Advertisements

Hey, I Love You – Chapter 6

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun), slight Hanchul.

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 6

Dua minggu sudah Minho dan Siwon mengajak Kyuhyun berkencan seperti yang dijanjikan. Tak jarang Kyuhyun menerima tawaran keduanya untuk menjemputnya ke kampus atau mengantarnya pulang.

Hanya itu, selain weekend, tidak ada acara jalan-jalan setelah pulang kampus.  Karena Geun Suk maupun Yunho sudah seperti pembunuh berdarah dingin jika melihat adiknya bersama orang lain. Mereka pun terpaksa merelakan weekend tanpa Kyuhyun karena adiknya sibuk berkencan dengan orang yang akan mengisi hatinya nanti.

Kalau Siwon muncul, pasti Yunho akan menunjukkan ketidaksukaan yang berlebihan padanya. Pernah Siwon datang ketika Yunho sedang melatih ilmu bela dirinya. Sasaran pukulnya sampai hancur begitu melihat Siwon.

Hal yang sama terjadi pada Minho. Ia datang saat Geun Suk sedang memoles samurainya dengan minyak khusus. Selama Minho ada di sana, Geun Suk tak henti-hentinya mengasah senjata khas jepang itu dengan suara berisik hingga Minho bergidik ngeri.

Kadang Kyuhyun tidak tega melihat Siwon maupun Minho diperlakukan seperti itu. Tapi ia tidak bisa melarang kedua kakaknya itu. Cukup mereka melihat Kyuhyun jauh-jauh dari mereka, Kyuhyun tidak mau lagi menambah penderitaan hyung-hyungnya itu.

Itulah yang membuatnya uring-uringan seharian ini. Ia belum bisa memastikan siapa yang akan dipilihnya. Awalnya ia berpikir segalanya akan mudah. Pasalnya ia menyukai Minho, dengan gampang Minho akan memenangkan pertarungan ini.

Tapi ternyata Siwon pantang menyerah. Sepertinya lelaki itu memang diciptakan dengan seribu satu akal yang membuat Kyuhyun menyesali kebenciannya pada Siwon dulu. Ia jadi ingat kata-kata Kim Bum dulu, bahwa benci tipis sekali bedanya dengan cinta.

Dan memang benar. Pesona dan perhatian Siwon sudah menyeretnya jauh sekali hingga sekarang posisi Minho dan Siwon sama di hati Kyuhyun. Dan ini membuatnya sulit sekali mengambil kesimpulan apapun.

Ia ingin minta saran pada kedua hyungnya, tapi melihat sikap mereka seperti itu, tidak mungkin bukan? Yunho sudah pasti akan memilih Minho sedangkan Geun Suk tidak memilih keduanya.

Kyuhyun juga sudah mencoba meminta saran dari Changmin dan Kim Bum, tapi keduanya ternyata punya pendapat yang berbeda-beda. Changmin berpendapat kalau Siwon cocok untuk Kyuhyun, sedangkan menurut Kim Bum, Minho lebih cocok. Malah keduanya bertengkar karena saling mempertahankan pendapat masing-masing.

Hal itu sama sekali tidak membantu. Ia butuh seseorang yang bisa memberinya masukan tentang mana yang lebih baik untuknya. Ia ingin bercerita dan meminta saran tapi tampaknya tak ada yang bisa membantunya saat ini.

“Kyuhyun? Kenapa kau masih disini?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang mengajaknya bicara. Ternyata dosennya sendiri, Tan Hangeng.

“Aku menunggu Yunho hyung. Kelasnya baru akan selesai sejam lagi.” Kata Kyuhyun sopan.

Hangeng memang dosen, tapi ia dosen favorit untu banyak mahasiswa. Umurnya baru 32 tahun. Dan ia masih sangat berjiwa muda. Ia juga tidak suka dipanggil ‘sir’ atau ‘kyosu-nim’. Ia lebih suka dengan panggilan ‘hangeng-ssi’ saja, atau bahkan ‘gege’ karena ia orang cina.

“Oh, begitu. Kenapa kau terlihat bingung? Apa ada masalah dengan kuliahmu?” tanya Hangeng lagi.

