Long Time Coming – Chapter 9

Title                 :  Long Time Coming

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pairing             : WonKyu, KyuHae

Warning          : BL, OOC, typo (es)

Summary          : Kyuhyun selalu terbayang akan memory sang kekasih yang meninggalkannya sekian lama. Tidak seharipun ia bisa melupakan kenangan indah mereka. Akankah Kyuhyun menyerah?

CHAPTER 9

Siwon termenung menatap tuxedo putih yang akan dikenakannya minggu depan. Ia pastinya akan tampak gagah memakainya. Tapi entah mengapa semakin dekat hari pernikahannya, ia semakin ragu akan keputusannya. Apalagi setelah ia melihat Donghae dan Kyuhyun berciuman.

Awalnya ia lega karena Kyuhyun mendapatkan orang baik seperti Donghae, ia yakin dengan cepat luka di hati Kyuhyun akan pulih. Tapi lama kelamaan ia jadi tidak rela karena ternyata Kyuhyun mulai mencintai Donghae juga. Siwon akan tenang kalau seandainya Kyuhyun hanya mencintainya tapi raganya bersama Donghae. Egois memang, tapi itulah yang ia rasakan.

Ia masih ingat dengan jelas ketika Kyuhyun dan Donghae berciuman. Entah siapa yang memulai duluan, tiba-tiba mereka sudah saling berpagutan. Tanpa ada paksaan, tanpa nafsu. Mereka berciuman panjang dengan sepenuh jiwa dan perasaan. Dan kenyataan bahwa Kyuhyun tampak menikmatinya lah yang membuat Siwon sakit.

Ia tidak rela Kyuhyun berpaling darinya. Tapi juga ingin Kyuhyun bahagia karena ia sendiri tidak bisa membahagiakan Kyuhun. Lalu diingatnya hari dimana Donghae keluar dari rumah sakit. Kyuhyun dan kedua sahabatnya menjemput Donghae. Ketiganya tampak sangat menyayangi lelaki sakit itu. Beruntungnya Donghae karena punya sahabat-sahabat yang menyayanginya, tidak seperti dirinya yang selalu sendirian. Dulu ia cuma punya Kyuhyun, tapi sekarang walaupun ia punya banyak teman model, tunangan yang cantik, serta penggemarnya di luar sana. Tetap saja ia selalu merasa sendirian.

Beberapa hari ini Siwon terus membuntuti Kyuhyun kemanapun lelaki itu pergi. Ia hanya ingin melihat Kyuhyun sebelum ia benar-benar pergi dari kehidupan lelaki itu. Namun kegiatan Kyuhyun hanya bekerja dan menjaga Donghae. Ia juga sudah pindah ke apartement Donghae. Ini menyakitkan.

Lalu datang pikiran itu. pikiran jahat yang merasukinya. Bagaimana kalau Kyuhyun ternyata mendampingi Donghae hanya karena kasihan? Bukankah Donghae akan mati? Ya, pasti seperti itu. Siwon tersenyum puas akan pemikirannya itu. Namun ia teringat lagi akan adegan ciuman yang dilakukan oleh Donghae dan Kyuhyun. Kembali ia ragu.

“Aku tidak bisa terus begini. Aku harus memastikan kebenarannya.” Kata Siwon pada dirinya sendiri. Ia lalu menyambar kunci mobilnya dan mengemudi ke arah apartement Donghae. Sengaja ia pilih siang hari karena ia tahu Kyuhyun sedang bekerja.

Ketika sampai di pintu apartement Donghae, dengan gugup ia menekan bel. Tak beberapa lama Donghae membuka pintu. Ia tampak terkejut tapi mempersilahkan Siwon masuk.

“Kyuhyun sedang bekerja. Ia ada di café jika kau ingin menemuinya.” Kata Donghae.

Siwon jadi tidak enak hati karena Donghae masih tetap memperlakukannya dengan baik. “Tidak, aku kesini untuk mencarimu.”

Lagi-lagi Donghae tampak terkejut. “Mencariku? Ada apa? Apa kau ingin menanyakan iklanmu? Tenang saja, aku adalah orang yang menepati janji. Iklannya sudah di edit, kemungkinan minggu depan akan segera ditayangkan. Kau tidak usah khawatir.”

