Hey, I Love You – Chapter 7

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 7

Lima hari Siwon tidak muncul sama sekali di kampus. Hanya lima hari tanpa kabar dan Kyuhyun nyaris seperti orang gila mencarinya!

Kyuhyun sebenarnya ingin bertanya pada Sooyoung tapi harga dirinya melarangnya untuk berkomunikasi pada perempuan yang dianggapnya tolol itu. Ia ingin bertanya pada Hangeng, tapi kabarnya istri Hangeng sedang sakit. Maka Hangeng jadi pemurung ketika mengajar. Tidak mungkin Kyuhyun menanyakan hal-hal di luar urusan si dosen kan?

Terkadang Kyuhyun menyesali kenapa Siwon tidak punya banyak teman, hingga jika diperlukan seperti ini, akan sangat mudah mencarinya.

Sempat juga terpikir oleh Kyuhyun bahwa Siwon pergi mengunjungi orang tuanya. Tapi ketika tak sengaja mendengar Yuri bicara di rumahnya saat itu bahwa kedua orang tua Sooyoung sedang ada di Korea, maka pemikirannya tadi langsung disanggah. Apakah Siwon menemani kedua orang tuanya selama berada di Seoul hingga dia tidak muncul sama sekali di kampus?

Ini aneh! Kyuhyun sama sekali tidak berharap akan mencari Siwon seperti ini. Ia sadar, ia merindukannya. Merindukan sosok menyebalkan Choi Siwon. Sejak belajar kelompok terakhir di rumah Kyuhyun, Siwon tidak pernah lagi menunjukkan batang hidungnya dimanapun. Awalnya Kyuhyun pikir Siwon tidak muncul karena tidak ada kelas. Tapi begitu ia mendengar Siwon mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten Hangeng, kecemasan Kyuhyun menjadi-jadi.

Ia sempat bercerita pada Kim Bum dan Changmin. Saran dari keduanya sama : telepon saja. Saran macam apa itu? Pikir Kyuhyun saat itu. Ia ingin dicari, bukan mencari. Dibiarkannya Siwon tidak muncul selama berhari-hari. Dan mencoba tidak perduli. Tapi semakin hari, kecemasannya semakin besar.

Setiap ketidakhadiran Siwon membuatnya khawatir dan berpikir yang tidak-tidak. Betapa Kyuhyun membenci perasaannya sekarang. Bahkan kebersamaannya bersama Minho pun terasa hambar.

“TIDAK!!! Tidak boleh seperti ini. Kenapa aku malah mimikirkannya terus-menerus? Aish! Jangan bilang aku sudah jatuh cinta padanya.” kata Kyuhyun marah pada dirinya sendiri.

Dan semakin hari Kyuhyun semakin tersiksa karenanya. Hari ini genap lima belas hari Siwon menghilang. Dan Kyuhyun sekarang sudah benar-benar gila dibuatnya. Ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Maka ia segera mendatangi rumah Siwon. Ia tidak perduli pada harga dirinya yang tinggi, yang selama ini menahannya untuk mencari tahu.

Ketika sampai disana, dilihatnya Siwon turun dari mobilnya dan menggandeng seorang wanita cantik dan seksi. Ingin rasanya Kyuhyun berlari meninggalkan rumah Siwon dan melupakan pemiliknya selama-lamanya. Tapi kemarahan hebat menguasainya kini, karena selama lebih dari dua minggu Siwon pergi, Kyuhyun cemas setengah mati dan mengira terjadi sesuatu padanya.

Tapi Siwon tampak baik-baik saja bahkan dengan santainya menggandeng wanita lain setelah membuat Kyuhyun menunggunya selama lima belas hari. Dengan langkah-langkah lebar Kyuhyun mendatangi Siwon dan mencegat lelaki itu berjalan memasuki rumahnya.

“Kyu? Sedang apa kau disini?” tanya Siwon kaget.

“Kaaauuuu?? Masih berani kau bertanya seperti itu padaku??!! Darimana saja kau..??!!” kata Kyuhyun dengan marahnya.

