Sacrificial Love – Chapter 2

Title                 :  Sacrificial Love

Rate                 : M

Genre              : Romance, Sad, Hurt, Angst PG – 13

Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Jonghyun, Park Shin Hye, Jo In Sung, Son Ye Jin, Song Ji Hyo, Choi Siwon, Jung Yonghwa and Mhia Irham

Warning        : BL, OOC, Typo (es), Don’t Like = Don’t Read

Summary     : Keluarga Cho adalah salah satu keluarga bangsawan Korea yang paling terpandang. Ketika hubungan kekeluargaan menyatu dengan konflik cinta dan kekuasaan, apa yang akan dilakukan para anggota keluarga ini untuk terus bertahan?

CHAPTER 2

Lelaki itu tampan. Sangat tampan. Dengan tubuh tinggi tegap dan berotot, ia terkesan seperti lelaki penjaga yang tangguh. Namun dengan sinar dari mata onyx nya serta sepasang dimple yang menghiasi pipinya ketika ia tersenyum membuat ia tampak seperti lelaki paling manis yang penuh kasih sayang.

Lihatlah caranya berjalan, bicara hingga memperlakukan setiap orang di tempat itu. Semua menganggapnya malaikat. Lelaki itu, Choi Siwon.

Choi Siwon tengah berbicara di halaman belakang keluarga Cho yang sangat luas. Dimana pesta penyambutan untuk keluarganya dilakukan. Ia tampak tenang menjawab setiap pertanyaan yang dialamatkan padanya dari Mrs. Cho dan Song Ji Hyo. Ibunya menggandengnya dan dengan penuh semangat ikut membanggakan putra semata wayangnya itu.

Beberapa keluarga bangsawan lain juga diundang. Jadilah pesta para kaum kapitalis berlangsung disana. Halaman belakang rumah keluarga Cho disulap seperti pesta kebun paling mewah yang pernah ada.

Cho In Sung berdiri bersama ayahnya dan beberapa pimpinan keluarga bangsawan lain. Sedangkan Son Ye Jin berdiri anggun bersama Mhia, tak jauh dari tempat suaminya. Ia baru saja selesai menyapa semua tamu yang hadir dan kini memilih untuk berdiri diam dan mengawasi segalanya. Karena itulah tugasnya, mengawasi jalannya pesta ketika yang lain asik berkumpul dan bersenda gurau dengan para keluarga bangsawan lainnya.

Tapi ia tidak mengeluh, semasa ia masih diijinkan mendampingi lelaki yang dicintainya dan anak-anaknya masih tetap mendapat tempat di keluarga itu, ia rela melakukan segalanya.

“Mhia-ya, dimana adikmu?” tanya Ye Jin pada putri sulungnya. Hari itu Ye Jin mengenakan pakaian dari sutera halus dengan bordiran indah. Walaupun make up-nya minimalis, tapi ia tampak jauh lebih bercahaya dibandingkan dengan Song Ji Hyo yang khusus mendatangkan para designer dan tata rias professional untuk merubahnya menjadi lebih menawan.

Mhia menggeleng. “Aku tidak tahu, omoni. Tapi aku tahu pasti kalau ia melarikan diri saat ini. Mungkin ia ada di kamarnya, mungkin juga ia ada di hutan pinus, entahlah..”

Son Ye Jin tersenyum cemas. “Jika ia bersembunyi, sebaiknya ia tidak membawa Jonghyun bersamanya. Sebentar lagi mereka akan sadar bahwa Jonghyun tidak ada. Ah.. Shin Hye..”

Mhia mengikuti arah pandang ibunya dan mendapati Shin Hye sedang diperkenalkan oleh neneknya kepada Choi Siwon. Senyum sopan memang terukir di wajah cantik gadis itu, tapi Mhia tahu Shin Hye tidak akan mengartikannya terlalu jauh. Sementara itu Ji Hyo terlihat sedikit cemas. Ia berkali-kali memandang ke segala arah. Tak jarang ia mengecek ponselnya secara sembunyi-sembunyi.

Tak lama kemudian Ji Hyo terlihat meninggalkan kelompoknya dan berjalan mendatangi Ye Jin dan Mhia.

“Dimana Kyuhyun dan Jonghyun? Kenapa mereka meninggalkan pesta seperti ini? Katakan pada anakmu jangan memberi contoh yang buruk pada anakku.” Kata Ji Hyo dalam bisikan rendah. Ia terlihat seperti sedang berbincang seperti biasa, kemarahannya ditekan kuat-kuat agak tak muncul ke permukaan.

“Aku ada disini. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain kalau omoni tidak bisa menemukanku.” Kata Jonghyun tepat di belakang mereka. Ia dan Kyuhyun muncul dari arah rumah. Keduanya tampak sangat tampan dengan setelan kemeja berwarna lembut. Sangat cocok dengan suasana pesta yang sedang berlangsung.

