Evergreen

Title           : Evergreen

Author     : Macchiato

Starring   : Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Choi Siwon, Shim Changmin (Slight!)

Pair           : YunKyu, WonKyu, HoMin (Slight!)

Genre       : Romance, Angst, Songfict

Rate          : PG-13

Disclaimer : Songfict dari lagu DBSK-Evergreen, Soalnya aku lagi tergila-gila banget sama itu lagu, sudah tak terhitung berapa tetes air mataku yang keluar gara-gara dengerin lagu itu (abaikan). Penokohan dan konflik tidak jelas, tergantung imajinasi reader sekalian. Alur beserta sudut pandang cerita ini juga campuran. Intinya, Suka ya dibaca, Gak suka juga gak nambah dosa. Berhubung ini FF pertamaku yang selesai dan dipublish, Kritik dan saran sangat diperbolehkan, sapa tahu ada yang mau baca n ng’review. Nyeheheh..Udah segitu aja🙂

Like an inexperienced fool, I lived without seeing the Love you were giving me

Memories stained with tears,Your voice rings in my ears,

Hidden by color, i’m getting exhausted, I keep seeing your eyes.

 

 ‘Saranghe, Hyung…jeongmal saranghe, yeongwonhi..’

Kalimat itu, tanpa aku kehendaki seolah selalu terngiang memenuhi benakku, mengiringi kemanapun setiapa kakiku melangkah. Seperti sebuah mimpi yang bahkan selalu muncul dalam tidurku. Sebuah kalimat yang membuatku merasa menjadi orang bodoh yang seolah lupa akan makna dari susunan kata tersebut.

‘Saranghe’, bukankah itu kata lain dari ungkapan ‘I love You’? Mungkin itu bukan ungkapan pertama yang ia ucapkan padaku, mengingat betapa ia sangat dekat dan bersikap manja ketika  ia sedang bersamaku, tapi….mengapa saat kau mengucapkannya kala itu terasa berbeda, Kyu?

“Hyung, apa yang kau rasakan saat ini? Apa tubuhmu terasa lemas, sakit, pegal? Apa kau pusing? Atau..“

“Hyung baik-baik saja, Kyu. Kau berlebihan sekali..” Aku memotong rentetan pertanyaannya dengan raut kekhawatiran yang tergurat jelas diwajah manisnya itu.

“Kau baru saja ditemukan pingsan dikamar mandi tanpa seorangpun yang tahu. Bagaimana aku tidak berlebihan, Hyung?” Sahutnya galak. “Bagaimana kalau Song ahjumma tadi tidak mengecek kamarmu, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu, bagaimana kalau..hikkss“

“Hey, kenapa menangis. Uljima..” Kuusap pipi chubby-nya yang basah oleh air mata yang mengalir melalui pelupuk matanya. Aku paling tidak bisa melihatnya menangis. Dan kenyataan bahwa sekarang ia menangis karena mengkhawatirkanku membuat dadaku nyeri karena sakit dan bahagia diwaktu yang bersamaan.

“Hyung hanya demam dan terlalu lelah. Istirahat saja hyung pasti akan sembuh. Berhentilah menangis, ne?”

Tok Tok Tok

“Permisi tuan muda.” suara seseorang saat pintu kamarku terbuka dan menginterupsi perhatian kami.

Kyu mengusap air matanya sendiri sebelum ia mengalihkan perhatiannya pada pelayan kami yang baru saja  mengetuk pintu kamarku. “Ada apa ahjumma?”

“Maaf tuan muda Kyuhyun, saya ingin mengantarkan bubur dan obat untuk tuan muda Yunho.”

“Ooh..ne letakkan saja di meja, biar nanti aku yang menyuapi Yunho Hyung.”

Tanpa berkata apapun Song ahjumma meletakkan nampan tersebut dimeja kecil yang berada disamping ranjang yang sedang aku tempati. “Saya permisi tuan muda.”

“Ne, gomawo ahjumma.”