Siwon menggeleng. “Bukan, bukan itu. Aku..  AKu ingin menanyakan sesuatu.”

Donghae terdiam. Ia yakin Siwon akan menanyakan perasaannya pada Kyuhyun. Tapi dengan sabar ia tersenyum. “Tanyakanlah.”

Siwon tampak ragu sejenak. Ia memandang Donghae dengan cermat lalu memutuskan untuk menanyakan keraguannya.

“Donghae-ssi, maaf kalau aku terkesan lancang. Aku ingin sekali tahu mengapa kau tidak ingin diobati. Kata dokter kau masih punya harapan hidup tapi kau justru menolaknya. Kenapa? Kukira kau mencintai Kyuhyun?”

Donghae lalu tersenyum sedih. “Aku memang mencintainya. Amat sangat mencintainya. Kau tahu, aku langsung jatuh cinta padanya sejak pertama ia datang dan melamar pekerjaan di cafeku. Awalnya aku berusaha agar ia menyukaiku, namun ketika aku tahu ia tengah menunggu seseorang, aku langsung mundur. Ia sangat terbuka padaku, Changmin dan Minho. Ia selalu menceritakan segalanya tentangmu. Tidak sedikitpun ia mengeluh kalau kau tidak menghubunginya atau kau tidak pulang setelah pergi beberapa lama.”

“Ia selalu bercerita tentang indahnya saat-saat kebersamaan kalian. Tentang cintanya yang terlalu dalam untukmu. Tentang hatinya yang tidak bisa lagi merasakan cinta selain padamu. Kau tahu, kamilah yang mengambil kesimpulan bahwa kau adalah laki-laki brengsek yang dengan tega menggantungkan harapan palsu padanya. Yang dengan tega pergi tanpa memberi kabar.”

“Ia tidak pernah menyalahkanmu. Bahkan menceritakan kejelekanmu saja tidak pernah. Ia hanya bilang kau pasti sibuk sekali hingga tidak sempat menghubunginya. Dan ia yakin bahwa hanya dirinya di hatimu. Naif sekali, tapi itulah Kyuhyun. Ia juga selalu berdoa untuk kesehatan dan keselamatanmu. Changmin dan Minho sampai bosan mendengarnya. Sedangkan aku sangat iri denganmu karena kau dicintai oleh seseorang yang setulus itu.”

“Maka aku hanya bisa membantu melindunginya. Memberinya sandaran ketika ia rapuh, mengobatinya ketika ia terluka, menyemangatinya ketika ia jatuh. Aku tidak berani berharap lebih, karena penantiannya selama delapan tahun adalah bukti nyata betapa ia mencintaimu. Tidak ada tempat lain untuk lelaki lain.”

“Inilah sebabnya aku tidak ingin bertahan hidup. Seumur hidupku, baru kali ini aku mencintai seseorang. Dan ketika aku merasa ‘he is the one’, aku dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia takkan pernah jadi milikku. Untuk apa aku bertahan pada ketidakpastian? Tapi aku akan selalu melindunginya walaupun aku sudah tidak ada lagi. Dengan begitu aku akan tenang.”

Siwon terdiam cukup lama. Lidahnya kelu. Di sisi lain ia merasa bahagia karena ternyata Kyuhyun mencintainya lebih dari yang ia bayangkan selama ini. Tapi di sisi lain ia merasa amat berdosa dan jahat karena meninggalkan Kyuhyun sekian lama. Ia salut pada rasa cinta Donghae yang begitu tulus. Ia sendiri tidak yakin apa ia juga bisa melakukan hal yang sama untuk Kyuhyun. Ia tidak bisa merelakan karirnya sementara Donghae rela meninggalkan dunia hanya untuk Kyuhyun. Dan Siwon belum pernah merasa amat berdosa seperti ini.

“Donghae-ssi, sembuhlah untuk Kyuhyun. Aku yakin hanya kau yang bisa membuatnya bahagia. Aku tidak mau ia sendirian.” Kata Siwon memohon.