“Darimana saja kau?” tanya Ji Hyo tanpa memperdulikan kata-kata putranya sebelumnya.

“Aku masih di dalam rumah. Jasku terkena air ketika aku ke kamar kecil. Oleh karena itu aku meminta salah seorang pelayan untuk menyetrikakan untukku. Omoni bisa bertanya padanya, namanya..”

“Tidak perlu. Dan kau, apa yang kau lakukan di dalam? Apa kau tidak tahu kalau kita ada pesta hari ini? Betapa memalukannya sebagai tuan rumah tapi kita tidak..”

“Omoni!” kata Jonghyun keras. Beberapa pasang mata melirik ke arah mereka. Jonghyun langsung maju memeluk ibunya. “Omoni cantik sekali hari ini. Benar-benar luar biasa..”

Para tamu yang melihat kejadian itu hanya tersenyum. Sangat wajar jika anak lelaki mengagumi kecantikan ibunya bukan? Namun sembari memeluk ibunya, Jonghyun berbisik. “Kumohon, berhentilah menyudutkan mereka atau aku akan membuat keributan. Omoni tahu kalau aku tidak main-main.”

Sebenarnya Jonghyun memang berniat melarikan diri bersama Kyuhyun. Lebih tepatnya ia ingin menemani Kyuhyun melarikan diri. Karena ia tahu Choi Siwon yang dimaksud oleh kakeknya kemarin adalah Choi Siwon yang dihindari oleh Kyuhyun selama ini. Ia dan Mhia tahu benar akan hal ini karena merekalah tempat Kyuhyun biasa bercerita. Mhia bahkan sudah pernah melihat Siwon sebelumnya.

Maka ketika mendengar nama Choi Siwon disebutkan, baik Kyuhyun, dirinya dan Mhia langsung bereaksi karenanya. Mereka tidak menyangka seorang Choi Siwon akan kembali lagi dan masuk dalam keluarga mereka.

Setelah Jonghyun melepaskan pelukannya. Ji Hyo tampak bisa menguasai dirinya kembali walau ia sendiri masih sangat kesal dengan keberanian anak lelakinya.

“Baiklah, kalian semua ada disini sekarang. Ayo kita temuai keluarga Choi. Kasihan Shin Hye disana sendirian.” Kini In Sung sudah berada diantara mereka.

Ji Hyo langsung melingkarkan tangannya di lengan kanan suaminya. Namun In Sung tampak acuh. Ia memandang Ye Jin dengan lembut seraya menyodorkan lengan kirinya. Ye Jin mengerti, ia lalu menggandeng lengan itu dan ikut berjalan bersama In Sung dan Ji Hyo. Di belakang mereka, ketiga anak mereka ikut berjalan.

“Siwon-ssi.. Kenalkan ini istri pertamaku Ye Jin. Tadi ia sudah menyapa kedua orang tuamu. Maafkan karena ia baru sempat menyapamu sekarang.” Kata In Sung pada Siwon.

Siwon membungkuk hormat pada Ye Jin seraya mengucapkan ‘Anneyong Hasimnikka’. Lalu In Sung berbicara lagi. “Ini anak-anakku yang lain. Mhia, Jonghyun dan Kyuhyun.”

Ketika mata Kyuhyun bertemu mata Siwon, tubuhnya menegang. Apakah ayahnya tahu ada apa antara dirinya dan Siwon sebelumnya? Kyuhyun tidak berani menerka-nerka. Ia terlalu takut dengan kenyataannya.

Anak-anak keluarga Cho membungkuk hormat kepada Siwon, begitu juga dengan sebaliknya. Suasana canggung sangat terasa diantara mereka. Untung saja, kedua orang tua Siwon beserta Mr dan Mrs. Cho datang menyelamatkan mereka.

“Rupanya kalian semua sudah bertemu. Baiklah, mungkin aku akan mengumumkan hal penting kepada kalian yang tadi telah kami sepakati.” Kata Mr. Cho.

Perasaan Kyuhyun langsung tidak enak. Jika kakeknya sudah bicara, maka sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan. Ia hanya berharap perasaannya salah.

“Kami sepakat akan menjodohkan Siwon dengan Shin Hye.” Kata Mr. Choi lagi.

*

            “Aboji.. Kenapa tidak membicarakan hal ini dulu dengan kami?” Cho In Sung meraung keras ketika pesta usai.

“Tanpa kubicarakan lagi, aku tahu kau pasti setuju. Bagaimana denganmu, Ji Hyo?” jawab ayahnya.

Song Ji Hyo langsung menganggung tanda setuju. Wajahnya tampak benar-benar puas. Pelukan Shin Hye di lengan Kyuhyun berubah menjadi cengkraman kuat. Anak-anak Cho sendiri terlihat shock dengan hal itu.

