Long Time Coming – Chapter 4

Title                 :  Long Time Coming

Rate                 : T

Genre              : Romance, Hurt

Pairing             : WonKyu, KyuHae

Warning          : BL, OOC, typo (es)

Summary          : Kyuhyun selalu terbayang akan memory sang kekasih yang meninggalkannya sekian lama. Tidak seharipun ia bisa melupakan kenangan indah mereka. Akankah Kyuhyun menyerah?

CHAPTER 4

Pada hari yang ditentukan, Siwon datang ke Seoul bersama Jhonny Chen. Rencananya mereka akan tinggal di seoul selama tiga hari. Dua hari untuk keperluan shooting dan sehari lagi digunakan untuk jalan-jalan. Donghae lah yang menawarkan untuk mengantar mereka jalan-jalan.

“Ingat, jangan menampakkan kalau kalian tidak menyukainya.” Kata Donghae memperingatkan Changmin dan Minho. Mereka semua sudah berkumpul di café baru Donghae di Myeongdong untuk shooting iklan.

“Minho masih bisa berpura-pura, tapi aku tidak bisa. Mungkin aku tidak akan banyak bicara kecuali dia ikut bicara. Hahh, benci sekali aku menerima kenyataan bahwa aku akan masuk tv bersama Siwon itu.” kata Changmin ketus.

Donghae tidak peduli kata-kata Changmin. Ia menoleh pada Kyuhyun. “Kyu, kau siap? Jangan khawatir, kami ada disini bersamamu.”

Kyuhyun mengangguk. Ia gugup sekali. Daritadi tangannya berkeringat dan jantungnya berdebar kencang.

“Sepertinya itu mereka.” Kata Minho menunjuk sebuah mobil hitam yang baru saja tiba di depan café.  Beberapa orang turun dari dari mobil tersebut. Kelihatan sekali siapa artis, manager, asisten, dan penata rias.

Kyuhyun yang sejak tadi berdiri di belakang tubuh tinggi Changmin, mengintip dari bahu sahabatnya itu. Siwon sudah 100% berubah. Mulai dari model rambutnya, cara berpakaiannya, sampai cara berjalannya. Ia benar-benar tampak seperti seorang superstar sekarang.

‘Tampan sekali.’ Kata Kyuhyun dalam hati. Hatinya berbunga-bunga melihat sang pujaan hati telah tiba. Detak jantungnya berpacu dua kali lebih cepat.

“Ah, rupanya kalian sudah datang. Silahkan masuk.” Kata Donghae menyambut tamu-tamunya.

“Kyu, pacarmu tampan sekali.” Bisik Minho. Entah mengapa ia juga ikut merapat di balik punggung Changmin. Kyuhyun merasakan wajahnya memanas.

“Mr. Lee, kau bilang cafemu kecil. Ini besar sekali, interiornya juga mewah sekali. Anda terlalu rendah diri. Siwon akan sangat bangga membintangi iklanmu.” Kata Mr. Jhonny Chen.

Donghae hanya tersenyum simpul. Selanjutnya mereka bertiga tenggelam dalam pembicaraan mengenai iklan mereka selama sepuluh menit. Kemudian Donghae menoleh pada ketiga karyawan yang akan jadi model iklan juga.

“Mr. Chen, ketiga pemuda itu akan jadi model juga. Hey kalian, kemarilah. Nah, yang tinggi besar itu namanya Changmin. Yang memakai kaos merah itu namanya Minho. Sedangkan yang imut itu namanya Kyuhyun.” kata Donghae memperkenalkan model-modelnya.

Mendengar nama Kyuhyun, Siwon langsung menghentikan acara membaca naskah iklan. Ia lalu menatap lurus ke arah Kyuhyun yang berdiri diantara Changmin dan Minho. Kyuhyun juga tengah memandang Siwon. Tatapan kerinduan itu menyesakkan dada Siwon seketika.

Siwon ingin sekali menyapa Kyuhyun, tapi ditahannya keinginannya mengingat ia sedang bersama Mr. Chen. Ia harus professional meskipun ia ingin sekali membawa kabur Kyuhyun saat itu juga.

“Wah, mereka dari agensi mana?” Tanya Mr. Jhonny Chen.

