Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 4

Title                 : Now and Then

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Sad, Mpreg

Pair                  : Yunho x Kyuhyun (YunKyu)

Other Cast       : Changmin, Donghae, Tesa, Kim Isak

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary          : Setelah melewati masa perkenalan selama setahun, Yunho dan Kyuhyun akhirnya menikah. Bagaimana perjalanan kehidupan rumah tangga mereka?

CHAPTER 4

Kyuhyun melakukan aksi diam kepada Yunho selama seminggu setelah kejadian bertemu Isak siang itu. Ia tidak mau mendiamkan Yunho seperti ini, tapi ia sendiri tidak senang dengan cara Yunho yang dianggapnya ‘menyembunyikan’ keberadaan Kyuhyun dari mantan kekasihnya. Siapa tahu Yunho masih mengharapkan Isak, iya kan?

“Tujuan kami hanya membahas masalah pekerjaan, Kyu. Jadi untuk apa aku membicarakan masalah pribadi dengannya? Lagipula, kami sudah tidak ada hubungan apa-apa, untuk apa saling mengetahui apa yang terjadi setelah kami berpisah?” kata Yunho siang itu ketika Kyuhyun akhirnya marah dan memutuskan pulang dengan menggunakan taksi.

Tapi apapun yang dikatakan Yunho hanya dibalas dengan aksi diam oleh Kyuhyun. Ia enggan berbicara yang nantinya hanya akan menyulut emosinya. Lagipula ia sedang hamil, perubahan emosi tidak baik bagi janinnya.

Walaupun Kyuhyun menjalankan aksi diam, ia tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Ia masih menyiapkan makanan, membantu menyiapkan pakaian yang akan dikenakan Yunho untuk bekerja, menyiapkan air panas untuk Yunho mandi dan sebagainya. Ini membuat Yunho menjadi gila karenanya.

“Ayolah Kyu.. Bicaralah padaku.. Sudah seminggu kau seperti ini, apa kau tidak kasihan padaku?” kata Yunho sebelum mereka tidur. Ia rasa hubungan seperti ini tidak sehat untuk keduanya. Namun seperti biasa, Kyuhyun susah sekali dibujuk kalau sudah seperti ini.

Yunho memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang. Lelaki itu selalu memunggunginya selama seminggu ini, membuat tidur Yunho juga tidak nyenyak karenanya.

“Maafkan aku kalau kau terluka karenanya. Tapi aku tidak bermaksud menyembunyikan pernikahan kita dari Isak. Mana mungkin aku tidak mengakui istri semanis dirimu? Berhentilah bersikap seperti ini, Kyu. Kau tahu bahwa aku hanya mencintaimu. Aku tahu kau marah, tapi setidaknya bicaralah padaku. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini.”

Yunho mempererat pelukannya. Kepalanya disusupkan di tengkuk istrinya itu. Menikmati wangi apel segar yang senantiasa berada disana. Tak lama kemudian dirasakannya nafas Kyuhyun berhembus dengan teratur.

Yunho hanya bisa menghela nafas lelah. ‘Dia tidur. Cepat sekali. Padahal aku sedang membujuknya.’ Pikir Yunho.

Yunho yang memang belum mengantuk sama sekali akhirnya menyalakan televisi dan menonton tayangan hiburan seraya menunggu kantuknya muncul. Selama sejam kedepan ia hanya berbaring di ranjangnya, memandang televisi tapi pikirannya tidak berada disana. Berbagai peristiwa masa lalu muncul di kepalanya tanpa bisa ia cegah, peristiwa dimana dia dan Kyuhyun baru saling mengenal. Bagaimana ia sangat terkejut dengan perjodohan mereka, bagaimana ia tidak menyukai Kyuhyun yang sangat manja dan kekanakan hingga bagaimana ia bisa jatuh cinta pada sosok yang kini menjadi pendamping hidupnya itu.

“Yunho hyung!!!!”

Yunho tersentak. Kyuhyun menatap langit-langit kamar dengan mata terbuka sepenuhnya. Mata yang biasanya memancarkan sinar hangat kekanakan itu kini memancarkan sinar ketakutan.

“Kyu? Ada apa? Gwenchana?”

Yunho segera merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya. Baru disadarinya kalau tubuh kecil itu berkeringat. Tubuh itu bergetar dalam pelukannya.

“Kyu? Kau baik-baik saja?” tanya Yunho lagi.

Kyuhyun menangis keras sebagai jawabannya. “Hyunggg.. Mengapa kau pergi dariku.. Mengapa kau meninggalkanku.. Kau bohong hyung.. Kau berbohong padaku.. Kau bilang akan selalu mencintaiku.. Nyatanya..”