“MWO? KAU SETUJU?” raung In Sung lagi. Ia menatap istri keduanya itu dengan marah.

“Cho In Sung! Kendalikan dirimu!” bentak Mrs. Cho pada anaknya.

“Tidak cukupkah aku sebagai tumbalnya? Tidak cukupkah aku yang kalian jadikan korban karena keserakahan kalian? Karena ego kalian? Lihat..! Kalian sudah pernah mengorbankan kebahagiaan anak kalian satu-satunya. Sekarang kalian juga akan mengorbankan cucu kalian?” kata In Sung marah. Wajahnya merah padam. Matanya berkaca-kaca menatap kedua orang tuanya.

“Apa kau bilang? Tumbal? Kami melakukan ini demi kau! Demi kehormatan keluarga kita juga! Kau kira kalian akan bahagia jika semua orang meremehkanmu? Kau pikir kau akan bahagia jika semua orang menentangmu?” kata Mrs. Cho tajam.

“Aku lebih baik diremehkan. Lebih baik aku ditentang, daripada aku harus hidup menanggung sakit yang tak berkesudahan. Kalian menganggap ini untuk kebaikanku padahal justru untuk menyelamatkan muka kalian. Kalian tidak merasakan betapa sakitnya aku dan Ye Jin menerima keputusan kalian?” kata In Sung lagi.

“Kalian menikahkanku dengan wanita yang tidak aku cintai sama sekali. Membuat istriku menderita. Kalian menyuruhku untuk lebih memperhatikan Ji Hyo padahal Ye Jin sendiri tersiksa. Dan kini kalian mau melakukannya pada cucu kalian sendiri?”

Cho In Sung menangis keras. Ia berlutut di depan meja seraya menumpahkan kekesalan hatinya. Kembali Ye Jin menghampirinya, meraihnya dalam pelukan hangatnya. Membuat In Sung sedikit lebih tenang.

“Apapun yang kau katakan aku tidak peduli. Perjodohan akan tetap dilaksanakan. Aku akan mengurus pertunangan mereka sendiri. Dan untuk memastikan segalanya baik-baik saja, aku dan ibumu akan kembali kemari untuk sementara waktu.” Kata Mr. Cho lalu keluar dari  ruangan itu bersama istrinya.

“Oppa.. Tolong aku.. Aku tidak mau bertunangan dengan Siwon-ssi.” Kata Shin Hye yang kini terisak dalam pelukan Kyuhyun.

“Shin Hye-ya.. Dengarkan aku. Aku dan Jonghyun akan melakukan apa saja, apa saja agar perjodohan ini tidak terjadi. Tenanglah..” kata Kyuhyun berusaha menenangkan adiknya itu.

“Shin Hye-ya.. Oppa ada disini. Jangan khawatir. Oppa akan bicara dengan haraboji, supaya tidak ada perjodohan tolol antara kau dan Siwon. Uljima..” kini Jonghyun sudah ada disana bersama mereka. Ia ikut membelai rambut adiknya.

Mhia juga ikut mendekati Kyuhyun dan Shin Hye. “Shin Hye-ya, berhentilah menangis. Kuatkan dirimu. Apapun yang terjadi, kami akan selalu ada disini membantumu. Kita semua adalah saudara, tidak mungkin kami membiarkan saudara bungsu kami bersedih.”

Cho Shin Hye melepaskan pelukannya. Ia menatap ketiga saudaranya seraya tersenyum ikhlas. Ia tahu, seberat apapun itu, ia pasti bisa melaluinya karena ia mempunyai tiga orang hebat yang senantiasa akan selalu bersamanya.

*

            Kyuhyun dan Siwon bertemu siang itu di salah satu café yang cukup terkenal di daerah Itaewon. Keduanya tidak boleh kelihatan bersama di Seoul, hanya akan menambah masalah. Siwon yang memaksa Kyuhyun untuk bertemu karena setelah pertunangannya dengan Shin Hye dilaksanakan, mereka akan lebih sering bertemu dan tidak baik jika mereka tetap bersikap kaku seperti sekarang.

“Kyu.. Mianhae..” kata Siwon membuka percakapan.

“Untuk apa?” tanya Kyuhyun cepat.

“Untuk semua yang kulakukan padamu. Aku tau aku bersalah tapi..”

“Kau mengajakku bertemu hanya untuk meracau?”

“Baby..”

“Jangan panggil aku baby dengan mulut kotormu itu!” bentak Kyuhyun dengan galak.

“Kyu.. Kita tidak bisa seperti ini terus menerus. Kau tahu pasti bahwa aku mencintaimu. Aku mencintaimu melebihi siapapun. Tapi aku.. aku..”

Kyuhyun tersenyum dingin. “Hentikan omong kosongmu. Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi darimu.”

Kyuhyun bangkit berdiri namun Siwon segera menahannya. “Kyu.. Jebal.. dengarkan aku dulu. Kumohon..”

