Anyone of Us – Chapter 3

Title: Anyone of Us

Starring : Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Shim Changmin, and others.

Pair: YunKyu, ChangKyu, HaeHyuk (Slight!)

Genre: BL, Romance, little NC scene, OOC,  Typo (s)

Rate: M

Author : Macchiato94

WARNING: CRACK PAIR! Fict ini lebih berpusat pada Not for Children scene-nya, meskipun ada konflik walaupun cuma sedikit -banget- dan klasik pula alias pasaran. Anggep aja ini sebagai hasil eksplorasi piktor saya. Tidak diperuntukkan untuk anak dibawah umur. Don’t like don’t read!! No Bash!!

Summary : ”..Aku bukan lagi seorang Cho Kyuhyun yang dulu. Cho Kyuhyun yang kau kenal sudah mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia baru yang saat ini beradaa disampingmu.”

10.30 PM KST

Terlihat seorang namja tengah terduduk seorang diri disofa yang terletak disalah satu sudut ruangan yang temaram. Beberapa botol kosong tergeletak dihadapannya. Ia tidak peduli dengan suasana pub yang semakin memanas dengan suara musik menghentak. Bahkan beberapa pasangan tanpa malu terlihat sedang making out disekelilingnya. Saat ini yang ia inginkan hanya melupakan kekesalannya melalui cairan memabukkan yang semenjak tadi ia tenggak itu.

“Berhenti minum, Min. Aku tidak ingin lantai pub-ku dikotori oleh muntahanmu.”

“Brengsek! Kau kira aku sepayah itu, hah?!” balas namja tersebut  yang ditengarai sebagai  Changmin dengan sarkatik.

Namja yang baru saja mendudukkan dirinya disisi Changmin itu tertawa menanggapi ucapan kasar tersebut, ”Sepertinya kau sedang kesal. Hey, kau bisa menceritakannya pada hyung-mu yang tampan ini, Minnie.”

“Sekali lagi kudengar kau memanggilku seperti itu, akan aku patahkan lehermu, hyung!”

Yoochun tergelak mendengar jawaban Changmin. Ia memang paling suka menggoda dongsaengnya itu dengan memanggilnya Minnie. Panggilan sayang dari ibu mereka ketika mereka masih berada di Jepang.

Ia, Park Yoochun yang tidak lain pemilik pub SURVIVOR ini adalah kakak tiri dari Shim Changmin.  Ayahnya dulu menikahi ibu Changmin saat mereka berdua masih anak-anak. Meskipun begitu, Changmin menolak saat ayahnya meminta dirinya untuk mengganti marganya menjadi Park. Hingga saat ini anak itu masih menggunakan marga ayah kandungnya yang telah meninggal.

“Bagaimana misimu? Kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?”

“Bukan hanya Kyuhyun saja, hyung. Bahkan Yunho pun aku sudah melihatnya.” Changmin meneguk kembali minumannya, “Berani-beraninya namja itu menyentuh dan mencium Kyuhyun!”

Yoochun menyeringai, “Apa salahnya? Toh mereka sepasang kekasih, kan?”

“Cihh!! Kekasih?? Namja itu hanya menjadikan Kyuhyun-Ku sebagai selingkuhannya, hyung. Apa itu yang disebut dengan kekasih??!” ujar Changmin mendecih tidak terima. Sedikit banyak ia mengetahui profil rivalnya itu berkat informasi dari Yoochun yang entah bagaimana ceritanya ternyata adalah sahabat lama dari Yunho.

Yoochun menyandarkan tubuhnya dipunggung sofa, “Yaa..Kekasih gelap maksudku.” Menanggapi dongsaengnya yang tengah kesal memang bukan pilihan yang bijaksana. Ia lebih memilih diam atau menjawab sekadarnya daripada ia harus menjadi luapan kekesalan Changmin. Ia sendiri  juga tidak habis pikir, sebegitu cintanyakah adiknya pada namja yang bernama Cho Kyuhyun itu?

Yang ia ketahui, Kyuhyun adalah teman masa kecil Changmin sebelum anak itu pindah ke Jepang setelah pernikahan ibu Changmin dan ayahnya sendiri. Awalnya ia pikir bahwa Kyuhyun adalah cinta monyet Changmin mengingat dulu mereka masih terlalu dini untuk mengenali perasaan cinta. Namun mengetahui Changmin yang begitu gencar untuk mendekati Kyuhyun yang saat ini tengah menjadi kekasih dari sahabatnya, membuat ia berpikir kembali bahwa Changmin memang benar-benar mencintai Kyuhyun. Apalagi saat namja jangkung itu sengaja kembali ke Korea hanya untuk melancarkan misinya mendapatkan Kyuhyun kembali yang telah di klaim sebagai milik-Nya. Ck, cinta memang melupakan akal sehat..

“Chunnie..”

“Su-ie..” Yoochun tersenyum cerah saat ia melihat seorang namja imut datang menghampirinya. Dengan segera ia menarik namja yang bernama Junsu, kakasihnya itu kedalam pangkuannya.

Changmin sendiri hanya memutar bola matanya bosan saat ia melihat hyung-nya yang langsung mencium namja imut dipangkuannya itu. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah. Mencoba mencari objek yang setidaknya lebih menarik dari pemandangan pasangan-pasangan mesum disekitarnya.

Seketika mata tajamnya menangkap sosok yang sangat ia kenali baru saja memasuki pub. Dengan cuek ia mencengkeram lengan Yoochun yang dengan terpaksa menghentikan kegiatannya yang sedang mencumbu Junsu.

“Hyung, bukankah itu Kyuhyun dan Yunho?” tanyanya mencoba memastikan, mungkin saja ia sedang dalam  pengaruh alkohol hingga ia berhalusinasi melihat Kyu.

“Mereka memang sering kemari.”

Changmin mendelik, “Kenapa kau tidak pernah bilang padaku?!”

“Kau tidak pernah menanyakannya,” sahut Yoochun cuek. Kembali melanjutkan cumbuan pada kekasihnya yang dengan senang hati menyambutnya.

“Shit!” Changmin merutuk.

Ia memilih beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk sendirian didepan konter bar. Ia sempat melihat namja yang datang bersama Kyu yang tidak lain adalah  Yunho itu sedang keluar meninggalkan Kyuhyun untuk menerima telepon.