“Ssstttt.. Kyu, kau hanya bermimpi.. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu disini bersamamu.. Berhentilah menangis..”

Kyuhyun masih terus menangis. Mimpinya tadi terlalu nyata, dimana Yunho melambaikan tangannya dan berbalik menjauh bersama Isak. Kyuhyun takut. Takut jika hal itu terjadi. Ia tidak bisa melihat Yunho bersama orang lain.

Cukup lama keduanya berpelukan seperti itu, hingga Kyuhyun tenang dan melepaskan pelukan Yunho.

“Kau baik-baik saja sekarang?” tanya Yunho.

Kyuhyun mengangguk. Menangis karena mimpi buruk baru kali ini dialaminya, wajar saja kalau ia merasa takut seperti tadi.

“Berhentilah memikirkan hal-hal yang tidak perlu, baby.. Aku tahu saat ini sangat berat untukmu. Dimana kau sedang hamil dan..”

“Aku benci melihatmu dengan wanita lain!” sahut Kyuhyun.

Yunho menghela nafas. “Berhentilah merasa cemburu. Sudah kukatakan berulang kali bahwa kami hanya berteman. Aku hanya mencintaimu. Lagipula kau punya Tesa dan Donghae di kantor, bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal-hal aneh tanpa mereka ketahui?”

Kyuhyun terdiam sebentar. Ia berpikir sebentar lalu berkata. “Baiklah. Aku percaya padamu, hyung. Jangan pernah khianati kepercayaanku.”

Yunho tertawa lega karenanya. “Pasti. Aku tidak akan pernah melakukannya. Nah, sekarang tidurlah. Aku akan menjagamu hingga kau terlelap.”

Kyuhyun kembali memeluk tubuh suaminya itu lalu mencoba menenangkan pikirannya dan memejamkan matanya. Namun hingga beberapa menit kedepan, ia tetap tidak bisa memejamkan matanya.

“Hyung.. aku tidak bisa tidur.” Rengek Kyuhyun.

Yunho yang ternyata sudah mulai mengantuk itu kembali membuka matanya. “Wae? Cobalah untuk menghitung domba.”

Ia lalu membawa Kyuhyun lebih erat dalam pelukannya seraya membelai punggung istri tersayangnya itu. Mencoba membantu Kyuhyun agar cepat terlelap. Namun Kyuhyun tak juga bisa tidur.

“Hyung.. Aku tetap tidak bisa tidur. Menghitung domba bisa membuatku mengantuk tapi melihat wajah domba-domba itu, aku jadi tidak bisa tidur. Mereka jelek sekali.” Rengek Kyuhyun lagi.

“Bayangkanlah sesuatu yang lebih menarik dan tempatkan ia di wajah domba-domba itu.” jawab Yunho yang setengah sadar.

“Bagiku.. Hanya kau yang paling menarik..” kata Kyuhyun dengan nada minta maaf.

Yunho hanya tersenyum mendengarnya. “Baiklah. Tempatkan saja wajahku di domba-domba itu. Lalu berusahalah untuk tidur baby, kau harus beristirahat.”

Tak lama kemudian, Yunho mulai terlelap. Namun Kyuhyun tak juga bisa tidur. Ia terus berusaha menempelkan wajah Yunho di domba-domba yang muncul di benaknya. Awalnya hal itu menyenangkan, tapi..

“Hyyuuunnggggg….!!!”

Yunho tersentak bangun dengan panik. “Wae baby? Ada apa?”

“Kenapa kau menyuruhku menghitung domba dengan wajahmu sebagai gantinya? Lihat! Sekarang domba-domba berkepala Yunho itu direbut oleh banyak wanita. Dengan centilnya mereka datang berbondong-bondong lalu mengambilmu satu persatu. Kata mereka domba ini tampan sekali, lalu.. lalu.. Huaaaaaaaaa..”

Kyuhyun mulai merengek-rengek layaknya anak kecil seraya menendang-nendangkan kakinya, membuat tempat tidur berantakan dan bantal guling jatuh ke lantai.

Yunho berusaha keras membuka matanya yang seolah ditindih batu seberat satu ton itu lebar-lebar. Dengan sabar diambilnya lagi bantal guling yang terkenal tendangan maut Kyuhyun tadi dan merapikan selimut yang berantakan.

Dengan penuh sayang dibaringkannya lagi Kyuhyun yang tengah cemberut. Seraya membelai rambut sewarna madu itu, Yunho mulai bicara.