Sepeninggal Song ahjumma, Kyu mengambil mangkuk berisi bubur itu dan bersiap-siap untuk menyuapiku. “Hyung, ayo buka mulutmu dan habiskan bubur ini setelah itu minum obatmu agar kau lekas sembuh.”

“Kau sama cerewetnya seperti Umma, Kyu…” Ucapku meledeknya sebelum aku membuka mulutku untuk menerima suapannya.

Ia mendengus dan mengerucutkan bibirnya merajuk, namun entah kenapa itu terlihat sangat adorable dimataku. Dongsaeng yang lebih muda 3 tahun dariku yang dulu sangat manja dan kekanakkan ini ternyata sudah tumbuh  menjadi namja yang sangat manis. Siapa yang akan menyangka dibalik wajahnya yang imut, manis serta kelakuannya yang manja kekanakkan bahkan hingga saat ini ternyata ia sudah berusia 20 Tahun?

Aku menggelengkan kepalaku saat ia berusaha menyuapkan bubur lagi padaku. “Ayolah Hyung, Kau harus menghabiskannya. Kau bahkan baru memakannya tiga sendok.”

“Aniyo, Kyu..Hyung sudah kenyang. Sungguh.” Ucapku meyakinkan. Aku tidak bebohong. Aku memang sudah kenyang. Selain itu nafsu makanku sama sekali tak mendukung saat ini, lidahku terasa sangat pahit.

“Baiklah, kalau begitu minum obatmu. Setelah itu, Hyung harus istirahat.” Ia menyuapiku beberapa butir obat yang berbentuk kapsul dan membantuku yang masih terbaring ditempat tidur untuk meminumnya.

“Kyu..”

“Ne, Hyung. Waeyo?”

“Bisakah kau temani Hyung tidur? “ Pintaku padanya.

Entah kenapa malam ini aku ingin sekali tidur sambil memeluknya. Dan lagi, sudah lama kami tidak tidur bersama. Sejak aku berpacaran dengan Changmin, sahabat Kyuhyun, beberapa bulan yang lalu, aku merasa kalau ia sedikit menjaga jarak denganku. Ia bahkan tidak pernah lagi memintaku untuk menggendongnya dan menyanyikan sebuah lagu setiap malam sebagai pengantar tidur.

Kulihat ia terdiam, berpikir sejenak. Jujur, ada sedikit rasa sedih menyusup dalam hatiku melihat raut keraguan dari wajahnya. Dulu tanpa kuminta pun pasti ia yang akan merengek untuk selalu tidur bersama denganku meskipun Appa dan Umma selalu meledeknya, kenapa kau berubah Kyu?

“Kau tidak mau, Kyu?’, tanpa sadar suaraku sedikit bergetar,

“Baiklah, hyung..“ Senyum kecil tercetak dibibir tipisnya itu,  ia pun segera bangkit dari tempat duduknya,  beralih untuk berbaring disisiku dengan sebelumnya meraih selimut yang kukenakkan untuk menutupi tubuhnya sendiri. Kurentangkan tangan kananku sebagai bantal kepalanya dan mendekapnya dalam rengkuhanku. Hangat dan nyaman. Sensasi itulah yang selalu aku rasakan tiap kali aku memeluk tubuh rampingnya yang berwarna putih pucat itu. Sensasi yang lama tidak aku rasakan dan telah aku rindukan selama ini.

“Tidurlah, hyung..Kyunnie akan selalu disini untuk menjaga hyung”, bisiknya seraya membelai lembut wajahku dengan jemari lentik dan halusnya.

“Gomapta, Kyunnie..” Ucapku yang lebih menyerupai sebuah bisikkan. Mungkin kandungan obat tidur dalam obat yang  baru saja kuminum mulai bereaksi. Sebab dengan samar sebelum menutup mataku yang mulai terasa berat, dapat kulihat Kyuhyun yang berada dalam dekapanku kali ini tampak menunduk sekilas dengan pipinya yang merona. Dia manis sekali…

“Berhentilah membuatku khawatir, Hyung”, samar kudengar ia berbisik dalam masa transku yang mulai masuk kedalam alam bawah sadarku. “Saranghe, Hyung…jeongmal saranghe, yeongwonhi..” bersamaan dengan kalimat itu, dapat aku rasakan hembusan napas hangat menerpa wajahku diikuti dengan sebuah benda lembut yang hangat menempel sekilas dibibirku.

