Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 5

Title                     : Now and Then

Rate                    : T

Genre                 : Romance, Fluff, Sad, Mpreg

Pair                     : Yunho x Kyuhyun (YunKyu)

Other Cast       : Changmin, Donghae, Tesa, Kim Isak

Warning            : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary         : Setelah melewati masa perkenalan selama setahun, Yunho dan Kyuhyun akhirnya menikah. Bagaimana perjalanan kehidupan rumah tangga mereka?

CHAPTER 5

Seperti yang direncanakan, Yunho beserta Isak dan Changmin benar-benar berangkat beberapa hari kemudian. Hal ini membuat Kyuhyun semakin merana. Dia sama sekali tidak keberatan Yunho bertemu dengan kawan-kawan lamanya, andai tidak ada Isak di sana. Hanya Isak-lah satu-satunya alasan mengapa Kyuhyun sangat berat melepaskan Yunho.

“Bagaimana kalau disana terjadi sesuatu? Bagaimana kalau teman-teman mereka menjodohkan mereka kembali dan akhirnya Yunho hyung menyadari bahwa selama ini dia masih teramat mencintai Isak?” kata Kyuhyun sedikit histeris.

“Atau.. Bagaimana kalau tiba-tiba Yunho hyung mengalami kecelakaan lalu lupa ingatan dan hanya mengingat Isak lalu tidak pernah kembali kemari?” kini ia terdengar lebih histeris dari sebelumnya.

“Ya, Kyuhyun-ah, berhentilah berpikir yang tidak-tidak. Mana mungkin hal seperti itu akan terjadi?” kata Donghae menenangkan Kyuhyun. Ia sendiri tidak bisa ikut karena ia bukan alumni di kampus Yunho dulu.

“Atau..” kata Kyuhyun seolah tidak mendengar protes Donghae barusan. “Disana akan ada pesta besar lalu mereka minum-minum, keduanya mabuk lalu bangun di tempat tidur dalam sebuah hotel, tanpa selembar benangpun di tubuh mereka. Lalu beberapa bulan kemudian Kim Isak hamil dan Yunho hyung harus bertanggung jawab padanya dan..”

“Ya! Hentikan!” tegur Donghae keras. “Kau ini terlalu banyak menonton drama. Apa kau pikir suamimu akan seperti itu disana?”

“Pasalnya waktu kami mabuk dulu, Yunho hyung langsung menjamahku. Itu adalah kali pertama kami bercinta. Siapa yang tahu kalau Yunho hyung mabuk lagi lalu dia akan melakukan hal yang sama?” Kali ini Kyuhyun yang protes.

“Kyuhyun-ah, kumohon.. Berhentilah bersikap seperti ini. Kau hanya membuat dirimu stress. Kasihan bayimu. Tenanglah, jebal..” Donghae kini memohon.

Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya. “Ikut aku hyung. Aku ingin ke suatu tempat.”

Donghae menurut. Ini bukan karena Yunho memintanya tidak meninggalkan Kyuhyun selama ia tidak ada, tapi lebih karena rasa sayangnya pada lelaki manja itu. Setengah jam kemudian, mereka sudah ada di kamar praktek dokter kandungan Kyuhyun, Lee Dong Wook.

“Maaf Kyuhyun-ssi, tidak bisa.” Kata Lee Dong Wook tegas.

“Tapi aku harus melakukannya!” Kyuhyun masih memaksa.

“Kyuhyun-ah, dokter Lee benar. Kau tidak boleh melakukannya. Ingat anakmu. Jangan bertingkah seperti ini, jebal..” Donghae kini nyaris kehilangan kata-kata menghadapi kemauan Kyuhyun yang keras kepala itu.

“Aku tetap akan pergi walau kau tidak mengijinkannya.” Kata Kyuhyun tetap keras kepala.

Lee Dong Wook tampak letih. “Kyuhyun-ssi, kau tahu benar usia kandunganmu hampir memasuki bulan ke tujuh kan? Kau tidak boleh bepergian dengan pesawat apalagi ke tempat sejauh Amerika. Ini membahayakan kandunganmu sendiri. Dan lagi, kalau terjadi sesuatu di pesawat nanti, siapa yang akan menolongmu? Kau butuh bantuan medis nantinya.”

