The Journey – Chapter 5

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast       : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 5

Kyuhyun membuka matanya perlahan, begitu matanya sudah terbuka sepenuhnya, ia tersentak melihat seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya. Dengan cepat ia menarik selimut sampai menutupi hampir seluruh wajahnya dengan malu.

“Bagaimana kau tahu kalau aku ada disini?”

Yunho tersenyum. “Mengapa kau menutupi wajahmu.” Ia berusaha menarik selimut Kyuhyun.

“Hentikan. Aku bahkan belum membasuh wajahku yang kotor.”

“Tapi kau tetap manis di mataku.”

Kyuhyun mengabaikan rayuan Yunho. “Kenapa kau tahu aku ada disini?”

“Aku tahu dari Zhoumi.”

Kyuhyun tertawa mendengarnya.

“Mengapa kau tertawa?”

“Kudengar kau meminum 32 butir obat cacing.” Kyuhyun masih terus tertawa.

Yunho ikut tertawa karenanya. “Zhoumi jahat itu. Mulutnya benar-benar besar. Sial! Apa dia mengatakan hal lainnya?”

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia kemudian membuka selimutnya lalu menjawab. “Tidak. Setelah diam selama beberapa saat, ia pergi.”

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk.

“Dia benar-benar aneh.” Yunho menatap Kyuhyun. “Apa sakitmu cukup parah?”

Kembali Kyuhyun mengangguk.

“Maafkan aku. Saat itu aku benar-benar tolol. Selain mencintaimu, aku tidak punya apa-apa lagi yang bisa dibanggakan.”

Kyuhyun tersenyum. “Kau slaah. Kau punya banyak hal yang bisa dibanggakan.”Seperti basah kuyup tersiram hujan dan meminum pil cacing dengan jumlah yang cukup banyak.”

Yunho menyadari bahwa Kyuhyun mencoba bercanda. “Jangan tertawa. Ini serius. Aku harus mengatakan yang sebenarnya tentang hubungan kita pada Zhoumi. Jadi kita bisa melanjutkan hubungan ini.”

Saat itu Yunho mendengar ada suara langkah-langkah kaki di luar. “Apa ini kamarnya?”

“Aku akan menemuimu lagi nanti. Sampai jumpa.” Ia kemudia mencium pipi Kyuhyun sekilas lalu bergegas pergi. Tapi ketika ia akan membuka pintu, benda yang terbuat dari kayu itu mulai terkuak. Yunho segera mundur lalu bersembunyi di balik selimut di atas tempat tidur.

Beberapa orang masuk ke ruangan itu. seorang lelaki paruh baya berpakaian resmi masuk dan berkata. “Oh anakku yang malang, kenapa kau bisa kehujanan seperti itu?”

Kyuhyun hendak bangkit dari tidurnya dan memberi salam. Tapi lelaki itu menolak. “Berbaringlah. Demammu bisa ditangani segera. Kau bisa terkena pneumonia.”

Pelan-pelan Yunho bangkit dari tidurnya lalu berjalan pelan ke pintu saat semua mata disana memandang ke tempat tidur Kyuhyun.

“Apa kau makan dengan baik? Kau harus memakan makanan sehat agar cepat sembuh.”

Namun Kyuhyun tidak memperhatikan dengan baik. Ia melihat Yunho yang hendak keluar ke pintu dengan panik. Ketiga orang lainnya yang ada disana menoleh ke belakang.

Gerakan Yunho yang mengendap-endap masuk ke sebuah ruangan kecil, berusaha untuk lolos terhenti ketika ia menyadari semua orang memergokinya.

“Ah…m…maaf. Se…sepertinya aku salah ruangan.” Ucapnya gugup sebelum ia membungkukan badannya dan menutup pintu dengan kikuk.

Kyuhyun sendiri hanya meringis, merutuki kebodohan namja tersebut yang jelas-jelas memang ‘salah ruangan’.

