya masih senantiasa berpaling dari jendela, tempat dimana Kyuhyun – yang juga menangis – berdiri disana.

Lalu terdengar bunyi peluit panjang. Bersamaan dengan itu, perlahan kereta mulai bergerak maju. Tapi Yunho tidak juga berubah pikiran, ia tetap mengabaikan dua orang yang menunggunya di luar. Semantara itu Kyuhyun dan Zhoumi ikut bergerak, seakan tidak ingin Yunho meninggalkan mereka.

“Yunho-ya..”

Kyuhyun masih memanggil nama Yunho dalam tangisnya. Yunho akhirnya menoleh, meletakkan tangannya di kaca dan memandang Kyuhyun dengan sedih ketika kereta mulai berjalan sedikit lebih cepat. Dilihatnya Kyuhyun mulai berlari mengikuti kereta di luar, di belakangnya Zhoumi ikut berlari.

Ketika akhirnya dilihatnya Kyuhyun tidak mampu mensejajarkan diri dengan jendelanya, Yunho melepas topi beratnya dengan cemas. “Kyuhyun-ah..”

Ia berlari cepat ke gerbong belakang kereta, guna mencari pintu keluar terdekat dengan posisi Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun berlari, mengejar kereta yang berjalan semakin kencang. Tangisnya masih tetap menghiasi wajahnya. Tangannya sibuk melepaskan kalung yang menghiasi leher putihnya yang kini terbalut mantel tebal, menghalau dinginnya musim gugur kala itu. Di belakangnya, Zhomi ikut berlari.

“Kyuhyun-ah.. Zhoumi-ya..” teriak Yunho dari pintu gerbong terdekat, melihat dua orang yang disayanginya berlari mengejar keretanya.

Kyuhyun masih berlari, di telapak tangannya kini ada seuntai kalung yang dulu pernah diberikan pada Yunho tapi dikembalikan di hari Zhoumi masuk rumah sakit. Kini, ia ingin memberikannya lagi pada Yunho.

“Yunho-ya..” Kyuhyun menyerahkan kalung itu pada Yunho. Ia masih senantiasa menangis, memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah Yunho akan kembali dengan selamat? Apakah ia masih bisa melihat lelaki itu?

Kereta berjalan semakin cepat. Kyuhyun dan Zhoumi sudah tidak bisa lagi mensejajarkan langkah mereka dengan alat transportasi panjang itu, tak peduli sekuat apa mereka berlari.

“Yunho-ya, kembalilah dengan selamat.” Teriak Zhoumi seraya berhenti berlari. Kyuhyun pun meneriakkan hal yang sama. Lelaki itu tampak sangat terpukul dengan kepergian Yunho.

Yunho hanya bisa melambaikan tangannya. Airmatanya masih tetap mengalir. Ketika Kyuhyun dan Zhoumi semakin kecil dari pandangannya, ia terduduk di sana, memandang kalung di tangannya dengan perasaan sakit. Kalung itu sangat berharga. Berasal dari keluarga Zhoumi yang diberikan oleh Kyuhyun kepadanya. Artinya, kalung itu merupakan pemberian dari kedua orang yang sangat disayanginya.

Dengan mantap ia lalu mengenakan kalung tersebut di lehernya. Dengan tekad baru, ia menempelkan benda itu ke dadanya.

*

            Deru helikopter membahana di udara. Benda besi raksasa bermotif loreng itu terbang di atas pegunungan dan lautan di salah satu hutan Vietnam, menampung para tentara yang kini siap maju ke medan perang. Tak lama kemudian, dua helikopter itu turun dari angkasa dan mendarat sempurna di sebuah tanah lapang.

Segera setelah helikopter itu menyentuh tanah, para tentara di dalamnya berhamburan keluar seraya menggenggam erat senapan laras panjang di tangan. Dengan langkah-langkah berani, para tentara itu mulai berlari maju, menyerang ke lini depan sang lawan. Ranjau-ranjau yang meledak tak jauh dari kaki mereka sama sekali tidak menyurutkan keteguhan dan keberanian dalam diri ksatria mereka.

Yunho melompati beberapa batang pohon yang tumbang di tanah, melewati ranjau yang baru saja meledak dan memakan korban di belakangnya. Tanpa gentar ia lalu menyusup diantara teman-teman seperjuangannya, berlindung di balik sebuah batang pohon lain yang tumbang dan mulai menembaki para musuh yang berdatangan dari arah berlawanan.