Kyuhyun menggeleng. Haruskah ia menceritakannya pada Hangeng? Memang saat ini ia butuh teman bicara. Dan Hangeng adalah pilihan yang baik, emgingat betapa bijaknya dosen yang satu ini.

“Sebenarnya.. aku tengah bingung karena..”

“Karena Siwon dan Minho?” tebak Hangeng.

Kyuhyun membulatkan matanya. “Tapi, anda tahu darimana.. Bukankah itu..”

Hangeng tertawa renyah. “Aku memang dosen. Tapi aku tahu setiap berita di kalangan mahasiswaku. Jangan sebut aku penggosip, karena aku hanya mendengarnya saja. Pasalnya anak-anak itu menggosip dengan keras, mana mungkin aku tidak mendengarnya? Dan tahukah kau bahwa kalian bertiga menjadi gosip teranyar saat ini?”

Kyuhyun baru tahu kalau seisi kampus kini tengah membicarakan cinta segitiga bersama Siwon dan Minho. Tapi itu tidak membuatnya terkejut, mengingat betapa terkenalnya Minho juga kedua hyungnya.

“Aku.. aku bingung sekali harus memutuskan siapa yang..”

“Yang terbaik untukmu? Sepertinya kata-kata ‘ikutilah kata hatimu’ tidak akan berhasil padamu saat ini. Walaupun aku membantumu dengan meyakinkanmu mana yang terbaikpun, belum tentu membuatmu tenang. Tapi aku bisa membantumu untuk menemukan petunjuk dalam kebingunganmu ini.” Kata Hangeng lagi.

Kyuhyun mengangguk. Lalu Hangeng mulai bertanya.

“Apa yang kau sukai dari Minho?”

“Semuanya. Aku suka semua yang ada pada dirinya. Ketampanannya, perhatiannya, tubuhnya, semuanya. Tidak ada satupun yang tidak aku sukai pada dirinya. Dia sempurna.” Kata Kyuhyun dengan mata berbinar-binar.

Kini giliran Hangeng yang mengangguk. “Lalu bagaimana dengan Siwon? Apa yang kau sukai darinya?”

Kyuhyun menghela nafas. “Sebenarnya aku justru membencinya. Tapi entah mengapa sejak kencan pertama kami, aku mulai menilainya sebagai orang yang baik. Lalu pada kencan kedua, nilainya naik menjadi orang yang penuh kejutan. Dan pada kencan ketiga, ia membuatku terkejut karena perhatiannya pada hal-hal kecil yang bahkan aku sendiri tidak memperhatikannya.”

“Intinya, sekarang posisinya justru sama dengan Minho hyung di hatiku. Aku menyukai Minho hyung karena sejak awal aku memang menyukainya. Tapi aku menyukai Siwon karena ia mampu mengubah penilaianku tentangnya.”

Lalu Hangeng bertanya lagi. “Apa yang kau rasakan ketika sedang bersama dengan Minho?”

“Aku selalu merasakan hal yang sama. Jantungku selalu berdebar-debar menyenangkan, nafas tercekat, tanganku berkeringat, dan aku menjadi grogi dan sangat ceroboh karenanya.” Jawab Kyuhyun sambil tersipu.

“Kau benar-benar menyukainya rupanya. Lalu bagaimana perasaanmu sewaktu kau dekat dengan Siwon?” tanya Hangeng lagi.

“Campur aduk. Aku justru bingung sendiri dengan perasaanku padanya. Aku terkadang merasa benci padanya, namun terkadang merasa kesepian tanpanya. Ia juga memperhatikanku secara detail, tidak ada satupun yang terlewatkan olehnya. Dan yang membuatku semakin menyukainya adalah ia selalu memberiku kejutan. Ayolah, siapa yang tidak suka kejutan?” jawab Kyuhyun dengan sedikit kesal.

“Aku rasa kau sudah mulai menyukainya. Dan kau menyalahi dirimu sendiri karena menyukai lelaki yang kau benci. Apakah tebakanku benar?” tanya Hangeng.