In my heart it’s raining and it has been covered with rust,

Now I remain as one piece of puzzle and, and you are calling me

 

“Apa yang  sedang kalian bicarakan, sepertinya serius sekali?”

“Ahh, Yunho-ya..kau mengagetkan kami saja, Kau baru pulang, nak? “ tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja menyadari kedatangan putra sulungnya dengan setelan jas yang masih lengkap menempel ditubuh Yunho, tanda jika ia baru saja pulang dari kantor.

“Kau tidak pulang bersama Kyuhyun, Yun?”

“Aniyo, Appa. Kyunnie mengabariku tadi jika ia sedang ada urusan dikampusnya, ia akan pulang diantar oleh Changminnie dan Minho nanti.”

Mr. Jung menganguk dan menghela nafas pelan. “Kebetulan kalau begitu. Ada yang perlu kita bicarakan mengenai Kyuhyun.”

Hening beberapa saat membuat Yunho terlihat bingung dan penasaran,

“Kau kenal putra sulung dari CEO Antares Choi, Yun?”

Yunho terdiam sejenak mendengar pertanyaan sang Appa. “Maksud Appa, namja bernama Choi Siwon yang beberapa minggu lalu menandatangani kontrak dengan perusahaan kita?” Tanyanya memastikan.

Mr. Jung mengangguk, “Seminggu yang lalu Appa dan Mr. Choi bertemu, selain membicarakan tentang perusahaan. Kami juga sedikit menceritakan tentang keluarga kami masing-masing dan..”

“Langsung pada intinya saja, Appa.” Yunho memotong pembicaraan Appanya. terkesan tidak sopan memang, tapi toh kedua orang tuanya memakluminya. Mereka hafal betul dengan sikap Yunho yang keras, sigap dan tidak suka bertele-tele.

“Ia berniat mengenalkan putranya itu pada Kyuhyun setelah beliau melihat dan bertemu dengan Kyuhyun saat ia mengunjungi Appa dikantor beberapa waktu lalu.”

DEG

Hati Yunho mencelos seketika mendengar penjelasan Appa-nya, Ia tidak bodoh. Meskipun kata-kata tadi masih terdengar ambigu, ia bisa menangkap makna yang tersirat dari ucapan Appa-nya tadi.

“Apa, Appa berniat untuk menjodohkan Siwon-ssi dengan Kyunnie?” tanyanya yang lebih menyerupai sebuah desisan yang keluar dari sela giginya yang mengatup rapat. Kedua tangannya terkepal erat diatas pahanya. Mencoba menahan dadanya yang entah kenapa kini terasa bergemuruh.

My heart that beats like crazy, and

The rain has disaappeared

And iy has all become clear.

 

“Anyeong Yunho-ssi, Changmin-ssi…” sapa seorang namja tampan dan tinggi yang baru saja keluar dari mobilnya saat mereka berada di halaman rumah keluarga Jung.

“Anyeong, Siwon-Ssi..Kau mengantar Kyuhyun?” balas Changmin sopan saat ia melihat namja yang bernama Siwon itu keluar dari mobilnya dengan sahabatnya yang berdiri disisinya. Tak lupa ia melemparkan tatapan menggoda pada Kyuhyun yang kini terlihat merona.

Sementara Yunho hanya mengangguk kecil dengan memasang wajah stoicnya tanpa mengucapkan apapun, mata musangnya menatap lekat pada dongsaengnya yang terlihat menunduk dengan tangannya yang berada digenggaman tangan besar Siwon.

“Sudah larut malam. Sebaiknya aku segera mengantarmu pulang, chagi.” Yunho menggenggam tangan Changmin. “Dan kau Kyu, segeralah masuk. Udara malam tidak terlalu baik untuk kesehatanmu.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia pun segera melangkah dengan menggandeng tangan Changmin, meninggalkan dua manusia dibelakangnya dengan memancarkan ekspresi yang sangat kontras. Siwon dengan senyum tipisnya yang tersungging dibibir jokernya, sementara Kyuhyun hanya menatap punggung hyungnya dengan mata berkaca-kaca.