DOR!

DOR!

DOR!

Seorang lelaki dari camp militer yang sama dengannya tersenyum kepadanya. Yunho tidak mengenalnya dengan baik. Ia hanya tahu lelaki itu bernama Kim Youngwoon, mereka beberapa kali berpapasan di camp dan saling menyapa. Yunho ikut tersenyum kepada lelaki tinggi besar itu.

Kemudian mereka meneruskan aksi menembak musuh. Beberapa diantara mereka telah tumbang dengan tubuh tertancap peluru dari mesiu musuh. Semakin lama, musuh yang mendekat semakin banyak, semakin membuat tim Yunho kewalahan.

DOR!

Satu tembakan lain berhasil mengenai sasaran, tubuh salah seorang tim Yunho jatuh. Ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi melihat siapa yang terluka karena sibuk mengisi peluru ke dalam senjatanya sendiri, hingga sebuah tangan besar meraih keras bajunya dari arah kanan.

Yunho menoleh dan mendapati Kim Youngwoon tengah kesulitan bernafas dengan sebuah luka tembak di dadanya. Bibirnya mengeluarkan darah, tubuhnya kejang-kejang. Hanya genggaman tangannya di kerah seragam Yunho yang membuatnya tampak seperti butuh teman menjelang ajalnya.

“Kopral! Kopral! Sadarlah!” teriak Yunho, berusaha menyadarkan lelaki yang tengah sekarang meregang nyawa itu. “Medis..! Aku butuh bantuan medis!” teriak Yunho lagi seraya menoleh ke kiri dan kanan, mancari bantuan.

“Bertahanlah! Bertahanlah! Kumohon bernapaslah!” Teriak Yunho frustasi seraya mengantamkan telapak tangannya berkali-kali ke dada Kim Youngwoon, airmatanya sudah tumpah melihat korban di depannya. Sementara beberapa temannya sudah mulai mundur, mereka nyaris terkepung.

“Hentikan! Dia sudah mati! Ayo pergi! Dia sudah mati bodoh!” Choi Siwon menariknya mundur, membawanya pergi dari tempat itu atau mereka akan jadi korban berikutnya.

Keduanya berlari, menghindari bom yang dilemparkan ke arah mereka juga peluru yang dengan ganas mengambil nyawa lain. Yunho masih melihat ke belakang sebelum benar-benar berlari sekuat tenaga. Satu dari orang yang dikenalnya mati di depan matanya. Ini adalah kali pertama ia mengalaminya dan entah mengapa terasa sangat berat di dadanya.

Musuh semakin dekat, dengan suara-suara lantang yang menakutkan, mereka menembaki tentara Korea Selatan dengan ganas. Yunho berlari, deru di dadanya dan sesak di tenggorokannya nyaris merobek hatinya. Ia ingin hidup, dan ia harus selamat demi Kyuhyun.

Dari jauh, Yunho bisa melihat tanah lapang dimana ia dan teman-temannya tadi diturunkan. Helikopter yang tadi membawa mereka pun sudah menunggu di sana. Ia baru akan mempercepat laju larinya ketika ia merasakan sesuatu yang aneh di sekeliling lehernya. Ketika ia menyentuh di sana, barulah ia menyadari bahwa kalung pemberian Kyuhyun tidak melingkar di sana seperti biasa. Ia mengingat bahwa orang terakhir yang menyentuh lehernya adalah Kim Youngwoon.

Tanpa pikir panjang, Yunho berlari ke belakang, berlawanan arah dari teman-temannya yang sedang berusaha melarikan diri menuju helikopter.

“Yunho! Kau mau kemana, bajingan! Kembali kemari!” teriak Siwon ketika melihat tindakan bodoh Yunho. “Yunho-ya! Kembali kemari!”

Sementara para tentara Korea Selatan sudah berlomba-lomba menaiki helikopter, beberapa diantaranya bahkan sudah terbang begitu holikopter yang ditumpangi penuh. Tapi Yunho tidak peduli. Ia terus berlari, menyerbu membabi buta, menghabisi siapa saja yang bisa dijangkaunya.

