Anyone of Us – Chapter 3

Title: Anyone of Us

Starring : Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Shim Changmin, and others.

Pair: YunKyu, ChangKyu, HaeHyuk (Slight!)

Genre: BL, Romance, little NC scene, OOC,  Typo (s)

Rate: M

Author : Macchiato94

WARNING: CRACK PAIR! Fict ini lebih berpusat pada Not for Children scene-nya, meskipun ada konflik walaupun cuma sedikit -banget- dan klasik pula alias pasaran. Anggep aja ini sebagai hasil eksplorasi piktor saya. Tidak diperuntukkan untuk anak dibawah umur. Don’t like don’t read!! No Bash!!

Summary : ”..Aku bukan lagi seorang Cho Kyuhyun yang dulu. Cho Kyuhyun yang kau kenal sudah mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia baru yang saat ini beradaa disampingmu.”

10.30 PM KST

Terlihat seorang namja tengah terduduk seorang diri disofa yang terletak disalah satu sudut ruangan yang temaram. Beberapa botol kosong tergeletak dihadapannya. Ia tidak peduli dengan suasana pub yang semakin memanas dengan suara musik menghentak. Bahkan beberapa pasangan tanpa malu terlihat sedang making out disekelilingnya. Saat ini yang ia inginkan hanya melupakan kekesalannya melalui cairan memabukkan yang semenjak tadi ia tenggak itu.

“Berhenti minum, Min. Aku tidak ingin lantai pub-ku dikotori oleh muntahanmu.”

“Brengsek! Kau kira aku sepayah itu, hah?!” balas namja tersebut  yang ditengarai sebagai  Changmin dengan sarkatik.

Namja yang baru saja mendudukkan dirinya disisi Changmin itu tertawa menanggapi ucapan kasar tersebut, ”Sepertinya kau sedang kesal. Hey, kau bisa menceritakannya pada hyung-mu yang tampan ini, Minnie.”

“Sekali lagi kudengar kau memanggilku seperti itu, akan aku patahkan lehermu, hyung!”

Yoochun tergelak mendengar jawaban Changmin. Ia memang paling suka menggoda dongsaengnya itu dengan memanggilnya Minnie. Panggilan sayang dari ibu mereka ketika mereka masih berada di Jepang.

Ia, Park Yoochun yang tidak lain pemilik pub SURVIVOR ini adalah kakak tiri dari Shim Changmin.  Ayahnya dulu menikahi ibu Changmin saat mereka berdua masih anak-anak. Meskipun begitu, Changmin menolak saat ayahnya meminta dirinya untuk mengganti marganya menjadi Park. Hingga saat ini anak itu masih menggunakan marga ayah kandungnya yang telah meninggal.

“Bagaimana misimu? Kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?”

“Bukan hanya Kyuhyun saja, hyung. Bahkan Yunho pun aku sudah melihatnya.” Changmin meneguk kembali minumannya, “Berani-beraninya namja itu menyentuh dan mencium Kyuhyun!”

Yoochun menyeringai, “Apa salahnya? Toh mereka sepasang kekasih, kan?”

“Cihh!! Kekasih?? Namja itu hanya menjadikan Kyuhyun-Ku sebagai selingkuhannya, hyung. Apa itu yang disebut dengan kekasih??!” ujar Changmin mendecih tidak terima. Sedikit banyak ia mengetahui profil rivalnya itu berkat informasi dari Yoochun yang entah bagaimana ceritanya ternyata adalah sahabat lama dari Yunho.

Yoochun menyandarkan tubuhnya dipunggung sofa, “Yaa..Kekasih gelap maksudku.” Menanggapi dongsaengnya yang tengah kesal memang bukan pilihan yang bijaksana. Ia lebih memilih diam atau menjawab sekadarnya daripada ia harus menjadi luapan kekesalan Changmin. Ia sendiri  juga tidak habis pikir, sebegitu cintanyakah adiknya pada namja yang bernama Cho Kyuhyun itu?