“Karena itulah aku datang. Aku tidak meminta ijinmu, tapi aku meminta kesediaanmu untuk ikut bersamaku ke Amerika, jelas?”

Dong Wook dan Donghae terperangah bersamaan.

“Ya.. Kyuhyunnie..” Donghae sekarang benar-benar kehilangan kata-kata. Ide Kyuhyun untuk memata-matai Yunho di Amerika saja sudah cukup membuatnya bingung. Dan kini ia berpikir untuk membawa Lee Dong Wook untuk ikut serta?

“Dengarkan aku.. Aku mempertaruhkan hal ini demi anakku. Aku tidak mau ayahnya terpikat pada mantan kekasihnya hanya karena aku jauh darinya. Terserah kalian mau menganggapku kekanakan atau bodoh sekalipun. Tapi perasaanku mengatakan sesuatu akan terjadi kalau aku tidak ada disana, dan feeling seorang istri biasanya tepat.”

“Jadi..” kata Kyuhyun melanjutkan sebelum dokternya berniat memotong perkataanya. “Kalian cuma punya dua pilihan. Menemaniku atau membiarkanku pergi sendiri!”

Donghae dan Dongwook sama-sama diam. Keduanya berpikiran sama : tidak tega. Bagaimana mungkin mereka tega melihat Kyuhyun dengan perut menggembung seperti balon itu pergi sendiri ke benua lain sementara mereka sanggup menemani Kyuhyun?

“Baiklah, kita berangkat.” Lee Dongwook akhirnya menyerah.

Kyuhyun bersorak keras. “Yeahhh! Kau dokter terbaik sepanjang masa.”

“Tapi.. Bagaimana kalau Kyuhyun justru..”

“Aku akan memastikan dia baik-baik saja.” Kata Dongwook lagi, memotong perkataan Donghae. Membuat sunbae kesayangan Kyuhyun itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, frustasi.

“Tapi kau harus berjanji satu hal kepadaku.” Kata Dongwook. Ia menatap Kyuhyun tajam, memastikan Kyuhyun mengiyakan permintaannya.

“Apa itu?”

“Kau harus mendengarkan semua kata-kataku. Kau harus menuruti permintaanku karena semuanya kulakukan untuk kesehatanmu sendiri. Mengerti?”

Kyuhyun memberenggut. “Kenapa aku harus menurutimu? Kau kan bukan suamiku.”

“Kau mau ke Amerika atau tidak?” Kini Dongwook sedikit mengintimidasi.

“Arasso.. Besok kita bisa berangkat kan?” wajah cemberutnya kini berganti rona berah penuh pengharapan.

Dongwook menatap Donghae, meminta persetujuan. Ketika dilihatnya Donghae mengangguk pasrah, ia tersenyum. “Baiklah.”

*

            Kyuhyun tetaplah Kyuhyun. Anak manja yang keras kepala dan sangat cerewet terutama di masa kehamilannya. Ia hanya menuruti kata-kata Dongwook selama di pesawat. Begitu mereka tiba di hotel tempat mereka menginap yang kebetulan sangat dekat dengan hotel tempat Yunho, Changmin dan Isak menginap, ‘kenakalan’nya kembali seperti sedia kala.

Ia memaksa kedua pengawalnya itu untuk menemaninya membeli makanan yang akan diantarkan kepada Yunho. Padahal, mereka baru saja tiba, Donghae malah belum bisa mengembalikan kondisinya menjadi lebih stabil setelah jetlag.

“Tapi bagaimana kalau nanti Yunho hyung lapar? Ini sudah waktunya makan malam.” Rengek Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, saat ini beliau ada di kota besar. Sudah pasti ia akan makan dengan sangat baik. Lagipula, bukankah kita sepakat untuk bersembunyi dari suamimu? Membuntutinya diam-diam jadi kau bisa memantau semua gerak-geriknya kan?” Dongwook menjelaskan seraya mengeluarkan pakaian Kyuhyun dari koper lalu mengaturnya di dalam lemari.

“Hooeeekkkkkkk…!”

