To Love or To Be Loved? Mind to Share Your Story?

Ini sebenarnya pembahasan dari ff Hey, I Love You chapter 5. Banyak yang bicara soal galaunya Kyuhyun ke Siwon ataupun Minho. Jadi pengen dibahas, ngobrol yuukk.. Aku mau jabarin dikit pandangan aku mengenai dua hal ini.

1. Dicintai

Bicara soal dicintai, pasti semua orang sepakat kalau dicintai jauh lebih indah daripada mencintai, right? Dicintai membuat kita merasa spesial, dihargai, dihormati, disayangi dan dikasihi. Cinta itu anugerah, jadi ketika kita dicintai seseorang artinya kita dianugerahi seseorang yang memuja kita dan biasanya mau melakukan apa saja untuk kita. Tapi dicintai membuat kita mempunyai beban moral terhadap orang yang mencintai kita. Kita jadi berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Tidak percaya? Coba telaah lagi pengalaman kamu sendiri.

Lalu bagaimana kalau yang mencintai kita itu adalah orang yang tidak kita sukai? Yang kita benci mungkin? Apa kalian masih tetap ngerasa kalau dicintai itu menyenangkan? Karena dicintai itu adalah pilihan. Kita dipilih, artinya kita tidak punya kesempatan untuk menghindar atau menolak. Sebenci apapun kita, tidak mudah menghilangkan rasa cinta seseorang yang telah tertanam pada kita.

2. Mencintai

Mencintai adalah sesuatu yang paling menyakitkan. Kesakitan di hati biasanya berasal dari cinta. Mencintai juga membuat kita bodoh. Namun, mencintai adalah pilihan. Kamu bebas menentukan kepada siapa kamu menjatuhkan hatimu. Kamu bebas memilih dan menentukan mana yang baik untukmu. Karena perasaan dan pikiran yang membimbingmu.

Bagaimana kalau kamu mencintai orang yang tidak mencintai kamu atau bertepuk sebelah tangan? Memang menyakitkan. Tapi semua tindakan ada resikonya. Ketika kamu memutuskan untuk mencintai, maka kamu seharusnya sudah siap dengan resiko-resiko yang nantinya akan menghalangi. Kehilangan, terpuruk, disakiti, bahkan mungkin di duakan, itu adalah resiko yang harus kita ambil ketika menjatuhkan pilihan pada seseorang. Kita bahkan bertindak bodoh dan rela melakukan apa saja demi orang yang kita cintai. Naive, manipulatif namun realistis.

Ada yang punya pengalaman seru waktu pacaran? Mind to share? Mian, bukan kepo, hanya mau lebih banyak berinteraksi dengan kalian semua.

Happy sharing..

 

 

Advertisements

Nah kann.. Kyu ama Siwon deketan lagi, ihiiyyyy..m :p

[IMPORTANT!] VOTE SUPER JUNIOR and SUP3RJUNIOR! http://global.mnet.com/site/list.m

Related: 130113 Bonrich Endorsement with Super Junior M [3P]

130113 Bonrich Promotional Messages and Interview with Super Junior M [Cut]

130113 Bonrich Promotional Messages and Interview with Super Junior M [ENG SUB]

Credit: 宝瑞淇bonrich+ Bonrich @ Taobao
Reupload and Posted by: jazzzyjam & reneee (www.sup3rjunior.com)
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.
Please credit ‘SUP3RJUNIOR.WORDPRESS.COM’ as well. Thank you.

Photobucket

130113 bonrich sjm (10)130113 bonrich sjm (11)

View original post

Hey, I Love You – Chapter 5

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 5

Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu memang menyakitkan. Apalagi melihatnya dicumbu oleh orang lain. Kyuhyun memang bebas mencumbu orang lain. Itu haknya. Tapi bagi Siwon yang mencintai Kyuhyun, melihat hal itu menyakitkan baginya.

Siwon ingin menyerah, bukan karena ia tidak percaya diri lagi mendekati Kyuhyun. Tapi karena tampaknya usahanya tidak akan berhasil selama masih ada Lee Minho diantara mereka. Sampai kapanpun Kyuhyun hanya akan melihat kapten tim basket itu.

