Boyfriend for 365 Days – Chapter 5

Title                 :  Boyfriend for 365 Days

Rate                 : M

Genre              : Romance, Comedy, NC – 17

Pairing             : Yunkyu

Warning          : BL, OOC, Typo (es)

Summary          : Yang satu cuek dan dingin, yang satu lagi keras kepala dan manja. Apa yang terjadi ketika dua namja tampan ini mengetahui bahwa mereka dijodohkan dan harus melakukan pendekatan dalam setahun? Akankah cinta tumbuh diantara mereka?

CHAPTER 5

Kyuhyun memandang Yunho di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. Tunangannya yang dingin itu tengah tersenyum hangat padanya. Mimpikah ia? Yunho sudah mempersiapkan makan malam paling indah dalam hidup Kyuhyun. Di sebuah rooftop restaurant dengan pemandangan paling mengagumkan, dengan puluhan lilin, ratusan kerlip lampu kota Seoul, dan seribu bintang di langit. Dan Yunho menyewa restaurant tersebut hanya untuk dipakai berdua dengan Kyuhyun.

Yunho juga menyiapkan wine kesukaan Kyuhyun sebagai penutup hidangan. Kyuhyun yang tadinya kelaparan jadi kenyang mendadak. Pasalnya ia terlalu gembira, seakan-akan semuanya tidak nyata.

“Hyung.. Ternyata kau..” kata Kyuhyun terbata-bata.

“Aku senang kau menyukainya. Aku hanya ingin kau tahu bahwa walaupun aku terkesan dingin, tapi aku juga punya sisi romantis.” Kata Yunho bangga.

And I’m impressed.” Kata Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan rona merah yang menjalar di pipinya.

“Maafkan aku telah membuatmu tersiksa dengan hubungan ini. Aku mau kau belajar memahami sikapku yang seperti ini. Mungkin aku tidak semanis Donghae, tapi aku bisa belajar untuk membuatmu bahagia.”

Kyuhyun terenyuh. Segala yang diimpikannya telah menjadi nyata. Walaupun ia sendiri tidak tahu Yunho benar-benar mencintainya atau hanya sekedar menghormati perjodohan ini dan berusaha membuatnya bahagia.

Tapi sekali lagi, Kyuhyun tidak peduli. Ia tidak butuh Yunho memiliki perasaan yang sama dengannya. Asal mereka berdua bisa selamanya seperti ini, itu sudah cukup.

Yunho lalu mengajak Kyuhyun bersulang. Mereka meminum wine perlahan, saling menatap satu sama lain. Tidak ada percakapan, hanya mata mereka yang bicara, dengan mulut mereka yang tiada hantinya meminum minuman manis yang memabukkan di tangan mereka itu.

Tak lama kemudian entah dari mana terdengar musik berirama lembut mengalun. Yunho lalu berdiri, mendekati Kyuhyun dan mengulurkan tangannya.

Shall we dance?”

Kyuhyun menerima uluran tangan itu tanpa ragu. Yunho membawanya ke tengah, membantu Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pundak Yunho lalu memeluk pinggang Kyuhyun dengan mesra.

Mereka berdansa perlahan, menikmati alunan musik. Tak sedetikpun Kyuhyun berhenti menatap Yunho. Ia terlalu bahagia, kebahagiaan yang meluap-luap. Hingga ia tak sanggup berkata-kata. Kemudian ia menangis.

“Kyu? Gwenchana? Kenapa kau menangis?” Tanya Yunho cemas. Ia harusnya membuat Kyuhyun bahagia, tapi malah membuat tunangannya itu menangis.

Ketika dilihatnya Kyuhyun tidak menjawab, kembali Yunho bertanya. “Kyu, kau sakit? Kau terlalu banyak minum wine..”

Kali ini Kyuhyun menggeleng. Tapi airmatanya masih senantiasa mengalir di pipinya.

“Kyu, ada apa? Jangan-jangan.. kau tidak suka kejutanku ya? Mian.. Aku..”