“Mereka bukan model. Ketiganya adalah pegawaiku di Gangnam. Aku yakin mereka bisa beraksi di depan kamera dengan baik, maka aku memakai mereka saja.” Kata Donghae menjelaskan.

“Benarkah? Kukira mereka model juga. Mereka tampan sekali. Wah, sayang sekali tidak dimanfaatkan. Kalian sudah punya modal wajah tampan, tinggal dipoles sedikit, kalian bisa setenar Siwon.” Kata Mr. Jhonny Chen setengah tak percaya. Ia ingin sekali merekrut mereka jadi model di agensinya.

“Aku tidak tertarik jadi artis. Aku sudah senang dengan kehidupanku sekarang. Kalau aku pergi, siapa yang akan membantu Donghae hyung dengan keuangan café?” kata Minho dengan sopan tapi kekanakan.

“Aku juga tidak tertarik. Aku disini hanya untuk membantu Donghae hyung. aku tidak mau ada barista lain yang menggantikan tempatku. Lagipula, aku takut nanti jadi lupa pada orang-orang terdekatku kalau aku sudah jadi artis.” Kata Changmin pedas seraya melirik Siwon.

Donghae tahu benar siapa yang Changmin maksud. Ia lalu melemparkan pandangan memperingatkan pada lelaki tinggi itu.

“Wah, Mr. Lee, anda beruntung sekali. Punya pegawai yang benar-benar setia kepada anda.” Kata Mr. Jhonny Chen.

Donghae tersenyum bangga menatap para lelaki yang sudah dianggap adik-adiknya sendiri itu. Ketika ia melirik Siwon, ia mendapati lelaki itu tengah menatap Kyuhyun intens sementara Kyuhyun tetap menunduk.

Mereka lalu memulai shooting. Pengambilan gambar pertama dilakukan. Siwon harus melangkah masuk ke café lalu mencari tempat duduk. Kemudian Kyuhyun akan datang mencatat pesanan Siwon. Lalu Kyuhyun memberi catatan tersebut pada Changmin yang akan membuat kopi untuk sang tamu.

Kopi tadi akan dibawakan oleh Kyuhyun kepada Siwon. Ketika minum kopi dan makan kuenya, Siwon harus menunjukkan ekspresi bahwa ia menikmati makanannya dan mengatakan beberapa patah kata yang sudah diatur dalam naskah. Setelah itu ia membayar makannya dan keluar.

Jika dilihat dari naskahnya, simple sekali. Apalagi yang memerankannya adalah seorang Choi Siwon yang terkenal dan berbakat. Namun Siwon berkali-kali membuat kesalahan ketika harus berhadapan dengan Kyuhyun.

Ia tidak bisa fokus pada naskah yang sudah dihapalnya di luar kepalanya. Ia bisa mengerjakan semuanya dengan baik namun harus mengulang adegan bersama Kyuhyun berkali-kali.

Changmin dan Minho jadi kesal dibuatnya. Namun Donghae menikmatinya. Ia beranggapan bahwa sudah seharusnya Siwon seperti ini kalau mengingat Kyuhyun.

Melihat itu Mr. Chen segera menghampiri Siwon dan berbisik di telinganya. Tampaknya ia marah. Siwon kemudian meminta maaf padanya.

*

            Setelah beberapa kali lagi mengulang adegan. Akhirnya shooting hari itu selesai juga ketika menjelang waktu makan malam.tinggal besok pengambilan gambar buat Siwon sendiri yang ceritanya bosan di kantornya karena mengantuk lalu bergegas ke café milik Donghae.

“Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Sekaligus merayakan keberhasilan shooting hari ini?” Tanya Mr. Chen.

Sebelum menjawab, Donghae melirik ke arah pegawainya yang langsung menggeleng. Donghae lalu tersenyum pada Mr. Chen dan berkata, “Tentu saja.”

Baik Changmin maupun Minho memutar bola mata mereka. Mereka malas sekali harus makan malam bersama dengan rombongan itu. Mereka lalu memutuskan akan makan malam di restaurant terdekat di kawasan itu. Sebelum berangkat, Donghae membisikkan sesuatu pada Changmin dan Minho. Keduanya dengan enggan mengangguk.