Kyuhyun sendiri yang sedang menunggu pesanan minumannya diracik oleh bartender terkaget saat merasakan seseorang yang mencium pipinya tiba-tiba.

“Hyung kau su—KAU?!!“ pekiknya saat melihat siapa pelaku penciuman tadi yang ternyata bukan Yunho yang sedang ia tunggu. Melainkan namja jangkung yang kini sedang tersenyum sumringah kepadanya.

“Hi Kyuttie..” Changmin mengedipkan sebelah matanya menggoda, “Kau terlihat sangat sexy malam ini..” ucapnya dengan nada seduktif menatap Kyuhyun dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Kyuhyun saat  ini mengenakan kaos V-neck tipis lengan panjang berwarna navy yang digulung sampai siku. Menampilkan leher jenjangnya yang putih pucat. Dilengkapi dengan celana jeans hitam ketat yang menampakkan kaki jenjangnya serta menonjolkan bentuk butt-nya yang sexy. Pemandangan tersebut sukses membuat Changmin menahan diri untuk tidak menggauli namja cantik itu ditempat.

“Terima kasih atas pujiannya, Shim Changmin-ssi.” Jawab Kyuhyun acuh. Ia lalu meraih minuman yang disodorkan oleh bartender.

Changmin masih saja setia menatap Kyuhyun.

“Sejak kapan kau suka minum seperti ini, Kyuttie?” tangannya terjulur menyentuh leher jenjang Kyuhyun, “Dan siapa yang berani meninggalkan bekas merah ini dilehermu? “

Belum sempat Kyuhyun berteriak marah, dapat dirasakannya lengan Changmin yang berada dilehernya dicekal oleh tangan kokoh milik seseorang.

“Hyung?” Kyuhyun mendongak menatap Yunho yang telah berdiri dibelakangnya.

Dapat dilihatnya ekspresi wajah milik Yunho mengeras. Mata musangnya menatap tajam Changmin yang balas menatapnya dengan ekspresi yang tidak kalah dingin. Kyuhyun bergidig ngeri melihatnya.

“Jaga tangan anda.” Desis Yunho dari sela rahangnya yang mengatup rapat.

Changmin tersenyum sinis. Lalu ia melepaskan lengannya yang masih dicengkeram keras oleh namja bermata musang dihadapannya itu.

Kyuhyun yang sepertinya merasa ketakutan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan segera berdiri dan mencium bibir Yunho tanpa mengindahkan keberadaan Changmin disisinya.

“Sudahlah, hyung… kita kesini untuk bersenang-senang, kan?” ia menggelayut manja dilengan Yunho. Sesekali melirik Changmin yang masih setia menatapnya dengan sorot mata yang tidak bisa ia artikan, antara marah, kecewa dan, entahlah..

“Lebih baik kita mencari tempat yang lebih privat.”

Dengan segera ia menggandeng Yunho. Meninggalkan Changmin yang masih lekat memandang kepergian Kyuhyun dan namja yang ia anggap brengsek itu.

“Kau berubah, Kyuttie. Kau bukan seperti Kyuttie-ku yang dulu.”

***

06.30 AM KST

Seperti pagi yang sudah-sudah, sebelum kembali mengawali hari dan menjalani aktivitas, Yunho dan Kyuhyun selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Yang tampak berbeda kali ini mungkin adalah ketegangan kecil yang terjadi dalam obrolan mereka…

“Kyu..”

Kyuhyun yang sedang berkonsentrasi menyisihkan sayuran dari tumpukkan sandwich hasil buatan Yunho, mendongak saat namjachingunya itu memanggil namanya.

“Wae, hyung?”

Yunho meletakkan cangkir kopinya dimeja sebelum menjawab.

“Besok hyung akan berangkat ke China untuk mengontrol langsung jalannya proyek pembangunan cabang perusahaan di Guangzhou. Kau tidak keberatan kan, baby?”

Kyu mengerutkan keningnya sejenak, “Berapa lama, hyung?”

“Kurang lebih satu minggu. Tapi hyung usahakan tidak akan lebih dari lima hari berada disana.” Jelasnya mencoba meyakinkan namja cantiknya yang kini terlihat mengerucutkan bibirnya imut.

“Lama sekali. Pasti aku akan merindukanmu, hyung.”

Namja Jung itu tersenyum. Ia lalu meraih tangan Kyu yang duduk diseberang meja dihadapannya dan mencium jemari lentiknya dengan lembut.

“Hyung pun pasti akan jauh lebih merindukanmu, baby. Tapi jika kau keberatan, hyung bisa meminta Heechulie hyung untuk menggantikanku pergi.”

Kyuhyun menggeleng cepat, “Aniyo, hyung. Kau tidak boleh seperti itu. Biar bagaimanapun kau adalah seorang pemimpin. Dan itu sudah menjadi tugas dan tanggung  jawabmu. Aku tidak apa-apa.”

Inilah salah satu hal yang disukai Yunho dari Kyuhyun. Sikap pengertian dan pemikiran dewasanya. Meskipun Kyuhyun terlihat sangat manja dan childish, namun dalam menyikapi sesuatu hal yang serius ia bisa berubah menjadi sosok yang kritis dan bijaksana.

“Kau yakin?” Tanya Yunho sanksi, menuntut kepastian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya beberapa kali, membuat rambut ikalnya bergoyang yang menambah kesan imut darinya, “Tapi berjanjilah, hyung. Kalau kau tidak akan melirik yeoja-yeoja sexy disana.”

“Berarti kalau yeoja cantik boleh?” Yunho menyeringai, membuat Kyuhyun menatapnya tajam.

“Berani melakukan itu, ucapkan selamat tinggal pada little-Kyu-hole kesayanganmu ini!” Dengus Kyuhyun lalu beranjak meninggalkan meja makan dengan acuh. Meninggalkan Yunho yang masih terdiam mencerna ucapan Kyuhyun. Lalu beberapa saat kemudian —

“MWO?! Little-Kyu-hole?” Yunho terperangah, “Ya!! Andwe baby!!”

***

PLUKK!

Kyuhyun menutup buku yang tengah ia baca dengan kesal dan menatap tajam pada seorang namja yang semenjak tadi tetap setia berada disisinya.

“Kapan kau akan berhenti mendekati dan membuntutiku kemanapun aku pergi Changmin-ssi?!”