Kyuhyun meringis mendengar suara Donghae yang sedang mengeluarkan isi perutnya itu. “Tapi aku merindukannya. Aku ingin makan malam bersama Yunho hyung. Sudah tiga hari aku tidak melihatnya.”

Donghae keluar dari kamar mandi dengan wajah merana. “Bisakah kita istirahat dulu? Aku benar-benar mual.”

Kyuhyun berdiri sambil mengacak pinggangnya. “Ya! Hyung! Bukankah kau sudah terbiasa naik pesawat?”

“Tapi aku masih selalu mual setelahnya.” Bantah Donghae. Ia cukup merasa malu dengan kondisinya yang buruk sementara Kyuhyun yang tengah hamil baik-baik saja.

“Dengarkan. Kalau kau mau bertemu suamimu, tidak masalah sama sekali. Tapi, kurasa kau akan menyesal. Menurutku sebaiknya kau memata-matainya. Siapa tahu dengan tidak adanya kau, mantan kekasihnya itu akan ‘bertindak’? Dan bisa saja suamimu menyambutnya? Benar kan?” ujar sang dokter yang langsung dihadiahi sentuhan kasar dari siku Donghae di pinggangnya.

Kyuhyun tertunduk sedih. Ia menggigit bibir bawahnya dengan tampang nyaris menangis mendengar penuturan sang dokter.

“Lihat dia! Dia nyaris menangis.” Bisik Donghae galak.

Dongwook tersenyum lalu balas berbisik. “Kau mau ia mencari Yunho saat ini? Lagipula, kalau kalian ingin tahu bagaimana sikap siapa nama mantan kekasih Yunho-ssi? Ah ya, Isak-ssi, kalian harus membuntuti mereka diam-diam bukan?”

Donghae tahu, Doongwook benar. Tapi ia tidak tega melihat wajah Kyuhyun yang terlihat sangat merana kala itu.

“Beristirahatlah, Kyu. Besok kita akan mulai membuntuti Yunho dan Isak, bukan? Kau perlu tenaga ekstra besok, jadi kumohon kau beristirahat sekarang.” Kata Donghae seraya membantu Kyuhyun naik ke tempat tidurnya lalu menyelimuti hoobae-nya itu.

“Nah dokter, kau boleh kembali ke kamarmu.” Perintah Donghae layaknya bos.

“Bagaimana denganmu?” tanya Dongwook. Pasalnya Donghae tak terlihat tanda-tanda akan meninggalkan kamar Kyuhyun.

“Aku akan menjaga Kyuhyun malam ini. Tenang saja, aku akan tidur di sofa. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya mengingat ini hari pertamanya di kota lain. Andai saja aku membawa Tesa-ssi, ia pasti akan lebih banyak membantu.”

Kyuhyun diam saja. Setelah Lee Dongwook keluar bahkan setelah Donghae terlelap pun ia masih tetap diam. Matanya masih tetap terbuka, memandang kosong ke jendela hotel. Ia tidak bisa tidur sama sekali. Pikirannya dipenuhi dengan kata-kata dokternya tadi mengeni menangkap basah Yunho dan Isak.

Kalau Yunho tidak terpengaruh oleh masa lalunya itu berarti Kyuhyun bisa tersenyum puas. Namun bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya?

*

            Keesokan harinya Kyuhyun, Donghae dan Dongwook benar-benar melakukan aksi sesuai rencana. Awalnya Lee Dongwook keberatan untuk ikut serta, namun Donghae memarahi dokter jangkung itu habis-habisan karena ia bisa berada di Washington saat ini karena Kyuhyun. Lagipula ia diikutkan karena ia harus merawat Kyuhyun ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Mau tidak mau, ia ikut dalam aksi yang menurutnya childish itu.

Mereka membuntuti kemana pun Yunho, Isak dan Changmin pergi. Tempat pertama adalah sebuah butik khusus wanita. Sudah bisa dipastikan bahwa Isak lah yang punya keperluan di sana. Tapi dua lelaki lainnya mengekori bak pengawal kerajaan.

“Cih.. Mengapa Yunho hyung harus ikut masuk kesana? Lihat! Dia bahkan meminta suamiku untuk menilai.” Kyuhyun mendecih melihat sikap Isak yang dianggapnya berlebihan itu.

