The Journey – Chapter 4

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast       : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 4

Present Days

Suara merdu yang mengalun dengan ritme yang teratur terdengar dari ruang musik yang kini terdapat beberapa mahasiswa yang tengah memainkan biolanya. Dengan langkah sedikit berjingkat, Kyujin melangkah masuk dan mendudukan diri di salah satu kursi kosong yang terdapat partitur nada di depannya.

Dengan cekatan ia mengeluarkan biola kesayangannya dari dalam tasnya. Baru saja ia akan mengambil nada, alunan musik gesek itu berhenti. Tanda jika lagu yang dimainkan telah selesai. Ia hanya meringis kecil ketika melihat teman-temannya beranjak meninggalkan ruangan.

“Whuuu…”

Taemin memasuki ruangan musik dengan mengenakan sepatu rodanya. Ia berhenti tepat dihadapan Kyu yang tampak berubah ekspresi enggan ketika melihat Taemin datang.

“Kartunya.” Pinta namja berambut hitam itu seraya mendudukan diri disamping Kyujin. Kyujin mengambil kartu tersebut dari dalam tas biolanya.

“Haaah! Seharusnya aku tahu jika ada kartu dalam kado itu untukku.”

Kyujin hanya memutar bola matanya jengah mendengar rengekan Taemin yang saat ini tengah memeluk kartu ucapan itu.

*

Seorang namja tampak tengah berlari diantara guyuran hujan dipelataran kampus. Dengan langkah tergesa ia menuju sebuah bangku dibawah pohon untuk berteduh. Setelah meletakan tas biolanya di kursi, ia mengusap lengan baju panjangnya mencoba mengeringkan pakaiannya yang sedikit basah.

Ia mengamati sekelilingnya yang terlihat beberapa orang tengah berlarian menghindari hujan karena tidak megenakan payung. Seketika ia terkejut dan membelalakan matanya tidak percaya ketika ia melihat seorang namja tinggi yang  berlari ditengah hujan menuju tempatnya berdiri. Ia membalikan tubuhnya. Berusaha menghindar dan berpura-pura tidak melihat namja yang ia ketahui telah berada dibelakangnya.

“Kyujin-ah?” Panggil namja tersebut ketika ia menyadari jika seseorang yang membelakanginya adalah Kyujin.

“Oh, Anyeonghaseyo…” Sapa Kyujin kikuk sebelum ia membelakangi namja tersebut yang tidak lain adalah Changmin.

Changmin tersenyum. Ia kemudian berjalan kehadapan Kyujin yang menatapnya penasaran.

“Kau akan pergi kemana?” tukas Changmin pada Kyujin yang akan kabur dari sana karena gugup.

Kyujin terdiam ditempatnya berdiri. “Perpustakaan.” Jawabnya singkat.

“Apa letaknya jauh?”

“Aniyo. Tidak begitu jauh dari sini. Aku tidak akan kehujanan dan basah jika aku berhenti di setiap gedung.” Jelas Kyujin menunjuk beberapa gedung yang terlihat.

Tanpa menjawab apapun, Changmin melepaskan jaket cream yang ia kenakan. Ia juga mencangklongkan tas biola milik Kyujin di pundaknya. Sedangkan pemiliknya hanya mengerutkan keningnya heran.

“Baiklah, aku akan mengantarmu kesana.” Changmin tersenyum seraya menunjukan jaket yang ada ditangannya. “..dengan payungku.”

Namja tinggi tersebut mendekatkan dirinya pada Kyujin untuk memayungi tubuh mereka dengan jaket miliknya.

“Kau lihat gedung itu? Kita akan berlari dari bangku ini dan berhenti disana.” Changmin memberi instruksi pada Kyujin yang mendongak menatapnya.

“Satu..Dua…Tiga!”

Mereka berdua berlari bersama meninggalkan tempat berteduhnya. Menuruni undakan dengan langkah yang seirama. Tak dihiraukannya lagi kecipak air yang membasahi celana mereka berdua. Sesekali mereka saling menatap dengan senyum cerah tersungging di bibir. Sangat kontras dengan cuaca saat ini yang cenderung gelap karena mendung. Dengan langkah yang tetap sama, mereka menaiki undakan menuju gedung pertama yang mereka singgahi.

