Long Time Coming – Chapter 7

Title                 :  Long Time Coming

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pairing             : WonKyu, KyuHae

Warning          : BL, OOC, typo (es)

Summary          : Kyuhyun selalu terbayang akan memory sang kekasih yang meninggalkannya sekian lama. Tidak seharipun ia bisa melupakan kenangan indah mereka. Akankah Kyuhyun menyerah?

CHAPTER 7

Donghae keluar dari rumah sakit beberapa hari setelahnya. Kyuhyun memutuskan untuk tinggal di apartement Donghae dalam rangka membujuk lelaki itu untuk menerima pengobatan. Selain itu, ia tidak ingin Donghae sendirian dalam menghadapi sakitnya.

Donghae mati-matian menolak bantuan Kyuhyun dengan alasan ia baik-baik saja. Tapi Kyuhyun tidak bisa ditolak. Ia bersikeras tinggal bersama Donghae selama beberapa waktu. Dan Kyuhyun menunjukkan perhatian yang besar pada Donghae. Tidak satupun terlewatkan. Ia juga selalu membuntuti Donghae kemanapun Donghae pergi keluar rumah.

“Hyung, kenapa kau belum juga tidur? Ayo tidur sekarang. Sudah hampir jam sebelas malam sekarang.” Kata Kyuhyun sembari merebut buku di tangan Donghae.

“Ayolah Kyu, aku belum mengantuk. Bagaimana caranya aku tidur?” Protes Donghae.

“Aku akan menemanimu. Aku akan mendongeng untukmu kalau perlu agar kau tertidur sekarang juga.” Balas Kyuhyun.

Donghae baru akan membalas Kyuhyun ketika siaran di televisi menghentikannya. Dilihatnya Choi Siwon bersama tunangannya sedang diinterview di televisi dalam sebuah acara Showbiz. Ternyata mereka ada di Seoul. Keduanya tampak sangat serasi dan mesra. Membuat siapapun iri.

Bagaimana dengan persiapan pernikahan anda? Apakah ada kendala atau hambatan?” Tanya si pembawa acara.

Sejauh ini tidak ada hambatan. Kami melakukan semua persiapannya sendiri karena kami ingin segalanya tampak sempurna.” Jawab Siwon lancar. Raut wajahnya tampak sangat bercahaya, menggambarkan perasaannya.

Lalu setelah kalian menikah kalian akan tinggal dimana? Apakah kalian akan menetap di Cina atau anda akan membawa istri anda kembali ke Korea?

Kali ini tunangan Siwon yang menjawab. “Kami akan kembali ke Korea karena kami sudah membangun agensi artis baru disini. Kami sendiri yang akan menjalankannya. Siwon juga akan melanjutkan karirnya disini

Kalian kelihatan mesra sekali. Kudengar kalian sudah lama berpacaran sebelumnya. Apa rahasia kalian hingga bisa bertahan sejauh ini?

Kami berkenalan ketika aku datang ke Cina. Setelah beberapa lama akhirnya kami pun berpacaran. Sekarang kami genap tujuh tahun bersama.” Kata Siwon. Lalu ia menambahkan.

Tidak ada rahasia khusus. Kami hanya menjalani segalanya apa adanya. Saling mencintai dan memahami satu sama lain. Saling percaya. Saat-saat sulit bagiku adalah ketika Tiffany harus kuliah di Amerika. Tiap hari aku merindukannya. Jika jadwalku kosong, aku segera ke Amerika menyusulnya. Dia benar-benar luar biasa. Dia mampu membuatku tak berpaling sedikitpun darinya.”

Click. Televisi dimatikan. Donghae memandang Kyuhyun dengan iba.

“Tujuh tahun.. tujuh tahun mereka telah bersama. Dan tujuh tahun pula ia tidak pernah menghubungiku. Inilah alasannya mengapa ia tiba-tiba menghilang. Ia mencintai gadis itu dan mencampakkanku begitu saja. Membiarkanku menunggu harapan kosong, membuatku tampak seperti orang idiot yang menanti datangnya pelangi di malam hari.” Bibir Kyuhyun bergetar menahan amarahnya.

“Kyu.. tenanglah.. Jangan lepas kendali..” kata Donghae membujuk Kyuhyun.