“Eh? Apa.. Apa kau mencariku selama aku tidak ada?” tanya Siwon tidak bisa mencegah senyum bahagianya.

Tapi Kyuhyun menatapnya dengan galak. “Jangan balik bertanya! Jawab pertanyaanku. Darimana saja kau??!!”

“Eh.. itu.. Aku..”

Gadis yang digandeng Siwon menatap Kyuhyun dengan seksama. Setelah itu ia berkata. “Oppa, diakah yang selama ini kau ceritakan padaku?”

Siwon menggaruk kepalanya dengan canggung. “Eh.. Iya.. Dia oranganya..”

“Apa maksudmu? Siapa kau?” tanya Kyuhyun masih dengan nada galak.

“Aigoo.. pantas saja oppa menyukaimu, ternyata kau manis sekali walaupun sedang marah.” Kata gadis itu lagi. Ia maju selangkah hendak mencubit pipi Kyuhyun tapi dengan cepat Kyuhyun menghindar.

“Ya! Jangan pegang-pegang! Kau ini siapa sih? Kalian ada hubungan apa? Cepat jelaskan padaku, pabbo..!!”

Gadis itu menghela nafas lalu geleng-geleng kepala. “Kau ini kenapa galak sekali? Aku tahu kau merindukan oppa, tapi..”

“YA!!! Siapa yang merindukannya?” jerit Kyuhyun marah.

Siwon dan gadis itu saling berpandangan dengan wajah penasaran. Lalu gadis itu kembali bertanya. “Lalu sedang apa kau disini kalau bukan karena merindukan oppa?”

Kyuhyun langsung salah tingkah. Melihat itu, Siwon segera menyelamatkannya. “Dia satu kelompok denganku dalam mengerjakan sebuah tugas di kampus. Mungkin dia mencariku karena ingin memberitahukan nilai kami.”

“Benar. Kita dapat nilai B karena kau tidak lengkap menambahkan gambar-gambar yang diperlukan.” Kata Kyuhyun asal jawab.

Siwon tahu betul bukan tugasnya mencari gambar, melainkan Kim Bum. Tapi ia membiarkan Kyuhyun menyalahkannya. Kentara sekali bahwa Kyuhyun tengah dongkol sekaligus malu saat ini.

“Kyu, kenalkan ini sepupuku, Taeyon.Waktu itu aku mengunjungi ayahnya yang sedang sakit di luar negeri. Maafkan karena tidak sempat memberi kabar.”

Kyuhyun mendengus sebal. Tadi ia sempat emosi sesaat pada gadis itu, ternyata Taeyon adalah sepupu Siwon.

Setelah Siwon mengantar Taeyon masuk ke rumah, ia kembali keluar untuk menemui Kyuhyun. Kemudian ia mengajak Kyuhyun ke taman kecil di dekat kompleks rumahnya.

“Maafkan aku karena tidak sempat memberi kabar, Kyu. Waktu itu aku panic sekali, karena ayah Taeyon dekat sekali denganku. Aku sudah menganggapnya seperti ayah kandungku sendiri.” Kata Siwon ketika mereka sudah duduk di bangku taman.

“Setidaknya kau bisa memberitahuku atau menitip pesan pada siapa saja. Kau membuatku menunggumu.” Kata Kyuhyun pelan.

Perasaan hangat langsung menjalari sekujur tubuh Siwon. “Benarkah? Kau menungguku?”

“Ya! Bukankah hari minggu itu jadwalmu mengajakku keluar? Itu tugasmu!” kata Kyuhyun kembali galak.

Siwon tertawa. Kyuhyun begitu polos. Ia tidak sengaja membuka rahasianya, tapi ketika ketahuan, ia dengan cepat mengelak.

“Mianhae Kyu.. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja sekarang?” tawar Siwon manis.

Kyuhyun memasang wajah malasnya. “Hm.. sebenarnya aku malas sekali hari ini. Tapi karena kau memaksa ya sudah..”

Kembali Siwon tertawa. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan pria menggemaskan seperti ini? Kyuhyun membuatnya ingin cepat-cepat kembali ke Seoul. Tapi sebelum menemui Kyuhyun, ternyata lelaki itu sudah mendatanginya duluan.

