CNBLUE Will Start A World Tour In April

Karena udah liat aslinya, diusahakan nonton yah dear Yong Hwa n Jong Hyun ❤ ❤

Advertisements

Anyone of Us – Chapter 2

Title: Anyone of Us – Chapter 2

Starring : Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Shim Changmin, and others.

Pair: YunKyu, ChangKyu, HaeHyuk (Slight!)

Genre: BL, Romance, little NC scene, OOC,  Typo (s)

Rate: M

Author : Macchiato94

WARNING: CRACK PAIR! Fict ini lebih berpusat pada Not for Children scene-nya, meskipun ada konflik walaupun cuma sedikit -banget- dan klasik pula alias pasaran. Anggep aja ini sebagai hasil eksplorasi piktor saya. Tidak diperuntukkan untuk anak dibawah umur. Don’t like don’t read!! No Bash!!

Summary: ”aku ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku..”

 

Dalam waktu yang sama ditempat yang berbeda, tepatnya didalam sebuah mobil berwarna silver. Terdapat sepasang namja yang tengah tenggelam dalam kenikmatan dunia mereka sendiri.

“Emmh..ahhmmhh..hyungghh..” desah seorang namja manis berusaha mendorong dada bidang  milik kekasihnya yang seolah akan memakan bibirnya dengan rakus, “cukkhupphh..”

Dengan berat hati Yunho pun melepaskan pagutan bibirnya pada bibir namja bersurai hitam kelam  yang seolah telah menjadi candu untuknya. Senyum merekah dibibir berebentuk hati miliknya saat ia melihat babyKyu-Nya terengah-engah mencoba menghirup oksigen untuk menstabilkan nafas. Ia menyeka saliva yang mengalir disudut bibir mungil tersebut yang dibalas senyuman tipis dari si pemilik bibir.

“Hyung, sepertinya aku terlambat. Aku masuk dulu ne?” ucap Kyuhyun merapikan penampilannya yang ‘sedikit’ berantakan, dibalas anggukkan kepala oleh Yunho. Sebelum pergi, terlebih dulu ia menyeka setitik darah yang terdapat disudut bibir milik Yunho dengan raut wajah menyesal, “Mianhe, hyung…”

“Gwenchana, baby-ah..” Yunho tersenyum. Menggenggam tangan Kyuhyun dan menciumya dengan sayang, “Masuklah, aku tidak mau baby-ku terlambat, jja!”

Kyuhyun mengangguk, ia lalu keluar dari mobil, “Saranghae, hyung…”

Yunho tertawa saat melihat Kyuhyun yang dengan wajah memerah berlari menuju gedung sekolahnya, “Nado, Kyunnie..jeongmal saranghae,” ucapnya dalam sebuah bisikan.

Setelah ia memastikan bayangan Kyuhyun yang sudah tidak tampak, ia kembali memasang wajah stoic-nya dan menghidupkan mobilnya menuju ke sebuah tempat sebelum ia pergi ke kantor. Menjelma kembali menjadi sosok seorang  Jung Yunho yang dingin tanpa ekspresi.

***

 “Morning Kyunnie..”

“Morning, hyung-deul..” Kyuhyun membalas singkat sebelum ia tenggelam dalam dunianya sendiri dengan ‘kekasih’ keduanya, PSP. Donghae dan Eunhyuk yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.

”Ya! Kyunnie, apa kau sudah tahu info ter-up to date pagi ini?” Eunhyuk mencoba mengalihkan perhatian sang maknae diantara mereka bertiga dari benda yang ia anggap sebagai selingkuhan Yunho itu.

“Apa itu penting bagiku, hyung?”

Eunhyuk dan Donghae berusaha mati-matian untuk tidak membenturkan kepala sahabat yang sudah mereka anggap sebagai adik mereka itu ke tembok saat mendengar jawaban manis Kyuhyun dengan wajah sok innocent miliknya.

“Neo..aissh-“

Belum sempat Eunhyuk menyelesaikan ucapannya, muncul seorang wanita paruh baya yang teridentifikasi bernama Kwon sonsangnim, berjalan memasuki kelas mereka yang awalnya terlihat gaduh.

“Morning students..”

“Morning mooomm..” koor seluruh penghuni kelas 2A.

“Guys, hari ini kelas kita mendapat satu teman baru dari Jepang. Dan saya harap kalian semua bisa berteman baik dengannya,” guru Matematika itupun melirik kearah pintu yang tertutup sebagian, “Mr. Shim..”

Tidak lama kemudian masuklah sesosok namja super tinggi dengan senyum yang terpatri diwajah tampan milik namja tersebut.