Kyuhyun menatap Hangeng dengan heran. “Mengapa anda bisa tahu? Mengapa anda bisa menebak dengan benar?”

“Karena hal itu hampir sama dengan yang kurasakan dulu. Aku juga pernah jatuh cinta Kyu. Dan aku jatuh cinta pada musuh bebuyutanku di high school dulu. Kami sekelas dan setiap hari kami bertengkar. Ada saja yang kami ributkan, dari hal kecil hingga hal besar. Aku membencinya setengah mati dan bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta padanya.”

“Siapa juga yang akan jatuh cinta padanya? Ia kasar, jahat dan sangat suka meneriaki orang lain. Hobinya adalah menyelaku dan membuatku tampak bodoh di depan orang lain. Ia juga rival terberatku dalam pelajaran. Jika aku mengalahkannya, ia akan mancaciku dengan kata-kata yang menyakitkan hati. Pokoknya ia adalah manusia paling menyebalkan yang pernah aku kenal seumur hidupku.”

“Tapi begitu kami dipisahkan ke kelas yang berbeda di tahun berikutnya, aku merasa ada yang hilang. Ketidakhadirannya membuatku merasa kosong. Lalu aku menyadari bahwa aku menyukai semua tentangnya. Caranya marah, mengomel, bersungut-sungut, hingga caranya meneriakiku.”

“Lalu aku mulai merindukannya. Aku mulai sering mengunjungi kelasnya, hanya untuk melihatnya dan sedikit bertengkar dengannya, dengan begitu aku merasa lega. Karena jika tidak, hariku akan terasa hampa sekali.”

“Percaya atau tidak, beberapa bulan kemudian kami mulai berkencan. Tapi sayangnya empat tahun lalu kami putus setelah pacaran lebih dari sepuluh tahun.” Kata Hangeng menceritakan kisah masa lalunya. Ia tersenyum senang.

“Kalau anda begitu mencintainya, mengapa membiarkannya pergi? Mengapa harus putus dengannya?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Pasalnya dosennya itu menceritakan kisah cintanya yang menyedihkan itu dalam senyuman riang.

Hangeng tertawa lagi. “Kami memang putus tapi bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Tapi karena kami menikah setelah itu. Bukankah setelah menikah ia menjadi istriku, bukan pacarku lagi?”

Kyuhyun ikut tertawa mendengarnya. “Kukira kalian benar-benar putus. Wah, kalian pasti bahagia sekali. Apalagi kalian telah saling mencintai selama lima belas tahun. Itu luar biasa.”

“Percayalah padaku, biasanya musuh sejati adalah cinta sejati kita sendiri. Ketika ia bersama kita, akan terasa sangat menyenangkan. Namun jika jauh akan sangat menyakitkan. Biasanya pasangan yang dulunya musuh, akan jadi langgeng setelah berkencan. Karena mereka sudah saling kenal keburukan masing-masing.”

“Jika baru berkenalan, maka kebaikanmu lah yang akan membuat orang jatuh cinta padamu, bukan? Kau sendiripun akan menunjukkan sisi baikmu agar orang yang kau sukai juga balas menyukaimu. Dan penyesalan datang belakangan ketika sifat-sifat asli muncul di tengah hubungan. Hal inilah yang biasanya membuat pasangan muda cepat putus.”

“Tapi jika sejak awal mereka sudah menjadi musuh, maka yang tampak hanya keburukannya. Dan ketika kau jatuh cinta pada musuhmu, kau tidak perlu takut lagi. Karena kau sudah langsung tahu resikonya. Masalah apa yang akan menimpamu. Dan kau dengan handal bisa mengatasinya, karena kau telah mengatasinya sebelumnya, bukan?” kembali Hangeng menjelaskan panjang lebar.

Kyuhyun memandang kagum pada dosennya itu. “Anda sungguh bijak menghadapi masalah. Aku benar-benar beruntung karena mendapat pelajaran lain darimu hari ini, gege. Kalau boleh tau, siapa orang yang beruntung itu? Maksudku, istrimu.”

Hangeng tersenyum. Sepertinya dengan mengingat istrinya saja sudah membuatnya bahagia. “Namanya Heenim.”

