[Trans] 130109 Kim Sung Ryeong Of ‘Queen Of Ambition’ Says, “I Exchange Text Messages With Jung Yunho Every Day”

Ok now i’m jealous. Not because the picture but she can text Yunho everyday and make a great relationship as brother and sister to reach the soul of their newest drama.. 😦

fashion follows yoochun

Kim Sung Ryeong revealed that she exchanges text messages with Jung Yunho every day.

At the press conference of SBS’ Monday-Tuesday drama ‘Queen of Ambition’ on the 9th, Kim Sung Ryeong talked about her friendship with Jung Yunho, who appears as her character’s younger brother in the drama, when she stated, “I was the one who asked him for his number. I was embarrassed to call him so I sent him a well-wishing text to wish him a Happy New Year.”

Kim Sung Ryeong stated, “At first, it felt so weird to hear him call me ‘Noona (older sister), noona’ but it felt like something he was doing to try to get into his role as my younger brother, so I took the initiative to send him a long text message,” and “In the text message, I said that I wanted to get to know him better so that our…

View original post 294 more words

Advertisements

[Trans] 130109 Jung Yunho Says, “I’m Not Worried About Being Compared To Choi Siwon From ‘King Of Dramas’”

Yeah, do not compare him to Choi Siwon. Siwon is much better than him on drama but everybody knows that Yunho is the king of pop and his group is the leader of hallyu wave, so they’re both have different skill in difference part of enterainment industry.

fashion follows yoochun

Jung Yunho talked about Choi Siwon, who appeared in ‘King of Dramas’, the drama that aired before ‘Queen of Ambition’.

During the press conference of SBS’ Monday-Tuesday drama ‘Queen of Ambition’ on the 9th, Jung Yunho was asked whether he was worried about being compared to Choi Siwon, a label mate of Jung Yunho who received high praise for his comedic acting in ‘King of Dramas’.

Jung Yunho stated, “I watched ‘King of Dramas’. I felt like he got the essence of his character really well so we met up and talked about it,” and “This will be the first time in a while that I appear on TV as an actor. The seniors I’m working with make the whole process enjoyable instead of stressful and I believe it’s right for me to just focus on showing an improvement every time I act.”

Meanwhile, ‘Queen of Ambition’ is a drama…

View original post 66 more words

Hey, I Love You – Chapter 2

Title                 :  Hey, I Love You

Rate                 : T

Genre              : Romance, Fluff, Humor, Sad

Pairing             : WonKyu, MinKyu (Min Ho x Kyuhyun)

Cast                  : Yunho, Geun Suk, Changmin, Hangeng, Kim Bum, Victoria, Soo Young, Yuri.

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

CHAPTER 2

Akhirnya apa yang diimpikan Kyuhyun selama ini jadi nyata. Lee Minho mengajaknya berkencan. Memang, kencan mereka seperti kencan-kencan pada umumnya. Mereka menonton film, berfoto bersama, membeli ice cream kesukaan Kyuhyun dan hal-hal lainnya. Tapi Kyuhyun merasa itu adalah kencan paling istimewa yang pernah ia lakukan seumur hidupnya.

Lee Minho juga selalu membuatnya tertawa dengan lelucon-leluconnya. Mereka tidak pernah kehabisan bahan obrolan, ada saja yang bisa mereka bicarakan tanpa rasa canggung. Entah mengapa Kyuhun merasa sudah mengenal sunbaenya itu bertahun-tahun lamanya.

Lee Minho selalu mencari tahu apa saja yang menjadi kesukaan Kyuhyun. Ia bertanya lalu memberi kejutan tiba-tiba. Kyuhyun menyukai segalanya. Ia bahkan lupa kalau hari matahari sudah condong ke barat. Sebentar lagi matahari akan benar-benar tenggelam.

Keduanya berjalan bergandengan tangan, menyusuri trotoar, disinari cahaya emas kemerahan dari sang surya.