Donghae tersenyum sembari menggeleng lemah. “Walaupun aku ada disampingnya, ia tetap tidak bisa melihatku. Ia hanya mencintaimu. Seribu lelaki pun tak ada yang bisa menggantikan tempatmu di hatinya. Jika aku tetap disampingnya, aku hanya bisa merasakan sakit karena ia tidak akan pernah mencintaiku. Saat ini ia hanya sedang rapuh karena ia kecewa padamu. Ia ingin aku ada disampingnya karena selama delapan tahun terakhir akulah yang selalu menemaninya. Aku tahu ia menyanyangiku, tapi itu bukan cinta.”

Siwon ingin mencakar dirinya sendiri. Jika ia tidak haus akan kejayaan, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Cara apapun yang ditempuh hanya akan membuat Kyuhyun yang terpuruk. Ia korban dari segala masalah yang terjadi. Dan untuk itu Siwonlah yang patut dipersalahkan.

*

            Sepulangnya dari tempat Donghae, Siwon menelepon Kyuhyun dan meminta lelaki itu menemuinya di depan café, tepat dalam mobil Siwon. Ia tidak ingin masuk ke dalam karena jika Changmin atau Minho melihatnya, maka keributan akan terjadi. Maka Siwon hanya menunggu Kyuhyun dengan sabar dalam mobilnya. Tak lama kemudian Kyuhyun muncul lalu segera masuk dalam mobil Siwon.

“Kau ingin bicara apa, Siwon-ssi? Cepat katakan karena aku tidak punya banyak waktu.”kata Kyuhyun dingin.

Siwon sadar sekali bahwa Kyuhyun amat membencinya saat ini. Dan ia menerima itu. ia memang layak mendapatkannya. Kyuhyun bahkan tidak memanggilnya dengan sebutan ‘hyung’ seperti biasanya.

“Aku tidak akan lama, aku janji. Aku hanya ingin memastikan sesuatu.”

“Apa lagi? Bukankah semuanya sudah jelas?” kata Kyuhyun masih dengan nada dingin yang sama.

“Aku ingin menanyakan, apakah kau benar-benar menyukai Donghae atau hanya kasihan padanya?” Tanya Siwon.

Kyuhyun mendengus. “Untuk apa kau tahu? Itu bukan urusanmu, bukan?”

“Kumohon Kyu, aku hanya ingin tahu. Setidaknya aku benar-benar yakin kau sudah menemukan pendamping yang tepat.”

Kyuhyun menoleh memandang Siwon tajam. “Kau tahu dengan pasti tidak akan ada yang jadi pendampingku. Mengapa masih bertanya? Kau tahu benar kalau Donghae hyung menolak untuk sembuh dan lebih memilih mati daripada hidup denganku. Lalu untuk apa kau menanyakannya? Kau ingin mengejekku?”

Raut wajah Siwon berubah sedih. “Karena aku baru saja bertemu Donghae. Dan ia menceritakan segalanya padaku. Tentang perasaanya, tentang rasa sakitnya, tentang alasan mengapa ia lebih memilih mati.”

“Katakan padaku, semua yang diceritakan Donghae hyung padamu. Aku harus tahu.” Kata Kyuhyun cepat.

“Tidak sebelum kau menceritakan perasaanmu yang sesungguhnya padanya. Aku juga harus tahu,” Kata Siwon tegas.

“AKU MENCINTAINYA…! PUAS?” Raung Kyuhyun marah. “Kau pikir aku kasihan padanya? TIDAK! KAU SALAH! Aku mencintainya karena segalanya yang ia lakukan untukku. Aku mencintainya karena perhatiannya padaku. Aku mencintai semua yang ada dalam dirinya. Kesabarannya, ketulusannya, keikhlasannya. Semuanya! Bisakah kau bayangkan bagaimana perasaanmu jika orang yang kau cintai meregang nyawa? Apa yang kau rasakan jika orang yang kau kasihi akan pergi meninggalkanmu selamanya?”

Siwon terdiam sebentar lalu menceritakan segalanya pada Kyuhyun. alasan mengapa Donghae tidak mau hidup lagi. Alasan mengapa Donghae sangat mencintai Kyuhyun. lalu ia melanjutkan.

