The Journey – Chapter 1

Title              : The Journey

Rate             : T

Genre          : Friendship, Romance, Humor, Sad, Angst

Pair               : YunKyu, ZhouKyu, ChangKyu

Cast              : Kyuhyun (dan Kyujin – anak Kyuhyun), Yunho, Changmin, Zhou Mi

Other Cast : Taemin, Kibum, Donghae, Heechul, Jungmo,

Warning      : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Note             : Cerita ini diangkat dari sebuah film Korea dengan perubahan judul serta nama tokoh tanpa merubah isi dan alur cerita serta penggambaran karakter tokoh aslinya. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dari seorang ibu (Kyuhyun – generasi 1) dan anaknya (Kyujin – generasi 2) di generasi yang berbeda dalam mendapatkan cinta pertama sekaligus cinta sejatinya.

CHAPTER 1

Present Days

Fajar kembali menghampiri kota berkabut itu. Menampilkan semburat jingga dari ufuk timur yang tampak berkilau melalui sela pepohonan. Pohon pinus yang menjulang setinggi kaki langit membentuk siluet teratur yang berjejer, tergambar jelas dalam aliran anak sungai yang mengalir tenang. Diantara langit yang berselimut warna keemasan itu, tampak puluhan burung gereja terbang berkejaran.

Disebuah rumah sederhana. Tepatnya dihalaman belakang rumah tersebut. Seorang lelaki tampak tengah sibuk berkutat dengan tumpukan buku-buku usang. Sesekali ia membuka buku tersebut satu persatu untuk memastikannya telah bersih dari debu dan kotoran. Setelah ia menyusun dan membersihkannya, lelaki manis itupun membawa tumpukan buku yang menjulang melebihi tinggi tubuhnya sendiri itu menaiki tangga. Menuju salah satu kamar yang terdapat dalam rumahnya.

BRAKK!

Tumpukan buku tersebut terjatuh dari kedua lengannya ketika pandangannya tanpa sengaja menangkap refleksi pelangi yang tampak dari jendela di kamar yang tepat menghadap ke arah padatnya kota. Mengabaikan beberapa buku yang tercecer di lantai, dengan perlahan ia pun melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah jendela.

(Kyujin POV)

Dengan perlahan, aku melangkahkan kakiku menuju jendela kamar yang tampak menampilkan refleksi pelangi dari kaca bening tersebut. Setiap kali aku melihat pelangi, aku jadi teringat dengan ucapan yang eomma katakan padaku ketika dulu aku melihat pelangi yang melengkung membelah sungai.

Tanpa mengalihkan pandanganku dari fenomena alam itu, kubuka jendela kamar yang dihadapanku. Membuat satu dari tiga burung merpati putih yang bertengger di sana terbang menjauh karena terkejut.

“Ya! Pergilah!” Pekikku pada dua merpati tersebut yang langsung terbang menjauh.

Aku melongokkan wajahku sesaat keluar sebelum aku menopangkan wajahku dengan lengan kananku dan bersandar di tepian jendela yang terbuka. Tatapanku menerawang jauh, menatap refleksi pelangi yang kini tampak melengkung diantara padatnya gedung bangunan yang memadati kota yang tampak kecil dari tempatku berada saat ini.

Perihal cerita eomma tentang pelangi, beliau pernah berkata bahwa pelangi merupakan pintu menuju surga. Ketika seseorang meninggal, ia akan menuju surga melalui pintu tersebut. Appaku telah meninggal ketika aku masih anak-anak. Dan setelah itu, eomma membawaku pergi keluar negeri.

Sesungguhnya aku ingin sekali eomma untuk menikah lagi. Namun ketika aku mangajukan hal tersebut, eomma menolaknya.

Namaku Kyujin dan golongan darahku O. Sejak usia tujuh tahun aku mulai mempelajari taekwondo bahkan hingga sekarang setelah aku menjadi mahasiswa di sebuah universitas.

Pernah suatu kali, saat aku tengah berlatih bersama para sunbae-ku di kampus. Karena terlalu bersemangat dan bersungguh-sungguh, aku membuat pelatihku terluka karena aku terlalu keras menendang balok kayu yang ia pegang hingga telak mengenai wajahnya dan membuat hidungnya berdarah.

Dan bodohnya aku bahkan baru menyadari kesalahanku tersebut ketika melihat teman-temanku yang lain berlari menghampiri pelatih yang saat itu hanya mendengus menatapku, menahan kemarahan dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

Aku beranjak dari posisiku. Membalikkan tubuhku dan menghela nafas panjang ketika aku melihat buku-buku yang berserakan dilantai. Dengan sigap akupun segera membereskan dan menata buku-buku milik eomma itu dan memasukkannya kembali kedalam lemari yang tingginya bahkan melebihi tinggi tubuhku.