Sang dokter hanya menghela nafas pelan seraya melangkah menuju ruangan tempat Yunho masuk. Ia membuka pintu tersebut tanpa berkata apapun.

Yunho terkesiap, ia baru menyadari memang dirinya telah salah masuk ruangan ketika melihat satu stel seragam Kyuhyun menggantung di belakangnya. Ruangan yang baru saja ia masuki ternyata adalah sebuah lemari gantung.

“Hahaha, ternyata memang benar salah ruangan…” tawanya semakin gugup dengan menunjuk seragam Kyu yang tergantung. Tanpa sepatah kata pun, ia menundukan tubuhnya dengan memegang erat tasnya dan bergegas meninggalkan ruangan pasien.

Sementara Kyu hanya tertawa pelan melihat tingkah lucu kekasihnya.

*

Yunho membalikan tubuhnya ketika ia merasakan seseorang telah berdiri di belakangnya.

“Kepalkan tanganmu.” Pinta namja tersebut pada seseorang yang kini telah berdiri di hadapannya. Tak lupa ia juga ikut mengepalkan tangannya memberi contoh.

Zhoumi, namja tersebut memandang kedua tangannya bingung sebelum ia menuruti permintaan sahabatnya.

“Naikkan kepalanmu seperti ini.” Yunho memasang posisi siaga dengan kedua tangannya yang mengepal erat.

Lagi, Zhoumi pun menurutinya meskipun ia sendiri masih tampak bingung.

Yunho menghela nafas kasar dan menatap lurus pada retina milik lelaki jangkung  yang ada di hadapannya.

“Sekarang, pukul aku.” Pinta Yunho tanpa ragu. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia pun memejamkan matanya. Menunggu apa yang akan Zhoumi lakukan padanya.

“Kenapa aku harus memukulmu?”

“Lakukan saja dan segera pukul aku!”

“Aku tidak suka memukul ataupun di pukuli oleh orang lain.” Jawab Zhoumi dengan ekspresi wajahnya yang datar.

“Ya!” ia berteriak meminta perhatian Zhoumi. “Kyuhyun. Kami sudah saling mengenal satu sama lain.” Dengan nada tegas ia mencoba menjelaskan kenyataan yang telah ia sembunyikan pada sahabat sekaligus tunangan lelaki yang ia cintai.

Zhoumi sedikit terkejut mendengar ucapan Yunho. Namun ia mencoba menyembunyikan keterkejutannya dari wajahnya sebelum ia membalikan tubuhnya dan memilih untuk pergi meninggalkan Yunho dengan terbahak keras.

“Sebenarnya dia yang memberikan kalung ini padaku musim panas lalu!” Teriak namja Jung itu tak memperdulikan Zhomi yang melangkah menjauh darinya.

Awalnya Zhoumi mengacuhkan teriakan tersebut dengan tetap berjalan meninggalkan Yunho. Namun tiba-tiba saja keseimbangan tubuhnya hilang dan membuatnya jatuh tersungkur di tanah lapang tempatnya berpijak.

Sesegera mungkin Yunho berlari menyusul Zhoumi. “Zhoumi-ya, gwenchana?” tanyanya dengan nada khawatir.

“Sialan. Aku terjatuh lagi.” Rutuk Zhoumi dengan heran. Ia mendesis kesal dengan kebiasaannya yang akhir-akhir ini sering terjatuh tanpa ia ketahui penyebabnya. Ia pun bangkit dari posisinya dan membersihkan seragamnya yang terkena debu dan rumput kering.

“Kau tak perlu khawatir.” Ia bangkit dan berdiri membelakangi Yunho yang berdiri kaku di belakangnya. “Mengenai hal itu, jangan biarkan ayahku melihat kalung tersebut.  Jika tidak, ia pasti akan murka.”

Ia menunduk sekilas, memilih kata yang tepat untuk di ucapkan pada sahabatnya.

