Sacrificial Love – Chapter 3

Title                 :  Sacrificial Love

Rate                 : M

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst PG – 13

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Jonghyun, Park Shin Hye, Jo In Sung, Son Ye Jin, Song Ji Hyo, Choi Siwon, Jung Yonghwa and Mhia Irham

Warning          : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary          : Keluarga Cho adalah salah satu keluarga bangsawan Korea yang paling terpandang. Ketika hubungan kekeluargaan menyatu dengan konflik cinta dan kekuasaan, apa yang akan dilakukan para anggota keluarga ini untuk terus bertahan?

CHAPTER 3

Shin Hye memasuki rumah dengan wajah sumringah. Sejak turun dari mobil, wajahnya sudah terlihat berseri-seri. Ia berlari secepatnya menuju ke kebun belakang, tempat Son Ye Jin, ibu tirinya, suka menghabiskan sore yang indah dengan duduk di bangku sambil membaca buku. Ia ingin sekali membagi kebahagiaannya dengan wanita yang telah diangapnya seperti ibu kandungnya sendiri itu. Bukannya ia tidak mau menceritakan pada Ji Hyo terlebih dahulu, tapi terkadang ibunya sendiri suka tidak menanggapi hal-hal yang dikatakan Shin Hye.

Begitu tiba disana, wajahnya semakin terlihat cerah karena ternyata Kyuhyun oppanya juga ada disana. Ia mendekati kedua orang itu pelan-pelan dari belakang. Namun langkahnya langsung terhenti ketika mendengar kedua orang itu tengah bicara dengan serius.

“Apa yang harus aku lakukan omoni? Aku mencintai Siwon hyung, sangat mencintainya. Tapi mengapa ketika aku bertemu lagi dengannya, ia harus menjadi milik orang lain?” Shin Hye mendengar Kyuhyun bicara.

Son Ye Jin mengelus rambut anak bungsunya itu seraya berkata. “Kyu, terkadang hidup memang tidak memberikan kita pilihan lain. Apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan.”

“Ye, omoni.. Aku tahu. Tapi belum pernah aku menginginkan sesuatu seperti aku menginginkan Siwon hyung. Sejak dulu aku selalu mengalah. Apapun yang Jonghyun dan Shin Hye dapatkan tidak pernah kudapatkan tapi aku selalu bisa mengerti. Tapi apakah aku harus merelakan kepergian Siwon hyung sekali lagi?”

“Kyu.. Kebahagiaan keluarga adalah diatas segalanya. Apa artinya kita bahagia jika keluarga kita menentang? Bagaimana mungkin kau bisa bahagia sementara keluargamu terluka? Kau adalah anak yang baik, aku yakin suatu saat kau akan mendapatkan lelaki terbaik yang bisa membuatmu bahagia, walaupun itu bukan Siwon. Percayalah.. Jadi dengarkan omoni, lepaskanlah Siwon, biarkan ia bersama adikmu.” Kata Ye Jin lagi pada anaknya.

Shin Hye melihat kedua orang di depannya itu berpelukan. Ia tahu pasti bahwa oppanya sangat terluka dengan perjodohan ini. Ia memang tahu kalau oppanya itu sangat mencintai cinta pertamanya. Namun, ia tidak pernah menyangka kalau orang itu adalah Siwon. Dan yang membuat mereka tidak bisa bersatu adalah Shin Hye sendiri.

“Kau sudah dengar?”

Terdengar sebuah suara berbisik halus di belakang Shin Hye. Dengan gugup ia menoleh ke belakang dan mendapati ibu kandungnya menatapnya tajam. Detik berikutnya Ji Hyo sudah menyeret Shin Hye menuju kamarnya. Sesampainya di kamarnya barulah Ji Hyo melepaskan cengkramannya di lengan anaknya.

“Kau dengar semuanya kan? Ani.. Kau hanya mendengar sebagian. Kau tidak mendengar secara keseluruhan bahwa bagaimana kuatnya perasaan Kyuhyun pada Siwon. Kau tidak mendengar bahwa..”