Apalagi semenjak kejadian ‘ciuman singkat’ di lapangan basket itu, Kyuhyun dan Lee Minho bagai tak terpisahkan, kemana-mana keduanya selalu bersama. Lee Minho seperti pengawal Kyuhyun yang selalu mendampingi namja bandel itu kemanapun ia pergi. Tentu saja tanpa sepengetahuan Geun Suk. Yunho berperan besar atas hal ini. Karena ia mengancam siapa saja yang berani memberitahukan kakaknya perihal ini, akan menyesal seumur hidup. Dan tidak ada seorangpun yang berani menghadapi ancaman dari anggota keluarga Cho kalau masih ingin hidup tenang.

Setiap hari melihat Kyuhyun bersama Minho sungguh menyesakkan untuk Siwon. Padahal ia hmpir saja mendapatkan hati Kyuhyun yang sangat terkesan dengan kencan sehari mereka. Entah mengapa Minho bisa dengan cepat merebut perhatian Kyuhyun yang mengakibatkan Siwon terlupakan.

Dengan langkah gontai Siwon berjalan meninggalkan kampus. Tapi begitu sampai di parkiran, dilihatnya Kyuhyun sedang berdiri dengan bosan, seperti menunggu seseorang. Awalnya Siwon ragu mendekati Kyuhyun, tapi rasa penasarannya jauh lebih kuat. Maka ia mengikuti nalurinya.

“Kyu? Sedang apa kau disini?”

Kyuhyun menoleh. Ia tersenyum kecil lalu menjawab. “Oh, aku menunggu Yunho hyung. Dia masih ada kelas, tapi sebentar lagi selesai.”

Kyuhyun memang tidak segalak dulu lagi sejak kencan mereka. Tapi menurut Siwon pasti bukan karena hal itu. Firasatnya mengatakan bahwa Kyuhyun memutuskan menjadi anak baik karena telah berhasil mendapatkan Minho. Atau, karena ia sedang malas berdebat mungkin?

“Dimana Minho?” tanya Siwon lagi.

“Sudah pulang.” Jawab Kyuhyun pendek.

“Wae? Dia tidak menunggumu?” tanya Siwon tak percaya. Kalau dia punya pacar seperti Kyuhyun, mana mungkin ia biarkan pulang sendiri?

“Dia ada urusan keluarga, makanya pulang duluan. Kenapa bertanya terus? Itu bukan urusanmu bukan?” kata Kyuhyun ketus.

Nah kan? Mulai lagi galaknya. Entah mengapa Siwon justru merasa lebih tenang menghadapi Kyuhyun yang seperti itu daripada Kyuhyun yang tersenyum manis.

“Benar, hanya saja.. Dia kan tidak pernah meninggalkanmu sendiri.”

Kyuhyun mendelik. “Kau mau aku meneleponnya agar ia datang kemari sekarang?”

Siwon langsung menggeleng cepat. “Jangan.. Jangan.. aku hanya bertanya. Jangan sensitif seperti itu, Kyu.”

“Kalau begitu berhenti memancingku.” Kata Kyuhyun dengan muka masamnya.

Siwon menyeringai. Tapi seringaiannya langsung hilang dari wajahnya begitu Yunho tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Ya! Apa yang kau lakukan disini? Berhenti mengganggu adikku!” kata Yunho ketus. Tanpa menunggu jawaban Siwon, ia segera mengamit lengan Kyuhyun dan menuntunnya memasuki mobil.

*

Siwon memasuki gedung kampus bagian selatan dengan tergesa-gesa. Ia tidak peduli berapa banyak orang yang tertabrak olehnya dan mengeluh dengan kasar. Dipikirannya hanya satu, ia ingin mencari seseorang.

Begitu Siwon menangkap sosok itu dengan matanya, ia segera menarik dan membawanya ke samping kelas. Lee Minho melepaskan pegangan Siwon di jaketnya dengan kasar.

“YA! Apa yang kau lakukan bodoh? Kau merusak jaketku!” kata Lee Minho marah.

“Harusnya aku yang bertanya padamu! Apa yang kau lakukan pada adikku?” tanya Siwon tak kalah marah. Wajahnya yang merah padam terlihat siap menerjang kapten tim basket itu.