“Karena kalung tersebut adalah hadiah pemberian ayahku…” Ia membalikkan wajahnya, menatap Yunho yang tampak menunggu kelanjutan kalimat yang akan ia ucapkan. “… hadiah khusus yang di berikan ayahku untuk Kyuhyun.”

Yunho membeku di tempatnya. Ia tak berusaha menghentikan langkah Zhoumi yang lagi-lagi menjauh darinya. Rasa bersalah di hati semakin dirasakannya setelah mengetahui hal tersebut. Terlebih, saat melihat ekspresi muram dari wajah sahabatnya itu.

*

           Libur musim dingin telah tiba. Yunho pun memilih menghabiskan waktu liburnya di kota tempat pamannya  tinggal. Kota dimana ia pertama kali bertemu dengan Kyuhyun, namja manis yang sangat ia cintai.

Dan semenjak itulah ia tidak bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun. Hingga ia berpikir bahwa mereka tidak akan bisa bertemu lagi selamanya. Namun kekhawatirannya sirna ketika suatu hari ia mendapat sebuah  kiriman surat yang di antar oleh tukang pos.

            Bogoshipo…

            Aku sangat merindukanmu hingga kurasa aku akan mati karenanya. Dan aku penasaran, seberapa banyakkah sungai kenangan kita berubah. Sampaikan salamku pada rumah hantu yang dulu kita kunjungi, pada bangku dan pada deretan perahu dayung di tepi sungai kita. Katakan jika aku merindukan mereka, dan aku akan melakukan yang terbaik.

            Kemarin Zhoumi datang menemuiku dan memberiku alamat tempat tinggal  pamanmu. Selain itu, ia  juga membuat pengakuan padaku yang membuatku sangat terkejut. Ia mengatakan jika kaulah yang selama ini menuliskan suratnya untukku. Huh…bagaimana mungkin kau bisa menyembunyikan kebenaran itu dariku?

            Tapi, tak apa. Padahal awalnya nyaris saja aku membuang surat-surat tersebut. Tapi saat ini aku bisa membacanya lagi dengan memikirkanmu setiap waktu.

            Zhomi juga memberikan saran. Jika kau bisa menggunakan namanya untuk dapat tetap bertukar surat denganku. Jadi orang tuaku nanti akan menganggap bahwa aku dan Zhoumi masih tetap saling bertukar surat.

*

Kyuhyun menundukkan kepalanya ketika ia mendapati appa-nya tengah berdiri di ambang pintu kamar yang baru saja ia buka. Namja peruh baya itu tersenyum sekilas dan  memberikan sebuah surat yang pada sampulnya tertulis nama’ Zhoumi’.

Ia mengucapkan terima kasih pada sang appa sebelum ia kembali masuk ke kamar dan menutup pintunya. Ekspresinya seketika berubah riang dengan melonjak-lonjakan tubuhnya karena girang. Tanpa membuang waktu ia pun mendudukkan diri di meja belajarnya untuk membaca surat yang ia dapat yang tidak lain adalah surat dari Jung Yunho, lelaki terkasihnya.

Lihatlah keluar jendela,

Jika terdapat ranting yang jatuh dan terbawa oleh hembusan angin,

Itu berarti orang yang kau cintai adalah orang yang juga mencintaimu…

*

Kyuhyun :

Saat ini, salju sedang turun diluar sana.

Ketika salju pertama turun,

Mereka mengatakan padaku jika ‘kau harus pergi berkencan dengan orang  yang kau cintai’. Tapi yang ku lakukan saat ini  hanyalah menulis surat.

Yunho-ssi, aku sangat merindukanmu. Aku akan menemui appa dan meminta izin  untuk berkunjung ke tempat kakek. Jika aku di ijinkan, aku berjanji akan mengirimimu telegram.

*

Yunho :

Bukalah telingamu,

Jika kau mendengar detakan jantungmu sendiri, maka orang yang kau cintai adalah orang yang mencintaimu juga .