“ Chang…”

“…min”

Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan dengan raut keterkejutan yang tidak bisa mereka sembunyikan. Refleks, mereka berdua melirik kearah Kyuhyun yang duduk di seberang tempat duduk mereka yang kini tengah memasang wajah tak kalah terkejutnya dari mereka berdua.

“Mr. Shim, introduce yourself, please..” pinta Miss. Kwon mempersilahkan.

“What’s up, guys..Shim Changmin imnida. Kalian bisa memanggilku ChangMin, VoldeMin atau apapun terserah kalian. Ahh, Aku warga asli Korea yang dulunya berdomisili di Jepang. Pindah dan bersekolah disini karena..aku ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku” Ia berkata dengan tatapan matanya yang mengarah pada seorang namja manis berkulit putih pucat yang kini terlihat gelisah ditempat duduknya,”I think enough, hope we can be a good friends everyone.”

“Well, Mr. Shim kau bisa memilih salah satu tempat duduk kosong yang kau inginkan.”

“Bolehkah aku duduk di samping namja berambut ikal hitam itu, Miss? Kurasa aku aku akan cocok  dengannya..” Changmin menyeringai melihat tubuh Kyuhyun yang menegang.
“Mr. Cho?” Mrs. Kwon seperti menimbang sejenak sebelum wanita itu menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, Mr. Zhou aku minta maaf, tapi bisakah kau pindah di tempat duduk yang lain untuk teman baru kita ini?” tanyanya pada namja berambut merah terbakar yang duduk disamping Kyuhyun untuk memastikan.

“With my pleasure, Miss.” Jawab Zhou Mi yang sebenarnya dengan -sangat- terpaksa bangkit dari sisi Kyuhyun yang diam-diam ia sukai dan pindah disamping seorang namja imut berpipi chubby bernama Henry.

“Thank you, Miss.” Changmin dengan senyum cerahnya berjalan dan kemudian duduk disamping Kyuhyun yang terlihat membuang pandangannya kearah lain. Ia kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga Kyuhyun dan berbisik, ”I miss u, Kyuttie..”

Membuat Kyuhyun sedikit bergidik geli saat Changmin dengan sengaja meniupkan nafas hangatnya ditelinga namja penggila game itu.

***

“Oppa, akhirnya kau pulang. Aku sangat khawatir karena semalam kau tidak pulang apalagi ponselmu juga tidak aktif dan saat ku hubungi orang kantor kau juga tidak ada disana. Kau darimana saja, Oppa?” berondong seorang yeoja cantik saat Yunho baru saja memasuki pintu rumahnya.

“Bukan urusanmu. Dan aku kemari hanya untuk mengambil proposalku yang tertinggal.” Jawab Yunho skeptis tanpa menghentikan langkahnya yang menaiki tangga menuju kamar-NYA. Ya, hanya kamarnya.

Meninggalkan Ara yang berdiri mematung dengan  hatinya yang berdenyut sakit mendengar jawaban suaminya itu.

“Apa kau bersama namja itu lagi, Oppa?” bisiknya diikuti dengan setetes air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.

***

            Bel tanda kegiatan belajar mengajar di SM International High School akhirnya berdering yang disambut dengan suka cita oleh seluruh siswa. Tak terkecuali seorang namja manis yang saat ini terlihat mengemasi barang-barangnya untuk dimasukkan kedalam tas.

“Kyunnie, kau mau ikut bersama kami pergi ke rumah Siwon atau langsung pulang?” Eunhyuk merangkul pundak Kyuhyun dengan sang namjachingu, Donghae, berdiri disisinya menunggu jawaban.

“Mianhe hyung, tapi kau tau sendiri kan? Yunho hyung tidak akan suka  jika aku berdekatan dengan Siwon hyung. Aku tidak ingin membuatnya kesal.”

“Aissshh, dasar ahjusshi posesif.” Donghae mendesis sedikit kesal dengan sikap Yunho yang overprotect dengan melarang kyuhyun berdekatan dengan Siwon karena cemburu. Pasalnya ahjusshi itu tahu bahwa Siwon yang notabene adalah sahabat Donghae sekaligus student council di sekolah ini dulu pernah menyukai Kyuhyun.

“YA!!! Berhenti memanggilnya ahjusshi, Ikan asin! Yunho hyung tidak setua itu!!”

“Tapi nyatanya dia memang tua kan, Kyu?” sahut Donghae tidak mau kalah.

“YAAA!!!”