Baru saja aku akan melangkah menjauh, namun niatku terhenti ketika aku kembali mengingat ada sesuatu yang menarik perhatianku.

Kubuka kembali lemari yang baru saja kututup beberapa saat lalu dengan menggunakan tangga kecil yang terbuat dari kayu sebagai pijakan. Dan perhatianku seketika tertuju pada sebuah benda. Tepatnya sebuah kotak kecil yang berada diantara tumpukan buku-buku usang milik eomma.

Sebuah kotak berwarna abu-abu yang warnanya kini telah memudar di makan usia. Kotak kecil itu berisi surat dan jurnal milik orang tuaku. Tiap kali eomma membaca surat-surat itu, ia selalu menangis. Eomma pernah memberitahuku bahwa surat tersebut berisi kenangan masa lalu miliknya. Kisah tentang cinta pertamanya.

“Uhuk uhuk”

Aku terbatuk ketika hidungku menghirup debu yang terbang ketika aku meniup permukaan kotak yang kini berada dalam pangkuanku. Setelah turun dari tangga dan memastikan pintu lemari tersebut telah tertutup, aku kemudian meletakan kotak kecil berbentuk persegi itu di meja yang terdapat di sisi jendela kamar yang terbuka.

Kubuka kotak tersebut lalu mengambil surat pertama dari puluhan surat yang ada di dalam kotak itu. Meskipun telah sekian lama, namun kondisi surat-surat itu masih tetap terjaga. Terlihat dari bekas lipatannya yang tetap utuh. Tak berubah sama sekali meskipun warnanya telah kusam.

Kring Kring

Aku mendongak ketika mendengar suar dering telepon. Dengan tergesa kuletakan kembali surat yang baru saja aku pegang dan beranjak untuk mengangkat telepon yang tergantung di dinding luar kamar.

“Yeoboseyo…”

“Kyujin-ah, ini aku Taemin.” Sapa suara dari seberang yang tidak lain adalah sahabatku, Lee Taemin.

“Wae Taemin-ah? Ada apa kau meneleponku sepagi ini?” Tanyaku penasaran. Tidak biasanya anak itu meneleponku sepagi ini kecuali untuk mengingatkanku tentang sesuatu yang berhubungan dengan tugas kuliah. Dan ini adalah hari libur. Tentu saja ini sangat aneh.

“Hey Kyu, kau mau menemaniku pergi ke Museum seni bersama Changmin hyung?” Tanyanya langsung tanpa tedeng aling.

Changmin hyung?

“Ya! Kau mau membuatku menjadi pengganggu diantara kalian?” sahutku kesal menanggapi ajakannya. Menyembunyikan keherananku ketika mendengar nama Changmin disebut olehnya.

“Aniyo! Changmin hyung sendiri yang memintaku untuk mengajakmu.”

“Jeongmal?” ucapku lirih. Tidak yakin dengan apa yang baru saja Taemin ucapkan padaku yang ditanggapi kesungguhan olehnya.

Aku tertegun. Benarkah Changmin hyung sendiri yang mengajakku untuk ikut pergi bersamanya? Aku sendiri tidak yakin.

Changmin. Aku mengetahui dan mengenal namja tinggi tersebut melalui Taemin. Di awali suatu hari saat Taemin yang memintaku untuk menuliskan e-mail untuk Changmin hyung. Dan aku menuruti permintaannya itu. Selama dua bulan, aku menuliskan e-mail untuknya atas nama Taemin.

Hari ini, aku melihatmu sedang membaca buku di bangku taman kampus. Dan kau tahu? Kau terlihat seperti sebuah lukisan yang terdapat di kartu pos bergambar.

“Ini terlalu kekanakan.” Tukas Taemin tiba-tiba menghampiriku yang saat itu tengah duduk di hadapan komputer, mengetik e-mail yang akan dikirimkan untuk Changmin hyung.

“Jeongmal? Apa perlu aku menulis ulang lagi?” Tanyaku meminta pendapatnya tanpa mengalihkan pandanganku dari layar komputer.

Kudengar Taemin terkekeh kecil dengan mulutnya yang tengah sibuk mengunyah snack-nya. “Ani. Aku menyukainya. Aku suka terdengar kekanakan…”

Dan suatu hari, kami berdua, menonton drama pertunjukan kampus yang dibintangi oleh Changmin sebagai pemeran utama. Aku yang duduk bersamanya di deretan pertama, dikejutkan oleh aksi Taemin yang tiba-tiba menaiki panggung teater pada saat drama tengah berlangsung. Ia memberikan karangan bunga pada Changmin yang tengah mengucapkan dialognya.