“Baby.. berhentilah bersikap seperti ini. Semakin kau bersikap seperti ini, semakin muncul berbagai masalah yang membuatmu tidak nyaman. Brsikaplah sewajarnya. Ingat, aku adalah suamimu. Aku akan selalu mendampingimu dan..”

“Tapi wanita-wanita itu membawamu pergi hyung. Mereka senang sekali bisa mendapatkanmu. Kau hanya..”

“Milikmu! Dan akan selalu seperti itu. Sekarang hingga nanti. Jadi berhentilah merasa khawatir. Jangan pernah meragukan cintaku padamu. Mungkin sekarang kau merasa tidak nyaman, tapi jika kau membiasakan dirimu, segalanya akan baik-baik saja.”

Kyuhyun mengangguk. “Maafkan aku hyung. Aku berjanji akan berusaha memperbaiki sikapku. Kau mau memaafkanku kan?”

“Tentu saja baby. Tidurlah..”

“Tapi aku tidak bisa tidur, hyung.”

“Jadi apa yang ingin kau lakukan, Kyu?”

Kyuhyun terlihat berpikir sebentar. “Aku ingin bercerita sebentar. Maukah kau mendengarkanku, hyung? Kalau aku lelah, aku akan segera tidur. Tugasmu hanya satu hyung : mendengarkanku. Jangan tidur duluan, ne?”

Yunho mengangguk. Memang ia sudah sangat mengantuk, apalagi ia harus bangun pagi dan bekerja esok hari. Tapi ia tidak tega menolak Kyuhyun.

Kyuhyun lalu bercerita dengan riangnya hingga beberapa jam kedepan, tanpa menghiraukan Yunho yang berkali-kali menguap dan berusaha menahan matanya agar tidak tertutup.

*

            Tanpa disadari waktu berlalu dengan cepat. Perut Kyuhyun sudah membesar. Usia kandungannya kini hampir menginjak bulan ke-tujuh. Bukan hanya perutnya yang membesar, tapi juga omelan dan kecemburuannya.

Tak jarang ia mengomeli Tesa karena dianggap lalai menjaga suaminya, atau Donghae yang ogah-ogahan membuntuti Yunho kemanapun ia pergi. Yang paling parah menerima semua omelan Kyuhyun adalah Changmin. Lelaki itu selalu salah di mata Kyuhyun. Pasalnya sederhana, ia selalu merasa Changmin lah yang mendekatkan Isak dengan suaminya. Lihat saja sekarang Isak bahkan sudah pindah ke Busan dan hampir setiap hari mengunjungi kantor Yunho.

Hari ini dengan riang gembira Kyuhyun mengunjungi kantor Yunho. Sambil menenteng makanan yang dimasak oleh Ryeowook, ia berjalan sambil bernyanyi-nyanyi riang. Wajahnya yang imut semakin lucu dan terlihat kekanakan karena ekspresi yang terpampang saat ini.

“Tesa-ssi, sedang apa suamiku di dalam?” tanya Kyuhyun seraya mengelus perutnya yang kini membuncit.

Tesa menjawab dengan sopan. “Beliau ada di dalam. Sedang rapat bersama Changmin-ssi dan Isak-ssi.”

“Mwo???!!! Lagi? Bersama perempuan itu? Dimana Donghae hyung?” tanya Kyuhyun seraya memandang tajam sekretaris suaminya itu.

Tesa tersentak ketakutan karenanya. Dengan sedikit tergagap ia menjawab. “Eh.. D-Donghae-ssi ada.. di dalam bersama sajangnim.”

Kyuhyun sedikit lega karenanya. “Baiklah. Aku akan masuk.”

Namun ketika Kyuhyun akan melangkah mendekati pintu masuk, Tesa langsung berseru pelan menahannya.

“Ada apa lagi?” tanya Kyuhyun tak sabar.

“Itu.. Kata sajangnim, beliau tidak bisa diganggu. Maaf Kyuhyun-ssi, tapi..”

Kyuhyun menatap Tesa dengan pandangan menusuk. Dengan suara rendah yang dalam dan mengerikan, ia bertanya. “Kau.. berani.. mencegahku?”

Serasa kehabisan udara, dada sang sekretaris terasa sesak. Dengan ketakutan ia menggeleng. Setelah itu Kyuhyun malah tersenyum manis karenanya.

“Terima kasih, Tesa-ssi..”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kyuhyun memasuki ruang kerja Yunho dan serseru riang. “Aku dataaaannngggggg…!”

