The Journey – Chapter 2

Title                 :  The Journey

Rate                 : T

Genre              : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair                  : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast                 : Kyuhyun (dan Kyujin), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast    : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning         : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note                : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 2

Keesokan harinya..

            Yunho sudah menunggu di atas sampan di tepi sungai ketika sosok manis itu datang. Yunho lalu mengulurkan tangannya dan membantu lelaki itu menaiki sampan ketika ia datang mendekat.

            Lelaki manis itu langsung duduk dengan tenang di atas sampan sementara Yunho mulai mendayung. “Kakekku menceritakan banyak hal tentang rumah itu dan melarangku pergi. Sebenarnya, ia melarangku pergi kemana-mana. Dan aku sangat ingin pergi ke rumah itu, tapi tidak ada teman yang bisa ku ajak. Jika aku mengajak seseorang di sekitar sini, mereka pasti akan melaporkannya pada kakek.”

            Setelah bicara, lelaki itu terdiam. Ia memperhatikan sampan mereka dengan bingung. “Tapi.. Kenapa sampan ini tidak juga bergerak?”

            Yunho langsung tersenyum malu karenanya. Dengan terbata-bata ia mengaku. “Sebenarnya.. Ini kali pertama aku mendayung.”

            Lalu tanpa melihat wajah keheranan Kyuhyun, ia terus mencoba. Dan setelah beberapa lama mencoba, ia akhirnya bisa menguasai dayung beserta sampannya dan berlayar menuju ke tempat tujuan mereka.

             “Namaku Jung Yunho.”

            “Oh, aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku Cho Kyuhyun.” kata lelaki itu juga ikut menyebut namanya.

            “Apa kau berasal dari Suwon?”

            “Benar.”

            “Aku juga dari Suwon. Aku datang kemari untuk mengunjungi pamanku.”

            “Benarkah? Kebetulan sekali..”

            “Atau mungkin takdir.”

            “Hahh?” tanya Kyuhyun tak mengerti.

            “Ah.. Bukan apa-apa..” Yunho tersenyum malu karenanya. Canggung sekali berada di hadapan lelaki manis seperti Kyuhyun.

            Tak lama kemudian, mereka sampai di daratan. Keduanya pun berjalan menuju ke rumah hantu yang ingin dilihat Kyuhyun. Begitu sampai disana, mereka memperhatikan bangunan tua itu dengan seksama. Seluruh bangunan itu terbuat dari kayu. Karena umurnya sudah tua, maka kayu-kayu tampak lapuk dan usang. Bahkan tanaman liar sudah tumbuh dan merambat di beberapa tempat bobrok itu. 

            Kyuhyun lalu membuka pintu gerbang kayu berwarna cokelat gelap itu. Bunyi berderit berat membuat suasana makin mencekam, tapi ia tidak peduli. Rasa penasarannya lebih besar saat ini, mengalahkan rasa takutnya.

            Pelan-pelan ia memasuki halaman rumah itu. Sejenak ia berbalik ke belakang. Dilihatnya Yunho masih berdiri ketakutan di balik pintu. Tapi melihat pandangan mata Kyuhyun, mau tidak mau lelaki itu ikut masuk ke dalam, menjaga harga dirinya yang nyaris kalah.

            “Apa tempat ini benar-benar berhantu?” tanya Kyuhyun. Tapi Yunho tidak menjawab. Begitu Kyuhyun berbalik, didapatinya Yunho berjalan ke arah yang berlawanan dengannya. Maka dengan cepat ia berlari menghampiri Yunho. Berdua lebih baik daripada sendiri, bukan?

             “Apa kau pernah melihat hantu sebelumnya?” tanya Kyuhyun lagi.

            “Tentu saja. Bahkan setiap hari.” Jawab Yunho dengan percaya diri.

            “Benarkah?” Kyuhyun terdengar ketakutan.

            “Di.. cermin” Yunho terdiam sebentar lalu melanjutkan. “Sebenarnya.. Aku adalah..” pelan-pelan ia berbalik ke belakang dan menakut-nakuti Kyuhyun. “Hantuuuuuu..”

            “Hentikan!” kata Kyuhyun dengan nada manja sekaligus takut.