*

“Hyung.. pelan-pelan..!” kata Kyuhyun bersemangat.

Siwon mengikuti perintah Kyuhyun. Saat itu mereka tengah berada di Ice Rink –  Lotteworld. Siwon yang memang mahir meluncur di atas es, tidak terlihat kesulitan sama sekali. Tapi berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang amat canggung.

Maka dengan gentle Siwon menggenggam kedua jemari Kyuhyun dan membawa lelaki manis itu menjelajahi hamparan es licin di bawah mereka. Terkadang Siwon meluncur dengan cepat hingga Kyuhyun kewalahan dan terjatuh. Akibatnya ia diomeli Kyuhyun. Tapi ia tidak perduli. Baginya, keras kepala dan sikap galak Kyuhyun jauh lebih menarik daripada Kyuhyun jadi orang pendiam.

“Sudah kukatan pelan-pelan, hyung. Kau ini senang melihatku jatuh ya? Kau pasti puas melihatku tersiksa karena tidak menguasai hal ini.” Kata Kyuhyun dengan wajah cemberutnya yang khas.

Siwon tersenyum. “Kau mau meluncur dengan santai tanpa terjatuh?”

“Tentu saja.” Sahut Kyuhyun cepat.

“Baiklah. Aku akan membuatmu meluncur dengan baik, tapi kau harus percaya padaku.” Kata Siwon lagi.

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Siwon segera memeluk tubuh kurus itu dengan erat lalu mulai meluncur dengan indah. Ia tak peduli dengan tatapan orang-orang yang menganggapnya aneh. Ia terus meluncur dengan riang, membawa Kyuhyun dalam pelukannya.

Siwon terlalu bahagia untuk mengacuhkan orang-orang di sekitarnya. Ia tidak punya waktu untuk memikirkan apa kata orang. Yang ia tahu, rasanya sangat menyenangkan ketika memeluk Kyuhyun.

Semantara Kyuhyun yang berada dalam pelukan Siwon merasakan perasaan yang tidak wajar yang bergelora dalam hatinya. Perasaan senang bercampur gelisah yang manis. Debar jantungnya berpacu dengan riang, seakan menyadarkan Kyuhyun bahwa ia menikmati pelukan lelaki yang dibencinya itu.

Semakin erat Siwon memeluknya, semakin dalam perasaan itu mengganggunya. Seolah-olah ada semacam gerakan yang menghentak lembut dalam dirinya setiap merasakan nafas Siwon di tengkuknya.

Kyuhyun mati-matian mengenyahkan perasaan itu, tapi tampaknya mereka tidak mau pergi. Malah semakin kuat merayunya agar terjatuh lebih dalam lagi pada pesona Siwon.

Tak lama kemudian Siwon berhenti. Diajaknya Kyuhyun keluar dari arena lalu mereka berjalan-jalan di sekitar sana. Terkadang mereka berhenti untuk melihat-lihat. Keduanya masih berpegangan tangan sejak keluar dari arena Ice Rink.

“Kau mau kemana sekarang, Kyu? Aku akan menemanimu.” Kata Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak tahu. Terserah kau saja, hyung.”

Siwon berhenti berjalan. Ia lalu membimbing Kyuhyun ke tepi dan duduk di bangku-bangku yang disediakan disana.

“Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Minho?”

Kyuhyun enggan menjawab. Ia yakin pasti Siwon akan menanyakannya, tapi entah mengapa ia tidak ingin menjawab.

Siwon tersenyum. “Kyu, aku tahu kau menyukainya. Dan aku tahu benar kau hanya terpaksa melakukan semua ini agar terlihat adil bagiku juga Minho. Memang aku menyukaimu, ani, mencintaimu. Walaupun aku tahu kesempatanku kecil, bolehkah aku menunjukkannya padamu sebelum aku pergi?”

Mendengar kata terakhir Siwon, Kyuhyun langsung mengangkat wajahnya. “Apa maksudmu? Kau mau kemana hyung?”