Semua yang hadir disana menoleh. Raut wajah mereka berlainan satu sama lain. Changmin terlihat enggan. Isak menatap Kyuhyun dengan senyum hormat. Donghae menatap Kyuhyun dengan ekspresi gembira, terlebih melihat apa yang dibawa Kyuhyun di tangan kanannya. Sedangkan Yunho menatap istrinya dengan hangat.

“Hyuunnggggg… Aku merindukanmu..” kata Kyuhyun manja seraya mendekati Yunho lalu menjatuhkan dirinya di pangkuan Yunho.

“Aku juga merindukanmu, baby. Apa kau sudah makan siang?” tanya Yunho seraya mendekap istrinya dengan sayang.

“Aku membawakan kalian makanan. Ryeowook hyung yang memasak lalu aku membawanya kemari. Kupikir, yang lain pasti ada disini jadi aku memintanya memasak lebih banyak. Ternyata dugaanku benar.”

“Ah kau baik sekali Kyuhyunnie. Aku sudah lapar sekali. Aku hampir putus asa karena mereka lama sekali membicarakan hal ini dan itu. Seolah-olah meeting ini baru akan selesai tahun depan.” Kata Donghae yang terdengar sedikit putus asa.

Yunho dan Changmin memandang Donghae dengan pandangan lebih-baik-kau-diam. Tapi Donghae tidak perduli. Pembelanya ada saat ini, jadi posisinya aman.

“Baiklah.. Aku membawa banyak makanan jadi akan cukup untuk semuanya. Nah Changmin-ssi, tolong panggilkan Tesa-ssi kemari. Dia harus ikut makan siang bersama kita.” Perintah Kyuhyun sambil mengeluarkan kotak-kotak makan siang dari dalam kantong plastiknya.

Changmin hendak protes tapi Yunho memberinya tatapan peringatan. Mau tidak mau ia berdiri juga dan memanggil Tesa untuk datang dan makan siang bersama mereka.

“Ah, Isak-ssi. Kau semakin cantik saja. Bagaimana kabarmu? Kapan kau pulang ke Amerika?” tanya Kyuhyun sopan.

Isak tersenyum simpul. “Aku masih belum tahu. Tapi, karena perusahaanku masih bekerjasama dengan perusahaan ayah Yunho..”

“Juga perusahaanku. Ingat, selain istri dari Yunho hyung, perusahaan ini adalah kolaborasi ayahku dengan mertuaku. Ingat itu.” kata Kyuhyun sedikit tersinggung.

Kembali Isak tersenyum simpul. “Ah, iya.. Maksudku seperti itu.”

Yunho tidak tahu harus berkata apa. Ia tahu sikap Kyuhyun agak kurang ajar. Tapi jika ia menegur Kyuhyun, lelaki itu akan marah lagi.

“Baiklah. Bagaimana kalau kita makan saja?” Yunho hanya bisa menengahi.

Kyuhyun menurut. Ia lalu turun dari pangkuan Yunho dan duduk di samping suaminya itu. Ia makan dalam diam. Bukan karena ia menikmati makanannya, tapi karena sibuk memperhatikan Isak yang makan dengan anggun. Wanita cantik itu bahkan makan dengan tenang.

Hal ini membuat Kyuhyun semakin membenci Isak. Wanita itu selama ini diam saja dengan perlakuan Kyuhyun yang terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya pada Isak. Padahal Kyuhyun sering menyindirnya hingga membuatnya tersinggung. Tapi seolah tidak peduli, ia hanya terus-terusan tersenyum. ‘Menyebalkan!’ Pikir Kyuhyun.

Kyuhyun lalu melihat Yunho dan Isak berbicara tentang masa-masa kuliah mereka dulu. Changmin langsung ikut bergabung bersama mereka. Kyuhyun langsung erpaling pada Donghae dan Tesa.

“Lihat? Mereka mulai membicarakan masa-masa tolol mereka di amerika dulu. Apa maksudnya itu? Mau membuatku sakit hati? Cemburu? Tersinggung?” Kyuhyun mem-pout-kan bibirnya dengan kesal karenanya.

“Mungkin mereka hanya bernostalgia, Kyuhyun-ssi. Bukankah hal tersebut wajar saja?” kata Tesa.

Kyuhyun mendelik. “Wajar? Wanita itu adalah mantan kekasih suamiku. Bagaimana mungkin ia menceritakan masa lalunya di kampus sementara dulu keduanya berpacaran semasa mereka masih berstatus mahasiswa? Kau ini mau membela mereka ya? Tidak sayang dengan lehermu sendiri?”

