Obession – Chapter 1

Title                 : Obsession

Rate                 : T

Genre              : Romance, Sad, Fluff

Pair                  : YunKyu, ChangKyu

Cast                 : Minho ‘Shinee’, Changmin ‘TVXQ’, Doo Joon ‘Beast’, Donghae ‘SJ’, Jonghyun ‘CN Blue’, TOP ‘Big Bang’, Taecyeon ‘2PM’.

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read.

Summary          : Sebuah cerita mengenai kehidupan cinta seorang Cho Kyuhyun, dimana banyak lelaki yang datang dan pergi namun ia tetap tidak bisa melupakan cinta pertamanya yang sepertinya tidak pernah memiliki rasa yang sama untuknya. Mampukah Kyuhyun melupakannya? Akankah mereka bertemu lagi? Akankah akhirnya mereka bersatu?

*Cerita multi chapter ini berisikan satu cerita dengan seme yang berbeda-beda di setiap chapternya namun masih saling berhubungan. Jadi, tolong dimengerti jika dalam satu chapter alurnya terasa agak cepat.

CHAPTER 1

The Tall Guy

                Sorak-sorak keras diiringi tepuk tangan membahana memenuhi udara di sekitar lapangan basket. Kyuhyun dan Minho mempercepat langkah-langkah mereka menuju ke arah kerumunan. Keduanya sampai nekat melompati tembok batu yang membatasi deretan kelas di sisi timur sekolah demi mencapai lapangan basket secepatnya.

Tak perduli dengan aturan sekolah yang melarang siswa-siswanya bertindak ‘sok jagoan’ seperti aksi mereka barusan. Tak perduli juga dengan status mereka yang masih bisa dibilang ‘anak baru’ mengingat keduanya baru sebulan resmi menyandang status siswa Senior High School.

“Ya! Kalian! Beraninya kalian melompati pagar! Kalian anak kelas satu kan? Ya! Kemari kalian..! Ya..!”

Minho dan Kyuhyun tertawa geli seraya berlari kencang tanpa menghiraukan suara senior mereka yang baru saja mempergoki mereka melakukan ‘kejahatan’. Siapapun tahu Kangin adalah salah satu siswa bermasalah di sekolah. Ia bukan anak bodoh atau miskin. Tapi ia suka bertindak semaunya dan meminta ‘uang kemanan’ pada setiap siswa baru. Terlihat keren dengan cara seperti itu mungkin lebih mudah baginya.

Setelah tiga menit berlari dan melarikan diri dari Kangin, keduanya tiba di lapangan basket. Hampir semua tribun sudah diisi oleh para penonton. Tribun di sebelah kanan diisi oleh anak-anak dari sekolah mereka, sedangkan tribun sebelah kiri diisi oleh anak-anak dari sekolah lain yang saat ini tim basketnya sedang berhadapan dengan tim basket sekolah Kyuhyun dalam rangka pertandingan persahabatan.

Pertandingan sudah berlangsung kira-kira lima belas menit yang lalu, jadi keduanya belum bisa dinyatakan terlambat sama sekali. Minho sangat bersemangat ingin masuk dalam tim basket sekolah yang akan memulai audisi penerimaan anggota baru dua minggu mendatang, maka ia ingin menonton para sunbaenya bertanding agar ia bisa mencontoh gerakan-gerakan terbaik yang nantinya bisa membantunya dalam audisi.

“Kyuhyun-ah, masih ada tempat disana.” Tunjuk Minho seraya menarik tangan Kyuhyun menuju tribun kanan yang masih menyisakan sedikit tempat untuk dua orang di baris kedua dari depan. Kyuhyun hanya menurut saja. Ia bukan penggemar basket, namun ia tidak mau mengecewakan sahabatnya itu.

Selama pertandingan berlangsung, Kyuhyun hanya memperhatikan wajah para pemain basketnya. Ekspresi wajah mereka ketika berhasil memasukkan bola ke ring ataupun kebobolan membuatnya tertawa geli. Ia tidak tahu tata cara bermain basket yang benar tapi ia cukup tahu tembakan seperti apa yang membuat pemain memperoleh skor.

Namun entah sudah berapa lama, Kyuhyun baru menyadari bahwa salah satu pemain inti dari tim basket sekolahnya selalu melihat ke arahnya. Setiap lelaki itu ke tempat Kyuhyun berada, Kyuhyun selalu menoleh ke kiri dan kanan bahkan ke belakang, untuk memastikan lelaki itu melihat ke arah siapa.

Awalnya Kyuhyun berpikir lelaki itu mungkin secara tidak sengaja melihat ke arahnya, tapi semakin lama, mata lelaki itu semakin sering melihatnya. Kyuhyun tidak bisa memastikan siapa yang dilihat lelaki itu, mengingat terlalu banyak orang saat ini yang berada di sekelilingnya. Bisa jadi lelaki itu melihat salah satu siswi cantik yang duduk disana, karena Kyuhyun selalu berpikir bahwa kelainan seksual yang dimilikinya yang berorientasi pada kesukaan terhadap sesama jenis membuatnya tidak pernah berharap lebih.

“Kyuhyun-ah.. Sepertinya sunbae itu sering sekali menatapmu. Apa kau mengenalnya?” tanya Minho seraya menyikut lengan Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit terkejut karenanya. Ia tidak menyangka Minho yang sangat fokus memperhatikan jalannya pertandingan bisa melihat hal-hal seperti ini.

“Mungkin saja bukan aku yang dilihatnya.” Balas Kyuhyun.