Pejamkanlah matamu.

Jika bibirmu menyunggingkan sebuah senyuman, maka orang yang kau cintai adalah orang yang mencintaimu juga.

*

        Salju berhenti turun siang itu. Meskipun demikian, seluruh permukaan kota tetap tertutup oleh salju putih yang turun semalam.

Di sebuah jalanan kota, terlihat seorang namja manis berbalut mantel panjang serta syal yang melingkar di lehernya melangkah dengan senyum cerah terpatri di bibirnya. Udara dingin seolah tidak menyurutkan kebahagiaannya ketika kakinya melangkah menuju sebuah gedung yang akan ia tuju.  Ia berniat mengirim telegram pada lelaki yang sangat ia rindukan. Sesuai dengan apa yang ia janjikan pada Yunho melalui surat terakhir yang ia kirim.

“Aku ingin mengirim telegram.” Ucap namja manis tersebut pada seorang petugas ketika ia telah sampai di kantor post. Sesekali ia menggosokan tangannya untuk menghangatkan dirinya yang kedinginan. Bahkan kedua pipinya kini tampak merona, perpaduan dengan rasa bahagia dan dingin yang ia rasakan.

“Silahkan tuliskan pesanmu di sini.” Pinta sang petugas mengangsurkan secarik iertas padanya.

“Ne…”

Kyuhyun menggigit jarinya. Bahkan memikirkan namanya saja membuatnya sangat gugup.Ia bingung pesan apa yang harus ia sampaikan pada Yunho. Meskipun sebenarnya ia sudah menyiapkan apa yang akan ia tulis dari rumah  namun entah kenapa apa tiba-tiba semuanya terlupakan.

*

         Takdir memang tidak selalu berpihak pada setiap orang. Itulah kalimat klasik yang menggambarkan keadaan yang seseorang tidak ia inginkan. Hal itu pulalah yang terjadi antara Yunho dan Kyuhyun.

Hal itu bermula ketika suatu hari, salah satu surat yang Kyuhyun tulis terkirim ke rumah Zhomi.

“Kyuhyun mencintai Yunho, appa.” ucap Zhoumi takut-takut ketika sang appa meminta penjelasan mengenai surat tersebut. “Aku tidak mencintai Kyuhyun. Mereka berdua saling mencintai. Oleh karena itulah aku memilih untuk mundur dan menyerah.”

Sesekali  Zhoumi menatap appa-nya yang rahangnya telah mengatup keras dengan sorot  mata yang mengintimidasinya. Dan ia bersumpah jika ia melihat salah satu tangan ayahnya bergerak melepas ikat pinggang yang ia kenakan dari celananya.

Mengabaikan pergerakan ayahnya, ia terus berucap mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Dua orang yang saling mencintai sudah seharusnya bersama, bukan? Aku tidak apa-apa.”

Perlahan Zhoumi mendongakan wajahnya melihat ayahnya bangkit dari posisi duduknya dengan tangannya yang memegang ikat pinggang yang berhasil ia lepas.

“A…ani. Aku…aku mencintai Kyuhyun juga, appa. Aku tidak akan menyerah. ”  pekik Zhoumi tergagap, beringsut dari duduknya menjauhi ayahnya yang terlihat sangat murka.

“Apa kau sedang mengejek appa?” desis ayahnya dengan suara beratnya.”Kau selalu berbuat semaumu sendiri, hm?”

Slapp!

Tak segan Mr. Zhou mengayunkan ikat pinggangnya pada Zhoumi yang meringkuk di hadapannya.

“Jadi kau menganggap orang tuamu tidak berarti apa-apa, hah?!”

Slapp!

“Arrggh!”

Slapp!

“Apa kau tidak tahu Kyuhyun itu siapa, hah?! Dia adalah putra dari kongresman!”

Slapp!