“Menyenangkan sekali acara kita hari ini, Kyu. Ternyata kau memang seperti yang selama ini kubanyangkan. Lucu dan menggemaskan. Kurasa aku mulai paham mengapa Geun Suk-ssi melarangmu pacaran.” Kata Lee Minho.

Kyuhyun tersenyum malu. “Sebenarnya aku sendiri heran mengapa hyungku bersikap seperti itu.  Ia tidak suka siapapun menyentuhku. Jika aku bertanya, jawabannya selalu sama : kau belum cukup dewasa. Sedangkan menurutku ia sendiri belum cukup dewasa untuk mempermalukan dirinya di muka umum jika bertemu Yuri noona. Kau tahu maksudku, hyung.”

Lee Minho mengangguk. “Keduanya memang serasi, tapi terlalu menggebu-gebu. Terkadang aku ngeri melihatnya. Tapi kau cukup pandai mengendalikan hyungmu itu agar ia tidak mempermalukan dirinya lebih lama lagi. Tidak seperti Yunho yang sedikit cuek.”

Pujian kedua keluar untuk Kyuhyun. Membuat lelaki itu semakin melambung ke langit ke tujuh.

“Sebenarnya Yunho hyung tidak secuek itu, hyung. Ia hanya bosan memperingatkan Geun Suk hyung dan Yuri noona, makanya ia diam saja ketika dua orang itu beraksi. Walau begitu, Geun Suk hyung sangat menghormati Yuri noona. Tidak pernah sekalipun ia melakukan hal-hal di luar batas selain berpelukan dan berciuman, meskipun hal itu dilakukan dengan panas.” Kata Kyuhyun membela kedua hyungnya.

Cerita favorit Kyuhyun pada orang lain adalah cerita mengenai kedua hyungnya yang sifatnya saling bertolak belakang. Ia tidak pernah bosan menceritakan hal ini pada siapapun. Baginya, Geun Suk dan Yunho adalah pahlawan-pahlawannya.

“Kyu..” Lee Minho menahan langkahnya. Kyuhyun menoleh memandang lelaki yang lebih tinggi darinya itu. Wajah Lee Minho pucat pasi. Matanya menatap lurus kedepan.

Kyuhyun lalu ikut memandang lurus kedepan. Seketika ia juga terkejut. Dilihatnya Geun Suk sedang bicara dengan seseorang di telepon genggamnya, jauh di depan sana. Ia tidak menyadari kedatangan Lee Minho dan Kyuhyun.

Dengan cepat Kyuhyun mendorong tubuh Minho dan bersembunyi di samping toko kecil yang menjual pakaian. Jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Keringat kecil keluar dari kening dan lehernya. Ketakutan menguasainya kini.

“Kyu, bagaimana ini? Mobilku ada di depan sana.” Kata Lee Minho panik.

Kyuhyun mengintip ke arah Geun Suk. Lelaki itu masih bicara di ponselnya. Ia berdiri tepat di samping mobil hitam milik Minho.

“Hyung, kalau Geun Suk hyung mendapati kita disini, habislah kita. Mungkin aku tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali ke kampus selama sebulan, itupun dijaga ketat olehnya. Dan kau sudah pasti babak belur dibuatnya.” Kata Kyuhyun setengah histeris.

Lee Minho sibuk berpikir apa yang harus dilakukannya. Kini giliran ia yang mengintip. Hatinya mencelos ketika melihat Geun Suk bersandar di mobilnya. Dan tampaknya lelaki itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera menghentikan aktivitas meneleponnya.

Lalu sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Minho. Ketika dibacanya, ia jadi semakin lemas. “Kyu, Yunho baru saja mengirimiku pesan. Katanya ia akan menjemput Geun Suk-ssi sekarang dan ia berharap kita bisa sampai di rumahmu sebelum mereka pulang.”