“Tidak mungkin! Dia adalah sunbae favoritku. Daritadi aku selalu memperhatikannya. Tapi ia selalu melihat ke arahmu. Benarkah kau tidak mengenalnya?” tanya Minho lagi.

Kyuhyun menggeleng tegas. “Tidak. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku hanya pernah melihatnya beberapa kali di kantin, tapi aku yakin ia tidak melihatku. Mungkin ia melihat seseorang di sekitar kita atau mungkin dia perlu menanyakan sesuatu padaku. Entahlah.”

“Padahal aku berharap kau mengenalnya. Agar kau bisa ikut mengenalkannya padaku hingga dia bisa mengajariku teknik bermain basket yang benar. Ini bisa membuatku lolos ke dalam tim basket dengan mudah bukan?”

Prriiiiittttt…

Bunyi peluit panjang yang ditiupkan oleh wasit, menandakan bahwa pertandingan telah selesai. Kyuhyun dan Minho saling berpandangan tak mengerti.

“Siapa yang menang?” tanya Minho.

“Tidak tahu. Yang kuingat terakhir skornya sama.” Jawab Kyuhyun.

“Hahhh? Aku tidak melihat siapa pemenangnya hanya karena membahas sunbae itu denganmu? Oh.. Tidak!” kata Minho seraya menepuk keningnya.

“Aku rasa sekolah kita yang menang.”

Minho menoleh dengan cepat. “Benarkah?”

“Lihat, anak-anak sekolah kita yang bersorak-sorak kan? Kau juga bisa lihat ekspresi anak-anak sekolah lawan kita, raut wajah mereka terlihat sedikit sedih.”

“Benar juga.” Minho lalu berlari meninggalkan Kyuhyun dan mengecek skornya di papan skor.

Sepeninggal Minho, Kyuhyun hanya berdiri saja di tribun yang tadi di dudukinya. Ia menoleh kesana kemari, melihat reaksi para gadis yang menjerti-jerit riang karena sekolahnya baru saja memenangkan pertandingan.

“Apa kau mencariku?”

Sebuah suara memecahkan perhatian Kyuhyun. Ia lalu menoleh ke sumber suara dan mendapati sunbaenya yang tadi terus memperhatikannya saat bertanding tadi telah berdiri di depannya. satu tangannya memegang handuk kecil sedangkan tangan lainnya yang bebas dimasukkan ke saku celana olah raganya.

“Apa anda berbicara denganku?” tanya Kyuhyun tak yakin.

Lelaki jangkung itu tersenyum. “Tentu saja. Kepada siapa lagi?”

“Tapi.. Untuk apa aku mencari anda?”

Lelaki itu tertawa. “Bukankah sudah jelas? Selama aku bertanding tadi bukankah kau terus-menerus menatapku?”

??? Tanda tanya besar muncul di benak Kyuhyun. Sejak kapan ia memperhatikan lelaki itu? Bukankah..

“Maaf, bukankah anda sendiri yang sedaritadi memperhatikanku? Aku sama sekali tidak memperhatikan anda.” Jawab Kyuhyun sedikit tidak terima. Bukankah sudah jelas lelaki itu yang terus-menerus menatapnya dan membuatnya jadi sedikit salah tingkah?

“Kau baru saja mengakui tuduhanku.” Balas lelaki itu pendek.

“Mwo? Apa maksud anda? Bagaimana mungkin aku..”

“Aku akui aku memang memperhatikanmu. Tapi kau sendiri melihatnya dengan jelas dan balas memperhatikanku kan? Kalau tidak, mana mungkin kau tahu kalau aku memperhatikanmu jika kau tidak melihatku terus-terusan juga?”

Sial! Rutuk Kyuhyun dalam hati. Bagaimana caranya membalas lelaki ini? Ia malu sekali mendapati ia mempermalukan dirinya sendiri di depan sunbaenya.

“Kyuhyun-ah.. Oh.. Anneyong haseyo sunbae-nim.” Minho sudah ada diantara mereka. Begitu melihat sunbae favoritnya itu, ia segera membungkuk hormat dan mengucapkan salam.

“Anneyong. Kau Choi Minho kan?”

“Ne.. Bagaimana sunbae tahu?”

Lelaki itu kembali tertawa. “Tentu saja aku tahu. Aku yang menyeleksi berkas-berkas seleksi penerimaan anggota baru.”

“Oh begitu. Mohon bantuan dan bimbingannya sunbae-nim. Aku ingin sekali masuk tim basket sekolah.”

“Tidak masalah. Kalau kau mau, aku bisa mengajarimu latihan intensif setiap hari selasa, kamis dan sabtu jam empat sore.”

“Mwo? Benarkah sunbae mau membantuku? Tentu saja aku mau. Terima kasih sunbae-nim.” Jawab Minho dengan senang.

“Tapi.. bawalah temanmu yang pemalu ini bersamamu, ne? Bukankah kalau lebih ramai akan terasa lebih menyenangkan?” kata lelaki itu seraya melirik Kyuhyun.

Minho langsung tahu maksud di balik tawaran sunbae-nya tadi. Tapi tak apalah, iya bisa mendapatkan latihan intensif basket tiga kali seminggu secara gratis dari bintang basket sekolah. Ia hanya perlu membujuk Kyuhyun agar mau ikut menontonnya berlatih.

“Kyuhyun-ah.. Kau mau kan menemaniku berlatih?” tanya Minho pada Kyuhyun. wajahnya dibuat sememelas mungkin agar Kyuhyun mau menyetujui permintaanya.

Kyuhyun menggigit bibirnya. Sebenarnya ia tidak mau. Karena selain ia tidak tahu banyak soal basket, ia juga masih merasa malu dengan sunbae yang berdiri di samping Minho itu. Namun mengingat cita-cita Minho sejak awal, ia jadi tidak tega.