“Mulai lagiii…” Eunhyuk mengerang frustasi, bosan akan sikap keduanya yang selalu saja bertengkar. Donghae yang selalu meledek Kyuhyun dengan menyebut Yunho sebagai ahjushi sementara Kyuhyun akan berteriak tidak terima jika Yunho hyung namjachingu-Nya itu disebut sebagai ahjushi. Hey! Dia belum setua itu, tahu!

Eunhyuk lalu mangacak rambut Kyuhyun, “Arra..arra. Kalau begitu kami duluan ne…”

“Ne. Sampaikan salamku pada Siwon hyung.” Ucap Kyu ketus dengan death glare yang masih ia tunjukkan pada Donghae. Dibalas anggukkan oleh namja manis bersurai blonde tersebut sebelum ia berlalu meninggalkan Kyuhyun dengan menggandeng  tangan Donghae.

***

 “Menyingkirlah dari hadapanku.” desis Kyuhyun pada namja yang saat ini tengah berdiiri menghalangi jalannya.

“Aku menunggumu dari tadi, Kyuttie. Tapi  kau lama sekali tidak keluar-keluar.” balas namja tersebut mengacuhkan perintah Kyuhyun, “Ayo kita pulang!”

Kyu mengibaskan tangan namja tersebut yang mencoba untuk meraih tangannya, “Aku bisa pulang sendiri dan berhenti memanggilku Kyuttie!”

“Aigooo..selain bertambah cute dan manis, sikapmu juga semakin dingin saja Kyuttie.”

“Sshh..apa sebenarnya maumu Shim Changmin?!!” gertak Kyuhyun frustasi menghadapi namja jangkung yang kini tengan tersenyum penuh kemenangan. Mengabaikan kekesalan namja berkulit putih pucat yang ada dihadapannya.

“Aku ingin mengantarmu pulang, itu saja. Otte?”

“Bukankah sudah aku katakan aku bisa pulang sendiri,hah?!”

“Dan membiarkanmu untuk diculik oleh Yakuza pervert dan menjadikanmu istrinya?andwee!” Changmin menggeleng cepat.

“Jangan berbicara sembarangan Shim-Ssi. Dan sudah aku katakan aku bisa pulang sendiri.” tegas Kyuhyun mencoba melangkah namun lengannya segera dicekal oleh Changmin.

“Berikan saku atu alasan untuk membiarkanmu pulang sendiri.”

“It’s not your business!”

Kyuhyun menyentakkan tangan Changmin dan melangkah pergi. Meninggalkan Changmin dengan smirk yang muncul diwajahnya. Tanpa mengatakan apapun, ia langsung berjalan menyusul Kyuhyun dan menggendong tubuh kurus itu ala bridal style. Mengabaikan teriakan dan sumpah serapah yang meluncur dari bibir plump milik Kyuhyun yang ditujukan untuk dirinya.

***

            Changmin menghentikan mobilnya saat ia telah sampai didepan sebuah rumah bergaya minimalis bercat peach. Ia tersenyum saat ia mendapati Kyuhyun disisinya yang saat ini tengah mengerucutkan bibirnya imut. Kebiasaan Kyu saat merajuk. Membuat ia harus menahan diri untuk tidak menyerang bibir merah itu.

“Kau tinggal dirumah ini sendirian, Kyuttie?”

“Hmm” gumamnya acuh, kemudian ia melepas seat-beltnya dan bersiap-siap keluar  membuka pintu mobil.

“Kau tidak mengajakku masuk?” tanya Changmin memasang wajah pura-pura memelas yang dibalas dengusan oleh Kyuhyun.

“Jangan terlalu berharap Changmin-Ssi.” diakhiri dengan suara bantingan pintu mobil dari Kyuhyun.

Changmin baru saja akan menghidupkan mobilnya kembali untuk pergi sebelum matanya tanpa sengaja menangkap bayangan sebuah mobil lain dari spionnya yang melaju memasuki halaman rumah Kyuhyun. Dapat dilihatnya seorang namja si pengemudi mobil tersebut menatap kearah mobilnya dengan air muka penasarannya dibalik kacamata hitam yang ia kenakan saat  mobil silver itu melewati mobilnya.

Beberapa saat kemudian, dapat dilihatnya seorang namja bertubuh tinggi tegap keluar dari mobil tersebut yang disambut pelukan riang oleh Kyuhyun. Ia mendecih saat ia melihat namja tersebut melepas kaca matanya, mencium bibir dan memeluk pinggang ramping Kyuhyun.

“Jung Yunho rupanya.” Gumam Changmin diiringi seringai setannya. Tanpa menunggu waktu lama iapun menghidupkan mobilnya dan berlalu.