Tapi tampaknya Kyuhyun tidak mendengar kata-kata Donghae barusan. Tubuh lelaki itu bergetar menahan amarah. Donghae lalu menenggelamkan tubuh ringkih itu dalam pelukannya. Ia kasihan sekali melihat Kyuhyun menderita seperti itu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ini masalah pribadi Siwon dan Kyuhyun, ia tidak berhak ikut campur.

“Sudahlah Kyu, ingat apa yang pernah kukatakan padamu. Apapun hasil dari pertemuanmu dengan Siwon, kau harus siap menerimanya. Aku tahu kau terluka, tapi kau harus bisa mengikhlaskan segalanya. Masa lalu terkadang menyakitkan, Kyu. Tapi bukan berarti kau akan menyia-nyiakan masa depanmu hanya karena masih terbebani oleh masa lalu.” Kata Donghae menenangkan Kyuhyun.

Kata-kata Donghae memang menyejukkan. Perih di hati Kyuhyun jadi berkurang. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Donghae meninggalkannya. Ia membutuhkan lelaki itu. tapi dia mencintai Siwon.

“Hyung, maukah kau menolongku sekali lagi? Kumohon..” pinta Kyuhyun pada Donghae.

“Tentu saja, Kyu. Apa yang bisa kulakukan untukmu?”

“Tolong bantu aku untuk bertemu Siwon hyung untuk terakhir kalinya. Hanya satu kali, dan aku tidak akan pernah menemuinya lagi.” Kata Kyuhyun. Tekadnya udah bulat. Ia hanya ingin memandang wajah Siwon atau mungkin menyentuhnya sekali saja untuk terakhir kalinya dalam hidupnya.

Donghae tersenyum. “Tentu saja Kyu, aku akan membantumu. Aku akan mengatur supaya kau bisa bertemu dengannya. Tapi aku mau kau menahan emosimu. Ikhlaskanlah segalanya, agar hatimu juga bisa lebih rela melepasnya.”

Kyuhyun mengangguk dengan mantap. Ia sudah tahu, inilah akhir perjalanan cintanya dengan Siwon. Kalau mereka memulainya secara baik-baik maka mereka juga harus mengakhirinya dengan baik. tidak ada permusuhan. Tidak ada perkelahian. Walaupun nantinya mungkin ada airmata.

*

            Donghae kembali menepati janjinya pada Kyuhyun. Ia mempertemukan Siwon dan Kyuhyun di apartemennya. Tadinya ia ingin pergi, tapi Kyuhyun melarangnya, pasalnya Kyuhyun takut terjadi sesuatu yang pada Donghae jika lelaki itu sendirian. Maka Donghae mengurung diri di dalam kamarnya. Menyumbat telinganya dengan earphone dari iPodnya, sementara Kyuhyun dan Siwon berbicara di ruang tengah.

Hanya itulah tempat yang paling aman. Karena jika mereka bertemu di luar, resiko ketahuan akan lebih besar. Donghae sempat kesal awalnya karena Siwon sempat menolak menemui Kyuhyun. Donghae harus berulangkali memohon barulah Siwon mau. Itupun Donghae memakai ancaman tidak akan menayangkan iklan Siwon kalau ia tidak mau menemui Kyuhyun.

Kyuhyun kini berhadapan dengan Siwon. Ingin sekali ia bicara duluan, tapi entah mengapa lidahnya kelu. Semua kata-kata yang tersusun rapi di kepalanya jadi buyar. Memandang Siwon saja ia tak mampu. Terlalu menyakitkan mengingat setelah ini mereka akan berpisah selama-lamanya.

“Kyu, aku sudah bersedia menemuimu sekarang. Katakanlah apa yang ingin kau bicarakan denganku.” Kata Siwon.

Kyuhyun mengangkat wajahnya. Matanya menatap Siwon langsung ke manik mata lelaki itu, mencari cinta yang tersisa. Kyuhyun mengambil nafas panjang dan menyiapkan dirinya untuk lebih tegar.

“Maafkan aku kalau aku mengganggu waktumu yang sibuk. Aku hanya ingin bicara denganmu utnuk terakhir kalinya. Aku berjanji, aku tidak akan muncul lagi di hidupmu setelah ini. Bahkan kalau seandainya suatu saat kita bertemu lagi, aku akan pura-pura tidak mengenalmu.”

“Kyu.. kenapa kau bicara seperti itu?” Tanya Siwon tak mengerti.