“Baiklah. Aku akan menemanimu setiap latihan.”

“Bagus sekali. Kalau begitu, sampai ketemu hari sabtu. Aku pergi dulu. Nah, sampai ketemu Minho.. Kyuhyun..”

Lelaki itu lalu berbalik pergi. Namun baru dua langkah, ia berbalik kembali. “Oh ya, namaku Changmin, Shim Changmin. Kalian tidak perlu memanggilku dengan sebutan sunbae atau.. anda. Cukup panggil aku hyung saja.”

*

            Sabtu yang dinantikan akhirnya tiba juga. Changmin sudah menunggu di lapangan basket ketika Minho dan Kyuhyun muncul.

“Tidak seharusnya kau terlambat.” Kata Changmin membuka percakapan, sebelum Minho sempat menyapanya terlebih dahulu.

“Tapi.. aku tidak terlambat. Bukankah sekarang tepat pukul empat sore?” tanya Minho hati-hati.

Changmin tersenyum. “Benar. Tapi ketika kau akan menjadi anggota baru di organisasi manapun, para senior tidak mencari seseorang yang tepat waktu melainkan yang bisa melakukan segala sesuatunya lebih cepat dari yang ditetapkan.”

Minho mengangguk paham. “Maafkan aku hyung. Berikutnya aku tidak akan terlambat lagi.”

Changmin mengangguk seraya tersenyum sekali lagi. Kemudian ia melirik makhluk lain yang sedaritadi hanya diam mendengarkan percakapan antara Changmin dan Minho.

“Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun segera tersadar dari lamunannya. “Oh.. Anneyong hyung. Maaf tadi aku sedikit melamun.”

“Tidak apa-apa. Bukankah kau hanya menemani Minho disini? Jadi kau tidak usah merasa wajib untuk berlaku seperti Minho. Nah, kau boleh duduk disana.” Kata Changmin seraya menunjuk tribun di sisi kanan lapangan.

Kyuhyun menurut. Ia segera berlari ke tribun lalu menjatuhkan pantantnya di sana. Ia segera membuka memasang earphone di telinganya dan mulai memutar musik dari iPod-nya. Alunan musik yang disukainya segera mengalun. Sengaja ia memilih lagu up beat agar ia bisa menikmati pemandangan Minho dan Changmin bermain basket dengan lincah.

Sejam kemudian rasa bosan mulai menghampirinya. Ia sudah berusaha menghibur diri dengan ber-internet ria namun hal itu tidak membantu. Dan saat itulah Kyuhyun melihatnya. Seorang lelaki yang mengenakan kemeja flannel berjalan pelan memasuki lapangan basket. Lelaki bertubuh tegap itu tersenyum lebar dan satu tangannya melambai pada Changmin.

Saat melihat lelaki itu untuk pertama kalinya, Kyuhyun tidak bisa bernafas. Ia bahkan tidak bisa berpikir. Ia hanya terpaku di tempatnya, mengagumi ketampanan lelaki yang kini berdiri bersama Changmin dan Minho.

Kyuhyun masih senantiasa menatap lelaki itu tanpa kedip ketika tiba-tiba lelaki itu menoleh padanya dan menatapnya langsung ke mata Kyuhyun. Lelaki itu bahkan tersenyum ramah. Membuat tubuh Kyuhyun mati rasa. Dan yang membuatnya lebih takut sekarang adalah kenyataan bahwa lelaki itu masih menatapnya lurus dan berjalan mendekatinya.

‘Oh tidak! Tuhan, tolong aku. Kenapa kakiku tidak bisa bergerak? Kenapa aku tidak bisa berkedip menatapnya?’ batin Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Kau baik-baik saja?” tanya Minho.

Ternyata persepsi Kyuhyun salah. Bukan hanya lelaki tampan itu yang datang mendekatinya, tapi juga Minho dan Changmin hyung. Lalu dirasakannya sebuah sentuhan hangat di pipi dan keningnya. Barulah Kyuhyun bisa terlepas dari masa paralyze-nya dan menyadari bahwa Changmin-lah yang menyentuhnya tadi.

“Badanmu cukup hangat. Apa kau merasa kurang sehat sekarang?” tanya Changmin.

Kyuhyun menjawab dengan sedikit tergagap. “Aku.. Aku tidak apa-apa. Hanya saja..”

“Lalu mengapa wajahmu memerah seperti itu?” suara berat itu bertanya padanya. Ingin sekali Kyuhyun menenggelamkan dirinya saat ini juga ke dasar laut daripada mereka tahu mengapa dirinya jadi seperti ini.

“Aku.. Baik-baik saja.”

“Baiklah. Aku rasa Kyuhyun mungkin sedikit demam. Kita sudahi saja dulu latihan hari ini. Ayo, aku akan mengantar kalian pulang.” Kata Changmin menengahi.

“Nah, bagaimana kalau aku mentraktir kalian makan? Setelah itu barulah kalian pulang. Bukankah besok hari minggu? Untuk apa kita cepat-cepat pulang?” lelaki itu menyanggah Changmin dengan cepat.

Hati Kyuhyun langsung bersorak-sorak gembira. Ia bisa melihat lelaki tampan itu lebih lama dari yang diperkirakannya.

“Usul yang bagus. Ayo kita berangkat.” Jawab Changmin bersemangat.

*

            “Aku lupa memperkenalkan kalian. Nah, ini Kyuhyun. Dia teman Minho.” Kata Changmin pada lelaki itu ketika mereka sudah duduk di dalam restaurant jepang, menunggu pesanan mereka.