Changmin mengerjapkan matanya. Menyandarkan pungggungnya pada tembok yang berada dibelakangnya.

“Tidak akan dan tidak akan pernah sebelum kau berhenti mengacuhkanku.” Jawab namja jangkung tersebut dengan yakin.

Kyuhyun memijit pelipisnya. Sedikit frustasi akan sikap Changmin yang semenjak hari pertama masuk ke sekolah ini terus berusaha mendekati dan membuntutinya kemanapun ia pergi. Bukannya ia tidak suka, ia hanya merasa sedikit risih dan tidak leluasa dengan pergerakannya yang selalu diintmidasi oleh pandangan iri dan menusuk dari siswa lain yang berjiwa uke. Pasalnya, dengan sosok Changmin yang nyaris sempurna itu menjadikan namja tersebut langsung menjadi primadona dikalangan siswa, tentu saja tanpa melupakan fakta bahwa ia sendiri juga merupakan salah satu dari The most wanted boy bagi siswa berjiwa seme disekolah ini.

“Kau tahu, Kyuttie? Aku merindukan sosokmu yang dulu. Sosok Kyuttie-Ku yang manis dan dan selalu bersikap manja padaku.”

“Lupakan keinginanmu itu, min. Aku bukan lagi seorang Cho Kyuhyun yang dulu. Cho Kyuhyun kau kenal sudah mati dan ber-reinkarnasi menjadi manusia baru yang saat ini berada disampingmu.”

Changmin menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti. Lalu ia beranjak untuk duduk di hadapan namja manis yang saat ini tengah menundukkan kepalanya itu. Beruntung saat ini mereka sedang berada didalam perpustakaan, tepatnya sedang duduk dilantai yang berada diantara rak-rak buku yang menjulang. Sehingga mereka tidak perlu ditegur oleh petugas karena mengobrol dalam perpustakaan.

Namja bermarga Shim itu mengangkat wajah Kyuhyun untuk menatap padanya, “Sebenarnya ada apa, Kyu? Kau bisa menceritakannya padaku.” Matanya menangkap sorot terluka dari bola mata milik Kyu dihadapannya yang membuat hatinya berdenyut sakit.

“Kau tahu Chwangie? Aku membencimu. Aku membenci saat dimana aku membutuhkan sosokmu namun kau tidak ada disisiku. Aku membencimu saat aku merindukanmu namun aku tidak bisa bertemu denganmu. Aku membencimu saat aku terpuruk akan suatu hal namun kau tidak bisa memelukku untuk mensupportku. Aku membencimu —-”

Racauan Kyuhyun terhenti saat Changmin memeluknya dengan cepat. Tanpa ia sadari air matanya mulai menggenang dipelupuk matanya. Sejujurnya, meskipun ia membenci sosok Changmin, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia sangat merindukan sosoknya. Merindukan sosok seorang sahabat sekaligus cinta pertamanya itu.

“Maafkan aku, Kyuttie. Maafkan aku..aku, aku tidak tahu jika kau sangat membutuhkan aku disisimu. Asal kau tahu, Kyu. Akupun juga merasakan hal yang sama seperti apa yang kau rasakan. Akupun seringkali tersiksa karena merindukanmu dan kenyataan bahwa kau tidak berada disisiku membuat aku semakin terpuruk.”

Changmin melepaskan pelukannya, menyeka air mata yang membasahi pipi chubby Kyuhyun, “Karena itulah aku sekarang berada disini, dihadapanmu, Kyu. Aku kembali sebagai ShimChwang-mu yang akan terus berada disisimu..Aku berjanji..”

Tanpa menunggu jawaban yang terlontar dari mulut kyuhyun, ia mulai mendekatkan diri dan mengecup bibir plump milik namja tersebut. Sementara Kyuhyun yang awalnya hanya terdiam tanpa berusaha menolak, mulai membalas ciuman dari bibir Changmin yang saat ini mulai melumat lembut bibirnya. Membuahkan desahan halus yang lolos dari belahan bibir Kyuhyun. Nyaris saja Changmin kehilangan kendali sebelum sebuah suara keras menginterupsi perhatiannya dari kesibukannya yang kini tengah menjulurkan lidah panjangnya kedalam mulut Kyuhyun.

“EHEMMM!!!”

Mereka berdua mematung sesaat. Dengan tatapan horor keduanya mendongak, mendapati seorang pria setengah baya yang kini sedang berkacak pinggang dengan beberapa siswa yang berkerumun dibelakangnya.

Seketika wajah Kyuhyun memerah, sementara Changmin hanya meringis ngeri.

jhh

TBC

 

PS: Lupakan fakta kalau usia seumuran Kyuhyun disini, belum boleh masuk ke tempat-tempat semacam pub, dkk. (Maksa! 😀 )

A Piece of Story From Seoul

Hi readers.. I’m back..

Kembali dengan bawa penyakit maksudnya. Maklum abis kena dingin, pas turun dari pesawat langsung kena panas membara di Bandara Internasional Ngurah Rai x_x. Aku mau share tentang pengalaman aku selama disana (sesuai permintaan beberapa readers).

Rentang waktu gak banyak disana, cuma 4 hari yang bener-bener padat, gak seperti taon lalu bisa seminggu di Seoul. Tapi mending deh yang ini, karena mendekati musim semi makanya dinginnya gak keterlaluan, tapi tetep bikin tepar di hari ketiga.

Hari pertama, aku tiba jam 5 sore di Bandar Udara Internasional Incheon langsung jalan-jalan (tapi barangnya disimpen dulu di apartement yee). Ngunjungin beberapa tempat deket aja karena pegel selama 9 jam di pesawat. Karena aku tinggal di Gangnam-Gu, Dogok-Dong maka perginya juga yang bisa ditempuh gak terlalu jauh. Sudah pasti Gangnam dan Apgujeong aku telusurin.

Hari kedua (It’s my birthday), aku ngunjungin Hyundai Department Store yang luar biasa gede dan interriornya cantik banget. Setelah itu aku berkunjung (lagi) ke Ice Rink – Lotteworld (jadi keinget ficlet deh :P). Main sampe puas disana baru ke Namsan Tower mendekati sunset. Setelah itu baru dinner di Ritz Carlton. That’s was my best birthday ever! And for that I should say thanks to my best namjachingu in the world XD.

