Sacrificial Love – Chapter 4

Title                 :  Sacrificial Love

Rate                 : M

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst PG – 13

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Jonghyun, Park Shin Hye, Jo In Sung, Son Ye Jin, Song Ji Hyo, Choi Siwon, Jung Yonghwa and Mhia Irham

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary          : Keluarga Cho adalah salah satu keluarga bangsawan Korea yang paling terpandang. Ketika hubungan kekeluargaan menyatu dengan konflik cinta dan kekuasaan, apa yang akan dilakukan para anggota keluarga ini untuk terus bertahan?

CHAPTER 4

Pesta pertunangan Siwon dan Shin Hye siang itu berlangsung dengan meriah. Para undangan yang hadir tak henti-hentinya memuji sepasang insan yang dinilai sangat serasi itu. Keduanya memaksakan senyum bahagia di wajah mereka. Sempurna. Sandiwara mereka sempurna. Kalau saja Shin Hye tidak mengingat ancaman ibunya, mungkin ia sudah melarikan diri dari pesta itu dan menerima tawaran Jonghyun untuk melarikan diri bersama Yonghwa.

Sementara Siwon sendiri tampak tenang di permukaan, padahal dalam hatinya berkecamuk berbagai perasaan. Sedih, luka, dan sakit bercampur jadi satu. Apalagi ketika ia harus bertukar cincin dengan Shin Hye. Saat itu, ia justru memandang ke arah Kyuhyun, andai sekali Kyuhyun yang berdiri di sana, bertukar cincin denganya. Dan ketika mata mereka bertemu, Kyuhyun tersenyum tulus. Namun senyum itu justru mengiris hati Siwon.

Kyuhyun sudah berjanji pada dirinya sendiri. Ketika Siwon memeluknya di hutan pinus tadi, ia berjanji bahwa ia akan benar-benar belajar melupakan Siwon. Demi Shin Hye, demi keluarganya, dan demi kebaikan semua orang.

“Kyuhyun-ah, haraboji memanggilmu. Temuilah beliau di ruang kerjanya.”

Kyuhyun menoleh, Mhia berdiri di sampingnya. Tangannya memegang gelas berisi wine kesukaan Kyuhyun.

“Mengapa haraboji ingin bertemu denganku, noona? Bukankah acara masih berlangsung?” tanya Kyuhyun.

Mhia menggeleng. “Haraboji hanya mengatakan bahwa ia ingin bicara denganmu. Tapi aku tidak tahu ada apa. Cepatlah temui beliau, aku tidak mau sampai ia memarahimu karena kau terlambat.”

Kyuhyun menghela nafas. Ia kemudian merebut gelas di tangan Mhia lalu menenggak isinya hingga habis. Mhia hanya bisa tertawa kecil melihat kelakuan adiknya. Ia tahu pasti Kyuhyun enggan bicara dengan kakek mereka maka ia butuh sedikit wine agar bisa mempersiapkan dirinya.

Kyuhyun lalu beranjak dan berjalan menuju ruang kerja kakeknya. Sesampainya disana, ia dipersilahkan duduk sedangkan kakeknya berdiri menghadap jendela. Dengan memunggungi Kyuhyun seperti itu, Kyuhyun jadi tidak tahu apakah kakeknya tengah marah atau senang saat ini.

“Kyuhyun-ah, kau lihat ponsel di depanmu? Bukalah. Aku ingin kau melihat video disana.” Kata kakeknya tanpa basa-basi.

Kyuhyun memang melihat ponsel hitam keluaran terbaru itu. Ponsel itu diletakkan persis di tengah meja. Kyuhyun lalu mengambilnya dan melihat isinya. Begitu melihat isi video itu, ia terkejut luar biasa. Tangannya bergetar. Ketakutan melanda dirinya. Isi video itu adalah rekaman ketika ia dan Siwon tengah berpelukan dan berciuman di hutan pinus beberapa saat tadi sebelum acara pertunangan dilangsungkan.

“Kau sudah liat kan?” tanya kakeknya lagi.

“Haraboji.. Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud untuk..”

“Untuk apa? Untuk merebut tunangan adikmu?” tanya Mr. Cho seraya membalikkan tubuhnya. Ia lalu duduk di depan Kyuhyun seraya memandang cucunya itu dengan tajam.

Kyuhyun menunduk. Ia takut mengangkat wajahnya. Ia tidak pernah mau berurusan dengan kakeknya karena ia tahu, apa yang ia dan Mhia lakukan hanya akan memberikan hukuman untuk ibu mereka.

“Mengapa kau bertemu Siwon? Mengapa kau mengajaknya kesana?” tanya Mr. Cho tajam.