Yang ia ketahui, Kyuhyun adalah teman masa kecil Changmin sebelum anak itu pindah ke Jepang setelah pernikahan ibu Changmin dan ayahnya sendiri. Awalnya ia pikir bahwa Kyuhyun adalah cinta monyet Changmin mengingat dulu mereka masih terlalu dini untuk mengenali perasaan cinta. Namun mengetahui Changmin yang begitu gencar untuk mendekati Kyuhyun yang saat ini tengah menjadi kekasih dari sahabatnya, membuat ia berpikir kembali bahwa Changmin memang benar-benar mencintai Kyuhyun. Apalagi saat namja jangkung itu sengaja kembali ke Korea hanya untuk melancarkan misinya mendapatkan Kyuhyun kembali yang telah di klaim sebagai milik-Nya. Ck, cinta memang melupakan akal sehat..

“Chunnie..”

“Su-ie..” Yoochun tersenyum cerah saat ia melihat seorang namja imut datang menghampirinya. Dengan segera ia menarik namja yang bernama Junsu, kakasihnya itu kedalam pangkuannya.

Changmin sendiri hanya memutar bola matanya bosan saat ia melihat hyung-nya yang langsung mencium namja imut dipangkuannya itu. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Mencoba mencari objek yang setidaknya lebih menarik dari pemandangan pasangan-pasangan mesum disekitarnya.

Seketika mata tajamnya menangkap sosok yang sangat ia kenali baru saja memasuki pub. Dengan cuek ia mencengkeram lengan Yoochun yang dengan terpaksa menghentikan kegiatannya yang sedang mencumbu Junsu.

“Hyung, bukankah itu Kyuhyun dan Yunho?” tanyanya mencoba memastikan, mungkin saja ia sedang dalam  pengaruh alkohol hingga ia berhalusinasi melihat Kyu.

“Mereka memang sering kemari.”

Changmin mendelik, “Kenapa kau tidak pernah bilang padaku?!”

“Kau tidak pernah menanyakannya,” sahut Yoochun cuek. Kembali melanjutkan cumbuan pada kekasihnya yang dengan senang hati menyambutnya.

“Shit!” Changmin merutuk.

Ia memilih beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk sendirian didepan konter bar. Ia sempat melihat namja yang datang bersama Kyu yang tidak lain adalah  Yunho itu sedang keluar meninggalkan Kyuhyun untuk menerima telepon.

Kyuhyun sendiri yang sedang menunggu pesanan minumannya diracik oleh bartender terkaget saat merasakan seseorang yang mencium pipinya tiba-tiba.

“Hyung kau su—KAU?!!“ pekiknya saat melihat siapa pelaku penciuman tadi yang ternyata bukan Yunho yang sedang ia tunggu. Melainkan namja jangkung yang kini sedang tersenyum sumringah kepadanya.

“Hi Kyuttie..” Changmin mengedipkan sebelah matanya menggoda, “Kau terlihat sangat sexy malam ini..” ucapnya dengan nada seduktif menatap Kyuhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Kyuhyun saat  ini mengenakan kaos V-neck tipis lengan panjang berwarna navy yang digulung sampai siku. Menampilkan leher jenjangnya yang putih pucat. Dilengkapi dengan celana jeans hitam ketat yang menampakkan kaki jenjangnya serta menonjolkan bentuk butt-nya yang sexy. Pemandangan tersebut sukses membuat Changmin menahan diri untuk tidak menggauli namja cantik itu ditempat.

“Terima kasih atas pujiannya, Shim Changmin-ssi.” Jawab Kyuhyun acuh. Ia lalu meraih minuman yang disodorkan oleh bartender.

Changmin masih saja setia menatap Kyuhyun.

“Sejak kapan kau suka minum seperti ini, Kyuttie?” tangannya terjulur menyentuh leher jenjang Kyuhyun, “Dan siapa yang berani meninggalkan bekas merah ini dilehermu? “

Belum sempat Kyuhyun berteriak marah, dapat dirasakannya lengan Changmin yang berada dilehernya dicekal oleh tangan kokoh milik seseorang.

“Hyung?” Kyuhyun mendongak menatap Yunho yang telah berdiri dibelakangnya.

Dapat dilihatnya ekspresi wajah milik Yunho mengeras. Mata musangnya menatap tajam Changmin yang balas menatapnya dengan ekspresi yang tidak kalah dingin. Kyuhyun bergidig ngeri melihatnya.

“Jaga tangan anda.” Desis Yunho dari sela rahangnya yang mengatup rapat.

Changmin tersenyum sinis. Lalu ia melepaskan lengannya yang masih dicengkeram keras oleh namja bermata musang dihadapannya itu.