“Arrh..!” Changmin mengibaskan jaketnya sekedar untuk mengeringkannya agar tidak terlalu basah. Sementara Kyujin sendiri tengah mengusap rambut ikal sewarna madunya yang basah. Mereka mendongak, menatap hujan yang masih deras. Tampak keduanya terasa canggung berdiri dengan jarak sedekat itu.

Beberapa saat kemudian, Changmin memayungi kembali tubuh keduanya yang mau tidak mau membuat Kyujin merapatkan diri dengan tubuh Changmin. Menuruni undakan dan berlari lagi. Dengan satu tangannya Kyujin memegangi ranselnya yang bergoyang mengikuti langkah kakinya.

Tidak lama kemudian mereka kembali berhenti di sebuah pintu masuk yang beratap. “Kau tidak apa-apa?” tanya Changmin memastikan dengan menggulung lengan kaus panjang berwarna biru yang ia kenakan.

“Ne…” hanya kata itu yang terlontar dari bibir Kyujin dengan wajahnya yang merona.

Changmin kembali memayungi tubuh mereka berdua. Menatap lelaki di sebelahnya  seolah memintanya untuk bersiap sebelum mereka berlari kembali. Lagi, mereka berlari menuruni jalan aspal yang basah. Melewati orang-orang disekitarnya yang berlalu lalang dengan payung di tangan. Hingga pada akhirnya keduanya sampai di perpustakaan tempat mereka tuju.

Tawa Kyujin lepas saat ia melihat payung kepala milik seseorang yang berjalan di hadapannya terlepas dari ikatan di kepalanya. Namun tawanya terhenti ketika ia menyadari kini Changmin tengah menatapnya. Ia menundukan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang kembali merona.

“Jeongmal gomawo, Changmin hyung. Karena mengantarku kau jadi basah seperti ini.”

“Gwenchana. Tidak lama lagi  juga ini akan segera kering.” Jawab Changmin seraya memberikan tas biola pada namja manis yang sedikit lebih pendek darinya.

Kyu tersenyum sungkan. ”Aku harus masuk. Sekali lagi terima kasih banyak…” Ia menundukan tubuhnya sekilas.

“Ne. Sampai bertemu lagi..”

“Ne…” gumam Kyu melangkah masuk ke perpustakaan. Senyumnya tidak dapat ia sembunyikan sepanjang ia melangkah. Hatinya serasa meledak karena terlalu bahagia saat ini.

Ia berlari secepat ia mampu menaiki tangga menuju lantai dua saat ia melihat sosok Changmin juga berlari meninggalkan gedung perpustakaan. Ia lalu menuju jendela yang menghadap ke jalan umum. Mencari sosok namja yang baru saja mengantarnya dari balik kaca yang lembap karena tetesan hujan. Seketika ia menyembunyikan diri di balik dinding ketika ia melihat Changmin yang ada di jalan menatap kearahnya.

‘Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi’ batinnya berkata dengan nafasnya yang masih terengah. ‘Tapi, kenapa perpustakaan terasa begitu dekat?’ Rutuknya kembali memandang ke arah jalanan diluar.

*

Past Days

Pagi itu upacara berlangsung dengan hikmat. Para lelaki mendengarkan wejangan dari sang kepala sekolah dalam diam. Tiba-tiba seseorang dari barisan kedua dari depan jatuh pingsan. Beberapa lelaki yang ada disana langsung menghampirinya dan membawanya pergi.

“Dia belum membalas suratku.” Kata Zhoumi pada Yunho. Keduanya berdiri di barisan tengah.

“Kyuhyun-ssi?” tanya Yunho.

“Ya.” Zhoumi mengangguk.

“Kenapa?” tanya Yunho lagi.

“Aku tidak tahu.” Ekspresi wajah Zhoumi terlihat datar. “Seperti yang kau tahu, aku bukan tipe orang yag gampang jatuh cinta. Tapi yang ini berbeda. Aku benar-benar menyukainya.”

Setelah berkata demikian, Zhoumi jatuh pingsan.

*

            Sepulang sekolah Zhoumi mendatangi rumah Kyuhyun. Ia berdiri cukup lama di depan halaman rumah besar itu, menunggu Kyuhyun keluar. Kyuhyun cukup terkejut melihat siapa yang datang siang itu.

“Zhoumi-ssi?”

“Anneyong haseyo.” Sapa Zhoumi.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun.

“Aku menunggumu sedari tadi.” Ia lalu menyerahkan sebuket bunga yang sejak tadi disembunyikannya di balik bahu lebarnya. “Terimalah bunga-bunga ini.”