Lalu Changmin menoleh pada Kyuhyun. “Kalau dia adalah teman sekelasku, Kyu. Dia juga ketua OSIS sekolah kita. Namanya Jung Yunho.”

Kyuhyun membungkuk hormat seraya mengucapkan kalimat ‘Kyuhyun imnida’ yang sepertinya tidak bisa di dengar oleh Yunho karena suara Kyuhyun yang luar biasa kecil dan bergetar. Lagipula setelah itu Changmin dan Yunho terlibat pembicaraan seru.

“Jangan bilang kau menyukainya.” Bisik Minho pelan.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya menunduk seraya tersenyum malu. Minho langsung mengetahui jawabannya. Kyuhyun belum perah bertingkah seperti ini sebelumnya. Mereka sudah bersahabat sedari kecil, tentu saja Minho mengenalnya dengan baik. Dan jika Kyuhyun baru pertama kali bertingkah seperti ini, artinya Jung Yunho adalah cinta pertama Kyuhyun.

“Bertengkar? Pantas saja kau mengajak kami keluar. Rupanya kau kesepian. Tapi.. kenapa kalian bertengkar lagi?” tanya Changmin.

Minho dan Kyuhyun langsung menatap Yunho dengan rasa penasaran. Keduanya tidak tahu dengan siapa Yunho bertengkar. Tapi kalau ia sampai ‘melarikan diri’ dengan sahabatnya, bisa jadi orang itu..

“Ya.. Aku tidak bisa mengerti keinginannya. Ia selalu ingin menang sendiri. Keinginannya lah yang harus dituruti. Entahlah.. di satu sisi aku merasa kami tidak cocok. Tapi di sisi lain aku merasa bahwa aku gagal menjadi kekasih yang baik..”

Pranggggg.

Saat itu juga hati Kyuhyun hancur karenanya. Mendengar lelaki yang ia sukai telah mempunyai seorang kekasih membuatnya sangat kecewa. Mengapa ia bisa jatuh hati pada Yunho dan patah hati di hari yang sama?

Minho menatap Kyuhyun dengan iba. Begitu cepat Kyuhyun memutuskan ia menjatuhkan pilihan pada cinta pertamanya tapi secepat itu juga ia patah hati.

“Kyuhyun-ah, kita baru mengenalnya. Jadi jangan sedih ne? Siapa tahu nanti kau bisa menjadi kekasihnya? Lagipula kita baru kelas satu. Kau masih punya dua tahun untuk menarik perhatiannya sebelum ia lulus. Bukankah ia hanya lebih tua setahun dari kita?” bujuk Minho.

“Kau benar. Tidak ada gunanya aku bersedih. Lagipula, ini pertama kalinya aku melihatnya. Siapa tahu setelah pulang nanti aku sudah melupakannya?”

*

            Dan apa yang dikatakan Kyuhyun benar terjadi. Ia sedikit melupakan Yunho karena banyaknya tugas sekolah ditambah dengan keharusan dirinya mengikuti kegiatan ekstra kurikuler sepulang sekolah di setiap harinya.

Dan lagi.. Entah mengapa ia dan Changmin jadi dekat satu sama lain. Changmin sering mengunjunginya di kelas dan menyempatkan waktu untuk berbincang-bincang dengannya setelah jam sekolah usai.

Minho yang akhirnya berhasil masuk ke tim basket sekolah juga menjadi lebih dekat dengan Changmin. Dan tentu saja ia sangat mendukung gerakan Changmin mendekati Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Changmin malam itu, ketika mereka baru saja pulang dari toko buku di sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota.

“Tentu saja. Ada apa hyung?”

Changmin terdiam sebentar. Ia meremas jari-jarinya barulah ia menjawab dengan keyakinan. “Kyuhyun-ah.. Aku menyukaimu. Apakah kau memiliki rasa yang sama denganku?”

Kyuhyun menunduk menyembunyikan semburat merah di wajahnya. “Aku.. Aku menyukaimu hyung.. Hanya saja.. Aku belum bisa mengartikan hal ini sebagai cinta.”

Kyuhyun tahu, mungkin Changmin akan kecewa dengan jawabannya. Tapi ia hanya berusaha untuk jujur. Ia tidak mau melukai perasaan orang yang sudah terlalu baik padanya itu.

Changmin tersenyum maklum. Ia sendiri tidak bisa memaksakan kehendaknya. Bukankah ini hal baru untuk Kyuhyun? Lelaki itu memang butuh waktu untuk mencerna perasaannya sendiri.

“Kalau kau mau berusaha sedikit lagi, mungkin aku akan benar-benar jatuh cinta padamu, hyung. Jadi.. berusahalah, ne?” kata Kyuhyun melanjutkan. Setelah itu ia mengecup singkat pipi Changmin dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Menyisakan harapan baru di hati seorang Shim Changmin.

Changmin membelai pipinya. Ia masih tidak percaya Kyuhyun memberinya kesempatan. Dan ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

“Aku akan berusaha, Kyuhyun-ah.. Gomawo..”

*

            Changmin membuktikan kata-katanya. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Kyuhyun jatuh hati padanya. Keberhasilan utamanya tentu saja karena Minho. Sahabat Kyuhyun itu dengan baik hati memberitahukan semua tentang Kyuhyun. Membuat Changmin sangat mengerti bagaimana cara memperlakukan lelaki itu.

Dan bukan hal sulit sebenarnya untuk memenangkan hati seorang Cho Kyuhyun jika kau benar-benar berusaha. Ia menyukai ketulusan hati seseorang. Jika ia melihatnya dengan sungguh-sungguh, maka ia akan takluk seutuhnya.