Slapp!

“Arrgghh…!”

Slapp!

“Kau tahu artinya, bocah? Kau pantas mati! Kau bahkan tidak bisa mempertahankan harga diri seorang pria!”

Slapp!

Slapp!

Sementara di lain ruangan, tepatnya di balik dinding rumah tersebut, seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah eomma Zhomi, hanya mampu terisak tertahan melihat  putranya di pukuli oleh suaminya sendiri tanpa mampu berbuat apapun.

Keadaan menegangkan juga terjadi di kediaman Kyuhyun. Dimana ia yang baru saja pulang dari kantor post, langsung masuk ke kamarnya dan mendapati sang ayah tengah duduk di meja belajarnya. Tentu saja dengan sebuah surat yang tergenggam dalam tangan kokoh pria tersebut.

Melihat hal itu, Kyuhyun hanya menahan nafasnya yang tercekat. Menyadari jika apa yang selama ini telah ia sembunyikan rapat-rapat, telah terbongkar tanpa menyisakan apapun.

Dan saat itulah, akhir dari musim dingin. Musim dimana seseorang nan jauh disana harus rela kehilangan harapan serta angannya yang telah membumbung tinggi…

*

          Istirahat sekolah, di sebuah perpustakaan yang tampak lengang itu. Terlihat dua orang namja berseragam hitam tampak duduk saling berhadapan yang terpisahkan oleh sebuah meja. Satu dari mereka tampak tengah larut pada buku yang tengah ia baca sementara namja yang lain tampak menyandarkan tubuh jangkungnya pada kursi yang ia duduki.

Tanpa melepaskan tatapannya dari Yunho, namja yang tengah membaca buku, pria tinggi yang tidak lain adalah Zhoumi, menggerakan tangannya untuk melepas ikat pinggang yang ia kenakan.

Slapp!

Yunho terlonjak ketika ia merasakan seseorang mengayunkan ikat pinggangnya di meja hadapannya. Ia mengerutkan keningnya bingung menatap Zhoumi yang tangah menggenggam erat ikat pinggangnya.

“Yunho-ya, Kau tahu ini apa?”

“Ikat pinggang?” tanya Yunho balik dengan ekspresi malas. Ia kembali menekuni buku yang tengah ia baca tanpa menghiraukan Zhoumi.

“Bukan. Ini adalah cambuk.” Tukas Zhoumi seraya bangkit dari duduknya.”Si bajingan  inilah yang telah memukuliku.”

Yunho hanya melirik sekilas tanpa berniat melupakan bukunya.

“Appa-ku sebenarnya tidak ingin menyakitiku, tapi benda ini tetap saja memukuliku.  Itulah sebabnya aku menggenggam benda ini.” Lelaki tinggi itu menyeringai, masih dengan menggenggam ikat pinggangnya. Seolah ia sangat membenci pada benda sejenis yang kemarin ayahnya gunakan untuk memukulinya “Bagaimana aku harus menghukumnya?”

Yunho kini tengah mengamati pergerakan Zhoumi. Satu tangannya terlihat menopang dagu diatas meja.

“Hukuman mati.” Jawab Yunho enteng di barengi dengan senyuman sinisnya.

Zhoumi menjentikan jarinya. ”Itulah yang aku pikirkan.”

Ia kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Yunho. “Membunuhnya secara perlahan dan menyakitkan?”bisiknya. Sang lawan bicara hanya mengerjapkan matanya tanpa membalas ucapannya.

“Atau paksa dia untuk mati perlahan. Atau berikan obat tidur?”

“Cekik dia hingga mati.” Desis Yunho dari sela bibir berbentuk hatinya.

Zhoumi terdiam dan menatap tajam pria bermata musang dihadapannya. “Ide yang bagus.” Ia menyeringai. Kemudian ia mengedipkan satu matanya.

Ia lalu menjauhkan wajahnya dari Yunho dan menghela nafas panjang. Bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.