Kyuhyun segera menelepon Yunho dan menyampaikan kesulitan yang ia dan Lee Minho hadapi saat ini. Ia takut semua berakhir buruk nantinya. Cepat atau lambat kakak tertuanya pasti menemukan mereka disana. Tak lama kemudian, dilihatnya mobil Yunho muncul di ujung jalan. Mobil itu pelan-pelan merayap dan berhenti tepat di depan mobil Lee Minho. Tak lama kemudian dilihatnya mobil tersebut kembali bergerak setelah  Geun Suk masuk.

Dengan cepat Lee Minho dan Kyuhyun berlari ke mobil. Lee Minho kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kalut. Ia harus memulangkan Kyuhyun secepatnya sebelum Yunho dan Geun Suk tiba di lebih dulu. Dan mereka tidak bisa melewati jalan lain karena jalan tercepat menuju rumah Kyuhyun adalah melalui jalan yang sama yang dilewati mobil Yunho. Lee Minho sibuk berpikir bagaimana cara sampai lebih dahulu.

Tapi karena terlalu cepat mengemudi, akibatnya mobilnya nyaris bertabrakan dengan mobil Yunho. Keringat dingin langsung membasahi tubuhnya, padahal AC di mobilnya berhembus cukup kencang.

Minho ingin melarikan diri secepatnya namun sayang, lampu lalu lintas berubah jadi merah. terpaksa ia menghentikan mobilnya. Baik Kyuhyun maupun Minho tidak berani melihat ke arah mobil Yunho padahal kaca mobil Lee Minho dilapisi dengan plastik hitam pekat yang membuat siapapun di luar sana sulit mengintip ke dalam.

Tiba-tiba kaca jendela tepat di samping diketuk keras. Kyuhyun menoleh dan langsung menahan jeritannya. Geun Suk ada di luar sana dan memandang bengis ke dalam mobil. Keduanya langsung panik luar biasa.

“Hyung, bagaimana ini? Sepertinya Geun Suk hyung tahu aku ada disini. Aduh, kenapa Yunho hyung tidak bisa membantu kita kali ini saja?” kata Kyuhyun. Kepanikan luar biasa terdengar jelas dalam suaranya.

“Aku tidak tahu, Kyu..” kata Lee Minho tidak kalah panik.

Kembali terdengar kaca jendela diketuk dengan kasar dari luar. Kali ini terdengar tergesa-gesa dan lebih menakutkan.

“Sembunyi di belakang, Kyu. Tepat di belakang jok yang kau duduki sekarang. Ingat, jangan bersuara. Kalau aku tidak meladeni kakakmu, ia akan mencariku sampai ke ujung dunia. Tidak ada gunanya aku lari.” Kata Lee Minho memberi usul. Tampaknya ia pasrah dengan nasibnya malam ini.

Kyuhyun segera mengikuti kata-kata Minho. Untung tubuhnya cukup ringan dan kurus hingga dengan cepat ia bisa menyelinap ke belakang jok dan duduk sambil melipat lututnya di dada.

Kembali ketukan di kaca terdengar. Kali ini jauh lebih keras dan panjang. Lee Minho menarik nafas panjang, menyiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk lalu pelan-pelan menurunkan kaca jendelanya.

Begitu Geun Suk melihat Lee Minho, matanya menyipit. “Kau..”

Lee Minho menyapanya dengan gugup. “Selamat malam, Geun Suk-ssi.”

“YA! Kalau menyetir hati-hati bodoh! Kau nyaris saja menabrak mobil Yunho. Kalau saja ada tadi kau menggores sedikit saja bagian dari mobil itu, maka kulitmu akan jadi gantinya!” teriak Geun Suk keras. Ia terlihat jauh lebih galak dari pada polisi lalu lintas.

“Mianhamnida, Geun Suk-ssi. Aku sedikit terburu-buru tadi. Aku tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Sekali lagi maafkan aku.” Lee Minho berupaya menutupi kegugupannya namun getaran dalam suaranya tidak bisa berbohong.