“Aku memang tidak mendengar semuanya. Tapi aku tahu bahwa Kyuhyun oppa sangat mencintai Siwon oppa. Dan aku menolak perjodohan ini, omoni. Aku tidak mau menyakiti Kyuhyun oppa, dan.. diriku sendiri..” kata Shin Hye memotong kalimat ibunya.

“Mwo??? Menolak? Apa kau dalam posisi menawar saat ini? Tidak! Kau hanya ada dalam posisi menerima. Kau tidak boleh menolak apa yang sudah ditentukan untukmu. Ini takdirmu, terima itu!” balas Ji Hyo sengit.

“Tapi omoni.. Siwon oppa dan Kyuhyun oppa saling mencintai. Aku pun tidak mencintai Siwon oppa, aku hanya mencintai..”

“Siapa? Lelaki miskin itu? Lelaki yang hanya mengejar uangmu itu? Lelaki seperti itu yang kau inginkan? Demi Tuhan, Shin Hye! Buka matamu! Kau tinggal menerima Siwon, menikah dengannya dan menjalani segalanya. Kau tidak perlu memikirkan hal lain, apalagi perasaan Kyuhyun. Dia pasti mau mengalah untukmu, seperti yang biasa dilakukannya.” Kata Ji Hyo lagi.

“Tapi mana mungkin membangun hubungan tanpa cinta? Mana mungkin aku dan Siwon oppa bisa bahagia jika kami melukai orang lain?” kata Shin Hye masih tetap pada pendiriannya.

“Cinta? Kau pikir aku dan aboji-mu menikah atas dasar cinta? Apakah ia mencintaiku? Tidak! Apakah ia pernah sekali saja memikirkanku? Tidak! Seluruh hati dan pikirannya hanya untuk Ye Jin. Bahkan aku telah memberikan dua anak padanya pun, ia masih saja tidak menggubrisku. Kau pikir bagaimana perasaanku? Tapi aku tetap bertahan karena aku memikirkan kalian! Kalian adalah cucu sah keluarga Cho. Kalian berhak mendapatkan semua yang dimiliki keluarga ini. Jangan membuat perjuanganku sia-sia..!”

“Omoni.. jebal.. Aku tidak bisa.. Aku..”

Ji Hyo kembali menyambar lengan anaknya. “Dengarkan aku! Aku hanya bicara sekali dan tidak akan kuulangi lagi. Putuskan hubunganmu dengan lelaki miskin itu dan terima perjodohan ini. Kalau kau tidak mau melakukannya, ibu tiri tersayangmu itu beserta kedua anaknya yang akan menerima akibatnya. Dan aku bersungguh-sungguh.”

Shin Hye tahu benar jika ibunya serius. Kalau ia berani menolak, kalau ia berani tidak mengindahkan kata-kata ibunya, maka ia akan menyebabkan kesengsaraan baru pada kedua kakak serta ibu tirinya. Dan ia tidak menginginkan hal itu terjadi.

*

            Beberapa hari kemudian, Shin Hye mengajak Kyuhyun untuk bertemu kekasihnya, Jung Yonghwa. Mereka akan bertemu di salah satu kedai kopi yang cukup terkenal di daerah Myeongdong. Ketika Shin Hye dan Kyuhyun tiba disana, Yonghwa sudah menunggu dan tersenyum hangat melihat gadis yang dicintainya datang.

“Anneyong Kyuhyun-ssi.. Tidak kusangka kau juga akan datang kemari.” sapa Yonghwa pada Kyuhyun sembari membungkuk hormat.

“Ah.. Tadi aku sedang di luar. Shin Hye menelepon dan memintaku untuk menemaninya hari ini. Katanya sudah lama kita tidak berkumpul bersama. Mianhae Mhia noona tidak bisa hadir hari ini, ia harus menemani omoni untuk menghadiri undangan acara makan siang. Sedangkan Jonghyun sangat sibuk akhir-akhir ini, kami saja jarang sekali bertemu di rumah ataupun di kantor.” Kata Kyuhyun menjelaskan.