“Kamsahaeyo hyung.. Aku.. aku tidak bisa menahan perasaanku. Kurasa.. aku terlalu bahagia. Aku.. aku mencintaimu..” Kata Kyuhyun yakin. Inilah saatnya mengatakan pada Yunho bahwa ia mencintai lelaki itu. Lelaki yang menjadi cinta pertamanya.

*

            Yunho membanting keras pintu apartement di belakangnya. Ia tidak perduli apakah pintu itu nantinya rusak dan ia harus mengeluarkan uang ekstra untuk memperbaikinya. Akal sehatnya tidak ada di tempatnya saat ini.

Perhatiannya masih senantiasa terpusat pada Kyuhyun yang tengah berada dalam gendongannya kini. Kaki Kyuhyun melingkar erat di pinggang Yunho sedangkan tangannya mengunci leher Yunho. Bibir mereka masih senantiasa berpagutan dengan ganasnya sejak mereka turun dari mobil.

Yunho berusaha keras membawa mereka berdua ke kamar, tapi karena terlalu sibuk berkonsentrasi dengan bibir Kyuhyun, ia jadi menabrak semua yang menghalangi jalannya. Alhasil apartement mereka jadi berantakan seperti kapal pecah.

Yunho melepaskan pagutannya dan bibirnya turun menyapu leher mulus Kyuhyun. Terkadang ia menggigit kasar yang membuat Kyuhyun semakin bergairah. Yunho terlihat agresif. Matanya menyala penuh nafsu. Sedangkan Kyuhyun terlena dengan setiap perlakuan Yunho. Sebelah tangannya menjambak rambut Yunho, semantara tangannya yang  lain meremas pundak lelaki itu dengan kuat.

Begitu mereka tiba di kamar, Yunho tidak membuang-buang kesempatan. Di baringkannya Kyuhyun dan melucuti pakaian Kyuhyun satu persatu hingga tidak tersisa. Tangan Kyuhyun tak kalah cepat bergerak. Ia melakukan hal yang sama dengan yang Yunho lakukan saat ini.

Begitu tubuh mereka polos seutuhnya, begitu dirasakannya benda asing diantara kaki Yunho menyentuh ujung perutnya. Hilanglah semua kecemasan juga pikiran-pikiran tentang perasaan Yunho padanya selama ini. Berganti dengan pikiran-pikiran liar akan kenikmatan duniawi yang sebentar lagi akan dirasakannya, untuk pertama kalinya.

*

            Kyuhyun terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya, terutama di ujung prostatnya. Ia tak henti-hentinya tersenyum malu jika mengingat rangkaian kegiatannya semalam bersama Yunho. Ia menutup wajahnya yang memerah menahan malu. Ingin sekali ia meledak saat itu juga mengingat ia akhirnya melakukan hubungan seksual dengan orang yang dicintainya.

Ia menoleh ke kanan dan mengelus tempat kosong yang semalam ditiduri Yunho. Kyuhyun bergeser dan menjatuhkan kepalanya di tempat itu. Wangi parfum Yunho bercampur keringatnya masih menempel dengan sempurna disana. Kembali Kyuhun menenggelamkan wajahnya di sprei putih itu dan tersenyum malu. Ia terlalu bahagia. Wangi yang dihirupnya itu begitu memabukkan hingga ia enggan untuk bangun.

Kyuhyun lalu meraih ponselnya. Ada satu pesan disana dari Yunho.

Aku ada meeting pagi ini, dilanjutkan mengunjungi proyek hingga sore. Aku akan pulang setelah itu. Istirahatlah, aku tahu kau lelah.

Setelah membaca pesan itu Kyuhyun berteriak girang sambil berlompat-lompat di atas tempat tidur Yunho. Ia lalu bangun dan mengenakan kimono yang tergantung tak jauh dari tempat tidur. Kimono itu tampak kebesaran di tubuhnya yang kurus, tapi Kyuhyun merasa nyaman memakainya. Ia merasa seperti dipeluk oleh si pemilik kimono.

Disusurinya kamar Yunho yang terkesan gentle itu. Di raihnya pigura di atas meja yang memperlihatkan Yunho berfoto dengan ayahnya. Lalu dibukanya lemari pakaian Yunho dan mengelus baju-baju Yunho yang tergantung dengan rapi.