“Ayo kita masuk, Baby. Diluar sangat dingin. Aku tidak mau kau sakit.” kata Siwon mengajak Kyuhun untuk masuk kedalam rumah dengan lengannya yang melingkar dibahu tunangannya itu. Kyuhyun pun menurut, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari sudut matanya. Kau menyakitiku, hyung.. Kau menyakitiku..

 

Hoping you’d be there

Listening at the end of this road

My eyes are looking for you

I wonder if you are listening to it, somewhere

 

Perasaan apa ini? Kenapa hatiku terasa kebas tiap kali melihatmu dengan namja lain, Kyu?  Kenapa hatiku selalu terasa kalut saat kau menatap dan tersenyum pada namja lain? Kenapa hatiku seperti terbakar tiap kali aku melihatmu menunduk malu karena namja lain selain hyung, Kyu?

Bahkan aku sama sekali tidak mampu  mengontrol emosiku sendiri saat melihatmu disentuh oleh namja lain. Maafkan hyung, Kyu. Maafkan, hyung. Bukan maksud hyung untuk bersikap acuh padamu tadi. Mianhee..

TIIINN!!

“HYUUUNG!! AWAASS!!”

TIIINN!! BRAKKK!!!!

Without you, i can’t see anything

Without you, I can’t hear anything

 

Suasana hening dan hampa tampak menyelimuti salah satu ruangan yang berada di kediaman keluarga Jung. Hanya suara detak jarum jam yang mengisi keheningan ruangan tersebut yang menandakan bahwa waktu terus berjalan. Diatas tempat tidur yang terletak disalah satu sudut ruangan tersebut, tampak seorang namja yang terduduk, menekuk kedua kakinya yang berbalut selimut tebal sewarna langit cerah dengan menopangkan wajahnya pada lututnya yang menjadi sanggahan. Namja itu terdiam seakan terhanyut akan atmosfer yang melingkupi sekelilingnya.

Krieettt

Deritan suara pintu yang terbuka menggema diruangan tersebut, menampilkan sesosok namja lain yang melangkah perlahan untuk masuk dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan dengan beberapa bungkus obat diatasnya, melangkah dan mendekati sosok yang masih saja diam tak bergerak diatas tempat tidur.

Namja itupun mendudukkan diri disamping sosok yang terlihat sangat rapuh disisnya dengan sebelumnya meletakkan nampan yang ia bawa di meja nakas. Namja tersebut terdiam sembari memperhatikan, seperti tidak ingin mengusik ketenangan si namja rapuh yang mengenakan piyama baby blue-nya. Beberapa menit berlalu tanpa ada sepatah katapun yang mengisi keheningan, sampai akhirnya si namja yang terlihat lebih dewasa itu mengulurkan tangannya dan mengusap rambut ikal berwarna coklat milik si  namja kurus.

“Selamat pagi, BabyKyu…” Sapanya berusaha untuk menarik perhatian Kyuhyun. Namun usahanya nihil, Kyuhyun sama sekali tidak merespon sapaannya, bergerak sajapun seolah enggan.

“Babykyu..Ayo bangunlah dari tempat tidur, nanti hyung akan membawamu jalan-jalan ketaman bermain. Kau suka taman bermain kan? Tapi sebelum itu, kau harus sarapan dulu agar kau punya energi untuk bermain seharian nanti, ne?”

Tanpa menghiraukan pertanyaannya yang tidak menuai respon, ia pun mengambil mangkuk yang tadi ia bawa dan menyendok bubur yang terlihat masih mengepulkan asap itu, dengan telaten ia meniup bubur tersebut hingga dingin dan berusaha menyuapkannya pada Kyuhyun.

“Baby, buka mulutmu. Kau harus makan.” Lagi, Kyuhyun masih terdiam dan tidak bergerak ataupun membuka mulutnya.