Ia sendiri juga heran mengapa Jonghyun sangat sibuk. Ia sudah bertanya pada sekretaris Jonghyun dan gadis itu berkata bahwa Jonghyun memang menangani banyak sekali proyek baru dan ia tidak mengijinkan siapapun membantunya ataupun mengganggunya. Entahlah, tapi Kyuhyun merasa ada jarak antara dirinya dengan Jonghyun akhir-akhir ini.

“Aku merindukan saat-saat kita semua berkumpul bersama. Tapi tidak apa-apa, kehadiranmu hari ini sudah cukup.” Kata Yonghwa seraya mempersilahkan dua orang di depannya duduk.

“Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian.” Kata Shin Hye ketika mereka bertiga sudah duduk.

“Ada apa?” tanya Yonghwa lembut seraya menggenggam jemari Shin Hye.

Namun alangkah terkejutnya Yonghwa ketika Shin Hye menarik tangannya dan melepaskannya dari genggaman Yonghwa.

“Aku ingin kalian berdua mendengarkan dengan baik apa yang akan aku katakan. Dan tolong, jangan suruh aku untuk berubah pikiran karena keputusanku sudah bulat.” Kata Shin Hye lagi. Ia terlihat sangat tenang padahal dalam hatinya sangat gelisah.

“Ada apa? Kenapa kau serius sekali?” tanya Kyuhyun.

Shin Hye tampak diam sebentar lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan-pelan. Kemudian ia mulai bicara. “Kyuhyun Oppa.. Yonghwa-ssi.. Mianhae.. Aku telah memutuskan bahwa aku.. aku akan menerima perjodohanku dengan Siwon oppa.”

Baik Yonghwa maupun Kyuhyun tampak terkejut luar biasa. Mereka tidak menyangka Shin Hye bisa memutuskan hal itu.

“Shin Hye-ah.. Jangan bercanda. Kau sendiri yang bilang saat itu bahwa kau tidak mau menerima perjodohan itu. Kau sendiri yang memintaku untuk membantumu agar keluar dari perjodohan itu. Mengapa tiba-tiba kau..”

Shin Hye memotong perkataan Kyuhyun. “Aku berubah pikiran, oppa.”

“Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan hubungan kita? Kau bilang kau tidak mencintainya.. Kau memintaku untuk segera menikahimu. Maka aku berusaha mati-matian. Beberapa hari lalu ketika aku mengabarimu bahwa aku berhasil membangun toko roti itu, kau sangat bahagia. Bahkan kau memintaku untuk segera bersiap-siap karena kau akan mengenalkanku pada kedua orangtuamu. Mengapa sekarang kau..”

Lagi-lagi Shin Hye memotong perkataan, kali ini perkataan Yonghwa. “Sudah kukatakan bahwa aku berubah pikiran. Aku juga manusia yang bisa berubah pikiran. Setelah berkencan dengan Siwon oppa, aku sadar bahwa aku jatuh cinta padanya. Siapa yang tidak mau menjadi pendampingnya? Ia impian setiap orang. Ia tampan, cerdas, kaya dan dari keturunan bangsawan yang terhormat.”

Bibir Shin Hye bergetar ketika mengatakan semua itu. hatinya sakit sekali karena harus berbohong pada kekasihnya, oppanya, dan pada hatinya sendiri.

“Shin Hye-ya, jebal.. Katakan padaku bahwa kau hanya bercanda. Kau tidak serius kan? Jebal..” tanya Yonghwa masih dengan nada tidak percaya.

Shin Hye menjawab pertanyaan itu tanpa memandang langsung ke kekasihnya. “Aku serius. Aku akan sudah memutuskannya dan aku tidak akan membatalkannya.”

Selesai berkata demikian, Shin Hye langsung berdiri dan hendak pergi namun Yonghwa lebih cepat. Ia sudah menghalangi jalan Shin Hye dengan melebarkan kedua tangannya.

“Kau tidak boleh pergi sebelum menjawab pertanyaanku. Katakan sejujurnya, apa kau benar-benar telah jatuh hati padanya?”

Shin Hye masih tetap menolak kontak mata dengan Yonghwa. “Ya, aku telah jatuh hati padanya. Dan aku tidak kuasa menolak pesonanya.”