***

 “Yunho hyuuunng..”

Kyu berlari menghambur kepelukan Yunho yang dengan sigap direngkuh dalam pelukan posesif namja tampan tersebut. Memberikan ciuman singkat dibibir babyKyu-Nya yang sukses membuat Kyuhyun merona. Yunho terkekeh melihat Kyu yang malu namun terlihat menggemaskan dimatanya.

“Aigooo..neomu kyeopta.”

“Stop teasing me, hyung.” rajuk Kyu dengan nada manja.

Yunho mancubit pipi Kyuhyun gemas, “Nugu?”

“Mwo?” kyuhyun balik bertanya.

Yunho menunjuk mobil Changmin yang entah kenapa masih berada di halaman rumahnya.

“Oh..dia temanku, hyung. Dia baru saja mengantarku pulang. Kebetulan dia satu arah dengan rumah kita.” Jawabnya sedikit-banyak berdusta.

Ya, rumah kita. Karena sebenarnya rumah tersebut khusus dibelikan oleh Yunho untuk Kyuhyun. Namja Jung itu tidak bisa membiarkan namjachingu-nya tinggal sendirian di rumahnya yang lama dan jauh dari pengawasannya. Meskipun begitu, Yunho lebih sering menginap di rumah yang ia beli ini dibanding rumahnya sendiri. Dan tentu saja karena Kyuhyun lah alasannya.

Belum sempat Yunho menanggapi perkataannya, Kyu terlebih dahulu memotong pandangan pemilik mata setajam musang itu kearah mobil Changmin dengan menarik wajah Yunho untuk menatap kearahnya.

“Hyung, kenapa pulang lebih awal? apa hyung tidak sibuk?”

Yunho tersenyum seolah melupakan rasa cemburunya yang sempat mendera tadi, “Wae? Kau tidak suka hyung pulang lebih awal, baby?”

“Ani. Bukan begitu, tapi ini tidak seperti biasanya. Biasanya kan hyung pulang pada malam hari bahkan saat aku sudah tertidur.” Kyuhyun mempoutkan bibirnya imut, membuat Yunho tidak tahan untuk melahap bibir tersebut. Namun ia urungkan keinginannya saat mata bulat Kyu mendeath glare-nya dengan imut juga.

“Hyung merindukanmu baby, maka dari itu  hyung pulang lebih awal hari ini.”

Kyu memutar bola matanya kesal, seolah bosan mendengar jawaban namja-Nya itu, “So cheesy as usual.”

Matanya dapat menangkap bayangan mobil putih Changmin berlalu meninggalkan rumahnya. Ia kembali memfokuskan perhatiannya pada Yunho, “Hyung sudah makan?”

Yunho menggeleng, “ Hyung ingin makan siang denganmu. Bagaimana kalau kau memasak?”

“Kau mengejekku, hyung?” suara rendah Kyu terdengar mengancam dibalas tawa oleh Yunho. Karena ia sendiri pun tahu kalau uke-nya tersebut sama sekali tidak bisa memasak. Cukup sekali saja ia merasakan masakan Kyu yang rasa dan bentuknya sulit didefinisikan dengan kata-kata dan sukses membuatnya sakit perut setelah nekat memakannya karena tidak ingin mengecewakan namja terkasihnya yang sudah bersusah payah berkutat didapur.

“hahaha..why so serious, baby? Ayo kita masuk, hyung akan membuatkan makanan untukmu. Kau mau makan apa?”

“Yeeyy, aku ingin makan Ramyeon, hyung!” Kyuhyun melonjak senang seperti anak kecil.

“Aniyo..kau sudah terlalu sering makan Ramyeon. Dan itu tidak baik untuk kesehatanmu.”

“Tapi-“

“No rejection” tolak Yunho tegas menghasilkan pout dari bibir Kyuhyun dan memilih untuk menglikuti langkah Yunho yang memeluk pinggangnya erat.

***

            Disebuah kamar bercat biru terdapat sepasang bocah laki-laki tengah duduk saling berhadapan diatas ranjang mengenakan seragam Junior high School. Tampak air mata mengalir dari mata salah satu bocah yang terlihat lebih manis dibanding yang lain. Sementara si bocah yang tampak lebih manly menyeka air mata yang membasahi pipi chubby si bocah manis yang ada dihadapannya.

“Aigoo, Kyuttie..Uljima. Kalau kau menangis kau terlihat jelek, tahu?” bocah manly itu mencoba meledek.