“Aku tidak mengajaknya, haraboji. Siwon-ssi yang mendatangiku di sana.” Jawab Kyuhyun pelan.

“Benarkah? Mengapa aku tidak bisa mempercayaimu? Kau tidak pernah membuat kesalahan selama ini. Tapi mengapa justru kesalahan pertamamu ini membuatku sangat marah. Ada urusan apa yang membuatmu harus berpelukan bahkan berciuman dengan tunangan Shin Hye di hutan pinus?”suara kakeknya kini mulai meninggi.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya di atas lututnya. Ia tetap menunduk. Tubuhnya masih bergetar. Ia selalu mendengarkan kata ayahnya bahwa satu kesalahan saja bisa membuatnya ‘dalam bahaya’. Dan kini ia tahu, ia benar-benar tak tertolong. Kesalahan pertama yang fatal. Dan sepertinya kakeknya tidak bisa menerima hal itu. Pasti tadi anak buah kakeknya mengikuti Siwon dan merekam semuanya.

“Cho Kyuhyun! jawab pertanyaanku!”

Kyuhyun tersentak. Lidahnya kelu, sulit sekali bicara namun ia harus berusaha mengatakan sesuatu. Karena ia tidak punya alasan lain. Ia dan Siwon tertangkap sedang berpelukan dan berciuman, tidak mungkin sepasang sahabat atau teman lama melakukan hal itu kan? Namun ia juga tidak mungkin mengatakan bahwa ia adalah mantan kekasih Siwon, bisa jadi kakeknya bertambah marah. Bisa jadi ia dituduh memfitnah Siwon agar ia selamat dari hukuman kakeknya.

“Kami.. Kami dulu berteman baik. Dan aku.. Aku hanya memberinya selamat karena ia akan bertunangan dengan Shin Hye.”

“Dengan ciuman? Dimana harga dirimu? Kau adalah seorang Cho dan kau mencium calon tunangan adikmu? Kau mencoreng nama keluarga ini. Entah apa yang dipikirkan Siwon sekarang. Setelah acara ini selesai, kau harus minta maaf pada Siwon dan Shin Hye.” Kata Mr. Cho keras.

Kyuhyun mengangkat wajahnya. “Haraboji, mengapa aku harus melakukannya? Aku memang bersalah, tapi tolong jangan..”

“Kau mau membantahku? Setelah mencoreng nama keluarga kini kau mau membantahku?” tanya Mr. Cho tajam.

Kyuhyun menggeleng pelan. “Tidak, haraboji. Aku..”

Ketika ia mencoba menatap kakeknya, meminta belas kasihan, sebaliknya mata lelaki tua dihadapannya itu justru memandangnya dingin.  “Aku akan meminta maaf pada Siwon-ssi dan Shin Hye setelah ini.”

“Bagus. Dan kau juga harus menjaga jarak dengan Siwon. Aku tidak tahu kalian ada hubungan apa sebelumnya. Tapi tidak baik terlalu dekat dengan calon suami adikmu. Kalau perlu kau harus mencari pendamping secepatnya, jadi tidak akan ada skandal dalam rumah ini. jika kau belum mempunyai pendamping, aku akan mencarikan lelaki yang pantas untukmu.”

*

            Acara pertunangan telah selesai, keluarga Cho sudah pulang. Namun karena Siwon sebentar lagi akan menjadi keluarga Cho, maka ia sudah mulai tinggal di kediaman Cho mulai hari itu. Kini seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tengah.

Mr. Cho berbicara banyak mengenai pesta hari itu, juga untuk menyambut kedatangan Siwon ke dalam keluarga mereka. Kyuhyun diam saja sedaritadi, ia tidak berani membuka suara atau memandang siapapun. Ia hanya berharap bahwa kakeknya melupakan pembicaraan mereka di ruang kerjanya tadi. Namun sepertinya kakeknya punya ingatan yang sangat bagus.

“Kyuhyun-ah, ada yang mau kau sampaikan?” tanya Mr. Cho.

Kyuhyun mengumpulkan keberaniannya. Sebentar lagi ia akan membuka aibnya dengan sangat terpaksa. Ia menarik nafas panjang dan mulai bicara.

“Siwon-ssi, maafkan aku karena tadi telah dengan lancang menciummu. Dan untuk Shin Hye, maafkan aku karena mengganggu hubungan kalian. Aku bersalah hari ini, mohon maafkan aku.” Kata Kyuhyun dengan cepat. Betapa malunya ia saat ini. dipaksa mengatakan suatu kebohongan hanya karena keinginan sang kakek.