Hari ketiga, Busan time! Busan seperti yang diketahui luar biasa indah karena pantai-pantainya kan? Aku ngunjungin beberapa tempat seperti Geumjong, Hondae, Shinsegae Dept. Store (Mal dengan 14 lantai, fasilitasnya ada salon, spa, dept store, sampe lapangan golf dalam satu building), Dadepo Dream Waterfalls (Taman air  mancur yang dilengkapi LED, pas kita datengnya malem jadi bisa liat atraksinya), Gwangan Bridge yang fenomenal, sama desa kecil nan indah Geoje. Aku juga ketemu Park Hyeong Seok alias Hara, salah satu ulzzang paling imut lho XD.

Hari keempat, hari paling istimewa karena aku ketemu salah satu orang penting yang bikin keki haha. Juga ngunjungin Han River Park dan dinner di Ferry Cruise. Tapi paling asik adalah pas janjian ketemua ama beberapa stalker di Droptop cafe, lagi nunggu satu orang lagi, tiba-tiba ada cewek yang teriak kenceng. mau gak mau kita noleh semua. Ternyata abis itu cewek itu lari keluar dan diikuti beberapa cewek di jalanan luar, salah satunya bilang “Yong Hwa”.

Otomatis kita semua ikutan lari keluar. Bener-bener pengalaman yang seru. di umur segini masih ikutan lari ama cewek-cewek lain demi ngeliat Yong Hwa dari deket. Sampe disana, ternyata dapat bonus : Jong Hyun. Mimpi apa guee…!!! *Hidup Fangirl*

Sayangnya mereka keburu naik mobil dan langsung cuss dari sana. Aku saking cengo’nya sampe gak sempet foto, temen-temen stalker mau ngambil fotonya tapi ada yang belum sempet ambil kamera, ada yang sempet tapi cuma kena mobilnya doang. Damn! Ganteng bangetttt….!!! Sayang gk dapat pict-nya 😦

Akhirnya kita pindah ke Paris Croissant Cafe dan ngobrolin banyak hal. Total stalker yang aku temui adalah 4 orang, which is rentang umurnya antara 19-23 tahun. Jadilah aku eonnie mereka, hahaha.. Tapi as a good stalker, mereka gak mau disebut namanya. tapi gak pelit sama sekali berbagi rahasia (once again thank you so much for my namjachingu for this).

Aktivitas mereka selain nge-stalk adalah kuliah dan kerja. And believe or not, mereka punya tim untuk nge-stalk. Tiap pos ada stalkernya, haha. Metode mereka hampir semua sama : cari tau daftar schedule artis yang jadi target, datang ke lokasi sebelum artis datang dan biasanya pinter ‘nyempil’ dimana-mana biar gak ketahuan.

Banyak diantara mereka yang langsung di’tendang’ bahkan diambil kameranya kalo ketahuan. Tapi mereka gak pernah kapok. Makanya aku salut banget ama mereka yang rela ngeluarin duit, waktu dan tenaga hanya untuk idolanya. TAPIII.. Yang bikin aku tambah salut (untuk keempat orang ini, gak tau stalker yang lain) adalah tujuan mereka yang sebenarnya.

Seperti yang kalian tahu, banyak yang nge-stalk artis demi tau seperti apa kehidupan mereka di belakang layar kan? Ada juga yang mau tau apapun mengenai artis tersebut atau bahkan kalo perlu sampe detail-detailnya tanpa tahu apa artis tersebut nyaman apa gak. Kebayang gak sih kalo kalian di posisi artis tersebut dan dimata-matai setiap saat soal kehidupan pribadinya dan dibeberin ke semua orang padahal hal itu privasi banget?

Terkadang kita cuma nempatin diri kita sebagai fans yang tergila-gila ama bias kita. Semua hal termasuk yang pribadi kita mau tau, tanpa peduli perasaan bias kita yang gak suka kehidupan pribadinya ditau orang. Privacy is privacy, setiap orang berhak nutupin pribadi mereka kan? Tapi apa fans mau tau? Gak! Miris!

Keempat stalker ini sangat amat berbeda. Mereka ngaju dengan jujur kalau mereka mulai nge-stalk karena ‘kepo’ ama aktivitas artis idolanya. Rasanya punya kebanggaan tersendiri ketika jadi orang pertama yang tau soal artis itu. Lalu mereka mulai mata-matain artisnya di setiap kesempatan.

Tapi, seiring dengan kegiatan itu, mereka mulai sadar ada yang gak bener ama pemberitaan yang marak di jejaring sosial. Ini bikin mereka geram. Banyak sekali berita miring tentang idola mereka. Perlu diketahui, mereka sampe bisa nyelip dimana-mana dengan jumlah tim yang gak sedikit tapi dengan apa yang mereka liat dan dengar sangat berbeda terutama soal PAIR..!

Mereka kecewa karena International Fans melebih-lebihkan apa yang mereka liat sedangkan kenyataannya tidak seperti itu. Mereka lebih suka fans mengapresiasi karya idola daripada kehidupan pribadi mereka. Mereka gak suka dengan fans yang terlalu delusional dengan PAIR favorite sampe bikin fanwar dimana-mana.

Kekecewaan mereka terus berlanjut karena banyak sekali yang sudah memanipulasi berita mengenai idolanya. Berita yang tidak benar dibesar-besarkan, jangan kira mereka tidak pernah berantem ama stalker lain. Prinsip utama mereka setelah liat kejadian-kejadian ini adalah meluruskan berita-berita miring yang bikin nama idolanya tercemar. Itu tujuan utama mereka. Jadi kalau terdengar berita lagi, mereka langsung nyari tau untuk ngebuktiin kebenaran issue tersebut dan 75% berita tersebut bohong besar! Bias kalian sering difitnah, apa kalian senang?

Contoh : (Mian gak sebut nama). Artis A dan B dikabarkan menjalin hubungan. lalu diberitakan mereka putus. Tiba-tiba ada yang nangkap mereka ketemuan di jalan/ A ama C satu mobil sedangkan B sendiri di mobilnya. Terus karena mau ketemuan, A pindah ke mobil B dan si C pergi sendiri. Padahal setelah diikuti, tidak ada perubahan sama sekali dari penumpang mobil tersebut. Tapi setelah itu berita gempar dan sulit sekali madamin pemberitaan yang sudah terlanjur beredar. Mungkin sebagian dari kalian tau benar siapa 3 orang yang dimaksud.