Kalung pemberian Kyuhyun yang juga berasal dari keluarga Zhoumi itu jauh lebih penting baginya. Seperti hartanya, jiwanya, tubuhnya. Beberapa peluru melewatinya, menggores topi bajanya, melewati belakang lehernya. Namun seolah tak kenal takut, ia terus menyerbu.

Ia tidak tahu bahwa seorang tentara Vietnam tengah terfokus menatapnya. Dengan seringai lebar, lelaki itu mengarahkan senjatanya ke tubuh Yunho. Tapi sebelum ia sempat menembak, ia menjerit kesakitan. Sebuah peluru lain meluncur masuk ke tubuhnya, ketika ia menoleh didapatinya tentara lain tengah melindungi targetnya tadi dari jauh. Tentara itu : Choi Siwon.

Siwon menganggap Yunho sudah seperti saudaranya sendiri. Berlatih bersama di camp, memenuhi panggilan Negara untuk membela tanah air dari musuh, membuat keduanya benar-benar saling mendukung.

Dan kini, ketika dilihatnya Yunho kembali ke arena tembak alih-alih menyelamatkan diri, ia segera menyusul. Apapun alasan Yunho kembali, ia tidak peduli, ia hanya ingin Yunho kembali ke Korea dengan selamat bersamanya. Ia tidak bisa mengejar Yunho terlalu jauh karena ia sendiri ditahan oleh beberapa orang sekaligus, maka ia hanya bisa melindungi sahabatnya itu dari jauh.

Yunho sudah hampir sampai ke lapangan tadi, beberapa kali ia bertemu musuh di perjalanannya, tapi dengan sigap ia menyerang dengan tembakan berulang kali.

Begitu sampai disana, ia segera menghampiri mayat Kim Youngwoon lalu meraih tangan kanan lelaki itu. Benar saja, dalam genggaman lelaki itu, ada kalung pemberian Kyuhyun. yunh berusaha melepaskannya namun genggaman Kim Youngwoon sangat kuat, membuat Yunho harus menariknya lebih keras lagi hingga akhirnya terlepas.

Yunho memandang kalung itu sebentar, mensyukuri kembalinya kalung itu ke tangannya. Ia segera menggigit liontin-nya lalu segera beranjak. Ia berlari kembali ke tanah lapang dimana helikopter dan tentara lainnya menunggu.

DOR!

Seorang lelaki dengan seragam yang sama dengannya terkena lemparan bom dan langsung membuatnya roboh ke tanah. Yunho segera menghampiri lelaki itu lalu membawanya di bahunya seraya tetap berlari.

Beban terasa sangat berat di bahunya. Tubuhnya terasa letih luar biasa. Panas yang ia rasakan begitu mengikat, membuatnya nyaris bersimpuh disana, tapi tekadnya yang kuat untuk kembali selamat membuatnya bersemangat. apalagi dengan kembalinya kalung berharganya yang kini berada diantara gigi-gigi serinya.

Para tentara Korea Selatan tengah menunggunya dengan sikap waspada. Senjata mereka terancung, kalau-kalau ada tentara Vietnam yang membuntiti Yunho atau tiba-tiba muncul disana. Semakin dekat ia dengan tentara senegara membuatnya semakin lega.

‘Aku selamat.’

Namun, ketika ia baru akan melangkahkan kakinya lagi, sebuah bom meledak tepat di depannya dengan suara menggelegar. Yunho jatuh tersungkur, begitu juga dengan lelaki di pundaknya tadi. Rasa sakit luar biasa menjalar di sekujur tubuhnya. Membuatnya merasa ia akan mati sebentar lagi. Terlalu sakit, ia benar-benar tidak bisa menahan lagi.

Choi Siwon berlari ke arah sahabatnya, hatinya berdegup kencang dengan kenyataan buruk yang bisa saja menimpa Yunho. Disana, ia melihat sahabatnya dengan napas tersengal, bersimbah darah di wajahnya, dengan tubuh bergetar. Tangan Yunho yang juga bergetar itu pelan-pelan meraih kalung yang tergeletak tak jauh darinya ke dalam genggamannya.

*

            Seorang anak kecil bermain riang di dalam sebuah café kecil di pinggiran kota. Ketika melihat miniature piano berwarna hitam di atas meja, ia segera mengambilnya lalu membawanya bermain.