“Baby, Please..” bujuknya yang kini terlihat memohon, sebenarnya ia ingin menangis melihat keadaan tunangannya yang kini terlihat sangat menyedihkan. Semenjak peristiwa kecelakaan sepekan lalu yang merenggut nyawa kakak sekaligus sahabatnya, Yunho dan Changmin, Kyuhyun berubah total.

Pertama kali mendengar berita kecelakaan itu, Kyuhyun yang terlalu shock jatuh pingsan. Keadaannya tersebut semakin diperparah dengan kambuhnya penyakit pneuthomorax-nya. Ia diharuskan untuk dirawat dirumah sakit selama beberapa hari dan melewatkan prosesi pemakaman dua orang yang sangat berharga baginya. sahabat sekaligus sosok namja yang sangat ia cintai sepanjang eksistensi kehidupannya.

Semenjak hari itu, ia menjelma seperti sesosok mayat hidup, sepanjang hari ia hanya berdiam diri dikamarnya dengan wajah tanpa ekspresi dan tatapannya yang kosong tanpa kehidupan, bahkan untuk mengisi kebutuhan energinya, ia diasup dengan cairan infus yang tak pernah terlepas menancap dilengan kirinya. Tak pernah lelah kedua orang tua, sahabat dan teman-temannya bahkan Siwon sebagai tunangannya berhenti untuk menjenguk dan membujuk Kyuhyun. Namun seperti terlalu terpuruk dalam kesedihannya, Kyuhyun sama sekali tidak berubah.

Air mata kini mengalir membasahi wajah tampan Siwon melihat keadaan Kyuhyun. Hatinya terasa sakit meliht namja yang ia cintai terpuruk seperti itu. Ia meletakkan mangkuk buburnya dan beranjak untuk semakin mendekat pada kyuhyun, ia peluk tubuh yang semakin mengurus itu dengan lembut.

“Apa yang harus aku lakukan, Kyu? Katakan apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum seperti dulu lagi?” Isaknya, tersirat nada putus asa dalam ucapannya. Ia sakit, ia lelah, ia tidak tega melihat keadaan Kyuhyun yang seperti ini.

Setelah ia merasa tenang, ia melepaskan Kyuhyun, yang tetap tak bergerak dari dekapannya. Ia hapus air matanya sendiri, ia pernah bertekad dalam hati untuk tidak menangis dihadapan Kyuhyun yang saat ini terlihat sangat rapuh, namun tekad tersebut seolah runtuh bersamaan degan rasa putus asa yang menggelayut dihatinya.

“Baiklah jika kau tak mau diganggu, hyung pergi dulu, Baby.” Ia mengecup rambut Kyuhyun sayang dan kembali melangkah dengan tanpa membuahkan hasil apapun.

“Bagaimana, Siwon-ah? Apa Kyunnie mau makan? Apa Kyunnie sudah bisa tersenyum lagi? Apa Kyunnie mau berbicara denganmu?” berondong Mrs. Jung yang semenjak tadi sudah menunggu didepan kamar Kyuhyun saat Siwon masuk kekamar putra bungsunya.

“Tenangkan dirimu, yeobo. Biarkan Siwon untuk menjawabnya satu persatu..” Bujuk Mr. Jung, ia juga menyadari kedua mata Siwon yang memerah yang ia yakini baru saja menangis.

“Bagamana Siwon-ah?”, tanyanya berusaha setenang mungkin, meskipun sebenarnya dalam hati ia juga merasa penasaran.

Siwon yang diberondong pertanyaan seperti itu oleh calon mertuanya merasa bersalah, sebab ia tidak tega untuk memupuskan harapan pasangan Jung itu untuk yang kesekian kalinya. Dengan berat hati iapun menggelengkan kepalanya, lalu menunduk karena tidak sanggup menatap mata Mr. Jung dihadapannya.

Melihat itu, seketika Mrs. Jung kembali terisak dalam pelukan suaminya yang juga terlihat menahan air matanya akan keadaan Kyuhyun  yang saat ini telah menjadi putra tunggalnya.