Dan hari yang dinantikan Changmin pun datang juga. Hari dimana untuk kedua kalinya ia menyatakan cintanya dan Kyuhyun akhirnya menerimanya tanpa rasa ragu. Kyuhyun tahu, memberikan hatinya untuk Changmin adalah hal terbaik. Lelaki itu mampu menunjukkan pada Kyuhyun bahwa ia layak menjadi kekasih pertama Kyuhyun. Ia mampu membuka hati Kyuhyun akan cinta yang sesungguhnya.

“Kyuhyun-ah, mengapa kau terlalu sering melamun? Jangan bilang kau memikirkan lelaki lain.” kata Changmin pura-pura cemberut.

Kyuhyun tertawa. “Ani, aku melamunkanmu hyung. Aku sangat bersyukur karena kau lah kekasih pertamaku. Dan aku bangga akan hal itu. Suatu saat, jika aku tua nanti, aku bisa bercerita kepada anak cucuku bahwa aku punya kekasih yang luar biasa semasa aku sekolah. Dia tampan, baik hati, ditambah lagi ia adalah bintang di lapangan basket. Betapa beruntungnya aku.”

Namun Changmin malah mendelik mendengarnya. “Ya! Apa maksudmu semasa sekolah? Jadi kau tidak mau menjadi kekasihku seumur hidup? Ani, maksudku kau tidak mau menikah denganku, mempunyai keturunan lalu menjadi tua bersamaku?”

“Tidak.. Bukan begitu.. Hahaha.. Kau ini cepat sekali tersinggung, hyung. Aku hanya memikirkan masa depan. Siapa yang tahu kalau suatu hari nanti kita tidak berjodoh? Jadi, berjodoh ataupun tidak, aku akan bercerita tentang dirimu pada anak cucuku kelak.” Jawab Kyuhyun yang masih tertawa.

Changmin menghela nafas kesal karenanya. “Pokoknya kau akan menikah denganku nanti. Akulah yang akan menjadi kekasih pertamamu sekaligus yang terakhir. Akulah yang akan menikahimu dan hidup denganmu sampai ajal menjemput kita. Arasso?”

Kyuhyun masih tertawa tapi ia mengangguk meyakinkan kekasihnya itu. “Hyung.. Janganlah memikirkan hal-hal yang masih terlalu jauh dari kita. Kita masih sekolah.. Setidaknya aku ingin menikah sekitar sepuluh tahun lagi.”

“Aku akan menunggumu. Karena kau ditakdirkan untuk menjadi Ny. Shim, bukan yang lain. Tapi.. Kalau ternyata kita memang tidak berjodoh, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu mencintaimu.” Ujar Changmin sungguh-sungguh seraya menggenggam jemari Kyuhyun.

“Aku percaya hyung.. Tidak sedikitpun aku meragukanmu. Walaupun kita baru berpacaran selama delapan bulan, tapi aku tahu kalau kau serius denganku.”

Changmin mengangguk. “Tapi.. Aku masih penasaran. Kau bilang aku adalah kekasih pertamamu, bukan? Apakah aku juga cinta pertamamu?”

Kyuhyun terdiam. Ini adalah topik terakhir yang ingin ia bahas dengan Changmin. Bukan apa, mana mungkin ia mengakui bahwa cinta pertamanya adalah Jung Yunho, sahabat Changmin sendiri?

“Eh.. itu..” jawab Kyuhyun ragu-ragu.

“Wae? Apa aku mengenalnya? Apa ia juga dari sekolah kita?” tanya Changmin semakin penasaran.

Kyuhyun semakin bingung menjawab. Ia berharap Changmin menangkap keengganannya dalam menjawab. Tapi harapannya sia-sia ketika melihat Changmin menatapnya dengan pandangan ingin tahu yang besar. Mau tidak mau Kyuhyun mengangguk dengan malas.

“Mwo? Benarkah dia dari sekolah kita? Ya.. Biar kutebak, Minho? Ah, tidak mungkin. Ia kan sahabatmu. Atau.. jangan bilang kau menyukai Donghae? Ia memang sangat tampan dan bersahaja, siapapun dengan mudah bisa jatuh cinta padanya. Atau.. Yunho?”

Kyuhyun tidak berani menjawab.

*

            Percaya atau tidak. Kyuhyun masih sering memikirkannya. Ia memang sedikit sibuk setelah pertemuan mereka yang pertama di lapangan basket sore itu. Namun bukan berarti ia berhenti merindukan sosok namja tegap dengan tatapan mata tajam itu. Sebisa mungkin ia mengintai kemana Yunho pergi dan apapun yang ia lakukan. Dengan melihatnya saja, Kyuhyun sudah merasa bahagia.

Yunho-lah yang membuat Kyuhyun awalnya menolak Changmin. Karena ia berharap Yunho bisa melihatnya. Namun setelah ia menunggu, Yunho tidak juga lepas dari Go Ara, kekasihnya. Walaupun mereka kerap bertengkar, tetapi Yunho adalah lelaki setia. Jika ia sudah berjanji akan bersama dengan seseorang, maka ia akan menepati janjinya, apapun yang terjadi. Semakin besarlah rasa iri Kyuhyun pada Ara, dan semakin besar juga rasa kagumnya pada ketua OSIS-nya itu.

Namun beberapa bulan kemudian, Yunho harus meninggalkan sekolah karena ia mengikuti program pertukaran pelajar ke benua Amerika. Dengan absennya Yunho di mata Kyuhyun, ia jadi bisa menata hatinya yang hancur dan benar-benar bisa melihat Changmin.