            Yunho lalu berbalik dan melanjutkan perjalanan. Tadinya ia pikir, bercanda seperti itu akan membuat Kyuhyun sedikit lega, tapi tampaknya ia tidak berhasil. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan. Begitu sampai di teras atas rumah hantu tersebut, kembali keduanya mengambil jalan yang terpisah. Yunho ke kiri, Kyuhyun ke kanan.

            “Aaadduuhhhhh…!!”

            Yunho jadi terjatuh karena kaget. Ketika ia berbalik ke belakang, ternyata kaki Kyuhyun terperosok masuk ke dalam lantai teras yang kayunya sudah sangat lapuk.

            “Apa kau baik-baik saja?” tanya Yunho setelah menghampiri Kyuhyun.

            Kyuhyun mengangguk. Yunho pun membantu Kyuhyun untuk berdiri. Namun tiba-tiba keduanya terdiam. Mereka sempat mendengar suara aneh di belakang mereka. Dan tanpa sepengetahuan mereka, sosok putih berambut panjang melintas tak jauh disana.

            Keduanya lalu mengendap-endap ke sebuah rumah kecil di sudut yang tertutup pintu kayu yang terlihat sangat usang, tempat mereka mendengar suara aneh tadi.

            Yunho menghampiri rumah itu, sementara Kyuhyun bersembunyi di tembok. Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Yunho mencoba membuka pintu itu. Namun begitu ia melihat ke dalam..

            “Huuuuaaaaaaaa….!!!”

            Dengan cepat Yunho berbalik, lari sekuat tenaga meninggalkan tempat itu. Kyuhyun tampak kebingungan melihat Yunho. Namun sekali lagi, ia memutuskan untuk mengikuti rasa penasarannya. Maka ia pun keluar dari persembunyiannya dan menuju ke rumah itu. 

            Pintu itu terlihat sedikit terkuak, karena Yunho tadi langsung melarikan diri setelah melihat ke dalam. Begitu Kyuhyun sampai di depan undakan, pintu itu menutup dengan kencang. Kyuhyun tersentak. Ia tak berani bergerak sama sekali. Ketakutan menjalar di tubuhnya.

            Detik berikutnya, pintu itu membuka sepenuhnya lalu sebuah sosok muncul dari dalam. Sosok tinggi besar dengan wajah seram dipenuhi rambut.

            “Huuuuaaaaaaa….!!! Huuaaaaa….!!!!”

            Di luar, Yunho baru sadar kalau ia melupakan Kyuhyun. Dengan cepat ia kembali ke dalam. Namun, di gerbang ia berpapasan dengan Kyuhyun yang kaget melihatnya. Kyuhyun menjerit karenanya. Melihat itu, Yunho ikut menjerit. Keduanya lalu menjerit-jerit riang seraya tertawa terbahak-bahak akibat ketololan yang baru saja mereka lakukan.

            Tiba-tiba sosok yang tadi mereka lihat muncul dan lewat diantara mereka. Sosok itu ternyata lelaki paruh baya bertubuh tinggi besar dengan tampilan kumal. Kembali Yunho dan Kyuhyun menjerit keras.

*

            Hujan turun dengan deras tak setelah itu. Kyuhyun dan Yunho yang sudah hendak pulang, baru menyadari kalau mereka tidak menambatkan sampan mereka dengan benar. Akibatnya, sampan itu terbawa arus ke daratan seberang, tempat dimana mereka seharusnya berada kini.

            Keduanya lalu berbalik dan lari meninggalkan sungai, mencari tempat berteduh yang aman. Kyuhyun berlari tepat di belakang Yunho. Tubuhnya yang kurus menggigil kedinginan. Karena matanya dibutakan oleh air hujan yang cukup deras juga rasa dingin yang menguasai tubuhnya, Kyuhyun tidak memperhatikan jalanan dengan baik dan akhirnya ia terjatuh.

            Yunho menghampiri Kyuhyun. Dilihatnya lelaki imut itu meringis kesakitan sambil memegangi kakinya. “Kurasa kakiku terkilir.”

            “Naiklah ke pundakku.” Kata Yunho.

            “Tapi..”

            “Cepatlah.. Naik saja.”