Kyuhyun menurut. Ia terlihat enggan tapi ia tidak sanggup menolak Siwon. Hatinya masih sangat mencintai Siwon. Ya, masih teramat mencintai mantan kekasihnya itu.

Beberapa tahun silam saat mereka masih duduk di bangku kuliah, keduanya pernah menjalin hubungan. Namun ketika hubungan mereka sedang mesra-mesranya, datang prahara lain.

Siang itu, seorang gadis cantik bernama Im Yoona muncul dan menangis histeris. Ia mengatakan bahwa Siwon telah menidurinya dan menolak bertemu lagi setelahnya. Kyuhyun sama sekali tidak percaya karena ia yakin Siwon tidak akan pernah menghianatinya.

Namun setelah Yoona memperlihatkan isi sms Siwon di ponselnya yang mengatakan bahwa Siwon tidak akan menemuinya lagi karena semuanya adalah kesalahpahaman, tidak lebih.

Kyuhyun amat marah saat itu. Namun Siwon membujuknya. Ia berdalih bisa saja Yoona menjebaknya dengan menggunakan nomor Siwon. Ia bahkan mengusir Yoona dengan kasar setelah melemparkan selembar cek dengan angka yang terbilang besar demi membuat Yoona pergi.

Dan hal itu bukan membuat Kyuhyun sadar betapa Siwon hanya mencintainya, namun semakin jijik pada kekasihnya itu.

“Setelah kau berselingkuh di belakangku, kau menidurinya lalu mencampakkannya begitu saja? Kau manusia paling jahat yang pernah aku temui!” kata Kyuhyun saat itu. berhari-hari ia menangis dan menangis.

Bagaimana tidak, Siwon adalah cinta pertamanya. Ia tidak mudah melupakan Siwon yang telah mengenalkan cinta padanya. Merasakan manisnya cinta sekaligus pahitnya cinta itu sendiri. Sudah cukup Siwon mengkhianatinya, ditambah lagi ia memperlakukan orang lain dengan sedemikian kasarnya. Bukan tidak mungkin suatu saat ia memperlakukan Kyuhyun seperti itu kan?

Awalnya Kyuhyun marah. Berhari-hari ia menghindari Siwon. Walaupun ia sangat mencintai kekasihnya itu, namun ia tidak mau Siwon bersikap seperti itu. Namun lama kelamaan kerinduannya mengalahkan segalanya. Ia merindukan Siwonnienya. Maka ia bertekad untuk memaafkan Siwon dan mengakhiri perang dingin mereka selama lebih dari dua minggu itu.

Namun yang dilihat keesokan harinya justru membuatnya semakin patah hati. Siwon dengan mesranya memeluk pinggang Kibum dan berciuman dengan anak pemilik yayasan kampus mereka itu di bawah pohon rindang, di samping lapangan basket. Tempat favorit mereka berdua. Dan Siwon ada disana dengan orang lain.

“Kyu..” Siwon menyadarkan Kyuhyun akan lamunan panjangnya. “Percayalah padaku. Berapa kalipun aku mengkhianatimu, aku hanya mencintaimu. Hanya kau yang ada di hatiku, bahkan hingga saat ini. Aku akui aku memang tidur dengan Yoona. Tapi aku mabuk saat itu. Ia memang gencar mendekatiku sebelumnya. Namun aku tidak terlalu menggubrisnya karena aku yakin ia hanya mendekatiku karena aku punya uang. Malam itu, ketika aku dan teman-temanku berpesta di sebuah klub malam, dia ada disana. Entah mengapa ketika aku mabuk, aku bisa melakukan perbuatan kotor itu dengannya. Maafkan aku.”

Siwon terdiam sebentar lalu melanjutkan. “Aku tahu aku bersalah, maka aku membiarkanmu sendiri dulu. Kau perlu menenangkan dirimu. Namun di saat itu, pemilik yayasan datang ke rumahku dan memohon padaku untuk memacari anaknya, Kibum. Karena Kibum ternyata sakit keras dan tak bisa disembuhkan lagi. Ia hanya mau mengisi hari-hari terakhirnya bersamaku. Ternyata Kibum mencintaiku.”

Kyuhyun terperanjat mendengar kata-kata Siwon. Tidak pernah disangkanya bahwa Siwon melakukan hal itu hanya untuk menolong Kibum. Terselip rasa bersalah di hati Kyuhyun karena setelah itu ia memutuskan kontak dengan Siwon dan benar-benar menghilang dari kehidupan Siwon.

“Maafkan aku karena aku  sama sekali tidak pernah berusaha mencarimu, bahkan hanya untuk sekedar meminta maaf. Aku tidak takut kau usir atau kau caci maki, tapi aku tidak bisa melakukannya. Kibum berlutut di depanku, meminta belas kasihan. Memintaku untuk berhenti menemuimu, karena hal itu hanya membuatnya semakin sakit.” Kata Siwon lagi.