*

Kyuhyun menuruni tangga batu dengan agak tergesa-gesa. Kelasnya sudah bubar beberapa waktu lalu tapi ia harus ke perpustakaan sesegera mungkin. Yunho dan Geun Suk yang sudah menunggunya di parkiran tak henti-hentinya meneleponya dengan tak sabar. Ketiganya memang akan makan siang bersama di luar.

Tapi di persimpangan jalan menuju kelasnya, langkahnya terhenti melihat sepasang muda mudi sedang asik berbisik-bisik. Kyuhyun ingin berlari meninggalkan dua orang itu andai saja ia tidak segera mengenali Siwon yang tengah berdiri disana.

Pelan-pelan Kyuhyun mendekati kedua orang itu dan mulai menyadari bahwa wanita yang bersama Siwon adalah Victoria. Kedua orang itu tidak menyadari kedatangan Kyuhyun, mereka masih asik berbincang-bincang dalam bisikan.

Lalu dilihatnya jemari Victoria menyusuri dada bidang Siwon perlahan. Dengan sigap Siwon segera menahan tangan dengan jemari lentik itu.

“Victoria, jangan..” kata Siwon pelan.

“Waeyo oppa? Kenapa kau menolakku? Setelah semalam kau menciumku dengan panas.” Kata Victoria dalam bisikan genitnya.

Belum sempat Siwon menjawab, ia menangkap sosok Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Kyu..”

Tapi Kyuhyun menatap Siwon dengan sorot mata penuh amarah lalu berlari meninggalkan kedua orang yang membuatnya kesal itu. Ia benci keduanya. Victoria yang suka merayu siapa saja serta Siwon yang pura-pura alim tapi sama saja dengan Victoria. Keduanya membuatnya muak setengah mati.

Melihata itu Siwon langsung mengejar Kyuhyun dan berupaya bicara dengannya. Tapi Kyuhyun seolah tidak perduli. Ia terlalu marah pada Siwon hari ini.

“Kyu.. Tunggu. Dengarkan aku dulu..!” Lagi-lagi Siwon mencekal lengan Kyuhyun agar lelaki itu berhenti berlari.

Tapi Kyuhyun yang kalau marah kekuatannya berlipat ganda, dengan keras menepis tangan Siwon.

“Aku tidak mau dengar! Pergi kau! Aku benci padamu. Kenapa aku harus memberimu kesempatan dulu!”

Siwon kehabisan akal. Dipeluknya tubuh Kyuhyun dengan kuat, tak perduli lelaki dalam pelukannya meronta tak kalah kuatnya.

“Kyu, kumohon. Jangan salah paham. Dengarkan aku dulu..!” Kata Siwon keras.

Kyuhyun terpaksa berhenti meronta. “Lepaskan dulu aku baru aku akan mendengarkanmu.”

“Kau berjanji tidak akan melarikan diri?”

“Kau hanya punya tiga menit. Manfaatkan waktumu.” Kata Kyuhyun tajam.

Siwon segera melepaskan pelukannya. “Kyu, dengarkan aku. Tidak ada yang terjadi antara aku dan Victoria. Tadi dia bilang ingin bicara denganku empat mata. Ketika aku menurutinya, ia malah bertingkah seperti itu. Semua terjadi di luar perkiraanku.”

“Dua menit.” Kata Kyuhyun masih dengan nada tajam. Wajahnya menampakkan kebosanan yang dibuat-buat.

“Dan semalam juga bukan kemauanku. Yang aku tahu, semalam ia dan Yuri ada di rumahku. Mereka ada di kamar Sooyoung hingga tengah malam. Aku sedang menonton TV di ruang tengah dan tak sadar bahwa aku tertidur. Lalu aku terbangun karena.. karena aku merasakan seseorang mencium bibirku. Dan kusadari kalau orang itu adalah..”

“Waktumu habis.” Kata Kyuhyun dengan kejam lalu berbalik meninggalkan Siwon.