            Kyuhyun menurut. Ia lalu naik ke punggung Yunho, membiarkan lelaki itu membawanya. Yunho lalu berjalan cepat, menembus hujan, melintasi padang rumput yang cukup luas, dan mendatangi sebuah pondok kecil yang bisa ia gunakan untuk berteduh walaupun sudah tidak ada gunanya lagi karena tubuh keduanya sudah terlanjur basah kuyup.

            “Jangan khawatir, hujan akan segera berhenti.” Kata Yunho menenangkan Kyuhyun ketika dilihatnya lelaki itu duduk meringkuk memeluk tubuhnya sendiri.

            Yunho melepas kemejanya, mengerikannya sedikit  lalu menyodorkan kemeja itu pada Kyuhyun. “Pakai ini untuk mengeringkan tubuhmu.”

            Kyuhyun menerimanya. Ia mengusapkan kemeja itu ke bagian tubuhnya yang basah lalu kembali menyodorkannya pada Yunho.

            “Begitu hujan sudah berhenti, kita bisa kembali ke sungai dan menyebrang dengan perahu sewaan. Tapi.. jaraknya sedikit lebih jauh.” Kembali Yunho mencoba mengeringkannya lalu kembali memberikannya pada Kyuhyun.

            Tanpa mereka sadari, dari hal kecil seperti itu, ada rasa tertarik satu-sama lain yang tumbuh di hati mereka. Apalagi di umur mereka yang masih terbilang sangat muda.

            Namun ketika hujan berhenti, keduanya malah merasa lapar. Jadi mereka memutuskan untuk mengisi perut mereka dulu barulah kembali ke seberang. Untuk mengatasi rasa lapar itu, Yunho mengambil – atau lebih tepatnya mencuri – sebuah semangka di ladang terdekat.

            Ia lalu memotongnya menjadi beberapa bagian dengan tangan kosong kemudian memberikan sepotong pada Kyuhyun. Keduanya makan dengan lahap, mensyukuri apa yang mereka makan saat itu.

            Ketika hari sudah hampir gelap, barulah keduanya beranjak. Yunho masih tetap menggendong Kyuhyun di punggungnya karena lelaki itu masih belum kuat berjalan.

            “Tubuhku berat kan?” tanya Kyuhyun.

            “Tidak sama sekali.” sahut Yunho.

            “Tapi berat badanku lumayan.”

            Yunho tertawa kecil. “Jangan khawatir. Kau cukup ringan, aku bahkan bisa menggendongmu sampai ke Seoul.”

            “Kau berbohong.” Kata Kyuhyun malu-malu.

            “Aku tidak bohong.” Elak Yunho.

            Mereka terus bercanda seperti itu hingga mereka melintasi sebuah jembatan kecil. Jembatan itu sangat sederhana. Terdiri dari papan-papan kokoh yang tidak sama panjangnya, berjejer membentuk satu garis lurus, guna menjadi tempat melintas bagi pejalan kaki diatas  aliran sungai keci itu.

            Keduanya terhenti sesaat, mengangumi keindahan di depan mereka. Malam sudah hampir tiba, puluhan kunang-kunang keluar dari sarangnya, terbang indah seolah menari tak jauh dari tempat keduanya berdiri.

            Yunho mendudukkan Kyuhyun di jembatan. Ia sendiri lalu turun pelan-pelan ke air dan mendekati sarang kunang-kunang. Dengan usaha yang cukup gigih, akhirnya ia bisa menangkap  sseekor hewan yang bersinar dalam gelap itu lalu membawanya dengan hati-hati di dalam kedua telapak tangannya. Yunho mendekati Kyuhyun lalu menyerahkan kunang-kunang itu kepada Kyuhyun dari bawah jembatan kecil itu.

            Kyuhyun tersenyum bahagia. Memegang kunang-kunang kecil itu di tangannya secara langsung adalah pengalaman baru baginya. Ia hanya bisa menatap Yunho tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.

            Ini adalah pengalaman pertamanya dekat dengan lelaki lain selain sahabatnya, Kibum. Ia menyukai Yunho, lelaki sederhana dan apa adanya. Ia sudah tahu sejak awal bahwa ia tidak bisa mengabaikan lelaki tampan itu begitu saja.