Kyuhyun yang sepertinya merasa ketakutan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan segera berdiri dan mencium bibir Yunho tanpa mengindahkan keberadaan Changmin disisinya.

“Sudahlah, hyung… kita kesini untuk bersenang-senang, kan?” ia menggelayut manja dilengan Yunho. Sesekali melirik Changmin yang masih setia menatapnya dengan sorot mata yang tidak bisa ia artikan, antara marah, kecewa dan, entahlah..

“Lebih baik kita mencari tempat yang lebih privat.”

Dengan segera ia menggandeng Yunho. Meninggalkan Changmin yang masih lekat memandang kepergian Kyuhyun dan namja yang ia anggap brengsek itu.

“Kau berubah, Kyuttie. Kau bukan seperti Kyuttie-ku yang dulu.”

***

06.30 AM KST

Seperti pagi yang sudah-sudah, sebelum kembali mengawali hari dan menjalani aktivitas, Yunho dan Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Yang tampak berbeda kali ini mungkin adalah ketegangan kecil yang terjadi dalam obrolan mereka…

“Kyu..”

Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi menyisihkan sayuran dari tumpukkan sandwich hasil buatan Yunho, mendongak saat namjachingunya itu memanggil namanya.

“Wae, hyung?”

Yunho meletakkan cangkir kopinya dimeja sebelum menjawab.

“Besok hyung akan berangkat ke China untuk mengontrol langsung jalannya proyek pembangunan cabang perusahaan di Guangzhou. Kau tidak keberatan kan, baby?”

Kyu mengerutkan keningnya sejenak, “Berapa lama, hyung?”

“Kurang lebih satu minggu. Tapi hyung usahakan tidak akan lebih dari lima hari berada disana.” Jelasnya mencoba meyakinkan namja cantiknya yang kini terlihat mengerucutkan bibirnya imut.

“Lama sekali. Pasti aku akan merindukanmu, hyung.”

Namja Jung itu tersenyum. Ia lalu meraih tangan Kyu yang duduk diseberang meja dihadapannya dan mencium jemari lentiknya dengan lembut.

“Hyung pun pasti akan jauh lebih merindukanmu, baby. Tapi jika kau keberatan, hyung bisa meminta Heechulie hyung untuk menggantikanku pergi.”

Kyuhyun menggeleng cepat, “Aniyo, hyung. Kau tidak boleh seperti itu. Biar bagaimanapun kau adalah seorang pemimpin. Dan itu sudah menjadi tugas dan tanggung  jawabmu. Aku tidak apa-apa.”

Inilah salah satu hal yang disukai Yunho dari Kyuhyun. Sikap pengertian dan pemikiran dewasanya. Meskipun Kyuhyun terlihat sangat manja dan childish, namun dalam menyikapi sesuatu hal yang serius ia bisa berubah menjadi sosok yang kritis dan bijaksana.

“Kau yakin?” Tanya Yunho sanksi, menuntut kepastian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya beberapa kali, membuat rambut ikalnya bergoyang yang menambah kesan imut darinya, “Tapi berjanjilah, hyung. Kalau kau tidak akan melirik yeoja-yeoja sexy disana.”

“Berarti kalau yeoja cantik boleh?” Yunho menyeringai, membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

“Berani melakukan itu, ucapkan selamat tinggal pada little-Kyu-hole kesayanganmu ini!” Dengus Kyuhyun lalu beranjak meninggalkan meja makan dengan acuh. Meninggalkan Yunho yang masih terdiam mencerna ucapan Kyuhyun. Lalu beberapa saat kemudian —

“MWO?! Little-Kyu-hole?” Yunho terperangah, “Ya!! Andwe baby!!”

***

PLUKK!

Kyuhyun menutup buku yang tengah ia baca dengan kesal dan menatap tajam pada seorang namja yang semenjak tadi tetap setia berada disisinya.

“Kapan kau akan berhenti mendekati dan membuntutiku kemanapun aku pergi Changmin-ssi?!”

Changmin mengerjapkan matanya. Menyandarkan pungggungnya pada tembok yang berada dibelakangnya.

“Tidak akan dan tidak akan pernah sebelum kau berhenti mengacuhkanku.” Jawab namja jangkung tersebut dengan yakin.