“Benar sekali, bukankah disana juga ada si jerapah?” Donghae terdengar ikut kesal. Sebenarnya ia menganggap hal tersebut sah-sah saja. Namun jika ia menanggapinya dengan wajar, Kyuhyun akan marah padanya karena dianggap tidak ikut membelanya.

Tidak ada yang lebih mengerikan selain kemarahan seorang wanita hamil yang tengah cemburu. Jadi lebih baik ia mendukung semua kata-kata Kyuhyun daripada tiba-tiba lelaki keras kepala itu meledak karena tidak ada yang mengindahkannya.

Ponsel Kyuhyun berbunyi. Dengan cepat ia mengangkat telepon ketika melihat nama Tesa di layar ponselnya itu.

“Yeoboseyo?”

“Kyuhyun-ssi, sajangnim menelepon pagi tadi. Ia ingin bicara dengan anda.” Kata Tesa di seberang. Suaranya terdengar khawatir.

“Lalu apa yang kau katakan?” tanya Kyuhyun sedikit waspada walau matanya tidak berpindah dari tubuh suaminya di dalam toko yang ia amati.

“Aku mengatakan bahwa anda masih tidur karena semalam tidur terlalu larut.”

“Dan apa alasannya aku tidur terlalu larut?”

“Menonton drama.”

“Bagus!” Puji Kyuhyun pada sekretaris suaminya itu. “Kau harus terus memberikan alasan yang logis ketika ia menelepon. Aku akan mengirimkan email kepadanya jadi ia tidak perlu khawatir.”

“Baik. Aku juga akan selalu melaporkan semua perkembangan kepada anda.”

“Baiklah. Sudah dulu, aku sedang sibuk saat ini. Nah, sampai jumpa Tesa-ssi. Aku akan membelikan oleh-oleh yang pantas untukmu nanti. Kalau aku tidak lupa.” Kata Kyuhyun lagi lalu memutuskan hubungan telepon tanpa menunggu jawaban dari seberang.

“Kau tidak akan bisa lari terus menerus. Yunho masih akan tinggal disini sampai tiga hari kedepan. Ia pasti akan curiga jika ia tidak bisa bicara denganmu.” Kata Donghae sedikit khawatir.

Kyuhyun mengeluarkan smirk andalannya. “Jangan khawatir hyung. Besok dan lusa adalah hari yang sibuk untuknya. Ia akan menghadiri reuni kampusnya bukan? Ia pasti akan menelepon sebelum acara atau bahkan sesudah acara. Tenang saja, ia tidak akan tahu.”

“Kalian bisa berbicara lewat skype, bukan? Hal itu lebih mudah. Kau hanya perlu mencari tempat dimana ia tidak menyadari bahwa kau tidak ada di Korea saat ini.” saran Dongwook.

“Wah.. rupanya kau sangat berguna dokter. Aku benar-benar tidak salah membawamu kemari.” kata Kyuhyun bangga seraya menepuk punggung sang dokter.

Lee Dongwook baru akan melakukan aksi protesnya ketika tiba-tiba Donghae terpekik pelan. “Mereka keluar!”

Dua pasang mata lain itu langsung memandang ‘target’ mereka. Yunho, Isak dan Changmin keluar dari butik itu. Changmin terlihat berjalan di belakang, menenteng sebuah kantong belanjaan sedangkan Yunho dan Isak berjalan di depan.

“Dia seperti pengawal yang mengantarkan pangeran dan putri berbelanja.” Kata Donghae dengan sinis. “Jangan tersinggung Kyu, maksudku.. Lihatlah Changmin itu, dia bodoh atau..”

Donghae menggelengkan kepalanya tak percaya. Kyuhyun hanya tertawa maklum. Ia memang tidak suka dengan ide ‘pangeran dan putri’ tapi ia sendiri tidak habis pikir mengapa Changmin dengan bodoh mau membawakan belanjaan Isak.

*

            “Kau mau makan apa?”

Yunho tidak menjawab. Ia masih sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.

“Yunho-ya, ada apa?” Isak bertanya lagi.