“Kyu.. Dengarkan aku dulu!” kata Siwon. Ia hendak mengejar Kyuhyun tapi kerah bajunya ditarik kebelakang. Ketika ia menoleh, hatinya langsung mencelos melihat Geun Suk tengah menatapnya dengan pandangan menyeramkan.

“Kalau ia tidak mau bicara denganmu, jangan memaksanya. Kau bisa hidup dengan sehat sampai sekarang karena ia melarangku untuk mematahkan tulang-tulangmu.”

Siwon menghela nafas pasrah. Dilihatnya Kyuhyun sekarang sedang bicara di parkiran dengan Yunho. Kelihatan sekali Kyuhyun sedang marah-marah dan Yunho berusaha menenangkannya.

Lalu dilihatnya Yunho memeluk Kyuhyun, berusaha menenangkan adiknya. Namun sedetik kemudian Yunho melolong keras.

“SIIIIWWWWOOOOONNNNNNNNNN…..!!!!”

Siwon dan Geun Suk menatap Yunho dengan tatapan kasihan. Kyuhyun menggigit Yunho lagi. Seperti kebiasaannya ketika marah.

*

 Berita mengejutkan datang dari Hangeng. Ia mengumpulkan Geun Suk, Yunho, Kyuhyun, Siwon, Minho, Changmin dan Kim Bum siang tadi dan mengatakan bahwa mereka harus mengerjakan proyek yang akan membantu nilai mereka yang semula akan diberi C. Semuanya menyambut dengan antusias.

Mereka hanya perlu mencari bahan tentang kaitan antara komunikasi bisnis dengan pertumbuhan perekonomian Korea Selatan tahun ini lalu disusun menjadi sebuah makalah.

Maka disinilah mereka, di kediaman keluarga Cho. Sudah sejam mereka berkumpul tapi tidak ada satupun yang mereka kerjakan selain meributkan siapa yang akan menjadi ketua kelompok.

Geun Suk mengatakan dirinyalah yang paling pantas, karena menurutnya ketua kelompok harus sangar dan kuat seperti dirinya. Sedangkan Yunho langsung membantah, katanya ketua kelompok harus berkharisma sepertinya.

Siwon tak kalah suara. Ia menyarankan memilihnya karena ia adalah asisten dosen, yang sudah pasti lebih pandai diantara mereka semua. Lain lagi dengan Minho yang berpendapat bahwa ketua kelompok harus tampan dan populer.

Kyuhyun, Changmin dan Kim Bum diam saja melihat keempat namja seumuran itu saling adu mulut. Tapi lama kelamaan dia jengah juga. Bukannya mengerjakan tugas, yang lain malah sibuk dengan pemilihan ketua.

Maka dengan geram di pukulnya meja kayu di depannya dan bicara dengan galak. “Diam semua! Sekarang aku yang memutuskan. Akulah ketuanya. Kalau kalian tidak setuju, silahkan angkat kaki dari sini.”

Tidak satupun dari mereka yang bergerak. Kyuhyun menatap keempat namja tampan itu dengan tajam.

“Bagus. Sekarang dengarkan aku. Pembagian tugasnya adalah…”

Kyuhyun sibuk memberi tugas pada seluruh anggota kelompoknya. Ketika ia selesai bicara, Changmin langsung berkata.

“Tunggu Kyu, kami semua sudah mendapat tugas. Tapi aku tidak mendengar kau menyebutkan tugasmu sama sekali.”

Kyuhyun mendelik. “Aku adalah ketua. Tugasku adalah memerintah, mengawasi dan memastikan bahwa kalian bekerja dengan baik. Itu tugas yang berat. Sudah jangan cerewet, kerjakan saja tugasmu dengan baik dan benar, arasso?”

Baik Kim Bum dan Changmin langsung mendengus kesal. Sedangkan yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kyuhyun. Kalau begini caranya, sama saja mereka yang bekerja, Kyuhyun cuma memerintah. Tapi ia juga akan dapat nilai nantinya. Curang dan licik. Tapi mereka bisa berkata apa?

Maka berhari-hari mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan pembagian yang Kyuhyun berikan. Di tengah-tengah kesibukan mereka, Minho mencuri waktu untuk mengajak Kyuhyun keluar. Kebetulan saat itu Yunho sedang keluar meneliti apa yang menjadi tugasnya, sedangkan Geun Suk sedang berkencan dengan Yuri.