Tesa langsung meminta maaf berkali-kali. Susah sekali rasanya kalau harus dihadapkan dengan orang seperti Kyuhyun. Cemburu adalah sifat dasarnya. Ditambah lagi dengan hormonnya yang meningkat selama kehamilannya. Membuat kecemburuannya naik berkali-kali lipat.

“Tapi mereka selalu membicarakan banyak hal tentang masa kuliah mereka.” Kata Donghae.

Setelah itu terdengar Yunho, Changmin dan Isak tertawa bersama. Mereka tampak hidup di dunia mereka sendiri. Walaupun Yunho duduk persis d sebelah Kyuhyun, bahkan lengannya menenpel di lengan Kyuhyun, tapi Kyuhyun seperti merasa suaminya itu amat sangat jauh, seolah ketiganya punya dunia yang tak bisa ia masuki.

“Kau masih ingat? Dulu kau suka sekali terperangkap oleh jebakan Changmin. Kau selalu makan dengan lahap padahal Changmin membubuhkan saus cabai yang benar-benar pedas ke dalam makananmu.” Kata Isak masih sambil tertawa.

Nah kan? Bahkan ia tahu benar kalau Yunho tidak bisa memakan segala sesuatu yang pedas. Namun seolah tahu apa yang ada di pikiran Kyuhyun, teas kembali membujuk istri bosnya itu.

“Kami di kantor juga tahu sajangnim tidak memakan makanan pedas. Jangan pikirkan hal yang aneh-aneh Kyuhyun-ssi, ingat, anda tengah mengandung.”

Kyuhyun sebenarnya memikirkan hal yang sama, namun cemburu membuatnya sedikit kesal. Yunho tidak pernah tertawa mendengar leluconnya. Itu juga karena Kyuhyun juga tidak tahu bagaimana berkelakar. Yunho selalu memandangnya dengan lembut, itu jauh lebih berarti daripada tawanya. Namun ia juga ingin Yunho tertawa mendengar bayolannya.

“Malam ini aku akan membawa Kyuhyun ke dokter kandungan. Kami akan memeriksakan kondisi kandungannya sekaligus ingin mengetahui jenis kelamin anak kami.” Kata Yunho dengan bangga. Satu tangannya melingkar di pundak Kyuhyun sedangkan tangan lainnya yang sudah selesai dengan sumpitnya kini membelai perut buncit Kyuhyun dengan penuh kasih sayang.

Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum malu karenanya. Inilah yang membuatnya tidak bisa marah terlalu lama dengan Yunho. Walaupun baginya betapa menjengkelkan sikap suaminya itu jika sudah berhadapan dengan Isak,  namun ia masih tetap menomorsatukan Kyuhyun.

“Ah.. Akhirnya aku akan segera menjadi paman. Tiga bulan lagi.. Tidak lama lagi..” kata Donghae dengan ceria.

“Kasihan sekali nasib anak Kyuhyun nanti.” Celetuk Changmin.

“Ya! Apa maksudmu?” tanya Donghae dengan nada menantang.

“Tidak ada. Aku hanya berpikir bagaimana nasib anak Kyuhyun dan Yunho nantinya jika ia punya paman sepertimu. Kau kan sangat cerewet dan..”

“Ya! Kau pikir siapa kau? Kau tidak kalah buruknya. Suka mencampuri urusan orang lain seolah kau ini orang penting. Menggelikan sekali.” Balas Donghae.

“Bisakah kalian berhenti? Kalian ini seperti anak-anak saja. Tidak ada gunanya kalian bertengkar. Kalian berdua adalah paman dari anakku kelak. Anakku akan tumbuh menjadi anak cerdas yang pandai melindungi ayahnya dari rayuan wanita-wanita pengganggu.” Kata Kyuhyun menengahi seraya mengelus-elus perutnya.

‘Siapa yang seperti anak kecil? Bukankah ia baru saja menunjukkan betapa kekanakannya ia dengan menyindir Isak seperti itu?’ pikir Changmin.

“Baiklah. Sekarang ada baiknya kita kita melanjutkan rapat. Nah, Kyu, mungkin sebaiknya kau beristirahat. Kau bisa main game di meeting room. Kalau disini kau akan cepat bosan.” Kata Yunho menyarankan.

Tapi Kyuhyun langsung menggeleng tegas. “Aku ingin bersamamu hyunggg.. Bukankah aku kemari karena ingin bersamamu?”

“Tapi kami akan melanjutkan rapat kami yang sempat tertunda tadi, baby. Mengertilah. Tunggulah aku di meeting room. Setelah rapat selesai, aku akan menjemputmu disana lalu kita akan pulang bersama. Mungkin kita bisa singgah di kedai es krim dan membeli beberapa kotak untuk persediaanmu. Bagaimana?” Yunho masih berusaha membujuk Kyuhyun.