Cho Kyuhyun duduk dengan sabar disana, matanya tak henti-hentinya melihat ke luar jendela. Ia tampak snagat tampan hari itu, ia bahkan memilih pakaian terbaik untuk moment terbaik sepanjang hidupnya ini.

Tak lama kemudian, senyumnya terkembang ketika melihat sebuah taksi berhenti di depan café kecil itu. Dari dalamnya, turun seorang lelaki yang amat sangat dikenalnya. Jung Yunho.

Yunho melangkah pelan ke dalam café itu. Tubuhnya masih tetap tegap. Rambutnya masih tetap cepak seperti sebelum ia berangkat ke Vietnam. Dan senyumnya, masih tetap senyum yang sangat dikagumi Kyuhyun sepanjang hidupnya. Dibalut setelan jas musim gugur, lelaki itu menghampir Kyuhyun.

Dia tampan. Dan selalu tampan.’ Kyuhyun hanya bisa memikirkannya. Ia begitu terkesima melihat Yunho kembali. Begitu Yunho mengabarinya bahwa ia pulang dengan selamat ke Korea dan ingin bertemu dengannya, kebahagiaan membuncah di dada Kyuhyun saat itu. Walaupun ia harus menunggu beberapa tahun, namun ia dan Yunho akan bersatu lagi. Segera.

“Kau tidak berubah sama sekali.” Puji Yunho. Senyum khasnya masih terukir di wajahnya. “Kau tampak seperti dulu, selalu manis dan mempesona.”

“Tidak, aku semakin tua.”

Keduanya bicara dengan canggung, mengingat mereka tidak bertemu selama beberapa tahun dan perpisahan terakhir mereka bukan perpisahan yang manis. Yunho lalu mendudukkan dirinya di kursi terdekat, Kyuhyun ikut duduk di depan lelaki itu.

“Kau melewati masa-masa sulit, bukan?” tanya Kyuhyun pelan.

“Tidak juga.” Jawab Yunho, masih dengan suara canggung. “Oh.. Bagaimana kabar Zhoumi?”

Kyuhyun melirik Yunho. “Sepertinya ia baik-baik saja.”

Kyuhyun tidak ingin membiarkan Yunho tahu bahwa Zhoumi masih menginginkannya namun lelaki itu setia menunggu, ia tidak memaksakan perasaannya sama sekali karena Kyuhyun tidak ingin memikirkan lelaki lain selain Yunho.

“Mengapa kau belum juga menikah?” tanya Yunho lagi. “Aku sudah menikah.” Ia memaksakan senyum tulus di wajahnya.

Kumpulan airmata menggenang di pelupuk mata Kyuhyun ketika mendengar kata-kata Yunho barusan. Ia telah menunggu sekian lama tapi ternyata Yunho tidak memberinya kesempatan sama sekali.

“Ya, aku mendengar hal itu.” kata Kyuhyun dengan tenang, menyembunyikan perasaannya yang hancur.

“Banyak sekali yang ingin kuceritakan padamu. Tapi entah mengapa, ketika kita saling bertemu seperti ini, aku jadi melupakan segalanya.” Yunho tertawa kecil.

Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman. Ia membuang pandangannya ke luar jendela, berusaha keras menahan airmatanya yang hendak tumpah.

“Kau lihat piano kecil itu? Kami juga punya satu di rumah. Sama persis dengan yang itu.” kata Yunho seraya memalingkan wajahnya ke kanan.

Airmata Kyuhyun sudah jatuh. Tapi ia tidak ingin merusak acara ini, jadi ia meneruskan mendengarkan kata-kata lelaki di depannya. ia ikut menoleh ke arah dimana pandangan mata Yunho berhenti.

“Ketika aku melihatnya, aku teringat saat kau memainkan piano.” Yunho masih terus menatap ke meja itu.

Kyuhyun mendadak bingung di buatnya. Piano? Diatas meja itu hanya ada sebuah pot bunga kecil, tidak ada piano sama sekali. Piano yang tadinya ada disana sudah sedaritadi di bawa oleh anak kecil yang kini memainkannya di meja lain.

“Benar-benar seperti kau. Benarkan?” mata Yunho masih memandang ke meja itu dengan senyumnya.

Kyuhyun menatap Yunho dengan perasaan takut luar biasa. Perlahan ia menaikkan jemarinya ke depan wajah Yunho lalu menggoyang-goyangkannya. Yunho sudah berbalik menatapnya, masih dengan tatapan dan senyum yang sama, namun sama sekali tidak ada reaksi atas pergerakan jemari Kyuhyun di depan matanya.