Kyuhyun memandang bunga-bunga itu dengan tatapan ragu, namun akhirnya ia menerimanya juga.

“Aku menyukaimu, Kyuhyun-ssi.” Kata Zhoumi setelah mengumpulkan keberaniannya. Ia lalu meraih kedua pundak Kyuhyun dan mendekatkan wajahnya pada wajah lelaki imut di depannya. Setelah beberapa detik, ia lalu mencium kening Kyuhyun. “Kumohon, tetaplah mengirimiku surat.”

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Zhoumi berbalik pergi. Namun baru beberapa langkah, lututnya terasa goyah, kembali ia terjatuh. Namun dengan cepat ia bangkit.

“Ini aneh. Mengapa aku terus menerus terjatuh? Apa aku jadi seperti ini karena aku terlalu tinggi?” tanya Zhoumi pada dirinya sendiri dengan bingung.

*

            Yunho dan Kyuhyun berlari-lari dengan semangat menaiki tangga batu di malam di musim gugur yang cerah itu. Ketika keduanya cukup lelah, mereka berhenti. Seraya mengatur nafas, keduanya saling menatap dalam diam. Tiba-tiba Yunho maju dan mencium Kyuhyun.

“Aku kehabisan nafas.” Elak Kyuhyun seraya mendorong tubuh Yunho. Ia sendiri tidak bisa mengartikan apa ia memang kehabisan nafas atau ia terlalu malu dicium oleh lelaki yang kini berstatus kekasihnya itu atau bahkan karena sesuatu yang cukup mengganggu pikirannya beberapa hari belakangan ini.

Yunho segera menyadari bahwa Kyuhyun benar. Namun kekecewaan jelas tergambar di wajahnya. Ia lalu duduk dan berusaha menenangkan debaran jantungnya yang berpacu, seraya meredam rasa malunya atas penolakan Kyuhyun.

Melihat itu, dengan rasa bersalah Kyuhyun ikut duduk di samping Yunho, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu. Yunho lalu meregangkan tangannya dan merangkul tubuh kurus Kyuhyun. Keduanya terdiam cukup lama.

“Kau menolakku karena Zhoumi kan?” tanya Yunho. Akhirnya ia berani juga menyampaikan apa yang tengah dipikirkan atas penolakan tadi.

“Apa yang harus kulakukan? Katakan padaku..” kata Kyuhyun sedih.

Yunho menghela nafas. “Zhoumi adalah bajingan busuk.” Ia cukup mengenal Zhoumi yang suka mengencani banyak gadis. Dan ia tidak sanggup melihat Kyuhyun jatuh ke pelukan lelaki seperti sahabatnya itu.

“Tidak.. Ia adalah lelaki yang baik.” bela Kyuhyun.

“Ia merupakan lelaki bajingan karena ia baik hati.” Kata Yunho seraya tersenyum kecut. “Zhoumi menunggu suratmu.”

Kyuhyun mendengarnya. Mendengar nada sakit hati dalam suara kekasihnya itu. perlahan ia mengangkat wajahnya, memandang wajah tampan Yunho. “Tidak ada harapan. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk hubungan ini.”

“Jangan bicara seperti itu. Pasti akan ada jalan.” Kata Yunho menguatkan hati Kyuhyun. Ia kembali mencoba mencium lelaki itu. Namun dengan cepat Kyuhyun lagi-lagi menghindar.

“Tidak.. Sudah tidak ada jalan lagi. Sudah tidak ada lagi. Kita hanya akan semakin terluka jika kita bertahan.”

Yunho mendekati Kyuhyun. “Hal ini akan berjalan dengan baik, percayalah.”

Kyuhyun menoleh. “Aku tidak akan menemuimu lagi, begitu juga dengan Zhoumi. Aku serius. Aku tidak akan bertemu kalian berdua lagi.”

Kyuhyun tahu, hal ini menyakitkan. Baik untuknya, Yunho maupun Zhoumi. Namun ia harus melakukannya. Ia tidak mungkin membiarkan dua sahabat itu saling menikam dari belakang jika ia memilih salah satunya. Yang satu adalah lelaki yang dicintainya, sementara yang lain adalah lelaki pilihan orang tuanya.

*

            Pagi itu ketika Zhoumi turun dari mobil mewah milik keluarganya, Jungmo, sang senior sekolah melihatnya. Begitu mobil mewah itu berlalu, senior tadi memanggil Zhoumi. “Hey limousine boy. Kemari kau.”