Kali ini Yunho mengalihkan pandangan dari ponselnya. Ia mengerutkan keningnya. “Aku tidak bisa menghubungi Kyuhyun. Semalam ia tidur larut dan sekarang aku tidak bisa menghubunginya.”

“Mungkin ia sedang mengisi baterai ponselnya.” Ujar Changmin tanpa memandang Yunho, masih sibuk berkutat dengan buku menu di tangannya.

“Yah.. Mungkin saja. Tapi.. Baiklah, aku akan menghubungi Tesa-ssi lagi.”

Dengan gerakan cepat ia kembali menghubungi nomor ponsel sekretarisnya. Terdengar nada panggil di telinganya, namun tak terdengar tanda-tanda bahwa sang sekretaris akan menjawab teleponnya.

Yunho memutuskan hubungan dengan perasaan kacau. Ia kembali menguhubungi nomor telepon Tesa. Menjelang detik ke tiga puluh, barulah ia mendengar jawaban.

“Yeobosoyo sajang..”

“Ya! Kalau aku menelepon, kau harus langsung menjawabnya!” Yunho menyambar dengan cepat. Tidak kasar tapi cukup tegas, membuat nyali sang sekretaris langsung ciut dibuatnya.

“Ma..maafkan aku sajangnim. Aku sedang tidur. Lain kali aku..”

“Lupakan! Sekarang jelaskan kepadaku dimana Kyuhyun berada. Seharian ini aku tidak bisa menghubunginya. Apa tadi ia ada di rumah? Atau ia ikut ke kantor bersamamu? Apa ia baik-baik saja?” serang Yunho lagi.

“Dia baik-baik saja sajangnim. Saat ini beliau sedang tidur. Tadi ia ada di rumah bersama Donghae-ssi. Anda tidak perlu khawatir.” Terang Tesa di seberang.

Yunho menggigit bibirnya. Perbedaan waktu membuat dirinya dan Kyuhyun tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Dan ini sangat menyiksanya mengingat betapa ia merindukan istrinya itu.

“Baiklah. Katakan padanya untuk meneleponku saat ia bangun. Jam berarpun itu, akan kutunggu. Selamat malam.”

Yunho langsung menutup teleponnya tanpa mendengar jawaban Tesa. Di seberang sana Tesa mengurut dadanya.

“Sepasang suami istri ini memang aneh. Ketika keduanya saling menghkhawatirkan, mengapa selalu aku yang jadi korban?”

*

            “Kau benar-benar tampan.” Kata Isak seraya merapikan dasi Yunho sebelum masuk ke ballroom hotel tempat dilaksanakan reuni hari pertama kampus mereka.

“Terima kasih.” Jawab Yunho dengan senyum seadanya.

Isak memajukan bibirnya. “Hanya itu saja? Bahkan senyummu tampak tidak ikhlas sama sekali.”

Yunho tidak menjawab. ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Bahkan ketika Isak menggandeng lengannya ataupun Changmin berbicara dengan beberapa kolega mereka, ia tidak juga memperhatikan sama sekali.

Sebuah tepukan ringan menyadarkannya. “Ya! Ada apa denganmu? Lihat! Kita sudah sampai. Sedaritadi beberapa teman kita menyapa tapi kau tidak juga membalas.”

Yunho menoleh dan mendapati Changmin menatapnya dengan pandangan jengkel.

Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sebenarnya, aku memang sedang bingung saat ini. Kyuhyun belum juga meneleponku. Aku sangat khawatir dengannya. Kalau memang sampai besok ia belum juga menghubungiku, sepertinya aku akan pulang lebih dulu.”

“Tapi.. mana mungkin kau pergi? Bukankah besok kau akan menjadi salah satu pembicara? Pikirkanlah baik-baik. Kita akan kembali ke Korea keesokan paginya bukan. Hanya sehari, pikirkanlah ini.” protes Isak halus.

“Changmin bisa menggantikanku.”

“Ya! Mana bisa seperti itu?” sambar Changmin tidak terima.

“Atau kau bisa menggantikanku.” Kata Yunho lagi, mengabaikan protes-protes sebelumnya.

“Tidak bisa seperti itu! Bagaimana mungkin kau mengabaikan tanggung jawabmu seperti itu? Kau lah yang terpilih. Lagipula..”