Banyak sekali yang mereka beberkan, tapi sebagai pendengar yang baik dan author juga, aku akan memilah-milah, info mana yang baik aku sampaikan pada kalian, mana yang tidak. Karena kami masih terus berhubungan sampai sekarang dan mereka juga silent reader di blog ini.

Nah, aku rasa sampai disini dulu. mengenai apa saja yang aku dengar, akan aku beberkan juga TAPI TIDAK SEMUANYA. Bukannya pelit, tapi itu bukan kapasitas aku untuk bicara. Aku bukan stalkernya. Aku hanya bicara apa yang diperbolehkan oleh ‘mereka’. Jadi, tunggu saja postingan berikutnya, ne?

Have a nice day all.. 🙂

Anyone of Us – Chapter 2

Title: Anyone of Us – Chapter 2

Starring : Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Shim Changmin, and others.

Pair: YunKyu, ChangKyu, HaeHyuk (Slight!)

Genre: BL, Romance, little NC scene, OOC,  Typo (s)

Rate: M

Author : Macchiato94

WARNING: CRACK PAIR! Fict ini lebih berpusat pada Not for Children scene-nya, meskipun ada konflik walaupun cuma sedikit -banget- dan klasik pula alias pasaran. Anggep aja ini sebagai hasil eksplorasi piktor saya. Tidak diperuntukkan untuk anak dibawah umur. Don’t like don’t read!! No Bash!!

Summary: ”aku ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku..”

 

Dalam waktu yang sama ditempat yang berbeda, tepatnya didalam sebuah mobil berwarna silver. Terdapat sepasang namja yang tengah tenggelam dalam kenikmatan dunia mereka sendiri.

“Emmh..ahhmmhh..hyungghh..” desah seorang namja manis berusaha mendorong dada bidang  milik kekasihnya yang seolah akan memakan bibirnya dengan rakus, “cukkhupphh..”

Dengan berat hati Yunho pun melepaskan pagutan bibirnya pada bibir namja bersurai hitam kelam  yang seolah telah menjadi candu untuknya. Senyum merekah dibibir berebentuk hati miliknya saat ia melihat babyKyu-Nya terengah-engah mencoba menghirup oksigen untuk menstabilkan nafas. Ia menyeka saliva yang mengalir disudut bibir mungil tersebut yang dibalas senyuman tipis dari si pemilik bibir.

“Hyung, sepertinya aku terlambat. Aku masuk dulu ne?” ucap Kyuhyun merapikan penampilannya yang ‘sedikit’ berantakan, dibalas anggukkan kepala oleh Yunho. Sebelum pergi, terlebih dulu ia menyeka setitik darah yang terdapat disudut bibir milik Yunho dengan raut wajah menyesal, “Mianhe, hyung…”

“Gwenchana, baby-ah..” Yunho tersenyum. Menggenggam tangan Kyuhyun dan menciumya dengan sayang, “Masuklah, aku tidak mau baby-ku terlambat, jja!”

Kyuhyun mengangguk, ia lalu keluar dari mobil, “Saranghae, hyung…”

Yunho tertawa saat melihat Kyuhyun yang dengan wajah memerah berlari menuju gedung sekolahnya, “Nado, Kyunnie..jeongmal saranghae,” ucapnya dalam sebuah bisikan.

Setelah ia memastikan bayangan Kyuhyun yang sudah tidak tampak, ia kembali memasang wajah stoic-nya dan menghidupkan mobilnya menuju ke sebuah tempat sebelum ia pergi ke kantor. Menjelma kembali menjadi sosok seorang  Jung Yunho yang dingin tanpa ekspresi.

***

 “Morning Kyunnie..”

“Morning, hyung-deul..” Kyuhyun membalas singkat sebelum ia tenggelam dalam dunianya sendiri dengan ‘kekasih’ keduanya, PSP. Donghae dan Eunhyuk yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.

”Ya! Kyunnie, apa kau sudah tahu info ter-up to date pagi ini?” Eunhyuk mencoba mengalihkan perhatian sang maknae diantara mereka bertiga dari benda yang ia anggap sebagai selingkuhan Yunho itu.

“Apa itu penting bagiku, hyung?”

Eunhyuk dan Donghae berusaha mati-matian untuk tidak membenturkan kepala sahabat yang sudah mereka anggap sebagai adik mereka itu ke tembok saat mendengar jawaban manis Kyuhyun dengan wajah sok innocent miliknya.

“Neo..aissh-“

Belum sempat Eunhyuk menyelesaikan ucapannya, muncul seorang wanita paruh baya yang teridentifikasi bernama Kwon sonsangnim, berjalan memasuki kelas mereka yang awalnya terlihat gaduh.

“Morning students..”

“Morning mooomm..” koor seluruh penghuni kelas 2A.

“Guys, hari ini kelas kita mendapat satu teman baru dari Jepang. Dan saya harap kalian semua bisa berteman baik dengannya,” guru Matematika itupun melirik kearah pintu yang tertutup sebagian, “Mr. Shim..”

Tidak lama kemudian masuklah sesosok namja super tinggi dengan senyum yang terpatri diwajah tampan milik namja tersebut.

“ Chang…”

“…min”

Donghae dan Eunhyuk saling berpandangan dengan raut keterkejutan yang tidak bisa mereka sembunyikan. Refleks, mereka berdua melirik kearah Kyuhyun yang duduk di seberang tempat duduk mereka yang kini tengah memasang wajah tak kalah terkejutnya dari mereka berdua.

“Mr. Shim, introduce yourself, please..” pinta Miss. Kwon mempersilahkan.

“What’s up, guys..Shim Changmin imnida. Kalian bisa memanggilku ChangMin, VoldeMin atau apapun terserah kalian. Ahh, Aku warga asli Korea yang dulunya berdomisili di Jepang. Pindah dan bersekolah disini karena..aku ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku” Ia berkata dengan tatapan matanya yang mengarah pada seorang namja manis berkulit putih pucat yang kini terlihat gelisah ditempat duduknya,”I think enough, hope we can be a good friends everyone.”

“Well, Mr. Shim kau bisa memilih salah satu tempat duduk kosong yang kau inginkan.”