“Changmin hyung, aku mengirimkan surat padamu tanpa terlewat satu haripun.” Bisiknya yang terlalu keras tepat di telinga Changmin yang hanya mematung ditempatnya sebagai reaksinya karena terkejut. Bukan hanya Changmin saja yang tampak terkejut. Bahkan penonton dan pemain lain pun saling menatap satu sama lain dengan pandangan bertanya-tanya.

Setelah itu, Taemin pun kembali ke tempat duduknya dengan senyum lebar yang tersungging di wajah imutnya tanpa merasa canggung sedikitpun.

“…Jika…Jika kau ingin tetap menikah, kau akan menikah dengan orang idiot sepertiku.” Ucap Changmin tergagap mengucapkan dialognya dengan memberikan bunga yang ia terima dari Taemin kepada lawan mainnya.

Taemin memang sangat menyukai Changmin. Ah, bukan menyukai. Tapi mencintai Changmin. Itu yang ia katakan padaku. Changmin sendiri merupakan sunbae-ku di kampus yang aktif di kegiatan teater.

Berbagai cara dilakukan Taemin guna mendekatkan diri pada sunbae tampan itu. Bahkan hanya untuk sekedar selalu dekat dengan Changmin, Taemin sampai ikut mendaftar di klub teater tersebut. Tak jarang jika ia berlatih, akupun menyempatkan diri untuk ikut dengannya walau hanya sekedar menontonnya berlatih.

“Ya! Ya! Ya! Bukan seperti itu!” Teriak Changmin tiba-tiba ketika ia yang tengah memperhatikan teman-teman klubnya berlatih, mendengar salah satu pemain salah mengucapkan dialog. Klub teater memang tengah berlatih keras membuat pertunjukan untuk mengisi dies natalis kampus yang akan dilaksanakan beberapa minggu lagi.

Aku yang saat itu baru saja memasuki ruangan teater hanya mendudukkan diri di salah satu kursi dengan memangku tas biolaku, beberapa baris di belakang Changmin yang tengah berdiri tegap dari duduknya, meneriaki teman-temannya yang tengah berlatih di panggung.

“Sinar bulan yang temaram, tak terduga membentuk bayanganmu yang terlihat di jendelaku. Dan Jordan tersentuh ketika Emily kembali lagi padanya” Ucap Changmin keras memperbaiki dialog yang salah, ”Kau harus menjiwai perasaan mereka berdua yang merasa bahagia dan patah hati di waktu yang bersamaan. Lakukan itu dengan perasaan.”

Setelah mengucapkan kalimat dan anjuran tersebut, tubuh tinggi milik Changmin pun kembali duduk di kursinya. Meskipun aku tak melihat ekspresi wajahnya, namun aku yakin jika ia terlihat sangat kesal. Terdengar dari intonasi ucapannya yang nyaring dan penuh penekanan. Taemin yang baru menyadari keberadaanku pun melambaikan tanganya yang tengah memegang naskah dialog yang aku balas dengan hal serupa.

Kupandangi sosok tinggi namja yang duduk memunggungiku itu dalam-dalam. Entah mengapa,tiap kali aku melihat sosok tingginya, aku merasa nafasku tercekat hingga seolah tak mampu bernafas. Sayangnya selama ini ia tak pernah sekalipun menatapku. Terdengar sangat menyedihkan bukan?

Aku akan mengucapkan mantra untuknya, tekadku menatap tajam punggung lebarnya. ‘Lihat ke belakang! Lihat ke belakang! Lihat ke belakang!’ Seruku dalam hati sembari terus menatap kearahnya.

Gotcha! Ia membalikkan tubuhnya tiba-tiba. Dengan gugup aku pun mengalihkan tatapanku ke sembarang tempat, kecuali pada sosoknya yang menatapku sekilas sebelum ia membalikkan tubuhnya kembali ke posisi semula.

Dengan sembunyi-sembunyi, kutatap kembali sosoknya yang tengah menekuni naskah ditangannya. Kulihat ia menjentikkan jarinya seperti menemukan sebuah inspirasi baru, “Ah…Musik!” Gumamnya yang masih dapat ku dengar.

Aku melipatkan tanganku di sandaran kursi di depanku tanpa mengalihkan pandanganku darinya. Meletakan wajahku diatas lenganku sendiri sembari kembali mengamati sosok Changmin dari belakang yang menggumamkan dialog naskah.

“Aku ingat, ketika pertama kali aku melihatmu, kau telah mencuri hatiku. Tapi sekarang kau datang padaku, dan kau merasa kita ditakdirkan untuk bersama selamanya. Good! Hatiku milikmu selamanya.”