“Yunho-ya, jagalah Kyuhyun dengan baik.”

Itulah kata terakhir yang Zhoumi katakan sebelum ia melangkah pergi meninggalkan perpustakaan. Meninggalkan Yunho yang menatapnya dengan pandangan penuh tanya.

*

          Upacara si tengah terik matahari telah menjadi seremoni rutin di sekolah militer. Begitu pun juga tempat Yunho dan Zhoumi bersekolah. Kali ini, seluruh siswa yang notabene berisi namja tengah melangsungkan upacara di halaman sekolah. Kepala sekolah tampak sangat berapi-api memberi sambutan dan berdiri di podium.

Seluruh siswa mendengarkannya dengan khidmat. Namun perhatian beberapa dari siswa tersebut terpecah ketika ia melihat salah seorang siswa yang berdiri di barisan paling depan tiba-tiba jatuh dan ambruk.

Yunho yang mengetahui kejadian tersebut pun melongokkan kepalanya sedikit untuk mengetahui siapa siswa yang jatuh pingsan. Tampak dua orang siswa membantu namja yang pingsan dan menggendongnya di punggungnya. Dan Yunho hanya mampu tersenyum dan mendecih ketika Zhoumi, siswa pingsan yang berada dalam gendongan temannya itu, menyeringai ke arahnya.

*

             Tampak sesosok tubuh terbaring di bangsal ruang kesehatan sekolah. Pria tersebut mengerjapkan matanya ketika ia bangun dari tidurnya dan bangkit perlahan dari tempatnya berbaring. Sejenak, ia merogoh saku celana seragamnya dan mengambil sebuah kertas berbentuk persegi panjang.

Ia lalu mengiris bagian tengah dari kertas tersebut dengan sebuah cutter dengan beralaskan meja. Setelah itu ia pun memasangkan bagian kertas yang telah berlubang itu dan menyelipkannya di kancing baju seragamnya. Ia mematutkan dirinya di depan cermin. kali ini ia tampak seperti seorang pastur dengan seragam hitam  dan kertas putih yang terdapat di dadanya. Ia tersenyum puas ketika melihat bayangannya sendiri terpantul dalam cermin di hadapannya.

*

         Yunho melangkahkan kakinya dengan tergesa di koridor sekolah. Ia ingin memastikan keadaan Zhoumi yang ia ketahui tengah berada di ruang kesehatan. Ia membuka pintu kaca di depannya tanpa mengucapkan salam atau apapun.

Ia menggaruk kepalanya. Sedikit heran ketika ia memasuki ruang kesehatan namun tak mendapati seorang pun di dalamnya. ia menatap bangsa yang berjejer pun tampak kosong. Perlahan ia menoleh ke arah sudut ruangan ketika ia sudut matanya menangkap siluet hitam tergantung.

Dan seketika ia berlari ke sudut ruangan tersebut hingga ia menubruk sofa ketika ia mendapati tubuh Zhoumi telah tergantug di sebuah besi di sudut ruangan.

“Zhoumi-ya! “ pekikinya seraya memeluk kaki sahabatnya yang telah lemas tak berdaya.

“Seseorang! Tolong! Tolong! Ada orang sekarat di sini!” teriaknya kalap berharap seseorang mendengarnya.

“Zhoumi-ya! Dasar bodoh!” teriaknya panik. “Zhoumi-ya! Bertahanlah! Zhoumi-ya!” Ia sedikit mengangkat kaki Zhomi berharap usahanya tidak terlalu membuat leher Zhoumi tercekik dengan ikat pinggang yang menjerat kuat di lehernya.

“Seseorang! Tolong! Tolong!” teriaknya lagi dengan air matanya yang telah mengalir deras. “Zhomui-ya, kumohon. Bertahanlah. Bertahanlah!”