            Dan kunang-kunang dalam genggamannya itu kini bersinar terang, berkelap-kelip layaknya bintang mungil. Perasaan Kyuhyun bertambah berkali-kali lipat karena mengingat orang yang memberikan kunang-kunang ini, lelaki yang bisa membuat jantungya berdebar-debar.

            Ketika mereka akhirnya mendapatkan perahu lain yang bisa mengantarkan mereka kembali ke seberang, hari sudah sangat larut. Beberapa anak buah kakek Kyuhyun sudah menunggu dengan membawa obor di ujung dermaga.

            Kyuhyun baru menyadari bahwa kini ia berada dalam masalah. Kakeknya pasti khawatir dan mencarinya kemana-mana seharian ini.

            “Tolong pegang kunang-kunang ini.” Kata Kyuhyun. Kunang-kunang yang tadi masih berada dalam telapak tangannya, diserahkan pada Yunho.

            “Kau telah memberiku kunang-kunang juga menggendongku saat kakiku sakit.” Ia lalu melepaskan kalungnya. “Hanya ini yang bisa kuberikan padamu sebagai rasa terima kasihku.” Kyuhyun lalu memasangkan kalung itu ke leher Yunho.

            “Berikan kembali kunang-kunang itu.”

            Yunho lalu menyerahkan kunang-kunang itu kembali. Kyuhyun menerimanya lalu meletakkannya dalam genggamannya dengan hati-hati. Keduanya hanya saling bertatapan dalam senyum hingga mereka tiba ke seberang. Betapa beratnya harus berpisah disaat keduanya baru saja melewati hari yang menyenangkan.

            Begitu mereka sampai, Yunho hendak membantu Kyuhyun turun tetapi sebuah tangan besar menariknya mundur. Ia mengerti, mereka telah kembali ke tempat mereka. Semua orang kepercayaan kakek Kyuhyun ada disana. Lelaki yang tadi menarik Yunho kini menggendong Kyuhyun di bahunya. Seorang wanita menyelimuti bahu Kyuhyun dengan sebuah kain besar.

            Sebelum pergi, Kyuhyun sempat menoleh kepada Yunho. “Terima kasih untuk hari ini.”

            Yunho hanya bisa menatap Kyuhyun dalam diam. Sesungguhnya ia masih ingin bersama Kyuhyun, tapi ia tahu hal itu tidak mungkin. Lalu muncul seorang kakek tua di depan Yunho. Ia menatap dengan garang lalu menampar pipi Yunho dengan sadis. Setelah itu ia berbalik pergi, meninggalkan Yunho yang merasa semakin kecil di tempatnya.

*

            Dia sakit setelah itu, bahkan di bawa ke rumah sakit di Seoul. Apalagi setelah ibunya meninggal, ia benar-benar terpuruk. Tapi setelah ia kembali dari desa, ia terlihat lebih sehat dan lebih ceria. 

*

            Yunho dan Zhoumi siang itu mendapat hukuman untuk membersihkan perpustakaan. Tapi bukannya melakukan tugas mereka. Keduanya malah duduk bersantai. Zhoumi duduk selayaknya bos besar, menaikkan kedua kakinya di meja sementara kepalanya bersandar di kedua tangannya. Sementara Yunho menuliskan surat yang diminta Zhoumi untuk tunangannya.

“Ini, sudah selesai.” Yunho menyerahkan surat yang baru saja selesai ia tulis kepada Zhoumi.

“Benarkah? Coba kulihat?”

‘Menulis surat untuk Zhoumi sebenarnya sangat menyakitkan untukku, apalagi untuk Kyuhyun. Terlalu banyak kata yang ingin kusampaikan padanya.’ kata Yunho dalam hati.

“Wow.. Aku menyukainya! Ini bagus sekali!” Kata Zhoumi antusias. “Aku akan membayarnya dengan menunjukkan keahlianku padamu.”

“Baiklah.”

“Duduklah dan perhatikan.” Kata Zhoumi lagi. “Ketika aku melakukannya, kau harus membuka mulutmu, seperti orang takjub. Karena jika kau hanya menutup mulutmu, orang-orang akan berpikir kalau ini hanya sebuah tipuan.”

Yunho hanya bisa mengikuti saran Zhoumi.