Kyuhyun menatap Siwon lekat-lekat. Lelaki di depannya bercerita dengan penuh penyesalan. Bahkan matanya berkaca-kaca ketika menceritakan segalanya.

“Dan dia.. Dia meninggal setahun kemudian Kyu.. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana ia tersenyum terakhir kali ketika ia akan pergi. Ia bahkan memintaku menyampaikan permintaan maafnya padamu. Kumohon.. Maafkanlah kami. Lupakanlah amarahmu pada Kibum, biarkan ia beristirahat dengan tenang.” Siwon sudah benar-benar menangis sekarang.

Kyuhyun merasakan sebuah beban berat terlepas dari dadanya. Selama bertahun-tahun ia menanti jawaban atas segala pertanyaannya mengenai Siwon, namun ia tetap tidak mendapatkannya hingga hari ini.

“Aku.. sudah memaafkan kalian.. Walaupun aku sakit, tapi aku tahu tak ada gunanya memikirkan kalian. Hanya membuatku bertambah sakit. Aku sudah lama memaafkan kalian, hanya saja aku tidak mampu mengatakannya. Dan aku yakin, Kibum tahu kalau aku sudah memaafkannya.. Satu pertanyaanku.. Apa kau.. Selama kau bersamanya.. Apa kau.. telah jatuh hati padanya?” kata Kyuhyun yang akhirnya buka suara.

Siwon menghapus airmatanya perlahan lalu menjawab lirih. “Awalnya aku hanya kasihan padanya. Namun lama kelamaan rasa itu muncul. Semakin hari aku semakin mencintainya. Namun ketahuilah Kyu, seberapa besarnya aku mencintainya, posisimu dihatiku takkan tergantikan. Aku terlalu mencintaimu. Walaupun aku ditakdirkan berpacaran dengan sepuluh orang lagi, tetap saja rasa cintaku yang sesungguhnya hanya untukmu.”

Kyuhyun tersenyum pahit namun tetap diam. Ia tak menyangka Siwon akan jatuh cinta pada orang lain ketika ia sendiri mengubur semua rasa cintanya karena ia tidak bisa merasakan cinta lagi sejak Siwon pergi.

Dan Siwon tersenyum lelah karenanya. “Maafkan atas kesalahanku padamu. Maafkan atas segalanya. Setelah kematiannya pun aku harus langsung melanjutkan pendidikanku di Kanada. Maka aku pergi tanpa berpamitan. Karena dugaanku tepat, kau pasti marah dan tidak mau lagi bertemu denganku. Dan lagi saat itu aku diburu waktu.”

“Jujur, waktu aku tahu bahwa keluargaku akan menghadiri pesta keluargamu, aku sangat terkejut. Perasaanku campur aduk. Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap ketika menghadapimu. Begitu melihatmu lagi, harapanku untuk memilikimu lagi muncul. Namun harapanku yang tinggi itu langsung terhempas begitu mendengar bahwa aku akan dijodohkan dengan Shin Hye.”

“Aku lelah Kyu.. Aku lelah sekali.. Kenapa kenyataan seperti ini harus menimpaku? Tidak bisakah dunia membiarkanku bersamamu?”

Siwon terlihat putus asa. Dan saat itu Kyuhyun mencoba bicara. “Shin Hye tidak mau dijodohkan denganmu. Ia sudah memiliki kekasih. Dan kami semua- maksudku aku, Jonghyun dan Mhia nuna berjanji akan membantunya keluar dari masalah ini.”

Siwon menggeleng putus asa. “Tidak bisa Kyu.. Aku harus menikahi Shin Hye. Orang tuaku akan murka jika aku menolaknya. Satu-satunya alasan mengapa keluargamu tetap bersikeras menjodohkan kami adalah karena kakek kita pernah bersahabat dan kakekmu punya hutang budi pada kakekku. Inilah caraku membalas kedua orang tuaku. Aku tidak mungkin menolaknya.”

“Tapi.. bukan berarti Shin Hye yang akan membayarnya..” jawab Kyuhyun enggan. Ia memang mengatakan hal sederhana seperti itu, namun ia berharap Siwon menangkapnya dengan baik karena mereka masih saling mencintai. Tapi Kyuhyun tidak mau mengatakannya secara gambling karena ia masih ragu apakah jalan mereka akan mulus setelah keluarganya ikut campur tangan di rencana masa depan para anggota keluarga Cho lainnya.

Siwon kembali menggeleng. “Mereka hanya mau aku menikahi anak dari keluarga terpilih, dan keluarga Song-keluarga ibu tirimu lah yang terpilih. Mianhae Kyu.. Mianhae..”