Melihat itu Geun Suk jadi kasihan juga. Lee Minho memang salah, tapi tidak sepantasnya ia meledak seperti itu kan? Geun Suk pun memutuskan untuk pergi. Namun baru akan pergi, ia merasakan sesuatu.

“Tunggu dulu!” kata Geun Suk tajam.

‘Matilah aku.’ Kata Lee Minho dalam hati.

“Aku seperti mengenal bau ini. Mengapa kau memakai parfum yang sama dengan adikku, Kyuhyun? Kau ini tidak bisa mencari parfum lain yah?” omel Geun Suk lagi.

Lee Minho kembali minta maaf dan berjanji akan segera mengganti parfumnya besok. Lebih baik ia mengaku seperti itu daripada Geun Suk menemukan Kyuhyun bersembunyi di mobilnya. Setelah Geun Suk pergi, lampu berubah menjadi hijau. Dengan cepat Minho mengemudikan mobilnya agar sampai di rumah Kyuhyun lebih dulu.

Kini kansnya jauh lebih besar karena Yunho baru saja mengiriminya pesan bahwa ia akan mengulur-ulur waktu dengan mengisi bensin dulu baru pulang. Jadi Minho punya kesempatan memulangkan Kyuhyun sebelum kedua hyungnya pulang.

*

BRAKK..!!!

Meja Kyuhyun digebrak dengan keras sehingga beberapa diatasnya terjatuh ke lantai. Kyuhyun mendongak dan mendapati Sooyoung menatapnya dengan garang.

“Kaaaauuuuu…! Katakan padaku kemana kau dan Minho oppa kemarin! Sudah kukatakan kepdamu dari dulu, Minho oppa itu milikku!”

Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan keras. Ia kesal sekali pada makhluk cantik di depannya itu tapi ia berprinsip tidak akan melawan wanita.

“Bukan urusanmu.” Jawab Kyuhyun pendek.

“Tentu saja jadi urusanku. Semua yang menyangkut dengan Minho oppa akan jadi urusanku juga. Jadi jangan pernah coba-coba menjeratnya dalam jebakanmu.” Kata Sooyoung lagi.

Kyuhyun tertawa. “Aku tidak menjeratnya. Ia sendiri yang memilih terjerat dengan pesonaku. Kenapa? Kau takut dikalahkan olehku ya? Apakah kini akhirnya kau menyadari walaupun aku lelaki tapi aku jauh lebih cantik daripada kau?”

Sooyoung sudah siap menerkam Kyuhyun ketika seseorang menahan tangannya. Ia menoleh dan melihat Yuri menatapnya sambil menggeleng.

“Sudah kukatakan berkali-kali. Kau boleh bertengkar dengannya tapi tidak kuijinkan kau menyentuhnya sama sekali, atau kau juga akan berurusan denganku.”

Sooyoung menepis tangan Yuri dengan kasar. “Dia yang mulai. Kau tahu benar itu. lalu mengapa masih membelanya? Kau ini sebenarnya sahabatku atau bukan?”

Yuri menahan kekesalannya dan bicara dengan tegas. “Justru karena aku sahabatmu maka sebisa mungkin aku membantumu terhindar dari maslaah. Pikirkan apa yang terjadi denganmu setelah kau ketahuan menyakitinya.”

Sooyoung tampak kesal sekali mendengar kenyataan itu. Menyakiti Kyuhyun berarti menyakiti kedua kakaknya. Jika ia masih sayang pada dirinya, sebaiknya ia menghindari lelaki manja itu. Ia lalu berjalan pergi setelah berkata pada Kyuhyun.

“Kau beruntung karena Yuri adalah kekasih kakakmu, kalau tidak ada dia disini, aku sudah menghancurkan wajahmu.”

Kyuhyun menatap kepergian Sooyoung dengan kesal. Setelah kencannya berakhir gagal dan ia diomeli oleh Yunho karena hampir ketahuan oleh Geun Suk semalam, moodnya jadi buruk sepanjang hari. Ditambah baru saja Sooyoung melabraknya seperti itu. Andai saja Sooyoung adalah laki-laki, mungkin tinjunya sudah bersarang ke wajah adik kandung Choi Siwon itu.