“Tatap aku ketika kau bicara! Tatap aku!” bentak Yonghwa sedikit kesal.

Namun Shin Hye masih tetap menghindari tatapan mata Yonghwa. Kemudian Yonghwa meraih wajah Shin Hye dan membuat gadis itu menatapnya langsung ke dalam manik matanya.

“Kumohon, jujurlah padaku. Apa kau masih mencintaiku? Kumohon.. Jika kau memang masih mencintaiku, aku akan melupakan kata-katamu tadi dan aku berjanji akan berjuang untuk kita. Tapi jangan tinggalkan aku seperti ini.”

Menatap mata itu, melihat sinar mata yang selalu membuatnya bahagia, membuat keteguhan hati Shin Hye mencair. Akhirnya ia menangis pelan. Pelan-pelan ia melepaskan kedua tangan Yonghwa di wajahnya.

“Yonghwa-ssi, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Tapi aku tidak bisa terus bersamamu. Kita tidak bisa bersama. Terlalu banyak perbedaan diantara kita.Dan perbedaan-perbedaan itu semakin membuka mataku bahwa kau tidak pantas untukku. Aku lebih memilih Siwon oppa. Ia jauh lebih terpandang, terhormat, terpelajar dan yang penting, ia setara dengan kami. Kumohon, lepaskanlah aku. Karena sampai kapanpun kita berusaha, tidak akan pernah ada jalan keluar untuk kita.”

Sekali lagi Yonghwa memandang Shin Hye dengan tatapan tak percaya. Ia telah mengenal Shin Hye sejak lama. Mereka saling mengenal sejak duduk di bangku sekolah menengah tingkat pertama. Dan hubungan mereka sudah terjalin selama empat tahun. Namun, tidak sekalipun ia pernah melihat Shin Hye setegas ini.

Shin Hye adalah gadis rapuh yang selalu ragu dalam mengambil keputusan. Ia tidak pernah bisa memilih dengan baik atau menentukan sesuatu untuknya tanpa bertanya pada siapapun. Melihat Shin Hye begitu yakin saat ini, membuatnya berpikir apakah mungkin memang Shin Hye sudah tidak bisa lagi mempertahankan segalanya.

“Shin Hye-ya.. Apa benar sudah tidak ada lagi jalan untuk kita? Walaupun aku berusaha? Tidak bisakah kau memilihku? Aku berjanji akan memenuhi semua kebutuhanmu, aku akan memberikan segalanya yang kau inginkan.. Segalanya.. Tapi tolong, jangan menerima perjodohan itu.”

Air mata Shin Hye masih senantiasa mengalir. Sakit sekali melihat kekasihnya memohon seperti itu. Sulit sekali baginya untuk meninggalkan cinta yang telah terajut sekian lama. Namun ia tidak punya pilihan lain. Jika ia bersikeras mempertahankan Yonghwa, maka keluarga ibu tirinya akan mengalami siksaan. Ia tidak bisa melihat semua itu terjadi.

Walaupun hatinya terluka, walaupun ia harus menanggung rasa sakit itu seumur hidup, ia rela. Asal tidak ada lagi ketidakadilan untuk Son Ye Jin dan kedua anaknya. Ia tidak ingin lagi melihat kesedihan di wajah ibu tirinya itu.

“Shin Hye-ya.. Tolong jawab aku..” kata Yonghwa lagi.

Shin Hye menarik nafas panjang seraya memejamkan matanya. Ketika ia menghembuskan nafasnya perlahan, ia membuka serta kedua matanya.

“Kyuhyun oppa.. Tolong antarkan aku pulang.” Kata Shin Hye tegas.

Kyuhyun yang sejak tadi diam karena memikirkan keputusan Shin Hye, tersentak mendengar adiknya itu memanggilnya.

“Shin Hye-ya.. Selesaikanlah dulu urusanmu baru aku akan..”

“Aku tidak punya urusan lagi disini. Oppa, jebal.. Antarkan aku pulang..”