Kusandarkan tubuhku kembali ke kursiku. Masih dengan menatap sosok mengagumkan yang ada di hadapanku. Merasa mengasihani sendiri yang hanya mampu memperhatikan seseorang yang ia sukai tanpa diketahui oleh orang yang bersangkutan.

“Bukankah Changmin hyung sangat luar biasa? Aku sangat menyukai orang yang sangat bekerja keras sepertinya. Kau melihatnya tadi?” Tanya Taemin antusias yang kini duduk disisiku, “Ya! Ya! Ya! Bukan seperti itu!” Teriaknya mencoba menirukan ucapan dan gesture Changmin beberapa saat lalu dengan sempurna, “Sinar bulan yang temaram, tak terduga membentuk bayanganmu yang terlihat di jendelaku.”

Aku hanya tersenyum sendu melihat tingkahnya yang antusias tersebut. Taemin sangat polos. Dan yang aku kagumi dari dirinya adalah sikapnya yang berani menunjukkan rasa sukanya pada orang yang ia sukai meskipun kadang kala cenderung terlalu vulgar dan berlebihan. Tapi itulah nilai lebihnya yang tidak dapat aku lakukan.

Kami berdua terkejut ketika tiba-tiba Changmin yang baru saja selesai memberikan pengarahan pada klubnya, mendudukkan diri tepat disamping Taemin. Dan itu berarti ia hanya berjarak beberapa meter di sisiku. Tanpa bisa dicegah, aku memalingkan wajah gugupku darinya.

“Mambicarakanku?” tembak Changmin langsung pada Taemin yang sama gugupnya denganku.

“A..aniyo, hyung.” Sahut Taemin gugup. “Ah, hyung kenal Kyujin, kan?” Ia mengalihkan perhatian. Aku pun terkejut ketika tiba-tiba Taemin memegang tanganku dan menanyakan tentangku pada Changmin. “Dia yang bersamaku ketika pertama kali aku datang ke tempat ini.”

Meskipun aku tak mengalihkan wajahku, namun aku dapat melihat dari sudut mataku yang menangkap bayangan Changmin yang mencondongkan tubuhnya sedikit untuk melihat kearahku. Jantungku seketika berpacu dengan cepat dengan tingkahku yang semakin gelisah karena malu tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun.

“Ooh, yang waktu itu.” Ucapnya singkat dengan tetap menatapku.

Dengan ragu dan gugup, aku mengalihkan wajahku untuk menatapnya. Hanya sedikit, “N…ne..Anyeonghaseyo.” sapaku lirih dengan nada bergetar. Sementara Changmin sendiri tidak menjawab apapun. Ia hanya menatap ke arah panggung dengan wajah datarnya.

Banyak orang yang menyukainya. Bukan hanya Taemin. Bahkan pegawai yang bekerja di kedai kampus yang cukup akrab denganku pun sangat menyukainya.

Aku menghela nafasku setelah sambungan telepon dari Taemin terputus dengan jawabanku yang menerima ajakannya. Akupun kembali menuju kamar, berniat untuk melanjutkan kembali membaca surat milik eomma.

Namun baru sampai diambang pintu, mataku terbelalak kaget saat mendapati surat yang awalnya tertata rapi didalam kotak kini telah berserakan dilantai tertiup angin yang berasal dari jendela yang terbuka. Apalagi dengan merpati putih yang beberapa saat lalu hinggap di jendela kini telah masuk dan berada di dalam kamar.

Dengan kesal ku raih sebatang bilah yang kugunakan untuk mengusir merpati-merpati itu kemudian menutup jendela dengan kasar. Ku punguti satu persatu surat yang berserakan dan menatanya kembali kedalam kotak milik eomma.

Kuraih selembar surat yang berada di penutup kotak yang terbuka. Nama Cho Kyuhyun tertera di salah satu sisi amplop yang membungkus surat yang ada ditanganku. Dan ketika aku membalikkan ampolp tersebut ke sisi yang lain, aku mendapati nama Zhoumi disana.

Dengan rasa penasaran,aku pun menarik dan mengeluarkan surat itu dari amplop. Berisi dua lembar surat yang berisi tulisan tangan yang sangat rapi. Keningku berkerut bingung ketika ada nama lain tercantum dalam salah satu sudut kertas yang ku genggam. Jung Yunho?

Ku baca sekali lagi nama yang tertera di amplop. Bukankah surat ini dari Zhou Mi? Tapi mengapa ada nama lain yang tertulis di surat ini? Kubaca kalimat pertama yang tertulis dalam kertas tersebut.