Sementara itu, tanpa mereka ketahui, dari balik pintu yang tertutup, terdapat seorang namja yang masih tak bergerak dari posisisnya diatas tempat tidur, terlihat meneteskan air mata dari kedua bola matanya yang telah lama redup tanpa kehidupan, namja itu menangis tanpa suara seperti melampiaskan rasa sakit dan sesaknya yang seolah memenuhi rongga dadanya,

Kyunnie merindukanmu, hyung.. Kyunnie merindukanmu.. Kenapa Hyung tega meninggalkan Kyunnie sendirian? Kenapa Hyung?

Ratapnya seorang diri dalam diam dengan air mata yang terus mengalir semakin deras.

Don’t cry, though you’re alone without me now

I’ll embarace you and wipe away your taears

 

Sensasi ini? Aroma ini? Apa…

Kyuhyun membuka matanya perlahan saat tubuhnya merasakan sensasi yang melingkupi dirinya dengan  aroma yang tidak asing lagi baginya, kedua matanya mengerjap mencoba menyesuaikan dengan sinar lampu yang temaram,

“Hyung membangunkanmu ya, Kyu?”

Jantung Kyuhyun seperti berhenti berhenti berdetak saat itu juga saat ia mendegar suara bariton yang baru saja ia dengar, dan nafasnya tercekat ketika ia mendapati senyum yang tersungging dari bibir berbentuk hati milik sosok yang ia rindukan setengah mati. Sosok yang ia cintai setulus hati, sosok yang membuatnya terpuruk selama ini tengah memeluk tubuhnya dengan tangan besarnya yang melingkar erat dipinggangya,

“H..Hy..Hyuung?”,

Sosok yang dipanggil hyung itu tersenyum semakin lebar. “Ne, Kyunnie. Ini Hyung, Yunho Hyung-mu” Kata Yunho meyakinkan adik kecilnya yang kini ada didekapan tubuhnya.

Dengan tangan gemetar, Kyuhyun mencoba meraih wajah yang ada dihadapannya, menyapukan jemarinya dipermukaan wajah tersebut untuk meyakinkan bahwa dia adalah Yunho, Hyungnya.

Perlahan jemarinya membelai mata setajam musang milik Hyungnya yang kini tengah terpejam menikmati belaian tangan miliknya, beralih menuju pipinya yang halus, kemudian telunjuknya menelusuri bentuk hidung mancung milik Hyung-nya, turun untuk mengusap lembut bibir berebentuk hati milik Hyung-nya yang sangat ia kagumi lalu menuju rahang yang kokoh yang membingkai wajah tampan seorang Jung Yunho.

Seketika air mata Kyuhyun keluar tanpa bisa ia tahan. Ini hyung-nya, benar-benar hyung-nya. Yunho hyung yang sangat ia cintai. Apa ini mimpi? Tuhan, jika ia sedang bermimpi, ia rela tidak terbangun untuk tidur selamanya, asalkan ia bisa bertahan seperti ini bersama hyung-nya.

“Kenapa menangis, Kyunnie? Apa kau tidak senang bertemu dengan Hyung?”

Kyuhyun menggeleng dengan air matanya yang semakin mengalir deras. Bukan.. bukan karena itu ia menangis. Justru ia sangat bahagia akan hal ini, ia hanya..hanya belum bisa mempercayai bahwa ia bisa bertemu lagi dengan hyung-nya. Ia terlalu bahagia…

“Hyung merindukanmu, Kyunnie..” bisik Yunho seraya mempererat dekapannya. “Sangat merindukanmu..” wajah Kyuhyun yang merangsek masuk kedalam dada Yunho hanya bisa menangguk mengiyakan ucapan sang hyung, memberi tahu bahwa ia juga merasakan hal yang serupa dengan  Yunho. Bibirnya masih belum bisa mengucapkan sesuatu karena terlalu bahagia.

Ia menurunkan wajahnya dan menyejajarkan wajahnya dengan Kyuhyun, dengan lembut ia menyeka air mata yang mengalir dipipi adiknya yang kini terlihat tirus. “Uljimma, Kyunnie. Hmm?” Iapun mencium sekilas bibir tipis yang ada dihadapannya itu.