“Kau benar.” Kata Yunho dengan senyum cerah. “AKu tidak boleh meninggalkan tanggung jawabku seperti itu.”

Changmin menghembuskan nafas lega. “Akhirnya kau menger..”

“Aku tidak boleh meninggalkan istriku yang tengah hamil sendirian. Aku akan pulang besok pagi kalau memang ia tidak mengabariku hari ini.” kata Yunho tegas.

“Bukankah sudah kukatakan bahwa perbedaan waktu adalah inti permasalahan kalian disini bukan? Aku yakin Kyuhyun-ssi baik-baik saja. Kau tidak perlu terlalu khawatir.” Kata isak seraya menepuk pundak Yunho.

“Dengar.. Kau tidak mengerti. Suatu saat nanti, ketika akhirnya kau menikah dan memiliki pasangan hidup, kau akan mengerti apa yang kurasakan saat ini. Tidak mudah bagiku untuk meninggalkan Kyuhyun sendiri sementara aku berpesta disini.”

Dering ponsel milik Yunho menyelamatkan situasi canggung diantara mereka kemudian. Yunho segera menariknya keluar dari kantong celananya. Wajahnya berubah cerah ketika melihat panggilan video call di ponselnya.

“Hyyyuuuuuunnnggggggggggg….!!!!”

Terdengar jerit manja dari seberang. Si penelepon tersenyum lebar memamerkan barisan gigi putihnya. Pipinya yang gempal merona merah. Bibirnya dikerucutkan, membentuk sudut yang lucu dan menggemaskan.

Hati Yunho menghangat seketika. Hanya dengan melihat Kyuhyun saja, hatinya terasa lebih lega. Ingin sekali rasanya ia segera pulang ke Korea demi menemui lelaki keras kepala yang tengah mengandung anaknya itu.

“Baby.. Hyung merindukanmu. Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak bisa dihubungi dalam dua hari ini?”

“Aku baik-baik saja, hyung. Jangan khawatir. Aku cukup sibuk sebenarnya, jalan-jalan bersama Donghae hyung, memasak bersama Ryeowook hyung juga nonton drama bersama Tesa-ssi. Aku bosan sekali tanpamu, jadi aku mengisi waktuku dengan hal-hal tadi.” jawan Kyuhyun dengan nada manja.

“Aku khawatir sekali padamu. Setidaknya kabarilah aku. Aku nyaris saja pulang besok pagi kalau tidak mendengar kabar darimu.” Kata Yunho lembut.

Pipi Kyuhyun kembali merona. “Tidak perlu hyung. Selesaikan saja urusanmu disana, setelah itu cepatlah kembali, ne? Jangan tergiur dengan rayuan-rayuan maut para wanita kesepian disana.”

“Baiklah. Aku mempercayaimu. Jaga kesehatanmu ne? Jangan makan makanan cepat saji, tidak baik untuk kesehatanmu juga anak kita. Aku menyayangi kalian berdua. Dan kau tidak perlu khawatir, tidak ada yang menyaingi kecantikanmu. Tidak ada yang bisa menempati hatiku selain kau.”

Kyuhyun mengangguk. “Sampai jumpa dua hari lagi, hyung. Aku mencintaimu.”

“Sebentar baby.. Jam berapa disana? Kau belum tidur?”

Kyuhyun terkesiap. “Eh.. jam sembilan pagi hyung. Aku hanya sangat merindukanmu. Aku ingin melihat wajahmu jadi aku menelepon.”

“Kau ada dimana? Kau tidak sedang di rumah bukan?” tanya Yunho lagi. Pasalnya ada yang aneh. Dinding di belakang Kyuhyun sudah pasti bukan dinding di kamar mereka.

“Oh.. Aku menginap di rumah Donghae hyung. Ia baru saja mengganti cat kamarnya, bagus bukan?” kata Kyuhyun tanpa menghiraukan protes kecil Donghae di depannya. sebenarnya ia juga ada di hotel yang sama dengan Yunho saat ini, hanya saja ia berada di salah satu kamar mandi di sana.

“Kyu, mana mungkin aku mengecat kamarku dengan warna kuning gading seperti ini? Aku suka warna biru.” Protes Donghae dalam bisikan keras.