“Kupikir ada baiknya seperti itu, Kyu. Daripada kau bosan mendengar pembicaraan kami disini. Donghae bisa menemanimu di meeting room.” Kata Changmin menambahkan.

“Aku tidak diperbolehkan meninggalkan sisi Yunho sedetikpun selama masih dalam jam kerja.” kata Donghae cepat.

“Aku setuju.” Kata Isak. “Maaf Kyuhyun-ssi, tapi kurasa memang lebih menyenangkan kalau kau tidak mendengar pembicaraan bisnis yang cukup berat ini. Aku janji akan menyelesaikannya sesegera mungkin jadi kau dan Yunho bisa segera menikmati waktu bersama. Lagiula.. Kami harus menyelesaikan pembicaraan ini agar kami bisa bekerja secepatnya untuk rancangan..”

“Tapi aku ingin bersama Yunho hyung..” kata Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca, bersiap menangis jika permintaannya tidak dikabulkan.

“Baby.. Aku janji akan menyelesaikan rapat ini sesegera mungkin.” Yunho masih tetap berusaha membujuk Kyuhyun.

Satu tetes airmata jatuh di pipi gempal Kyuhyun. Wajahnya memerah. Bibirnya dikatupkan rapat-rapat sementara kedua tangannya saling meremas satu sama lain.

“Baiklah. Rapat ditangguhkan. Kita lanjutkan lagi besok. Kalian boleh keluar.” Kata Yunho secepat kilat.

Changmin hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Kyuhyun sementara Isak hanya bisa mengikuti instruksi Yunho dalam kekecewan. Sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan Yunho, ia masih sempat mendengar Yunho berbicara.

“Aku sudah benar-benar berdua denganmu sekarang, baby. Sekarang apa yang ingin kau lakukan? Katakan padaku. Kau mau minum milkshake cokelat? Atau cheese cake? Uljima.. Maafkan aku, ne?”

Dan entah mengapa tiba-tiba muncul sedikit kecemburuan menyusup di hati Isak saat itu. Dan karenanya, ia jadi tidak rela meninggalkan kantor Yunho.

*

            Lee Dong Wook melepaskan sarung tangannya lalu duduk di hadapan Yunho dan Kyuhyun. Wajahnya yang tampan tampak senang dengan apa yang akan dikatakannya.

“Kondisi tubuh Kyuhyun sangat sehat. Ia makan dengan baik, beristirahat dengan baik dan sepertinya hatinya senang. Jadi hal ini memberi pengaruh yang sangat baik kepada janinnya. Pada saat seseorang tengah mengandung, bukan hanya fisiknya yang harus diperhatikan tetapi juga batinnya. Ia harus senantiasa bahagia dan terlepas dari beban pikiran. Dan tampaknya saat ini Kyuhyun benar-benar memenuhi segalanya. Kau adalah suami yang baik, Yunho-ssi.”

Kyuhyun tampak berseri-seri mendengarnya. Tidak ada yang lebih menyenangkan untuk seorang yang tengah hamil seperti dirinya selain dokter mengatakan bahwa janinnya baik-baik saja dan ia memperoleh suami terbaik, kan?

“Terima kasih.. Sudah tugasku menjaga Kyuhyun sebaik mungkin. Lalu.. bagaimana dengan jenis kelamin anak kami?” tanya Yunho.

Lee Dong Wook tersenyum menggoda. “Rupanya kalian sudah tidak sabar. Anak kalian laki-laki. Selamat, dalam waktu kurang lebih tiga bulan, putra pertama kalian akan lahir.”

Yunho langsung memeluk Kyuhyun erat-erat. “Terima kasih baby.. Terima kasih.. AKu sudah tidak sabar menantikan hari kelahirannya.”

Kyuhyun membalas pelukan Yunho dengan tak kalah eratnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Kebahagiaan besar membuncah di dadanya.

Setelah puas membuat sang dokter iri melihat kemesraan mereka, keduanya pamit dan keluar dari ruangan Lee Dong Wook. Keduanya berjalan pelan menuju ke mobil mereka. Yunho mendekap pundak Kyuhyun sementara tangan Kyuhyun melingkar mesra di pinggang Yunho.

“Aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja kita dengar hari ini. Tunggu sampai orang tua kita mendengarnya. Mereka pasti akan sangat bahagia.” Kata Yunho. Ia tidak bisa menekan nada bahagia dalam suaranya.

“Aku yakin begitu, hyung. Bagaimana kalau kita merayakannya dengan sebuah pesta keluarga kecil?” usul Kyuhyun.