Zhoumi berjalan mendekati sang senior dengan wajah datar. Padahal di depannya, Jay menggenggam sebuah tongkat pemukul. Ia tahu, sebentar lagi ia akan dipukuli karena terlambat.

Limousine boy, lupa memberi hormat padaku?” tanya Jungmo lagi. “Oh.. Jadi kau memang tidak mau memberi hormat? Aha.. Karena kau mempunyai seorang supir layaknya tuan besar maka kau tidak perlu menghormati seniormu, begitu?”

Zhoumi tidak menjawab, sebaliknya ia malah tersenyum mengejek dengan beraninya. Jungmo semakin jengkel karenanya. “Lihat, pin-mu tidak kau pasang dengan baik dan kemejamu tidak terkancing. Baiklah.. Hari ini aku akan memberimu pukulan terburuk sepanjang masa.”

Zhoumi lalu ikut mengambil sikap seperti teman-teman lainnya, mengambil posisi seperti hendak push up, tapi dengan pantat yang ditonjolkan ke atas, siap menerima pukulan dari tongkat di tangan Jungmo. Begitu ia menyadari bahwa Yunho juga ada dalam barisan itu, ia mengerling nakal ke arah sahabatnya itu.

“Aku akan memukul kalian semua, dimulai dari sebelah kiri.” Kata Jungmo kejam. “Orang yang pertama terlambat akan mendapatkan pukulan sekali, orang kedua akan mendapat pukulan dua kali. Orang ketiga harus meneriakkan angkanya, sesuai keterlambatannya. Mengerti?”

“Ye.” Jawab para siswa junior dengan suara lemah.

“Apa kalian semua banci? Aku tidak bisa mendengar suara kalian! Mengerti?” teriak Jungmo lagi.

“Ye!” teriak para siswa junior, dua kali lebih besar dari sebelumnya.

Giliran Yunho tiba. Ia meneriakkan nomornya. “Tujuh.” Namun begitu Jungmo mengayunkan tongkatnya, Yunho menjatuhkan dirinya dnegan takut.

“Hey, kembali ke posisi semula!” bentak Jungmo.

Mau tidak mau Yunho kembali ke posisi awalnya. Bug! Pukulan pertama yang ia dapatkan di pantatnya terasa begitu menyakitkan. Tapi ia coba bertahan. Berikutnya pukulan kedua, lalu ketiga. Ia tidak tahan lagi.

“Senior, pantatku..”

“Tahan! Atau aku akan mematahkan tanganmu!” bentak Jungmo lagi.

Kembali Yunho ke posisinya. Dan kembali Jungmo menghajar bokongnya dengan sadis. Yunho hanya bisa menerimanya dengandesahan menderita yang keluar dari sela-sela bibirnya. Namun menjelang pukulan terakhir, ia merasa tidak sanggup lagi. Ia lalu berdiri.

“Kau masih harus mendapatkan satu pukulan lagi. Kembali ke posisimu! Dengarkan perintahku, kembali ke posisimu!” Bentak Jungmo seraya menendang kaki Yunho hingga akhirnya Yunho terjatuh dan kembali ke posisinya, kemudian melancarkan pukulan terakhirnya.

Jungmo lalu berjalan ke arah Zhoumi. “Berapa nomormu? Jawab aku, berapa nomormu!” Ketika dilihatnya Zhoumi menatap penuh kebencian terhadapnya, ia kemudian bicara lagi. “Baiklah, aku yang akan memberitahumu. Nomormu adalah sembilan belas.”

Lalu tanpa menunggu lebih lama lagi, Jungmo segera mendaratkan tongkatnya yang keras di bokong Zhoumi seraya berhitung. “Satu.” Zhoumi terlihat kesakitan menerima pukulan tanpa tedeng aling-aling itu.

“Dua.”

“Tiga.”

Ketika pukulan ketiga berakhir, Zhoumi terhempas ke tanah. Melihat itu Jungmo sedikit marah. “Ya! Bangun! Bangun!” Namun karena Zhoumi tidak menjawab, ia membungkuk sedikit dan memperhatikan adik kelasnya itu baik-baik.

“Hei.. Ada apa denganmu?” tanya Jungmo ketakutan.

Zhoumi pingsan.