“Mengapa kau ada disana sepagi ini? Tunggu, kau menginap di rumah Hae? Dimana dia? Biarkan aku berbicara dengannya.”

Donghae lalu menghampiri Kyuhyun dan duduk di sampingnya. “Wae?”

“Kau membawa istriku menginap di rumahmu? Sekamar denganmu? Kaaauuuu…!” tanya Yunho yang sedikit emosi.

Donghae menggeleng malas. “Aku sama sekali tidak takut denganmu walaupun kau marah sekalipun. Aku jauh lebih takut pada istrimu ini. Dia yang memaksa untuk menginap disini. Dan lagi, kau pikir aku semesum itu? Bagaimana mungkin aku mengambil kesempatan padanya? Ia sedang hamil!”

Yunho baru akan membalas ketika Isak menutup pandangannya dari ponselnya sendiri dan bicara langsung dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, apa kabar? Apa kau baik-baik saja? Jangan terlalu mengkhawatirkan Yunho, ia baik-baik saja. Aku dan Changmin menjaganya dengan baik di sini.”

Kyuhyun mencebikkan bibirnya. “Arasso. Aku akan menghubunginya lagi nanti.” Ia lalu memutuskan hubungan saat itu juga.

“Kenapa ia harus bicara denganku seperti itu? Aku tidak memintanya menjaga suamiku, bukan? Menyebalkan sekali!” kata Kyuhyun bersungut-sungut.

“Setidaknya kau tidak semerana aku.” Bantah Donghae kesal.

“Bagaimana bisa seperti itu? Tidak ada wanita lain yang tengah mencoba merebut kekasihmu, hyung! Kau bahkan tidak punya kekasih!” balas Kyuhyun, masih dengan kesal.

“Bukan karena kekasih, Kyu. Sadarkah kau bahwa kau baru saja membuatku harus mengganti cat kamarku karena jika Yunho mendatangi rumahku dan.. Arrgghhh.. Kyuhyun-ah.. lihat betapa aku menyayangimu. Jadi, kumohon kau tidak melakukan hal-hal aneh di sini selain memata-matai yunho, ne?” kata Donghae panjang lebar dengan nada frustasi.

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. Sambil tersenyum lebar, ia memeluk Donghae. “Terima kasih hyung.. Kau adalah hyung terhebat sepanjang masa!”

“Baiklah.. Kita harus bersiap-siap. Bukankah kita harus membuntuti Yunho hari ini? Pasti reuninya sudah dimulai.” Kata Donghae seraya melepaskan pelukan Kyuhyun lalu mengacak rambutnya penuh rasa sayang.

Kyuhyun mengangguk bersemangat. Ia sudah memesan satu meja di salah satu restoran.  Kebetulan mejanya menghadap ke arah ballroom, membuatnya lebih mudah memantau gerak-gerik suaminya.

Beberapa meter dari tempat Kyuhyun saat ini, terlihat seorang gadis tengah bergelayut manja di lengan seorang lelaki tampan dan terus-terusan mengisi gelas lelaki tersebut dengan anggur yang memabukkan..

*

uknow-hae

 To be continued..

56 thoughts on “Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 5

  1. aigo mommy mau nyusul daddy? Bener-bener
    mom kan lg pregnant, gausah pergi ya
    penasaran ma next chap

  2. isak bener2 nyuri kesempatan banget yah -_-
    kyubaby yg sabar say 😦

    izin baca chap selanjutnya ^^

  3. Hahahahaha…. Yampunn kyuniee…
    Kamu lucu banget… Sumpah demen banget ama ff ini
    Si kyunie ama donghae dan dongter gokil diem diem nyelidiki yunho .n saking khawatirnya ama sang suami ampe diikutin keamerika aiigoo kyu kyunie
    Tidak ingat am perutnya yamg sudah mmbesar. Tapi aku suka tinggkah mu itu wkwkwkw
    Sumpah demen bngt pas bagian dokternya.
    Itu dokter kandungan kyunie bner benr lucu bngt , mau nurutin kemauan si kyunie
    Emangnya kyunie yang tengah hamil sangat menggemaskan dan bnyk maunya

Leave a Reply to desviana dewi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s