“Waktu itu kita masih sangat muda.” Yunho melanjutkan kata-katanya.

Di depannya, Kyuhyun menutup mulutnya. Jantungnya serasa berdetak terlalu kencang. Ketakutan menyelimutinya.

“Tapi masa lalu telah pergi.”

Kyuhyun kembali melemparkan pandangannya ke luar jendela. Air mata yang sedari tadi ditahannya kini jatuh sudah. Ia menahan suaranya agar tagisnya tak terdengar.

“Kupikir, perasaan kita saat itu adalah perasaan terbaik. Kita menjerit dan tertawa untuk hal-hal kecil.” Yunho masih saja terus bicara dengan lembut, masih dengan senyum dibarengi pandangan mata yang hangat.

Kyuhyun sudah benar-benar menangis kini, namun ia masih berusaha keras menyembunyikan suara tangisnya. Hatinya terlalu sakit menerima kenyataan bahwa lelaki yang dicintainya itu tidak bisa melihat. Yunho buta.

“Bagaimana wajahku saat ini?” tanya Kyuhyun diantara tangisnya, berusaha membuat suara normal.

“Kau terlihat sehat.” Kata Yunho yakin. “Tapi aku ingin melihatmu lebih bahagia dari sekarang.”

“Aku sedang menangis saat ini. Tidak bisakah kau melihat air mataku?” tanya Kyuhyun. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan suara tangisnya yang keras.

Wajah Yunho berubah seketika. Ia baru saja menyadari bahwa ia salah memperkirakan raut wajah Kyuhyun sesaat tadi.

“Mengapa kau menyembunyikan kenyataan bahwa kau tidak bisa melihat?” Kyuhyun menangis. Airmatanya semakin deras. Sakit yang dirasakan di hatinya begitu kuat, nyaris merobek seluruh sisa perasaannya.

Merasa penyamarannya telah terbongkar, Yunho yang sangat gugup saat itu bangkit dari duduknya. “Hari sudah sore, maaf, aku punya janji lain. Aku harus pergi.”

Yunho berbalik meninggalkan Kyuhyun. Ia berjalan secepat yang ia bisa. Tapi, tanpa tongkatnya, ia tidak bisa meraba kemana arah yang seharusnya ia ambil. Detik berikutnya ia sudah jatuh tersungkur karena menabrak meja di depannya.

Yunho terpaku disana. Ia hanya bisa diam dan menangis, menyesali nasib buruk yang menimpa dirinya. Perlahan Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu menghampiri lelaki itu. masih dengan tangisnya, ia membantu Yunho berdiri.

“Maafkan aku. Tadi nyaris sempurna. Aku bisa saja berhasil melalui semua itu. Aku bahkan datang kemari tadi malam dan banyak berlatih.” Kata Yunho meminta maaf. Hatinya sakit sekali karena tidak bisa melihat wajah Kyuhyun, lelaki yang teramat dicintainya. Bahkan melihat setitik airmatanya pun ia tidak bisa.

“Kau hampir saja membodohiku. Kau benar-benar bekerja keras. Aku nyaris saja percaya.” Kata Kyuhyun, tersenyum dalam tangisnya.

Yunho merogoh kantongnya lalu mengeluarkan kalung pemberian Kyuhyun beberapa tahun lalu. “Aku.. mempertaruhkan nyawaku untuk mengembalikan kalung ini kepadamu.”

Ia hendak memakaikan kalung itu ke leher Kyuhyun namun Kyuhyun meraihnya. “Jangan.. Kalung ini adalah milikmu.” Kyuhyun lalu melingkarkan kalung itu ke leher Yunho.

Begitu kalung itu melekat sempurna ke lehernya, tangis Yunho kembali pecah. Ia memberanikan diri mengakat tangannya, membelai pipi halus Kyuhun yang saat itu tengah bermandikan air mata.

Cinta mereka hanya sampai disana. Yunho benar-benar pergi dari kehidupan Kyuhyun dan tidak pernah kembali sama sekali. Membuat Kyuhyun akhirnya menerima perjodohan ayahnya dengan Zhoumi dan menikahi lelaki jangkung itu. Bahkan, di hari pernikahannya, Kyuhyun masih saja menitikkan airmata. Menangisi cinta pertamanya yang hilang, cinta sejatinya yang pergi dan cinta terakhirnya yang tidak pernah bisa ia dapatkan kembali.