Kyuhyun terdiam. Cintanya.. Cinta sejatinya.. Mengapa sulit sekali untuknya merasakan bahagia itu? Ia tahu, seberapa keras usahanya, ia akan tetap menjadi anak Son Ye Jin. Ingin sekali ia bertukar tempat dengan Jong Hyun, agar ia bisa menjadi anak Song Ji Hyo. Karena hanya itulah kesempatannya untuk memiliki cinta pertamanya itu.

*

            Jonghyun merapikan penampilannya di depan kaca. Ketika ia merasa penampilannya sudah cukup, ia keluar dari toilet dan bergegas menuju ruangan ayahnya. Ia bermaksud membawakan map berwarna biru ditangannya pada ayahnya. Map itu berisi perincian dana yang akan dikeluarkan untuk pembangunan resort keempat keluarga Cho yang akan dilakukan pembangunannya beberapa bulan lagi.

Sebenarnya Jonghyun bisa membawa perincian dana tersebut kapan saja, tidak harus hari ini. Namun tekadnya untuk membantu Shin Hye keluar dari perjodohan itu membuatnya nekat meminta bantuan ayahnya walaupun ia tahu hasilnya tidak ada. Ayahnya pasti terlalu takut menentang keputusan kakek dan neneknya. Namun semua usaha harus dicoba bukan?

Begitu sampai di depan kantor ayahnya, ia merasa sedikit bingung karena pintu ruangan itu tidak tertutup terlalu rapat, menyisakan 2cm saja. Jonghyun hendak membuka pintu itu ketika ia mendengar suara ayahnya berbincang dengan suara lain yang dikenalnya, Mr. Lee – penasehat perusahaan.

“Tolonglah Mr. Lee, aku tidak mau Ye Jin tersiksa. Tolong urus semuanya secepatnya.” Jonghyun mendengar ayahnya berbicara.

“Jangan khawatir, sajangnim. Aku akan mengurus semuanya. Tapi.. Bagaimana dengan Jonghyun dan Shin Hye?”

Jonghyun terkesiap mendengar namanya disebut. Lalu ia mendengar ayahnya menjawab lagi. “Mereka akan baik-baik saja. Selama ibu mereka masih ada, selama kedua orang tuaku masih hidup, mereka akan selalu dilindungi. Aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka.”

“Baiklah, maka aku hanya perlu mengurus segala sesuatunya untuk Ny. Ye Jin, Mhia dan Kyuhyun bukan?” tanya Mr. Lee memastikan keinginan atasannya itu.

“Benar. Aku lelah sekali dengan keadaan seperti ini. Bertahun-tahun aku hidup dalam keadaan seperti ini. Aku benar-benar tidak sanggup lagi. Pergi adalah keputusan terbaik. Aku hanya bertahan di rumah itu karena aku belum punya cukup keberanian dan modal untuk meninggalkan rumah. Tapi kini aku siap. Sudah cukup penderitaan yang diterima oleh Ye Jin juga Mhia dan Kyuhyun. Mereka seperti dikucilkan oleh keluarga mereka sendiri.” Kata In Sung. Ia terdengar sedih sekali.

“Tapi sajangnim, jika kau pergi, bagaimana dengan Jonghyun dan Shin Hye? Mereka juga anak-anakmu. Bagaimana perasaan mereka jika tahu ayahnya akan pergi membawa kedua saudara mereka? Sama saja kau menempatkan mereka pada posisi Mhia dan Kyuhyun, merasa dikucilkan oleh ayah mereka sendiri. Dan aku yakin Ny. Ye Jin tidak akan mau melakukan hal ini.”

“Tapi mereka akan baik-baik saja. Percayalah padaku. Sejak kecil mereka sudah dimanja, diberikan segalanya yang mereka inginkan. Lihatlah Mhia dan Kyuhyun, mereka harus belajar menahan diri untuk tidak iri pada kedua saudaranya. Melihat kasih sayang yang tidak wajar mengalir diantara mereka berempat. Tapi Ye Jin selalu membesarkan hati mereka, membuat mereka tidak iri lagi.”

“Kau lihat? Sampai sekarangpun mereka berdua selalu mengutamakan Jonghyun dan Shin Hye. Mereka tetap menyayangi kedua saudaranya itu walau Ji Hyo suka berlaku kasar pada mereka dan tindakan itu di dukung oleh kedua orang tuaku. Kalau kau jadi aku, bagaimana perasaanmu? Itu sebabnya aku selalu mengutamakan Kyuhyun dan Mhia daripada Jonghyun dan Shin Hye, disamping itu.. aku membenci ibu mereka. Terkadang aku merasa seperti melihat jelmaan Ji Hyo dalam diri mereka.”

Jonghyun merasa terpukul mendengar kata-kata ayahnya. Jonghyun tahu pasti bahwa ayahnya tidak pernah mencintai ibunya. Ia juga mengerti bahwa ayahnya menyayanginya juga Shin Hye, namun menjaga jarak karena ia benci pada istri keduanya yang mana merupakan ibu Jonghyun dan Shin Hye. Namun kata-kata ayahnya yang sangat jujur tadi benar-benar menyakitkan hatinya.