Ya, melihat dan memberikan hatinya untuk Changmin. Namun ia tidak bisa memberikan hati itu seutuhnya karena satu sudut special telah ia berikan untuk Yunho yang bahkan tidak pernah memperdulikannya sama sekali. Tapi tidak mengapa, bukankah cinta berarti mau memberi dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan?

“Kyuhyun-ah, kalau suatu hari nanti kau akan menikah denganku tapi di sisi lain ada lelaki yang jauh lebih baik dari aku dan ingin mempersuntingmu, siapa yang akan kau pilih?” tanya Changmin malam itu.

Keduanya menginap di rumah Minho. Kyuhyun duduk bersandar di dinding sementara Changmin merebahkan kepalanya di pangkuan kekasihnya itu. sementara Minho yang bosan dengan adegan lovey dovey kedua makhluk itu langsung memasang headset di telinganya dan bermain online games dalam diam dengan posisi memunggungi mereka.

Kyuhyun pura-pura berpikir sebentar. “Hm.. Aku jadi bingung menjawabnya.. Pasalnya kau membandingkan dirimu dengan seseorang yang lebih segala-galanya darimu, hyung. Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan seperti itu?”

Changmin memberenggut. “Ya! Sudah kuduga kau tidak serius mencintaiku. Huhh..! Apakah ini tandanya kalau aku sudah harus mencari kekasih gelap?”

“Ohh.. Jangan kira hanya kau yang bisa selingkuh dariku!” tantang Kyuhyun.

“Kauuu.. Kemari kau!” kata Changmin dengan galak lalu meraih leher Kyuhyun agar merunduk lebih dalam hingga ia bisa mencapai bibir kekasihnya itu.

Detik berikutnya keduanya sudah larut dalam ciuman hangat nan panjang mereka. Bukan ciuman nafsu melainkan ciuman penuh kasih sayang diantara keduanya.

“YA! Hentikan!”

Changmin dan Kyuhyun menghentikan kegiatan mereka sesaat mendengar raungan Minho. Si pemilik kamar menatap mereka dengan galak. Kedua tangannya dilipat di depan dadanya dengan angkuh.

“Wae? Kami hanya berciuman, tidak lebih.” jawab Changmin enteng.

“Hanya berciuman katamu hyung? Berkali-kali aku berbalik dan kalian maish terus berciuman selama hampir lima menit? Siapa yang tahu akan ada adegan buka-bukaan setelah itu? Jangan mengotori kamarku yang suci!”

Baik Kyuhyun maupun Changmin tertawa lepas karenanya. Melihat itu, Minho semakin kesal dibuatnya.

“Ya, Minho-ya.. Mana mungkin kami melakukan hal seperti itu? Kami sangat sadar bahwa kami tengah berada di kamar orang lain dan si pemilik kamar tengah bersama kami saat ini. Jangan khawatir.” Jawab Kyuhyun setelah ia bisa menguasai dirinya.

“Benar. Lagipula aku masih punya moral untuk melakukan hal-hal seperti itu. Umurku baru akan menginjak 17 tahun. Mana mungkin aku menodai Kyuhyun disaat aku sendiri belum sepenuhnya dewasa?” Changmin menambahkan.

“Aku yakin Kyuhyun akan dengan senang hati dinodai olehmu hyung. Jadi hentikanlah!” kata Minho yang masih tetap pada pendiriannya.

Wajah Kyuhyun bersemu merah karenanya. “Ya! Apa maksudmu aku mau dinodai? Pabbo!”

“Siapa tahu? Pernahkah kau melihat Changmin hyung telanjang? Jika iya, kau akan dengan rela dinodai.” Ejek Minho.

Bruukkk. Sebuah bantal kecil melayang dan mendarat dengan sempurna di wajah tampan Choi Minho. Dengan kesal ia melemparkan bantal itu kembali pada Kyuhyun lalu menyerang sepasang kekasih itu dengan bantal lainnya. Jadilah perang bantal diantara ketiga namja berisik itu hingga mereka kelelahan.

“Hossshhh.. Aku lelah sekali..” kata Minho seraya berusaha menstabilkan nafasnya yang memburu.

“Siapa suruh kau yang memulai duluan.” Balas Kyuhyun.

“Tapi kalian yang duluan membuatku harus melempar bantal itu kan? Berhentilah bermesraan di depanku sebelum aku mendapatkan seorang kekasih.” Kata Minho lagi.

“Kalau begitu cepatlah mencari, agar aku bisa melakukan hal-hal yang diinginkan bersama Kyuhyun.” ejek Changmin.

“Dasar mesum! Selain basket, di otakmu cuma ada Kyuhyun ya?” kata Minho dengan nada mencela.

“Benar, tepat sekali! Sayangnya Kyuhyun lebih memilihku daripada orang lain.” sindir Changmin sekenanya.

“Ya! Hyung! Mengapa kau menganggap serius kata-kataku tadi? Bukankah aku hanya bercanda? Lagipula mana mungkin aku memilih orang yang baru ku kenal sebagai pendampingku dibandingkan denganmu yang sudah ku menjalin hubungan denganku cukup lama?” kata Kyuhyun tidak terima.

“Aku tidak bicara mengenai orang baru, Kyu. Aku bicara mengenai cinta pertamamu. Setiap aku menyinggungnya, kau pasti salah tingkah. Ah.. aku benar-benar cemburu dibuatnya.” Kata Changmin dengan nada suara merana yang dibuat-buat.

“Cinta pertama Kyuhyun? Oh.. Dia..” kata Minho terbata-bata.