Yunho the journey 7

TBC

26 thoughts on “The Journey – Chapter 7

  1. weh … speechless jadi kyujin anaknya zhoumi … yunkyu berakhir dan yunho buta ….
    sdh deg2an pas yunho kena bom tak kira dia bakal jd jelek krn luka bakar atau kehilangan salah satu anggota tubuh …. makin penasaran🙂

  2. akhirx tau jg kyu ber1 ma sp,dgn begitu ketauan jg sp appax kyujin…
    Yunho buta??kasian bgt…kirain sekembalix dr perang yunho baklan lumpuh atau gmn gitu gr2 kena bom,tp wkt ktm kyu di cafe kliatanx baik2 aja,smp ketauan lah kl yunho buta…
    Masih pnasaran ma 1hal ni,chang anakx yunhokah???
    Ditunggu ne lanjutanx…
    Hwaiting…

  3. zhoumi adalah ayah kyujin. apa changmin anak yunho?
    yunho nekat balik lagi demi ambil kalung, tapi begitu selamat malah ga bisa bersama kyu. miris…
    simba ganti peran jadi tentara. dan makasih lho simba udah lindungi yunbear. kkkk…

  4. ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) sedih bgt,,( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    Wkt moment yg di stasiun kereta sumpah,,berasa indah bgt,,skaligus sedih bgt,,
    Tahan nafas pas di adegan medan perang,,bomny bikin yun2 GΩ̶̣̣̥̇̊κ̣̝̇ bsa liat ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ,,,
    Pas adegan di cafe kirain akhirny mrk bersatu lg,,tp pas yun2 bil.Ù∂a̲̅Ħ nikah,,skt hati,,lbh skt hati lg pas tau dia GΩ̶̣̣̥̇̊κ̣̝̇ bsa liat,,tp berusaha buat bersikap normal di dpn kyu ny ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ,,,knp kyu mesti nikah ma zhoumi,,
    Asli nich chap bikin nangis n skt hati ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)

  5. hueee sedihhh sebenernya, aku belum baca chap sebelumnya. tapi karna udah ada chap yg ini baca aja lahh yaaa
    oke, aku akan cari waktu buat baca chap sebelumnyaaa~

  6. Speechless. Jadi, Kyujin anaknya Zhoumi?😮
    Huaaaaaaaaaaaahhh TToTT
    Ternyata YunKyu benar-benar berakhir ya?? :’
    Apa itu berarti anaknya Yunho adalah Changmin? Yunho nikah sama siapa??
    Aaaaah, cerita YunKyu harus berulang ke ChangKyujin gitu??😮

  7. Perjalanan cinta yunkyu sangat sulit…zhoukyu menikah?berarti kyujin anakny zhoukyu dunk aku kira anak yunho hehehe…lanjuut

  8. OMO!
    Eonni kau sukses buat aku tegang dan ditutup dgn derai air mata. T_T
    Jadi benar dugaanku dulu, jika Kyuhyun tak bisa bersatu dengan Yunho.
    lalu siapa kakek-kakek yang menyapa Kyuhyun ?
    Jika itu Yunho? itu sedikit tak bisa dipercaya karena Yunho tidak bisa melihat.

    Berharap Kyujin tak mengalami kisah cinta seperti eommanya.
    Oh ya, eomma Kyujin masih hidup kah?
    aku lupa.

    Lihat Pictnya sukses buat mata membasah.
    Yunpa…
    Huweeeee😥

  9. hueee aku boleh nangis kan?? T.T
    beneran ya kisah cinta yunkyu pnuh prjuangan tp sayang bgt mreka tidak bersama apalagi yunhonya buta😦
    aku msih pnasaran sama lanjutannya eon, ditunggu …