Isakan Yunho semakin menjadi ketika ia mendapati busa telah mengalir dari sudut bibir sahabatnya. “Aku memintamu untuk membunuh ikat pinggang itu, bukan dirimu sendiri. Zhoumi-ya, sadarlah…! Buka matamu!”

“Jangan mati. Jangan mati…” ratap Yunho memohon, “Jangan mati, bodoh!”

“Bernafaslah!” Pekiknya keras tanpa memperdulikan orang-orang yang berdatangan mencoba membantunya.

zhoumi The Journey 5

TBC

25 thoughts on “The Journey – Chapter 5

  1. Ngakak wkt kjadian yunho k pergok appa ny kyu,,alasan ny GΩ̶̣̣̥̇̊κ̣̝̇ bgt Waaakakakaka=D😀 =)) o◦°˚=D😀 =))°◦o=D😀 =))o◦°˚ ˚°◦o;;) ;;) ;;).
    Romantis bgt kirim2 surat😄,,klo kirim2 surat k pcr sndr brasa lbh ngena y😄

    Appa zhoumi sadis bgt,,masa ank sndr di cambuk ampe kya gtu,,apa ortu jaman dl emang kejam n kaku bgt y??

    Sumpah kaget bgt,,kirain zhoumi mu bls nyambuk yunho,,tapiii,,,knp zhoumi mesti gantung diri ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ,,dia msh bsa di selamatin khan???ksian mimi ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ) ( ʃ˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)

  2. doooh diawal bagian obat cacing bikin ngakak … tapi kenapa gege harus dicambuk dan akhirnya bunuh diri … berharap gege g mati kan kasihan … huhuhu
    penasaran reaksi kyu dan orangtua mereka …

  3. Zhoumi bunuh diri??😮
    Ya Tuhan. Kenapa dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya? Apa karena ayahnya?? :”
    Meskipun Zhoumi memutuskan untuk pergi, aku rasa untuk YunKyu bisa bersatu tetap sulit😦
    Okay, akhirnya chapter ini full flashback ya?😉
    Aaaaah, masih penasaran sama Kyu di ‘present’ u.u
    Kapan dia muncul?? Tp aku juga mulai menikmati flashback-nya. Banyak yg terungkap disini :’)

  4. kocak banget sih yunho….
    kenapa malah zhoumi yang bunuh diri.. akibat labil ekonomi appanya zhoumi jadi kejam. kkkk… *slapped
    kyuhyun jadinya ke siapa ya? penasaran~

  5. pas awal” cerita aku ktawa” krna tingkah konyol yunho, tp pas di akhir aku pngen nangis karna zhoumi😦 kasian bgt appanya kjam … pnasaran gmn reaksinya pas tau anaknya bunuh diri??
    di chap ini kyujin gak muncul, kangen juga🙂

    oke deh di tunggu next chap n gomawo pwnya

  6. Ommo itu zhoumi kenapa ._.
    Aaiisshhh mr.Zhou tega bgt !!!
    -_-
    Di part ini engga ada kyujin ya gpp smga part dpannya ada🙂

    Mian aku baru bisa baca eonni~
    Dan Makasih buat pwnya ^^

  7. o_O
    knpa zhoumi bnuh diri tuh ???
    smkin susah aj yunkyu brsatu:((

    kyujin’ny qo’ gk kliatan ??

  8. changkyu momentx nggk ada y,, itu zoumi koq bsa gntung diri,,, meninggalkah,,, trus kyu ma yunho gmna nntya,,
    tambh pnasaran nie,, cepet update y,,🙂

  9. Pas awal2 baca ngakak aja liat kelakuan jung yunho wkwkwk
    Yunkyu romantis skali pake surat2an tpi sayang semuanya hrus terbongkar,entah bgaimana nasib kyu stlh ayahnya tahu klo selama ini dia berkirim surat bkn dg zhoumi
    dan knapa pula zhoumi hrus bunuh diri,apa krn kekejaman ayahnya atau krn putus asa akan cintanya…

  10. OMO Yunho !!!😄
    Nggak tau apa jika Zhoumi bicara serius.
    Aku tak menyangka jika Zhoumi akan mengalah, ku kira ia akan mempertahankan Kyuhyun dan bersaing dengan Yunho. Ternyata…

    Dan kenapa Zhoumi malah bunuh diri?
    Astaga!!!
    Yunho nanti pasti akan sangat merasa bersalah.
    Semoga Zhoumi baik-baik saja.