Siwon dan Shin Hye terpana. Shin Hye tidak perduli apa benar Kyuhyun dan Siwon berciuman, karena ia tahu keduanya masih saling mencintai. Dirinyalah yang tidak tahu malu karena masuk diantara mereka. Namun Siwon tampak marah, ia tahu pasti Kyuhyun dipaksa melakukan semua itu. Ia tahu benar siapa penguasa di rumah itu. Namun pertanyaannya, darimana Mr. Cho mengetahui apa yang mereka berdua lakukan tadi?

“Shin Hye-ya, jawablah oppamu. Ia minta maaf karena berani mencium tunanganmu. Dan kau Siwon-ah, sebagai korban dalam hal ini, bisakah kau memaafkan Kyuhyun?” tanya Mr. Cho pada Shin Hye dan Siwon.

‘Korban? Oh Tuhan, akulah yang mencium Kyuhyun tadi! Dialah korbannya, bukan aku.’ Kata Siwon dalam hati. Ia tahu karena kelancangannya tadi, Kyuhyun harus dihukum. Tapi ia tidak punya keberanian untuk melawan. Ia mempertaruhkan kehormatan keluarganya dalam hal ini.

“Tidak apa-apa, haraboji. Kami memang sangat dekat semasa kuliah dulu, jadi mungkin Kyuhyun menganggap itu adalah hal yang biasa. Tapi aku tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius.” Kata Siwon dengan hormat.

‘Mianhae Kyu.. Mianhae..’ Siwon ingin sekali merobek mulutnya sendiri yang mengeluarkan kata-kata yang menjatuhkan Kyuhyun seperti tadi. Namun ia hanya bisa diam.

Sedangkan Shin Hye ingin sekali marah pada kakeknya itu. Bagaimana mungkin ia menyuruh Kyuhyun meminta maaf di hadapan seluruh anggota keluarga seperti ini? Ini sama saja membuat Kyuhyun malu. Tapi ia tahu ia tidak punya pilihan lain selain menjawab agar hal ini cepat selesai.

“Aku.. Aku memaafkan Kyuhyun oppa. Siapapun pasti pernah melakukan kesalahan kan? Yang penting oppa tidak melakukannya lagi.”

“Lihat? Shin Hye sangat pemaaf. Bahkan ketika kau menusuknya dari belakang dengan menggoda tunangannya, ia masih bisa memaafkanmu.” Kata Mrs. Cho yang kini ikut bicara.

“Beraninya kau! Kau mencium tunangan Shin Hye?” Song Ji Hyo ikut bicara dengan marah.

“Ji Hyo, hentikan! Kyuhyun sudah minta maaf, jadi jangan memperkeruh suasana.” Tegur In Sung.

“Oppa, kau masih membelanya? Shin Hye juga anakmu. Harusnya kau memberi pelajaran pada anak ini agar lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Kalau kau tidak mau, biar aku yang melakukannya.”

Detik berikutnya Ji Hyo sudah bergerak mendekati Kyuhyun dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi, tapi sebelum telapak tangan itu sampai ke pipi Kyuhyun, Ye Jin muncul tepat di depan Kyuhyun dan menerima tamparan keras Ji Hyo.

“Omoni…!” jerit Mhia keras. Ia langsung berlari memeluk ibunya. Kyuhyun langsung tersadar karenanya. Ia ikut maju memeluk ibunya.

“Ji Hyo…!” teriak In Sung gusar.

“Kau baik sekali mau menggantikan anakmu.” Kata Ji Hyo kejam tanpa peduli teriakan suaminya. “Tapi ada bagusnya juga kau yang menerima tamparan itu, jadi kau bisa memberitahukan pada Kyuhyun bagaimana rasanya. Ini akibatnya jika mengganggu kedua anakku.”

Cho In Sung segera maju dan membawa Ye Jin, Mhia dan Kyuhyun pergi dari situ. Jonghyun hanya bisa melihat punggung ayahnya yang menjauh. Jika tamparan bisa membuat ayahnya memperlakukannya dengan protektif seperti tadi, ia rela menerima seribu tamparan sekaligus. Tapi apakah itu akan berhasil? Atau mungkin ayahnya hanya akan diam saja karena bukan sekali lagi, Jonghyun tetap Jonghyun. Jonghyun bukan Kyuhyun. Dan sampai kapanpun Jonghyun akan tetap menjadi anak Ji Hyo.

*

            “Aboji, bolehkah aku bicara dengan? Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.” Kata Mhia pagi itu. Ia sengaja mendatangi kantor ayahnya pagi-pagi sekali agar tidak ada yang melihat kedatangannya, terutama kakeknya yang belakangan ini sering berkunjung ke perusahaan mereka.