“Bagaimana kalau kita jalan kaki saja? Udara malam begitu cerah. Asik sekali kalau berbaur dengan para pejalan kaki.” Kata Donghae yang langsung disetujui oleh Mr. Chen. Keduanya jalan di depan, menyusul asisten dan penata rias Siwon. Dibelakangnya ada Changmin dan Minho yang berjalan sedikit menjauh dari Siwon dan Kyuhyun agar mereka bisa lebih leluasa berbicara. Ini adalah rencana Donghae yang kesekian.

“Kyu.. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja selama aku tidak ada?” Tanya Siwon hati-hati.

Kyuhyun menjawab pelan. “Kau sudah tahu aku bagaimana, hyung. Apakah perlu bertanya lagi?”

“Yah sebagai teman yang baik, sudah seharusnya aku bertanya bukan?” kata Siwon hampir tidak bisa di dengar. Namun telinga Kyuhyun jauh lebih tajam dari yang dikira Siwon.

Kata ‘Teman’ yang diucapkan Siwon membuat hati Kyuhyun serasa ditusuk ribuan pedang. Sakit sekali.

“Aku tidak mau banyak bicara. Katakan saja apa yang ingin ku ketahui, dan aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi.” Kata Kyuhyun, matanya sudah memanas airmatanya ingin sekali meloncat keluar. Tapi Kyuhyun mati-matian menahannya.

“Kyu.. aku..”

“Mengapa kau tidak pernah menghubungiku? Apa alasanmu, hyung? Jika memang kau ingin menyudahi segalanya, mengapa tak bilang sejak awal? Mengapa kau tega sekali membuatku menunggumu sekian lama?” Kyuhyun berhenti melangkah. Emosi sudah menguasainya kini.

Siwon ikut menghentikan langkahnya. Ia memandang Kyuhyun yang begitu rapuh saat itu. Ia lalu memeluk Kyuhyun dengan erat, melepaskan segala kerinduannya yang ditahannya selama ini.

“Mianhae, Kyu. Jeongmal Mianhae. Aku harus mengejar cita-citaku. Jadwalku sangat padat. Karirku sedang menanjak, jika fans-fansku tahu aku punya kekasih, mereka akan pergi meninggalkanku. Aku harus melakukan ini Kyu, demi apa yang selama ini aku impikan. Mianhae.”

Kyuhyun merasakan gelombang kemarahan di dadanya. “Jadi kau selama ini melakukan semua ini demi karirmu hyung? Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa kau meggantungku selama ini? Membiarkanku menunggumu dengan sabar seperti orang idiot. Dengan harapan suatu saat kau akan datang menjemputku.”

Dengan kasar Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon.

“Kyu, aku tahu aku salah. Tapi maafkan aku, ne? Maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku padamu. Itu semua tidak mungkin. Jika aku menjemputmu, maka tamatlah karirku. Dan aku tidak bisa kehilangan segalanya setelah dengan kerja keras aku meraihnya. Tolong maafkan aku, Kyu.” Siwon memohon.

Ingin sekali Kyuhyun memukul wajah Siwon yang dengan jahatnya mengatakan semua itu. Hatinya sakit sekali. Ingin sekali ia berteriak sekencang-kencangnya, meluapkan kemarahannya. Tapi ia tahu, itu semua sia-sia. Karena apapun yang terjadi, Siwon tidak akan pernah kembali lagi padanya.

“Aku sudah memaafkanmu, hyung. Terima kasih atas segalanya yang pernah kau berikan untukku. Terima kasih untuk semua cinta, kasih sayang dan rasa pedih. Aku akan mendoakan keberhasilanmu. Semoga kau selalu bahagia. Selamat tinggal hyung.” kata Kyuhyun lalu berlari dengan cepat meninggalkan Siwon. Ketika melihat Taksi melintas, tanpa pikir panjang Kyuhyun menyetopnya lalu melompat naik.

“Kyu.. Kyuhyun.. Dengarkan aku dulu, jangan pergi..!!” Teriak Siwon. Ia berusaha mengejar Taksi yang ditumpangi Kyuhyun tapi ia kalah cepat.