Evergreen, evergreen.

Like an inexperienced fool,

I lived without seeing the Love you were giving me.

 

Hening menyelimuti kedua sosok namja yang terbaring ditempat tidur dengan tubuh yang saling menempel, seperti tengah menikmati moment langka yang mungkin tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

“Apa kau selama ini tersiksa, Kyu?” Suara Yunho memecah keheningan

“Sangat, hyung. Sangat…” Kyuhyun menundukkan wajahnya. “Sudah tak terhitung lagi seberapa sakit dan seringnya kau menyakitiku, hyung. Tapi sesakit dan sejajahatnya kau hyung, aku tidak pernah bisa membenci ataupun menghapus perasaanku padamu. Bahkan rasa cintaku padamu semakin mendalam setiap harinya.”

Yunho merasakan sebuah belati imajiner yang menghujam hatinya saat mendengar pengakuan Kyuhyun padanya, Ia tidak pernah menyangka jika adik kandungnya ternyata sangat mencintai dirinya, bukan cinta antara saudara  yang selama ini ia ketahui sebagaiman mestinya, melainkan sebagai sepasang lelaki dewasa dengan hasrat saling memiliki. Namun dengan bodohnya ia terlambat menyadarinya, seperti lelaki idiot yang tidak pernah menyadari cinta tulus yang diberikan oleh Kyuhyun padanya.

Kyuhyun mendongak menatap wajah hyung-nya yang terlihat pias. “Apa..kau menganggap aku bodoh, hyung? Apa kau berpikiran kalau aku ini hina?”

Yunho menggeleng dengan cepat menyangkal pikiran buruk Kyuhyun akan dirinya sendiri. “Ani, Kyu.. Kau tidak bodoh, Sayang. Kau pun juga tidak hina. Kau tahu? Mencintai adalah sebuah anugerah. Mencintai adalah suatu perasaan suci, murni dan bersih atas karunia Tuhan. Itu semua terjadi karena tidak semua manusia bisa mencintai seseorang dengan sepenuh hati, meskipun..kita mencintai orang yang tidak sepatutnya kita cintai dengan cara sepertimu.”

Yunho mengusap wajah Kyuhyun, lalu meraih tangan Kyuhyun dan menciuminya dengan sayang. “Maafkan, hyung. Maafkan hyung yang seperti manusia idiot yang tidak bisa menyadari cinta tulus yang kau berikan pada hyung. Bahkan dengan bodohnya hyung malah menyakitimu, mianhe..” Ia meraih dagu adiknya untuk mendekat pada wajahnya.

“Saranghe..” bisiknya kemudian sebelum ia meraih bibir merah milik Kyuhyun yang bergetar, bersiap untuk menangis lagi.

“Nado..Saranghe..” Balas Kyuhyun lirih diantara bibirnya yang tengah dihisap oleh Yunho.

            Aku bersedia hidup dalam mimpi selamanya, Tuhan. Asalkan aku bisa merasakan perasan seperti ini bersama Hyung-ku, selamanya..

 

From now on I won’t let you cry,

I’ll be the warmth that covers any sadness and embarace you

 

Suara lonceng menggema memenuhi seluruh sudut gereja yang kini dihiasi oleh puluhan aksesoris berwarna putih. Seluruh tamu undangan yang hanya terdiri dari beberapa puluh orang serempak berdiri meninggalkan kursinya sejenak untuk menyambut sang mempelai.

Tidak berselang lama kemudian, pintu gereja yang terbuat dari kayu itupun mulai terbuka, menampakkan sepasang lelaki. Tampak lelaki bertuksedo putih yang terlihat sangat tampan dan manis disaat yang bersamaan, namja tampak lebih muda itu menggamit lelaki paruh baya yang ada disampingnya. Sementara sang mempelai pria yang juga mengenakan tuksedo berwara putih tampak tersenyum lembut untuk menetralisir perasaan gugup yang berkecamuk dalam dirinya demi menunggu pengantinnya untuk berdiri disisinya, dialtar suci tempatnya berpijak kini.