“Tentu saja, kemarilah. Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya In Sung lembut.

Mhia duduk di depan ayahnya. Sebenarnya ia sedikit gelisah, namun ia harus mengatakan segalanya pada ayahnya, satu-satunya harapannya.

“Aboji.. Bolehkah aku meminta sesuatu?”

Cho In Sung tersenyum. “Apapun itu. Katakanlah, apa yang kau inginkan? Mobil baru? Ani.. Kau pasti menginginkan sesuatu yang lebih besar bukan?”

Mhia menggeleng. “Aku selalu merasa cukup. Tapi, aku tidak bisa melihat adik-adikku menderita. Sebagai anak tertua, aku merasa bertanggung jawab membantu adik-adikku ketika mereka kesulitan.”

“Kau adalah anak aboji yang paling mengerti. Tak heran adik-adikmu sangat menyayangimu. Apa yang terjadi hingga kau mau bicara denganku sepagi ini?”

“Aboji, bisakah kau membatalkan pertunangan Shin Hye dan Siwon?”

Cho In Sung cukup terkejut dengan permintaan putri sulungnya itu. “Mwo? Membatalkan? Kau tau sendiri aku meminta haraboji-mu untuk membatalkan semuanya tapi ia tidak mau. Jika sudah menyangkut nama keluarga, bisakah kita melawan kehendak harabojimu?”

“Tapi.. Tidak bisakah aboji berusaha lebih keras lagi? Jebal.. Shin Hye tidak mencintai Siwon. Dia.. Dia telah mempunyai kekasih.”

Cho In Sung tertawa jengah. “Tidak mungkin. Shin Hye tidak pernah sekalipun menunjukkan tanda-tanda bahwa ia tengah berkencan dengan seseorang selama ini. Bagaimana mungkin ia punya kekasih?”

Mhia menghela nafas lelah. “Aboji, nama kekasih Shin Hye adalah Yonghwa. Mereka telah menjalin hubungan selama empat tahun dan Ji Hyo omoni mengetahui hal ini tapi beliau meminta Shin Hye untuk menyembunyikannya dari aboji.”

“Apa?! Empat tahun? Dan Shin Hye tidak pernah mengatakannya? Mengapa Ji Hyo menyembunyikan semua ini dariku?”

“Mungkin.. Karena Ji Hyo omoni takut hal yang sama terulang lagi. Karena Yonghwa-ssi bukan keturunan bangsawan.”

Cho In Sung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia tahu, Ji Hyo tidak akan mau menerima menantu dari kalangan bawah. Tidak peduli apakah anaknya akan bahagia atau tidak, kedudukan dan harta jelas paling utama untuk Ji Hyo. Ia sadar, Mhia pasti mengatakan semua ini karena ia tidak tahan lagi melihat adiknya menderita dan ia sudah melakukan hal yang benar.

Namun di satu sisi In Sung merasa amat sedih karena ia merasa gagal menjadi ayah. Karena ia sibuk membenci Ji Hyo, tanpa sengaja ia telah membangun dinding kokoh yang menghalangi hubungannya dengan kedua anaknya dari Ji Hyo ; Jonghyun dan Shin Hye. Dan kalau saja sejak dulu ia tidak bersikap dingin pada kedua anaknya ini, mungkin Shin Hye akan mengatakan semuanya padanya dan mungkin saja pertunangan ini tidak terjadi.

“Apa omoni-mu tahu akan hal ini?”

Mhia mengangguk singkat. “Omoni tahu segalanya, namun omoni tidak berani mencampuri urusan Ji Hyo omoni.”

“Sebentar, bukankah kita tahu pasti bahwa Shin Hye sendiri yang menyetujui pertunangan ini? Ia mengatakan bahwa ia menyukai Siwon.”

“Kami.. Maksudku aku bersama Jonghyun dan Kyuhyun merasa bahwa Shin Hye berbohong. Kami curiga bahwa Ji Hyo omoni memaksa Shin Hye untuk melakukannya. Aku tahu, tidak ada bukti kuat untuk mengatakan hal ini tapi.. Aboji percayalah padaku. Tolong batalkan pertunangan ini.”

In Sung menghela nafas berat. Inilah Song Ji Hyo, dia akan menutupi segalanya dari In Sung. Ia jadi merasa bertanggung jawab atas segala kesedihan anak-anaknya.

“Tapi, mengapa baru sekarang kau katakan hal ini? Pertunangan itu sudah berlangsung seminggu lalu dan pernikahan mereka akan dilaksanakan bulan depan.”