“Ketika aku membuka jendela di pagi hari, romantic breeze yang bertiup pertanda datangnya musim gugur. Aku akan menggenggam angin tersebut kedalam surat ini dan mengirimkannya padamu.”

Aku terdiam sesaat. Membelai tengkukku dengan perasaan canggung.

“Romantic breeze? Bukankah ini terdengar sangat klise?” Ucapku seorang diri dengan heran. Senyum tidak dapat ku tahan ketika aku kembali meresapi kalimat tersebut. “Baiklah. Aku pikir ini terlihat sangat klasik.”

Kuletakkan surat tadi dan beralih meraih sebuah buku bersampul cokelat yang tertindih diantara tumpukan surat milik eomma. Kurasa ini adalah jurnal milik eomma. Kubuka beberapa lembar dari halaman buku itu. Dan mataku menangkap pada sebuah benda, lebih tepatnya sebuah foto yang terdapat diantara halaman jurnal eomma.

Ku perhatikan foto tersebut dengan seksama. Foto seorang lelaki yang tengah membaca buku dan duduk di sebuah jendela. Kemudian ku letakan foto tersebut di meja untuk kembali membuka halaman lain jurnal yang ada ditanganku…

Flashback – Past Days

Diantara gemerisik dedaunan di siang yang cerah itu, Jung Yunho duduk di jendela perpustakaan sambil membaca buku. Membaca dan menulis adalah dua hal yang disukainya. Dan mungkin kedua hal tersebut-lah yang membuatnya sedikit romantis di mata teman-temannya.

“Yunho-ya.”

Yunho menoleh. Dilihatnya Zhou Mi berdiri di sana, menyandarkan tangannya di salah satu rak buku terdekat. Lelaki jangkung itu tersenyum pada Yunho. Hal ini membuat Yunho sedikit bingung. Pasalnya, Zhou Mi tidak pernah bicara padanya sebelumnya, tapi hari ini ia datang dengan sikap bersahabat.

“Tuliskan sebuah surat untukku.” Kata Zhou Mi.

Zhou Mi mendengar bahwa Yunho pernah menuliskan sebuah surat untuk seorang teman, oleh karena itulah ia datang dan meminta bantuan. Yunho bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Zhou Mi. Menurut teman-teman mereka, Zhou Mi terus tumbuh selama musim dingin, itu sebabnya ia terlihat sedikit lebih tinggi daripada Yunho saat ini.

“Untuk siapa?” tanya Yunho.

“Untuk tunanganku.”

“Tunanganmu?” tanya Yunho lagi.

Zhou Mi berjalan ke cermin di sisi kiri Yunho. “Kami dijodohkan. Dia adalah anak dari teman ayahku.”

“Kau sungguh beruntung. Kau tidak perlu lagi bersusah payah mengajak lelaki manapun untuk berkencan denganmu.” Kata Yunho seraya tersenyum.

“Huhh.. Aku muak. Aku bukan tipe lelaki yang hanya mengencani satu lelaki saja. Jika lelaki ini mengirimiku surat, ayahku akan mengeceknya. Ia ingin tahu segalanya. Terkadang, ia bertingkah seperti agen FBI.” Jawab Zhou Mi.

Ia lalu merongoh saku kemejanya lalu mengeluarkan sebuah foto. Dengan bersemangat ia mendorong foto itu di meja, niatnya foto itu akan berhenti tepat di depan Yunho, tapi karena ia terlalu bersemangat mendorong, foto itu malah melewati Yunho dan jatuh di ke lantai.

“Aigooo..” Zhou Mi lalu buru-buru mengambil foto tersebut kemudian meletakkannya di depan Yunho.

Yunho mendekat dan memperhatikan wajah dalam foto itu baik-baik.

“Ia adalah anak seorang Congressman. Dan karena itulah mungkin dia sedikit sulit dijangkau.” Zhou Mi melanjutkan.

Namun Yunho tidak memperhatikan perkataan temannya itu sama sekali. Ditatapnya foto itu dalam-dalam. Lalu ingatannya terbang ke beberapa waktu silam, dimana ia dan kedua orang sahabatnya di desa, Donghae dan Heechul, tengah berusaha menangkap ikan di sungai.

“Cepat tangkap! Itu dia.. Itu dia!” seru Heechul.

“Kenaa..!!!” seru Donghae.

Begitu jala mereka di naikkan, ternyata bukan seekor ikan yang mereka dapatkan melainkan cuma seekor kumbang.

“Ah, kau membiarkannya lolos diantara kakimu! Inikah keahlian yang kau dapat di kotamu tercinta?” Omel Heechul pada Yunho.