“Aku dengar kau akan menikah hyung. Sungguh aku turut berbahagia, walaupun tidak bisa kupungkiri bahwa hatiku sakit sekali. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku tidak pernah menyesal mengenalmu. Aku hanya menyesal mengapa semuanya jadi seperti ini.”

“Aku bersyukur kita pernah bersama. Setidaknya dulu aku pernah merasakan kebahagiaan bersamamu, walaupun kini kebahagiaan itu milik orang lain. Aku ingin berterima kasih padamu karena kau telah memberiku cinta dan kasih sayang yang mungkin tak kan pernah kulupakan seumur hidupku.”

“Aku ingin minta maaf padamu karena banyak membuat kesulitan di hidupmu. Menjadi beban bagimu. Namun percayalah, ini semua jalan kehidupan. Terkadang membahagiakan, namun kadang juga menyakitkan. Selamat menempuh hidup baru, hyung. aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu.”

Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya dan memberi hormat singkat pada Siwon. Ketika ia akan berbalik, dengan cepat Siwon memeluk tubuhnya. Lelaki tegap itu kemudian menangis di bahu Kyuhyun. Mengeluarkan semua kepedihannya. Kyuhyun hanya bisa diam, ia ingin melepaskan diri tapi entah mengapa ia sulit sekali melakukannya.

“Maafkan aku, Kyu. Aku harus melakukan semua ini. Jhonny Chen lah yang membesarkan namaku. Ketika ia tahu putrinya menyukaiku, ia memintaku untuk menerimanya. Aku tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginannya. Waktu itu aku berpikir suatu saat aku akan terlepas dari Tiffany tapi ternyata semakin hari aku semakin mencintai ketulusannya padaku.”

“Setiap hari aku dilemma, Kyu. Karena begitu aku bersamanya, perasaan bersalah padamu muncul di hatiku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku selalu berdoa agar kau mendapatkan penggantiku, seseorang yang lebih baik dariku, yang bisa membahagiakanmu tanpa menyakitimu sepertiku. Karena aku tahu, aku tidak bisa lagi kembali padamu. Aku tidak dalam posisi bisa memilih, Kyu. Kumohon maafkan aku.”

“Melihat Donghae begitu perhatian padamu membuatku cemburu. Membuatku sadar bahwa sebenarnya aku masih teramat mencintaimu. Namun aku tidak bisa meninggalkan Tiffany juga karirku. Jangan membenciku karena ini, Kyu. Aku tahu aku bersalah padamu. Aku tidak minta banyak, cukup maafkan aku, Kyu. Jebal..”

Kyuhyun ikut menangis bersama Siwon. Menangisi perjalanan cintanya. Menangisi kasihnya yang tak sampai. Menangisi perpisahan yang menyedihkan ini.

“Pergilah hyung. Raihlah cinta dan masa depanmu. Aku sudah memaafkanmu. Jangan menangis lagi.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum. Ia sungguh ikhlas kini. Ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya pada Siwon. Mungkin memang inilah akhir dari cinta mereka.

“Satu pertanyaan, Kyu. Tolong jawab aku dengan jujur, agar aku tenang.” Kata Siwon.

“Apa itu hyung?”

“Apa kau mencintai Donghae?”

Kyuhyun terdiam sesaat. Mencari kebenaran dalam perasaannya pada Donghae. Namun ketika ia akan menjawab, didengarnya suara berdebum keras dari arah kamar Donghae. Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung berlari ke kamar Donghae dan menerjang ke dalam.

Dilihatnya tubuh Donghae sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai. Kursi di samping meja kecil pun ikut terbalik.

“Hyuuunnngggggggg….!!!!” Teriak Kyuhyun histeris.

*

            “Dokter, tolong selamatkan nyawa Donghae hyung. aku mohon.” Kata Kyuhyun. Disampingnya ada Siwon, Changmin dan Minho. Kyuhyun yang menelepon kedua sahabatnya itu dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan Siwon yan sejak awal sudah bersama Kyuhyun bersikeras ingin ikut ke rumah sakit.

“Maafkan kami, Kyuhyun-ssi. Tapi aku tidak bisa melakukan tindakan apapun tanpa seijin Donghae-ssi. Ia sudah melarang kami melakukan tindakan apa-apa. Memang kesehatan dan kesembuhannya jauh lebih penting, tapi ini permintaannya sendiri. Kami tidak boleh melanggarnya. Jika ia setuju, malam ini juga kami akan mengoperasinya. Mengangkat sel-sel kanker dari otaknya.” Kata dokter.