*

            “Hal ini tentang Kyuhyun.. Kurasa ia tidak menyukaiku.” Kata Zhoumi sedikit sedih. Setelah ia dan Yunho mendapatkan hukuman dari senior mereka, keduanya berbaring telungkup di hutan kecil di belakang sekolah, mengistirahatkan bokong mereka dengan cara membuka separuh celana sekolah mereka dan membiarkan bokong-bokong kemerahan itu tertiup angin, meredakan nyerinya.

“Aku memberinya bunga. Aku bahkan menciumnya, tapi tidak ada respon sama sekali.” Kata Zhoumi lagi.

“Kau menciumnya?” tanya Yunho dengan rasa penasaran.

“Benar.” Zhoumi lalu kembali fokus pada buku di halamannya. Tanpa ia sadari, Yunho nyaris menangis mendengar pengakuannya.

*

            Malam itu juga, Yunho mendatangi rumah Kyuhyun. Ia berkali-kali memainkan tombol lampu di pekarangan rumah mewah itu, memberi tanda pada Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tak kunjung keluar.

Padahal, Kyuhyun melihat semua itu dari balik jendela kamarnya. Namun ia tidak mau mengingkari janjinya. Perlahan dua bulir airmatanya jatuh. Ia hanya bisa memandangi Yunho hingga lelaki itu beranjak pergi.

Keesokan harinya, ketika Kyuhyun akan berangkat ke sekolah, ia melihat sebuah surat kecil tergeletak di depan pagar. Dengan penasaran diraihnya surat yang dilipat dengan sedemikian rupa itu.

Ketika sinar mentari terpancar di lautan. Aku selalu memikirkanmu. Ketika bulan bersinar temaram di musim semi, aku memikirkanmu…

*

            Hujan deras mengguyur kota Suwon siang itu. para pejalan kaki sibuk melindungi diri mereka dari terpaan hujan di bawah payung. Yunho sama sekali tidak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyup karena hujan. Ia memang tidak membawa payung dan ia seakan tidak tahu jika hujan tengah membasahi dirinya. Ia hanya berdiri tegak, menunggu di depan sebuah gerbang sekolah.

Begitu dilihatnya Kyuhyun keluar dari dalam sekolah bersama Kibum, ia mengikuti lelaki itu dari seberang jalan hingga Kyuhyun berpisah dengan Kibum dan berjalan sendirian. Dengan cepat ia menghampiri Kyuhyun dan ikut masuk ke dalam payung besar di tangan lelaki itu.

Kyuhyun menoleh lalu menghentikan langkahnya begitu melihat siapa yang datang. Ia memandang Yunho dengan canggung lalu menyerahkan payungnya.

“Pakailah ini dan pulang ke rumah. Berteduhlah dari hujan.”

Setelah itu ia keluar dari naungan payungnya dan berlari menembus hujan. Yunho hanya bisa menatap kepergian Kyuhyun dengan sedih. Ia menurnkan payung itu dan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.

Karena benar-benar ingin bicara dengan Kyuhyun, ia mengejar Kyuhyun hingga ke rumahnya. Berkali-kali ia memainkan tombol lampu di pohon di depan rumah Kyuhyun, memberi tanda seperti yang biasanya ia lakukan. Tapi sang penghuni rumah tak kunjung keluar.

“Bodoh! Apa kau mau mati tersengat listrik?”  Kyuhyun muncul dari belakang Yunho, tapi ia sama sekali tidak berhenti. Kemudian seraya berjalan ke udakan, ia menoleh sedikit ke belakang. “Kau gila!”

Yunho segera menaiki undakan, mengejar Kyuhyun dan meraih lengan lelaki yang dicintainya itu.

“Aku tidak mau berpisah seperti ini.” Yunho menarik Kyuhyun menuruni undakan, menjauh dari rumah itu. “Ayo kita bicara, walaupun hanya sebentar.”

Kyuhyun mulai terisak. “Tak aka nada yang akan berubah. Tidak ada gunanya lagi kita bicara. Lepaskan aku!”

Ketika mereka sudah berada di balik tembok besar, Kyuhyun menyentakkan tangannya hingga terlepas dari pegangan Yunho dan berlari pergi. Namun baru beberapa langkah, ia kembali. Masih dengan tangisan yang kini terdengar lebih kencang, ia merebahkan kepalanya yang lelah di bahu sang kekasih.

*

            “Ini suratmu.” Kata Yunho seraya menyerahkan sebuah amplop kepada Zhoumi.