“Bolehkah aku duduk di samping namja berambut ikal hitam itu, Miss? Kurasa aku aku akan cocok  dengannya..” Changmin menyeringai melihat tubuh Kyuhyun yang menegang.
“Mr. Cho?” Mrs. Kwon seperti menimbang sejenak sebelum wanita itu menganggukkan kepalanya.

“Baiklah, Mr. Zhou aku minta maaf, tapi bisakah kau pindah di tempat duduk yang lain untuk teman baru kita ini?” tanyanya pada namja berambut merah terbakar yang duduk disamping Kyuhyun untuk memastikan.

“With my pleasure, Miss.” Jawab Zhou Mi yang sebenarnya dengan -sangat- terpaksa bangkit dari sisi Kyuhyun yang diam-diam ia sukai dan pindah disamping seorang namja imut berpipi chubby bernama Henry.

“Thank you, Miss.” Changmin dengan senyum cerahnya berjalan dan kemudian duduk disamping Kyuhyun yang terlihat membuang pandangannya kearah lain. Ia kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga Kyuhyun dan berbisik, ”I miss u, Kyuttie..”

Membuat Kyuhyun sedikit bergidik geli saat Changmin dengan sengaja meniupkan nafas hangatnya ditelinga namja penggila game itu.

***

“Oppa, akhirnya kau pulang. Aku sangat khawatir karena semalam kau tidak pulang apalagi ponselmu juga tidak aktif dan saat ku hubungi orang kantor kau juga tidak ada disana. Kau darimana saja, Oppa?” berondong seorang yeoja cantik saat Yunho baru saja memasuki pintu rumahnya.

“Bukan urusanmu. Dan aku kemari hanya untuk mengambil proposalku yang tertinggal.” Jawab Yunho skeptis tanpa menghentikan langkahnya yang menaiki tangga menuju kamar-NYA. Ya, hanya kamarnya.

Meninggalkan Ara yang berdiri mematung dengan  hatinya yang berdenyut sakit mendengar jawaban suaminya itu.

“Apa kau bersama namja itu lagi, Oppa?” bisiknya diikuti dengan setetes air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.

***

            Bel tanda kegiatan belajar mengajar di SM International High School akhirnya berdering yang disambut dengan suka cita oleh seluruh siswa. Tak terkecuali seorang namja manis yang saat ini terlihat mengemasi barang-barangnya untuk dimasukkan kedalam tas.

“Kyunnie, kau mau ikut bersama kami pergi ke rumah Siwon atau langsung pulang?” Eunhyuk merangkul pundak Kyuhyun dengan sang namjachingu, Donghae, berdiri disisinya menunggu jawaban.

“Mianhe hyung, tapi kau tau sendiri kan? Yunho hyung tidak akan suka  jika aku berdekatan dengan Siwon hyung. Aku tidak ingin membuatnya kesal.”

“Aissshh, dasar ahjusshi posesif.” Donghae mendesis sedikit kesal dengan sikap Yunho yang overprotect dengan melarang kyuhyun berdekatan dengan Siwon karena cemburu. Pasalnya ahjusshi itu tahu bahwa Siwon yang notabene adalah sahabat Donghae sekaligus student council di sekolah ini dulu pernah menyukai Kyuhyun.

“YA!!! Berhenti memanggilnya ahjusshi, Ikan asin! Yunho hyung tidak setua itu!!”

“Tapi nyatanya dia memang tua kan, Kyu?” sahut Donghae tidak mau kalah.

“YAAA!!!”

“Mulai lagiii…” Eunhyuk mengerang frustasi, bosan akan sikap keduanya yang selalu saja bertengkar. Donghae yang selalu meledek Kyuhyun dengan menyebut Yunho sebagai ahjushi sementara Kyuhyun akan berteriak tidak terima jika Yunho hyung namjachingu-Nya itu disebut sebagai ahjushi. Hey! Dia belum setua itu, tahu!

Eunhyuk lalu mangacak rambut Kyuhyun, “Arra..arra. Kalau begitu kami duluan ne…”

“Ne. Sampaikan salamku pada Siwon hyung.” Ucap Kyu ketus dengan death glare yang masih ia tunjukkan pada Donghae. Dibalas anggukkan oleh namja manis bersurai blonde tersebut sebelum ia berlalu meninggalkan Kyuhyun dengan menggandeng  tangan Donghae.

***

 “Menyingkirlah dari hadapanku.” desis Kyuhyun pada namja yang saat ini tengah berdiiri menghalangi jalannya.

“Aku menunggumu dari tadi, Kyuttie. Tapi  kau lama sekali tidak keluar-keluar.” balas namja tersebut mengacuhkan perintah Kyuhyun, “Ayo kita pulang!”

Kyu mengibaskan tangan namja tersebut yang mencoba untuk meraih tangannya, “Aku bisa pulang sendiri dan berhenti memanggilku Kyuttie!”

“Aigooo..selain bertambah cute dan manis, sikapmu juga semakin dingin saja Kyuttie.”

“Sshh..apa sebenarnya maumu Shim Changmin?!!” gertak Kyuhyun frustasi menghadapi namja jangkung yang kini tengan tersenyum penuh kemenangan. Mengabaikan kekesalan namja berkulit putih pucat yang ada dihadapannya.

“Aku ingin mengantarmu pulang, itu saja. Otte?”

“Bukankah sudah aku katakan aku bisa pulang sendiri,hah?!”

“Dan membiarkanmu untuk diculik oleh Yakuza pervert dan menjadikanmu istrinya?andwee!” Changmin menggeleng cepat.

“Jangan berbicara sembarangan Shim-Ssi. Dan sudah aku katakan aku bisa pulang sendiri.” tegas Kyuhyun mencoba melangkah namun lengannya segera dicekal oleh Changmin.

“Berikan saku atu alasan untuk membiarkanmu pulang sendiri.”

“It’s not your business!”

Kyuhyun menyentakkan tangan Changmin dan melangkah pergi. Meninggalkan Changmin dengan smirk yang muncul diwajahnya. Tanpa mengatakan apapun, ia langsung berjalan menyusul Kyuhyun dan menggendong tubuh kurus itu ala bridal style. Mengabaikan teriakan dan sumpah serapah yang meluncur dari bibir plump milik Kyuhyun yang ditujukan untuk dirinya.