“Tapi dia memilih mati, Kyu. Ia tidak mau hidup lagi. Dan kau akan sendirian lagi selamanya. Aku sudah berpikir, aku akan membatalkan pernikahanku dengan Tiffany. Aku akan mengakui semuanya pada pers dan menanggung akibatnya. Aku tidak ingin kau sendirian, Kyu. Aku sudah pernah melakukan kesalahan, aku akan menebusnya kembali.” Kata Siwon mantap.

“Kembali padaku? Dan menghancurkan hati orang lain? Aku tidak perduli pada karirmu, aku hanya peduli oleh korbanmu yang lain. Orang yang akan merasakan sakit yang sama setelah kau tinggalkan. Kau pikir aku tega melakukannya? Dan mengapa baru sekarang kau menyadarinya? Mengapa bukan dari dulu, sebelum kau menjamah hati tunanganmu?” kata Kyuhyun tajam. Ia marah sekali pada Siwon saat ini.

“Karena aku mencintaimu, Kyu. Aku baru sadar kalau kaulah yang kubutuhkan. Aku tidak bisa bahagia jika melihatmu sakit. Jika aku menikah, Donghae meninggal, siapa yang akan menjagamu? Aku tidak sanggup melihatmu menderita lagi, Kyu. Aku akan meninggalkan semuanya, hanya untukmu.” Kata Siwon seraya menggenggam kedua belah tangan Kyuhyun.

Kyuhyun segera menarik tangannya dan memandang Siwon dengan tatapan jijik. “Kau… kau bukan manusia. Jika kau memang manusia, kau adalah mausia paling jahat yang pernah aku kenal. Lebih baik aku sendirian selamanya daripada harus hidup bahagia denganmu diatas penderitaan orang lain. Cukup aku yang menderita, aku tidak ingin membuat orang lain merasakan hal yang sama denganku. Selamat tinggal Choi Siwon.”

Kyuhyun lalu keluar dari mobil Siwon dan berlari secepat mungkin memasuki café. Tanpa peduli Siwon yang memanggil-manggilnya dengan raungan histeris.

*

            Ketika Kyuhyun pulang, ia mendapati Donghae sedang duduk di meja kerjanya sambil  memandang obat-obatan yang diberikan dokter padanya. entah apa yang dipikirkan lelaki itu. tapi tampaknya ia bimbang sekali.

“Minum obat-obat mu hyung.” Perintah Kyuhyun dengan tegas.

Donghae terlonjak. “Kyu, kau membuatku kaget setengah mati. Kau sudah pulang rupanya. Makanlah dulu, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Aku juga akan menyiapkan air panas untukmu agar setelah makan kau bisa mandi lalu beristirahat.”

“Aku tidak akan makan sebelum kau meminum obatmu, hyung.” kata Kyuhyun tanpa mengindahkan kata-kata Donghae sebelumnya.

“Kyu, jangan seperti ini. Kau tahu aku sangat menyayangimu. Aku akan sedih jika kau sakit. Apa kau tega melihatku bersedih?” bujuk Donghae.

“Kau juga tahu aku menyayangimu, hyung. Jika kau tidak mau minum obatmu, kau akan membuatku sedih. Apa kau tega melihatku sedih?” balas Kyuhyun. Raut mukanya tampak keras.

“Ayolah Kyu, kau tahu ini berbeda. Aku..”

“Aku tidak mau mendengar alasan. Kau akan meminum obatmu sekarang lalu akan pergi bersamaku ke riumah sakit besok untuk mengatakan pada dokter bahwa kau siap untuk dioperasi.” Kyuhyun melanjutkan.

“Tidak! Aku tidak akan melakukannya! Kau tahu pasti itu.” Tolak Donghae seraya memalingkah wajahnya dari Kyuhyun.

“Aku tahu semua alasanmu mengapa kau menolak untuk hidup. Karena kau merasa terbebani olehku. Kau ingin menghindariku yang selalu menyusahkanmu. Bahkan kau benci sekali karena aku terus-terusan merepotkanmu.” Kata Kyuhyun. Ia tahu yang ia ucapkan 100% berbeda dari apa yang didengarnya dari Siwon. Tapi ia harus melakukan ini.