Dan yang lebih buruk pagi, kenyataan bahwa Hangeng kembali tidak bisa mengajar dan dihantikan oleh Siwon membuatnya jauh merasa lebih buruk. Ingin sekali ia berlari meninggalkan kelas kalau saja Changmin dan Kim Bum tidak mati-matian menahannya.

Selama kuliah berlangsung, Siwon tak pernah berhenti menatap Kyuhyun. Ia sedikit terkejut melihat wajah Kyuhyun yang kusut dan tampak kesal. Terkadang Siwon bingung sendiri, walaupun Kyuhyun sedang marah, wajah itu tetap menggemaskan. Apalagi kalau bibirnya dipoutkan seperti sekarang ini.

Melihat hal itu, Kyuhyun jadi semakin kesal. Bagaimana tidak, ia mati-matian menahan kekesalannya tapi Siwon juga mati-matian menatapnya. Ingin sekali Kyuhyun berteriak di wajah asisten dosen yang idiot itu agar berhenti menatapnya. Ia risih. Namun walaupun Kyuhyun menampakkan ketidaksukaannya, Siwon tetap saja memandangnya penuh minat.

Begitu perkuliahan selesai, Siwon langsung menyuruh Kyuhyun untuk tinggal dulu karena ia ingin bicara. Jika tidak menyangkut nilainya, Kyuhyun tidak akan mau tinggal. Tapi ia tidak ingin mengulang tahun depan, maka dengan sangat terpaksa ia tinggal dan merelakan Changmin dan Kim Bum pulang duluan.

“Kyuhyun-ssi, sejak tadi kau terlihat kesal. Ada apa? Mungkin bisa kubantu?” kata Siwon membuka percakapan.

Kyuhyun mendelik. “Bisakah kita membicarakan tentang mata kuliah saja? Bukankah hal itu yang membuatmu menyuruhku tinggal?”

Siwon tersenyum. “Sebenarnya tidak ada alasan khusus tentang mata kuliah kita hari ini yang mengharuskanmu tinggal lebih lama disini. Tapi lebih pada rasa penasaranku mengapa kau terlihat kesal dan tidak memperhatikan pelajaran hari ini.”

Kyuhyun menarik nafas kesal. “Siwon-ssi, bukankah hal itu adalah masalah pribadiku? Mengapa kau ikut campur? Intinya aku sedang kesal dan sedang tidak ingin membicarakannya. Lagipula aku bisa menangkap semua yang kau jelaskan hari ini. Jadi tolonglah, berhenti selalu memaksaku tinggal setelah jam kuliah berakhir.”

“Wae? Apa karena aku bukan Lee Minho yang kau sukai? Apa karena aku bukan kapten tim basket? Katakan Kyu, sebenarnya apa yang kau lihat dari laki-laki seperti Lee Minho?” tanya Siwon tidak mengerti. Ia masih tetap menjaga suaranya agar terdengar tetap stabil walaupun hatinya sudah mulai panas.

“Bukan urusanmu! Berhentilah mencampuri urusanku! Terserah aku mau menyukai siapa saja. Apa hakmu? Kenapa kau begitu ingin tahu perasaanku?” kata Kyuhyun kasar. Ia bersiap pergi lalu dengan cepat Siwon menahan tangannya.

“Karena aku menyukaimu.”

Kyuhyun terperangah saat itu juga. Terkejut dengan pengakuan Siwon yang spontan itu. detik berikutnya Siwon sudah melumat bibir Kyuhyun. Tiga detik, hanya tiga detik dan Kyuhyun langsung mendorongnya dengan kasar.