***

            Changmin menghentikan mobilnya saat ia telah sampai didepan sebuah rumah bergaya minimalis bercat peach. Ia tersenyum saat ia mendapati Kyuhyun disisinya yang saat ini tengah mengerucutkan bibirnya imut. Kebiasaan Kyu saat merajuk. Membuat ia harus menahan diri untuk tidak menyerang bibir merah itu.

“Kau tinggal dirumah ini sendirian, Kyuttie?”

“Hmm” gumamnya acuh, kemudian ia melepas seat-beltnya dan bersiap-siap keluar  membuka pintu mobil.

“Kau tidak mengajakku masuk?” tanya Changmin memasang wajah pura-pura memelas yang dibalas dengusan oleh Kyuhyun.

“Jangan terlalu berharap Changmin-Ssi.” diakhiri dengan suara bantingan pintu mobil dari Kyuhyun.

Changmin baru saja akan menghidupkan mobilnya kembali untuk pergi sebelum matanya tanpa sengaja menangkap bayangan sebuah mobil lain dari spionnya yang melaju memasuki halaman rumah Kyuhyun. Dapat dilihatnya seorang namja si pengemudi mobil tersebut menatap kearah mobilnya dengan air muka penasarannya dibalik kacamata hitam yang ia kenakan saat  mobil silver itu melewati mobilnya.

Beberapa saat kemudian, dapat dilihatnya seorang namja bertubuh tinggi tegap keluar dari mobil tersebut yang disambut pelukan riang oleh Kyuhyun. Ia mendecih saat ia melihat namja tersebut melepas kaca matanya, mencium bibir dan memeluk pinggang ramping Kyuhyun.

“Jung Yunho rupanya.” Gumam Changmin diiringi seringai setannya. Tanpa menunggu waktu lama iapun menghidupkan mobilnya dan berlalu.

***

 “Yunho hyuuunng..”

Kyu berlari menghambur kepelukan Yunho yang dengan sigap direngkuh dalam pelukan posesif namja tampan tersebut. Memberikan ciuman singkat dibibir babyKyu-Nya yang sukses membuat Kyuhyun merona. Yunho terkekeh melihat Kyu yang malu namun terlihat menggemaskan dimatanya.

“Aigooo..neomu kyeopta.”

“Stop teasing me, hyung.” rajuk Kyu dengan nada manja.

Yunho mancubit pipi Kyuhyun gemas, “Nugu?”

“Mwo?” kyuhyun balik bertanya.

Yunho menunjuk mobil Changmin yang entah kenapa masih berada di halaman rumahnya.

“Oh..dia temanku, hyung. Dia baru saja mengantarku pulang. Kebetulan dia satu arah dengan rumah kita.” Jawabnya sedikit-banyak berdusta.

Ya, rumah kita. Karena sebenarnya rumah tersebut khusus dibelikan oleh Yunho untuk Kyuhyun. Namja Jung itu tidak bisa membiarkan namjachingu-nya tinggal sendirian di rumahnya yang lama dan jauh dari pengawasannya. Meskipun begitu, Yunho lebih sering menginap di rumah yang ia beli ini dibanding rumahnya sendiri. Dan tentu saja karena Kyuhyun lah alasannya.

Belum sempat Yunho menanggapi perkataannya, Kyu terlebih dahulu memotong pandangan pemilik mata setajam musang itu kearah mobil Changmin dengan menarik wajah Yunho untuk menatap kearahnya.

“Hyung, kenapa pulang lebih awal? apa hyung tidak sibuk?”

Yunho tersenyum seolah melupakan rasa cemburunya yang sempat mendera tadi, “Wae? Kau tidak suka hyung pulang lebih awal, baby?”

“Ani. Bukan begitu, tapi ini tidak seperti biasanya. Biasanya kan hyung pulang pada malam hari bahkan saat aku sudah tertidur.” Kyuhyun mempoutkan bibirnya imut, membuat Yunho tidak tahan untuk melahap bibir tersebut. Namun ia urungkan keinginannya saat mata bulat Kyu mendeath glare-nya dengan imut juga.

“Hyung merindukanmu baby, maka dari itu  hyung pulang lebih awal hari ini.”

Kyu memutar bola matanya kesal, seolah bosan mendengar jawaban namja-Nya itu, “So cheesy as usual.”

Matanya dapat menangkap bayangan mobil putih Changmin berlalu meninggalkan rumahnya. Ia kembali memfokuskan perhatiannya pada Yunho, “Hyung sudah makan?”

Yunho menggeleng, “ Hyung ingin makan siang denganmu. Bagaimana kalau kau memasak?”

“Kau mengejekku, hyung?” suara rendah Kyu terdengar mengancam dibalas tawa oleh Yunho. Karena ia sendiri pun tahu kalau uke-nya tersebut sama sekali tidak bisa memasak. Cukup sekali saja ia merasakan masakan Kyu yang rasa dan bentuknya sulit didefinisikan dengan kata-kata dan sukses membuatnya sakit perut setelah nekat memakannya karena tidak ingin mengecewakan namja terkasihnya yang sudah bersusah payah berkutat didapur.

“hahaha..why so serious, baby? Ayo kita masuk, hyung akan membuatkan makanan untukmu. Kau mau makan apa?”

“Yeeyy, aku ingin makan Ramyeon, hyung!” Kyuhyun melonjak senang seperti anak kecil.

“Aniyo..kau sudah terlalu sering makan Ramyeon. Dan itu tidak baik untuk kesehatanmu.”

“Tapi-“

“No rejection” tolak Yunho tegas menghasilkan pout dari bibir Kyuhyun dan memilih untuk menglikuti langkah Yunho yang memeluk pinggangnya erat.

***

            Disebuah kamar bercat biru terdapat sepasang bocah laki-laki tengah duduk saling berhadapan diatas ranjang mengenakan seragam Junior high School. Tampak air mata mengalir dari mata salah satu bocah yang terlihat lebih manis dibanding yang lain. Sementara si bocah yang tampak lebih manly menyeka air mata yang membasahi pipi chubby si bocah manis yang ada dihadapannya.

“Aigoo, Kyuttie..Uljima. Kalau kau menangis kau terlihat jelek, tahu?” bocah manly itu mencoba meledek.

“Aku tidak..hiks..peduli…hiks” si bocah manis tersebut bersikap kekeuh, “Aku tidak akan berhenti menangis kalau Chwangie tetap pergi.”