Kyuhyun menuruti kemauan adiknya itu. Membantunya lolos dari pertanyaan-pertanyaan Yonghwa dan memohon pada Yonghwa untuk membiarkan Shin Hye sendiri dulu. Ia diam membisu setelah masuk ke dalam mobil. Pikirannya dipenuhi oleh kenyataan-kenyataan bahwa adiknya akan bertunangan dengan cinta pertamanya. Bahwa sebentar lagi mungkin mereka akan lebih sering bertemu dalam situasi yang tidak menyenangkan. Bahwa sebentar lagi ia harus menerima Siwon sebagai iparnya sendiri.

Dan sekali lagi ia harus merelakan cintanya pergi. Sekali lagi ia harus terluka karena kenyataan yang terlalu kejam yang tiada henti menghantamnya. Dengan pikiran kacau seperti itu, ia bahkan tidak mendengar tangis putus asa Shin Hye selama dalam perjalanan pulang.

*

            Pertemuan kedua antara keluarga Cho dengan Choi berikutnya berlangsung tertutup. Hanya anggota keluarga saja yang hadir. Para orang tua mendiskusikan bagaimana acara pertunangan Siwon dan Shin Hye akan dilangsungkan, sementara anak-anak mereka hanya duduk diam di sana. Menunjukkan sikap hormat dengan bersikap tenang.

Sedaritadi Siwon tak berhenti melirik ke arah Kyuhyun. Setiap melihat raut wajah murung itu, perasaan bersalah selalu menghampirinya. Ia tahu bahwa ia dan Kyuhyun masih saling mencintai, namun tidak mungkin bagi mereka bersatu jika keinginan orang tua mereka jauh lebih keras daripada keinginan mereka sendiri.

Siwon sendiri tidak mungkin mundur dari perjodohan itu, satu-satunya harapan adalah jika Shin Hye menolak. Mungkin Siwon bisa meminta orang tuanya menjodohkan dengan anak Cho yang lain, dalam hal ini Kyuhyun. Tapi harapannya hancur ketika seminggu lalu dirinya dan Shin Hye ‘berkencan’ atas perintah orang tua mereka, dan Shin Hye menyatakan kesediaannya untuk menerima pertunangan mereka. Maka ia tak punya pilihan lain lagi. Mungkin ia dan Kyuhyun memang tidak berjodoh.

“Baiklah, terima kasih telah berkunjung hari ini.” Terdengar Mr. Cho berkata pada Siwon dan kedua orang tuanya. Kemudian ia dan Mrs. Cho beserta In Sung dan kedua istrinya mengantar keluarga Choi ke halaman depan.

Saat itu juga Jonghyun mendekati adiknya dan menarik lengannya keluar ruangan. “Shin Hye-ya, katakan padaku yang sebenarnya. Mengapa kau dengan mudahnya menerima perjodohan ini.”

Shin Hye terdiam. Ia tidak berani bicara. Sejak ia memutuskan mengikuti kehendak ibunya, ia memang menghindari semua kontak dengan ketiga kakaknya. Ia takut menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya harus menjawab yang sebenarnya.

“Jawab aku!” kata Jonghyun dalam nada tegas.

Shin Hye masih terdiam dan menunduk. Ia tahu benar bagaimana sikap oppanya yang satu ini jika sudah marah. Jonghyun bisa meledak, tidak seperti Kyuhyun yang lebih bisa menahan diri.

“Cho.. Shin.. Hye..!” kata Jonghyun lagi kali ini memberikan tekanan dalam setiap kata-katanya.

“Aku menyukainya, oppa.” Jawab Shin Hye pendek. Ia masih terus menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya.

“Benarkah?” tanya Jonghyun tidak percaya. “Jika benar kau jujur pada perasaanmu sendiri, setidaknya kau bisa menatapku saat bicara. Jangan membuatku berpikir bahwa kau melakukan semua ini karena tekanan dari omoni.”

Shin Hye takut sekali. Orang yang paling ditakutinya di dunia ini bukan ayahnya atau ibunya melainkan Jonghyun. Kakaknya yang penyayang itu bisa menjadi sangat ganas bila sedang marah. Namun jika ia tidak menyangkal kecurigaan Jonghyun, bisa jadi ancaman ibunya akan menjadi kenyataan.