“Aku harus berangkat ke Amerika minggu depan. Aku akan melanjutkan kuliahku disana lalu akan meneruskan kuliah master disana. Ini permintaan kedua orang tuaku. Mungkin setelah itu baru aku kembali ke Korea. Jadi, sebelum aku pergi, bolehkah aku bersamamu? Karena setelah minggu depan, mungkin kita tidak akan bertemu lagi dalam waktu lama.” kata Siwon menerangkan.

Kyuhyun menatap Siwon dengan sedih. Ia tak menyangka Siwon akan pergi. Entah mengapa, belum apa-apa hatinya sudah terasa kosong.

“Aku.. aku..” kata Kyuhyun terbata-bata. Ia tidak tahu harus berkata apa. pengumuman singkat Siwon membuatnya sangat terkejut dan sedih.

“Aku tidak minta banyak, Kyu. Aku hanya meminta izin agar kau mau menerima perhatianku sebelum aku pergi. Tapi tenang saja, aku akan selalu mendoakanmu agar selalu bahagia bersama Minho. Kalian adalah pasangan yang serasi. Ia baik hati dan sangat menyayangimu. Kau juga dengan mudah mendapatkan restu dari kedua hyungmu jika bersamanya kan?”

“Maafkan aku yang sering membuatmu marah. Maafkan atas semua kelancanganku. Aku tahu kau sangat membenciku. Tidak mudah bagimu untuk mencintaiku dengan segala kekuranganku. Tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia sebelum aku pergi. Aku harap, dengan begitu kau bisa memaafkanku seutuhnya.” Kata Siwon dengan senyum manisnya. Memamerkan kedua lesung pipinya.

Kyuhyun terdiam. Perasaannya berkecamuk. Ia benar-benar bingung sekarang. Harusnya ia senang karena Siwon akan pergi. Tapi mengapa hatinya justru berkata lain? Ada ketidakrelaan yang kuat memenuhi lubuk hatinya. Dan entah mengapa, ia tidak sanggup menatap Siwon karenanya.

*

Siwon dan Kyuhyun duduk dalam diam. Malam itu Siwon membawa Kyuhyun ke tempat dulu pertama kalinya mereka berkencan. Restaurant di pinggir pantai. Para pengunjung sibuk menari dengan riang, ada juga yang menikmati hidangan makan malam sambil bercanda. Hanya Kyuhyun dan Siwon yang memisahkan diri dan memilih duduk di bibir pantai.

Kyuhyun duduk termenung. Jarinya bermain di pasir. Dagunya disandarkan di lututnya. Ia terlalu galau untuk bicara. Sedangkan Siwon tidak bicara karena tampaknya Kyuhyun enggan diajak bicara. Sejak tadi ia mencoba mengajak Kyuhyun bicara tapi Kyuhyun tetap diam.

“Kyu.. kenapa kau diam saja? Aku akan pergi tiga hari lagi. Tidakkah kau kasihan padaku? Mengapa kau mendiamkanku seperti ini?” kata Siwon setengah merajuk.

“Kau jahat hyung.” jawab Kyuhyun pada akhirnya.

Siwon terkejut. “Apa maksudmu, Kyu? Bagaimana mungkin kau mengataiku jahat? Kaulah yang jahat, sedaritadi kau diam saja. Padahal aku ingin bercerita banyak padamu.”

Kyuhyun menggeleng. “Kaulah yang jahat hyung. Kau tega sekali padaku.”

Siwon menatap Kyuhyun. Ia tidak mengerti mengapa Kyuhyun berkata demikian. Apa ia berbuat kesalahan lagi? Siwon mendekati Kyuhyun, kini ia duduk persis di samping Kyuhyun.

“Kalau lagi-lagi aku berbuat salah, tolong maafkan aku. Aku tidak pernah bermaksud menyakiti hatimu.”

“Tapi kenyataanya kau menyakitiku, hyung!” balas Kyuhyun sedikit sengit.

“Apa salahku, Kyu? Katakanlah padaku.”

Kyuhyun menoleh menatap Siwon. Lama ia pandangi wajah tampan itu, lalu dengan segala keberaniannya ia memeluk Siwon untuk pertama kalinya. Lalu airmatanya turun pelan-pelan.