Kyuhyun frustasi sekali mendengarnya. ‘Tuhan, jangan ambil Donghae hyung. Ambil saja aku. Kumohon.’ Batinnya.

Minho dan Changmin sudah terisak keras di belakangnya. Kyuhyun tetap memohon pada dokter tapi tetap saja dokter tidak mengabulkan permintaannya. Dokter menyarankan ia meminta langsung pada Donghae, jika lelaki itu mengijinkan, maka dokter akan langsung mengambil tindakan.

“Donghae-ssi sudah sadar, ia ingin bicara pada siapapun yang ada.” Kata seorang perawat yang keluar dari unit gawat darurat.

Kyuhyun, Siwon, Changmin dan Minho berbondong-bondong memasuki ruangan itu guna memenuhi panggilan Donghae. Kyuhyun yang paling pertama sampai di tempat tidur Donghae. Ia lalu menangis sambil menggenggam tangan Donghae.

“Tampaknya kalian semua sudah tahu apa yang terjadi padaku. Padahal aku berniat menyimpannya hingga aku pergi.” Kata Donghae lemah. Wajahnya tampak lelah dan pucat.

“Hyung, jangan bicara seperti itu. Jangan pergi, kumohon. Bagaimana dengan kami?” kata Minho yang merengek.

“Kumohon hyung, terimalah pengobatanmu. Kami tidak bisa tanpamu. Hyuuunggg, kalau kau pergi siapa yang akan menjaga kami?” kini Changmin diantara isakannya. Ia jarang menangis tapi kali ini tampaknya isakannyalah yang paling keras.

Lagi-lagi Donghae tersenyum. “Mianhae.. Aku tidak bisa. Aku rasa waktuku di dunia sudah cukup. Aku ingin segera merasakan kedamaian itu. Kalian sudah dewasa, mulailah saling menjaga satu sama lain. Aku juga sudah mengurus semuanya untuk kalian bertiga. Pada waktunya nanti, pengacaraku akan datang menemui kalian. Tolong jaga semua peninggalanku, ne? Aku ingin kalian tahu, aku sangat menyayangi kalian bertiga.”

Lalu Donghae menoleh pada Siwon. Kembali ia tersenyum. “Siwon-ssi, terima kasih sudah mau menemui Kyuhyun hari ini. Setidaknya ia lega karena ia sudah tahu semuanya. Aku juga harus berterima kasih padamu karena kepergianmu dulu. Jika kau tidak pergi, mungkin aku tidak akan pernah mengenal Kyuhyun. Terima kasih telah memberiku delapan tahun paling indah dalam hidupku.”

Siwon ikut menangis mendengar kata-kata Donghae. Begitu tulusnya lelaki itu hingga ia masih saja berterima kasih atas keegoisan Siwon.

“Hyungg.. kumohon, berhentilah bicara yang tidak-tidak. Terimalah pengobatanmu, ne? Kau masih punya harapan. Kita harus mengambil kesempatan itu. Kumohon hyung, jangan tinggalkan aku..” pinta Kyuhyun.

“Kyu, uljima.. jebal.. Kau akan baik-baik saja. Kau punya Changmin dan Minho. Mereka akan menjagamu. Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja. Berjanjilah padaku kau akan selalu tegar dan kuat. Berjanjilah padaku kau akan senantiasa bahagia. Berjanjilah..” kata Donghae. Suaranya makin lemah.

“Tidak hyung, mana mungkin aku bisa kuat, tegar, ataupun baik-baik saja tanpamu? Kebahagiaanku tidak penting hyung, kau lebih penting. Kumohon, dengarkan aku. Terimalah bantuan dokter, kau harus segera dioperasi.” Airmata Kyuhyun mengalir semakin deras.

Namun tampaknya Donghae tidak mendengar kata-kata Kyuhyun. Ia bergumam pelan. “Aku lelah sekali.” Lalu matanya kembali tertutup.

*

193770620

To Be Continued..

71 thoughts on “Long Time Coming – Chapter 7

  1. isshhhhh aku kesel banget sama siwon !!! aduh donghae oppa please tetaplah hidup dan terima bantuan dokter demi kyuhyun dan dampingilah dia . ff nya bagus eonni paling favorite sama ini ff deh eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s