“Karena jika pernikahan itu dilaksanakan, akan ada empat hati yang terluka.” Jawab Mhia. Wajahnya kini terlihat semakin muram.

“Apa? Empat hati? Apa maksudmu? Siapa empat hati yang kau maksud?”

“Shin Hye.. Yonghwa.. Siwon dan.. Kyuhyun.” Jawab Mhia hati-hati.

“Siwon? Kyuhyun? Mhia-ya, jelaskan padaku ada apa sebenarnya. Jangan berbelit-belit!”

Mhia akhirnya menceritakan semuanya. Tentang hubungan Kyuhyun dan Siwon pada awalnya, tentang bagaimana Siwon akhirnya meninggalkan Kyuhyun, tentang perasaan Kyuhyun yang masih tersisa untuk Siwon dan bagaimana keduanya mengalah demi keinginan keluarga.

Kembali In Sung tenggelam dalam penyesalannya. Kini dua anaknya terluka karena keegoisan keluarga. Dan kalau ia tetap diam, maka anak-anaknya akan menerima hal yang sama dengan apa yang ia alami dua puluh lima tahun yang lalu.

*

            Malam itu, Cho In Sung dan Son Ye Jin menemui Mr. Cho. Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Tapi karena In Sung tidak bisa tidur karena terus-menerus memikirkan kata-kata semua Mhia pagi tadi mengenai Kyuhyun, Siwon, Shin Hye dan Yonghwa.

“Apa? Membatalkan pertunangan Shin Hye dengan Siwon? Apa kalian sudah tidak waras lagi? Kalian tahu apa artinya ini?” kata Mr. Cho tajam.

“Aku tahu. Aku tahu kita akan mempertaruhkan kehormatan keluarga. Tapi aku tidak ingin membuat anak-anakku menderita sepertiku.” Kata In Sung menjawab perkataan ayahnya.

Brakk..! Mr. Cho menggebrak meja dengan kasar. “Kau bilang menderita? Selama ini kau dan semua anak-anak serta istri-istrimu mendapatkan apapun yang kalian inginkan. Kalian tidak pernah kekurangan apa-apa. dan kini kau bilang kau menderita? Jangan membuatku tertawa!”

“Aboji, tolong.. Aku tidak mau berdebat. Tidak bisakah kau membiarkan cucu-cucumu menentukan apa yang mereka inginkan? Tidak bisakah kau membiarkan mereka bahagia dengan pilihannya sendiri?” kata In Sung masih dengan nada sabar.

“Jika pilihan mereka tepat, mengapa tidak? Sayangnya mereka terkadang tidak mengerti mana yang terbaik untuk mereka. Dan Shin Hye adalah anak yang sangat bijaksana dengan menerima perjodohan ini. Berhenti mencampuri apa yang telah aku tentukan!”

Dengan takut-takut Son Ye Jin mencoba bicara. “Abonim, maafkan aku. Tapi Shin Hye sepertinya tidak menyetujui gagasan ini, namun ia tidak mau membuat kita semua tersinggung. Lagipula ia masih sangat muda, bukankah sebaiknya kita bersikap sedikit lebih lunak kepadanya? Bagaimana kalau kita..”

“Apa kau berhak bicara di rumah ini?” potong Mr. Cho tajam.

Son Ye Jin langsung bungkam sedangkan Cho In Sung tampak berang. “Aboji! Hargai Ye Jin! Selama ia masih menjadi istriku, ia berhak bicara di rumah ini.”

Mr. Cho tampak sedikit terkejut melihat keberanian anaknya. Tapi In Sung memanfaatkan hal itu dengan bicara mengenai apa yang harus dikatakannya sebelum ayahnya mulai bicara lagi.

“Aku tidak bisa membiarkan Shin Hye mengorbankan kebahagiannya. Disamping itu, Kyuhyun dan Siwon saling mencintai. Bukankah sebaiknya kita menjodohkan mereka? Kita tidak akan mencoreng nama keluarga karena Kyuhyun juga merupakan anggota keluarga kita, ia juga anakku. Dan lagi, tidak ada pihak yang tersakiti jika keduanya bersatu.”

“Jadi kau menentang perjodohan ini karena Kyuhyun? Ah.. Aku mengerti sekarang. Setelah kau lebih menyayangi Ye Jin daripada Ji Hyo, sekarang kau mau mendahulukan anaknya daripada anak Ji Hyo? Dimana letak keadilanmu? Aku tidak bisa membiarkannya. Pertunangan tidak akan dibatalkan dan pernikahan akan tetap dilaksanakan bulan depan.” Kata Mr. Cho dengan tenang. Seolah anaknya tidak menyela sebelumnya.