“Nah, perhatikan ini.” Zhoumi mundur beberapa langkah lalu menggoyangkan pinggulnya dengan hentakan-hentakan aneh. Bersamaan dengan itu sebuah bunyi tak asing keluar dari balik celananya dengan irama beraturan.

Dat dit dut. Dat dit duuuuuuut.

Zhoumi yang terlihat bangga lalu menghampiri Yunho. “Kau tahu lagu apa itu?”

Moonlight of Shilla?” tebak Yunho dengan wajah datarnya yang khas.

Dengan malas Zhoumi mengangguk. Tak disangkanya Yunho akan menebak dengan benar secepat itu.

“Ya! Kalian!” sebuah suara marah menggelegar dari arah pintu masuk.

Yunho dan Zhoumi berbalik dengan takut. Guru mereka berdiri disana dengan tampang menyeramkan. “Kenapa kalian bermain-main? Cepat selesaikan! Aku akan mengecek setelah ini. Awas kalau masih kotor!”

Yunho dan Zhoumi segera mengambil peralatan bersih-bersih mereka lalu membungkuk hormat pada sang guru dan berlari keluar.

“Bau apa ini!” Teriak si guru, masih dengan nada marah. “Apa ada yang buang angin disini? Hahhhh??!!”

Yunho dan Zhoumi sudah menghilang dari pandangannya.

*

            Beberapa hari kemudian..

“Yunho-ya! Yunho-ya!” Zhoumi berlari-lari menaiki tangga sekolah demi mencari sahabatnya. Di tangannya, terlihat sebuah amplop putih yang dikibar-kibarkan dengan senang. Ia berlari masuk ke perpustakaan. Tanpa pikir panjang, kembali ia menjerit riang.

“Yunho-ya! Jung Yunho!”

Semua yang hadir disana terdiam. Beberapa diantaranya berekspresi datar, sebagian lagi memberi pandangan ‘kau-tidak-tahu-ini-perpustakaan-ya?’ Yunho yang duduk paling dekat dengan pintu menatap Zhoumi dengan pandangan horor.

“Apa kau gila? Kenapa kau berteriak seperti itu di perpustakaan?” Yunho lalu melangkah keluar, menghindari caci maki yang mungkin saja akan mereka terima dari penghuni perpustakaan lainnya.

“Kau lihat? Ini adalah sebuah undangan.” Kata Zhoumi setengah berbisik seraya merangkul sahabatnya itu. Sebelum keluar ia mendengar seseorang berkata ‘apa semua orang disini bernama Jung Yunho?’. Zhoumi kembali menoleh ke belakang dan bicara dengan suara keras. “Suara apa itu, hah?”

“Terima kasih.” Kata Yunho sedikit tidak enak karena Zhoumi membelanya. Walaupun sebenarnya Zhoumi lah yang salah.

*

            Undangan itu ternyata adalah sebuah undangan untuk menghadiri pentas seni di sekolah lain. Beberapa anak di sekolah Yunho dan Zhoumi menimba ilmu, memang di undang.

Yunho duduk di barisan tengah dalam sebuah aula besar di sekolah itu. Sedangkan Zhoumi duduk di barisan terdepan bersama ayahnya. Para undangan yang ternyata banyak sekali itu tengah menikmati sebuah lagu klasik yang mengalun lembut dari para pemain biola di atas panggung.

Ketika akhirnya para pemain biola itu menuntaskan lagunya, para hadirin bertepuk tangan meriah. Kemudian, muncul seorang wanita dengan microphone di tangannya maju ke tengah panggung sementara para pemain biola tadi membereskan peralatan musik mereka dan menghilang ke belakang panggung dengan teratur.

“Berikutnya kita akan mendengar sebuah persembahan dari Cho Kyuhyun. Dia akan membawakan Sonata Bethoven 8 lewat iringan pianonya. Berikan tepuk tangan yang meriah untuknya.”

Yunho terlihat bergairah mendengar nama pujaan hatinya. Begitu Kyuhyun melangkah masuk ke panggung, Yunho langsung berdiri dari duduknya. Seluruh hadirin kembali bertepuk tangan menyambut Kyuhyun.