Namun dengan wajah datar Zhoumi menjawab. “Aku tidak menginginkannya lagi.”

“Kenapa?”

“Selain tidak ada balasan, dan karena kata hatiku, aku akan menulisnya sendiri mulai saat ini. Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun. Ini adalah kesempatan emas. Kudengar ia sakit setelah terkena hujan deras, saat ini ia tengah dirawat di rumah sakit.”

Yunho bertanya. “Apa sakitnya parah? Dan itu karena.. hujan?”

Zhoumi mengangguk. “Aku akan menjenguknya hari ini. Menjenguknya saat ia sakit mungkin bisa membuatku mendapatkannya. Aku akan mengaku padanya bahwa selama ini bukan aku yang menulis surat-surat itu. Aku tidak akan mengatakan bahwa kaulah penulisnya. Kau tahu, aku bukan tipe orang yang setia pada pasanganku, tapi aku benar-benar menyukai Kyuhyun.”

“Yunho!” sebuah suara memanggil Yunho. “Jung Yunho!”

“Dia memanggilmu.” Kata Zhoumi mengingatkan.

Yunho tersadar. “Ya?” Ternyata gurunya lah yang memanggilnya.

“Aku harus meminum semuanya?” tanya Yunho tak percaya. Melihat lebih dari dua puluh butir obat di meja gurunya.

“Lihat ini! Cacing tambang, cacing kremi, cacing gelang! Kau punya semuanya! Apa yang kau makan? Karena kau, kelas ini menjadi kelas dengan parasit terbanyak.” Kata wali kelasnya dengan kesal.

“Tapi.. Itu bukan kotoranku.” Bantah Yunho dengan sopan.

“Lalu menurutmu siapa? Kau adalah satu-satunya anak di kelas ini yang mempunyai banyak penyakit. Minum obat-obat ini sekarang!”

Karena bentakan dari gurunya itu, mau tidak mau Yunho menelan semua butiran obat yang diberikan kepadanya.

“Zhoumi!” Panggil gurunya. “Minum tiga butir”

Begitu ia dan Zhoumi berpapasan, Yunho segera memprotes. “Tapi kotoran kami sama.”

Zhoumi tersenyum mengejek. “Tapi di satu sisi punya lebih banyak cacing sedangkan yang satu lagi tidak.”

The Journey Chap 4

TBC

26 thoughts on “The Journey – Chapter 4

  1. makin seru nieh jalan ceritanya,,, tp sebenernya,, lanjut,, lanjut
    penasaran ma kelanjutan hub antara dua pairingx changkyu ma yunkyu,,

  2. Makin penasaran. Makin kesel juga. Aaaaah, sebenarnya siapa ayah Kyujin? Siapa ayah Changmin??
    Asli ya, aku gemes banget baca ff ini -..-
    Kisahnya Kyuhyun juga ribet banget. Itu nantinya gimana nasib Yunho-Kyu-Zhoumi?? Apa Kyu sama salah satunya? Atau tidak sama sekali?😮
    Aaaaaaaah, penasaran!!! Kapan Kyu muncul di ‘present’?? .-.

  3. heumm. .
    kyk’ny zhou mi kena pnyakit yh ??
    qo’ jatuh2 trus ?

    ksian bnget yunkyu galau tpi changkyu brbunga bunga. .(:

  4. chakkaman… itu surat dari changmin kata-katanya sama ya seperti surat untuk kyuhyun?? penasaran orang tua kyujin siapa…
    mungkin kyuhyun nikah dengan namja lain, bukan diantara yunho atau zhoumi ya..

    dari tadi aku mikirin ‘payung kepala terlepas dari ikatan di kepalanya’ itu seperti apa. lol 6-_-
    bikin penasaran nih cerita

  5. semakin kesini makin seru dan mulai memahami ceritanya …..
    ya ampun sampe keselek gara2 baca bagian zhoumi n yunho jemur bokong wkwkwk
    spt nya zhoumi punya penyakit ya …. dan chwangkyu mulai ada rasa nih ….🙂

  6. ceritanya makin seru dan kyujin kayak eommanya. susah buat bersatu sm namja yg disuka😦 kyujin anak siapa? ini bikin penasaran dan kyu bakal muncul gak di present day?

  7. Ommo itu mimi sakit ya? ._.
    Kasiaaannn ‘-‘
    Kyu mutusin yunho? ._. Aiiisshh X_X
    Generasi 1 sm 2 kisah cintanya sama sama ga mulus ya ._.