Dengan marah Kyuhyun menampar pipi Siwon dan berlari keluar. Ia marah sekali karena Siwon lancang sekali menciumnya. Mencuri ciuman pertamanya. Dan tidak ada rasa yang paling menyakitkan selain mendapat ciuman pertama dari seseorang yang kau benci.

*

Kyuhyun pulang dengan kekesalan menguasai hati dan pikirannya. Ia bahkan pulang duluan tanpa menunggu Yunho, membuat kakaknya itu kalang kabut mencarinya kemana-mana. Niat Yunho yang ingin mengomeli adiknya jadi surut ketika mendengar Kyuhyun menangis di kamarnya.

Sudah sejam ia menggedor pintu kamar Kyuhyun dengan sabar tapi Kyuhyun tidak juga mau membuka pintunya. Ia justru menjerit marah dari dalam menyuruh hyungnya pergi. Yunho tidak punya pilihan lain selain menelepon Geun Suk.

Saat itu Geun Suk sedang ada kuliah, tapi begitu mendengar suara cemas Yunho diseberang mengenai Kyuhyun, ia langsung lari meninggalkan kelasnya dan pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia mengulangi apa yang dilakukan Yunho sebelumnya : mengetuk pintu dengan sabar dan mencoba membujuk Kyuhyun agar membuka pintu. Tapi reaksi Kyuhyun sama saja. Ia menyuruh mereka pergi dan menangis lebih kencang.

Kesabaran Geun Suk habis sudah. Dengan satu tendangan keras, pintu kamar Kyuhyun langsung terbuka. Pegangan pintunya terjatuh karena pengaitnya terlepas dengan paksa.

“YA!! HYUNG!! KAU MERUSAK PINTUKU!!!” teriak Kyuhyun marah.

“Mianhae Kyu, aku.. kami kehabisan akal membujukmu. Kau tidak mau keluar dan menolak makan siang. Waeyo Kyunnie? Ceritakanlah pada kami.” Kata Yunho lembut. Ia tidak bisa marah pada adiknya itu, walaupun ia sudah menunggu seperti orang bodoh selama lebih dari sejam di depan kamar tadi.

“Huhuhuuh.. aku benci sekali hyung..” kata Kyuhyun masih terisak keras. Matanya bengkak dan terkadang ia terbatuk-batuk karena terlalu banyak menangis.

“Katakan padaku mengapa kau menangis. Apa yang kau benci?” Tanya Geun Suk dengan nada bahaya.

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Ia masih menangis keras sambil memeluk gulingnya. Selama lima belas menit Yunho dan Geun Suk menahan diri untuk tidak meledak menghadapi tingkah adiknya.

Namun Geun Suk yang sifatnya meledak-ledak tidak bisa menahan lebih lama lagi. “Kyu, ada apa denganmu? Cepat katakan!”

“AKU KOTOR HYUNG..!!!” Jerit Kyuhyun kesal. Kembali disembunyikannya wajahnya di balik bantal.

“Apa maksudmu?” tanya Yunho tidak mengerti. Perasaannya mendadak tidak enak.

“Aku.. aku sudah tidak suci lagi..” kata Kyuhyun pelan. Ia sebenarnya tidak mau memberitahu kedua hyungnya itu. Ia malu sekali. Tapi ia tidak mungkin menutupinya. Sekali saja ia berbohong, kedua hyungnya akan langsung tahu.

“Bicara yang jelas, Kyu. Jangan membuatku semakin penasaran.” Kata Geun Suk dengan nada tidak sabar.

“Kalian mengenal Choi Siwon kan? Dia.. Dia tadi mencium bibirku..” kata Kyuhyun pelan, hampir seperti bisikan.

“Oh, kukira ada apa. Ternyata Siwon hanya.. MWO? MENCIUMMU?” seru Yunho terkejut. “BERANI SEKALI DIA MENYENTUHMU..!!!”

Geun Suk terlihat menahan emosinya lalu berkata pelan. “Aku akan membunuhnya.”