“Ya, duduk! Jangan mengganggu orang lain.” bisik seorang teman Yunho seraya menarik lengan lelaki itu dan memaksanya duduk.

Yunho menurut, walaupun setengah hati. Di depan sana, tampak Kyuhyun melangkah mendekati pianonya, membentangkan buku yang ia bawa di atas piano lalu duduk. Kemudian ia mulai memainkan jari-jarinya yang lentik diatas tuts piano dan menghasilkan nada-nada indah dari setiap dentingannya.

Ketika Kyuhyun memainkan piano itu, Yunho menatapnya dengan bangga. Alunan lagu dari piano itu seolah bersatu dengan suasana yang begitu hening. Yunho dan yang lain mendengarkan dengan seksama, menikmati musik itu, juga keindahan wajah sang pianis.

Yunho langsung tahu bahwa ia benar-benar jatuh cinta pada sosok Cho Kyuhyun. Dengan hati mantap, ia menggenggam buket bunga yang sudah ia persiapkan sejak tadi untuk diberikan pada Kyuhyun.

Namun ketika acara sudah selesai, ia menjadi ragu ketika dilihatnya Kyuhyun sedang berdiri bersama Zhoumi, didampingi kedua orang tua mereka. Zhoumi memberikan sebuah buket bunga yang diterima dengan senyum lebar Kyuhyun.

Pada saat itulah Kyuhyun menatap lurus ke depan dan mendapati Yunho berdiri disana, menatapnya dalam diam dengan raut wajah tenang seraya tersenyum. Kyuhyun ikut menatap Yunho dengan senyum, mengabaikan permintaan ‘calon mertua’nya untuk makan siang bersama.

“Ayo, kyu.. Kita pergi.” Ujar ibunya. Wanita setengah baya itu lalu menuntun Kyuhyun ke pintu depan, sementara Kyuhyun ikut berjalan namun pandangannya tak pernah lepas dari Yunho sampai ia benar-benar keluar dari aula itu.

Yunho hanya bisa melihat kepergian Kyuhyun dengan kekecewaan yang dalam. Ia tahu diri. Predikat ‘orang biasa’ yang melekat di dirinya memenag tidak memungkinkannya berdiri di samping Kyuhyun saat ini.

Dengan langkah gontai ia lalu berjalan keluar dan duduk di taman. Ia hanya duduk dalam diam selama berjam-jam. Tak tahu harus melakukan apa. Ia terlalu kecewa saat ini. Bunga yang tadi dibawa, hanya diletakkan di pangkuannya saja.

Namun suara langkah-langkah keras membuyarkan lamunannya. Ia mencari sumber suara dan mendapati Kyuhyun berlari di kejauhan. Sosok manis itu berlari kencang memasuki aula. Dengan wajah cemas ia membuka pintu aula dan melihat ke sekeliling, berharap apa yang ingin dilihatnya ada disana. Namun, aula itu kosong. Dengan napas terengah-engah, Kyuhyun mencari lagi. Benar-benar berharap ia bisa melihat sosok yang dirindukannya.

Diluar, Yunho tersenyum melihat itu. Dengan segera ia berlari menuju ke aula, mengikuti Kyuhyun. Namun, baru setengah perjalanan, didapatinya Kyuhyun sudah keluar dari aula. Keduanya bertemu di jalan masuk ke halaman aula besar itu.

Dengan napas terengah-engah, keduanya berdiri berhadapan, saling menatap penuh kebahagiaan. Jarak yang memisahkan mereka mereka hanya satu meter, membuat raut wajah masing-masing terlihat jelas.

Yunho lalu menyerahkan buket bungan yang sejak tadi dipeganggnya pada Kyuhyun. “Selamat.”

“Terima kasih.” Kata Kyuhyun seraya menerima buket bunga itu.

“Apa kakimu sudah membaik?” tanya Yunho malu-malu.

Kyuhyun mengangguk. “Sudah.”

“Lalu, bagaimana dengan demammu?” tanya Yunho lagi.

Kembali Kyuhyun mengangguk. “Sudah mereda.”

“Aku benar-benar khawatir padamu. Dan kau tahu, aku benar-benar menikmati penampilanmu tadi.”