Yunho menggangguk mantap. “Usul yang sangat bagus. Setelah aku pulang dari Amerika, kita akan merayakannya.”

Kyuhyun langsung terdiam.

“Baby? Ada apa?” tanya Yunho yang cukup terkejut dengan perubahan sikap istrinya.

“Kau akan pergi ke Amerika, hyung?”

“Bukankah kau sudah tau sejak beberapa bulan lalu?”

Kyuhyun mengangguk. Ia tahu Yunho akan pergi ke Amerika sehubungan dengan reuni mahasiswa di kampusnya dulu. Ia akan berangkat bersama Changmin. Namun, ia pikir Yunho akan membatalkan kepergiannya melihat kondisi Kyuhyun.

“Apakah kau akan tetap pergi hyung? Dengan kondisi kehamilanku yang..”

Yunho langsung mengerti maksud Kyuhyun. “Baby, aku hanya pergi selama lima hari. Reuni akan diadakan selama dua hari dan sisanya aku berencana mengunjungi beberapa teman yang berbeda kampus di sana. Jangan khawatir, aku berjanji kalau semua bisa kulakukan dengan cepat, aku akan kembali lebih cepat.”

Kyuhyun mengerti. Yunho kesana setelah menerima undangan beberapa bulan lalu. Ia bahkan sangat bersemangat ketika tahu ia bisa bertemu lagi dengan kawan-kawannya dulu. Mana mungkin Kyuhyun tega merusak kesenangan suaminya itu?

Tapi.. Di sisi lain, alasan Kyuhyun sedikit keberatan dengan kepergian Yunho adalah.. Isak. Bagaimana mungkin ia membiarkan suaminya pergi ke luar negeri, melintasi benua, membuat mereka terpisah oleh jarak dan waktu? Di samping itu, dengan adanya Isak saat ini, sudah pasti Yunho, Changmin dan Isak akan berangkat bersama dari Korea dan akan selalu bersama selama disana. Bukan tidak mungkin kan kalau Yunho dan Isak bisa kembali mengenang masa-masa indah mereka dulu dengan kembali ke tempat dimana mereka memulai segalanya dari awal?

Dengan kenyataan-kenyataan pahit yang kini memenuhi kepala Kyuhyun kini, membuat dirinya semakin tidak rela membiarkan Yunho pergi ke Amerika.

‘Apa yang harus kulakukan?’

*

kyu n isak

To Be Continued..

130 thoughts on “Now and Then (Sequel of B365D) – Chapter 4

  1. yah mulai nei si isak. . . yunho oppa jgn kau tergoda dg isak ya, kasian babykyu dy lagi hamil tu. . .
    kyu cemburuan bgt ya. . . tp bikin gemes. . .
    dtggu next chapternya eonni, keep writing. . . ^^

  2. Kyu ngambek dech sama Yunho karena soal Isak mantan kekasih Yunho. Yunho didiamin Kyu..
    Wah… dah 7 bulan kehamilan Kyu… Kyu datang ke kantor Yunho n langsung duduk di pangkuan Yunho…wkwkwkwkwk…padahal Yunho sedang meeting dgn Hae, Changmin n Isak.
    Isak cemburu melihat Yunho yang sangat mencintai Kyu?? Omona.. semoga Isak ga ganggu Yunho dr Kyu.
    Yunho mau ke Amerika?? Semoga aza Isak ga ganggu Yunho dan Yunho bisa meyakinkan Kyu jika hanya kyu yang Yunho cintai….

  3. aduuuhhh…kenapa jd suka ama sifat kyu disini ya…
    bkin senyum2 n ketawa ketiwi di saat hawa penduduk kntor lg gk sanggup tersenyum krn puasa…wkwkwkwk
    yunkyu momentnya…bikin ngiri…mauuu…punya hubby kyk yunho😀
    trus ini lanjutannya habis lebaran ya neng….???kelamaannn sih…tp yaaahhh hrs bersabar lh ya nunggu nya🙂

  4. Kyu…. Cemburux nakutin n manjax gk ketulungan….
    Isak msh ada sesuatu sm yunpa…hati2 kyu…
    Hae gk dksh pasanga??? Isak sm dong wook Aja…..
    Lnjut stlah lbaran???? Hikz…lama bgt:-(

  5. Hweee…aq ktnggalan bnyak ff dan next chap untk ff eonni.Krna bnyk yg eonni proteck.Mian…#bow
    Aq sk bnget dngan smua ff eonni.Kereen..seru bnget.Tdk membosankan dan sllu bkin pnsaran.Jeongmal gumawo eonni ~~~ ^_^ Mohon ma’af lahir batin ®®

    ~~Hanna Shin Jiseok

  6. maaf baru berkunjung. Maklum anak kls 3 yg mau lulusan. Dan hp rusak beberapa bln ini…
    Rasanya yunho tega amat ninggalin kyu yg lagi hamil. Bareng isak pula. Kyu sabar ne……..