“Tidak! Itu tidak benar. Hal terakhir yang ingin kulakukan sebelum aku mati adalah membahagiakanmu. Kau yang terpenting, kaulah yang utama Kyu. Mana mungkin aku pernah merasa terbebani? Aku.. aku mencintaimu Kyu, lebih dari apapun.” kata Donghae. Sakit sekali rasanya mendengar Kyuhyun bicara seperti itu.

“Kalau begitu buktikan. Hiduplah dan damping aku hingga tua nanti. Matilah bersamaku. Jangan pernah meninggalkanku, karena aku juga mencintaimu.”

“Tapi Kyu, aku tidak bisa.. hatimu.. kau hanya mencintai..”

Kyuhyun lalu mengeluarkan sebilah pisau dari balik saku jaketnya. Pisau itu diarahkan tepat di depan perutnya.

“Kalau kau tidak mau meminum obatmu, kalau kau tidak mau ke rumah sakit besok dan meminta dokter untuk mengoperasimu, kau akan melihat mayatku sebentar lagi. Lebih baik aku mati daripada harus hidup tanpamu.” Kata Kyuhyun nekad.

“TIDAK! Jangan Kyu, kumohon.. Baiklah.. aku akan meminumnya sekarang juga. Tapi tolong, buang pisau itu, jebal..” kata Donghae panik. Dengan cepat ia meraih botol obatnya dan mengeluarkan isinya. Diminumnya obat-obatnya lalu menenggak air putih.

Melihat itu Kyuhyun lalu jatuh bersimpuh dengan kedua lututnya. Ia menangis. Donghae berlari ke arahnya. Mengambil pisau Kyuhyun dan membuangnya sembarangan. Dipeluknya tubuh Kyuhyun dan ikut menangis bersama lelaki yang dicintainya itu.

“Jangan lagi, Kyu. Jangan lagi kau mencoba membunuh dirimu. Kumohon. Jangan buat diriku menderita. Aku akan menuruti semua keinginanmu. Aku akan meminum obatku dengan rutin, aku akan ke rumh sakit besok dan mengatakan pada dokter bahwa aku siap menjalani operasi dan pengobatan lainnya. Aku akan sembuh untukmu, Kyu. Aku tidak akan meninggalkanmu, aku janji.” Kata Donghae dalam tangisnya. Terdengar jelas ketakutan dalam suaranya.

Kyuhyun bernafas lega. Akhirnya Donghae mau mendengarkannya. Ia sempat berpikir bahwa ia benar-benar akan menusukkan pisau tadi ke perutnya agar Donghae tahu bahwa ia benar-benar serius dengan perkataanya. Ia hanya ingin lelaki itu tahu bahwa ia benar-benar mencintai Donghae.

“Kyu.. kau mendengarkanku kan? Jangan pernah melakukan hal bodoh itu lagi, ne?” kata Donghae masih khawatir.

Kyuhyun mengangguk dalam pelukan Donghae. “Asal kau mau sembuh, itu sudah cukup bagiku. Saranghae hyung..”

“Nado.. Nado saranghae, Kyu.”

*

tumblr_ltdrhhZjj91qdrljto7_250

To Be Continued..

91 thoughts on “Long Time Coming – Chapter 9

  1. sneng dnger hae mw d’operasi..mogga” hae smbuh.
    dan bza dmpingi kyu truz gntiin wondad.
    biar wondad tau rsa..*ditimpuk

  2. huhu bru nemu ff nii crita’a daebakk _ nysell gx bca dr dluu_ min mnta password ch.10 dong udahh pnasarann bgd JEBALLLLLL -_-

  3. .. udah kegirangan bgt td pas kyu mau nusuk perutnya sendiri *plak.. tp malah g’ jd… hehe pdahal udah ngebayangin kyu masuk RS dan donghae ngrasa bersalah.. abis gregetan bgt sih ma donghae kya masih ngeraguin kyuhyun gtu…

  4. Sedih bacanya … sampai nangis masak ?.. HaeKyu FIGHTING !! Eonnie minta pw nya chap 10 boleh ? ^_^ #maafbarukomensekarang

  5. whoaa mian baru comment di chap9. hehe ..
    aku dukung KyuHae ^^ donghae moga2 juga cpt sembuh…
    eonni boleh minta pw chap 10? sekalian link.nya boleh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s