Pelan-pelan Shin Hye mengangkat wajahnya dan menatap Jonghyun. Dengan bibir bergetar, ia bicara. “Aku menyukai Siwon oppa. Omoni tidak pernah menyuruhku menerima pertunangan ini. Akulah yang berpikir meninggalkan Yonghwa-ssi karena kupikir tidak ada jalan lagi untuk kami berdua.”

“Kalau memang benar yang kau katakan, mengapa kau tidak membicarakannya dulu denganku? Bukankah aku sudah pernah berjanji padamu bahwa aku akan mengirim kau pergi jauh bersama Yonghwa jika omoni tetap tidak setuju? Jangan menipuku, aku tidak bodoh!” kata Jonghyun kesal.

“Jonghyun-ah.. Jangan bersikap seperti itu pada Shin Hye.”

Jonghyun dan Shin Hye menoleh. Mhia ada diantara mereka. Melihat itu, Shin Hye langsung berlindung di belakang tubuh kakak tirinya itu dan menyembunyikan wajahnya.

Jonghyun menarik nafas kesal. “Noona, tolong aku. Tolong nasehati dia untuk tidak mengikuti permainan gila ini. Jangan korbankan hatinya sendiri. Bukan hanya dia yang terluka, tapi juga Yonghwa, Siwon dan Kyuhyun hyung.”

“Tidak ada apa-apa lagi diantara kami. Jadi kau tidak perlu khawatir. Jika memang Shin Hye menyukai Siwon hyung, biarkanlah mereka bersatu. Tugas kita sekarang adalah memberi pengertian pada Yonghwa-ssi.”

Jonghyun berbalik dan mendapati Kyuhyun juga telah hadir diantara mereka. Jonghyun menatap kakaknya yang hanya terpaut beberapa jam lebih tua darinya itu. Sejujurnya ia tidak mengerti, dulu Kyuhyun seakan hendak gila karena Siwon meninggalkannya. Dari rasa kehilangan itu muncul kerinduan yang bercampur kebencian. Tapi ia tidak pernah menyangka Kyuhyun akan merelakan Siwon dengan mudah seperti ini.

“Hyungnim..”

“Jonghyun-ah, ada saat dimana kita harus berjuang dan ada saat dimana kita harus berhenti berharap. Inilah saatnya aku berhenti. Mungkin jalannya memang seperti ini. Setidaknya aku bahagia karena Siwon hyung mendapatkan seseorang yang baik.”

Setelah berkata demikian, Kyuhyun segera meninggalkan saudara-saudaranya itu lalu menyelinap naik ke kamarnya. Son Ye Jin yang ternyata juga sudah berada disana menangis perlahan. Sekali lagi, anaknya harus mengalah demi kebahagiaan saudaranya.

*

            Hari yang telah ditentukan tiba juga. Hari pertama di minggu kedua bulan april itu, pertunangan Siwon dengan Shin Hye dilaksanakan. Di tengah indahnya musim semi, dimana-mana bunga mulai bermekaran, burung-burung berkicau riang, dan matahari bersinar cerah menghangatkan setiap makhluk hidup di muka bumi, Kyuhyun menahan sesak di dadanya. Membiarkan cinta pertamanya pergi begitu saja.

Ia tahu, terkadang hidup itu tidak adil. Ada keadaan dimana dua orang di takdirkan untuk bertemu tapi tidak untuk bersama. Kadang Kyuhyun berpikir mengapa ia dulu bisa jatuh cinta pada Siwon. Padahal saat itu bukan hanya Siwon yang mengejarnya. Namun jika hati sudah memilih, sulit bagi kita untuk menolaknya.

Dan disaat ia yakin akan pilihannya, ia dihadapkan pada kenyataan-kenyataan sulit. Pertama Yoona muncul dan membeberkan kisah semalamnya dengan Siwon. Walaupun hal tersebut dilakukan dalam keadaan mabuk, siapapun tidak mau menerima kekasihnya tidur dengan orang lain.