“Suwon bukan kota, Seoul barulah kota yang sebenarnya.” Bantah Donghae.

“Tapi kami punya balai kota!” kata Yunho membela diri.

“Ya! Berhenti bicara. Ini!” kata Heechul seraya memberikan jaring pada Yunho. “Aku akan memancing mereka agar mendekat, kau yang menangkapnya! Perhatikan baik-baik.”

“Ayo!” kata Heechul kemudian pada Donghae. Keduanya lalu sedikit menjauhi Yunho dan memulai aksi mencari ikan lagi.

Selama beberapa waktu kedepan, mereka sibuk dengan kegiatannya hingga sebuah gerobak kecil melintas tak jauh di depan mereka. Gerobak yang ditarik oleh seekor sapi dan dipandu seorang gembala itu memuat beberapa karung dan.. seorang lelaki manis diatasnya.

Yunho tertegun menatap lelaki itu, membuat Donghae dan Heechul yang berdiri membelakangi gerobak itu terheran-heran.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Heechul.

Yunho menjawab dengan mengarahkan dagunya ke arah pemandangan yang dilihatnya saat ini. Donghae dan Heechul serentak menoleh ke belakang.

“Dia adalah cucu dari si tua Cho. Aku dengar ia dari Suwon.” Kata Heechul. Kemudian dahinya mengernyit. Ia lalu menoleh pada Yunho. “Tunggu, bukankah kau juga dari Suwon?”

Yunho mengangguk tanpa melepaskan pandangannya dari makhluk manis di atas gerobak itu.

“Kita tidak bisa bermimpi untuk mendapatkannya. Anak dari si tua Cho itu adalah seorang Congressman.” Kata Heechul lagi.

“Jadi.. Dia adalah anak lelaki si Congressman?” tanya Yunho.

Heechul memutar bola matanya dengan bosan, sementara Donghae menanggapi Yunho. “Tentu saja, mana mungkin ia anak perempuan Congressman? Bodoh!”

Lelaki manis diatas gerobak itu menatap ketiga lelaki di bawah sana sambil tersenyum. Yunho yang berdiri ditengah melambaikan tangannya. Lelaki itu balas melambai.

“Ya! Lihat! Dia balas melambai. Ayo kita melambai lagi.” pekik Yunho.

Ketiganya lalu melambai dengan riang. “Anneyong haseyo..!”

Yunho tersenyum. Ia sedikit merindukan kedua sahabatnya, Heechul dan Donghae karenanya. Kemudian ingatannya melayang ke peristiwa lainnya.

“Aku dapat!” teriak Yunho.

“Benarkah? Coba kulihat!” tanya Donghae lalu mendekati Yunho. Heechul juga berlari mendekati Yunho. Yunho dan Donghae lalu mengorek-ngorek kotoran sapi di depan mereka.

“Baunya menjijikkan.” Kata Donghae dengan jijik.

Yunho lalu mengambil sesuatu dari dalamnya. “Ya. Aku dapat lagi. Lihat, yang ini lebih besar. Aku yakin ini banyak terdapat di dalam kotoran sapi.”

Namun kali ini Heechul dan Donghae tidak menjawabnya. Keduanya sibuk memandangi sesuatu di belakang Yunho. Yunho akhirnya menyadari dan ikut berbalik. Disana, diatas bukit kecil di depan mereka, berdiri dua orang lelaki yang sedang memperhatikan mereka. Dan salah satunya adalah cucu dari si tua Cho.

“Itu kumbang kotoran sapi.” Kata lelaki yang satu.

“Kumbang kotoran? Aku sama sekali tidak pernah melihatnya.” tanya si lelaki manis.

Yunho kemudian bertanya. “Apa kau mau melihat ini?”

Kedua lelaki tadi saling berpandangan lalu tersenyum sumringah. Si manis lalu menuruni undakan ketika Yunho berlari ke arahnya.

“Ya! Itu kotoran sapi. Kotor!” teriak sahabatnya di belakang.

Tapi si manis tidak perduli, dengan antusias ia menyentuh kumbang yang disodorkan Yunho. Namun detik berikutnya ia menarik tangannya dan tersenyum malu. “Apa kau pernah melihat rumah hantu di seberang sungai?”

“Eh? Rumah hantu? Oh, iya..” kata Yunho dengan ragu.

“Bisakah kau mengantarku kesana?” tanya lelaki manis itu penuh harap.

Kembali Yunho menjawab dengan ragu. “Ya.”

“Apa kau bisa mendayung sampan?” tanya si manis lagi.

“Tentu saja.” Jawab Yunho singkat.

“Baiklah. Kalau begitu sampai ketemu di dekat penyebrangan besok pukul dua belas siang.”