Seketika Kyuhyun tersadar, Siwon akan tinggal nama nanti kalau kedua hyungnya sudah marah. Ia ingin menenangkan keduanya tapi terlambat, baik Yunho maupun Geun Suk sudah menghilang dari pandangannya.

Kyuhyun berlari keluar kamar dan mendapati Yunho dan Geun Suk bersiap keluar rumah. Tak diragukan lagi, mereka pasti mencari Siwon. Kecemasan melanda Kyuhyun. Ia memang membenci Siwon, apalagi setelah lelaki itu mencuri ciuman pertamanya. Tapi ia tidak mau kedua kakaknya menghajar Siwon yang nantinya akan menimbulkan masalah pada keduanya dikampus karena ketahuan berkelahi.

Di sisi lain, ia kasihan pada nasib Siwon jika kedua hyungnya yang kalap itu membuat Siwon tak berbentuk nantinya. Bisa-bisa urusannya jadi lebih panjang.

Maka dengan cepat ia berpikir keras agar kedua hyungnya tidak mencari Siwon hari ini. Keduanya dipenuhi emosi saat ini. Akibatnya bisa fatal. Akan lebih baik jika mereka menyelesaikan urusan dengan Siwon ketika emosi mereka sudah reda. Walaupun Kyuhyun tidak terima Siwon merenggut kesucian bibirnya, tapi hati nuraninya lebih dominan menguasainya kali ini.

Begitu ia menoleh kesamping dan melihat pintunya yang bernasib sial hari ini, ide cemerlang muncul di kepalanya.

“Kalian berdua tidak boleh pergi sebelum memperbaiki pintuku!” kata  Kyuhyun tegas.

“MWO???” Geun Suk dan Yunho bertanya dengan nada tak mengerti bersamaan.

“Perbaiki dulu pintuku baru kalian boleh pergi.” Kata Kyuhyun lagi.

“Geun Suk hyung yang merusaknya. Jadi dia akan tinggal memperbaikinya. Aku akan mencari Siwon sekarang. Tanganku sudah gatal ingin meremukkan tulang-tulangnya.” Kata Yunho berapi-api.

“ANDWAE…!!!!” teriak Kyuhyun kencang. “Siapa yang menelepon Geun Suk hyung? Kau kan, hyung? Maka kau ikut bertanggung jawab.”

“YA! Mana mungkin aku diam saja melihatmu seperti ini? Kau sendiri menangis kesal karena ia berani menciummu. Kau pikir kami akan diam saja begitu?” balas Yunho kesal.

“Kyu, nanti saja kami perbaiki, ne? Sekarang biarkan kami memberi Siwon pelajaran terlebih dahulu. Nanti kami akan memperbaiki pintumu. Atau aku akan menelepon orang untuk memperbaikinya sekarang.” Kata Geun Suk lagi-lagi mencoba sabar.

“Pokoknya aku mau kalian yang memperbaiki pintuku. SEKARANG JUGA!!! Atau aku tidak mau makan selama seminggu dan aku tidak mau bicara lagi pada kalian.” Kata Kyuhyun mengamcam dengan tatapan galak seperti biasanya.

Yunho melepaskan jaketnya dan melemparkannya dengan kesal lalu turun mengambil peralatan di dapur. Sedangkan Geun Suk menendang pintunya sendiri yang langsung bergema menyeramkan. Ia kemudian mengampiri pintu Kyuhyun dan menariknya dengan paksa sampai terlepas seluruhnya. Ia dan Yunho bekerja dalam diam tapi tangan mereka bekerja dengan kasar karena memendam emosi.

Untuk sementara Kyuhyun bisa bernafas lega. Ia tak tahu apa yang akan terjadi begitu pintunya selesai diperbaiki. Semoga saat itu emosi kedua hyungnya sudah menurun. Ya, semoga saja.

*

b09zc1imagessooyoung2

To Be Continued..

PS : Congratulation for indyloveskyu203 the third winner of Challenge Me. Here’s your story..