Lalu mata Kyuhyun jatuh pada sebotol parfume disana. Ia meraihnya dan mengendusnya. ‘Ini parfum yang sering dipakai oleh Yunho hyung.’ pikir Kyuhyun. Kemudian dibawanya parfum itu ke kamarnya dan menyemprotkannya ke bantal, sprei, baju-bajunya, piyamanya, bahkan ke kimono mandinya sendiri. Kyuhyun baru sadar akan kenakalannya ketika isi dari botol ditangannya telah berkurang separuhnya.

Kyuhyun terkejut bukan main. ‘Mati aku. Pasti Yunho hyung akan marah padaku kalau tahu aku menghabiskan setengah dari parfumnya.’

Tapi Kyuhyun malas memikirkan resikonya. Ia dengan santai mengembalikan botol tersebut ke tempatnya lalu menuju ke ruang makan. Dan lagi-lagi Kyuhyun dikejutkan oleh sepiring roti bakar dan segelas susu yang sudah tersaji di atas meja makan.

Lagi-lagi Kyuhyun menjerit-jerit senang. Dengan lahap ia menandaskan isi piring itu. Sambil meminum susunya, ia berpikir ‘Ternyata jatuh cinta itu sangat menyenangkan. Kenapa tidak dari dulu saja aku merasakannya.’

Kyuhyun melihat ke sekeliling apartement, rapi dan bersih. Padahal seingatnya semalam hancur berantakan karena ‘aktivitas’nya bersama Yunho.

“Wahhh.. Yunho hyung benar-benar lelaki hebat. Ia masih sempat membersihkan ruangan dan menyiapkan sarapan untukku. Calon suami ideal.”

Seharian itu Kyuhyun hanya tidur-tiduran sambil tersenyum-senyum bahagia. Ia enggan melakukan aktivitas lain kecuali berendam berlama-lama di bath up. Ia bahkan menolak ajakan Zhoumi untuk makan siang bersama karena ia belum rela membagi kebahagiaannya dengan orang lain. Ia masih ingin menikmatinya sendiri.

*

Bunyi bel membuyarkan lamunan Kyuhyun. Diliriknya jam dinding, waktu baru menunjukkan pukul lima sore. ‘Siapa yang datang? Seharusnya Yunho hyung baru akan pulang sekitar sejam lagi.’ Kata Kyuhyun dalam hati.

Dibukanya pintu apartementnya dan terkejut luar biasa. Kedua orang tuanya dan Mr. Jung datang, bersama seorang yeoja cantik. Baru kali ini Kyuhyun melihatnya.

“Eh? Kenapa ramai sekali? Ada apa ramai-ramai kemari?”

“Kami merindukanmu, Kyu. Masa tidak boleh datang? Kau ini kejam sekali.” Kata Ny. Cho pura-pura tersinggung.

“Bukan begitu, eomma. Aku hanya terkejut. Kalau kalian bilang sebelumnya kan aku bisa menyiapkan sesuatu.” Kata Kyuhyun membela diri.

“Tidak apa-apa. Kami hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja. Sudah tujuh bulan lamanya kalian tinggal bersama. Tak lama lagi kalian harus memutuskan akan terus bersama atau berpisah, bukan?” kata Mr. Cho menjelaskan.

Mr. Jung mengangguk. “Oh ya Kyu, kenalkan ini Hyoyeon. Dia adalah hoobae Yunho dan Changmin semasa kuliah dulu.”

Yeoja bernama Hyoyeon itu menunduk memberi hormat dan tersenyum pada Kyuhyun. Lalu Mr. Jung kembali berbicara.

“Kebetulan ia mengunjungi Seoul dan mencariku. Setelah lama tidak kontak dengan kedua sunbaenya, tentu saja Hyoyeon merindukan mereka. Maka aku membawanya kemari. Tapi Yunho dan Changmin belum tahu hal ini, kuharap ini akan jadi kejutan yang menyenangkan buat mereka. Tadi aku sempat menghubungi Yunho, dia bilang sedang dalam perjalanan kemari bersama Changmin. Kebetulan yang baik, bukan?”