“Aku juga tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Aku tidak akan membuat anak-anakku harus mengikuti keinginan aboji. Mereka anak-anakku, akulah yang berhak atas mereka. Jika aboji memaksa, maka..”

“Maka apa? Apa yang akan kau lakukan?” tantang Mr. Cho.

“Aku akan keluar dari rumah ini. Membawa anak-anakku. Cukup aku yang merasakan penderitaan menikahi orang yang tidak pernah aku cintai. Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah selalu mengikuti kehendakmu dan mengorbankan kebahagiaanku sendiri. Kali ini aku tidak akan mengalah lagi.” Kata In Sung dengan mantap.

“Kaauuu…! Kau pikir siapa kau bisa bicara seperti itu padaku? Aku adalah aboji-mu! Kau pikir apa yang aku lakukan selama ini untuk diriku? Ini semua untukmu. Agar kau tetap mendapatkan tempat di luar sana. Kau pikir siapa yang akan melihatmu jika kau adalah orang biasa? Jika kau tidak diselamatkan oleh Ji Hyo, kau hanya lelaki lemah yang menikahi wanita dari kalangan menengah!” kini suara Mr. Cho benar-benar sudah meninggi.

Seisi rumah terkejut karenanya dan berkumpul di depan ruang kerja Mr. Cho yang pintunya memang tidak ditutup sejak awal. Son Ye Jin hanya bisa diam mendengar kata-kata mertuanya. Ia tahu benar kedudukannya, berulang kali ia disindir akan kedudukannya tapi entah mengapa ia tidak lagi merasa terhina karenanya. Ia sudah terbiasa.

“Wanita yang haus akan kekuasaan seperti itu yang aboji banggakan? Wanita yang hanya bisa memaksakan kehendak seperti dia? Ji Hyo sama saja dengan aboji dan omoni, sama-sama suka merebut kebahagiaan orang lain!” kata In Sung tak kalah keras dari suara ayahnya.

“Oppa..” Ji Hyo sudah masuk ke dalam ruangan, Shin Hye dan Jonghyun berdiri tak jauh di belakangnya. “Teganya kau berkata demikian? Selama ini aku..”

“Diam! Aku tidak mau lagi mendengar kata-katamu. Sekali lagi kutekankan padamu, aku tidak pernah mencintaimu. Tidak pernah! Dan karena kau, aku jadi jauh dengan anak-anakku sendiri, karena apa? Karena kebencianku yang mendalam padamu membuatku selalu membayangkan wajahmu di wajah Jonghyun dan Shin Hye. Tapi aku sudah tidak perduli. Aku muak dengan kalian semua yang bertahun-tahun mencoba mengaturku, membuatku tunduk pada kemauan kalian, membuat Ye Jin dan anak-anakku menderita. Tidak akan kubiarkan lagi. Aku pergi dari sini! Selamat tinggal.”

Selesai berkata demikian, In Sung meraih tangan Ye Jin kemudian melangkah ke pintu keluar.

“Cho In Sung, kembali kau! Atau kau akan merasakan akibatnya! Cho In Sung!” teriakan Mr. Cho bergema keras. Namun In Sung tetap berjalan tegak, seolah tuli terhadap teriakan ayahnya.

“Oppa.. Jangan tinggalkan aku.. Oppa jebal..” In Sung juga tidak memperdulikan tangisan Ji Hyo yang kini ikut mengejarnya dan menarik ujung kemejanya. In Sung berhenti dan mendorong Ji Hyo dengan keras. Wanita itu terjatuh. Jonghyun segera membantu ibunya berdiri.

Cho In Sung berbalik dan menatap Ji Hyo. “Maaf jika aku tidak bisa mempertahankan semua ini lagi. Jika kalian masih tetap berpikiran seperti ini, lebih baik aku pergi. Aku tidak butuh semua ini jika sampai mati aku dan anak-anakku tersiksa.”

Kemudian ia beralih pada Kyuhyun dan Mhia. “Bereskan barang kalian. Bawa seperlunya. Kita pergi dari sini. Mhia, bereskan juga barang-barang Shin Hye. Sekarang!”

“Oppa, kau tidak boleh membawa Shin Hye, dia anakku. Tidak.. Kau tidak boleh membawanya..!” jerit Ji Hyo yang terisak keras.

In Sung tersenyum sinis. “Anakmu? Kau lupa? Dia juga anakku. Bagaimana kau bisa menyebut dirimu seorang ibu jika selama ini kau sibuk mengurus hartamu daripada anakmu sendiri? Kau tidak akan pernah melihatnya lagi!”