Lee Minho menatap Siwon dengan heran. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Jangan pura-pura bodoh. Ia menangis tadi dan mengatakan kaulah penyebabnya.”

Lee Minho terlihat berpikir sebentar. “Tunggu. Choi Sooyoung itu adikmu?”

Siwon menghela nafas kesal. “Tentu saja! Kau apakan dia? Mengapa dia menangis seperti itu?”

Lee Minho tersenyum sinis. “Dia tadi menyatakan cintanya padaku dan aku menolaknya.”

Siwon menatap Minho dengan tatapan tak percaya. Apakah lelaki itu benar-benar jujur atau hanya meracau dan membuat Siwon emosi?

“Menolaknya? Tidak mungkin dia..”

“Kau bilang kau ini kakaknya. Tapi mengenal perangai adikmu saja kau tidak bisa. Harusnya kau malu karena adikmu suka bertingkah, mencoreng nama baik kakaknya. Seluruh mahasiswa disini tahu seperti apa adikmu. Kau kira mereka menyukainya?” Kata-kata Minho pedas sekali.

Siwon langsung emosi dan mencengkram kerah jaket Minho. “Hati-hati kalau bicara! Aku tidak akan membiarkan siapapun berbicara hal-hal buruk tentang Sooyoung.”

Lagi-lagi Minho melepaskan tangan Siwon dengan kasar. “Harusnya kau lebih fokus mengajari adikmu sopan santun dan bersikap selayaknya wanita baik-baik. Jangan terlalu fokus mengejar sesuatu yang tidak pasti dan melupakan kewajibanmu.”

“Apa maksudmu? Jangan bertele-tele!” Kata Siwon keras.

“Berhenti mengejar Kyuhyun. Sampai kapanpun kau tidak akan pernah mendapatkannya. Ia tidak menyukaimu. Ditambah lagi dengan sikap adikmu padanya, hanya membuatnya semakin membenci kalian berdua. Menyerahlah.” Kata Minho santai.

“Cukup! Jangan bawa-bawa Kyuhyun dalam masalah ini. Bukankah kau sudah puas karena mendapatkannya?” kata Siwon dengan suara yang terdengar dewasa padahal ia merana sekali.

“Tentu saja harus kubawa-bawa. Kau selalu mencari kesempatan dengannya. Kau terus menerus mengejarnya, padahal ia membencimu. Sampai-sampai kau memanipulasinya agar ia mau berkencan denganmu. Sungguh tidak tahu malu.” Ejek Minho.

“Kau sendiri juga pernah berkencan dengannya kan? Membawanya pergi dari lapangan basket sewaktu semua orang sibuk mencarimu untuk dimintai keterangan atas keberhasilan kalian melawan tim basket dari kampus lain. Kau sendiri mengabaikan kewajibanmu demi berkencan. Apa itu namanya tanggung jawab?” balas Siwon tak kalah kasar.

“Ah.. jadi kalian berdua sudah pernah berkencan dengan adikku?” kata sebuah suara dingin di belakang mereka.

Dengan perasaan ngeri keduanya berbalik dan mendapati Geun Suk sedang menatap mereka dengan sadis. Seakan hendak membunuh keduanya dalam waktu singkat. Baik Minho maupun Siwon tidak ada yang berani bicara. Keduanya menyesali mengapa harus membicarakan perihal Kyuhyun tadi.

“Kenapa tidak ada yang menjawabku? JAWAB..!!!” Geun Suk meraung marah.

Siwon tergagap. “Aku.. aku mengajaknya berkencan minggu lalu dan Minho mengajak Kyuhyun berkencan beberapa minggu sebelumnya.”

“Tapi kami tidak melakukan apa-apa, hanya jalan-jalan bersama, tidak lebih. percayalah padaku.” Kata Minho menambahkan.

Geun Suk hanya diam menatap kedua lelaki di depannya. Kini mereka hanya berjarak tak lebih dari satu meter dengan kakak tertua Kyuhyun. Satu menit berlalu, dan ketiganya masih diam. Tatapan Geun Suk masih menusuk.

“Kenapa kalian menyukai adikku? Jawab!” tanya Geun Suk bak dictator.