“Dan kini kau juga ikut bertingkah seperti Kyuhyun. Aku benar-benar penasaran, siapa cinta pertamamu itu, Kyu?” tanya Changmin.

Baik Kyuhyun dan Minho tak berani saling menatap.

*

            “Apa kau yakin, hyung? Kau tidak sedang mengelabuiku kan?” tanya Kyuhyun siang itu. Ia sangat gembira hari itu karena ia mendapatkan peringkat pertama di kelasnya, juga ia akhirnya terbebas dari predikat ‘junior’ yang selama ini disandangnya bersama teman-teman seangkatannya karena mereka dinyatakan lulus dan kini menduduki kelas dua.

Namun, siang yang cerah itu mendadak kelabu ketika mendengar pengakuan Changmin, kekasihnya.

Ketika dilihatnya Changmin menggeleng dengan sedih, hati Kyuhyun mencelos. “Wae?”

“Aku mendapatkan tawaran untuk pindah ke Washington DC. Aku akan meneruskan sekolahku di sana dan akan dilatih menjadi atlit basket professional, seperti yang selama ini kuimpikan.” Jawab Changmin pelan.

Changmin tahu benar bahwa pasti Kyuhyun kecewa dengan keputusannya. Ia mencintai Kyuhyun tapi ia juga mencintai mimpinya. Dan ia tidak bisa melepaskannya begitu saja, karena kesempatan itu tidak akan datang dua kali. Di samping itu, ibunya yang sangat mengidolakannya juga berharap ia mengambil tawaran itu.

Changmin mengangkat wajahnya dan menatap lurus-lurus ke wajah orang yang dicintainya itu. “Kyu.. Mianhae.. Ini demi diriku, orang tuaku juga mimpi-mimpiku..”

“Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan mimpi kita? Bagaimana dengan janjimu?” tanya Kyuhyun intens. Ia terlalu sedih mendengar kata-kata Changmin. Ia tahu, ia tidak rela melepaskan Changmin begitu saja.

“Aku tahu ini berat. Tapi aku yakin kita bisa melewatinya dengan mudah asal kita berdua ikhlas.”

Kyuhyun menatap Changmin tidak mengerti. “Apa maksudmu hyung? Bukankah kau hanya pergi? Lalu kita bisa tetap berhubungan kan?”

Changmin tertawa jengah. “Kyu.. Kita tidak bisa lagi terus berhubungan. Selama disana, aku akan benar-benar ditempa. Aku tidak akan punya waktu untuk bersenang-senang apalagi berpacaran. Aku tidak bisa membuatmu kecewa karena menungguku. Jadi, sebaiknya kita..”

“Yahh, aku tahu. Kau ingin kita mengakhiri hubungan kita kan? Pertama aku kalah dengan mimpimu, kini dengan jadwalmu. Aku sangat mengerti.” tebak Kyuhyun langsung.

“Kyuhyun-ah.. Ketahuilah bahwa aku mencintaimu. Dan aku akan terus mencintaimu. Aku hanya berharap, suatu hari nanti, jika memang kita ditakdirkan untuk bersama, kita pasti akan dipertemukan lagi. Jadi kumohon.. Mengertilah..”

Kyuhyun tidak menjawab. Ia mulai menangis dalam diam. Satu persatu airmatanya turun membasahi pipinya. Changmin segera memeluk Kyuhyun dengan erat karenanya. Ia sendiri tidak siap kehilangan Kyuhyun secepat itu. Namun ia harus melakukannya. Dan ia berjanji, jika suatu hari nanti hatinya tidak jatuh pada orang lain, ia akan mencari Kyuhyun begitu semuanya bisa teratasi.

“Kyuhyun-ah.. Kumohon, jangan menangis. Maafkan aku karena telah mengecewakanmu. Tapi aku tidak mau kau menunggu dalam sebuah ketidakpastian. Bagaimana kalau kita tetap berhubungan tapi ternyata aku tidak bisa memperhatikanmu? Tidak bisa memberimu kasih sayang seperti biasa? Kau akan lebih kecewa lagi. Untuk itu, aku mohon kau mengerti. Mungkin saat ini kita tidak berjodoh.” Ujar Changmin panjang lebar. Ia sendiri sudah mulai mengeluarkan airmatanya.

Selama beberapa menit, keduanya hanya berpelukan dalam diam. Hingga akhirnya Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia lalu menegadah menatap lelaki jangkung yang dicintainya itu.

“Aku mengerti. Aku sangat mengerti. Tidak seharusnya aku bersikap egois. Aku bereaksi seperti itu karena aku mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu. Tapi aku sadar, semua orang punya mimpi dan cita-citanya. Aku juga punya. Dan aku bangga padamu karena kau rela mengorbankan perasaanmu demi cita-citamu. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya, hyung.”

Kyuhyun menghapus airmata Changmin dan mulai berbicara lagi. “Kau benar. Mungkin saat ini bukan waktu untuk kita. Mungkin di lain kesempatan atau mungkin tidak pernah ada lagi. Tapi yang pasti, aku sangat bersyukur dengan kehadiranmu. Pernah menjadi kekasihmu adalah suatu kehormatan bagimu. Kalau kau sudah menjadi bintang basket terkenal, jangan lupakan aku dan Minho,ne? Kami berdua adalah penggemar sejatimu.”

Setelah berkata demikian, Kyuhyun tersenyum tulus. Lega rasanya mengikhlaskan kepergian Changmin seperti ini walaupu masih ada sedikit rasa sedih. Tapi ia sadar, tidak ada gunanya menangisi semua itu. Tuhan pasti punya jalan sendiri untuk setiap makhluk ciptaanNya. Dan mungkin, jalannya bersama Changmin memang hanya sampai disini.