Jonghyun selalu iri dengan Mhia dan Kyuhyun. Keduanya sangat disayang dan dikasihi oleh kedua orang tuanya. Walaupun mereka hidup lebih sederhana di istana Cho yang megah, namun mereka selalu saling mendukung satu sama lain.

Ada saat dimana Jonghyun menginginkan Son Ye Jin yang penyabar dan penuh kasih sayang itu menjadi ibunya, bukan Song Ji Hyo yang hanya mementingkan harta dan kedudukan. Ia juga ingin sekali ayahnya bersenda gurau padanya seperti yang sering dilakukannya dengan Mhia dan Kyuhyun. Ayahnya bersikap sedikit kaku jika berhadapan dengan Shin Hye dan dirinya.

Apa artinya kau mendapatkan semua yang kau inginkan berupa materi namun kau tidak mendapatkan limpahan kasih sayang dari kedua orang tuamu? Jonghyun dan Shin Hye memang tidak pernah kekurangan dalam mendapatkan segalanya. Mereka selalu memperoleh yang terbaik. Namun hati mereka kosong. Ibunya terlalu keras sementara ayahnya hanya memperhatikan Kyuhyun dan Mhia. Mereka harus bisa menahan sesak di dada ketika melihat Kyuhyun dan Mhia berceloteh riang pada ibu mereka dan ibunya itu mengarkan dengan seksama seraya membelai wajah dan rambut mereka.

Sederhana, ia dan Shin Hye butuh kasih sayang itu, bukan hanya materi semata. Apa gunanya semua kekayaan dan posisi tinggi jika kau haus akan kasih sayang? Namun di sisi lain, ia tidak bisa membenci Kyuhyun dan Mhia yang selalu membagi kasih sayang ibunya pada Jinghyun dan Shin Hye. Mereka juga selalu berupaya membantu kesulitan Jonghyun dan Shin Hye, membuat mereka tahu bahwa mereka juga dicintai dan diinginkan.

“Kau tahu pasti Mr. Lee, bahwa aku memberikan posisi pimpinan kepada Jonghyun karena desakan orang tuaku. Mereka tidak mau anak Ye Jin yang memimpin perusahaan mereka. Tapi untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa sangat setuju dengan keputusan mereka. Karena jika Kyuhyun menjadi pemimpin, ia akan banyak mendapatkan tekanan. Sudah cukup ia mendapatkan tekanan di rumah, aku tidak ingin ia juga mendapatkan tekanan itu di perusahaan. Joghyun pasti bisa melalui tekanan itu, karena ia telah terbiasa sejak kecil.”

Jonghyun menutup matanya mendengar kata-kata ayahnya itu. Airmatanya akhirnya jatuh juga setelah mati-matian ia menahannya. Ia tidak sanggup mendegar lebih banyak lagi. Ia pergi dengan langkah-langkah cepat lalu mengunci dirinya di ruang kerjanya. Berusaha mati-matian menahan suara tangisnya.

Hatinya sakit sekali mendengar semua kenyataan yang dipaparkan ayahnya. Ia tahu posisinya sama dengan Kyuhyun, dimana masing-masing tidak diinginkan oleh pihak-pihak tertentu. Tapi adakah yang lebih sakit dari selain mengetahui kenyataan bahwa ayahmu tidak menyayangimu sepenuh hati karena ia membenci ibumu?

Dalam kesedihan Jonghyun yang mendalam itu, ia tidak menyadari satu hal. Saat ia pergi, ayahnya melanjutkan kata-katanya.

“Walau begitu, sejujurnya aku tetap tidak mau anak-anakku mendapat tekanan apapun. Aku tidak mau kedua orang tuaku memanfaatkan mereka untuk hal-hal yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. Aku benar-benar kasihan terhadap Jonghyun dan Shin Hye. Terutama Jonghyun, ia dipermainkan seperti boneka yang harus menuruti kemauan keluarganya. Aku menyayanginya, sama seperti menyayangi Kyuhyun. Hanya saja aku tidak bisa merebutnya dari Ji Hyo dan kedua orang tuaku. Sungguh malang nasib anak-anakku. Terkadang kupikir, mengapa mereka harus menerima beban seperti ini? Saat anak-anak lain bebas melakukan apapun yang mereka mau di luar sana, mereka harus terjebak demi menjaga nama baik keluarga.”

*

double hyun kyuhyun and jonghyun

Jonghyun and Kyuhyun

To Be Continued..