“Kurasa jawabannya sudah jelas. Ia lucu dan menggemaskan. Ia tampan dan cerdas. aku suka semua yang ada padanya.” kata Minho cepat.

“Aku tidak punya alasan khusus. Aku tidak tahu kenapa aku menyukainya. Rasa itu tiba-tiba datang tanpa bisa dicegah. Yang aku tahu aku menyukainya dan ingin memilikinya.” Jawab Siwon.

“Kenapa kalian berani mengajaknya berkencan? Jawab!” lagi-lagi Geun Suk bertanya layaknya seorang bos.

Minho menjawab. “Karena aku akan menyesal seumur hidup jika tidak pernah membuatnya bahagia sekali saja bersamaku.”

Kemudian Siwon menjawab. “Karena aku terlalu menyukainya dan ingin  membuatnya jatuh cinta pada kesempatan itu.”

“Manis sekali.. Jawaban kalian sungguh membuatku terharu. Aku sangat bangga ada orang yang benar-benar menyukai Kyuhyun seperti itu.” kata Geun Suk terdengar ramah.

Minho dan Siwon menatap Geun Suk tidak percaya. Mana mungkin Geun Suk yang berbahaya itu jadi sehangat itu? apa mereka tidak salah dengar?

“Tapi.. setiap tindakan ada konsekuensinya kan?” Geun Suk melanjutkan.

Sebelum Minho dan Siwon berpikir lebih jauh, Geun Suk sudah bergerak cepat. Tangannya memegang kepala dua orang di depannya lalu membenturkannya satu sama lain hingga keduanya menjerit keras dan terhuyung mundur.

Kepalan tangan Geun Suk yang berat dan penuh dengan cincin-cincin tajam nan mengerikan langsung mendarat di dagu Minho sedangkan sepatu bootnya yang berat dan bergerigi menghantam rahang Siwon dengan keras.

Tak puas disitu, Geun Suk menyambar jaket Minho dan kembali menghajar lelaki itu hingga babak belur. Puas dengan Minho, ia berbalik dan menghajar Siwon hingga nasib asisten dosen itu sama dengan Minho.

“Hyunggg…!!!” jerit seseorang.

Geun Suk menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang menatapnya dengan galak seperti biasanya. Yunho berdiri di sampingnya dengan raut wajah ketakutan. Geun Suk segera mendorong Siwon sembarangan dan membersihkan debu di jaket kulitnya.

“Waeyo? Kau merusak kesenanganku.”

“Berhenti berkelahi. Aku tidak mau kau kena masalah lagi, hyung. Cukup.” Kata Kyuhyun masih dengan nada yang sama seperti sebelumnya.

“Aku tidak suka mereka menyentuhmu.” Kata Geun Suk sedikit marah.

“Tapi aku sudah besar hyung! Aku bisa menjaga diriku. Mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang di luar batas. Kami hanya jalan-jalan. Tidak lebih.” kata Kyuhyun merajuk.

Biasanya cara itu berhasil. Geun Suk tidak pernah tahan melihat adiknya merajuk. Dan benar saja, raut wajahnya yang tadi tegang jadi melemah. Ia lalu menghela nafas kesal.

“Setidaknya mereka harus minta ijin padaku, Kyu. Aku ini kakak tertuamu. Aku kesal karena mereka berdua tidak sopan padaku.”

Kyuhyun lupa, selain galak, Geun Suk juga gila hormat. Siapa yang terkesan tidak menghormatinya akan langsung kena libas. Sedangkan Yunho tukang pamer. Siapa yang tidak memujanya atau tidak memperdulikannya saat pamer, maka akan dibenci olehnya.

Kyuhyun sadar, kedua kakaknya juga bertingkah seperti orang bodoh. Mereka mengandalkan kekuatan dan kekuasaannya untuk meraih simpati dan penghargaan orang lain. Ia tidak mau kedua kakaknya di takuti, bukannya dihargai.

“Hyung, jangan seperti ini. Kau membuat orang-orang takut padamu. Kau jadi tidak bisa membedakan mana teman atau lawan. Kalau kau terus-terusan begini, semua orang tidak akan menghargaimu. Belajarlah mengendalikan sikapmu yang mudah marah itu. aku tidak mau orang-orang membicarakanmu di belakangmu. Aku sering mendengarnya diam-diam dan itu menyakitkan.” Kata Kyuhyun pada Geun Suk.