Lalu saat ia berusaha memaafkan Siwon, muncul Kibum. Kembali ia dipisahkan dari Siwon. Hingga akhirnya Siwon benar-benar harus pergi dari Seoul. Kyuhyun memang mendengar bahwa Siwon melanjtkan kuliahnya di luar negeri, tapi ia tidak tahu dan tidak mau tahu dimana. Karena saat itu ia pikir Siwon pergi bersama Kibum.

Kini, setelah Siwon kembali sebagai lelaki bebas, kembali Kyuhyun harus merelakan Siwon pergi. Karena adiknya sendiri yang memintanya. Tidak, bukan cuma adiknya tapi juga keluarganya. Bagaimana mungkin ia merasakan bahagia jika Shin Hye nantinya akan terluka. Walaupun ia sedikit sangsi dengan keputusan adiknya itu, tapi ia tetap berusaha menghormatinya.

Kyuhyun hanya masih belum bisa mengerti mengapa Shin Hye dengan mudah putus asa padahal ia dan Yonghwa sudah berjuang selama empat tahun bersama. Selama ini mereka berdua selalu baik-baik saja. Yonghwa memang bukan dari kalangan bangsawan, tapi ia adalah lelaki jujur dan bertanggung jawab.

Yonghwa juga adalah pekerja keras yang pantang menyerah. Ia mengumpulkan uangnya demi mewujudkan mimpi Shin Hye untuk memiliki sebuah bakery. Shin Hye suka membuat kue dan roti, maka ia ingin sekali memiliki toko roti bersama Yonghwa. Dan ketikaYonghwa berhasil membeli sebuah bangunan kosong dan mengisinya kembali dengan apa yang menjadi tujuannya semula, Shin Hye malah meninggalkannya.

Kyuhyun menghembuskan nafas berat. Ia memandangi alam di sekitarnya. Hutan pinus kecil inilah tempatnya selalu melarikan diri. Tempatnya menjernihkan pikiran, tempatnya merasakan kebebasan dalam lingkungan keluarganya sendiri.

“Kyu..”

Kyuhyun menoleh. Ia mendapati Siwon berdiri disana, di tengah jalan setapak. Lelaki itu tampak luar biasa tampan dengan setelan jas putihnya. Apalagi ia berdiri diantara hijaunya dedaunan hutan pinus itu. Choi Siwon tampak seperti seorang pangeran.

Kyuhyun sempat terpana. Namun seketika ia tersadar bahwa Siwon sebentar lagi akan resmi menjadi iparnya sendiri. Mana mungkin ia berani membayangkan Siwon akan menjadi miliknya seperti dulu?

“Hyung.. Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku mencarimu sejak tadi. Ketika kutanyakan pada Jonghyun, ia  bilang aku ada disini.” Jawab Siwon.

“Ada apa mencariku?”

“Aku ingin meminta maaf.”

Kyuhyun menoleh, ia menatap Siwon sambil tersenyum jengah. “Tidak ada yang perlu dimaafkan, hyung. Anggap saja memang kita tidak berjodoh. Lagipula, aku turut bahagia bisa melihatmu bersama Shin Hye. Tolong jaga dia baik-baik, hyung.”

Siwon terdiam. Ia menunduk sebentar lalu menatap Kyuhyun dalam-dalam. Tangannya bergerak membelai wajah Kyuhyun, membelai wajah yang selama ini dirindukannya. Kyuhyun memejamkan matanya merasakan sensasi itu. Sensai hangat yang menghinggapinya ketika tangan Siwon menyentuh kulitnya.

“Kyu.. Ijinkan aku memelukmu. Ijinkan aku melakukannya, sekali saja. Karena setelah ini, tidak ada lagi kesempatan untuk kita berdua.” Kata Siwon pelan.

Kyuhyun membuka matanya perlahan lalu menunduk, ia tidak berani menatap Siwon. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Siwon memeluk tubuh itu. Mendekapnya dalam-dalam, merasakan aroma yang dirindukannya, mengalirkan kasih sayang yang tak mungkin bisa ia berikan lagi setelah ini.