Di dalam taksi Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Sakit sekali mendengar Siwon berkata seperti itu. lebih baik sampai mati ia tidak usah bertemu Siwon daripada mendengar penolakan dari bibir Siwon. Sakitnya luar biasa. Saking sakitnya ia tidak dapat mendengar ataupun merasakan detak jantungnya sendiri.

*

            Ponsel Kyuhyun berkali-kali berbunyi tapi ia mengabaikannya. Ia tidak mau tahu siapa yang menghubunginya. Ia ingin sendirian, mengenang perjalanan cintanya bersama Siwon. Mengenang sakit hatinya. Siwon lah yang memberinya kebahagiaan, tapi lelaki itu jugalah yang memberikannya rasa pedih ini.

Kyuhyun menyusuri jalan sepanjang sungai Han. Dingin tidak hanya membekukan tubuhnya, tapi juga hati dan pikirannya. Ingin sekali rasanya ia menenggelamkan dirinya di sungai Han. Biar rasa sakit itu tidak terasa lagi. Ingin sekali ia menarik lepas hatinya dari tempatnya, agar nyeri itu tidak ada lagi.

Kyuhyun bersandar di bangku taman. Menumpahkan semua persediaan airmatanya. Membasuh perih di hatinya. Tapi semakin ia menangis, semakin perih ia rasakan. Ia tidak tahu sampai kapan ia akan merasakan sakit itu.

Kembali ponselnya berdering. Kyuhyun memutuskan melihatnya, ia tidak mau membuat semua orang cemas. Nama Donghae tertera di layar ponselnya. Dengan segera di jawabnya telepon itu.

“Kyu? Kau baik-baik saja? Kau ada dimana?”

Mendengar suara Donghae yang diliputi kecemasan, tangis Kyuhyun semakin pecah. “Hyuuuungggg.. aku ingin mati saja hyung.. Sakit sekali..”

“Jangan bicara seperti itu. Kau membuatku takut.”

“Aku tidak tahan lagi, hyung. Perih sekali. Betapa teganya ia padaku. Apa salahku hingga dia mencampakkanku, hyung?” kata Kyuhyun masih dalam tangisnya.

“Kau dimana Kyu? Biar hyung menjemputmu.” Kata Donghae membujuk Kyuhyun.

“Jangan datang hyung, aku malu melihatmu. Aku malu pada semua orang. Aku terlalu mencintainya sampai-sampai aku mengabaikan kata orang-orang. Dan kini aku tidak punya keberanian menghadapi semuanya.”

“Kyu, kumohon.. Kau bisa membuatku mati karena cemas memikirkanmu. Kumohon, beritahu aku kau ada dimana. Aku akan menjemputmu. Kumohon Kyu..” Donghae kini memohon.

Kyuhyun tidak tega mendengar suara Donghae seperti itu. Bagaimanapun, Donghae lah yang telah berjasa menolongnya selama ini. Membantu kesulitannya, menjadi tempatnya berkeluh kesah. Menjadi seorang kakak yang baik baginya. Mana mungkin ia mengecewakan Donghae? Kyuhyun lalu menyebutkan tempat dimana ia berada sekarang.

“Tunggu aku, Kyu. Aku segera datang. Jangan kemana-mana.”

*

tumblr_lsqhcpW3es1qhj2zio2_250

To Be Continued..

81 thoughts on “Long Time Coming – Chapter 4

  1. hiks hiks hiks daddy jahat bgt sama mommy, kau egois daddy, i hate you. Mommy sabar ne, buka hati tuk hae samchon aja

  2. Jahatnya siwon…. tau begitu terima cintanya donghae ajah…
    Truz panas-panasin tuch si siwon sampe kebakar….

  3. Hiksss huwee sedih liat kyu di gituin ama siwon. Siwon terlalu egois jadi sampai hati gk pernah mikirin kyuhyun

  4. kalo aq jadi kyuhyun pasti udh q gampar siwon..
    thor gara2 ff’mu aq jdi suka sma donghae.. hayoo tanggung jawab!

  5. omo siwon kejam banget sama kyu setelah sekian lama kyuhyun menunggu dan siwon hanya menganggap teman? aku lebih suka kyuhyun sama donghae aja lah soalnya donghae lebih baik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s