  10. Perpisahan YunKyu bikin nangis. Tragis banget.. Tapi sekaligus terharu. Serasa deja vu waktu Kyu ngasihin kalungnya ke Yun T____T perang Yunho yg bikin sesek nafas, pengorbanan Yunho balik buat kalung yg dikasih Kyu, berakhir mereka ketemu lagi dan Yunho buta….itu…bikin speechless T________T Yunho harus latihan cuma buat nutupin kekurangannya. gatau harus ngomong apa. Yunhoooo andwaaaae!!! Kyu ga nikah sama zhoumi kan? Engga kan? Ga relaaaaaa *nangis di pojokan*. Jadi Kyujin itu anak siapa? Anak ZhouKyu? Aku maunya anak YunKyu huhuhuhuhu *maksa* Gatau mau ngomong apa lagi. Semuanya ga terduga. Lanjut please unnie~~ >/////<

  11. Huhuhuhuhu eonni~ya kau berhasil buat aku berkaca-kaca😥 yunhooooooooo huhuhuhu
    Jadi karna bom itu yunho jadi buta? Trus pergi setelah ketemu sm kyu itu?😥
    Hiks hiks cinta pertama dan terakhir kyu
    Penasaran sm kisah rumah tangga kyu sm zhoumi ditunggu next chapnya eonni ^^

  12. Ternyata cinta Yunkyu benar2 berakhir dan kyu nikahnya ma zhoumi,berarti kyujin itu anaknya kyu dan zhoumi
    di buat deg2an di medan perang,sungguh miris ya yunho mempertaruhkan nyawanya hanya demi mengambil kalung pemberian kyu dan itu menyebabkan ia hrus kehilangan penglihatannya

  13. Huwe q dah 2 x g bc fic ni, yg 5 ma 6 blm q bc chngu?! Q sdh bgt knp yunkyu hrs psh, msl endg nt jg sad lg y tp happy endng. Stdky cnt mrk dpstkn nt. Ohy brhbg emlq lg g bs dbk, blh mt pw part 5 ma 6’y chngu? Sly mw add fb u g bs jd q yg d’add y (dewi e park) ni nm fbq gmwo

  14. jadi sebenarnya yunho sm kyu seriusan gak bersatu nih?😦 jangan jangan kyujin anaknya kyu sm zhoumi lagi, pelan pelan udah mulai kebuka nih misteri ceritanya kkk tp penasaran di present day kyuhyun kemana ya? keep writing!

  15. Aku ketinggalan jauh ya,, rada lupa,, tambah bingung,,
    tapi nyeseknya dpt dikit,, penggambarannya jg oke,, seneng baca crita yg waktunya terkesan cepat tp poinnya kuat,,
    yups, waktunya bc mundur.. Nasib.
    Terima kasih.

  16. Akh… Sakit…T.T
    Knpa yunho mesti nikah sih? Apa gara2 buta jdi dy ngerasa gk pantas bwt kyu?? Akh sedih…

  17. Hueeee…perjuangan yunho buat ambil kalung bikin hiks hiks… Kalo aja ga ada bom itu pasti kyu ama yunho udah bahagia mungkin… T.T
    Tp pikiranku udah horor aja tadi, kirain yunho bakal meninggal, tp ternyata buta …

    Yaelah young woon oppa jadi figuran yah wkwwk…

  18. Hmmm jd bnr Kyujin anaknya QMi n Kyuhyun married Mi. N jgn2 Chwang anaknya Yun????????????
    Hwaaaaa ottohke?????????*keburu panik duluan
    Tapi….tapi….kenapa Yun hrs nikah duluan sm orang lain? huweeeeee

  19. huuweee jd yunkyu ga bsrsatu nie….trnyata kyujin tu ank’a ZhouKyu
    sumpah nyesek bngt baca’a

  20. sedih T.T
    huuuu..hu… sobs
    Yun was blind,,,
    agak nyesek sih baca part ini, apalagi pas di kereta td, T.T

  21. ok chap sblm na changkyu dah mulai kencan..horeee..but this chap really make my tear felt down..it’s too hurt, god yunpa blind…kyu decide married zhoumi..ok i got it where kyujin coming from…o god my tears fall down…T^T

  22. Ini FF bener2 penuh kejutaaaan!!!
    Deg-degan sendiri pas baca yang Yunho mati2an ngambil kalung itu sampe hampir kena bom😦
    Dan aku kira YunKyu bkal bersatu, ternyata sama Zhoumi, daaan… YUNHO BUUUUTAAA?😦

  23. Huuuuweeee, sedih bngt chap yg ini, jd Kyu n Yunho nggak bs bersatu ya, kasian bngt YunKyunya, lanjuuut lg ya thor n gomawo ffnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s