In Sung segera menarik Shin Hye dan Ye Jin ke halaman depan, dimana satu mobil sudah menunggu. Kyuhyun dan Mhia sudah ada di sana, masing-masing hanya membawa satu ransel. Mhia juga menggandeng sebuah tas yang berisi barang-barang Shin Hye.

“Cepat masuk ke mobil. Jangan berlama-lama disini. Kalian tidak perlu berpamitan. Mereka tidak akan merasa kehilangan kalian. Cepat!” perintah In Sung pada anak-anaknya juga pada istri tuanya, Son Ye Jin.

“Oppa.. Tapi mengapa kau meninggalkan Jonghyun..” kata Ye Jin seraya memandang Jonghyun dengan iba.

Cho In Sung hanya diam sesaat. Kemudian ia berbalik. Dilihatnya Ji Hyo memeluk Jonghyun protektif. Di sebelahnya Mr. Cho dan Mrs. Cho berdiri, menatapnya penuh amarah.

“Aboji.. Jangan tinggalkan aku..” kata Jonghyun. Ia tampak terpukul semua orang yang disayanginya akan pergi meninggalkannya. Ia berusaha menyusul ayah dan saudara-saudaranya tapi anak buah Mr. Cho muncul dan menahannya dengan kuat-kuat.

“Aboji.. Ye Jin omoni.. tolong aku.. Jeballl!!!!” Jonghyun masih berusaha keras lepas dari beberapa lelaki yang menahannya.

“Oppa..” bisik Shin Hye. Ia, Mhia dan Kyuhyun sudah menangis. Ingin sekali mereka menyelamatkan saudaranya, tapi jika mereka kembali kesana, mereka tidak akan pernah bisa keluar lagi dari rumah itu.

“Oppa, tolong dia.. Tolong Jonghyun..” Ye Jin memohon pada suaminya tapi In Sung diam tanpa ekspresi. Satu tangannya menahan Ye Jin kuat-kuat karena istrinya itu hendak lari menyelamatkan Jonghyun.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan. Hanya ini kesempatan kita untuk pergi. Kalau kita semua pergi, maka aboji dan omoni akan mencari kita. Kita tidak akan pernah tenang. Harus ada satu orang yang tinggal. Dan karena ia cucu kebanggan aboji juga pimpinan Cho Corporation, Jonghyun-lah yang harus tinggal.”

Son Ye Jin menatap suaminya tak percaya. Ia masih berusaha melepaskan diri untuk mengambil Jonghyun yang juga tampak susah payah melepaskan diri dari sergapan anak buah kakeknya. Bahkan Jonghyun kini sudah menangis.

Detik berikutnya In Sung sudah menyeret Ye Jin ke dalam mobil dan menguncinya. Ia lalu duduk di balik kemudi dan segera meninggalkan halaman luas kediaman keluarga Cho.

“Tidakk..!! Abojiii…!! Hyungnimm..!!!” raung Jonghyun keras ketika mobil ayahnya mulai bergerak. Sekuat tenaga ia melepaskan pegangan para penjaganya lalu mulai berlari mengejar mobil hitam itu.

“Abojii… Omoni.. Jangan tinggalkan aku..!!” Tangis Jonghyun semakin deras, matanya kabur karena airmata berkumpul di pelupuk matanya. Namun ia tidak berhenti berlari, di belakangnya para anak buah kakeknya ikut berlari mengejarnya.

“Oppa..!!” Shin Hye memandang kakaknya dari dalam mobil. Sementara Kyuhyun mengeluarkan satu tangannya untuk menggapai Jonghyun yang kini jaraknya hanya tinggal beberapa senti saja dari tangannya.

“Hyungnim.. Jangan pergi..!!” teriak Jonghyun.

“Aboji, Jangan tinggalkan Jonghyun.” Kata Mhia dalam tangisnya.

“Oppa, hentikan mobil ini. Jebal. Jangan biarkan Jonghyun sendirian. Jebal oppa.. Jika kita harus menderita, kita menderita bersama. Jangan biarkan dia sendiri. Jeball..” kata Ye Jin yang kini menangis histeris.

Jarak Jonghyun dengan mobil semakin menjauh, ia juga sudah berlari cukup jauh meninggalkan rumah. Namun ia tidak putus asa, ia tetap berlari sekuat tenaga. Harapannya Cuma satu, mobil hitam yang kini semakin jauh itu berhenti dan ia bisa masuk ke dalamnya. Walaupun harapannya kecil, ia tidak putus asa. Ia tidak akan berhenti berlari.