  7. kyu cemburuuuu bgt kayanya…

    yunho oppa jgn bikin kyu cmburu gtu.. kasian kan lagi hamil..
    isak newton tuu bikin runyam..

    kayanya bakal bikin kyu tmbh jeleees.. ommo..

  8. Kecemburuan ibu hamil,
    Ckckck tp lucu kalo liat kyu lg cemburu gitu hahaha gemes >.<

    Yunppa harus ekstra sabar deh ngadepin kyumom😄 hihihihi

  9. aku suka sifat kyu disini bikin gemes walaupun sedikit kurang ajak. wkwkwkwk

    yunho mau ke amerika? semoga tidak tergoda dengan isak

  10. kyu cemburu ny makain jadi stlh hamil….untung ajja yunho sabar tingkat dewa

    eeh yunho, c\hangmin, isak k amerika??apa yg akan terjadi dgn kyu….

  11. ah tenang aja, masih imutan Kyu kok😀
    Gila ya, si Kyu saking dimanjanya, Yun aja sampai nunda rapat, beuh,

  12. Kyuhyun kl udh ngambek ssh bnget y dbujuknya hahahaha dan salut bnget sm Yunho yang sbr bnget ngadpin tingkah Kyu…
    Bnr2 suami idaman dech..🙂

    Isak spertinya orang yg baik. Tp, jd rg juga ngliat dy mulai cmburu gt. mg dy nggk macem2 dch….

  13. Untung marahnya kyu gag ngomel2 dan menghancurkan barang2,, huft
    Cuma di diemin seminggu doang,, hahaha
    Hayooo,, yun mau pergibke amerika,, Lima hari lagi,,! Kira2 apa yang akan dilakukan kyu ya,,!! Semoga gag aneh2 deh,, kasian juga yunho,, kkk

  14. Hae cuma muncul sedikit tp sangat berasa.soalnya tiap hae muncul yg ada pasti keributan
    wkwkwkkk:D

    lagi hamil nya malah cemburuan,pasti hati nya kyu capek banget deh!!!!

  15. yunppa ko kmu nyuru kyu itung domba ci..aneh bin ajaib ni..;P
    Isak ko cemburu ci, da tw yunppa da puny kyumom, ky gk ad cwo laen aj, msi bnyk ikan d laut bu isak..cpe de pemikiran na sempit ni..;p
    Yunppa ajak kyumom dong k amrik

  16. Hmmmm jadi takut nih kalau isak ngapa-ngapain yunppa takutnya saat di amerika dia malah buat rencana Lagi ayo kiyu tahan suamimu agar tidak jadi pergi ke amerika

  17. apa nanti si isak bakal memanfaatkan situasi?

    yahhh kyunnie galau deh kalo yunho pergi ke america😦

    izin baca chap selanjutnya ^^

  18. lucuuui…. lucuuuu….. lucuuuu bngt…
    sweet bnht , tingkah kyuhyun lucu bangt + memggemaskannnnnnnn aahhh i’m really happy this chap
    kyuhyun dengan semua tingkahnya
    apalagi ama yunho , sabar bngt menghadapi istri manis nya yang kini temgah hamiill
    aiigooo chukaeyo baby kyunie
    rasanya gak mau berakhir baca ff ini , radanya pengen terus baca… terus baca..
    but i’m sad again … chap 3 ti pw
    hueeeee eommaaaaa.
    penasaran bngt dahhh ahh
    oke sekrang tinggal chap 5
    dan semoga gak pw lagi

  19. lucuuui…. lucuuuu….. lucuuuu bngt…
    sweet banget , tingkah kyuhyun lucu bangt + memggemaskannnnnnnn aahhh i’m really happy this chap
    kyuhyun dengan semua tingkahnya
    apalagi ama yunho , sabar bngt menghadapi istri manis nya yang kini temgah hamiill
    aiigooo chukaeyo baby kyunie
    rasanya gak mau berakhir baca ff ini , radanya pengen terus baca… terus baca..
    but i’m sad again … chap 3 ti pw
    hueeeee eommaaaaa.
    penasaran bngt dahhh ahh
    oke sekrang tinggal chap 5
    dan semoga gak pw lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s