Kyuhyun tersenyum malu. “Aku harus lebih banyak berlatih.” Kyuhyun lalu terlihat sedikit menyesal. “Semua orang tengah menunggu. Tadi aku menyelinap keluar.”

Yunho mengerti. Ia tidak butuh apa-apa. Dengan melihat dan berbicara dengan Kyuhyun seperti ini saja sudah membuatnya bahagia. Dengan anggukan mantap ia merelakan kepergian Kyuhyun.

Namun baru beberapa langkah, Kyuhyun berbalik. “Aku masih menyimpan kunang-kunangnya. Dia sehat, sama seperti aku.”  Lalu dengan senyum malu, kembali Kyuhyun meneruskan langkahnya meninggalkan Yunho.

Yunho hanya bisa melambai kecil seraya tersenyum senang. Dengan gaya kolokan, ia berbalik dan berlari seraya menendang-nendang udara dengan senang hingga ia terjatuh di hadapan dua gadis yang lewat dan tertawa geli karenanya.

*

Yunho Zhoumi

To be continued..

32 thoughts on “The Journey – Chapter 2

  1. Yunho dan kyuhyun sudah mulai jatuh cinta…..sepertinya akan banyak penghalang bagi mereka untuk bersama…mimi sama aku ajah ne biar yunkyu bersatu ^^
    Semakin seru….next

  2. gemes sama kyunie. kyaaa😄 #cubit pipi mbulkyu
    yunho lucu. kkkk…
    sepertinya akan banyak rintangan yunho dapetin kyu…

  3. Dan sekarang aku penasaran banget. Siapa ayah Kyujin? Yunho? Zhoumi? Atau justru lelaki lain??😮
    Aaaaaaaaah, sepertinya memang sulit untuk YunKyu :’
    Bahkan Kyu harus menyelinap untuk menemui Yunho u.u
    Penasaran penasaran penasaran pokoknya! Aku berasa lagi main judi, tebak-tebakan gitu😀

  4. Ngebayangin waktu Kyu dan Yunho terjebak di tengah hujan itu sungguh sweet banget.
    Padahal mungkin bagi orang lain biasa saja. Namun entahlah aku mereka itu sesuatu yang sangat romantis. Belum lagi kunang-kunang yang diberikan oleh Yunho.😄
    Perbedaan status kah yang membuat YunKyu tidak bisa bersatu ?
    T_T

    Aku penasaran apakah Kyu tetap bisa bersama Yunho atau ia bersama Zhou Mi.😀

  5. ciyeeee yunkyu momennya sweet bgt…. aplg bagian kunang2nya ….
    duh yunho ditampar pasti sakit bgt #elus2 pipi yunho
    zhoumi sebenarnya suka sama kiyu g sih penasaran …
    lanjut unn🙂

  6. Ngakak ngebayangin yunho ngejerit wkt dia tkt “̮ ƗƗaƗƗaƗƗa.. ƗƗaƗƗaƗƗa.. “̮ =))
    Ini flash back nyeritain ttg masalalu ny kyu yach,,,ngebayangin wkt mrk berdua k jebak,,so sweet bgt,,mau,,mau,,ama yun2 Hëέ hëέ hëέ hëέ …
    sedih bgt wkt yunho di tampar,,ama kakekny kyu y??
    Lanjut,,lanjut

  7. chap 2nya sweet bgt eon,, permasalahan cinta yunkyu klasik bgt masalah status sosial tp mmg pd knyataannya itu sering terjadi hhe
    aku suka bgt waktu mreka jalan bareng, gak ada mkan mlem romantis, bunga dll tp sweeeeeeeettttt banget dan juga lucu apalagi pas mreka sama” ketakutan😀

    ffnya eon slalu bkin aku terbawa suasana, di tgu next chap🙂

  8. lanjuuuttttt sejauh ini saya masih abu2 unn jujur -,-V bingung ntar sama yunkyu apa zhoukyu ‘-‘

  9. Kmrn brarti ak salah pham hehe.. Kirain pas ktmu d desa itu yunkyu masih kecil hehe trxta dah pda gde ya… Hbis dijagain bgt ma kakekx sih
    Curiga kyu ma zhoumi.. Status dll..