Walaupun hatinya sakit karena ditinggalkan, walaupun kakinya perih karena ia berlari di aspal keras tanpa alas kaki, walau tubuhnya menggigil tanpa jaket dihantam udara malam, ia tidak perduli. Meski ayahnya tidak mau menerimanya, namun ia tidak mau terpisah dari orang-orang yang dicintainya.

“Aboji..”

Jonghyun masih senantiasa menangis, kakinya sudah sangat lelah kini. Kedua kakinya yang kokoh terasa akan patah. Tubuhnya nyaris membeku. Namun airmata dan tekadnya masih kuat.

Kini mobil In Sung bagai titik d kegelapan malam. Jonghyun sudah tidak bisa lagi mengejarnya. Ia menyerang. Ia jatuh berlutut. Satu tangannya memengang dadanya yang terasa sangat sesak karena sedih dan sakit hati, sementara tangan lainnya bertumpu pada aspal di bawahnya.

Jonghyun terisak keras, menangisi kepergian keluarganya terutama orang yang paling ia dambakan kasih sayangnya, ayahnya sendiri. Sakit yang ia rasakan menusuk ke hatinya dan seolah-olah menusuk-nusuknya hingga Jonghyun sulit sekali untuk bernafas. Ia rela kehilangan segalanya, asal ia bisa tetap bersama ayahnya. Karena ia ingin sekali menunjukkan pada ayahnya bahwa ia sangat menyayangi ayahnya yang selama ini menyia-nyiakannya.

“Aboji.. Jangan pergi.. Jangan tinggalkan aku. Bawa aku bersamamu. Saranghaeyo aboji, saranghaeyo..”

*

yongshin1

To Be Continued..

122 thoughts on “Sacrificial Love – Chapter 4

  1. Harga diri Kyu bener2 di injek sama Mr. Cho..
    Ada ya kakek yg begitu tega sama cucunya. Ckckck
    andai Siwon berani mengungkap kebenarannya. Pasti Kyu ga bakal semalu itu T.T
    omoo~ Jonghyun ditinggal? O.o

  2. Mr. cho yg nyium duluan itu siwon bukan kyu…
    tega bgt ma cucu sendiri sih… keterlaluan …

  3. iihh kesel bngt dhh sma kakeknya Kyu…

    akhirnya kyu dn kluargax pergi dri kakeknya Kyu,,bgus dhh klo kya gtu…

    maaf trnyata ak lupa review di chap ini

  4. Nooooooooo don’t leave him alone hwaaaaaaaaaa
    Poor poor Jonghyun ToT
    Moga2 Cho siblings bs bersatu lg plisssssss >_<

  5. Parah!!
    Chapter ini bener-bener menguras emosi T.T
    Ye Jin, Mhia, dan Kyu sudah tersakiti sangat dalam. Bahkan akhirnya Shin Hye & Jong Hyun pun harus ikut merasakan tekanan dari keluarga..
    Kalo Ye Jin, Mhia, dan Kyu tertekan karena cemooh dari keluarga, maka Shin Hye & Jong Hyun tertekan karena terlalu dimanja & dipaksa menurut ke keluarga ;A;

    Setelah ini kehidupan In Sung pasti tidak mudah. Lalu bagaimana dengan Jonghyun?? T.T

  6. Aaaaa
    Aku baca ini kemarin dulu udah komen belum yaa?
    Komen lagi deh

    Siwooonnn tega banget menyakiti kiyukiyuuu
    Sumpah tu mr. Cho knp gak disantet aja sii nyebelinnya itu lho
    Mambahana…

    Mereka kabur niii
    Terus jonghyun gimana?
    Lari ke ch 5 aaahhhh

  7. ih kok jongyhun di tinggal sich kasihan…
    kakek nya terlalu kejam q jd pingin hajar tu kakek2…
    cerita nya debak min…

  8. sedih banget… jonghyun ditinggalin… in sung kudu ngerelain jonghyun demi anak2nya yang lain… hiks…

  9. d chap in aq bangga dg daddy in sung dy brani melawan ort na demi kebahagiaan keluarga yg d cintai na, ye jin it sepert malaikat baik n berhati lembut, d chap in aq sempet nangis, kasian jonghyun d tinggal..

  10. Aaaaaahhkkk. Jonhyunniiiiiiee. Duhh, jadi pengen nangis. In Sung nggak bermaksud seperti itu. Tapi tetep aja, kalo ditempatkan pada posisi Jonghyun, pasti menderita, sakit hati T.T

    Kyu, gimanapun dia tetep sabar. Tetep sayang sama adik2nya. Adegan terakhir bener2 menguras emosi T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s