Kyuhyun mengangguk. Yah, sepertinya nantinya reuni alumni Harvard akan segera terjadi di apartementnya. Semoga saja yeoja ini tidak seperti Changmin. Lalu dilihatnya Hyoyeon mendekatinya.

“Anneyong haseyo, Kyuhyun-ssi. Jung ahjussi sudah menceritakan padaku bahwa kau adalah tunangan Yunho oppa. Katanya kalian dijodohkan.” Kata Hyoyeon.

Kyuhyun tersenyum. “Benar. Kami memang dijodohkan. Tapi karena kami belum saling mengenal saat itu, maka kami diberi waktu setahun untuk saling mengenal dan yah.. saling menyukai seperti harapan orang tua kami.”

“Lalu bagaimana perkembangan kalian?” Tanya Hyoyeon lagi.

“Kami masih dalam tahap pendekatan. Kau tahu sendiri bagaimana sikap Yunho hyung, agak susah bagiku untuk mengetahui isi hatinya dengan jelas.” Kata Kyuhyun malu-malu.

“Aha.. biar kutebak, kau sudah menyukai Yunho oppa yah? Memang dia agak dingin dan angkuh. Tapi jika kita sudah mengenalnya dengan baik, kita akan tahu kalau ia benar-benar orang yang baik dan penuh perhatian.”

Kyuhyun jadi senyum-senyum sendiri mendengar kata-kata Hyoyeon. Mengingat apa yang semalam hingga tadi pagi dialaminya.

“Oppa..!”

Kyuhyun tersadar mendengar jeritan Hyoyeon. Dilihatnya gadis itu berlari memeluk Yunho dan Changmin secara bergantian. Ternyata kedua namja itu sudah tiba dan sangat terkejut melihat siapa yang datang berlari menyongsong mereka.

“Hyoyeon-ah, kau ada disini? Huaa.. Tak kusangka kita bertemu lagi.” Kata Changmin antusias.

Yunho terlihat tersenyum manis menatap hoobaenya itu. Sedangkan semua yang tersisa di ruangan itu ikut menikmati suasana  reuni yang menyenangkan itu. Kyuhyun langsung membuang muka dari sekelompok lulusan Harvard itu.

“Kyu, bergabunglah dengan mereka. Bukankah ada baiknya kau berteman dekat dengan teman-teman Yunho juga?” Tanya Mr. Cho.

“Yang benar saja, appa. Mereka tengah membicarakan masa-masa kuliah mereka. Aku kan tidak kuliah di tempat yang sama dengan mereka.” Elak Kyuhyun.

“Justru bagus, kau jadi tahu Yunho seperti apa kan semasa masih jadi mahasiswa dulu?” kali ini Mr. Jung yang berbicara.

Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Mr. Jung sudah memanggil Yunho dan kedua temannya itu untuk bergabung bersama mereka. Ketika pandangan matanya bertemu dengan Yunho, Kyuhyun terkesiap. Ia tidak tahu harus bersikap apa. Namun teryata Yunho tersenyum kecil yang membuat Kyuhyun lega.

Kumpulan orang tua dan anak muda itupun berbicara panjang lebar mulai dari masa kuliah Yunho dan kawan-kawannya, bisnis hingga urusan perjodohan Kyuhyun dan Yunho.

“Bagaimana kalian? Sebentar lagi kalian sudah harus memutuskan akan bagaimana kedepannya. Jadi pergunakan waktu kalian sebaik-baiknya.” Kata Mr. Jung.

“Apa sudah ada perkembangan?” Tanya Ny. Cho.

Seperti biasa, Yunho lah yang akan menjawab mewakili mereka berdua. “Kami semakin dekat. Hubungan kami semakin membaik pula. Tapi memang kami butuh waktu untuk benar-benar yakin akan keputusan kami nanti.”

Mr. Cho mengangguk lalu menoleh pada Kyuhyun. “Bagaimana denganmu, Kyu? Apa selama kalian tinggal bersama pernah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan?”