Lalu si magnae menoleh pada Yunho. “Dan kau hyung, bersikaplah dengan normal. Berhentilah pamer akan kemampuan dan ketampananmu. Karena tanpa pamer pun, semua orang akan setuju kalau kau tampan. Berhentilah bersikap angkuh seakan-akan hanya kau yang paling keren di dunia ini. Lama-lama para wanita itu akan menjauhimu karena muak. Aku tidak mau kau dijauhi orang-orang karena sikapmu itu.”

Keduanya terdiam. Mereka sadar bahwa adiknya benar. Bahkan sebenarnya mereka juga sadar, tapi image mereka sudah seperti itu sejak dulu. Dan susah untuk merubahnya.

“Aku tahu hal ini berat dan sulit untuk kalian. Tapi setidaknya berusahalah sedikit. Geun Suk hyung, cobalah sedikit bersabar dalam menghadapi masalah. Dan Yunho hyung, kempiskan sedikit kepalamu ketika berjalan.” Kata Kyuhyun yang sedikit frontal seakan membaca pikiran kedua kakaknya.

“Aku tahu aku kalian menyayangiku. Kalian ingin selalu menjagaku. Tapi aku sudah dewasa, aku tidak kalah galak dengan kalian kan? Mana mungkin dua orang ini berani macam-macam denganku?” kata Kyuhyun lagi sambil menunjuk kedua namja yang babak belur setelah dihajar oleh Geun Suk hyungnya.

“Baiklah, kau menang. Apa yang kau inginkan?” kata Geun Suk dengan enggan.

Kyuhyun menoleh pada Siwon dan Minho. “Apa kalian benar-benar menyukaiku?”

“Tidak perlu kau tanyakan. Kau tahu jawabannya.” Kata Minho sambil membersihkan darah yang masih mengucur dari hidungnya.

“Kau tahu benar aku menyukaimu.” Jawab Siwon pendek.

“Bagus. Tunjukkanlah padaku. Siapa yang bisa meluluhkan hatiku lebih dulu, ia yang akan menjadi pacarku.” Kata Kyuhyun tegas.

“Bagaimana aku tahu kalau kau tidak berbohong? Kau menyukai Minho, bisa jadi kau berpihak padanya walaupun ia tidak berusaha nantinya.” Kata Siwon segera.

“Diam! Kau meragukan kata-kata adikku?” potong Yunho cepat.

Kyuhyun melanjutkan kata-katanya, seolah tidak ada interupsi sebelumnya. “Aku akan menilai kalian dengan adil. Tapi kalian juga harus bersaing secara sportif.”

“Aku tidak keberatan.” Kata Minho cepat seraya memandang penuh kebencian pada Siwon.

“Aku juga.” Kata Siwon seraya membalas pandangan Minho padanya.

“Bagus. Tapi ingat, kalian harus tetap minta ijin padaku kalau mau mengajak adikku kemana-mana.” Kata Geun Suk segera.

Lalu ia menoleh pada Kyuhyun. “Jangan protes. Aku masih kakak tertuamu. Take it or leave it. Kalau kau tidak menyetujui kata-kataku tadi, ucapakan selamat tinggal pada kata kencan hingga kau lulus kuliah.”

Kyuhyun mengangguk dengan cepat pula menanggapi kata-kata hyungnya. Jarang-jarang hyungnya mau bernegosiasi seperti ini. Lebih baik ia cepat menyetujuinya sebelum Geun Suk berubah pikiran.

Kemudian Geun Suk berpaling pada Yunho. “Dan kau bocah kecil, kau akan mendapatkan bagianmu setelah ini karena membiarkan Kyuhyun disentuh-sentuh dengan orang lain. Ayo pulang!”

Yunho hanya bisa meratapi nasib buruk yang akan menimpanya setelah ia pulang nanti. Dengan langkah takut ia dan Kyuhyun mengikuti Geun Suk dari belakang. Sebelum pergi Kyuhyun menoleh pada Siwon dan Minho.