“Aku tidak..hiks..peduli…hiks” si bocah manis tersebut bersikap kekeuh, “Aku tidak akan berhenti menangis kalau Chwangie tetap pergi.”

“Hemmm..begitu. Memangnya Kyuttie mau kalau air mata Kyuttie nanti kering, kemudian Kyuttie tidak bisa menangis lalu Kyuttie jadi buta dan tidak bisa melihat wajah tampan Chwangie lagi setelah Chwangie pulang dari Jepang?”

“Andweeee!” bocah yang sebenarnya lebih tua beberapa hari dari Chwangie itu menggeleng keras mendengar ancaman yang sebenarnya ngawur tersebut, “Kyu tidak mau buta, Kyu juga ingin tetap melihat wajah tampan Chwangie kalau Chwangie  pulang nanti”

“Kalau begitu berhenti menangis, ne?”

Kyu mengangguk dan menyeka air matanya kasar dengan punggung tangannya, Changmin, alias si Chwang, tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang tampak imut didepannya itu.

“Nah, kalau begini kan Kyuttie jadi cantik.” Pujinya yang menumbuhkan semburat merah dipipi Kyuhyun.

Hening terjadi diantara merka sebelum terdengar….

“Chwangie?”

“Ne, Kyuttie?”

“Kalau Chwangie pergi, nanti Kyu main gamenya sama siapa?”

Changmin sweetdrop demi mendengar pertanyaan polos yang terlontar dari bibir tipis bocah manis yang kini menatapnya dengan tatapan inocent. Demi tuhan, pertanyaan tadi sama sekali diluar dugaannya yang berharap jika Kyuttie-Nya akan mengatakan sesuatu yang cheesy dan berbau romantis seperti kebanyakan ‘yeojachingu’ yang akan ditinggal pergi oleh ‘namjachingu’nya. Yah setidaknya lebih romantis daripada pertanyaan yang berbau game! Hey! Meskipun ia masih berusia 15 tahun, dan lebih muda – 15 hari – dari Kyuttie-Nya, perasaan ‘suka’nya pada namja cantik, manis,cute, polos dan adorable dihadaapannya ini tidak bisa dibohongi! Jadi jangan menganggap kalau ia mengalami pendewasan dini.

“Kan masih ada si Monkey dan Si Fishy itu, Kyuttie…yah meskipun mereka berdua payah sekali dalam segala hal.” Ucapnya kurang ajar. Untung saja kedua orang bersangkutan yang dibicarakan tidak mendengarnya hingga ia tidak harus merasakan jitakan beruntun dikepalanya yang berisi otaknya yang jenius.

Kyuhyun terkekeh, “Chwangie…”

“Apa lagi Kyut-“

“Saranghae.”

Mata Changmin membulat kaget mendengar pernyataan Kyu yang tiba-tiba. Sementara Kyuhyun sendiri sedang berblushing ria yang membuat  dirinya makin terlihat imut di mata Changmin.

Oh God. Rasanya Changmin ingin sekali bergulingan di lantai dilanjutkan berteriak mengeluarkan suara 7 Oktafnya, lalu berlari mengelilingi Seoul, meloncati Namsan Tower dan bahkan ia akan berenang menyebrangi sungai Han jika perlu untuk mengungkapakan rasa bahagianya kini. Demi kulkas yang sudah menjadi pendamping setia hidupnya selama ini, KyuttieKyu-nya mengatakan S-A-R-A-N-G-H-A-E untuk pertama kalinya pada dirinya!!!!

“ShimChwang..Chwangie..SHIM CHANGMIN!!”

“Ahh..n..ne Kyuttie. Wae?” Jawab Changmin gelagapan.

CUP

“Cepat kembali, ne..”

Dan untuk kedua kalinya Changmin dibuat terkejut atas tindakan agresif Kyuhyun yang mencium bibirnya.

***

            Lamunan Kyuhyun tentang masa lalunya dengan Changmin buyar seketika saat ia merasakan sebuah lengan kekar menyelusup diantara kedua lengannya dan melingkar di pingganngnya, memeluknya dengan lembut.

“Memikirkan sesuatu, hm?” bisik suara bass yang terasa menggelitik ditelinganya, membuatnya sedikit menggeliat karena geli.

Kyu menggeleng pelan sebagai jawaban, “Pekerjaanmu sudah selesai, hyung?”

“Hhmm..” gumam Yunho mengecup lembut pundak Kyuhyun, “Kau ingin tidur sekarang , baby?”

Kyuhyun menggeleng, “Aku belum mengantuk. Bagaimana kalau kita pergi minum, hyung?”

”Anything for you, babe..”

CS pict 2

TBC