Changmin ikut melepaskan pelukannya. Ia menggenggam jemari Kyuhyun lalu keduanya saling menatap dalam senyum tulus. “Terima kasih, Kyu. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku akan berusaha keras dan menjadi bintang basket terkenal. Aku akan membuatmu bangga. Aku akan membuktikan bahwa pengorbanan kita hari ini tidak akan sia-sia.”

Keduanya saling bertatapan mesra, tangan mereka masih saling berpaut. Pelan-pelan wajah mereka maju dan saling mendekatkan diri satu sama lain, begitu juga kedua bibir mereka. Sebuah ciuman perpisahan tercipta. Meski sakit, namun manis pada akhirnya.

*

changkyu

To Be Continued..

128 thoughts on “Obession – Chapter 1

  1. uwwah changkyu akhirny jadian…
    Senang tuh minho oppa bisa msuk club basket….

    Changmin oppa wae kalian hrus putus???

    Kyu oppa gwenchana ne…..
    Fighting….

  2. Kyaaa ketinggalan -.-
    First lovenya Kyu Yunppa ternyata..
    Chwangnya juga koq malah k amrik? Ntar pas pulang kyu udah ada yg punya nyesel loh. Kkkk
    sabar ne kyu? Masih banyak cinta yg lain koq (?)
    ceritanya seruuu🙂
    daebakkk !

  3. baru nemu fict ini kak.______. ini bakal per series kan? ganti seme gitu? terus ch pertama sm changmin tp yang disuka kyu itu yunho,berarti fict ini gak bakal tamat kalo yunho belum jadian sm kyu? iya kan kak? ini semua pertanyaannya nyebelin.__.v oke,ditunggu next chapternya😀

  4. kereeeeeennn..

    cinta pertama Kyu ternyata Yunho. sayang ya Yunho pergi tanpa tahu isi hati Kyu.
    Kyu jatuh cinta pada pandangan pertama.

    Kyu jangan nangis ya di tinggal changmin, masih ada orang lain kok yang bisa kamu cintai dan tentu nya masih ada cinta pertama mu yang selalu mengisi sebuah sudut dihatimu..

    ntar changmin kembali ga ya?

    yunho harus kembali, harus sama Kyu ntar.
    okay eon?

    lanjutkan eon, semangat…
    Fighting.

  5. Awal smua terjadi,, suasana.a sedih2 happy truz muram gmana gtu y,, walo chwang bs nutupin suasana d pertengahan, tetep aja,, sedih,, yah,, cocok,, ma wajahmu kyu,, #ditendang
    eh, q jd mikir knapa kyu ga ma minho aj y,, kekeke,, pnasaran k chap 4 nti,, ma TOP atw jong? Hm. D tunggu lnjtn.a y,,

  6. sakit bgt pasti tuh putus ditengah jln krn cita2 tp emang bnr jika jodoh pst akan bertemu huffff…kenapa rata2 aq dpt kata2 jodoh sih? jd ingat masa lalu dech -_- *kagaknyambung
    ini awal perjalanan kyu dan mari lanjut kechapt 2

  7. Ah, maaf aku melewatkan chapter 1 ternyata :’)
    Maaf baru komentar kak :’)

    Apa Changmin benar-benar tidak tahu mengenai cinta pertama Kyu?? Bahkan selama mereka pacaran, apa Changmin tidak mendapat clue sama sekali?😮
    Oke, benar-benar tidak mungkin kalau cinta pertama Kyu itu Minho. Azzzz -___-
    Jadi apa dunia ini kalau mereka bersama? /plak😀
    Ini awal Kyu suka sama Yunho & awal Kyu patah hati juga ya? :’)
    Kenapa waktu dia sudah mulai membuka hati untuk Changmin, malah Changmin harus pergi?? Mungkin pasangan abadi Kyu adalah Minho!!!😮

  8. Kyu tegar banget y🙂
    Kayak ud pernah coment d ch ini koq ga da y huft….
    Tapi2 ga pa2 biar nyambung di ch 4 hehehe kn ud lm tu y
    thanks bt pwnya🙂

  9. wah changkyu jadian dan akhirnya berpisah T^T huhu semoga changmin sukses jadi bintang basket terkenal ne ^__^

    aduh eon tadi itu sangkain aku yg jd pemain basket si yunho eh trmyata changmin kkkk

    pdhal aku udh imagine yunho main basket smbil prhatiin kyu hoho

    keep writing and fighting eonii
    yaayy ^^9

  10. Kirain, kirain nanti mau jadian sama yunho. Ternyata sama changmin..
    Udah gitu, gak lama langsung putus. Udah ditinggal yunho, ditinggal changmin pula. Miris amaaatt TT

  11. Ahh Kyu line, jonghyung blm nongol ya… :)Aq sk Changkyu merka ber2 menggemskan. Duo evil favoritq dan Minho aq kira dy bkl jd salah satu kekasihnya Kyu tp kyknya dy shabat yg palng mengrti Kyu.
    Trnyta Yunho yang menjd cinta pertama Kyu, sepertinya Kyu bnr2 trpsona sm Yunho… Knp Chwang malh ke Amerika?? kasian Kyu dtinggal. crtanya keren…🙂

  12. First love,, love at the first sight,, dan cinta sepihak,, #ecie,,bahasanya#
    Jung yunho,, siapa yang bisa menolak pesonanya,,,!! Dan Kyukyu sudah jatuh kedalamnya,,
    Poor Babykyu,, sekarang malah di tinggal kekasih pertama,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s