Si manis lalu berlari meninggalkan Yunho, menggandeng sahabatnya lalu berjalan menjauh. Sesekali ia masih mencuri pandang pada Yunho sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari pandangan.

Sedangkan Yunho yang merasa Tuhan tengah memberikan anugerah untuknya tersenyum senang. Donghae dan Heechul lalu menghampiri Yunho.

“Apa yang kau katakan padanya?” tanya Donghae bersemangat. “Anak kota yang satu ini benar-benar berbeda.” Ia lalu mengusapkan kotoran sapi di tangannya ke kedua pipi Yunho.

Tapi Yunho sama sekali tidak marah. Ia malah memegang erat wajah Donghae dengan ceria lalu berkata. “Ya! Ajari aku cara mendayung.”

*

YunKyu - Journey

To be continued..

Advertisements

50 thoughts on “The Journey – Chapter 1

  1. wahhh ada ff baru nihh…
    kok kisah cintanya kyujin agak nyesek eon, kyujin suka sama changmin kan? tp taemin jg suka hhmmmm
    adegan yunkyunya kya yg di desa” gt lucu 🙂

    ditunggu next chap 🙂

  2. Masih bingung sm ceritanya tapi menarik waah kyu punya anak sama siapa ya?zhoumi or yunho….
    Ditunggu next chap… 😀

  3. Woah! Kyujin kisah cintanya gak mudah u.u
    Kalo Kyu, kira-kira dia sama siapa ya? Yunho? Atau Zhoumi?? Atau bahkan tidak keduanya? 😮
    Kyujin anaknya Kyu sama siapa? 🙂
    Penasaran kak! 😉
    Ditunggu chapter selanjutnya ^^

  4. Õo°˚˚ºooº°˚˚°ºÕ…akhirny klr jg ff yg diambil dr drama itu,,kolaborasi y??
    Hëέ hëέ hëέ hëέ … Msh blm k bayang sich crt ny gmn,,tp bikin penasaran Hëέ hëέ hëέ hëέ …
    Di tgg next chapny

  5. oh jd ini cerita kyuhyun sama kyujin sama ….
    ciyeeee kyu jd anak desa tp unn ngakak pas bayangin kyu naik grobak sapi haha
    penasaran kyujin itu anaknya yunkyu atau zhoukyu ….
    agak bingung mau bayangin kyujin itu spt apa kkkkkk
    lanjut unn 🙂

  6. whoah fanfic baru \y/
    kayanya kisah cinta duo kyu hampir sama ya?
    ini kyujin-nya wajahnya gimana?
    mirip kyu kan? ato sama persis? 😀
    penasaran next chaptnya 🙂
    update soon~
    hwaiting !

  7. aaaaa….. baca ini bikin aku berbunga-bunga. XD udah lama nggak baca yunkyu. Kanggeeeennn banget hehe… udpate asaaappp~

  8. ini kisahnya kyuhyun sama kyujin toh 😮 kyujin itu anaknya zhoukyu apa yunkyu yaa ??? lanjuuuuttt

  9. Waii, eonnie dah balik…! XD
    Udah lama gk baca ff eonnie, ehehe

    Wah, dua generasi ini… Pasti bkal nyesek critax…
    Kyu antara 2 cwok, kyujin antara shbat atau org yg dsuka…

    Ditunggu updatean ff2x ya eon 😀

  10. allaaa…yunho mah biar pipix dipoles ma kotoran sapi jg gantengx ga bakaln ilang…
    *plaakk…kaga nyambung…*
    changmin cuek amit ya…wah..gimana ni kl taemin tau kyujin jg suka changmin..bisa berantakan nich persahabatan mrk…
    Truz kyujin anakx sopo???cinta per1 kyu jgn2 yunho….*asbak aja….*

  11. aigoo entah kenapa karakter kyu disini manis sekali~ kkk…
    awalnya aku rada bingung eon sama alurnya. alurnya maju mundur yaa… dan terlebih aku belum nonton filmnya. boleh tau ga eon judul filmnya? kapan hari aku mau nonton ^^v
    ah aku ga mau nebak suami kyu itu siapa. kkkkk…

  12. ff baru nie,,kyu udh pux anak kira – kira,,,,
    anak kyu sma siapa? agak rumit sieh
    tp penasarn juga sma ceritanya
    lanjut ne unnie,,
    selalu menunggu updatenya 🙂

  13. sedikit bingung dengan Kyujin XD
    namun mengerti juga sih.
    Kisah Kyujin hampir sama dengan eomma nya.
    Kyuhyun dengan Yunho
    Kyujin dengan Changmin.
    di tengah-tengah mereka ada Zhou Mi dan Taemin.
    Penjabarannya detail banget.
    Jadi mudah untuk mengabayanginnya.
    Fighting eonni 😀

  14. YunKyu..nado saranghae..
    –Eh..trnyata Yunho tdk bs mnjlnkan perahu??!Dan br mau bljr skrng hnya krna Kyuhyun mmnta brtemu brsama.Hwuah…DAEBAK!!!
    Lanjut eonni…Saranghae !!!