  10. woooaahhh…..moment yunkyux mantep bgt…..
    Tp sebenerx tu yg dirumah hantu itu beneran hantu or cuma org yg badanx besar+punya muka serem…
    Kykx cnta mulai bersemi ni di ant yunkyu,tp kykx bakal ad penghalang….
    Next chapx ditunggu ya….

  11. yunkyu so sweet banget :* tapi kayaknya mereka berat banget deh buat bersatu gitu😦 kyu aja dijodohin sm mimi ge gitu. ayolah kak update soon yaaaa

  12. yunho romantis bnget sma kyuhyun,,
    msih kcil aj udh romantis gtu ??

    brarti kyuhyun msih ingt yunho yh ??
    kiraen udh lpa. .:))
    like it. .

  13. Oh astaga jung yunho ternyata tkut hantu tpi sok2an berani di hadapan kyu…sedih jga ya krn status sosial mereka yunho merasa tdk pantas utk kyu dan kyu jga udah di jodohin ama zhoumi..si zhoumi ngirim surat ke kyu tpi yunho yg bikin suratnya
    masih bnyak yg blum terungkap

  14. awww~ kenapa pair yunkyu bisa se sweet ituh….

    bayangin yunho yg manly trus kyu yg super cute *mimisan*

    tapi keknya zhoumi bkl jd halangan terbesar deh ><

    plis banyakin yunkyu moment yg super sweet yah ^^

  15. Ah! YunKyu momentnya bikin ngakak dan terharu. Sedih banget. Tapi sekaligus romantis, apalagi waktu nangkep kunang-kunang. Terus pas mereka berpisah dan Kyu ngasihin kalungnya T_______T Gatau deh gimana perasaan Yunho harus nulis surat cinta buat orang yg dia cintai.. Hiks. Dan… Sepertinya moment yg akhir ini bikin ketawa2 ga jelas sendiri kkkkkkkk😀 Akhirnya mereka ketemu. Huhuhuhu

  16. Yunho yunho… Takut hantu yah? Wkwkwk
    Asatagaaa itu zhoumi iyyyyy #speechless
    Asli, aku agak2 bingung bacanya, mesti dibaca pelan2 n dihayati baru ngeh hehe…

    Yeyyy yun n kyu ketemu lagiiii😄

  17. hahaha yunho kocak! Apalagi yg pas dirumah hantu, sumpah aku ketawa ngakak sambil bayangin! Hahaha……
    Yunho-ya fihgting!

  18. Yunnie appa kasian😦 sini bunganya buat aku aja, hehehhe
    Aigo~ backstreet itu emg ga menyenangkan -_- udh pacaran kan ini? ._.

  19. Yunkyu ada kemajuan n begitupula dg QMi hmmmhh…
    Yun n Mi sobatan tp Mi bakal jd third wheel dehh ini wkwkwkwkwk
    N I miss Kyujin already hehhehheee

  20. Baca mundur ternyata emank komedinya yg plg dpt,, astaga, yunho n mimi bnr2 sahabat yg ajaib tingkahnya,, pair sahabat yg plg lucu diantara smua ff d sini,, hehe,,

  21. Yundad kocak abizzz…gak kebayang wktu dy triak ktkutan pasti muka’a kocak abiz mpe kyumom di tinggalin. wkwkwk
    Yunkyu moment’a so sweet bngt….

  22. kkkkk tdk ccok dgn tubuhnya yg manly…
    tkut main tnggal ajja..
    aigo yunpa ksihan kyumom d’tnggl
    yunpa am mimi kocak. kk

  23. Dr B365D smpe the journey ini, cheesynya Yun gak berubah, pas gendong Kyu, pasti billang menggendongmu smpe ke Seoulpun sangggup, haha
    Brasa dilempar ke cerita zaman kapan gitu, Kyu yg dr keluarga terhormat dan Yun yg orang biasa.

  24. ckckck..yun n mimi partner in crime nich..so sweet kunang2 na masi d simpen kyu, duh coba q dpet cwo romantis like yun..^v^

  25. Sepertinya YunKyu udh saling tertarik deh tp kasian Kyu udh dijodohkan dgn Zhoumi, jd makin penasaran, lajuut bc lg ya thor. Gomawo ^^
    Keep writing n semangaat ne😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s