“Minho hyung hari sabtu jam sepuluh dan Siwon hyung keesokan harinya di jam yang sama. Ingat, jangan terlambat menjemputku, aku tidak suka menunggu.” Kata Kyuhyun mengisyaratkan waktu kencan pada kedua lelaki itu.

*

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasurnya. Matanya memandangi langit-langit kamarnya yang berwarna putih bersih. Sebenarnya tidak ada apa-apa disana, tapi Kyuhyun enggan melepaskan pandangannya dari sana.

Ia tengah kebingungan. Apa lagi yang bisa membuatnya begitu galau kalau bukan karena Minho dan Siwon? Seandainya saja mereka bukan dua orang yang bertolak belakang, mungkin lebih mudah baginya memilih.

Kyuhyun menyukai Minho. Itu sudah pasti. Baginya, mendapatka Lee Minho adalah prestasi besar untuknya. Siapa yang tidak menyukai Minho? Ia seorang kapten tim basket, sahabat baik hyungnya, tampan, atletis, berwawasan luas dan juga mandiri.

Kyuhyun tidak pernah merasakan ingin memiliki seseorang seperti apa yang ia rasakan pada Minho. Semakin Minho sulit dijangkau, semakin bernafsu dirinya ingin memiliki Minho. Ketika ia yakin bahwa Minho adalah ‘The One’ untuknya, datang orang lain dengan potensi yang cukup besar.

Orang itu adalah Siwon. Kyuhyun tidak menyukai Siwon karena lelaki itu terkesan suka mengambil waktu Kyuhyun hanya untuk berbasa-basi mengenai mata kuliah yang sangat Kyuhyun kuasai. Ia tidak suka jenis orang yang terlalu banyak berkata-kata, tanpa tindakan pasti.

Apalagi ketika tahu Siwon adalah kakak kandung Sooyoung, wanita yag paling dibencinya sekaligus lawan tangguh dalam mencuri hati Minho, maka ketidaksukaannya pada Siwon menjadi-jadi.

Itu awalnya. Lalu Kyuhyun merasakan kenyamanan ketika bersama Siwon. Siwon mampu mengubah pandangan Kyuhyun pada lelaki itu hanya dalam sehari. Mengubah pandangan buruknya tentang Siwon. Membuat Kyuhyun merasa bahwa bersama Siwon itu menyenangkan.

Hanya itu, tidak lebih. Ia belum merasakan sesuatu yang berarti seperti yang dirasakannya pada Minho.

Jika Minho bisa membuatnya melayang-layang di udara karena jatuh cinta, maka Siwon bisa membuatnya merasa istimewa karena dicintai. Keduanya memang berbeda. Tapi dengan menyadari adanya perbedaan itu, ia semakin tidak mengerti perubahan perasaannya pada Siwon.

Walaupun belum signifkan, tapi pelan-pelan ia tidak merasakan kebencian lagi pada Siwon. Namun ia sendiri tidak biasa mengartikan hal itu sebagai rasa suka.

Lalu ia mengingat nasehat ayahnya dulu. ‘Jika kau dalam posisi mencintai, maka kau bebas menentuka siapa orang yang akan kau berikan cinta. Kau yang menentukan. Tapi jika kau dicintai, maka kau tidak berhak menentukan siapa yang boleh mencintaimu atau tidak. Karena cinta adalah hak asasi setiap manusia.’

‘Mencintai berarti kau siap merasakan sakit dan pengorbanan, karena sekali lagi, kau yang memilih. Kau yang menentukan. Maka dengan pilihanmu, kau harus bisa menanggung konsekuensinya. Sedangkan dicintai adalah dipilih. Keduanya tergantung padamu, apa kau mau memilih atau dipilih.’

Kyuhyun tahu benar artinya. Ia memilih Minho sedangkan ia dipilih oleh Siwon. Ia ingin Minho memenangkan pertarungan ini. Tapi entah mengapa sudut kecil di hatinya berbisik, kalau Siwon memenangkan pertarungan ini akan jauh lebih baik. karena dicintai lebih menyenangkan daripada mencintai, bukan?

*

siwon and lee minho

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203, the third winner of Challenge Me. Here’s your story..