  8. Changkyu kykx dah pasti bkal jdian nih,,😀
    lgian pengganggux dsini nyebelin, jd gk peduli deh ma nasibx taemin…

    Duh, generasi prtma bkin penasaran…! Law zhoumi sakit, yg sepertix parah, bisa jdi kyu sempat ma zhoumi sbntar bru ma yunho pas zhoumix pergi kan? Atau zhoumi nyerah soal kyu pas dy tw dy sakit? Ah, pnasaran… Ditunggu lanjutanx..😄

  9. aigoo…..knpa yunho bilang kotoran mrk sama…
    Ampun dech….
    Jd pnasaran nich kox kartu dr chang n surat dr yunho isix sama…

    Jgn2 appa si chang ini yunho ya…
    Truz kox ga ad ya adegan 2kyu*kyuhyun ma kyujin*yg lg sama2….
    Mimi sakit ya,pingsan mulu…
    Lanjut…..

  10. wahhhh makin seru aja nihh, kisah cinta kyuhyun complicated bgt antara keinginan hati(?) dan keinginan orang tua ..
    sneng deh ada changkyu momment, untung taemin cm dkit

  11. Si zhoumi sakit y??kok dia sering pingsan,,klo kyu khan badanny lemah,,klo zhoumi??
    Gila,,sadis bgt hukuman dr seniorny,,hmmm mentang2 senior,,di ospek dah,,
    Kira2 akhirny kyu ttp GΩ̶̣̣̥̇̊κ̣̝̇ milih di antara mrk be 2,,ato malah milih zhoumi,,andweeeee,,,ama yun2 j y Hëέ hëέ hëέ hëέ …

  12. Zhoumi sakit kah?
    kan ada tuh penyakit yang menyerang otak dan bisa melumpuhkan semua sarafnya. Tanda-tandanya seperti Zhoumi-gege. Yg tanpa alasan tiba-tiba terjatuh.
    Terus Yunho benar-benar tidak akan bisa bersatu dengan Kyuhyun di waktu lampau. #plakk sok tau😄

    Makin kesel deh dengan tingkah Taemin. Kyujin sepertinya bisa bersatu dengan Changmin. Tapi tak tau juga sih.

    Itu sebenarnya yg past day Kyuhyun umur berapa?

  13. Zhoumi sakit parah kah atau knapa ko dia mudah skali pingsan…kyuhyun dan yunho udah jdian tpi hubungan mereka ga berlanjut krn ada zhoumi begtupun dg kisah kyujin dan changmin krn ada taemin diantara mereka berdua

  14. Sepertinya zhoumi punya penyakit soalnya dia sering pingsan..
    Apakah kyuhyun jadi menikah dgn zhoumi?lalu bagaimana nasib yunho…
    Lanjuut

  15. Ukh. Changmin bener2 suka sama Kyujin ya? Ah udah mereka bareng aja, gausah tanggepin taemin >< So sweet bgt mereka ujan2an bareng kaya gitu heheheheh😀 Ah! Jadi YunKyu udah jadian nih? Tapi Kyu mutusin ga berhubungan sama keduanya ya? Kyu takut rusak hubungan sahabat mereka? :((((( Duh Kyu kasian mereka berdua kl kamunya gitu. Itu kata2nya sama kaya surat Chwang yg di kado Kyujin kan?😥 Zhoumi punya penyakit ya? Parah kah? Lanjuuuut~😀

  16. Eee ciee cieee changmin dan kyujin hoho…

    Zhoumi bakal ngaku ke kyu kalo bukan dia yg nulis surat? Omooo apa zhoumi udah bener2 jatuh cinta ama kyu..

    Astaga itu hukuman kalo tepatnya serem amat ya -_-

  17. Uuugghhhh Yunkyu andweeeeeeeeee
    Kyujin n Chwang ada kemajuan hhheeeee
    Sbnrnya ga ada yg antagonis yaa cuma one sided love pasti makan korban huks huks

  18. aku bingung sama part terakhirnya, hahaha
    tapi gapapa sih, td nyari chap 3 gak ketemu, mungkin diprotect kali ya, jadi yaudah aku baca terusannyya dulu hehehe

  19. wkwkwkwkwkwkwk, aq ngakak yunpa d suru minum obt cacing 23 butir..untung gk keracunan…sweat drop dech aq..;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s