“Kyu..?” Siwon terlalu kaget dengan pelukan yang tiba-tiba itu. Walaupun tubuhnya terasa hangat karena diisi kebahagiaan, tapi ia tetap was-was karena Kyuhyun menjadi seperti ini.

“Kenapa hyung? Kenapa kau mau meninggalkanku?” bisik Kyuhyun.

Siwon mendengar ada yang aneh dengan suara Kyuhyun. Ia berusaha meraih wajah Kyuhyun tapi laki-laki itu semakin merapatkan pelukannya. Akhirnya Siwon tahu kalau Kyuhyun menangis.

“Kyu, jangan membuatku bingung seperti ini. Kau membenciku, aku tahu itu. Jadi mengapa kau menanyakan hal itu? Kau membuatku merasa seperti diinginkan.” Kata Siwon dalam nada sedih.

Kyuhyun masih belum bicara. Ia masih juga betah memeluk tubuh kekar Siwon yang terasa hangat di udara pantai yang sedingin itu. Akhirnya Siwon membiarkan Kyuhyun dengan posisi seperti itu untuk beberapa lama. Setelah Kyuhyun sedikit lega, ia melepaskan pelukannya.

“Mian, aku.. Aku kedinginan makanya aku memelukmu, hyung.” kata Kyuhyun. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“Tidak apa-apa, Kyu. Kemarilah, aku akan membuatmu tetap hangat.” Kata Siwon seraya merengkuh tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun diam saja. Tidak menolak seperti biasanya. Karena ia sadar, ia menyukai sentuhan Siwon. Ia membutuhkannya.

Lama keduanya terdiam, hanya mendengarkan deru angin pantai dan suara musik dari kejauhan. Kemudian Kyuhyun bicara.

“Haruskah kau pergi, hyung?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu, Kyu? Bukankah..”

“Aku membencimu? Yah, itu memang benar. Aku sangat membencimu hingga tidak menyadari dari kebencian itu aku.. aku.. membutuhkanmu..” potong Kyuhyun cepat.

Siwon terdiam lagi. Ia tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Kenapa disaat ia akan pergi dan merelakan Kyuhyun untuk Minho, baru Kyuhyun bicara seperti itu?

“Apakah yang kudengar ini adalah suatu kebenaran?” tanya Siwon tak percaya.

“Aku.. aku tidak bisa mengartikan perasaanku sendiri. Semakin aku tahu kau akan pergi, semakin aku tidak rela. Seperti ada kekosongan di hatiku yang membuatku tidak rela jika kau pergi. Aku tidak tahu, aku belum pernah merasakanya sebelumnya. Jadi aku..”

Siwon menagkupkan wajah Kyuhyun di telapak tangannya. “Kyu, sekali lagi di malam ini kau membuatku merasa diinginkan.  Tapi aku mengerti. Kau pasti hanya merasa kehilangan. Itu bukan cinta Kyu. Tapi aku sudah cukup bahagia mendengar pengakuanmu. Gomawo, Kyu. Jeongmal gomayo..”

Siwon mengecup kening Kyuhyun dalam-dalam. Merasakan galaunya hatinya malam itu. ia ingin sekali tinggal di sisi Kyuhyun. Tapi ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia harus pergi dan merelakan Kyuhyun mengecap kebahagiaan bersama Lee Minho. Perih dan menyakitkan, tapi ia harus melakukannya. Cinta tidak boleh dipaksakan bukan?

Malam semakin larut. Angin berhembus semakin kecang. Musik dari restaurant belum juga dihentikan, pasti pengunjung masih asik berpesta. Tinggallah Siwon dan Kyuhyuh di bibir pantai, masih berpelukan dalam diam, mencoba mengartikan pikiran-pikiran aneh yang berseliweran di kepala mereka. Juga mencoba menenangkan hati mereka yang berkecamuk.

*

tumblr_lsyrcqnRav1qzk4kqo3_250

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..

184 thoughts on “Hey, I Love You – Chapter 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s