“Hemmm..begitu. Memangnya Kyuttie mau kalau air mata Kyuttie nanti kering, kemudian Kyuttie tidak bisa menangis lalu Kyuttie jadi buta dan tidak bisa melihat wajah tampan Chwangie lagi setelah Chwangie pulang dari Jepang?”

“Andweeee!” bocah yang sebenarnya lebih tua beberapa hari dari Chwangie itu menggeleng keras mendengar ancaman yang sebenarnya ngawur tersebut, “Kyu tidak mau buta, Kyu juga ingin tetap melihat wajah tampan Chwangie kalau Chwangie  pulang nanti”

“Kalau begitu berhenti menangis, ne?”

Kyu mengangguk dan menyeka air matanya kasar dengan punggung tangannya, Changmin, alias si Chwang, tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang tampak imut didepannya itu.

“Nah, kalau begini kan Kyuttie jadi cantik.” Pujinya yang menumbuhkan semburat merah dipipi Kyuhyun.

Hening terjadi diantara merka sebelum terdengar….

“Chwangie?”

“Ne, Kyuttie?”

“Kalau Chwangie pergi, nanti Kyu main gamenya sama siapa?”

Changmin sweetdrop demi mendengar pertanyaan polos yang terlontar dari bibir tipis bocah manis yang kini menatapnya dengan tatapan inocent. Demi tuhan, pertanyaan tadi sama sekali diluar dugaannya yang berharap jika Kyuttie-Nya akan mengatakan sesuatu yang cheesy dan berbau romantis seperti kebanyakan ‘yeojachingu’ yang akan ditinggal pergi oleh ‘namjachingu’nya. Yah setidaknya lebih romantis daripada pertanyaan yang berbau game! Hey! Meskipun ia masih berusia 15 tahun, dan lebih muda – 15 hari – dari Kyuttie-Nya, perasaan ‘suka’nya pada namja cantik, manis,cute, polos dan adorable dihadaapannya ini tidak bisa dibohongi! Jadi jangan menganggap kalau ia mengalami pendewasan dini.

“Kan masih ada si Monkey dan Si Fishy itu, Kyuttie…yah meskipun mereka berdua payah sekali dalam segala hal.” Ucapnya kurang ajar. Untung saja kedua orang bersangkutan yang dibicarakan tidak mendengarnya hingga ia tidak harus merasakan jitakan beruntun dikepalanya yang berisi otaknya yang jenius.

Kyuhyun terkekeh, “Chwangie…”

“Apa lagi Kyut-“

“Saranghae.”

Mata Changmin membulat kaget mendengar pernyataan Kyu yang tiba-tiba. Sementara Kyuhyun sendiri sedang berblushing ria yang membuat  dirinya makin terlihat imut di mata Changmin.

Oh God. Rasanya Changmin ingin sekali bergulingan di lantai dilanjutkan berteriak mengeluarkan suara 7 Oktafnya, lalu berlari mengelilingi Seoul, meloncati Namsan Tower dan bahkan ia akan berenang menyebrangi sungai Han jika perlu untuk mengungkapakan rasa bahagianya kini. Demi kulkas yang sudah menjadi pendamping setia hidupnya selama ini, KyuttieKyu-nya mengatakan S-A-R-A-N-G-H-A-E untuk pertama kalinya pada dirinya!!!!

“ShimChwang..Chwangie..SHIM CHANGMIN!!”

“Ahh..n..ne Kyuttie. Wae?” Jawab Changmin gelagapan.

CUP

“Cepat kembali, ne..”

Dan untuk kedua kalinya Changmin dibuat terkejut atas tindakan agresif Kyuhyun yang mencium bibirnya.

***

            Lamunan Kyuhyun tentang masa lalunya dengan Changmin buyar seketika saat ia merasakan sebuah lengan kekar menyelusup diantara kedua lengannya dan melingkar di pingganngnya, memeluknya dengan lembut.

“Memikirkan sesuatu, hm?” bisik suara bass yang terasa menggelitik ditelinganya, membuatnya sedikit menggeliat karena geli.

Kyu menggeleng pelan sebagai jawaban, “Pekerjaanmu sudah selesai, hyung?”

“Hhmm..” gumam Yunho mengecup lembut pundak Kyuhyun, “Kau ingin tidur sekarang , baby?”

Kyuhyun menggeleng, “Aku belum mengantuk. Bagaimana kalau kita pergi minum, hyung?”

”Anything for you, babe..”

CS pict 2

TBC

Please Aware, Read Twice Before Do An Action

Dear readers..

Mau gak mau aku bikin postingan ini karena beberapa hal yang sepertinya beberapa diantara kalian gak nyimak baik-baik apa yang pernah aku sampaikan, jadi aku ulangi lagi dehhh..

1. MBIAG bakalan lanjut kok hanya karena aku lagi dalam masa liburan, jadi aku gak bisa update ff yang satu itu dulu karena konsentrasi juga moodnya harus dapat. jadi tolong dimengerti, karena banyak diantara kalian yang nanya terus. Tolong bersabar yah.. Pasti update kok minggu depan, no worries ne? 🙂

2. Aku memang dalam masa liburan tapi bukan berarti gak update sama sekali lho karena beberapa kali nemu moment yang pas jadi langsung aku ketik (kan aku pernah bilang kalo aku gak off sepenuhnya selama liburan, hanya gak bisa update MBIAG, right? Cek postingan aku sebelum take off). So, sekali lagi tolong dimengerti yah 🙂

3. Ini udah kedua kalinya, masih banyak yang minta password untuk ff-nya macchiato ke aku. Tolong yang readersku tersayang, sebelum minta pw, liat dulu siapa author ff itu. Kan ada tuh ‘published by..’ jadi udah ketahuan siapa authornya. Karena aku sama macchiato sama2 saling menghargai ff masing-masing jadi permintaan password hanya boleh diberikan oleh authornya.

4. Masih banyak nih suka nanya gimana cara minta password. Bahkan ada yang nanya pas cooment bagaimana caranya hubungi author (parahnya ada yg minta dihubungi duluan x_x). Sekali lagi bagi yang belom tau, cara dapat password silahkan liat di page : Wanna Get The Password, Find Us First.

Sekali lagi tolong disimak yahhh.. Makasihhh.. 🙂