Kyuhyun memijit pelipisnya. Sedikit frustasi akan sikap Changmin yang semenjak hari pertama masuk ke sekolah ini terus berusaha mendekati dan membuntutinya kemanapun ia pergi. Bukannya ia tidak suka, ia hanya merasa sedikit risih dan tidak leluasa dengan pergerakannya yang selalu diintmidasi oleh pandangan iri dan menusuk dari siswa lain yang berjiwa uke. Pasalnya, dengan sosok Changmin yang nyaris sempurna itu menjadikan namja tersebut langsung menjadi primadona dikalangan siswa, tentu saja tanpa melupakan fakta bahwa ia sendiri juga merupakan salah satu dari The most wanted boy bagi siswa berjiwa seme disekolah ini.

“Kau tahu, Kyuttie? Aku merindukan sosokmu yang dulu. Sosok Kyuttie-Ku yang manis dan dan selalu bersikap manja padaku.”

“Lupakan keinginanmu itu, min. Aku bukan lagi seorang Cho Kyuhyun yang dulu. Cho Kyuhyun kau kenal sudah mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia baru yang saat ini berada disampingmu.”

Changmin menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti. Lalu ia beranjak untuk duduk di hadapan namja manis yang saat ini tengah menundukkan kepalanya itu. Beruntung saat ini mereka sedang berada didalam perpustakaan, tepatnya sedang duduk dilantai yang berada diantara rak-rak buku yang menjulang. Sehingga mereka tidak perlu ditegur oleh petugas karena mengobrol dalam perpustakaan.

Namja bermarga Shim itu mengangkat wajah Kyuhyun untuk menatap padanya, “Sebenarnya ada apa, Kyu? Kau bisa menceritakannya padaku.” Matanya menangkap sorot terluka dari bola mata milik Kyu dihadapannya yang membuat hatinya berdenyut sakit.

“Kau tahu Chwangie? Aku membencimu. Aku membenci saat dimana aku membutuhkan sosokmu namun kau tidak ada disisiku. Aku membencimu saat aku merindukanmu namun aku tidak bisa bertemu denganmu. Aku membencimu saat aku terpuruk akan suatu hal namun kau tidak bisa memelukku untuk mensupportku. Aku membencimu —-”

Racauan Kyuhyun terhenti saat Changmin memeluknya dengan cepat. Tanpa ia sadari air matanya mulai menggenang dipelupuk matanya. Sejujurnya, meskipun ia membenci sosok Changmin, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat merindukan sosoknya. Merindukan sosok seorang sahabat sekaligus cinta pertamanya itu.

“Maafkan aku, Kyuttie. Maafkan aku..aku, aku tidak tahu jika kau sangat membutuhkan aku disisimu. Asal kau tahu, Kyu. Akupun juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kau rasakan. Akupun seringkali tersiksa karena merindukanmu dan kenyataan bahwa kau tidak berada disisiku membuat aku semakin terpuruk.”

Changmin melepaskan pelukannya, menyeka air mata yang membasahi pipi chubby Kyuhyun, “Karena itulah aku sekarang berada disini, dihadapanmu, Kyu. Aku kembali sebagai ShimChwang-mu yang akan terus berada disisimu..Aku berjanji..”

Tanpa menunggu jawaban yang terlontar dari mulut kyuhyun, ia mulai mendekatkan diri dan mengecup bibir plump milik namja tersebut. Sementara Kyuhyun yang awalnya hanya terdiam tanpa berusaha menolak, mulai membalas ciuman dari bibir Changmin yang saat ini mulai melumat lembut bibirnya. Membuahkan desahan halus yang lolos dari belahan bibir Kyuhyun. Nyaris saja Changmin kehilangan kendali sebelum sebuah suara keras menginterupsi perhatiannya dari kesibukannya yang kini tengah menjulurkan lidah panjangnya kedalam mulut Kyuhyun.

“EHEMMM!!!”

Mereka berdua mematung sesaat. Dengan tatapan horor keduanya mendongak, mendapati seorang pria setengah baya yang kini sedang berkacak pinggang dengan beberapa siswa yang berkerumun dibelakangnya.

Seketika wajah Kyuhyun memerah, sementara Changmin hanya meringis ngeri.

jhh

TBC

 

PS: Lupakan fakta kalau usia seumuran Kyuhyun disini, belum boleh masuk ke tempat-tempat semacam pub, dkk. (Maksa! 😀 )

Advertisements