Maka Minho ‘menculik’ Kyuhyun ke  rumah ibunya. Disana Minho mengenalkan Kyuhyun pada ibunya yang sangat senang melihat namja semenarik Kyuhyun. mereka bertiga menghabiskan waktu bersama. Kyuhyun bahkan diajarkan memasak. Setelah makan malam bersama, Kyuhyun diajak melihat-lihat foto Minho ketika masih kecil.

Menurut Kyuhyun, Ny.Lee adalah wanita yang sangat menyenangkan. Wajar kalau Minho juga punya karakter yang sama. Karena ayah Minho sudah meninggal, maka Minho dan ibunya tinggal berdua. Hubungan diantara keduanya sangat dekat dan akrab. Kyuhyun benar-benar nyaman berada diantara mereka. Ia jadi merindukan kedua orang tuanya yang tinggal di luar negeri.

“Kyu, ibuku menyukaimu. Ini jarang sekali terjadi. Biasanya ia mencemooh orang lain yang mencoba mendekatiku. Yah, biasanya dia melihat tetanggaku, beberapa gadis ataupun lelaki di sekolahku dulu, dan ia tidak pernah setuju aku berhubungan dengan salah satu diantara mereka. Entah mengapa.” Kata Minho menjelaskan ketika mereka berdua dalam perjalanan pulang ke rumah Kyuhyun.

“Err.. hyung.. tadi ibumu mengatakan bahwa aku orang pertama yang kau bawa ke rumahmu, benarkah?”

Minho mengangguk. “Benar. Kau sungguh special, aku yakin ibuku akan menyukaimu, dan benar saja. Ia bahkan memintaku untuk mengajakmu sesering mungkin ke rumah. Itupun kalau kau tidak keberatan.”

Kyuhyun menunduk, menutupi wajahnya yang kemerahan kini. minho selalu seperti ini padanya. Pelan dan tidak terburu-buru. Berbicara dengan sopan selayaknya lelaki sejati. Kyuhyun tidak ingin membandingkannya dengan Siwon yang terkadang suka berbasa-basi, tapi kenyataan bahwa ia menyukai Minho membuatnya agak menyepelekan Siwon, apalagi lelaki itu sempat membuatnya marah beberapa waktu lalu.

Ketika mereka sampai di rumah Kyuhyun, Minho membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Kyuhyun turun. Sekali lagi Kyuhyun merasa tersanjung. Ia bahagia dengan perlakuan seperti itu.

“Selamat malam hyung. Hati-hati dalam perjalanan.” Kata Kyuhyun sembari membungkuk hormat.

Minho mengangguk tapi tidak bergerak dari posisinya. Ia terus memandang Kyuhyun dengan tatapan memuja. Pelan-pelan Minho maju selangkah dan berhenti tepat di depan Kyuhyun. matanya menelusuri wajah tampan sekaligus cantik milik Kyuhyun yang membuatnya mabuk kepayang.

Lalu perlahan ia mengecup bibir sewarna cherry itu dalam ciuman hangat dan lembut. Kyuhyun yang sejak awal tahu apa yang akan terjadi, membalas ciuman tersebut dengan tak kalah lembutnya. Bibir mereka saling beradu dan memagut, merasakan manisnya perasaan diantara mereka. Pelukan hangat Minho membuat Kyuhyun semakin terlena.

Seperti ciumannya, secara perlahan pula Minho melepaskan bibirnya dari pagutan. Ia tersenyum lalu kembali mengecup bibir Kyuhyun. tapi kali ini hanya sekilas.

Kyuhyun terpana. Ciuman tadi lebih manis daripada apapun yang pernah dirasakannya di dunia. Hatinya semakin berdebar kencang, kebahagiaan meluap dengan indah dalam hatinya. Indahnya cinta pertama, seindah melihat pelangi setelah hujan. Hangat dan penuh warna.

*

camzminho-picx-lee-min-ho-7121677-600-337

 To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..