Kyuhyun membalas pelukan itu. Untuk sekali ini saja ia ingin memeluk Siwon sebagai lelaki yang pernah singgah di hatinya. Selanjutnya ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan menatap Siwon sebagai anggota keluarganya. Walaupun itu menyakitkan, namun ia akan berusaha sekuatnya untuk kembali menata hatinya.

“Saranghae Kyu.. Jeongmal saranghae..” bisik Siwon pelan.

Kyuhyun tidak berani menjawab. Ia hanya terdiam dalam pelukan Siwon. Ketika Siwon meregangkan pelukannya lalu mengangkat dagu Kyuhyun menggunakan jemarinya, kedua mata mereka saling beradu. Tatapan mata penuh kerinduan pun mengalir diantara mereka. Tatapan yang juga diisi oleh kesedihan dan luka mendalam.

Pelan-pelan Siwon mendekatkan bibirnya ke bibir Kyuhyun lalu mengecup lembut. Kyuhyun membalas ciuman itu. Ciuman dalam yang biasanya memabukkan kini terasa menyakitkan. Namun Kyuhyun tahu, ini adalah yang terakhir. Kisah cinta mereka akan selesai sampai disini.

*

wonkyu sad

To Be Continued..

132 thoughts on “Sacrificial Love – Chapter 3

  1. uwwah…..
    Kyuoppa yg baik hati dan sabar….
    Knp sih pada gk suka sama yejin nuna pdhlkn dia menantu yg baik hati gak ky jihyo nuna….

    Shinye knp setuju dgn pertunangan itu kshn yonghwa oppa….
    Sad;(

  2. Sorry onnie telat kasih review ny…
    Ji hyo onnie ngancem shin hye supaya nerima perjodohan itu… Tega banget sama anak sendiri.. Kyu” kasian, udah lama gak ktmu wonppa sx ketemu eh malah wonppa harus nikah sama adik ny sendiri..

  3. kasian Shin Hye hrus jdi sprti itu…

    Kyu ku yakin kau psti bisa mndptkn cnta Siwon…

  4. Okay mak lampir in action >D:
    Poor all the Cho siblings, masing2 terjebak di tengah keluarga yg ga harmonis n hrs ngorbanin perasaan masing2
    Poor Yonghwa jg yg ga tau apa2 ;;
    Poor Siwon yg hrs pisah sama Kyu n dang Siwon yg ga bs nglkuin apa2 buat ms dpnnya ndiri huhuhuhu

  5. Nangis ngebayangin hidupnya Ye Jin, Mhia, dan Kyu..
    Mau sampe kapan mereka terkucilkan seperti ini?? T.T
    Mhia & Kyu selalu mengalah ke Jonghyun & Shin Hye. Anggap mereka tidak pernah menaruh dendam, tp apa mereka bakal terus bertahan dengan keadaan dimana merek terus tertekan. Kyu merelakan cinta pertamanya :”

  6. Nyeseeeekkkk buanget pake puolll kalo jadi kiyuuuu
    Hikssss
    Sudah dianak tirikan
    Kehilangan cintanya
    Aiiiiigoooooo
    Gak ngebayangin kalo aku jadi dia

  7. persoalan keluarga yang rumit…..akhirnya gak ada yg bahagia …kyu tdk,shin ye jg tdk….tega banget tu ibunya korbanin shin ye cuman buat nyakitin kyu…

  8. sin hye sayang bgt am kyu n ye jin…aq salut am sin hye…dy adalah adik yg baik…tp syang ko ibu sin hye gk bgt y, past in sifat dr daddy in sung…yoyoy..;D

  9. haiss sebel banget sama ji hyo omoni…gara’ dia, shin hye terpaksa nurutin kemauan omoni’a.
    sedih banget jadi kyuhyun hrs ngerelain orang yg dia cintai demi keinginan keluarga’a (read: jihyo n kakek nenek’a).

  10. Nasibmu malang sekali, Kyu T________T

    Ga ada harapan lain selain semoga nantinya mereka memang benar2 dipertemukan dengan keadaan yang bukan seperti ini. Walopun juga kayaknya ga mungkin banget sih T________T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s