    ~~Hanna Shin Jiseok

  15. wah. .
    yunkyu sma changkyu pnya kisah yg hampir mirip,,sama2 di mintain nulis surat. .

    ngmg2 ap kyuhyun ttep nikah sma zhou mi ??:(
    yunho’ny gmn ??

  16. Kyujin itu anaknya kyu ama siapa? Kisah cinta kyu sepertinya rumit,kyu tunangan zhoumi,sahabat yunho dan yunho sepertinya suka kyu pas pertma melihatnya sewaktu memancing dg heechul dan hae

  17. masih sedikit bingung ama alur ceritanya…

    jadi kyujin itu anaknya kyuhyun ato gimana… aaaakk penasaran ><

    *brb baca ulang*

  18. woah seru jd pengen nonton film.a nei. . . ^^
    itu si kyujin anak.a siapa ya, smoga za yunkyu ^^

    oh ya gomawo macchiato uda ksi pw.a. . . ^^
    keep writing . . .

  19. Ah jadi ini alur maju-mundur ya? Suka sukaa!! Banyak misterinya ya di chapt awal ini. Apa Kyujin anak YunKyu? Atau ZhouKyu? Dan apa cerita cinta Kyujin sama kaya eomma nya? 😮 Jadi Kyu sama Yunho itu jadi deket gegara kotoran sapi? kkkkkkkkk lol maksudnya kumbang. Hihihi. Terus muka kyujin gimana? imut imut kaya Kyu kah? Lanjuuuuut~ 😀

  20. Hahaha inget mantra kyujin inget mantra ku waktu jaman kuliah dulu, kalo naksir seseorang pandangin punggungnya trus biang berbalik, en ternyata berhasil #curcol

    Lha yunho g bisa dayung tp bilang bisa,, nah lhooo udah jatuh cinta pada pesona kyu yaa…
    Kisah kyu layaknya mirip ama kyujin yah..
    Siapa ya appanya kyujin,, apakah yunho??

  21. kyujin sama kyu kisah cinta nya sama kah? Menulis surat untuk seseorang, tpi orang itu malah suka sama sipenulis, kasian taemin….

  22. Ternyata komen kemaren2 itu ga masuk T-T
    Disini taemin ngeselin banget iiisshh pengen nabok XD

    Yunho baik bgt bantuin zhou bikin surat buat kyu padahal kyu itu pacarnya dia ckckck pengorbanan seorang teman /terhura/

    Hihihi

  23. Wowwwww!!!!
    Menarik, Kyujin yg menyingkap(?) cerita cinta nostalgia Kyuhyun
    Hmmmhh kynya cerita berulang, Zhou Mi minta Yun tulis surat buat Kyuhyun n di present days Kyujin diminta Taem tulis email ke Chwang
    Jd penasaran apa Kyujin itu babynya Yunkyu ato QMi yaa??

  24. Ah,, ini uda pernah d bc tp blum ninggalin komen.. Kyu tumben ga takut ma binatang,, biasanya jg ngejauh,, pokoknya crita ini tempoe doeloe banget,, hehe,, sayang haechul ga muncul lg,, jd penasaran akhrnya gmn? Ntar kirim e-mailnya,, skrg tdr dlu,, hehe,, thx

  25. wooaahh dah lama ga mampir ke blog ini trnyta bnyk ff baru
    ada ff yunkyu baru lgi nie 😀
    wlpun awal’a sempet bingung sma critanya hehe

  26. ini sperty crta d’drama..
    mzkty adda yg bedah..
    mian chingu hnya prsaan sja. 🙂
    smpet bngung tdi d’awal..
    next chingu..

  27. Belum kelar baca sequel B365D, nemu ff ini langsungg nyosor aku 😀
    Cm hr libur ini aku bisa estafet baca ff hohoho,,, aku penasaran sama ini, walau sedikit-sedikit, aku pasti akan baca kok, /btw, pertama kali aku mendengar daerah dgn nama Suwon di Korea, unik/

  28. Hee? Kayaknya Kyujin suka sama Changmin deh, tapi ada Taemin yang suka sama Changmin, -_-
    Tapi bapaknya KyuJin siapa? :’3
    Bakal banyak flashback nih kayaknya -_+

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s