140 thoughts on “Sacrificial Love – Chapter 2

  1. rumiit bnget,,jdi wonkyu prnah bepacaran…mreka sling mncintai tpi skrang hrus nrima kenyataan mreka hrus di pisahkan lagi…. :'<
    Jonghyun salah paham,,dan smuanya brtambah rumit….😦

  2. aigoo…moga ja jonghyun ga salah paham n jadi benci ma kyuhyun….
    Salahkn ja Mr. n Mrs. Cho yg dgn seenak jidatx sll memaksakn kehendak mrk…
    Salahkn jg jihyo yg licik n gila harta n kedudukan…
    Pantes ja in sung bnci ma ji hyo….
    Tp kasian jonghyun n shin hye yg jd korban gr2 in sung sll ingt ji hyo kl ngeliat mrk….

    Oh…rupax wonkyu dulux kekasih n terpisah krn salah paham…eh…pas ketemu lg kox dalam suasana yg agak rumit ya….

  3. Ternyata Siwon n Kyuhyun adalah sepasang kekasih dulunya. Kasihan Kyuhyun…. Sekarang demi nama keluarga n mayarakat harus mengalah…
    Aigooo…. Jonghyun salah paham dech sama ayahnya karena mendengar pembicaraan tapi setengah2….
    Kasihan juga cucu2 keluarga Cho yang harus menjalani kehidupan yang telah didikte n diatur kakek Cho……
    Semoga ada penyelesaian masalah yang terjadi,…..

  4. Jongyun ma kyu mirip di pic itu..hehe, semoga persaudaraan mereka ttp baik2 aja n g ada sakit hati kaya ke-2 ortunya.. Siwon playboynya?? Uhh

  5. akhrny wonkyu bertemu… Hihi

    knp jonghyun langsung pergi gk mendengarkan perkataan appa ny smpai slsi pasti nanti ad kesalahpahaman jonghyun dan appa ny dan mengakibatkan jonghyun benci dgn kyuoppa, mhia dan ye jin nuna ~ANDWE~

  6. pantes aja kyu jijik ma siwon dia selingkuh sih.. skr malah mau tunangan ma shin ye, campur auk deh tu perasaan nya kyu….

  7. Owww owwww konflik uda mulai nooooooooooooo
    Kyu n Jonghyun mulai being ungrateful dg kondisi mereka, well yeah emng not fair sihhhh tp to the point of denying their own mom is too much, esp Kyu. Segitu sayang n baiknya Ye Jin huhuhuhuhu
    I sense the storm among Cho siblings T_______T

  8. Aigoooo
    Kyuniieee oppaa sabar ne…
    Joghyun salah paham, aissshhhh
    Drama korea banget ini unniee
    Sukaaaa :*

  9. Jadi, itu masalah di antara WonKyu .__.
    Akhirnya In Sung memutuskan untuk pergi hm?? Setelah semua tersakiti terlalu dalam? Setelah Ye Jin sudah berbesar hati merelakan semua? Baiklah. Setidaknya In Sung sangat mencintai Ye Jin dan anak-anaknya🙂
    Apa setelah mendengar semua ucapan In Sung, Jong Hyun akan berbalik untuk membenci Kyu & Mhia?😦

    Foto di akhir bener-bener deh, suka banget❤

  10. Nyesek bgt jadi Kyu.
    Udah dibeda-bedain, eh dihianatin lg ma ma cintanya. Sungguh tragis.
    Btw, mian ya aq bru coment, cape nyari FF ini dan akhirnya baru ketemu! Izin baca ya thor..

  11. uh kasian ma 4 bersaudara itu…..entah knp yah aq kok g suka klo kyu ma siwon yg dulu ny hobby selingkuh…walo dah kasi alibi…ttp ajja….

  12. bner” mza yg sulit kalo sdh bgni…
    trnyta wonkyu cnta prtma..
    brrty mereka uda jdi mntan ya.

  13. ternyata si won itu cinta pertamanya kyu…. gak nyangka.. kasihan kyu yaa… sekarang dia tidak bisa bersatu dengan siwon, karena si won akan bertunangan dengan adik tirinya…
    shin juga kasian, sodara2nya tidak ada yg tahu, kalau dia menerima pertunangan itu untuk menolong ibu tiri dan sodara2 tirinya…
    ah… ngenesin chingu….

  14. won oppa bnyak aj alasan na…untuk saat in my kyu trust u, but it’s like your habit..secara aq da langsung baca keseluruhan cerita..xixixi..maf author lupa comment..

  15. trnyata dlu kyuhyun kekasih siwon…bukan cma kehidupan keluarga kyuhyun aja yg rumit tp jg kehidupan prcintaan’a jg. huft😦
    setelah ngedenger pembicaraan ayah’a, apa sifat jonghyun akan berubah nti’a? semoga aja engga.

  16. Jadi Siwon-Kyuhyun pernah menjalin hubungan? Aaahh, jadi semakin sulit untuk bersama saat keluarga mereka ikut campur.

    Jonghyun, gimanapun juga, ayahmu tetep mencintaimu, Nak. Jangan berkecil hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s