Kyuhyun menggeleng. “Segalanya baik-baik saja, appa. Tapi aku sedikit bosan. Appa menyuruhku tidak usah bekerja, membuatku bosan setengah mati. Aku ingin kembali bekerja. Tidak adil jika hanya Yunho hyung saja yang bekerja.”

“Tapi aku bisa mengerjakan semuanya. Kau di sini saja. Kau bisa melakukan pekerjaan lain untuk apartement ini. Pekerjaan di luar sana berat, Kyu.” Kata Yunho menengahi.

“Tidak. Aku ingin kembali bekerja. Kalau appa tidak mau mengembalikanku ke kantor, aku akan mencari pekerjaan di tempat lain.” kata Kyuhyun keras kepala.

Ini sudah dipikirkannya sejak beberapa waktu lalu. Pasalnya ia merasa jadi orang bodoh di rumah sementara Yunho sibuk di luar sana. Jika ada masalah mengenai pekerjaan, Yunho akan menghubungi Changmin. Ini membuat Kyuhyun lebih benci lagi pada Changmin. Maka kembali bekerja adalah solusi yang tepat.

“Baiklah, kau akan kembali ke kantor. Kau bisa mulai besok. Kau tentu masih ingat dengan baik apa saja yang harus kau lakukan mengingat kau sudah absen selama tujuh bulan.” Kata Mr. Cho menanggapi Kyuhyun.

“Tentu saja. Aku akan bekerja keras mulai besok. Kamsha hamnida appa.” Kata Kyuhyun berseri-seri.

“Aku masih tidak setuju Kyuhyun bekerja.” Kata Yunho. Ia menatap Mr. Cho lalu Kyuhyun secara bergantian lalu melanjutkan.

“Fisik Kyuhyun agak lemah. Aku tidak mau ia jatuh sakit karena terlalu lelah. Selagi aku bisa, biarkanlah aku yang bekerja.”

Mr. Cho menatap Yunho bangga. “Benar-benar pria yang bertanggung jawab.”

Namun Mr. Jung malah meledek. “Kau ini manis sekali, Yunho. Kau khawatir pada Kyuhyun ya?”

Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lalu didengarnya Hyoyeon bicara.

“Oppa, aku rasa ada baiknya kau menyetujui permintaan Kyuhyun-ssi. Bukankah lebih baik kalau kalian sama-sama bekerja? Jadi kalian bisa saling membantu kan?”

“Kalau ia bekerja denganku, aku justru tidak khawatir. Aku bisa memperhatikannya setiap saat. Tapi dia akan kembali ke perusahaan appanya.” Kata Yunho lagi.

“Tenang saja, aku akan mencarikan asisten untuknya. Yang bisa membantunya bekerja hingga dia tidak terlalu lelah nantinya.” Kata Mr. Cho meyakinkan Yunho.

“Nah, dengar kan, oppa? Sudahlah, kau tidak perlu khawatir. Kyuhyun-ssi akan baik-baik saja. Iya kan, Kyuhyun-ssi?” Tanya Hyoyeon pada Kyuhyun.

Entah mengapa Kyuhyun tidak suka pada pandangan itu. Dan melihat posisi duduk Hyoyeon yang sedikit memunggungi Changmin dan menghadap ke Yunho membuat Kyuhyun cemas kalau saingannya kini bertambah.

Lalu didengarnya Hyoyeon bicara lagi. “Jung ahjussi, bolehkah aku mengunjungi Yunho oppa dan Changmin oppa ketika mereka bekerja? Aku juga akan segera terjun ke lapangan kerja, jadi aku ingin belajar.”

“Tentu saja, boleh. Kalau mau, kau boleh ikut menangani pekerjaan mereka.” Kata Mr. Jung sambil tersenyum senang. Melihat itu kepala Kyuhyun jadi pusing.

What the hell?’ pikirnya.