  11. ah ternyata zhoumi gege mengalah buat yunkyu ;^) tapi kenapa dia mencoba bunuh diri?😦 mana orangtua kyu udah tau lagi kalo kyu pacaran sm yunho,makin berat konfliknya. keep writing yaaaa

  12. Waaa knpa zhoumi bnuh dri…?? X( Masih sempat atau udah terlambat?
    Duh… Kasian bgt sih smw2x… Kyu udah ktauan, zhoumi udah cintax ditolak pake dihajar ma appax segala… Zaman dulu status mmg mengerikan…

  13. makin rumit ni kisah cintax…
    Ditambah mimi pk bunuh diri lagi,,masih bs terselamatkn ga ya???
    Mn ortux kyu n mimi dah tau ttg surat2an yunkyu…
    Tp yg bikin pnasaran mpe skrang ni,siapakh appax kyujin…n ditambah lg pnasaranx apkh mimi bakal mati….

  14. Appanya zhoumi kejam bgt….tp kenapa zhoumi harus bunuh diri?semoga yunho tidak disalahkan oleh keluarga zhoumi…next

  15. Astaga Yunho… lol keliatan bgt boongnya, mana malah masuk lemari segala wkwkwkwkwkwk😀 Eh tapi Kyuhyun ga parah kan sakitnya? :((( Ah Yunho udah bilang yg sbnernya tapi Zhoumi ga marah. Huhuhu.
    Yaudah sih serapi-rapinya bangkai ditutup akhirnya ketauan. Walaupun disiasatin gimanapun ya tetep aja ketauan kan akhirnya :(((((( Padahal mereka mendekati bahagia ToT Kasian sih sama Zhoumi sampe disiksa gtu. Jadi ayahnya cuma mau hartanya aja eh? -_- Aduh Mi, kamu ngomong gtu ke Yun mau bunuh diri uh? Aaaaaah rumit ini rumit ><

  16. Ah,, kurang nyesek..
    Zhoumi hebat, pria yg lapang dada,, walo kurang cerdik,, tp tetap, kau mempesona dgn caramu sndri,,
    thx

  17. Mwooooooooo zhoumi???? Bunuh diriiiii???? #shock benarkah benarkah???

    Hahaahaha yunho yunho, masa bedain pintu keluar sama pintu lemari g bisa,, saking gugup nya ya ketauan wkwwk…

    Bapaknya zhoumi astaga….. >,<

  18. Zhou Mi kajimaaaaaaaaaaaa
    Tuh kan tuh kan korban one sided love hiks hiks hiks
    Walo smua uda keungkap. hasilnya ga sperti yg diharapkan *sigh

    Btw di chap sblmnya pesannya Chwang di kartu sm ky yg ditulis Yun dulu yaaaa
    Jgn2 Chwang n Yun itu………

  19. astaga, mimi tragisnya hidupnya, ceritanya complicated, cinta, sahabat, keluarga,

    dibaca dr chapter satu, brarti ini termasuk
    alur campuran.

  20. yach, mreka b2 k gep…mimi ko jd mw suicide gt….duh chap in wat q miris author..cinta segitiga antara sahabat complicated bgt ci..ToT

  21. Yunho gokil masa, dia OOC banget -_-
    Ituuu..… masaa… Zhoumi bunuuh……… diriiii?
    Dan dichap. ini aku baru nyadar kalo ini cerita pake latar jadul -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s