“Aku serahkan putraku padamu, Choi Siwon.” ucap Mr. Jung menyerahkan tangan putranya pada calon menantunya yang dibalas senyuman oleh Siwon. Lalu mereka berduapun menghadap pendeta yang siap untuk melakukan ritual sucinya.

“Choi Siwon, bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh seluruh saksi disiini, berjanji untuk mencintai, menghargai baik dalam keadaan sakit maupun sehat, didalam susah maupun senang, mempelai pria disebelah kanan anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman,menjadi tempat bergantung baginya, dan hanya baginya, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”

“Saya bersedia”, jawab Siwon yakin.

“Cho Kyuhyun, bersediakah anda, dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh seluruh saksi disini, berjanji untuk mencintai, menghargai baik dalam keadaan sakit maupun sehat, didalam susah maupun senang, mempelai pria disebelah kiri anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi istri yang baik dan beriman,menjadi tempat bergantung baginya, dan hanya baginya, selama-lamanya hingga akhir hidup anda? Bersediakah anda?”

Kyuhyun terdiam sejenak, lidahnya terasa kelu, perasaannya terasa kalut. Siwon menggenggam tangan Kyuhyun semakin erat seolah memberi keyakinan, Kyuhyun menundukkan kepalanya  sekilas berusaha untuk memantapkan hatinya yang terasa bimbang.

“Sa..Saya bersedia”

Sang pendeta mengangguk, “Dengan ini kalian telah resmi menjadi suami-istri, kalian dipersilahkan untuk mencium pasangan kalian.”

Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan mencium tangan namja tersebut dengan sepenuh hati sebelum ia mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Kyuhyun. “Saranghe, Baby..”

 *

Epilog

Aku percayakan dia padamu, Siwon. Jaga dan cintailah dia dengan sepenuh hati..

Saranghae, Choi Kyuhyun..

 

Mulai saat ini, aku berjanji akan membahagiakanmu, BabyKyu. Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi. Aku akan menghapus segala kesedihan yang menderamu, memelukmu dan melindungimu semampuku. Aku berjanji..

 

Aku akan menepati janjiku padamu, Hyung. Aku akan belajar mencintai Siwon dan memulai hidup baru dengannya. Kau benar, dia lelaki yang sangat baik. Dia terlalu baik untuk kusakiti..

Tapi satu hal yang harus kau kutahu, hyung. Aku tidak akan pernah melupakan bahwa aku mencintai dirimu, sangat mencintaimu…

 

END

108 thoughts on “Evergreen

  1. Rasa.a byk typo,, angst.a oke,, itu bagian ‘hantu’ yunho berarti fantasi kan y? Q krg puas,,#digeplak.
    Makasih,,

  2. Rasa.a byk typo,, angst.a oke,, itu bagian ‘hantu’ yunho berarti fantasi kan y? Q krg puas,,#digeplak.
    Apa yg terbaik menurut kita blum tentu baik, n apa yg jelek menurut kita blum tentu buruk pula,, menurut q siwon yg terbaik utk mu kyu,, hehe,,
    q pangling kok ff pertama? Lupa kalo d sini ada 2 penulis,, maaf,, Makasih y,,

  3. Omo yunho sama kyu sodara kandung??
    Eih jadi cinta sedarah gt
    ta tapi hiks..
    Semoga wonkyu ug bahagia🙂

  4. nyesek bngt deh bacanya…kenapa homin meninggal..hiks
    kasihan babykyu jd terpuruk begitu kaya mayat hidup…
    seneng dh akhirnya wonkyu menikh jg
    selamat yah semoga bahagia sll

  5. ya ampun kasian si yunho sama changmin Mati T.T ..
    kyu suka yunho ya eh ngomong” wondad gx tau ya soal itu ‘kyu suka yunho? ..
    chukkae deh buat wonkyu yg udah resmi menikah ^^

  6. Sediiiih, ffnya q suka, good job thor, ditunggu ff yunkyu lainnya n klo bs yg happy end. Gomawo🙂
    Keep writing n semangaaat ne😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s