Tak lama kemudian, Hyoyeon meminta ijin untuk ke kamar mandi dan meminta Yunho mengantarkannya. Tapi dengan sigap Kyuhyun menawarkan diri dengan alasan Yunho pasti lelah karena seharian bekerja, ia ingin Yunho duduk saja dulu menemani orang tua mereka.

Kyuhyun dan Hyoyeon pun ke belakang bersama. Sesampainya disana, Hyoyeon menghentikan langkah Kyuhyun dan berbicara dengan nada dingin.

“Dengar, Mr. Cho yang terhormat. Aku tahu benar bahwa Yunho oppa tidak setuju dijodohkn denganmu. Ia hanya menghormati orang tua kalian. Aku tidak akan membiarkan Yunho oppa mengambil keputusan yang salah dengan menikahimu. Dengan lima bulan yang tersisa, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku. Jadi, jika kau tidak keberatan, get out of my way.”

Gadis itu lalu pergi sebelum menabrak Kyuhyun dengan kasar sebelumnya. Kyuhyun diam menahan emosinya.

“Kalau kau berhasil merebutnya dariku, namaku bukan Cho Kyuhyun.”

*

yunho milkyway007

To Be Continued..

PS : Congratulation for Sabrina, the first winner of Challenge Me. Here’s your story..

105 thoughts on “Boyfriend for 365 Days – Chapter 5

  1. Kyaaaaaa
    hyehyeon eonni bener-bener keterlaluan,
    aku jadi sebel ma dia.
    ok pertempuran dimulai.
    Kyupa segera siapkan tentaramu untuk menyerang yeoja itu,
    dan untuk Yunpa, bersiap-siaplah melihat dua kubu yang akan memperebutkanmu >_<

  2. Wah.. wah.. wah… awalnya sih senyum senyum. Abis yunho-nya maniiis.. bikin gemes. Makin ke akhir, makin gak enak. Hyoyeon-nya modus banget deh. #JambakHyoyeon

  3. aahh saingan kyu byk bgt…..lebih suka klo kyu yg jd rebutan…lebih kocak…apalagi ma hae si ikan

  4. Aish ~~
    Knpa jga hyeyon mau ganggu hubungan YunKyu ..
    Geregetan sama hyeyon ~~

    Auw , co cweet banget yunho ..
    Dinner dii tempat yang romantis ..

  5. What the hell, Hyo. Ada udang dibalik gorengan ternyata,
    tapi baguslah Yun, kau mulai bertanggung jawab, dan ternyata ada enceh-nya walau dikit, arrggh…

  6. Hmmmm konflik yg sbnarnya…. Dr awal dtng udh crga ni sm Hyoyeon, jd kesel sm dy….

    btw aneh rsnya ngliat sikap kyu sm chwang. merka kan partner in crime…. apa Kyu nggk bs brdamai ama Changmin. Cwang nggk bkl ngrbut Yunho kok…

  7. Uwaaaa,,,, yunkyu sudah melakukannya,, hhhh😀😀 pke malu malu meong lagi si Kyukyu,, ckck
    Oigoo,, ada masalah lagi nih,,!!! Huft fighting Kyu,, yakin yunho cuma milik kamu,, gag ada yg lain.

  8. Wow!!!aku spechless.
    Nggak nangka yunkyu bakalan berhubungan intim secepat itu…

    Eh?ternyata saingan nya kyu nambah lagi,kyk nya lebih berat deh

  9. Doohh, kenapa harus ada orang yg berusaha ngancurin YunKyu lagi -_- padahal Yunkyu udah akur semenjak ngelakuin adegan xD

  10. wah ada saingan lagi nih buat kyunnie -_-
    btw, knp gak ada nc nya pas mereka lagi ‘itu’ ?? wkwkwkwk

    izin baca chap selanjutnya🙂

  11. Hahaha babykyunie ayo semangat jagain yunppa jgn smpe kerebut sm nenek sihir tu,,,, tp jgn jambak2an ne, nanti babykyunie lecet2 lagi hehehe

  12. Waah saingan Kyu bertambah nih, tp smg YunKyu semakin mesra, lanjuuuut lg ya thor. Gomawo ^^
    Keep writing n semangaaaat ne😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s